Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . 2 . d Struktur organisasi perusahaan . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . d r-kpr i eeso. b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . b Surat Keterangan status perusahaan . d Barang modal tahun sebelumnya yang . 1 . . Depnaker c Kualifikasi TKA . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . 2 . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . d Paspor dan Visa TKA . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . b Daftar barang/peralatan yang akan . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . Perubahan Pemegang Saham 9 a . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . 2 . e Laporan kegiatan akhir . c . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . Pendapatan & Biaya 2 . b Dasar/alasan perubahan investasi . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . 2 . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . c . b . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . ekonomis lagi 3 . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . 2 . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . Perusahaan c Akte Perubahan . c Daftar kebutuhan barang modal . 3 . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . b Laporan kegiatan . 3 . negeri dengan pemakai 2 . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . 3 . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . b . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . b . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan .

d Keterangan lokasi kegiatan . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . b Desain pelabuhan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . 3 . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . 3 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . pinjam pakai sementara 3 . b Rencana pengoperasian pelabuhan . b Spesifikasi Kualitas Batubara . 3 .

tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . 2 Gubernur memproses permohonan. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . 471 . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. 2 .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. PEMOHON Keterangan : 1 . 5 6 DESDM PROPINSI I I . DESDM. Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda.. setelah Surat . Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . BUPATI/WALIKOTA 3a . I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan .

Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . BKMD 3b . 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . GUBERNUR 3a . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . dan DESDM.. 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi .

.... d i ....... : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ ......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT ..... Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 . ......W.. Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan ............................. ies No 1 2 3 4 5 b ........... Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ............ : 4 Susunan Direksi............. 1 PERMOHONAN ... I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) ..... #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum........ Eksploitasi................. Eksplorasi.. Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A .............. ............. Pemohon : 1 Nama Pemohon . Komisaris dan ........................ : ...P ....... ...... a Drki .............. Pemegang Saham B . Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ..................P............. 2 Jabatan/Pekerjaan .... ........ : .. Pengolahan/Pemurnian.. ......... Faksimili : 3 N..

.................................... (....... apabila ternyata keterangan tidak benar.. a Jumlah Net Aset ........................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak.......... Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal .......................................................................... C .............. ............000 ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ....... Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ............ 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) . (nama pemohon) Tembusan : 1 . Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D .. (...... Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) .................. 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum........ : ........................ 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan ......... (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) ......... ........................ .... ..........................) ..... Pengesahan Dep.................. ... perubahan Akte terakhir : ....... .................................. 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa .... ............................................ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ............................ kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku . 2 ............... b Jumlah utang ........... : Rp....... 2 # coret yang tidak perlu. ..... ................. .. 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir .................. Demikian permohonan ini kami ajukan... 6........ td t Materai Rp.......................................... .................. : ... 7 Nama Induk/Grup perusahaan : ................ 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri. pertambangan dan telah disahkan oleh Dep........ Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ... ....... ................... 3 *) pemohon KP Ekspoitasi................. Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal ........... Eksplorasi dan Eksploitasi)........ : Rp...................) ...................... ............. 6 Laporan studi kelayakan *)**) .

... dengan ini... td t Materai Rp. Nama Pemohon :......................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .. 4 Rencana Kerja dan Biaya. . 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi ................... D i ......... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan..................................... ..... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ............. kami ucapkan terima kasih ..... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak . Alamat perusahaan :.............. AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak................................... Nama Perusahaan :.................................................................. PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ..... 2 *) Coret yag tidak perlu ................. Jabatan dalam perusahaan :............. ............ 2 ....... 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ..... 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ............................ bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) . 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap.......... (nama pemohon) Tembusan : 1 .............. ... ................ #) Yang bertanda tangan di bawah ini................................................ ....... 6000 ............. . ............................................... .......... 6 Laporan studi kelayakan ***) ..... . 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **).......... . 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ..

.. .... .................. ....................... 2 Laporan Kegiatan......... (nama pemohon) Tembusan : 1 .......... dengan ini........ ................. td t Materai Rp. 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***)............. 6000 . ............................... 5 ****) Penyelidikan Umum......................... mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan....... Rencana Kerja dan Biaya... Atas perhatian dan persetujuan Bapak.... Alamat perusahaan :. Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak .............................. Eksplorasi dan Eksploitasi..... D i ................ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 .......... .................. ................... ...... .......... 2 . PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota . 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap.................... .......... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***)........... kami ucapkan terima kasih ... 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***). 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri ............................................... 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **).. ... ........ ............. Nama Pemohon :..... Jabatan dalam perusahaan :.......... ......... . #) Yang bertanda tangan di bawah ini.......... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ................................................... Nama Perusahaan :........... 3 **) pemohonan KP Eksploitasi .. 2 *) Coret yag tidak perlu ........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ..

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

........................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili .... B ...................................................................................... : ........................................... : ...... .................................................................... Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : ..................... .. : ............ ....................................................................... .............. ............................ () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ................................................................. *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ..................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) ............................ Komisaris dan Pemegang Saham : ..................................... a Susunan Direksi................................................................................... : ............... : .................................................................................. : ...................... .............. PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan ................ D i .... .......... Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : .. : ...................... Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . : ........................... ... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ...... ........ .......... : ................................... 4 Susunan Direksi.... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ..

.................................................... ..... () Jumlah Net Aset 1 : .. Perubahan akte terakhir : : : : : ...... b Perusahaan Nasional ......... ................................. Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal .............................. Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ........ Nama Jabatan Susunan Direksi.............................. .................................................. (2) Jumlah Utang : .............. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 .............................................. Kehakiman b Nomor dan tanggal .. () Penghasilan Bersih 3 : ..........................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ............. ......... () Jumlah Net Aset 1 : .............. Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing ....................................................................................................... Pengesahan Dep......... 6 ........... () Jumlah Utang 2 : ........ () Penghasilan Bersih 3 : .................................... : ..................

.... ..... Lampiran permohonan 1 .................... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ........ ... 4 . 3 ...... 6 ............... 2 ........ apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar............... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ........................... (nama pemohon) Tembusan : 1 ... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 . 6... Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk..................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ............ .. 2 # coret yang tidak perlu ......000.... Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan..........- ... 2 ...... td t Materai Rp. Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . ........................ 5 ... Tanda Terima SPT Tahun terakhir...................... ...... Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota.......

... D i . Atas perhatian Bapak....... kami ucapkan terima kasih. Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota . ...................... Pemohon Materai Rp.. 6.....................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ...... Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum...... Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum ...... IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : .000...tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 . ................................... .. Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.....

............. b ........................ l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c .............. PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ........... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 ........... 6 Keterangan lain ) : .......................... : ........................... jenis/macam peralatan... Daftar Personalia : .............. Daftar tenaga ahli : ................................ Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : ................... 4 Referensi Bank ) : ............................................ : ............................................................... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : ......... 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) .......... Daftar peralatan utama yang dipunyai....... ............................................... 5 Akte Pendirian ) : ................................................................................................................................. 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : . : ......................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : .............................. : ................. jumlah.... status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ..... : ............. SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a ................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 . kondisi....... d PERALATAN ....................................................... PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : ..................

...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .. b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya . Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut....... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik). mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.. melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya. ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin. ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli.... .. ) 6 Keselamatan kerja.... 2 . .. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup...... ) 2 Kegiatan Teknis... ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk .... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya . nsoa. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 .. apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku.... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan . bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang ... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini ........... brau elk... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ......... ) 4 Keuangan...

..... PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : ... . dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga .............. Gubernur/Bupati/Walikota ......... kami ucapkan terima kasih.............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ........ Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan................ aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum............ Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl....... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth.................... Atas perhatian Bapak...... D i ................. .. ......... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 ..............

......... : ................................... : ...................................................... PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b ..................... status kepemilikan dan tempat penyimpanan e . : .............. : .... : .. : ......... PERUSAHAAN : ................................................................ : ....................... dengan menyebutkan jenis/macam peralatan......... kondisi............................................... d PERALATAN ............................................. KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : .................................. dengan alamatnya Daftar Personalia : ...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ........................ : ......... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 .................. : .............................................. SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a .......................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ........ : ................................................... Daftar pimpinan umum perusahaan : .......................... jumlah............... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c . : ........ Daftar tenaga ahli : ........................................ : ...................................... Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas...............................................

. apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku......... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup............ mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.......... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ........ termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk............ poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ............ Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa......... Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk...... ) 4 Keuangan.... 2 ... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya .. brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n . Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut. ) 2 Kegiatan Teknis... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .... esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a . PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii... b ................... c ... ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin........ ) 6 Keselamatan kerja..... ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya........... .. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 ....... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli. ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)............... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t...

Sub Bab. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.. D DAFTAR . Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang .ar htndnli-an ain i. Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . 489 . Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Berisi nomor tabel.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Berisi judul Bab. dampak penting yang mungkin tmu. lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar.

(sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum .. c Kapasitas produksi . BAB III. naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. dan sarana lain. c Memprakirakan dampak dan meng. hidup awal. propinsi. antara lain : . (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab . naa an a Tahap persiapan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan. e Debit dan sumber air yang diperlukan . informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.. a Nama dan lokasi proyek (Kampung.. sumberdaya alami lainnya. agt ej et wl ej. alam/binaan. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. kabupaten. . 2. kecamatan. .. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . d Jenis sumber energi/ bahan bakar. antara lain . operasi sampai dengan pasca operasi. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej.. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. desa.3.. lingkungan hidup. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . pss gorfs. lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . Andal a Nama dan Alamat Perusahaan .

. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. pertanian. transmigrasi. b Batas ekonologi. sosial budaya) dan kesehatan masyarakat. lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi.. Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. batas administrasi pemerintah (Desa. b . 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. d . dl. ekonomi. antara .000 sampai 1 : 100. c . METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. adalah berupa ruang . Kecamatan.. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs.. diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. Kabupaten. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL. Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. . yaitu ruang dimana . pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 .000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV.tratdna ksta. dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. naa an a . Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. f g . eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. operasi dan pasca operasi. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang .. terkait dengan . Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. . eitn d Batas Administrasi. c Btsssa. e . Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . l) e Resultante dari keempat batas wilayah .

dengan rencana kegiatan. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. biaya analisis laboratorium. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). penyusunan pembahasan..2. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada.3. 056 Tahun 1994. Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . biaya survei lapangan. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. Mekanika. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . pengumpulan data sekunder. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . 5. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. biologi. c Studi literatur yang erat kaitannya . biaya peralatan. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. b Laporan penelitian/studi tentang . Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. analisis data. antara lain : Gaji/upah. trat eki. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . matriks dan daftar isian (hcls) cekit. Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik.. l BAB V. disertai dengan jadwal kegiatan lengkap.. Kep. tujuan dan ruang lingkup studi. biaya perkantoran dan baali-an iy anli. mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab.

DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. Sub Bab. Menteri Pertambangan dan Energi. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. skema. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang .atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . DAFTAR TABEL Berisi nomor label. Berisi judul Bab. bangunan berwawasan lingkungan. Memuat alasan. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. dampak penting yang mungkin tmu. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . tabel dan foto C . l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I.. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. l B DAFTAR ISI . Peta lokasi. air. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. c Berkaitan rencana kegiatan dengan . l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. I I .

b Sebagai wahana untuk memberi . operasi.. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi.. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. fisik-kimia. c Memprakirakan dampak dan . hidup awal. operasi dan psaoeai ac prs. yaitu ruang dimana . konstruksi. BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . b Mengidentifikasikan rona lingkungan . proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . metoda pengumpulan dan analisis data. operasi sampai dengan psaoeai ac prs. 2.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 .1. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL.

0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . 495 . rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. adalah ruang . berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. adalah ruang di sekitar . eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . sosial budaya. b Pada pengumpulan data lingkungan . adalah berupa ruang .000 sampai 1 : 100. berupa uraian tentang metode pengamatan. b Data sekunder . antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. .. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. b Data komponen kegiatan yang .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. c Pengumpulan data untuk demografi. biologi. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau.. c Batas sosial. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. sosial ekonomi. un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer .

5. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. 3. Untuk memprakirakan dampak penting. 4 Tim sosial dan kesehatan . Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. BAB III. hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . 3. jalan kereta api.6. Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. hutan dnli-an. gunung.. Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal.4. Kep.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting.2. 2 Tim geofisik-kimia . dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . (dilengkapi peta dengan skala memadai).3. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . 3. a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya .. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . 3 Tim biologi . matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. 3. b Perbandingan dampak penting . b Identitas penyusunan Andal . hendaknya menggunakan metode bagan alir. statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. dermaga dan lain sebagainya). 3. 056 Tahun 1994. Susunan tim penyusunan Andal. ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa .

Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. a Pertambangan Batubara . l l l l l 39 . uraikan jenis alat. 1 Tahap Persiapan .. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. cadangan terkira dan cadangan terduga. kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. apakah tambang terbuka. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. gudang bahan kimia dan mekanik. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . tenaga listrik. Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan.. Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. 1 Tahap Persiapan . misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. 3. laboratorium dan lain-lain. pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . l l l l l 38 . tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan.10. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah.

uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. peledakan. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. penguranan kadar air. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. penggilingan. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis.uaknjnsaa. gambar aa ft. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. ekonomis maupun budaya. pemekatan. seperti stala lnk. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. 498 . Uraian secara singkap rona b .pnnglnakooi. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. c . perlu mendapat perhatian khusus. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap.

kegiatan vulkanis dnli-an a anli. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. 4 Keunikan. struktur geologi. zat pencemar (debu. karakteristik . keistimewaan dan . kelembaban. gempa bumi. ekologis maupun nilai estetikanya. Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. dl. 2 Jenis tanah. seperti porositas.. yaitu gerakan tanah. intensiatas radiasi mataair. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. curah hujan. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. H2S. CO. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. rata-rata). bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. NOx. suhu (maksimum. meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . keadaan angin (arah dan kecepatan). permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . Membahas keadaan fisiologi dan geologi. a Iklim dan kualitas udara . Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. an b Hidrologi dan Kualitas Air . CO2. jumlah hari hujan. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. lahan. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). SO2. kimia dan fisika tanah. 3 Tingkat kestabilan tanah . minimum. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade.

Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . 42 Biologi . dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . 1 Penjelasan tentang vegetasi. keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. wilayah. i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . agar dibahas keadaan hidrooseanografi. cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . Lahan dan Tanah . a Flora darat/perairan . burung. 3 Kualitas air laut dan . tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). reptil. baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. 4 Inventarisasi nilai estetika .. b Fauna darat/perairan . yang dianggap penting yaitu habitat. tp dnjnsjnsvgts. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . hutan mangrove dan li-an. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. e Tata Ruang. mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). anli) 5 Uraian vegetasi dan . 1 Inventarisasi tataguna lahan . konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. 3 Perkiraan penyebaran dan . angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. migrasi. . 2 Rencana pengembangan . 1 Perkiraan penyebaran. Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. karang. interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. rencana tata ruang. . pola . ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. 2 Perikehidupan hewan-hewan . dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. meliputi : 1 Pola pasang surut. eitn 3 Kemungkinan adanya . ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . arus.

prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . konstruksi. pendidikan dan agama. BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. mata pencaharian. ekonomi dan . 501 . atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. 4 Hewan-hewan lain yang . 43 Sosial (demografi. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . meliputi : a Kependudukan (demografi)..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. jenis kelamin. atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. Identifikasi. . Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. bila data dan informasi faktual tidak ada. budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. c . Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas. b Membuat semua saran tindak yang . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting ..1. 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . antara li : an 2. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi.yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi . Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. Uraikan secara sistematis. antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya. a Membuat uraian secara jelas dan .. singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa . Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa.. l l l b Identitas Penyusun Andal . longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal.. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. l 22 Data Teknis Proyek .. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan).

1. sedimentasi. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri.3. dsb. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . l iklim. kemudahan. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. 42 Dampak Penting Terhadap Aspek .. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . l Erosi. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek. misalnya : l Survei/pengukuran tanah. l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian. ekonomi dan sosial budaya. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya.. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . sosial ekonomi. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. l Pembukaan lahan.

Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan . Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal.db. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi). sketsa. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali. rancangan rinci rekayasa. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan. kntus. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. 4.3. antara lain. dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . osrki s) 4. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea.. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. etr an b Pengembangan dampak positif agar . gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara.8.5. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang.7.. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 . mencakup : b Biologi . berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4.

2 .4. jelas. Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). egsr l spesies langka (flora dan fauna). fungsi. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini.2.. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. l kondisi prasarana dan sarana umum. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. yaitu : l topografi. 5. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. l lokasi pengelolaan dampak. l calon lokasi kegiatan. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5.. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. majalah. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. BAB V. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. l kondisi kehidupan masyarakat. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . atr li : naa an 1 . l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut.

l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. baik secara regional maupun nasional. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . 27 Tahun 1999.2. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. Berisi nomor tabel. DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). Kepentingan pembangunan umum. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. Berisi Judul Bab. li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. D DAFTAR GAMBAR . Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. identitas. Berisi nomor lampiran. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual.3. C DAFTAR TABEL . pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. l a Kepentingan Pemrakarsa. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. E DAFTAR LAMPIRAN .. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. us BAB II. antara . antara lain : . Berisi nomor gambar. B DAFTAR ISI . BAB I. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 .

metode pemantauan. lokasi dan periode pemantauannya. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. Kecamatan.. b Lahan untuk sarana dan prasarana . tolok ukur dampak. dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. lengkap . Perumahan. (Kantor. 33 Tolok Ukur Dampak . . antara lain : a Luas KP Eksploitasi . d Penyusun RPL . Jalan. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. b Memuat semua saran tindak yang . tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. ults i l geologi. jumlah cadangan. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan .. a Nama dan lokasi kegiatan . diberikan dalam Andal BAB III. Pelabuhan/Dermaga. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. Kabupaten. sistem penambangan dan umur tambang.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . Gudang. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. Gudang Bahan Peledak. Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . operasi dan pasca oeai yiu: prs. kualitas bahan galian. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau.. Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. at l kaia uaa kaia ar ults dr. 22 Data Teknis Proyek . tata ruang. Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. uraikan mengenai keadaan lapisan. Tempat Penimbunan. lapisan yang akan ditambang. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan.. sumber dampak. Instalasi Pengolahan. c Penanggung jawab Kegiatan . Bengkel. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . a Memuat uraian secara jelas. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain).

bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga.2. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. antara li : an a Pengukuran . meliputi ifrai jnsaa. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan.tp aa... Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan. 3. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan .5. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan . Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. aa kerja. misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola. lokasi dan interval waktu.. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . Tata Kerja. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. 37 Periode Pemantauan .tnkt noms. c Observasi . ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran.. b Wawancara .. tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. 23 Tahun 1997. Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. pengalaman dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. Men. dalam Bidang Pertambangan dan Energi). yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.. 2 . Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL.

Iklim 2. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Fauna Darat 3. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. 1. Kesempatan Kerja 2. Penimbunan batubara/bijih 14. 1. Aktivitas Ekonomi 3. Pemindahan tanah penutup 10. Pemindahan tanah penutup 2. MISALNYA : C. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Reklamasi 15. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Flora 2. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penambangan batubara/bijih 11. Kualitas Udara 3. Ruang. Pengolahan batubara/bijih 13. Kualitas air 5. Migrasi Penduduk 4. Hidrologi 6. Penanganan tenaga kerja 513 . Biota Air ASPEK BIOLOGI. 1. Penambangan batubara/bijih 3. Kebisingan 4. Penanganan tenaga kerja 7. Pemuatan dan pengangkutan 12.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Penambangan batubara/bijih 6. Penambangan batubara/bijih 5.

Iklim 2. Penanganan tenaga kerja 7. Penanganan tenaga kerja 514 . Kebisingan 4. 1. Hidrologi 6. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Reklamasi 15. Kualitas air 5. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Pemindahan tanah penutup 10.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Kualitas Udara 3. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Flora 2. Fauna Darat 3. MISALNYA : C. Pengolahan batubara/bijih 13. Pemindahan tanah penutup 2. Penambangan batubara/bijih 3. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Pemuatan dan pengangkutan 12. 1. Ruang. Penimbunan batubara/bijih 14. Penambangan batubara/bijih 5. Penambangan batubara/bijih 6. Aktivitas Ekonomi 3. Migrasi Penduduk 4. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Penambangan batubara/bijih 11. Kesempatan Kerja 2. 1.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

000 Ha. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 .000 ton/th (ROM) ** ≥ 1. termasuk ) pengolahan.200. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal. Semua besaran 3 .000. (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. 4 .000 ton/th (ROM) ≥ 600. 1 . 5 .000 ton/th (ROM) ≥ 1. Dan atau ≥ 100 Ha. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. termasuk pengolahan.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 .200.

. b Status Perusahaan . ..... UPL a Nama Perusahaan .. a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor .m/a) Status lahan.. . b Kcmtn:.... : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat .. c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun . . . .. 13 Maksud dan Tujuan ... T h n .. Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a ... b ..dl tasirs. ..(2H* edkn......m/a) ryk . Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan ........ * ) 14 Dasar Hukum ... ......Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I...... f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan... . Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum. .. PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan . Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta........ . Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a ... d Keputusan Menteri Negara Lingkungan .. 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.... ...... eaaa . .. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M....... Coret yang tidak perlu c . e . ...... apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn ... a Desa/Kelurahan : . : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : . Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.. eitn an 22 Lahan .... ...... ... . ...... Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a .... Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li. (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan .....(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug. Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe . . e a a m r e i t n . Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. I I . c Kbptn:.. b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun ... d Pois :..l) atau tidak c .PLH/1994 tentang Pengawasan... . a ...... . euaa. c Jenis Perusahaan .. 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air... . Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 . masing-masing) a . rpni ... e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan . atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi.................. ... auae .... ... b ..

26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . Kimia.Sft dl. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak . UPAYA I c . Sosekbud. l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 ..Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b . gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 2 Bupati/Walikota.. 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . Kepada Biro Bina Lingkungan . 42 Jenis dan Potensi Dampak . ei a psfks ens dl. dll). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Jenis dan Spesifikasi Teknis.. V . Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur.Sft dl. (Jumlah. . Jns ulh ia. 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . aa prs Jns ulh ia. akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik.. V I . l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I.. up.. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . 31 Tahap Persiapan . dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma... (ei. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . td t. Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan..Jma. ... Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika. Biologi dan . 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. Hidup. Kimia dan Sosekbud).Jma. thpoeai(ei. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta.. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I.

perumahan. bengkel... l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan . Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target .. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor... I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini. Uaa. gudang dll). 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) . untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing. bengkel.. l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling. dan peruntukan lahan asal. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn. stockpile/yard. perumahan. kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) . kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno..ag eckp oai us lahan. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. Uraikan teknik. baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi. gudang dll). perumahan. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan.. 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan .. 212 . stockpile/yard.yn mnau lks.brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . gudang dl... bengkel..... Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB ... stockpile/yard..la nu au .. untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing.

Penanaman . reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa. 2. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. gudang dl. meliputi : . kekerapan. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna. air limbah pengolahan/pabrik. 2 . air larian permukaan. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada). kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor. tanah dan udara l Saiia lrn.Persemaian . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 .... timbunan tanah penutup. serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan).Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada). penyiangan. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. LAMPIRAN : 1 . aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond.000..eoidl tblts eeg rs l.. KEGIATAN V . Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. skala minimal 1 : 10... metode. aiia eujn.. bengkel. stockpile/yard. perumahan. lokasi.. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan. upah tenaga kerja. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. pengkapuran tanah.000. RENCANA BIAYA V 411 . dan parameter yang dipantau) l Kualitas air. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. dll). td t....Pemeliharaan (pemupukan. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan.. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. skala Minimal 1 : 10.. 421 . penyulaman.. dll. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I. dlmrnaatreu aa au .4. limbah domestik. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4).. i sm abn.

. Kantor f g Bengkel . c Perumahan Karyawan . a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian ...selesai 3 Jalan Tambang . d Jalan Non Tambang .selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di .atf ki . DAN RENCANA TAHUN . . b Kolam/Penimbun Tailing . Lnfl i adil . 5 Fasilitas Penunjang . .. 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . h Pelabuhan/Emlasement .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . ... e Gudang.. . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang .. luar tambang . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 .atf ki .

. . Sub Total (1+2) 3 Revegetasi ... c Bekas kolam sedimen/ .. . . b Timbunan tanah/batuan . e Bekas jalan non . sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 . penutup c Bekas jalan tambang . tambang e Timbunan tailing .. dan lain-lain). lainnya 4 Pemanfaatan lain **) . a Lahan bekas tambang ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . kolam ikan.. DAN RENCANA TH ... b Timbunan tailing . DISKRIPSI S/D . penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan .... Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang ... Lahan**) a Timbunan batuan/tanah . tambang . Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi.. penampungan air.. (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan . d Bekas jalan non ..

. I Persemaian 1 Benih tanaman pokok ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN . 1 Obat-obatan .. Kg c Pupuk . HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 . Kg 4 Pupuk .. Kg 2 Pembuatan tempat .. HOK 2 Tanaman pokok/pohon . a Kapur . Kg 5 Obat-obatan ..... Kg b Kapur . a Benih . Contoh 3 Tenaga kerja . persemaian Buah 3 Kapur . 1 Tanaman Penutup .. Kg b Pupuk .. Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) .. Ltr ie Sub Total I I Penanaman I .. HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I.. Ltr ie 2 Analisa tanah .. Kg d Tenaga kerja . Kg c Tenaga kerja .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 1 . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. 1 . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. V . menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . 1 . berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah .Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . b . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. 1 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.

ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. pengolahan dan prinsip konservasi. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. Tambang. Geologi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. tatacara penambangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan.

ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. penambangan. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. Tambang. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. Penelaahan kemajuan reklamasi. pengolahan dan pemurnian. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. konstruksi. kejadian berbahaya. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. 530 . Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi.

Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. pemakaian berbahaya dan beracun. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. realisasi pelaksanaan reklamasi. RTKL.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya.

produksi. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. eksplorasi. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. Pengolahan data cadangan bahan galian. mendata pro-duksi dan penambangan. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. Penela ahan tumpang tindih wilayah. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. 532 . Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. cadangan bahan galian. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan.

3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . Keselamatan kerja. . penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. . PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan .dit cos ct dl rie rf. 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. b Menyiapkan peralatan inspeksi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . a Menelaah data objek inspeksi. c Melakukan presentasi obyek inspeksi. Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. atau pencemaran lingkungan. 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. lingkungan/pemantauan lingkungan. . u. 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). rs. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. I I . dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . bahan buangan/limbah. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan.

4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 534 . 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca.

i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 535 . ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan.

) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. 536 . 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. dermaga. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. b . eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi.

7 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada fasilitas permukaan. ) 2 Melaksanakan Pengujian . c . ) i Melakukan pengujian peralatan. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. ) i Melakukan pengujian peralatan. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . pengujian kelayakan operasi. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . ) c Melakukan presentasi obyek bencana. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. 1 Melakukan persiapan . 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . ) j Menganalisa penyebab kejadian. ) 2 Menyiapkan alat uji. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. Inspeksi Bencana 1 . d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. Pelaksanaan Pengujian. 1 Mengumpulkan dan menelaah data. inspeksi pada tambang bawah tanah.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. pengujian kondisi tempat kerja. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. 1 . 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. 2 . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. inspeksi pada pelabuhan. inspeksi pada pasca tambang. Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. inspeksi pada tambang semprot. c . ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. b . II PENGUJIAN I. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. Kejadian Berbahaya. I. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. inspeksi pada tambang permukaan. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) j Menganalisa penyebab kejadian. inspeksi pada kapal keruk. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian.

Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 . Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. 4 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 .

. A .. PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan...... • Tidak ada • Aa yiu:... C ... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran...... saran. (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang.. 2 ..Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang. B .... berupa : . Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi .. NP I ..... Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki.. • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 .... .. LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang .... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang).. ekonomis/ produksi. pengelolaan dan pemantauan lingkungan)... serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan)......... NP I 2 Hasil Inspeksi ... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang......... Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau. 2 Hal lain yang perlu dilakukan : ........ 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan...... rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang. Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 ....... (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu....... dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran.... Penutupan Tambang .. ..... at . d..

......... 7 ...... TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ............... ......................................... 6 ................................................... 4 ................ PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ......... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.... PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ................................................................... : : : : : : : : : 8 ....... a) ..................................... 2 ............ FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas.................... NP ...... ................. .......................... ................ 3 ............................... .............. ....... 5 .......... ................. TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)............................................................................................................................... I............ faktor penyebab kss au) ................................................................................... HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ....................................... ..... ....... ..................... ............................................................ termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb........................ .....Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 .............. RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ............................... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 .........

tidak benar untuk perencanaan penambangan. MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . . Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. eitn Rentan akan manipulasi data. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. 4 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. . 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. 2 . Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. tetapi juga pemerintah dan masyarakat. perkembangan kegiatan eksplorasi. tatacara-tahapan eksplorasi. goii. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . braa lna. 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. data hasil eksplorasi yang tidak benar. peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. . saham untuk kegiatan eksplorasi. baik dari segi geologi. bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. baik melalui kerjasama. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . dpst eoi. Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. eslrs. II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. I I . disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . peraturan yang mendukung. 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . 4 Tenaga ahli . Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. 5 . krls dt eslrs. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . 3 . atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. penjualan saham dsb. I LATAR BELAKANG 2 . pengukuran. penyebarankualitas & cadangan mineral. . Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. penerapan sangsi dan tegas. bisa dipenuhi. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa .dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. eksplorasi. I. . sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta.

Korelasi nilai unsur yang dianalisa. CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . h Kelayakan nilai kadar geokimia. c Hslitrrsai(easrku. c Due deligance . Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. b Dibuat juklak/juknis . 2 Pemetaan Topografi . h Indeks peta . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi.lnai . 8 . . 7 . dan interprestasi . 6 . mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. . pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . . c Peta geokimia. d Penelaahan/evaluasi laporan . c Hasil (peta. d Interprestasi dan penentuan anomali . ltlg. klarifikasi cadangan. 542 . yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . ai nepets pt tutr ies. digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh.dl. Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. 9 . pemboran. e Penetuan daerah anomali . 1 Pematokan Batas KP . 6 . PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. b Peta lokasi contoh apa ada. pemetaan geologi. kpoai V . VI. d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . cebakan mineral yang dieksplorasi. b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . deposit e Kelaziman peta geologi . sampling. Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. c Bentuk/kehalusan kontur topografi. 3 Ctastlt . 2 . c Detail data pendukung . . Petageologi lokal-detail ada/tidak. b Korelasi data sekitarnya . kerapatan data dsb). 1 . lapangan. f g Kemungkinan kontaminasi. pemboran.idks mnrlss. e Penyelenggaraan presentasi . d Interval kontor . Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. 5 . iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . PKP2B d Peralatan yang digunakan. Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . a Cara pengambilan contoh. a Diatur/dibuat peraturan perundangan . sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. . pemetakan topografi. kegiatan eksplorasi (analisa. b Kordinat data . . penampang) . f g Batas KP/KK/PKP2B . . anomalinya. . . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . 4 . Geodetik e Laporan hasil pematokan . 1 . mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. apa sesuai dengan KP/KK/ . . geokimia. geofisika. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. Jenis kegiatan yang dilakukan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . d Kelayakan lokasi contoh. Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . perhitungan cadangan. e Kemungkinan pembesaran . 4 . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. e Pelaksana .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . . . khususnya GPS . .

terowongan. 1 . kgaa. Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. eeto ii. f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . sampling. expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . costaining. ketentuan yang berlaku. 1 . Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. e Kode/tanggal/tahun sertifikat. . duplikat contoh). b Krls hslaaiata usr . Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. 1 . . . dcr. lrfks b Data Pendukung . b Apakah laporan dirapel/tidak. . . d Sriia aaia . Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. Pola spasi. d . h Ksrnhslaaia . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . preparasi . 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . dea. Evaluasi Laporan Kegiatan. i . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. iai . penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . duplikat contoh). • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. 9 . dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. Pemboran (recovery. . . . Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . lapangan/eksplorasi h . sertifikat. Apakah telihat kemajuan. khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . g Pemboran (recovery. etfkt nls. c . b Lokasi kegiatan yang konkrit . Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . geokimia. e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . oeai ai nls ip nu. . f g Dtcinlmt . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. sampling. e . analisa. c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . cara dan peralatan pemboran. Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. . f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . . cadangan . Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. d Penafsiran bentuk endapan. contoh. iaa ai nls. b . Detail geologi & mineralisasi. e Spasi data termasuk sampling. dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . . Pengirim contoh. preparasi contoh. . hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. arh . 1 . c Logika kadar mineralisasi dan nila . antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. Cek batas KP/KK/PKP2B. f 7 . rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . h Metode perhitungan sumberdaya dan . . eksplorasi yang dipakai. c Laboratorium pelaksana . eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . l m Hasil trenching.

h Cek peta batimetri . e penampang hasil pemboran . Kebenaran peta topografi. j 1 . . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . Spasi data pendukung i . mineral dan kimia. . f g Korelasi dengan data Geol. perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. lokasi & spasi pemboran . h . . h Cek semua hasil kegiatan . b Cek korelasi singkapan dan bor. b Logika penyebaran . . Cek penarikan outcrup. . dan cadangan. d Metode. e Cek metode perhitungan sumberdaya dan .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . Regional . . Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . . Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . Cara perhitungan cadangan i . . j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. c Logika nilai parameter kualitas. . i . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. c Banding data bor & geofisik .

I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. biasanya dinyatakan dalam persen. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. I. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. benar. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. . Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. 25 Tahun 2000. ctofgae u f rd. bijaksana. 3 Penetapan dan peningkatan recovery . Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. I I . Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. penambangan. yang setelah dievaluasi secara teknis. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. biasanya dinyatakan dalam persen.

DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan .scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . V . dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . yang ada sehingga menjadi produk sampingan. dan kadar/nilai rendah. 9 Penggunaan produksi bahan galian. mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. recovery penambangan. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. cadangan pada masa pengakhiran tambang. . 1 . lengkap dan baik. KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. a mempelajari data sebagai bahan . cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . seluruh kegiatan pertambangannya. 1 . tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. bimbingan. li. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . V I PROSEDUR I. sehingga mendapatkan recovery maksimal. PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. c Mengadakan diskusi yang mendalam . a di Kantor Perusahaan . b Memberitahukan kepada manajer lapangan . mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. 1 . Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . 1 . 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . Hal 4 tidak ada 546 . setiap 6 (enam) bulan. 1 . 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. cadangan bahan galian secara rinci. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. V . 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . pasca tambang. an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . evaluasi . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. sesuai dengan kewenangannya. yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya.

pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . a a a a : a Mengamati apakah telah . c Mengadakan diskusi ang . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . a a a a : a Recovery Penambangan : . : Recovery b Ttcr . dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. b Ttcr . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. kadar/nilai rendah dan bahan galian li. aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. a a a a : a Mengamati apakah telah . : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. 547 . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. penambangan. a a a a : a Mengevaluasi apakah . b Mengadakan diskusi . sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . b Mengamati apakah telah . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. b Ttcr . lk ea iai b Recovery pengolahan : . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang.

b Mengadakan diskusi . peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . b Mengadakan diskusi . ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. b . dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. b . Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . penanganan taling adalah sebagai berikut : a . 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . I. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang.

pengujianpengujian. pejabat pengawas . diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . 2 . 3 . umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . RUANG LINGKUP 5 . Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . PENGAWAS PRODUKSI 1 . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . sampling. TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. 2 Dalam melakukan pengawasan . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. . dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . 1 Apabila dianggap perlu. pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. pengukuran. . sampling. Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. B Kewenangan lainnya . Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . I. PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh .

Selesai melakukan pengawasan. hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas. 4 .Dokumen syahbandar .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan . angka (1) tersebut.Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali .Certificate of weight . V .Pencatatan draft kapal . pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. 3 . produksi. Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha.Pencatatan stock akhir d. pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan.Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . data/ .Dokumen invoice .Jumlah barang yang diangkut. 4 . b Pemeriksaan secara administratif .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . d Melakukan rapat mengenai hasil . pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) . c Pemeriksaan secara teknis . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. . mingguan. pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya. . d Temuan dan Pembahasan . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 .Pencatatan recovery. 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam .Dokumen delivery order. b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan . Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. Pada tahap pelaksanaan pengawasan.Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai . . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan.Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . dan atau proses produksi.Dokumen Bill of Loading .Pencatatan stock awal . e Kesimpulan dan saran . Pemurnian .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama . d .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang . Kegiatan pengapalan. Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan . c Kegiatan Penimbunan . PEMERIKSAAN V . SISTEMATIKA I PRODUKSI A .Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . c Melaksanakan Pemeriksaan . laporan produksi baik harian.Criiaeo aayi etfct f nlss .

pos retribusi. losses. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). penggunaan bahan bakar minyak. dokumen. efisiensi pengolahan/ pemurnian. efisien peralatan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . a Jumlah dan kualitas bahan galian yang .dnli-an ults a anli. .Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . harga penjualan dan lainli. air. certificate of wih. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. an USAHA VI K E W A J I B A N I. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . penggunaan peralatan. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. dokumen kontrak jual beli. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . penggunaan tenaga kerja. produksi dihasilkan. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi .Dokumen invoice. . tanah pucuk. Meliputi pemeriksaan yang akan. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. 3 . tujuan penggunaan. 551 . pengukuran tonase. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. stripping ratio. berita acara serah terima brn. kemajuan penambangan. pemberitahuan ekspor barang. kontrak jual beli. pembukaan lahan. 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. tailing. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. penggunaan bahan peledak. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . bill of loading. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. by product dnli-an. midling. eiinpoe. . diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. pengukuran draft kapal.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. reagent. run of mine. losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. syahbandar. tanah penutup. ketersediaan front penambangan.Dokumen bukti terima barang. flow chart. 3 Perencanaan produksi penambangan. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au.Kaia ults . 2 Perencanaan produksi penambangan . 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan.lse dnli-an fse rss oss a anli. dan lain-lain. b Pemeriksan pemakaian sendiri . certificate of analysis. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . lokasi peggunaan. recovery. egt cl i et oveyor. delivery order. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . ongkos produksi. recovery.iviednli-an aag noc a anli.Jumlah penggunaan . Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. material balance (feed. flux. delivery order. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. losses ketika pemuatan/pengangkutan.

4 . 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . dipindahkan. 2 . masuk ke tempat penimbunan. tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. 4 Pencatatan produksi sebagaimana . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. Kegiatan Penimbunan 1 . sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. produksi utama dan tailing serta produk sampingan. E . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . Purnomo Yusgiantoro D . wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. dalam angka (1) tersebut. serta produk sampingan. d jumlah dan kualitas produksi . Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. dalam angka (1) tersebut. F Dokumen Penjualan Produksi . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. 3 Pencatatan produksi pencucian/ . m 3 . C . b jumlah dan kualitas produksi yang . alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. produksi dan tailing. 2 . sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. 3 . dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan.

eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . e Peralatan yang digunakan dalam . 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . I PENDAHULUAN a Prjnn . vegetasi dan tataguna lahan. iklim. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . topografi. arus regional. dan lain sebagainya. Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. hasil yang akan diperoleh. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . Luas. Kecamatan) maupun geografis (odnl. Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. daerah pembuangan ranjau. 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. jalur kabel dan pipa. d . B . ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . auae. hak guna lahan. yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . untuk mencapai tujuan tersebut. Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. . . yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. d Waktu dan lamanya kegiatan. 1 Berdasarkan peraturan perundang. lokasi wilayah perizinan. eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . undangan yang berlaku. I RENCANA KERJA A UMUM . penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . c .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . dan lain sebagainya. memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. ieakn b . penyelidikan.

geologi dan lain sebagainya. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. geomagnet. distribusi dan jumlahnya). DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . polarisasi terimbas. Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. sungai. well logging dan lian sebagainya). Sebutkan skala petanya. seismik. ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. penginderaan jauh. dan jumlah contoh). sounding. geologi dan lain sebagainya. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). . side scan sonar dan lain sebagainya. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. tanah. sounding. 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. geokimian endapan sungai. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. side scan sonar. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. jenis. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. tanah dan batuan. tahanan jenis. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. parit uji. gaya berat. c . 6 Skala peta yang digunakan. parit-uji. pengolahan data. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. rediometri. RENCANA a . b . 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. potensial diri. geofisika seperti polarisasi terimbas. geofisika. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. gravity core. Contoh seperti batuan atau pemineralan. penyelidikan geokimia. grab. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. pembuatan sumur uji. 2 . seismik. caranya seperti Bulk. 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. penyelidikan geofisika. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. geokimia dan lain sebagainya). dan penyusunan laporan. sumur-uji. pemboran. gaya berat. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). chip atau channel . ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. pemboran). potensial diri. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan.

3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. 6 LAMPIRAN : . sumur uji. e . hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy.pemboran. 4 RENCANA BIAYA . LAPORAN TRIWULAN A UMUM . lingkungan dan aspek lain. eksplorasi atau untuk evaluasi. 2 Rencana metode analisis (AAS. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . dan jumlahnya. mineral berat dan besar btr ui. rencana cara pembuatannya. ) Kolorimetri. sebagai dasar acuan eksplorasi. sumur dan parit uji. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . kedalaman. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. format seperti di bawah ini. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. Pembuatan Shaft. 5 Rencana analisis petrografi. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. jenis. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. (pemineralan). panjang. 1. arah dan lain sebagainya. b Penulisan daftar acuan hendaknya . lokasi. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . data geofisika. data geokimia. Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. c . lokasi) dan jumlah contoh. kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. ) mineragrafi. Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. PERALATAN a . parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. KERJA DAN Pemboran. . d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . ICP. 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. 3 RENCANA TENAGA . Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . sumur-uji atau prtui ai-j. (sumur/pari uji. daya mineral. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . coring atau non coring). jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. d Analisis laboraturium . mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. geologi. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. 5 DAFTAR ACUAN .

.. Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ....... Status/tahapan 3.................................................. dan lain sebagainya........ .................. Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan................../au :.. Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 . ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ..... 5....Thn ..................... pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan.............. ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6....... .... B ......... ..... kerapatan pengambilan Contoh........ ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) ............. : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua .. . rwln ............... BENTUK DAN ISI LAPORAN 1..... Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan . Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) ......................... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No..... SK ˆ Tgl............

Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. K-3 Lingkungan 9 2 . Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. Tenaga kerja 6 1. studi kelayakan AMDAL**) 1 . Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 . Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . P r l t n 7 eaaa 1 . Biaya 8 1 . Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 .

yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . 3 1.mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. chip. tanah. 1 1. jenis (batuan.. geokimia. bijih. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. parit uji.titik pengamatan. metoda pemerCotohhan (coring/non coring. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. 2 . 7 . Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. 6 . LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. tp . penampang bor.buah. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 . Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. batuan peminrlnbjh. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. metoda atau sistem pemboran (angka 8). titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6. 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta. penampang dan model goiia efsk. tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. sumur uji.6 dan 7). Penampang geologi.lembar. Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. b . rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . 5 . 3 .9. Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. pemboran Contoh batuan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4.9. 2 1. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj.8. 4 . 4 1.d. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah. bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri.7. ha .10 dan 11. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. dan 10). 8 . 9 . Jt Rp. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf.hektar. 1. 0 1.5. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). Peta geokimia Peta/bagan. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. channel.

terutama informasi mengenai keterdapatan. tubuh utama laporan. b . demografi dan kependudukan. (yang dilakukan). Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. . lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . dan informasi pendukung lina any. akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. kegiatan penyelidikan. Luas daerah yang diselidiki. c . hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. A UMUM . tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). 2 Aspek legalitas. 1 Ringkasan . Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . b . Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). kuantitas dan kualitas endapan mineral. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. B . hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. seperti kepemilikan. 559 . a . II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. d . sebaran. 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . ) hak guna lahan. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. maksud dan tujuan penyelidikan. Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. waktu penyelidikan. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. cara pencapaiannya.

. termasuk analisis laboratorium.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. i . bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . an h . jenis. vegetasi. Informasi mengenai iklim.jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa.aa eet ltaa efsk. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . stratigrafi. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. SAR dan lain sebagainya). dan pembuatan laporan. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. kegiatan pengumpulan data. tipe endapan. oo aei. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. f g . 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. topografi. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. SLAR. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. (oms. geofisika. termasuk kualifikasi/keahliannya. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. . dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. mulai dari persiapan. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. sebaran. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. e .

pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. skala peta dasar juga harus dicantumkan. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. onig aag uu. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci.psn srt ie cn oa. jenis batuan dan pemineralan. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. spur and ridge. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. P esi. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. tanah. catchment area.uji coba penambangan. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. grab. graviti dan lain sebagainya). ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. sumur uji. sd sa snr sudn. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel. Pemboran. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas.simk efsk ag iaa I. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih.

ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. mineragrafi. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. cara preparasi Contoh. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. dot dan lain sebagainya). 2 dimensi atau 3 dmni. baik geofisika. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . ubahan batuan di daerah penyelidikan. struktur. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. mulai dari pemetaan geologi. k Hasil penyelidikan . Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. menggunakan komputer atau manual. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. mineralogi. dengan cara statistik. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. penyelidikan geokimia. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat.

ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. bentuknya dan ukurannya.smrui prtui ai ebrn uu-j. sumur-uji. ai-j. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. foto. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. tu pemboran. ketebalan tanah penutup. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. sumur-uji. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. uu-j. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. kemenerusan. jumlah lapisan. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. tabel. 13-4726-1998). ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. sumur-uji. kedalaman tubuh anomali. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. lebar anomali dan lain sebagainya. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. () Pemboran. sebaran atau kemenerusannya (continuity). jurus dan kemiringan tubuh bijih. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. arah anomali. parit-uji harus dilampirkan.

penyusun laporan. Pemetaan Geologi 3. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . atr isi.2.. dan penerbit. Penyelidikan Lapangan 3. daftar gambar. daftar tabel. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara .4. tempat pemuatan artikel (majalah).. D . tahun. Penyelidikan Geokimia 3. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 . 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . Pemboran. komoditas dan daerah yang diselidiki. Penyelidikan Geofisika 3. Waktu 1. Keadaan Lingkungan 1. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu. foto. nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan.1. eyldkn an hdoelg. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. tubuh utama laporan. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium .1. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos. C . Maksud dan Tujuan 1. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk .3. Pelaksana 2 GEOLOGI .2.. sumur-uji. dan lampiran. 1.3.2. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN ..5.7. nlss iia 34 Pengolahan Data . ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah.4. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut. -. dan daftar lampiran..dnli atr aprn pt. halaman urut dengan angka Romawi. daftar foto.2.1..6.. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun.3. Latar Belakang 1. 3. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. Lokasi Daerah Penyelidikan 1.. judul. igaa. 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. perusahaan dan instansi pelapor. Metoda dan Peralatan 1. 3.. daftar atau tabel.1.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia.2. 21 Geologi Umum . 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan . ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan . Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN . dan tahun pelaporan.2. daftar acuan.2. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan.

5.mn . DAFTAR ACUAN 5.1. Pemineralan 4. 4.. Geologi 4. K-3 dan lain sebagainya.6. 3. Pemboran 4.Pengolahan data Geologi (permukaan.2.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii. KESIMPULAN DAN SARAN 4. efsk 4.4.4. Hidrogeologi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . ekma iea brt rl ea. Geokimia 43 Goiia .. eglhn aa efsk. 4 HASIL PENYELIDIKAN .1.7. pemboran. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4..

b Bagan Alir . c Cadangan . Pertambangan (KP). Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . Keadaan Flora. Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . a Bentuk dan Penyebaran . miniable.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. Mata Pencaharian Penduduk. Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. Fauna. tutr c Geoteknik .jma. stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. 2 Prltn(ei. EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. . jumlah dan . dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . 2 Keadaan Endapan . Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . . Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . Penduduk. BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . 4 Pelaksana Studi . jumlah . Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. Jumlah. Pengolahan dan Tailing A . a Tahapan Pengolahan . dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . a Ltlg . kualitas. 2 Maksud dan Tujuan . 5 Jadwal Waktu Studi .kpsts . Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . cut off grade. c Recovery Pengolahan . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . iooi b srku . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . Tambang 6. dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . Iklim. eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . Kontrak Karya (KK). marketable. 3 Peralatan Pengolahan (jenis. 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . Kualitas Hasil .

d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang.000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. a Biaya Produksi (termasuk biaya . pegangkutan dnli-an. : 10. tahap Eksploitasi dan sekitarnya. yang memuat : a Kontur topografi . ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. borongan . Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. a Dalam Negeri . a anli) b Modal Kerja . 567 . miniable”. pengolahan dan sarana penunjang).000. Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. skala minimum 1 : 2.000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . c Sumber Dana . BAB VIII : LINGKUNGAN. Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. pengolahan dan sarana penunjang). c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . e Perhitungan “Break Even Point” . a Organisasi . 4 Sistem Kerja (kontrak. a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . b Pengelolaan lingkungan .000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. b Prltn . dnli-an. 2 ProspekPemasaran . c Pemantauan Lingkungan . skala . d Perhitungan “Discounted Cash . 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. skala 1 : 10. nets a Modal Tetap . K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . sekitarnya. LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . b Penyebaran bahan galian . minimum 1 : 2. (BEP) .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. . 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . b Luar Negeri . pengolahan.

ketenagakerjaan. Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . bagan alir dan sebagainya. pencucian. pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . pemantauan dan pengelolaa lingkungan. Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . reklamasi. lokasi . 3 Kaia . d Lokasi timbunan waste. cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . Peta pengelolaan lingkungan. e Jalan. h Dan sebagainya . statistik produksi. penyelesaian masalah. Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . peta. petalokasi kegiatan. sketsa. ditambang c Rencana dan target produksi serta . Laporan tersebut mencakup. ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . direklamasi per tahun c Jalan tambang . pelatihan. bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . bahan galian dan waste . d Batas wilayah eksploitasi . pengangkutan. h Rencana kegiatan K-3 . gambar 3 dimensi. menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . Laporan Triwulan. ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . pencucian dan pengolahan. statistik kecelakaan dnli-an a anli. Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . Lokasi timbunan waste. g Indeks peta rencana pertambangan . dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . 2 Hasil Eksplorasi . 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . . Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. 2 Perizinan . pengolahan/pemurnian. a Jumlah. . asing jika diperlukan) . K-3 pertambangan. b Kegiatan non teknis antara lain . pemasaran. . Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. B . II Laporan Tahunan Eksploitasi I.0000. peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. “stock pile”. Perkampungan. antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . pengelolaan lingkungan hidup. minimal skala 1 : 2. . penampang. tailing dan mineral . penjualan. tambahan penambangan. Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan.

nls. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . kadar dan penanganan . berakhirnya KP/KK/PKP2B. 4 Stock Akhir . 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. V . BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . Cadangan 2. pengolahan/ . training. BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. pengelolaan dan . atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . 3. yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. 2 Jumlah dan Tujuan . yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . tambang. pengolahan/ . Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. Harga Produk . Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. Pengangkutan dan Pengolahan. pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. 3 Pelaksanaan reklamasi. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. oai a us arh ag ea ikpots. Kadar Jumlah. utama dan sampingan b Jumlah. a Jumlah dan kualitas produk . 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . 5 Rencana penambangan. 3 Lokasi Penimbunan . peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). 2 Jenis. pengolahan/pemurnian/ . statistik kecelakaan tambang. 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan .

7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . peta rona akhir tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . obyek kerja yang berbahaya. peta geologi. bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. potensi mencemari lingkungan dan penanganannya.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. dengan akhir tambang. . 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . galian berkadar “marginal”. 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . 9 li-an .

Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi untuk diolah . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. a .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .Produksi siap jual . 6 . c . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 .Hasil olahan c . b Cadangan rekonsiliasi . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c Cadangan terambil . m. 5 . LAPORAN . kualitas 3 ton. a .Hasil olahan c . kualitas 3 ton. m. d Sisa cadangan . m. Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c . c .Produksi untuk diolah . 3 ton. b . a . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . 4 . m. kualitas 3 ton.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . Lokasi Pengolahan . b . PENAMBANGAN Produksi .Produksi untuk diolah .

Hasil olahan c . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . kualitas 3 ton. c .Produksi siap jual . Lokasi pengolahan . 4 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . a . kualitas BULAN KE NO. c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . STOCK AWAL Lokasi Tambang . m. b .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . kualitas 3 ton. PENAMBANGAN Produksi . 3 ton. d Sisa cadangan . c Cadangan terambil . 6 . kualitas 3 ton. m.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . Lokasi Pengolahan . m.Hasil olahan c . b . 5 .Produksi untuk diolah . c . a . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . b Cadangan rekonsiliasi .

Lokasi Pengolahan . kualitas 3 ton. b . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . m. STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi siap jual . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . 5 . kualitas 3 ton. kualitas BULAN KE NO. Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi siap jual . a . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . a .Produksi untuk diolah . m.Produksi untuk diolah . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. b . 4 . a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan . c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 6 . c Cadangan terambil . kualitas 3 ton. PENAMBANGAN Produksi .Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. c . Lokasi pengolahan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .

a . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . c . kualitas BULAN KE NO. m. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . Lokasi Pengolahan .Hasil olahan c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi untuk diolah . 4 . PENAMBANGAN Produksi .Produksi untuk diolah . c . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. d Sisa cadangan .Produksi siap jual . b . 6 .Hasil olahan c . kualitas 3 ton.Produksi siap jual .Produksi siap jual . LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Lokasi pengolahan . b . 5 . m. kualitas 3 ton. a . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . : : : : : : : 3 ton. m. m. kualitas 3 ton. c Cadangan terambil . a .

a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . kualitas 3 ton. 5 .Produksi untuk diolah . c .Hasil olahan c . PENAMBANGAN Produksi .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . 3 ton. d Sisa cadangan . Lokasi Pengolahan . k a i a ults 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 .Produksi untuk diolah . b Cadangan rekonsiliasi . STOCK AWAL Lokasi Tambang . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . b .Produksi siap jual . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . 6 . m. kualitas 3 ton. m. k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO. c .Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . b . c Cadangan terambil . Lokasi pengolahan . m. a . 4 .Produksi untuk diolah . c .Produksi siap jual .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi untuk diolah .

a . b . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. td t. Lokasi pengolahan . m. PENAMBANGAN Produksi . c . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . 6 .Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang . a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c .Produksi untuk diolah . m. k a i a ults 3 ton. c Cadangan terambil . c .Produksi siap jual . 4 . kualitas 3 ton. Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 . b Cadangan rekonsiliasi . d Sisa cadangan . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral. a . Lokasi Tambang . NO.Produksi siap jual .Hasil olahan c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 .Hasil olahan c . 5 . m.Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .Produksi untuk diolah . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . m. b . Lokasi Pengolahan .

..................... bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 .....................................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga .......................................................ˆ WB ˆ WT ˆ WT.......... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 .......... as eeaan ................................... atas ˆ Tangan bag...................................... eeaan ejd........................... aa obn ag eaa .............................................................................. aa eej ................................................ .... a ................................................. ............................................................................................................. oo rt eeaan ........................... ei eai 4 Pkran :...................... ...Lampiran XIII.......................................................... Bga/eatmn:............ eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga ................................... aamn ejd a ea-ea eeaan ................................................................. 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ......jm:...........................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl....... ...................... .............. ............................. ....................................................................................... ..........................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A ................ ............... I I IA hf .......... Uu :.. aga eeaan ......................................... KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :............................................ bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ......................................... eeja ............................................................................... Lm Bkra :......... ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag......................................................... ept eeaan .... aa euaan ..................................................................................... .... ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :........................................................................... 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:................................... ............................... 8 Skikclka :.................................................................................... Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag............................................................... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag..... Jenis Usaha ˆ : Tambang............... ........................................ ................................. 3 Nm kra yn clk :........................... 5 Tnglkclka :.. .............. ainDpree ............................... ........... ................................................................................................................................................ Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl.............Sit:... ................................................................... ekra aa ia aa eej ebl ........................................................................ EAA ENK ETMAGN..... KPL TKI PRABNA........... 6 Tma Kclka :............................................................................... Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ........................................................ .............................................................. kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :.

g . .... ... . ... g . ... ii . ..... g .. . . ... g .. ..... ..k ... ....bjh .. . . .. .. .... g .. . .k .. bjh ..k .Lampiran XIII... .. ii ......k .. negara penjual. ..k .k ..k . . .m .. ..k . .. .20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (.......m .. .. . g .. g . g . ..m . g . .....m ... .bjh ... ...k . g . .. bjh .k . .m .... . .. .. ..... g ...m .k . .. ii .k ....bjh . .. .... bjh . D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat...bjh . ...... . ii ... .. ii . .... . .k . .k ....bjh . ukuran jenis detonator dan Dinamit. . ... ..k .. ... . .m . ... .. ii ... . ii .... ..k . g . .. g . g . ... bjh . ........m . .. . .. . . . .k . . nomor... .m . bjh Jumlah . g ... ..m . ..k ... g .... .. . g . g .. .. g . ... . .. g .. . . g . g Jumlah .. ... . g Dinamit .k .k .... ... ii ... ii .. bjh ..... .. ..k . ii .bjh .k . g . . . . ii ... ii . ........ ....00 . .. ..k .. ..... ....m .k ... g ....... ..m . ii . . .. .. .m .k .m .k .k . .. . g .. .. .k .. bjh ......m . . g ..m .. .... ....k . . ....k .. bjh . .. .k . .... .. g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah . .. .k . ii ..m . ... ... ..... . . ...... . ..... ii . .. ..k .. . . ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya .. g ... .. ..m . bjh . .. bjh . ... .k .. g . ... . ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el....k .... g . . ... g ....... .. .. . ..... .. g .... .m .. ... .k .. . ii . .. . bjh .. .k . ..k ... ..k ... . .. g .m ... .... g . . . ii . Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is ... .bjh .. . . ..m ...... .. g .... .m . ... Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw...m . .. ..... g .. . ... g ..... . . .. bjh . ... .... bjh .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . .... .. g . g . . g .... g 578 .. ii .k . . .k .. g ....... ... .bjh .. g . . g .. bjh . . ii ... g ... .k . .... . .k . ii ..k .m . .k . . . .. .. ..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL .. . . .k ... . ii . g ..... ii .... ... bjh . bjh .k . g . . . . .... . . .k .. ...... ii .. .

.. ... .Lampiran XIII. 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit. . .... . ... . terangkan tanggal keluarnya... AA SH ABN .. . . P D U A AT M A G. . . .. . ... . Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 . .. . . ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I. ... .. . Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang. .. Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No..

Kepala Teknik Tambang (.. DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG.....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 .... Pembuat.... Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor...Lampiran XIII....U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No. 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu........ ....... PENGAM AT DAN T.............c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I..

.....R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.000.R 2) PER BULAN KUMULATIF (........R adalah kumulatif frequency rate per 1....... ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .. TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1.......) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F..Lampiran XIII...........000..000 jam kerja F.000 JAM KERJA TAHUN 20....... Kepala Teknik Tambang 581 ..000. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F.000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat...

...........) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 . ... X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat........ PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No.. Kepala Teknik Tambang (... Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp..............Lampiran XIII.......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .

R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.. Kepala Teknik Tambang 583 .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1. I........Lampiran XIII..R adalah kumulatif frequency rate per 1.........000.....000..000 jam kerja S..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S..000 JAM KERJA TAHUN 20. ...R3) PER BULAN KUMULATIF (........ KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S.....000...000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.........

1. Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5. Jari Kaki. PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia .Lampiran XIII. Jari.000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 . Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3.

. ................................ Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 .................................................................. : (uraikan secara singkat kasus dan jelas....................... ............................................................................................... ................... td t.......... ........................ Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I...................................................................... KTT/Penanggung Jawab Lapangan .... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...................... : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ............................................................................................................ 2 PENYEBAB KASUS . X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI ..................... ..... (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.. 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ....................................................... 4 UPAYA PENANGGULANGAN .......Lampiran XIII..................................... ...... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) .........................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I........... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) .................................... 3 AKIBAT KASUS ........................................................................................................................................ penyebab kasus) ................ termasuk foto-foto terjadinya kasus) .........................................................................................................................

Peta pengelolaan skala 1 : 10. kebisingan dan gtrn eaa. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu.000 . pengamanan. tanah dan udara . P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an . ei dan jumlah tanaman. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. meliputi : .Kualitas air. ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V.000 .Rencana pelaksanaan pengelolaan . ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah . RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya.Penebasan dan penyiapan lahan . pemelhra. c Penambangan . ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I.Revegetasi -Li-an anli BAB IV. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN .db. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B .Pengolahan dan pemurnian . .Penambangan .lks.Peta pengelolaan skala 1 : 1. penutup. daerah penimbunan.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A . tanggul/dan kolam pengendap) .Lampiran XIII.1.Pengupasan/penimbunan tanah penutup .Tingkat erosi . d Pengolahan dan Pemurnian . iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. ˆ Penanganan hasil penebasan.Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III.Stabilitas lereng (tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 . us ra. lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : .jma.

BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . d Pemantauan kebersihan penghijauan . ˆ Penanganan kebisingan dan getaran.000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. daerah .Lampiran XIII. . e Pemantauan flora dan fauna . pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi . BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . tanggul. b Biaya pelaksanaan pemantauan . contoh air. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . c Pemantauan lereng. timbunan dan lain-lain.

Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . b Lus Project Area ***) . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. 6 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . 3 . b Emplasemen . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . Reklamasi a Penghijauan .Lampiran XIII. Ha Ha Semester ini 9 . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . b Di Luar Bekas Tambang . c Pelabuhan . 4 . 2 . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . d Penimbunan Bahan Baku/Produk .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . 8 . 5 .

. Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang . perkantoran..... Pohon/Ha....... Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada). ... Pohon/Ha.N. pabrik... c Pembibitan (bibit baru) ..... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 ....Lampiran XIII. h Li-an . Pemanfaatan lain..a.. Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru .... anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 .....e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air ..... b Penyulaman . Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5.... Pohon/Ha. Pohon/Ha. penampungan air.. .. tempat rekreasi dll. Pimpinan Perusahaan .... Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini.. misalnya untuk perumahan.. A... Pohon/Ha. Pohon/Ha.

..dt.. T. TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO............. ........... 2..... I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P....... 1.........................dt.................. ............ f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 ................. 1...s.... 2.......... .... TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA .... ...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII......... ... 1.... I...........s.dt..... MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN ...... ...s.. RWLNTHN .......... 1...... ..................USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 .............dt....... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1..Lampiran XIII........ I I I ... 2.............. 2...dt........ 2........ TIUA/AU ..................... ....... 1.. .. II TEKNISI I............. V V .s.dt.s....... . ..... TDK....................... ....... 2...s.................. V..............

.......Lampiran XIII........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .... LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ... TIUA/AU ......................................................................... AA EITN ................D.... T ............. 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 ........ RWLNTHN .. THPKGAA ..... NO............ JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S........

JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 . PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.Lampiran XIII.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I.

............. NO.... AU ..................... LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ..................... NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 ................................... T ...Lampiran XIII.....................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.................... THN...............

..... c ...... b .. AU ......... THN...... b .. 1 Bongkar a .. T.. 2 Muat a ........Lampiran XIII. JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 ....... c .. c .................. 4 Pengolahan a .. c .. b .......f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ... 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET.. RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN . c ...... b .......... 5 Laboratorium a .............. RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P...... b . 3 Angkut a ..

b . b . b . c . 9 Klsrkn eitia a . 3 Bahan Kimia a . c . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . b . c . 7 Survey a .Lampiran XIII.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . c . 2 Pelumas a . b . b . b . 8 Perbengkelan a . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 .

..............Lampiran XIII......(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) .........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ........ Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO....... TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ............................................ .............pmgn K/KPPB ............ URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 .. 0 ....../2 ........

. d Biaya dibayar di muka... a Kewajiban Jangka Panjang . Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 .. Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar ........ a Hutang Bank . e Kewajiban jangka pendek lainnya ..... c Aktiva tak berujud . c Hutang Pajak . b Piutang ... b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain . b Cadangan .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I. e 1 eebr .. Pr3 Dsme . Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan .. 2 Pasiva Tidak Lancar . a Kas & Bank ... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor . e Aktiva Lancar Lainnya .. b Biaya yang ditangguhkan . b Hutang Usaha ... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : ... T ....Lampiran XIII.... d biaya yang masih harus dibayar ..... Uang muka pembelian .. NERACA P .... c Persediaan . c Laba (Rugi) tahun berjalan . d Aktiva lainnya .

... 5 ........... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t......... PROYEKSI LABA RUGI P ..Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi ............ b Beban Bunga ... c Keuntungan (Kerugian) Kurs . Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi .... THN..Awal Akhir Produksi (+) ..... AU.. d Laba/Rugi Tahun Berjalan ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII... b Administrasi.. c Deviden .... 6 .. b Penyesuaian Masa Lalu ... Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun ......... Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga .Lampiran XIII..... d Lain-lain .. Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ................ b Persediaan . Penjualan & Umum ...... ...... T ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful