Dipublikasikan : Azamku.

Com, pakaian adat Indonesia, kata mutiara & naskah pidato

Pagi Bening

Drama Komedi Satu Babak Karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero Terjemahan Drs. Sapardi Joko Damono
© 2006

Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta

1

Sapardi Joko Damono Pagi Bening Tempat Madrid – Spanyol Di suatu tempat – Taman terbuka Di jaman ini juga Kejadian Donna Laura Wanita tua.Com. berumur kira-kira 70 tahun Masih nampak jelas bahwa dulunya cantik dan tindak tanduknya menunjukkan bahwa mentalnya juga baik. Don Gonzalo Lelaki tua. pakaian adat Indonesia. kata mutiara & naskah pidato ( Drama Komedi Satu Babak dari tanah Spanyol ) Karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero Terjemahan Drs.Dipublikasikan : Azamku. berumur kira-kira 70 tahun lebih Agak congkak dan selalu tampak tidak sabaran Petra Gadis pembantu Laura Juanito Pemuda pembantu Gonzalo Pemain Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 2 .

Syukur bangkuku tidak ditempati orang lain.. Itu yang besar mesti lebih dulu.. kata mutiara & naskah pidato ( DONNA LAURA MASUK. Aku merasa lebih letih dari biasanya (MELIHAT PETRA YANG NAMPAK TAK SABAR). Senora. Ha.Dipublikasikan : Azamku. Pergilah. nanti dulu! Ada apa lagi. yang satu itu selesai mematuk terus terbang ke dahan. kenes benar. Senora (MENGELUARKAN BUNGKUSAN ROTI. ini untuk yang coklat. Ah. Senora. aduh . (TERTAWA DAN DUDUK LAGI MEMANDANG MERPATI YANG SEDANG MAKAN). Tapi jangan sampai terlalu jauh hingga tak kau dengar panggilanku. Hai. Saya sudah melihatnya di sana.Com. Ini buat yang putih. pagi yang cerah! Cerah sekali. pakaian adat Indonesia. BERPEGANGAN TANGAN PADA PETRA. Ya. Agaknya PETRA LAURA : : PETRA LAURA PETRA LAURA PETRA LAURA PETRA LAURA PETRA LAURA : : : : : : : : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 3 . Bersunyi diri. Senora? Berikan remah-remah roti itu! Ah. menanti. heh. Duhai. TANGANNYA YAN LAIN MEMBAWA PAYUNG YANG JUGA UNTUK TONGKATNYA ) LAURA PETRA LAURA : : : Aku selalu merasa gembira sekali di sini. KELUAR KE KANAN) Adios! (MEMANDANG KE ARAH PEPOHONAN). Mereka tahu kapan mesti datang menemui aku (BANGKIT DAN MENYERAHKAN REMAH-REMAH ROTI). tapi jangan lebih dari sepuluh menit! Baik. mereka datang. pelupa benar aku ini! (SENYUM) Aku tahu! Pikiranmu sudah lekat ke sana. pergilah kalau kau ingin ngobrol dengan tukang kebunmu itu! Dia bukan tukang kebunku. Cari saja dia. kentara dari kepalanya yang besar. Tapi matahari agak panas. dia tukang kebun taman ini! Ia lebih tepat disebut milikmu daripada milik taman ini. dan itu . si tukang kebun itu! Ini. merpati-merpati yang manis. kau masih duapuluh tahun (IA DUDUK DI BANGKU BELAKANG). Senora (BERJALAN KE KANAN) Hei. dan ini untuk yang paling kecil tapi kenes.

ha? Ini taman umum. AGAK DI SERET) GONZALO JUANITO GONZALO JUANITO GONZALO JUANITO GONZALO JUANITO GONZALO JUANITO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Membuang-buang waktu melulu! Mereka itu suka benar bicara yang bukan-bukan.. Seperti merekat pada bangku saja mereka itu! Heh. Duduk di sini sajalah. .. Yang di sana itu kan milikku! Tiga orang pendeta duduk di sana. pakaian adat Indonesia. dengan tuan! Ada apa? Tuan menakut-nakuti burung-burung merpati saya! Peduli apa burung-burung itu! Apa. jangan bertengkar.. Ha... Juanito. senior. Tapi tak ada . Awas hati-hati! Apa Senora berbicara dengan saya? Ya. Senior! Singkirkan saja mereka! . Mari! (MENGGANDENG KE ARAH MERPATI-MERPATI) (MARAH). Juanito. Tapi dari mana saja mereka ini datang? Seperti kabar angin saja! Meluas dengan mudah. Senora! Tapi kenapa tadi tuan mengutuki pendeta-pendeta di sana itu? Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 4 .Dipublikasikan : Azamku. Hanya ada seorang wanita. kata mutiara & naskah pidato ia suka berfilsafat. . Besok kubawakan yang lebih banyak lagi! (DON GONZALO DAN JUANITO MASUK DARI KIRI. GONZALO BERGANTUNG SEDIKIT PADA JUANITO. Sudah pergi! Tentu saja belum! Mereka tengah bercakap-cakap. ha.. (DONA LAURA MENENGOK DAN MENDENGARKAN) Tidak. KAKINYA BENGKAK. Aku mau tersendiri.Com. tak ada harapan lagi. Masih banyak.

DAN MEMBERI HORMAT DENGAN MENGANGKAT TOPI). ayo. Aku juga tokh. Nah. tapi kita belum pernah jumpa! Dan kenapa tadi Senora menegur saya? Ayo. tak akan pergi untuk sekedar menyenangkan hatimu! (MENGELAP SEPATUNYA DENGAN SAPU TANGAN). pakaian adat Indonesia. Juan? Tentu saja belum. Jadi tuan di sini lagi? Ku ulang lagi. ia menyeka keringat di dahi. Ya. Syukur. hah? Baik. itu dia kemari lagi. Tapi tuan seharusnya juga minta ijin untuk duduk di bangku saya ini. merenda atau menghitung tasbih. kita kan belum pernah jumpa! Saya toh cuma membalas salam tuan! “Selamat Pagi”. Jangan mengoceh lagi. Tak berdebu lagi jadinya taman ini. juanito! (MELANGKAH KE KANAN) Buruk amat perangai si tuan itu! Kenapa orang mesti jadi tolol dan pandir kalau sudah meningkat tua? (MELIHAT KE KANAN). mestinya cukup dibalas dengan “selamat pagi” saja. baik! Sekian sajalah! ( PADA DIRINYA SENDIRI ) Dasar perempuan tua! Patutnya dia di rumah saja. kasihan. bangku ini kan milik umum! Kenapa bangku yang di san itu juga tuan katakan milik tuan. kata mutiara & naskah pidato GONZALO LAURA : : Senora. Ia tidak mendapat bangku! Itu. Selamat pagi.MEMANDANG DENGAN IRI KEPADA LAURA. orang yang menakutnakuti merpati-merpatiku.Dipublikasikan : Azamku.Com. Ahai. ia marah-marah. GONZALO JUANITO GONZALO : : : LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : : : LAURA GONZALO : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 5 . Ha. Kalau disiram air sedikit tentu lebih baik. Senior? Walikota seharusnya lebih banyak menaruh bangku-bangku di sini! Terpaksa juga aku kini duduk bersama wanita tua itu! (IA DUDUK DI UJUNG BANGKU. carilah bangku kalau kau dapat! Aduh. Debu-debu mengepul seperti kereta lewat! (JUANITO DAN GONZALO MASUK) Apa sudah pergi pendeta-pendeta yang ngobrol itu.

pakaian adat Indonesia. Nyonya bicara lagi! Tentunya penglihatan tuan masih baik sekali!! Jauh lebih baik dari penglihatan nyonya! Ahai. GONZALO MENGELUARKAN KACA PEMBESAR DAN KACAMATA: MEMBUKA BUKU) Oh. tanyakan saja kepada kelinci-kelinci dan burung-burung. Hhh. Dan sekarang pun saya tengah berburu. DON GONZALO MEMANDANG DENGKI PADA LAURA. Tapi saya mengharap nyonya tidak bernapsu campur tangan urusan orang lain! Saya memang biasa melahirkan pikiran-pikiran saya. Senora. tuan! (MENGAMBIL BUKU DARI KANTONG. Artinya tuan suka berburu kelinci dan burung? Saya pemburu memang. Ya. tentunya! Begitulah! Ya. Juanito! Buku! Ini. kata mutiara & naskah pidato LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO JUANITO : : : : : : : : : : : Apa tuan biasa menggunakan saputangan sebagai lap? Kenapa tidak?! Apa tuan juga menggunakan lap sebagai sapu tangan? Hah? Nyonya kan tak punya hak untuk mengeritik saya! Toh sekarang saya ini tetangga tuan! Juanito! Buku! Bosan mendengarkan nonsense macam itu! Alangkah sopan santun tuan ini! Maaf saja nyonya. Tiap Minggu saya menyandang bedil bersama anjing saya pergi ke Arazaca. Iseng-iseng berburu! Membunuh waktu! LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : : : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 6 .Com. tentu saja! Kalau tidak percaya.Dipublikasikan : Azamku. saya kira tuan mengeluarkan teleskop.

Saya pun merasa enak sekarang. meskipun saya bukan pemburu! Sudahlah nyonya. kata mutiara & naskah pidato LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA : : : : : : : : : : : : : Ya. Nyonya mau? (MEMBERIKAN OBAT ITU) Kalau cocok! Ini nomor satu! Nyonya tentu akan suka! Memang biasanya akan menghilangkan pusing. Ah! GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : LAURA : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 7 . Percakapan cukup! Ngomong putus! Ha. tuan tidak menggangu saya lagi. saya mau membaca keras.Dipublikasikan : Azamku. membunuh waktu! Apa hanya waktu saja bisa tuan bunuh? Nyonya kira begitu? Saya bisa menunjukkan kepala beruang besar dikamar saya! Dan saya juga bisa menunjukkan kepala singa di kamar tamu saya. bait itu dari penyair Campoamor. agak enakan sekarang. Tuan suka bersin? Ya tiga kali. Ehaaaah. (MEMBACA) “ Segala cinta itu menyakitkan hati Tetapi bagaimana jugapun pedihnya Cinta adalah sesuatu yang terbaik Yang pernah kita miliki “ Nah. Persis sama dengan saya! (SETELAH MENGAMBIL BUBUKAN. tuan menyerah! Tapi saya mau ambil obat bersin dulu. (KE SAMPING) Obat itu telah mendamaikan kami rupanya! Maaf.Com. KEDUANYA BERSIN BERGANTI-GANTI MASING-MASING TIGA KALI). sudah! Saya mau membaca. pakaian adat Indonesia. Tidak mengganggu kan? Silahkan sekeras mungkin. Saya pun begitu. (MENGAMBIL TEMPAT OBAT).

nyonya main-main saja! Coba saya pinjam buku tuan itu! (MENGAMBIL BUKU DAN MEMBACANYA KERAS-KERAS) “ Duapuluh tahun berlalu Dan ia pun kembalilah Masing-masing saling memandang. Zorilla. Setua itu? Ahai. Berkata : Mungkinkah dia orangnya? Ya Allah. kata mutiara & naskah pidato GONZALO : (MEMBACA) “ Anak-anak dari para bunda Yang pernah kucinta Menciumku sekarang Seperti bayangan hampa “ Baris-baris ini agak lucu juga rasanya. Saya gemar sekali puisi-puisi yang bagus. Sungguh gemar sekali. LAURA GONZALO : : LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA : : : : : GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : LAURA GONZALO LAURA : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 8 . Jadi nyonya bisa membaca tanpa kaca pembesar? Tentu saja. dan penyair-penyair lain.Com. (TERTAWA) Kukira juga begitu. (KESAMPING) Hmm. macam-macamlah. pakaian adat Indonesia. kadang-kadang suka bersyair. tuan pernah ke Amerika? Sering juga. tuan. Eh. Bahkan ketika masih muda. dimana oranya itu? “ Hebat! Saya iri hati pada penglihatan nyonya. Tentunya dulu tuan ikut Colombus.Dipublikasikan : Azamku. Pertama kesana saya waktu umur 6 tahun. Saya kenal Zorilla pertama kali di Amerika. Dengar! (MEMBACA) “ Duapuluh tahun berlalu Ia pun kembalilah “ Cara tuan membaca dengan kaca pembesar itu sungguh agak menggelikan saya. Ada beberapa sajak bagus dalam buku ini. Sajak-sajak bagus juga? Ya. saya hafal tiap kata syair itu. Bocquer. Saya dulu sahabat dari Exprosoda.

. Nyonya ingat jendela itu? Ya. (MELAMUN) Ya. kata mutiara & naskah pidato GONZALO : (TERTAWA) Yah.Dipublikasikan : Azamku. “Perawan Bagai Perak”. tapi belum pernah kenal Raja Ferdinand serta Ratu Isabella! (KEDUANYA TERTAWA). kita tambah tua tambah pelupa . Rambutnya hitam. Sungguh mengesankan sekali! Mengesankan sampai kapan LAURA GONZALO LAURA : : : GONZALO LAURA GONZALO : : : LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 9 . bisa mengembalikan kenangankenangan yang manis. Villa Maricella. berjumpa pertama kali di Valensia. ah. Apa nyonya pernah ke Valensia? Pernah! Tiada jauh dari Valensia ada sebuah villa dan kalau masih berdiri sekarang. O ya. saya ingat itulah jendela kamarnya. Sekarang saya seperti melihatnya kembali di jendela di antara kembang mawar merah itu. Tepat.. ah . Apa sungguh? Saya dibesarkan disana. Dan namanya . Maricella? Maricella. Tapi sudah lama lampau.Com. tak apa-apa.. Dan masa mudaku habis di kota itu.. Saya warga kota di sana. tersembunyi antara pohon jeruk. memang dulu dia suka begitu... Aneh juga. hanya mengingatkan saya pada teman karib saya. Saya juga teman Campoamor. lupa . Mereka menyebutnya . Nama itulah yang terkenal di sana. Saya pernah tinggal beberapa musim di sana. Dulu dia suka berjam-jam di jendela. Laura Liorento! (KAGET) Laura Liorento? Benar (MEREKA SALING TATAP) (SADAR LAGI) Ah.. di Villa itu dulu ada seorang wanita paling cantik yang pernah saya lihat dan saya kenal. Memang aneh! Dia diberi sebutan “ Perawan Bagai Perak”.. pakaian adat Indonesia. Apa tuan pernah mendengarnya? Tak asing lagi nama itu ... tidak sejelek itu nasibku! Saya sudah tua... Dia gadis ideal. Villa itu dekat laut. Manis bagai kembang lilia. o ya.

Betapa Tuhan telah menciptakan keindahan seperti itu. Ah.. Nasib malang meminta yang lain. tiap pagi lewat di depan jendelanya dengan naik kuda.... heh? (KERAS-KERAS) Dia adalah gadis yang malang yang gagal cinta... di tepi pantai. ketika saudara sepupuku tadi tengah menanti gadisnya menyanyi . Begitu? Benar. di bawah jendela.Com. (KESAMPING) Gonzalo! Si jago cinta cakap itu! Peristiwa cinta yang sama.. pakaian adat Indonesia. Tepat. dia .Dipublikasikan : Azamku. Dia seperti impian saja. duel itu. kata mutiara & naskah pidato saja. Dan menghina saudara tuan itu. saudara sepupu saya itu . Dan kemudian .. lewat lagi untuk menerima kembang dari atas.. duel itu. duel! Ya. Si Jago Cinta itu adalah . lelaki itu muncul dengan tiba-tiba. dan si Saudagar itu lukaluka parah.. saudara sepupu tuan itu . saudara sepupu. Saya juga sayang sekali kepadanya. pernah. Kemudian pertengkaran terjadi. Betapa sedihnya (MEREKA SALING MEMANDANG) Tuan pernah mendengar kabarnya? Ya. waktu matahari terbit. Dia .. LAURA : (KE SAMPING) Jika seandainya tuan tahu bahwa impian itu ada di samping tuan. Oh ya. Seorang temanku menyurati saya dan bercerita tentang mereka.. tuan akan sadar impian macam apa itu.. saudara sepupu saya. Saudara sepupu saya itu harus bersembunyi dan kemudian melarikan diri. Tubuhnya ramping sempurna.. Dan pada suatu malam. Dan keluarga gadis itu ingin agar ia kawin dengan saudagar yang tidak ia cintai. dan melemparkan ke atas seberkas kembang yang segera disambut gadisnya. GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA : : : : : : : : GONZALO LAURA GONZALO : : : LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 10 . Dan tak lama kemudian.

Anak muda – Don Gonzalo itu – bersembunyi di rumah saya. Nyonya pun begitu agaknya. dusta kotor belaka! (KE SAMPING) Saya tak bisa membunuh diriku lebih ngeri lagi. Ia kirim surat-surat kepada Laura. takut menanggung akibatnya yang buruk sehabis menang duel itu. masuk tentara dan terbunuh di sebuah selokan sambil menyebut berulangkali nama Lauranya yang sangat tercinta. Laura telah melupakannya. Dan apakah tuan pula yang menasihati saudara tuan itu untuk melupakan Laura? Ooo.Dipublikasikan : Azamku. Tapi tentunya suratsurat itu jatuh ke tangan orang tuanya. pakaian adat Indonesia. Sama sekali tidak! Biasanya perempuan memang begitu! Kalaupun itu sudah sifat perempuan. “Perawan Bagai Perak” adalah terkecuali! Teman saya itu menanti berhari-hari. Kembali bermain memburu kupu-kupu seperti biasanya. Tuan tentunya telah ditumbangkan kesedihan yang sangat Memang betul. Dari rumah saya ia terus lari ke Madrid. di antaranya sajak-sajak. sebab cintanya telah gagal sama sekali. seorang teman telah menyurati saya. Tidak. Tak pernah meratapinya. (KE SAMPING) Dusta! Heh. saudara sepupu saya tak pernah melupakannya. Dia seperti saudaraku sendiri.Com. Kemudian Gonzalo pergi ke Afrika. nyonya. Buktinya tak ada balasan. inilah Laura itu! Tak salah! (KE SAMPING) Kenapa menceritakan padanya? Dia tak curiga apa-apa. Bagaimana begitu? Akan saya ceritakan segalanya kepada nyonya. berbulan- LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : LAURA GONZALO LAURA : : : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 11 . Saya pun diceritai oleh saudara sepupu saya. (KE SAMPING) Dia sama sekali tak bersalah. Dan saya kira tak lama kemudian. (KE SAMPING) Heh. Saya katakan tadi. Senior. kata mutiara & naskah pidato LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : : : : : Tuan rupanya mengetahui benar ceritanya.

Ia menuliskan namanya di pasir. dia meninggalkan rumahnya dan dengan langkah tergesa menuju pantai tempat kekasihnya menjaga nama baiknya. Di sini. memandang ke kaki langit. Air pasang segera tiba dan menyapu gadis itu dari muka bumi. Burung-burung selalu tahu berterimakasih. (RAMAH) Tuan datang lagi besok pagi? Tentu. Memang kasar. tuan dan saya. memang aneh. terima kasih. bahkan bertahun-tahun dan tak selembar suratpun tiba. Tuan juga yang tadi mengganggu merpati-merpati saya. (KE SAMPING) Toh kamu tak tahu aku reka-reka sendiri cerita kematianku! ( KE SAMPING ) Dia berdusta lebih ngeri dari dustaku! Ah. Memang agak kasar saya tadi. dan menggapai batu karang di mana perawan itu duduk. asal pagi secerah ini. Hei! Mana pembantuku tadi? – Petra! GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA : : : : : : GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : LAURA : Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 12 . Padahal mula-mula kita bertemu tadi.Dipublikasikan : Azamku. pakaian adat Indonesia. tapi saya akan membawa remah-remah roti besok. Ombak menyanyikan tembang duka yang kekal.Com. Suatu senja ketika matahari terbenam. dua orang asing. Laura yang malang! Wahai Gonzalo yang malang! (KE SAMPING) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa aku kawin dua tahun kemudian setelah duel itu! (KE SAMPING) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa dua bulan kemudian aku mengawini penari ballet dari Paris! Nasib memang selalu aneh. bertemu secara kebetulan dan saling menceritakan kisah cinta yang sama dari dua teman lama yang telah bertahun lalu terjadi. seperti sudah akrab benar kita ini! Ya. Dan takkan lagi mengganggu merpati-merpati itu. lalu duduk di atas karang. kita bertengkar. Oh. GONZALO LAURA : : Ya Allah! Para nelayan di situ sering menceritakan bahwa nama yang ditulis gadis itu lenyap ditelan air pasang. kata mutiara & naskah pidato bulan.

Lebih baik ia mengingatku sebagai gadis bermata hitam yang melempar bunga dari jendela. DAN LAURA MENENGOK KETIKA ITU) Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 13 . Petra! Juanito. Nah. kemari saja. GONZALO MEMBUNGKUK SUSAH PAYAH MEMUNGUT BUNGA YANG JATUH TADI. Tuan besok pergi ke bangku tuan? Tidak. nyonya! Sampai besok.Dipublikasikan : Azamku. Senior! Sampai besok. Terima kasih. Aku sudah tua dan lemah. kau sedikit lambat. itu dia. jadilah! Besok pagi. tuan! Agak panas hari ini! Pagi yang cerah. Senora! Demikian juga saya.Com. (KEPADA LAURA) Si tukang kebun memberikan bunga-bunga ini kepada Seniora. Itu Juanito! Dia (MENGISYARATI) sedang bercanda dengan gadisnya! LAURA GONZALO LAURA : : : (MEMANDANG GONZALO YANG MEMBELAKANG) Tidak. (LAURA MELANGKAH KE KANAN BERPEGANG PADA PETRA. Biarlah dia mengangankan aku sebagai penunggang kuda tampan yang lewat di bawah jendelanya. Alangkah bagusnya. kata mutiara & naskah pidato GONZALO : (MELIHAT LAURA YANG MEMBELAKANG) Tidak! Tak akan kukatakan siapa aku ini sebenarnya. Itu kalau nyonya tidak GONZALO PETRA LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : : : : : : : : : Bangku ini selalu menanti tuan! Akan saya bawa remah-remah roti! Besok pagi. saya akan berkeberatan. pakaian adat Indonesia. Sedap benar baunya! (BEBERAPA BUNGA GUGUR KE TANAH) Ini semua sungguh menyenangkan. aku sudah berubah tua. (JUANITO DAN PETRA MASUK) Hei.

pakaian adat Indonesia.Dipublikasikan : Azamku. diakah orangnya itu? (KEDUANYA TERSENYUM) Layar Turun Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta 14 . dialah Laura! (MEREKA MASING-MASING MELAMBAIKAN TANGAN) Mungkinkah dia itu benar orangnya? Ya Allah. tunggu dong! Tak salah.Com. dialah Gonzalo! (KE SAMPING) Tak salah. kata mutiara & naskah pidato LAURA GONZALO LAURA GONZALO LAURA GONZALO : : : : : : Apa yang tuan kerjakan? Juanito.