Anda di halaman 1dari 24

TUGAS TERSTRUKTUR AGRIBISNIS PERSUSUAN BISNIS PLAN SUSU YOGHURT

TERSTRUKTUR AGRIBISNIS PERSUSUAN BISNIS PLAN SUSU YOGHURT SUGANDA P2DA 11020 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL PROGRAM

SUGANDA

P2DA 11020

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER ILMU PETERNAKAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO

2012

Summary Di era yang semakin berkembang ini, kebutuhan akan lapangan pekerjaan sangat

meningkat namun kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan justru membuat banyak

masyarakat menganggur. Di lain sisi, kebutuhan masyarakat akan konsumsi pun

semakin meningkat, sehingga masyarakat saat ini menjadi konsumtif terhadap makanan

cepat saji (fast food ). Kandungan lemak jenuh yang tinggi pada fast food berpengaruh

pada kondisi kesehatan tubuh dan memicu munculnya penyakit degeneratif seperti

jantung atau kanker. Melihat fenomena tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

mengingatkan kita untuk “back to the nature” dengan menganjurkan kepada masyarakat

untuk memanfaatkan buah-buahan maupun produk olahannya.

Oleh karena itu, dibutuhkan lapangan pekerjaan baru yang kreatif, yang sesuai

dengan kebutuhan masyarakat. Apalagi pada era ini pengetahuan masyarakat tentang

wirausaha cenderung minim sekali. Dalam hal ini kami akan mengembangkan bisnis

plan yang bergerak dalam bidang kuliner yang akan memproduksi makanan ringan

kesehatan berupa yoghurt.

Perusahaan kami membuka banyak lapangan pekerjaan yang akan menyerap

sumber daya manusia untuk memproduksi yoghurt. Yogurt adalah salah satu produk

fermentasi susu yang dibuat dengan menambahkan starter yang terdiri dari dua jenis

bakteri yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Kedua jenis

bakteri ini merombak laktosa atau gula susu menjadi asam laktat, yang selain memberi

Yoghurt ini dapat

diperhitungkan kelayakannya untuk seluruh lapisan masyarakat, serta dapat menjadi

trend makanan ringan fungsional yang mempunyai pengaruh baik terhadap kesehatan.

Konsumsi yoghurt dari tahun ketahun semakin meningkat hal ini dapat dilihat

dari nilai perkembangan akan yoghurt, pada tahun 2002-2005 volume yoghurt

mengalami peningkatan dari 1.039.279 liter 1.536.824 liter, 1.682.612 liter, dan

1.765.831 liter (Badan Pusat Statistik, 2011). Dengan melihat hal tersebut merupakan

peluang untuk mengembangkan yoghurt sebagai produk pangan fungsional yang

memiliki nilai organoleptik yang baik, sehingga menjadikan yoghurt berpeluang

cita rasa khas pada yogurt, juga bersifat sebagai pengawet

dipasarankan pada konsumen anak-anak, remaja dan dewasa.

I.

PENDAHULUAN Salah satu produk susu olahan adalah yoghurt. Yoghurt merupakan produk olahan

susu yang diolah melalui proses fermentasi bakteri pada susu. Pembuatan yoghurt

merupakan proses fermentasi dari gula susu (laktosa) menjadi asam laktat yang

menyebabkan tekstur yoghurt menjadi kental. Yoghurt sudah mulai dikenal oleh

masyarakat dan telah menjadi produk pangan yang diterima dengan baik. Hal ini

dikarenakan yoghurt memiliki citarasa yang khas, asam, segar, dan memiliki

banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Besarnya minat masyarakat terhadap

yoghurt salah satunya dapat dilihat dari jumlah produksi yoghurt yang ada di

Indonesia. Perkembangan produksi yoghurt di Indonesia serta laju pertumbuhannya

dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005 dapat tabel di bawah ini :

Tabel 1. Perkembangan Produksi Yoghurt di Indonesia Tahun 2002-2005

 

Produksi

Nilai

 

Tahun

(Liter)

(Rp 000)

Laju Pertumbuhan (%)

2002

1.039.279

8.985.642

-

2003

1.536.824

11.356.826

26,39

2004

1.682.612

13.475.394

18,65

2005

1.765.831

30.438.258

125,88

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011

Tabel. 1 menunjukkan adanya peningkatan produksi yoghurt setiap tahunnya.

Dilihat dari laju pertumbuhannya yang semakin tinggi, mengindikasikan adanya

peningkatan jumlah produsen dalam industri yoghurt dan potensi peningkatan

konsumsi yoghurt. Selain dilihat dari perkembangan jumlah produksi yoghurt yang

ada di Indonesia, peningkatan kebutuhan yoghurt nasional dapat dilihat dari semakin

besarnya nilai impor yoghurt dan semakin kecilnya nilai ekspor yoghurt.

Perkembangan volume dan nilai ekspor nasional dari tahun 2004 sampai dengan tahun

2008 dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Perkembangan Volume dan Nilai Ekspor Yoghurt Nasional Tahun 2004-2008

Tahun

 

Ekspor

Laju Pertumbuhan (%)

Berat (Kg)

Nilai (US$)

2004

704.8

878.9

-

2005

337

743.5

-15,41

2006

146.3

213.4

-71,30

2007

126

284.4

33,27

2008

220.4

612.57

115,39

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011

Tebel.2 menunjukkan pada tahun 2004 sampai 2005 volume eskpor yoghurt lebih tinggi. Namun, mulai tahun 2006 volume ekspor yoghurt mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan yoghurt dalam negeri semakin meningkat. Pada tahun 2008 volume ekspor mengalami peningkatan sebesar 115,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ekspor tersebut jelas menunjukkan bahwa industri yoghurt nasional mulai berkembang saat ini. Selain itu, Perkembangan volume dan nilai impor nasional dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Perkembangan Volume dan Nilai Impor Yoghurt Nasional Tahun 2004- 2008

Tahun

 

Impor

Laju Pertumbuhan (%)

Berat (Kg)

Nilai (US$)

2004

172

244.8

-

2005

169.4

294

20,10

2006

713.3

712.8

142,45

2007

1.481.600

1.502.600

110,80

2008

500.5

711.7

-52,64

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011

Tabel.3 menunjukkan bahwa jumlah impor yoghurt mengalami kecenderungan meningkat sejak tahun 2004. Namun, pada tahun 2008, jumlah yoghurt menurun sebesar 52,64 persen dari tahun sebelumnya. Volume impor yoghurt nasional sempat mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2006 yaitu sebesar 142,45 persen. Mulai tahun 2006 jumlah impor yoghurt menjadi lebih tinggi daripada jumlah ekspornya. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan yoghurt dalam negeri yang semakin meningkat dipenuhi oleh yoghurt impor karena dihadapkan dengan kualitas bahan baku yang baik dan mendorong industri yoghurt nasional mulai

berkembang. Tingginya kebutuhan yoghurt dalam negeri memberikan peluang pasar bagi industri yoghurt di Indonesia.

II. Aspek Pasar dan Pemasaran

1. Gambaran Produk

Yogurt adalah salah satu produk fermentasi susu yang dibuat dengan menambahkan starter yang terdiri dari dua jenis bakteri yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Kedua jenis bakteri ini merombak laktosa atau gula susu menjadi asam laktat, yang selain memberi cita rasa khas pada yogurt, juga bersifat sebagai pengawet. Yogurt merupakan sumber yang baik untuk protein, fosfor, kalsium, magnesium, dan kalori, tetapi tidak mangandung cukup banyak vitamin C dan zat besi. Yoghurt merupakan makanan kesehatan hasil inovasi dari susu yang di fermentasi dan dicampur dengan ekstrak buah. Banyaknya manfaat buah, membuat produk ini menjadi suatu makanan kesehatan dengan nilai nutrisi lebih yang dapat

dijangkau semua lapisan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah dan mampu menjawab tuntutan konsumen tentang makanan kesehatan yang dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif akibat aktifitas dan gaya hidup yang konsumtif. Oleh karena itu,inovasi baru dan trend makanan seperti yoghurt, mampu memikat dan membidik konsumen dari semua kalangan. Desain kemasan yang praktis serta higienis, akan menarik konsumen terhadap makanan ini.

2. Gambaran Potensi Pasar

Di era yang semakin berkembang ini, masyarakat menjadi konsumtif terhadap makanan cepat saji (fast food). Kandungan lemak jenuh yang tinggi pada fast food berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh dan memicu munculnya penyakit degeneratif seperti jantung atau kanker. Melihat fenomena tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan kita untuk “back to the nature” dengan menganjurkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan buah-buahan maupun produk olahannya. Yoghurt mempunyai peluang pasaryang baik, mengingat banyaknya makanan berbahan sintetis yang beredar dimasyarakat, yoghurt memberikan solusi kepada konsumen yang menginginkan makanan kesehatan yang berdampak positif pada tubuh karena kandungan nutrisi buah mengkudu. Produk pangan fungsional seperti ini

memiliki nilai organoleptik yang baik, sehingga menjadikan Yoghurt berpeluang dipasarankan pada konsumen anak-anak, remaja dan dewasa. Dengan adanya system waralaba, masyarakat dapat semakin mudah membeli produk ini yang tersebar di seluruh Indonesia.

3. Analisis Pasar dan Pemasaran Produk / Jasa yang dihasilkan

Produk yang Dipasarkan Sasaran Konsumen/Pembeli Wilayah Pemasaran

: yoghurt : Semua kalangan masyarakat : Indonesia

4. Keunggulan Produk yang Dimiliki

1. Produk enak, lezat, dan menyehatkan.

2. Pembuatan produk higienis.

3. Bahan baku bermutu.

4. harga jual produk terjangkau dengan kualitas yang bagus

5. Kegiatan Pemasaran dan Promosi Yang Akan Dilakukan

Pameran:

Pameran dagang di lakukan di daerah Banyumas, di pasar wage, baturaden, Swalayan Moro, dan kegiatan- kegiatan lainnya

Promosi Penjualan:

Discount Khusus/ pemberian Voucher/ pemberian stiker sebagai perkenalan brand.

 

Promosi online dengan media situs-situs internet yang terkenal.

Iklan:

Brosur/Daftar Harga /Katalog produk.

Iklan di media cetak local

Masuk di Direktori Bisnis tahunan/yellow pages

Selebaran

6. Strategi Pemasaran

a. Pengembangan Produk

Peningkatan kualitas bahan baku, inovasi rasa, kandungan gizi dan inovasi kemasan produk.

b. Pengembangan Wilayah Pemasaran

Akan direncanakan untuk menjajaki pasar lokal di Kota banyumas dan perluasan

wilayah pemasaran dengan menjalin kerjasama dengan pengusaha / distributor.

c. Strategi Penetapan Harga

Harga disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat lapisan menengah.Dengan tingkat inflasi 10% atau bila ada kenaikan harga akan sebesar 10%.

III. Aspek Teknis dan Operasional

Aghan Milk Shop merupakan usaha pengolahan dan pemasaran yoghurt langsung ke masyarakat, dengan dikelola oleh tenaga kerja pengelola dengan pembagian tugas yang profesional sehingga mampu menjamin kualitas atau mutu yang dihasilkan. Dengan di bantu oleh karyawan agar pelayanan yang di berikan oleh Aghan Milk Shop sesuai dengan harapan masyarakat konsumen. Bahan baku susu yang di guanakan adalah susu murni yang langsung di ambil dari para peternak sapi perah di daerah Baturraden Banyumas Jawa Tengah. Pengambilan langsung susu ke peternak di maksudkan untuk menjaga kesegaran dan kemurnian susu, sehingga mutu susu tetap di pertahankan. Penjualan produk yang tidak hanya satu jenis rasa akan tetapi berbagai berbagai rasa yang berasal dari susu alami dan campuran buah-buahan di maksudkan agar konsumen

memiliki banyak pilihan dalam mengkonsumsi rasa yoghurt sesuai rasa vaforitnya. Yogurt adalah salah satu produk susu yang di minati oleh konsumen segala usia, biasanya orang mengkonsumsi yoghurt untuk melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan badan. Kandungan bakteri Lactobacillus bulgaricus dalam yoghurt sangat berguna bagi kesehatan karena dapat membantu melancarkan pencernaan dalam usus. Kemasan yoghurt dalam bentuk cup memudahkan konsumen dalam mengkonsumsinya dan mudah di bawa dan disimpan (Yunita, Rohaya et al. 2011).

a. Proses Produksi Yoghurt Pada proses produksi yoghurt diperlukan beberapa persiapan dan pengolahan awal sampai didapatkan susu yang siap difermentasi dan menghasilkan yoghurt.

Proses poduksi yang dilakukan sebagai berikut adalah : beberapa tahapan dalam

memproduksi yoghurt .

Pemanasan Susu (85 0 C selelama 5 menit)

yoghurt . Pemanasan Susu (85 0 C selelama 5 menit) Penambahan Rasa Proses finishing Pendinginan (40-45

Penambahan Rasa

Susu (85 0 C selelama 5 menit) Penambahan Rasa Proses finishing Pendinginan (40-45 0 C) Penambahan
Susu (85 0 C selelama 5 menit) Penambahan Rasa Proses finishing Pendinginan (40-45 0 C) Penambahan

Proses finishing

Pendinginan (40-45 0 C)

Rasa Proses finishing Pendinginan (40-45 0 C) Penambahan Kultur Starter (3-5% dari volume susu)

Penambahan Kultur Starter (3-5% dari volume susu)

0 C) Penambahan Kultur Starter (3-5% dari volume susu) Penambahan Gula Inkubasi (40-45 0 C selama

Penambahan Gula

Inkubasi (40-45 0 C selama 12 jam)

Penambahan Gula Inkubasi (40-45 0 C selama 12 jam) Gambar Proses Pembuatan Yoghurt 1) Pemanasan susu

Gambar Proses Pembuatan Yoghurt

1) Pemanasan susu

Pemanasan susu dilakukan dengan cara memasukkan susu ke dalam wadah

kemudian dipanaskan sampai suhunya mencapai 85 0 C selama kurang lebih lima

menit. Perlakuan pemanasan tersebut diperlukan sebagai proses pemanasan awal

sebelum masuk ke tahapan selanjutnya.

2) Pendinginan

Pendinginan dilakukan untuk menurunkan suhu susu secara cepat dan

menyiapkan suhu susu untuk proses fermentasi yaitu antara 40-45 0 C. Suhu

tersebut merupakan suhu yang paling optimum untuk media pertumbuhan starter

yoghurt. Setelah suhunya sesuai dengan yang diinginkan, lalu masukkan susu

tersebut ke dalam wadah untuk ditambahkan starter.

3) Penambahan kultur starter

Penambahan kultur starter ke dalam susu menggunakan dosis yang telah

ditentukan. Dosis yang dipakai adalah sebanyak 3-5 persen dari volume susu. Kultur

starter yang ditambahkan merupakan kultur campuran yang terdiri dari Lactobacilus

bulgarius dan Streptococcus thermophilus.

4) Inkubasi

Inkubasi merupakan proses fermentasi yang dilakukan di dalam inkubator yang suhunya diatur pada kisaran 40-45 0 C. Proses fermentasi (inkubasi) ini dilakukan selama minimal 12 jam. 5) Penambahan gula Susu yang telah difermentasi menjadi yoghurt kemudian ditambahkan dengan larutan gula lalu diaduk dan disaring agar menyatu. 6) Penambahan Rasa Proses berikutnya adalah penambahan rasa ke dalam larutan yoghurt agar yoghurt yang diproduksi memiliki rasa yang berbeda. 7) Proses finishing Proses akhir dari pembuatan yoghurt adalah dengan mengemasnya ke dalam plastik lalu dibekukan di dalam lemari es selama satu malam dan barulah kemudian yoghurt tersebut siap untuk dipasarkan.

IV. Aspek Produksi dan Manajemen

Elemen

Kekuatan

Kelemehan (Weaknes)

Peluang

Ancaman

(strength)

(Opportunity)

 

(Threat)

Susu Segar

Banyak tersedia

rendahnya

susu

Harga susu yang relatif murah dibandingkan didaerah lain.

Susu mudah rusak

kualitas bagus

Banyaknya yoghurt yang

Yoghurt yang kualitas tinggi

harga sedikit tinggi

Tingginya

permintaan

yoghurt

terkontaminasi bahan kimia yang beredar di pasaran.

1. Proses Sistem produksi

produksi

Tatalaksana

yang

Kurangnya

sarana

Adanya

pedoman

Adanya susu yang rusak

rapi

produksi

yang

produksi

yang

disusun

 

memadahi

oleh pakar

Peralatan yang masih tradisional

2.

Output: Susu

yoghurt

yang

dihasilkan

Proses

penanganan

Jumlah konsumen masih mampu menyerap yoghurt yang dihasilkan

Adanya Yoghurt yang rusak

 

masih

mampu

memenuhi

yoghurt

masih

kebutuhan pasar

sederhana

nutrisi

Nilai

masih

 

kurang

Pimpinan utama

Struktur Organisasi

Pimpinan utama Struktur Organisasi Wakil pimpinan Manajer produksi Manajer distribusi barang Manajer keuangan Manajer

Wakil pimpinan

Pimpinan utama Struktur Organisasi Wakil pimpinan Manajer produksi Manajer distribusi barang Manajer keuangan Manajer
Pimpinan utama Struktur Organisasi Wakil pimpinan Manajer produksi Manajer distribusi barang Manajer keuangan Manajer
Pimpinan utama Struktur Organisasi Wakil pimpinan Manajer produksi Manajer distribusi barang Manajer keuangan Manajer

Manajer produksi

Manajer

distribusi barang

Manajer keuangan

Manajer pemasaran

Manajer humas

barang Manajer keuangan Manajer pemasaran Manajer humas staff   staff   staff   staff

staff

 

staff

 

staff

 

staff

staff

Jabatan

Tugas

Pemimping Utama

Memimpin perusahaan dan mengatur sumberdaya manusia yang dibutuhkan oleh perusahaan

Wakil pimpinan

Bertanggung jawab mengurus administrasiperusahaan

 

Manajer keuangan

Mengatur arus kas perusahaan

 

Manajer produksi

Mengatur seluruh jalannya produksi

 

Manajer pemasaran

Mengatur seluruh pemasaran produk

 

Manajer humas

Mengatur hubungan eksternal perusahaan

 

Manajer distribusi barang

Mengatur seluiruh distribusi barang

 

kepemimpinan yang ada dalam perusahaan berbeda dalam tiap-tiap bagian, dalam perusahaan ini pemegang kekuasaan tertinggi adalah rapat besar yang bersifat demokratis, dimana yang dapat mengikuti rapat besar diantaranya pimpinan perusahaan, wakil pimpinan, dan seluruh manajer tiapbagian Jadi di dalam perencanaan bisnis ini kami memakai gaya kepemimpinan demokratis, dalam rapat besar perusahaan ini mengikut sertakan bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

Pengambilan Keputusan dalam Perusahaan Pengambilan keputusan tertinggi terletak pada rapat besar dan dalam eknisnya yang berhak mengambil keputusan tertinggi adalah pemimpin perusahaan, tidak menutup kemungkinan manajer masing masing bidang juga dapat mengambil keputusan pada bidangnya masing-masing.

 

V.

Aspek Sosial dan Kebijakan Pemerintah

 

No.

Elemen

Kekuatan

Kelemahan

Peluang

Ancaman

1.

Proses adaptasi dengan

lingkungan sosial

50%

waktu

beradaptasi

untuk

kerja

Jam

terbatas

yang

Masyarakat mempunyai antusiasme yang tinggi

pendidikan

Kurangnya

masyarakat

Kehadiran

pegawai

Kurangnya

pegawai

Adanya

kegiatan

Adanya kegiatan yang

95%

yang komunikatif

masyarakat

yang

lebih

menarik dari

Pelaksanaan

Interaksi

dengan

memberikan

motivasi

perusahaan lain

sosialisasi

secara

masyarakat

kurang

untuk usaha

 

Pendapatan yang lebih

menyeluruh

terfasilitasi

Memberikan kesempatan untuk masyarakat

usaha

tinggi di perusahaan lain

2.

Kebijaksanaan

Penguasaan terhadap bidang ekonomi yang cukup

Banayak pegawai yang tidak menyukai politik dan ekonomi

Pemerintah mempunyai

Banyak pesaing yang memiliki peluang lebih besar

pemerintah

(politik

kebijaksanaan

politik

tersendiri

ekonomi)

Pegawai memiliki kecakapan dalam politik dan ekonomi

Pengaruh

politik

Masyarakat mempunyai andil yang cukup besar

Kecenderungan pemerintah memilih usaha yang mempunyai

berdampak langsung terhadap perusahaan

Fasilitas

yang

Diversifikasi produk kurang

Kebijaksanaan yang

hubungan yang lebih

mendukung

dalam

ada

sangat

membantu

Politik ekonomi dari perusahaan lain memberi dampak yang kurang baik

kegiatan

politik

dan

 

dalam perusahaan

 

ekonomi

 

A. Aspek Ekonomi

Aspek Ekonomi berpengaruh secara tidak langsung terhadap perusahaan. Apabila keadaan ekonomi di suatu daerah atau negara baik, maka keadaan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kestabilan dan

perkembangan perusahaan (Karinawatie, Kusnadi et al. 2008). Hal sebaliknya akan terjadi bila keadaan ekonomi di suatu Negara sedang mengalami penurunan. Adapun beberapa faktor yang berkaitan dengan kondisi ekonomi suatu wilayah antara lain :

1. Pertumbuhan Sektor Ekonomi Kondisi perekonomian Indonesia secara agregat menunjukkan perkembangan yang fluktuatif Pertumbuhan sektor ekonomi yang terus menanjak sejak tahun 2003 hingga 2007, mulai mengalami penurunan pada tahun 2008 akibat krisis global . World Bank bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 3,4 persen sepanjang 2009. Angka ini sangat menurun dibandingkan pada tahun 2007 pertumbuhan ekonomi mencapai 6,3 persen. Pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan menunjukkan Indonesia belum sepenuhnya pulih dari dampak krisis global yang melanda pada akhir tahun 2008. Namun sebuah tanda positif datang dari The Indonesia Economic Intelligence (IEI) yang memproyeksikan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sebesar 4,3 persen di 2009. Proyeksi tersebut dapat diraih mengingat pada semester II-2009 ekonomi global maupun domestik sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator- indikator makro ekonomi dan pasar saham yang kian membaik maka awal semester II-2009. Selanjutnya IEI menjelaskan Indikator- indikator makro tersebut diantaranya adalah volume perdagangan juga terus meningkat, nilai tukar rupiah yang terus menguat dan stabil bergerak di kisaran Rp 10.000 sampai Rp 10.500 dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 2000 sampai 31 Juli 2009. Selain itu inflasi yang pada bulan Juni 2009 yang hanya mencapai 3,65 persen juga menunjukkan suatu keadaan

dimana perekonomian Indonesia semakin membaik dan bergerak tumbuh stabil. Semester kedua tahun 2009 merupakan saat yang tepat bagi para pelaku pasar untuk berekspansi, khususnya bagi perbankan yang harus mulai menggerakan perekonomian lewat pemberian kredit di sektor riil.

2. Pengeluaran Rumah Tangga Pengeluaran rumah tangga memperlihatkan data bagian pendapatan rumah tangga yang dialokasikan untuk menkonsumsi produk tertentu. Semakin besar alokasi dana yang dianggarkan untuk produk tertentu, maka produk tersebut penting dan memiliki prospek pasar yang baik. Produk susu kuda organik yang merupakan produk kesehatan memiliki prospek yang baik apabila alokasi pengeluaran rumah tangga untuk kesehatan semaikn bertambah.

B. Aspek Sosial dan Budaya Aspek sosial dan budaya berkaitan dengan demografi penduduk, trend dan gaya hidup masyarakat, dan sebagainya yang dapat menjadi peluang atau ancaman bagi perusahaan (Sugiarto and Purbojo 2002).

1. Pertumbuhan Penduduk Jumlah penduduk berkaitan dengan jumlah calon konsumen yang dapat

menjadi pangsa pasar bagi suatu usaha. Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi peluang dalam hal pemasaran produk, karena semakin banyak jumlah penduduk maka semakin besar ukuran segmen pasar potensial yang dapat dimasuki. Indonesia merupakan negara yang

memiliki jumlah penduduk yang besar. Hingga tahun 2008 jumlah penduduk Indonesia adalah 230 juta jiwa dan menempati peringkat ke lima dunia. Pertumbuhan penduduk mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, hal ini mengindikasikan jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

2. Jumlah Penderita Penyakit Kronis

Indonesia merupakan negara yang memiliki masalah kesehatan rakyat yang cukup mengkhawatirkan. Berbagai masalah kesehatan seperti tingginya angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, juga masalah penyakit menular dan tidak menular. Diantara masalah kesehatan

di Indonesia adalah tingginya tingkat penderita penyakit kronis baik yang menular ataupun tidak menular (World Bank, 2008). Salah satu penyakit menular yang tingkat penderitanya cukup tinggi di Indonesia adalah TBC. Masalah TBC di Indonesia sangat besar karena setiap tahun bertambah 250.000 kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahun yang disebabkan TBC, karena itu Indonesia menduduki peringkat ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia. Walaupun Indonesia telah mencapai kemajuan yang pesat dalam hal peningkatan penemuan kasus TBC menular sebesar 51,6 persen, pada saat yang sama hasil ini memperlihatkan hanya setengah dari penderita TBC yang dapat diobati di Puskesmas seluruh Indonesia. Selain penyakit kronis menular seperti TBC, tingkat penyakit kronis tidak menular sepert kanker juga cukup tinggi kasusnya di indonesia. Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Suhartati Gondhowiardjo menyatakan bahwa perkiraaan jumlah penderita kanker di Indonesia pada 2030 akan mengalami peningkatan hingga tujuh kali lipat. Suhartati menyebutkan, berdasarkan data dari WHO, pada 2005-2030 akan ada peningkatan jumlah penderita kanker di dunia hingga tujuh kali lipat.

3. Trend Hidup Sehat dan Alami Data peningkatan pengeluaran rumah tangga dan pengeluaran perkapita untuk bidang kesehatan menjadi indikasi bahwa perhatian masyarakat Indonesia terhadap kesehatan semakin baik. Hal ini didukung oleh slogan “back to nature” yang menjadi trend dalam masyarakat. Trend tersebut terus meningkat seiring dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya bahan-bahan kimia dan sintetis, serta kelebihan-kelebihan dari produk-produk herbal. Hal ini menjadi latar belakang meningkatnya penggunaan bahan-bahan herbal alami dalam hal pangan dan non pangan, serta meningkatnya berikut ini adalah data persentase masyarakat Indonesia yang memilih mengobati penyakitnya secara mandiri dan menggunakan obat tradisional alami.

C. Aspek Politik Aspek stabilitas politik mempengaruhi secara langsung ataupun tidak langsung terhadap Khasiat Farm. Keamanan politik yang stabil akan membawa dampak positif terhadap perkembangan usaha Khasiat Farm karena kestabilan politik biasanya berimplikasi pada kkestabilan ekonomi. Pemerintah sebagai stake holder yang memegang aspek politik memiliki peranan penting dalam menciptakan kebijakan yang membawa iklim

kondusif bagi perkembangan usaha di Indonesia. Diantara kebijakan pemerintah yang berpengaruh terhadap industri susu kuda Sumbawa adalah :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan Pangan, Mutu dan Gizi Pangan Kebijakan pemerintah ini berisi peraturan bahwa pemerintah memberikan amanat kepada Bupati atau Walikota melalui Dinas Kesehatan untuk membina industri pangan siap saji. Peraturan ini juga mengamanatkan setiap orang yang terlibat dalam penyelenggaraan industri pangan siap saji untuk memenuhi persayaratan sanitasi tempat produksi sesuai dengan pedoman produksi pangan siap saji dan memperhatikan aspek keamanan pangan. Menurut peraturan ini setiap perusahaan wajib mendaftarkan usahanya kepada Dinas kesehatan untuk mendapatkan nomor izin Depkes. Setelah mendaftarkan perusahaannya kepada Depkes, perusahaan akan mendapatkan sertifikasi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

2. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 381/KPTS/OT.140/10/2005 Tentang Pedoman Sertifikasi Kontrol Veteriner Unit Usaha Pangan Asal Hewan. Peraturan ini bertujuan untuk mewujudkan jaminan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal. Dalam peraturan ini disebutkan bahwa setiap produsen yang mengusahakan produk asal hewan harus memiliki sertifikat Nomer Kontrol Veteriner (NKV). Salah satu syarat teknis untuk mendapatkan NKV adalah perusahaan harus memiliki memiliki bangunan, prasarana dan sarana usaha yang memenuhi persyaratan teknis higiene-sanitasi.

VI.

Aspek Regulasi dan Legalitas

 

Elemen

Aktivitas

Investasi

Target

Indikator

Bentuk

badan usaha

1.

Menjalankan

Penanaman

Pengambilan

Dengan

usaha dengan

modal oleh

modal

perhitungan

 

pembagian

pemilik

maksimal 5

BEP

keuntungan

usaha

tahun

Mendapat

izin usaha

yang jelas

pengolahan

Mendapatkan

dukungan dari

pemerintah

antara

susu

 

perusahan dan

Surat-surat

pemilik

kepemilikan

 

Memenuhi

yang sah

persyaratan

sebagai PT

2.

pelaksanaan

Cara

Penyembelihan

Penyediaan

Menghasilkan

Kesukaan

ternak sesuai

tempat

kualitas susu

konsumen

 

dengan UU

pengolahan

yang baik

Sumberdaya

manusia dan

dan norma

yang berlaku

susu di

peternakn

Dapat

menjalankan

alat

Melaksanakan

Ketrampilan

bisnis dan

digunakan

bisnis dengan

dan

persaingan di

secara

sedikit

keahlian

pasar

optimal

mekanisasi

tenaga kerja

3.

Di mana

Menciptakan

Lokasi

Mengurangi

Sumberdaya

bisnis akan

dilaksanakan

lapangan

sesuai

tingkat

manusia dan

pekerjaan

dengan

pengangguran

alam

 

kebutuhan

digunakan

ternak sapi

secara

untuk

optimal

memperoleh

produksi

yang

optimal

4.

yang akan

Bisnis

Memenuhi

Penanaman

Memperoleh

Mendapat

kebutuhan

modal oleh

izin dari

izin usaha

dikerjakan

susu

pemilik

pemerintah

untuk

dan dapat

pengolahan

memenuhi

susu

kebutuhan

konsumsi

susu sapi

Berikut dibawah ini merupakan beberapa kebijakan pemerintah yang memiliki

pengaruh terhadap industri yoghurt nasional.

a. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 19/PMK.011/2009 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor Produk-Produk Tertentu. Dalam peraturan tersebut ditetapkan bahwa tarif bea masuk untuk skim milk powder, full cream milk, yoghurt, buttermilk dan produk susu lainnya adalah 0% terhitung mulai 13 Februari 2009.

b. Undang-Undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Bab-bab terkait dengan pengusahaan produk olahan diantaranya Bab II mengenai Jaminan Mutu Pangan dan Pemeriksaan Laboratorium, Bab III Mutu Pangan, dan Bab IV mengenai Label dan Iklan Pangan.

Kebijakan penetapan tarif bea masuk produk olahan susu termasuk yoghurt memberikan pengaruh kepada industri yoghurt nasional. Namun aghan Milk Shoop (AMS) hal ini tidak begitu nyata dirasakan, dikarenakan saat ini produk yang dipasarkan AMS tidak bersaing secara langsung dengan produk olahan impor. Perijinan produk olahan susu yoghurt harus mendapat izin dari BPOM dan Dinas Kesehatan terkait produk yoghurt yang digunakan. Selain itu, AMS juga akan mendaftarkan ke Dinas terkait agar memiliki izin TDI. Melalui izin ini, usaha produk kecantikan ini akan memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

VII. Aspek Lingkungan

Analisis lingkungan eksternal perusahaan dilaksanakan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan terdiri atas lingkungan jauh dan lingkungan industri. Lingkungan jauh merupakan lingkungan eksternal yang memiliki pengaruh tidak langsung kepada perusahaan. Lingkungan jauh dianalisis dengan pendekatan aspek ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan politik. Lingkungan Industri merupakan lingkungan yang dekat dengan perusahaan sehingga secara langsung dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. (Astuti and Setyawardani 2004)merumuskan lingkungan Industri suatu perusahaan

terdiri

Pendatang Baru.

atas beberapa faktor berikut.

Persaingan Sesama Industri

Ancaman

Aktivitas raise

Investasi

Target spesifik

Indikator target

Pengolahan

Adanya lahan

yoghurt

Produksi

susu sapi

yang luas

yoghurt untuk

Ketrsediaan susu segar yang kesinambungan

dapat

memenuhi

kebutuhan

konsumsi

 

10000 l/mg

Mencari

Masyarakat

Lingkungan

Sesuai dengan

informasi

setempat

usaha

usulan

tentang

Instansi setempat yang terkait

pengolahan

pengolahan

kesesuaian

susu

susu

lingkungan

dengan

 

kesesuaian

usaha

Membuka suatu

Modal

Yoghurt

Mendapatkan

usaha

Perizinan

keuntungan

peternakan

mendirikan

usaha

Pengadaan

Lingkungan

Lingkungan

Mendapatkan

survau

daerah lain

yang

daerah

berpotensi

lingkungan

yang lebih

baik

VIII. Aspek Persaingan Usaha / Resiko

No.

Elemen

Kekuatan

 

Kelemahan

 

Peluang

Ancaman

 

1.

Input Susu Segar

Mempunyai kualitas yoghurt yang baik

Pengemasan produk yoghurt yang kurang baik

Menghasilkan yoghurt aneka rasa dan kemasan

Produk

perusahaan

lain

mempunyai

     

kulaitas

yang

lebih

baik

2.

Proses

pemasaran

Harga

jual

yoghurt

Saluran

distribusi

belum

Meningkatnya produk permintaan akan Yoghurt

Kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi dari pembeli

dan promosi

tinggi

terjalin

3.

Output

persaingan

Memberikan pelayanan

Banyaknya perusahaan

Perusahaan sejenis mempunyai kualitas yoghurt yang rendah

Persaingan

antara

pasar

yang

baik

bagi

sejenis

yang

perusahaan

sejenis

konsumen

mempengaruhi harga jual

tinggi

4.

Outcome : manfaat

Pakan berkualitas baik

Tenaga kerja terforsi atau terkuras tenaganya

Harga jual meningkat sehingga dapat mencapai target pasar

Rendahnya

 

kemampuan

tenaga

 

kerja

Masalah yang potensial terjadi pada kami sebagai perusahaan baru kebanyakan berasal dari permodalan dan pemasaran. Untuk

mengatasi permodalan kami atasi dengan menawarkan bisnis kami pada investor kemudian juga melakukan pinjaman pada pihak

bank. Sedangkan untuk pemasaran kami akan mencoba mencari link untuk memasarkan produk kami sambil terus berkonsultasi pada

konsultan bisnis kami.

IX.

Analisis Kelayakan Finansial

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.

KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan diatas dapat di rujuk menjadi beberapa kesimpulan :

1.

Lokasi usaha yoghurt akan didirikan di Purwokerto.

2.

Rencana usaha pembuatan yoghurt ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

3.

Perhitungan NPV, IRR, B/C ratio, dan BEP menunjukkan bahwa usulan usaha yoghurt ini dapat dijalankan.

B.

REKOMENDASI

Berdasarkan perhitungan di atas, usaha yoghurt masih sangat terbuka lebar untuk dijalankan. Inovasi inovasi tentang berbagai produk yoghurt baik dari segi

rasa, kemasan dan bentuk sangat di harapkan bagi pencinta-pecinta yoghurt. usaha yang telah diperhitungkan menurut analisis financial, sumber daya yang mendukung, serta berbagai pihak yang terkait dalam usaha yoghurt perlu dikaji lebih lanjut. Hal ini diperlukan dalam merencanakan lebih cermat dan teliti dalam memperhitungkan manfaat dan peluang.

DAFTAR PUSTAKAN

Astuti, T. Y. and T. Setyawardani (2004). "Penggunaan Susu Skim dan Asam Lemak Essensial sebagai Alternatif Cara Memperbaiki Kualitas Nutrisi Yoghurt " penelitian. Fakultas Unsoed.

Badan Pusat Statistik. 2011. Konsumsi Pangan Indonesia.

Karinawatie, S., J. Kusnadi, et al. (2008). "Efektivitas Konsentrat Protein Whey Dan Dekstrin Untuk Mempertahankan Viabilitas Bakteri Asam Laktat Dalam Starter Kering Beku Yoghurt." Jurnal Teknologi Pertanian 9(2).

Sugiarto, M. and S. W. Purbojo (2002). "Industri Susu Indonesia dan Strategi Bisnis Koperasi di Banyumas." Animal Production 4(1).

Yunita, D., S. Rohaya, et al. (2011). "Pembuatan Niyoghurt Dengan Perbedaan Perbandingan Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus Serta Perubahan Mutunya Selama Penyimpanan." Jurnal Teknologi Pertanian 12(2).