Anda di halaman 1dari 3

KEMENRERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK GEOLOGI PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

TUGAS
TEKNIK KOMUNIKASI GEOLOGI

OLEH : MAHDIN SATRIADIN D 611 05 008

MAKASSAR 2012

Judul : Penentuan Titik Lokasi Pemboran Air Tanah Dalam Berdasarkan Metode Geolistrik Daerah Perumahan Dosen Kecamatan Tamalanrea Kota Madya Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Tujuan Penelitian : 1. Untuk mendapatkan informasi tentang kemungkinan adanya lapisan batuan pembawa air (aquifer), yang meliputi data tentang kedalaman, penyebaran vertikal dan horizontal, serta mengetahui kondisi kuantitas dan kualitas air yang dikandungnya. 2. Untuk mendapatkan gambaran kondisi geologi bawah permukaan hingga kedalaman kurang lebih 100 meter berdasarkan nilai resistivitas atau tahanan jenis. 3. Merumuskan perencanaan letak dan kedalaman maksimum titik pemboran eksplorasi, sebagai tahapan pekerjaan selanjutnya dalam eksplorasi air bersih.

Rumusan masalah : Pengukuran geolistrik meliputi berbagai aturan elektroda dan peruntukan yang berbeda-beda pula, misalnya 1-Dimensi, 2-Dimensi dan 3-Dimensi. Dalam studi potensi air bersih ini digunakan aturan elektroda Metode Schlumberger untuk investigasi kondisi bawah permukaan dalam bentuk 3-Dimensi. Perhitungan nilai tahanan jenis air tanah dari data lapangan dengan menggunakan standarisasi nilai-nilai tahanan jenis batuan khususnya batuan yang mengandung air tanah yang disesuaikan dengan kondisi geologi daerah eksplorasi. Analisis kondisi geologi daerah ini mengacu pada hasil pemetaan geologi yang pernah dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan dan Penelitian Geologi Bandung, yang ditunjang dengan pemetaan geologi tinjau pada saat pengukuran geolistrik dilaksanakan. Pembuatan penampang sebaran air tanah bawah permukaan

dilakukan dengan menggunakan interpretasi geologi permukaan dan pengolahan hasil pengukuran geolistrik memakai software Res2dinv Versi 3.54p.

Variabel penelitian : Melakukan survei awal lapangan, pengambilan data sekunder berupa interpretasi peta topografi, peta geologi, pengumpulan referensi yang berkaitan dengan fokus penelitian dan persiapan peralatan. Melakukan pengambilan data dengan metoda Geolistrik Tahanan Jenis (resistivity), hal ini cukup bermanfaat untuk memprediksi lokasi dan kedalaman tempat eksplorasi air tanah.

Hipotesis : Jika dari hasil penelitian dinyatakan bahwa daerah penelitian memiliki potensi cadangan air tanah dalam. Maka langkah selanjutnya adalah merumuskan perencanaan letak dan kedalaman maksimum titik pemboran eksplorasi, sebagai tahapan pekerjaan selanjutnya dalam eksplorasi air bersih.