Anda di halaman 1dari 22

BUSINESS PLAN USAHA SABUN SUSU

OLEH : RIZKA HARYUDI NIM : P2DA11009

DEPARTEMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PASCA SARJANA ILMU PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN PURWOKERTO 2012

EXECUTIVE SUMMARY

JUDUL USAHA Pengembangan Usaha Pembuatan Sabun Susu

Usaha

dibidang

pengolahan

hasil

ternak

saat

ini

cukup

memjanjikan, baik yang berasal dari daging ,telur, susu maupun kulit. Produk yang dihasilkan dari ternak baik kambing maupun sapi khususnya susu merupakan produk yang telah di kenal di masyarakat Indonesia. Susu merupakan minuman yang di konsumsi oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Tetapi ada juga produk hasil pengolahan susu yang belum banyak di kembangkan di Indonesia, salah satunya adalah sabun susu. Sabun susu yang mempunyai nilai fungsional atau mempunyai fungsi yang dapat memberikan keuntungan bagi orang yang memakainya. Sabun susu merupakan salah satu perusahaan yang berkecimpung di bidang pengolahan susu, oleh karena itu masyarakat yang selalu memperoleh kesegaran dan menyehatkan kulit. Indutri sabun susu ini akan di bangun diatas lahan seluas 1000 m 2 berlokasi di daerah Aceh Tamiang. Pemdirian industri ini diharapkan dapat memberikan

pendapatan daerah dan menyerap tenaga kerja di sekitar wilayah Aceh Tamiang serta mengurangi angka pengangguran. Tarjet pemasaran sabun ini pada solon-salon kecantikan yang ada diperkotan diseluruh wilayah Aceh, supermarket dan bagi masyarakat yang ingin menjaga kesegaran kulit serata mendapatkan kecantikan. Sasaran pemasaran sabun susu ini bagi remaja usia 14-20 dan dewasa 20-35, dengan adanya prodak sabun susu ini diharapkan dapat memberikan nilai positif bagi masyarakat.

I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Mandi adalah salah satu kebiasaan hidup manusia sehari-hari, yang berguna untuk membersihkan seluruh tubuh dari keringat dan kotoran yang melekat. Salah satu cara untuk membersihkan tubuh pada waktu mandi tersebut adalah dengan menggunakan sabun mandi. Sabun mandi sudah sangat populer di masyarakat dan hampir seluruh lapisan masyarakat memakainya. Perawatan kulit sangat diperlukan untuk menjaga kondisi kulit agar tetap sehat dan bersih. Cara yang paling mudah untuk menjaga kesehatan kulit adalah mandi yang teratur dengan menggunakan sabun mandi. Penggunaan sabun mandi sangat efektif karena dapat

mengangkat kotoran-kotoran yang menempel pada permukaan kulit baik kotoran yang larut dalam air maupun kotoran yang larut dalam lemak. Sabun merupakan produk perawatan diri yang berfungsi sebagai pembersih tubuh yang digunakan sehari-hari. Sabun dengan air dapat membersihkan kotoran dari permukaan kulit seperti kotoran minyak, keringat, sel-sel kulit yang telah mati dan sisa-sisa kosmetik, bahkan dapat menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak menguntungkan bagi kulit kita. Perkembangan teknologi dan penggunaan sabun yang meningkat di masyarakat mendorong produsen untuk menemukan formula sabun yang baru. Sabun yang dihasilkan haruslah mudah dibuat, higienis, dan tidak menyebabkan iritasi kulit. Konsumen dalam memilih sabun mandi selalu mempertimbangkan aroma, busa yang banyak dan memberikan efek lembut pada kulit. Salah satu solusi adalah pembuatan sabun alami dari susu ternak dengan membuat prodak yang digemari oleh masyarakat pada umumnya. Susu segar merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena mengandung zat-zat makanan yang lengkap dan seimbang seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang sangat dibutuhkan

oleh manusia. Nilai gizinya yang tinggi juga menyebabkan susu merupakan medium yang sangat disukai oleh mikrooganisme untuk pertumbuhan dan perkembangannya sehingga dalam waktu yang sangat singkat susu menjadi tidak layak dikonsumsi bila tidak ditangani secara benar. Proses pengolahan susu bertujuan untuk memperoleh susu yang beraneka ragam, berkualitas tinggi, berkadar gizi tinggi, tahan simpan, mempermudah pemasaran dan transportasi, sekaligus meningkatkan nilai tukar dan daya guna bahan mentahnya. Proses pengolahan susu selalu berkembang sejalan dengan berkembangnya ilmu dibidang tekologi pangan. Dengan demikian semakin lama akan semakin banyak jenis produk susu yang dikenal. Hal ini sangat menggembirakan dan merupakan langkah yang sangat tepat untuk mengimbangi laju

permintaan pasar. Sabun susu dikenal sebagai sabun mandi kecantikan, sabun mandi kecantikan adalah suatu produk sabun untuk perawatan kecantikan kulit wajah dan tubuh dengan formulasi yang sesuai untuk kulit. Memberikan zat-zat gizi dan nutrisi yang sangat diperlukan kulit dan membantu memelihara kulit dengan mempertahankan kelembaban kulit serta membantu pertumbuhan sel-sel baru jika terjadi kerusakan sel kulit. Pada sabun kecantikan busa harus lembut dan sifat basanya lebih rendah.. Bentuk sabun secara garis besar dapat dibagi dua yaitu sabun padat dan sabun cair.

II. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 1) Potensi Pasar Sabun mandi adalah bagian tak terpisahkan dari ritual mandi kita sehari-hari. Dalam sehari, setidaknya dua kali kita akan bergaul dengan sabun mandi. Akan tetapi, sadarkah kita betapa sesungguhnya setiap kita mandi, kita akan berhubungan dengan detergen yang merupakan zat kimia yang dalam kadar tertentu akan membahayakan kulit tubuh kita,

detergen sendiri memang memiliki efek kesat pada kulit yang berkesan bersih, akan tetapi, detergen sendiri dapat mengakibatkan iritasi pada kulit jika kulit harus terpapar detergen dalam kadar yang tinggi dan dalam waktu lama. Menggunakan sabun alami atau alternatif adalah solusinya yang terbuat dari susu ternak, ini juga merupakan produk sabun kecantikan yang sangat digemari oleh kaum hawa karena untuk perawatan kulit wajah dan tubuh. Pangsa pasar untuk segmentasi sabun alternatif pada umumnya dapat dibagi menjadi dua wilayah yakni kawasan perkotaan dan kawasan pedesaan. Secara umum kompetisi lebih ketat dikawasan pedesaan karena banyak perusahaan kompetitor yang ragu untuk bersaing dengan segmen sabun kesehatan. Pemasaran produk sabun susu dapat dibagi menjadi dua klasifikasi lahan usaha yakni: 1) Perkotaan Kawasan pemasaran utama produk sabun susu berada di kawasan Kota Aceh. Total penduduk Aceh berkisar pada 800.000 orang. Dengan asumsi kawasan Aceh sebagai kawasan berkembang maka dapat diprediksi bahwa kalangan menegah keatas berkisar pada 500.000 orang. Estimasi penjualan pada tahun awal ditargetkan sebesar 5% total penduduk atau sekitar 25.000 orang. Dengan tingkat pertumbuhan pasar sebesar 25% perkuartal. Estimasi ini

dikemukankan berdasarkan adanya beberapa kompetitor senior yang sudah ada di kancah promosi. Ekspansi sebesar 25% akan memberikan kepastian perkembangan modal untuk penetrasi produk ke kota lain pada tahun berikutnya. Kawasan Aceh merupakan sentra pariwisata yang cukup besar sehingga kawasan pemasarannya juga meliputi hotel-hotel, pasar lokal, dan salon-salon kecantikan.

2) Dunia Maya Pemasaran virtual dlaksanakan melalui teknologi jaringan.

Website diluncurkan untuk promosi secara internasional. Website juga

akan digunakan sebagai media untuk menggalang kritik dan saran dari klien sehingga akan terentuk suatu komunitas pengguna sabun susu yang berguna untuk ekspansi pasar selanjutnya. Pemasaran dunia maya juga dilaksanakan dengan bergabung pada situs jejaring sosial sehingga produk akan semakin mudah dikenal. Dengan adanya website maka akan memungkinkan untuk terbentuk rekanan bilateral dengan instansi lain di luar negri. Hal ini berguna untuk ekspansi pasar ekspor. Estimasi dari adanya pemasaran pada dunia maya akan memberikan dorongan untuk perluasan pasar sebesar 25% per kwartal dan probabilitas pemasaran ke luar negri sebesar 1%.

2) Permintaan dan Penawaran Trend pasar untuk produk sabun susu dapat di estimasi secara analisis teknik akan mengalami trend yang akan terus meningkat dimana produk ini memiliki banyak fungsi lain selain sekedar sabun. Dengan bertambahnya konsumen dan kepercayaan konsumen terhadap produk ini maka dapat dimungkinkan dalam kurun waktu satu tahun produk ini telah mendapatkan brand image yang kuat.

3) Persaingan Usahan ditingkat produsen Peta persaingan penjualan sabun dapat dibagi menjadi beberapa segmen berdasarkan jenis sabun yang diproduksi hal ini meliputi: 1. 2. 3. 4. 5. Sabun kesehatan Sabun kecantikan Sabun cair Sabun cuci Sabun alternatif Jenis sabun susu termasuk pada jenis sabun alternatif. Pada segmen ini masih belum ada market leader yang cukup dominan untuk mengendalikan alur pangsa pasar. Dapat dikatakan bahwa segmen ini belum digarap secara maksimal. Mengacu pada peta persaingan ini maka dapat dilaksanakan analisis SWOT untuk mengindikasikan kekuatan

perusahaan ditengah kancah persaingan usaha. Berikut ini adalah analisis yang dapat dikemukakan : 1) Strength (Kekuatan) Pasar sabun alternatif pada dasarnya mengarah ke pasar menengah keatas. Dalam hal ini persaingan harga tidak menjadi kendala utama. Pertimbangan dari konsumen cenderung menuju segi kualitas bukan kuantitas. Jika ditinjau dari kualitas maka sabun susu memiliki tingkat kualitas yang unggul. Hal ini mengacu pada fungsi sabun yang multiguna yakni sebagai sabun mandi dan sebagai substansi aromaterapi. Hal ini ditunjang dengan klasifikasi

laboratorium yang dapat dijadikan sebagai patokan kualitas. Kelebihan lain dari perusahaan adalah belum adanya varian produk sejenis di lapangan sehingga tidak ada kompetisi antara produk identik.

2) Weakness (Kelemahan) Perusahaan sabun susu merupakan sebuah badan usaha dengam modal yang terbatas. Hal ini akan menjadi faktor restriksi ekspansi pasar secara besar-besaran. Hal ini umumnya juga terjadi pada perusahan lain pada segmen sabun alternatif sehingga dapat dikatakan sebagai kelemahan universal.

3) Opportunity (Kesempatan) Beberapa bulan yang lalu terjadi gejolak global pada semua sektor sebagai akibat fluktuasi harga minyak dunia. Hal ini banyak mempengaruhi kestabilan pasar sabun alternatif sehingga terjadi reduksi modal pada perusahaan lain. Saat ini kondisi ekonomi mulai stabil sehingga membuka kesempatan emas bagi perusahaan baru untuk tumbuh dan berkembang. Celah lain muncul dari banyaknya komunitas dengan perekonomian kuat di kawasan perkotaan. Pada umumnya pasar sabun alternatif menyerang pada pasar pedesaan. Adanya lahan yang belum digarap dengan optimum ini akan menjadi suatu lahan pemasaran yang prosektif.

4) Threat (Ancaman) Produk yang berhasil di pasaran pada umumnya akan segera diduplikasi oleh competitor lain yang ingin merebut pasar. Pada sistem ini akan tercipta suatu kondisi market share tertentu. Untuk dapat mengatasi ancaman ini maka dapat dilakukan pembangunan brand image secara ekspansif sehingga dapat mempertahankan peta pemasaran dan menjadi market leader di segmen pasar sabun alternatif. Berdasarkan analisis SWOT diatas tampak bahwa probabilitas untuk dapat bertahan di pasar penjualan cukup tinggi. Hal ini menjadi modal psikis yang kuat bagi perusahaan untuk dapat berjaya sebagai market leader.

4. Market share Sasaran pasar berdasarkan dibagi atas dua macam yaitu : 1) Remaja umur 14-20 thn Orang remaja dengan tipikal peduli kesehatan kulit khususnya perempuan, tingkat aktivitras tinggi, tinggal di daerah perkotaan dan tidak sensitive terhadap harga. 2) Dewasa umur 20-35 thn Orang dewasa dengan tipikal suka menjaga kesehatan kulit, khususnya perempuan, tingkat aktivitas tinggi, tinggal di perkotaan, tidak sensitive terhadap harga.

5. Strategi Pemasaran Strategi pasar, penjualan, dan distribusi merupakan tiga hal yang sangat menentukan kesuksesan suatu usaha di pasaran. Target pemasaran dari produk-produk yang dihasilkan adalah konsumen dari tingkat menengah keatas. Sasaran ditujukan pada masyarakat umum terutama masyarakat yang sangat memperhatikan kecantikan. Penjualan produk pada awal tahun pertama peluncuran adalah 5% dari jumlah penduduk Aceh. Selanjutnya, penjualan akan ditingkatkan sesuai dengan

permintaan pasar. Distribusi penjualan ini dengan menyalurkannya ke beberapa toko kosmetik, apotek, salon-salon kecantikan, pasar lokal hingga supermarket. Pada awal peluncurannya, distribusi pemasaran ditargetkan hanya pada kawasan Aceh Tamiang dan sekitarnya. Kemudian dengan meningkatnya permintaan pasar maka melakukan distribusi sabun ke berbagai kota di Pulau Sumatera khususnya Medan.

III. ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

1. Lokasi dan Lahan Lokasi pembuatan sabun susu ini direncanakan Jln. Medan-Banda Aceh Kecamatan Seruway dengan luas lahan 1.000 m2.

2. Skala Produksi Tahap perencanan awal akan memproduksi hanya untuk wilayah Aceh Tamiang bekisar antara 1000 1500 kotak/minggu 1 kotak = 80 gr. Selanjutnya akan menambah produksi secara bertahab sesuai dengan permintaan.

3. Denah dan Tata letak Usaha Denah lokasi dan tata letak usaha yang akan direncana dalap dilihat dari gambaran sebagai berikut : 2

Keterangan: 1. Pintu gerbang 2. Kantor 3. Gudang 4. Pabrik

4. Teknologi Sabun susu

bermanfaat

untuk

memutihkan,

membersihkan,

menghaluskan kulit kering dan kusam. Juga mengurangi iritasi pada kulit, antiseptic alami untuk kulit alergi, kulit jerawat, biang keringat, gatal-gatal dan jamur, menghilangkan bau badan dan flek pada kulit. Sabun susu juga konon dapat menghilangkan pegal-pegal, nyeri linu atau masuk angin. BAHAN: Bahan 1. Susu Larutan Soda (NaOH atau KOH)

Bahan 2. Lemak sapi cair dan minyak Kelapa Bila perlu bisa ditambah dengan minyak zaitun dan minyak atsiri Pewangi Minyak Sereh

ALAT:

Sebuah masker sederhana. Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH. Kacamata . Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja. Sepasang sarung tangan karet. Dipakai selama pembuatan sabun. Timbangan elektronik kapasitas 10.000 gram Mengaduknya NaOH /KOH dan.. Mesin Cetakan

Cara Pemakaian Cara pemakaian sabun susu ini tidak berbeda dengan sabun kimia biasa. Untuk mendapatkan hasil maksimal, sebaiknya basahi terlebih dahulu badan/anggota tubuh lainnya. Lalu gosokkan sabun susu hingga merata. Diamkan beberapa saat dan ulangi sekali lagi. Jangan langsung dibilas tapi diamkan beberapa saat agar khasiat sabun susu dapat meresap. Setelah itu, bilas sampai bersih agar kotoran yang menempel dapat terangkat. Setelah selesai digunakan, simpan sabun susu di tempat yang kering.

IV. ASPEK MANAJEMEN

1. Skuktur Organisasi

Manager Pemasaran

Tenaga Pemasaran Tenaga Produksi

Derektur

Manager Produksi

Keuangan

2. Kebutuhan Tenaga Kerja

Tenaga Kerja
a b c d e

Manager Supervesor Keuangan staf/karyawan Tenaga Lepas

Jumalah Orang 2 3 2 10 6

Gaji per Bulan 3,500,000.00 3,000,000.00 2,500,000.00 2,000,000.00 900,000.00

Kebutuhan tenaga kerja dalm usaha pembuatan sabun susu berkisar 23 orang dengan dikepalai oleh direktur dan untuk pelaksanaan produksi dan pemasaran dipimpin oleh para manajer. Tenaga kerja umumnya berasal dari warga sekitar pabrik, tetapi harus memenuhi kriteria atau syarat dari perusahaan.

3. Sumber Tenaga Kerja a. Tenaga ahli dari sarjana - sarjana Perternakan dan sarjana ekonomi b. Masyarakat sekitar lokasi yang akan dikembangkan perusahaan sabun susu ini.

4. Balas Jasa Tenaga Kerja Selain gaji pokok yang diterima gaji THR yang diberikan waktu menjelang hari raya dan ada juga gaji pesangon dari perusahaan.

5. Job Discription Tugas dari masing-masing struktur kerja tersebut secara garis besar adalah 1) Manajer sebagai pemegang urusan manajerial, berwenang melaksanakan dan memonitor kebijakan-kebijakan dari pihak atas serta sebagai publik relation untuk menjembatani antara kepentingan kegiatan usaha dengan perusahaan dan pihak luar, 2) Supervisor sebagai pengawas teknis operasional, 3) Keuangan bertugas untuk mengelola semua arus kas masuk atau keluar dari seluruh unit usaha yang ada, 4) Staf/Karyawan memasarkannya. bertugas untuk memproduksi sabun susu dan

V. ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN POLITIK 1. Ekonomi Produk pengolahan susu yaitu pembuatan sabun susu merupakan komoditas yang mampu diterima baik sebagai bahan baku lain maupun langsung untuk konsumsi. Skala usaha yang besar ini mampu memepengaruhi tingkat ekonomi masyarakat, selain itu juga mampu menyumbang devisa dari segi pajak yang dibayarkan. Semakin besar

skala usaha yang dijalankan maka akan semakin besar pula pajak yang harus di keluarkan. Pandapatan pemerintah selain langsung dari perusahan sendiri.

2. Sosial Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, produk-produk yang berhubungan dengan kegiatan keagamaan bagi umat muslim sangat berpotensi untuk dikembangkan. Salah satu produk peternakan yang berhubungan dengan kegiatan keagamaan adalah sabun susu. diyakini Selain itu, produk olahan utama dari sabun susu yaitu orang memiliki khasiat menghaluskan kulit dan banyak

menpercantik diri. Perubahan-perubahan sosial yang terjadi dapat mempengaruhi perusahaan, seperti sikap, gaya hidup, adat istiadat dan kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan 3. Politik Saat ini, pemerintah sedang melakukan program pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tujua inilah mempermudah, memperlancar dan memperluas akses UMKM kepada sumberdaya produktif agar mampu memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensi sumberdaya lokal serta menyesuaikan skala usahanya sesuai dengan tuntutan efisiensi. Sistem pendukung dibangun melalui pengembangan lembaga pendukung yang terjangkau termasuk mendorong peningkatan fungsi intermediasi lembaga-lembaga keuangan bagi UMKM. Hal ini dapat menjadi peluang bagi Peternakan untuk mengakses pinjaman modal dalam pengembangan usahanya.

VI. ASPEK REGULASI DAN LEGALITAS Pengolahan susu menajIdikan sabun susu dengan skala besar aset bagi pemerintah daerah dan dapat selalu memberikan pemasukan keuangan daerah melalui pajak yang dibayarkan. Mekanisme yang harus di lalui dalam proses membangun perusahaan sehingga proses pendirian usaha ini memiliki landasan hokum diantaranya:

1. Perijinan Lokasi dan Usaha Perijinan bertujuan agar usaha yang akan didirikan selain sebagai legalitas akan tetapi berguna juga sebagai indikator keselarasan usaha peternakan dengan kondisi lingkungan sekitar. Ijin rekomendasi yang harus diperoleh adalah ijin lokasi, IMB, ijin HO, AMDAL, dan ijin lainnya.

VII. ASPEK LINGKUNGAN

Hal yang tidak kalah pentingnya dalang membangun perusahaan adalah dampak pencemaran lingkungan dari hasil pengolahan industri, meliputi aspek pengelolaan limbah yaitu kegiatan terpadu yang meliputi penguranga, segregasi, penanganan, pemanfaatan dan pengolahan limbah. Implementasi untuk mengurangi jumlah dan tingkat cemaran limbah yang dihasilkan dari suatu proses produksi dengan cara pengurangan, pemanfaatan dan pengolahan limbah. Pengurangan limbah dilakukan melalui peningkatan atau optimasi efisiensi alat pengolahan, optimasi sarana dan prasarana pengolahan seperti sistem perpipaan, tidak adanya kebocoran, ceceran, dan terbuangnya bahan kimia.

VIII. ASPEK RESIKO

Usaha pembuatan sabun susu tidak terlepas dari resiko yang dapat menyebabkan kerugian besar. Resiko diperkirakan berasal dari pesaing usaha ini yaitu adanya produk sabun kecantikan di pasaran (variasi jenis sabun). Aspek resiko ini dapat diantisipasi dengan pengaturan strategi pemasaran melalui segmentasi pasar secara tepat dan proporsional serta kualitas kemasan ini diharapkan akan mampu mempengaruhi daya beli calon konsumen.

IX.

ASPEK FINANSIAL

No

Item

Jumlah

Nilai

Jumlah

TOTAL 2,000,000,000.00

BIAYA INVESTASI
1 Pendirian Bangunan a Pabrik b Kantor c Gudang 2 Peralatan a Mesin Pencetakan b Mesin Packaging c Mesin Pengaduk d Mesin Penyimpanan e Peralatan Kantor 3 Kendaraan a Tangki Susu b Mobil c Sepeda Motor d Gerobak 500.00 m2 250.00 m2 250.00 m2 1.00 2.00 2.00 2.00 unit unit unit unit 2,500,000.00 1,500,000.00 1,500,000.00 40,000,000.00 30,000,000.00 20,000,000.00 5,000,000.00 1,250,000,000.00 375,000,000.00 375,000,000.00 250,000,000.00 40,000,000.00 60,000,000.00 40,000,000.00 10,000,000.00 100,000,000.00 715,000,000.00 1.00 3.00 5.00 15.00 unit unit unit unit 250,000,000.00 120,000,000.00 15,000,000.00 2,000,000.00 250,000,000.00 360,000,000.00 75,000,000.00 30,000,000.00 TOTAL

2,965,000,000.00

A. BIAYA TETAP
1 Sewa Lahan 2 Tenaga Kerja a Manager b Supervisor c Keuangan d staf/karyawan e Tenaga Lepas 3 Penyusutan a Peralatan b Kendaraan c Bangunan 4 Bunga Pinjaman 1,000.00 m2 2.00 3.00 2.00 10.00 6.00 10.00 5.00 10.00 10.00 orang orang orang orang orang tahun tahun tahun % 25,000.00 /bulan 3,500,000.00 3,000,000.00 2,500,000.00 2,000,000.00 900,000.00 150,000,000.00 715,000,000.00 2,000,000,000.00 2,965,000,000.00 /bulan /bulan /bulan /bulan /bulan 75,000,000.00 357,500,000.00 1,500,000,000.00 300,000,000.00 84,000,000.00 108,000,000.00 60,000,000.00 240,000,000.00 64,800,000.00 79,000,000.00 7,500,000.00 71,500,000.00 50,000,000.00 296,500,000.00 TOTAL 300,000,000.00 556,800,000.00

296,500,000.00 1,282,300,000.00

B. BIAYA OPERASIONAL
1 Bahan Baku Susu Segar larutan soda Lemak sapi Minyak kelapa Pewangi Minyak seher 2 Kemasan sabun mini (150 ml) sabun medium (250) 3 Listrik 4 Bahan Bakar 5 Promosi 2,274,000,000.00 2,000.00 1,000.00 2,000.00 1,500.00 500.00 500.00 lt/hr /gram /ml /ml /ml /ml 3,500 1,500 2,500 3,400 500 2,000 600,000.00 2,100,000,000.00 36,000.00 54,000,000.00 48,000.00 120,000,000.00 36,000.00 122,400,000.00 12,000.00 6,000,000.00 12,000.00 24,000,000.00 591,000.00 liter/th 533,377,500.00 1,871,500 box 1,122,900 box 12 bln 10,000 lt/th 55,000,000 bln 150 /kemasan 225 /kemasan 25,000,000 /bln 4,500 /liter 12 bln 280,725,000.00 252,652,500.00 300,000,000.00 45,000,000.00 660,000,000.00 TOTAL

(asumsi susu rusak sebelum diproses 1.5%)

300,000,000.00 45,000,000.00 660,000,000.00 3,964,777,500.00

TOTAL BIAYA
A B BIAYA TETAP BIAYA OPERASIONAL 1,282,300,000.00 3,964,777,500.00 TOTAL 5,247,077,500.00

PEMASUKAN
Penjualan Sabun Susu Total Produksi a b Sabun Mini
volume 150 ml

561,450.00 lt/th 280,725.00 box/th 1,871,500.00 box/th 280,725.00 box/th 1,122,900.00 box/th

(asumsi susu rusak setelah diproses 5%) (asumsi 50%)

2,500.00 /Kemasan
(asumsi 50%)

4,678,750,000.00

Sabun Medium
volume 250 ml

3,000.00 /Kemasan

3,368,700,000.00 TOTAL 8,047,450,000.00 2,800,372,500.00

NET INCOME
biaya produksi BP Kemasan Mini (150ml) BP Kemasan Medium (250 ml) Rp/liter 9,345.58 Rp/ml 9.35 1,635.48 3,270.95 Profit (%) 52.86 (8.28) Produksi

6,238.33 Kemasan/hr 3,743.00 Kemasan/hr

X. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 1. Kesimpulan Berdasarkan perencanaan industri sabun susu dapat diambil kesimpulan : 1) Rencana usaha pembuatan sabun susu memiliki peluang besar untuk dikembangkan di daerah Aceh Khususnya Aceh Tamiang. 2) Letak dan lokasi usaha pengolahan susu akan didirikan di Kecamatan Seruway. 3) Perhitungan yang diperoleh dari NPV, IRR, B/C ratio, dan BEP menunjukkan bahwa usulan usaha pembuatan sabun susu dapat dijalankan. 4) Industri pembuatan sabun susu dapat menajadi aset daerah dalam pemerimaah pajak serta mngurangi angka pengangguran. 2. Rekomendasi Hasil usulan pendirian industry yang telah diperhitungkan menurut analisis financial, sumber daya yang mendukung, Sumberdaya manussia yang mencukupi serta berbagai pihak yang terkait dalam usaha pengolahan susu menjadi prodak sabun perlu dikaji lebih lanjut. Mengenai perencaan yang lebih tepat dalam hal merencanakan dan merancang lebih cermat serta teliti dalam memperhitungkan manfaat.