Anda di halaman 1dari 38

GIGI TIRUAN PENUH

Kasus Seorang perempuan berumur 62 tahun datang ke RSGM dengan keluhan ingin memperbaiki gigi palsu karena sakit dan longgar waktu difungsikan, dari anamnesa pasien sudah pernah memakai gigi tiruan sejak 3 bulan yang lalu dan tidak mau memperbaiki gigi tiruan pada dokter yang lama. Pada pemeriksaan intra oral rahang atas dan rahang bawah edentoulous, pada rahang atas terdapat mukosa berbentuk fisurre diragio bukal kiri rahang atas ditepi dari basis, dan tubermaksilaris sedang, rahang bawah ridge alviolar bentuk tajam dan retromylohyoid dangkal, pemeriksaan ektra oral krepitasi TMJ, profil wajah bentuk lurus, pemeriksaan gigi tiruan yang lama longgar dan pheripheral seal rapat dan pendek. Pertanyaan Cara dokter menjelaskan masalah tersebut pada pasien diatas.

Anamnesa : Tanya Jawab Antara Dokter dan pasien Gigi Tiruan : Gigi yang digunakan untuk menganti gigi asli Pemeriksaan Intra Oral : Pemeriksaan yang dilakukan dalam rongga mulut Edentulous : Keadaan kehilangan gigi Tuber Maksilaris : Bagian dari dorsal corpus maxila menonjol Mukosa Berbentuk Fissure : Keadaan yang abnormal dimana terdapatnya celah atau parit-parit pada mukosa Ridge Alveolar : Retromylohioid : Ruangan distal dari sulcus lingualis

Pemeriksaan Extra Oral : Pemeriksaan yang dilakukan duluar rongga mulut Krepitasi TMJ : Suara gesekan (kresek-kresek) yang terdengar saat membuka mulut Pheriperal seal : Daerah kontak antara mukosa dan tepi serta permukaan gigi tiruan yang dipolish yang mencengah keluar masuknya udara

Kenapa pasien ingin membuatkan gigi tiruan yang baru ? Pembuatan gigi tiruan yang baru untuk mendapatkan gigi tiruan yang baik dan nyaman ketika difungsikan sehingga dapat memperbaiki fungsi fonetik, penampilan (estetis), fungsi mastikasi maupun psikologi pasien. Kenapa Perlu dilakukan anamnesa untuk pasien ? Anamnesa meupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melakukan percakapan (tanya-jawab) antara dokter dan pasien unruk mendapatkan data-data pasien seperti biodata, keluhan pasien, riwayat penyakit, dan rencana selanjutnya.

Kenapa perlu dilakukan pemeriksaan intra oral dan ekstra oral untuk pasien ? Pemeriksaaan intra oral dan ekstra oral adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan langsung ke dalam rongga mulut maupun diluar rongga mulut yang meliputi jaringan unak maupun jaringan keras yang nantinaya berguna untuk melihat secara langsung keluhan pasien menengakkan diagnosa penyakit pasien dan untuk menengakkan suatu rencana perawatan. Batas anatomis mana saja yang harus didapatkan dokter gigi untuk mendapatkan retensi dan stabilisasi pada gigi tiruan ? Batas Anantomis merupakan batas-batas yang harus didapatkan pada saat mencetak untuk mendapatkan retensi dan stabilisasi pada gigi tiruan. Adapun batas batas anatomis dari rahang itu sendiri diabagi menjadi dua bagian yaitu :

Rahang Atas : 1. Frenulum labii superior 2. Ruggae palatina 3. Frenulum buccalis 4. Tubermaxila 5. Hamular notch 6. Vibrating line 7. Processus alveolaris 8. Incisivus papilae 9. Fornix 10. Vovea palatine

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Rahang bawah : Frenulum labii inferior Frenulum buccalis Vestibulum buccalis Retromolar pad Frenulum lingualis Processus alveolaris Mylohyoid line

Bagaimana tindakan yang dilakukan oleh dokter gigi untuk menghilangkan rasa sakit dan longgar untuk membuatkan gigi tiruan yang baru ? Rasa sakit dan longgar pada gigi tiruan yang lama diakibatkan oleh kurangnya retensi dan stabilisasi pada gigi tiruan, untuk menghilangkan rasa sakit dan longgar maka dibutuhkanlah retensi dan stabilisasi yang baik dengan cara melakukan permeriksaan yang lengkap dan pencetakkan yang akurat.

Kerangka Konsep
Edentulous Gigi Tiruan Penuh

Pemeriksaan
Subjektif Objektif

Diagnosa

Retensi & Stabilisasi


Pencetakan Perluasan Basis

Intra Oral

Ektra Oral Awal

Awal

Akhir

Rencana Perawatan

Akhir

Keluhan Utama : Ingin memperbaiki gigi palsu karena rasa sakit dan longgar waktu difungsikan. Keluhan Tambahan : Pasien sudah pernah memakai gigi tiruan sejak 3 bulan yang lalu dan tidak mau memperbaiki gigi tiruan pada dokter yang lama.

1.

PEMERIKSAAN INTRA ORAL

Rahang Atas & Rahang Bawah Pemeriksaan dilakukan secara visualisasi Edentulous rahang atas Rahang bawah

Tubermaksilaris Pemeriksaan dilakukan dengan kaca mulut. Kaca mulut masuk setengah (Sedang) Tubermaksilaris Sedang
Mukosa Pemeriksaan dilakukan secara visualisasi Mukosa bukal kiri RA berbentuk fisur

Ridge Alveolar Pemeriksaan dilakukan secara visualisasi dari arah transversal Ridge Alveolar berbentuk V Ridge Alveolar Tajam Retromylohioid Pemeriksaan dilakukan dengan kaca mulut. aca mulut masuk kurang dari setengah (dangkal) Retromylohioid dangkal

Pheriperal Seal Pemeriksaan dilakukan secara visualisasi Pheriperal seal rapat dan pendek

2. PEMERIKSAAN EKSTRA ORAL Profil Wajah Pemeriksaan dilakukan secara visualisasi dari arah lateral Profil wajah tegak lurus Temporo Mandibular Dipalpasi 1 cm dibawah meatus akustikus, Dan pasien diintruksikan buka dan tutup mulut Kripitasi TMJ

Epulis Fisurratum Edentulous Ankilosis TMJ

Perawatan Awal Eksisi Epulis Fissuratum dan pemberian obat gol. kortikosteroid Perawatan Akylosis TMJ : Perawatan dini yang meliputi pemberian Obat-obatan, Phsioterapi, Reposisi Secara manual, Occlusal Splint, dan Pembedahan. Perawatan Akhir Pembuatan Gigi Tiruan Lengkap

Bahan Cetak
Plaster Non Elastis Compound Waxes Bahan Cetak ZnO- Eugenol Agar (Reversible) Aqua Hidrokoloid

Alginate ( Irreversible)
Elastis Non Aqua Elastomer Polysulfida Condesi Silicone Addesi Polyether

Untuk mendapatkan Model Anatomis Alat (sendok cetak) Stock Tray Ovoid Ukuran sendok cetak lebih besar 3-6 mm dibanding linggir alveolus pasien Sendok cetak RA harus mencakup Hamular Notch dan vibrating line, Sendok cetak RB harus mencakup Retromolar Pad dan sulkus alveolilingual Apabila sendok cetak terlalu pendek, dapat diperpanjang dengan penambahan wax pada bagian bawah dan belakang sendok cetak Bahan cetakan Digunakan bahan cetak alginate (hidrokoloid irreversible) dan air

Intruktion

Klinis
Mencetak Laboraturium Try In Study cast

Mencetak

Evaluasi hasil cetakan Perhatikan apakah seluruh daerah pendukung sudah tercakup Hasil cetakan tidak poreus dan permukaan cetakan terisi penuh Tepi cetakan harus membulat. Hasil cetakan kemudian diisi dengan dental stone Sebanyak tiga kali, yaitu: - Untuk rencana perawatan - Untuk model anatomis - Dan untuk pembuatan sendok cetak fisiologis.

Membuat Sendok Cetak Try In Sendok Cetak Border molding Mencetak

Pembuatan Sendok Cetak Fisiologis


Pembuatan Outline Waxing

Pembuatan Stopper

Penanaman Akrilik

Pembuatan tangkai

Polishing

Ujicoba Sendok Cetak Fisiologis Sendok cetak harus mencakup batas jar. pendukung GTP Permukaan labial dan bukal harus lebih pendek 1-2 mm dari forniks Berkontak rapat dengan mukosa jaringan pendukungnya Pembuatan Muscle Trimming (Border molding) Proses yang dilakukan untuk mendapatkan batas anatomi struktur pembatas gigitiruan yang lebih akurat. Tepi sendok cetak harus lebih pendek 1-2 mm dari batas tepi jaringan yang harus dicetak

Teknik yang digunakan adalah tenik kombinasi Sendok cetak dikurangi lebih pendek 1-2 mm dari batas tepi jaringan yang harus dicetak. Modelling compound dilekatkan pada tepi sendok cetak step per step dipanaskan sedikit demi sedikit lalu dimasukkan ke dalam mulut untuk mendapatkan gerakan yang cocok.

RAHANG ATAS

1 dan 2 Letakkan compoundsendok cetak cetak 6. Letakkan compound tepi tepi sendok yang 5 Letakkan compound tepi sendok 3 4 yang telah dipanaskan dimasukkan kedalam telah dipanaskan dimasukkan kedalam mulut mulut pasien, yangmenginstruksikankeluar ke pasien diminta melakukan gerakan gerakkan dengan dibuka pipi pasien pasien, pasien gerakkan tariklebar,menghisap rahangmengucapkanke depan belakang, ulangi untuk kemudian kedepan, kiri serta tarik bibir ataskanan,ah dan protrusive bawah bawah ke kata ke ulangiposisi berlawanan. pada ke posisi yang berlawanan
1

2 6

RAHANG BAWAH
5 1 4 6 2

5 Letakkan compound ditepi sedok cetak 4 dan 6 Letakkan compound ditepi sedok 1 2 3 cetak telah dipanaskan masukkan kedalam yang yang telah dipanaskan masukkan mulut tarik bibir mengangkat cara keluar jari kedalampasien, pasien jari telunjuk dan dan mulut pasien denganfiksasi sendok cetak tengah operatorpasiensendok dan menutup lidah dan diminta membuakake kiri danjari dan pasie atau pada diminta melakukan kebawah menggerakkannya cetak, ibu ke menahan dagu, kemudian bilateral kanan menutup mulut ini dilakukanpasien disuruh gerakan menghisap. menggerakkan mandibula kekiri dan ke kanan.

Muscle Triming dinyatakan benar bila :

Antara wax dengan hasil trimming (green kerr) tidak ada step (seperti menyatu dengan wax). Terlihat guratan otot. Sendok cetak semakin cekat setelah muscle trimming Bagian belakang palatum melalui kedua hamular notch dan melewati palatumdi atas vibrating line ditandai dengan pensil/tinta sendok cetak dimasukkan pasien disuruh mengucapkan ah sendok cetak dikeluarkan dan tanda vibrating line dan hamular notch terlihat pada cetakan

Try In Klinis Mencetak Laboraturium Bording Molding Boding & Boxing Master Cast Mencetak

RAHANG ATAS

Vibrating superior Tubmaxilaris FORNIK Frenulum Alveolaris Frenulum Papilla Rugae Palatina Ridge labii line Hangular norch Insisivus Bukalis Vovea

RAHANG BAWAH
Frenulum labii inferior Frenulum buccalis Vestibulum buccalis Retromolar pad Frenulum lingualis Ridge Alvioolar

Mylohyoid line

Menjelaskan bahwa rasa sakit berasal dari mukosa yang berbentuk fisur (epulis fisurratum) akibat pelebaran basis yang mengiritasi mukosa. Menjelaskan bahwa longgarnya gigi tiruan berasal dari pheriperal seal yang rapat dan pendek. Menjelaskan bahwa untuk mehilangkan rasa sakit dan longgar diperlukan retensi & stabilisasi yang baik. Menjelaskan untuk mendapatkan retensi dan stabilisasi dibutuhkan pemeriksaan yang lengkap dan pencetakan yang akurat.