Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . d Struktur organisasi perusahaan . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . c . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . Pendapatan & Biaya 2 . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . c . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . d r-kpr i eeso. b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . 3 . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . b . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . 2 . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . d Paspor dan Visa TKA . 2 . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . ekonomis lagi 3 . b . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . c Daftar kebutuhan barang modal . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . b Laporan kegiatan . 2 . b Dasar/alasan perubahan investasi . b Surat Keterangan status perusahaan . 1 . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . e Laporan kegiatan akhir . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . Perubahan Pemegang Saham 9 a . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . d Barang modal tahun sebelumnya yang . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . 3 . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . b Daftar barang/peralatan yang akan . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . 3 . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . negeri dengan pemakai 2 . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . 2 . b . Depnaker c Kualifikasi TKA . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . 2 . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . Perusahaan c Akte Perubahan . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Bukti penyampaian laporan kegiatan .

Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . d Keterangan lokasi kegiatan . b Spesifikasi Kualitas Batubara . b Rencana pengoperasian pelabuhan . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . b Desain pelabuhan . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . pinjam pakai sementara 3 .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . 3 . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . 3 . 3 . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.

Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . 471 . I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . 5 6 DESDM PROPINSI I I . Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a .. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. setelah Surat . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. BUPATI/WALIKOTA 3a . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. 2 . 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. 2 Gubernur memproses permohonan. PEMOHON Keterangan : 1 . 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . DESDM.

4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. GUBERNUR 3a . td t. 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . BKMD 3b . dan DESDM. DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip ..

Pemegang Saham B ............ Faksimili : 3 N........P...... Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota . #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum........... ......................... Eksploitasi.................................. I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) .... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A ....... ..... Komisaris dan .... ies No 1 2 3 4 5 b ....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT ................... ... Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ................................ : ..... : .........P ...... : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ .... Pemohon : 1 Nama Pemohon ... Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 .. Pengolahan/Pemurnian... Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan .. 2 Jabatan/Pekerjaan .. : 4 Susunan Direksi............. ... a Drki ................. . 1 PERMOHONAN ... Eksplorasi.. d i ..................W....

..................... ................. ... (nama pemohon) Tembusan : 1 ...................... 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan ........ .. Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak....... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 . 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir ........ 3 *) pemohon KP Ekspoitasi... Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal ........................ Eksplorasi dan Eksploitasi)...........000 ......... 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) .. 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri.. perubahan Akte terakhir : ..... : Rp................................................... 7 Nama Induk/Grup perusahaan : .................................................. td t Materai Rp....... Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal ..... (........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ...) ...................................... 2 .......... 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa .............. 6.. Demikian permohonan ini kami ajukan............ : ......................... ...... ............................................................ (........... C ......... ......................................... . ....................................... 6 Laporan studi kelayakan *)**) ...... a Jumlah Net Aset ... ........................ : .... ..... ................................. ...........) ............. ............................. pertambangan dan telah disahkan oleh Dep........ kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku . Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ..... 2 # coret yang tidak perlu....... Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ......................... b Jumlah utang ....... 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum............ Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ........ Pengesahan Dep................. apabila ternyata keterangan tidak benar... (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) . : Rp............. Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ..

..... #) Yang bertanda tangan di bawah ini........... .. Nama Pemohon :............. 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ....... ................................................ 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi .................. Nama Perusahaan :................................. AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak.............. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .................................. ....... ... 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap.......................... 2 ..... dengan ini................ 4 Rencana Kerja dan Biaya................ Jabatan dalam perusahaan :.... 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **).............. 6 Laporan studi kelayakan ***) ..... .............. td t Materai Rp............................... 6000 .................. .... 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ......... Alamat perusahaan :.. Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak .... 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ........ kami ucapkan terima kasih ....... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan............. PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ...................... ................ .. (nama pemohon) Tembusan : 1 ...... 2 *) Coret yag tidak perlu . ... .... D i ....... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) . ............................................

..... 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap.............. #) Yang bertanda tangan di bawah ini.................... 2 .... ................... dengan ini..................... ... .. .......... ... ...... 2 Laporan Kegiatan........ Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak .. 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri . 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***)..... .. ............................. Eksplorasi dan Eksploitasi........ Jabatan dalam perusahaan :...... Rencana Kerja dan Biaya............ ...................... Nama Perusahaan :...... 3 **) pemohonan KP Eksploitasi . Atas perhatian dan persetujuan Bapak......... 6000 .................... .......... 5 ****) Penyelidikan Umum. ........... Nama Pemohon :........................................... . 2 *) Coret yag tidak perlu .................................. ......... D i .Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . ............. 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **)........... (nama pemohon) Tembusan : 1 ............... 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***)...... td t Materai Rp..... ........ mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan. kami ucapkan terima kasih ................................. 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***).......................................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 .......... Alamat perusahaan :.... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ......... PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ..............

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

............................ ......................................... ............... .............................. Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ...................... ............................................ : .............. : ......... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . : ....................................................................................................... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan ......... : ....... : ........................................................ Komisaris dan Pemegang Saham : ....... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan .....................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ............................................................................................. ............ ........ 4 Susunan Direksi............................. D i ....... *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ............ : ......... ............................................... a Susunan Direksi..................................... Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : .................... ... () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ........................... B .. Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) .............. : .................... Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : ........ : . ............ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................... PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ..... .................................................................................... : ........

......................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ........................................ ............................. Pengesahan Dep.. Perubahan akte terakhir : : : : : ............................... () Jumlah Net Aset 1 : ........ : .................. b Perusahaan Nasional ......................................................................................................................................... () Penghasilan Bersih 3 : ..................................................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ... Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal ......... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ... (2) Jumlah Utang : ...... Kehakiman b Nomor dan tanggal ...... ............... () Penghasilan Bersih 3 : ................................. () Jumlah Utang 2 : ............... ....... () Jumlah Net Aset 1 : ................................. Nama Jabatan Susunan Direksi.......................................... Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing .......... 6 .... ........................

.... (nama pemohon) Tembusan : 1 .......... 6 ........ 2 .......................... apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar. Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : ........ Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ............- ............... 4 ...... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ............... Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk.. td t Materai Rp... .......................... ......000.. Lampiran permohonan 1 ......... Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota......... 5 .. 2 .......... 2 # coret yang tidak perlu .... Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan......... Tanda Terima SPT Tahun terakhir. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 .. 3 ............ .......................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . 6.. ........ ........

.... kami ucapkan terima kasih.......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ...... Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.................. IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : .. Atas perhatian Bapak......tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 .. Pemohon Materai Rp.. Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum ............................... ... Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota ........ .........000... 6.. ............. Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum... D i ....

............................. b ................. PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : ...... Daftar peralatan utama yang dipunyai............. : ...................................................................................................... : .......... : ................ jenis/macam peralatan.................. : .... 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : .. l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c .............. 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ....................................... 4 Referensi Bank ) : .............. status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ...............................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ............................................ Daftar Personalia : ............................... : .................................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ....... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 .......... 5 Akte Pendirian ) : .......................... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : ........ KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : .......... Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : ................................................................... d PERALATAN ...................... jumlah.................................................... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a ........ ...... Daftar tenaga ahli : .............................. kondisi..... 6 Keterangan lain ) : ..................

) 2 Kegiatan Teknis.. ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku..... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.... ) 6 Keselamatan kerja...... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja. ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)..... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini . Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup. termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan .... ) 4 Keuangan. Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ......... ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ... b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya . Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.......... 2 . ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .... nsoa... brau elk... . bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang ... ..... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 ..... melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya.

. kami ucapkan terima kasih...... Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl..... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 ......................... Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan. dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ............ ........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ..... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth..... .... PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : .... aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum. D i ..................... Gubernur/Bupati/Walikota ............... ......................... Atas perhatian Bapak..................

...... : ................... : .......... : ... Daftar pimpinan umum perusahaan : ............ SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ................ : ............. KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ............................................................................................... : ......... : . : ......... kondisi................ d PERALATAN ............. Daftar tenaga ahli : .................................................................................................................................................... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ........................................ : ........... jumlah.... : ......................................... PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b . : ....................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 .............. dengan alamatnya Daftar Personalia : ........................................................................ PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ................................................ dengan menyebutkan jenis/macam peralatan............ Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas.. status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ....................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ............................ PERUSAHAAN : .............. : . : ..............................

......... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 ....... Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa........... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii. ) 2 Kegiatan Teknis. Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk. termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk.. b .......... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.... esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a . ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja........ Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya .. ) 4 Keuangan.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ............ apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku..... ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin......... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli.. mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja..................... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ...... ) 6 Keselamatan kerja........ 2 ......... brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n ........ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t..... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)....... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 .... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup..... c .......... ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya...... ...

atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang .. 489 . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. D DAFTAR . Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . dampak penting yang mungkin tmu. Berisi nomor tabel. Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . Berisi judul Bab. Sub Bab.ar htndnli-an ain i. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL .

(sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab . c Memprakirakan dampak dan meng. lingkungan hidup. l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai .. oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . antara lain : . yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs. baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. BAB III. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . naa an a Tahap persiapan. operasi sampai dengan pasca operasi. kabupaten. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan.. c Kapasitas produksi . hidup awal.. agt ej et wl ej. antara lain . operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.3. a Nama dan lokasi proyek (Kampung. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . propinsi. alam/binaan. naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . 2. Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . desa. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej. . l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . pss gorfs. d Jenis sumber energi/ bahan bakar. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . e Debit dan sumber air yang diperlukan . dan sarana lain. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. kecamatan. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum .. DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. sumberdaya alami lainnya. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan... Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . .

b Batas ekonologi. .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. yaitu ruang dimana . transmigrasi. Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. dl. antara . Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa.000 sampai 1 : 100.000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV.. Kabupaten.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. c . pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . pertanian. Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. f g . batas administrasi pemerintah (Desa.. diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. l) e Resultante dari keempat batas wilayah . Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan.. operasi dan pasca operasi. adalah berupa ruang .tratdna ksta. ekonomi. naa an a . d . Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL. METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. terkait dengan . eitn d Batas Administrasi. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. sosial budaya) dan kesehatan masyarakat.. Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. e . lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. Kecamatan. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . c Btsssa. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. b . .

analisis data. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . biaya peralatan.2. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. biaya survei lapangan.. Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . pengumpulan data sekunder. dengan rencana kegiatan. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . matriks dan daftar isian (hcls) cekit. c Studi literatur yang erat kaitannya . TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada.3. Mekanika. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. penyusunan pembahasan. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. Kep.. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. antara lain : Gaji/upah. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. biaya perkantoran dan baali-an iy anli. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. 056 Tahun 1994.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. biologi. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. b Laporan penelitian/studi tentang . disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. trat eki. tujuan dan ruang lingkup studi. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. l BAB V. biaya analisis laboratorium. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum.. Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. 5. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku.

PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. Peta lokasi. tabel dan foto C . titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. I I . l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup.. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang .atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. DAFTAR TABEL Berisi nomor label. l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. bangunan berwawasan lingkungan. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). skema. air. Berisi judul Bab. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. l B DAFTAR ISI . hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Sub Bab. Memuat alasan. dampak penting yang mungkin tmu. Menteri Pertambangan dan Energi. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. c Berkaitan rencana kegiatan dengan . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . Perturan Daerah setempat dan lain-lain.

b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. metoda pengumpulan dan analisis data. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. operasi sampai dengan psaoeai ac prs. konstruksi.1. b Sebagai wahana untuk memberi . yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. hidup awal. yaitu ruang dimana . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo.. operasi. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . c Memprakirakan dampak dan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. fisik-kimia. Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. operasi dan psaoeai ac prs. 2.. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan.

un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. 495 . Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. c Batas sosial. eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . adalah ruang di sekitar . antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya. b Pada pengumpulan data lingkungan .. sosial budaya. yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . biologi. rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. adalah berupa ruang .. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. b Data sekunder . b Data komponen kegiatan yang . Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. c Pengumpulan data untuk demografi. Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. . atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. sosial ekonomi. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . berupa uraian tentang metode pengamatan. dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai.000 sampai 1 : 100. Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. adalah ruang . persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i.0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi.

. Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. (dilengkapi peta dengan skala memadai). 3. matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. gunung. b Perbandingan dampak penting . Susunan tim penyusunan Andal. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . 2 Tim geofisik-kimia . statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan).2. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa . Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. 3. Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting .3. hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan.4. BAB III. 3. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . 3 Tim biologi . Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . Kep. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi.5.6. 3. b Identitas penyusunan Andal . hutan dnli-an.. dermaga dan lain sebagainya). jalan kereta api. 4 Tim sosial dan kesehatan . hendaknya menggunakan metode bagan alir. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. 3. Untuk memprakirakan dampak penting. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . 056 Tahun 1994.

cadangan terkira dan cadangan terduga. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah.. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . l l l l l 38 . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.. uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. l l l l l 39 . kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. 3. laboratorium dan lain-lain. a Pertambangan Batubara . uraikan jenis alat. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . apakah tambang terbuka. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. 1 Tahap Persiapan . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. 1 Tahap Persiapan .. Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.10. gudang bahan kimia dan mekanik. tenaga listrik.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 .

Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. seperti stala lnk. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. penggilingan. Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. Uraian secara singkap rona b . c . aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. 498 . misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. peledakan. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. pemekatan. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. ekonomis maupun budaya. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. gambar aa ft. perlu mendapat perhatian khusus. penguranan kadar air.uaknjnsaa. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan.pnnglnakooi.

a Iklim dan kualitas udara . seperti porositas. lahan. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. gempa bumi. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. CO. yaitu gerakan tanah. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . suhu (maksimum. Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. curah hujan. minimum. zat pencemar (debu. Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. struktur geologi. ekologis maupun nilai estetikanya.. CO2. kimia dan fisika tanah. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. NOx. intensiatas radiasi mataair. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). keistimewaan dan . bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. Membahas keadaan fisiologi dan geologi. 2 Jenis tanah. dl. H2S. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. rata-rata). permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. SO2. jumlah hari hujan. 4 Keunikan. 3 Tingkat kestabilan tanah . kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. an b Hidrologi dan Kualitas Air . terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. karakteristik . rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . kegiatan vulkanis dnli-an a anli. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . kelembaban.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. keadaan angin (arah dan kecepatan).

ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. hutan mangrove dan li-an. dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. migrasi. cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. 2 Rencana pengembangan . wilayah. dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. tp dnjnsjnsvgts. burung.. rencana tata ruang. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. arus. karang. e Tata Ruang. tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. 1 Perkiraan penyebaran. 1 Inventarisasi tataguna lahan . 3 Perkiraan penyebaran dan . eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . agar dibahas keadaan hidrooseanografi. . 1 Penjelasan tentang vegetasi. pola . Lahan dan Tanah . 3 Kualitas air laut dan . b Fauna darat/perairan . 42 Biologi . angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. eitn 3 Kemungkinan adanya . gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. 2 Perikehidupan hewan-hewan . anli) 5 Uraian vegetasi dan . meliputi : 1 Pola pasang surut.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. . rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . yang dianggap penting yaitu habitat. interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. 4 Inventarisasi nilai estetika . aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . a Flora darat/perairan . reptil.

Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. jenis kelamin. mata pencaharian. BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. 43 Sosial (demografi. baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). bila data dan informasi faktual tidak ada. ekonomi dan . 501 . l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. c . Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi.. 4 Hewan-hewan lain yang . ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. konstruksi. pendidikan dan agama. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. Identifikasi. . atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. meliputi : a Kependudukan (demografi).

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi .yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. a Membuat uraian secara jelas dan .. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas.. l 22 Data Teknis Proyek . Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan). antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. Uraikan secara sistematis. antara li : an 2... Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya.1. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan. Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya.. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . b Membuat semua saran tindak yang . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. l l l b Identitas Penyusun Andal .. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut.

l Pembukaan lahan. baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. misalnya : l Survei/pengukuran tanah.. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . 42 Dampak Penting Terhadap Aspek . antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. dsb. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. ekonomi dan sosial budaya. l iklim.. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic.3. l Erosi. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia .1. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek. kemudahan. sosial ekonomi. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . sedimentasi.

Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan. 4. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung.db. misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. rancangan rinci rekayasa. kntus.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. mencakup : b Biologi . l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 . etr an b Pengembangan dampak positif agar .3.. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl.7. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi). osrki s) 4.8.. sketsa. Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan . Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. antara lain.5.

. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . majalah.. fungsi. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang.2. BAB V. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii.4.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. yaitu : l topografi. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. l kondisi prasarana dan sarana umum. 2 . lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. l kondisi kehidupan masyarakat. jelas. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. atr li : naa an 1 . Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. 5. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. egsr l spesies langka (flora dan fauna). DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. l lokasi pengelolaan dampak. l calon lokasi kegiatan. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep.

Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. Berisi nomor tabel. D DAFTAR GAMBAR . Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. us BAB II. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . identitas. Kepentingan pembangunan umum. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. 27 Tahun 1999. antara lain : . DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. Berisi nomor gambar. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis.. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . Berisi Judul Bab. Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. BAB I. C DAFTAR TABEL . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. baik secara regional maupun nasional. l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. E DAFTAR LAMPIRAN . B DAFTAR ISI . antara .2. Berisi nomor lampiran. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). l a Kepentingan Pemrakarsa. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual.3.

Gudang Bahan Peledak. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . . Bengkel. Pelabuhan/Dermaga. operasi dan pasca oeai yiu: prs. tolok ukur dampak. diberikan dalam Andal BAB III.. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. metode pemantauan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . kualitas bahan galian. l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. antara lain : a Luas KP Eksploitasi . a Memuat uraian secara jelas. Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. lengkap . Kecamatan. jumlah cadangan. at l kaia uaa kaia ar ults dr. (Kantor. ults i l geologi. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). uraikan mengenai keadaan lapisan. c Penanggung jawab Kegiatan . lokasi dan periode pemantauannya. Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. sumber dampak.. Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. d Penyusun RPL . sistem penambangan dan umur tambang. b Memuat semua saran tindak yang . Tempat Penimbunan. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. 22 Data Teknis Proyek . Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. Perumahan.. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan.. 33 Tolok Ukur Dampak . 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . Gudang. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. Kabupaten. lapisan yang akan ditambang. tata ruang. b Lahan untuk sarana dan prasarana . Jalan. a Nama dan lokasi kegiatan . Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya.. Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . Instalasi Pengolahan. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting .

Metode ini dapat menggunakan foto praduga.. aa kerja. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak .. 37 Periode Pemantauan . c Observasi . antara li : an a Pengukuran . 23 Tahun 1997.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . Tata Kerja. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. lokasi dan interval waktu. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data.tp aa.5. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan . ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau . 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . 3. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL.. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No.. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. b Wawancara . meliputi ifrai jnsaa.. pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan.2. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. pengalaman dan lain sebagainya. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan.tnkt noms.

Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. Men.. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. 2 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. dalam Bidang Pertambangan dan Energi).

Kualitas Udara 3. 1. Kualitas air 5. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Migrasi Penduduk 4. Flora 2. Pengolahan batubara/bijih 13. Kesempatan Kerja 2.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Penambangan batubara/bijih 11. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Penambangan batubara/bijih 6. Penanganan tenaga kerja 7. 1. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penambangan batubara/bijih 5. Pemindahan tanah penutup 10. Ruang. 1. Iklim 2. Hidrologi 6. Pemindahan tanah penutup 2. Aktivitas Ekonomi 3. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Kebisingan 4. Penimbunan batubara/bijih 14. Penanganan tenaga kerja 513 . Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Pemuatan dan pengangkutan 12. Fauna Darat 3. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Reklamasi 15. Penambangan batubara/bijih 3. MISALNYA : C.

Reklamasi 15. Pemindahan tanah penutup 10. Kesempatan Kerja 2. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Penambangan batubara/bijih 5. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Penambangan batubara/bijih 3. Kebisingan 4. Pemuatan dan pengangkutan 12. Aktivitas Ekonomi 3. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Kualitas Udara 3. Ruang. Penambangan batubara/bijih 11. 1. 1. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Flora 2. Penambangan batubara/bijih 6. Hidrologi 6. Penimbunan batubara/bijih 14.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penanganan tenaga kerja 514 . Pemindahan tanah penutup 2. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Pengolahan batubara/bijih 13. Kualitas air 5. Iklim 2. 1. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Penanganan tenaga kerja 7. Migrasi Penduduk 4. MISALNYA : C. Fauna Darat 3. Penerowongan (tambang bawah tanah 9.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

000 Ha. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 .000 ton/th (ROM) ≥ 600. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 . (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5. 4 .000.200. Dan atau ≥ 100 Ha. termasuk pengolahan.000 ton/th (ROM) ≥ 1.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1.200. 1 . Semua besaran 3 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. termasuk ) pengolahan. 5 .

.. .. c Kbptn:. 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air... I I . Coret yang tidak perlu c ..... .. Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a . b . (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan .. 13 Maksud dan Tujuan ...... b Kcmtn:. T h n .....dl tasirs. eitn an 22 Lahan ...PLH/1994 tentang Pengawasan..(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug... masing-masing) a .. Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe . a ... ..... . 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan........... ..... : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat . .. a Desa/Kelurahan : . : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : ... eaaa .Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I.. apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn ... ... Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a .m/a) ryk .. d Pois :.. rpni ...m/a) Status lahan.. auae . e ..... . c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun . c Jenis Perusahaan ... ...........(2H* edkn. e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan ... b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun .. ... .. Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a . euaa. * ) 14 Dasar Hukum .... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum.. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.. .. ....... Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li.... .. .. .... ..... ......... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M. d Keputusan Menteri Negara Lingkungan ... . a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor .... Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. . PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan .. b Status Perusahaan .. e a a m r e i t n .... .. . Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan .... f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan..... UPL a Nama Perusahaan . . .... Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 ... Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta.l) atau tidak c .. b ..... atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi.

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. . Hidup. V . Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur.. akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik.Jma.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b .. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Jenis dan Spesifikasi Teknis. 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . . V I . 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan ... Kimia dan Sosekbud). 42 Jenis dan Potensi Dampak .. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta.. Biologi dan .Jma. l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . 31 Tahap Persiapan . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . Kimia. Sosekbud. 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi .Sft dl. (Jumlah. 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika. ei a psfks ens dl. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. thpoeai(ei. (ei. UPAYA I c . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi . l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi .Sft dl. up.. Jns ulh ia. l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I.. dll). aa prs Jns ulh ia. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak . gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepada Biro Bina Lingkungan . KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan.. metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. 2 Bupati/Walikota.. td t. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang ...

Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn.yn mnau lks. gudang dll). Uraikan teknik. perumahan.. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini... Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target .. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I . untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing.. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor... gudang dl. Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan.la nu au . kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) . RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi.. 212 . stockpile/yard. I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan ..ag eckp oai us lahan..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB ... Uaa. dan peruntukan lahan asal. bengkel. perumahan.. gudang dll). kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 ... stockpile/yard.. bengkel.. bengkel.. l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling.brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan .. stockpile/yard.. 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan . perumahan. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) .

Pemeliharaan (pemupukan. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor. perumahan. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui. skala Minimal 1 : 10. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada). dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll. air limbah pengolahan/pabrik. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna.Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn..000. l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. kekerapan. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan.. dll.. serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan).000. 2.. stockpile/yard. dll). Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . KEGIATAN V . gudang dl. tanah dan udara l Saiia lrn.. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. metode. bengkel. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4).. LAMPIRAN : 1 .4. td t. meliputi : . Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. lokasi. i sm abn. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa. penyiangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. skala minimal 1 : 10. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. RENCANA BIAYA V 411 . dan parameter yang dipantau) l Kualitas air.eoidl tblts eeg rs l. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn.Persemaian . timbunan tanah penutup.. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. pengkapuran tanah. 421 ... 2 . air larian permukaan... aiia eujn.. upah tenaga kerja. limbah domestik. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada).. dlmrnaatreu aa au . l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I.. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing..Penanaman .. penyulaman.

atf ki .. luar tambang . .. h Pelabuhan/Emlasement .. d Jalan Non Tambang . . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 .. a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian .. Lnfl i adil ..selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di . 5 Fasilitas Penunjang ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . b Kolam/Penimbun Tailing . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . . c Perumahan Karyawan .. . DAN RENCANA TAHUN . Kantor f g Bengkel .selesai 3 Jalan Tambang . e Gudang.atf ki . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang .

c Bekas kolam sedimen/ ..... Sub Total (1+2) 3 Revegetasi .. penutup c Bekas jalan tambang .. Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . penampungan air. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 .. (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN .. .. a Lahan bekas tambang . DAN RENCANA TH .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . lainnya 4 Pemanfaatan lain **) .. d Bekas jalan non . b Timbunan tailing . b Timbunan tanah/batuan . . Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi. dan lain-lain). Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang ... penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan .. Lahan**) a Timbunan batuan/tanah . e Bekas jalan non . TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan .. tambang e Timbunan tailing . sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang . DISKRIPSI S/D . tambang ... kolam ikan.. .

HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. 1 Tanaman Penutup .. HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 .... Kg 5 Obat-obatan . Ltr ie Sub Total I I Penanaman I .. a Benih . Kg d Tenaga kerja .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN . Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) .. Contoh 3 Tenaga kerja . persemaian Buah 3 Kapur .. I Persemaian 1 Benih tanaman pokok . HOK 2 Tanaman pokok/pohon ... Ltr ie 2 Analisa tanah ... Kg b Pupuk . Kg 2 Pembuatan tempat ... a Kapur .. 1 Obat-obatan . Kg c Pupuk .. Kg c Tenaga kerja . Kg b Kapur . Kg 4 Pupuk .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan .Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . 1 . Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . 1 . b . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . 1 . V . Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. 1 .

ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. Tambang. pengolahan dan prinsip konservasi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. Geologi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. tatacara penambangan. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. ˆ Penyiapan bahan evaluasi.

ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. pengolahan dan pemurnian. Tambang. penambangan. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. Penelaahan kemajuan reklamasi. kejadian berbahaya. konstruksi. 530 .

ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. pemakaian berbahaya dan beracun. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. RTKL. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. realisasi pelaksanaan reklamasi. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL.

ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. produksi. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. Penela ahan tumpang tindih wilayah. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. Pengolahan data cadangan bahan galian. 532 . eksplorasi. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. cadangan bahan galian. mendata pro-duksi dan penambangan.

1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . I I . 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. bahan buangan/limbah. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. b Menyiapkan peralatan inspeksi. a Menelaah data objek inspeksi. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. c Melakukan presentasi obyek inspeksi. 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. . 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. rs. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping.dit cos ct dl rie rf. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . u. lingkungan/pemantauan lingkungan. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . Keselamatan kerja. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. . dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. atau pencemaran lingkungan. 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls.

1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. 534 . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej.

1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. ) 535 . 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit.

npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. b . dermaga. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 536 . ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises.

Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) c Melakukan presentasi obyek bencana. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. inspeksi pada tambang bawah tanah. pengujian kelayakan operasi. inspeksi pada fasilitas permukaan. Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) j Menganalisa penyebab kejadian. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . I. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. inspeksi pada tambang permukaan. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . 1 Melakukan persiapan . inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. 1 Mengumpulkan dan menelaah data. c . 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) 2 Menyiapkan alat uji. Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . c . Inspeksi Bencana 1 . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. b . II PENGUJIAN I. ) j Menganalisa penyebab kejadian. 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. ) i Melakukan pengujian peralatan. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. inspeksi pada tambang semprot. inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. Kejadian Berbahaya. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. Pelaksanaan Pengujian. 2 . 1 . Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. ) i Melakukan pengujian peralatan. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. pengujian kondisi tempat kerja. 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada kapal keruk. ) 2 Melaksanakan Pengujian . ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. inspeksi pada pelabuhan. 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada pasca tambang. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan.

Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi. 4 .

saran.... • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi..... berupa : ... Penutupan Tambang .......... Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki.... pengelolaan dan pemantauan lingkungan).... Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi .... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang). • Tidak ada • Aa yiu:..... PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan..... 2 ... rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang.. NP I 2 Hasil Inspeksi .. at . A ..... dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran.. serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan).. LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang .. d. Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 ........... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 ...Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang... C . .. (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu. Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran.. . berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang..... 2 Hal lain yang perlu dilakukan : .. ekonomis/ produksi.. 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan... B ... NP I ..... (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang...........

.................. 4 . ......... ........ faktor penyebab kss au) ......... : : : : : : : : : 8 .. .......... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus........ termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb................ ......... 5 ............ ...................................................................................................... 6 ................................................ PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ........... RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ....... TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ................................................... FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas............................. ..........................Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 ... TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)................................ ..... 7 ...................................................... ................................................................................................. I........................................................................ a) .. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 ................................... NP .............. HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ... ........... ............ 3 .............. .......................... 2 ....................................................... PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ............................................ ....................

baik melalui kerjasama. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. krls dt eslrs. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. . penjualan saham dsb. 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. tatacara-tahapan eksplorasi. pengukuran. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. . peraturan yang mendukung. goii. Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . . 5 . penyebarankualitas & cadangan mineral. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. . tetapi juga pemerintah dan masyarakat. 2 . Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan .dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . data hasil eksplorasi yang tidak benar. tidak benar untuk perencanaan penambangan. perkembangan kegiatan eksplorasi. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. penerapan sangsi dan tegas. eitn Rentan akan manipulasi data. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. dpst eoi. Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. baik dari segi geologi. 4 Tenaga ahli . bisa dipenuhi. saham untuk kegiatan eksplorasi. eksplorasi. disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. I. 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . I I . braa lna. peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. 4 . . eslrs. I LATAR BELAKANG 2 . 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . 3 . 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil .

e Penyelenggaraan presentasi . c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . 7 . sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. kerapatan data dsb). penampang) . 3 Ctastlt . Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . . 542 . f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. ltlg. analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. d Interprestasi dan penentuan anomali . f g Batas KP/KK/PKP2B . Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. 2 Pemetaan Topografi . 1 . c Peta geokimia. 4 . ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . b Peta lokasi contoh apa ada. dan interprestasi .idks mnrlss. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . cebakan mineral yang dieksplorasi. a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . c Hslitrrsai(easrku. 9 . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . b Kordinat data . perhitungan cadangan. khususnya GPS . VI. b Dibuat juklak/juknis . 5 . 6 . mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . . . c Hasil (peta. c Due deligance . 2 . e Pelaksana . . PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . . . h Indeks peta . Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. apa sesuai dengan KP/KK/ . . . a Diatur/dibuat peraturan perundangan . geofisika. . . e Penetuan daerah anomali . iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B .dl. Korelasi nilai unsur yang dianalisa. h Kelayakan nilai kadar geokimia. Geodetik e Laporan hasil pematokan . kegiatan eksplorasi (analisa. klarifikasi cadangan. Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. lapangan. c Bentuk/kehalusan kontur topografi. b Korelasi data sekitarnya . anomalinya. b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . f g Kemungkinan kontaminasi. ai nepets pt tutr ies. kpoai V . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. d Kelayakan lokasi contoh. sampling. Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. geokimia. digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. deposit e Kelaziman peta geologi . 8 . 1 . . 6 . Jenis kegiatan yang dilakukan. pemetaan geologi. pemetakan topografi. mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan.lnai . PKP2B d Peralatan yang digunakan. d Interval kontor . a Cara pengambilan contoh. Petageologi lokal-detail ada/tidak. 1 Pematokan Batas KP . yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . pemboran. . c Detail data pendukung . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. pemboran. d Penelaahan/evaluasi laporan . 4 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . . e Kemungkinan pembesaran .

preparasi contoh. e Spasi data termasuk sampling. Pemboran (recovery. Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . cadangan . dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. Apakah telihat kemajuan. b . . . c . c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. iai . penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . etfkt nls. c Laboratorium pelaksana . c Logika kadar mineralisasi dan nila . duplikat contoh). . dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . lapangan/eksplorasi h . e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. analisa. contoh. expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . eeto ii. kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . b Krls hslaaiata usr . c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . . terowongan. mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. ketentuan yang berlaku. f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. dcr. Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . 9 . d Penafsiran bentuk endapan. b Apakah laporan dirapel/tidak. duplikat contoh). . Detail geologi & mineralisasi. eksplorasi yang dipakai. g Pemboran (recovery. sertifikat. Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. . f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . . eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . . geokimia. antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. b Lokasi kegiatan yang konkrit . . Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. 1 . e . d . Evaluasi Laporan Kegiatan. . Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . Pengirim contoh. . f 7 . kgaa. rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . costaining. lrfks b Data Pendukung . 1 . • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. 1 . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. . l m Hasil trenching. Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . sampling. . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . sampling. dea. preparasi . d Sriia aaia . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . h Ksrnhslaaia . oeai ai nls ip nu. Pola spasi. cara dan peralatan pemboran. Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . . h Metode perhitungan sumberdaya dan . 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . 1 . f g Dtcinlmt . arh . Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . i . iaa ai nls. Cek batas KP/KK/PKP2B. e Kode/tanggal/tahun sertifikat.

j 1 . dan cadangan. d Metode. h Cek peta batimetri . b Logika penyebaran . h . . . Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . . Spasi data pendukung i . Kebenaran peta topografi. h Cek semua hasil kegiatan .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . lokasi & spasi pemboran . . . c Banding data bor & geofisik . Cek penarikan outcrup. i . . e penampang hasil pemboran . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . mineral dan kimia. Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Regional . Cara perhitungan cadangan i . . f g Korelasi dengan data Geol. e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. c Logika nilai parameter kualitas. Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. . . b Cek korelasi singkapan dan bor. perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor.

Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. bijaksana. penambangan. ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . benar.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. 25 Tahun 2000. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . yang setelah dievaluasi secara teknis. I. I I . ctofgae u f rd. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. biasanya dinyatakan dalam persen. biasanya dinyatakan dalam persen. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. 3 Penetapan dan peningkatan recovery . ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. .

4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . evaluasi . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. dan kadar/nilai rendah. . Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan.scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. a di Kantor Perusahaan . tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. yang ada sehingga menjadi produk sampingan. seluruh kegiatan pertambangannya. KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . V . tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. cadangan pada masa pengakhiran tambang. KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. b Memberitahukan kepada manajer lapangan . an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . V . 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . 9 Penggunaan produksi bahan galian. 1 . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. V I PROSEDUR I. pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. c Mengadakan diskusi yang mendalam . pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. a mempelajari data sebagai bahan . maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . recovery penambangan. Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. 1 . sesuai dengan kewenangannya. perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . pasca tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. Hal 4 tidak ada 546 . mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. lengkap dan baik. li. 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . sehingga mendapatkan recovery maksimal.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . 1 . 1 . PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. setiap 6 (enam) bulan. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . 1 . cadangan bahan galian secara rinci. dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. bimbingan.

dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. a a a a : a Mengamati apakah telah . : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. b Ttcr . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. penambangan.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . : Recovery b Ttcr . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. c Mengadakan diskusi ang . a a a a : a Mengamati apakah telah . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . a a a a : a Recovery Penambangan : . 547 . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. a a a a : a Mengevaluasi apakah . b Mengadakan diskusi . lk ea iai b Recovery pengolahan : . b Ttcr . b Mengamati apakah telah . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . kadar/nilai rendah dan bahan galian li. dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal.

I. ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. b Mengadakan diskusi . 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. b . Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. penanganan taling adalah sebagai berikut : a . antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . b Mengadakan diskusi . antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . b . 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya .

Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . sampling. Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . B Kewenangan lainnya . Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . pengukuran. RUANG LINGKUP 5 . 1 Apabila dianggap perlu. dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. pejabat pengawas . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . PENGAWAS PRODUKSI 1 . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . 3 . Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. sampling. produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. pengujianpengujian. . pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. 2 . bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . I. umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. . diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . 2 Dalam melakukan pengawasan .

b Pemeriksaan secara administratif . Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan .Certificate of weight . pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. d . pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai . 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan .Pencatatan stock akhir d.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . produksi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. Kegiatan pengapalan. c Kegiatan Penimbunan .Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. Selesai melakukan pengawasan. d Melakukan rapat mengenai hasil . PEMERIKSAAN V . .Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . . Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. mingguan. bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang . angka (1) tersebut.Dokumen Bill of Loading . . data/ . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan. pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) . 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager . d Temuan dan Pembahasan .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama . e Kesimpulan dan saran .Dokumen delivery order. 4 .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. 4 . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). DAN OBJEK PENGAWASAN 2 . c Melaksanakan Pemeriksaan .Criiaeo aayi etfct f nlss .Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan .Pencatatan draft kapal . 3 .Pencatatan stock awal . laporan produksi baik harian.Dokumen invoice . Pemurnian .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan . . hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas.Jumlah barang yang diangkut.Pencatatan recovery. dan atau proses produksi. pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya.Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . SISTEMATIKA I PRODUKSI A . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . V . PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha. c Pemeriksaan secara teknis .Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. Pada tahap pelaksanaan pengawasan.Dokumen syahbandar . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan.

Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. pengukuran draft kapal. tanah pucuk. certificate of analysis. delivery order. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. penggunaan tenaga kerja. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . lokasi peggunaan. syahbandar.Dokumen invoice. eiinpoe. produksi dihasilkan. bill of loading. run of mine. pos retribusi. tanah penutup.Jumlah penggunaan . 3 Perencanaan produksi penambangan. pengukuran tonase. air. harga penjualan dan lainli. 3 . . penggunaan bahan peledak. Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . penggunaan peralatan. midling. penggunaan bahan bakar minyak. losses ketika pemuatan/pengangkutan. by product dnli-an. 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. flow chart.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . efisiensi pengolahan/ pemurnian. an USAHA VI K E W A J I B A N I. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. dokumen. . 2 Perencanaan produksi penambangan . ketersediaan front penambangan. dan lain-lain. 551 .iviednli-an aag noc a anli. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . kemajuan penambangan. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. recovery. certificate of wih. tujuan penggunaan. marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut.dnli-an ults a anli. stripping ratio. recovery. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . .Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . dokumen kontrak jual beli. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. efisien peralatan. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . egt cl i et oveyor. flux. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . b Pemeriksan pemakaian sendiri . losses.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. tailing.Kaia ults . losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. delivery order. pemberitahuan ekspor barang.lse dnli-an fse rss oss a anli. Meliputi pemeriksaan yang akan. pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. material balance (feed. ongkos produksi. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. reagent.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). kontrak jual beli. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan.Dokumen bukti terima barang. pembukaan lahan. berita acara serah terima brn.

Kegiatan Penimbunan 1 . E . 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . 3 . ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. masuk ke tempat penimbunan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . b jumlah dan kualitas produksi yang . tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. produksi utama dan tailing serta produk sampingan. 2 . dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . dalam angka (1) tersebut. Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. 4 . wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. 3 Pencatatan produksi pencucian/ . dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . d jumlah dan kualitas produksi . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. C . serta produk sampingan. 4 Pencatatan produksi sebagaimana . pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . 2 . Purnomo Yusgiantoro D . F Dokumen Penjualan Produksi . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. dalam angka (1) tersebut. m 3 . Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. dipindahkan. produksi dan tailing. semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan.

Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. B . 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. auae. . e Peralatan yang digunakan dalam . Luas. lokasi wilayah perizinan. penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. untuk mencapai tujuan tersebut. ieakn b . Kecamatan) maupun geografis (odnl. 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . . hak guna lahan. undangan yang berlaku. memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . dan lain sebagainya. 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . 1 Berdasarkan peraturan perundang. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . iklim. 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. hasil yang akan diperoleh. topografi. arus regional. penyelidikan. d Waktu dan lamanya kegiatan. Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. I PENDAHULUAN a Prjnn . yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . c .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. vegetasi dan tataguna lahan. d . eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. I RENCANA KERJA A UMUM . yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. dan lain sebagainya. jalur kabel dan pipa. daerah pembuangan ranjau. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . 4 Oleh karena itu secara umum rencana .

5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. b . 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. geokimia dan lain sebagainya). ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. gravity core. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). parit-uji.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. jenis. geokimian endapan sungai. grab. . tanah dan batuan. dan jumlah contoh). gaya berat. geofisika seperti polarisasi terimbas. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. sounding. pengolahan data. 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. seismik. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. side scan sonar. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. pembuatan sumur uji. 2 . potensial diri. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. potensial diri. dan penyusunan laporan. Contoh seperti batuan atau pemineralan. tanah. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. seismik. Sebutkan skala petanya. geologi dan lain sebagainya. 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. parit uji. geomagnet. geofisika. distribusi dan jumlahnya). spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. caranya seperti Bulk. penyelidikan geokimia. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. side scan sonar dan lain sebagainya. Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. chip atau channel . polarisasi terimbas. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. 6 Skala peta yang digunakan. geologi dan lain sebagainya. ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. rediometri. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. c . RENCANA a . ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. gaya berat. tahanan jenis. penyelidikan geofisika. sungai. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). sumur-uji. sounding. penginderaan jauh. well logging dan lian sebagainya). pembuatan terowongan dan lain sebagainya. pemboran). pemboran.

dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. sumur-uji atau prtui ai-j. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . . Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. dan jumlahnya. daya mineral. Pembuatan Shaft. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. KERJA DAN Pemboran. ) mineragrafi. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. geologi. sebagai dasar acuan eksplorasi. parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. b Penulisan daftar acuan hendaknya . 3 RENCANA TENAGA . kedalaman. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . 5 DAFTAR ACUAN . jenis. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. 6 LAMPIRAN : . lingkungan dan aspek lain. data geofisika. (sumur/pari uji. ICP. PERALATAN a . Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. mineral berat dan besar btr ui. arah dan lain sebagainya. 1. Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . c . 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . 2 Rencana metode analisis (AAS. lokasi. kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. coring atau non coring). eksplorasi atau untuk evaluasi. 5 Rencana analisis petrografi.pemboran. 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. d Analisis laboraturium . kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . (pemineralan). ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . sumur uji. 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . e . format seperti di bawah ini. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. data geokimia. lokasi) dan jumlah contoh. 4 RENCANA BIAYA . panjang. hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. rencana cara pembuatannya. sumur dan parit uji. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . ) Kolorimetri. jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi.

............. Status/tahapan 3.. ...... Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 ...... BENTUK DAN ISI LAPORAN 1......................Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan .................../au :... ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6... Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2.... kerapatan pengambilan Contoh............... ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ........ Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) ...... 5............. rwln .. pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan................................................. Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ................. Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No..... SK ˆ Tgl......... . : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ...........Thn ........ dan lain sebagainya... ......... Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan........... ......... ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) ... B ......

Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. P r l t n 7 eaaa 1 . Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 . tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . studi kelayakan AMDAL**) 1 . K-3 Lingkungan 9 2 . Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . Tenaga kerja 6 1. Biaya 8 1 . Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 .

5.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . 0 1.mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. 2 . titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya.buah. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6. chip. batuan peminrlnbjh. Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 . Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. parit uji. 8 . 1. channel.9. 9 . tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i.titik pengamatan. 6 . jenis (batuan. metoda pemerCotohhan (coring/non coring.7. tanah. 5 .hektar. geokimia. 3 .10 dan 11. penampang bor. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. 4 1. sumur uji. Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji.d. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta. 1 1. Peta geokimia Peta/bagan.. pemboran Contoh batuan. 2 1. 3 1.9. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). Penampang geologi. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . 4 . ha . Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. Jt Rp. dan 10). Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. bijih. b . bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri.8. tp . metoda atau sistem pemboran (angka 8). 7 .lembar. rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . penampang dan model goiia efsk.6 dan 7).

Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. 1 Ringkasan . uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. demografi dan kependudukan. tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. tubuh utama laporan. alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. B . 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . seperti kepemilikan. waktu penyelidikan. kuantitas dan kualitas endapan mineral. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. 559 . hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. . b . Luas daerah yang diselidiki. lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. terutama informasi mengenai keterdapatan. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). ) hak guna lahan. c . b . sebaran. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . 2 Aspek legalitas. pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. a . 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. kegiatan penyelidikan. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . maksud dan tujuan penyelidikan. d . (yang dilakukan). kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. A UMUM . cara pencapaiannya.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. dan informasi pendukung lina any.

mulai dari persiapan. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. i . jenis. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. vegetasi. geofisika. termasuk kualifikasi/keahliannya. sebaran. (oms. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. Informasi mengenai iklim. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. . Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. SLAR. topografi. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. f g . an h . kegiatan pengumpulan data. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. stratigrafi. oo aei.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. e . geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. termasuk analisis laboratorium. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. tipe endapan. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li.jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. dan pembuatan laporan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . SAR dan lain sebagainya). geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. . Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka.aa eet ltaa efsk. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan.

bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. skala peta dasar juga harus dicantumkan. tanah. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran.simk efsk ag iaa I. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan.uji coba penambangan. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. spur and ridge. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. onig aag uu. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. sd sa snr sudn. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel.psn srt ie cn oa. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. P esi. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. jenis batuan dan pemineralan. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. sumur uji. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. catchment area. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. graviti dan lain sebagainya). hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. Pemboran. grab. pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic.

() Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. struktur. menggunakan komputer atau manual. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. 2 dimensi atau 3 dmni. ubahan batuan di daerah penyelidikan. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. penyelidikan geokimia. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. mineragrafi. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. mulai dari pemetaan geologi. k Hasil penyelidikan . ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. mineralogi. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. cara preparasi Contoh. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. dengan cara statistik. Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. dot dan lain sebagainya).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. baik geofisika. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi.

hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. ai-j. kedalaman tubuh anomali. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. sumur-uji. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. bentuknya dan ukurannya. 13-4726-1998). sumur-uji. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. parit-uji harus dilampirkan. jurus dan kemiringan tubuh bijih. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. tabel. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. tu pemboran. arah anomali.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. sebaran atau kemenerusannya (continuity). uu-j. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. () Pemboran. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. lebar anomali dan lain sebagainya. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. sumur-uji. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. ketebalan tanah penutup. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas.smrui prtui ai ebrn uu-j. foto. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. jumlah lapisan. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. kemenerusan.

6. tahun.3. daftar gambar.2. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun.2.2. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 ..3. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. perusahaan dan instansi pelapor. dan tahun pelaporan. 3. 1.3. Penyelidikan Geokimia 3. Penyelidikan Geofisika 3.2.1. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun.4. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding. daftar tabel. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium . ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks. 3. judul.. foto. 21 Geologi Umum . dan penerbit.2. daftar foto. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas. D . Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. daftar atau tabel. Pemetaan Geologi 3.7. igaa. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . Keadaan Lingkungan 1. Penyelidikan Lapangan 3.. tempat pemuatan artikel (majalah).. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan .2. C . penyusun laporan. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. Pelaksana 2 GEOLOGI . -. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan . ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah.. Maksud dan Tujuan 1. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk ..4..1. atr isi. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos.2.1. Waktu 1. Pemboran. tubuh utama laporan. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu. komoditas dan daerah yang diselidiki. 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . Lokasi Daerah Penyelidikan 1. Latar Belakang 1. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN .1. nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. daftar acuan.. dan lampiran. nlss iia 34 Pengolahan Data . eyldkn an hdoelg. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran. Metoda dan Peralatan 1.dnli atr aprn pt. halaman urut dengan angka Romawi.. dan daftar lampiran.5. sumur-uji. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara .

Geologi 4.. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4. Pemineralan 4.Pengolahan data Geologi (permukaan. 4 HASIL PENYELIDIKAN . Geokimia 43 Goiia .1. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . 3.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3.4. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii.4.7. Hidrogeologi. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 4. eglhn aa efsk. KESIMPULAN DAN SARAN 4.5. K-3 dan lain sebagainya.mn . efsk 4. Pemboran 4. pemboran.6.1.. ekma iea brt rl ea.2.. DAFTAR ACUAN 5.

Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . 4 Pelaksana Studi . dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . Tambang 6. jumlah dan . Fauna. miniable. Kualitas Hasil . 2 Keadaan Endapan . 5 Jadwal Waktu Studi . 3 Peralatan Pengolahan (jenis. 2 Prltn(ei. Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. Pengolahan dan Tailing A . . marketable. dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . . BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . Iklim. iooi b srku . 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . Keadaan Flora. Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. Mata Pencaharian Penduduk. a Ltlg . a Tahapan Pengolahan . dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. Pertambangan (KP). tutr c Geoteknik . FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . kualitas. Kontrak Karya (KK). kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . jumlah . cut off grade. Penduduk.kpsts . c Recovery Pengolahan . Jumlah. Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. c Cadangan .jma. Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. 2 Maksud dan Tujuan . a Bentuk dan Penyebaran . belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. b Bagan Alir .

borongan . a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. d Perhitungan “Discounted Cash . 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . sekitarnya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . (BEP) .000. pengolahan dan sarana penunjang). a Organisasi . c Pemantauan Lingkungan . b Pengelolaan lingkungan . yang memuat : a Kontur topografi . pegangkutan dnli-an. 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. 2 ProspekPemasaran . tahap Eksploitasi dan sekitarnya. a Biaya Produksi (termasuk biaya . : 10. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. 567 . skala . eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . e Perhitungan “Break Even Point” . pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . a Dalam Negeri . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . minimum 1 : 2. 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR).000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. dnli-an. pengolahan. LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . a anli) b Modal Kerja . ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. pengolahan dan sarana penunjang). . 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. nets a Modal Tetap . BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai .000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 .000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . b Penyebaran bahan galian . d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. skala 1 : 10. c Sumber Dana . 4 Sistem Kerja (kontrak. “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. b Prltn . miniable”. skala minimum 1 : 2. b Luar Negeri . ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. BAB VIII : LINGKUNGAN.

asing jika diperlukan) . aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . pencucian. antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. minimal skala 1 : 2. petalokasi kegiatan. ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan .0000. Laporan tersebut mencakup. Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. pelatihan. 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . “stock pile”. ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . pemasaran. I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. Perkampungan. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . pencucian dan pengolahan. statistik produksi. FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. penampang. Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. g Indeks peta rencana pertambangan . pemantauan dan pengelolaa lingkungan. pengelolaan lingkungan hidup. Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . bahan galian dan waste . biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . 2 Hasil Eksplorasi . statistik kecelakaan dnli-an a anli. a Jumlah. Laporan Triwulan. 2 Perizinan . tambahan penambangan. . Peta pengelolaan lingkungan. d Lokasi timbunan waste. gambar 3 dimensi. yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . . B . h Rencana kegiatan K-3 . Lokasi timbunan waste. pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . bagan alir dan sebagainya. sketsa. direklamasi per tahun c Jalan tambang . b Kegiatan non teknis antara lain . e Jalan. penjualan. ditambang c Rencana dan target produksi serta . yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . II Laporan Tahunan Eksploitasi I. cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . ketenagakerjaan. pengolahan/pemurnian. reklamasi. ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. . h Dan sebagainya . K-3 pertambangan. Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. pengangkutan. 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . tailing dan mineral . peta. Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. penyelesaian masalah. lokasi . . d Batas wilayah eksploitasi . 3 Kaia .

oai a us arh ag ea ikpots. eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . berakhirnya KP/KK/PKP2B. peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . 2 Jenis. yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . 2 Jumlah dan Tujuan . Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. 3 Pelaksanaan reklamasi. 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. 4 Stock Akhir . BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . V . manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. 3 Lokasi Penimbunan . Kadar Jumlah. pengolahan/ . nls. utama dan sampingan b Jumlah. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. pengelolaan dan . BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. pengolahan/ . a Jumlah dan kualitas produk . pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . Harga Produk .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . 3. dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. pengolahan/pemurnian/ . kadar dan penanganan . Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . Cadangan 2. 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). Pengangkutan dan Pengolahan. 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. tambang. ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . 5 Rencana penambangan. 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . statistik kecelakaan tambang. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . training.

7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . dengan akhir tambang. peta rona akhir tambang. peta geologi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . 9 li-an . 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. obyek kerja yang berbahaya. galian berkadar “marginal”. .

Hasil olahan c .Produksi siap jual . a . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi siap jual . LAPORAN . c . Lokasi Pengolahan . b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 5 .Produksi untuk diolah . m. I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . kualitas 3 ton. 3 ton. b Cadangan rekonsiliasi . PENAMBANGAN Produksi . Lokasi Pengolahan . a . c .Produksi untuk diolah . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi siap jual . c . kualitas 3 ton. kualitas 3 ton. m. 4 .Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . m.Produksi untuk diolah . b . a . 6 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 .Hasil olahan c . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. c Cadangan terambil .

m. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . m. b Cadangan rekonsiliasi . a .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Hasil olahan c . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . 3 ton.Hasil olahan c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . 5 .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . m. 6 . Lokasi Pengolahan .Produksi siap jual . c . c Cadangan terambil . a . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi untuk diolah . 4 . kualitas 3 ton. a . kualitas BULAN KE NO. d Sisa cadangan .Produksi siap jual . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . m. PENAMBANGAN Produksi . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . kualitas 3 ton. JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . Lokasi pengolahan . c . b .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . b . kualitas 3 ton. c .

4 . c . m. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi siap jual . a . m.Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . kualitas BULAN KE NO. b .Produksi siap jual . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. 5 .Produksi untuk diolah . PENAMBANGAN Produksi .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. d Sisa cadangan . b Cadangan rekonsiliasi . c . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . kualitas 3 ton.Produksi siap jual . kualitas 3 ton. a . c Cadangan terambil .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . Lokasi pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . a . Lokasi Pengolahan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Hasil olahan c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 . c . m. 6 . m.Hasil olahan c .

Produksi siap jual . c . m. m. STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi siap jual . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . kualitas BULAN KE NO. a . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . 4 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 5 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . d Sisa cadangan . c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . m.Produksi untuk diolah . PENAMBANGAN Produksi . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Produksi untuk diolah . Lokasi pengolahan .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . b . kualitas 3 ton. b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 . b . kualitas 3 ton. Lokasi Pengolahan . c Cadangan terambil . m. LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Hasil olahan c . a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . 6 .Produksi untuk diolah . : : : : : : : 3 ton.Produksi siap jual .

kualitas 3 ton. b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . m. 6 . PENAMBANGAN Produksi .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Hasil olahan c . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi siap jual . c . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . a .Hasil olahan c . Lokasi pengolahan .Produksi siap jual .Produksi siap jual . LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m. kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 . STOCK AWAL Lokasi Tambang . k a i a ults 3 ton.Produksi untuk diolah . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO. 4 .Produksi untuk diolah . m. 3 ton. 5 . d Sisa cadangan . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . m. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . c Cadangan terambil . a .Produksi untuk diolah . b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi Pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . a . c .

6 .Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan . m. PENAMBANGAN Produksi . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . 4 .Produksi siap jual . a . k a i a ults 3 ton. m.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . NO. m. kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 . c . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . Lokasi Pengolahan .Hasil olahan c . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi siap jual .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi siap jual . Lokasi pengolahan . Lokasi Tambang . m.Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . b . b . kualitas 3 ton. STOCK AWAL Lokasi Tambang . c Cadangan terambil .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . c . td t.Mutu marjinal untuk ditimbun b . 5 . a .

........ ainDpree ............................................................................. Uu :................ ..... ........ ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag............................................................ KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :................................................................................................................................................jm:..................................................... ... aa eej ........................................................................................................................ bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 ....Sit:......................................... ..................... 3 Nm kra yn clk :............................................................................................................ atas ˆ Tangan bag.. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ..................................... Lm Bkra :. ekra aa ia aa eej ebl .............................................................. ............................................................................................ˆ WB ˆ WT ˆ WT.....................................................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga ..... eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga .........aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl......... Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl....................................... ............. ........................................................... I I IA hf ........................ aa euaan ..............c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A ............................................ EAA ENK ETMAGN....................................................... 5 Tnglkclka :. ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :............................ eeaan ejd........................... ......................... ................. eeja ....... Jenis Usaha ˆ : Tambang........................................................................................................... Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag.................................................................... .......................................................... .............. .. bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ............................... .......................... ept eeaan ............ kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :.......................... as eeaan ....................................................................... 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:. Bga/eatmn:.................................... ............................................... aamn ejd a ea-ea eeaan ........................ ei eai 4 Pkran :. aga eeaan . 6 Tma Kclka :............................ 8 Skikclka :..........................................Lampiran XIII.......................................... aa obn ag eaa .................... .......... a ................... oo rt eeaan ...... KPL TKI PRABNA...................................................................................................................................................... 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ... ............................. ................... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag............. Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ......................... .............................................................................................................................

.00 .... ...k .k .. .. ..... g .k . .k .bjh .. bjh . .m . .. g ........m ... g ..m . ii ... . . ii .. ..bjh .k . .k .k ... .20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (. . ...bjh . .. .. bjh .... bjh .. .......... .. .. . .... ... g .... .. .. .. ... . . ... ..m ..... bjh ... ii .. bjh . .k .bjh .. .bjh .k .. ..m . .. . ii ..k .. ... g ..k .. ....k .... . . ..... . . .k ... bjh Jumlah .k .. . .. g ... .m . . ....m .. . g .. .. . . g .. .. g . ... .m . . ... . .. . ...... .. bjh . . g ..... . .. ..... .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ... nomor. g Dinamit .k . .. .. . ..m . g .m ......... .... . . g ...m .. g . g .k .. .... . .. bjh . ....k ... ii .. .........k ...k ....... . ii ... .... Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw. .. g ..k ... ...... ........k . ... g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah . . . . ........ . ..... negara penjual. . .k . . .....m . . .k ..m . bjh .. g .k .. . . g . . .. g . . ii . .k .. .... g . ii .. .. ...k . .... .. D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat.. . ukuran jenis detonator dan Dinamit.. . bjh .... .. g . ... ii . .m . ... g .k . g . ii ... . g . ii . .... .. g . ....k .... .. .... .... . ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el..k .... ... .m . . . .. ii ...k . . ... ..m .m . .k . . Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is . . ...... . g . . . ..k . .k . . . ii . . ..m . bjh . .. bjh .. ... . .. g .. .. .bjh ...k . g 578 . .... ..k .k .. ...Lampiran XIII... .. . .. ..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL . bjh ....... g ..... g .......k ... g .. .. . ii . ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya ... .. . g . . . . ....... .. g ... g .k .. bjh ....... .k . ..m .k . ..k . ... ii . bjh ..m . . . ..k .. g . .. . . .. .. ii . ii .... .k .. ... . .. g . .. . g .k ..m .k .. .. .... . . ii .k . ..m ...k . g .. . . g . g . .. .bjh .. g .. ii . ........... . . ..m . ii . ii . g ... ii . .. g .m .bjh . g . . ...k .. g ... .. ... bjh . g . .. ii . .. . g Jumlah .

. .Lampiran XIII. Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 . . ...... . AA SH ABN . terangkan tanggal keluarnya.. .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I.. ... . P D U A AT M A G. . . . .. .. Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang... . . 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit... . . Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No. ... ... . . . .. ..

Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor....Lampiran XIII.... 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu... PENGAM AT DAN T.. Kepala Teknik Tambang (... DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG...... ....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I....... Pembuat.............U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No.....

..000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.Lampiran XIII.... Kepala Teknik Tambang 581 ......000 jam kerja F.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..000......R adalah kumulatif frequency rate per 1...........R 2) PER BULAN KUMULATIF (.....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F. .... TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1....R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1...... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F...000 JAM KERJA TAHUN 20.000...000...

..... X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat..Lampiran XIII..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..... Kepala Teknik Tambang (.. Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp...) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 ........... .................. PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No..

R adalah kumulatif frequency rate per 1....R3) PER BULAN KUMULATIF (. .....Lampiran XIII...R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1...) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S......000.......000.000..............000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1.. I.000 JAM KERJA TAHUN 20. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S...000 jam kerja S....... Kepala Teknik Tambang 583 ....

c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I .Lampiran XIII. Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3. 1. Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. Jari Kaki. PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia . Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. Jari. Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 .000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan .

..............Lampiran XIII..... td t................. 4 UPAYA PENANGGULANGAN ........................... ................. (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus....................................................................................................... 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : .. ......... KTT/Penanggung Jawab Lapangan ................ termasuk foto-foto terjadinya kasus) ...........................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I...................................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas..................... : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ................................................................................................................ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.............................................................. ............................................................................ penyebab kasus) ................................... X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI .................................................................................................................................. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 ................................................. 3 AKIBAT KASUS ............................... 2 PENYEBAB KASUS ...... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) ............ ....... .......................................................... ...... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) .......................................... Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I...............................

DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 . d Pengolahan dan Pemurnian .Lampiran XIII. iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup.1. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu.Pengupasan/penimbunan tanah penutup . ei dan jumlah tanaman. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.Pengolahan dan pemurnian .lks.Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .Kualitas air. ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah .Tingkat erosi . daerah penimbunan. ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN .Peta pengelolaan skala 1 : 10.Stabilitas lereng (tambang.Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III. tanah dan udara . pengamanan. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an .db.000 .Penambangan . lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B .Revegetasi -Li-an anli BAB IV.Penebasan dan penyiapan lahan . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya.jma. kebisingan dan gtrn eaa. .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A .Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II. ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. penutup. RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : . ˆ Penanganan hasil penebasan. us ra.Peta pengelolaan skala 1 : 1.Rencana pelaksanaan pengelolaan .000 . tanggul/dan kolam pengendap) . meliputi : . pemelhra. c Penambangan .

d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang .Lampiran XIII. c Pemantauan lereng. ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . contoh air. timbunan dan lain-lain. e Pemantauan flora dan fauna . BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . d Pemantauan kebersihan penghijauan .000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. . pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. daerah . Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. b Biaya pelaksanaan pemantauan . tanggul. BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan .

3 . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10.Lampiran XIII. b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . 6 . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . Ha Ha Semester ini 9 . b Di Luar Bekas Tambang . 5 . b Lus Project Area ***) . 2 . c Pelabuhan . Reklamasi a Penghijauan . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . 4 . 8 . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . b Emplasemen . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a.

. Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada). ...e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air . Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5... h Li-an .. penampungan air... Pemanfaatan lain.. Pohon/Ha.. Pohon/Ha..Lampiran XIII... A... Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang . .. anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 . Pohon/Ha...... tempat rekreasi dll.... pabrik..... misalnya untuk perumahan. c Pembibitan (bibit baru) . b Penyulaman .... * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini... Pohon/Ha.a.... Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru . Pohon/Ha.... Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Pohon/Ha.... Pimpinan Perusahaan .. perkantoran.....N. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 .

................. I..........s..... ................... TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO.... 2............... 1......dt...... 1....USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 .... 2..... I I I .dt...........Lampiran XIII.. ..... 2.... ....... TDK..............s..................... TIUA/AU ...... ........dt. 2...... 2....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII..s.dt... II TEKNISI I.. 1......................... 2. ......... f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 . ...s.... TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA ...... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1.......................s... . ................ 1............... T.. .....s....dt.... V. RWLNTHN ... ....... MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN ...................... I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P........................ V V .... ................ 1.. ...........dt......

.. LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ................................Lampiran XIII................ AA EITN ........ JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S......... THPKGAA ... NO..... TIUA/AU .................. 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 ..................... RWLNTHN .....D....................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ........... T .............

JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 . PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.Lampiran XIII.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I.

......................Lampiran XIII......... THN.......................... LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ................. NO....................... NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 .................... T . AU ........................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I...........

... 3 Angkut a ........ AU .... c ............ RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN .. 4 Pengolahan a ......... 5 Laboratorium a ...... b . c . 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET. b . b ..Lampiran XIII......... c .......... 1 Bongkar a .......... JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 .. T..... 2 Muat a ... RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P............ c ..... b ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ....... c ..... THN.... b ..

c . b . 8 Perbengkelan a . 9 Klsrkn eitia a . 3 Bahan Kimia a . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . c .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . c . b . 2 Pelumas a . b . 7 Survey a . b . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . b . c . b . b .Lampiran XIII.

.. Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO..... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 ................pmgn K/KPPB ..... 0 .................................. .............(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) ...... TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ..Lampiran XIII....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .../2 .......................................

b Biaya yang ditangguhkan . b Piutang ... d Biaya dibayar di muka.. NERACA P .. e Kewajiban jangka pendek lainnya ... a Hutang Bank ... c Aktiva tak berujud .. c Laba (Rugi) tahun berjalan .....Lampiran XIII.... b Hutang Usaha .... e 1 eebr .. Uang muka pembelian .. 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor . Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar . d Aktiva lainnya .. d biaya yang masih harus dibayar ... c Hutang Pajak ... T .. c Persediaan . Pr3 Dsme .... a Kewajiban Jangka Panjang ... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : ... e Aktiva Lancar Lainnya . 2 Pasiva Tidak Lancar .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I. a Kas & Bank .. Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 . b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain .... b Cadangan .. Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan ..

.. b Penyesuaian Masa Lalu . PROYEKSI LABA RUGI P ... d Lain-lain .....Awal Akhir Produksi (+) ..... Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun .......... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi .......... T .... Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga ...... 6 . b Persediaan .... d Laba/Rugi Tahun Berjalan .. THN.. c Deviden .. b Administrasi..... c Keuntungan (Kerugian) Kurs ........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII......... Penjualan & Umum ....... AU. Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 .... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.... ...... b Beban Bunga ......Lampiran XIII.....Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi . 5 .....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful