Anda di halaman 1dari 6

TRIGER UNTUK KELOMPOK 5 - BUNUH DIRI BUNUH DIRI Klien berinisial AY berusia 53 tahun, berjenis kelamin perempuan, suku

Sunda, memakai bahasa dominan bahasa Indonesia, tinggal di Ragunan RT 04/01 Pasar minggu Jakarta selatan, masuk di ruang rawat Utari Rumah Sakit Marzuki Mahdi pada tanggal 1 Mei 2012 Klien dibawa kerumah sakit MM dengan alasan telah melukai pergelangan tanganya sendiri. Untuk faktor predisposisi sebelumnya klien pernah dirawat dan mendapatkan pengobatan di RSMM. Riwayat aniaya fisik, seksual, penolakan kekerasan dalam keluarga dan tindak kriminal tidak ditemukan data yang mengarah pada point ini. Dari hasil wawancana klien mengatakan merasa sendiri dan lebih enak sendiri serta tidak mempunyai orang yang berarti didunia ini. Saat dilakukan pemeriksaan fisik, tekanan darah klien yaitu 100/60 mmHg, Nadi klien 90 X/menit, Suhu 36,5 C dan pernapasan 22 X/menit. Kulit klien tampak kering, bibir kering, dan rambut tampak kumal serta banyak kutu dirambutnya. Dari wawancara yang dilakukan pada Ny AY mengatakan kepalanya terasa gatal namun dirinya selalu mandi dan kramas setiap hari. Data tentang genogram, Ny AY adalah ibu dari 2 orang anak dan istri dari bapak R (pensiunan). Sebelum dibawa kerumah sakit Ny AY tinggal bersama suami dan anak-anaknya. Perawatan yang dilakukan pada Ny AY diputuskan oleh suaminya. Kegiatan sehari-hari Ny AY adalah dirumah saja membantu kegiatan rumah tangga. Ketika ditanyakan tentang konsep dirinya, Ny AY mengatakan tdak punya cita-cita.. Dari hasil observasi Ny AY cenderung menyendiri di dalam kamar dan sulit untuk diajak keluar kamar. Klien lebih banyak diam dan sulit diajak berinteraksi. Dari pengkajian hubungan sosial dan spiritual yang dilakukan oleh perawat didapatkan data bahwa hubungan keluarga Ny AY paling dekat dengan suaminya. Ny AY merupakan penganut agama Islam. Dari hasil observasi klien tidak pernah sholat. Dari penampilan klien tampak kurang rapi, baju kusut, kulit dan bibir tampak kering. Rambut klien tampak kurang rapi dan banyak kutu dirambutnya. Dari pengamatan yang dilakukan oleh perawat,

Klien jarang berinteraksi baik dengan perawat maupun dengan klien lain. Dari alam perasaannya Ny. AY tampak sedih, diam dan tidak banyak berbicara serta seringkali memukul-pukul kepalanya. Dari observasi perawat bahwa afek yang disampaikan oleh Ny AY kurang sesuai karena sedih namun dengan terkadang ekspresi tampak berubah seolah-oleh melihat sesuatu. Pada pengkajian proses pikir terutama arus pikir Ny AY tidak koheren, dengan bentuk pikir tidak realistik karena seolah-olah anak-anakya terus memenggil dirinya. Klien mengetahui bahwa dirinya sedang dirumah sakit karena dirinya stres. Dari tingkat kesadarannya Ny AY belum diketahui apakah klien mengalami disorientasi orang, tempat dan waktu karena tidak pernah menjawab. Dari daya ingatnya masih belum terkaji karena klien cenderung diam. Dari konsentrasi klien tidak mengalami gangguan karena dapat tetap bersama dengan perawat sesuai dengan kontrak waktu yang disepakati, meskipun tidak banyak bicara. Untuk kebutuhan persiapan pulang klien Ny AY memerlukan bantuan parsial care baik itu makan, BAB/ BAK, Mandi, Berpakaian, Istirahat dan tidur, Penggunaan obat, pemeliharaan kesehatan, aktivitas didalam rumah dan diluar ruangan dapat dilakukan dengan bantuan dari keluarganya.

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Resiko tinggi bunuh diri


Pengertian : Resiko untuk mencederai diri yang mengancam kehidupan

Tujuan Klien tidak melakukan percobaan bunuh diri Indicator Menyatakan harapannya untuk hidup Menyatakan perasaan marah, kesepian dan keputusasaan secara asertif. Mengidentifikasi orang lain sebagai sumber dukungan bila pikiran bunuh diri muncul. Mengidentifikasi alaternatif mekanisme coping

Intervensi o o menentukan keberadaan dan tingkat risiko bunuh diri menentukan apakah pasien memiliki cara yang ada untuk menindaklanjuti dengan rencana bunuh diri o mengobati dan mengelola setiap penyakit psikiatrik atau gejala yang dapat menempatkan pasien pada risiko bunuh diri (exm suasana kekacauan, halusinasi, delusi, panik, penyalahgunaan zat, kesedihan, gangguan kepribadian, gangguan organik, krisis o mempertimbangkan rawat inap dari pasien yang beresiko serius bagi rencana bunuh diri o memberi obat untuk mengurangi kecemasan, agitasi, dan psikosis dan untuk menstabilkan suasana hati, yang sesuai

o o

advokat untuk kualitas hidup dan masalah mengontrol rasa sakit melakukan pemeriksaan mulut setelah pemberian obat untuk memastikan pasien yang tidak "cheeking" obat untuk upaya kemudian overdosis

mengimplementasikan tindakan yang diperlukan untuk mengurangi tekanan langsung individu ketika negosiasi tidak membahayakan diri sendiri atau kontrak keamanan

mengidentifikasi kebutuhan keamanan langsung ketika negosiasi tidak membahayakan diri sendiri atau kontrak keamanan

membantu individu dalam membahas / nya perasaannya tentang kontrak

2. self neglect( pengabaian diri) bd depresi definisi : suatu konstelasi tentang kerangka perilaku budaya yang melibatkan satu atau lebih aktivitas perawatan diri ketika ada kegagalan untuk mempertahankan standar yang diterima secara social tentang kesehatan dan kesejahteraan criteria hasil:
klien dapat melakukan kebersihan diri. Klien berusaha untuk memelihara kebersihan diri seperti mandi pakai sabun dan disiram pakai air sampai bersih. Mengganti pakaian bersih sehari hari dan merapikan penampilan klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat Dalam berinteraksi klien menunjukkan tanda tanda percaya pada perawat Wajah cerah, tersenyum o mempertimbangkan budaya pasien ketika mempromosikan kegiatan perawatan diri

o o

menentukan jumlah dan jenis bantuan yang dibutuhkan tempat handuk, sabun, deodoran, peralatan cukur, dan aksesoris lainnya yang dibutuhkan di samping tempat tidur atau di kamar mandi

o o o

menfasilitasi klien sikat gigi, jika diperlukan menfasilitasiklien untuk mandi, jika diperlukan memantau pembersihan pada kuku, sesuai dengan kemampuan pasien perawatan diri

o o o

memantau integritas kulit pasien menjaga ritual kebersihan memberikan bantuan sampai pasien sepenuhnya dapat mengasumsikan perawatan diri

3. isolasi social bd perubahan status mental definisi : kesepian yang dialami oleh individu dan dirasakan saat didorong oleh keberadaan orang lain dan sebagai pernyataan negative atau mengancam criteria hasil:
- klien mempertahankan interaksi social -pasien merasa tidak kesepian/sendiri -pasien memberdayakan dukungan social -klien terlibat dalam hubungan sosial o Bina hubungan saling percaya dengan menerapan prinsip komunikasi terapeutik o o Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien Hindarkan memberi penilaian negative setiap bertemu klien

o o o o o

Utamakan member pujian yang realistic Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat Bantu keluarga menyiapkan lingkungan rumah