P. 1
kuasa pertambangan 2

kuasa pertambangan 2

|Views: 639|Likes:
Dipublikasikan oleh Okta Christal

More info:

Published by: Okta Christal on May 21, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2014

pdf

text

original

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . 3 . 2 . d Paspor dan Visa TKA . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . b . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . ekonomis lagi 3 . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . e Laporan kegiatan akhir . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . d Struktur organisasi perusahaan . 2 . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . b Surat Keterangan status perusahaan . 2 . Depnaker c Kualifikasi TKA . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . 3 . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . 1 . Perusahaan c Akte Perubahan . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . 3 . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . b Laporan kegiatan . d Barang modal tahun sebelumnya yang . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . Perubahan Pemegang Saham 9 a . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . b Daftar barang/peralatan yang akan . c . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b . c Daftar kebutuhan barang modal . . Pendapatan & Biaya 2 . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . c . d r-kpr i eeso. Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . 2 . b . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . b Dasar/alasan perubahan investasi . negeri dengan pemakai 2 . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . 2 . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir .

Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . 3 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . pinjam pakai sementara 3 .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . b Desain pelabuhan . b Spesifikasi Kualitas Batubara . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . 3 . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . d Keterangan lokasi kegiatan . 3 . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . b Rencana pengoperasian pelabuhan .

setelah Surat . Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . 471 . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a .. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. DESDM. Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. 2 . BUPATI/WALIKOTA 3a . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . PEMOHON Keterangan : 1 . 2 Gubernur memproses permohonan. Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. 5 6 DESDM PROPINSI I I . 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota .

DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . GUBERNUR 3a . BKMD 3b . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD .. P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . td t.Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . dan DESDM.

.. ....... ..... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A ....... Faksimili : 3 N................................................ : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ .. d i . Eksplorasi......P. 1 PERMOHONAN ....... Pemohon : 1 Nama Pemohon .Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT .............. Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .... Pengolahan/Pemurnian. Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan .. : 4 Susunan Direksi........................... I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) ............ ies No 1 2 3 4 5 b .. #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum.W................ : ............. : ........ . .............P .......... Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 ............ Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ........ a Drki ............ 2 Jabatan/Pekerjaan ...... ..... Eksploitasi........ Pemegang Saham B ........ Komisaris dan ..

..........................................................) .... Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang .... Eksplorasi dan Eksploitasi).............. perubahan Akte terakhir : ............. ....................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ..... 6 Laporan studi kelayakan *)**) .................. 2 . (........................... 6... ...... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak................................. ..... ........ 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa ........ (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) .. (nama pemohon) Tembusan : 1 ................ b Jumlah utang ................. Demikian permohonan ini kami ajukan...... pertambangan dan telah disahkan oleh Dep........ C .... 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri.... : Rp.. Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal ................ ............................ .. 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) ................. .................... : ................................. Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D .... Pengesahan Dep... .. ......000 .......) ............ apabila ternyata keterangan tidak benar...... 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan ........................... 7 Nama Induk/Grup perusahaan : .... ........... ..................... (............... 3 *) pemohon KP Ekspoitasi................................ ...................... Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal . : Rp......... : ..................... Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ............ ..................................................................... a Jumlah Net Aset ... td t Materai Rp.. kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ............ 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir .... ......... Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ........................ 2 # coret yang tidak perlu............ 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum...............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ....

... D i .. td t Materai Rp.................................................................................................................. 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ... ... Nama Pemohon :.......... 6 Laporan studi kelayakan ***) .. 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi ...... ................. ............ ............. 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ............................. kami ucapkan terima kasih ...... (nama pemohon) Tembusan : 1 .............. 4 Rencana Kerja dan Biaya.............. Nama Perusahaan :... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .. ................ Alamat perusahaan :..... 2 *) Coret yag tidak perlu ....... 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap............... AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak................. #) Yang bertanda tangan di bawah ini...... ........ ... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak . 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **).............................. PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ....... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ................ ... ............... 6000 ............... ....... ............. 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi .. dengan ini..................................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ... Jabatan dalam perusahaan :........................... 2 .....

............... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***). ........ ............................ Atas perhatian dan persetujuan Bapak.... ... Rencana Kerja dan Biaya....... .......... Alamat perusahaan :... .............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ........... kami ucapkan terima kasih ...... .. Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ... Nama Perusahaan :........................................ .................. mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan.. ....... . dengan ini................................. 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***)... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 .................................................. 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap.................. ............. 2 *) Coret yag tidak perlu ..... Jabatan dalam perusahaan :.................................. ...................... Nama Pemohon :..................... 2 Laporan Kegiatan........ ..... 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri ... PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .............. 6000 ... 2 ...................... D i ... td t Materai Rp.............. 5 ****) Penyelidikan Umum.......... Eksplorasi dan Eksploitasi...... . #) Yang bertanda tangan di bawah ini...... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ........... .. (nama pemohon) Tembusan : 1 ... 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***). 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **)............. 3 **) pemohonan KP Eksploitasi ............ ..

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

.............. PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ............................................................... : ........... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan .............................. .... D i ... B .................... ................................... 4 Susunan Direksi..... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ....................... a Susunan Direksi................................................ ................... .. ............................................................................. Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ............... ................................. : .................................... ............................................... ................................ *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ........................ : ...............................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ..... Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . .................................. : ........................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) ............................... Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ........................ : ................................... : ................. Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ..... () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ............................ Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : .......................... Komisaris dan Pemegang Saham : .......... : ..................................... : ................. ........ : ...........

................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ............ () Penghasilan Bersih 3 : ......... (2) Jumlah Utang : ......... () Penghasilan Bersih 3 : .... () Jumlah Net Aset 1 : ............... Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ................... () Jumlah Net Aset 1 : ...................................... Nama Jabatan Susunan Direksi........................................ ..... () Jumlah Utang 2 : .......................................... Pengesahan Dep............................... ........ : ........................................................................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ....................... Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing .... .... Kehakiman b Nomor dan tanggal ................................................................................. b Perusahaan Nasional .............. Perubahan akte terakhir : : : : : ............................................................................................. .. 6 .....

... 4 ........ td t Materai Rp.......... apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar.. 6........ kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .......................000...... Lampiran permohonan 1 ............. 2 ... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : .. Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk....... .................... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ........ Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan................. 3 ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .......................... 2 # coret yang tidak perlu . 5 ... ................. 6 ........ Tanda Terima SPT Tahun terakhir.. .. Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota............ (nama pemohon) Tembusan : 1 .......... . ............. 2 ..... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ........- ....

.........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ..... Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan............. Atas perhatian Bapak.000....... ..... Pemohon Materai Rp.......... IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : ........................ Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum. D i ............... 6.....tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 . Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum .. ..... .... kami ucapkan terima kasih.... Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota ............

............... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : ........................................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : ........................ b ........ PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : ................................................ d PERALATAN ............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 .................................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : .... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a .............................. Daftar tenaga ahli : ..... 5 Akte Pendirian ) : ................................................................................. jenis/macam peralatan...... Daftar Personalia : ........ 6 Keterangan lain ) : ................ kondisi.................................................... Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : ........................................................................................................ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 ... status kepemilikan dan tempat penyim panan : e .......... : .. : ........... : ........................ .... 4 Referensi Bank ) : ............. : ............................................. : ....... 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : .... Daftar peralatan utama yang dipunyai................................ 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ............................................... jumlah................ l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c .

) 6 Keselamatan kerja.... ) 2 Kegiatan Teknis.. ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.. brau elk. ) 3 Sarana dan prasarana (logistik). Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya .....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .. ....... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli. PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 . ..... nsoa.. mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.. termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan . b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya .. 2 .. bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang ............. ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja... ) 4 Keuangan.. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup.......... ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin. melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya......... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku.. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 .

...... kami ucapkan terima kasih.. aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum....................... .... Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan....... dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ... Gubernur/Bupati/Walikota ........ Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl................. D i ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ..... ........ PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : .... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 ..................... ......... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth.................... Atas perhatian Bapak.................

...... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 ... Daftar pimpinan umum perusahaan : ................................... dengan alamatnya Daftar Personalia : .............. d PERALATAN ....... : . PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ....................................................... : .............. : ................................... status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ......... : ............................... : ..... kondisi...............................................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 .......................... PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b ............................. : ................................................ PERUSAHAAN : .................................. jumlah......................... dengan menyebutkan jenis/macam peralatan........................................ SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ............................. l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ................... : ............................ : . Daftar tenaga ahli : ............................................. : ............... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ......... : ................................. Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas................................... : ............. : ........................

.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . b ...... ) 6 Keselamatan kerja. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . ) 4 Keuangan................ esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a . PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii. brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n ...... ....... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk...... c .......... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup.......... ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja. ) 3 Sarana dan prasarana (logistik).... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan .... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 ...... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya .. ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t........ apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku....... Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa................ ) 2 Kegiatan Teknis..... ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin......... Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk......... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.......... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli......... 2 .................

GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . dampak penting yang mungkin tmu.atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. D DAFTAR . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . Berisi judul Bab.. Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang . Sub Bab. Berisi nomor tabel. 489 .ar htndnli-an ain i. Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) .

c Kapasitas produksi . RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . .. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. kabupaten.. operasi sampai dengan pasca operasi. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. pss gorfs. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej. (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab . oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . . agt ej et wl ej.. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. lingkungan hidup. 2. l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . antara lain : . 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . d Jenis sumber energi/ bahan bakar. naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . antara lain . propinsi. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. hidup awal. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai .. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi .. desa. c Memprakirakan dampak dan meng. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. sumberdaya alami lainnya. Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . kecamatan. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan.3. dan sarana lain. e Debit dan sumber air yang diperlukan . alam/binaan. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman.. a Nama dan lokasi proyek (Kampung. BAB III. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. naa an a Tahap persiapan.

pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa.000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV.. dl. transmigrasi. Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. adalah berupa ruang . . METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . e . Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . antara . Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. b .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . yaitu ruang dimana .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi.. Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak.. diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. batas administrasi pemerintah (Desa. f g . persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. d . serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs.tratdna ksta. . l) e Resultante dari keempat batas wilayah . dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. ekonomi. lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. eitn d Batas Administrasi.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . operasi dan pasca operasi. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan .. c . eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. sosial budaya) dan kesehatan masyarakat. terkait dengan . Kabupaten. Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal .000 sampai 1 : 100. b Batas ekonologi. Kecamatan. pertanian. naa an a . aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. c Btsssa. di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL.

l BAB V. 5. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir.. tujuan dan ruang lingkup studi. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). c Studi literatur yang erat kaitannya . antara lain : Gaji/upah. analisis data. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. biologi. disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. b Laporan penelitian/studi tentang . dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan.3. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. biaya survei lapangan. Mekanika.2. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. biaya peralatan. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. penyusunan pembahasan. pengumpulan data sekunder. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer... Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). Kep. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. biaya perkantoran dan baali-an iy anli. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. trat eki. 056 Tahun 1994. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. matriks dan daftar isian (hcls) cekit. dengan rencana kegiatan. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . biaya analisis laboratorium.

air. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Menteri Pertambangan dan Energi. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . bangunan berwawasan lingkungan. dampak penting yang mungkin tmu. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. l B DAFTAR ISI . skema.. I I . l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Peta lokasi. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. DAFTAR TABEL Berisi nomor label. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. tabel dan foto C . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Perturan Daerah setempat dan lain-lain. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. Memuat alasan. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi.atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . c Berkaitan rencana kegiatan dengan . l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. Sub Bab. Berisi judul Bab. l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

operasi dan psaoeai ac prs.. b Mengidentifikasikan rona lingkungan .. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan .1. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . konstruksi. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . operasi sampai dengan psaoeai ac prs. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. yaitu ruang dimana . suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. hidup awal. mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. b Sebagai wahana untuk memberi . c Memprakirakan dampak dan . Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . operasi. b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. 2. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. metoda pengumpulan dan analisis data. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . fisik-kimia. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.

biologi. antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya. un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL.0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. 495 . c Batas sosial. adalah ruang . . dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. adalah berupa ruang . Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . b Data komponen kegiatan yang . berupa uraian tentang metode pengamatan. sosial ekonomi. b Pada pengumpulan data lingkungan . Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . b Data sekunder . rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. c Pengumpulan data untuk demografi. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. sosial budaya. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer . eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda .. sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. adalah ruang di sekitar .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang .. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia.000 sampai 1 : 100.

056 Tahun 1994. Kep. 3. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan.6. a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . masyarakat 5 Tim teknis kegiatan .4. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. gunung. DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. 4 Tim sosial dan kesehatan . 3 Tim biologi .3. dermaga dan lain sebagainya). matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. (dilengkapi peta dengan skala memadai). 3.2. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. b Perbandingan dampak penting . 3. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. jalan kereta api. BAB III. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. 2 Tim geofisik-kimia . dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. 3. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. Untuk memprakirakan dampak penting. Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. hutan dnli-an. 3. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal.5... hendaknya menggunakan metode bagan alir. Susunan tim penyusunan Andal. b Identitas penyusunan Andal .

uraikan jenis alat. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. l l l l l 39 . uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. laboratorium dan lain-lain. pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi .. Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. apakah tambang terbuka. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer .10. l l l l l 38 . kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. 1 Tahap Persiapan . cadangan terkira dan cadangan terduga.. tenaga listrik. 1 Tahap Persiapan . misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . a Pertambangan Batubara . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. gudang bahan kimia dan mekanik. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara.. 3. Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . gambar aa ft. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. pemekatan. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. peledakan. 498 . Uraian secara singkap rona b . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.pnnglnakooi. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. perlu mendapat perhatian khusus. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . ekonomis maupun budaya.uaknjnsaa. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. c . uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. penguranan kadar air. seperti stala lnk. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. penggilingan. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat.

seperti porositas. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. a Iklim dan kualitas udara . danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. 2 Jenis tanah. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. rata-rata). H2S. struktur geologi. kimia dan fisika tanah. permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. gempa bumi. an b Hidrologi dan Kualitas Air . ekologis maupun nilai estetikanya. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. Membahas keadaan fisiologi dan geologi. 3 Tingkat kestabilan tanah . 4 Keunikan. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. keistimewaan dan . CO. curah hujan. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). jumlah hari hujan. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . karakteristik . Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. intensiatas radiasi mataair. SO2.. kelembaban. CO2. minimum. NOx. yaitu gerakan tanah. suhu (maksimum. keadaan angin (arah dan kecepatan). dl.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . zat pencemar (debu. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. kegiatan vulkanis dnli-an a anli. lahan.

baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. a Flora darat/perairan . keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. 1 Inventarisasi tataguna lahan . 42 Biologi . hutan mangrove dan li-an. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. burung. 3 Perkiraan penyebaran dan . tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). arus. angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. pola . populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . wilayah. Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. rencana tata ruang. yang dianggap penting yaitu habitat. Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. eitn 3 Kemungkinan adanya . Lahan dan Tanah . dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . 1 Penjelasan tentang vegetasi. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . karang. e Tata Ruang. migrasi. 2 Rencana pengembangan . dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . anli) 5 Uraian vegetasi dan . meliputi : 1 Pola pasang surut. b Fauna darat/perairan . i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. tp dnjnsjnsvgts. 2 Perikehidupan hewan-hewan . mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. 3 Kualitas air laut dan . rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. 1 Perkiraan penyebaran. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . .. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. . dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. reptil. 4 Inventarisasi nilai estetika . interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim.

mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. . Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . bila data dan informasi faktual tidak ada. 501 . Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . Dalam bab ini hendaknya dimuat : a .. karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. Identifikasi. konstruksi. atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. 43 Sosial (demografi. BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. meliputi : a Kependudukan (demografi). atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. c . Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . ekonomi dan . pendidikan dan agama. 4 Hewan-hewan lain yang . prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. mata pencaharian. sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). jenis kelamin.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya... 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . b Membuat semua saran tindak yang . l l l b Identitas Penyusun Andal . antara li : an 2. Uraikan secara sistematis. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas. singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 .1. l 22 Data Teknis Proyek . Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa.. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi.yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. a Membuat uraian secara jelas dan ... l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan.. Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan). Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa . ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi . pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif .

l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian.3. baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. l Erosi. 42 Dampak Penting Terhadap Aspek . kemudahan. dsb. misalnya : l Survei/pengukuran tanah.. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic. ekonomi dan sosial budaya. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . sedimentasi. sosial ekonomi. l iklim. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek..1. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . l Pembukaan lahan.

misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . mencakup : b Biologi . Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan.8. osrki s) 4. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali.7. sketsa. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4.3. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 . Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah.. dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. antara lain. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan. etr an b Pengembangan dampak positif agar .. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi).5. Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan . kntus. rancangan rinci rekayasa. 4.db.

misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang.4. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai.2. atr li : naa an 1 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. egsr l spesies langka (flora dan fauna). majalah. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. l kondisi prasarana dan sarana umum. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. l calon lokasi kegiatan. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. 2 . Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. fungsi. BAB V. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. jelas. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. l kondisi kehidupan masyarakat.. l lokasi pengelolaan dampak. 5. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep.. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. yaitu : l topografi.

atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Berisi Judul Bab. l a Kepentingan Pemrakarsa. antara lain : .3. antara . l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. Berisi nomor gambar. BAB I. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . Berisi nomor tabel. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1.. Kepentingan pembangunan umum. 27 Tahun 1999. B DAFTAR ISI . us BAB II. D DAFTAR GAMBAR . Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Berisi nomor lampiran. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. E DAFTAR LAMPIRAN . identitas. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 .2. PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. C DAFTAR TABEL . baik secara regional maupun nasional. l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting.

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . a Nama dan lokasi kegiatan . Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. b Lahan untuk sarana dan prasarana .. dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. 22 Data Teknis Proyek . Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. jumlah cadangan. Kecamatan. lokasi dan periode pemantauannya. sistem penambangan dan umur tambang. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. diberikan dalam Andal BAB III. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . . Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. metode pemantauan. Jalan. Tempat Penimbunan. c Penanggung jawab Kegiatan . antara lain : a Luas KP Eksploitasi . b Memuat semua saran tindak yang . Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. at l kaia uaa kaia ar ults dr. uraikan mengenai keadaan lapisan. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. Pelabuhan/Dermaga. (Kantor. Instalasi Pengolahan. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. lapisan yang akan ditambang.. Kabupaten.. ults i l geologi. Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. tolok ukur dampak. l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . Perumahan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . tata ruang. d Penyusun RPL . l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . Gudang Bahan Peledak. operasi dan pasca oeai yiu: prs. lengkap .. Gudang. sumber dampak.. Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). Bengkel. 33 Tolok Ukur Dampak . kualitas bahan galian. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. a Memuat uraian secara jelas. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau .

pengalaman dan lain sebagainya. 3. c Observasi .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No. misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . antara li : an a Pengukuran . Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal.2... tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. 23 Tahun 1997. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak..tnkt noms.. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. meliputi ifrai jnsaa. aa kerja. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau .tp aa.. Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. Tata Kerja.5. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . b Wawancara . Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. 37 Periode Pemantauan . Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. lokasi dan interval waktu. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan .

. Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . dalam Bidang Pertambangan dan Energi). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . 2 . Men.

Fauna Darat 3. Aktivitas Ekonomi 3. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Penimbunan batubara/bijih 14. Pemindahan tanah penutup 10. MISALNYA : C. 1. Iklim 2. Penanganan tenaga kerja 513 . Penambangan batubara/bijih 11. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Pemindahan tanah penutup 2. Penanganan tenaga kerja 7. Kualitas Udara 3. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Biota Air ASPEK BIOLOGI. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Pemuatan dan pengangkutan 12. 1. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Kesempatan Kerja 2. 1. Ruang. Kualitas air 5. Pengolahan batubara/bijih 13. Kebisingan 4. Penambangan batubara/bijih 5. Penambangan batubara/bijih 6. Migrasi Penduduk 4. Hidrologi 6.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Reklamasi 15. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Flora 2. Penambangan batubara/bijih 3.

Pemindahan tanah penutup 2.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Penambangan batubara/bijih 11. Fauna Darat 3. Penanganan tenaga kerja 514 . MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. MISALNYA : C. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Ruang. Kualitas Udara 3. Aktivitas Ekonomi 3. Penambangan batubara/bijih 6. Iklim 2. Kebisingan 4. Pemuatan dan pengangkutan 12. Flora 2. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Reklamasi 15. 1. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Penimbunan batubara/bijih 14. Penambangan batubara/bijih 3. Kesempatan Kerja 2. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Penambangan batubara/bijih 5. Migrasi Penduduk 4. Penanganan tenaga kerja 7. Hidrologi 6. Pengolahan batubara/bijih 13. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. 1. Kualitas air 5. 1. Pemindahan tanah penutup 10. Biota Air ASPEK BIOLOGI.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 . termasuk ) pengolahan. 5 .000 ton/th (ROM) ** ≥ 1. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 .200. 1 .200. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif.000 Ha. termasuk pengolahan. Semua besaran 3 .000. Dan atau ≥ 100 Ha.000 ton/th (ROM) ≥ 600. 4 .000 ton/th (ROM) ≥ 1. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal.

... 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air. masing-masing) a . Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a . b Kcmtn:...... b .. e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan ..... eaaa . ....(2H* edkn...... auae . ..Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I.. .... .. b Status Perusahaan ..(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug..... .. T h n . ... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M....... b .. I I . Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan ............ eitn an 22 Lahan .... UPL a Nama Perusahaan .. e a a m r e i t n ... a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor . c Kbptn:.m/a) Status lahan. . Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 . Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a ... d Pois :.. ... apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn ... b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun ....m/a) ryk . .. ... Coret yang tidak perlu c . Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta. f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan. a .. * ) 14 Dasar Hukum ... atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi.... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum. ........ : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : .. c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun .. rpni . .. : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat .dl tasirs..... . 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. d Keputusan Menteri Negara Lingkungan ....... ..... . .......l) atau tidak c . (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan . . .. a Desa/Kelurahan : .. 13 Maksud dan Tujuan ........ . Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe ........... .. e ..PLH/1994 tentang Pengawasan. Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li...... euaa.. . Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a .. c Jenis Perusahaan .. .. Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.. PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan ... Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.. .

gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V .Sft dl. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang . ei a psfks ens dl. Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika. Jns ulh ia. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. V . Jenis dan Spesifikasi Teknis. dll).. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak . up.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b . Kepada Biro Bina Lingkungan . Kimia dan Sosekbud). 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . Hidup...Jma.. thpoeai(ei.. UPAYA I c . metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. 31 Tahap Persiapan . LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta. (ei.... l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi . aa prs Jns ulh ia.. 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . Biologi dan . Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 42 Jenis dan Potensi Dampak .Jma. . l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I.Sft dl. l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan. l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . Sosekbud. 2 Bupati/Walikota.. akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik. . td t... (Jumlah. Kimia. V I .

... stockpile/yard. Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn. 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan .. bengkel. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing. 212 . 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) . gudang dll)..brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . perumahan. untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing.. stockpile/yard. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) .ag eckp oai us lahan. gudang dll).... l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan ... metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan.. l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling. bengkel. Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I . Uraikan teknik. bengkel. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor... Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan... kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. Uaa.. gudang dl.. Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target . I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. stockpile/yard. perumahan.la nu au .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB . perumahan.yn mnau lks. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi.. dan peruntukan lahan asal.

. stockpile/yard. aiia eujn. air limbah pengolahan/pabrik.000.Persemaian . KEGIATAN V .000.4. dlmrnaatreu aa au ... dan parameter yang dipantau) l Kualitas air. kekerapan. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna.. pengkapuran tanah.eoidl tblts eeg rs l.. 2. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. perumahan. upah tenaga kerja. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. skala minimal 1 : 10. td t. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. gudang dl. metode. 2 .. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada).. RENCANA BIAYA V 411 .. LAMPIRAN : 1 . serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan). Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada). air larian permukaan. dll). lokasi.. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. timbunan tanah penutup....Pemeliharaan (pemupukan.Penanaman . aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond. penyulaman. limbah domestik. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa. i sm abn. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. skala Minimal 1 : 10. 421 .. bengkel. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui.. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4). tanah dan udara l Saiia lrn. penyiangan. meliputi : . l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn.. dll. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I.

. c Perumahan Karyawan . .. ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . .. a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian . h Pelabuhan/Emlasement . Lnfl i adil . d Jalan Non Tambang . b Kolam/Penimbun Tailing . DAN RENCANA TAHUN .selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di .selesai 3 Jalan Tambang . e Gudang. 5 Fasilitas Penunjang . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 . luar tambang .atf ki ... (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang ...atf ki . Kantor f g Bengkel . .

.. Sub Total (1+2) 3 Revegetasi . Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 . b Timbunan tailing . Lahan**) a Timbunan batuan/tanah .... kolam ikan. . lainnya 4 Pemanfaatan lain **) . penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan .. DISKRIPSI S/D .. tambang . DAN RENCANA TH . Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang . penampungan air... dan lain-lain). Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi. e Bekas jalan non . . d Bekas jalan non .. penutup c Bekas jalan tambang . TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan ..... a Lahan bekas tambang . b Timbunan tanah/batuan . c Bekas kolam sedimen/ ...Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang .. . tambang e Timbunan tailing .

Kg 5 Obat-obatan .. HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 .. HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. Kg b Kapur . 1 Obat-obatan . Ltr ie 2 Analisa tanah . Kg c Tenaga kerja ... HOK 2 Tanaman pokok/pohon . persemaian Buah 3 Kapur . a Benih . I Persemaian 1 Benih tanaman pokok .. Kg 4 Pupuk ... Kg b Pupuk . 1 Tanaman Penutup . a Kapur .. Ltr ie Sub Total I I Penanaman I . Kg d Tenaga kerja .... Kg c Pupuk ... Contoh 3 Tenaga kerja . Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN . Kg 2 Pembuatan tempat ...

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . 1 . menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi.Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . 1 . 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. 1 . Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. b . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . 1 . V .

ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. pengolahan dan prinsip konservasi. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. tatacara penambangan. Tambang.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. Geologi. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Mampu memahami tentang keuangan.

ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. Penelaahan kemajuan reklamasi. Tambang. konstruksi. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. pengolahan dan pemurnian. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. penambangan. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. kejadian berbahaya. 530 . Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi.

Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. realisasi pelaksanaan reklamasi. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. RTKL. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. pemakaian berbahaya dan beracun. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. 532 . cadangan bahan galian. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. Penela ahan tumpang tindih wilayah. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. Pengolahan data cadangan bahan galian. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. mendata pro-duksi dan penambangan. eksplorasi. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. produksi. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian.

I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. Keselamatan kerja. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . b Menyiapkan peralatan inspeksi. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. c Melakukan presentasi obyek inspeksi. dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. . 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . rs. . 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence).Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. lingkungan/pemantauan lingkungan. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . bahan buangan/limbah. u. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans.dit cos ct dl rie rf. atau pencemaran lingkungan. Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. I I . 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. a Menelaah data objek inspeksi. 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan.

7 Melaksanakan inspeksi peledakan. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. 534 . ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej.

1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. ) 535 . 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans.

1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. dermaga. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. b . eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 536 . 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang.

Inspeksi Bencana 1 . 1 Melakukan persiapan . 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. inspeksi pada pasca tambang. ) i Melakukan pengujian peralatan. I. 2 . inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. Pelaksanaan Pengujian. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. inspeksi pada tambang semprot. inspeksi pada tambang bawah tanah. 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. pengujian kondisi tempat kerja. Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . Kejadian Berbahaya. c . Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. c . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. ) 2 Menyiapkan alat uji. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. inspeksi pada kapal keruk. inspeksi pada pelabuhan. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) 2 Melaksanakan Pengujian . c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. inspeksi pada fasilitas permukaan. 1 . 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. ) i Melakukan pengujian peralatan. ) j Menganalisa penyebab kejadian. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. inspeksi pada tambang permukaan. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 Mengumpulkan dan menelaah data. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . II PENGUJIAN I. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. ) j Menganalisa penyebab kejadian. b . Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . pengujian kelayakan operasi. 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi. 4 . Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 .

.. PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan.. Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki.... B .. rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang.... • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi.... berupa : .. saran........... Penutupan Tambang ..... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang).. A ...... • Tidak ada • Aa yiu:... 2 ... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang....... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran. LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang . Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi . pengelolaan dan pemantauan lingkungan)............. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 ..... Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau.. at .. 2 Hal lain yang perlu dilakukan : .. (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu. .... serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan).. NP I . dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran.... C ..... ekonomis/ produksi.... NP I 2 Hasil Inspeksi . 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan.. Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 .. d.... (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang...Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang... ...

................... 4 .................. termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb................................................................... .................. HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ....................... TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ...................... ................................................. 5 ................................................................................... ........................ .................................................... 3 ............... 6 ....... RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ....................... ....................................... I...................................................... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 ............................... ................................... ............................. ................................. ..................... NP ........ 2 .................... PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ........................... FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas.......... ........... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ...... faktor penyebab kss au) ...................Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 ....... TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)............ : : : : : : : : : 8 . ....................... ....... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus....................................... a) ............. 7 ..........

4 . I LATAR BELAKANG 2 . tidak benar untuk perencanaan penambangan. menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . . 4 Tenaga ahli . Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. bisa dipenuhi. krls dt eslrs. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . tetapi juga pemerintah dan masyarakat. . sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. dpst eoi. 3 . MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . 5 . Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. eslrs. I I . Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . goii. peraturan yang mendukung. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . saham untuk kegiatan eksplorasi. penyebarankualitas & cadangan mineral. disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. penjualan saham dsb. Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . . 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . pengukuran. penerapan sangsi dan tegas. berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. . bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . baik dari segi geologi. baik melalui kerjasama. 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . eksplorasi. . 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . perkembangan kegiatan eksplorasi. 2 . Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. braa lna. tatacara-tahapan eksplorasi. I. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . eitn Rentan akan manipulasi data. data hasil eksplorasi yang tidak benar.

mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. penampang) . d Penelaahan/evaluasi laporan . f g Kemungkinan kontaminasi. c Due deligance . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. perhitungan cadangan. . 8 . Petageologi lokal-detail ada/tidak. kerapatan data dsb). iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . kpoai V . 4 . geofisika. e Penyelenggaraan presentasi . ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . pemboran. d Interval kontor . mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . c Bentuk/kehalusan kontur topografi. geokimia. Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. 4 . 6 . . Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. b Dibuat juklak/juknis .lnai . yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . 7 . 5 . 542 . b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . pemetakan topografi. d Interprestasi dan penentuan anomali . PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . khususnya GPS . 1 . h Kelayakan nilai kadar geokimia. Geodetik e Laporan hasil pematokan . deposit e Kelaziman peta geologi . c Detail data pendukung . dan interprestasi . PKP2B d Peralatan yang digunakan. f g Batas KP/KK/PKP2B . lapangan. . apa sesuai dengan KP/KK/ . f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. e Kemungkinan pembesaran . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. 9 . VI. Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. c Hasil (peta. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . ai nepets pt tutr ies. 3 Ctastlt . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. . d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . . anomalinya. . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas .dl. h Indeks peta . . e Pelaksana . b Korelasi data sekitarnya . b Kordinat data . a Cara pengambilan contoh. b Peta lokasi contoh apa ada. 1 . sampling. pemboran. d Kelayakan lokasi contoh.idks mnrlss. c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . 1 Pematokan Batas KP . cebakan mineral yang dieksplorasi. . pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. 6 . . Korelasi nilai unsur yang dianalisa. ltlg. pemetaan geologi. . digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. kegiatan eksplorasi (analisa. Jenis kegiatan yang dilakukan. Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. c Hslitrrsai(easrku. . e Penetuan daerah anomali . 2 . c Peta geokimia. . klarifikasi cadangan. Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . a Diatur/dibuat peraturan perundangan . . 2 Pemetaan Topografi .

Pemboran (recovery. . Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . Evaluasi Laporan Kegiatan. . kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . l m Hasil trenching. c Logika kadar mineralisasi dan nila . lapangan/eksplorasi h . c Laboratorium pelaksana . Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . sertifikat. e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. dea. . Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. . antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. iaa ai nls. duplikat contoh). . expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . d Penafsiran bentuk endapan. arh . terowongan. Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . lrfks b Data Pendukung . sampling. Pola spasi. rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . 1 . preparasi contoh. b . khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . . . . f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . eksplorasi yang dipakai. • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. . Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. b Apakah laporan dirapel/tidak. kgaa.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . e Spasi data termasuk sampling. Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . e . h Ksrnhslaaia . 1 . ketentuan yang berlaku. Apakah telihat kemajuan. Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . i . c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . 1 . . 1 . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . Pengirim contoh. eeto ii. d . contoh. preparasi . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. e Kode/tanggal/tahun sertifikat. b Krls hslaaiata usr . b Lokasi kegiatan yang konkrit . . costaining. dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. g Pemboran (recovery. . . dcr. h Metode perhitungan sumberdaya dan . Cek batas KP/KK/PKP2B. geokimia. Detail geologi & mineralisasi. c . c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. cara dan peralatan pemboran. oeai ai nls ip nu. iai . Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. analisa. Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. d Sriia aaia . sampling. Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. duplikat contoh). f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . etfkt nls. f 7 . 9 . mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . f g Dtcinlmt . cadangan . hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai .

b Cek korelasi singkapan dan bor. Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . lokasi & spasi pemboran . Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . Regional . h . c Logika nilai parameter kualitas. Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . . dan cadangan. e penampang hasil pemboran .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . j 1 . b Logika penyebaran . f g Korelasi dengan data Geol. h Cek peta batimetri . Cara perhitungan cadangan i . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . Kebenaran peta topografi. h Cek semua hasil kegiatan . d Metode. . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. . . Cek penarikan outcrup. . . . c Banding data bor & geofisik . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. mineral dan kimia. . e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . Spasi data pendukung i . i .

efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . I. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. biasanya dinyatakan dalam persen. Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. 25 Tahun 2000.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. penambangan. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. . ctofgae u f rd. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. 3 Penetapan dan peningkatan recovery . ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. benar. biasanya dinyatakan dalam persen. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. yang setelah dievaluasi secara teknis. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. I I . Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. bijaksana. Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I.

c Mengadakan diskusi yang mendalam . perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . lengkap dan baik. dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. bimbingan. V . 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . cadangan pada masa pengakhiran tambang. maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian.scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . a mempelajari data sebagai bahan . 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . yang ada sehingga menjadi produk sampingan. Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. 1 . terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. sesuai dengan kewenangannya. pasca tambang. 1 . 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. 1 . Hal 4 tidak ada 546 . V . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. . pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. seluruh kegiatan pertambangannya. 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. sehingga mendapatkan recovery maksimal. 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . 1 . V I PROSEDUR I. recovery penambangan. setiap 6 (enam) bulan. li. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. dan kadar/nilai rendah. b Memberitahukan kepada manajer lapangan . pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . 1 . a di Kantor Perusahaan . cadangan bahan galian secara rinci. 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . 9 Penggunaan produksi bahan galian.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . evaluasi . 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan .

sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. b Ttcr . : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. a a a a : a Mengamati apakah telah . a a a a : a Mengevaluasi apakah . b Ttcr . aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . c Mengadakan diskusi ang . a a a a : a Recovery Penambangan : . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . b Mengadakan diskusi . penambangan. kadar/nilai rendah dan bahan galian li. kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . 547 .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. lk ea iai b Recovery pengolahan : . penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . a a a a : a Mengamati apakah telah . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. : Recovery b Ttcr . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. b Mengamati apakah telah . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula.

I. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. penanganan taling adalah sebagai berikut : a . Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. b . b Mengadakan diskusi . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . b Mengadakan diskusi . blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . b . dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya .

pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. B Kewenangan lainnya . pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. 3 . PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . I. pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. RUANG LINGKUP 5 .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. sampling. Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . pejabat pengawas . 2 Dalam melakukan pengawasan . bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. sampling. . maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. 1 Apabila dianggap perlu. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . PENGAWAS PRODUKSI 1 . pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. pengujianpengujian. pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. 2 . pengukuran. c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. .

Pemurnian .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . .Pencatatan recovery. e Kesimpulan dan saran . Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha. Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 . pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager . Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. 4 . d Temuan dan Pembahasan . .Dokumen Bill of Loading . Kegiatan pengapalan.Dokumen delivery order.Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . d . pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) . 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam . b Pemeriksaan secara administratif . . b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . 3 . mingguan. PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi .Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali . SISTEMATIKA I PRODUKSI A .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang . 4 .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut .Dokumen syahbandar . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil .Dokumen invoice . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan. produksi.Pencatatan stock awal . angka (1) tersebut. d Melakukan rapat mengenai hasil . V . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). data/ .Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. laporan produksi baik harian. pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas.Pencatatan draft kapal . dan atau proses produksi.Jumlah barang yang diangkut. c Melaksanakan Pemeriksaan .Certificate of weight .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan. pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan.Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. PEMERIKSAAN V . . Selesai melakukan pengawasan. c Kegiatan Penimbunan . Pada tahap pelaksanaan pengawasan.Pencatatan stock akhir d. hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas.Criiaeo aayi etfct f nlss . pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya.Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. c Pemeriksaan secara teknis . 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan .

pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. 3 Perencanaan produksi penambangan. 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . tujuan penggunaan. tanah penutup. an USAHA VI K E W A J I B A N I. delivery order. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. kemajuan penambangan. efisien peralatan. dan lain-lain.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . a Jumlah dan kualitas bahan galian yang .Jumlah penggunaan . marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. tailing. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . ongkos produksi. Meliputi pemeriksaan yang akan. flow chart. efisiensi pengolahan/ pemurnian. material balance (feed. bill of loading. certificate of wih.Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. pengukuran tonase. dokumen kontrak jual beli. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. tanah pucuk. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia.Kaia ults . delivery order. eiinpoe. flux. . Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . pengukuran draft kapal.lse dnli-an fse rss oss a anli. produksi dihasilkan. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu. 3 . Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). dokumen. harga penjualan dan lainli. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. 551 . 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . pembukaan lahan. berita acara serah terima brn. recovery. recovery. losses. penggunaan peralatan.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya.Dokumen invoice. certificate of analysis. losses ketika pemuatan/pengangkutan. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. syahbandar.iviednli-an aag noc a anli. b Pemeriksan pemakaian sendiri . kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . penggunaan bahan peledak. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. pos retribusi. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. lokasi peggunaan. 2 Perencanaan produksi penambangan . egt cl i et oveyor. by product dnli-an. . run of mine. penggunaan bahan bakar minyak.Dokumen bukti terima barang. penggunaan tenaga kerja. . stripping ratio. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. air. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. midling. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr .dnli-an ults a anli. pemberitahuan ekspor barang. kontrak jual beli. ketersediaan front penambangan. reagent.

masuk ke tempat penimbunan. 3 Pencatatan produksi pencucian/ . Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . produksi dan tailing. E . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . produksi utama dan tailing serta produk sampingan. dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . 4 . 2 . dipindahkan. dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). Kegiatan Penimbunan 1 . 4 Pencatatan produksi sebagaimana . sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . C . tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . serta produk sampingan. b jumlah dan kualitas produksi yang . 2 . Purnomo Yusgiantoro D . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. d jumlah dan kualitas produksi . Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. dalam angka (1) tersebut. Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. dalam angka (1) tersebut. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. F Dokumen Penjualan Produksi . 3 . m 3 . pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan.

penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. . . 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . lokasi wilayah perizinan. Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. I PENDAHULUAN a Prjnn . c . 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . dan lain sebagainya. Luas. d Waktu dan lamanya kegiatan. dan lain sebagainya. hasil yang akan diperoleh. Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. untuk mencapai tujuan tersebut. yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. arus regional. vegetasi dan tataguna lahan. 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. 1 Berdasarkan peraturan perundang. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . I RENCANA KERJA A UMUM .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . topografi. memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. jalur kabel dan pipa. auae. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. iklim. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . penyelidikan. e Peralatan yang digunakan dalam . yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . Kecamatan) maupun geografis (odnl. eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ieakn b . Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . undangan yang berlaku. B . masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. daerah pembuangan ranjau. d . Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. hak guna lahan.

ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. tanah dan batuan. jenis. chip atau channel . geomagnet. pembuatan sumur uji. dan penyusunan laporan. sounding. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. penyelidikan geokimia. gaya berat. dan jumlah contoh). 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. parit-uji. b . eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. seismik. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. penginderaan jauh. seismik. c . geofisika. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. polarisasi terimbas. rediometri. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. pemboran. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. geologi dan lain sebagainya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . . dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. geokimian endapan sungai. parit uji. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. 2 . gravity core. tahanan jenis. side scan sonar dan lain sebagainya. sounding. sumur-uji. pemboran). hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). potensial diri. sungai. caranya seperti Bulk. 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. 6 Skala peta yang digunakan. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. RENCANA a . gaya berat. penyelidikan geofisika. Contoh seperti batuan atau pemineralan. well logging dan lian sebagainya). ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). geofisika seperti polarisasi terimbas. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. pengolahan data. side scan sonar. grab. Sebutkan skala petanya.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. tanah. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. geologi dan lain sebagainya. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. geokimia dan lain sebagainya). distribusi dan jumlahnya). jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. potensial diri.

DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. 5 DAFTAR ACUAN . ICP. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . eksplorasi atau untuk evaluasi. format seperti di bawah ini. rencana cara pembuatannya. dan jumlahnya. d Analisis laboraturium . mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. lingkungan dan aspek lain. parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . . kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . kedalaman. hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. c . 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. e . geologi. KERJA DAN Pemboran. 5 Rencana analisis petrografi. 6 LAMPIRAN : . jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . 1. Pembuatan Shaft. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. lokasi. 4 RENCANA BIAYA . ) Kolorimetri. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. panjang. Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. PERALATAN a . 2 Rencana metode analisis (AAS. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . data geofisika. Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . sebagai dasar acuan eksplorasi. data geokimia. sumur uji. jenis. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . 3 RENCANA TENAGA . Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. coring atau non coring). arah dan lain sebagainya. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. (sumur/pari uji. lokasi) dan jumlah contoh. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. sumur dan parit uji. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. daya mineral. (pemineralan). mineral berat dan besar btr ui. ) mineragrafi.pemboran. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. sumur-uji atau prtui ai-j. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. b Penulisan daftar acuan hendaknya .

........../au :........................ Status/tahapan 3....Thn ................. pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan..... ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ........................... Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2. SK ˆ Tgl.. BENTUK DAN ISI LAPORAN 1.......Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan ............... ........ Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 ..... ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) .......................... dan lain sebagainya..... Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan............ ...... 5... kerapatan pengambilan Contoh. Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) . : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ...... B ........... ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6... ..................... rwln . ... Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ...... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No.................................

P r l t n 7 eaaa 1 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . studi kelayakan AMDAL**) 1 . tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. Tenaga kerja 6 1. Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 . Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. K-3 Lingkungan 9 2 . Biaya 8 1 . Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 .

bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri. 1 1. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. Penampang geologi. 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. Jt Rp. 9 . juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan.titik pengamatan. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). 0 1. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 . 5 . bijih. b .. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4. tp .d. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . penampang bor. Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. jenis (batuan.9. dan 10). 3 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. pemboran Contoh batuan. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. metoda atau sistem pemboran (angka 8). sumur uji. Peta geokimia Peta/bagan. 8 . Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. 7 . Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah. rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . channel.6 dan 7). 1. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. 6 . parit uji. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). 4 1. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6.8. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. penampang dan model goiia efsk. 2 1. 3 1. chip. Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. ha .buah. 2 . geokimia.hektar.9. tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i.lembar.7. Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai.10 dan 11. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. batuan peminrlnbjh. 4 . tanah. metoda pemerCotohhan (coring/non coring.5.

Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. cara pencapaiannya. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . terutama informasi mengenai keterdapatan. Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. seperti kepemilikan. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. d . pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. Luas daerah yang diselidiki. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). sebaran. SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. 1 Ringkasan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. B . . kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. waktu penyelidikan. dan informasi pendukung lina any. tubuh utama laporan. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. (yang dilakukan). 559 . hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). A UMUM . lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. c . hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). b . 2 Aspek legalitas. b . kegiatan penyelidikan. maksud dan tujuan penyelidikan. Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. kuantitas dan kualitas endapan mineral. ) hak guna lahan. sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. demografi dan kependudukan. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . a . 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara .

kegiatan pengumpulan data. jenis. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. sebaran. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. stratigrafi. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. SAR dan lain sebagainya). ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. dan pembuatan laporan. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. . geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. oo aei. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. f g . Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. vegetasi. mulai dari persiapan. topografi. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. Informasi mengenai iklim. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. tipe endapan. termasuk analisis laboratorium. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. . Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran.aa eet ltaa efsk. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. an h . i .jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. (oms. SLAR. termasuk kualifikasi/keahliannya. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. e . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . geofisika.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu.

grab. sumur uji. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . Pemboran. catchment area. spur and ridge. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai.uji coba penambangan. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. skala peta dasar juga harus dicantumkan. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. sd sa snr sudn. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. tanah. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. Pola dan kerapatan lokasi pemboran.psn srt ie cn oa. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. onig aag uu. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3).simk efsk ag iaa I. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel. jenis batuan dan pemineralan. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. graviti dan lain sebagainya). bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. P esi. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan.

khusus untuk penyelidikan rinci 562 . mineragrafi. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. mineralogi. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. mulai dari pemetaan geologi. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. ubahan batuan di daerah penyelidikan. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. 2 dimensi atau 3 dmni. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. penyelidikan geokimia. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. dengan cara statistik. dot dan lain sebagainya). selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. menggunakan komputer atau manual. struktur.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. baik geofisika. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. k Hasil penyelidikan . b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. cara preparasi Contoh. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu.

foto. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . tu pemboran. kemenerusan. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. ai-j. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. sebaran atau kemenerusannya (continuity). Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. sumur-uji. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. uu-j. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut.smrui prtui ai ebrn uu-j.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. 13-4726-1998). (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. jurus dan kemiringan tubuh bijih. kedalaman tubuh anomali. bentuknya dan ukurannya. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. ketebalan tanah penutup. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. lebar anomali dan lain sebagainya. () Pemboran. sumur-uji. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. jumlah lapisan. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. parit-uji harus dilampirkan. sumur-uji. arah anomali. tabel.

2. Penyelidikan Geokimia 3. daftar gambar. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun. Maksud dan Tujuan 1. ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. daftar atau tabel. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan . komoditas dan daerah yang diselidiki.3.1. Penyelidikan Geofisika 3. halaman urut dengan angka Romawi. penyusun laporan. 3.2.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding. -. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar.. Lokasi Daerah Penyelidikan 1. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk .6.1. D . Pelaksana 2 GEOLOGI . perusahaan dan instansi pelapor. sumur-uji.4. dan daftar lampiran. Pemetaan Geologi 3. daftar tabel. tempat pemuatan artikel (majalah). Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu.. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . dan tahun pelaporan.7. nlss iia 34 Pengolahan Data . Metoda dan Peralatan 1. daftar acuan. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan.. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 .. Latar Belakang 1. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. 21 Geologi Umum . eyldkn an hdoelg. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . tahun. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium .. dan lampiran. 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . 3. 1. judul. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. igaa. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas.5. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. Pemboran.2. daftar foto..dnli atr aprn pt.1..3. dan penerbit.2.2. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos. tubuh utama laporan. Penyelidikan Lapangan 3. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut.2.1.3. C .4. Waktu 1. atr isi. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan .. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN .2. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran. Keadaan Lingkungan 1. foto..

eglhn aa efsk. Pemboran 4.mn .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. Hidrogeologi. 4. DAFTAR ACUAN 5.Pengolahan data Geologi (permukaan.1. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii. pemboran..1. Geologi 4. Geokimia 43 Goiia .. 3.5. 4 HASIL PENYELIDIKAN . efsk 4. Pemineralan 4.7.4.. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4.2. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. KESIMPULAN DAN SARAN 4. ekma iea brt rl ea.4.6. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . K-3 dan lain sebagainya.

a Tahapan Pengolahan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. marketable. stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. Penduduk. Tambang 6. 2 Maksud dan Tujuan . Fauna. Mata Pencaharian Penduduk. dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . 3 Peralatan Pengolahan (jenis. 5 Jadwal Waktu Studi . 4 Pelaksana Studi . FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . miniable. Pertambangan (KP). . c Cadangan . eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. b Bagan Alir .jma. iooi b srku . EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi .kpsts . Iklim. a Ltlg . belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . . kualitas. Keadaan Flora. c Recovery Pengolahan . 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . 2 Keadaan Endapan . BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . Jumlah. Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. jumlah dan . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . Pengolahan dan Tailing A . Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . Kontrak Karya (KK). Kualitas Hasil . Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. 2 Prltn(ei. cut off grade. a Bentuk dan Penyebaran . tutr c Geoteknik . jumlah . kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur .

a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi .000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . b Prltn . 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . pegangkutan dnli-an. a Biaya Produksi (termasuk biaya . . b Penyebaran bahan galian . “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. skala minimum 1 : 2. a Dalam Negeri . minimum 1 : 2. : 10. miniable”. c Pemantauan Lingkungan . pengolahan dan sarana penunjang). tahap Eksploitasi dan sekitarnya. skala . skala 1 : 10. BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . pengolahan. sekitarnya. Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). c Sumber Dana . c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . 567 . dnli-an. K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . 2 ProspekPemasaran . 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. yang memuat : a Kontur topografi . 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. ˆ Rencana pemasaran dan harga jual.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. BAB VIII : LINGKUNGAN. a Organisasi . a anli) b Modal Kerja . 4 Sistem Kerja (kontrak. borongan . pengolahan dan sarana penunjang). d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang.000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 .000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . b Pengelolaan lingkungan . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . e Perhitungan “Break Even Point” . d Perhitungan “Discounted Cash . (BEP) .000. BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. nets a Modal Tetap . b Luar Negeri .

lokasi . d Lokasi timbunan waste. Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi .0000. Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. e Jalan. b Kegiatan non teknis antara lain . B . bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. II Laporan Tahunan Eksploitasi I. 2 Hasil Eksplorasi . Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . “stock pile”. Lokasi timbunan waste. a Jumlah. bahan galian dan waste . penampang. pemantauan dan pengelolaa lingkungan. . 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. 3 Kaia . pengangkutan. digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . penyelesaian masalah. h Dan sebagainya . Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . pencucian. ditambang c Rencana dan target produksi serta . peta. sketsa. K-3 pertambangan. pelatihan. Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . pengelolaan lingkungan hidup. antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . reklamasi. penjualan. Perkampungan. FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . Peta pengelolaan lingkungan. direklamasi per tahun c Jalan tambang . statistik kecelakaan dnli-an a anli. ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . Laporan tersebut mencakup. . g Indeks peta rencana pertambangan . Laporan Triwulan. petalokasi kegiatan. dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. 2 Perizinan . yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. tambahan penambangan. ketenagakerjaan. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. d Batas wilayah eksploitasi . . gambar 3 dimensi. eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . pemasaran. pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . h Rencana kegiatan K-3 . statistik produksi. bagan alir dan sebagainya. pencucian dan pengolahan. Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . minimal skala 1 : 2. I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . asing jika diperlukan) .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . . pengolahan/pemurnian. menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . tailing dan mineral .

a Jumlah dan kualitas produk . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . pengolahan/ . 3 Lokasi Penimbunan . Pengangkutan dan Pengolahan. manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . pengolahan/ . ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . Kadar Jumlah. 3 Pelaksanaan reklamasi. Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. Harga Produk . statistik kecelakaan tambang. Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. 4 Stock Akhir . 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . pengelolaan dan . tambang. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . V . Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . pengolahan/pemurnian/ . 2 Jumlah dan Tujuan . yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . 3. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). 5 Rencana penambangan. atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . berakhirnya KP/KK/PKP2B. BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. oai a us arh ag ea ikpots. utama dan sampingan b Jumlah. Cadangan 2.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . kadar dan penanganan . 2 Jenis. dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . nls. pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. training.

5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . galian berkadar “marginal”. peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. dengan akhir tambang. bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . . peta geologi. 9 li-an . obyek kerja yang berbahaya.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. peta rona akhir tambang.

Produksi siap jual . c Cadangan terambil . d Sisa cadangan . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . m.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . a . 4 . 5 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi Pengolahan . 6 . kualitas 3 ton. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . kualitas 3 ton. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . b . c . c .Produksi untuk diolah . b Cadangan rekonsiliasi . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . m. m.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 . Lokasi Pengolahan .Produksi siap jual . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. a . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c . m. a . LAPORAN . 3 ton. PENAMBANGAN Produksi . b .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . STOCK AWAL Lokasi Tambang . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .

Lokasi Pengolahan . b Cadangan rekonsiliasi . m.Hasil olahan c . a . 6 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . c .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . a . m.Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . b . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . 4 .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m. PENAMBANGAN Produksi . 5 . m. kualitas 3 ton. kualitas 3 ton. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . b . STOCK AWAL Lokasi Tambang . kualitas BULAN KE NO.Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . c Cadangan terambil . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . 3 ton. a . c .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . c . Lokasi pengolahan .Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .

5 .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. a .Hasil olahan c . c . Lokasi Pengolahan . a . kualitas 3 ton. c Cadangan terambil . c . d Sisa cadangan . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . 4 . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 .Produksi siap jual . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . b . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. m.Produksi untuk diolah . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . STOCK AWAL Lokasi Tambang . m. kualitas BULAN KE NO. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . m.Hasil olahan c .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . Lokasi pengolahan . m.Produksi siap jual .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 6 . c .Produksi siap jual . PENAMBANGAN Produksi .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b Cadangan rekonsiliasi . b .

STOCK AWAL Lokasi Tambang . c Cadangan terambil . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . PENAMBANGAN Produksi . m. a . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . Lokasi Pengolahan . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . : : : : : : : 3 ton. m. JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . a . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . b . c . d Sisa cadangan . 5 .Produksi siap jual . Lokasi pengolahan . LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m. kualitas 3 ton. 4 . 6 .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 . kualitas 3 ton.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. c . a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . kualitas BULAN KE NO.Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . b . kualitas 3 ton.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .

5 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . d Sisa cadangan . c Cadangan terambil . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . m. c .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . k a i a ults 3 ton.Hasil olahan c . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO. a .Produksi untuk diolah . m. 6 . 4 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . PENAMBANGAN Produksi . b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi Pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton. m.Produksi untuk diolah . 3 ton. b . c .Hasil olahan c . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . a . m. kualitas 3 ton. LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi siap jual . Lokasi pengolahan .

JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . c Cadangan terambil . c . b . Lokasi Tambang .Produksi siap jual . k a i a ults 3 ton. a .Produksi untuk diolah . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral.Produksi siap jual . m. Lokasi Pengolahan . td t. Lokasi pengolahan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . PENAMBANGAN Produksi .Produksi untuk diolah . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . c . m. a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . kualitas 3 ton. m.Hasil olahan c . a . NO. 6 . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 .Produksi siap jual . 4 . d Sisa cadangan . c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . 5 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b .Hasil olahan c . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . kualitas 3 ton. k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . STOCK AWAL Lokasi Tambang .

..........Sit:..................................... atas ˆ Tangan bag.jm:.... ................ ......... ....... 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:....... EAA ENK ETMAGN....................... ......... aga eeaan ........... Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr .................................... ........ ekra aa ia aa eej ebl ..................... 5 Tnglkclka :............... ...... KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :..... ................... aa obn ag eaa ............................................ 6 Tma Kclka :...................................................... ..................................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga ....... ........................................ Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag........................ ei eai 4 Pkran :..... bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ........................................................................................ eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga ..... aa eej .......................................... 3 Nm kra yn clk :.................................. Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl................ ........................................................................... ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :.........................................................................................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl............ KPL TKI PRABNA........................ ept eeaan ..............................Lampiran XIII...................................................... a ............................ oo rt eeaan .............. 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ......................................... ...... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag.............................................................................................. aamn ejd a ea-ea eeaan ........................... bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 ......................................................................................... ......................................................................................................................... eeja ... 8 Skikclka :........................................ ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag....... Bga/eatmn:.......................... aa euaan . ainDpree .................................................................................................. ......................................... Uu :... ..........ˆ WB ˆ WT ˆ WT.................................................................................. ............................. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ............................................................ .......................................................... ............................................................................................................................................................................................................................................... I I IA hf ...................................................................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A .................................................... as eeaan ........................................................................................................................... eeaan ejd.... kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :... Lm Bkra :................ Jenis Usaha ˆ : Tambang........................................ ....

..k . .. . ii ..m . . . g ..... ...... ..k . .k ... .. . g .... ....... . . .... .k . ... ...m .. g . ... ... .... ..k . g . ii . ........ ......bjh . g .. g .. ii .. . . .... ii ... .m . bjh ..k . ii .. g . ... g . .. .... . . ... Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is .m .. g . ii . . ... . bjh . ii . . . . g ....... . ii . ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el. ii .. . . g .bjh .k ......... .k . ..... ... .. .... g . . bjh . . . ... . ...... . ii .. ... g ..m .bjh ... ...k . nomor. . ... g ..... .k . ....... . ... ii ..00 . . g .. ....m . .. . .m .. .k .k .k .... .) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL . ... . . bjh .. .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . . ...m .. ... . ....k ... .. . ... g . ii ..k .m .. bjh . . g .. bjh .. g .. ....... ii . ... .. bjh .. ... g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah . .. g ... g Jumlah . .Lampiran XIII. ii .. . g . . .... . .k .. ... .bjh ..bjh . .. ......m ...m ........ . ... .......k ... .. . .k .k .m .20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (. . g . . . ...... ...... ...... ... ...... ...k . . ..... . .. .. ii . . ...k . ... .. g .k ..m . .k .. bjh . . ii .k .. ...bjh .bjh . .. bjh .k .m . ..... ii ... ..m . g . . g .m . ... g . .k .. g ... .. ii . . bjh . g .. .. g ...k . .k ........ .k .. . .. .k . ii .. .... .. g ... ..k .m .. ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya . . bjh .k . ukuran jenis detonator dan Dinamit. D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat. bjh ...m . .. .... g . g ... ... .. ..k . ....k . . .k ... g . . ii . . ... .. bjh ... .. .m . . .. ... .k . ...m ..k . . negara penjual... . g 578 ...... g . . g ..k . bjh ..... . ii ..... ... .. . . .k . ... . . g ... g ..... g Dinamit .k .. .m .... . ...k .. . . . ... .. g . g . .k .... ii . .k ..m . g .. . .. .. .. Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw.. . bjh .k . .m . .k ..bjh . ii . .. g .. g ........... .. ... .. g ..k . ..m .... ... . bjh Jumlah . . g ..k .. . . ..k . g ... .. .

. .. Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No. . ......... Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang. . . . . .. ... terangkan tanggal keluarnya. . .. . P D U A AT M A G... ...Lampiran XIII.. .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I. .. . 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit.. Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 . . .. .. . AA SH ABN . . .

Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor... ................ Pembuat..Lampiran XIII.U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 .. Kepala Teknik Tambang (....... 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu............c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I... PENGAM AT DAN T. DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG..

.........000 JAM KERJA TAHUN 20.000.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..000 jam kerja F..... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F.. TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1.......R adalah kumulatif frequency rate per 1..Lampiran XIII.....000.......R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..000...... . Kepala Teknik Tambang 581 .000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat..R 2) PER BULAN KUMULATIF (....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F......

... Kepala Teknik Tambang (...) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 ........ PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No.....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat...........Lampiran XIII.... Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp...............

. ....000.... Kepala Teknik Tambang 583 .....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S.000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.R adalah kumulatif frequency rate per 1.......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1..... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S...R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1...000..R3) PER BULAN KUMULATIF (...Lampiran XIII............000 jam kerja S.000...000 JAM KERJA TAHUN 20...... I..

000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . 1. Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 . Jari Kaki. Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3.Lampiran XIII. Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia . Jari.

.......................... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 ........................... ..........Lampiran XIII............................................................................ penyebab kasus) ................. ....................................... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ........................................................................... KTT/Penanggung Jawab Lapangan .......................................................................................... (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.................................................. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral............................. 3 AKIBAT KASUS ....................................................... 2 PENYEBAB KASUS ................................. ... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) ................................................. 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : .. .............................. X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI .............................................. Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I................................... ................................. td t.............................. .................. 4 UPAYA PENANGGULANGAN ............... : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ...... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas....................................................... termasuk foto-foto terjadinya kasus) ..........................................................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I..............................................

000 . kebisingan dan gtrn eaa.Penebasan dan penyiapan lahan . .Peta pengelolaan skala 1 : 10. pengamanan. penutup. ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V.Rencana pelaksanaan pengelolaan . ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah .000 .Penambangan .Kualitas air. tanggul/dan kolam pengendap) . P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : .Pengupasan/penimbunan tanah penutup .Stabilitas lereng (tambang. ˆ Penanganan hasil penebasan.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN . tanah dan udara . ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.Revegetasi -Li-an anli BAB IV. c Penambangan . P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu.Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .jma. iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I. lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia.Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II. us ra.Lampiran XIII. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 .Pengolahan dan pemurnian . meliputi : .db.Tingkat erosi . ei dan jumlah tanaman. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya. pemelhra. d Pengolahan dan Pemurnian . daerah penimbunan.Peta pengelolaan skala 1 : 1.Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III.1. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A .lks.

d Pemantauan kebersihan penghijauan . contoh air. . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . daerah . pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . tanggul. timbunan dan lain-lain. b Biaya pelaksanaan pemantauan .Lampiran XIII. Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan .000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. e Pemantauan flora dan fauna .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi . BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan . c Pemantauan lereng.

Lampiran XIII. Ha Ha Semester ini 9 . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . 5 . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . 2 . 8 . b Di Luar Bekas Tambang . 4 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. d Penimbunan Bahan Baku/Produk . b Emplasemen . c Pelabuhan . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . b Lus Project Area ***) . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. Reklamasi a Penghijauan . 3 . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . 6 .

. A..e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air ... Pohon/Ha.. perkantoran.... Pohon/Ha..... penampungan air.N... Pohon/Ha. ..... Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5....Lampiran XIII.. .. Pohon/Ha... Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru .. b Penyulaman . Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada). Pemanfaatan lain... Pohon/Ha.. Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang . tempat rekreasi dll...a... misalnya untuk perumahan.... anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 ... pabrik. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 ... * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini. Pimpinan Perusahaan . h Li-an ..... c Pembibitan (bibit baru) .... Pohon/Ha.

I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P......... f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 ........dt.... RWLNTHN ........................dt...................... 1..... .. 2........s.. TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO...................s... MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN .s.... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1..dt......... ...... .... . II TEKNISI I......s... TDK......................Lampiran XIII.... ..........s.....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII...dt... .. 1.............. 1.............. ...USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 .. V V ..... TIUA/AU .... I. 1. TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA . T...............dt.... . 2..................dt.... . ................ ............... . I I I ............. 1........ V............ 2. 2................................. 2. 2..........s......................

..........Lampiran XIII.............................. 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 ......D.. NO.... JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S...... T ......... AA EITN .................... THPKGAA ..................................... TIUA/AU ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .. LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ................ RWLNTHN ...................

JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 .Lampiran XIII. PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I.

........................... T ...... NO....... THN......... LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ..Lampiran XIII............. NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 ......................................................................... AU .........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.......

.... b .... T.... 2 Muat a ........... c . b .... c ........ JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 . THN... c . c . b ... 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET......... b ...................... RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P............... b ...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .... 4 Pengolahan a .....Lampiran XIII... c . 1 Bongkar a .... 3 Angkut a .... RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN . 5 Laboratorium a ... AU .......

C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . 8 Perbengkelan a . b . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . c . b . 3 Bahan Kimia a . 7 Survey a .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . b . b . 2 Pelumas a . b . c .Lampiran XIII. b . c . 9 Klsrkn eitia a . c . b .

........(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) .. URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 ....................................pmgn K/KPPB ./2 ...............f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .................... Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO...Lampiran XIII.................... .. 0 ........ TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ..............

. Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan ...Lampiran XIII.. b Hutang Usaha ... a Kas & Bank .. d biaya yang masih harus dibayar . T . c Hutang Pajak . e 1 eebr .. Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar .. a Kewajiban Jangka Panjang . e Aktiva Lancar Lainnya . c Laba (Rugi) tahun berjalan ..... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor . b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain .. b Cadangan .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I. b Biaya yang ditangguhkan .. c Persediaan . 2 Pasiva Tidak Lancar .... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : ..... e Kewajiban jangka pendek lainnya .. Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 ... d Biaya dibayar di muka. a Hutang Bank . Uang muka pembelian ... b Piutang .... NERACA P . d Aktiva lainnya . Pr3 Dsme ...... c Aktiva tak berujud ......

.........Awal Akhir Produksi (+) . b Beban Bunga ..... THN..Lampiran XIII..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII..... PROYEKSI LABA RUGI P ..... b Administrasi............... T .. d Laba/Rugi Tahun Berjalan ......... Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ........ d Lain-lain ....... c Deviden ... b Persediaan ........ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Penjualan & Umum .... 5 . Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun ... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi .... . b Penyesuaian Masa Lalu .. Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga ...Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi ..... c Keuntungan (Kerugian) Kurs .... AU.... 6 .....

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->