Anda di halaman 1dari 35

Hak Cipta pada Penyusun Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

r Indonesia

Dilarang memperbanyak sebagian ataupun seluruh modul ini dalam bentuk apa pun tanpa seizin dari penyusun Edisi Pertama April, 2012 Penyusun : Irmawati Dosen Pembimbing : 1. Drs. Adnan, M.S. Desain Cover dan Ilustrasi : Irmawati Layouter : Irmawati

Diketik dalam Microsoft Office Word 2007 Olah gambar dengan Microsoft Paint v. 6.1

Daftar Isi
Daftar Isi .................................................................................... Pendahuluan ..................................................................... Peta Konsep ....................................................................... Kegiatan Belajar ................................................................. Rangkuman ....................................................................... Tes .................................................................................... Umpan Balik ...................................................................... DAFTAR PUSTAKA ...................................................................... i 1 3 4 23 24 29 32

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

PENDAHULUAN

__Tinjauan Umum Modul__


Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses komunikasi yang diwujudkan melalui kegiatan penyampaian informasi kepada peserta didik. Informasi yang disampikan dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman, dan sebagainya. Informasi tersebut biasanya dikemas sebagai satu kesatuan yaitu bahan ajar (teaching material). Bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pelajaran yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Dengan adanya bahan ajar memungkinkan peserta didik mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.Pembelajaran dengan modul adalah pendekatan pembelajaran mandiri yang berfokuskan penguasaan kompetensi dari bahan kajian yang dipelajari peserta didik dengan waktu tertentu sesuai dengan potensi dan kondisinya. Pembuatan modul ini mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan StandarIsi 2006, yang terdiri dari Standar Kompetensi Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleski alam, dan perkembangbiakan. Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh 3 hal, yakni adaptasi, seleksi alam serta perkembangbiakan. Dengan beradaptasi, makhluk hidup yang mampu bertahan akan berlangsung hidupnya , yang tidak mampu bertahan akan punah, dalam peristiwa inilah alam akan berperan sebagai penyeleksi. Sedangkan perkembangbiakan untuk melestarikan jenisnya, sehingga kelangsungan hidupnya terjaga. Materi modul terdiri atas pendahuluan yang merupakan pengantar, uraian materi, rangkuman dari materi, tes yang wajib untuk diselesaikan dan kunci jawaban yang dilengkapi dengan umpan balik yang bertujuan agar siswa mengetahui alasan pemilihan jawaban.

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

__Sasaran Umum Pembelajaran__


Sasaran umum pembelajaran adalah satuan pendidikan tingkat SMP kelas IX dengan: SK: 2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup KD: 2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleski alam, dan perkembangbiakan

__Tujuan Pembelajaran__
Peserta didik dapat:
Menjelaskan pengertian adaptasi. Membedakan adaptasi morfologi, adaptasifisiologi, dan adaptasi tingkah laku Menyebutkan beberapa contoh adaptasimorfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasitingkah laku pada hewan dan tumbuhan. Menjelaskan pengertian seleksi alam Menjelaskan faktor yang menyebabkan kepunahan suatu organisme. Menyebutkan beberapa contoh hewan dantumbuhan yang hampir punah Menyebutkan beberapa contoh hewan dantumbuhan yang hampir punah. Menjelaskan pengertian tingkat reproduksi. Membedakan perkembangbiakan generatif dan perkembangbiakan vegetatif. Menyebutkan beberapa cara perkembangbiakan generatif dan perkembangbiakan vegetatif pada hewan dan tumbuhan.

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

__PETA KONSEP__
Kelangsungan Hidup Organisme

Kelangsungan Hidup dan Kelestarian Jenis

Adaptasi

Seleksi Alam

Perkembangbiakan

Adaptasi Morfologi Adaptasi fisiologi Adaptasi tingkah laku

Tumbuhan

Hewan

Vegetatif/ aseksual

Aseksual

Seksual

Generatif/ seksual

Alami Buatan

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

KEGIATAN BELAJAR

Setiap jenis makhluk hidup dapat lestari jenisnya sampai saat ini karena berasal dari makhluk hidup sebelumnya yang sejenis dapat bereproduksi dan berdaptasi dengan lingkungan. Jika makhluk yang hidup pada zaman dulu tidak mampu bertahan dalam kelangsungan hidupnya, maka jenis makhluk hidup itu akan punah seperti dinosaurus. Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi terhadap lingkungan, seleksi alam, dan perkembangbiakan.

A. ADAPTASI
Setiap individu memiliki kemampuan melakukan adapatasi untuk mempertahankan hidupnya. Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Adaptasi makhluk hidup dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku

1. Adaptasi morfologi
Adaptasi morfologi merupakan proses adaptasi yang dilakukan dengan menyesuaikan bentuk tubuh terhadap lingkungannya.Contoh adaptasi morfologi antara lain sebagai berikut: a. Bentuk gigi Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradapasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabikcabik mangsanya.

b. Moncong

gambar 1.1 gigi taring karnivor

Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap dan serangga lain

Amerika yang tak

merayap. Hewan ini memiliki moncong panjang dengan ujung mulut kecil

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini memiliki lidah panjang dan bergetah yang dapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.

gambar 1.2 trenggiling memiliki moncong panjang untuk memudahkan mencari mangsa

c. Paruh
Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkram korbannya. Paruh burung kolibri miliki bentuk kecil dan panjang. Fungsi paruh tersebut untuk mengisap madu sebagai makanan.

gambar 1.3 paruh kolibri untuk mengisap madu

d. Daun Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin dapat menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan enzim yang sehingga dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan tumbuhan in memperoleh unsur yang diperlukan dari serangga berupa nitrogen.
gambar 1.4kantong semar memiliki adaptasi daun

sehingga

e. Akar

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

Akar tumbuhan gurun memiliki struktur kuat dan panajng. Akar tumbuhan gurun berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Contohnya akar kaktus dan akar tumbuhan bakau. Adapun akar napas pada tumbuhan bakau berfungsi untuk bernapas.

gambar 1.5bakai memiliki akar napas

2. Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah adaptasi yang menyangkut kesesuaian proses-proses fisiologis hewan dengan kondosi lingkungan dan sumber daya yang ada di habitatnya. Contoh bentuk adaptsi fisiologi adlaah sebagai berikut a. Respirasi Organisme bersel satu pada umumnya hidup di lingkungan berair. Diantaranya ada yang hidup ditempat yang dalam, dan ada yang inggal di dekat permukaan air. Hewan-hewan yang tinggal di air dalam banyak yang bersifat anaerobik, sedangkan yang tinggal di air dangkal kebanyakan bersifat aerobik. Perbedaan ini ada hubungannya dengan perbedaan konsentrasi larutan oksigen di dalam air. Kandungan oksigen di tempat yang sangat dalam kecil. Hewan anaerobik mengadaptasikan diri terhadap lingkungan yang kekurangan oksigen dengan bernapas tanpa menggunakan oksigen. b. Adaptasi terhadap temperatur Hewan memiliki sifat ketahanan tubuh terrhadap temperatur berbeda-beda. Hewan yang tidak toleran terhadap pembekuan cairan tubuhnya akan mati jika air tubuhnya membeku. Beberapa hewan yang hidup di lingkungan dingin mempunyai zat anti beku, misalnya gliserol. Contohnya pada Rhabdophaga strobililoides yang hidup di Alaska. c.Kelenjar bau

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

Musang dapat menyekresikan bau busuk dengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

gambar 1.6musang mempertahankan diri dengan mengeluarkan bau taja,

d. Kantong tinta Cumi-cumi dan gurita memiliki kanting tinta yang berisi cairan hitam. Jika musuh datang tinta disemprotkan ke dalam air di sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat keberadaan cimi-cumi dan gurita.

gambar 1.7 a. cumi-cumi b. gurita, memiliki kantong tinta

3. Adaptasi tingkah laku


Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang berdasarkan pada tingkah laku. Contohnya a. Pura-pura tidur atau mati Beberapa hewan berrpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Vrginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup jika didekati seekor anjing. b. Hibernasi Hibernasi adalah tingkah laku hewan unuk mengurangi metabolisme tubuh pada musim dingin. Contohnya pada beruang kutub. Pada musim dingin beruang kutub pergi mencari tempat terlindung seperti goa unuk berdiam diri dan tidak melakukan apapun. Ini dilakukan untuk menghemat diperlukan untuk termoregulasi. energi tubuh yang

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

c. Aestivasi Aestivasi adalah tingkah laku untuk melakukan dormansi pada kondisi temperatur yang tinggi. Contohnya pada siput. Untuk mencegah udara panas serta kering siput masuk ke batu batuan atau timbunan sampah, dan berada di tempat tersebut selama musim kemarau.

d. Ototomi Ototomi adalah tingkah laku memutus bagian-bagian tubuh. Ketam darat kakinya dipatuk berada oleh dalam burung memutuskan kamkinya jika keadaan bangau. bahaya, misalnya Cecak memutuskan

ekornya jika diserang oleh hewan lain.


gambar 1.8 cecak yang melakukan ototomi

e. Migrasi Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai unuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk di sepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu, ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas unuk sementara tingga di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut.

gambar 1.9ikan salem bermigrasi ke air tawar untuk bertelur

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

B. SELEKSI ALAM
Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, tempat hidup dan berlindung, oksigen, cahaya, dan air. Selain faktor lingkungan, persaingan untuk memenuhi kebutuhan hidup juga mempengaruhi kelangsungan hidup suatu organisme. Jadi seleksi alam adalah proses kelulushidupan suatu organisme terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di alam.Seleksi alam hanya akan memperbesar atau memperkecil variasi yang dapat diwariskan. Selekasi alam tergantung pada situasi; faktor lingkungan berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu masa ke masa yang lain. Contoh seleksi alam pada popuasi ngengat malam Biston betularia di Inggris sebelum terjadi revolusi industri dan sesudah terjadi revolusi industri. Lihat tabel Periode Biston cerah Sebelum industri Sesudah industri revolusi populasinya lebih kecil populasinya lebih besar revolusi populasinya lebih besar betularia sayap Biston betularia sayap gelap populasinya lebih kecil

Mengapa perbedaan tersebut terjadi? Menurut dugaan, hal tersebut terjadi karena sebelum revolusi industri, lingkungan masih bersih sehingga ngengat bersayap cerah lebih adaptif daripada ngengat bersayap gelap. Sebaliknya, setelah revolusi industri, lingkungan lebih gelap oleh asap sehingga ngengat bersayap gelap lebih adaptif dengan lingkungannya. Di Indonesia, terdapat banyak tumbuhan dan hewan yang hampir punah. Contohnya adalah harimau jawa, badak bercula satu, badak bercula dua, dan burung jalak bali. Hewan yang hampir punah tersebut disebabkan karena kerusakan habitat oleh manusia, perburuan liar, kemampuan adaptasinya rendah, serta tingkat reproduksi yang rendah.

C. PERKEMBANGBIAKAN
Selain kemampuan beradaptasi dan lolos dari seleksi alam, organisme harus mampu berkembang biak untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Perkembangbiakan terjadi pada semua organisme, yaitu pada mikroorganisme,

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

tumbuhan, hewan, dan manusia. Perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan dapat terjadi secara vegetatif atau aseksual dan secara generatif atau seksual.

1. Tumbuhan
a. Vegetatif Perkembangbiakan aseksual (vegetatif) merupakan perkembangbiakan yang hanya melibatkan satu induk saja sehingga individu baru berasal dari bagianbagian tubuh induknya tanpa adanya pencampuran sifat dari induk lain. Perkembangbiakan ini dapat terjadi secara alami (vegetatif alami) dan secara buatan (vegetatif buatan) a) Reproduksi vegetatif alami Reproduksi vegetatif alami, yaitu reproduksi yang terjadi dengan sendiriinya, yaitu tumbuhan itu sendiri yang melakukannya. Keturunan yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya.Macam-macam reproduksi vegetatif secara alami, terdiri atas Tunas adventif Tunas adventif terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki bagian meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh: tunas cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dan begonia.

gambar 3.1tunas adventif pada cocor bebek

Pembentukan tunas Tumbuhan yang berkembangbiak dengan tunas adalah pohon pisang. Tunas pisang tumbuh di sekitar pangkal batang. Tunas ini membenuk rumpun. Selain pisang, tumbuhanlain yang berkembangbiak dengan tunas adalah pohon pinang dan bambu

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

10

gambar 3.2 a. tunas pohon pisang tumbuh di sekitar pangkal batang b. tunas pohon pisang tumbuh di sekitar pangkal batang

Umbi lapis Umbi lapis adalah daun berisi cadangan makanan tersusun berlapis-lapis yang tumbuh di dalam tanah. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh pada tumbuhan lili, tulip, dan bawang.

gambar 3.1bawang, berkembangbiak dengan umbi lapis

Umbi batang Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. Pada umbi terdapat mata tunas yang akan berkembang menjadi tanaman baru. Contoh pada kentang dan caladium Rhizoma Rhizoma adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tidak berumbi. Ciri rhizoma adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas,ruas, dan antarruas. Rhizoma terdapat pada bambu, dahlia, kunyit, lengkuas, jahe. Stolon (geragih) Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapatmenjadi anakan tanaman. Contoh pada rumput teki, rumput gajah, dan stroberi.

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

11

b) Reproduksi vegetatif buatan Perkembangbiakan dengan cara: MencangkokMencangkok merupakan salah satu cara perbanyakan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan dikotil sperti jambu, sawo, rambutan, mangga, dan jeruk. Tujuan dari mencangkok adalah agar tumbuhan cepat menghasilkan keturunan dengan sifat yang sama dengan induknya. Proses mencangkok dapat dilihat pada gambar (reproduksi) vegetatif buatan merupakan

perkembangbiakan vegetatif dengan adanya campur tangan manusia, yaitu

gambar 4.1 proses pencangkokan pada tumbuhan

Stek Stek adalah perkembangbiakan dengan menggunakan batang atau cabang. Batang atau cabang yang dipergunakan yaitu pada daerah buku. Reproduksi dengan cara menyetek merupakan cara yang paling mudah dilakukan. Hanya memotong batang tanaman dan menanamnya ke dalam tanah.

gambar 4.2 seek pda singkong

Menyambung

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

12

Proses penghilangan sebagian batang tanaman dan menempelkannya lagi ke tanaman lain. Pemotongan batang dapat ditempel ke bagian lain dari anaman yang sama (autografting) , ke tanaman lain dari species tanaman yang species sama atau ke lain. (hemografting)

Bagian yang dihilangkan disebut sion dan bagian yang akan ditempeli disebut stok
gambar 4.3proses menyambung pada tumbuhan

Menempel Menempel menempelkan lain. Pada (okulasi) mata dasarnya, dilakukan dengan cara tunas pada tumbuhan menempel hampir sama dengan
gambar 4.3proses okulasi pada tumbuhan

menyambung.

Tumbuhan yang diolulasi biasanya memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri.

Misalnya tumbuhan yang memiliki akar kuat, tetapi buahnya kecil atau asam dapat digabungkan dengan tanaman yang memiliki buah besar dan manis, tetapi akarnya lemah. Merunduk Merunduk adalah cara reproduksi vegetatif dengan merundukkan cabang atau batang tumbuhan ke dalam tanah. Bagian yang tertanam akan mengeluarkan akar, selanjutnya bagian tersebut dapat dipisahkan dan dikembangkan lebih lanjut.

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

13

gambar 4.4pemrkebangbiakan tebu dengan merunduk

b. Generatif Perkembangbiakan tanaman secara generatif ditandai dengan terjadinya peleburan organ geeneratif, yaitu gamet jantan dan gamet betina yang menghasilkan zigot. Zigot ini berkembang dan tumbuh menjadi individu baru. Ada dua tipe poko pembiakan secara seksual yaitu isogami dan heterogami a) Isogami Pada tipe ini, dua gamet dihasilkan oleh parental tidak berbeda satu sama lain. Secara morfologis, gamet jantan dan gamet betina tidak berbeda sehingga dinamakan isogametes. Peleburan dua gamet ini dinamakan conjugation dan zigot yang dihasilkan disebit zygospora.

b) Heterogami Pada tipe ini, gamet yang dihasilkan oleh parental secara morfologis berbeda antara yang betina dan yang jantan sehingga disebut heterogametes. Tanaman yang menghasilkan duaa gamet yang berbeda disebut heterogamus. Peleburan gamet jantan dan betina disebut fertilization, yakni bertemunya gamet jantan dan gamet betina yang kemudian melebut membentuk zigot yang disebut oospora. Heterogami dijumpai pada tanaman berbunga dan digolongkan lagi menjadi apomixi. Apomixi apogami meliputi beberapa macam, antara lain parthenogenesis dan parthenogenesis parthenogenesis adalah peristiwa apomixi dimana embrio yang tumbuh berasal dari sel telur atau gamet jantan. Embrio akan berkembang menjadi buah tanpa biji yang keadaan ini disebut parthenocarpy, misalnya pada pisang dan nanas. Apogami

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

14

Apogami adalah proses pembelahan reduksi yang terjadi pada sel induk kandung lembaga, yang disamping menghasilkan inti sel telur juga menghasilkan sel sinergid dan sel antipoda. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan diawali dengan penyerbukan (polinasi) yang diikuti dengan pembuahan (fertilisasi). Perkembangbiakan ini melibatkan penyatuan gametjantan dan betina. Gamet pada tumbuhan dihasilkan pada organ bunga. Jadi bunga merupakan alat perkem-bangbiakkan generatif pada tumbuhan berbiji.

Bagian-Bagian Bunga
Bunga pada umumya mempunyai bagian-bagian berikut: 1) Tangkai bunga (pedicellus), yaittu bagian bunga yang masih jelas bersifat batang, padanya seringkali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke hiasan bunga. 2) Dasar bunga (receptakulum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalamimetamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya lalu tampak duduk dalam satu lingkaran. Periasan bunga (perianthum), yaiu
gambar 4.5bagian-bagian bunga

bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat-urat yang masih jelas. Bagian-bagian hiasan bunga pada umumnya Kelopak (kalyx), yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, dan sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubungnya yang melindungi kuncup dari pengaruhpengaruh luar. Kelopak terdiri atas beberapa daun kelopak (sepal) Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pad lingkaran dalam biasanya tidak berwarna hijau lagi. Mahkota bunga terdiri atas sejumlah daun mahkota (petal).Pada suatu bunga seringkali tidak terdapat hiasan bunga, ini disebut bunga telanjang. Atau hiasan bunga tidak dapat dibedakan antara kelopak dan

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

15

mahkotanya. Hiasan demikian disebut tenda bunga (perigomium) yang terdiri atas sejumlah daun tenda bunga (tepala) 3) Alat-alat kelamin jantan (androecium). Androecium terdiri aas sejumlah benang sari (stamen) yang letaknya dapat bebas atau berlekatan, ada yang tersusun dalam satu lingkaran ada pula yang dalam dua lingkaran. 4) Alat-alat kelamin betina (gynecium), yang pada bunga merupakan bagian yang biasanya disebut putik (pistillum). Juga putik terdiri atas metamorfosis daun yang disebut daun buah (carpella). Berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga, bunga dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. Bunga lengkap, jika suatu bunga memiliki perhiasan dan alat perkembangbiakan secara lengkap. Sedangkan bunga tidak lengkap, jika suatu bunga tidakmemiliki satu atau beberapa bagian bunga. Berdasarkan keberadaan alat kelamin, bunga dapat dibedakan menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik). Bunga sempurna sering disebut bunga kelamin ganda atau bunga banci. Bunga tidak sempurna adalah bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin, yaitu putik saja atau benang sari saja. Bunga yang memiliki benang sari saja disebut bunga jantan dan bunga yang hanya memiliki putik saja disebut bunga betina. Sedangkan bunga mandul atau tidak berkelamin adalah bunga yang tidak memiliki benang sari maupun putik. Misalnya bunga pita pada bunga matahari. Berdasarkan jenis bunganya, tumbuhan dibedakan menjadi Berumah satu (monoeceus), yaitu tumbuhan yang mempunyai bunga jantan dan bunga betina pada satu individu. Contoh: jagung, mentimun Berumah dua (dioceous), jika bunga jantan dan bunga betina terpisah tempatnya, artinya ada individu yang hanya mendukung bunga jantan saja atau bunga betina saja. Contohnya salak Poligam (polygamus), jika pada suatu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betian, bunga banci bersama-sama. Contoh: pepaya

Penyerbukan
Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari pada kepala putik (untuk golongan tumbuhan berbiji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji (untuk golongan tumbuhan berbiji terbuka)Berdasarkan asal serbuk sari dan putik maka penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam.

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

16

Penyerbukan sendiri (autogami), yaitu penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari dan putik berasal dari satu bunga. Ciri-ciri bunga yang bersifat autogami adalah sebagaiberikut. Sebelum terjadi penyerbukan, putik selalu terlindungi oleh kumpulan benang sarinya, misalnya benang sari bersatu membungkus putik. Mahkota bunganya menutupi alat-alat kelamin bunga itu sehingga menghalangi serbuk sari bunga lain menempel pada kepala putiknya sekalipun bunga sebenarnya sudah mekar. Penyerbukan terjadi ketika bunga baru mekar atau bunga masih kuncup, misal pada kacang tanah. Penyerbukan tetangga (geitonogami), yaitu penyerbukan yang terjadi oleh serbuk sari yang berasal dari bunga lain tapi masih dalam satu pohon. Hal ini dapat terjadi karenabunga tidak memiliki struktur yang khas dan masa kematangan bunga jantan dan betina yang tidak bersamaan. Penyerbukan silang (alogami), yaitu penyerbukan yang terjadi oleh serbuk sari yang berasal dari tumbuhan lain yang sejenis. Apabila serbuk sari berasal dari bunga lain yang tumbuhannya tidak sejenis dinamakan penyerbukan bastar. Geitonogami dan alogami terjadi karena kedudukan benan sari dan putik berjauhan, sehingga tidak memungkinkan terjadi penyerbukan sendiri. Jadi diperlukan perantara dalam proses penyerbukan. Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari ke kepala putik, penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Anemogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan angin. Ciriciri tumbuhan ini yaitu perhiasan bunganya kecil atau tidak ada, alat kelaminnya terbuka dan tidak memiliki kelenjar madu. Contoh bunga padi dan bunga jagung. Hidrogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan air. Biasanya terjadi pada tumbuhan yang hidup di air. Zoidiogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan hewan, misalnya serangga, burung, dan kelelawar. Berdasarkan jenishewan penyerbuknya maka penyerbukan dibedakanmenjadi beberapa jenis. Entomogami, ialah penyerbukan dengan bantuan serangga (misalnya kupukupu, kumbang bunga, dan lalat). Ornitogami, ialah penyerbukan dengan perantaraan burung, terjadi pada tumbuhan yang bunganya menghasilkan madu, bermahkota lebar dan tebal, dan berwarna cerah.

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

17

Kiropterogami, ialah penyerbukan dengan perantara hewan bersayap selaput tangan (kelelawar, kalong, dan kampret). Terjadi pada bunga yang mekar di malam hari

Malakogami, ialah penyerbukan dengan perantara siput.

2. Hewan
Terdapat dua modus utama reproduksi hewan. Reproduksi aseksual dan seksual. a. Aseksual Reproduksi aseksual adalah penciptaan indivisu baru yang semua gennya berasal dari satu induk tanpa peleburan telur dan sperma. Reproduksi aseksual pada hewan ada lima jenis, yaitu pembelahan biner, pembelahan ganda, pembentukan tunas, regenerasi, dan partenogenesis. 1) Pembelahan biner, Pada pembelahan biner, dari satu individu membelah secara langsung menjadi dua sel anak. Pembelahan biner terdiri dari lima jenis, yaitu pembelahan ortodoks, melintang, membujur, miring, dan strobilasi.

gambar 5.1paramecium bereproduksi dengan pembelahan biner

2) Pembelahan

ganda,

yaitu

pembelahan

berulang,

sehingga

dalam

sekali

pembelahan dari satu individu dapat dihasilkan lebih dari dua individu. Contoh hewan yang dapat melakukan pembelahan ganda adalah Plasmodium. 3) Pertunasan atau budding, yaitu pembentukan tunas kecil yang serupa dengan induk. Tunas ini kemudian memisahkan diri dan menjadi individu baru. Contohnya pada Hydra, ubur-ubur pada saat berbentuk polip,

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

18

gambar 5.2hydra bereproduksi dengan cara budding

4) Fragmentasi, Fragmentasi adalah pematahan tubuh menjadi beberapa bagian, dan beberapa atau semuanya berkembang menjadi indivisu dewasa yang lengkap. Contoh hewan yang melakukan reproduksi secara fragmentasi adalah cacing tanah, bintang laut, dan Planaria.

gambar 5.3fragmentasi planaria

5) Partenogenesis, individu baru terbentuk dari telur yang tidak dibuahi. Hewan yang mengalami partenogenesis adalah serangga, misalnya lebah madu. b. Seksual Reproduksi seksual adalah penciptaan keturunan melalui peleburan gmet haploid untuk membentuk zigot yang diploid. Gamet dibentuk melalui meiosis. Gamet betina, ovum umumnya adalah sel yang relatif lebih besar dan tidak motil. Gamet jantan, spermatozoa umumnya adalah ssel yang kecil namun motil. Mekanisme fertilisasi, yaitu peleburan sperma dengan telur, memainkan peranan penting dalam reproduksi seksual. Beberapa species melakukan fertilisasi eksternal; telur dilepaskan oleh betina dan dibuahi oleh jantan dalam lingkungan sekitarnya. Species lain fertilisasi internal; sperma didepositkan di dalam atau di dekat saluran reproduksi betina dan fertilisasi terjadi di dalam saluran tersebut. Alat reproduksi menghasilkan sel kelamin. Sel kelamin jantan/sperma dihasilkan oleh testis, sedangkan sel kelamin betina (ovum/sel telur) dihasilkan oleh ovarium (indung telur). Proses pembentukan sel kelamin jantan dan betina

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

19

disebut

gametogenesis.

Proses

pembentukan

sel

kelamin

jantan

disebut

spermatogenesis, sedangkan proses pembentukan sel kelamin betina disebut oogenesis. Perkembangan dan kelahiran embrio dapat terjadi melalui tiga cara, yaitu vivipar, ovipar, dan ovovivipar. Vivipar (hewan beranak), yaitu hewan yang embrionya berkembang dan mendapat makanan di dalam uterus (rahim) induk betina. Contohnya adalah kerbau, sapi, gajah, dan harimau. Ovipar (hewan bertelur), yaitu hewan yang embrionya berkembang di dalam telur. Telur hewan ini dikeluarkan dari dalam tubuh dan dilindungi oleh cangkang. Embrio memperoleh makanan dari cadangan makanan yang terdapat di dalam telur. Comtohnya adalah ayam, bebek Ovovivipar (hewan betelur dan beranak), yaitu hewan yang embrionya berkembang di dalam telur, tetapi telur tetap berada di dalam tubuh induk betina. Setelah cukup umur, telur akan pecah di dalam tubuh induk dan anaknya keluar. Contohnya adalah kadal dan ikan hiu.contoh reproduksi seksual pada hewan. i. Reproduksi pada Ikan Pada umumnya ikan bertelur (ovipar) dan pembuahannya terjadi di luar tubuh induk betinanya. Alat kelamin jantan terdiri dari sepasang bermuara untuk testis di berwarna lubang urin putih. Sperma Lubang Alat dialirkan melalui saluran vas deferens yang urogenital. dan urogenital merupakan lubang yang dipakai keluarnya sperma. kelamin betina terdiri dari sepasang ovarium. Ovarium menghasilkan sel telur. Sel telur dikeluarkan melewati oviduk dan kemudian dialirkan ke lubang urogenital. Setelah ikan
gambar 5.4 a. alat kelamin jantan b. alat kelamin betina

betina mengeluarkan sel telur di sembarang tempat atau di tempat tertentu, maka akan diikuti oleh ikan jantan dengan mengeluarkan sperma.

ii. Reproduksi pada Katak

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

20

Pembuahan katak terjadi secara eksternal yang dilakukan di air. Katak bersifat ovipar atau bertelur. Alat kelamin jantan terdiri dari sepasang testis yang berwarna putih kekuningan. Testis menghasilkan sperma. Sperma melewati vas efferentia dan menuju kloaka. Kloaka merupakan tempat keluarnya sperma, saluran urin, dan sisa pembuangan makanan. Alat kelamin betina terdiri dari sepasang ovarium yang menghasilkan sel telur. Telur melewati oviduk dan menuju kloaka. Pada saat

gambar 5.5 a. alat kelamin jantan b. alat kelamin betina

kawin (kopulasi), katak jantan akan naik ke punggung katak betina. Dengan jarinya, katak jantan menekan katak betina sehingga katak betina mengeluarkan sel telur ke dalam air. Saat keluarnya telur, katak jantan akan mengeluarkan spermanya. Terjadilah pembuahan sel telur di dalam air dan akan berkembang menjadi zigot. iii. Reproduksi pada Burung Burung berkembangbiak dengan cara bertelur (ovipar). Alat kelamin burung jantan terdiri yang dari sepasang testis testis.Sperma dihasilkan

akan menuju vas deferensdan kloaka. Sedangkan alat kelamin betina pada burungterdiri dari ovarium kiri dan oviduk.Saat kawin, kloaka jantan dan betina saling mendekatsehingga ketika sperma keluar dari kloaka jantan akanlangsung masuk ke kloaka betina sehingga sel telur dapatdibuahi.
gambar 5.6 a. alat kelamin jantan b. alat kelamin betina

Telur burung mempunyai struktur sebagai berikut.

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

21

Cangkang telur, terbuat dari zat kapur yang berporiuntuk keluar masuknya udara. Di sebelah dalamcangkang terdapat dua buah membran yang pada salahsatu ujungnya tidak saling melekat, sehingga terbentukrongga udara. Albumen (putih telur), berupa cairan kental berwarnaputih bening yang berfungsi sebagai cadangan makanandan melindungi embrio dari guncangan. Kuning telur, terdapat di bagian tengah albumen. Padakuning telur ini terdapat calon embrio. posisi Agar kuning telurtetap pada posisinya, maka terdapat kalaza yangberfungsi menjaga kuning telur. Bagian-bagian yangberperan dalam mendukung pertumbuhan embrio adalahsebagai berikut.
gambar 5.7 struktur telur

Amnion, merupakan cairan ketuban yang terdapat padasuatu kantung tempat tumbuhnya embrio. Alantois, merupakan tempat penyimpanan hasil ekskresi, mengangkut O2 ke dalam embrio dan CO2 keluar dari embrio. Tali pusat, yaitu bagian yang menghubungkan kuning telur dengan alantois.

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

22

Rangkuman

1. Untuk menjaga kelangsungan hidup dan melestarikan jenisnya, maka setiap makhlukhidup harus dapat beradaptasi, lolos dalam seleksi alam, dan dapat berkembang biak. 2. Adaptasi adalah kemampuan fisiologi, dan suatu organisme laku. untuk Semakin suatu menyesuaikan tinggi diri terhadapperubahan lingkungan. Adaptasi dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu adaptasimorfologi, 3. Seleksi alam tingkah kemampuan terhadap beradaptasi,semakin tinggi kemungkinan kelangsungan hidupnya. adalah proses kelulushidupan organisme perubahanperubahanyang terjadi di alam. Alam melakukan seleksi terhadap jenisjenisorganisme yang hidup, sehingga organisme yang tidak mampu beradaptasi tidakakan dapat bertahan hidup. 4. Perkembangbiakan merupakan kemampuan untuk menghasilkan keturunan.Keturunan yang dihasilkan mempunyai ciri khas seperti induk, sehingga denganberkembang biak, kelestarian jenisnya dapat dipertahankan. Perkembangbiakan dapatterjadi secara vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). 5. Perkembangbiakan tingkat sel terjadi melalui pembelahan sel. Pembelahan sel padasel-sel tubuh berlangsung secara mitosis, sedangkan pembelahan sel padapembentukan gamet (sel-sel kelamin) terjadi secara meiosis.

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

23

TES

Pilihlah jawaban yang paling tepat 1.Dinosaurus adalah salah satu contoh hewan yang pernah hidup di bumi ini. Namun kenyataannya saat ini dinosaurus sudah tidak dapat kita temukan lagi. Pernyataan di bawah ini yang salah mengenai kepunahan dinosaurus adalah: a. Dinosaurus tidak mampu beradaptasi dengan lngkungannya b. Dinosaurus tidak dapat melewati proses seleksi alam c. Dinosaurus kekurangan makanan d. Dinosaurus berevolusi 2. Salah satu contoh adaptasi morfologi adalah a. paruh burung elang yang kuat dan tajam b. daun jati yang menggugurkan daunnya pada saat musim kemarau c. beruang kutub yang tinggal di goa saat musim dingin d. Hewan air dalam yang berespirasi secara anaerob 3. Pada waktu musim dingin, beruang kutub bediam diri di dalam goa. Ini adalah salah satu bentuk adaptasi tingkah laku beruang kutub yang disebut hibernasi. Berikut ini perntaan yang salah mengenai alasan beruang kutub melakukan hal demikian adalah a. beruang kutub menghemat energi untuk termoregulasi b. mennjaga keseimbangan energi c. beruang kutub menghindari musuh d. beruang kutub harus mempertahankan suhu tubuh 4. Apa yang akan terjadi apabila seekor cecak melakukan ototomi a. cecak akan mati b. ekor cecak tidak akan tubuh lagi c. ekor cecak akan beregenerasi d. cecak tidak dapat beradaptasi lagi 5. Batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tidak berumbi disebut a. rhizoma b. d. umbi batang umbi lapis c. geragih

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

24

6.

Gambar di atas adalah salah satu reproduksi vegetatif buatan pada tumbuhan. Cara di atas disebut a. Stek b. Okulasi c. Merunduk d. Menyambung 7. Jika suatu bunga tidak memiliki satu atau beberapa bagian bunga. Ini disebut sebagai a. Bunga tidak lengkap b. Bunga lengkap c. Bunga sempurna d. Bunga tidak sempurna 8. Tumbuhan yang mempunyai disebut a. monoeceus b. dioceous c. polygamus d. andrecium 9. Hiasan bunga tidak dapat dibedakan antara kelopak dan mahkotanya disebut a. perianthum b. calyx c. corolla d. gynecium 10. Penyerbukan yang dibantu oleh burung disebut a. hydrogami b. ornitogami c. anemogami d. entomogami bunga jantan dan bunga betina pada satu individu

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

25

11. Gamet yang dihasilkan oleh parental secara morfologis berbeda antara yang betina dan yang jantan adalah tipe perkembangbiakan seksual secara a. isogami b. heterogami c. oospora d. heterogamus 12.

Gambar diatas adalah salah satu reproduksi aseksual oleh hewan yang disebut a. budding b. fragmentasi c. pembelahan biner d. 13. partenogenesis

Gambar di atas adalah organ reproduksi burung. gambar yang diunjukkan pada nomor 1 adalah a. aorta b. testis c. lubang kloaka d. ureter

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

26

14.

Gambar diatas adalah organ reproduksi ikan jantan. Gambar yang ditunjukkan pada nomor 2, 3, dan 4 adalah a. testis, epididimis, vas deferens b. epididimis, vas deferens, ginjal c. ginjal, saluran, saluran kecing kloaka d. epididimis, vas deferens, kloaka 15.

Bagian yang berfungsi untuk sebagai cadangan makanan dan melindungi embrio dari guncangan ditunjukkan pada nomor a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat 1. Jelaskan mengapa kupu-kupu biston betularia sayap cerah mengalami kepunahan setelah terjadinya revolusi industri 2. Mengapa pada tepi kalanchoe pinnata bisa terbenuk tunas-tunas baru yang bisa tumbuh menjadi individu baru 3. Apa perbedaan antara umbi lapis dan umbi batang

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

27

4. Jelaskan macam-macam penyerbukan berdasarkan asal sebuk sari dan putik 5. Jelaskan 3 cara perkembangan dan kelahiran embrio

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

28

umpan balik

A. Jawaban Pilihan Ganda 1. Jawaban: D. Karena dinaosaurus tidak berevolusi menjadi apapun. Dinosaurus punah karena tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan yang terjadi akibat adanya seleksi alam. Salah satu adaptasi yang tidak dapat dipenuhi dinosaurus adalah mengenai makanannya. Seleksi alam yang terjadi mengakibatkan dinosaurus kekurangan makanannya. 2. Jawaban: A. Karena adaptasi morfologi merupakan adaptasi berdasarkan benuk tubuh/morfologi makhluk hidup, sehingga yang tepat adalah a. Sedangkan untuk b dan c adalah contoh adaptasi tingkah laku dan d adalah contoh adaptasi fisiologi 3. Jawaban: C. Karena beruang kutub untuk meghindar dari musuh tidak perlu melakukan hibernasi. Hibernasi ini dilakukan untuk menghemat energi tubuh yang diperlukan untuk termoregulasi atau mempertahankan suhu tubuh. Penghematan energi perlu dilakukan agar keseimbangan antara energi yang tersimpan di dalam tubuh dengan pengeluaran untuk respirasi 4. Jawaban: c. ekor cecak akan mengalami regenerasi kembali, sehingga dapat terbentuk ekor yang baru, jadi cecak tidak akan mati jika ekornya lepas dan cecak mampu melakukan adaptasi lagi terdapat keadaan lingkungannya. 5. Jawaban : a. karena rhizoma adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tidak berumbi. Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan atas tanah. 6. Jawaban: A. Karena stek adalah perkebambangbiakan dengan cara memotong batang tanaman dan menanamnya ke dalam tanah. sedangkan okulasi dilakukan dengan cara menempelkan mata tunas pada tumbuhan lain. Merunduk adalah dengan merundukkan cabang atau batang tumbuhan ke dalam tanah. menyambung adalah Proses penghilangan sebagian batang tanaman dan menempelkannya lagi ke tanaman lain 7. Jawaban: a. karena Bunga lengkap, jika suatu bunga memiliki perhiasan dan alat perkembangbiakan secara lengkap. bunga tidak lengkap, jika suatu bunga tidak makanan sehingga bentuknya membesar. Umbi lapis adalah umbi diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. geragih adalah batang yang menjalar di

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

29

memiliki satu atau beberapa bagian bunga. Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik). Bunga tidak sempurna adalah bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin, yaitu putik saja atau benang sari saja. 8. Jawaban: a. karena monoeceus yaitu tumbuhan yang mempunyai bunga jantan dan bunga betina pada satu individu. dioceous jika bunga jantan dan bunga betina terpisah tempatnya, polygamusjika pada suatu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betian, bunga banci bersama-sama. andrecium adalah alat kelamin jantan ada bunga 9. Jawaban: a. perianthum adalah hiasan bunga tidak dapat dibedakan antara kelopak dan mahkotanya. Calyx yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, dan sewaktu bunga masih kuncup. corolla yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pad lingkaran dalam biasanya tidak berwarna hijau lagi. Gynecium adalah akat kelamin bunga betina 10. 11. Jawaban: b. ornitogami adalah penyerbukan dengan dibantu oleh burung, Jawaban: B. Karena tipe heterogami gamet yang dihasilkan oleh parental secara hydrogami dibantu air, anemogami dibantu angin, dan entomogami dibantu serangga. morfologis berbeda antara yang betina dan yang jantan. sedagkan isogami dua gamet dihasilkan oleh parental tidak berbeda satu sama lain. bertemunya gamet jantan dan gamet betina yang kemudian melebut membentuk zigot yang disebut oospora. Tanaman yang menghasilkan duaa gamet yang berbeda disebut heterogamus. 12. Jawaban: c. karena pembelahan biner, dari satu individu membelah secara langsung menjadi dua sel anak . budding, yaitu pembentukan tunas kecil yang serupa dengan induk. Fragmentasi adalah pematahan tubuh menjadi beberapa bagian, dan beberapa atau semuanya berkembang menjadi indivisu dewasa yang lengkap. Partenogenesis, individu baru terbentuk dari telur yang tidak dibuahi. 13. 14. Jawaban:a. karena nomor 2 adalah testis sedangkan nomor 3 adalah lubang kloaka Jawaban: b. karena untuk testis, epididimis, vas deferens pada nomor 1, 2, 3. ginjal, saluran, saluran kecing kloaka pada nomor 4, 5, 6. epididimis, vas deferens, kloakapada nomor 2, 3, 6. 15. Jawaban: a. karena 1 adalah albumen yang berfungsi untuk sebagai cadangan makanan dan melindungi embrio dari guncangan. nomor 2 adalah kuning telur sebagai tempat calon embrio. nomor 3 adalah rongga udara yang merupakan tempat udara dalam telur. nomor 4 adalah cangkang sebagai pelindung dari pengaruh luar dan sebagai tempat keluar masuknya udara karena terdapat pori-pori

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

30

B. ESSAY
1. karena sebelum revolusi industri, lingkungan masih bersih sehingga biston betularia bersayap cerah lebih adaptif daripada biston betularia bersayap gelap. Sebaliknya, setelah revolusi industri, lingkungan lebih gelap oleh asap sehingga biston betularia bersayap gelap lebih adaptif dengan lingkungannya. 2. karena pada tumbuhan ini pada tepi daunnya terdapat meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru 3. Pada umbi batang terdapat mata tunas yang akan berkembang menjadi tanaman baru, sehingga apabila ditanam bisa tumbuh, sedangkan pada umbi lapis tidak terdpat tunas sehingga ketika ditanam tidak dapat tumbuh 4. Penyerbukan sendiri (autogami), yaitu penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari dan putik berasal dari satu bunga Penyerbukan tetangga (geitonogami), yaitu penyerbukan yang terjadi oleh serbuk sari yang berasal dari bunga lain tapi masih dalam satu pohon Penyerbukan silang (alogami), yaitu penyerbukan yang terjadi oleh serbuk sari yang berasal dari tumbuhan lain yang sejenis. 5. Vivipar (hewan beranak), yaitu hewan yang embrionya berkembang dan mendapat makanan di dalam uterus (rahim) induk betina Ovipar (hewan bertelur), yaitu hewan yang embrionya berkembang di dalam telur. Ovovivipar (hewan betelur dan beranak), yaitu hewan yang embrionya berkembang di dalam telur, tetapi telur tetap berada di dalam tubuh induk betina. Setelah cukup umur, telur akan pecah di dalam tubuh induk dan anaknya keluar.

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

31

daftar pustaka

Abdurrahman. Deden. 2006. Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan untuk SMK Kelas XI.Jakarta: Grafindo. Campbell,Neil, Reece dan Mitchell. 2004. Biologi Jilid 2 Edisi 5. Jakarta: Elangga Corinne Stockley. 2005. Kamus Biologi Bergambar. Jakarta:Erlangga Karmana, Oman. 2007. Cerdas Belajar Biologi untuk Kelas XI SMA.Jakarta: Grafindo Mangoendidjojo, W. 2003. Dasar-Dasar Pemulihan Tanaman. Yogyakarta: Kanisus Pratiwi, dkk. 2007. Biologi SMA. Jilid 3 untuk Kelas XII. Jakarta: Erlangga Tjitrosoepomo, G. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Modul_Kelangsungan Hidup Organisme

32