Anda di halaman 1dari 20

CASH FLOW DIAGRAM

Pengertian
Cashflow diagram adalah diagram-diagram yang menggambarkan aliran keluar masuknya uang
(dalam diagram tersebut digunakan notasi).
Fungsi cashflow
Untuk menvisualisasikan tentang aliran uang yang terjadi pada berbagai waktu.
Aturan umum dari pembuatan cashflow :
Garis horizontal menunjukan skala waktu
Tanda panah ke atas menyatakan penerimaan atau inflow (+)
Tanda panah ke bawah menyatakan pengeluaran atau outflow (-)
Cashflow dilihat dari pihak siapa karena masuk pada peminjam = keluar bagi pemberi

Notasi yang digunakan dalam diagram cashflow adalah :
i = Tingkat suku bunga setiap periode
N = Jumlah periode terhitung
P = Jumlah uang pada saat sekarang (present)
F = Jumlah uang pada masa yang akan datang (future)
A = Jumlah uang pada saat akhir periode pada perhitungan secara uniform - series



CASH FLOW
Setiap kegiatan maupun aktivitas yang dilakukan manusia dewasa ini akan selalu
mengakibatkan timbulnya sejumlah biaya untuk penyelenggaraan kegiataan tersebut, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Biaya langsung berasal dari kebutuhan pembayaran-
pembayaran atas material, peralatan dan fasilitas lainnya serta upah yang dibayarkan pada
petugas yang melaksanakannya. Biaya tidak langsung yaitu pengeluaran-pengeluaran lainnya di
luar komponen di atas atau kerugian serta dampak negatif yang mungkin diterima akibat adanya
kegiatan/ aktivitas dimaksud. Akibat dari suatu kegiatan akan diperoleh suatu manfaat, mungkin
dalam bentuk produk benda, jasa, ataupun kemudahan. Manfaat produk yang dihasilkan jika
dijual akan menghasilkan sejumlah uang penjualan, jika disewakan akan menghasilkan sejumlah
uang sewaan dan jika dimanfaatkan sendiri akan menghasilkan sejumlah penghematan
biaya atau tenaga yang pada akhirnya dapat dihitung dalam satuan uang. Dengan demikian suatu
kegiatan selalu akan memunculkan sejumlah uang masuk dan uang keluar.
Data tentang uang masuk dan uang keluar dari suatu kegiatan hanya merupakan suatu
catatan pembukaan, baik pada buku harian, buku besar, maupun laporan pemasukan dan
pengeluaran. Selanjutnya jika data tentang uang masuk dan uang keluar tersebut dihitung untuk
setiap periode waktu tertentu disebut dengan cash flow (aliran uang). Periode waktu cashflow
ditetapkan dalam berbagai satuan interval waktu tergantung pada tingkat agregasi data yang
dibutuhkan. Jika yang dimaksud hanya uang keluar (pembiayaan) disebut cash-out (cost) dan
sebaliknya jika yang dimaksud hanya uang masuk (penerimaan) disebut cash-in.
Pembicaraan tentang cashflow menjadi sangat penting saat kita melakukan analisis
evaluasi terhadap suatu rencana investasi. Dimana suatu rencana investasi akan menyangkut
pengeluaran dana yang cukup besar, baik untuk investasi itu sendiri maupun penyediaan akan
biaya operasional dan perawatannya saat invesatasi itu dioperasikan/ dimanfaatkan, disamping
akan memberikan/menghasilkan sejumlah manfaat investasi. Oleh karena itu, pertimbanagn
melalui analisis komprehensif dan seksama perlu dilakukan sebelum suatu investasi diwujudkan.
Penerimaan dari suatu investasi berasal dari pendapatan atas pelayanan fasilitas atau penjualan
produk yang dihasilkan dan manfaat terukur lainnyaselama umur pengguna, ditambah dengan
nilai jual investasi saat umurnya habis. Semua penerimaan/ pendapatan itu disebut dengan
Benefit. Sementara itu, pembiayaan berasal dari biaya awal fasilitas (investasi) yang kemudian
diikuti biaya-biaya lainnya selama pelayanan/ pengoperasiaan fasilitas. Dalam kondisi tertentu
biaya-biaya pelayanan tersebut terdiri dari biaya operasi fasilitas (operation cost), biaya
perawatan (maintenance cost) dan biaya perbaikan (rehabilitation/ overhaul cost).
Karena biaya maupun pendapatan terjadi pada intensitas waktu yang tidak tetap selama
umur peralatan, maka untuk penyederhanaan perhitungan didekati dengan satuan interval
tertentu. Komulatif transaksi yang terjadi dalam periode interval tersebut umumnya dicatatkan
pada akhir periode interval, kecuali untuk investasi dicatatkan pada awal periode (tahun ke nol).


Single Payment
Single payment disebut sebagai cash flow tunggal dimana sejumlah uang saat ini sebesar
P (present) dipinjamkan kepada seseorang dengan suku bunga sebesar i (interest) pada suatu
periode n , maka jumlah yang harus dibayar sesuai dengan nilai uang pada periode n sebesar
F (future). Nilai F akan ekivalensi dengan P saat ini pada suku bunga i. Dengan rumus:

Jika dibalik, misalnya F diketahui dan P yang dicari maka hubungan persamaannya menjadi:


Contoh soal:
Seorang mahasiswa menginginkan uang 4 tahun mendatang sebesar Rp30.000.000 guna
membiayai kuliah S2-nya kelak. Berapa uang yang harus disetor mahasiswa itu sekarang ke
bank, jika diketahui rate of interest sebesar 15% per tahun?
Diketahui:
F=30.000.000
I=15% per tahun
N=4 tahun
Ditanyakan: uang yang harus distor > P?
Langkah pertama > membuat grafik cash flow!





Langkah kedua > mencari faktor pengali bunga

Langkah ketiga > lakukan perhitungan
Faktor pengali sebesar=0.5718 , sehingga uang yang harus disetor mahasiswa tersebut sebesar:
P = F(P/F,i,n)
P = 30.000.000 (0.5718)
P = Rp17.154.000
Annual Cash Flow (Uniform Series Payment)
Metode annual cash flow diaplikasikan untuk suatu pembayaran yang sama besarnya tiap
periode untuk jangka waktu yang lama, seperti mencicil rumah, mobil dan lainnya. Grafik
annual cash flow digambarkan dalam bentuk grafik di bawah ini:

a. Hubungan Annual dengan Future
Dengan menguraikan bentuk annual menjadi bentuk tunggal (single) dan selanjutnya
masing-masingnya itu diasumsikan sebagai suatu yang terpisah dan dijumlahkan dengan
menggunakan persamaan sebelumnya. Maka akan diperoleh rumus:

b. Hubungan Future dengan Annual

c. Hubungan Annual dengan Present (P)
Jika sejumlah uang present didistribusikan secara merata setiap periode akan diperoleh besaran
ekuivalen sebesar A, yaitu:

d. Hubungan Present (P) dengan Annual (A)

Cash Flow Gradient (Uniform Gradient Payment)
Cash flow gradient adalah cash flow dimana jumlah aliran uangnya meningkat dalam
jumlah tertentu setiap periode. Tipe dari cash flow gradient terdiri dari:
a. Cash flow arithmatic gradient, yaitu jika peningkatannya dalam jumlah uang yang sama
setiap periode (peningkatan linear). Simbol yang biasa digunakan adalah G

b. Cash flow geometric gradient, yaitu jika peningkatan arus uangnya proposional dengan
jumlah uang periode sebelumnya, dimana hasil peningkatannya tidak dalam jumlah yang sama,
tetapi semakin lama semakin besar dan merupakan fungsi pertumbuhan. Simbol yang biasa
digunakan g
sumber: http://www.steverrobbins.com/articles/profit-and-cash-flow-explained.htm
Giatman, M.2006.Ekonomi Teknik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada




INFLASI
Pengertian
Proses meningkatnya tingkat harga umum dalam suatu perekonomian yang berlangsung
secara terus menerus dan saling mempengaruhi dari waktu ke waktu (jangka panjang). Proses
menurunnya nilai mata uang secara terus menerus.
Jenis Inflasi (Berdasar penyebabnya)
1. Demand pull inflation :
Inflasi yang timbul karena permintaan masyarakat akan berbagai macam barang terlalu
kuat (inflasi tarikan permintaan)
2. Cost push inflation :
Terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk
(output) yang dihasilkan ikut naik (dorongan biaya produksi)
3. Mixed inflation :
Inflasi disebabkan kombinasi DPI & CPI








P
P1
0
Q1 Q
P
D
D
E
D1
D1
E1
S
S
Q
DEMAND PULL INFLATION

Keterangan :
Kenaikan permintaan mengakibatkan kurva DD bergeser D1D1
Titik keseimbangan pada E menjadi E1
Harga naik dari OP menjadi OP1 dan
Permintaan/penawaran naik OQ menjadi OQ1













Keterangan :
Kenaikan biaya produksi mengakibatkan kurva SS bergeser S1S1
Titik keseimbangan pada E menjadi E1
Harga naik dari OP menjadi OP1 dan
Permintaan/penawaran turun dr OQ menjadi OQ1

COST PUSH INFLATION
P
P1
0
Q1
Q
P
D
D
E
S1
S1
E1
S
S
Q
Jenis Inflasi (Berdasar asa timbulnya)
1. Domestic Inflation :
Inflasi yang berasal dari dalam negeri akibat dari terjadinya defisit anggaran belanja yang
dibiayai dengan mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat bahan makan mahal.
2. Imported Inflation :
Berasal dari luar negeri akaibat adanya perdagangan antar negara, dimana negara lain
mengalami inflasi.
Jenis Inflasi (Berdasar cakupan pengaruh kenaikan harga)
1. Closed Inflation :
Inflasi terjadi jika kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengan beberapa barang
tertentu secara terus menerus
2. Open Inflation :
Kenaikan harga terjadi secara keseluruhan
3. Hyper Inflation :
Serangan inflasi yang hebat dan setiap harga terus berubah naik sehingga orang tidak dapat
menahan uang lebih lama karena nilai uang terus merosot
Jenis Inflasi (Berdasar berat atau ringannya)
1. Inflasi ringan : dibawah 10% setahun
2. Inflasi sedang : antara 10% - 30% setahun
3. Inflasi berat : antara 30% - 100% setahun
4. Hiperinflasi : lebih 100% setahun
Teori Inflasi
1. Teori kuantitas :
Inflasi terjadi jika kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengan beberapa barang
tertentu secara terus menerus
2. Teori Keynes :
Kenaikan harga terjadi secara keseluruhan

3. Teori Strukturalis :
Serangan inflasi yang hebat dan setiap harga terus berubah naik sehingga orang tidak dapat
menahan uang lebih lama karena nilai uang terus merosot
Kebijakan mengatasi inflasi Inflasi
1. Kebijakan Moneter
Kebijakan yang berkenaan dengan naik-turunnya jumlah uang yang beredar
2. Kebijakan fiskal
Kebijakan yang berkenaan dengan penerimaan-pengeluaran pemerintah
3. Kebijakan Non Moneter/non Fiskal (Riil)
Kebijakan yang berkenaan langsung dengan masyarakat & pengusaha (sektor Riil)
Dampak inflasi
1. Meningkatkan kesenjangan
2. Ketidakpastian ekonomi
3. Meningkatkan kegiatan spekulatif
4. Menurunkan daya beli masyarakat
Menghitung besarnya kenaikan harga :

Keterangan :
n : Tahun berjalan
o : Tahun dasar
Pn : Harga barang sekarang
Po : Harga barang pada tahun dasar
Menghitung besarnya laju inflasi


Keterangan :
I : Laju Inflasi
IHt : IH pada periode t
100 x
Po
Pn
I =
100
1
1
x
IH
IH IH
I
t
t t


=
IHt-1 : IH pada periode t-1



















ANUITAS (ANNUITY)
Anuitas adalah suatu rangkaian pembayaran dengan jumlah yang sama besar pada setiap
interval pembayaran. Besar kecilnya jumlah pembayaran pada setiap interval tergantung pada
jumlah pinjaman, jangka waktu, dan tingkat bunga.
Anuitas dapat dibagi atas dua bagian:
1. Anuitas Biasa (Simple Annuity)
2. Anitas Kompleks (Complex Annuity).
Anuitas Biasa
Anuitas biasa adalah sebuah anuitas yang mempunyai interval yang sama antara waktu
pembayaran dengan waktu dibungamajemukkan. Berdasarkan tanggal pembayarannya, anuitas
biasa dapat dibagi 3 bagian, yaitu:
1. Ordinary annuity
2. Annuity due
3. Deferred annuity.
Ordinary annuity
Ordinary annuity adalah sebuah anuitas yang diperhitungkan pada setiap akhir interval
seperti akhir bulan, akhir kuartal, akhir setiap 6 bulan, maupun pada setiap akhir tahun.
An = R R = An

Sn = R R = Sn
Di mana:
An = Present value
R = Annuity
Sn = Future value
i = Tingkat bunga/interval
n = Jumlah interval pembayaran
(

+

i
i
n
) 1 ( 1
(

+
i
i
n
} 1 ) 1 {(
(

+

} ) 1 ( 1 {
n
i
i
(

+ } 1 ) 1 {(
n
i
i
a. Present Value
Present value adalah nilai sekarang dari sebuah anuitas dan identik dengan nilai awal dari
penanaman modal.
Contoh soal:
Sebuah perusahaan mencicil pinjaman sebesar Rp 50.000,- pada setiap akhir bulan selama 6
bulan dengan suku bunga diperhitungkan sebesar 18% per tahun. Berapakah besarnya present
value?
Diketahui : R = Rp. 50.000,-, i= 18%/12 = 0,015, n=6
Rumus : An = R
Catatan: nilai discount factor dari anuitas di atas dapat dilihat pada Lampiran 3 pada n=6 dan
i=1,5%.
b. Anuitas dari present value
Anuitas dari sebuah present value sama dengan jumlah angsuran pada setiap interval.
Jumlah angsuran pada setiap interval dari sejumlah pinjaman tergantung pada besar kecilnya
tingkat bunga dan jangka waktu yang digunakan.
c. Jumlah penerimaan (Future amount)
Jumlah penerimaan dari serangkaian pembayaran diperhitungkan bunga secara bunga
majemuk (compound interest) dari sejumlah uang yang dicicil. Jumlah pembayaran pada interval
pertama, diperhitungkan bunga pada akhir interval kedua, sehingga jumlah penerimaan pada
akhir interval kedua adalah sebesar 2 kali setoran ditambah dengan bunga pada setoran pertama.
d. Tingkat Bunga
Bila present value diketahui:

Bila jumlah penerimaan diketahui :

e. Menentukan Jangka Waktu
Untuk menentukan jangka waktu dari sebuah anuitas, sama halnya dengan cara
menentukan tingkat bunga.



R
An
i
i
n
=
(



} ) 1 ( 1 {
R
Sn
i
i
n
=
(

+ 1 ) 1 {(
Annuity Due
Annuity due adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval.
Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua
merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya. Pada formula annuity due ditambahkan
satu compounding factor (1+i), baik untuk present value maupun future value.
Penambahan satu compounding factor pada annuity due adalah sebagai akibat pembayaran
yang dilakukan pada setiap awal interval. Nilai uang yang dihitung dengan annuity due selalu
lebih besar bila dibandingkan dengan ordinary annuity.
a. Perhitungan present value
Rumus:
An(ad) = R
Atau
An(ad) = R
Atau
An(ad) = R
b. Jumlah Pembayaran (Future amount)
Jumlah pembayaran dalam annuity due dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

Sn(ad) =
atau
Sn(ad) =
Atau
Sn(Ad) =

c. Hubungan antara Present Value dengan Future amount
Hubungan antara present value dengan future value sebuah annuity due sama dengan
hubungan yang terdapat pada perhitungan bunga majemuk. Present value merupakan modal
dasar dan future value merupakan penjabaran dari bunga majemuk.
An (ad) = Sn (ad) (1+i)
-n

Sn (ad) = An (ad) (1+i)
n

) 1 (
} ) 1 ( 1 {
i
i
i
n
+
(

+

(

+
+

1
) 1 ( 1 {
) 1 (
i
i
n
R
u
i
n
+
(

+
) 1 (
) 1 ( 1 {
R
i
i
R
i
i
R
i
i
i
R
n
n
n

+
(

+
+
(

+
+
+
} 1 ) 1 {(
1
} 1 ) 1 {(
) 1 (
} 1 ) 1 {(
) 1 (
1
Apabila diketahui nilai present value dari annuity due, jumlah penerimaan pada akhir
interval dapat diketahui tanpa menghitung besarnya anuitas pada setiap interval. Hubungan ini
tidak dapat diterapkan pada ordinary annuity maupun bentuk annuity lainnya, misalnya deferred
annuity.
d. Anuitas, jangka waktu, dan tingkat bunga
Penentuan anuitas dalam sebuah annuity due dapat dilakukan apabila nilai present value
atau future value (jumlah penerimaan) dari transaksi, tingkat bunga dan lamanya pinjaman
diketahui. Anuitas adalah cicilan yang harus dikembalikan oleh debitur, setiap bulan, kuartal,
maupun setiap tahun tergantung perjanjian.

Contoh :
Seorang pimpinan perusahaan telah melakukan penyetoran pinjaman secara cicilan pada bank
sebesar Rp 500.000,- pada setiap awal bulan. Tingkat bunga pinjaman diperhitungkan sebesar
18% per tahun. Berapa bulan harus diadakan penyetoran untuk menutupi pinjaman sebesar Rp
10.000.000,-?
Diketahui: R = 500.000,- i= 18%/12 = 1,5% An = 10.000.000,-
Ditanya: n = ?
Jawab:





Pada lampiran 3 pada i=1,5%, nilai 19 tidak tersedia. Nilai yang mendekati 19 pada i=1,5%
adalah pada n=22 dengan nilai 18,62082437 dan pada n=23 dengan nilai 19,33086145. Dengan
demikian untuk mengembalikan kredit Sebesar Rp 10 juta membutuhkan waktu 22 bulan lebih:
22 bulan < n < 23 bulan
Gunakan metode interpolasi untuk mengetahui waktu pengembalin secara pasti.



R
i
i
R ad An
n
+
(

+
=

} ) 1 ( 1 {
) (
) 1 (
19
500000
500000 10000000
015 , 0
} ) 015 , 0 1 ( 1 {
500000
015 , 0
} ) 015 , 0 1 ( 1 {
500000 100000000
) 1 (
) 1 (
=

=
(

+
+
(

+
=


n
n
Deferred Annuity
Deferred annuity adalah suatu seri (anuitas) yang pembayarannya dilakukan pada akhir
setiap interval. Perbedaan dengan ordinary annuity adalah dalam hal penanaman modal di mana
pada deferred annuity ada masa tengang waktu (grace period) yang tidak diperhitungkan bunga.




Anuitas Kompleks (Complex Annuity)
Anuitas kompleks adalah sebuah rentetan pembayaran dari suatu pinjaman dengan jumlah
yang sama pada setiap interval. Berbeda dengan anuitas biasa, pada anuitas kompleks interval
pembayaran dan interval bunga majemuk mempunyai interval yang berbeda. Apabila interval
pembayaran dilakukan pada setiap bulan, mungkin dibungamajemukkan pada setiap kuartal atau
sebaliknya apabila interval pembayaran dilakukan pada setiap kuartal, perhitungan bunga
majemuk dilakukan pada setiap bulan.
Jika dilihat dari tanggal pembayaran, anuitas kompleks dibagi 3:
1. Complex ordinary annuity
2. Complex due annuity
3. Complex deferred annuity.
1. Complex Ordinary Annuity
Pembayaran anuitas dalam complex ordinary annuity dilakukan pada akhir setiap interval.
Besar kecilnya anuitas tergantung pada besar kecilnya pinjaman, tingkat bunga, jangka waktu,
dan frekuensi bunga majemuk dalam satu tahun.
a. Present Value
Rumus:
c = perbandingan antara frekuensi bunga majemuk dalam satu tahun dengan frekuensi
pembayaran dalam satu tahun.
Contoh soal :
(

+
=
+
(

+
=

i
i
R da Sn
i
i
i
R da An
n
t
n
1 ) 1 {(
) (
) 1 (
} ) 1 ( 1 {
) (
(

+
(

+
=

} 1 ) 1 1 {(
} ) 1 ( 1 {
) (
c
nc
i
i
i
R Oa Anc
Seorang petani merencanakan meminjam uang ke bank untuk perluasan usaha sektor perikanan.
Berdasarkan pada perkiraan dan perhitungan benefit, ia mampu mengembalikan pinjaman
sebesar Rp 76.015 pada setiap akhir kuartal selama 2 tahun dengan tingkat bunga pinjaman
sebesar 18% per tahun dan dimajemukkan pada setiap bulan. Berapa besar jumlah kredit yang
bisa ia pinjam?
Diketahui: R=Rp 76.015 n = 2x4 = 8 (per kuartal)
c = 12/4 = 3 nc = 3x8 = 24 i = 18%/12 = 1,5%
Ditanya: Anc(Oa) = ?
Jawab :



b. Jumlah Penerimaan
Rumus:

Untuk mengubah nilai Anc dan Snc dalam complex ordinary annuity digunakan rumus berikut:




Keterangan :
r = tingkat bunga pada setiap pembayaran dalam simple ordinary annuity
i = tingkat bunga dalam complex ordinary annuity

c. Anuitas, jangka waktu, dan tingkat bunga
Penentuan anuitas dalam complex ordinary annuity sama halnya dengan perhitungan simple
ordinary annuity.

2. Complex Annuity Due
000 . 500 . ) (
) 32838278 , 0 )( 03040533 , 20 ( 015 . 76 ) (
} 1 ) 015 , 0 1 {(
015 , 0
015 , 0
} ) 015 , 0 1 ( 1 {
015 . 76 ) (
} 1 ) 1 {(
} ) 1 ( 1 {
) (
3
24
Rp oa Anc
oa Anc
oa Anc
i
i
i
i
R oa Anc
c
nc
=
=
(

+
(

+
=
(

+
(

+
=

+
(

+
=

1 ) 1 {(
1 ) 1 (
) (
c
nc
i
i
i
i
R oa Snc
(

+
=
(

+
=

r
r
R An
r
i
R Sn
n
n
} ) 1 ( 1 {
} 1 ) 1 {(
Complex annuity due adalah pembayaran yang dilakukan pada setiap awal interval.
Berbeda dengan simple annuity due, pada complex annuity due frekuensi bunga majemuk tidak
sama dengan frekuensi pembayaran dalam satu tahun. Sebagai kompensasi dalam perhitungan
harus dikalikan dengan discount factor [i/{1-(1+i)
c
}]





Untuk menghitung tingkat bunga, jangka waktu, dan anuitas sama dengan cara menghitung pada
complex ordinary annuity.
3. Complex Deferred Annuity
Pembayaran dilakukan pada setiap akhir interval. Perbedaan dengan complex annuity yang
lain adalah pada tenggang waktu yang tidak diperhitungkan bunga.
Contoh soal :
Seorang mahasiswa meminjam uang pada bank sebesar Rp 800.000,- untuk membayar biaya
kuliah. Ia akan mengembalikan pinjaman secara cicilan selama 5 tahun dan pengembalian
pinjaman dilakukan setelah 3 tahun meminjam. Bunga diperhitungkan 12% per tahun dan
dimajemukkan setiap 6 bulan. Berapa besarnya pembayaran yang harus dilakukan setiap akhir
tahun?
Diketahui:
Anc = Rp 800.000,- n=5
c = 2 (dibungamajemukkan 2 kali setahun dan pembayaran setiap tahun
t = 2
i = 12%/2= 6%
Ditanya: R?




Jawab : Rumus Anc dan Snc adalah sebagai berikut :
c
c
n
c
c
n
i
i
i
i
r
R ad Snc
i
i
i
i
i
R ad Anc
) 1 (
1 ) 1 (
} 1 ) 1 {(
) (
) 1 (
1 ) 1 (
} ) 1 ( 1 {
) (
+
(

+
(

+
=
+
(

+
(

+
=






Rumus untuk menghitung jumlah pembayaran setiap tahun:





















(

+
(

+
=
+
(

+
(

+
=

1 ) 1 (
1 ) 1 (
) (
) 1 (
1 ) 1 (
} ) 1 ( 1 {
) (
c
nc
ct
c
nc
i
i
i
r
R da Snc
i
i
i
i
i
R da Anc
=
=
+
(

+
(

+
=
+
(

+
(

+
=

, 682 . 282 .
) 262477 , 1 )( 06 , 2 )( 13586795 , 0 ( 000 . 800
) 06 , 0 1 (
06 , 0
} 1 ) 06 , 0 1 {(
) 06 , 0 1 ( 1 {
06 , 0
000 . 800
) 1 (
1 ) 1 {(
) 1 ( 1 {
) (
2 . 2
2
10
Rp R
R
R
i
i
i
i
i
da Anc R
ct
c
nc