Anda di halaman 1dari 12

BAB 1 PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Dalam sebuah keluarga, kehadiran seorang anak sangat diidamkan oleh semua pasangan suami-istri. Keberadaan seorang anak akan menjadi pelengkap sebuah keluarga. Para orang tua mengharapakan seroang anaknya kelak akan menjadi seseorang anak yang berguna dan membahagiakannya. Beragam cara yang orang tua berikan dalam membina karakter seorang anak. Ada yang memberikan perlakuan berupa paksaan, ada yang memberikan kebebasan kepada anaknya dan yang lainnya. Perbedaan Perlakuan orang tua dalam membina seorang anak akan berdampak pada perilaku sosial anak tersebut. Dalam kehidupan sehari-harinya, banyak anak yang memiliki sikap yang mandiri, mudah bergaul dengan lingkungannya, baik terhadap teman-temannya dan malah sebaliknya, yaitu memiliki sikap yang mudah marah, sangat pendiam, sering mengganggu teman-temannya dan yang lainnya. Semua sikap anak ini merupakan perbandingan lurus dari kehidupan di sekitar lingkungannya, namun faktor yang paling mempengaruhi yaitu peran dari keluarganya masing-masing. Banyak para orang tua yang memberikan pola asuh otoriter atau paksaan kepada anaknya. Pola asuh seperti ini akan menjadikan perasaan seorang anak mudah tertekan, stres dan pada akhirnya akan menghancurkan kehidupan seorang anak. Oleh karena itu dalam makalah ini, saya akan mencoba membahas tentang pola asuh yang diberikan orang tua dalam membina karakter seorang anak yaitu berupa pola asuh otoriter.

PLSBT Machrip Aziz 1006302

|1

B. Rumusan Masalah
1. Bentuk pola asuh seperti apakah yang orang tua berikan kepada anaknya? 2. Apakah dampak dari pola asuh otoriter kepada karakter anak? 3. Bagaimana pengaruh terhadap seorang anak yang dipaksa memasuki jurusan yang

bukan keinginan peribadinya melainkan keinginan dari kedua orang tua?

C. Tujuan Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari pembuatan makalah ini diantarnya yaitu untuk: 1. Mengetahui dan memahami pola asuh yang diberikan para orang tua kepada

anaknya. 2. Mengetahui dampak dari pola asuh otoriter terhadap karakter seorang anak.

3. Mengetahui perilaku dan sikap belajar seorang anak yang dipaksa memasuki jurusan yang bukan keinginan pribadinya melinkan keinginan kedua orang tuanya.

D. Manfaat Makalah ini disusun dengan harapan dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan lebih tentang pola asuh dalam membina karakter anak.

PLSBT Machrip Aziz 1006302

|2

BAB II LANDASAN TEORI


A. Pola Asuh Orang Tua Dalam Membina Karakter Anak

1. Pengertian Pola Asuh Orang Tua Pola asuh orang tua adalah suatu cara yang digunakan oleh orang tua dalam mencoba berbagai strategi untuk mendorong anak-anaknya mencapai tujuan yang dinginkan. Dimana tujuan tersebut antara pengetahuan, nilai moral, dan standar perilaku yang harus dimiliki anak bila dewasa nanti (Mussen, 1945:395).

PLSBT Machrip Aziz 1006302

|3

Sedangkan Wahyuni menjelaskan bahwa pola asuh adalah model dan cara pemberian perlakuan seseorang kepada orang lain dalam suatu lingkungan sosial, atau dengan kata lain pola asuh adalah model dan cara dari orang tua memperlakukan anak dalam suatu lingkungan keluarganya sehari-hari, baik perlakuan yang berupa fisik maupun psikis (Gunarsa, 1976:144). Pola asuh menurut Wahyuni merupakan suatu pemberian model pola asuh dalam lingkungan sehari-hari. Dimana pemberian model itu juga terdapat perlakuan. Perlakuan fisik dan psikis. Menurut Wahyuni, sikap orang tua dalam mengasuh dan mendidika anaka dipengaruhi oleh adanya beberapa faktor diantaranya penglaman masa lalu yang berhubungan erat dengan pola asuh ataupun sikap orangtua mereka, nilai-nilai yang dianut oleh orang tua, tipe kepribadian dari orang tua, kehidupan perkawinan orangtua dan alasan orangtua mempunyai anak (Gunarsa, 1976:144) Jadi, pola asuh orangtua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu kewaktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, dari segi negatif dan positif.

2. Pengertian Karakter Karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Dengan demikian karakter adalah nilai-nilai yang unik-baik yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olahraga seseorang atau sekelompok orang. Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu.

3. Macam-Macam Pola Asuh Orang Tua

PLSBT Machrip Aziz 1006302

|4

Macam-macam pengelompokkan pola asuh orang tua dalam membina karakter anak, para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda-beda. Di antaranya adalah sebagai berikut : Danny I. Yatim-Irwanto mengemukakan beberapa pola asuh orang tua,yaitu :
1.

Pola asuh otoriter, pola ini ditandai dengan adanya aturan-aturan yang kaku dari

orang tua. Kebebasan anak sangat dibatasi.


2.

Pola asuh demokratik, pola ini ditandai dengan adanya sikap terbuka antara

orang tua dengan anaknya.


3.

Pola asuh permisif, pola asuhan ini ditandai dengan adanya kebebasan tanpa

batas pada anak untuk berprilaku sesuai dengan keinginannya.


4.

Pola asuhan dengan ancaman, ancaman atau peringatan yang dengan keras

diberikan pada anak akan dirasa sebagai tantangan terhadap otonomi dan pribadinya. Ia akan melanggarnya untuk menunjukkan bahwa ia mempunyai harga diri.
5.

Pola asuhan dengan hadiah, yang dimaksud disini adalah jika orang tua

mempergunakan hadiah yang bersifat material atau suatu janji ketika menyuruh anak berprilaku seperti yang diinginkan.

Menurut Elizabet B. Hurlock ada beberapa sikap orang tua yang khasdalam mengasuh anaknya, antara lain : 1. Melindungi secara berlebihan Perlindungan orang tua yang berlebihan mencakup pengasuhan dan pengendalian anak yang berlebihan. 2. Permisivitas Permisivitas terlihat pada orang tua yang membiarkan anak berbuat sesuka hati dengan sedikit pengendalian. 3. Memanjakan

PLSBT Machrip Aziz 1006302

|5

Permisivitas yang berlebih-memanjakan membuat anak egois, menuntut dan sering tiranik. 4. Penolakan Penolakan dapat dinyatakan dengan mengabaikan kesejahteraan anak atau dengan menuntut terlalu banyak dari anak dan sikap bermusuhan yang terbuka. 5. Penerimaan Penerimaan orang tua ditandai oleh perhatian besar dan kasih sayang pada anak, orang tua yang menerima, memperhatikan perkembangan kemampuan anak dan memperhitungkan minat anak. 6. Dominasi Anak yang didominasi oleh salah satu atau kedua orang tua bersifat jujur, sopan dan berhati-hati tetapi cenderung malu, patuh dan mudah dipengaruhi orang lain, mengalah dan sangat sensitif. 7. Tunduk pada anak Orang tua yang tunduk pada anaknya membiarkan anak mendominasi mereka dan rumah mereka. 8. Favoritisme Meskipun mereka berkata bahwa mereka mencintai semua anak dengan sama rata, kebanyakan orang tua mempunyai favorit. Hal ini membuat mereka lebih menuruti dan mencintai anak favoritnya dari pada anak lain dalam keluarga. 9. Ambisi orang tua Hampir semua orang tua mempunyai ambisi bagi anak mereka seringkali sangat tinggi sehingga tidak realistis. Ambisi ini sering dipengaruhi oleh ambisi orang tua yang tidak tercapai dan hasrat orang tua supaya anak mereka naik di tangga status sosial.

Menurut Baumrind (1967), terdapat 4 amacam pola asuh orang tua, diantaranya adalah :

PLSBT Machrip Aziz 1006302

|6

1.

Pola asuh Demokratis

Pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. 2. Pola asuh Otoriter

Pola asuh ini cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Orang tua tipe ini cenderung memaksa, memerintah dan menghukum. 3. Pola asuh Permisif

Pola asuh ini memberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. 4. Pola asuh Penelantar

Orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka, seperti bekerja, dan juga kadangkala biaya pun dihemat-hemat untuk anak mereka. Termasuk tipe ini adalah perilaku penelantar secara fisik dan psikis pada ibu yang depresi.

PLSBT Machrip Aziz 1006302

|7

BAB III PEMBAHASAN

A. Bentuk Pola Asuh yang diberikan Orang Tua pada Anaknya Berbagai macam pola asuh yang ada saat ini, diantaranya pola asuh otoriter, demokratis, permisif, penelantar dan yang lainnya. Sedemikian banyaknya pola asuh yang telah disebutkan, para orang tua pun memiliki pola asuh tersendiri dalam mendidik atau membina anaknya. Namun, tidak sedikit juga para orang tua yang tidak menyadari pola asuh seperti apa yang sedang ia jalankan dalam mendidik atau membina anaknya. Banyak para orang tua saat ini yang tidak memperhatikan pola asuh yang ia berikan terhadap anaknya, sehingga banyak anak yang merasa kurang nyaman dalam kehidupan keluarganya. Para orang tua merasa sangat benar

PLSBT Machrip Aziz 1006302

|8

dalam mendidik anak-anaknya. Di satu sisi, hal ini wajar-wajar saja karena niat orang tua terhadap anaknya yaitu ingin memberikan yang terbaik, terbaik untuk dirinya, masa depannya dan keluarganya, tapi di sisi lain hal ini akan menjadi masalah yang serius untuk anaknya. Karena anak yang diberikan pola asuh seperti ini akan merasa tertekan, minder, penakut dan tidak nyaman dalam kehidupan sehari-harinya. Banyak anak yang dipaksa untuk menuruti keinginan dari orang tuanya. Bentuk pola asuh seperti ini merupakan bentuk pola asuh otoriter.

B. Dampak dari Pola Asuh Otoriter Terhadap Seorang Anak Sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya, pola asuh otoriter merupakan pola asuh yang cenderung menetapkan standar mutlak yang harus dituruti oleh anak dan biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Misalnya, apabila seorang anak tidak ingin untuk tidur siang, maka anak ini tidak akan diajak bicara. Orang tua seperti ini cenderung untuk memaksa, memerintah dan bahkan bila anak tidak menuruti keinginan orang tuanya, orang tua kerap memberikan hukuman bahkan siksaan.. Pola asuh otoriter akan meghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menantang, suka melanggar norma, berkepribaian lemah, cemas dan menarik diri.

C. Pengaruh Terhadap Anak yang dipaksa Memasuki Jurusan yang Bukan Keinginan

Peribadinya Melainkan Keinginan dari Kedua Orang Tuanya. Sebenernya setiap orang tua punya hak untuk mengarahkan anak-anaknya, apalagi jika anaknya memang tidak punya bayangan akan melanjutkan kemana, maka orang tua bisa memberi gambaran-gambaran jurusan. Tetapi jika seorang anak sudah memiliki gambaran

PLSBT Machrip Aziz 1006302

|9

jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya, dan orang tuanya tetap memaksakan kehendak kepada anaknya. Hal ini akan menjadi masalah besar untuk anaknya, karena anak yang dipaksa akan merasa tidak nyaman dengan kegiatan-kegiatannya, apabila hal ini terus terjadi maka anak yang dipaksa akan menjalankan segala sesuatu yang berkaitan dengan pilihan orang tuanya ia jalankan setengah hati. Misal, apabila ia sedang belajar fisika maka ia tidak memfokuskan perhatiannya kepada materi yang sedang diajarkan, alhasil apabila ini terus berlanjut, nilainilainya pun akan buruk, dan waktu yang ia gunakan untuk belajar di sekolah pun akan terbuang sia-sia. Terlebih, masa depan anak yang dipaksa seperti ini akan semakin tidak jelas. Dan apabila anak yang diberikan perlakuan berupa paksaan seperti ini tidak memiliki dasar iman atau moral yang cukup kuat atau cukup baik maka anak ini akan menggunakan sisa-sisa waktu belajarnya kepada hal-hal negatif.

PLSBT Machrip Aziz 1006302

| 10

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Pola asuh atau suatu cara yang digunakan oleh orang tua dalam mencoba berbagai strategi untuk mendorong anak-anaknya mencapai tujuan yang dinginkan, memiliki macam-macam bentuknya, seperti pola asuh otoriter, demokratis, penelantar, permisif dan lain-lain. Beragam pola asuh yang ada, namun orang tua cenderung hanya menggunakan salah satunya, diantaranya yaitu pola asuh otoriter. Pola asuh ini cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Orang tua tipe ini cenderung memaksa, memerintah dan menghukum. Pemaksaan penjurusan dari orang tua terhadap anaknya merupakan bagian dari pola asuh otoriter, karena orang tua yang melakukannya cenderung untuk memaksa anaknya. Anak yang diperlakukan seperti ini tidak sedikit mengalami masalah-masalah ditengah jalan, diantarnya yaitu nilai-nilainya menjadi buruk, waktunya jadi terbuang sia-sia dan bahkan bisa terjerumus pada hal-hal negatif.

B. Saran Orang tua yang memberikan pola asuh seperti ini, sebaiknya harus lebih cermat lagi dalam memahami minat dan bakat atau potensi anaknya. Pola asuh otoriter tidak selamanya buruk, banyak hal-hal positifnya juga. Orang tua juga harus memperhatikan hak-hak anaknya, jangan sampai hak anaknya terenggut hanya karena ambisiusme orang tuanya saja. Seorang anak juga harus lebih memahami keadaan orang tuanya, jangan sampai anak tersebut menjadi egois. Seorang anak harus paham, keinginan orang tuanya bukan untuk mempersulit kehidupannya, melainkan untuk kebaikan masa depannya.

PLSBT Machrip Aziz 1006302

| 11

Daftar Pustaka

http://www.slideshare.net/rismawijayanti/pengaruh-pola-asuh-orang-tuaterhadap-pembentukan-kepribadian-anak-6661813 http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/02/macam-macam-pola-asuhorang-tua.html http://majalahqalam.com/features/feature-pendidikan/akibat-pendidikanotoriter/ http://organisasi.org/jenis-macam-tipe-pola-asuh-orangtua-pada-anak-caramendidik-mengasuh-anak-yang-baik http://ligamaghrib.blogspot.com/2010/11/peran-anak-dalam-keluarga.html http://www.anneahira.com/pengertian-pola-asuh-orang-tua.htm http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2113854-pengertian-polaasuh-orang-tua/ http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2113854-pengertian-pola-asuh-orangtua/#ixzz1u58GkzUx

PLSBT Machrip Aziz 1006302

| 12