P. 1
Contoh Naskah Drama 4 Orang Pemain

Contoh Naskah Drama 4 Orang Pemain

|Views: 15,593|Likes:
Dipublikasikan oleh Kenno Prasetyo

More info:

Published by: Kenno Prasetyo on May 20, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2013

pdf

text

original

Dipublikasikan : Azamku.

Com, pakaian adat Indonesia, kata mutiara & naskah pidato

Pagi Bening

Drama Komedi Satu Babak Karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero Terjemahan Drs. Sapardi Joko Damono
© 2006

Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta

1

Don Gonzalo Lelaki tua. kata mutiara & naskah pidato ( Drama Komedi Satu Babak dari tanah Spanyol ) Karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero Terjemahan Drs. Sapardi Joko Damono Pagi Bening Tempat Madrid – Spanyol Di suatu tempat – Taman terbuka Di jaman ini juga Kejadian Donna Laura Wanita tua. pakaian adat Indonesia. berumur kira-kira 70 tahun Masih nampak jelas bahwa dulunya cantik dan tindak tanduknya menunjukkan bahwa mentalnya juga baik.Dipublikasikan : Azamku.Com. berumur kira-kira 70 tahun lebih Agak congkak dan selalu tampak tidak sabaran Petra Gadis pembantu Laura Juanito Pemuda pembantu Gonzalo Pemain Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 2 .

merpati-merpati yang manis. Hai. si tukang kebun itu! Ini. Syukur bangkuku tidak ditempati orang lain. dia tukang kebun taman ini! Ia lebih tepat disebut milikmu daripada milik taman ini. Tapi matahari agak panas. Agaknya PETRA LAURA : : PETRA LAURA PETRA LAURA PETRA LAURA PETRA LAURA PETRA LAURA : : : : : : : : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 3 . yang satu itu selesai mematuk terus terbang ke dahan. ini untuk yang coklat. kau masih duapuluh tahun (IA DUDUK DI BANGKU BELAKANG). Pergilah. Mereka tahu kapan mesti datang menemui aku (BANGKIT DAN MENYERAHKAN REMAH-REMAH ROTI). TANGANNYA YAN LAIN MEMBAWA PAYUNG YANG JUGA UNTUK TONGKATNYA ) LAURA PETRA LAURA : : : Aku selalu merasa gembira sekali di sini. Cari saja dia. dan ini untuk yang paling kecil tapi kenes.. Ini buat yang putih. KELUAR KE KANAN) Adios! (MEMANDANG KE ARAH PEPOHONAN). kentara dari kepalanya yang besar. menanti. Tapi jangan sampai terlalu jauh hingga tak kau dengar panggilanku. Duhai.. Ha. Bersunyi diri. heh. nanti dulu! Ada apa lagi. BERPEGANGAN TANGAN PADA PETRA. Senora? Berikan remah-remah roti itu! Ah. aduh . Saya sudah melihatnya di sana. Senora. pagi yang cerah! Cerah sekali. Aku merasa lebih letih dari biasanya (MELIHAT PETRA YANG NAMPAK TAK SABAR).Com. mereka datang. (TERTAWA DAN DUDUK LAGI MEMANDANG MERPATI YANG SEDANG MAKAN). Ah. Senora. pergilah kalau kau ingin ngobrol dengan tukang kebunmu itu! Dia bukan tukang kebunku. Senora (BERJALAN KE KANAN) Hei. Itu yang besar mesti lebih dulu. kata mutiara & naskah pidato ( DONNA LAURA MASUK. kenes benar. pakaian adat Indonesia. Ya.Dipublikasikan : Azamku. tapi jangan lebih dari sepuluh menit! Baik. dan itu . pelupa benar aku ini! (SENYUM) Aku tahu! Pikiranmu sudah lekat ke sana. Senora (MENGELUARKAN BUNGKUSAN ROTI.

AGAK DI SERET) GONZALO JUANITO GONZALO JUANITO GONZALO JUANITO GONZALO JUANITO GONZALO JUANITO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Membuang-buang waktu melulu! Mereka itu suka benar bicara yang bukan-bukan. . Tapi dari mana saja mereka ini datang? Seperti kabar angin saja! Meluas dengan mudah.. Awas hati-hati! Apa Senora berbicara dengan saya? Ya.. Senior! Singkirkan saja mereka! . tak ada harapan lagi. ha. (DONA LAURA MENENGOK DAN MENDENGARKAN) Tidak.. Senora! Tapi kenapa tadi tuan mengutuki pendeta-pendeta di sana itu? Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 4 . Ha. Aku mau tersendiri. jangan bertengkar. dengan tuan! Ada apa? Tuan menakut-nakuti burung-burung merpati saya! Peduli apa burung-burung itu! Apa. Seperti merekat pada bangku saja mereka itu! Heh. Tapi tak ada . Duduk di sini sajalah.. . Mari! (MENGGANDENG KE ARAH MERPATI-MERPATI) (MARAH). KAKINYA BENGKAK.Dipublikasikan : Azamku.Com. Masih banyak. Juanito. GONZALO BERGANTUNG SEDIKIT PADA JUANITO. kata mutiara & naskah pidato ia suka berfilsafat. Sudah pergi! Tentu saja belum! Mereka tengah bercakap-cakap. ha? Ini taman umum. Juanito.. senior. Besok kubawakan yang lebih banyak lagi! (DON GONZALO DAN JUANITO MASUK DARI KIRI. Hanya ada seorang wanita. Yang di sana itu kan milikku! Tiga orang pendeta duduk di sana.. pakaian adat Indonesia.

Tapi tuan seharusnya juga minta ijin untuk duduk di bangku saya ini. Kalau disiram air sedikit tentu lebih baik. Ia tidak mendapat bangku! Itu. tapi kita belum pernah jumpa! Dan kenapa tadi Senora menegur saya? Ayo. Ya. baik! Sekian sajalah! ( PADA DIRINYA SENDIRI ) Dasar perempuan tua! Patutnya dia di rumah saja. kita kan belum pernah jumpa! Saya toh cuma membalas salam tuan! “Selamat Pagi”. Aku juga tokh. Ahai.Dipublikasikan : Azamku.Com. carilah bangku kalau kau dapat! Aduh. pakaian adat Indonesia. ayo.MEMANDANG DENGAN IRI KEPADA LAURA. Nah. Juan? Tentu saja belum. Ha. kata mutiara & naskah pidato GONZALO LAURA : : Senora. Jadi tuan di sini lagi? Ku ulang lagi. Jangan mengoceh lagi. hah? Baik. bangku ini kan milik umum! Kenapa bangku yang di san itu juga tuan katakan milik tuan. Senior? Walikota seharusnya lebih banyak menaruh bangku-bangku di sini! Terpaksa juga aku kini duduk bersama wanita tua itu! (IA DUDUK DI UJUNG BANGKU. Syukur. kasihan. Tak berdebu lagi jadinya taman ini. itu dia kemari lagi. GONZALO JUANITO GONZALO : : : LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : : : LAURA GONZALO : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 5 . orang yang menakutnakuti merpati-merpatiku. Debu-debu mengepul seperti kereta lewat! (JUANITO DAN GONZALO MASUK) Apa sudah pergi pendeta-pendeta yang ngobrol itu. Selamat pagi. ia marah-marah. ia menyeka keringat di dahi. mestinya cukup dibalas dengan “selamat pagi” saja. juanito! (MELANGKAH KE KANAN) Buruk amat perangai si tuan itu! Kenapa orang mesti jadi tolol dan pandir kalau sudah meningkat tua? (MELIHAT KE KANAN). merenda atau menghitung tasbih. tak akan pergi untuk sekedar menyenangkan hatimu! (MENGELAP SEPATUNYA DENGAN SAPU TANGAN). DAN MEMBERI HORMAT DENGAN MENGANGKAT TOPI).

pakaian adat Indonesia. tentu saja! Kalau tidak percaya. Tapi saya mengharap nyonya tidak bernapsu campur tangan urusan orang lain! Saya memang biasa melahirkan pikiran-pikiran saya. Iseng-iseng berburu! Membunuh waktu! LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : : : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 6 . tuan! (MENGAMBIL BUKU DARI KANTONG. Tiap Minggu saya menyandang bedil bersama anjing saya pergi ke Arazaca. Artinya tuan suka berburu kelinci dan burung? Saya pemburu memang. Juanito! Buku! Ini.Dipublikasikan : Azamku. Nyonya bicara lagi! Tentunya penglihatan tuan masih baik sekali!! Jauh lebih baik dari penglihatan nyonya! Ahai. tanyakan saja kepada kelinci-kelinci dan burung-burung. Ya. saya kira tuan mengeluarkan teleskop. tentunya! Begitulah! Ya. DON GONZALO MEMANDANG DENGKI PADA LAURA. Senora. Hhh. Dan sekarang pun saya tengah berburu.Com. GONZALO MENGELUARKAN KACA PEMBESAR DAN KACAMATA: MEMBUKA BUKU) Oh. kata mutiara & naskah pidato LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO JUANITO : : : : : : : : : : : Apa tuan biasa menggunakan saputangan sebagai lap? Kenapa tidak?! Apa tuan juga menggunakan lap sebagai sapu tangan? Hah? Nyonya kan tak punya hak untuk mengeritik saya! Toh sekarang saya ini tetangga tuan! Juanito! Buku! Bosan mendengarkan nonsense macam itu! Alangkah sopan santun tuan ini! Maaf saja nyonya.

Com. Tidak mengganggu kan? Silahkan sekeras mungkin. Persis sama dengan saya! (SETELAH MENGAMBIL BUBUKAN. meskipun saya bukan pemburu! Sudahlah nyonya. (KE SAMPING) Obat itu telah mendamaikan kami rupanya! Maaf. kata mutiara & naskah pidato LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA : : : : : : : : : : : : : Ya. Tuan suka bersin? Ya tiga kali. membunuh waktu! Apa hanya waktu saja bisa tuan bunuh? Nyonya kira begitu? Saya bisa menunjukkan kepala beruang besar dikamar saya! Dan saya juga bisa menunjukkan kepala singa di kamar tamu saya. sudah! Saya mau membaca. (MENGAMBIL TEMPAT OBAT). Percakapan cukup! Ngomong putus! Ha. tuan menyerah! Tapi saya mau ambil obat bersin dulu. saya mau membaca keras. KEDUANYA BERSIN BERGANTI-GANTI MASING-MASING TIGA KALI). Ehaaaah. (MEMBACA) “ Segala cinta itu menyakitkan hati Tetapi bagaimana jugapun pedihnya Cinta adalah sesuatu yang terbaik Yang pernah kita miliki “ Nah. Nyonya mau? (MEMBERIKAN OBAT ITU) Kalau cocok! Ini nomor satu! Nyonya tentu akan suka! Memang biasanya akan menghilangkan pusing. tuan tidak menggangu saya lagi. agak enakan sekarang. bait itu dari penyair Campoamor. pakaian adat Indonesia. Ah! GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : LAURA : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 7 .Dipublikasikan : Azamku. Saya pun merasa enak sekarang. Saya pun begitu.

Sajak-sajak bagus juga? Ya. Berkata : Mungkinkah dia orangnya? Ya Allah. kadang-kadang suka bersyair. Bahkan ketika masih muda. tuan. Dengar! (MEMBACA) “ Duapuluh tahun berlalu Ia pun kembalilah “ Cara tuan membaca dengan kaca pembesar itu sungguh agak menggelikan saya. Saya dulu sahabat dari Exprosoda. pakaian adat Indonesia. Saya kenal Zorilla pertama kali di Amerika. dan penyair-penyair lain.Com. Bocquer. Ada beberapa sajak bagus dalam buku ini. LAURA GONZALO : : LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA : : : : : GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : LAURA GONZALO LAURA : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 8 . Pertama kesana saya waktu umur 6 tahun. tuan pernah ke Amerika? Sering juga. Setua itu? Ahai. dimana oranya itu? “ Hebat! Saya iri hati pada penglihatan nyonya. (TERTAWA) Kukira juga begitu.Dipublikasikan : Azamku. macam-macamlah. nyonya main-main saja! Coba saya pinjam buku tuan itu! (MENGAMBIL BUKU DAN MEMBACANYA KERAS-KERAS) “ Duapuluh tahun berlalu Dan ia pun kembalilah Masing-masing saling memandang. Jadi nyonya bisa membaca tanpa kaca pembesar? Tentu saja. saya hafal tiap kata syair itu. kata mutiara & naskah pidato GONZALO : (MEMBACA) “ Anak-anak dari para bunda Yang pernah kucinta Menciumku sekarang Seperti bayangan hampa “ Baris-baris ini agak lucu juga rasanya. Saya gemar sekali puisi-puisi yang bagus. Tentunya dulu tuan ikut Colombus. Eh. Zorilla. Sungguh gemar sekali. (KESAMPING) Hmm.

tersembunyi antara pohon jeruk. memang dulu dia suka begitu.. Memang aneh! Dia diberi sebutan “ Perawan Bagai Perak”. kita tambah tua tambah pelupa . O ya. Saya warga kota di sana. Laura Liorento! (KAGET) Laura Liorento? Benar (MEREKA SALING TATAP) (SADAR LAGI) Ah. Manis bagai kembang lilia. Apa nyonya pernah ke Valensia? Pernah! Tiada jauh dari Valensia ada sebuah villa dan kalau masih berdiri sekarang. tak apa-apa. Apa sungguh? Saya dibesarkan disana.. Maricella? Maricella.Com. Saya juga teman Campoamor. “Perawan Bagai Perak”. kata mutiara & naskah pidato GONZALO : (TERTAWA) Yah.. hanya mengingatkan saya pada teman karib saya. pakaian adat Indonesia. tidak sejelek itu nasibku! Saya sudah tua. berjumpa pertama kali di Valensia.. Villa itu dekat laut. Nyonya ingat jendela itu? Ya. Tapi sudah lama lampau. Sekarang saya seperti melihatnya kembali di jendela di antara kembang mawar merah itu. lupa . Sungguh mengesankan sekali! Mengesankan sampai kapan LAURA GONZALO LAURA : : : GONZALO LAURA GONZALO : : : LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 9 . Aneh juga. bisa mengembalikan kenangankenangan yang manis. ah . Dia gadis ideal. (MELAMUN) Ya. Rambutnya hitam...Dipublikasikan : Azamku. tapi belum pernah kenal Raja Ferdinand serta Ratu Isabella! (KEDUANYA TERTAWA).. di Villa itu dulu ada seorang wanita paling cantik yang pernah saya lihat dan saya kenal. Saya pernah tinggal beberapa musim di sana.. saya ingat itulah jendela kamarnya. Villa Maricella. Tepat. Dulu dia suka berjam-jam di jendela.. Apa tuan pernah mendengarnya? Tak asing lagi nama itu . Dan namanya .. Nama itulah yang terkenal di sana.. o ya. Mereka menyebutnya . Dan masa mudaku habis di kota itu. ah..

. saudara sepupu saya. Dan pada suatu malam. di tepi pantai. saudara sepupu tuan itu . Dan kemudian . Dia . Dan keluarga gadis itu ingin agar ia kawin dengan saudagar yang tidak ia cintai. dia . pakaian adat Indonesia. kata mutiara & naskah pidato saja. Dan menghina saudara tuan itu.Com.. ketika saudara sepupuku tadi tengah menanti gadisnya menyanyi ... Nasib malang meminta yang lain. Dia seperti impian saja. Si Jago Cinta itu adalah ... lewat lagi untuk menerima kembang dari atas. duel itu. Betapa Tuhan telah menciptakan keindahan seperti itu... Betapa sedihnya (MEREKA SALING MEMANDANG) Tuan pernah mendengar kabarnya? Ya. dan si Saudagar itu lukaluka parah. saudara sepupu. Kemudian pertengkaran terjadi. tiap pagi lewat di depan jendelanya dengan naik kuda. Saudara sepupu saya itu harus bersembunyi dan kemudian melarikan diri. LAURA : (KE SAMPING) Jika seandainya tuan tahu bahwa impian itu ada di samping tuan. waktu matahari terbit. tuan akan sadar impian macam apa itu... Dan tak lama kemudian. (KESAMPING) Gonzalo! Si jago cinta cakap itu! Peristiwa cinta yang sama. saudara sepupu saya itu .. lelaki itu muncul dengan tiba-tiba. pernah. Seorang temanku menyurati saya dan bercerita tentang mereka. Tepat. Saya juga sayang sekali kepadanya.. heh? (KERAS-KERAS) Dia adalah gadis yang malang yang gagal cinta. Tubuhnya ramping sempurna. dan melemparkan ke atas seberkas kembang yang segera disambut gadisnya. GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA : : : : : : : : GONZALO LAURA GONZALO : : : LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 10 . duel! Ya. duel itu.Dipublikasikan : Azamku. di bawah jendela. Oh ya... Begitu? Benar. Ah.

Senior. kata mutiara & naskah pidato LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : : : : : Tuan rupanya mengetahui benar ceritanya. inilah Laura itu! Tak salah! (KE SAMPING) Kenapa menceritakan padanya? Dia tak curiga apa-apa. nyonya. Buktinya tak ada balasan. Sama sekali tidak! Biasanya perempuan memang begitu! Kalaupun itu sudah sifat perempuan. takut menanggung akibatnya yang buruk sehabis menang duel itu.Com. “Perawan Bagai Perak” adalah terkecuali! Teman saya itu menanti berhari-hari. Anak muda – Don Gonzalo itu – bersembunyi di rumah saya. Dari rumah saya ia terus lari ke Madrid.Dipublikasikan : Azamku. Ia kirim surat-surat kepada Laura. berbulan- LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : LAURA GONZALO LAURA : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 11 . Dia seperti saudaraku sendiri. Dan saya kira tak lama kemudian. di antaranya sajak-sajak. Saya katakan tadi. Tapi tentunya suratsurat itu jatuh ke tangan orang tuanya. pakaian adat Indonesia. saudara sepupu saya tak pernah melupakannya. Laura telah melupakannya. Dan apakah tuan pula yang menasihati saudara tuan itu untuk melupakan Laura? Ooo. Kembali bermain memburu kupu-kupu seperti biasanya. (KE SAMPING) Heh. dusta kotor belaka! (KE SAMPING) Saya tak bisa membunuh diriku lebih ngeri lagi. Kemudian Gonzalo pergi ke Afrika. Nyonya pun begitu agaknya. seorang teman telah menyurati saya. (KE SAMPING) Dusta! Heh. masuk tentara dan terbunuh di sebuah selokan sambil menyebut berulangkali nama Lauranya yang sangat tercinta. Tak pernah meratapinya. sebab cintanya telah gagal sama sekali. (KE SAMPING) Dia sama sekali tak bersalah. Tuan tentunya telah ditumbangkan kesedihan yang sangat Memang betul. Bagaimana begitu? Akan saya ceritakan segalanya kepada nyonya. Tidak. Saya pun diceritai oleh saudara sepupu saya.

Tuan juga yang tadi mengganggu merpati-merpati saya. memandang ke kaki langit. terima kasih. tuan dan saya. Laura yang malang! Wahai Gonzalo yang malang! (KE SAMPING) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa aku kawin dua tahun kemudian setelah duel itu! (KE SAMPING) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa dua bulan kemudian aku mengawini penari ballet dari Paris! Nasib memang selalu aneh. Dan takkan lagi mengganggu merpati-merpati itu. dan menggapai batu karang di mana perawan itu duduk. pakaian adat Indonesia. Memang agak kasar saya tadi. (RAMAH) Tuan datang lagi besok pagi? Tentu. Burung-burung selalu tahu berterimakasih. memang aneh. Suatu senja ketika matahari terbenam. Oh. Padahal mula-mula kita bertemu tadi. asal pagi secerah ini.Com. Memang kasar. bertemu secara kebetulan dan saling menceritakan kisah cinta yang sama dari dua teman lama yang telah bertahun lalu terjadi. Hei! Mana pembantuku tadi? – Petra! GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA : : : : : : GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : LAURA : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 12 . Di sini. kita bertengkar. Ombak menyanyikan tembang duka yang kekal. Air pasang segera tiba dan menyapu gadis itu dari muka bumi. tapi saya akan membawa remah-remah roti besok. lalu duduk di atas karang. dua orang asing. (KE SAMPING) Toh kamu tak tahu aku reka-reka sendiri cerita kematianku! ( KE SAMPING ) Dia berdusta lebih ngeri dari dustaku! Ah. seperti sudah akrab benar kita ini! Ya. Ia menuliskan namanya di pasir. bahkan bertahun-tahun dan tak selembar suratpun tiba. dia meninggalkan rumahnya dan dengan langkah tergesa menuju pantai tempat kekasihnya menjaga nama baiknya. kata mutiara & naskah pidato bulan. GONZALO LAURA : : Ya Allah! Para nelayan di situ sering menceritakan bahwa nama yang ditulis gadis itu lenyap ditelan air pasang.Dipublikasikan : Azamku.

Alangkah bagusnya. kau sedikit lambat. (LAURA MELANGKAH KE KANAN BERPEGANG PADA PETRA. Terima kasih. jadilah! Besok pagi. nyonya! Sampai besok. tuan! Agak panas hari ini! Pagi yang cerah. Senora! Demikian juga saya.Com. GONZALO MEMBUNGKUK SUSAH PAYAH MEMUNGUT BUNGA YANG JATUH TADI. aku sudah berubah tua. itu dia. (JUANITO DAN PETRA MASUK) Hei. DAN LAURA MENENGOK KETIKA ITU) Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 13 . Petra! Juanito. saya akan berkeberatan. Nah.Dipublikasikan : Azamku. Aku sudah tua dan lemah. pakaian adat Indonesia. Sedap benar baunya! (BEBERAPA BUNGA GUGUR KE TANAH) Ini semua sungguh menyenangkan. Senior! Sampai besok. Itu Juanito! Dia (MENGISYARATI) sedang bercanda dengan gadisnya! LAURA GONZALO LAURA : : : (MEMANDANG GONZALO YANG MEMBELAKANG) Tidak. Lebih baik ia mengingatku sebagai gadis bermata hitam yang melempar bunga dari jendela. (KEPADA LAURA) Si tukang kebun memberikan bunga-bunga ini kepada Seniora. kata mutiara & naskah pidato GONZALO : (MELIHAT LAURA YANG MEMBELAKANG) Tidak! Tak akan kukatakan siapa aku ini sebenarnya. Tuan besok pergi ke bangku tuan? Tidak. Biarlah dia mengangankan aku sebagai penunggang kuda tampan yang lewat di bawah jendelanya. kemari saja. Itu kalau nyonya tidak GONZALO PETRA LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : : : : : : : : : Bangku ini selalu menanti tuan! Akan saya bawa remah-remah roti! Besok pagi.

dialah Laura! (MEREKA MASING-MASING MELAMBAIKAN TANGAN) Mungkinkah dia itu benar orangnya? Ya Allah.Com. tunggu dong! Tak salah. diakah orangnya itu? (KEDUANYA TERSENYUM) Layar Turun Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 14 .Dipublikasikan : Azamku. dialah Gonzalo! (KE SAMPING) Tak salah. kata mutiara & naskah pidato LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : Apa yang tuan kerjakan? Juanito. pakaian adat Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->