Anda di halaman 1dari 155

ASUHAN PADA BBL

KEBIDANAN KEHAMILAN, DAN BERSALIN,

KOMPREHENSIF NIFAS, KB

OLEH

MARGIE 07241024 Tingkat

AYU

MELIA

NOVITA

III

Regular

KEMENTRIAN POLITEKNIK PROGRAM 2010

KESEHATAN KESEHATAN STUDI KEMENKES KEBIDANAN

REPUBLIK TANJUNG TANJUNG

INDONESIA KARANG KARANG

KATA

PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Asuhan Kebidanan Komprehensif ini dengan tepat waktu. Laporan ini dibuat sebagi hasil pelaporan dari kegiatan PKK III dan guna memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir program di Poltekkes Depkes Tanjung Karang Prodi Kebidanan Tanjung Karang. Dalam penulisan laporan studi kasus ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, saran, bantuan baik material maupun spiritual dari pihak dosen, pembimbing dan keluarga. Untuk itu pula pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Hj. Diana Metty, Amd. Keb, S.Pd, MM.KM selaku Ketua Jurusan kebidanan Poltekkes Depkes Tanjung Karang dan selaku pembimbing lahan praktek.

2. Ibu Rosmadewi, S.Pd, S.S.T selaku Ketua Jurusan Prodi Kebidanan Tanjung Karang. 3. 4. 5. Ibu Nelly Ibu Ibu Indrasari, Novita Sulistyani, S.SiT, SKM selaku S.ST penanggung selaku selaku jawab praktek lapangan kasus klinik.

Rudiyanti, Amd.Keb

pembimbing pembimbing

6. Orang tua, teman-teman serta pihak-pihak lain yang telah membantu dalam penulisan laporan ini Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam kumpulan kasus ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat mambangun demi perbaikan penyusunan laporan yang akan datang.

Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan mahasiswa Poltekkes Depkes Tanjung Karang pada khususnya.

Bandar

Lampung,

Mei

2010

Penulis BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR

BELAKANG

Institusi pendidikan Poltekkes Depkes Tnjung Karang Prodi Kebidanan bertujuan menghasilkan tenaga ahli madya kebidanan yang professional dan berkualitas sesuai dengan fungsi dan kompetensi yang ada, beiman berperi rasa, berperilaku kreatif dinamis memiliki integritas dan berkepribadian yang tinggi dan terbuka terhadap pembaharuan ilmu dan teknologi ( IPTEK ) serta tanggap terhadap seni dan berbagai maalah di masyarakat khususnya masalah kesehatan ibu dan anak. Kegiatan praktek klinik adalah salah satu upaya untuk mewujudkan bidan yang berkualitas setelah melalui masa pendidikan, dimana sesuai dengan tuntutan kurikulum yang ada diharapkan pengalaman belajar praktek dilapangan dapat menghasilkan keterampilan yang maksimal bagi peserta didik.

1.2 1.2.1 Tujuan

TUJUAN Umum

Setelah mengikuti kegiatan praktek kebidanan di lapangan diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan seluruh pengetahuan dalam memberikan asuhan kebidanan dalam lingkup komprehensif pada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, ibu nifas dan KB dengan tepat dan benar.

1.2.2

Tujuan

Khusus

Pada akhir praktek lapangan mahasiswa terampil dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada: Kehamilan Persalinan Ibu nifas

Bayi KB

baru

lahir

1.3 Diskusi Bed Observasi Praktek ( Pre conference side dan Post

METODE conference) teaching

langsung

1.4

WAKTU

Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 1 April -10 April 2010 dan 26 April - 22 Mei 2010.

1.5 BPS Suratmi Marnoto

TEMPAT Pringsewu

1.6 a. Pengarahan Bimbingan Bimbingan b. Mengikuti pengarahan yang dan pengarahan pada pada tentang asuhan

STRATEGI Pembimbing mahasiswa mahasiswa kebidanan Mahasiswa diberikan

Membuat asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan balita sehat Melaksanakan Mengisi Membuat laporan tindakan buku egiatan sesuai pencapaian harian secara dengan protap target individual

1.7 Evaluasi dilakukan setiap awal dan akhir

EVALUASI praktek.

LANDASAN PERSALINAN

TEORI

Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan slaput janin dari tubuh ibu.

Jenis-jenis 1.

persalinan Persalinan

: spontan.

Yaitu : persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir. 2. Persalinan buatan :

Yaitu : persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar seperti : forseps, SC, vakum. 3. Persalinan anjuran :

Yaitu : persalinan yang berlangsung setelah dilakukan tindakan misalnya : pemecahan ketuban, pemberian pitosin.

Sebab-sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas. Mungkin banyak faktor yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan. Bebebrapa teori yang dikemukakan adalah :

Turunnya

hormon

estrogen

dan

progesteron.

Progesterone menimbulkan relaksasi otot-otot rahim. Selama kehamilan terdapat eseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen di dalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron Teori menurun sehingga timbul his. oksitosin

Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah. Oleh karena itu, timbul kontraksi otot-otot rahim Nutrisi janin menurun.

Tekanan pada ganglion servikol dari fleksus frankenhauser,yang menghasilkan kontraksi uterus. Teori prostaglandin

Prostaglandin uyang dihasilkan oleh desidua, disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan.

Faktor 1. A.

POWER

faktor :

yang His

mempengaruhi dan

persalinan tenaga

: mengedan HIS

His adalah kontraksi otot-otot rahim pada persalinan. Pada bulan terakhir dari kehamilan sebelum persalinan, sudah ada kontraksi rahim yang disebut his pendahuluan atau his palsu, yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan daripada kontraksi Braxton Hicks. His pendahluan ini tidak teratur, menyebabkan nyerri di perut bagian bawah dan paha, tidak menyebabkan nyeri yang memencar dari pinggang ke perut seperti di persalinan, lama kontraksi pendek, tidak bertambah kat bila dibawa berjalan malahan sering berkurang, tidak mempunyai pengaruh pada serviks. Sifat dari his persalinan berkebalikan dari his pendahuluan. Kontraksi rahim bersifat berkala dan Lamanya yang kontraksi : harus kontraksi diperhatikan berlangsng adalah 45-75 : detik

Kekuatan kontraksi : menimbulkan naiknya tekanan intra utrerin sampai 35 mmHg

Interval antara dua kontraksi : pada permulaan persalinan his timbul sekali dalam 10 menit, dalam Menurut His kala faalnya pembukaan : pengeluaran his his persalnan yang sekali dapat dalam dibagi pembukaan 2 dalam dari menit : serviks

menimbulkan

His pengeluaran : his yang mendorong ana keluar, biasanya disertai kekiatan mengejan. His pelepasan uri : yang melepaskan uri

B.

TENAGA

MENGEJAN

Setelah pembukanan lengkap dan setelahn ketuban pecah, tenaga yang mendorong anak keluar selain his terutama disebabkan oleh kontraksi otot-otot dinding perut yang mengakibatkan peninggian tekanan intraabdominal. Tenaga ini serupa dengan tenaga mengejan sewaktu kita BAB tetapi jauh lebih kuat lagi, Rupanya sewaktu kepala sampai di dasar panggul, timbul suatu refleks yang menyebabkan pasien menutup glotisnya, mengkontraksikan otot-otot perutnya dan menekan diafragmanya ke bawah. Tenaga mengejan ini hanya dapat berehasil kalau pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu kontraksi rahim. Taanpa tenaga mengejan ini anak tidak dapat lahir. Tenaga mengejan ini juga melahirkan plasenta setelah plasenta lepas dari dinding rahim.

2. Perubahan A. Keadaan pada segmen uterus atas dan dan jalan lahir bawah rahim pada pada

PASSAGE persalinan. persalinan.

segmen

Sejak kehamilan yang lanjut,uterus dengan jelas terdiri dari dua bagian ialah segmen atas rahim yang dibentuk oleh korp[us dan segmen bawah rahim yang terjadi dari isthmus uteri. Segmen atas memegang peranan yang aktif karena berkontraksi dan dindingnya bertambah tebal dengan majunya persalinan. Sebaliknya segmen bawah rahim memegang peranan pasif dan makin tipis

dengan amjunya persalnan karena diregang. Kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas : Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berelaksasi kembali kekeadaan sebelum kontraksi tetapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun tonusnya tidak seperti sebelum kontraksi. Kotraksi tidak sama kuatnya, tetapi paling kuat di daerah fundus uteri dan berangsur berkurang ke bawah dan paling lemah pada segmen bawah rahim

B. Pengaruh

Perubahan perubahan bentuk

bentuk ini adalah

rahim :

Karena ukuran melntang berkurang, maka lemgkungan tulang punggung menjadi lebih lurus dan dengan demikian kutub atas anak tertekan pada fundus, sedangkan bawah ditekan ke dalam pintu atas panggul.

Karena rahim bertambah panjang, maka otot-otot memenjang diregang dan menarik pada segmen C. Faal bawah ligamen rotundum dan dalam serviks. persalinan

Pada tiap kontraksi, fundus yang tadinya tersandar pada tulang punggung berpindah ke depan mendesak dinding perut bagian depan ke depan.

Dengan adanya kontraksi dari tiap ligamen rotundum fundus uteri terhambat, sehingga waktu kontraksi D. Pembukaan E. ini fundus tak Perubahan servks ini biasanya dapat naik pada didahului dari pendataran dari ke atas. serviks serviks serviks

Pendataran

Pemendekan dari kanalis servikalis yang semula berupa saluran yang panjangnya 1-2 cm menjadi suatu F. lubang dengan Pembukaan pinggir dari yang tipis. serviks

Pembesaran dari ostium eksternum yang tadinya berupasatu lubang dengan diameter beberapa

milimeter menjadi lubang yang dapat G. Perubahan pada

dilalui vagina

anak

kira-kira diameternya 10 dan dasar

cm.

panggul

Setelah ketuban pecah segala perubahan terutama pada dasar panggul di timbulkan oleh bagian depan anak. Oleh bagian depan yang maju itu dasar panggul diregang menjadi salurabn dengan dinding-dinding yang tipis. Dari luar, peregangan oleh bagian depan nampak pada perineum yang menonjol dan menjadi tipis sedangkan anus menjadi terbuka.

3.

PASSENGER letak

: anak

janin, dalam

berat ilmu

badan,

letak

presentasi mengandumg

dan 4

posisi

janin. :

Istilah A.

kebidanan

pengertian

Situs Letak.

Yang dimaksud adalah letak sumbu panjang anak terhadap sumbu panjang Ibu. Letak memanjang ada 2 macam presentasi, ialah kalau kepala bayi menjadi bagian terbawah disebut presentasi kepala, sedangkan kalau bokong disebut presentasi bokong

Jika ukuran panjang anak melintang terhadap sunbu panjang Ibu maka anak dikatakan dalam letak lintang

Jika sumbu panjang anak serong terhadap sumbu panjang Ibu maka anak dalam letak serong B. Badan Kepala Lengan Tungkai terlipat pada menekur, bersilang lipatan paha, dan leku Yang dimaksud Sikap adalah anak anak dagu letak bagian-bagian yang anak satu terhadap ialah yang Habitus Sikap. lain : kyphose pada dada dada rapat pada badan.

fisiologis dalam dekat didepan lutuit

C. Posisi.

Posisio

Yang dimaksud adalah letak salah sartu bagian anak yang tertentu terhadap dinding perut atau jalan D. Presentasi. Yang dimaksud adalah apa yang menjadi bagian yang terendah lahir Presentasio

Perjalanan a. Tanda-tanda

persalinan persalinan

secara sudah

klinis. dekat

Beberapa minggu sebelum ibu bersalin, ia merasakan kandungan atau keadaannya menjadi lebih enteng(lightening). Ia meras kurang sesak,tetapi sebaliknya ia berjalan terasa lebih sukar,dan sering diganggu oleh perasaan nyeri pada anggota bawah,juga terdapat beser kencing (poliuria).secara singkat gejala ini di sebabkan oleh turunnya rahim karena kepala janin sudah masuk PAP. His palsu : ini terjadi 3 atau 4 miggu sebelum persalinan karena terjadi peningkatan dan b. 1. Timbulnya his kontraksi Tanda-tanda persalinan dari ialah his permulaan memancar braxton persalinan dengan keperut sifat sebagai bagian Hicks. : berikut depan.

Nyeri Teratur. Makin Jika

melingkar

punggung

lama

makin dibawa pengaruh

pendek berjalan pada

,intervalnya

dan bertambah

makin

kuat. kuat. serviks.

Mempunyai

pendataran

atau

pembukaan

2. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir atau blood swow, hal ini terjadi karena terlepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim pada saat pendataran serviks

sehingga

beberapa

kapiler

terputus.

3. Keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek, ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir lengkap.

Kala 1.

dalam Kala I

persalinan

. (Pembukaan)

Di mulai dari timbulnya his dan wanita mengeluarkan lendir yang bercampur darah (blood show) sampai dengan pembukaan lengkap (10 cm),proses ini terbagi dalam 2 fase yaitu : a. Berlangsung selama 8 jam, Fase servik membuka sampai 3 Laten cm.

b. Fase akselerasi : dalam waktu

Fase 2 jam pembukaan 3 4

Aktif. cm.

Fase dilatasi maksimal : selama waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat, dari 4-9 cm Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat lagi, dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap.

Lamanya kala 1 untuk primigravida 12 jam, sedangkan untuk multigravida lamanya 8 jam. Pada kala I his belum begitu kuat, yaitu 10 15 menit. Lambat laun his bertambah kuat, intervalnya menjadi pendek, kontraksi menjadi lebih kuat dan lebih lama.lendir bertambah banyak bercampur darah.

2.

Kala

II

(dari

pembukaan

lengkap

sampai

bayi

lahir)

Kala II persalinan adalah masa pembukaan lengkap sampai dengan lahirnya bayi.disebut juga kala pengeluaran atau keluarnya bayi dari uterus melalui vagina.

Perubahan Kontraksi Lebih Lebih lebih

yang

terjadi

pada

kala

II: uterus

kuat, lama, sering, lebih

amplitudo 50-60 dari

40 detik 3 kali

untuk dalam

60 satu 10

mmhg. his. menit.

Fetus. Penyaluran DJJ tidak O2 pada plasenta akan berkurang, dapat menyebabkan :

Hipoksia teratur

- Kepala masuk rongga panggul, dasar panggul tertekan, sehingga timbul refleks mengedan. Otot Karena ibu mengedan, penyokong maka otot-otot pada dinding kala perut akan II berkontraksi.

Mengedan Dasar -

optimal Paha

dilakukan ditarik Badan

dengan dekat

cara

: lutut fleksi

Dagu Gigi Tidak panggul Vagina Otot-otot Kandung kemih / menjadi dasar terdorong Uretra Rectum

menyentuh bertemu mengeluarkan organ panggul lebih panggul ke arah

dada gigi suara : luas meregang pupis teregang tertekan

Setiap his datang, maka akan timbul rasa ingin BAB, reflek mengedan, dan kesakitan pada ibu. Pada kala II tanda-tandaq vital perlu di perhatikan dan DJJ harus selalu di opservasi. Pada primigravida kala II berlangsung rata-rata 1,5 jam dan pada multivara rata-rata berlangsung selama 0,5 jam.

3.

Kala

III

mulai

dari

bayi

lahir

sampai

plasenta

lahir).

Kala III berlangsung dari lahirnya bayi sampai dengan lahirnya plasenta secara lengkap dari dinding uterus. Biasanya plasenta lepas dalam 6-15 menit setelah kelahiran bayi dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri.pengeluaran plasenta di sertai dengan pengeluaran Tanda-tanda 1. 2. 3. 4. Sedikit pendarahan Uterus Memanjangnya Naiknya (250 cc), bila lebih bagian tali pelepasan menjadi pusat fundus dari 500 cc adalah yang darah. plasenta: bundar lain. uteri. patologis. : dinding cavum menurut uterus. uteri. Schultz). Duncan). plasenta. ml.

Tingkat 1. 2. Pelepasan Dari Serentak Umumnya Melepasnya

kelahiran plasenta dari tempat

plasenta implantasi dari tengah ( atau tidak (sentral, di

Pengeluaaran dapat pinggir dari di mulai

plasenta dari

plasenta tengah

Marginal,menurut dari melebihi pinggir 400

pendarahan

Untuk Prasat

mengetahui

pelepasan

plasenta,

di

pakai

beberapa

prasat

yaitu

Kustner.

Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat, tangan kiri menekan simfisis, bila tali

pusat ini masuk kembali ke dalam vagina berarti plasenta telah lepas dari dinding uterus. Perasat Strassman.

Tangan kanan meregangkan atau menarik sedikit tali pusat, tangan kiri mengetuk-ngetuk fundus uteri. Bila terasa getaran pada tali pusat, berarti tali pusat belum lepas dari tempat implantasi. Bila tidak terasa getaran, berarti tali pusat telah lepas dari tempat implantasi. Prasat Klein.

Ibu disuruh meneran, bila tali pusat tampak turun ke bawah saat meneran di hentikan maka plasenta Prasat telah lepas dari tempat implantasi. Grede.

Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus. Prasat ini hanya di gunakan dalam keadaan terpaksa.

4.

Kala

IV

sampai

dengan

jam

setelah

plasenta

lahir)

Pemantauan melekat terhadap tanda-tanda vital dan jumlah pendarahan harus di lakukan pada 1-2 jam setelah plasenta lahir lengkap. Hal ini dimaksudkan agar keadaan ibu post partum dapat terpantau dan bahaya akibat pendarahan dapat dihindari. Sebelum meninggalkan wanita postpartum, 1. harus Kontraksi di perhatikan uterus 7 pokok antara harus lain : baik.

2. Tidak ada pendarahan dari vagina atau pendarahan-pendarahan dalam alat genitalia lainnya. 3. 4. 5. 6. Luka pada Plasenta dan Kandung perineum Bayi telah slaput ketuban kemih terawat dalam baik dan harus sudah harus tidak ada lahir lengkap. kosong. hematoma. baik.

keadaan

7. Ibu dalam keadan baik, nadi, dan TD normal dan tidak ada keluhan sakit kepala. Persiapan dalam pertolongan persalinan.

Sebelum seorang bidan melakukan pertolongan persalinan sebaiknya terlebih dahulu melakukan

persiapan Persiapan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

pasien,

alat,

persiapan

tempat,

dan

persiapan

penolong. meliputi:

tersebut pasien dengan keluarga dengan kartu dan tanda-tanda tempat menganalisa persalinan dan yang dan observasi di keluhan aman kartu yang dan alat sebelah kemih kanan ibu sopan dan

Menerima

ramah.

Menanyakan Mengambil Menanyakan tentang

pemeriksaan. ibu. rasakan. nyaman. tulis. pasien. pasien. rektum.

Mempersiapkan Menyiapkan Menyiapkan tempat

persalinan status

duduk

untuk

Mengosongkan

kandung Mengosongkan

Membersihkan

tubuh

pasien.

11. Menggantikan pakaian pasien dengan pakaian yang sudah disiapkan di tempat bersalin. 12. Kapas Air desinfektan cebok Kom Lembar dengan Sarung Jam tangan Timbangan status larutan Steoskop dengan jarum Tempat Menyiapkan alat-alat Alat-alat tidur pertolongan persalinan :

pemeriksaan. lengkap. Tensimeter. monoaural. detik. badan. persalinan. desinpektan. tangan. Bengkok. steril. desinfektan.

13. 14. 15. Spuit Alat-alat Benang Betadine Gelas Bengkok Klem Gunting Satu Alat pasang Kapas Sarung Pispot Alat-alat Kateter

Perlak

. Ember. khusus untuk nelaton wanita. kateterisasi. steril. desinfektan. tangan steril. steril. Bengkok. Pispot.

Kapas

Pinset

pertolongan sarung lembab Setengah Duk Penghisap 2 tali pengikat /alkohol pengukur penampung Pembungkus episiotomi Gunting dan dan heating tali 70 tangan

persalinan. steril. steril. kocher. steril. lendir. buah. pusat. pusat. % darah. darah. bayi. set. episiotomi. lidokain.

Penatalaksanaan A. 1. 2. Tindakan Memeriksa pasien,

Benang Naal Naal Pinset dalam pada tanda-tanda vital kala dan moril I pemeriksaan

catgut. heating. pooder. anatomis persalinan. : luar. pasien.

Mempertahankan

3. Melakukan periksa dalam untuk menentukan ramalan persalinan dengan tetap menjaga teknik septik dan aseptik.

4. Memperhatikan keadaan kandung kencing karena bila penuh dapat mengganggu persalinan dan 5. 6. 7. B. 1. 2. 3. 4. 5. C. 1. Mengawasi Dalam kala Anjurkan Memantau Mempersiapkan Membantu Tindakan keadaan Perhatikan Mengajarkan Observasi nutrisi cara ibu mengedan pada di perhatikan keadsaan keadaan keadaan yang yang baik kala septik jika sesering partus proses set kelahiran kala pendarahan dan anti mau dan rektum. janin. bersalin. efektif. II. septik. his. mungkin. steril. bayi. III: ibu.

Tindakan ini perlu

klien

mengejan DJJ

ada

2. Mencari tanda-tanda pelepasan plasenta dan kalau sudah lepas segera di lahirkan. D. 1. Tindakan Mengawasi kala pendarahan post IV : partum.

2. 3. Memantau

Menjahit dan

robekan memeriksa keadaan

perineum. bayi.

Mekanisme 1. Turunnya Masuknya kapala kepala Turunnya dapat dalam dibagi pintu atas dalam

Persalinan Kepala : panggul

Masuknya kepala pada pintu atas pangul pada primigravida terjadi pada bulan terakhir kehamilan, tetapi pada multigravida baru terjadi pada permulaan persalinan. Masuknya kepala kedalam pintu atas panggul biasanya dengan sutura sagitalis melintang dan dengan fleksi yang ringan. Kalau sutura sagitalis terdapat di tengah tengah jalan lahir, ialah tepat di antara symphysis dan promontorium, maka dikatakan kepala dalam synclitismus .

Jika sutura sagitalis agak ke depan mendekati symphysis atau agak ke belakang mendekati promontorium, maka asynclitismus .

Jika sutura sagitalis mendekati symphysis dan os parietal belakang lebih rendah dari os parietal depan asynclitismus anterior dan Jika sutura sagitalis mendekati promontorium dan os parietal depanlebih rendah dari os parietal belakang asynclitismus posterior Majunya Kepala

Pada primigravida majunya kepala terjadi pada kala II, sedangkan pada multigravida majunya kepala Yang Tekanan Tekanan Kekuatan Melurusnya badan anak oleh perubahan bentuk langsung dan menyebabkan cairan oleh fundus masuknya majunya kepala terjadi kepala intra pada ialah bersamaan. : uterin bokong mengejan rahim.

2.

Fleksi

Dengan majunya kepala biasanya fleksi bertambah hingga UUK lebih randah dari UUB. Keuntungan dari bertambahnya fleksi adalah bahwa ukuran kepala yang lebih kecil melewati jalan lahir : diameter suboccipito bregmatica (9,5 cm) menggantikan suboccipito frontalis (11 cm). Fleksi disebabkan karena anak disorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir pintu 3. atas panggul, cerviks, dinding panggul Paksi atau dasar panggul Dalam

Putaran

Pemutaran dari bagian depan sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan ke bawah symphysis. Putaran paksi adalah suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir khususnya bentuk bidang tengah dan pintu bawah panggul. Putaran paksi dalam terjadi bersamaan dengan majunya kepala dan tidak terjadi sebelum kepala sampai ke Hodge 4. III, terkadang sampai kepala didasar panggul. Ekstensi

Kepala harus melakukan ekstensi karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan dan atas untuk melaluinya. Pada kepala bekerja dua kekuatan, yang satu mendesak kebawah dan yang lainnya disebabkan tahanan dasar panggul yang menolaknya ke atas, maka lahirlah berturut turut pada pinggir atas perineum UUB, dahi, hidung, mulut, dan akhirnya dagu dengan gerakan ekstensi. Subocciput yang menjadi pusat pemutaran disebut hypomochlion . 5. Putaran Paksi Luar

Setelah kepala lahir, maka kepala anak memutar kembali ke arah punggung anak memutar kembali ke arah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. Selanjutnya putaran dilanjutkan hingga belakang kepala berhadapan dengan 6. tuber ischiadicum sepihak. Expulsi

Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai di bawah symphysis dan menjadi hypomochlion untuk kelahiran bahu belakang. Kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan

anak

lahir

searah

dengan

paksi

jalan

lahir.

Bidang

Hodge

Untuk menentukan berapa jauhnya anak tersebut telah turun ke rongga panggul maka Hodge telah menentukan Hodge Hodge Hodge Hodge II III IV : : : I : sejajar bidang sama dengan khayal dengan hodge I dalam pintu melalui I I pinggir melalui melalui panggul atas bawah spina os : panggul simfisis ischiadika coccygis

sejajar sejajar

dengan dengan

hodge hodge

ujung

Penaksiran 1. TBJ 2. TBJ = 150 = Rumus

berat

badan Johnson Rumus 12) x

janin Tausak 155 Niswander

(TFU

gr1,2

(TFU

7,7)

100

gr

PARTOGRAF. Partograf di pakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu petugas kesehatan dalam menentukan keputusan dalam penatalaksanaan. Partograf memberi peringatan pada petugas kesehatan apakah persalinan berlangsung lama, adanya gawat ibu dan janin ataukah ibu perlu Hal-hal 1. Catat 2. setiap yang perlu Denyut jam, dan Air di untuk catat dalam jantung jam pada fase partograf dirujuk. : janin aktif. ketuban

Catat U J M D 3. 1. 2. 3. 4. Dinilai 5.

warna

air

ketuban :

setiap

kali

melakukan Selaput

pemeriksaan

vagina utuh.

: : : Perubahan Sutura (

Slaput Air Air bentuk dua tulang tindih tindih mulut pemeriksaan

pecah,air ketuban ketuban kepala tengkorak tetapi dan tidak rahim dan

ketuban bercampur bernoda janin yang tepat

jernih. mekonium. darah. (molding/molage) / di di bersesuaian) perbaiki. perbaiki. servik. silang (x).

pertemuan tumpang tumpang

Sutura Sutura

dapat dapat / diberi

Pembukaan pada setiap

pervaginam

tanda

Penurunan

Mengacu pada bagian kepala (dibagi 5 bagian ) yang teraba (pada pemeriksaan abdomen/luar) diatas 6. Menyatakan berapa jam waktu yang telah dijalani sesudah pasien di simfisis pubis,catat dengan tanda lingkaran (0). Waktu. terima.

7. Catat 8. jam

Jam. sesungguhnya. Kontraksi.

Catat setiap jam, lakukan palpasi untuk menghitung banyaknya kontraksi dalam 10 menit dan lamanya Kurang Antara Lebih 9. 20 dari masing-masing dari 40 kontraksi dalam 20 40 hitungan detik. detik detik. detik. Oksitosin.

Bila memakai oksitosin, catatlah banyaknya oksitosin pervolume cairan infuse dan dalam tetesan permenit. 10. Catat 11. Catat 12. Catat 13. Catat 14. Catat setiap Protein,aseton setiap dan kali setiap 4 jam setiap 30 60 menit dan tandai dengan sebuah titik besar Obat semua obat yang yang di di berikan berikan. Nadi (.)

Tekanan dan Suhu 2 volume ibu tandai dengan anak

darah panah. badan jam. urine. berkemih.

Bila temuan-temuan melintas kearah kanan garis waspada, petugas kesehatan harus melakukan penilaian terhadap kondisi ibu dan janin , dan segera mencari rujukan yang tepat.

LANDASAN BAYI BARU

TEORI LAHIR

A. Bayi baru lahir dapat dibagi menjadi

Definisi :

Bayi normal / sehat adalah bayi baru lahir dengan berat badan 2500 gram sampai 4000 gram dengan lama kehamilan 37 minggu 42 minggu yang memerlukan prawatan biasa Bayi gawat ( high risk baby ) memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan perdarahan Pada umumnya, kelahiran bayi normal cukup ditolong oleh bidan dengan tanggung jawab penuh terhadap keselamatan Ibu dan bayi. Sedangkanj kelahiran abnormal yang memerlukan pertolongan spesialis, bayi bila di rumah sakit yng dilengkapi dengan unit kesehatan bayi hendaknya ditngani oleh dokter anak

B. 1.

Tujuan

Umum

dalam

Asuhan

Kebidanan

Bayi

Baru

Lahir

Mempertahankan

pernafasan

Dengan meletakan kepala lebih rendah dari badan segera lakukan penghisapan lendir. Pada bayi normal dalam beberapa detik sampai satu menit akan segera bernafas.

2.

Mencegah

infeksi

Dengan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi dan perlengkapan yang digunakan untuk merawat 3. bayi Mempertahankan haruslah bersih suhu

Suhu tubuh bayi harus dipertahankan dan dijaga kehangatannya karena bila suhu lingkungan lebih rendah maka metabolisme dan konsumsi oksigen pada bayi akan meningkat 4. Mengenal tanda tanda sakit

Kondisi pada bayi baru lahir dapat berubah cepat. Oleh karena itu perlu dipehatikan. seperti pada warna kulit yang kuning pada hari pertama, kesukaran bernafas, kenaikan atau penurunan suhu badan, badan biru atau pucat, perut kembung dan minum kurang, muntah, kejang kejang terjadi dalam waktu 12 jam pertama, BAK / BAB atau tidak pada 12 jam pertama dan penurunan berat badan yang banyak

C. Alat Tanda

Alat

alat Penghisap

untuk

Perawatan

Bayi lendir

Tabung

oksigen Alat

beserta

alatnya resusitasi

untuk

membantu untuk

pernafasan

bayi

pernafasan obatan

Obat penolong, pengenal bayi tdur pengikat atau dan identifikasi bayi watch

antiseptik yang dan dan sama

tali dengan

pusat ibu bayi termometer

Tempat Stop

inkubator

D. 1.

Perubahan

Fisiologis Sistem

pada

Bayi

Baru

Lahir pernafasan

Pernafasan pertama pada bayi normal terjadi 30 detik sesudah kelahiran. Pernafasan ini timbul akibat aktivitas nomal dari susunan saraf pusatseperti sentuhan, perubahan sushu dari dalam uterus keluar uterus yang semuanya mengarahkan diafragma serta alat alat pernafasan lainnya 2. Eliminasi

BAB yang pertama keluar berwarna kehitam hitam dan lengket yang disebut mekonium. hal ini sudah terjadi berumur 16 minggu dalam kandungan. Mekonium mulaimkeluar dalam 24 jam pertama 3. setelah lahir dan berlangsung sampai hari ke2 atau hari ke-3 Kulit

Biasanya diliputi verniks caseosa terutama didaerah lipatan tubuh. Makin muda usia kelahiran bayi 4. semakin lembek dan Tali tampak lebih transparan pusat

Tali pusat diperiksa dan silihat kelengkapan arteri dan vena. Tali pusat harus kering dan bila ada perdarahan 5. maka penjepit tali Berat pusat harus dikeringkan badan

Pada hari ke-2 dan hari ke -3 berat badan bayi baru lahir biasanya akan menurun. Hal ini disebabkan karena pemasukan cairan dan pengeluaran dari tubuh bayi tidak seimbang 6. Suhu

Mekanisme pengaturan panas pada bayi belum stabil mudah mendapat pengaruh dari luar. Pusat pengaturan panas dalam otak harus berkembang pada bulan terakhir masa fetus

Bayi

menunjukkan

beberapa

refleks Morrow

sejak

lahir

yaitu

: refleks

Bila bayi dikaetka atau digerakan akan terjadi refleks moro abduksi dan ekstensi lengan dan tangan akan terbuka dan kemudian Walking diakhiri diabduksi lengan reflaeks

Bila telapak kaki ditekan pada tempat yang datar maka bayi akan bergerak seperti berjalan Rangsangan pada ujung mulut Rooting mengakibatkan kepala menoleh kearah refleks rangsangan

E.

Pertolongan

pada

Waktu

Bayi

Baru

Lahir

Mulai melakukan pembersihan lendir pada saat kepala keluar dengan pembersihan mulut, hidung dan mata Jam dengan kapas lahir dan kasa steril dicatat

Lendir dilap sebersih mungkin sambil bayi ditidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki

dalam

posisi

sedikt

ekstensi

supaya

lendir

mudah

keluar

Tali pusat dipotong dan diikat dengan baik, bekas luka diberi antiseptik kemudian dijepit dengan penjepit klem atau diikar dengan tai pusat

Segera setelah lahir, bayi yang sehat akan menangis keras, bernafas serta menggerakan tangan dan kakinya, warna kulit kemerahan

Bayi dibersihkan dari darah, air ketuban, mekonium dam verniks kaseosa dengan air hangat hangat kuku. Nilai bisa juga dibersihkan dengan bayi minyak kelapa atau minyak zaitun score

keadaan

dengan

apgar

Bayi ditimbang berat badan dan diukur panjang badannya, dicatat dalam satus bayi Mata bayi Perawatan dibersihkan, kemudian mata diberikan obat untuk bayi mencegah : blenorhoe

- Metode crede : dengan tetesan nitras 1 2 % sebanyak 2 tetes pada masing-masing mata Penisilin Diperiksa juga salep anus, atau genitalia gramicin eksterna, dan salep jenis mata kelamin

F.

Penilaian

Bayi

Menilai bayi dilakukan berdasarkan 3 gejala yang sangat penting bagi kelanjutan hidup bayi, yaitu Menilai usaha : nafas

Apabila bayi nafas spontan dan memadai lanjutkan dengan memiliki frekuensi denyut jantung Apabila bayi mengalmi apnu atau sukar bernafas dilakukan rangsangan taktil dengan menepuk nepuk atau menyentil telapak kaki bayi atau menggosok gosok punggung bayi sambil diberi oxigen Apabila beberapa detik terjadi atas rangsangan taktil dimulailah pemberian VTP ( ventilasi tekanan Menilai positif frekuensi denyut ) jantung

Segera setelah lahir menilai usaha nafas dan melakukan tindakan yang diperlukan tanpa memeperhatikan pernafasan spontan atai tidak segera dilakukan penilaian frekuensi DJJ Apabila frekuensi DJJ > 100 x/ menit, dan bayi bernafas spontan, dilanjutkan dengan menilai warna kulit

Apabila frekuensi jantung < 100 x / menit, walaupun bayi bernafas spontan menjadi indikasi untuk Menilai dilakukan warna VTP kulit

Penilaian warna kulit dilakukan apabila bayi bernafas spontan dan denyut jantung bayi > 100 x / Apabila Apabila terdapat sianosis terdapat sentral, oksigen sianosis tetap menit diberikan perifer,oksigen

Score A

Penilaian 0

dengan 1

metode 2

apgar

score keterangan

Appearance color Pucat badan merah, ekstremeitas biru seluruh tubuh kemerah merahan P Pulse G Grimace (reaksi terhadap rangsangan) tidak ada sedikit gerakan mimik menangis, batuk, bersin A Acvtivity tonus otot Lumpuh ekstremeitas dalam fleksi sedikit lemah gerakan aktif R respiration tidak ada tidak teratur menangis aktif (heart rate)/frekuensi jantung tidak ada dibawah 100 diatas 100

Catatan

Nilai Nilai Nilai 4

7 0 6

10 Bayi 3

: asfiksia :

Bayi ringan Asfiksia

normal sedang berat

G. No

Pemerksaan Data

Fisik Pemeriksaan

pada Keteranagn

Bayi Hasil

Baru

Lahir Pemeriksaan

1. Observasi sifat-gerak/ warna kulitnya - Simetris artinya terdapat pertumbuhan normal ke segala Gerak Warna simetris kulit pink artiny artinya atidak dijumpai darah kelainan kesegala aktivitas lapisan arah ekstremitas kulit normal

sirkulasi

- Kadang-kadang ekstremitasnya biru artinya terdapat sedikit gangguan sirkulasi untuk mencapai ujung ekstremitas, tetapi masih dianggap normal

2.

Pemeriksaan

leher

bayi

Pemeriksaan bola mata - Untuk menetapkan ada kemungkinan tumor thyroid atau tumor pada bagian stornomastoid

3. Pemeriksaan bola mata - Apakah dapat mengikuti arah pemeriksa, gerak bola mata sangat penting artinya untuk menentukan kelaianan pertumbuhan otot mata atau tentang nervus sentralis 4. Pemeriksaan Frontalitas Meraba tulang lingkaran normal kepala anak kepala dengan apakah dijumpai Menentukan lingkaran depresi lingkaran 32 dalam oksipito cm persalinan

- Meraba tulang kepala anak apakah ditemui moulase yang menunjukkan kompresi otak janin, selanjutnya 5. Pemeriksaan Apakah mulut ada konsultasi Untuk mengetahui yang bagian apakah terdapat mungkin syaraf palatoskisis dijumpai

kelainan

6. -

Pemeriksaan Jumlahnya

dada harus

Apakah kurang

terdapat dari 60

pernafasan

dada

denyut/menit

7. Pemeriksaan auskultasi - Untuk menentukan apakah terdapat kelainan jantung 8. Apakah Palpasi terdapat abdomen Mungkinkah murmur Untuk sehingga mencari perlu dilakukan terdapat asal pemeriksaan tumor lanjut

apakah

abdomen tumor

menentukan Seberapa

pembesarannya

9. Pemeriksaan genitalia eksterna - Bagaimana keadaan labum mayus dan labium minus Apakah testesnya sudah turun

- Raba arteria fomoralis, untuk menentukan apakah terdapat kelainan pembuluh darah menuju ekstremitas bagian bawah

10. Pemeriksaan Refleks Morro - Refleks morro adalah, jika bayi mengadakan reaksi ekstensi/abduksi lengan dan jaringan membuka matanya, dan dikuti dengan fleksi dan adduksi lengannya Jika Posisi tangannya Reaksi dipegang dalam maka satu bayi traksi akan bidang menarik dengan bayi lengannnya lengannya

kepalanya

11. Pemeriksaan miring bayi - Untuk menentukan kekeuatan otot, periksa tulang belakangnya apakah ditemui Memeriksa skoliosis anus atau tidak bayi

12. Penmeriksaan persendian tulang paha - Bayi menengadah dan dilakuakn pemeriksaan terhadap jka Apakah terdapat suara, persendian terdapat lakukan suara pemeriksaan USG tulang dalam untuk menentukan pahanya pergerakannya lebih lanjut

H.

Perawatan

Sehari

hari

Bayi

Baru

Lahir Mata

Bayi harus diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeks. Mata dapat dibersihkan dengan air steril atau aqua destilata. mata bayi yang ditutup oleh akrena ia mendapat terapi sinar harus dibuka setiap kali bayi minum susu. Hal ini peli diperhatikan untuk menghindari infeksi mata

Mulut

Diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan infeksi dengan candida ( oral Truhs ). Candidiasis merupakan suatu penyakit endemic ditempat perawatn bayi ( infeksi dapat berasal dari ibu, bidan , perawat, boto dan dot ) Kulit

Terutama lipatan lipatan ( paha belakang leher, belakang telinga, ketiak ) harus selalu bersih dan kering. Bagian bagian tersebut bersih dari verniks kaseosa. oleh karena verniks kaseosa ini merupakan media yng apling Tali baik untuk kuman stafilokokus pusat

Pada umumnya akan puput pada waktu bayi berumur 6 7 hari. Bila tali pusat belum puput maka setiap sudah mandi tali pusat harus dibersihkan dan dikeringkan. Caranya dalah dengan membersihkan pangkal tali pusat yang ada diperut bayi dan daerah sekitarnya dengan kain kasa yang dibasahi dengan zat antiseptik Kain ( betadine ataupun alkohol 70 % )

popok

Harus segera diganti setiap akli basah karena air kencing atau tinja. Bokong bayi dibersihkan dengan air steril atau ersih dan kemudian dikeringkan. Bila bokong basah kemungkinan leveta dan terjadi infeksi besar. Bila ditemukan hak demikian sebaiknyaiar pembersih bokong ditambah dengan zat antiseptik yang dapt membunuh kuman. kemudian diobati dengan salep yang

mengandung

obat

antibiotik Minuman

an

anti

jamur. bayi

Kebutuhan cairan apda setiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan yang optimal berbeda beda. Oleh karena itu, pemberian cairan kepada bayi yang daya isap dan menelannya baik hendaknya kebutuhan yaitu 20 30 cc setiap 3 jam sekali. Pada umumnya cairan yang diberikan pad hari petama 60 ml/ kg BB dan stiap hari ditambah, sehingga pada hari ke 14 dicapai 200 ml/kg BB sehari. dalam hari hari pertama berat badan trurun oleh karena pengeluaran mekonium dan masuknya cairan belum mencukupi. turunnya berat badab tidak lebih dari 100 ml/kg BB, berat badan akan naik pada hari ke empat sampai ahri kesepuluh dan seterusnya

I.

Tanda

Tanda

Bahaya sulit

yang atau ( pada >

Harus lebih 38 24 jam

Diwaspadai dari C atau

pada 60 terlalu biru

Bayi x dingin atau

Baru / <

Lahir menit 36 C

Pernafasan Kehangatan Warna

terlalu

panas

kuning

terutama

pertama,

pucat banyak dan

memar muntah berdarah

Pemberian Tali pusat

makan merah

hisap

lemah,

mengantuk cairan,

erlebihan, bau busuk,

bengkak,

keluarnya

Infeksi, suhu meningkat, merah, bengkak, keluarnya cairan, bau busuk, pernafasan sulit Tinja / tidak berkemih dalam waktu 24 jam, tinja lembek, sering, hijau tua, ada lendir atau darah pada tinjau

Aktifitas menggigil atau menangis tak biasa, lemas, terlalu mengantuk, lunglai, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus menerus

J.

Perawatan

Bayi

Minggu

Pertama

Perawatan bayi pada 2 minggu pertama harus selalu dijaga dengan sebaik baiknya. Hal-hal yang harus diperhatikan diri pada dengan cara bayi usia 2 bayi dan minggu, merawat yaitu tali : pusat

Kebersihan

memandikan

Pada

BAK Pakain

dan

BAB dan

harus popok

dijaga bayi

dan ganti

selalu jika

dibersihkan basa bayi

Menyusui 12 jam pertama bayi Makanan PASI jika ASI yang diberikan puasa kemudian baru

disusui tambahan kurang

Diberikan

LANDASAN

TEORI

KEHAMILAN

Pengertian Kehamilan adalah proses pertemuan dan persenyawaan antara spermatozoa (sel mani) dengan ovum (sel telur) yang menghasilkan zygote. Jadi, proses kehamilan ini akan terjadi bila 4 (empat) aspek penting terpenuhi, yaitu : ovum, spermatozoa, konsepsi, dan nidasi.

Kehamilan dibagi dalam 3 (tiga) triwulan. Triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampi 3 bulan, triwulan kedua dimulai dari bulan keempat sampai bulan keenam, dan triwulan ketiga dimulai dari bulan ketujuh sampai lahirnya janin.

Tanda-tanda A. 1. 2. 3. Melihat, Mendengar meraba atau

dan Tanda-Tanda bunyi mendengar rangka

gejala

kehamilan Pasti jantung anak oleh si anak pemeriksa ultrasound

pergerakan janin

Melihat

dengan

Jika hanya satu dari tanda-tanda ini diketemukan, diagnosa kehamilan dapat dibuat dengan pasti. Tanda-tanda pasti kehamilan ini adalh tanda-tanda objektif yang semuanya itu didapatkan oleh pemeriksa.

B. I. 1. 2. 3. 4. Tanda-tanda Pembesaran, Tanda

Tanda-Tanda objektif perubahan Hegar Perubahan Kontraksi yang bentuk (segmen dan bawah pada Brakton diperoleh konsistensi rahim

Mungkin pemeriksa rahim melunak) Serviks Hicks

5. 6. 7. 8. 9. Teraba Pemeriksaan Pembesaran Keluarnya bagian

Baliottement anak biologis perut Kolostrum

10. Hiperpigmentasi kulit, seperti pada muka (chloasma gravidarum), areola dan papilla mamae 11. Tanda Chadwick (warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu)

12. Tanda Piscaseck (segmen bawah rahim melunak serta pembesaran dan pelunakan unilateral pada tempat implantasi)

II. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Tanda-tanda

Presumtif Payudara

(yang

dirasakan

pasien) membesar

Hyperpigmentasi

kulit,

seperti

pada Adanya

muka

yang

disebut

chloasma

gravidarum Amenorhea

Mual Tidak Tidak ada Konstipasi Ibu merasakan tahan nafsu

dan suatu makan / pergerakan

muntah bau-bauan (anoreksia) Obstipasi anak

9. Sering buang air kecil kerena rahim yang membesar menekan pada kandung kemih

Perubahan-perubahan

fisik

pada

kehamilan

A.

Uterus

Terjadi pembesaran Uterus, hal ini karena adanya peningkatan hormon estrogen progesteron.

Estrogen mempengaruhi hipertrofi dari otot-otot rahim, sedangkan progesteron mempersiapkan tempat impalantasi dan menghalangi kontraktilitismyometrium. Pada akhir kehamilan, ukuran uterus menjadi 1.000gr, yang tadinya hanya 30 gr dan ukuran panjangnya menjadi 32 cm, lebar 24 cm dan ukuran muka belakang 22 cm sedangkan volume uterus meningkat dari 10 ml menjadi 2-10 Besar Hamil Hamil Hamil Hamil Hamil Uterus Hamil 12 minggu 16 20 Hamil 28 32 36 40 tidak 8 sebesar minggu minggu 24 minggu minggu minggu minggu liter pada uterus hamil minggu telur angsa sebesar sebesar sehingga 1-2 3 minggu TFU TFU TFU 3 setengah 3 setengah jari pusat jari jari jari TFU diatas pusat dapat telur telur diraba diatas dibawah dari kehamilan aterm. : ayam bebek luar

Hamil Hamil

TFU TFU

symphisis pusat sepusat pusat px px px

dibawah

Tingginya (dalam 20 23 26 30 33

Fundus cm)

uteri

Umur (dalam

kehamilan bulan) 5 6 7 8 9

B.

Serviks

Uteri

Perubahan yang penting pada servicks dalam kehamilan adalah menjadi lunaknya servicks. Gejala ini sudah dapat ditentukan sebulan setelah konsepsi dan merupakan tanda kehamilan yang harus diketahui. Sebab-sebab pelunakan servick adalah karena pembuluh darah dalam servicks bertambah dan karena timbulnya oedema dari servicks dan hiperplasia kelenjar-kelenjar servicks.

Pada akhir kehamilan servicks menjadi sangat lunak dan porsio menjadi pendek (lebih dari setengahnya mendatar) dan dapat dimasuki dengan mudah oleh satu jari. Servicks yang demikian disebut serviks yang matang dan merupakan syarat untuk persalinan anjuran.

Estrogenlah yang bertanggung jawab terhadap perubahan servicks, sehingga timbul tanda chadwick. Sumbatan mukosa di saluran servicks dapat berfungsi untuk pencegahan terhadap janin dari invasi mekanik atau bakteri. Pada awal persalinan sumbatan ini terpisah/teregang dan kencang, pembuluh darahnya terpotong dan cairan kental dikeluarkan sebagai Blood Slym.

C.

Vagina

dan

VulVa

Vaskularisasi terjadi pada vagina sehingga vagina menjadi menjadi lebih padat. Dibawah estrogen terdapat proliferasi dari sel-sel vagina yang menyebabkan dinding saluran vagina menjadi lebih tebal berlipat-lipat dan membesar dalam mempersiapkan lewatnya kepala bayi. Pada persiapan sering terjadi hipervaskularisasi. Sering terdapat peningkatan sekresi yang lebih putih kental dan asam. Keasaman dari vagina dipertahankan oleh asam laktat yang diproduksi oleh laktobasil untuk menurunkan daya sperma juga berguna untuk mengontrol kuman patogen dalam vagina (ph 3,5 5,0)

D.

Ovarium

Ovarium bertanggung jawab terhadap pembentukan korpus loteum. Tetapi setelah bulan keempat corpus luteum ini mengisut. Fungsi ovarium ini diambil alih oleh plasenta pada kehamilan 16 minggu.

E.

Buah

dada

1. Mammae membesar dan tegang. Hal ini disebabkan rangsangan estrogen dan progesteron 2. 3. 4. 5. 6. 7. F. Papilla Glandula Estrogen Progesteron Mammae mammae Montgomery akan lebih 12 meyebabkan memyebabkan hipertrofi sel acini sistem pada untuk lebih tegang dan areola saluran mammae laktasi hitam mammae colostrum Darah

dipersiapkan membesar menonjol minggu Sirkulasi

dipermukaan keluar

Kehamilan

Volume darah bertambah, baik plasmanya maupun erythrocytnya, tetapi penambahan volume plasmanya yang disebabkan oleh hydraemia lebih menonjol sehingga biasanya kadar Hb turun. Batas-batas Hb Erythrocyt Leucocyt 8.000 fisiologis : 3,5 10 juta 10.000 ialah gr per per : % mm mm

G.

Traktus

Digestivus

Tonus otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas traktus digestivus menurun. Makanan lebih lama ada di dalam lambung sehungga penyerapan air lebih lama, akibatnya feses akan keringdan terjadi konstipasi. Selain itu, sekresi asam garam (HCL) dan gerakan lambung berkurang, hal ini bisa menyebabkan muntah dan kembung dalam kehamilan.

H.

Traktus

Urinarius

Pada bulan-bulan pertama kehamilan, kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga timbul sering kencing(pollakisuri). Ureterpun jelas membesar dalam kehamilan

terutama dibagian kanan. Dilatasi ureter ini terutama disebabkan oleh pengaruh progesteron, walaupun mungkin ada juga faktor tekanan pada yreter oleh rahim yang membesar. Dilatasi ini mungkin menimbulkan bendungan yang memudahkan terjadinya infeksi dari pyelum (pyelitis). Selain itu, kegiatan ginjal bertambah karena harus juga mengeluarkan racun-racun pada janin.

I.

Kulit

Selain striae gravidarum, pada kulit terdapat pula hyperpigmentasi antara lain pada areola mammae, papilla mammae dan linea alba. Linea alba yang tampak hitam disebut linea higra. Hyperpigmentasi kadang-kadang terdapat pada kulit muka yang disebut chloasma pravidarum. Pada umumnya setelah partus selesai, gejala hyperpigmentasi ini hilang. Sebab terjadinya hyperpigmentasi ini belum jelas, mungkin ada hubungan dengan hipertrofi dan hiperfungsi dari korteks gandula suprarenalis atau dari hipofisis.

J.

Pertukaran

Zat

Metabolisme basal naik pada kehamilan, terjadi penimbunan protein sedangkan dalam darah kadar zat lemak naik dan ada kecendrungan pada ketosis. Kebutuhan akan kalsiun dan fosfor akan bertambah untuk pembuatan tulang-tulang janin , begitu pula akan ferrum untuk pembentukan Hb janin. Pada wanita hamil, biasanya terjadi penambahan BB + 1 Kgpada triwulan pertama, + 5 kg pada berat janin (3 rahim lemak seperti zat kg), triwulan kedua ini plasenta (dari di buah 30 dada, putih air (0,5 dan + 5,5 kg pada triwulan oleh ketuban 1 (1,5 (1 ketiga. : kg) kg) kg) kg) kg)

Penambahan Berat Berat Penimbunan

disebabkan kg), gr pantat air

menjadi dan lain-lain (2 (1,5

Penimbunan Retensi

telur

ANTENATAL

CARE

(ANC)

Pemeriksaan pada ibu hamil selama kehamilan sengat penting, hal ini bertujuan untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat.

Selain

itu

Pemeriksaan

kehamilan

pada

ibu

hamil

bertujuan

pula

untuk

Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu dan janin. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.

Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.

Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar tumbuh kembang secara normal.

Ada a. b. c. d. e. f. g.

beberapa

teknik Tanya

pemeriksaan

yang

dapat

digunakan,

yaitu

jawab Pemeriksaan

(anamnesa) umum

Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan

pandang raba dengar

(inspeksi) (palpasi) (auskultasi) dalam panggul

h.

Pemeriksaan

laboraturium

A.

Tanya

Jawab

Anamnesa)

Anamnesa dapat dilakukan terhadap ibu hamil itu sendiri (auto anamnesa)dan bisa juga dilakukan Hal yang terhadap dapat keluarganya ditanyakan dalam (alloa anamnesa anamnesa). adalah :

1. Data Sosial : nama, nama suami, umur, pekerjaan, agama, kebangsaan, pendidikan terakhir 2. Data Keluarga

3. Data Medik : penyakit jantung, pemyakit paru-paru, penyakit kelamin dan penyakit lainnya 4. Data Haid

5. Data Kebidanan : perkawinan terdahulu (bila ada), perkawinan sekarang, kehamilan yang lalu, persalinan dan nifas yang lalu, jumlah dan keadaan anak yang hidup, kehamilan yang sekarang, keluhan yang dialami sekarang

B.

Pemeriksaan

Umum

Pemeriksaan umum biasanya menggunakan berbagai alat pemeriksaan baik alat ukur timbang, atau 1. 2. 3. 4. 5. 6. Memeriksa yang Mengukur Memeriksakan Memeriksakan lainnya. tinggi kemungkinan keadaan Pemeriksaan dan adanya umum Mengukur refleks Memeriksa lutut kelainan dan berat pada keadaan mencakup badan organ-organ emosional : ibu tubuh ibu TTU (patella) Oedem

C.

Pemeriksaan

Pandang

(Inspeksi)

Dimulai sejak bertemu dengan pasien. Diperhatikan bagaimana sikap tubuh, keadaan punggung dan cara berjalannya. Setelah itu pasien diminta berbaring ditempat yang telah disiapkan. Pemeriksaan 1. Rambut dilakukan dan kulit berurutan rambut : bersih dari atau rambut kotor / hingga terdapat kaki. kelainan

2. Muka : terdapat klausma gravidarum atau tidak, adanya oedem pada muka 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kelopak Konjungtiva Sklera Hidung Mulut Gigi : : ada : : mata : kuning, polip ada ada / : bengkak pucat hiperemis kelainan sariawan karies lain atau atau atau atau atau atau tidak tidak tidak normal tidak tidak

9. Leher : apakah vena terbendung di leher, apakah ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar getah bening

10. 11. Membesar Linea Tampak Bentuk Areola Puting susu Kolostrum

Buah : menonjol, : : Perut sesuai Alba / gerakan (melintang, umur Nigra, janin

dada mendalam + hiprpigmen atau / atau

: masuk tidak : atau Striae atau atau tidak Gravidarum tidak asimetris)

mammae

pembesaran

menunjang

12. Vagina dan Amus : perineum, varises, tanda Chadwick, kondiloma, flour albus 13. Ekstremitas : odema atau tidak, sama panjang atau tidak, varises atau tidak

D. Palpasi dapat

Periksa dilaksanakan dengan

Raba cara leopold,

(Palpasi) yaitu :

Leopold I : dilakukan untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian janin yang terdapat di Fundus Uteri

Leopold II : dilakukan untuk menentukan letak punggung janin dan bagian-bagian kecil janin (pada letak membujur)serta kepala janin (pada letak melintang)

Leopold III : dilakukan untuk mengetahui bagian janin yang berada dibagian bawah Leopold IV : dilakukan untuk mengetahui apakah bagian terdepan janin sudah masuk pintu atas panggul (PAP) atau belum

Selain cara leopold, periksa raba juga untuk memeriksa ada atau tidaknya keseimbangan antara ukuran kepala janin dengan ukuran panggul disebut Perasat Osborn.

E.

Periksa

dengar

(Auskultasi)

Periksa dengar bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya DJJ, frekuensi dan keteraturannya, sehingga periksa dengar lebih cenderung digunakan untuk mengkaji kesejahteraan janin. Alat yang paling sering digunakan adalah stetoskop monokuler atau leanex. Dengan alat ini DJJ baru dapat terdengar pada kehamilan sekitar 20 minggu. Frekuensi DJJ nor,al adalah 120 140 kali/permenit. Yang 1. 2. Dari tempat bunyi jantung Dari dapat adanya diketahui bunyi dari jantung anak bunyi : jantung Tanda pasti anak :

kehamilan Hidup

Anak anak terdengar : Presentasi

anak

3. Dari sifat Adanya bunyi jantung

Posisi Sikap anak anak dapat diketahui keadaan

anak anak kembar anak.

F.

Pemeriksaan

Dalam

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara meraba organ-organ reproduksi secara langsung guna mendapatkan data tentang :

1 Uterus : ukuran uterus dalam minggu, bentuk, posisi, lunak atau keras dan lokasi uterus 2. Panggul : apakah luas atau sempit

3. Keadaan Servicks : apakah membuka, menutup, lunak, keras, tipis, tebal, posisi depan atau belakang 4. Keadaan Jalan Lahir

Pemeriksaan dalam dapat dilakukan pada kehamilan muda dan ketika hamil tua terutama mendekati saat persalinan untuk memastikan apakah persalinan sudah mulai atau belum.

G.

Pemeriksaan

Panggul

Pada ibu hamil terutama primigravida perlo dilakukan pemeriksaan panggul untuk menilai keadaan dan bentuk panggul apakah terdapat kelainan atau keadaan yang dapat menimbulkan penyulitan Ada 4 cara melakukan pemeriksaan persalinan. panggul :

1. Periksa pandang : dilihat apakah terdapat dugaan kesempitan atau kelainan panggul 2. Periksa raba : - Primigravida kehamilan 36 minggu atau lebih, kepala belum masuk PAP

3. Alat

Primigravida,pada Perasat Pengukuran yang paling luat sering

kehamilan

aterm

ada Osborn

kelainan

letak positif

ukuran-ukuran digunakan yang : : : (Boudelaque) Lingkar adalah jangka

luar panggul digunakan : 18 dari

panggul Martin. : cm cm cm 20 cm Panggul

Ukuran-ukuran Distansia Distansia Distansia Kon

panggul Spinarum Kristarum Tuberum Eksterna

sering 23 26 10,5

adalah 26 29 11

jugota

4. Memerikasa keadaan rongga panggul dengan pemeriksaan dalam. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada kelainan yang diketemukan pada jalan lahir, keadaan panggul, termasuk sacrum/coccygis.

H.

Pemeriksaan

Laboraturium

Pemeriksaan laboraturium disini maksudnya adalah pemeriksaan sederhana yang umum dan dapat dikerjakan pada pemeriksaan ibu hamil. Pemeriksaan laboraturium sederhana meliputi pemeriksaan darah dan urin. Pemeriksaan darah yang utama adalah pemeriksaan Hb, sedangkan pemeriksaan urine terdiri dari pemeriksaan kadar protein dan gula dalam urine.

Pelaksanaan

pemeriksaan

fisik

umum

dapat

dijabarkan

sebagai

berikut

PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran umum PENJABARAN Kesadaran KETERANGAN penderita

sangat dinilai,dengan melakukan anamnesis baik menjawab pertanyaan tidak Penderita ada sadar kelainan akan Kesadaran jika

penting

dinilai dapat semua menunjukkan psikologis

Keadaan gizi Hubungan antara tinggi badan / berat badan seimbang - Berat badan ideal adalah tinggi terus kehamilan cukup. dibuktikan laboratorium Kulit/mukosa Jantung/paru Ikterus Menunjukkan adanya kemungkinan kelainan fugsi liver Tidak anemia, Anemia dengan dapat akan diartikan gizi dapat pemeriksaan badan Barat dikurangi badan sesuai 100, bumil sebagai perhitungan akan kasar bertambah tumbuh-kembang

Dispnoe

uterus -

Sianosis

yang

Kemungkinan terlalu paru dan

terdapat

desakan besar

Kemungkinan

penyakit

atau

jantung

Warna

biru

dibagian

akral,

menunjukkan kekurangan konsumsi O2, yang dapat disebabkan oleh penyakit jantung/paru Edema Dapat terjadi pada muka, kaki dan tangan - Dapat merupakan gejala dari preeklampsia, Kekurangan Penyakit albumin Kekurangan dalam eklampsia jantung darah vit.B1/kompleks

Refleks Refleks lutut paling penting Berkaitan dengan kekurangan vitamin B1 atau penyakit saraf, intoksikasi Tekanan tekanan 140/90 merupakan sistolik kemungkinan preeklampsia Berat badan ukuran kenaikan sukar, masa gravidarum Berat badan diperbolehkan Trimester BB karena badan Bertambahnya Lebih tanda-tanda atau dari mm preeklampsia 15 batasan mulai Kenaikan Hg tidak boleh lebih dari darah magnesium Batas Umumnya sulfat normal terendah darahadalah yang 30

pada tersebut

diastolik ada terdapat ringan berat merupakan penting pertama, masih dalam emesis naik

sekitar -Kenaikan 16 -Kenaikan Pemeriksaan DM -Pada mungkin laboratorium Rata berat kg, berlebih : badan rata

0,5 tidak kenaikan selama harus dalam urin Hanya melebihi BB 16-20 sekitar

ka/minggu kg 12 hamil dievaluasi terdapat pada

Glukosa

akhir

kehamilan terdapat

laktosa - Untuk memastikan adanya DM, perlu dilakukan pemeriksaan tes toleransi glukosa - Kemungkinan glukosaria yang terjadi segera setelah makan, disebabkan intoleransi insulin, tetapi keadaan Persiapan Tes reduksi ibu cepat untuk menjadi gula mungkin normal ASI positif

Protein urin Normal tetap ada protein tetapi jumlahnya kecil Jumlah yang makin meningkat terdapat Penyakit pada : Preeklampsia jantung Nefritis Sistitis

Sedimen dengan bakteri positif Terdapat pada nefritis asimtomatik Jika ditemukan bakteri perlu dilakukan Pemeriksaan evaluasi untuk menghindari darah adanya infeksi dalam kehamilan Rutin TORCH

HIV

Hepatitis

Faktor

Rhesus

seksual tentang memberikan Kumpulan gejala Kelainan Retardasi Abortus Feses rutin Memberikan keadaan penyakit yang yang sama gambaran Infeksi

VDRL menular

umum gizi dapat : kongenital mental berulang

-Kemungkinan terjadi infeksi vertikal (ibu-janin) dan bahaya infeksi Horizontal (ibu-penolong)

harus hepatoma

Adanya

infeksi

vertikal

maka

bayi diimunisasi

Kemungkinan pada

dapat usia

menimbulkan muda

bangsa. janin berbahaya menimbulkan hubungan -

Makin Pada pada

banyak wanita kehamilan

perkawinan Rh kedua

antar negatif, dapat

Infeksi

sifilis

yang

dapat kelainan

Kemungkinan

infeksi

akibat seksual

Kemunkinan

infeksi

cacing

Pelaksanaan

pemeriksaan

fisik

umum

dapat

dijabarkan

sebagai

berikut

TATALAKSANA Inspeksi muka

PENJABARAN Kloasma

KETERANGAN gravidarum

Konjungtiva

Edema

kelopak

mata

Gigi

dan

lidah

-Neovus simetris, (MSH) dan gambaran (kadar -Gambaran hipersalivasi

pigmentosum

Pigmentasi seperti

pipi

yang

hampir kuku

Melanocyte yang hormaon Pucat atau

Stimulating dihasilkan

Hormone hipofisis seks merah sebagai anemianya

cukup tentang

Hb) Kemungkinan

secara menderita

kasar :; Hipoalbuminemia

Tanda

preeklampsia

berat Anemia

gangguan

gigi

dan

lidah

akibat

mual-muntah

atau

Lidah

kotor

hormon Leher Makin jelas

Gusi oleh karena MSH

epulis dan seks Bendungan vena

Kelenjar

tiroid

darah Mamae

Pembengkakan akibat membesar

limfe penyakit saat

jantung hamil.

Kemungkinan atau evaluasi

gangguan aneurisma tentang

aliran vena hipertiroid infeksi

Sedikit

perlu

Kemungkinan Metastasis keganasan Dapat

(jarang) memberikan khususnya kehamilan

petunjuk pada pertama mamae mamae -Kelenjar tampak tampak Pembuluh darah Pigmentasi dan

areola papila

montgomery

vena jelas

Kolostrum

MSH

dan

hormonal

seks

menyebabkan mamae vasodilatasi dan dan kelenjar makin tampak ke

pigmentasiareola permukaan menimbulkan darah yang lambat

Progesteron aliran

menyebabkan kolostrum antara oksitosin mengakibatkan kolostrum Perut Pertanda -

Produksi

prolaktin

tinggi, pembentukan

lebih Terjadi estrogen dan perubahan

awal keseimbangan progesteron, prolaktin dikeluarkannya

bahwa Pembesaran

ASI

kan ke

banyak atas

Perut

pendulum

abdomen

Pigmentasi

dinding

Bekas

luka

operasi

Primigravida masih

akibat

otot

dinding tegang

abdomen dipergunakan sehingga masuk sehingga dan bekas Bekas seksio Linea Strie strie Kepala uterus alba gravidarum Umur kehamilan Berat Tingginya untuk menurut janin Kemungkinan kepala Mc

fundus

uteri mengukur

dapat : Bartho-lomew JOHNSON sempit

Donald. berdasarkan

Hukum

empat rumus

panggul janin tidak

dapat PAP

janin jauh karena livid alba saat

besar/hidroseflus kedepan pigmentasi hamil sebagai sebelumnya

gravidarum kehamilan atau

opersai

lainnya

yang resistensi Vulva

dapat

menjadi

lokus

minoris

Pengeluaran

fluor

-Kondiloma

akuminata

Tanda

Chadwick

Luka

perineum vaginalis Infeksi

Infeksi atau

dengan

diagnosis kandida

banding albikan baterialis virus

trikhomonas persalinan phodophilin Perubahan 50% warna Tanda Jika

vaginosis Infeksi ukurannya melalui besar

sebaiknya SC

Pengobatan berbahaya biru pada karena vagina hamil

dengan dapat akibat menyebabkan terjadi tidak

tinktura abortus

hipervaskularisasi pasti

Bekas

episiotomi

Tungkai

Varises

Edema

tungkai

Sikatriks

pada

paha

Sering

terjadi

karena

kehamilan

berulang preeklampsia masuk venereum kecuali merangkul Tidak agak kaki Tekanan Bekas atau pada luka vena limfe infeksi mengganggu sulit atau pada cafa Bendungan akibat kepala telah PAP inferior granulosa lainnya persalinan saat paha Tanda Bersifat kemungkinan herediter terjadinya

Pemeriksaan kehamilan hendaknya sedini mungkin pada umumnya pemeriksaan dilakukan

minimal Aturan 1 I 2

kali kali kali kali ini

selama pada pada pada berlaku bila

hamil trimester trimester trimester

yaitu

: pertama kedua ketiga. normal.

pemeriksaan

kehamilannya

Pada saat pemeriksaan kehamilan hendaknya dilakukan pemeriksaan dengan 7 T yaitu : 1. 2. 3. 4. 5 6. 7. Tablet .Tetanus Tes Temu Timbang Tekanan berat darah Tinggi tambah toksoid darah (TT) di badan ( kenaikan bila fundus diberikan lebih normal dari selama 140/90 uteri minimal 90 tablet 2 kali hamil mmhg 6 12 kg )

diperiksa,

adalah di

hipertensi. ukur.

selama selama

hamil. hamil. (PMS). rujukan

imunisasikan penyakit dalam

sebanyak menular rangka

terhadap wicara

seksual persiapan

Keluhan-keluhan

yang

Sering

Terjadi

Keluhan keluhan yang berkaitan dengan perkembangan kehamilan antara lain : 1. Sakit Mual Rasa Sering 2. Mual, Sulit Agak sulit bernafas terutama pada sakit/rasa tidak buang Pada muntah kadang enak dan pada perut air Trimester masih bagiaqn Pada Trimester I : kepala. muntah. bawah. kecil. II: ada. tidur. primigravida.

Pegal Rasa Bengkak 3. Pegal Lebih Mulas

pada tegang di kaki, yang yang Pada di

daerah timbul hilang

panggul sewaktu-waktu pada pagi hari di

atau perut bangun

bokong. bawah. tidur. III terasa. BAK. beraturan.

setelah

Trimester punggung/bokong makin miksi/ timbul tidak

sering yang

Bila hal-hal tersebut di temukan, perlu di jelaskan bahwa keadaan itu biasa dan normal di temukan pada ibu hamil.

Penyakit 1.

pada Penyakit

Kehamilan Jantung

Prognosis kombinasi ibu hamil dengan penyakit jantung tergantung dari faktor berikut ini : Apakah Kemampuan Hipertensi sudah untuk pernah dapat disertai mengalami memberikan dekompensasio pertolongan Apakah Diabetes disertai Umur Apakah Keparahan dan mungkin disertai penyakit paritas penyakit jantung penderita lain Hipertensi mellitus infeksi Anemia arithmia kordis adekuat

Prinsipnya adalah mempersiapkan ibu hamil untuk mencapai keadaan optimal pada saat inpartu

sehingga dapat berlangsung proses persalinan pervaginam. Persalinan pervaginam merupakan pilihan utama karena traumanya tidak terlalu besar.

Tidak terdapat perbedaan sikap dalam melakuakn ANC kecuali harus memperhatikan dua hal penting: Gejala terjadinya permulaan Terjadi dekompensasio kordis infeksi

2.

Hipertensi

Dalam melakukan evaluasi hipertensi pada kehamilan,. Pengobatan sebelum hamil merupakan tindakan yang paling tepat sehingga saat hamil tercapai kesehatan yang optimal untuk mendukung tumbuh kembang ajnin dalam uterus sehingga tercapai well born baby dan well health Antisipasi terjadinya preeklampsi maupun mothe. eklampsi.

3.

Penyakit

Paru

Dalam keadaan hamil, fungsi paru yang dapat mempertahankan PO2 diatas 60 mmHg sangatlah penting sehingga tumbuh kembang janin intrauteri berlangsung sebagaimana mestinya. PO2 di bawah 60 mmHg sudah merupakan keadaan yang kritis khususnya bagi janin yang sangat sensitigf Berikan terapi akan yang aman kebutuhan bagi wanita O2. hamil

4.

Penyakit

Gastrointestinal

Penyakit gastrointestinal yang paling bnayak berkaitan dengan kehamilan adalah : Perubahan hormonal saat hamil yang dapat menimbulkan penyulit terhadap proses dan fungsi gastrointestinal, dengan berbagai manifestasi klinis

Gangguan resorpsi nutrisi melalui usus halus, sebagai tempat utama resorpsi nutrisi, untuk

tumbuh

kembang

janin

Penyakit liver yang mengatur kualitas dan kuantitas elemen nutrisi dalam darah sehingga dapat dikendaliakn Kegemukan sesuai yang pada dapat dengan menimbulkan kebutuhan berbagai dapat komplikasi menimbulkan kehamilan kehamilan :

Dampak Abortus Persalinan Gangguan Hipoglikemia Gangguan

kehamilan

prematuritas jalan yang berakibat fatal bagi janin dan lahir maternal darah

pembekuan

5.

Penyakit

dan

Kelainan

Darah

Kehamilan dapat menimbulkan perubahan fisiologis darah sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam menegakkan diagnosa penyakit dan kelainan darah pada ibu hamil. Kesehatan darah ibu hamil sangat menetukan keberhasilan tumbuh kembang janin dalam uterus. Adapun bentuk penyakit dan kelaina darah ynag umum ditemui pada ibu hamil adalah : Kelaianan hemoglobin darah Anemia Trombositopenia (hemoglobinopati)

6. Sistem hormonal yang paling

Penyakit banyak berpengaruh pada kehamilan

Endokrin adalah :

Endrokin

tiroid.

Kekurangan tiroid pada kehamialn ini dapat menyebabkan pertiroidisme dan hipotiroidisme yang berpengaruh pada tumbuh kembang janin dan terhadap kestabilan kehamilan paratiroid

Endrokrin

Kelenjar adrenal mempunyai

Endrokrin dua bentuk kelainan

adrenal utama :

1. Hiperplasia yang mengeluarkan hormon lebih tinggi dan menimbulkan manifestasi klinis kelebihan hormon

2. Hipoplasia yang menyebabkan produksi hormon berkurang dan menimbulkan manifestasi klinis Pada kehamilan kekeurangan dapat Preeklampsi/ Solusio Retardasi Persalinan Endrokrin menyebabkan hormon : eklampsi plasenta IUG prematur pituitari

Kelenjar pituitari dianggap mother of gland karena diduga merupakan kelenjar induk yang mengatur produksi hormon pada sistem kelenjar lainnya. Gangguan pad asistem ini bisa menyebabkan perdarahan post partum yang berpotensi syok

7. Dugaan Sering Persaliann ibu

Penyakit hamil menderita Riwayat mengalami yang Kematian Intrauteri abortus sulit

Diabetes diabetes mellitus

Mellitus melalui :

keluarga tanpa dengan janin growth sebab janin yang jelas

besar-makrosomia intrauteri retardation Prematuritas

Terdapat

kelainan

kongenital

bayi

Pengelolaan ibu hamil dengan diabetes mellitus bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah

sehingga

tercapai

keadaan

euglukosa.

8. Kebanyakan a. Faktor b. ini

Kelainan penyakit Gangguan dan

dan kelainan ginjal

Penyakit jaringan yang ikat

Jaringan berkaitan dapat dengan

Ikat :

menimbulkan Hipertensi Proteinuria

Terjadi akan menyebabkan terjadi

eksaserbasi gangguan kehamilan dalam

mendadak bentuk :

Preeklampsi Gagal Terdapat ginjal antibodi pada kehamilan antifosfolipid

Keberadaanya dapat menimbulkan ganggauan pembuluh darah menuju plasenta sehingga sekunder 9. Keguguran Retardasi Kematian Penyakit berulang, terjadi persalinan pertumbuhan : prematuritas intrauteri intrauteri saraf

Dijumpai beberapa kelainan saraf yang terjadi bersamaan dengan kehamilan, sebagian dapat mempebgaruhi kehamilan atau sebaliknya kehamilan dapat memperparah penyakit sarafnya. Yang paling banyak dijumpai adalah migrain dan kejang

10. Faktor

Penyakit faktor Infertilitas yang (1

dan menimbulkan tahun Terminasi stress

kelainan pada setelah kehamilan

Jiwa :

menikah) kehamilan

Kemampuan Terpisah Rasa untuk Komplikasi

Penyulit Riwayat Gangguan Masalah

keham,ilan keluarga genetik klinis Kehamilan dalam kebidanan medis dari takut keluarga berlebihan penuh keragu-raguan

Komplikasi

mengatasi

yang

Aspek Merasa Orang

sosial

ibu tidak tua

hamil

: mampu tunggal tergantung

Sangat Kurang Konflik Masalah Kecanduan sosial dukungan

keluarga interpersonal ekonomi obat

11.

Penyakit

kulit

Kelainan dan penyakit kulit yang sering berhubungan dengan kehamilan dapat digolongkan sebagai Perubahan/ Perubahan kulit saat tata dermatologi yang berikut kehamilan berupa istribusi berkaitan dengan : hiperpigmentasi rambut kehamilan

Perubahan keadaan

Kelainan

penyakit

kulit

yang

disebabkan

kehamilan

Sebagian besar kelainan atau penyakit kulit yang bersamaan dengan kehamilan tidak mempengaruhi kehamilan dan tumbuh kembang janin intrauteri secara murni. Namun bila diikuti dengan infeksi sekunder yang dapat memberatkan keadaan ibu hamil sampai terjadi sepsis, morbiditas dan mortalitas maternal atau perinatal akan dapat meningkat.

12. No Maternal 1. Bentuk

Penyakit Infeksi

infeksi Komplikasi Fetalis

Infeksi kandida

vagina albikans

- trikomonas Hanya menimbulan komplikasi pada maternal Komplikasi janin praktis tidak dijumpai 2. Rubella Sitomegalovirus

- Parvovirus Komplikasi minima pada maternal - Merusak tumbuh kembang janin -Menimbulkan 3. kematian,kelainan kongenital ganguan mental Korioamnionitis Gonnorhea Sifilis Rubeola B-streptokokus

- HIV Menimbulkan morbiditas atau mortilitas ibu hamil dan janin serta neonatus yang tinggi Menimbulkan morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan janin nyatinggi serta neonatusnya

13.

Penyakit

hubungan

seksual

Yang

termasuk

dalam

penyakit

hubungan

seksual

pada

kehamilan

adalah

Sifilis Gonorhea Penyakit yang disebabkan Limfogranuloma Herper Penyakit human Ulkus Trikomonas HIV dan papilloma chlamydia trachomatis venereum simpleks virus molle vaginalis AIDS

Nutrisi

pada

Ibu

Hamil

Makanan wanita hamil harus lebih diperhatikan daripada di luar kehamilan karena dipergunakan :

Untuk Pertumbuhan Untuk

mempertahankan

kesehatan

dan

kekuatan

badan. janin.

mengadakan

cadangan

makanan

dalam

masa

laktasi.

1.

Protein

Kebutuhan protein dalam kehamilan bertambah yang disebabkan oleh bertambahnya metabolisme, untuk pertumbuhan janin, pertumbuhan rahim, pertumbuhan kelenjar buah dada dan penambahan volume darah.

Kekurangan protein mungkin menimbulkan anemia, toxemia gravidarum, oedema atau prematuritas.

2.

Garam

Kebutuhan bertambah terutama akan Ca, P, dan Fe. Fe berfungsi sebagai katalisator pembentukan Hb dalam darah sedangkan Ca dan P berguna untuk pembentukan tulang tulang janin.

3.

Vitamin

Pada binatang percobaan kekurangan vitamin dapat menimbulkan kelainan bawaan dan abortus. Pada manusia pengaruh tersebut belum terbukti, tetapi vitamin sangat diperlukan untuk kesehatan yang optimal.

c. Vitamin A : berguna untuk menjaga kesehatan mata serta menambah daya tahan terhadap infeksi. d. Vitamin B complek : terdiri dari Vit.B1 ( thiamin ), riboflavin, as.nicotin, dan Vit B6 atau pyridoxin. Ada kemungkinan bahwa kekurangan vitamin B complex dapat menyebabkan perdarahan pada bayi, menambah kemungkinan perdarahan post partum dan atrofi dari ovaria. e. Vitamin C : berguna untuk membantu penyerapan Fe dalam tubuh, mencegah scorbut, serta penting f. Vitamin D : untuk berguna untuk pertumbuhan pertumbuhan tulang dan bersipat anti janin. rachitis.

4.

Air

Wanita hamil harus minum banyak air kira kira 6 8 gelas sehari. Air menambah keringat dan juga pengeluaran racun melalui usus dan ginjal.

LANDASAN NIFAS

TEORI NORMAL

Pueperium (nifas) adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandunagn kembali seperti keadaan sebelum hamil. Lama masa nifas ini yaitu : 6 8 minggu. (Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002 : 122)

Tujuan 1. 2. Menjaga

asuan kesehatan skrining ibu dan

masa janin baik fisik pada

nifas maupun ibu

: psikologis. janin.

Melaksanakan

yang

komprehensif

maupun

3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, pe,berian imunisasi 4. (Buku acuan kepada bayinya Memberikan Pelayanan Kesehatan Maternal dan perawatan pelayanan dan Neonatal, 2002 : bayi sehat. KB 122)

Perubahan-perubahan 1.

psikologis Involusi

pada

masa

nifas

: Uterus

Uterus berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil.

Involusi Bayi Uri 1 2 6 8 2 Pertengahan Tidak Bertambah Sebesar 750 500 350 50 30

TFU

Berat

Uterus Lahir Lahir Minggu Minggu Minggu

Minggu jari pusat teraba

Setinggi bawah

pusat pusat simfifis

diatas

simfifis kecil

normal

1000

gr gr gr gr gr gr

2.

Involusi

tempat

plasenta

Proses involusin uteri pada bekas implantasi plasenta terdapat gambaran sebagai berikut : - Bekas implantasi plasenta segera setelah plasenta lahir seluas 12 x 15 cm, permukaan kasar dimana pembuluh darah bermuara.

- Pada pembuluh darah terjadi pembentukan trombose disamping pembuluh darah tertutup karena kontaksi rahim.

- Bekas luka implantasi dengan cepat mengecil, pada minggu ke 2 sebesar 6 8 cm dan akhirnya pveperium sebesar 2 cm.

- Lapisan endometrium dilepaskan dalam bentuk jaringan nekrosis bersama lochea - Luka bekas implantasi plasenta akan sembuh kerena pembuluh endometrium yang berasal dari tepi 3. luka Perubahan dan lapisan pembuluh basalis darah endometrium. rahim

Dalam kehamilan, uterus banyak mempunyai pembuluh-pembuluh darah yang besar, tetapi karena setelah plasenta tidak dibutuhkan lagi peredaran darah yang banyak, maka arteri harus mengecil 4. Perubahan lagi pada pada serviks masa dan nifas. vagina

Setelah persalinan, bentuk serviks agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman. Konsistensi lunak dan setelah bayi lahir tangan masih bisa masuk rongga rahim. Setelah 2 jam dapat 5. dilalui 2 3 jari dan setelah perut 7 hari hanya dan dapat dilalui 2 jari.

Dinding

Peritonitis

Setelah persalinan, dinding perut longgar karena direnggang begitu lama, tetapi biasanya pulih kembali 6. dalam waktu Saluran 6 minggu. kencing

Dinding saluran kencing memperlihatkan odema dan hiperamia, kandung kemih dalam masa puerperium kurang sensitif dan kapasitasnya bertambah, sehingga kandung kemih penuh atau BAK masih ada urine resiolual. Sisa urine ini dan trauma pada dinding kantung kencing waktu

persalinan memudahkan terjadinya infeksi. Dilatasi ureter dan pylium normal kembali dalam waktu 7. 2 minggu. Laktasi

Keadaan buah dada pada hari pertama nifas sama saja dengan keadaan kehamilan pada waktu dada belum mengandung susu, melainkan colostrum yang dapat dikeluarkan dengan memijat oreola mamae. Colostrum adalah cairan kuning prtama yang keluar pada saat ibu menyusui dan biasanya (Obstetri berlangsung Fisiologi pada UNPAD, hari ke hal tiga 315 post partum. 318)

Perawatan 1. Dianjurkan Perawatan a. b. c. Melancarkan untuk

pasca

persalinan

(konseling)

: Mobilisasi

mobilisasi mobilisasi pengeluaran

dini

setelah mempunyai

jam

post

partum. : Pverperium. kandungan.

keuntungan infeksi

Lochea, involusi

mengurangi alat intestinal dan

Mempercepat Melancarkan fungsi alat

gastro

alat

perkemihan.

d. Meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran metabolisme. Penderita 2. diperbolehkan bangun dari tempat tidur 24 48 jam post partum. Diet

Makanan harus bergizi dan cukup kalori. Sebaiknya makan makanan yang mengandung protein, banyak cairan, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Dalam beberapa hari post partum seorang wanita akan kehilangan 2 3 pon cairan tubuh. Indakan asuhan yang baik pada masa nifas tentang a. kebutuhan Mengkonsumsi dan tambahan 500 cairan kalori adalah per : hari

b. Makanan dengan diet seimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vitamin yang cukup.

c.

Minum

kurang

lebih

liter

per

hari.

d. Dil zat besi harus diminum untuk menambah zat besi setidaknya 40 hari post partum. e. Minum kapsul vitamin A agar bisa memberi bayinya vitamin A melalui ASI. 3. Miksi

Segera setelah persalinan kandung kemih harus kosong. Sete;ah itu pembentukan urine oleh ginjal meningkat. Anjurkan untuk BAK setiap 6 jam. Pada beberapa wanita dalam 24 jam pertama post partum merasa susah BAK karena robekan pada saat persalinan pada jaringan vagina dan jaringan sekeliling kandung kemih. Sedangkan ada pula wanita yang tidak dapat menahan BAK sehingga 4. selalu basah pada minggu-minggu atau bulan-bulan pertama. Defekasi

Harus dilakukan 3 4 hari. Bila masih sulit BAB dan terjadi opstipasi apabila terjadi BAB dapat diberikan 5. obat laksans Perawatan per oral payudara atau perektal. (Mammae)

Perawatan payudara harus dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas, tidak keras sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. Bila bayi mulai disusui, isapan pada putting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oksitosin dikeluarkan oleh hipofise. Produksi ASI akan lebih banyak sebagai efek positiv adalah involusi uterus akan lebih sempurna. Salah satu cara untuk meningkatkan ASI dan memudahkan menyusui adalah dengan rooming 6. in atau perawatan satu tempat (satu kamar) Senggama

Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri. Begitu darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri, aman untuk memulai hubungan suami istri kapan saja. Ibu siap, tetapi yang paling ditekankan adalah kenyamanan ibu dalam melakukan hubungan. 7. Suhu

Harus diawasi terutama dalam minggu pertama dari masa nifas karena kenaikan suhu adalah

tanda pertama infeksi. Kita anggap nifas terganggu kalau ada demam lebih dari 38 derajat celcius 2 hari berturut-turut dalam 10 hari yang pertama post partum, kecuali hari pertama dan suhu harus diambil sekurang-kurangnya 4 kali sehari.

8.

Datangnya

Haid

Kembali

Ibu yang tidak menyusui anaknya, haid datang lebih cepat dari ibu yang menyusui anaknya. Pada ibu golongan pertama biasanya haid datang setelah 8 minggu setelah persalinan. 9. Lamanya perawatan

Lamamnya perawatan bagi ibu yang sedang bersalinditentukan oleh keadaan, ialah keadaan sosial, ekonomi dan keadaan tempat ibu tersebut bersalin. Biasanya ibu bersalin dirawat selama 3 10. 5 Follow hari. Up

Enam minggu setelah persalinan ibu hendaknya memeriksakan diri kembali. Keadaan umum, tensi, air kencing, keadaan didinding perut dan buah dada diperiksa dan kemudian dilakukan pemeriksaan 11. dalam yang teliti. Kalau ada kelainan, segera diobati. Berencana

Keluarga

Masa post partum merupakan saat yang paling baik untuk menawarkan kontrasepsi, oleh karena pada saat ini motivasi masih saat tinggi. Oleh karena, pil dapat mempengaruhi sekresi air susu, biasanya ditawarkan IUD, injektable atau sterilisasi.

Sebelum menggunakan metode KB, hal-hal berikut perlu dijelaskan terlebih dahilu pada ibu : a. b. c. d. Bagaimana Bagaimana metode ini dapat mencegah atau Efek menggunakan metode kehamilan dan efektivitasnya. keuntungannya. samping. ini.

Kelebihan

e. Kapan metode ini dapat mulai digunakan untuk wanita pasca salin yang menyusui. Jika seorang ibu atau pasangan telah memilih metode KB tertentu ada baiknya untuk bertemu

dengannya lagi dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu atau pasangan dan untuk mengetahui apakah metode tersebut berjaln dengan baik. Idealnya pasangan menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali dan setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya.

Pengawasan

kala

IV

yang

sebetulnya

pada

jam

pertama

dari

nifas

meliputi

1. Pengawasan keadaan umum ibu : tekanan darah, nadi, suhu, respirasi, keadaan umum, kesadaran, 2. 3. 4. Pengawasan Pengawasan pendarahan kontraksi keadaan Pengawasan maupun uterus sekret yang keluar ada dari vagina yang emosional, dll. TFU (lochea). tertinggal.

dan

apakah

plasenta

5. Pengawasan payudara, apakah ASI sudah keluar atau belum, keadaan putting susu, jumlah pengeluaran (Obstetri Fisiologi, hal ASI, 322 dll. 328)

Adaptasi psikologis Ibu adalah suatu penyesuaian diri yang sangat besar terhadap jiwa dan kondisi tubuhnya setelah mengalami suatu stimulasi dan kegembiraan yang luar biasa. Adaptasi psiklogis ibu terbagi menjadi 3 :

1. Hari pertama Taking In : Ibu berfokus terhadap diri sendiri, minta diperhatikan. 2. Hari kedua Taking Hold : Ibu menjadi mandiri, punya keinginan merawat bayinya sendiri. 3. Minggu pertama Letting Go : Masa mendapat peran baru, ibu mulai mencurahkan kegiatan pada bantuan orang lain, beri dukungan baik dari petugas maupun keluarga.

Post partum blues merupakan adaptasi suatu fenomena psikologis yang umumnya dialami oleh wanita yang terpisah dari bayi dan keluarganya. Post partum blues biasanya terjadi sekitar hari ke

3 Tanda 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

hingga dan

hari gejala post

ke partum

post blues adalah

partum. :

Sangat

emosional Sedih

Khawatir

jika

tidak Mudah

ada

yang

merawat

bayinya. tersinggung Cemas

Merasa Mudah Sedih Menangis tanpa

hilang

semangat marah ada sebabnya kali.

berulang

Beberapa

faktor

yang

dapat

mendorong

terjadinya

post

partum

blues

adalah

1. Pengalaman melahirkan yang kurang lancar dapat membuat ibu merasa kecewa dan sedih. 2. 3. Pengalaman Rasa sakit melahirkan atau letih yang sulit dapat menyebabkan hingga ibu ibu merasa merasa letih. down.

setelah

melahirkan

4. Adanya rasa tanggung jawab yang besar untuk menjalankan peran sebagai orang tua dirasakan sebagai beban oleh ibu.

5. Tingkah laku bayi contohnya bayi yang menangis dianggap sebagai akibat dari ketidakmampuan ibu dalam merawat bayinya.

6. Kesulitan dalam merawat atau menyusui bayinya, dapat membuat ibu merasa kecewa atau sedih. 7. Adanya masalah dengan perawat atau pihak rumah sakit dapat menambah permasalahan.

Tanda-tanda

bahaya

pada

masa

nifas

1. Pendarahan pervaginan yang luar biasa ataua tiba-tiba bertambah banyak (lebih dari

pendarahan haid biasa atau bila memerlukan pergantian pembalut 2 x dalam setengah jam). 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pengeluaran Rasa Sakit kepala sakit yang pervaginam bagian terus menerus, di waktu BAK yang bawah nyeri mata atau warna jika baunya abdomen epigastrik atau kurang atau masalah di tidak dan enak terasa yang di sedap. punggung. penglihatan. tangan. badan. sakit. lama. kaki.

Pembengkakan Demam, Payudara rasa yang sakit

atau merasa panas waktu

berubah nafsu gerah,

menjadi makan

merah,

Kehilangan Rasa sakit,

dalam dan

lunak

pembengkakan

10. Merasa sangat sedih dan tidak mampu mengurus diri sendiri atau mengasuh bayinya. 11. 12. 13. Nyeri panggul Merasa sangat Lemas atau abdomen yang lebih letih atau luar dari keram hal uterus nafas terengah-tengah. biasa. biasa .

(Asuhan

Persalinan

Normal,

140)

Komplikasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Infeksi

masa Puerperal Trauma

nifas

: Morbili Genetalia Endometritis Mastitis

Abses Tromboplebitis

Dada Berat Dll

LANDASAN KELUARGA

TEORI BERENCANA

Pelayanan 1.

kontrasepsi Tujuan

mempunyai

2 Umum

tujuan

: :

Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu dihayatinya NKKBS.

2.

Tujuan

pokok

Penurunan angka kelahiran yang bermakna,guna mencapai tujuan tersebut maka ditempuh kebijaksanaan mengkategorikan Fase Fase Fase 3 fase menunda menjarangkan menghentikan/mengakhiri untuk mencapai sasaran yaitu:

perkawinan/kesuburan kehamilan kesuburan

Macam-Macam I. 1) a. b. 2) a) Diafragma Metode Metode Metode Metode suhu Natural Fertility

Metode Metode Tanpa KB Family Awarreness Periodic Metode Pantang Kalender badan lender Sympto Coitus Dengan basal Serviks

Kontrasepsi Sederhana Alat Alamiah Planning Methods Abstinens Rhythm berkala (Ogino-Knauss) (Thermal) (Billing) Thermal Interuptus Alat Mekanis

Kondom Barier

pria intravaginal

Kap Spons Kondom b) Spermisid Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal soluble (

serviks sponge) wanita Kimiawi : cream foam jelly suppositoria tablet film

II. 1) a) Pil Mini Morning Oral

Metode Kontrasepsi

Modern Hormonal Per-Oral Kombinasi (POK) Pil

After

pil

b) DMPA NET_EN Microsphere Microcapsules

Injeksi/

suntikan

c)

Sub-Kutis/

Implant

Implant Implant 2) 3) a) Penyinaran Radiasi Sinar Operatif, Ligasi Elektro Fimbriektomi Salpingektomi Ovarektomi Histerektomi Fimbriotexy ovaroitexy Penyumbatan

non

biodegradable biodegradable

(Norplant,Norplant-2,ST-1435,Implanon) (Capronor,Pellets) Device (IUD)/ AKDR Mantap: Wanita

Intra

Uterine Kontrasepsi Pada

sinar

X,radium

cobalt

dan

lain-lain Laser

Medis tuba koagulasi

Operatif

Wanita falopii

tuba

falopii

bilateral

(fimbrial

cap)

tuba

falopii

secara

mekanis:

Penjepitan tuba falopii (hemoclip,tubal band,falope ring,yoon band,spring-loaded clip,filshie clip) Solid plugs (solid silastic intra tubal device,polyethylene plug,ceramik dan proplast plugs,Dacron dan Penyumbatan Phenol Quinacrine tuba (carbolic Teflon falopii acid) secara plugs) kimiawi: compounds)

Methyl-2 AgGelatin-resorcinol-formaldehide Ovabloc b) Medis Vasektomi/ vasektomi

cyanoacrylate

(MCA) Nitrat (GRF)

Pada Operatif tanpa pisau

Pria Pria (VTP)

Penyumbatan Penjepitan Plugs Intra Vas Penyumbatan

Vas-Deferens

secara

mekanis

: Vas-deferens

Vas

Device Values

vas-deferens

secara

kimiawi

(Quinacrine,Ethand,Ag-Nitrat)

Semua jenis kontrasepsi diatas mempunyai keuntungan kerugian dan cara pakai yang berbedabeda. Di bawah ini akan dikelaskan secara rinci mengenai kontrasepsi Suntik.

KONTRASEPSI

SUNTIK

Kontrasepsi hormonal jnis KB suntik di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relative murah, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pasca persalinan.

Profil

Dapat dipakai oleh kesuburan masa laktasi

Sangat

efektif Aman

semua lebih

perempuan lambat, tidak

dalam

masa 4

reproduksi bulan ASI

Kembalinya Cocok untuk

rata-rata menekan

karena

produksi

Jenis

Kontrasepsi

Suntikan

o Cyclofem mengandung 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali

o Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) mengandung 150 mg DMPA, yang diberikan setiap 3 blank dengan cara disuntik IM

Cara Mencegah

Kerja ovulasi

Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma Menjadikan Menghambat selaput lendir rahim gamet tipis oleh dan atrofi tuba

transportasi

Efektifitas Bila menyuntikkan dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan makakedua jenis kontrasepsi tersebut memiliki efektifitas yang tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan / tahun

DMPA memiliki efektifitas tinggi, sederhana cara pemberiannya, cukup aman, kesuburan dapat kembali setelah beberapa lama dan cocok untuk ibu-ibu yang sedang menyusui

Depo Noristerat menyebabkan siklus haid lebih stabil, amenorea lebih jarang dan efektifitas lebih cepat kembali setelah berhenti menjadi akseptor

Keuntungan

Sangat Pencegahan Tidak berpengaruh kehamilan pada jangka hubungan suami

efektif panjang istri

Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung, dan gangguan Tidak Sedikit Klien Dapat tidak digunakan oleh perlu perempuan kanker memiliki pembekuan pengaruh efek menyimpan > 35 tahun dan obat sampai terhadap darah ASI samping suntik perimenopause ektopik payudara panggul cell )

Membantu Menurunkan Mencegah Menurunkan

mencegah

endometrium penyakit

kehamilan jinak radang

kejadian beberapa krisis penyebab anemia

penyakit sabit (

blank

sickle

Keterbatasan

o Siklus Perdarahan Perdarahan Tidak

Sering haidyang

ditemukan

gangguan memendek banyak atau perdarahn sama atau

haid

seperti: memanjang sedikit (spotting) sekali

yang tidak teratur haid

atau bercak

o Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntik ulang) o o Tidak dapat dihentikan berat sewaktu-waktu badan merupakan sebelum efek suntikan samping berikutnya tersering

Permasalahan

o Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B virus, atau o Terlambatnya infeksi kembali kesuburan setelah virus penghentian HIV pemakaian

o Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadi kerusakan/ kelainan pada organ genitalia, melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya( tempat suntikannya) o Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang

o Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang ( densitas) o Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan vagina, menurunkan libido, gangguan emosional (jarang), sakit kepala, nervositas, dan jerawat.

Yang

Dapat

Menggunakan

Kontrasepsi

Suntikan

Progestin

Usia Nulipara Menghendaki Menyusui Setelah Perempuan Perempuan Perempuan yang dan kontrasepsi dan jangka telah panjang dan yang memiliki memiliki

reproduksi anak efektifitas yang tinggi sesuai menyusui keguguran tubektomi perokok

membutuhkan dan abortus anak,

kontrasepsi tidak atau belum

melahirkan setelah telah banyak

tetapi

menghendaki

Perempuan dengan tekanan darah < 180/110 mmHg, dengan masalah pembekuan darah atau

anemia

blank

sabit

Perempuan mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.

Yang

Tidak

Boleh

Menggunakan

Kontrasepsi

Suntikan

Progestin

o Perempuan hamil atau dicurigai hamil ( resiko cacat 7% per 100.000 kelahiran) o Perempuan dengan perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya

o Perempuan yang tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorea o o Waktu Perempuanang Perempuan dengan menderita diabetes Mulai mellitus kanker disertai payudara komplikasi Penggunaan

Mulai

Setiap dari hari

saat pertama

selama sampai hari

siklus ke-7 siklus

haid haid

Pada perempuan yang tidak haid, injeksi pertama dapat diberikan setiap saat asalkan tidak hamil, selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual

Cara

Pemberian

pada sesudah ASI hari berproduksi atau

Pasca ke sebelum ibu 3-5 pulang dari

persalinan postpartum rumah sakit

6-8 minggu pasca persalinan, asal dipastikan bahwa ibu tidak hamil atau belum pernah melakukan Pasca koitus keguguran

Setelah 30 Waktu haid hari pasca abortus,

selesai sala Masa pada hari ke ibu tidak hamil

kuretase lagi interval 3-5.

Penanganan

Gangguan

Haid

1. 2. 3. Perdarahan ringan atau spotting sering dijumpai, tetapi tidak

Amenorea Perdarahan berbahaya

4. Bila terus berlanjut atau setelah tidak haid, namun penyebab perdarahan perlu dicari penyebabnya. Obati penyebab tersebut dengan cara sesuai

5. Bila ditemui penyakit radang panggul atau penyakit akibat huungan seksual, klien perlu diberi pengobatan yang sesuai dan suntikan dapat terus dilanjutkan

6. Perdarahan banyak atau memanjang ( lebih dari 8 hari atau 2 kali lebih banyak dari biasanya). Jelaskan hal tersebut biasa ditemukan pada blank pertama penyuntikan

7. Bila gangguan tersebut menetap, perlu dicari penyebabnya dan bila ditemukan kelainan ginekologi, klien perlu diobati dan dirujuk

8. Bila perdarahan yang terjadi mengancam klien, suntikan jangan dilanjutkan lagi. Pilih kontrasepsi lain. Untuk mencegah anemia diberi preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat besi.

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN Ny.

KOMPREHENSIF S DI

PADA BPS

IBU

HAMIL SULISTYANI LAMPUNG

Hari/Tanggal Pukul Anamnesa Oleh

: : :

Kamis,

1 17.00

April

2010 wib

Margie

Ayu

Melia

Novita

I. A. Istri Nama Umur Suku/Bangsa : : : 26 Ny. S tahun Jawa/Indonesia Tn. 32

SUBJEKTIF Identitas Suami E tahun Jawa/Indonesia

Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Jln.

: : : Perwira No.6

Islam SMP IRT Terminal Inud

Islam D3 Wiraswasta Rajabasa

B.

ANAMNESA

1. Alasan Kunjungan : Pemeriksaan kehamilan rutin dan ingin mengetahui keadaan kesehatan ibu dan janinnya.

2. 2.1

Riwayat

Kehamilan Riwayat

saat

ini Menstruasi

Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 2 : 3 :

14 30

tahun hari 6 hari setiap hari ada 2009 2010

5 kali : : 15 24 ganti

pembalut tidak Juli April

Dismenorhea HPHT TP :

2.2 Mual PP ddan test

Tanda Amenorhea muntah : : ya, ya,

tanda : pada positif usia kehamilan 29 8

kehamilan ya 16 minggu 2009

terutama hasil

(+),

Agustus

2.3 Gerakan fetus dirasakan pertama kali pada usia kehamilan 20 minggu dan dalam 10 menit

terakhir

kali

2.4 Mual Gangguan Sakit Nyeri Pengeluaran

Keluhan dan muntah Penglihatan kepala saat BAK pervaginam :

yang : : tidak tidak tidak : : tidak tidak

dirasakan ada ada ada ada ada

2.5 Sebelum Jenis Pola Makanan :

Pola

Pemenuhan

Nutrisi Hamil

Makan 1 prg nasi,

2-3 mangkuk sayur, 1

x ptg

sehari ikan/ayam

Setelah Jenis Pola Makanan Makan : 1 1 : prg 3 nasi, 1 mangkuk 4 sayur, 1 kali ptg

Hamil sehari ikan/ayam

2.6 Sebelum Warna BAK

Pola

Eliminasi

Sehari

hari Hamil

Frekuensi :

Kuning

kali

sehari Jernih

Warna Konsistensi

BAB

Frekuensi : :

kali

sehari Kuning Lembek

Setelah Warna BAK : Frekuensi : : 4 5 kali

Hamil sehari Kuning

Warna

BAB

Frekuensi

: : :

kali

sehari Kuning Lembek

Konsistensi

2.7

Pola

aktivitas

sehari

hari

Istirahat dan Pola tidur : Ibu tidur 7-8 jam sehari, dan jarang tidur siang Seksualitas Pekerjaan : : ibu ibu mengatakan pekerjaan tidak ringan ada rumah keluhan tangga

mengerjakan

2.8

Imunisasi

TT

lengkap,

pada

saat

umur

kehamilan

dan

bulan.

2.9

Kontrasepsi

yang

pernah

digunakan

KB

Suntik

Riwayat

Kehamilan,

Persalinan,

dan

Nifas

yang

Lalu

No Tgl/Thn Prslnn Tmpt Prslnn Usia Khmln Jenis Prslnn Penolong Penyulit Anak Ket JK 1. BB PB

2.

2007

Hamil

ini

BPS

aterm

spontan

bidan

3000

gr

50

cm

sehat

4. 4.1 Riwayat Penyakit Jantung Hipertensi Hepar Diabetes HIV/AIDS Malaria

Riwayat yang : : : Melitus : : : tidak tidak pernah atau tidak tidak tidak tidak sedang

Kesehatan diderita ada ada ada ada ada ada

4.2

Riwayat

Kesehatan

Keluarga

Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak terdapat penyakit menurun seperti jantung, hipertensi, diabetes mellitus, campak, hepar, dll

4.3

Riwayat

Kesehatan

Ibu mengatakan tidak pernah mengkonsumsi alcohol / obat obatan sejenisnya, jamu, merokok atau melakukan pencucian vagina

5. 5.1 5.2 Jumlah Lama : apakah kehamilan ini

Riwayat direncanakan/ : tidak : Ya,

Sosial direncanakan : Ya kali tahun

Status

Perkawinan :

Menikah 1 4

5.3

Susunan

Keluarga

yang

tinggal

dirumah

No 1. 2. 3.

Jenis

Kelamin

Umur

Hubungan

Pendidikan

Pekerjaan

Keterangan

Laki 32 th

Laki th Suami D3 Wirasawasta Sehat

Perempuan 3 Anak Sehat

5.4

Kepercayann

yang

pernah

dianut

keluarga

tidak

ada

II. A. 1. 2. 3. 4. N 5 BB 6. 7. TTV : BB setelah Tinggi LILA : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 sebelum hami Badan : : 24 : : Emosional 100/60 X/menit hamil : mmhg T : 53 155 R : Pemeriksaan Umum Compos : : 20 36,5 44 :

OBJEKTIF Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC Kg Kg cm cm

B.

Pemeriksaan

Fisik

1. a. Kepala : : Kulit kepala : Hitam, Bersih, tidak tidak ada

Inspeksi ketombe rontok

Rambut

b.

Muka

Kloasma

Gravidarium:

Tidak

ada

c. Sklera

Mata

Konjungtiva :

Merah Putih

muda

(an

anemis) (anikterik)

d. Pengeluaran

Hidung :

Simetris Tidak

Ya ada

e. Pengeluaran

Telinga :

Simetris Tidak

Ya ada

f. Gigi

Mulut dan

dan Geraham

Gigi :

Lidah Tidak ada

Bersih Caries

g. Putting Simetris Benjolan

Dada susu :

Payudara : Ya, : :

: Menonjol kanan

Pembesaran dan dan Tidak Belum

Ada bersih kiri ada ada

Pengeluaran

h.

Abdomen

Pembesaran

Sesuai

usia

kehamilan

Bekas Striae Linea

luka :

operasi

: Tidak :

Tidak

ada ada Nigra

i.

Punggung

dan

Pinggang

Posisi

punggung

Lordosis

j. Varises

Ekstremitas

: :

Kemerahan

: Tidak

Tidak

ada ada

k. keluar gatal

Anogenital cairan

Tidak putih dan

dilakukan

(namun

Ibu tetapi

mengatakan tidak berbau)

berlendir tidak

2. a. Muka : Edema :Tidak

Palpasi ada

b. Kel.

Leher getah

Kel. bening

Thyroid :

:Tidak Tidak

ada ada

pembengkakan pembengkakan

c. Tumor

Abdomen

Pembesaran :

Lien

dan Tidak

Limpa:

Tidak

ada ada

d.

Uterus

- Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. Donald : 29 cm). Pada bagian fundus teraba satu bagian besar, agak lunak, dan tidak melenting.

- Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar, rata, memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin

- Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat, keras, melenting TBJ : : Leopold (Niswander) 1,2 (29 2406 : 1,2 (TFU 7,7) gr IV x 7,7) 100 x : 100 gr gr 2706 Konvergen 150 150 gr gr gr

3. a. b. c. Frekuensi Punctum maximum : 3 Jantung Paru-paru : Uterus : jari dibawah : Normal, : Normal, tidak ada DJJ 140 pusat sebelah kiri bunyi ronchi lup dan :

Auskultasi dup wheezing (+) X/menit perut ibu

4. a. b. Nyeri Refleks ketuk Patella punggung : dan (+) pinggang , kanan : Tidak dan

Perkusi ada kiri

C. 1. Glukosa 2. Darah : Urine : :

PEMERIKSAAN Protein : Tidak Hb : 10, 2 Tidak

LABORATORIUM dilakukan dilakukan gr %

III.

ASSESMENT

Diagnosa Diagnosa Janin :

Ibu Janin

: tunggal, :

Ibu hidup

G2 intrauterine, Tidak

P1 presentasi

A0 kepala ada

Masalah

IV.

PLANNING

1. Memberikan penjelasan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi Ibu janin mengerti juga tentang dalam penjelasan keadaan yang sehat diberikan

2. Memberi tahu ibu mengenai tanda tanda bahaya dalam kehamilan, yaitu: Bengkak Keluar darah Pusing atau sakit kepala yang tidak hilang dengan istirahat kabur kaki tiba dari dan jalan wajah lahir

Penglihatan pada tiba

- Sehingga bila terjadi salah satu hal diatas ibu dapat segera mendatangi tenaga kesehatan Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu diatas

3.

Menjelaskan

pada

ibu

tanda

tanda

persalinan,

yaitu

- Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek Keluar Keluar lendir air bercampur darah air

Apabila ada tanda tanda diatas muncul, maka ibu dapat segera mendatangi petugas kesehatan Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu tanda persalinan yang dijelaskan

4. Mengajarkan pada ibu senam hamil untuk usia kehamilan > 35 minggu yaitu : Latihan Latihan Pendahuluan ( 1 6 gerakan ) :

- duduk tegak bersandar ditopang kedua tangan, kedua tungkai diluruskan dan dibuka sedikit seluruh tubuh lemas dan rileks

- gerakan kaki kiri jauh kedepan, kaki kanan jauh ke belakang, lalu sebaliknya gerakan kaki kanan jauh kedepan dan kaki gerakan kaki kanan kiri jauh kebelakang, lakukan masing dan kiri sama sama ke masing 8 dan ke kali kiri

kanan

- gerakan kaki kanan dan kiri sama sama ke arah dalam sampai ujung jari menyentuh lantai lalu gerakan kaki kerah luar, lakukan masing masing 4 kali

- putar kedua kaki bersama sama ke kanan dan ke kiri masing masing 4 kali Latihan duduk tegak kedua 2 tungkai lurus dan : rapat

- letakkan tungkai kanan diatas tungkai kiri, kemudian tekan tungkai kiri dengan kekuatan seluruh tungkai kanan sambil menghempaskan dinding perut bagian atas dan mengerutkan liang dubuur beberapa saat kemudian istirahat

- ulangi gerakan ini dengan tungkai kiri diatas tungkai kanan, lakukan masing masing 8 kali

Latihan

Inti

gerakan

- Latihan Pembentukan Sikap Tubuh : berbaring terlentang, kedua lengan disamping badan dan bahu, letakkan dagu diats dada melihatlah kerah vulva. Lakukan sebanyak 8 kali dengan interval 2 menit - Latihan Kontraksi dan Relaksasi : berbaring terlentang dengan kedua lengan disamping badan kedua kaki lurus, lemaskan seluruh tubuh lakukan pernafasan secara teratur dan berirama.

Tegakkan seluruh otot tubuh dengan cara katupkan rahang, kerutkan dahi, tegakkan otot leher, kepalkan kedua tangan, tegangkan bahu, tegangkan otot otot perut, kerutkan anus, tegangkan kaki dan tahan nafas. Setelah beberapa saat, kembali ke sikap semula dan lemaskan seluruh tubuh. Lakukan sebanyak 8 kali

- Latihan Pernafasan : tidur terlentang kedua lutut dipegang dengan kedua lengan ( posisi lititomi ) dan rileks, buka mulut sedikit dan bernafas nya sedalam dalamnya, lalu tutup mulut. Latihan mengedang seperti buang air besar kerah bawah depan. Setelah mengedan kembali ke posisi semula. Lakukan sebanyak 4 kali dengan interval 2 menit

Latihan

Penegangan

dan

Relaksasi

gerakan

- Latihan Penegangan : berbaring miring ke arah punggung janin misalnya kekiri. Lutut kanan diletakkan kedepan lutut kiri dan keduanya ditekuk. Tangan kanan ditekuk kedepan badan dan tangan kiri dibelakang badan. Tenang, lemaskan seluruh badan, mata dipicingkan, hilangkan semua suara yang mengganggu, atasi tekanan. Lakukan selama 5 10 menit

- Latihan Relaksasi : tutup mata dan lemaskan seluruh persendian, lemaskan otot otot badan termasuk muka, pilihlah tempat yang paling tenang atau tutuplah mata dan telinga pusatkan fikiran anda pada satu titik. Misalnya pada irama nafas. Posisi relaksasi adalah berbaring terlentang, Ibu kedua dan lutut mengikuti ditekuk gerakan senam atau dan berbaring akan mencoba miring. dirumah

mengerti

5. Memberikan obat obatan yaitu tablet Fe dengan dosis 200mg 1x1/hari untuk membantu pertumbuhan sel darah merah sehingga dapat mencegah anemia, vitamin C 50mg 1x1/hari untuk membantu penyerapan Fe, dan Licokalk 500 mg 1x1/hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu dan janin

6. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian, dan segera datang

jika ada keluhan, agar kehamilan ibu dapat dipantau sehingga jika terjadi komplikasi/masalah dapat segera diatas

Ibu mengatakan akan melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian dan segera datang jika ada keluhan

KUNJUNGAN

II

Anamnesa Tanggal Pukul

Oleh : :

Margie 6 08.

Ayu April 00

Melia

Novita 2010 wib

I. Ibu Ibu mengatakan mengatakn badannya gearakan pegal bayinya

SUBJEKTIF pegal aktif

II. A. 1. 2. 3. 4. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 : : Emosional 100/70 X/menit mmhg T R : Pemeriksaan Umum Compos : : 20 36,5 :

OBJEKTIF Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC

B.

Pemeriksaan

Khusus

Kebidanan Palpasi

- Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. Donald : 29 cm). Pada bagian fundus teraba satu bagian besar, agak lunak, dan tidak melenting.

- Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar, rata, memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin

- Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat, keras, melenting

TBJ : :

Leopold (Niswander) 1,2 (32 : 1,2 (TFU 7,7)

IV x 7,7) 100 x

: 100 gr gr

Divergen 150 150 gr gr GRAM

2406-2706

Auskultasi

DJJ ( + ), punctum maksimum 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu, frekuensi 132 x/menit

Refleks Patella Positif ( + ) kanan dan

Perkusi Kiri

Posisi punggung

Punggung lordosis, tidak ada

dan nyeri ketuk

Pinggang pinggang

Tidak ada oedema, varises, kemerahan dan kekakuan otot

Ekstremitas dan sendi

III. Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 Hamil 37 Minggu

ASSESMENT 4 Hari

Diagnosa

Janin

Janin

tunggal,

Hidup

intrauterine,

presentasi

kepla

IV.

PLANNING

1. Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi janin juga Ibu dalam mengerti tentang keadaan penjelasan yang sehat diberikan

2. Menjelaskan kepada ibu bahwa pegal pegal di pinggang yang dialaminya adalah normal karena posisi badan ibu yang lebih condong kedepan karena perut yang mengalami pembesaran hingga Ibu otot mengerti otot penjelasan pinggang yang tertarik diberikan

3. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obat dan multivitamin yang telah diberikan Ibu mengatakan akan tetap memakan obat obat yang telah diberikan

4. Menganjurkan kepada ibu untuk memeriksakan diri kembali jika ada keluhan Ibu mengatakan akan memeriksakan diri jika ada keluhan

5.

Mengajarkan

ibu

cara

melakukan

perawatan

payudara,

yaitu

- beri kompres minyak pada puting susu selama 2 menit dengan kapas yang diberi minyak oleskan minyak / baby oil pada kedua telapak tangan

- letakkan tangan pada awal pemijatan dengan menutup payudara dibagian pinggir - gerakkan tangan kedepan menuju aerola, menekan dengan kuatpada seluruh payudara

gerakan

ini

diulang

selama

10

menit

- pegang payudara dengan satu tangan dan kelenjar susu ditekan dengan tangan lain, ibu jari dan jari diakhir bersihkan pemijatan, puting puting susu dan jari susu ditarik yang keluar dengan dengan lain jari handuk selama dan 2 air dibawah menit hangat

seluruh

payudara

6.

Menjelaskan

pada

ibu

tanda

tanda

persalinan,

yaitu

- Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek Keluar Keluar lendir air bercampur darah air

Apabila ada tanda tanda diatas muncul, maka ibu dapat segera mendatangi petugas kesehatan Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu tanda persalinan yang dijelaskan

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN Ny.

KOMPREHENSIF S DI

PADA BPS

IBU

BERSALIN SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal Pukul

Oleh : :

Margie 06

Ayu April 17.30

Melia

Novita 2010 wib

KALA

I.

SUBJEKTIF

Ibu mengatakan mulas- mulas yang semakin lama semakin sering dan semakin kuat sejak pukul 15.00 Ibu mengtakan keluar lendir sejak pukul 16.00 wib wib

Ibu mengatakan dalam 10 menit merasakan mules yang lamanya kira-kira 35 detik, banyaknya 3 kali Ibu mengatakan belum berasa ingin mengedan, dan gerakan janinnya aktif

II.

OBJEKTIF

A. 1. 2. 3. 4. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 :

Pemeriksaan Umum : Emosional 100/70 X/menit mmhg T R : Compos : : 20 36,5 :

Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC

B.

Pemeriksaan

Khusus

Kebidanan Palpasi

- Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. Donald : 29 cm). Pada bagian fundus teraba satu bagian besar, agak lunak, dan tidak melenting.

- Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar, rata, memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin

- Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat, keras, melenting

Leopold

IV

Divergen

TBJ : :

(Niswander) 1,2 (32

1,2

(TFU 7,7)

7,7) 100

100 gr

gr

150 150

gr gr gram

2406-2706

Auskultasi

DJJ ( + ), punctum maksimum 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu, frekuensi 142 x/menit

Frekuensi 3x/10 menit, Lamanya 30-40

HIS detik

Atas Pukul Oleh Dinding Portio Vagina : : indikasi : untuk

Pemeriksaan mengetahui : : tidak Arah : : : : Ketuban Presentasi Penunjuk : : : 6 ada sistokel searah dan jalan apakah ibu sudah 17.30 inpartu atau

Dalam belum wib Bidan rektokel lahir Lunak 60% cm Positif Kepala UUK

Konsistensi Pendataran Pembukaan -

III. Diagnosa Ibu :

Penurunan

III ASSESMENT

Ibu

G2

P1

A0

hamil

aterm

inpartu

kala

Fase

Aktif

Diagnosa

Janin

Janin

tunggal,

hidup

intrauterine

presentasi

kepala

Masalah

Tidak

ada

IV.

PLANNING

1. Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi janin juga Ibu dalam mengerti tentang keadaan penjelasan yang sehat diberikan

2.

Memantau Persalinan

kemajuan

persalinan terpantau

menggunakan dengan

partograf baik

3.

Menghadirkan Ibu

orang

terdekat

untuk

menemani oleh

ibu

saat

bersalin suaminya

ditemani

4. Menganjurkan ibu untuk cukup makan dan minum agar ibu mempunyai tenaga yang cukup untuk Ibu sudah minum secangkir teh mengedan manis

5. Membantu ibu untuk memilih posisi yang nyaman. Anjurkan ibu untuk berjalan ataupun jongkok jika ibu masih kuat. Namun jika tidak, anjurkan ibu untuk tidur dengan miring kekiri agar

asupan Ibu

O2 memilih

ke posisi

janin tidur

tetap miring

lancar kekiri

6. Menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan saat persalinan, seperti partus set, heating set, peralatan resusitasi, perlengkapan bayi, pakaian ibu, cairan dekontaminasi dan alat perlindungan diri Segala peralatan telah siap pakai

KALA

II

Pukul

20.15-20.40

wib

SUBJEKTIF - Ibu mengatakan rasa mulas dan sakit pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah yang semakin Ibu mengatakan ingin sering mengedan

OBJEKTIF N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 : : Emosional 110/70 X/menit mmhg T R : Umum Compos : : 20 36,5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC

- Adanya dorongan ingin meneran, vulva membuka, perineum menonjol, anus mengembang

Atas Pukul indikasi : :

Periksa untuk menilai 20.15 kemajuan

dalam persalinan wib

Dinding Portio

Vagina :

: Arah

tidak : :

ada

sistokel searah

dan jalan

rektokel lahir Lunak

Konsistensi Pendataran Pembukaan Posisi Penurunan Ketuban : : Presentasi Penunjuk : :

> Lengkap Negatif : : UUK : (

80 (10 -

% cm) ) Kepala UUK Depan

IV

HIS

DJJ ( +

( ),

+ frekuensi 4

), x/10

frekuensi menit, lamanya

140 > 40

x/menit detik

ASSESMENT Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 hamil aterm inpartu kala II

Diagnosa

Janin

Janin

tunggal,

hidup

intrauterine

presentasi

kepala

Masalah

Tidak

ada

Kebutuhan

Dukungan

dan

Motivasi

PLANNING 1. Menjelaskan pada ibu tentang keadaannya dan janinnya dalam keadaan baik, pembukaan sudah lengkap maka ibu sudah siap untuk melahirkan

Ibu

mengerti

penjelasan

yang

diberikan

2. Mengajarkan ibu cara mengedan yang baik dan benar sewaktu ada his, yaitu : - Setiap ada his, kedua tangan ibu merangkul paha dengan mata membuka melihat perut - Dagu ibu menyentuh dada, gigi beradu dan tidak bersuara selama mengedan Ibu Ibu beristirahat mengerti dan diantara akan kontraksi melaksanakannya

3.

Memberikan Ibu

ibu minum

minum

saat secangkir

tidak teh

ada

his manis

4. a.

Melakukan

pertolongan Melahirkan

persalinan

dengan Kepala

prosedur

APN

: Bayi

Memimpin ibu mengejan saat kepala sudah tampak 5 6 cm didepan vulva, penolong meletakkan satu tangan dikepala bayi agar tidak terjadi defleksi maksimal, satu tangan lain menahan perineum agar tidak terjadi robekan. Setelah kepala bayi lahir, penolong mengusap muka bayi dengan kasa/kain bersih. Lalu memeriksa apakah ada lilitan tali pusat pada leher bayi.

b.

Melahirkan

Bahu

dan

Seluruh

tubuh

bayi

Setelah bayi melakukan putaran paksi luar, penolong menempatkan kedua tangan pada sisi kepala dan leher bayi ( secara biparietal ). Kemudian penolong mengarahkan kebawah untuk melahirkan bahu depan dan mengarhkan keatas untuk melahirkan bahu belakang. Lalu menyelipkan satu tangan ke bahu dan lengan bagian belakang bayi untuk menyangga kepala dan satu c. tangan laiin menyusuri badan bayi, Bayi dan lahirlah seluruh Baru tubuh bayi. Lahir

Penanganan

Meletakkan bayi diatas perut ibu dan segera membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi

kecuali pada bagian tangan. Menilai bayi yaitu, bayi menangis spontan, bayi bergerak aktif, dan warna kulit bayi kemerahan. Lalu menjepit dan memotong tali pusat. Kemudian segera mengganti handuk/kain yang basah dengan yang kering dan melakukan inisiasi menyusu dini ( IMD ) yaitu meletakkan bayi secara tengkurap didada ibu dan membiarkan bayi mencari puting susu ibunya.

KALA SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu merasa

III

pukul

20.40-20.50

wib

mengatakan mengatakan bahagia kaarena

perutnya lemas bayinya telah

terasa setelah lahir selamat

mulas melahirkan dan sehat

OBJEKTIF N Tali TFU Kontraksi Pusat : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 Kandung : 2 Uterus Berada : : Emosional 100/70 X/menit kemih jari mmhg T R : : dibawah : di Umum Compos : : 20 36,5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kosong pusat Baik vulva

ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0

Kebutuhan

Penjelasan

tentang

rasa

mulas

PLANNING 1. Melakukan Palpasi abdomen dan tidak ditemukan adanya janin kedua

2. Memberikan suntik Oxytocin 10 unit ( 1 ampul ) IM di 1/3 paha kanan atas bagian luar

3.

Melakukan

Perengangan

Tali

Pusat

Terkendali

- Memindahkan klem sekitar 5 10 cm didepan vulva, saat ada his letakkan satu tangan di supra simfisis dan melakukan gerakan dorso kranial dan tangan lainnya menegangkan tali pusat searah jalan lahir

- Saat adanya semburan darah tiba tiba, tali pusat memanjang dan uterus membulat maka itu tanda lepasnya plasenta

- Saat plasenta nampak didepan vulva, sambut dengan kedua tangan lalu keluarkan dengan diputar searah jarum jam secara perlahan

- Meletakkan kain diatas perut ibu lalu lakukan masase fundus sebanyak 15 kali dalam 15 detik Lalu periksa kelengkapan plasenta , dan periksa luka laserasi

Plasenta lahir spontan pukul 20.50 wib, lengkap dengan selaput kotiledonnya, lalu memeriksa vulva dan vagina dan tidak terdapat luka laserasi

KALA

IV

pukul

21.50-22.50

wib

SUBJEKTIF Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas

OBJEKTIF N TFU Kontraksi Perdarahan : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 Kandung : 2 Uterus : : Emosional 100/70 X/menit kemih jari mmhg T R : : dibawah : 100 Umum Compos : : 20 36,5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kosong pusat Baik cc

ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0

Kebutuhan

Penjelasan

tentang

rasa

mulas

PLANNING 1. Penjelasan pada ibu bahwa rasa mulas yang ia alami adalah normal dikarenakan proses involusi uteri Ibu mengerti penjelasan yang diberikan

2.

Membersihkan Ibu sudah

dan pakai

Merapikan baju

Ibu bersih

setelah dan

bersalin rapi

3.

Menganjurkan

ibu

untuk

makan

dan

minum

untuk

memulihkan

kondisinya

Ibu sudah makan 1 prg nasi, mangkuk sayur, 1 ptg ayam dan secangkir teh manis

4. Mengajarkan ibu untuk sering menyusui bayinya agar nutrisi bayi terpenuhi dan menimbulkan ikatan bathin antara ibu dan bayi selain itu untuk membantu kontraksi uterus Ibu mengerti penjelasan yang diberikan

5.

Dekontaminasi Alat

alat alat

sedang

alat dalam

dan

tempat proses

bersalin dekontaminasi

6. Mengobservasi kondisi ibu setiap 15 menit pada satu jam pertama dan 30 menit pada 1 jam kedua Tanda tanda vital ibu dalam batas normal, kontraksi uterus baik, kandung kemih kosong, TFU 3 jari dibawah pusat

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN Ny.

KOMPREHENSIF S DI

PADA BPS

IBU

NIFAS SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal Pukul

oleh : :

Margie 7

Ayu April 07.30

Melia

Novita 2010 wib

I. Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan lelah nyeri bahwa takut asi untuk mulas setelah pada nya BAK pada m luka sudah dan

SUBJEKTIF perutnya elahirkan jahitan keluar BAB

II. A. Pemeriksaan

OBJEKTIF Umum

1. 2. 3. 4. N TTV : :

Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 : :

Umum Compos

Baik Mentis

Emosional 110/70 X/menit mmhg T R :

: : 20 36,5

Stabil X/menit oC

B. 5. a. Kepala : : Kulit

Pemeriksaan

Fisik Inspeksi

kepala

: Hitam,

Bersih,

tidak tidak

ada

ketombe rontok

Rambut

b.

Muka

Kloasma

Gravidarium:

Tidak

ada

c. Sklera d.

Mata

Konjungtiva :

Merah Putih

muda

(an

anemis) (anikterik)

Hidung :

Simetris Tidak

Ya ada

Pengeluaran

e. Pengeluaran

Telinga :

Simetris Tidak

Ya ada

f. Gigi

Mulut dan

dan Geraham

Gigi :

Lidah Tidak ada

Bersih Caries

g. Putting

Dada susu

Payudara :

: Menonjol

Pembesaran dan

Ada bersih

Simetris Benjolan Pengeluaran h. Abdomen

: :

Ya,

kanan Tidak :

dan

kiri ada Kolostrum

Bekas

luka :

operasi

Tidak

ada Keras

Konsistensi Kandung Pembesaran Pembesaran Benjolan Kemih Lien Liver :

: : : Tidak Tidak Tidak

Kosong ada ada ada

i.

Punggung

dan

Pinggang

Normal,

tidak

ada

nyeri

ketuk

pinggang

j.

Ekstremitas

Tidak

ada

oedema

dan

kekakuan

sendi

3. TFU Kontraksi : 3

Pemeriksaan

Kebidanan Uterus

jari :

dibawah

pusat Baik

Vulva Perineum Anus Pengeluaran : pervaginam : : Ada Tidak : Warna luka ada Lochea

Anogenital kemerahan laserasi haemoroid Rubra

III.

ASSESMENT

Diagnosa

Ibu

P2

A0

Masalah

Tidak

ada

Kebutuhan

Konseling

mengenai

keadaannya

saat

ini

IV. 1. Melakukan TTV pemeriksaan ibu Peurperium pada dalam ibu dan batas

PLANNING memeriksa TTV normal

2. Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah normal, menandakan bahwa kontraksi uterus Ibu yang baik sehingga mencegah terjadinya yang perdarahan diberikan

mengerti

penjelasan

3. Memberikan ibu makanan diit TKTP ( Tinggi kalori Tinggi Protein ) yang terdiri dari menu makanan seimbang seperti nasi, ikan , tempe, telur, ikan, sayur sayuran, dan buah buahan Ibu mengatakan akan makan makanan yang dianjurkan

4.

Mengajarkan

ibu

senam

nifas

hari

ke

1,

yaitu

- Pernafasan Iga dengan gerakan : tarik nafas dalam dari hidung, usahakan rongga dada dan rongga perut tetap. Keluarkan udara perlahan lahan dengan menggunakan otot perut tahan 3 5 detik, lakukan sebanyak 15 kali gerakan

- Gerakan Pergelangan Kaki dengan Gerakan : Kaki diputar kerah luar dan kearah dalam sebanyak 5 kali gerakan

- Latihan kontraksi otot perut dan otot bokong dengan gerakan : tundukan kepala kerutkan pantat kedalam sehingga lepas dari kasur, lepaskan perut sehingga punggungm menekan kasur

kemudian Ibu

lepaskan mengerti

perlahan dan

lahan mengatakan

sebanyak akan

15

kali

gerakan

mempraktekannya

5. Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat untuk membantu mengurangi rasa pegal dan lelah di badannya sehingga Ibu diharapkan kondisinya dapat akan segera membaik istirahat

mengatakan

NIFAS

HARI

Ke

Anamnesa Tanggal Pukul

oleh : :

Margie 8

Ayu April 07.30

Melia

Novita 2010 wib

SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatkan mengatakn mengatakn mulas nyeri sudah sudah siang jalan ini bisa ke akan nya pada BAB kamar pulang semakin luka dan mandi ke berkurang jahitan BAK sendiri rumah

OBJEKTIF N TFU TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 Pengeluaran Kontraksi : 3 : : Emosional 110/70 X/menit Payudara Uterus jari mmhg T R : : : dibawah Umum Compos : : 20 36,5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kolostrum Baik pusat

Anogenital

: : : :

Perineum

ada Lochea

luka

jahit Rubra

Pengeluaran BAB Eliminasi

BAK (

: +

+ )

sudah sudah

ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0

Masalah

Tidak

ada

Kebutuhan

Penjelasan

tentang

kondisinya

saat

ini

PLANNING 1. Melakukan TTV pemeriksaan ibu Peurperium pada dalam ibu dan batas memeriksa TTV normal

2. Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah normal, menandakan bahwa kontraksi uterus Ibu yang baik sehingga mencegah terjadinya yang perdarahan diberikan

mengerti

penjelasan

3. (

Mengajarkan Sebelumnya

pada telah

ibu

senam

Nifas gerakan

hari hari

Ke-2,

yaitu pertama

: )

melakukan

- Latihan Otot Perut dengan gerakan : angkat kepala hingga dagu menyentuh dada, lakukan sebanyak 5 kali gerakan

- Latihan Kaki dengan Gerakan : kedua lutut dibawah atau direbahkan kesamping kiri setengah rendah lalu ke tengah dan dibawa kembali kekanan, bahu tetap dikasur. Lakukan gerakan ini sebanyak 5 kali.

- Latihan untuk mengembalikan rahim pada posisi semula dengan gerakan : Tidur tengkurap dengan bantal menyangga perut bagian bawah dan satu bantal kecil menyangga punggung kaki, kepala menoleh kekiri atau kekanan, tangan diletakkan dibawah bantal dengan siku sedikit dibengkokkan. Pertahankan selama 5 menit sebanyak 4 kali gerakan.

- Latihan untuk menguatkan otot dada dengan gerakan : kedua tangan mendorong lengan kearah siku tanpa menggeser telapak tangan sampai otot dada terasa tertarik kemudian lepaskan, lakukan sebanyak Ibu 45 kali gerakan dan dan mengikuti istirahat setiap 15 yang kali gerakan. diberikan

mengerti

gerakan

4. Menjelaskan ibu tentang pentingnya Imunisasi pada bayi dan menganjurkan ibu untuk rutin mengimunisasi Ibu mengerti penjelasan yang bayinya diberikan

5. -

Mengajarkan Mengompres

ibu

cara putting

perawatab susu

payudara, selama 2

yaitu

: menit

- Melakukan penijatan payudara dengan gerakan spiral, memutar dari dalam keluar atau sebaliknya - Memijat putting susu kearah luar dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk jika putting susu belum keluar

- Kompres payudara ibu dengan kompres hangat dan dingin sevara bergantian sebanyak 5 kali diakhiri Ibu mengerti dengan dan mengikuti kompres apa yang telah hangat dijelaskan

6. -

Menjelaskan

tanda

tanda sulit

bahaya atau oC lemah atau

pada

bayi >

baru 60 dingin

lahir,

yaitu

Pernafasan Terlalu hangat > bayi pusat

x/menit < 36 oC

37

terlalu atau

Hisapan Tali

banyak atau bau

muntah busuk

merah,

berdarah

Apabila terjadi hal hal demikian agar segera menuju ke pelayanan kesehatan terdekat Ibu mengerti dan akan segera datang ke tenaga kesehatan bila terjadi hal tersebut

Menganjurkan Ibu

ibu

untuk

cukup

istirahat

agar

kondisinya akan

cepay

pulih

mengatakan

istirahat

8. Mengajarkan ibu untuk menjaga kebersihan diri, yaitu : mandi 2 x sehari, mengganti pakaian jika basah dan kotor, mengganti pembalut minimal 3 x sehari, dan menjaga kebersihan alat genitalia Ibu mengatakan mengerti apa yang telah diajarkan

KUNJUNGAN POST PARTUM HARI KE

I 7

Anamnesa Tanggal Pukul

oleh : :

Margie 13

Ayu April 16.30

Melia

Novita 2010 wib

SUBJEKTIF

Ibu Ibu Ibu Ibu

mengatakan

tidak

ada

keluhan

dan

keadaannya ASI

semakin

membaik lancar

mengatakan mengatakan mengatakn sehat telah dan dapat tak

beraktivitas ada keluhan

kembali lagi

OBJEKTIF N TFU Anogenital : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 Pengeluaran Kontraksi : : : Emosional 120/70 X/menit mmhg T Payudara Uterus Pertengahan Perineum : : : BAK ( : + : luka Pusat jahitan Lochea ( + ) ) : mulai R : : Umum Compos : : 24 36,5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC ASI Baik sympisis mengering Sangiluenta sudah sudah

Pengeluaran BAB Eliminasi

ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Post Partum hari ke 7

Masalah

tidak

ada

Kebutuhan

Konseling

pada

ibu

tentang

ASI

Eksklusif

PLANNING 1. Melakukan pemeriksaan peurperium pada ibu dengan memeriksa tanda tanda vital, memeriksa payudara, kontraksi uterus, TFU dan lochea

2. Menjelaskan pada ibu tentang ASI Eksklusif, yaitu pemberian ASI pada bayi sejak lahir sampai 6 bulan tanpa diberikan makanan apapun. Dan ASI merupakan makanan utama bagi bayi yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung zat anti body, meningkatkan kecerdasan dan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi

3. Mengajarkan ibu tentang cara perawatan payudara yang baik, yaitu : payudara selalu dijaga kebersihannya dengan cara rajin mengganti BRA minimal 2 x sehari atau jika basah dan kotor. Kompres payudara dengan air hangat agar sirkulasi darah pada payudara lancar dan mencegah bendungan ASI, lakukan pemijatan payudara ( dari luar kearah puting susu ) terutama pada saat mandi

4. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi tinggi karena dalam masa menyusui dan dalam posrsi yang lebih banyak dari pada biasanya serta menganjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dan air untuk mencegah sembelit

5. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara ibu tidur/istirahat ketika bayinya sedang tidur

6. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama rutin untuk mengganti pembalutnya, rutin untuk mandi, menjaga kebersihan diri terutama kulit, rambut dan kuku, rutin mencuci tangan setelah beraktivitas terutama sebelum dan setelah kontak dengan

bayi

6. Menjelaskan pada ibu pentingnya imunisaisi untuk mencegah berbagai penyakit pada bayinya. Jenis jenis imunisasi yang wajib didapatkan oleh bayi yaitu 5 imunisasi dasar lengkap meliputi : Hep B 0 ( usia 0 7 hari ) , BCG ( usia 0 2 bulan ), DPT 1,2, dan 3 ( usia 3,4, dan 5 bulan ), Hep B 3 ( usia 6 bulan ), dan campak ( usia 9 bulan )

KUNJUNGAN POST PARTUM HARI KE

II 14

Anamnesa Tanggal Pukul

oleh : :

: 20

Ayu April 16.30

Prameswari 2010 wib

SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan tidak ada keluhan dan keadaannya ASI luka jahitan telah semakin membaik lancar kering

mengatakn bekas

OBJEKTIF Keadaan TTV : Kesadaran Keadaan TD : Umum : Emosional 120/80 mmhg R : Compos : : 20 Baik Mentis Stabil X/menit

N -

80 Pengeluaran Kontraksi TFU

X/menit

T Payudara Uterus

: : : Tidak

36,5

oC ASI Baik teraba

: : Perineum : : BAK ( : + :

Anogenital

bekas Lochea ( + )

jahitan

kering serosa

Pengeluaran BAB Eliminasi :

sudah sudah

ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Post Partum hari ke 14

Masalah

Tidak

ada

Kebutuhan

Konseling

KB

PLANNING 1. Melakukan pemeriksaan peurperium pada ibu dengan memeriksa tanda tanda vital, memeriksa payudara, kontraksi uterus, TFU dan lochea

2. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi sesuai dengan menu makanan seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral serta anjurkan ibu untuk mengkonsumsi susu karena ibu membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dari pada biasanya untuk dirinya dan bayinya

3. Menganjurkan ibu untuk tetap memperhatikan istirahatnya agar stamina ibu tetap terjaga

4. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama rutin untuk mengganti pembalutnya, rutin untuk mandi, menjaga kebersihan diri terutama kulit, rambut dan kuku, rutin mencuci tangan setelah beraktivitas terutama sebelum dan setelah kontak dengan bayi

5. Memberikan Konseling pada ibu tentang penjarangan kehamilan melalui KB, macam macam KB dan membantu ibu untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat baginya

6. menganjurkan ibu untuk rutin memeriksakan keadaan kesehatn dirinya dan bayinya di pelayanan kesehatan terdekat

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN BAYI

KOMPREHENSIF Ny. S

PADA DI

BAYI BPS

BARU

LAHIR SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal

oleh :

Margie 6

Ayu April

Melia

Novita 2010

SUBJEKTIF Nama Tanggal Jenis Anak Alamat : Lahir : : 6 : : Jln. Perwira Dua no.6 Biodata Bayi April 2010, Laki ( Terminal Induk Ny. pkl 2 20.40 Bayi S wib laki ) Rajabasa

Kelamin Ke

OBJEKTIF Kala Kala Kala Lama Lama Persalinan II III IV : : : : : 7 Kala Riwayat P2 I jam jam 2 jam : 5 jam 25 10 jam 50 15 Persalinan A0 menit menit menit menit menit

Waktu Keadaan

pecahnya air Penolong

ketuban ketuban :

: :

20.10

wib Jernih Bidan

Lilitan

Tali

Pusat

ada

Penilaian

awal

Keadaan Menangis Warna Tonus Bayi cukup atau

air bernafas kulit otot bulan

ketuban spontan : : : : Ya, Ya,

: langsung

Jernih menangis Kemerahan Aktif 40 minggu

Nadi Respirasi Suhu : : :

Keadaan 124 40 37

Umum x/menit x/menit oC

PB BB LK LD : : : :

Ukuran 50 2800 32 30

Antropometri cm gram cm cm

Pemeriksaan 1. Caput Cephal Sutura Ubun-ubun Ubun-ubun Moulage succedaneum hematoma : : Ada, : : besar kecil : : Tidak Tidak Tidak

Fisik Kepala Rata Rata ada ada ada teraba

2. Simetris Conjungtiva Sklera Bulu Kotoran Strabismus Pupil mata : mata : : : mata : Ya, Merah kanan muda Putih : Tida Tidak : dan

Mata kiri (ananemis) (anikterik) Normal ada ada Normal

3. Lubang Bulu Pernafasan Pengeluaran hidung hidung cuping : Ada, : hidung : : Tidak kiri Belum Tidak dan

Hidung kanan terlihat ada ada

4. Simetris Palatum Bibir Reflek : : : Normal, Normal, : Ya, tidak tidak Ada, rooting kanan ada ada tetapi : dan palato labio masih

Mulut kiri schisis schisis lemah Ada

menghisap Refleks

5. Simetris Lubang Pengeluaran : telinga : Ya, : kanan Ada, Tidak dan

Telinga kiri bersih ada

6. Kepala Bendungan Pembesaran Pembesaran Reflek bebas vena kel. kel. menelan jugularis Tyrhoid Getah : bening Ada : : ( berputar : : Tidak Tidak Tidak +

Leher Ya ada teraba ada )

7. Suiara Bunyi Gerakan nafas jantung : Tidak : Simetris dada ada Teratur, ronchi bunyi : : dan lup

Dada Ya Teratur wheezing dup

8. Tali Bentuk : Bising pusat Bulat, tidak usus : ada benjolan : Masih atau

Perut acites Ada basah

9.

Punggung, Fleksibilitas Tonjolan Lipatan Anus tulang tulang

panggul, punggung punggung bokong : :

& : Tidak :

bokong Baik ada Ada Normal

10.

Genitalia

BAK BAB Testis Lubang

Skrotum : anus : : : Tanggal Tanggal Ya :

: 2 ( ( 28 28 April April + 2010, 2010, buah,

Ya, sudah + ) pkl pkl 05.00 05.00 )

ada turun Ada Ada wib wib

Uretra Pertama Pertama

11. a. Jari Pergerakan tangan Reflek Reflek kanan dan : kiri : : :

Ekstrimitas Tangan Aktif Lengkap Ada Ada

menggenggam Morro

b. Jari Pergerakan tangan Reflek Reflek kanan dan berjalan Babinski : kiri : : :

Kaki Aktif Lengkap Ada Ada

ASSESMENT Diagnosa : Bayi Baru Lahir cukup bulan sesuai masa kehamilan

Masalah

Tidak

ada

Kebutuhan

Penanganan

Bayi

Baru

Lahir

PLANNING 1. Melakukan penilaian pada bayi, yaitu : Bayi Bernafas spontan, warna kulit kemerahan, dan bayi bergerak Bayi bernafas spontan, warna kulit kemerahan dan bergerak aktif aktif

2. Pencegahan Hipotermi yaitu dengan membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi dengan handuk, lalu ganti handuk yang basah dengan kain bersih dan kering, serta menghangatkan bayi Badan bayi dalam keadaan kering dan terbungkus dengan kain bersih dan kering dan bayi dihangatkan dalam pelukan ibunya

3. Pelaksanaan IMD, meletakkan bayi didada ibu ( Posisi tengkurap tanpa baju ) dengan badan ditutupi kain bersih dan penutup kepala, biarkan bayi mencari sendiri putting ibunya Bayi melakukan IMD

4. Memberi Vit K 0,1 mg Im pada paha kiri untuk mencegah perdarahan pada bayi baru lahir akibat defisiensi Vit K dan diberi salep mata erotromisin 1 % untuk mencegah infeksi pada mata bayi Bayi telah diberi Vit K dan salep Mata

5.

Merawat Tali

tali

Pusat pusat

dengan

cara

membungkus dengan

dengan kasa

kasa

steril steril

terbungkus

6.

Melakukan Bayi

Pemeriksaan telah

Antropometri diperiksa

dan

pemberian dan

Identitas diberi

pada

Bayi

identitas

NEONATUS

HARI

KE

Anamnesa Tanggal Pukul

oleh : :

Margie 7

Ayu April 07.30

Melia

Novita 2010 wib

SUBJEKTIF Ibu mengatakan Ibu bayinya sudah menyusu dan menghisap bayi dengan kuat aktif

mengatakan

gerakan

OBJEKTIF Daya Tali Keadaan Gerakan Tangisan menghisap Keadaan N R T pusat tubuh ekstrimitas : : : : : : umum 126 40 36,5 Masih : : : Baik x/menit x/menit oC basah Bersih Aktif Kuat Kuat

Refleks

Baik

ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan hari ke 2

Masalah

Tidak

ada

Kebutuhan

Konseling

Nutrisi

Bayi

PLANNING 1. Menganjurkan ibu untuk rajin menyusui bayi agar kebutuhan Nutrisi Bayi terpenuhi Ibu mengerti dan akan rajin menyusui bayinya

2.

Mengajarkan

ibu

cara

menyusui

yang

baik

dan

benar,

yaitu

- Seluruh putting dan sebagian besar aerola harus masuk kedalam mulut bayi - Posisi bayi menghadap ke ibu dengan telinga dan bahu terletak pada satu garis lurus Hidung bayi menempel pada payudara ibu

- Posisi Ibu dalam keadaan yang nyaman, punggung menyandar jika dalam posisi duduk, dan kaki tidak Ibu Sendawakan mengerti dan bayi akan setelah menerapkan apa selesai yang telah menggantung menyusui diajarkan

3. Merawat tali pusat dengan metode kering terbuka dengan cara tali pusat dibersihkan dan

dikeringkan Tali

sampai

benar pusat

benar sudah

kering

agar

tidak

terjadi

infeksi baik

dirawat

dengan

4. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak, untuk melakukan penimbangan, Ibu pengisian KMS, pemantauan akan keadaan rutin bayi, ikut dan imunisasi Posyandu

mengatakan

KUNJUNGAN NEONATUS HARI KE

I 7

Anamnesa Tanggal Pukul

oleh : :

Margie 13

Ayu April 16.30

Melia

Novita 2010 wib

SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan mengatkan bayi telah imunisasi bahwa BAK tali bayinya dan bayi Hb 0 pada pusat menyusu BAB tidur tanggal 11 sudah dengan bayi lepas kuat lancar nyenyak april 2010

OBJEKTIF Keadaan N R : : umum 126 40 : Baik x/menit x/menit

BAB BAK : : Nutrisi Istirahat Tali

T BB pusat Keadaan Gerakan Tangisan Daya : : ASI, Bayi Refleks Frekuensi Frekuensi 7 3 :

36,5 3000 : tubuh puput/ : : :

oC gram lepas Bersih Aktif Kuat : Kuat 10 20 x/hari jam/hari Baik warna kuning kuning jernih

ekstrimitas

menghisap frekuensi tidur 18 : 8 4 x/hari, x/hari, 9

warna

ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai usia kehamilan Hari ke 7

Masalah

Tidak

ada

Kebutuhan PLANNING

Konseling

pemenuhan

Nutrisi

Bayi

1. Melakukan Pemeriksaan pada bayi, dan tanda tanda vital bayi dalam keadaan normal

2. Menjelaskan kembali pada ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif, dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal

3. Menjelaskan kembali pada ibu tentang tanda dan bahaya pada bayi dan segera datang ke petugas kesehatan bila terjadi hal demikian

4. Mengajarkan Ibu untuk selalu menjaga kebersihan bayinya yaitu dengan mandi 2x sehari, mengganti pakaian bayi setiap habis BAB/BAK, ataupun jika kotor dan basah

5. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak, untuk melakukan penimbangan, KMS, dan Pemberian Imunisasi

KUNJUNGAN NEONATUS HARI KE

II 14

Anamnesa Tanggal Pukul

oleh : :

Margie 20

Ayu April 16.30

Melia

Novita 2010 wib

SUBJEKTIF

Ibu Ibu Ibu Ibu

mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan

bayi

nya bayi bayi

sehat menetek tidak betah lagi

dan

bergerak dengan

aktif kuat sehat lama

rewel dibedong

dan terlalu

bayinya

tidak

OBJEKTIF Keadaan BAB BAK : : Nutrisi Istirahat Daya : : ASI, Bayi Refleks Frekuensi Frekuensi 7 3 8 4 x/hari, Tali N R T pusat Keadaan Gerakan Tangisan menghisap frekuensi tidur 18 : x/hari, warna warna kuning 9 : umum : : : sudah tubuh ekstrimitas : : 10 20 : 126 40 36,5 lepas : : dan Baik x/menit x/menit oC kering Bersih Aktif Kuat Kuat x/hari jam/hari Baik kuning jernih

ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan, hari ke 14

Kebutuhan

Konseling

Imunisasi

PLANNING 1. Melakukan Pemeriksaan pada bayi, dan tanda tanda vital bayi dalam keadaan normal

2. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak, untuk melakukan penimbangan, KMS, dan Pemberian Imunisasi

3. Menjelaskan pada ibu pentingnya imunisaisi untuk mencegah berbagai penyakit pada bayinya. Jenis jenis imunisasi yang wajib didapatkan oleh bayi yaitu 5 imunisasi dasar lengkap meliputi : Hep B 0 ( usia 0 7 hari ) , BCG ( usia 0 2 bulan ), DPT 1,2, dan 3 ( usia 3,4, dan 5 bulan ), Hep B 3 ( usia 6 bulan ), dan campak ( usia 9 bulan )

4. Menjelaskan kembali pada ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif, dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal

5. Mengajarkan Ibu untuk selalu menjaga kebersihan bayinya yaitu dengan mandi 2x sehari, mengganti pakaian bayi setiap habis BAB/BAK, ataupun jika kotor dan basah

ASUHAN PADA DI BANDAR IBUCALON

KEBIDANAN AKSEPTOR BPS

KOMPREHENSIF KB SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal Pukul

oleh : :

Margie 9

Ayu mei 17.00

Melia

Novita 2010 wib

I.

SUBJEKTIF

- Ibu mengatakan ingin mengetahui alat kontrasepsi yang tepat baginya dan sesuai keadaannya saat ini

- Ibu mengatakan sebelum ia hamil anak keduanya ini ia menggunakan KB suntik

Riwayat Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 2 : 3 : 5 kali : ganti pembalut tidak : 14 30 6

Menstruasi tahun hari hari setiap hari ada

Dismenorhea

Riwayat

Kehamilan,

Persalinan,

dan

Nifas

yang

Lalu

No Tgl/Thn Prslnn Tmpt Prslnn Usia Khmln Jenis Prslnn Penolong Penyulit Anak Ket JK 1. BB PB

2.

2007

Hamil

ini

BPS

aterm

spontan

bidan

3000

gr

50

cm

sehat

Riwayat

Penyakit Jantung Hipertensi Hepar Diabetes HIV/AIDS Malaria

yang

pernah : : : Melitus : : :

atau tidak

sedang

diderita ada ada ada

tidak tidak tidak tidak tidak

ada ada ada

II. A. 1. 2. 3. N 4. 5. BB BB TTV : : Keadaan Kesadaran TD 80 Tinggi sebelum sekarang : 110 x / / badan hamil : 70 : mm menit : : 50 Hg T PEMERIKSAAN umum Compos R : : 155 45 20 x 36,5 / :

OBJEKTIF UMUM Baik mentis menit 0C cm kg kg

B. a. Rambut Kulit kepala : :

PEMERIKSAAN

FISIK Kepala

Hitam bersih

dan (tidak

tidak ada

rontok ketombe)

b. Kelopak Konjungtiva Sklera c. Lidah Gigi Gusi dan : geraham tidak : ada Mata : : Mulut : bersih, tidak tanda-tanda ada : merah putih dan tidak muda ada

Mata oedema (ananemis) (anikterik) gigi bersih caries peradangan

d. Kelenjar Kelenjar Vena tiroid getah jungularis : bening : tidak : tidak ada ada ada

Leher pembesaran pembesaran bendungan

e. Jantung Paru-paru Payudara Simetris Pembesaran : ya, : kanan dan : : tidak normal, ada bunyi ronchi lup dan

Dada dup wheezing

kiri normal

Putting Pengeluaran Rasa Benjolan Hiperpigmentasi : nyeri

susu : : : ada, pada

: ada, tidak tidak daerah

menonjol ASI ada ada areola

f. Bekas Konsistensi Acites Benjolan : : luka operasi : tidak tidak : tidak

Abdomen ada normal ada ada

g. Oedema Kekakuan Varises Kemerahan h. Vulva Perineum Varices Rasa Anus Periksa nyeri : dalam : : sekitar tidak : vagina vagina ada tidak : ada tidak tidak : luka otot : : : dan sendi tidak : tidak tidak tidak

Ekstremitas ada ada ada ada Anogenital normal jahitan ada ada haemorhoid dilakukan

C.

PEMERIKSAAN

LABORATORIUM

1. Glukosa 2.

Urin

: :

Protein

: Tidak

Tidak

dilakukan dilakukan

Darah

Hb

Tidak

dilakukan

III. Diagnosa : Ibu P2 Ao calon

ASSESMENT akseptor KB

Masalah

Tidak

ada

Kebutuhan : Konseling tentang berbagai macam alat kontrasepsi KB yang bisa digunakan oleh ibu beserta efek sampingnya

PLANNING 1. Melakukan TTV ibu pemeriksaan dalam umum batas ibu normal

2. Memberikan penjelasan / konseling pada ibu tentangalat kontrasepsi secara umum untuk kemudian Waktu Efek yang tepat memilih salah satu Jenis Keuntungan Kerugian samping ntuk penggunaan alat kontrasepsi yang meliputi :

kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi

3. Membantu ibu memilih salah satu alat kontrasepsi yang ibu dan suami anggap cocok dengan keadaan Ibu dan suami setuju memiih alat kontrasepsi suntik 3 ibu. bulan.

4. Menjelaskan pada ibu kapan waktu yang tepat untuk Ber-KB yaitu sebelum hari ke 40 masa nifas Ibu atau segera mengerti setelah penjelasan mendapat yang haid diberikan

5. Menjelaskan pada ibu tentang cara penggunaan KB suntik 3 bulan, yaiitu disuntikkan secara IM di 1/3 Ibu bokong mengerti bagian penjelasan atas cara setiap penggunaan 3 KB bulan suntik 3 sekali. bulan

6. Memberikan konseling pada ibu tentangcara kerja, keuntungan dan efek samping penggunaan KB suntik :

- Cara kerja Depo Progestin adalah menekan ovulasi, mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma, menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi, menghambat transportasi gamet oleh tuba.

- Keuntungan : sangat efektef, tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri, tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius pada penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah, tidak berpengaruh pada produksi ASI, dapat dipakai oleh perempuan berusia >35 tahun sampai premenopause.

- Efek samping : sering ditemukan gangguan haid, yaitu siklus haid memendek, perdarahan banyak atau sedikit, perdarahan tidak teratur (spotting), tidak haid sama sekali, dan permasalahan pada berat badan merupakan efek samping yang paling sering, terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.

Ibu mengerti penjelasan yang diberikan, dan tetap memutuskan akan memakai alat kontrasepsi suntik 3 bulan

7. Menjelaskan kepada ibu untuk kembali lagi sesuai jadwal yang telah ditetapkan Ibu mengerti penjelasan yang diberikan, dan akan kembali lagi tanggal 2 agustus 2010

PEMBAHASAN Asuhan kebidanan komprehensif ini dilaksanakan di BPS Sulistyani Amd.Keb, Ny.S berusia 26

tahun menikah dengan Tn. E kira- kira 4 tahun yang lalu. Tn.E berusia 32 tahun bekerja sebagai wiraswasta. Ini merupakan kehamilan ke duanya dan tidak pernah mengalami keguguran, serta jumlah 1. anak hidup Pembahasan 1 orang. kehamilan

Pada tanggal 1 april 2010, Ny.S dating ke BPS Sulistyani untuk pemeriksaan kehamilan rutin. Kemudian dilakukan pengkajian, anamnesa, dan pemeriksaan kehamilan. Hal tersebut dilakukan dalam menentukan kondisi obstetric yang dihadapi apakah dalam keadaan gawat darurat atau tidak harus dilakukan pemeriksaan secara sistematik meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, umum, ( Acuan Nasional dan Pelayanan Kesehatan pemeriksaan Maternal dan Neonatal : obstetric. 61 )

Didapatkan hasil dengan HPHT 15 juli 2009 dan TP 24 April 2010. menurut hukum naegel dengan siklus 30 hari ( Obstetri Fisiologi : 127 )

Dilakukan pemeriksaan ANC, didapatkan hasil TD : 100/60 mmhg, R : 20 X/menit, N : 78 X/menit, T : 36,5 oC. Pada hasil pemeriksaan abdomen didapatkan TFU 3 jari di bawah PX (Mc. Donald : 29 cm). Pada bagian fundus teraba satu bagian besar, agak lunak, dan tidak melenting. Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar, rata, memanjang dari atas kebawah. Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin. Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat, keras, melenting. Tafsiran berat janin 2406 gr 2706 gr. DJJ (+), dengan Frekuensi 140 X/menit, 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu

Tindakan -

pelayanan

yang

dilakukan Ukur

dengan

standar

yaitu TD

Timbang Imunisasi Beri Temu

berat

badan TT

tablet

Fe wicara

( Acuan Nasional Pelayanan

Tes Kesehatan Maternal dan Neonatal :

PMS 90 )

Semua sudah sesuai teori, hanya saja pemeriksaan tes PMS tidak dilakukan karena tidak ada indikasi Hasil Diagnosa Diagnosa Janin : pemeriksaan Ibu Janin : tunggal, ndidapatkan Ibu hidup G2 intrauterine, P1 presentasi tertentu. diagnosa A0 kepala

Ibu mengeluh pegal pada daerah pinggang, hal ini merupakan sesuatu yang wajar pada kehamilan lanjut, karena berat badan pindah ke depan disebabkan perut yang membesar. Hal ini diimbangi dengan lordose yang berlebih dan sikap ini dapat menimblkan spasmus dari otot pinggang ( Obstetri Fisiologi : 215 )

Hal yang harus dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan mengajarkan senam hamil serta anjuran istirahat yang cukup

Selain itu anjuran pemenuhan nutrisi pada ibu hamil juga harus diberikan. Ibu hamil memerlukan perhatian mengenai susunan dietnya, zat- zat seperti karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin, mineral, klasium, fosfor, atau zat besi yang dibutuhkan untuk kesehtan ibu dan janin. Selalu mengkonsumsi sayur- nsayuran dan buah yang berwarna meah karena mengandung nilai gizi yang tinggi ( Sinopsis Obstetri : 59 )

Pada tanggal 6 April 2010, dilakukan pemeriksaan yang kedua, pada pemeriksaan iin tetap disarankan seperti pada pemeriksaan pertama, penjelasan mengenai tanda bahaya pada kehamilan his kalau keluar keluar dan yang dibawa lendir tandateratur jalan dan makan tanda semakin nyeri darah banyak persalinan sering akan dari dari sperti timbulnya timbul kemaluan aluan

bercampur cairan

selain itu, menganjurkan ibu untuk kembali 1 minggu berikutnya, atau sewaktu- waktu jika ada keluhan. 2. ( Obstetri Fisiologi : 215 ) Persalinan

Pembahasan

Ny. S datang tanggal 6 april 2010 pukul 17.30 dengan keluhan mulas yang semaikn sering sejak pukul 15.00 wib. Keluar lendir sejak 16.00 wib, dan belum keluar airair.

Dilakukan pengkajian pada ibu dengan hasil TD : 100/70 mmhg, R : 20 X/menit, N : 78 X/menit, T : 36,5 oC. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan hasil TFU 3 jari dibawah px, punggung janin berada disebelah kiri perut ibu dengan presentasi kepala, dan kepala sudah masuk PAP. TFU 29 cm, dan TBJ 2406-2706 gram.

Pengkajian ini sesuai dengan teori, apabila seorang ibu hamil hendak melahirkan, pengkaian awal perlu dilakukn untuk menentukan apakah persalinan sudah waktunya. Apakah kondisi ibu dan bayinya normal, melakukan pemeriksaan umum, pengkajian fisik, pemeriksaan kebidanan, dan menangani penyulit yang mungkin dijumpai dalam persalinan nanti. ( Asuhan Persalinan Normal 2007 c. 1. Timbulnya his Tanda-tanda persalinan dari ialah his permulaan memancar persalinan dengan keperut sifat sebagai ) : berikut depan.

Nyeri Teratur. Makin Jika

melingkar

punggung

bagian

lama

makin dibawa pengaruh

pendek berjalan pada

,intervalnya

dan bertambah

makin

kuat. kuat. serviks.

Mempunyai

pendataran

atau

pembukaan

2. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir atau blood swow, hal ini terjadi karena terlepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim pada saat pendataran serviks sehingga beberapa kapiler terputus.

3. Keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek, ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir

lengkap. KALA I

Pada pemeriksaan didapatkan hasil pembukaan 6 cm, ketuban belum pech, presentasi kepala, penunjuk UUK, posisi UUK depan, tidak ada molase, HIII, kekuatan his ibu 3x/ 10 menit, lamanya 30-40 Berdasarkan hal tersebut didapatkan detik. diagnosa

Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 hamil 37 minggu 4 harui inpartu kal 1 fase aktif Diagnosa Janin : Janin tunggal, hidup intrauterine, presentasi kepala

Penjelasan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan, bayi dalam keadaan sehat, DJJ baik. Memebrikan semangat serta dorongan emosional.( APN Revisi 2007 )

Memantau kemajuan dengan patograf. Hasil tidak leawat garis waspada ( ibu dalam keadaan normal ).

Menganjurkan ibu untuk makan makanan ringan yang cukup selama persalinan akan memberi banyak energi dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi bisa memperlambat kontraksi dan atau membuat kontraksi tidak teratur. Mengajarkan kepada keluarga teknik relaksasi seperti massase punggung, posisi tidur miring, bersandar pada suami,dll ( APN Revisi 2007 : 52 ) KALA II

Ibu mengatakan ingin BAB, ingin mengedan, keluar air- air dari kemaluannya pada pukul 20.15 wib, his semakin sering dan kuat. Kemudian dilakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui kemajuan persalinan. Serviks tidak teraba, pembukaan 10 cm, presentasi belakang kepala, penunjuk UUK, posisi UUK depan, penurunan hodge III+. Adanya tanda- tanda persalinan yaitu dorongan untuk mengedan, tekanan dari anus, perineum menonjol, vulva membuka. His +, frekuensi 4x/ 10 menit, lamanya > 40 detik. DJJ + dengan frekuensi 140x/menit, punctum maksimum 2 jari bawah pusat sebelah kiri perut ibu.

Hal ini sesuai dengan teori kala II pada multipara berlangsdung 0,5-1 jam dan pada nulipara 1,52jam. Kala ini dimulai dari pembukaan lengkap hingga keluarnya bayi. ( Pelayanan Kesehatan

Maternal Diagnosa Diagnosa Ibu :

dan Ibu : G2 P1

Neonatal A0 hamil 37 hidup

: minggu 4 harui

100 inpartu kala

) II

Janin

Janin

tunggal,

intrauterine,

presentasi

kepala

Hal ini sesuai dengan ( diagnosa masalah

tiga pedoman dalam mencatat sama sesuai dengan dengan data

diagnosis kebidanan yaitu diagnosa subjektif dan saat : 100 medis objektif ini )

kebidanan masalah

diidentifikasi

kebutuhan Pelayanan

disesuaikan Kesehatan

dengan Maternal dan

kebutuhan Neonatal

Memberikan dukungan dan anjuran kepada suami serta anggota keluarga lain untuk mendampingi ibu selama persalinan. Anjuran mereka berperan aktif dalam mendukung dan mengenali berbagai upaya yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu ( APN Revisi 2007 : 52 ).

Kemudian menolong persalinan dengan APN. Hal ini sesuai dengan APN Revisi 2007 KALA melahirkan memotong dan posisi ibu pencegahan melahirkan melahirkan seluruh menjeppit tubuh tali saat melahirkan laserasi kepala bahu bayi pusat III

Ibu mengatakan perutnya terasa mulas, ibu mengatakan lemas, dan lelah setelah melahirkan. Bayi lahir spontan pukul 20.40 wib. Jenis kelamin laki- laki, BB 2800 gram, panjang badan 50 cm. Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, dan keadaan emosional stabil. TD 100/70 mmhg, nadi 78 x/menit, pernafasan 20 x/ menit, suhu 36,5 c. Kontraksi uterus baik, TFU sepusat. Hal ini sesuai dengan teori kala III persalinan, uterus teraba keras, otot uterus berkontraksi mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya bayi. Karena tempat perlekatan menjadi

semakin kecil, sedangkan ukukran plasenta tidak berubah, maka plasenta akan terlipat, menebal, dan Tanda semburan Diagnosa Ibu perubahan tali darah : Ibu kemudian lepas dari tanda tinggi dinding uterus. ( APN lepasnya dan pusat mendadak P2 dan A0 kala bentuk Revisi 2007 : 123 )

plasenta uterus memanjang singkat. III

Kemudian menyuntikkan oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha kanan atas bagian luar, melakukan peregangan tali pusat, dan melakukan dorso kranial. Setelah plasenta tampak di depan vulva, tangkap plasenta dan pilin swearah jarum jam. Melakukan masase uterus dan melakukan pemeriksaan kelengkapan plasenta. Dan melakukan pemeriksaan perineum apakah ada robekan atau KALA tidak. IV

Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas, dan senang perasaannya karena bayi lahir normal. Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, dan keadaan emosional stabil. TD 100/70 mmhg, nadi 78 x/menit, pernafasan 20 x/ menit, suhu 36,5 c. TFU 2 jari dibawah pusat, kandung kemih kosong, kontraksi uterus baik dan uterus teraba bulat. Perdarahan normal 150 cc. Perut mulas pada post partum akibat kontraksi uterus ( 2-3 hari post partum ). Perasaan mules ini terutama aka tersa ketika wanita sedang menyusui, perasaan sakit itupun timbul bila masih terdapat sissa plasenta, atau gumpalan darah dalam cavum uteri. ( Ilmu Kebidanan : 240 ) Hal yang dilakukan mengobservasi keadaan umum, TTV, mengajarkan ibu cara masase uterus untuk mempertahankan kontraksi uterus tetap baik dan mencegah perdarahan. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap menyusui bayinya sedini mungkin, mengajarkan ibu mobilisasi sedini mungkin, dan mendekontaminasi alat- alat dan tempat habis bersalin agar steril sehingga pasien dan Selama 2 penolong jam pasca trerxegah persalinan ( APN Revisi dari 2007 : infeksi. 139 )

- pantau TTV, TFU, kandung kemih, perdarahan yang keluar setiap 15 menit pada 1 jam pertama, dan 30 menit pada 1 jam berikutnya.

- Massase uterus untuk membuat kontraksi menjadi lebih baik setiap 15 menit pada 1 jam pertama, Pantau dan setiap suhu 30 menit 2 pada Jam 1 pertama jam setelah berikutnya. persalinan. perdarahan.

temperatur,

selama Nilai

Setelah persalinan, dekontaminasikan dengan larutan klorin 0,5%, cuci dengan deterjen dan bilas dengan air bersih.

3.

Pembahasan

Nifas

Ibu P2A0 mengatakan perutnya mules, ASI sudah keluar, dan masih nyeri pada luka bekas jahitan. Pada pemeriksaan didapatkan hasil TD 100/70 mmhg, nadi 78 x/menit, pernafasan 20 x/ menit, suhu 36,5 c. TFU 2 jari dibawah pusat, kandung kemih kosong, kontraksi uterus baik dan uterus teraba bulat.. anogenital didapatkan hasil vulva merah kebiruan, perdarahan dalam batsa normal, pengeluaran Pemeriksaan Diagnosa apakah keadaan ibu : Ibu ada serviks P2A0 post flour dan partum hari kandung kemih keadaan pervaginam postnatal keadan payudara keadaan apakah ada sistokel dan dan lochea rubra. meiputi umum puting perineum rektokel rectum albus perineum pertama

Tindakan yang dilakukan yaitu menganjurkan ibu untuk beristirahat apabila bayinya sedang tidur,

memberikan ibu makan dan minum dengan gizi seimbang, memnberikan penjelasan kepada ibu bahwa nyeri yang dialami adalah wajar diakrenakan ada luka jahitan. Mengajarkan ibu personal hygine yang baik, mengajarkan ibu untuk melakukan perawatan heating, perawatan payudara, dan memberikan ASI eksklusif pada bayi. Serta memberikan obat amoxilin 500 mg 3x1, paracetamol 4. 500 Pembahasan mg 3x1, Bayi dan Baru Fe 1x1 Lahir

Pada tanggal 6 April 2010 pukul 20.40 wib bayi lahir spontan dengan jenis kelamin laki- laki, berat badan 2800 gram, panjang badan 50 cm. Proses persalinan berlangsung 7 jam 50 menit, terdapat penis, skrotum, dan testis. Nadi 120 x/menit, respirasi 42 x/menit, suhu 36,4 c. Kemudian lakukan pentalaksanaan bayi baru lahir yaitu keringkan tubuh bayi, pertahankan suhu tubuh bayi, bersihkan Diagnosa bayi jalan : bayi nafas, baru lahir dan cukup ikat bulan sesuai tali masa pusat. keamilan.

Tindakan yang dilakukan yaitu mempertahankan suhu tubuh bayi dengan membedong bayi, meletakkan bayi ditempat yang hangat, serta mengganti popok bayi bila basah. Melakukan perawatan tali pusat dengan metode kering terbuka, membantu ibu memberikan ASI kepada bayinya dengan posisi setengah duduk, melakukan rooming in, dimana bayi dan ibu berada dala satu ruangan.

Pemberian ASI sedini mungkin dan eksklusif. Bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu 1 jam setelah lahir. Pemberian ASI dapat memberikan kekebalan pasif yang segera kepada bayi melelui kolostrum dan merangsang kontraksi uterus.

Salep mata tetrasiklin berfungsi mencegah infeksi, dan dapat diberikan setelah ibu memberikan ASI kepada bayi.upaya profilasksis ini tidak efektif jika diberikan lebih dari 1 jam setelah kelahiran. 5. Pembahasan KB

Ibu P2A0 datang ke BPS Sulistyani pada tanggal 9 Mei 2010. ibu memiliki riwayat persalinan yang

pertama pada tahun 2007, dan yang kedua pada tahun 2010. riwayat menstruasi ibu yaitu menrache 14 tahun, siklus 30 hari, lamanya 5-6 hari, tidak dismenorhes, sifat darah cair, banyaknya 2-3 kali ganti pembalut.

Ibu mengatakan tidak perbah menderita penyakit seperti jntung, DM< hipertensi, asma, kanker/ tumor. Pada pemeriksaan didapatkan hasil TD 100/70 mmhg, nadi 78 x/menit, pernafasan 20 x/ menit, suhu 36,5 c. Pada pemeriksaan anogenital vulva vagina berwarna kebiruan, pengeluaran pervaginam lochea alba. Kemudian menjelaskan kepada ibu macam- macam alat kontrasepsi, dan konseling KB meliputi jenis kontrasepsi, keuntungan, kerugian, serta efek samping yang mungkin terjadi. Hal Ibu Diagnosa ini sesuai mengatakan Ibu : Ibu P2A0 dengan langkah ingin post konseling berKB partum hari KB suntik ke 35 calon yaitu 3 SATU TUJU bulan. akseptor KB

Setelah itu memberikan penjelasan ulang tentang KB yang akan dipilih. KB suntik 3 bulan tidak akan mempengaruhhi produksi ASI, jadi baik digunakan oleh ibu yang masih menyusui. Memberitahu ibu untuk suntik ulang pada tanggal 2 agustus 2010

BAB PENUTUP

5.1

KESIMPULAN

Secara umum pelayanan asuhan kebidanan pada Ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan KB yang dilakukan telah baik. Namun ada sedikit yang perbedaan yang bisa dijadikan bahan perbandingan baik buruknya untuk diterapkan di kemudian hari.

5.2

SARAN

Diharapkan masalah yan timbul dapat diatasi denganm baik dan cepat agar tidak menimbulkan masalah yang berat di kemudian hari dan para Ibu dapat merasakan manfaat dari asuhan-asuhan yang dilakukan terutama asuhan yang diberikan oleh mahasiswa Kebidanan Tamjug Karang. Oleh karena itu, mahasiswa harus benar-benar menguasai asuhan kebidanan yang akan diterapkan di masyarakat nanti.