Anda di halaman 1dari 5

Page |1

A. Tujuan 1. 2. 3. 4. Mengenal flip-flop dan latch serta pembagian kelompoknya Mempelajari prinsip kerja dari flip-flop dan latch Membuktikan tabel kebenaran dari flip-flop dan latch Mengetahui aplikasi dari flip-flop dan latch

B. Alat dan bahan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Project board NAND Latch DAN Nor Latch IC NOT 74XX04 IC NAND 74XX00 IC NOR 74XX02 Resistor LED Multimeter Kabel jumper

10. Power supply 11. SRFF dengan clock 12. DFF (IC 74LS74) 13. JKFF (IC 74HC73)

C. Dasar teori sekunsial adalah rangkaian yang outputnya tidak saja bergantung pada input pada saat itu saja tetapi juga bergantung pada keadaan out[ut sebelumnya. Flip-flop adalah rangkaian utama dalam logika sekunsial. Flip-flop mempunyai nama lain bistable multivibrator. Rangkaian ini adalah

rangkaian sel biner yang mempunyai dua keadaan stabil, yaitu 0 dan 1 dan selalu berubah-ubah secara stabil. Counter, register, shift-register, serta rangkaian sekunsial lain disusun dengan mengunakan flipflop sebagai komponen utama. (memori). Flip-flop adalah rangkaian yang mempunyai fungsi pengingat

Artinya rangkain ini mampu melakukan proses penyimpanan data sesuai kombinasi

masukan yang diberikan kepadanya. Data yang tersimpan itu dikeluarkan sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan. Rangkaian yang menyimpan state biner (sepanjang masih terdapat

tenagapada rangkaian) sampai terjadi perubahan pada sinyal inputnya. Ada beberapa macam flip-flop, yaitu Set-Reset Flip-Flop, Data Flip-Flop dan J-K Flip-Flop. SRFF adalah rangkaian dasar dari semua jenis rangkaian flip-flop yang ada. Terdapat berbagai macam rangkaian flip-flop R-S, salah satunya adalah yaitu disusun dari empat buah gerbang NAND 2 masukan. Dua masukan flip-flop ini adalah S dan R serta keluarannya adalah Q dan Q. seangkan flipflop D merupakan rangkaian yang dapat disusun dari RSFF atau JKFF yang masukannya saling berkebalikan. Hal ini dimungkinkan dengan menambah salah satu masukannya dengan inverter agar kedua masukan flip-flop selalu dalam kondisi berlawanan. Flip-flop ini dinamakn dengan D-FF karena

Page |2
keluarannya selalu sama dengan masukan yang diberikan. Saat flip-flop dalam keadaan aktif, masukan akan diteruskan ke saluran keluaran. D. Langkah kerja 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Menyiapkan alat dan bahan sesuai yang dibutuhkan Check kondisi alat dan bahan Menyusun rangkain di atas project board sesuai dengan skema Memasukan IC kemudian menghubungkan dengan beberapa komponen yang lainnya Menghubungkan kaki Vcc ke catu daya +5 dan kaki GND ke ground menggunakan jumper Menghubungkan output dengan gerbang LED, diantaranya diberi R sembarang Mengamati kaki output yang terhubung dengan saklar. Mencatat hasil yang diperoleh dari kondisi LED (nyala ata hidup)

E. Skema 1. NOR Latch

2.

NAND Latch

3.

SRFF dengan clock

4.

DFF dengan clock

5.

JKFF dengan clock

Page |3
F. Hasil pengamatan 1. Tabel NAND Latch dan NOR Latch

Step S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
2.

input R 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1

output NAND-Latch NOR-Latch Q=Q Q=Q' Q Q 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0

SR FF dengan clock

Input Clk 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1
3.

Output S 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 R 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 Q 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 Q 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0

DFF dengan clock

Input Clock Data 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0

Output Q 1 1 1 0 0 1 1 0 Q 0 0 0 1 1 0 0 1

Page |4 0 0 1 1 0 1 0 1
4.

1 0 0 1 1 1 0 0

0 0 0 1 1 1 1 0

1 1 1 0 0 0 0 1

JK dengan clock

Input Clock 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1
G. Pembahasan

Output J 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 K 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 Q 0 1 1 1 1 0 0 1 Q 1 0 0 0 0 1 1 1 0 -

Berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil percobaan rangkaian NAND dan NOR dengan menggunakan Latch, hal ini menunjukan bahwa dalam hal ini Latch dapat diartikan sebagai penahan. Sebuah flip-flop RS yang terbuat dari gerbang logika NAND sering disebut sebagai penahan NAND/NAND Latch. Penahan NAND prinsip kerjanya sama dengan penahan NOR. Perbedaannya terletak pada keadaan level atau tingkat logikanya. Masukan-masukan SET dan RESET dari penahan NOR bekerja dari keadaan 0 (rendah) menuju 1(tinggi), sewaktu mengubah keadaan, sedangkan NAND sebaliknya. Masukan-masukan SET dan RESET dari penahan NAND bekerja dari keadaan 1(tinggi) ke 0(rendah), sewaktu mwngubah keadaan. Tetatpi pada prinsipnya kedua gerbang logika tersebut mempunya kerja yang sama. Flip-flop yang dibangun dari penahan NOR tersususn oleh gerbang-gerbang kombinasi yang diumpanbalik yang paling sederhana dan mendasar. Karena dalam prakteknya, inilah yang paling mudah dan cepat untuk dirakit. Beberapa contoh yang menggunakan flip-flop ini adalah perputaran kipas angin. Flip-flop RS merupakan rangkaian dasar dari semua jenis flip-flop. Di mana kita ketahui bahwa pada flip-flop RS mempunyai 2 masukan yaitu set dan reset serta memiliki 2 outputan yaitu Q dan Q. kondisi keluaran akan tetap pada saat kedua masukan R dan S berlogika 1 maka output yang dihasilkan akan berlogika 1 juga. Tetapi, pada kenyataannya hal ini sangat dihindari karena jika hal ini

Page |5
terjadi maka kondisi masukan diubah menjadi berlogika nol outpu yang dihasilkan tidak akan bias diprediksi atau sulit diketahui hasilnya apakah 0/1. Sehingga kita bias mengasumsikan bahwa saat hal ini terjadi maka disebut keadaan terlarang. Dalam percobaan yang telah kita lakukan, pada rangkaian flip-flop kita tambahkan dengan adanya clock. Dalam konteks ini, clock berfungsi sebagai komponen yang dapat mempengaruhi output. Dengan menambah beberapa gerbang pada bagian input rangkaian dasar, maka flip-flop hanya dapat merespon input selama clock pulsanya 0 meskipun terjadi perubahan pada inputnya. Sedangkan output flip-flop hanya akan berubah jika sesuai dengan perubahan inputnya pada saat clock pulsa bernilai 1. Dan hasilnya bias kita lihat di tabel pengamatan. Perlu kita ketahui juga bahwa rangakain ini mirip dengan latch SR, tapi yang membedakan adalah pada rangakain ini terdapat input ekstra yaitu adanya clock. Sehingga flip-flop ini bekerja secara sinkron selangkah dengan clock. Untuk rangkain DFF hamper sama dengan rangkai flip-flop yang lainnya yang mempunyai 2 masukan dan 2 keluaran. Rangkaian ini dapat disusun dari SRFF atau JKFF dengan syarat

masukannya berkebalikan. Untuk memperoleh rangkain seperti ini maka kita harus menambahkan salah satu masukannya dengan inverter. Hal ini bertujuan supaya kedua masukan selalu dalam kondisi yang berlawanan. Sehingga, kita bisa melihat bahwa hasil antara Q dan Q adalah selalu berlawanan. Dan inilah yang menyebabkan rangkain flip-flop ini disebut dengan DFF. Saat flip-flop pada keadaan aktif, maka masukan akan diteruskan ke saluran keluar. Sedangkan untk fungsi clock pada rangkaian ini adalah mempengaruhi outputnya. Di mana berapapun nilai D, tidak akan berpengaruh jika clock pada keadaan 0, namun output akan berubah jika clock bernilai 1.

Jadi, flip flop SR adalah IC yang menghasilkan 2 kemungkinan ( Bi stabil memory). Dan jika input S diberi input High maka SR akan otomatis terset kebalikannya atau 0, dan sebaliknya jika S diset Low maka C akan High dan ouptupnya sama.