Anda di halaman 1dari 1

7. Pegawai negeri harus tunduk pada hukum sebagaimana warga negara lainnya.

Dalam menjalankan kewajibannya, pegawai negeri dituntut untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta harus melaksanakan tugasnya secara professional dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan kepada masyarakat, bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (Harsono, 2011:18). Berbagai tuntutan tersebut diharapkan dapat diwujudkan pula dalam pelaksanaan pemilukada 2012 yang akan di selenggarakan di DKI Jakarta dalam waktu dekat ini. Dalam menjalani tahapan-tahapan pemilukada tersebut, tuntutan yang paling umum disuarakan oleh masyarakat adalah mengenai netralitas para pegawai negeri sipil (PNS) di DKI Jakarta terhadap setiap calon gubernur maupun wakil gubernur. Untuk dapat menjaga netralitas dan
mencegah adanya pelanggaran yang akan dilakukan oleh para PNS terkait dengan netralitas

mereka, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Himbauan Nomor 317/071.GI tanggal 2 Maret 2012 tentang Imbauan Peningkatan Masyarakat dan Netralitas PNS/CPNS. Di samping surat himbauan, peraturan lain yang menjaga netralitas PNS dan menjadi landasan hukum untuk mengadili para pegawai negeri sipil yang tidak netral dalam proses pemilukada adalah Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemilu. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan dalam pelaksanaan tugas PNS masih terdapat sejumlah pelanggaran terkait dengan netralitas mereka. Terlepas pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja atau tidak, setiap pelanggaran, baik yang bersifat perdata maupun pidana yang dilakukan oleh PNS harus diadili dengan seadil-adilnya seperti halnya penduduk atau warga negara lainnya. Hal ini sejalan dengan bunyi Pasal 28D ayat (1) UUD 1945, bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Untuk mengadili berbagai jenis pelanggaran hukum tersebut, pemerintah telah menyediakan lembaga peradilan hukum untuk mengadili pelanggaran hukum yang dilakukan oleh PNS, seperti PTUN untuk mengadili sengketa kepegawaian, dan Peradilan Militer untuk mengadili pelanggaran hukum bidang pidana, khususnya yang dilakukan oleh anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Harsono. 2011. Sistem Administrasi Kepegawaian. Fokusmedia: Jakarta. Anggota IKAPI. 2005. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia (Introduction to the Indonesian Administrative Law). Gadjah Mada University Press: Jogjakarta.