Anda di halaman 1dari 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.

Hydrogen dan oksigen Unsur unsur ini digunakan biasanya sebagai air untuk keperluan seperti pelarutan, hidrolisis, ionisasi, osmosis, dan sebagainya. Dalam bentuk molekul, unsur-nsur ini memiliki fungsi lain. a. Hidrogen molekuler digunakan oleh beberapa spesies bakteri sebagai sumber energy (misalnya Hydrogemonas ). Organisme lain dapat tumbuh dalam larutanyang seluruhnya mengandung mineral, dengan menggunakan CO2 dari udara sebagai sumber karbon dan mengoksidasi H2 menjadi H2O sebagai sumber energy. b. Oksigen molekuler Peranan oksigen molekuler sangat penting terutama dalam mekanisme memperoleh energy pada sel dan mempunyai hubungan lain terhadap kehidupan sel. Sumber dan pemakaian oksigen berbeda-beda pada berbagai spesies. Sehubungan dengan penggunaan oksigen molekuler, dikenal sekurankurangnya 5 kelompok organisme, yaitu : 1. Obligat aerob, membutuhkan O2 yang sangat banyak sebagai akseptor akhir dalam oksidasi biologis atau respirasi aerob. Contoh: Pseudomonas, M.Tuberculosis, Bacillus 2. Obligat anaerob, mikroorganisme yang termasuk golongan ini tidak membutuhkan oksigen bebas, bahkan jika kontak dengan oksigen akan mengakibatkan penghambatan atau mematikan organisme tersebut. Karena tidak dapat menggunakan oksigen dalam proses metabolisme untuk memperoleh energy, maka energy itu diperoleh dengan menggunakan sebagian dari molekul sesuatu zat (misalnya glukosa) sebagai donor electron dan memindahkannya ke bagian lain dari molekul tersebut, yang dengan demikian bertindak juga sebagai akseptor electron dengan hasil keluarnya energy untuk sel itu. Proses ini dinamakan fermentasi. Bagi genus Clostridium, O2 adalah toksik, karena digunakan sebagai H-akseptor untuk membentuk H2O2 dan karena organisme ini tidak dapat menguraikannya, sehingga persenyawaan ini menumpuk dan mematikan organisme itu. Contoh: Actinomyces, Bacteroides, Clostridium. 3. Fakultatif aerob atau fakultatif anaerob dapat menggunakan O2 sebagai akseptor elektron. Atau sebagai penggantinya, diambil oksigen dari garamgaram seperti NaNO3, Na2 SO4 atau karbonat. Penggunaan pengganti ini kadang-kadang disebut juga respirasi anaerob. Contoh: sebagian besar pathogen manusia misalnya Streptokokus, enterobacteria. Perlu diperhatikan bahwa dalam pembicaraan mengenai kebutuhan bahan-bahan berbentuk gas maksudnya adalah insur-unsur atau persenyawaan-persenyawaan yang berbentuk gas dalam suhu dan tekanan yang normal. Tetapi dalam peranannya sebagai substrat untuk pertumbuhan mikroba bahan-bahan ini harus berada dalam keadaan larut dalam air dan seringkali daya larut ini menjadi faktor penghambat bagi pertumbuhan bakteri

karena itu suatu kekeliruan jika beranggapan bahwa penggunaan bahan-bahan ini dalam bentuk gas.

Kebutuhan bakteri pada umumnya adalah sebagai berikut : 1. Sumber energi yang memerlukan untuk reaksi-reaksi sintesis yang membutuhkanenergi dalam pertumbuhan dan restorasi,pemeliharaan keseimbangan cairan,gerak,dan sebagainya. 2. Sumber karbon : dalam memenuhi kebutuhan karbon, organisme itu dapat dibagi dalam dua golongan dengan alasan a. Organisme itu dapat semata-mata hidup dari diet bahan anorganik (diet mineral) dengan menggunakan CO2 atau karbonat sebagai satu-satunya sumber karbon. Golongan ini disebut autotrof (Greek ;auto=sendiri;trophe=memberi makan). b. Tidak dapat menggunakan CO2 sebagai satu-satunya sumber karbon, tetapi membutuhkan satu atau lebih zat organik (glucose, asam amino) di samping mineral sebagai sumber karbon. Golongan ini disebut heterotrotrof (Greek:hetero=lain). 3. Sumber nitrogen, sebagian besar untuk sintesis protein dan asam-asam nukleat. Mikroorganisme dapat memanfaatkan nitrogen dalam bentuk ammonium nitrat, asamasam amino serta protein. Jenis senyawa-senyawa nitrogen yang digunakan tergantung dari jenis mikroorganismenya. Ada beberapa mikroorganisme dapat memanfaatkan mikrogen dalam bentuk gas N2 seperti mikroorganisme penambat nitrogen dari udara. Banyak mikroorganisme juga dapat menggunakan NH4+ sebagai sumber nitrogen utama dan banyak organisme memiliki kemampuan untuk menghasilkan NH4+ dari amina (R-NH2) atau dari asam amino (RCHNH2COOH). 4. Sumber garam-garam anorganik, khususnya fosfat dan sulfat sebagian anion; dan potassium, sodium, magnesium, kalsium, besi, mangan sebagai kation. 5. Bakteri-bakteri tertentu membutuhkan faktor-faktor tumbuh tambahan, disebut juga vitamin bakteri, dalam jumlah sedikit sekali untuk sintesis metabolic esensial. 6. Air merupakan komponen utama dalam sel mikroorganisme dan medium. Fungsi daripada air adalah sebagai sumber oksigen untuk bahan organic sel pada respirasi. Selain itu air berfungsi sebagai pelarut dan alat transfor dalam proses metabolism. 7. Sumber aseptor electron, perlu diketahui bahwa di dalam sel selalu terjadi proses oksidasi biologi yang merupakan proses pengambilan atau pemindahan electron dari substrat, berarti substrat bertindak sebagai donor elektronnya. Oleh karena electron di dalam sel tidak berada dalam bentuk bebas, maka perlu ada sesuatu yang menangkap dengan segera elektron-elektron tersebut. Penangkapan electron inilah yang disebut aseptor electron. Aseptor electron tersebut merupakan suatu agensia pengoksidasi pada mikroorganisme yang berfungsi sebagai aseptor electron adalah O2, senyawasenyawa organic, NO-3, NO-2, SO-24, CO2, FE3+. Medium pembiakan yang digunakan untuk mengembangbiakkan bakankteri di laboratorium dapat dibedakan dalam ; medium pembiakan dasar, medium pembiakan penyubur, medium pembiakan selektif, dan cara mendapatkan biakan murni. A. Medium Pembiakan Dasar Medium pembiakan dasar adalah medium pembiakan sederhana yang mengandung zat-zat yang umum diperlukan oleh sebagian besar mikroorganisme, dan dipakai juga sebagai komponen dasar untuk membuata medium pembiakan lain. Medium ini dibuat dari 3 g ektrak daging, 5 g pepton, dan 1.000 ml air, dinamakan juga bulyon nutrisi.

Dengan penambahan 15 g agar-agar diperoleh apa yang dinamakan agar nutrisi atau bulyon agar. Sebagi pengganti ektarak daging dapt dipakai air kaldu yang dibuat dari 1 kg daging segar bebas lemak yang direbus dengan air sampai dengan diperoleh 2.000 ml air kaldi setelah disaring, kemudian ditambah natrium klorida. B. Medium pembiakan penyubur ( Euriched Medium ) Medium pembiakan penyubur dibuat dari medium pembiakan dasar dengan penambahan zat-zat lain untuk mempersubur pertumbuhan bakteri tertentu, yang pada medium pembiakan dasar tidak dapat tumbuh dengan baik. Untuk keperluan ini kedalam medium pembiakan dasar sering ditambahkan darah, serum, cairan tubuh, ektrak hati , otak dan sebagainya. C. Medium pembiakan selektif Medium pembiakan selektif digunakan untuk menyeleksi bakteri yang diperlukan dari campuran dengan bakteri-bakteri lain yang terdapat dalam bahan pemeriksaan. Dengan penambahan zat-zat tertentu bakteri yang dicari dapat dipisahkan dengan mudah.medium pembiakan ini berdasarkan pada sifat kerjanya, dapat dibedakan dalam : 1. Selektifitas karena perbedaan tumbuh 2. Selektifitas karena penghambatan tumbuh Medium pembiakan selektif dalam pemakaiannya diberi bermacam-macam bentuk yang sesuai dengan tujuannya, yaitu sebagai berikut : 1. Bentuk medium cair 2. Bentuk medium padat dengan penambahan agar-agar ataw glatin. a. Bentuk lempeng, dibekukan dalam pinggan petri b. Bentuk miring, dibekukan dalam keadaan miring dalam tabung. c. Bentuk tegak, dibekukan dalam keadaan tegak dalam tabung. Bila konsentrasi agarnya dikurangi menjadi - persen menjadi medium setengah padat yang digunakan untuk pemeriksaan gerak bakteri.3