Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

negeri dengan pemakai 2 . Perusahaan c Akte Perubahan . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . Pendapatan & Biaya 2 . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . d Barang modal tahun sebelumnya yang . c . Depnaker c Kualifikasi TKA . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . b . c Daftar kebutuhan barang modal . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . b Laporan kegiatan . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . b Daftar barang/peralatan yang akan . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . 3 . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . b . e Laporan kegiatan akhir . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . ekonomis lagi 3 . b Surat Keterangan status perusahaan . 2 . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . d Struktur organisasi perusahaan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . 2 . b . 1 . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . d r-kpr i eeso. b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . 2 . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . Perubahan Pemegang Saham 9 a . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . b Dasar/alasan perubahan investasi . 3 . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . d Paspor dan Visa TKA . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . 2 . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . 3 . 2 . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . c . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan .

Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 3 .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . b Spesifikasi Kualitas Batubara . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . d Keterangan lokasi kegiatan . b Rencana pengoperasian pelabuhan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . 3 . pinjam pakai sementara 3 . b Desain pelabuhan . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . 3 .

setelah Surat . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . BUPATI/WALIKOTA 3a .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . 5 6 DESDM PROPINSI I I . PEMOHON Keterangan : 1 . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. DESDM. 2 . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . 471 . 2 Gubernur memproses permohonan. Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan .. Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2.

dan DESDM. BKMD 3b . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . GUBERNUR 3a . 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . td t.. 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota .

.... : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ .............. : ............. d i ..............................P...... ..... . Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ....... Komisaris dan ............. Eksploitasi.... .. a Drki .................P ................. #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum.... I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) .............. Pemohon : 1 Nama Pemohon ... Faksimili : 3 N.... Pengolahan/Pemurnian.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT . ...... ............. Pemegang Saham B ............. Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan .... Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .... : .....W............... 1 PERMOHONAN . : 4 Susunan Direksi.......... Eksplorasi....................... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A ........... Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 .. ies No 1 2 3 4 5 b ... 2 Jabatan/Pekerjaan ..

.) .......................... ...) ............ Pengesahan Dep.. perubahan Akte terakhir : .......... (.... Demikian permohonan ini kami ajukan..... a Jumlah Net Aset .............. Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang . ................ 6 Laporan studi kelayakan *)**) ... 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri........................................ 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) ......................... Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) .. ................... Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal ............... 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum.................. kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ............ .................................. 2 .............................. (nama pemohon) Tembusan : 1 ............. ........... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 .. apabila ternyata keterangan tidak benar.................................. 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa . ..... : Rp.... : ... .. Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal .... 2 # coret yang tidak perlu..........................................................................000 ....... C ...... ....... ...................... (......... . : ..... td t Materai Rp................ 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir .......... ............. 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan ....... ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ... 6........................... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D .... Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ...................... b Jumlah utang ... .... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak........................ 3 *) pemohon KP Ekspoitasi............................ 7 Nama Induk/Grup perusahaan : ................. Eksplorasi dan Eksploitasi)..... ...................................................... pertambangan dan telah disahkan oleh Dep................. (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) .......... : Rp......

....... ................ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 . ................. #) Yang bertanda tangan di bawah ini...................... ......... 6 Laporan studi kelayakan ***) . Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak .... Nama Perusahaan :............................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .......................... Nama Pemohon :... 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ................ 6000 ............. D i ... dengan ini....... 2 *) Coret yag tidak perlu ....... kami ucapkan terima kasih ................. ........ 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap............... PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .. AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak......... 4 Rencana Kerja dan Biaya.. ......... ...... 2 ........... ......................... ............ 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ... 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ..... .... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan.... (nama pemohon) Tembusan : 1 ...... td t Materai Rp............ ......................... 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi ........... Jabatan dalam perusahaan :............................................................. Alamat perusahaan :............................... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) . 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **)..................................................... .

. dengan ini........... ........ 6000 ..... ...................... 2 ......... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .................... 5 ****) Penyelidikan Umum... ... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ........................ 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri . .....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Nama Pemohon :........... kami ucapkan terima kasih ............ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 ................ ....... PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ........... td t Materai Rp................ 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***)...................... 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **)......... mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan................. 3 **) pemohonan KP Eksploitasi .......... Rencana Kerja dan Biaya......... .... .. ....... ..................... D i ....... ........ 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***)......... ................... Jabatan dalam perusahaan :............ Nama Perusahaan :............. (nama pemohon) Tembusan : 1 .... Atas perhatian dan persetujuan Bapak... Eksplorasi dan Eksploitasi... .......................................... ............... 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap......... ......... #) Yang bertanda tangan di bawah ini.............. 2 *) Coret yag tidak perlu ....... 2 Laporan Kegiatan............................................... . 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***).......... Alamat perusahaan :.

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

....... D i ........................................................ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili .............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ...................... *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ........ .................................................................................. Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ........ : ...................... ................................................................... ........................ .......... 4 Susunan Direksi................................................................................................................................................. .... : .. ... Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : .. B .......... () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ... : ................. Komisaris dan Pemegang Saham : ................................. ...... .................. Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan .............. a Susunan Direksi.......................... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan .......................................... PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ......... : ......... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) ..................... Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : .. : .... : ........................................ : .......................... ............................................................. : .......................... ....................................................... : ......

... Nama Jabatan Susunan Direksi... ................................................ Kehakiman b Nomor dan tanggal ............... (2) Jumlah Utang : ............................... Pengesahan Dep............... Perubahan akte terakhir : : : : : .................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ........................................... .. Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal .......................... 6 ....................... ................................................................................. ........ Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing ........ Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ........... () Jumlah Net Aset 1 : .... () Penghasilan Bersih 3 : ... () Jumlah Net Aset 1 : .......... b Perusahaan Nasional ... () Jumlah Utang 2 : .................................................... () Penghasilan Bersih 3 : ..... : ................................................................ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ...........................................................................

3 ........ 6. Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan........... .. (nama pemohon) Tembusan : 1 ....... 6 .. 2 # coret yang tidak perlu .............. ... ................. apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar....... 5 ........... 2 .- ....... 2 ......... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ....... Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk....... ............ ....... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D . Lampiran permohonan 1 . td t Materai Rp......000........................ kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ............... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : ..... Tanda Terima SPT Tahun terakhir................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ..................... 4 ............... Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota.......

000........................... kami ucapkan terima kasih. IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : ......... Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum ....... .. Pemohon Materai Rp............ Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota .............. Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan..... Atas perhatian Bapak. ..tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 ................... D i ..........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ...... ...... Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum. 6.

..... : .... 6 Keterangan lain ) : . b ........................ kondisi.............. 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : ........................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : ............................................... jenis/macam peralatan.............. : .......... 5 Akte Pendirian ) : ...................................................................... 4 Referensi Bank ) : .............. Daftar Personalia : .. Daftar peralatan utama yang dipunyai................................ l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c .......... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : ....... jumlah....................... : ...................................... status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ....... PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : ........................................ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 ...................................................................................................... : . 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) .................................... Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : .. d PERALATAN .............................. PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ........... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a ....................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ... ................................ : ....................................... Daftar tenaga ahli : ..............................................

.. ) 2 Kegiatan Teknis..... b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya ....... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 ... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup... ........ ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ... ... brau elk. ) 6 Keselamatan kerja. ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli. apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku..... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik). ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja..... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini ........ melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya. bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang ... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan .... ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin. nsoa.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja..... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya . ) 4 Keuangan... 2 ..... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.

................. D i .... aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum............. Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan...... .... dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ................................. Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 .... .. ...........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ....... Gubernur/Bupati/Walikota ... Atas perhatian Bapak.......................... PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : ............... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth.... kami ucapkan terima kasih.... Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl...

......................................... : ............................ SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ............................................................. KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ....................................... PERUSAHAAN : .......... Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas................. Daftar tenaga ahli : ............. : ...... status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ............................... : ................................. Daftar pimpinan umum perusahaan : ...... : ...................................................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ................ : .. : ............................................ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 .... : ............. dengan alamatnya Daftar Personalia : ......... : ................... dengan menyebutkan jenis/macam peralatan............................. : ................... PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b ........... jumlah...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ............................. : ............................. : ............................................................................................... : ..................... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ........ d PERALATAN ................................... kondisi......

........... ... ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya..... brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n . mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup............. 2 ........ Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.......... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ............ ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli.................... Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 .... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja............. Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa.. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . b .Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk. apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku. PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii.... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)... esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a .......... ) 2 Kegiatan Teknis.... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan .. ) 6 Keselamatan kerja.... ) 4 Keuangan............... c .. ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin..................

judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis.. Sub Bab. GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. D DAFTAR . 489 . Berisi nomor tabel. Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . Berisi judul Bab. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA .atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI .ar htndnli-an ain i. Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang . Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . dampak penting yang mungkin tmu. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL .

terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. propinsi. hidup awal.. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs. operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. a Nama dan lokasi proyek (Kampung. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. agt ej et wl ej. desa. BAB III. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. . oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. e Debit dan sumber air yang diperlukan . Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. kecamatan.. 2. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . alam/binaan. c Kapasitas produksi . baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs.. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. pss gorfs. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . operasi sampai dengan pasca operasi. naa an a Tahap persiapan. lingkungan hidup. kabupaten. sumberdaya alami lainnya. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea.. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. antara lain : . Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . dan sarana lain. c Memprakirakan dampak dan meng. d Jenis sumber energi/ bahan bakar.. .3. antara lain . (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab .. l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . b Mengidentifikasikan rona lingkungan .

. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . Kecamatan. Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. transmigrasi.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar.. dl. METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . antara .000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV. e . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. pertanian... suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. c Btsssa. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . f g . dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. adalah berupa ruang . Kabupaten. . ekonomi. naa an a . operasi dan pasca operasi. eitn d Batas Administrasi. b Batas ekonologi. . di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL.000 sampai 1 : 100. Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs.tratdna ksta. b . Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . c . Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. terkait dengan .. batas administrasi pemerintah (Desa. d . aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. l) e Resultante dari keempat batas wilayah . yaitu ruang dimana . sosial budaya) dan kesehatan masyarakat.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . dengan rencana kegiatan. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. biaya survei lapangan... Mekanika. matriks dan daftar isian (hcls) cekit. disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. biologi.. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. tujuan dan ruang lingkup studi. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae).3. analisis data. antara lain : Gaji/upah. b Laporan penelitian/studi tentang . c Studi literatur yang erat kaitannya . antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. Kep. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). trat eki. pengumpulan data sekunder. 056 Tahun 1994. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. biaya peralatan. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud.2. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. 5. l BAB V. biaya analisis laboratorium. penyusunan pembahasan. Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. biaya perkantoran dan baali-an iy anli. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. air. Sub Bab. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. Peta lokasi.. Berisi judul Bab. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. dampak penting yang mungkin tmu. bangunan berwawasan lingkungan. skema. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. DAFTAR TABEL Berisi nomor label. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. Menteri Pertambangan dan Energi. tabel dan foto C . PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . l B DAFTAR ISI . c Berkaitan rencana kegiatan dengan . Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. Memuat alasan. I I . pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal).atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.1. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. operasi sampai dengan psaoeai ac prs.. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. operasi. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu.. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . c Memprakirakan dampak dan . fisik-kimia. mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . metoda pengumpulan dan analisis data. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. hidup awal. 2. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. konstruksi. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . operasi dan psaoeai ac prs. sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. b Sebagai wahana untuk memberi . BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . yaitu ruang dimana .

berupa uraian tentang metode pengamatan. Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan .. b Pada pengumpulan data lingkungan . persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. sosial budaya. Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . . diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. 495 .0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. adalah ruang di sekitar . adalah ruang . eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer .000 sampai 1 : 100. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . b Data komponen kegiatan yang . 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . sosial ekonomi. yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai.. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya. b Data sekunder . c Pengumpulan data untuk demografi. un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. c Batas sosial. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. adalah berupa ruang . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. biologi. Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak.

2 Tim geofisik-kimia . (dilengkapi peta dengan skala memadai). 3. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . 3. hendaknya menggunakan metode bagan alir. hutan dnli-an.. matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. 3. Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. b Perbandingan dampak penting .5. DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa . 3 Tim biologi .2. dermaga dan lain sebagainya). 056 Tahun 1994. masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . 3.4. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). BAB III. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. Kep. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No.. Untuk memprakirakan dampak penting. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . 3. Susunan tim penyusunan Andal. jalan kereta api. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. gunung. b Identitas penyusunan Andal . Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal.6.3. 4 Tim sosial dan kesehatan . pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna.

Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. a Pertambangan Batubara . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. 3.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. gudang bahan kimia dan mekanik.. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . apakah tambang terbuka. kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. l l l l l 38 . 1 Tahap Persiapan . Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara.10. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. uraikan jenis alat. tenaga listrik. laboratorium dan lain-lain. Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara.. 1 Tahap Persiapan .. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . cadangan terkira dan cadangan terduga. l l l l l 39 . Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan.

lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi .uaknjnsaa.pnnglnakooi. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. pemekatan. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. peledakan. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. penguranan kadar air. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. Uraian secara singkap rona b . Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. 498 . ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. penggilingan. perlu mendapat perhatian khusus. ekonomis maupun budaya. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. seperti stala lnk. c . gambar aa ft. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap.

Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. rata-rata). l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . keadaan angin (arah dan kecepatan). permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. struktur geologi. Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. jumlah hari hujan. kelembaban. curah hujan.. kimia dan fisika tanah. Membahas keadaan fisiologi dan geologi. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . 2 Jenis tanah. intensiatas radiasi mataair. keistimewaan dan . karakteristik .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. an b Hidrologi dan Kualitas Air . Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. a Iklim dan kualitas udara . CO. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. suhu (maksimum. bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. lahan. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia .tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. dl. permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. H2S. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . ekologis maupun nilai estetikanya. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. minimum. NOx. seperti porositas. SO2. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. kegiatan vulkanis dnli-an a anli. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. 4 Keunikan. zat pencemar (debu. gempa bumi. 3 Tingkat kestabilan tanah . danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. CO2. yaitu gerakan tanah.

b Fauna darat/perairan . . 1 Inventarisasi tataguna lahan . wilayah. mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. arus. ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. 1 Penjelasan tentang vegetasi. Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. 4 Inventarisasi nilai estetika . anli) 5 Uraian vegetasi dan .. Lahan dan Tanah . reptil. baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. hutan mangrove dan li-an. 3 Perkiraan penyebaran dan . eitn 3 Kemungkinan adanya . Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. a Flora darat/perairan . cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. burung. konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. rencana tata ruang. 1 Perkiraan penyebaran. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . tp dnjnsjnsvgts. dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . . ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). meliputi : 1 Pola pasang surut. 2 Perikehidupan hewan-hewan . i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . 3 Kualitas air laut dan . yang dianggap penting yaitu habitat. interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. pola . keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. karang. migrasi. 42 Biologi . e Tata Ruang. 2 Rencana pengembangan . angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap.

atau kurang dapat dipertanggungjawabkan.. ekonomi dan . prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. c . meliputi : a Kependudukan (demografi).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. pendidikan dan agama. BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. konstruksi. Identifikasi. Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. 43 Sosial (demografi. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. . l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. 4 Hewan-hewan lain yang . mata pencaharian. maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. jenis kelamin. baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). bila data dan informasi faktual tidak ada. l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. 501 . Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan .. l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . l l l b Identitas Penyusun Andal . Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut.1. apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. Uraikan secara sistematis. b Membuat semua saran tindak yang . diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi... longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. l 22 Data Teknis Proyek . a Membuat uraian secara jelas dan .. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. antara li : an 2. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi . Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa . Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan). keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting... 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan.

l iklim. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian.3. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3.. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek. sosial ekonomi. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . kemudahan. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. ekonomi dan sosial budaya. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au.. dsb. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . sedimentasi. Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . misalnya : l Survei/pengukuran tanah. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic.1. l Pembukaan lahan. l Erosi. 42 Dampak Penting Terhadap Aspek .

. kntus. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi).. misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis.5.8. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 . l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan. osrki s) 4. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . sketsa.7.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4. 4. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal. etr an b Pengembangan dampak positif agar .db.3. mencakup : b Biologi . antara lain. rancangan rinci rekayasa. Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan .

l kondisi prasarana dan sarana umum. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . yaitu : l topografi. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. 2 . fungsi..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. l lokasi pengelolaan dampak. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. BAB V. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. 5. atr li : naa an 1 .. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah.2. jelas. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. l calon lokasi kegiatan. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. egsr l spesies langka (flora dan fauna). lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. majalah. l kondisi kehidupan masyarakat. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan .4. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu.

Berisi nomor tabel. C DAFTAR TABEL . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . l a Kepentingan Pemrakarsa. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . E DAFTAR LAMPIRAN . pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No.2. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. B DAFTAR ISI ..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . D DAFTAR GAMBAR . DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . us BAB II. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. baik secara regional maupun nasional. li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. identitas. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. antara lain : . antara .3. 27 Tahun 1999. Kepentingan pembangunan umum. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. Berisi nomor lampiran. Berisi nomor gambar. Berisi Judul Bab. l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. BAB I.

Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. Kecamatan. Instalasi Pengolahan. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. Gudang. Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan .. lokasi dan periode pemantauannya.. Tempat Penimbunan. Perumahan. Jalan. at l kaia uaa kaia ar ults dr. tata ruang. a Memuat uraian secara jelas. lapisan yang akan ditambang. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. diberikan dalam Andal BAB III. metode pemantauan. . l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. Gudang Bahan Peledak. ults i l geologi. lengkap .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal.. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). operasi dan pasca oeai yiu: prs.. d Penyusun RPL . b Lahan untuk sarana dan prasarana . sistem penambangan dan umur tambang. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . jumlah cadangan. Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. sumber dampak. a Nama dan lokasi kegiatan . Bengkel. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. uraikan mengenai keadaan lapisan.. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . c Penanggung jawab Kegiatan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. Kabupaten. antara lain : a Luas KP Eksploitasi . (Kantor. 33 Tolok Ukur Dampak . Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. tolok ukur dampak. Pelabuhan/Dermaga. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . b Memuat semua saran tindak yang . kualitas bahan galian. 22 Data Teknis Proyek .

5. Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola.. ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden.. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan . aa kerja. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. 23 Tahun 1997. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No. antara li : an a Pengukuran . Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal.tnkt noms. b Wawancara . 37 Periode Pemantauan . meliputi ifrai jnsaa. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan. pengalaman dan lain sebagainya. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . c Observasi . misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . 3. lokasi dan interval waktu.. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau . Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal.. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga.2. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan..tp aa. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. Tata Kerja. ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn.

Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . 2 . dalam Bidang Pertambangan dan Energi).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . Men. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 .. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku.

1. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Pemindahan tanah penutup 10. Pemuatan dan pengangkutan 12. Pemindahan tanah penutup 2. Kualitas Udara 3. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Iklim 2. Kualitas air 5. Penambangan batubara/bijih 3. Pemuatan dan Pengangkutan 4. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Penanganan tenaga kerja 7. Pengolahan batubara/bijih 13. Penambangan batubara/bijih 5. Migrasi Penduduk 4. Ruang. Penimbunan batubara/bijih 14. 1. MISALNYA : C. Flora 2. Biota Air ASPEK BIOLOGI.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Kebisingan 4. Fauna Darat 3. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Reklamasi 15. Hidrologi 6. 1. Penanganan tenaga kerja 513 . Aktivitas Ekonomi 3. Kesempatan Kerja 2. Penambangan batubara/bijih 6. Penambangan batubara/bijih 11.

Aktivitas Ekonomi 3. 1. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. 1. Penimbunan batubara/bijih 14. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Penambangan batubara/bijih 3. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Kesempatan Kerja 2. Kualitas air 5. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Penanganan tenaga kerja 514 . Pengolahan batubara/bijih 13. Kebisingan 4. Migrasi Penduduk 4. Reklamasi 15. Pemuatan dan pengangkutan 12. Ruang.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Pembangunan instalasi pengolahan 8. 1. Iklim 2. Penambangan batubara/bijih 6. Flora 2. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Pemindahan tanah penutup 2. Hidrologi 6. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. MISALNYA : C. Penanganan tenaga kerja 7. Fauna Darat 3. Penambangan batubara/bijih 5. Penambangan batubara/bijih 11. Pemindahan tanah penutup 10. Kualitas Udara 3.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

200.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1. termasuk ) pengolahan.000 Ha. 5 . Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. termasuk pengolahan. (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1.000. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 . Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 . 1 . Semua besaran 3 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. 4 . Dan atau ≥ 100 Ha.000 ton/th (ROM) ≥ 1.000 ton/th (ROM) ≥ 600.200.

... Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a ....m/a) ryk . e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan ... .... . . ... apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn ...... a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor . (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan .. : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : ..... b Status Perusahaan ....... atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi. . b ... ...... T h n .. e . 13 Maksud dan Tujuan . euaa.m/a) Status lahan...... ....... Coret yang tidak perlu c ... Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan ..dl tasirs... .. .. auae . c Kbptn:. Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a ... .... .... * ) 14 Dasar Hukum . ... .. b Kcmtn:. .(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug.l) atau tidak c .. 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air.. .. .... b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun .. e a a m r e i t n . 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan..Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I.... a Desa/Kelurahan : .. d Keputusan Menteri Negara Lingkungan . .... ....PLH/1994 tentang Pengawasan... Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe .. .. UPL a Nama Perusahaan ....... c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun .... rpni .. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum.. masing-masing) a .... Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup... Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta. b . Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li.. . Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 ..... eitn an 22 Lahan . c Jenis Perusahaan ........ Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M.. I I ......(2H* edkn. .. Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan... PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan ...... . Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a ... . : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat ... . d Pois :. eaaa ...... a ...

akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik. td t. ei a psfks ens dl.. Jns ulh ia. UPAYA I c . Biologi dan . Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . dll). (ei. 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi .Jma. thpoeai(ei. . Kimia. Hidup..Sft dl. aa prs Jns ulh ia. Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur.. gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan. 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada .Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b .. Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I..Jma. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi .. 2 Bupati/Walikota.. V I . Jenis dan Spesifikasi Teknis.. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. 42 Jenis dan Potensi Dampak . Kimia dan Sosekbud). dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. (Jumlah. .. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang . 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi.. up.. Kepada Biro Bina Lingkungan . Sosekbud. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta.Sft dl. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . 31 Tahap Persiapan . l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . V . metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak ..

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB . Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini.. untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing.... untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing.. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno... untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing. 212 . gudang dll)... perumahan.brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . perumahan.la nu au ... Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn. kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno.yn mnau lks... 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan . perumahan. kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) .. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan. l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan .. bengkel. dan peruntukan lahan asal. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor. gudang dl. I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. stockpile/yard. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . Uaa. baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi. Uraikan teknik. gudang dll). stockpile/yard. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) . Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target . bengkel. Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. stockpile/yard. Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I .. l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling... bengkel..ag eckp oai us lahan.

KEGIATAN V . 2 . gudang dl..Persemaian .. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui. RENCANA BIAYA V 411 . dan parameter yang dipantau) l Kualitas air. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan. air limbah pengolahan/pabrik. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. pengkapuran tanah.. skala minimal 1 : 10. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa.. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dlmrnaatreu aa au . penyiangan. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 .eoidl tblts eeg rs l. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik.000. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan.4.Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. penyulaman. limbah domestik. tanah dan udara l Saiia lrn. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor. bengkel. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. metode... lokasi.000. upah tenaga kerja. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll. meliputi : .. stockpile/yard... td t. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna. serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan).. l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. dll)..Pemeliharaan (pemupukan. air larian permukaan.. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I.. skala Minimal 1 : 10. kekerapan. dll. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada). timbunan tanah penutup. perumahan. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn.Penanaman . antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada).. 2. 421 . Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. LAMPIRAN : 1 .. i sm abn. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4). aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing.. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond. aiia eujn.

d Jalan Non Tambang .. (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . .selesai 3 Jalan Tambang . 5 Fasilitas Penunjang . . luar tambang . . Kantor f g Bengkel ..atf ki . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . DAN RENCANA TAHUN ...... c Perumahan Karyawan . Lnfl i adil .selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di ..atf ki . h Pelabuhan/Emlasement . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 . b Kolam/Penimbun Tailing . . a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian . e Gudang.

kolam ikan.. Sub Total (1+2) 3 Revegetasi ... c Bekas kolam sedimen/ . a Lahan bekas tambang . TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan . DAN RENCANA TH .. b Timbunan tanah/batuan . . tambang .. lainnya 4 Pemanfaatan lain **) . e Bekas jalan non . Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang . d Bekas jalan non ... Lahan**) a Timbunan batuan/tanah .... (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . tambang e Timbunan tailing . b Timbunan tailing ... penutup c Bekas jalan tambang ... penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan ... dan lain-lain).. Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . penampungan air. sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang . . DISKRIPSI S/D . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 . .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi.

Contoh 3 Tenaga kerja . Ltr ie 2 Analisa tanah .. Kg b Kapur . I Persemaian 1 Benih tanaman pokok .. a Benih . HOK 2 Tanaman pokok/pohon . 1 Obat-obatan . 1 Tanaman Penutup .. a Kapur .... Kg 5 Obat-obatan ..... HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 . Kg 2 Pembuatan tempat . Kg c Tenaga kerja .. Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) ...Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN .. Kg b Pupuk . HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. Kg 4 Pupuk . Ltr ie Sub Total I I Penanaman I .. persemaian Buah 3 Kapur . Kg d Tenaga kerja . Kg c Pupuk .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. 1 . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. b . dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan.Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 1 . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . 1 . 1 . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. V .

ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. pengolahan dan prinsip konservasi. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. Tambang. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. tatacara penambangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. Geologi. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 .Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. ˆ Penyiapan bahan evaluasi.

operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. Tambang. penambangan. Penelaahan kemajuan reklamasi. Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. kejadian berbahaya. 530 . Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. konstruksi. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. pengolahan dan pemurnian.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL.

pemakaian berbahaya dan beracun. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. RTKL. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. realisasi pelaksanaan reklamasi. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah.

ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. cadangan bahan galian. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. Pengolahan data cadangan bahan galian. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. eksplorasi. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. 532 . produksi. mendata pro-duksi dan penambangan. Penela ahan tumpang tindih wilayah.

2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . . 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. I I . 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. atau pencemaran lingkungan. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . . 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. bahan buangan/limbah. rs. u. penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Keselamatan kerja. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan.dit cos ct dl rie rf. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . lingkungan/pemantauan lingkungan. 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. a Menelaah data objek inspeksi. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. c Melakukan presentasi obyek inspeksi. . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. b Menyiapkan peralatan inspeksi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 .

4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 534 . 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan.

4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 535 . 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang.

6 Melaksanakan Inspeksi gudang. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 536 . riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. b . 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. dermaga.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah.

2 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 . inspeksi pada tambang semprot. ) i Melakukan pengujian peralatan. 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. 1 Melakukan persiapan . 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . inspeksi pada pelabuhan. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. inspeksi pada kapal keruk. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. b . Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. ) j Menganalisa penyebab kejadian. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. I. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. 2 . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . c . ) 2 Menyiapkan alat uji. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. c . inspeksi pada fasilitas permukaan. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. ) 2 Melaksanakan Pengujian . 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada tambang bawah tanah. Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. Inspeksi Bencana 1 . 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Pelaksanaan Pengujian. ) i Melakukan pengujian peralatan. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. inspeksi pada tambang permukaan. 1 Mengumpulkan dan menelaah data. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. pengujian kelayakan operasi. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. Kejadian Berbahaya. pengujian kondisi tempat kerja.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . ) j Menganalisa penyebab kejadian. II PENGUJIAN I. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. inspeksi pada pasca tambang. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi.

Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 . Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 4 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi.

Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki. Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 .............. rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang)..... A . 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan...... B . 2 .... NP I ... Penutupan Tambang ... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.. PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan........ ...... dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran..... C . at .. LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang . serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan)...... d.... • Tidak ada • Aa yiu:... pengelolaan dan pemantauan lingkungan).. berupa : ... saran...... ekonomis/ produksi.. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 . 2 Hal lain yang perlu dilakukan : . (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang.. rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang........ NP I 2 Hasil Inspeksi ..... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran.. • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi.... Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi . (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu. . Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau..Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang......

.... 5 ...... 6 ............ ........................... TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)..... faktor penyebab kss au) ................. ......................... RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ................................ : : : : : : : : : 8 ............................................................................... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 ................. .. HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ............ ........ ........................................ FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas..................... NP .............................. .......... .............. 3 ............................................................................................. I.................. ............ 2 ............................... ........................ termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb................. . .........Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 .. 7 ................................. a) ............. TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ....................................................................... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ..... .......................... 4 ...................... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.. PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) .......................................................................................................................................

4 . 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . I. eksplorasi. perkembangan kegiatan eksplorasi. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. baik dari segi geologi. peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. saham untuk kegiatan eksplorasi. penyebarankualitas & cadangan mineral. Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. krls dt eslrs. misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. pengukuran. 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. . penerapan sangsi dan tegas. MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. bisa dipenuhi. 3 . I I . Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . tidak benar untuk perencanaan penambangan. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . . Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. braa lna. 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . 4 Tenaga ahli . Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. . tetapi juga pemerintah dan masyarakat. eitn Rentan akan manipulasi data. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. baik melalui kerjasama. goii. 5 . 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. penjualan saham dsb. Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . . eslrs. Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. dpst eoi. data hasil eksplorasi yang tidak benar. I LATAR BELAKANG 2 . tatacara-tahapan eksplorasi. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. 2 . berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . peraturan yang mendukung.

mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . 1 Pematokan Batas KP . iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . . c Bentuk/kehalusan kontur topografi. 4 . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . klarifikasi cadangan. Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. d Interval kontor . .idks mnrlss.dl. penampang) . yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . c Detail data pendukung . VI. pemboran. f g Batas KP/KK/PKP2B . a Cara pengambilan contoh. c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai .lnai . Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. 1 . perhitungan cadangan. PKP2B d Peralatan yang digunakan. . b Kordinat data . . . deposit e Kelaziman peta geologi . 4 . d Interprestasi dan penentuan anomali . anomalinya. e Penyelenggaraan presentasi . Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. dan interprestasi . kpoai V . . pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . 6 . geokimia. CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . d Kelayakan lokasi contoh. analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . f g Kemungkinan kontaminasi. b Dibuat juklak/juknis . mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. . kegiatan eksplorasi (analisa. Petageologi lokal-detail ada/tidak. 2 Pemetaan Topografi .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . ltlg. Korelasi nilai unsur yang dianalisa. . pemetaan geologi. d Penelaahan/evaluasi laporan . 9 . c Hasil (peta. . e Pelaksana . 6 . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. c Hslitrrsai(easrku. cebakan mineral yang dieksplorasi. geofisika. apa sesuai dengan KP/KK/ . e Penetuan daerah anomali . Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. c Due deligance . pemboran. . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. Jenis kegiatan yang dilakukan. ai nepets pt tutr ies. pemetakan topografi. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. h Kelayakan nilai kadar geokimia. b Korelasi data sekitarnya . h Indeks peta . Geodetik e Laporan hasil pematokan . e Kemungkinan pembesaran . Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. . . 1 . sampling. 7 . khususnya GPS . 542 . b Peta lokasi contoh apa ada. c Peta geokimia. digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. . 5 . ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . 3 Ctastlt . a Diatur/dibuat peraturan perundangan . lapangan. 8 . Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . kerapatan data dsb). 2 .

Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . costaining. h Ksrnhslaaia . Pola spasi. i . eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . kgaa. c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . oeai ai nls ip nu. dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. duplikat contoh). cara dan peralatan pemboran. e Kode/tanggal/tahun sertifikat. f g Dtcinlmt . Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. g Pemboran (recovery. Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . analisa. cadangan . geokimia. Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. b Lokasi kegiatan yang konkrit . Evaluasi Laporan Kegiatan. Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . etfkt nls. iaa ai nls. j Apakah lokasi kegiatan berdasar. d Sriia aaia . l m Hasil trenching. preparasi contoh. lrfks b Data Pendukung . dcr. 1 . Cek batas KP/KK/PKP2B. Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. e . e Spasi data termasuk sampling. d . . eeto ii. dea. f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. Detail geologi & mineralisasi. kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . b . e Kesesuaian kegiatan dengan hasil.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . sampling. 1 . hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . arh . . b Krls hslaaiata usr . c . mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . sertifikat. 9 . 1 . 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . ketentuan yang berlaku. . eksplorasi yang dipakai. Pengirim contoh. Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . d Penafsiran bentuk endapan. Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. c Laboratorium pelaksana . expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . . Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . contoh. f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . . . sampling. rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. . preparasi . . duplikat contoh). iai . . . antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. Pemboran (recovery. b Apakah laporan dirapel/tidak. khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . . Apakah telihat kemajuan. terowongan. Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. h Metode perhitungan sumberdaya dan . . 1 . c Logika kadar mineralisasi dan nila . f 7 . . lapangan/eksplorasi h . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum.

Spasi data pendukung i . dan cadangan. b Logika penyebaran . . i . Regional . e penampang hasil pemboran . . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. mineral dan kimia. . e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . d Metode. perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. j 1 . j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. c Logika nilai parameter kualitas. lokasi & spasi pemboran . b Cek korelasi singkapan dan bor. . . . Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Kebenaran peta topografi. d Data pendukung perhitungan sumberdaya . h Cek peta batimetri . . c Banding data bor & geofisik . . . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . f g Korelasi dengan data Geol. Cara perhitungan cadangan i . h Cek semua hasil kegiatan . Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . Cek penarikan outcrup. h .

Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. 25 Tahun 2000. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. biasanya dinyatakan dalam persen. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. biasanya dinyatakan dalam persen. I. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. penambangan. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. ctofgae u f rd. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. . serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. yang setelah dievaluasi secara teknis. Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . 3 Penetapan dan peningkatan recovery . Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. bijaksana. I I . menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. benar. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put).

V . dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. 1 . a di Kantor Perusahaan . 1 . tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . evaluasi . b Memberitahukan kepada manajer lapangan . 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . V .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . yang ada sehingga menjadi produk sampingan. 1 . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . c Mengadakan diskusi yang mendalam . KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . sesuai dengan kewenangannya. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. Hal 4 tidak ada 546 . KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . . lengkap dan baik. 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . dan kadar/nilai rendah. 1 .scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. 1 . 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . cadangan bahan galian secara rinci. 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. 9 Penggunaan produksi bahan galian. bimbingan. an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. seluruh kegiatan pertambangannya. yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . recovery penambangan. cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . li. Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. sehingga mendapatkan recovery maksimal. pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. V I PROSEDUR I. tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. setiap 6 (enam) bulan. perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . a mempelajari data sebagai bahan . cadangan pada masa pengakhiran tambang. pasca tambang. 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian.

a a a a : a Mengevaluasi apakah . c Mengadakan diskusi ang . b Ttcr . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. b Mengadakan diskusi . pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . lk ea iai b Recovery pengolahan : . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. a a a a : a Mengamati apakah telah . penambangan. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. b Mengamati apakah telah . aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . kadar/nilai rendah dan bahan galian li. mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . a a a a : a Recovery Penambangan : . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . 547 . : Recovery b Ttcr . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . b Ttcr . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. a a a a : a Mengamati apakah telah .

peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. b Mengadakan diskusi . ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. I. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . b . b Mengadakan diskusi . ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . b . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. penanganan taling adalah sebagai berikut : a . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah .

Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . pengukuran. Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . 1 Apabila dianggap perlu. pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . PENGAWAS PRODUKSI 1 . Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. sampling. pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . 2 . diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. pengujianpengujian. data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. 2 Dalam melakukan pengawasan . analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . 3 . Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . B Kewenangan lainnya . I. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . sampling. pejabat pengawas . pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . . umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . RUANG LINGKUP 5 .

pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. . d Temuan dan Pembahasan .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha. Pada tahap pelaksanaan pengawasan. mingguan. PEMERIKSAAN V . dan atau proses produksi. V .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. .Pencatatan stock akhir d.Criiaeo aayi etfct f nlss . .Dokumen Bill of Loading . b Pemeriksaan secara administratif . hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas.Certificate of weight . b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . 4 . d . Selesai melakukan pengawasan.Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam . bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang . c Kegiatan Penimbunan . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai .Pencatatan stock awal . Pemurnian . produksi. 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . data/ . Kegiatan pengapalan. pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya. Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan .Pencatatan draft kapal . laporan produksi baik harian. PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan. Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . SISTEMATIKA I PRODUKSI A . Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. 4 . c Pemeriksaan secara teknis .Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara .Pencatatan recovery. e Kesimpulan dan saran . 3 . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan.Dokumen invoice .Jumlah barang yang diangkut. . pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. c Melaksanakan Pemeriksaan . pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) .Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. angka (1) tersebut.Dokumen syahbandar . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 .Dokumen delivery order.Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . d Melakukan rapat mengenai hasil .Pencatatan jumlah dan kualitas umpan .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama .

bill of loading. penggunaan tenaga kerja. air. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . recovery. penggunaan peralatan. 3 Perencanaan produksi penambangan. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. tanah pucuk. delivery order. marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor.Jumlah penggunaan . losses. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi.Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . pengukuran draft kapal.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. run of mine. certificate of analysis. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . penggunaan bahan bakar minyak. ketersediaan front penambangan. 3 . Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan.Dokumen invoice. tanah penutup. pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja.Kaia ults . stripping ratio. tujuan penggunaan. kontrak jual beli. certificate of wih. 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. pengukuran tonase.dnli-an ults a anli. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . material balance (feed. . pemberitahuan ekspor barang. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . pos retribusi. dokumen. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . lokasi peggunaan. efisiensi pengolahan/ pemurnian. midling. tailing. ongkos produksi. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. kemajuan penambangan. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu.Dokumen bukti terima barang. harga penjualan dan lainli. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . berita acara serah terima brn. produksi dihasilkan. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. losses ketika pemuatan/pengangkutan. dan lain-lain. delivery order.iviednli-an aag noc a anli. dokumen kontrak jual beli. 551 . Meliputi pemeriksaan yang akan.lse dnli-an fse rss oss a anli. . reagent. egt cl i et oveyor. eiinpoe. pembukaan lahan. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . b Pemeriksan pemakaian sendiri . penggunaan bahan peledak. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. 2 Perencanaan produksi penambangan . syahbandar. losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . by product dnli-an. flux. recovery. an USAHA VI K E W A J I B A N I. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. efisien peralatan. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. . flow chart.

dipindahkan. 4 Pencatatan produksi sebagaimana . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . Kegiatan Penimbunan 1 . serta produk sampingan. 2 . Purnomo Yusgiantoro D . a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . C . Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). dalam angka (1) tersebut. 3 . 4 . ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. 3 Pencatatan produksi pencucian/ . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. dalam angka (1) tersebut. produksi utama dan tailing serta produk sampingan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. b jumlah dan kualitas produksi yang . pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. 2 . produksi dan tailing. dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. F Dokumen Penjualan Produksi . tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. d jumlah dan kualitas produksi . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. masuk ke tempat penimbunan. m 3 . alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. E .

arus regional. masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . 1 Berdasarkan peraturan perundang. e Peralatan yang digunakan dalam . hak guna lahan. Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. . yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . dan lain sebagainya. hasil yang akan diperoleh. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . ieakn b . iklim. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . daerah pembuangan ranjau. eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. jalur kabel dan pipa. eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. penyelidikan. memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . Kecamatan) maupun geografis (odnl. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. . diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. I RENCANA KERJA A UMUM . I PENDAHULUAN a Prjnn . 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . c . vegetasi dan tataguna lahan. dan lain sebagainya.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . B . d Waktu dan lamanya kegiatan. lokasi wilayah perizinan. b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. Luas. d . auae. yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. topografi. untuk mencapai tujuan tersebut. undangan yang berlaku.

Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. 6 Skala peta yang digunakan. geologi dan lain sebagainya. tanah. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. penginderaan jauh. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. geologi dan lain sebagainya. . sungai. sounding. b . pemboran. geomagnet. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). well logging dan lian sebagainya). 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. Sebutkan skala petanya. Contoh seperti batuan atau pemineralan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . RENCANA a . chip atau channel . sounding. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). grab. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. jenis. penyelidikan geokimia. potensial diri. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. parit-uji. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. rediometri. pembuatan sumur uji. tahanan jenis. pemboran). Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. gravity core. sumur-uji. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. potensial diri. 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. pengolahan data. dan jumlah contoh). apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. dan penyusunan laporan. c . distribusi dan jumlahnya). ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. geofisika. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. geofisika seperti polarisasi terimbas. gaya berat. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. 2 . seismik. penyelidikan geofisika. geokimia dan lain sebagainya). ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. caranya seperti Bulk. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. parit uji. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. gaya berat. seismik. side scan sonar dan lain sebagainya. tanah dan batuan. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. polarisasi terimbas. 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. geokimian endapan sungai. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). side scan sonar.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri.

geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. Pembuatan Shaft. daya mineral. (pemineralan). (sumur/pari uji. kedalaman. 4 RENCANA BIAYA . lingkungan dan aspek lain. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . 1. jenis. coring atau non coring). 3 RENCANA TENAGA . 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . 2 Rencana metode analisis (AAS. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis.pemboran. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. d Analisis laboraturium . e . bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. sumur dan parit uji. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. arah dan lain sebagainya. ) Kolorimetri. data geofisika. mineral berat dan besar btr ui. panjang. jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. ICP. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . sebagai dasar acuan eksplorasi. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. . Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. data geokimia. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. PERALATAN a . eksplorasi atau untuk evaluasi. b Penulisan daftar acuan hendaknya . a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . ) mineragrafi. c . lokasi. dan jumlahnya. format seperti di bawah ini. KERJA DAN Pemboran. lokasi) dan jumlah contoh. geologi. 5 DAFTAR ACUAN .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. sumur-uji atau prtui ai-j. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. 5 Rencana analisis petrografi. sumur uji. rencana cara pembuatannya. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. 6 LAMPIRAN : . mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku.

.... ..........Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan .... ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ... 5....... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No....... ...... kerapatan pengambilan Contoh. .......... Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ...................... dan lain sebagainya.... ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) . Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2.................... Status/tahapan 3........................... : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua .............. Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) ............. B ...... ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6.............................................Thn ......... . BENTUK DAN ISI LAPORAN 1..... Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 .................. rwln .. Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan. pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan.../au :...... SK ˆ Tgl..............

Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. P r l t n 7 eaaa 1 . K-3 Lingkungan 9 2 . Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. studi kelayakan AMDAL**) 1 . Tenaga kerja 6 1. Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . Biaya 8 1 . tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 .

5 . tp . jenis (batuan.10 dan 11. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. 4 1.9. Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. penampang bor.8.titik pengamatan.5. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. 2 . kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. bijih. 6 . 1. Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. dan 10). pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). 9 . parit uji. tanah. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. chip. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. penampang dan model goiia efsk. 3 .lembar. 0 1. geokimia. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri.7. 4 .d. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. metoda pemerCotohhan (coring/non coring. 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . 7 . Peta geokimia Peta/bagan. 3 1. pemboran Contoh batuan.6 dan 7).hektar. 2 1. 1 1.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . b . Penampang geologi. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. sumur uji. batuan peminrlnbjh. metoda atau sistem pemboran (angka 8). 8 . Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai.buah. ha . Jt Rp..mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. channel.9. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 .

akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. . Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. kuantitas dan kualitas endapan mineral. A UMUM . Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. ) hak guna lahan. c . 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). 559 . sebaran. alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. kegiatan penyelidikan. Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. terutama informasi mengenai keterdapatan. b . b . (yang dilakukan). seperti kepemilikan. B . II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. dan informasi pendukung lina any. Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. maksud dan tujuan penyelidikan. Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. a . uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . waktu penyelidikan. 1 Ringkasan . 2 Aspek legalitas. demografi dan kependudukan. sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. Luas daerah yang diselidiki. d . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . cara pencapaiannya. tubuh utama laporan. lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan.

Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. SAR dan lain sebagainya). dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. Informasi mengenai iklim. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. .jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. mulai dari persiapan. stratigrafi. geofisika. oo aei. (oms. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. SLAR. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. tipe endapan. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. dan pembuatan laporan. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. i . f g . 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. an h . tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. kegiatan pengumpulan data. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. sebaran. termasuk analisis laboratorium. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. e . topografi. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . vegetasi. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. . Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl.aa eet ltaa efsk. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. jenis. termasuk kualifikasi/keahliannya. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl.

ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. catchment area. Pemboran. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. onig aag uu. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. sumur uji.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. tanah. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). Pola dan kerapatan lokasi pemboran. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. P esi. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki.uji coba penambangan. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. spur and ridge. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. graviti dan lain sebagainya). bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. jenis batuan dan pemineralan.simk efsk ag iaa I. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. sd sa snr sudn. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan.psn srt ie cn oa. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. skala peta dasar juga harus dicantumkan. pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. grab.

ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. mineralogi. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. dot dan lain sebagainya). menggunakan komputer atau manual. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. k Hasil penyelidikan . Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. baik geofisika. mineragrafi. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . struktur. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. 2 dimensi atau 3 dmni. ubahan batuan di daerah penyelidikan. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. dengan cara statistik. mulai dari pemetaan geologi. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. cara preparasi Contoh. penyelidikan geokimia.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan.

sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. sebaran atau kemenerusannya (continuity). lebar anomali dan lain sebagainya. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. 13-4726-1998). ketebalan tanah penutup. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. ai-j. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). () Pemboran. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. sumur-uji. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. bentuknya dan ukurannya. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. tu pemboran. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. kedalaman tubuh anomali. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. foto. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali.smrui prtui ai ebrn uu-j. sumur-uji. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. kemenerusan. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. arah anomali. jumlah lapisan. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. jurus dan kemiringan tubuh bijih. uu-j. parit-uji harus dilampirkan. tabel. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. sumur-uji.

1..2. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks.3.2.2. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN .2. dan penerbit.5. 1. nlss iia 34 Pengolahan Data . eyldkn an hdoelg. Pemetaan Geologi 3. daftar gambar. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar.. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan . 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan . C . ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos. dan lampiran. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. tempat pemuatan artikel (majalah). 3. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. Penyelidikan Geofisika 3. 3. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat.7.2. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. daftar atau tabel. 21 Geologi Umum . Penyelidikan Lapangan 3. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . dan daftar lampiran. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk . tahun.. foto.. D .3. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. komoditas dan daerah yang diselidiki. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium . nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran. Pemboran.2. Maksud dan Tujuan 1.. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding. perusahaan dan instansi pelapor. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas. daftar acuan. dan tahun pelaporan. penyusun laporan.4. halaman urut dengan angka Romawi.2.dnli atr aprn pt.1. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn .1. Waktu 1.. Keadaan Lingkungan 1.4.. -. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 . ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii.1. sumur-uji.6. Pelaksana 2 GEOLOGI .. judul. Penyelidikan Geokimia 3. Lokasi Daerah Penyelidikan 1.3. atr isi. Latar Belakang 1.. igaa. 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . daftar foto. tubuh utama laporan. daftar tabel. Metoda dan Peralatan 1. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun.

sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii. Hidrogeologi. efsk 4.Pengolahan data Geologi (permukaan.. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . Pemineralan 4. DAFTAR ACUAN 5. Geologi 4.1..6. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4. K-3 dan lain sebagainya. 3. ekma iea brt rl ea.4. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Geokimia 43 Goiia . pemboran.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3.1.mn .7.5.2. 4. Pemboran 4. 4 HASIL PENYELIDIKAN .4.. KESIMPULAN DAN SARAN 4. eglhn aa efsk.

jumlah . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. 2 Maksud dan Tujuan . miniable. Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. a Ltlg . dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . kualitas. jumlah dan . a Bentuk dan Penyebaran .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. Keadaan Flora. 2 Prltn(ei. Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . 5 Jadwal Waktu Studi . a Tahapan Pengolahan . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. b Bagan Alir . Kontrak Karya (KK). 3 Peralatan Pengolahan (jenis. BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . tutr c Geoteknik . marketable. iooi b srku . Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian .kpsts . c Cadangan . Iklim. 2 Keadaan Endapan . Pengolahan dan Tailing A . . Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . Kualitas Hasil .jma. dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . Mata Pencaharian Penduduk. BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . Jumlah. cut off grade. Pertambangan (KP). Tambang 6. c Recovery Pengolahan . stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. Fauna. Penduduk. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . 4 Pelaksana Studi . 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. .

ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. skala minimum 1 : 2. Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . skala 1 : 10. tahap Eksploitasi dan sekitarnya. (BEP) . pengolahan dan sarana penunjang). b Penyebaran bahan galian . : 10. d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. borongan .000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. b Prltn . pegangkutan dnli-an. yang memuat : a Kontur topografi . K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . sekitarnya. LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . 4 Sistem Kerja (kontrak. Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). pengolahan. miniable”. minimum 1 : 2. “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. dnli-an.000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. a Biaya Produksi (termasuk biaya . e Perhitungan “Break Even Point” . 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. skala . a anli) b Modal Kerja . Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. a Organisasi . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . a Dalam Negeri . 2 ProspekPemasaran . c Pemantauan Lingkungan .000. BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . 567 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. d Perhitungan “Discounted Cash . ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. b Luar Negeri . c Sumber Dana .000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . nets a Modal Tetap . BAB VIII : LINGKUNGAN. BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). pengolahan dan sarana penunjang). KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . b Pengelolaan lingkungan . pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan .

peta. pelatihan. B . pencucian. ditambang c Rencana dan target produksi serta . Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . Lokasi timbunan waste. Laporan Triwulan. eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . lokasi . peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. tailing dan mineral . ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . . biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. bagan alir dan sebagainya. digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. h Dan sebagainya . bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. b Kegiatan non teknis antara lain . II Laporan Tahunan Eksploitasi I. 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . minimal skala 1 : 2. . FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . e Jalan. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . “stock pile”. menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . a Jumlah. penampang. antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. Peta pengelolaan lingkungan. 2 Hasil Eksplorasi . gambar 3 dimensi. aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . statistik produksi. petalokasi kegiatan. h Rencana kegiatan K-3 . tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. asing jika diperlukan) . 3 Kaia . reklamasi. pengelolaan lingkungan hidup. yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . 2 Perizinan . pemantauan dan pengelolaa lingkungan. Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . K-3 pertambangan. . direklamasi per tahun c Jalan tambang . Perkampungan. Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . . ketenagakerjaan.0000. d Batas wilayah eksploitasi . pencucian dan pengolahan. penjualan. 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . tambahan penambangan. pengangkutan. bahan galian dan waste . I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. g Indeks peta rencana pertambangan . yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . d Lokasi timbunan waste. Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. penyelesaian masalah. Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . pemasaran. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . Laporan tersebut mencakup. pengolahan/pemurnian. ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. statistik kecelakaan dnli-an a anli. sketsa.

utama dan sampingan b Jumlah. biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. 3. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . pengolahan/ . Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. Pengangkutan dan Pengolahan. tambang. 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . kadar dan penanganan . 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . oai a us arh ag ea ikpots. Harga Produk . 4 Stock Akhir . BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . training. 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). nls. statistik kecelakaan tambang. yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. 2 Jumlah dan Tujuan . Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . berakhirnya KP/KK/PKP2B. Cadangan 2. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. Kadar Jumlah. Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . pengolahan/pemurnian/ . a Jumlah dan kualitas produk . V . eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . pengelolaan dan . 3 Lokasi Penimbunan . pengolahan/ . pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. 3 Pelaksanaan reklamasi. pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . 2 Jenis. 5 Rencana penambangan. peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang.

potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. peta geologi. 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . obyek kerja yang berbahaya. 9 li-an . dengan akhir tambang. anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. peta rona akhir tambang. 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. galian berkadar “marginal”. tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan .

Produksi siap jual . b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi Pengolahan . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. m.Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 . a . m. STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi siap jual . kualitas 3 ton. I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi untuk diolah . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . c . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . b . Lokasi Pengolahan . 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Hasil olahan c . 6 . LAPORAN .Hasil olahan c . b . a . 5 . 4 .Produksi untuk diolah . a . PENAMBANGAN Produksi . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . d Sisa cadangan .Produksi siap jual . c . c . kualitas 3 ton. m.Produksi untuk diolah . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . c Cadangan terambil .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m.

b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b . PENAMBANGAN Produksi . b Cadangan rekonsiliasi . m.Produksi siap jual .Produksi siap jual . kualitas 3 ton. c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .Produksi untuk diolah . Lokasi Pengolahan . c Cadangan terambil . a .Produksi untuk diolah . a .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Hasil olahan c . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . kualitas 3 ton. kualitas BULAN KE NO.Produksi untuk diolah . c . a . m. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . Lokasi pengolahan . d Sisa cadangan .Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Produksi untuk diolah . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . 5 . m. 4 . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . 3 ton. c . 6 . m. kualitas 3 ton.

NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . a . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi pengolahan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . 4 . m. a .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . kualitas BULAN KE NO. Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi untuk diolah . b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi Pengolahan .Hasil olahan c . 6 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. c Cadangan terambil . d Sisa cadangan . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . STOCK AWAL Lokasi Tambang . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. 5 . c .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi siap jual . b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c . b . m.Hasil olahan c . kualitas 3 ton. a . PENAMBANGAN Produksi .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c . kualitas 3 ton. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .

: : : : : : : 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . c . b Cadangan rekonsiliasi . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi untuk diolah . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . m.Produksi siap jual . 5 . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . b . c . a .Hasil olahan c . 6 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . c Cadangan terambil . 4 . d Sisa cadangan . m. a .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . Lokasi pengolahan .Produksi untuk diolah . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . b . kualitas 3 ton.Hasil olahan c . PENAMBANGAN Produksi . a .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . Lokasi Pengolahan . m. kualitas 3 ton. kualitas BULAN KE NO. STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .

m.Produksi untuk diolah . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . kualitas 3 ton. a . m. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . c . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 .Produksi untuk diolah . 4 . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi siap jual .Produksi siap jual . a . LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Lokasi pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton. b .Hasil olahan c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi siap jual . 3 ton. c Cadangan terambil . c . b . Lokasi Pengolahan . PENAMBANGAN Produksi . 5 . k a i a ults 3 ton.Hasil olahan c . 6 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan . b Cadangan rekonsiliasi .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m.Produksi untuk diolah . m. a .

a . m.Produksi untuk diolah . 4 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi pengolahan . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . kualitas 3 ton. JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. m. td t. k a i a ults 3 ton. Lokasi Tambang .Hasil olahan c . kualitas 3 ton. b . c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral. a .Produksi untuk diolah . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c . Lokasi Pengolahan . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi siap jual . b Cadangan rekonsiliasi . m. b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . NO. a . STOCK AWAL Lokasi Tambang . d Sisa cadangan .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . PENAMBANGAN Produksi . 5 .Produksi siap jual . 6 . c .Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .

........Sit:............... ....... .. aga eeaan .. .......................... ...................................... ......................................Lampiran XIII.................... .................... oo rt eeaan ................................................................................................ ei eai 4 Pkran :........ bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 .............................. ekra aa ia aa eej ebl ..................................... eeja .............................................................. .............................. aa euaan ...................................... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ..............................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl....... Lm Bkra :................ Uu :........................................................................................................................................................................................................... ................................ eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga .................................................................................................................................. . ept eeaan ................................ .................................................................................... ...... ainDpree ............... Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag...................... 6 Tma Kclka :....................... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag............................. bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ........................................................................................................................... I I IA hf ... eeaan ejd....... 3 Nm kra yn clk :.................................. Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ............................................................................................. atas ˆ Tangan bag......................................................... .......................... 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ............. Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl........................................................................... ............ aamn ejd a ea-ea eeaan .................................................jm:............... EAA ENK ETMAGN................................................................................. 5 Tnglkclka :........c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A ........ .......... aa eej ...... a ..................................................... ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :....... .............. as eeaan .............................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga .............................. ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag..................................... 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:.....................................................................................ˆ WB ˆ WT ˆ WT........................... Bga/eatmn:............... 8 Skikclka :........................................................................... KPL TKI PRABNA................. KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :........................................ ....................................................... Jenis Usaha ˆ : Tambang..................................................................................... kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :............ aa obn ag eaa ......... ... ...........................

... g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah . ..k ..... . ...k . ... ...k .. . . ... ii .. g ..m .... ii .k ... g . . ii .k .m ..k .. . ii .. .... g .. ..m ..bjh ... Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is .. . ..k .k . bjh .. .00 . .k . g ........ .... g . . ..... . bjh . ... ii .. ... bjh .k . ii ..m . ..... . ukuran jenis detonator dan Dinamit.. . .. g . ii ..... .m .... .. ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el..m .. . bjh . g .. . . . . D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat. .. . g . .k ... .. g . . ... ii .... . . . ...... . g . . g ... .m ..k .....m .m .. g .. . g ... g .....m ... ..... ..k .k .m .k .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ..... .... . ..... g . .. ... g . . bjh Jumlah .m .m . .... g . .... . g . . .. . g .k ..k ..k ...k . .. g ... bjh .... . .. bjh .m . Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw. .... ..m ..k .. ...... ..... ... ...k . ii ..k .m ......m .....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL . . g . . .. g .... .. .m .. .. nomor.... . .bjh ..m ..k . .. g . . .. . g .. . .. . . ... .. .bjh .. .. ii . ... . bjh ... . .. ..k .k .. bjh . ..m .... . . . . .bjh .... .k ..m .....k .. negara penjual.m ....... .. . g ... .k . ... g ...k ...k .. .. . ... g . g . ...k .......m . ii . . .. .k .. .. ii . ....m .. . . ... ... ... . g . . . . .. . ... .. . .. ... g ...bjh .k . ii .. . bjh .. . bjh .. .. g ..... . bjh ..bjh .k .k .bjh ... . . g ... ..... . ... ... . . ii . bjh . .. .. . . ... .k . g Jumlah . g .. .k . .k . ii ..k ... .. . ii . .... g .k . ..k . . . ...... ... . .. .. . . .. .. . bjh ...20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (.k ..k . .k .. ii .. . g .... .. ... g ... ii ...bjh .. g .k . . g . .. .. ... ii . . . ..... ii . .k ... g . . . g 578 ..k ... . .. bjh .. . ii .. ............ ... . ..... . .. ii . .. ii .. ... g ... .. ... . g .. ... . g .... bjh ..... . .... .. g ...k .Lampiran XIII. .. ... ..... ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya . g . g Dinamit .

. .. . . ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I. . . . AA SH ABN . P D U A AT M A G.... .. . .. .. 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit... Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang.. . . . . .. .. . Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No. . Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 ..... .... . .. terangkan tanggal keluarnya.Lampiran XIII..

...... Pembuat...U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No... ... 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu............ Kepala Teknik Tambang (...c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I...Lampiran XIII.... PENGAM AT DAN T.... DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG.... Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor.....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 ...

.......... TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1...R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F.000.000..000 jam kerja F..000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ....R adalah kumulatif frequency rate per 1.Lampiran XIII.... Kepala Teknik Tambang 581 .000 JAM KERJA TAHUN 20.... ..............R 2) PER BULAN KUMULATIF (..000.

........ .. X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..... PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No........ Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp........Lampiran XIII........ Kepala Teknik Tambang (......) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 .

R3) PER BULAN KUMULATIF (...000 jam kerja S.... I.000...000... Kepala Teknik Tambang 583 .Lampiran XIII...............000.......... .000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat...) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S...R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S...000 JAM KERJA TAHUN 20..R adalah kumulatif frequency rate per 1....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1....

1.Lampiran XIII. Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5. Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3. Jari.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4.000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . Jari Kaki. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 . PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia .

.................. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 .............................. ... 4 UPAYA PENANGGULANGAN .................... ............................................................................................................................... (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus..................................................... : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ................. .................................... 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ........... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) ..... KTT/Penanggung Jawab Lapangan ..... Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I.......................................................................... ........................................................................... .............. termasuk foto-foto terjadinya kasus) ................................................................................. : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) .....................................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I..Lampiran XIII............... ............................................................................................................................................................ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral................................. X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI .............................. 2 PENYEBAB KASUS ...... td t....................................................................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas........... penyebab kasus) ................ 3 AKIBAT KASUS .......

Peta pengelolaan skala 1 : 10. penutup. . ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. tanah dan udara . RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.lks.1. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V.Pengupasan/penimbunan tanah penutup .Kualitas air. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an .Stabilitas lereng (tambang. ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. tanggul/dan kolam pengendap) . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya.jma.000 .db. us ra. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 .Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan . ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah . daerah penimbunan. ei dan jumlah tanaman. meliputi : . pengamanan.Penebasan dan penyiapan lahan .Tingkat erosi . PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B .Lampiran XIII.Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN . kebisingan dan gtrn eaa.000 . d Pengolahan dan Pemurnian .Peta pengelolaan skala 1 : 1. pemelhra.Rencana pelaksanaan pengelolaan . c Penambangan .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A .Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu.Penambangan . iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : . LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I.Revegetasi -Li-an anli BAB IV.Pengolahan dan pemurnian . ˆ Penanganan hasil penebasan. lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia.

Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . contoh air. b Biaya pelaksanaan pemantauan . timbunan dan lain-lain.Lampiran XIII. c Pemantauan lereng. BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . e Pemantauan flora dan fauna .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan . d Pemantauan kebersihan penghijauan . ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi . . tanggul. pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. daerah . ˆ Penanganan kebisingan dan getaran.000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.

Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . 3 .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . Ha Ha Semester ini 9 . 5 . b Emplasemen . b Lus Project Area ***) . 6 . b Di Luar Bekas Tambang . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. d Penimbunan Bahan Baku/Produk . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . c Pelabuhan . 8 . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . 2 . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) .Lampiran XIII. Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . Reklamasi a Penghijauan . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . 4 .

. Pemanfaatan lain.. Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru .... pabrik.. Pohon/Ha.N. A.. Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5. penampungan air..e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air .... Pimpinan Perusahaan .... b Penyulaman .. Pohon/Ha.... Pohon/Ha.. * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini.. .....Lampiran XIII.. perkantoran..... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 .... Pohon/Ha...... ... misalnya untuk perumahan. anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 .. Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. h Li-an .a.. Pohon/Ha. Pohon/Ha.... Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang . c Pembibitan (bibit baru) .. Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada). tempat rekreasi dll...

........ 2.....dt...s........ 2.... I................. 2............. ..s............ ....... .........USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 .... RWLNTHN ..... ....... TDK........... 1........ MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN ........s..... T............f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII. 2.. 1. V V ............s......dt... ...............dt........... 1.............. ...... f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 ..........dt...............s....... ................. .. ...... V... 1.. 2..... TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA ......... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1.... I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P.......... II TEKNISI I...................................s................ TIUA/AU ....... ..... .......... TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO.... .......Lampiran XIII....dt..... I I I .....dt. 2. 1..

.Lampiran XIII... THPKGAA .................... RWLNTHN ............ JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S... LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .... AA EITN ............................... T ....... 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 ...D................................ NO................. TIUA/AU ............................

PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO. JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 .Lampiran XIII.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I.

... LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ............. NO.................................... THN..Lampiran XIII............. NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 .............................. AU .......f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I................... T ..............................

b .. c ... THN....... 4 Pengolahan a ................ AU .....Lampiran XIII. b ..... b ........ JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 ..... 1 Bongkar a .. 3 Angkut a . RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN ...... c ..... T. b ................... c .... 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET..... c ......... c ... 5 Laboratorium a ...... b . RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ... 2 Muat a .

c . 3 Bahan Kimia a . b . b . 9 Klsrkn eitia a . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . b .Lampiran XIII. b . c .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . c . b . 2 Pelumas a . 8 Perbengkelan a . 7 Survey a . b . b . c .

................ TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : .....Lampiran XIII.......... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 .......................................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ...pmgn K/KPPB ........ Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO.../2 ....... .......(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) ..... 0 ..........................

Lampiran XIII... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : . 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor . 2 Pasiva Tidak Lancar ........ b Biaya yang ditangguhkan ... T ... d Aktiva lainnya ... Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 . c Laba (Rugi) tahun berjalan ..... c Hutang Pajak . e Aktiva Lancar Lainnya . NERACA P . c Aktiva tak berujud .... b Cadangan .. Uang muka pembelian . Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan .. a Kewajiban Jangka Panjang . a Kas & Bank ... b Piutang ..... b Hutang Usaha . a Hutang Bank .. d biaya yang masih harus dibayar ... Pr3 Dsme . d Biaya dibayar di muka. e Kewajiban jangka pendek lainnya .. c Persediaan . Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar . e 1 eebr .......f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I. b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain .

........ 6 ...Lampiran XIII... Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga . Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun ...... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi .Awal Akhir Produksi (+) ........ b Administrasi....... Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 .....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII... b Penyesuaian Masa Lalu ......... Penjualan & Umum . THN.. d Laba/Rugi Tahun Berjalan ..... AU......... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t... T ..... b Persediaan ... d Lain-lain .. c Keuntungan (Kerugian) Kurs . b Beban Bunga .......... 5 ...... . PROYEKSI LABA RUGI P ...Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi ..... c Deviden ........