Anda di halaman 1dari 35

BUSINESS PLAN

Rowine IceCreams

OLEH : ROSIA MEILANI P2DA11018

PROGRAM MAGISTER ILMU PETERNAKAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN 2012 1

EXECUTIVE SUMMARY

Pada saat ini, usaha di bidang makanan dan minuman memiliki prospek yang cukup cerah. Ice creams kini telah menjadi bagian dari gaya hidup,

khususnya bagi mereka yang tinggal di kota besar. Dengan semakin banyaknya kafe khusus ice creams, inovasi dalam pembuatan ice creams akan

melahirkan semakin banyaknya penggemar ice creams. Kami mendirikan usaha ini karena pada awalnya kami sendiri sangat menyukai Ice creams, selain itu usaha ini belum memiliki banyak pesaing. Ice cream merupakan jenis makanan semi padat yang disukai oleh

segala lapisan masyarakat, baik tua, muda, apalagi anak-anak. Dalam setiap acara pesta, misalnya pesta pernikahan, khitanan, ulang tahun, dan acara

lainnya, menu ice cream hampir selalu ada. Hidangan makanan/minuman tersebut umumnya dilayani oleh usaha catering yang banyak terdapat di kota, bahkan di desa. Selain dibuat oleh usaha catering, ice cream juga banyak dibuat oleh home industri atau industri kecil yang khusus memproduksi ice cream untuk dijual langsung ke konsumen dengan cara menetap maupun dijajakan keliling oleh para penjaja/pedagang. Berdasarkan hasil analisis, nilai Net Present Value (NPV) cukup tinggi, yaitu Rp. 4,176,552,458,88. Penghitungan analisis PT Rowine IceCreams dilakukan pada nilai bunga 6.32% merupakan rata-rata bunga pinjaman yang berlaku sekarang ini. Hal ini bernilai positif, oleh karena itu maka dari sisi NPV dapat dipastikan bahwa usaha ini layak. Penghitungan IRR menggunaan batasan bunga sebesar 15% sebagai batas NPV positif dan 50% sebagai batas NPV negatif. IRR pada tabel menunjukkan nilai 7.69 %. Hasil tersebut menunjukan bahwa PT Rowine IceCreams memenuhi aspek kelayakan jika dibandingkan dengan suku bunga bank saat ini yakni 6.32%. Payback period menunjukkan lama waktu pengembalian modal awal yang dikeluarkan perusahaan. Payback period pada industry pengolahan ice creams PT Rowine IceCreams yakni dalam jangka waktu 1 tahun 10 bulan. Hasil analsis B/C rasio PT Rowine IceCreams menghasilkan nilai 1.11. Hasil tersebut bernilai positif maka dapat disimpulkan bahwa usaha layak.

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Usaha (Company Overview) Susu merupakan salah satu pangan yang tinggi kandungan gizinya, bila ditinjau dari kandungan protein, lemak, mineral dan beberapa vitamin. Susu dapat diolah menjadi berbagai makanan dan minuman. Salah satunya adalah Ice Cream, dimana sebagai bahan dasarnya adalah susu segar maupun susu hasil olahan. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki suhu panas, dimana sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah pedagang. Sektor perdagangan juga merupakan salah satu sektor penting yang mendukung perekonomian Indonesia. Dalam membangun perusahaan yang baik, perencanaan bisnis yang jelas dan realitas diperlukan agar

wirausahawan dapat secara konsisten menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Untuk menunjang perencanaan agar sesuai dengan yang diharapkan, dengan menganalisa kuantitatif yang akan membahas

pengukuran kinerja bisnis secara nominal melalui keuangan. Dalam perencanaan pemasaran, usahawan menguji kelayakan investasi usaha dengan mengukur potensi usaha ice cream di berbagai wilayah. Semua jenis ice cream yaitu soft ice cream, hard ice cream dan ice cream dengan berbagai rasa sangat diminati oleh semua lapisan masyarakat, baik tua, muda, apalagi anak-anak. Dalam perencanaan keuangan, usahawan menguji kelayakan investasi usaha dengan menggunakan metode capital budgeting yang terdiri atas payback period, net present value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Dengan kebutuhan modal awal yang tidak

begitu besar namun mampu menarik banyak peminat, maka usaha ice cream memiliki prospek untuk dikembangkan ditinjau dari berbagai aspek.

B. Tujuan Menarik minat masyarakat untuk lebih banyak lagi mengkonsumsi ice cream, karena ice cream merupakan salah satu minuman yang bergizi tinggi. Memenuhi kebutuhan protein masyarakat dengan mengkonsumsi ice cream.

C. Gambaran Umum Usaha Identitas Perusahaan a) Nama Perusahaan b) Nama Brand c) Lokasi Perusahaan d) Pemilik Perusahaan e) Telepon Perusahaan : PT Makmur Sejahtera : Rowine IceCreams : Jalan Setiabudi Bandung : Rosia Meilani : 0817622462

Identifikasi Produk a) Produk b) Bentuk Product c) Manfaat Produk : Ice creams : Cone dan dalam wadah : Ice cream mengandung protein yang tinggi,

mineral dan vitamin yang sangat baik bila dikonsumsi dan tidak menyebabkan batuk bila dikonsumsi dengan benar.

II. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

A. Peluang Usaha Ice cream Menurut Kotler (1999) pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai satu sama lain. Sedangkan arti dari manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan, pemberian harga, promosi dan distribusi dari barang-barang, jasa, dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi. Peluang pasar dan pemasaran menjadi suatu hal yang sangat vital bagi kelangsungan suatu usaha. Usaha yang sehat adalah usaha yang dapat membidik secara tepat, benar dan cerdas tentang semua aspek produksi dan pemasaran, hal ini harus terprogram dan terintegrasi secara terencana dan bertahap. Peluang usaha ice cream tetap menggiurkan dari masa ke masa. Dulu peluang usaha ice cream hanya dimiliki oleh mereka yang bermodal kuat, namun tidak untuk saat ini. Hal ini disebabkan dalam usaha ice cream diperlukan mesin yang harganya sangat mahal. Perkembangan teknologi telah membuat semakin mudah untuk memulai usaha ice cream pada saat ini. Tidak dapat dipungkiri, ice cream disukai oleh semua kalangan, dari anak kecil hingga dewasa, dari anak sekolah hingga mahasiswa. Hal ini karena ice cream bisa diolah menjadi aneka rasa dan penyajian. Jenis ice cream yang menarik peluang adalah soft ice cream dan hard ice cream. Peluang usaha ini menarik di Indonesia karena beberapa alasan sebagai berikut : 1. Orang Indonesia Suka Makan Disaat kritis melanda, bisnis makanan menjadi salah satu bisnis tahan kritis, karena orang Indonesia terbukti benar-benar suka makan. Atau dapat dikatakan bahwa banyak orang yang mengalami stress dengan

melampiaskan makan ice cream. 2. Iklim Indonesia yang panas Pemanasan global berdampak sangat besar pada peningkatan suhu di hampir seluruh wilayah Indonesia. Gedung-gedung bermunculan, sehingga 5

penghijauan berkurang dan lingkungan semakin bertambah panas. Kondisi ini memberikan peluang bisnis ice cream semakin bertumbuh di Indonesia. 3. Memulai usaha ice cream sangat mudah Untuk memulai usaha ice cream juga sangat mudah, hanya bermodalkan mesin ice cream siap pakai, kemudian menyiapkan tenaga kerja untuk counter atau dapat mengelolanya sendiri. 4. Semua kalangan suka ice cream Ice cream tidak hanya disukai anal-anak, tetapi juga oleh orang dewasa, dimana ice cream dapat disajikan dalam berbagai rasa dan bahan tambahan untuk menarik perhatian konsumen. 5. Penampilan ice cream yang menggiurkan Soft Ice cream ( Es krem Soft) Jenis ice cream yang teksturnya lembut dan biasanya disajikan dalam cone kerupuk. Hard Ice Cream ( Es Puter) Jenis ice cream dengan tekstur yang lebih kasar dibandingkan dengan soft ice cream. Sebagai contoh adalah ice cream campina atau ice cream yang dijual dalam kemasan plastik.

B. Keunggulan produk yang dimiliki dibandingkan produk yang diberikan pesaing yaitu: Menu lebih variatif Harga produk lebih murah dari harga pesaing Keunikan cara penyajian Penampilan produk lebih menarik yang dapat menggugah konsumen Masih sedikit jumlah pesaing yang menawarkan produk yang sama Lokasi pemasaran dekat dengan pusat Kota Konsumen dapat memilih jenis ice cream dan kopi sesuai dengan keinginan konsumen itu sendiri

C. Jenis Produk dan Jasa 1. Produk Ice cream yang kami tawarkan : o o Ripple Strawberry Ice creams Hokey-Pokey Ice creams 6

o o o o o o

Peach Rum Ice creams Gelato Chocolate Mint Ice creams Coffee Expresso Ice creams Chestnut chocolate Rum Ice creams Blueberry Wafer Ice creams Vanila Snow Ball Ice creams

D.KEGIATAN PEMASARAN DAN PROMOSI 1. Strategi Pemasaran Strategi pemasaran ditekankan kepada tiga aspek, yaitu: a. b. c. Aspek pelayanan dan kepuasan Pelanggan Aspek Kenyamanan tempat Aspek pembinaan hubungan yang baik dengan pelanggan

2.Strategi Promosi Promosi yang akan diterapkan adalah melalui brosur yang akan disebarkan baik dalam lingkungan kampus maupun di kawasan pertokoan, di mall-mall, pameran dan kami juga mengarahkan seorang karyawan di persimpangan jalan yang cukup strategis, untuk menyebarkan brosur produk kami dan para pengemudi jalan raya

E.TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU Target dan segmen yang dituju berfokus pada semua kalangan konsumen baik kalangan tua , muda , serta anak-anak. Karena produk kami dapat dinikmati oleh semua kalangan, dan mempunyai keunggulan yaitu tidak semua memakai bahan pengawet dan baik untuk

produk kami kesehatan

yang mengkonsumsinya. Target kami adalah dapat di icecream dan kopi holic yang ada di daerah

kenal, dikonsumsi oleh para Bandung dan sekitarnya.

F. STRATEGI PEMASARAN Sistem pemasaran di Rowine Ice Cream mengacu pada 4P (merupakan konsep bauran pemasaran), yaitu product, price, promotion, and place.

1. Product Untuk menarik konsumen kami berupaya untuk terus menganalisa produknya, terutama dari segi rasa, komposisi gizi yang terkandung di dalamnya serta design pengemasan. Hal ini sangat penting mengingat unsur-unsur tersebut sangat berpengaruh terhadap daya terima dan daya tarik konsumen. 2. Price (harga) Harga merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemasaran produk ice cream, mengingat persaingan yang sangat ketat dari ice cream lainnya. Oleh karena itu, Perusahaan menawarkan produk ice cream yang lebih variatif dan pelayanan dengan kualitas yang baik, maka harga yang ditetapkan adalah sesuai dengan harapan pelanggan, artinya biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan sebanding dengan nilai yang pelanggan. 3. Promotion (promosi) Kegiatan yang kami lakukan adalah menggunakan media cetak yaitu brosur sebagai alat untuk menyampaikan informasi produk kami kepada para konsumen. 4. Place (tempat dan distribusi produk) Untuk menarik konsumen, kami mempertimbangkan wilayah pemasaran yang kami tuju adalah terfokus di daerah Bandung. diperoleh

Untuk menjalankan 4P sangat dibutuhkan tim marketing yang sangat solid. Tim marketing akan sangat aktif melakukan promotion sehingga buat ke depan dapat membangun sistem jaringan marketing yang dapat mensupport penjualan produk Rowine Ice Creams. dijalankan dengan memperdayakan diantaranya Salah satu strategi yang akan untuk meningkatkan

masyarakat

ekonomi mereka,

dengan membangun

dan mendorong

masyarakat yang ada dilingkungan sekitar untuk menjadi mitra. Bentuk kerjasama yaitu, perusahaan menarik warga sekitar sebagai karyawan dan buruh.

ANALISIS PESAING PESAING KEKUATAN KELEMAHAN kurang

1. Sudah terkenal sejak 1. Pelayanan zaman dahulu D ES GRIEM 2. Harga jual yang Kompetitif baik 2. Produk

yang

ditawarkan tidak ada inovasi

1. Telah

memiliki

citra 1. Tempat

yang

merk yang kuat 2. Harga CAFE CONE kompetitif jual yang

kurang nyaman bagi konsumen datang 2. Produk yang yang

ditawarkan tidak ada inovasi

SALURAN DISTRIBUSI

WILAYAH PEMASARAN DAN JALUR DISTRIBUSI SAAT INI

3. Alamat Toko : Jl Setia Budi No. 145 Bandung.

Dampak Pemasaran Terhadap Masyarakat Diharapkan dengan adanya IceCream ini dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang menyukai Ice cream, karena produk yang kami tawarkan tidak seperti kebanyakan yang ditawarkan oleh pesaing karena kami mempunyai diferensiasi dan inovasi yang membedakan dengan produk pesaing

10

III. ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI A. Lokasi dan Lahan Lokasi Rowine Icecreams akan direncanakan di Jl. Setiabudi Bandung. Kami memilih lokasi ini karena sangat strategis untuk melakukan suatu usaha dan untuk memanfaatkan tempat yang sudah ada. Fasilitas yang dimiliki oleh Rowine Icecreams adalah tempat duduk yang nyaman, tempat parkir yang memadai, full music dan dilengkapi dengan wifi. Akses transportasi yang tidak sulit didukung dengan ketersediaan lahan industri yang masih banyak memudahkan pendirian tempat usaha di wilayah Bandung. Wilayah strategis dan memiliki prospek pasar yang cukup baik serta didukung dengan cukup tersedianya bahan baku (susu) dari banyak peternak sapi perah di Bandung dan sekitarnya. B. Skala Produksi Usaha ice creams berskala industri dengan total produksi ice creams mencapai 432.000 liter per tahun. Adapun bahan baku yang digunakan yakni susu murni, cream, telur, gula pasir, coklat Van Houten, kopi, biskuit, mentega, baking powder, esens, bahan-bahan tambahan (kacang, buah, wafer, whipl cream ). C. Denah dan Tata Letak Usaha

Cianjur

Lokasi Usaha

POM Bensin

Jl.Setiabudi BudiSupardjo Rustam Wisata Kampung Gajah KKampung Orthopedi

Bandung

11

D. Teknologi, Mesin dan Peralatan Ice cream adalah salah satu hasil olahan dari susu mengalami proses produksi Adapun penerapan teknologi pada Industri ice creams ialah mengolah susu segar menjadi makanan atau minuman dengan cita rasa dan penyajian yang tinggi. Ice creams yang dibuat kemudian diberi inovasi rasa melalui berbagai varian rasa seperti coklat, vanilla, kopi dan rasa buah-buahan seperti strawbery, orange, anggur, durian, serta ada pula varian rasa mix atau campuran berbagai rasa. Produk Ice creams ini disajikan dalam berbagai bentuk dan siap dikonsumsi yang tersedia dalam bentuk cone. Proses pengemasan dilakukan menggunakan mesin packaging yang berstandar tingkat higienis yang tinggi serta ramah lingkungan. Dengan aplikasi inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan konsumsi ice creams di masyarakat. E. Teknis Tahapan Produksi Proses pembuatan ice creams pada setiap industri sangat bervariasi tergantung dari jenis produk yang dihasilkan. Secara garis besar proses produksi pengolahan ice creams terdiri dari kegiatan penerimaan dan penyimpanan bahan baku, penyiapan bahan baku, proses produksi, pengemasan dan penyimpanan. Untuk menjamin kualitas produk dari pengaruh zat-zat yang dapat mengakibatkan kontaminasi, proses pembuatan ice creams dilakukan pada tempat yang hiegines.

12

1. Proses Produksi

Unsur unsur pokok dalam pembuatan es krim adalah : Lemak susu : berasal dari susu krim ( sweat cream), krim beku, krim plastik, mentega tidak mengandung garam atau minyak mentega. Bahan pemanis : Gula, berbagai macam sirup, madu, dextrosa, laktosa, fruktosa dan lain-lain Milk Solids Non Fat (MSNF) : skim susu segar, sweat cream, buttermilk, susu skim bubuk, susu skim manis kondensasidan whey padat 13

Bahan pestabil (stabilizer) : Sodium atau propylene glycol alginate, sodium carboxymethylcellulose , carrageenan ( hasil ekstraksi rumput laut dari kelas Rhodophyceae/alga merah yang diekstraksi dengan air atau larutan alkali yaitu kalsium hidroksida atau natrium hidroksida), gelatin, pectin, agar-agar dan gums Bahan pengemulsi (emulsifier) : mono dan digliserida, lecithin,

polyoxyethylene, turunan alkohol hexahydric, glycol dan glycol ester Garam mineral : Ca atau Mg oksida, sodium citrate, disodium phosphate, sodium tetrapyrophosphate dan sodium hexametaphosphate

Contoh pembuatan es krim : Bahan :susu segar gula pasir kuning telur tepung maizena slaagroom of whip ( plumprose of whip cream )

Cara pembuatan es krim : 1. Gula pasir dan susu dimasak diatas api kecil sampai susu tersebut mencapai suhu 700C. 2. Tepung maizena dicampurkan ke dalam sedikit air hangat dan diaduk sehingga tepung menjadi hancur. Kemudian larutan ini dituangkan ke dalam susu panas dan dipanaskan lagi. Pengadukan terus dilakukan sehingga adonan merata. Pemasakan dilakukan kira-kira selama 2-3 jam kemudian diangkat. 3. 5 butir kuning telur yang tersedia dikocok dengan menggunakan alat pengocok (mixer), serta dicampur dengan slaagroom of whip. Setelah adonan telur merata dimasukkan ke dalam adonan susu sambil diadukaduk. 4. Campurkan kedua adonan tersebut, dimasukkan ke dalam ruang pendingin (freezer) hingga mengeras. Bila diinginkan adanya rasa buah-buahan, dapat ditambahkan potongan-potongan buah sebagai pelengkap, setelah es krim terbentuk.

14

Homogenisasi pada pembuatan es krim : Homogenisasi dari pengocokan es krim dimaksudkan untuk mengurangi semua ukuran lemak menjadi 2 m. Kerugian pada produk akhir yang disebabkan oleh homogenesasi yang tidak tepat adalah overrun rendah, tekstur es krim kasar, es krim bergetah, mencair dan sebagainya. Pelaksanaan homogenisasi yang tidak tepat tersebut antara lain adalah tekanan terlalu tinggi atau rendah, terlalu banyak gumpalan lemak dan protein susu yang tidak stabil. Suhu yang baik untuk homogenesasi sekitar 710C.

Pendinginan dan pemeraman : Adonan didinginkan pada suhu 0 4 0C setelah dihomogenkan dan diletakkan di dalam penyimpanan refrigerator. Untuk menjaga kualitas adonan, suhu lebih dingin lebih baik. Pemeraman merubah kemampuan pengocokan adonan menjadi sebaik tekstur es krim akhir. Pemeraman membuat lemak dan protein susu menjadi kristal dan bahan penstabil penyerap air bebas sebagai air hidrasi. Pembekuan adonan dengan lemak tidak berkristal akan cenderung menghasilkan suatu pengocokan yang tidak terkontrol dalam freezer. Protein susu dan penstabil protein membutuhkan beberapa jam untuk menyerap air sebagai hidrasi. Adonan membutuhkan waktu untuk diperam 24 jam. Bila diperam hanya 2-4 jam, hasilnya tidak nyata. Waktu yang dibutuhkan untuk pembekuan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : 1. Variasi komposisi adonan 2. Metode pengolahan adonan 3. Rasa (flavor) bahan yang ditambahkan

Overrun : Jumlah udara yang tergabung dalam es krim di ekspresikan sebagai % overrun, dengan kata lain pengembangan volume yaitu kenaikan es krim antara sebelum dan sesudah pembekuan. Overrun es krim sangat penting karena dua faktor, yaitu 1. Pengaruh pada tubuh, tekstur dan palatabilitas 2. Berhubungan dengan hasil dan keuntungan

15

Overrun yang baik bila besarnya 100-120% dan untuk mencapai overrun yang baik, maka kondisi pembekuan harus cepat yaiu sekitar 2 jam, guna mencegah terjadinya kristal-kristal yang kasar. Rumus untuk mendapatkan % Overrun es krim menurut Cross dan Overby (1988) adalah : Formula 1. Untuk es krim sederhana : % Overrun = berat adonan per vol unit berat es krim per vol unit x 100 berat es krim per vol unit Formula 2. Untuk es krim buah dan kacang : % Overrun = Vol es krim ( vol adonan + vol buah ) x 100 volume adonan + volume buah

2. Peralatan a. Mixer / blender merupakan alat utama untuk mengocok adonan ice cream. b. Wadah, berbahan stainless steel paling baik untuk membekukan adonan ice cream, karena menyimpan dingin lebih bagus. c. Freezer, mutlak diperlukan untuk membekukan adonan ice cream. Freezer bukaan depan dengan rak bersusun didalamnya lebih cocok dibandingkan freezer bukaan atas. Hal ini karena wadah ice cream berdiri tegak, adonan tidak tumpah dan permukaan ice cream bisa rata. d. Ice cream Maker, mempunyai tabung/wadah yang bisa dilepas dari dudukan (mesin/motor) dan harus dimasukkan dulu ke dalam freezer selama 8 22 jam sebelum digunakan. Alat ini dilengkapi alat pengaduk yang berguna mencampur bahan saat mesin dihidupkan dan berputar. Penutup tabung mempunyai lubang di bagian tengah, sehingga

adonan.bahan dapat ditambahkan tanpa perlu mematikan mesin. Waktu yang diperlukan 20 30 menit.

F. Rencana Pengembangan Produksi Untuk menarik konsumen kami membuat ice creams dengan berbagai macam rasa, bentuk dan penyajian yang unik. Selain itu juga kami membuat produk hasil perpaduan antara ice creams dengan kopi dan buah-buahan.

16

G. Perluasan Produk dan Jasa Selain produk ice cream, kami juga melakukan perluasan produk dengan menjual produk berupa perpaduan antara Ice cream dengan kopi.

H. Dampak Produksi dan Teknologi Terhadap Masyarakat Mesin dan peralatan yang kami gunakan disesuaikan dengan perkembangan teknologi masa kini, sehingga dalam proses produksi waktu yang dibutuhkan hanya sedikit, dan produk yang dihasilkanpun mempunyai kualitas yang baik, serta lamanya pelayanan tidak akan memakan waktu yang lama. Mesin dan peralatan yang dimiliki harus disesuaikan dengan luas produksinya sehingga tidak terjadi kelebihan kapasitas yang akan membuat perusahaan mengalami kerugian.

17

IV. ASPEK MANAJEMEN A. Struktur Organisasi Organisasi dan Manajemen Usaha Ice cream dijalankan oleh para pemilik sendiri yang terdiri dari 10 orang , yaitu Manager, Keuangan, produki, marketing, adminstrasi dan tenaga lepas. Struktur Organisasi Direktur

Manager

Keuangan

Pemasaran

Produksi

Customer Service

Delivery B. Kebutuhan Tenaga Kerja 1. Analisis Sumber Daya Manusia (SDM) TINGKAT PENDIDIKAN Tidak Lulus SD SD SMP SMU D1 D3 / Sarjana Muda Sarjana TOTAL BAGIAN / DEPARTEMEN Direktur Manager Produksi Manager Pemasaran Manager Keuangan Lain-lain TOTAL JUMLAH 5 1 2 2 10 JUMLAH 1 1 2 1 5 10 18

C. Sumber Tenaga Kerja Banyaknya tenaga kerja yang dibutuhan oleh perusahaan diharapkan mampu menyerap tenaga professional yang handal, enerjik dan penuh dedikasi. Adapun sumber tenaga kerja akan diprioritaskan berasal dari putra/putri unggulan di wilayah Bandung dan sekitarnya. D. Balas Jasa Tenaga Kerja Bentuk apresiasi dan balas jasa atas kinerja yang dilakukan oleh seluruh staff/karyawan di Rowine Ice Creams berupa gaji pokok, asuransi dan insentif yang proporsional. Adapun rincian gaji pokok yang dikeluarkan ialah sebagai berikut. Direktur Manager Keuangan Manager Produksi Manager Pemasaran Tenaga Lepas : Rp. 2.000.000,00 : Rp. 2.000.000,00 : Rp. 1.500.000,00 : Rp. 1.000.000,00 : Rp. 750.000,00

E. Job Discription Untuk menjelaskan masing-masing jabatan dalam struktur organisasi Rowine IceCreams, berikut: Nama Jabatan : Head Manager : Head Manager memimpin beberapa unit bidang

maka diperlukan suatu uraian pekerjaan sebagai

Ringkasan Pekerjaan

fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa atau seluruh manajer fungsional Tugas dan tanggung jawab : i. Membuat perencanaan, strategi, dan kebijakan yang menyangkut operasional perusahaan ii. Menyusun anggaran perusahaan dan program kerja iii. Menjamin operasional Rowine IceCreams iv. Melakukan kontrol secara keseluruhan atas operasional Rowine IceCreams v. Memegang kendali atas keputusan penting yang bersifat umum atau berkaitan dengan masalah regulasi dan finansial vi. Bertanggung jawab dalam memajukan usaha 19

vii. Menangani hubungan eksternal dengan stakeholder seperti halnya kerjasama, negosiasi antar korporat, pemerintah dan pihak-pihak luar yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi kondisi perusahaan . Nama Jabatan : spv Pemasaran (Marketing) Ringkasan Pekerjaan : Supervisor pemasaran berwenang mengelola pemasaran perusahaan secara menyeluruh. Tugas dan tanggung jawab : 1. Menyusun perencanaan, strategi pemasaran, penjualan, harga,

promosi, yang menyangkut kepentingan perusahaan 2. Mengembangkan strstegi pemasaran secara rinci 3. Menjamin kelangsungan pemasaran selama kegiatan usaha

perusahaan berjalan. 4. Mengawasi kelangsungan secara keseluruhan pemasaran Rowine IceCreams 5. Melakukan yang dapat memaksimalkan perolehan / keuntungan dalam lingkup pemasaran 6. Menjalankan tugas yang diberikan oleh Manajer untuk melakukan kegiatan keuangan dalam pencapaian tujuan perusahaan 7. Dapat melihat suatu peluang yang ada di pasar yang dapat digunakan untuk memajukan pemasaran Susu Pasteurisasi. Nama Jabatan : spv Produksi (Production) Ringkasan Pekerjaan : Supervisor Produksi berwenang mengelola produk dan proses produksinya dari awal hingga akhir secara menyeluruh. Tugas dan tanggung jawab : 1. Pengatur strategi produksi. Melakukan rencana strategi produk dan inovasi baru Mengatur pengadaan inventory produk

2. Pemapar strategi bisnis bagi Rowine IceCreams. Memberi dukungan pada manajemen dan berjalan sinergi dengan bagian keuangan dan marketing Melakukan pengembangan produk disertai analisis pasar.

20

Nama Jabatan : Accounting Ringkasan Pekerjaan : accounting atau bagian keuangan berwenang mengelola keuangan perusahaan secara menyeluruh. Tugas dan tanggung jawab : 1. Melaporkan secara berkala mengenai penggunaan dan pemasukan dana perusahaan 2. Mencatat pengadaan dana secara utuh dan tetap pada waktunya 3. Membuat laporan keuangan tahunan 4. Mengatur A/R dan A/P perusahaan serta pembayaran pajak 5. Menjalankan tugas yang diberikan oleh Manajer untuk melakukan kegiatan keuangan dalam pencapaian tujuan perusahaan 6. Mengelola dana anggaran perusahaan untuk disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan 7. Mengkaji biaya produksi yang tinggi 8. Menghitung gaji bulanan karyawan 9. Membayar pembelian persediaan barang, perlengkapan dan peralatan kantor

F. Dampak Organisasi dan Manajemen Terhadap masyarakat Tenaga kerja yang dibutuhkan pada saat usaha baru dibuka hanya dibutuhkan sebanyak 10 orang. Karyawan yang diperlukan hendaknya memiliki

kemampuan jasmani dan kemampuan potensial yang sama, yaitu sehat, tidak cacat, mudah dilatih, disiplin dan loyalitasnya tinggi. Tenaga kerja yang dibutuhkan diperoleh melalui seleksi setelah lowongan kerja dan syaratsyaratnya diumumkan terlebih dahulu. Penerimaan tenaga kerja dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kegiatan yang dilaksanakan. SWOT Faktor Manajemen Aspek
Bahan baku

Kekuatan
Kemampuan konsumen dalam memlih makanan yang sehat Dapat menggunakan peralatan yang sederhana

Kelemahan
Bahan baku yang masih import

Peluang
Tersedia tenaga kerja dan pasar

Ancaman
Kemampuan konsumsi dalam membeli

Peralatan

Harga alat yang masih mahal

Tersedia peralatan bekas yang masih dapat digunakan

Alat masih import

21

Proses Produksi

Dapat dilakukan dengan skala kecil / home industri

Perlu ketelitian Pemasaran yang dan masih luas kecermatan yang tinggi

Pesaing yang terus akan bertambah

Faktor Sumber Daya Manusia Aspek Karyawan Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman 1. Lulusan 1. Kinerja yang handal kurang optimal 2. Karyawan berpengala man Seleksi 1. Banyaknya 1. Pekerjaan SDM yang lain yang memiliki lebih ketrampilam menarik

1. Tenaga 1. Tahapan 1. Dapat 1. Pendaftar kerja yang penyeleksi memperoleh tidak berpendidik an lama tenaga ahli sesuai an dan kriteria 2. Kurang terlatih teliti 2. Kemampua dalam n kerja penyeleksi yang sudah an tidak diragukan lagi 1. Ketrampila 1. Besar 1. Persaingan 1. Adanya n dan peningkat dalam jarak antar produktivita an meningkatkan karyawan s produktivit kemampuan meningkat as belum kerja tentu 2. Memperbai 2. Adanya ki etos 2. Beban peningkatan kerja karyawan kualitas betambah 1. Meningkatk 1. Imbalan an kinerja kurang memuask 2. Menambah an gairah kerja 2. Kurang dari UMR 1. Merekrut dan mempertahan kan karyawan 2. UMR setara 1. Kompensa si perusahaa n lebih besar

Pelatihan

Kompensasi

22

V. ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN POLITIK

A. Pendapatan Perkapita Masyarakat Pendapatan perkapita masyarakat Indonesia yang diperoleh dari Badan Statistika Nasional tahun 2011 menyebutkan sebesar 27 juta. Dengan demikian, pendapatan perkapita masyarakat cukup tinggi. Meningkatnya pendapatan masyarakat ini mampu mempengaruhi perubahan pola konsumsi makan menjadi pola konsumsi makanan sehat, salah satunya dengan mengkonsumsi ice cream. B. Penyerapan Tenaga Kerja Dengan adanya usaha Rowine ice creams memberikan dampak positif

terhadap kondisi sosial masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja. Melalui penyerapan tenaga kerja lokal di sekitar pabrik diharapkan mampu menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Penyerapan tenaga kerja lokal akan meningkatkan kepercayaan masyarakat akan keberadaan usaha ini karena masyarakat merasa terbantu dalam aspek ekonomi, mensejahterakan masyarakat lokal yang tergabung dalam

perusahaan. C. Penambahan Devisa Pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan sektor perindustrian di Indonesia memberikan kontribusi cukup besar dalam pembangunan negara. Dengan adanya usaha Rowine Ice creams di Kabupaten Bandun memberikan dampak positif terhadap penambahan devisa daerah maupun nasional secara lebih luas. Hal ini sesuai amanat pemerintah yang mendukung pertumbuhan industry lokal dan pertumbuhan perusahan-perusahaan baru dalam negeri sebagai ladang devisa yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan. D. Keuntungan Transfer Pengetahuan/Teknologi Pendekatan aspek sosial masyarakat dengan adanya usaha Rowine Ice creams melalui transfer ilmu pengetahuan atau teknologi industry pembuatan ice creams. Penerapan teknologi dan sains dalam memproduksi ice creams secara modern diharapkan mampu memberikan rangsangan positif dalam 23

pengembangan pengetahuan masyarakat akan kemajuan teknologi. Aplikasi teknologi pembuatan ice creams diharapkan dapat dipelajari oleh tenaga kerja sehingga secara tidak langsung masyarakat memperoleh transfer pengetahuan dan teknologi mengenai Industry tersebut. E. Persepsi dan Sikap Masyarakat Terhadap Proyek Usaha ice creams memberikan respon positif terhadap masyarakat di sekitar lokasi industri. Tidak hanya berdampak pada meningkatnya atau semakin baik nya kondisi lingkungan fisik tetapi juga kondisi lingkungan psikis masyarakat. Peningkatan kondisi lingkungan fisik terjadi pada pembangunan fisik seperti pembangunan/perbaikan jalan, jembatan, akses informasi, jaringan telepon yang mampu memberi manfaat positif untuk masyarakat. Selain itu, persepsi dan sikap positif masyarakat juga ditunjukkan dari bentuk kerjasama masyarakat dengan perusahaan melalui keikutsertaan masyarakat dalam proses produksi sebagai tenaga kerja di Rowine Ice creams. SWOT Faktor Ekonomi, Sosial dan Politik Aspek
Ekonomi, Sosial, Politik

Kekuatan
Ice cream mengandung zat gizi yang baik Produk dari ice cream memiliki daerah pemasaran yang cukup potensial dan menjanjikan Ice cream banyak diminati konsumen Indonesia merupakan daerah tropis dengan suhu yang panas

Kelemahan
Modal yang digunakan masih modal pribadi, belum ada modal dari pihak swasta dalam pengembangan usaha ice cream Bahan baku yang masih kurang dan masih ada yang import Pinjaman modal dalam bentuk kredit yang sulit didapat Adanya mitos jika makan ice cream anak sakit

Peluang
Pemasaran yang masih terbuka luas Pihak perbankan yang menyediakan kredit bagi UKM karena melihat prospek yang cukup bagus Adanya dukungan dari pihak luar mengenai pembinaan dan pelatihan kepada pekerja

Ancaman
Harga ice cream yang relatif mahal Sulit meyakinkan masyarakat untuk mengemban gkan usaha ice cream karena harga alat yang relatif mahal Adanya produk lain yang lebih murah

24

VI. ASPEK REGULASI DAN LEGALITAS

A. Sistem Hukum Yang Berlaku Untuk Pendirian Usaha Kebijakan pemerintah yang mengatur tentang investasi dan perijinan industri diantaranya adalah Paket Kebijakan Pemerintah tanggal 23 Mei 1995, berisi tentang DNI (Daftar Negatif Investasi). Penjelasan tentang kebijakan ini adalah Industri pengolahan susu dalam negeri ditetapkan sebagai industri yang tertutup bagi penanaman modal kecuali memenuhi persyaratan terpadu dengan peternakan. Perpaduan antara industri pengolahan susu dengan industri peternakan sapi perah diharapkan mampu mendorong terbentuknya sistem agroindustri susu Indonesia berbasis sumber daya lokal. B. Persyaratan Administrasi Pendirian Usaha Persyaratan administrasi untuk memperoleh persetujuan atau ijin yang dikeluarkan pemerintah Kabupaten Bandung sesuai dasar hukum : Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia No.

590/MPP/Kep/10/99 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri, Izin Usaha Perluasan dan Tanda Daftar Industri, ialah sebagai berikut. 1. Formulir permohonan (ijin industri SP 1 dan PM II) yang telah diisi lengkap dan benar; 2. Foto copy akte pendirian perusahaan dan foto copy surat keputusan berwenang untuk Perusahaan Perseroan; 3. Foto copy akta pendirian koperasi yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi yang berwenang untuk perusahaan yang berbentuk koperasi; 4. Foto copy akta pendirian perusahaan yang telah didaftarkan pada pengadilan negeri untuk perusahaan persekutuan; 5. Foto copy KTP penanggungjawab Perusahaan/Koperasi; 6. Foto copy izin gangguan/AMDAL bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan; 7. Neraca awal perusahaan; 8. Pas foto penanggungjawab ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar.

25

Berkaitan dengan aspek regulasi dan legalitas tersebut, PT Makmur Sejahtera memiliki kekuatan hukum berdasarkan kelengkapan berkas persyaratan administrasi pendirian usaha, dan perizinan berdasarkan Peraturan

Perundang-undangan melalui keputusan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia. SWOT Faktor Yuridis Aspek Kekuatan Kelemahan Surat izin usaha hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu dan harus diperpanjang. Peluang Belum banyak berdiri perusahaan sejenis. Berdirinya sektor swasta dan koperasi. Ancaman Krisis ekonomi. Kebijakan impor susu oleh pemerintah Prosedur perpanjanga n surat izin usaha rumit. Pendirian dan Memiliki surat pengembang izin usaha an usaha. resmi dari pemerintah.

26

VII. ASPEK LINGKUNGAN

A. PENANGANAN TERHADAP LIMBAH


Penanganan limbah adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mengolah dan menangani sisa-sisa hasil produksi agar tidak mempengaruhi lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan manusia. Penanganan limbah di Rowine Ice Cream rencananya terbagi menjadi dua bagian, yaitu : 1. Penanganan limbah padat Penanganan limbah padat ini meliputi penanganan limbah etiket, limbah karton dan limbah daun-daunan dari lingkungan usaha Ice Cream. Untuk limbah etiket dan limbah karton ditangani dengan cara dikumpulkan secara terpisah antara limbah etiket dan limbah karton. Kemudian kedua limbah tersebut dipress, sehingga menjadi ukuran yang lebih ringkas. Selanjutnya dijual, sehingga mempunyai nilai ekonomi dan menjadi asset tersendiri bagi perusahaan. Sedangkan untuk limbah organik, seperti daun-daun dari halaman perusahaan diolah menjadi kompos. Dengan tahapan sebagai berikut : a. Pengumpulan Sampah Organik Sampah organik dikumpulkan. Jika sampah organik kering, perlu diberi air agar basah dan lembab. Pada dasarnya sampah tidak perlu dicacah, tetapi sampah yang ukurannya besar perlu dipotong-potong terlebih dahulu,misalnya: tangkai yang panjang, dahan, ranting, dll. Ukuran sampah harus cukup kecil sehingga cukup masuk ke drum kompos. b. Pemasukan Sampah ke dalam drum Secara bertahap sampah dimasukkan ke dalam drum. Kemudian siramkan secara merata larutan EM4. Masukkan kembali selapis sampah dan siramkan kembali larutan EM4. Ulangi langkah-langkah ini hingga drum hampir penuh. c. Inkubasi Tutup rapat drum, kemudian dibiarkan kurang lebih 3 6 minggu hingga kompos matang.

27

d. Panen Kompos Panen dilakukan setelah kompos matang. Kompos bisa saja langsung digunakan untuk memupuk tanaman-tamanan di taman atau dijual. 2. Penanganan limbah cair Penanganan limbah cair tidak dilakukan secara langsung, melainkan langsung dibuang ke saluran pembuangan. Untuk selanjutnya diteliti oleh pihak tertentu yang merupakan instansi terkait yang mengelola kawasan Rungkut Industri. Biasanya hasil analisa dilaporkan dalam jangka waktu sebulan sekali.

B. DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN


Untuk usaha yang bergerak dibidang makanan dan minuman seperti produk ice cream yang kami tawarkan dampak negatif yang dihasilkan akibat proses produksi yang dilakukan sangat minim sekali berdampak negatif terhadap lingkungan terkendali dimana usaha dijalankan. merupakan Jadi hal sangat yang aman penting dan untuk

karena kebersihan

dijaga dan dilakukan oleh perusahaan kami.

28

VIII. ANALISIS RESIKO

A. ANALISIS RESIKO USAHA Resiko usaha yang kami hadapi terdapat produk dalam cake proses lebih produksi beresiko

dan pengadaan karena tidak

bahan

baku. Untuk

bisa disimpan terlalu lama. Selanjutnaya untuk ice cream

apabila frezeer rusak maka Ice cream akan mencair.

B. KERUSAKAN ICE CREAM Untuk penilaian atau mengetahu kerusakan es krim, yang harus diperhatikan adalah flavor, body and texture, bakteri, color and package, serta melting quality. Tidak ada kartu skor yang umum untuk penilaian es krim, namun yang selama ini digunakan di Amerika Utara, adalah sebagai berikut : Flavor body and texture Bakteri Color and package Melting quality Total : 45 point : 30 point : 15 point : 5 point : 5 point : 100 point

Kerusakan flavor pada es krim dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. Bila terdapat rasa yang tidak diinginkan atau rasa tidak alamiah misalnya menggunakan rasa / aroma buatan tidak sama dengan rasa / aroma yang asli. 2. Menggunakan terlalu tinggi persentase sirup jagung yang mana cenderung menutupi flavor 3. Bila es krim terasa asam terjadi karena menggunakan bahan yang asam atau karena terbentuknya asam laktat dalam adonan. 4. Rasa es krim yang tidak enak, berasal dari alat dan susu dari peternakan atau bahan pembuat es krim yang sudah lama. 5. Terlalu manis akibat kelebihan gula, karena gula tidak boleh melebihi 15% 6. Oxidized flavor terjadi bila adonan es krim bersentuhan langsung dengan aluminium teroksidasi seperti copper atau dengan sinar matahari 7. Bau karena penyimpanan terlalu lama 29

Kerusakan penampilan dan tekstur ( Body and texture defect) Body berhubungan dengan ketahanan untuk mencair bila es krim dikonsumsi, hal ini tergantung dari komposisi adonan dan jumlah udara selama pembekuan. Texture dapat dijelaskan adalah kehalusan pada lidah bila es krim dikonsumsi, Body defect dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Encer (weak) atau ada benang halus (fluffy) 2. Lembek (soggy), tetapi bukan karena kerusakan yang serius karena konsumen lebih suka body berat dengan overrun rendah 3. Bergetah (gummy) 4. Rapuh / mudah hancur (crumbly), hal ini disebabkan kandungan gula rendah Tekstur kasar pada es krim merupakan kerusakan yang sangat serius, hal ini disebabkan oleh : 1. Stabilisasi tidak benar 2. Homogenesasi tidak benar 3. Pembekuan lambat dengan membiarkan es krim menunggu lama sebelum dimasukkan ke freezer, fluktuasi suhu pada retail cabinet dan freezer di rumah

C. ANTISIPASI RESIKO USAHA Strategi yang dilakukan apabila terjadi hal-hal yang telah disebutkan

sebelumnya dalam hal kemungkinan resiko yang akan dihadap perusahaan adalah melakukan antisipasi sedini mungkin agar dapat meminimalisasi akan dihadapi, sehingga perusahaan tidak mengalami

resiko usaha yang

kerugian yang besar akibat resiko usaha yang terjadi.

30

IX. ASPEK FINANSIAL Sumber Pendanaan Modal usaha didapat dari modal sendiri dan diharapkan adanya tambahan modal dari investor yang berminat untuk perluasan usaha.

Adapun struktur modalnya adalah sebagai berikut : A. Investasi Estimasi investasi yang dikeluarkan PT Rowine IceCreams tersaji dalam tabel estimasi proyeksi investasi sebagai berikut.
No INVESTASI 1 Pendirian Bangunan a Pabrik b c 2 Kantor Quality control 500,00 100,00 100,00 m2 m2 m2 5.000.000,00 5.000.000,00 4.000.000,00 2.500.000.000,00 500.000.000,00 400.000.000,00 3.400.000.000,00 Peralatan a b c d e f g 3 Ice Cream Maker Mixer Freezer (1000 l) Peralatan Heater Peralatan Lab Peralatan kantor 1.00 1.00 1.00 10.00 5.00 unit unit unit unit unit 700,000,000.00 100,000,000.00 100,000,000.00 1.000.000.00 5.000.000.00 700,000,000.00 100,000,000.00 100,000,000.00 10,000,000.00 25.000.000.00 50.000.000,00 25.000.000.00 1.010.000,000.00 Kendaraan a B b c d TOTAL Tangki susu Truk Mobil box freezer Mobil box Sepeda motor 1.00 1.00 1.00 1.00 2.00 unit unit unit unit unit 125,000,000.00 200,000,000.00 200,000,000.00 100,000,000.00 12,000.000.00 125,000,000.00 200,000,000.00 200,000,000.00 100,000,000.00 24,000,000.00 649,000,000.00 5.059.000.000,00 Item Jumlah Nilai Jumlah TOTAL

B. Estimasi Penjualan Penjualan ice cream dijual sesuai dengan segmentasi dan kebutuhan pasar. Berdasarkan pengamatan pasar, konsumsi rata-rata ice cream untuk semua segmentasi sebanyak 250 ml. Melihat kebutuhan tersebut, PT Rowine IceCreams memformulasikan kemasan ice cream menjadi dua macam yakni CUP dan wadah gelas. Adapun asumsi dan estimasi penjualan sebagai berikut: 31

PRODUCT ASUMPTION Kerusakan Susu Segar Kerusakan Susu ice cream 5% 1% Susu Segar Susu Segar

No

Item

Jumlah

Nilai

TOTAL

Penjualan Ice cream Total Produksi Ice creams (250 ml) 432,000.00 2.160,000.00 lt/th cup/th 15,000.00 /cup TOTAL 32.400.000.000,00 32.400,000,000.00

Estimasi harga jual dan profit penjualan ice cream tersaji pada tabel berikut ini. Produksi biaya produksi 250 ml Kemasan Rp/ml 67,55 13.509,31 11,03 Rp/cup Profit (%) Harga Jual (Rp) 15.000 (Rp/ml) 75,00

C. Estimasi Biaya Produksi Estimasi biaya produksi dihitung berdasarkan biaya operasional dalam

memproduksi ice cream, adapun rincian estimasi biaya produksi ditampilkan pada table berikut
No 1 Item Bahan Baku Susu a Segar b c d e f Gula Pasir Susu skim Garam Air Stroberi Jumlah Nilai Jumlah TOTAL

500.00 750.00 750.00 0,50 150.00 10.00

lt/hr kg/hr kg/hr kg/hr lt/hr kg/hr

4,000 10,000 60,000 4,000 1,500 15.000

180,000.00 270,000.00 270,000.00 2.000.00 54.000.00 150.000.00

720,000,000.00 2.700,000,000.00 16,200,000,000.00 8.000.000,00 81.000,000.00 2.250.000.000.00 21,959,000,000.00

Kemasan 250 ml 5,000.00 2,000,000.00 60.000.00 2,500,000.00 cup /bln lt/th /bln TOTAL 75 12 4,500 12 /cup bln /liter bln 375,000.00 24,000,000.00 270,000,000.00 30,000,000.00 27,953,375,000.00

3 4 5

Listrik Bahan Bakar Promosi

32

D. Proyeksi Neraca Untung-Rugi Proyeksi untung-rugi berdasarkan estimasi penjualan susu pasteurisasi dan estimasi biaya produksi ialah sebagai berikut.
INCOME (PEMASUKAN) Penjualan ice cream TOTAL COST A BIAYA TETAP B BIAYA OPERASIONAL 32.400.000.000.00 1.227.113.900.00 27.908.000,000.00 29.135.113.900,00 NET INCOME 3.264.886.100.00

E. Kriteria Investasi (NPV, IRR, B/C rasio, PBP) Kriteria investasi disesuaikan dengan nilai NPV (Net Provit Value), IRR (Rentabilitas), B/C ratio (Benevit per Cost ratio) dan PBP (Payback Period) sebagai pertimbangan fnansial perusahaan. Hasil analisis financial disajikan pada data table berikut.
NPV Interest Rest (suku Bunga) IRR (Rentabilitas) Payback Period B/C Biaya Variabel /satuan BEP (rupiah) BEP (produk) 16,031,045,801,99 6.32 9.55 1,93 1.11 12.920,37 45.340.625.636,69 3.022.708,38 rupiah rupiah liter rupiah % % tahun

Berdasarkan hasil analisis, nilai Net Present Value (NPV) cukup tinggi. NPV adalah nilai sekarang dari arus kas usaha pada masa yang akan datang yang didiskontokan dengan biaya modal rata-rata yang digunakan kemudian dikurangai dengan nilai investasi yang telah dikeluarkan. Penghitungan analisis PT Rowine IceCreams dilakukan pada nilai bunga 6.32% merupakan rata-rata bunga pinjaman yang berlaku sekarang ini. Penghitungan yang dilakukan menunjukan bahwa nilai NPV sebesar Rp. 16.031.045.801,99. Hal ini bernilai positif oleh karena itu maka dari sisi NPV dapat dipastikan bahwa usaha ini layak. IRR atau rentabilitas merupakan salah satu indicator aspek kelayakan usaha. Penghitungan IRR menggunaan batasan bunga sebesar 15% sebagai batas NPV positif dan 50% sebagai batas NPV negatif. IRR pada tabel menunjukkan nilai 9,55 %. Hasil tersebut menunjukan bahwa PT Rowine IceCreams memenuhi aspek kelayakan jika dibandingkan dengan suku bunga 33

bank saat ini yakni 6.32%. Artinya, lebih baik menginvestasikan modal untuk PT Rowine IceCreams dari pada diinvestasikan di bank karena profit investasi lebih besar dari suku bunga bank. Payback period menunjukkan lama waktu pengembalian modal awal yang dikeluarkan perusahaan. Payback period pada industry pengolahan ice creams PT Rowine IceCreams yakni dalam jangka waktu 1 tahun 10 bulan. Hasil analsis B/C rasio PT Rowine IceCreams menghasilkan nilai 1.11. Hasil tersebut bernilai positif maka dapat disimpulkan bahwa usaha layak. Hal ini sesuai dengan kriteria kelayakan dimana Usaha yang layak memiliki nilai B/C rasio sebesar sama dengan 1 atau lebih dari 1. Dengan demikian usaha

pembuatan ice cream ini menguntungkan jika dijalankan dan mampu bersaing di tengah maraknya industri pengolahan ice cream.

34

X.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Berdasarkan uraian dan analisa studi kelayakan yang telah dijabarkan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Segi pasar, permintaan terhadap ice cream terus meningkat setiap tahunnya, walaupun dari segi psikologi ice cream tidak mendapat dukungan yang cukup akan tetapi masalah ini dapat diatasi karena dari segi produk Rowine IceCreams tersedia dalam variatif rasa. Dengan demikian, inovasi produk diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk beralih mengkonsumsi Rowine ice cream karena dari segi kualitas memiliki kandungan gizi dan

nutrient yang tinggi serta harga bersaing. 2. Segi perekonomian, usaha ice cream kami ini dapat membantu meningkatkan minat masyarakat terhadap ice cream, sehingga jika permintaan masyarakat terhadap ice cream meningkat, maka meningkat pula devisa negara. 3. Segi hukum, kami memiliki izin yang kuat dan diakui oleh hukum sebagai sebuah PerseroanTerbatas (PT) sehingga perusahaan dapat berkembang lebih efisien dan efektif. 4. Segi produk, bahan baku yang kami gunakan berasal dari lokal dengan kualitas tinggi, mutu terjamin melalui tahap pengujian bahan baku. 5. Segi teknologi, kami menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi dan telah memenuhi syarat sebagai mesin yang berstandar nasional maupun

internasional. 6. Segi lokasi, lokasi yang kami gunakan letaknya cukup strategis karena dekat akses jalan raya dan daerah wisata di wilayah Bandung. 7. Segi manajemen SDM, memperkerjakan tenaga kerja yang telah ahli di bidangnya dengan upah yang telah disesuaikan dengan latar belakang, pengalaman serta budget perusahaan. 8. Segi keuangan, biaya-biaya, kewajiban-kewajiban dan harta yang kami gunakan balance dengan modal yang ada. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa kami mempunyai keyakinan bahwa Rowine IceCreams yang berlokasi di Setiabudi Bandung akan dapat berkembang dengan baik. Kami merekomendasikan untuk bekerjasama

menanamkan investasi bersama dalam rangka meningkatkan devisa negara dan mencerdaskan bangsa Indonesia. 35