Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

AGAMA ISLAM IV

AKHLAQ TERHADAP GURU


TUGAS KELOMPOK Dosen: Drs. H. Murtadlo Amin, M. Hi

Disusun Oleh: IfadatulLayyinah (2100730134) SitiAlfiyah KhasinolAsror (2100730142) (2100730150)

Khurnia Zulianti (2100733127) NurHayati (2100730 )

UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS April 2012

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa ada halangan suatu apapun. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Agama Islam IV yang dibimbing oleh Bapak Murtadlo Amin. Dan tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pembuatan makalah ini. Kami menyadari makalah yang kami buat masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun kami harapkan dari semua pihak.

17 April 2012

Penulis

PENDAHULUAN
A. Pengertian Akhlaq Akhlak berasal dari bahasa arab yaitu alkhulq, al-khuluq yang mempunyai arti watak, tabiat. Secara istilah akhlak menurut Ibnu Maskawi adalah sesuatu keadaan bagi jiwa yang mendorong ia melakukan tindakan-tindakan dari keadaan itu tanpa melalui pikiran dan pertimbangan. Keadaan ini terbagi dua, ada yang berasal dari tabiat aslinya, ada pula yang diperoleh dari kebiasaan yang berulangulang. Boleh jadi, pada mulanya tindakan itu melalui pikiran dan pertimbangan, kemudian dilakukan terus menerus, maka jadilah suatu bakat dan akhlak. Dasar keilmuan itu tidak dapat diperoleh dengan belajar sendiri dari kitab, namun harus bimbingan seorang guru ahli yang akan membuka pintu-pintu ilmu baginya, agar engkau selamat dari kesalahan dan ketergelinciran. Oleh karena itu, hendaknya engkau menjaga kehormatannya, yang mana itu adalah tanda keberhasilan, kesuksesan, serta engkau akan bisa mendapatkan ilmu dan taufiq. Jadikanlah gurumu orang yang engkau hormati, hargai, agungkan, dan berlakulah yang lembut. Berlakulah penuh sopan santun kepadanya saat duduk bersama, berbicara kepadanya, saat bertanya dan mendengar pelajaran, bersikap baik saat membuka lembaran kitab di hadapannya. Jangan banyak bicara dan berdebat dengannya. Jangan mendahuluinya, baik dalam bicara maupun saat jalan. Jangan banyak berbicara kepadanya dan jangan memotong pembicaraannya, baik di tengah-tengah pelajaran maupun lainnya.

B. Akhlaq siswa terhadap guru Seorang siswa wajib berbuat baik kepada guru dalam arti menghormati, memuliakan dengan ucapan dan perbuatan sebagai balas jasa atas kebaikan yang diberikannya. Siswa berbuat baik dan berakhlak mulia atau bertingkah laku kepada guru dengan dasar pemikiran sebagai berikut, seperti sabda Rosulullah SAW yang artinya : Muliakanlah orang yang kamu belajar darinya(HR. Abdul Hasan AlMawardi), Muliakanlah guru-guru Al-Quran (agama) karena barangsiapa yang memuliakan mereka berarti ia memuliakan Aku(HR. Abdul Hasan Al-Mawardi).

Penyair mesir Ahmad Syauki Bey mengatakan :Berdiri dan hormatilah guru dan berilah ia penghargaan,(karena) seorang guru itu hampir saja merupakan Tuhan.(HR.Abdul Hasan Al-Mawardi). Seorang siswa wajib berbuat baik kepada guru dalam arti menghormati, memuliakan dengan ucapan dan perbuatan sebagai balas jasa atas kebaikan yang diberikannya. Siswa berbuat baik dan berakhlak mulia atau bertingkah laku kepada guru dengan dasar pemikiran sebagai berikut : 1. Memuliakan dan menghormati guru termasuk satu perintah agama Sabda Rosullullah SAW yang artinya : Muliakanlah orang yang kamu belajar darinya (HR. Abdul Hasan Al-Mawardi), Muliakanlah guru-guru Al-Quran (agama) karena barangsiapa yang memuliakan mereka berarti ia memuliakan Aku (HR. Abdul Hasan Al-Mawardi). Penyair Mesir Ahmad Syauki Bey mengatakan :Berdiri dan hormatilah guru dan berilah ia penghargaan, (karena) seorang guru itu hampir saja merupakan Tuhan. (HR. Abdul Hasan Al-Mawardi) 2. Guru adalah orang yang sangat mulia Dalam sejarah nabi disebutkan, bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad SAW keluar rumah.Tiba-tiba beliau melihat ada dua majilis yang berbeda.Majilis yang pertama adalah orang-orang yang beribadah yang sedang berdoa kepadan Allah dengan segala kecintaan kepadaNya, sedang majilis yang kedua ialah majilis pendidikan dan pengajaran yang terdiri dari guru dan sejumlah murid-muridnya. Melihat dua macam majilis yang berbeda Nabi bersabda: Adapun mereka dari majilis ibadah mereka sedang berdoa kepada Allah. Jika Allah mau, Allah menerima doa mereka dan jika Allah mau Allah menolak doa mereka. Tetapi mereka yang termasuk dalam majilis pengajaran manusia.Sesungguhnya aku diutus Tuhan adalah untuk menjadi guru. (HR. Ahmad)

3. Guru adalah orang yang sangat besar jasanya dalam meberikan ilmu pengetahuan, ketrampilan, pengalaman dan mental kepada siswa Bekal ini jika diamalkan jauh lebih berharga dari pada harta benda.Orang yang ingin sukses di dunia dan akhirat harus dengan ilmu. Sabda Rosulullah SAW : Barang siapa yang menghendaki dunia, wajib ia mempunyai ilmu. Barang siapa yang menghendaki akhirat, wajib mempunyai ilmu. Dan barang siapa yang menghendakidunia dan akhirat kedua-duanya, wajib juga mempunyai ilmu. (HR. Ahmad) 4. Dilihat dari segi usia, maka pada umumnya guru lebih tua dari pada muridnya, sedangkan orang muda wajib menghormati orang yang lebih tua. Sabda Rosulullah SAW :Bukan dari umatku, orang yang lebih muda yang tidak sayang kepada yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua.(HR. Abu Daud dan Turmudzi). Cara berakhlak terhadap Guru Banyak cara yang dapat dilakukan seorang siswa dalam rangka berakhlak terhadap seorang guru, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Menghormati dan memuliakannya serta mengagungkannya menurut cara yang wajar dan dilakukan karena Allah 2. Berupaya menyenangkan hatinya dengan cara yang baik 3. Tidak merepotkan guru dengan banyak pertanyaan 4. Tidak meletihkan guru dengan berbagai pertanyaan dan beban lainnya 5. Jangan berjalan dihadapannya 6. Jangan duduk ditempat duduknya 7. Jangan mulai berbicara kecuali setelah mendapat izin darinya 8. Jangan membukakan rahasia guru 9. Jangan melawan dan menipu guru 10. Meminta maaf jika berkata keliru terhadap guru

11. Memuliakan keluarganya 12. Memuliakan sahabat karib guru Tidak kalah pentingnya seorang siswa dapat berakhlakkul karimah dengan teman sebayanya (disekolah).Dalam pergaulan seorang siswa dengan teman sebayanya sangat diperlukan adanya kerjasama, saling pengertian dan saling menghargai. Pergaulan yang dilandasi oleh saling menghargai akan menimbulkan rasa setia kawan yang akrab dan kerukunan yang mantap, serta tidak akan timbul rasa curiga mencurigai, rasa dendam, saling jelek menjelekkan, cela mencela, sehingga terhindar percekcokan dan perkelahian antar pelajar. Dalam kitab disebutkan bahwa setiap murid dalam jiwanya harus ada akhlak kepada gurunya dan akhlak kepada temannya. Guru adalah orang tua kedua, yaitu orang yang mendidik murid-muridnya untuk menjadi lebih baik sebagaimana yang diridhoi AllohSWT.Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orang tua, maka wajib pula mematuhi perintah para guru selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syariat agama.Dalam pandangan tasawuf ilmu tidak bermanfaat salah satunya karena tidak hormatnya murid terhadap gurunya. Di antara akhlaq kepada guru adalah:

memuliakan, tidak menghina atau mencaci-maki guru, sebagaimana sabda Rosululloh saw : Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan orang

yang lebih tua dan tidak menyayangi orang yang lebih muda.( HSR. Ahmad dan At-Tirmidzi ) ( HR. Ahmad, Muslim dan Al-Hakim )

memperhatikan ketika guru sedang menjelaskan, sebagaimana hadits Abu Said Al-Khudri ra : Orang-orang pun diam seakan-akan ada burung di atas kepala

mereka. ( HR. Al-Bukhori ) Imam Sufyan Ats-Tsauri rohimahullohberkata : Bila kamu melihat ada anak muda yang bercakap-cakap padahal sang guru sedang menyampaikan ilmu, maka berputus-asalah dari kebaikannya, karena dia sedikit rasa malunya. ( AR. Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ilas-Sunan )

bertanya kepada guru bila ada sesuatu yang belum dia mengerti dengan cara baik. Alloh berfirman : Bertanyalah kepada ahli dzikr ( yakni para ulama ) bila kamu tidak

tahu. ( Qs. An-Nahl : 43 dan Al-Anbiya : 7 ) Rosululloh saw bersabda : Mengapa mereka tidak bertanya ketika tidak tahu ? Bukankah obat dari ketidaktahuan adalah bertanya ?( HSR. Abu Dawud )

Dan menghindari pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada faedahnya, sekedar mengolok-olok atau yang dilatarbelakangi oleh niat yang buruk, oleh karena itu Alloh berfirman :

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan sesuatu yang bila dijawab niscaya akan menyusahkan kalian.( Qs. Al-Maidah : 101 ) Ketika bertanya mestinya dilakukan dengan cara dan bahasa yang bagus. Berkata Imam Maimun bin Mihron : Pertanyaan yang bagus menunjukkan separuh dari kefahaman. ( AR. Al-Khothib Al-Baghdadi dalam Al-Jami )

Menegur guru bila melakukan kesalahan dengan cara yang penuh hormat, sebagaimana sabda Rosululloh : , :

Agama adalah nasihat. Kami ( Shahabat ) bertanya : Untuk siapa ? Beliau menjawab : Untuk mentaati Alloh, melaksanakan Kitab-Nya, mengikuti Rosul-Nya untuk para pemimpin kaum muslimin dan untuk orang-orang umum. ( HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi dll ) C. Adab akhlak terhadap guru Dikehendakinya dan pembicaraan Dzat Yang Menolongnya. Meskipun pada saat itu, didekatnya banyak syair.Nyanyian, suara-suara teman-teman syetan, para pengikut hawa nafsu, dan para pengejar kesenangan. Seorang murid hendaknya tidak menentang seseorang pada saat iamendengarkan dan tidak menolak seseorang dalam menuntut sesuatu yang diinginkan dandirindukannya, berupa surga dan bidadari serta melihat Allah SWT di akhirat, yang mana ia telahzuhud terhadap dunia, kelezatan dan kesenangannya, anak-anak dan wanitanya. Ia telah berani bersabar atau keburukan, ujian dan cobaan di dunia serta berpaling kepada anak-anak di akhirat.Hendaknya dia menyerahkan semua itu kepada para guru yang ada. Sesungguhnya mereka itudalam kekuasaan guru.Bila belajar pada seseorang guru, dia harus percaya bahwa dikampung itu tidak ada orangyang lebih utama dari gurunya, sehingga dia akan berhasil mendapatkan apa yang dia cita-citakan, dan sang guru akan dapat menghadapkan kepada Allah

SWT. Murid harus menjagarahasianya ketika berkhidmat bersama Allah SWT dalam mencapai kehendaknya. Dia harus menganggap bahwa apa yang dikatakan oleh gurunya adalah sesuatu yang sesuai dengan keadaannnya. Sesungguhnya melawan guru adalah racun yang sangat berbahaya.Jadi, jangansampai murid menentang guru, baik secara terangterangan maupun secara tersembunyi. Dia tidak boleh menyembunyikan sedikitpun keadaan dan rahasianya terhadap guru, dan tidak memperlihatkan kepada orang lain apa yang telah diperintahkan kepadanya. Tidak sepatutnya bagi seorang murid bertekad meminta kemurahan atau meminta kembali kepada apa yang telahditinggalkannya karena Allah SWT. Sesungguhnya hal itu merupakan kesalahan besar sekaliguskerusakan kehendak bagi ahli tharekat.Disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW,Orang yang kembali kepada keadaannya seperti anjing yang muntah lalu memakannya lagi.Dia harus bersungguh-sungguh berpegang pada adab yang telah diperintahkan oleh gurunya, jangan sampai menjadi kurang beradab. Jika terjadi kekurangan dalam melaksanakan apa yang telahdiisyararatkan gurunya, maka murid harus memberitahukan hal itu kepada gurunya sehinggaguru akan memberikan arahan yang sesuai dengannya dan mendoakan agar mendapatkan taufik,kemudahan dan keberhasilan. Adapun yang harus diperhatikan adab terhadap guru diantarnya:* menghormati dan memuliakan guru dan keluarganya dengan tulus dan ikhlas* tunduk dan patuh terhadap semua perintah dan nasihat guru* jujur dan setia bersama guru* bersikap rendah hati, lembut dan santun kepada guru* hendaknya memaafkan guru ketika beliau melakukan suatu kesalahan* tidak menjelek-jelekan dan tidak memfitnah guru* tidak menghianati dan tidak menyakiti hati guru* berusaha melayani guru dengan sebaik-baiknya* selalu berusaha menyenangkan hati guru* memanggil guru dengan panggilan yang disukainya* berusaha menyukai apa yang disukai oleh guru* membiasakan diri memberikan hadiah kepada guru dan keluarganya sebagai tanda penghormatan kepada mereka* tidak berjalan di depan guru ketika berjalan bersamanya* tidak terbahak-bahak di depan guru* tidak meninggikan

suara ketika berbicara dengan guru selalu duduk dalam sikap sopan* berusaha keras ( jihad ) dan tekad membuat kemajuan bersama guruAdapun adab menurut Imam al-Ghazali seseorang murid terhadap gurunya hendaklah: Memberikan sepenuh perhatian kepada gurunya. Mendiamkan diri sewaktu guru sedang menyampaikan pelajaran.

Menunjukkan minat terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Tidak meninggikan suara terhadap guru, sebaliknya memadailah berkata dengan suara yangdidengari. Sekiranya perlu bertanya, pastikan guru bersedia memberikan jawapan. Menghormati guru di hadapan dan belakangnya. Menutup kelemahan guru agar tidak didedahkan tanpa keperluan. Mendoakan kebaikan baginya.Salah satu rahasia seorang murid bisa berhasil mendapatkan ilmu dari gurunya adalah taatdan hormat kepada gurunya. Guru adalah orang yang punya ilmu. Sedangkan murid adalah orangyang mendapatkan ilmu dari sang guru. Seorang murid harus berbakti kepada gurunya. Dia tidak boleh membantah apalagi menentang perintah sang guru (kecuali jika gurunya mengajarkanajaran yang tercela dan bertentangan dengan syariat Islam maka sang murid wajib tidak menurutinya). Kalau titah guru baik, murid tidak boleh membantahnya.Di bawah ini merupakan metode yang baik dalam mencari/menuntut ilmu, agar ilmuyang kita miliki bermanfaat dan mendapat barokah dari Allah:1. Awali dengan niat yang benar, baik dan ikhlas.Niatkan bahwa mencari/menuntut ilmuhanya untuk mendapatkan ridho Allah. Niatkan bahwa ilmu yang dimiliki akan digunakan untuk kebaikan, bukan untuk mengejar dunia semata. Niatkan bahwa dengan ilmu tersebut, kita berjuang di jalan Allah.Memohonlah kepada Allah agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dunia-akhirat.Memohonlah kepada Allah agar kita terhindar dari ilmu/ajaran sesat dan menyesatkan.2.Selalu minta restu dan ridho orangtua.Mintalah dengan kerendahan hati dan santun kepada orangtua untuk mendoakan agar kita selamat dunia-akhirat.3.Berhati-hati dalam memilih ilmu.

Pelajarilah ilmu agama sebagai landasan hidup. Pelajarilah ilmu tentang aqidah, karena aqidah yang benar merupakan pondasi keimanan.Pelajarilah ilmu tentang akhlak, karena akhlak merupakan cermin dari suasana hati.

Ingatlah... bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia.Pelajarilah ilmu fiqh agar tata cara ibadah kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW Pelajarilah ilmu-ilmu duniawi sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah dan berbuatkebaikan.4.Belajar kepada guru yang terpercaya akan keilmuannya dan agamanya. Cara ini lebih cepat dan lebih meyakinkan daripada belajar tanpa guru. Dengan belajar kepada guru akanmemungkinkan diskusi, tanya-jawab dan timbal-balik antara murid dan guru.Belajar kepada alam. Gunakanlah akal untuk memikirkan alam semesta ini dan kejadian-kejadiannya, dalam rangka meneguhkan/menguatkan keyakinan kita terhadap kekuasaan dan keagunggan Allah.5.Belajar dari pengalaman dan ujian hidup.Jika hidup dan kehidupan ini kita jalani dengan kesholehan hati, maka setiap pengalaman dan ujian/cobaan dapat kita jadikan pelajaran. Sabar dan rasa syukur kepada Allah merupakan dua aspek penting dalam mengambil atau memetik pelajaran dari pengalaman dan ujian hidup. Adab murid kepada guru.menghormati dan memuliakan guru dan keluarganya dengan tulus dan ikhlas; tunduk dan patuh terhadap semua perintah dan nasihat guru,jujur dan setia bersama guru, bersikap rendah hati, lembut dan santunkepada guru Insya Allah ilmu yang kita miliki dapat menyelamatkan kita di kemudian hari. Jika penuntut ilmu tidak memperhatikan bahkan meninggalkan adab dan akhlak, maka amal danilmunya tidak akan mendapatkan barokah dari Allah.

Beri Nilai