Anda di halaman 1dari 22

Section 8.

Cardiac arrest in special circumstances: asthma

Di seluruh dunia 300 juta orang.


WHO telah memperkirakan bahwa 15 juta DALYs setiap tahun berasal dari asma. Kematian setiap tahun di seluruh dunia akibat asma diperkirakan sebanyak 250.000. Tingkat kematian tampaknya tidak berkorelasi dengan prevalensi asma.

Risiko serangan asma yang hampir fatal tidak selalu berhubungan dengan beratnya asma. Pasien paling berisiko, mereka dengan:
riwayat asma yang hampir fatal yang membutuhkan intubasi dan ventilasi mekanis; perawatan di sebuah rumah sakit atau perawatan darurat untuk asma pada beberapa tahun yang lalu;

jarang atau tidak menggunakan kortikosteroid inhalasi;

meningkatnya penggunaan dan ketergantungan dari beta-2 agonists;

kecemasan, gangguan depresi dan/atau ketidakpatuhan terapi.

bronkospasme berat dan sumbatan

mucus

aritmia jantung yang disebabkan oleh hipoksia

hiperinflasi dinamis

tension pneumothorax (sering bilateral).

Wheezing (mengi) penemuan fisik umum. Tidak ada mengi obstruksi jalan nafas kritis Mengi meningkat respon positif terhadap terapi bronkodilator.
Penyebab lain wheezing: edema paru, PPOK, pneumonia, anafilaksis, benda asing, emboli paru, bronkiektasis dan massa subglottis.

manajemen medis yang agresif pendekatan ABCDE

Oksigen Gunakan konsentrasi oksigen inspirasi yang akan mencapai suatu SaO2 94-98%.

Nebulisasi beta-2 agonis Salbutamol, 5mg nebuliser, merupakan landasan terapi untuk asma akut di sebagian besar dunia. Jika nebuliser tidak segera tersedia, beta-2 agonis dapat sementara diberikan melalui

large volume spacer device.

Kortikosteroid intravena Penggunaan kortikosteroid sistemik secara signifikan mengurangi angka masuk rumah sakit. Tidak ada perbedaan dalam efek klinis antara formulasi oral dan kortikosteroid intra vena. Rute IV disukai karena pasien dengan asma yang hampir fatal dapat mengalami muntah atau tidak dapat menelan.

Nebulisasi antikolinergik Nebuliser antikolinergik (ipratropium, 0.5mg 4-6 jam) dapat menghasilkan bronkodilatasi tambahan pada asma berat atau pada mereka yang tidak respon terhadap beta-agonis.
Nebulisasi magnesium sulfat Dalam kombinasi dengan beta-2 agonis adalah aman. Penelitian lebih lanjut diperlukan.

Bronkodilator intravena Kurangnya bukti-bukti definitif terhadap penggunaan bronkodilator intravena. Penggunaan bronkodilator intravena umumnya harus dibatasi untuk pasien yang tidak responsif terhadap terapi nebuliser atau dimana terapi nebuliser/inhalasi tidak mungkin.

Magnesium sulfat intravena Studi hasil yang saling bertentangan Relaksasi otot polos bronkus dan efek samping kecil Magnesium sulfat intravena (1,2-2 g IV perlahan-lahan) pada orang dewasa dengan kehidupan yang terancam dan tidak responsif terhadap terapi nebuliser.

Aminofilin Apakah aminofilin memiliki tempat sebagai terapi tambahan setelah pengobatan dengan obat yang sudah ada seperti inhalasi beta agonis dan kortikosteroid sistemik : masih belum jelas Loading dosis 5mg kg-1 diberikan tidak lebih dari 20-30 menit, diikuti dengan infus 500700 g kg-1 h-1

Beta-2 agonis intravena Sebuah tinjauan Cochrane atas beta-2 agonis intravena dibandingkan dengan nebuliser beta-2 agonis tidak menemukan bukti manfaat dan beberapa bukti efek samping meningkat.
Leukotrien reseptor antagonis Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil uji coba yang baru-baru ini menunjukkan bukti pembesaran bronkus bila LRTA montelukast intravena digunakan sebagai terapi penyelamatan.

Adrenalin dan terbutalin subkutan atau intramuskular Dosis adrenalin subkutan adalah 300 g sampai total 3 dosis pada interval 20-menit. Terbutalin diberikan dalam dosis 250 g subkutan, yang dapat diulang dalam 30-60 min. Meskipun kebanyakan studi menunjukkan mereka sama-sama efektif, sebuah studi menyimpulkan bahwa terbutalin superior.

Infus cairan dan elektrolit Jika ada bukti hipovolemia atau dehidrasi, berikan cairan IV. Beta-2 agonis dan steroid dapat menyebabkan hipokalemia, yang harus diperbaiki dengan suplemen elektrolit.
Heliox Heliox adalah campuran helium dan oksigen (biasanya 80:20 atau 70:30). Sebuah metaanalisis tidak mendukung menggunakan heliox.

Rujukan ke perawatan intensif Pasien yang gagal untuk merespon pengobatan awal, atau berkembang menjadi tanda-tanda asma yang mengancam jiwa, harus dinilai dalam perawatan intensif. Induksi cepat dan intubasi trakea harus dipertimbangkan jika, disamping upaya untuk mengoptimalkan terapi obat, pasien memiliki:
tingkat kesadaran menurun, koma; hipoksemia yang bertahan atau memburuk;

asidosis pernafasan memburuk meskipun terapi intensif;

temuan agitasi yang berat, kebingungan

kelelahan progresif;

cardiac arrest
atau respirasi

Ventilasi non-invasif Ventilasi non-invasif menurunkan tingkat intubasi dan kematian pada COPD, namun, yang berperan dalam pasien dengan asma akut berat tidak pasti.

Basic life support

Memberikan dukungan hidup dasar sesuai dengan pedoman standar.

Advanced life support

Modifikasi untuk pedoman ALS standar termasuk mempertimbangkan kebutuhan untuk intubasi trakea awal.

Ada risiko signifikan inflasi lambung dan hipoventilasi dari paru-paru saat mencoba untuk ventilasi pada asma berat tanpa tabung trakea. Selama cardiac arrest risiko ini lebih tinggi. Tidak ada bukti yang baik untuk penggunaan penekanan jantung secara terbuka pada pasien dengan cardiac arrest terkait asma

Tension pneumothoraxkbisa sulit untuk didiagnosis pada cardiac arrest, USG pleura yang dilakukan oleh tangan terampil lebih cepat dan lebih sensitif dari sinar X dada untuk mendeteksi pneumotorak . Selalu pikirkan pneumotorak bilateral pada cardiac arrest terkait asma.