Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . 3 . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Daftar barang/peralatan yang akan . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . 2 . d r-kpr i eeso. b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . b Laporan kegiatan . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . e Laporan kegiatan akhir . 2 . Perubahan Pemegang Saham 9 a . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . 1 . b Dasar/alasan perubahan investasi . 3 . d Struktur organisasi perusahaan . 2 . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . c . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . d Barang modal tahun sebelumnya yang . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . Perusahaan c Akte Perubahan . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . 3 . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . b . 2 . 2 . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . b Surat Keterangan status perusahaan . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . c Daftar kebutuhan barang modal . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . d Paspor dan Visa TKA . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . ekonomis lagi 3 . Pendapatan & Biaya 2 . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . b . c . Depnaker c Kualifikasi TKA . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . b . negeri dengan pemakai 2 .

Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 3 . 3 . b Desain pelabuhan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . 3 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . pinjam pakai sementara 3 . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . d Keterangan lokasi kegiatan . b Spesifikasi Kualitas Batubara . b Rencana pengoperasian pelabuhan . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan .

Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I.Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . 2 Gubernur memproses permohonan. DESDM. Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . 5 6 DESDM PROPINSI I I . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . 471 . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. 2 . 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan .. BUPATI/WALIKOTA 3a . Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. PEMOHON Keterangan : 1 . DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . setelah Surat . Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b .

5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . GUBERNUR 3a . td t. DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . dan DESDM. Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . BKMD 3b . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur .

........ Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A ... ........... Pemegang Saham B ....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT . Eksplorasi.......... Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan . a Drki ... : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ ....... : ... #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum....... Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c .. Eksploitasi... Komisaris dan ........................ : 4 Susunan Direksi... 2 Jabatan/Pekerjaan .... 1 PERMOHONAN ....... Faksimili : 3 N.... Pemohon : 1 Nama Pemohon ...... : ............P .......P........................................... I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) ...................... .. ........... Pengolahan/Pemurnian...... ies No 1 2 3 4 5 b ..... d i ...... ..... ................... Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ........ Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 ..........W.....

. : ....... b Jumlah utang .... ...... apabila ternyata keterangan tidak benar........................ Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) .................................. ................... : ..... ....... pertambangan dan telah disahkan oleh Dep........ Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ............. (.................. td t Materai Rp...... 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri......... 6 Laporan studi kelayakan *)**) .............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ..... 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan . .. : Rp.................... Eksplorasi dan Eksploitasi)........... Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal ......................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ...................................................... 2 . 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum...... .........................000 ............... (nama pemohon) Tembusan : 1 .... ......... .... .. 2 # coret yang tidak perlu..... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak...................... 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) .............................. 3 *) pemohon KP Ekspoitasi. perubahan Akte terakhir : ................... .......) ........... Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ................. kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ....... ... (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) .......... 6............................ (........................ Demikian permohonan ini kami ajukan............. .............. 7 Nama Induk/Grup perusahaan : ............................... a Jumlah Net Aset ....... ..........................) ........ Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal ......... 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir .......... C .... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ...... .......... 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa ..... ..................... Pengesahan Dep.......................................... : Rp..........................

.......... 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) . bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .. AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak............. ............. 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ......... .............. 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap........................ ...................... kami ucapkan terima kasih ... Alamat perusahaan :.............. 6 Laporan studi kelayakan ***) ................. D i ...... .......... ........ PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .......................... 6000 ..................................... ... 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **)....... . Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ................. #) Yang bertanda tangan di bawah ini........... Nama Pemohon :..... ..................................... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan..... ............. 2 .... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ........................... ..... dengan ini... ............ Jabatan dalam perusahaan :...... 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi . td t Materai Rp...... 2 *) Coret yag tidak perlu ............................. 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ........... (nama pemohon) Tembusan : 1 ........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ............... 4 Rencana Kerja dan Biaya...................................................... Nama Perusahaan :....

....................... 2 Laporan Kegiatan. 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***)..... ............. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 ....... (nama pemohon) Tembusan : 1 .... ........... Alamat perusahaan :..................... ..................... .................. ......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Nama Perusahaan :.. 6000 .............. Jabatan dalam perusahaan :................ ... .... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ............................. 2 *) Coret yag tidak perlu ...................... ............ 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap............ Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak .... mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan.. PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ....... dengan ini... #) Yang bertanda tangan di bawah ini.. 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **)............. 5 ****) Penyelidikan Umum.............. .. ... ..................... Rencana Kerja dan Biaya.. td t Materai Rp........ .................................................... kami ucapkan terima kasih .. ............................ D i ........................ 2 ........... 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri ................. Nama Pemohon :.............. .......... 3 **) pemohonan KP Eksploitasi .......................... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***).... 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***). . Atas perhatian dan persetujuan Bapak. Eksplorasi dan Eksploitasi...

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

......................................................... B .............................. *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ........................................................................................... : .................. Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : ........................... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan .... a Susunan Direksi......................................................... : ... ...................................... Komisaris dan Pemegang Saham : . ...... ............................................................. PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ........... : ... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ........................................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) ....... .........................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .......................... : ......... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan ........................... Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ........................................... ........................... ......................................................... : .............................. : ............. : ........... ......................... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . : . ................. () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ................................................. Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : .... .... D i ................................. ........................ : .............. 4 Susunan Direksi.......

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal ................................... .... Nama Jabatan Susunan Direksi................................................ () Jumlah Net Aset 1 : ............................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ........................................ () Penghasilan Bersih 3 : ... ................ Pengesahan Dep........ 6 ................................ : .............. Kehakiman b Nomor dan tanggal .......... ......................... Perubahan akte terakhir : : : : : ............................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ....... () Penghasilan Bersih 3 : ........ ............... (2) Jumlah Utang : ......... b Perusahaan Nasional ..................................................................... Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing ...................................................... () Jumlah Utang 2 : ............... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ................................................................. () Jumlah Net Aset 1 : ..............

. Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ............- ....... 6......... ............000........... 4 ...... Lampiran permohonan 1 ...... ..... ... 2 . ................................. td t Materai Rp. Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan. 2 # coret yang tidak perlu ... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : ............. Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .. (nama pemohon) Tembusan : 1 ..... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ................ kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .......... ..... 6 ................. Tanda Terima SPT Tahun terakhir......................................... 2 ... 3 .. 5 . apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar........

........... Pemohon Materai Rp.. Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan............... ....000.... IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : .............. ........ Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota ..... 6. ............ Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum. kami ucapkan terima kasih............tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 ............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ............. Atas perhatian Bapak... Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum . D i .....

............................................................................................................... 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : ......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 .............................. KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : ................... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : .. b ....................................... Daftar Personalia : ........................................... Daftar tenaga ahli : ............. 6 Keterangan lain ) : ............................................. Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : .................. : ............ SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a ................. : .... 5 Akte Pendirian ) : ............. : ....... 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ... jumlah............................. d PERALATAN ................................. : ............ jenis/macam peralatan................................. : ....................... 4 Referensi Bank ) : ......... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ............ kondisi.............. l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ..................... PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : .................................................... status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ....................... ................. Daftar peralatan utama yang dipunyai... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 ................................................

.. bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang .... brau elk...... ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja..... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . 2 ... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya .... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . ... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli. PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini .. melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya.. ) 6 Keselamatan kerja........... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 ...... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.. ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin.... ) 4 Keuangan... ) 2 Kegiatan Teknis.. . ) 3 Sarana dan prasarana (logistik).. nsoa... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan . Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup....... b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya ..

.................... ... kami ucapkan terima kasih....................... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 .. Atas perhatian Bapak............ . dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ................ D i . Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl................... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B . PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : .............. Gubernur/Bupati/Walikota ........ Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan...... aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum.............. ..........

..................... : .............................................................................. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 ....... PERUSAHAAN : ................................. d PERALATAN ... Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas.... : ......................................... : ....................................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ..................................... : ................................................ Daftar tenaga ahli : ............ : ... jumlah...................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 .......... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a . dengan alamatnya Daftar Personalia : ................... status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ................................ kondisi........................................... : ....... : .. : ...... : ................. Daftar pimpinan umum perusahaan : ... dengan menyebutkan jenis/macam peralatan....................... : ................................................... PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b . : .......................... : .............................................................................................. l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c .............................................

Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 ..... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t....................... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ....... ) 4 Keuangan......... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja. brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n ....... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup. ) 3 Sarana dan prasarana (logistik). Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya . apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku........ esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a ................. ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli...... ) 6 Keselamatan kerja........ b ...... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk... Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk.. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . c .... ............................ ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya....... 2 ............. ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii.. Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa.... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja. ) 2 Kegiatan Teknis...

Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA .atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. D DAFTAR . lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999.ar htndnli-an ain i. yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang . Berisi nomor tabel. Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . Sub Bab. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . 489 . Berisi judul Bab. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum.. dampak penting yang mungkin tmu. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) .

(sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . propinsi. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . b Mengidentifikasikan rona lingkungan . 2. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej. l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. . naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . kabupaten. lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . a Nama dan lokasi proyek (Kampung.. l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 .. operasi sampai dengan pasca operasi. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. pss gorfs. kecamatan. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . alam/binaan... lingkungan hidup. oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. desa. antara lain : .. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. agt ej et wl ej. operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. e Debit dan sumber air yang diperlukan . operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. dan sarana lain. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan.. naa an a Tahap persiapan. . baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . c Memprakirakan dampak dan meng. c Kapasitas produksi . DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. BAB III. antara lain . sumberdaya alami lainnya. d Jenis sumber energi/ bahan bakar. hidup awal. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi .3.

ekonomi. lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. yaitu ruang dimana .. batas administrasi pemerintah (Desa. . antara .. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. pertanian. Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang .. d . Kabupaten. Kecamatan. f g . terkait dengan . suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. eitn d Batas Administrasi. e . operasi dan pasca operasi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. b Batas ekonologi. pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. naa an a . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. l) e Resultante dari keempat batas wilayah . sosial budaya) dan kesehatan masyarakat.tratdna ksta. c Btsssa. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25..000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV. . Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. c . b .. transmigrasi.000 sampai 1 : 100. dl. di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL. METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . adalah berupa ruang .

disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. biaya analisis laboratorium. b Laporan penelitian/studi tentang . TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. 056 Tahun 1994. dengan rencana kegiatan. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. matriks dan daftar isian (hcls) cekit. Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). biologi. biaya perkantoran dan baali-an iy anli.. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting .3. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. penyusunan pembahasan. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. 5. trat eki. antara lain : Gaji/upah. l BAB V. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . biaya peralatan. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). c Studi literatur yang erat kaitannya . Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). Kep.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. 42 Metode Prakiraan Dampak dan .2. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. biaya survei lapangan. analisis data. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . tujuan dan ruang lingkup studi. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. Mekanika.. pengumpulan data sekunder. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan..

c Berkaitan rencana kegiatan dengan . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . DAFTAR TABEL Berisi nomor label. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Memuat alasan. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . Menteri Pertambangan dan Energi. Peta lokasi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. tabel dan foto C . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). air. I I . l B DAFTAR ISI . skema.atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. bangunan berwawasan lingkungan. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. Sub Bab. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . Berisi judul Bab.. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. dampak penting yang mungkin tmu. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan.

metoda pengumpulan dan analisis data. yaitu ruang dimana . hidup awal. fisik-kimia. informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. 2. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : .. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain .. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. konstruksi. dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. c Memprakirakan dampak dan . meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. operasi dan psaoeai ac prs. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. b Sebagai wahana untuk memberi . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . operasi.1. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . operasi sampai dengan psaoeai ac prs. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan.

Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. 495 . rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . sosial budaya. Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. adalah ruang di sekitar . rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL.000 sampai 1 : 100. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. b Data komponen kegiatan yang . Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. b Pada pengumpulan data lingkungan . adalah ruang . ... pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. berupa uraian tentang metode pengamatan. antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar.0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer . yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. c Batas sosial. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . biologi. b Data sekunder . c Pengumpulan data untuk demografi. sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. adalah berupa ruang . sosial ekonomi. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan.

3. masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . 3. gunung. 3. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . 4 Tim sosial dan kesehatan . a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. hutan dnli-an. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan.2. jalan kereta api. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada.3.4. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . b Perbandingan dampak penting .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi.. (dilengkapi peta dengan skala memadai). Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. 3. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. 056 Tahun 1994. 2 Tim geofisik-kimia . sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). Susunan tim penyusunan Andal. Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . 3. b Identitas penyusunan Andal . Kep. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. matriks dan daftar isian (hc ls) cek it.5. dermaga dan lain sebagainya).6. statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . BAB III. ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa . 3 Tim biologi . DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . hendaknya menggunakan metode bagan alir. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. Untuk memprakirakan dampak penting.. Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal.

misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. 1 Tahap Persiapan . misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. uraikan jenis alat.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. 1 Tahap Persiapan .. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air.. tenaga listrik. l l l l l 39 .. gudang bahan kimia dan mekanik. Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi .10. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. a Pertambangan Batubara . apakah tambang terbuka. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. 3. Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . laboratorium dan lain-lain. kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. cadangan terkira dan cadangan terduga. l l l l l 38 .

ekonomis maupun budaya. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Uraian secara singkap rona b . misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. penguranan kadar air. penggilingan.pnnglnakooi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. pemekatan. seperti stala lnk. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. peledakan. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. perlu mendapat perhatian khusus. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. c . 498 .uaknjnsaa. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. gambar aa ft. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi .

lahan. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. rata-rata). yaitu gerakan tanah. Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. 2 Jenis tanah. Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. kegiatan vulkanis dnli-an a anli. intensiatas radiasi mataair. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. struktur geologi. karakteristik . mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. 3 Tingkat kestabilan tanah . H2S. CO. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. seperti porositas.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. zat pencemar (debu. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. keadaan angin (arah dan kecepatan). dl. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. NOx. curah hujan. a Iklim dan kualitas udara . keistimewaan dan . minimum. an b Hidrologi dan Kualitas Air . suhu (maksimum. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. ekologis maupun nilai estetikanya. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . Membahas keadaan fisiologi dan geologi. kimia dan fisika tanah. CO2. gempa bumi. 4 Keunikan. kelembaban. permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. jumlah hari hujan. bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 .. SO2. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi .

2 Rencana pengembangan . migrasi. baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. tp dnjnsjnsvgts. ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. burung. a Flora darat/perairan . rencana tata ruang. karang. dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. yang dianggap penting yaitu habitat. angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. reptil. interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). 1 Inventarisasi tataguna lahan . daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. b Fauna darat/perairan . 42 Biologi . 1 Penjelasan tentang vegetasi. . 3 Kualitas air laut dan . 1 Perkiraan penyebaran.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . 3 Perkiraan penyebaran dan . i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . wilayah. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. 4 Inventarisasi nilai estetika . Lahan dan Tanah . 2 Perikehidupan hewan-hewan . hutan mangrove dan li-an. keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. . e Tata Ruang. anli) 5 Uraian vegetasi dan . dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa.. eitn 3 Kemungkinan adanya . eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. meliputi : 1 Pola pasang surut. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. arus. Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. pola .

jenis kelamin. karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. konstruksi.. pendidikan dan agama. 501 . Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). atau kurang dapat dipertanggungjawabkan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. bila data dan informasi faktual tidak ada. 43 Sosial (demografi. mata pencaharian. Identifikasi. . mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. 4 Hewan-hewan lain yang . l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. c . atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . meliputi : a Kependudukan (demografi). ekonomi dan . prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. antara li : an 2. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi . us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. b Membuat semua saran tindak yang . berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas.. l l l b Identitas Penyusun Andal . l 22 Data Teknis Proyek ..1. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la.. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya.. diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal.. l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan). singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal.yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. Uraikan secara sistematis. a Membuat uraian secara jelas dan . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa .. Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi.

misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. ekonomi dan sosial budaya.. sedimentasi. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek.3. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga.. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic. l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian. Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. l iklim. dsb. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3. baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . l Erosi. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. misalnya : l Survei/pengukuran tanah.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan .1. 42 Dampak Penting Terhadap Aspek . l Pembukaan lahan. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . sosial ekonomi. kemudahan.

l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. mencakup : b Biologi .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. etr an b Pengembangan dampak positif agar . Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. osrki s) 4.8. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 . kntus. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal. antara lain. dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang.db.5.3. Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan .. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. 4. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. rancangan rinci rekayasa. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan. sketsa. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali.7. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi).

misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. majalah. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. l kondisi kehidupan masyarakat. l lokasi pengelolaan dampak. egsr l spesies langka (flora dan fauna). tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). l calon lokasi kegiatan. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut.. l kondisi prasarana dan sarana umum.2.4. 2 . Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. BAB V. yaitu : l topografi. atr li : naa an 1 . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 .. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. 5. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . jelas. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. fungsi.

Berisi Judul Bab. antara . pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. us BAB II. B DAFTAR ISI . Kepentingan pembangunan umum. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. l a Kepentingan Pemrakarsa. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. Berisi nomor tabel. 27 Tahun 1999.3. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. C DAFTAR TABEL . DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. BAB I. antara lain : . atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. E DAFTAR LAMPIRAN . D DAFTAR GAMBAR . Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Berisi nomor gambar. Berisi nomor lampiran. PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. identitas. baik secara regional maupun nasional. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa..2. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal).

a Memuat uraian secara jelas. Pelabuhan/Dermaga. Instalasi Pengolahan. kualitas bahan galian. dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. d Penyusun RPL . operasi dan pasca oeai yiu: prs. uraikan mengenai keadaan lapisan. Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. lokasi dan periode pemantauannya. . l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. tolok ukur dampak. Perumahan. Kabupaten. Tempat Penimbunan. 22 Data Teknis Proyek .. Bengkel.. sumber dampak. antara lain : a Luas KP Eksploitasi . Jalan. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. sistem penambangan dan umur tambang. Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. tata ruang.. l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. diberikan dalam Andal BAB III. lapisan yang akan ditambang. a Nama dan lokasi kegiatan . 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . 33 Tolok Ukur Dampak . Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . ults i l geologi. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. lengkap . jumlah cadangan. Kecamatan. at l kaia uaa kaia ar ults dr. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 .. b Memuat semua saran tindak yang . Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . Gudang.. b Lahan untuk sarana dan prasarana . Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. c Penanggung jawab Kegiatan . Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. Gudang Bahan Peledak. (Kantor. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. metode pemantauan. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi.

5.. pengalaman dan lain sebagainya.. 37 Periode Pemantauan . Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan.. antara li : an a Pengukuran . Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . 23 Tahun 1997. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal.. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data.tp aa. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau . tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. lokasi dan interval waktu. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya.. aa kerja. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. b Wawancara . untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan.tnkt noms. misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . 3.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan .2. c Observasi . meliputi ifrai jnsaa. Tata Kerja.

Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi.. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. dalam Bidang Pertambangan dan Energi). 2 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . Men.

Penambangan batubara/bijih 6. Penambangan batubara/bijih 11. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Kebisingan 4. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Hidrologi 6. Pemindahan tanah penutup 2. Pemuatan dan Pengangkutan 4.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Iklim 2. Fauna Darat 3. Migrasi Penduduk 4. Kualitas Udara 3. Penanganan tenaga kerja 7. Reklamasi 15. 1. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Aktivitas Ekonomi 3. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Pemuatan dan pengangkutan 12. Pengolahan batubara/bijih 13. Kesempatan Kerja 2. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penanganan tenaga kerja 513 . 1. Penambangan batubara/bijih 5. MISALNYA : C. Penambangan batubara/bijih 3. Kualitas air 5. Penimbunan batubara/bijih 14. 1. Pemindahan tanah penutup 10. Ruang. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Flora 2. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1.

Fauna Darat 3.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penanganan tenaga kerja 514 . Penambangan batubara/bijih 3. MISALNYA : C. Hidrologi 6. Pemindahan tanah penutup 10. Penambangan batubara/bijih 11. Kualitas Udara 3. Kualitas air 5. Reklamasi 15. Kebisingan 4. 1. Aktivitas Ekonomi 3. Pemuatan dan pengangkutan 12. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Iklim 2. Flora 2. 1. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Penimbunan batubara/bijih 14. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Pengolahan batubara/bijih 13. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Ruang. Kesempatan Kerja 2. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Migrasi Penduduk 4. 1. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Penambangan batubara/bijih 6. Penambangan batubara/bijih 5. Pemindahan tanah penutup 2. Penanganan tenaga kerja 7.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

200.000. 1 . 5 .000 ton/th (ROM) ≥ 600.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5.200.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 . termasuk pengolahan. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal. termasuk ) pengolahan.000 ton/th (ROM) ≥ 1. Semua besaran 3 . Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1. 4 . Dan atau ≥ 100 Ha. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 .000 Ha.

. Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe .. d Keputusan Menteri Negara Lingkungan . rpni .... * ) 14 Dasar Hukum .. . .... Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta.. 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air. c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun ... Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a .. .. ... .. I I .....PLH/1994 tentang Pengawasan......... euaa.. a . Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan... eaaa . Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum. . b Status Perusahaan ...... .Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I.... d Pois :...... .m/a) Status lahan.. . (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan .. . . auae . e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan .... Coret yang tidak perlu c .. . ....... UPL a Nama Perusahaan .(2H* edkn. ..... a Desa/Kelurahan : ........ eitn an 22 Lahan .. . .l) atau tidak c . Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M.. f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan... Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a ...........dl tasirs. PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan . apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn .... b ...(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug.. .. 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.. masing-masing) a .... c Jenis Perusahaan ..... Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li. .. . e a a m r e i t n . . Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a .... T h n .... ... ............ : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : . Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 .. ..... b . : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat ..m/a) ryk ..... c Kbptn:. a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor .. 13 Maksud dan Tujuan .. atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi..... e .. . Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan . b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun .... b Kcmtn:.....

. Sosekbud. 31 Tahap Persiapan .Jma... akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik. V I . 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak .. thpoeai(ei. l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I.Sft dl. KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan. . 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . Jenis dan Spesifikasi Teknis.. Kimia dan Sosekbud). gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Jns ulh ia. Hidup.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b . Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur. Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . V . dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada ..Jma. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang . td t. l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . .. 2 Bupati/Walikota. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi .. ei a psfks ens dl. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Kimia. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta.. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi .. 42 Jenis dan Potensi Dampak . metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. aa prs Jns ulh ia. Biologi dan . UPAYA I c . (ei.. dll).. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . (Jumlah. Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika.Sft dl. up. Kepada Biro Bina Lingkungan .

l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling. I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn.. Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I .. stockpile/yard. Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan.. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. gudang dl.brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target .. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing. gudang dll).la nu au . baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi.. l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan ... gudang dll).. kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) .. kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno..yn mnau lks.Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB . jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . stockpile/yard. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan. perumahan. bengkel.. dan peruntukan lahan asal. bengkel. 212 . 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) . bengkel. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini. Uaa.. perumahan... 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan .. perumahan. stockpile/yard.. untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing.ag eckp oai us lahan. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. Uraikan teknik... kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor..

serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan). penyiangan.. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada).. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll. pengkapuran tanah. LAMPIRAN : 1 . perumahan.Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. aiia eujn. 2 . dan parameter yang dipantau) l Kualitas air. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna.. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. dlmrnaatreu aa au .. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan.Pemeliharaan (pemupukan.eoidl tblts eeg rs l..Persemaian . upah tenaga kerja. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4).. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond. air limbah pengolahan/pabrik. RENCANA BIAYA V 411 . Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. bengkel.4. skala minimal 1 : 10. penyulaman. 2. meliputi : ...000. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada). Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . metode. lokasi. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor. dll.. limbah domestik. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.Penanaman . gudang dl. air larian permukaan. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik.. skala Minimal 1 : 10. kekerapan... stockpile/yard.. 421 . timbunan tanah penutup...000. tanah dan udara l Saiia lrn. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa. l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. i sm abn. KEGIATAN V . dll). td t..

b Kolam/Penimbun Tailing . . DAN RENCANA TAHUN .. luar tambang .atf ki . . e Gudang.. 5 Fasilitas Penunjang . Lnfl i adil .. Kantor f g Bengkel ..... . h Pelabuhan/Emlasement .atf ki . a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian .. c Perumahan Karyawan .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . .selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . d Jalan Non Tambang .selesai 3 Jalan Tambang . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 .

Lahan**) a Timbunan batuan/tanah ... c Bekas kolam sedimen/ . Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . penutup c Bekas jalan tambang . sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang . .... Sub Total (1+2) 3 Revegetasi . b Timbunan tanah/batuan . penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan .. Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 . e Bekas jalan non . d Bekas jalan non .. DISKRIPSI S/D . DAN RENCANA TH .... lainnya 4 Pemanfaatan lain **) . ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . tambang ... tambang e Timbunan tailing . b Timbunan tailing .. kolam ikan... (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . . dan lain-lain). TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan . penampungan air.. a Lahan bekas tambang . Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi.

a Benih . HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. HOK 2 Tanaman pokok/pohon .. Ltr ie Sub Total I I Penanaman I . 1 Tanaman Penutup ..... 1 Obat-obatan . a Kapur . I Persemaian 1 Benih tanaman pokok . Kg c Pupuk .... Kg c Tenaga kerja . HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 . Kg 2 Pembuatan tempat .. persemaian Buah 3 Kapur . Kg d Tenaga kerja . Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) ... Kg 5 Obat-obatan .. Kg b Pupuk ...Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN . Contoh 3 Tenaga kerja . Ltr ie 2 Analisa tanah .. Kg b Kapur . Kg 4 Pupuk .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . 1 . 1 . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . 1 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ .Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . b . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . 1 . V . dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi.

ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. Tambang. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. pengolahan dan prinsip konservasi. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. Geologi. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. tatacara penambangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi.

ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. konstruksi. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. kejadian berbahaya. Tambang. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. Penelaahan kemajuan reklamasi. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. pengolahan dan pemurnian. penambangan. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. 530 . Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL.

RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. realisasi pelaksanaan reklamasi. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. RTKL. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. pemakaian berbahaya dan beracun. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya.

532 . eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. Pengolahan data cadangan bahan galian. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. produksi. eksplorasi. mendata pro-duksi dan penambangan. cadangan bahan galian. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. Penela ahan tumpang tindih wilayah. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL.

2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. u. rs. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. c Melakukan presentasi obyek inspeksi. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. a Menelaah data objek inspeksi. 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . . 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. bahan buangan/limbah. 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. . 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . b Menyiapkan peralatan inspeksi.dit cos ct dl rie rf. 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. lingkungan/pemantauan lingkungan. 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. atau pencemaran lingkungan. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. . 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. Keselamatan kerja. dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. I I .

rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 534 . ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri.

2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. ) 535 . 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja.

1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. dermaga. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 536 . 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. b . 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises.

c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. II PENGUJIAN I. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. inspeksi pada tambang permukaan. inspeksi pada pelabuhan. 1 Melakukan persiapan . inspeksi pada kapal keruk. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 1 . 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. I. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. Inspeksi Bencana 1 . 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. ) i Melakukan pengujian peralatan. inspeksi pada pasca tambang. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . ) j Menganalisa penyebab kejadian. ) j Menganalisa penyebab kejadian. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. Pelaksanaan Pengujian. 1 Mengumpulkan dan menelaah data. pengujian kondisi tempat kerja. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. 2 . Kejadian Berbahaya. c . 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. ) 2 Melaksanakan Pengujian . 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. inspeksi pada tambang bawah tanah. ) 2 Menyiapkan alat uji. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. pengujian kelayakan operasi. b . c . c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. inspeksi pada fasilitas permukaan. 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. inspeksi pada tambang semprot. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. ) i Melakukan pengujian peralatan.

Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. 4 .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi. Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 .

.... dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran........ pengelolaan dan pemantauan lingkungan)... PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan. berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran.. serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan).. Penutupan Tambang . C .. Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau....... • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi... LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang ..........Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.. B . at . Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki... (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu. Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi .. berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.. berupa : . . NP I ..... rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang. A .... ekonomis/ produksi... 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan.... 2 . 2 Hal lain yang perlu dilakukan : .. • Tidak ada • Aa yiu:... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang).. d......... (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang...... ...... saran........ Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 .. NP I 2 Hasil Inspeksi . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 .........

.................... ............. 2 ............. .. .... RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au .. .................................................................................. ........ 4 ..................... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ................... TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)................................................................Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 ................................... PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ........... ........ faktor penyebab kss au) ......... 3 ............................................... a) ... ... .................................. : : : : : : : : : 8 ..... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus..................................... termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb...................... TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ..... I........................................................................................................ 5 ............................................................ ............................ 6 .................. FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas......................................... ............................................... 7 ..... HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ............. .............. ........... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 ......................................... NP ..........................

I LATAR BELAKANG 2 . Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . data hasil eksplorasi yang tidak benar. 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. tidak benar untuk perencanaan penambangan. . misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. perkembangan kegiatan eksplorasi. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . . krls dt eslrs. atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. . bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. baik dari segi geologi. II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. I I . 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . penyebarankualitas & cadangan mineral. goii. Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. I. eitn Rentan akan manipulasi data. 4 . sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. saham untuk kegiatan eksplorasi. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . eslrs. penjualan saham dsb. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. eksplorasi. bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. . peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. baik melalui kerjasama. braa lna.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. . Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. tetapi juga pemerintah dan masyarakat. dpst eoi. bisa dipenuhi. tatacara-tahapan eksplorasi. 5 . peraturan yang mendukung. 4 Tenaga ahli . pengukuran. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . 2 . 3 . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . penerapan sangsi dan tegas.

h Indeks peta . f g Kemungkinan kontaminasi. c Hslitrrsai(easrku. b Peta lokasi contoh apa ada. 8 . 1 . c Hasil (peta. e Pelaksana . e Penetuan daerah anomali . sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi.idks mnrlss.lnai . Petageologi lokal-detail ada/tidak. digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. 4 . Geodetik e Laporan hasil pematokan . kerapatan data dsb). Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . anomalinya. 2 Pemetaan Topografi . b Korelasi data sekitarnya . 1 . e Kemungkinan pembesaran . 6 . 7 . ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . c Bentuk/kehalusan kontur topografi. iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . pemboran. 9 . e Penyelenggaraan presentasi . 6 . perhitungan cadangan. f g Batas KP/KK/PKP2B . c Detail data pendukung . kegiatan eksplorasi (analisa. VI. 542 . apa sesuai dengan KP/KK/ . Jenis kegiatan yang dilakukan. a Diatur/dibuat peraturan perundangan . Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. geofisika. pemboran. Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . d Penelaahan/evaluasi laporan . .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . penampang) . . . . lapangan. Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. . b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . ltlg. 4 . Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi.dl. dan interprestasi . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. khususnya GPS . CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . d Kelayakan lokasi contoh. . b Dibuat juklak/juknis . 5 . c Peta geokimia. klarifikasi cadangan. Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . h Kelayakan nilai kadar geokimia. pemetakan topografi. kpoai V . d Interval kontor . 3 Ctastlt . . . . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. . a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . a Cara pengambilan contoh. ai nepets pt tutr ies. pemetaan geologi. Korelasi nilai unsur yang dianalisa. 2 . yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . c Due deligance . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . . cebakan mineral yang dieksplorasi. Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . 1 Pematokan Batas KP . b Kordinat data . PKP2B d Peralatan yang digunakan. sampling. d Interprestasi dan penentuan anomali . Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. . mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. . PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. geokimia. deposit e Kelaziman peta geologi . f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh .

f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. costaining. dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . . etfkt nls. 1 . g Pemboran (recovery. Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. dcr. 1 . dea. Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. e . Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. eeto ii. i .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . sampling. . f 7 . Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. . b Apakah laporan dirapel/tidak. sertifikat. 1 . b . . Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . duplikat contoh). oeai ai nls ip nu. e Spasi data termasuk sampling. hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . . Pengirim contoh. 1 . c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . arh . • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. d . Pemboran (recovery. eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . duplikat contoh). . cara dan peralatan pemboran. h Ksrnhslaaia . c Logika kadar mineralisasi dan nila . analisa. Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . b Krls hslaaiata usr . . iai . . preparasi . lapangan/eksplorasi h . e Kode/tanggal/tahun sertifikat. c Laboratorium pelaksana . Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. l m Hasil trenching. d Sriia aaia . . Apakah telihat kemajuan. f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . Cek batas KP/KK/PKP2B. 9 . . f g Dtcinlmt . geokimia. . sampling. mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . . penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . Detail geologi & mineralisasi. contoh. b Lokasi kegiatan yang konkrit . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . h Metode perhitungan sumberdaya dan . Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. preparasi contoh. iaa ai nls. Pola spasi. dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . d Penafsiran bentuk endapan. cadangan . terowongan. c . lrfks b Data Pendukung . . ketentuan yang berlaku. j Apakah lokasi kegiatan berdasar. eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. . kgaa. kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. Evaluasi Laporan Kegiatan. Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. eksplorasi yang dipakai. antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh.

lokasi & spasi pemboran . h Cek semua hasil kegiatan . Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . Regional . e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . b Cek korelasi singkapan dan bor. Cek penarikan outcrup. . . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. d Data pendukung perhitungan sumberdaya . mineral dan kimia. c Banding data bor & geofisik . h . i . e penampang hasil pemboran . b Logika penyebaran . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. Kebenaran peta topografi. h Cek peta batimetri . Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. . . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . . . c Logika nilai parameter kualitas. f g Korelasi dengan data Geol. Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. d Metode.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . . . j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. j 1 . Cara perhitungan cadangan i . Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . Spasi data pendukung i . . dan cadangan.

2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. yang setelah dievaluasi secara teknis. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. . dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. penambangan. biasanya dinyatakan dalam persen. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. 3 Penetapan dan peningkatan recovery .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . bijaksana. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. 25 Tahun 2000. benar. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. ctofgae u f rd. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. I. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. I I . menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. biasanya dinyatakan dalam persen. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik.

dan kadar/nilai rendah. yang ada sehingga menjadi produk sampingan. 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. bimbingan. 1 . cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. V . Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. V . cadangan pada masa pengakhiran tambang. an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . V I PROSEDUR I. 1 . Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. a di Kantor Perusahaan . seluruh kegiatan pertambangannya. KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . lengkap dan baik. 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang .scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. li. 1 . pasca tambang. Hal 4 tidak ada 546 . setiap 6 (enam) bulan. b Memberitahukan kepada manajer lapangan . yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . . 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . 1 . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. evaluasi . mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. sehingga mendapatkan recovery maksimal. 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . recovery penambangan. c Mengadakan diskusi yang mendalam . 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. sesuai dengan kewenangannya. 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . 1 . Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. cadangan bahan galian secara rinci. 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . a mempelajari data sebagai bahan . 9 Penggunaan produksi bahan galian. tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan .

aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . penambangan. b Ttcr . sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. a a a a : a Mengevaluasi apakah . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . c Mengadakan diskusi ang .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . kadar/nilai rendah dan bahan galian li. 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . b Ttcr . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. 547 . penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . a a a a : a Recovery Penambangan : . : Recovery b Ttcr . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. b Mengamati apakah telah . lk ea iai b Recovery pengolahan : . kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. a a a a : a Mengamati apakah telah . b Mengadakan diskusi . a a a a : a Mengamati apakah telah . : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang.

b Mengadakan diskusi . ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . b . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . b Mengadakan diskusi . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . I. b . Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. penanganan taling adalah sebagai berikut : a . 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing.

pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. 1 Apabila dianggap perlu. 3 . maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. 2 Dalam melakukan pengawasan . b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . c Sistematika dan objek pengawasan produksi . pengujianpengujian. sampling. PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. B Kewenangan lainnya . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. . Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. RUANG LINGKUP 5 . Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. sampling. PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. pejabat pengawas . I. 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. PENGAWAS PRODUKSI 1 . 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . pengukuran. data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. . 2 .

bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang . d . b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. angka (1) tersebut.Pencatatan recovery. .Dokumen invoice .Dokumen syahbandar . c Kegiatan Penimbunan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan. PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . Pada tahap pelaksanaan pengawasan. Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. Pemurnian . . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 . e Kesimpulan dan saran . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi.Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. mingguan. . 4 .Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali .Pencatatan draft kapal .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . Selesai melakukan pengawasan. Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan . dan atau proses produksi. pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. 4 .Dokumen Bill of Loading .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . data/ .Pencatatan stock akhir d.Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . . c Melaksanakan Pemeriksaan .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . 3 .Dokumen delivery order. laporan produksi baik harian. d Melakukan rapat mengenai hasil . hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas. 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam .Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama . Kegiatan pengapalan. 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . V . Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha.Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi.Criiaeo aayi etfct f nlss .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai . pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager .Jumlah barang yang diangkut. d Temuan dan Pembahasan . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan. SISTEMATIKA I PRODUKSI A . pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya. PEMERIKSAAN V . b Pemeriksaan secara administratif .Certificate of weight .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . produksi. pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) .Pencatatan stock awal . c Pemeriksaan secara teknis .

ketersediaan front penambangan. dan lain-lain. run of mine. air. eiinpoe. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. tailing. lokasi peggunaan. tujuan penggunaan. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan .lse dnli-an fse rss oss a anli. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya.iviednli-an aag noc a anli. tanah pucuk. delivery order. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . reagent. losses. pembukaan lahan. produksi dihasilkan. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. . penggunaan bahan peledak. pengukuran draft kapal.dnli-an ults a anli. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . certificate of wih. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. penggunaan tenaga kerja. tanah penutup. 3 Perencanaan produksi penambangan. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. flow chart. pos retribusi. berita acara serah terima brn. 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . pemberitahuan ekspor barang. recovery. marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. recovery. efisien peralatan. pengukuran tonase. flux. losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja.Jumlah penggunaan . kemajuan penambangan. bill of loading. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . penggunaan peralatan. syahbandar. pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. kontrak jual beli. Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). losses ketika pemuatan/pengangkutan. egt cl i et oveyor. dokumen. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. midling. 3 .Dokumen bukti terima barang. b Pemeriksan pemakaian sendiri .Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . 551 . certificate of analysis. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . delivery order.Dokumen invoice. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . ongkos produksi. Meliputi pemeriksaan yang akan. . an USAHA VI K E W A J I B A N I. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu. 2 Perencanaan produksi penambangan . dokumen kontrak jual beli. by product dnli-an.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i.Kaia ults . penggunaan bahan bakar minyak. harga penjualan dan lainli.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. . efisiensi pengolahan/ pemurnian. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. material balance (feed. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . stripping ratio.

produksi dan tailing. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. dalam angka (1) tersebut. C . masuk ke tempat penimbunan. adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . Kegiatan Penimbunan 1 . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. Purnomo Yusgiantoro D . sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . b jumlah dan kualitas produksi yang . 2 . wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . dalam angka (1) tersebut. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 3 . 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . serta produk sampingan. 3 Pencatatan produksi pencucian/ . Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . F Dokumen Penjualan Produksi . produksi utama dan tailing serta produk sampingan. 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . dipindahkan. Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. 2 . 4 . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. m 3 . Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . E . d jumlah dan kualitas produksi . Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . 4 Pencatatan produksi sebagaimana .

3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . e Peralatan yang digunakan dalam . ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . hasil yang akan diperoleh. untuk mencapai tujuan tersebut. yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. . c . hak guna lahan. memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . d . undangan yang berlaku. vegetasi dan tataguna lahan. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . 1 Berdasarkan peraturan perundang. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. ieakn b . masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. auae. dan lain sebagainya. Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. Kecamatan) maupun geografis (odnl. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . iklim. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. jalur kabel dan pipa. Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . daerah pembuangan ranjau. dan lain sebagainya. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . Luas. penyelidikan. penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. arus regional. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. topografi. I RENCANA KERJA A UMUM . B . I PENDAHULUAN a Prjnn . d Waktu dan lamanya kegiatan. lokasi wilayah perizinan. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada.

4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. penyelidikan geofisika. potensial diri. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. side scan sonar dan lain sebagainya. 6 Skala peta yang digunakan. c . tanah dan batuan. dan penyusunan laporan. sounding. grab. polarisasi terimbas. pengolahan data. geofisika seperti polarisasi terimbas. geofisika. . 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. gaya berat. seismik. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. sungai. RENCANA a . distribusi dan jumlahnya). ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. penginderaan jauh. caranya seperti Bulk. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. sounding. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . gaya berat. tahanan jenis. jenis. sumur-uji. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). seismik. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. geologi dan lain sebagainya. tanah.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. Contoh seperti batuan atau pemineralan. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. side scan sonar. geokimian endapan sungai. 2 . pemboran). atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. geomagnet. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. geologi dan lain sebagainya. b . rediometri. pemboran. dan jumlah contoh). 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. parit-uji. parit uji. well logging dan lian sebagainya). 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. geokimia dan lain sebagainya). penyelidikan geokimia. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. gravity core. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. potensial diri. Sebutkan skala petanya. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. pembuatan sumur uji. chip atau channel . 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet.

sumur dan parit uji. jenis. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . KERJA DAN Pemboran. PERALATAN a . ICP. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. . 5 Rencana analisis petrografi. 6 LAMPIRAN : . parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. rencana cara pembuatannya. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . lingkungan dan aspek lain. 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . 4 RENCANA BIAYA . kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . b Penulisan daftar acuan hendaknya . Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. ) Kolorimetri. jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. lokasi. panjang. mineral berat dan besar btr ui. 3 RENCANA TENAGA . bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. e . ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. (pemineralan). Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . 1. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . kedalaman. data geofisika. arah dan lain sebagainya. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. ) mineragrafi. eksplorasi atau untuk evaluasi. coring atau non coring). geologi. d Analisis laboraturium . (sumur/pari uji. lokasi) dan jumlah contoh. hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. sumur uji. format seperti di bawah ini. 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . sumur-uji atau prtui ai-j. kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. Pembuatan Shaft. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii.pemboran. dan jumlahnya. c . 5 DAFTAR ACUAN . 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. data geokimia. daya mineral. ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. sebagai dasar acuan eksplorasi. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. 2 Rencana metode analisis (AAS. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan.

.... SK ˆ Tgl....... Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 .................. Status/tahapan 3... ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6........... pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan........ Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2................ . .... B ............................ Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No.. BENTUK DAN ISI LAPORAN 1........... kerapatan pengambilan Contoh... Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) . ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ....................... . 5.... : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ....... Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan..... ..Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan ........................................ rwln ... ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) .......Thn ...... dan lain sebagainya....... Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) ...../au :....................................

Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. Biaya 8 1 . studi kelayakan AMDAL**) 1 . Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . K-3 Lingkungan 9 2 . Tenaga kerja 6 1. Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . P r l t n 7 eaaa 1 . Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 .

penampang bor. Peta geokimia Peta/bagan. Jt Rp. 9 .d. parit uji. 1. Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. 7 . metoda atau sistem pemboran (angka 8). dan 10). channel. Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . ha . bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. tanah. 4 . pemboran Contoh batuan. bijih. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6.titik pengamatan. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa.mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat.8. geokimia. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. metoda pemerCotohhan (coring/non coring. tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i.10 dan 11. Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s.. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. 6 . batuan peminrlnbjh. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. 2 . pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta. Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. 1 1. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . 2 1.lembar. jenis (batuan. b .7. 0 1. 8 .5. 3 . bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri.hektar. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 . sumur uji. tp . Penampang geologi.9. 5 . 4 1.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .buah. chip.6 dan 7). 3 1. penampang dan model goiia efsk. Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4.9.

uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. sebaran. Luas daerah yang diselidiki. demografi dan kependudukan. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. A UMUM . . SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. c . 559 . seperti kepemilikan. a . Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . kuantitas dan kualitas endapan mineral. waktu penyelidikan. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. ) hak guna lahan. 2 Aspek legalitas. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . tubuh utama laporan. II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. terutama informasi mengenai keterdapatan. d . Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. dan informasi pendukung lina any. 1 Ringkasan . (yang dilakukan). b . cara pencapaiannya. b . B . maksud dan tujuan penyelidikan. 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . kegiatan penyelidikan. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah.

Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. kegiatan pengumpulan data. termasuk kualifikasi/keahliannya. dan pembuatan laporan. sebaran. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. .one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. . jenis. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. Informasi mengenai iklim. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. tipe endapan. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . f g . geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl.aa eet ltaa efsk. geofisika. topografi. SAR dan lain sebagainya). Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan.jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. e . SLAR. mulai dari persiapan. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. oo aei. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . (oms. vegetasi. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. stratigrafi. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. an h . 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. i . termasuk analisis laboratorium. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu.

ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. skala peta dasar juga harus dicantumkan. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. grab. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. catchment area. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. onig aag uu. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. spur and ridge. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. graviti dan lain sebagainya). batas wilayah (koordinat) dan luasnya. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. sumur uji. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh.simk efsk ag iaa I. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. Pemboran. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih.uji coba penambangan. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur).psn srt ie cn oa. P esi. sd sa snr sudn. tanah. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. jenis batuan dan pemineralan.

Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. cara preparasi Contoh. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. mineragrafi. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). 2 dimensi atau 3 dmni. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. dot dan lain sebagainya). menggunakan komputer atau manual. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. mineralogi. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. k Hasil penyelidikan . dengan cara statistik. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. penyelidikan geokimia. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. mulai dari pemetaan geologi. baik geofisika. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. ubahan batuan di daerah penyelidikan. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . struktur.

bentuknya dan ukurannya. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. 13-4726-1998). ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. parit-uji harus dilampirkan. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. foto. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. jurus dan kemiringan tubuh bijih. sumur-uji. sebaran atau kemenerusannya (continuity). (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . sumur-uji. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. tabel. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. tu pemboran.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali.smrui prtui ai ebrn uu-j. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. lebar anomali dan lain sebagainya. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. ketebalan tanah penutup. jumlah lapisan. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. uu-j. kedalaman tubuh anomali. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. ai-j. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. sumur-uji. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. kemenerusan. arah anomali. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). () Pemboran.

1. daftar acuan.2. komoditas dan daerah yang diselidiki. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran.2. 1. -. D .3.. Penyelidikan Geofisika 3. Keadaan Lingkungan 1.3. dan lampiran. daftar tabel. Pelaksana 2 GEOLOGI . tahun. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. nlss iia 34 Pengolahan Data . 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan . Waktu 1. daftar foto. 21 Geologi Umum .dnli atr aprn pt. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. atr isi.1. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks. dan tahun pelaporan.4. Metoda dan Peralatan 1. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN . judul. dan daftar lampiran. daftar gambar... bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. 3. foto. sumur-uji. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium . TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut. 3.7. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. Lokasi Daerah Penyelidikan 1. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. daftar atau tabel. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . Analisis Kimia 332 Aaii Fsk . Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . perusahaan dan instansi pelapor. penyusun laporan. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun.2.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding. dan penerbit.3. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu. tempat pemuatan artikel (majalah). ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun.2. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan .2.2. tubuh utama laporan..6.. Penyelidikan Geokimia 3.2. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . Latar Belakang 1. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 . Penyelidikan Lapangan 3. 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . igaa. C .1.1.4. halaman urut dengan angka Romawi.. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat... Pemboran. Pemetaan Geologi 3.5. Maksud dan Tujuan 1.. eyldkn an hdoelg.

eglhn aa efsk.4. ekma iea brt rl ea. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. Pemineralan 4.mn . 4 HASIL PENYELIDIKAN . K-3 dan lain sebagainya. DAFTAR ACUAN 5.4..1. Pemboran 4. Hidrogeologi. KESIMPULAN DAN SARAN 4.7. 4. Geokimia 43 Goiia .2.1.6.Pengolahan data Geologi (permukaan. pemboran. Geologi 4. efsk 4. 3.5.. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii.

miniable. Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . Tambang 6. BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . 2 Kesampaian Daerah dan Sarana .kpsts . BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . Mata Pencaharian Penduduk. jumlah . Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. Iklim. Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . a Tahapan Pengolahan . FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . a Bentuk dan Penyebaran . c Cadangan . cut off grade. jumlah dan . tutr c Geoteknik . . Pengolahan dan Tailing A . . 4 Pelaksana Studi . dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . kualitas. Jumlah. dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. 5 Jadwal Waktu Studi . Kontrak Karya (KK). 2 Keadaan Endapan . Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . c Recovery Pengolahan . Penduduk. 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . iooi b srku . a Ltlg . 2 Maksud dan Tujuan . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. Kualitas Hasil . Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . marketable. belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. 2 Prltn(ei. b Bagan Alir .jma. Pertambangan (KP). 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. 3 Peralatan Pengolahan (jenis.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. Keadaan Flora. Fauna. Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah.

d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. a Biaya Produksi (termasuk biaya .000. ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . : 10. Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. borongan . pengolahan dan sarana penunjang). c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . skala minimum 1 : 2. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . d Perhitungan “Discounted Cash . b Luar Negeri .000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . minimum 1 : 2. ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. 2 ProspekPemasaran . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . c Sumber Dana .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi .000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. b Penyebaran bahan galian . c Pemantauan Lingkungan . “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. b Prltn .000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . tahap Eksploitasi dan sekitarnya. a Organisasi . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. pegangkutan dnli-an. 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. dnli-an. pengolahan dan sarana penunjang). 4 Sistem Kerja (kontrak. 567 . Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). pengolahan. sekitarnya. 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . skala 1 : 10. a Dalam Negeri . BAB VIII : LINGKUNGAN. Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. skala . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . b Pengelolaan lingkungan . nets a Modal Tetap . LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . . Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . a anli) b Modal Kerja . e Perhitungan “Break Even Point” . yang memuat : a Kontur topografi . miniable”. (BEP) .

. Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . Perkampungan. b Kegiatan non teknis antara lain . direklamasi per tahun c Jalan tambang . reklamasi. d Batas wilayah eksploitasi . “stock pile”. petalokasi kegiatan. pemantauan dan pengelolaa lingkungan. Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. Laporan tersebut mencakup. Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . ditambang c Rencana dan target produksi serta . . bahan galian dan waste . pengangkutan. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . II Laporan Tahunan Eksploitasi I. peta. pengolahan/pemurnian. tailing dan mineral . 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. pengelolaan lingkungan hidup. I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. penampang. cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . h Dan sebagainya . e Jalan. lokasi . B . pemasaran. ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. . pencucian. pencucian dan pengolahan. h Rencana kegiatan K-3 . penjualan. menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . 3 Kaia . ketenagakerjaan. statistik produksi. 2 Hasil Eksplorasi . gambar 3 dimensi. minimal skala 1 : 2. dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . Lokasi timbunan waste. 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . d Lokasi timbunan waste. Peta pengelolaan lingkungan. asing jika diperlukan) . a Jumlah. Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . g Indeks peta rencana pertambangan . Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . sketsa. yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. Laporan Triwulan. 2 Perizinan . peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . penyelesaian masalah. K-3 pertambangan.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. . pelatihan. eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . tambahan penambangan.0000. statistik kecelakaan dnli-an a anli. biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . bagan alir dan sebagainya.

pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. 3 Lokasi Penimbunan . pengolahan/pemurnian/ . Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . 4 Stock Akhir . training. 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. pengolahan/ . Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. pengolahan/ . utama dan sampingan b Jumlah. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . V . detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). 2 Jumlah dan Tujuan . pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . Harga Produk . biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. 2 Jenis. dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . 5 Rencana penambangan. Kadar Jumlah. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . Pengangkutan dan Pengolahan. pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. pengelolaan dan . yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . nls. Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . 3 Pelaksanaan reklamasi. 3. tambang.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. a Jumlah dan kualitas produk . Cadangan 2. 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . oai a us arh ag ea ikpots. peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . kadar dan penanganan . berakhirnya KP/KK/PKP2B. yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. statistik kecelakaan tambang.

galian berkadar “marginal”. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. . 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . 9 li-an . obyek kerja yang berbahaya. anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. peta rona akhir tambang. dengan akhir tambang. bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . peta geologi. potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan.

Produksi untuk diolah . LAPORAN .Produksi untuk diolah . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . 3 ton. b Cadangan rekonsiliasi . 5 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton.Produksi siap jual . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 . a . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi siap jual . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . m. JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . b . b . STOCK AWAL Lokasi Tambang . c . m. a .Produksi untuk diolah . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . c .Hasil olahan c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. c . kualitas 3 ton. d Sisa cadangan . c Cadangan terambil . m.Produksi siap jual . PENAMBANGAN Produksi . Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton. a . 6 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . 4 . m. Lokasi Pengolahan .

kualitas 3 ton.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . b .Hasil olahan c .Produksi siap jual . kualitas 3 ton. Lokasi Pengolahan . m. m.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . 5 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . b . PENAMBANGAN Produksi . b Cadangan rekonsiliasi . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Produksi untuk diolah . c .Produksi untuk diolah . kualitas BULAN KE NO.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual .Hasil olahan c . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . d Sisa cadangan . c Cadangan terambil . a . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . c . 3 ton. kualitas 3 ton. m. LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . a . a . 6 .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . 4 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Produksi untuk diolah . m. Lokasi pengolahan .

Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. a . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . PENAMBANGAN Produksi . kualitas 3 ton. a .Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . STOCK AWAL Lokasi Tambang . 4 . Lokasi pengolahan .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Hasil olahan c . kualitas BULAN KE NO. 6 . c Cadangan terambil .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . m.Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . m. b . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . b Cadangan rekonsiliasi . c . Lokasi Pengolahan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . b . c . d Sisa cadangan . kualitas 3 ton.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . kualitas 3 ton. 5 . m.

a . m. Lokasi pengolahan . m. a .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . PENAMBANGAN Produksi . STOCK AWAL Lokasi Tambang . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . d Sisa cadangan . kualitas 3 ton. LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m. Lokasi Pengolahan .Produksi siap jual .Hasil olahan c . 4 . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . c . : : : : : : : 3 ton. kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . kualitas BULAN KE NO. b .Produksi untuk diolah . b Cadangan rekonsiliasi . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 . m.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. 6 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . c .Hasil olahan c . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . 5 . c Cadangan terambil .Produksi siap jual . a .Produksi untuk diolah .

LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . c Cadangan terambil .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 6 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . kualitas 3 ton. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . kualitas 3 ton. JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . m. m. Lokasi Pengolahan . a . b Cadangan rekonsiliasi . c .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . 5 . STOCK AWAL Lokasi Tambang . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO. m. k a i a ults 3 ton. 4 . b .Produksi untuk diolah . m.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi pengolahan . c .Hasil olahan c . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . a . 3 ton.Produksi siap jual . d Sisa cadangan . c .Hasil olahan c . PENAMBANGAN Produksi .Produksi siap jual .

6 . td t. PENAMBANGAN Produksi . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. a .Produksi siap jual . Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . m. m.Hasil olahan c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . 4 . m.Produksi untuk diolah . c . d Sisa cadangan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang . kualitas 3 ton. b .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton. 5 . k a i a ults 3 ton. a . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . b Cadangan rekonsiliasi .Hasil olahan c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . c . c Cadangan terambil . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral. m. a . Lokasi pengolahan .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Pengolahan . Lokasi Tambang .Produksi siap jual . b . c . NO.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .

................ 3 Nm kra yn clk :........... ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag............................. ekra aa ia aa eej ebl ... ........... ............................................................................... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 .. Bga/eatmn:......... ............. 8 Skikclka :....... ept eeaan ...................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A ........ 5 Tnglkclka :.......................ˆ WB ˆ WT ˆ WT.......... ................... aa euaan ............... Lm Bkra :....... aga eeaan ........... ...................................... Uu :.... kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :.............. ................. bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ...... 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:............ I I IA hf .............. EAA ENK ETMAGN........................................jm:....................... ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :.... ainDpree ............. ei eai 4 Pkran :....... eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga .................................................................................................................... bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 ......................................... eeja .................................................................................................................................................................... KPL TKI PRABNA................................................... ....................................................... ................................................. as eeaan ......................... atas ˆ Tangan bag................................... .......... ............................................................ Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl.....Lampiran XIII.............. . ................................................... 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ... ................................................. Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag......................................................................................................................................... eeaan ejd............. atas ˆ Mata ˆ Kaki bag............................................................ aa eej ..................................................................... aa obn ag eaa .............................................................................Sit:............. ....... ................................ Jenis Usaha ˆ : Tambang......................... KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :................................................................................................................................................................ oo rt eeaan ...........................................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl..................................................................... ................................................................. aamn ejd a ea-ea eeaan ......... 6 Tma Kclka :................................................................................................................................................................................. ................................................................... a ........................................................... ..........Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga ........................... Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ...............

... ... . . . g .. .. g . .. ......m ...k .. ... g .. . . ... .. . ii . ... ...Lampiran XIII.. bjh ..00 ....k ..k .. .. .. g ..... bjh ..k ..m . bjh .k . . ........ .k . ukuran jenis detonator dan Dinamit.. ... .. . g . ... ..m ... g .. .. . .. .. g .. . ..... Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is ... .m ... .k .. ii .. ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya .. .. .k .m . .. .... ..... . g .. bjh . g . ... g . ..... . ii .k ..k ..... ... ii .. . ..m .... . .. g Jumlah ....... g .. bjh Jumlah . ... bjh . ii ... g 578 . ii .. .. g .. .k .k .. g .m .k .... .... ..k ..bjh . ...... . ... g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah . bjh . .k . ... .. . . . Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw.. .... . . . . . bjh .. . g . .. . bjh ... . .. . .. . ... .. .. ......m . g . .. .. .k .. g .k .m . ii ...m .. . .. ii . . .. .. . .k . bjh .k ..k . . . ... ... . ........ g ... . g . .. . g . . . g . .k . ii .. . .... .. ... . . g ..m ... .k ...) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL .k . ...bjh .k .. . ii .k ..... . ii .... ..k . .. . ..... .. g . . .m . .bjh .... . . . .k .bjh .. g Dinamit . bjh . .. bjh . g . .m . .. .k . . . .. .... .....k ..m .bjh ... . . ii . .. . . . g . . ii . . .. . ....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . .. bjh ... ...... g .... . . g . .... . .. .k .bjh . g .. ... . g ..... ii .k .k .. ..... ii .k ....k .k ...k .k .m .k . g .20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (.. ..... g . ..k .m .. . ..... .k .. g ... . g .......... .. ......m ... negara penjual.m ...k . bjh .. ii . g .. g . ....... g ...m . g . .. ... ..m . . g .. ... .m ... g ...k . .. .. .. . ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el.k ..... .. g .... ..m .. ..bjh .... ... .. . ... bjh .. . .... g . . ii . .... ii . ii . . . .... . g . g ..k . ... g ... .k ... ii .. g ..k ... D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat. ....m ........ ... . bjh ...bjh . . . .k . .... nomor....... ...k . ... .... ii . ii . . .. ii ..m .

Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 . Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang. ... . . .Lampiran XIII...... .. .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I... . . .. .. . P D U A AT M A G. Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No. .. terangkan tanggal keluarnya.. ... 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit. . . . AA SH ABN .. . .... . . .. . ..

... Kepala Teknik Tambang (.. PENGAM AT DAN T...Lampiran XIII.) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 ..... DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG.............. 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu... ... Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.......U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No....... Pembuat.

c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . Kepala Teknik Tambang 581 ..000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat..000......R adalah kumulatif frequency rate per 1...R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.....000 JAM KERJA TAHUN 20.... ..000 jam kerja F.000. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F.......) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F.......... TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1...000...........Lampiran XIII...R 2) PER BULAN KUMULATIF (..

Kepala Teknik Tambang (...................) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 . .. X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat................ PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ........ Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp.Lampiran XIII.

........ KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S..000 jam kerja S....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S..R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1....... .....000. I........R3) PER BULAN KUMULATIF (......Lampiran XIII..000....000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.. Kepala Teknik Tambang 583 ..R adalah kumulatif frequency rate per 1....000...000 JAM KERJA TAHUN 20.

1. Jari Kaki.000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan .Lampiran XIII.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5. Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 . Jari. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia . Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3.

............. penyebab kasus) ......................................................................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) ................................................................................................... ..................... 3 AKIBAT KASUS ......... 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : .............................. .............................. td t........................................................... X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI .......Lampiran XIII......... Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I................... KTT/Penanggung Jawab Lapangan ............................................ : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ...........c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I............................................................................................................................ 4 UPAYA PENANGGULANGAN ............................................. ............................ ... 2 PENYEBAB KASUS ........................................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas............................. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 .. : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) .................. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral............................................................................ (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus..................................................................................... ............................. .................................... termasuk foto-foto terjadinya kasus) ...........

BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V. . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu.Kualitas air. meliputi : . ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a.Pengupasan/penimbunan tanah penutup . iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup.Penebasan dan penyiapan lahan .Peta pengelolaan skala 1 : 1.lks. d Pengolahan dan Pemurnian .000 .Stabilitas lereng (tambang. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an .Rencana pelaksanaan pengelolaan .Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III. c Penambangan . kebisingan dan gtrn eaa. LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I. tanggul/dan kolam pengendap) . daerah penimbunan. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. us ra.jma. tanah dan udara . P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : . penutup. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 .Penambangan .1. ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah . ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B . ˆ Penanganan hasil penebasan.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN .000 .Revegetasi -Li-an anli BAB IV.Tingkat erosi . pengamanan.db. pemelhra.Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II.Lampiran XIII.Pengolahan dan pemurnian .Peta pengelolaan skala 1 : 10. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya. ei dan jumlah tanaman.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A .

timbunan dan lain-lain. udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi . d Pemantauan kebersihan penghijauan . ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10.000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . b Biaya pelaksanaan pemantauan . c Pemantauan lereng. e Pemantauan flora dan fauna . . tanggul. ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . daerah .Lampiran XIII. contoh air. BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan . BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan .

Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . 8 .Lampiran XIII. 2 . 3 . Reklamasi a Penghijauan .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . 6 . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . Ha Ha Semester ini 9 . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . 4 . b Emplasemen . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . 5 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . b Lus Project Area ***) . b Di Luar Bekas Tambang . c Pelabuhan . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a.

...... Pohon/Ha.. Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5..... Pohon/Ha. Pemanfaatan lain........ h Li-an . Pohon/Ha... .. .. * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini.Lampiran XIII.. perkantoran. c Pembibitan (bibit baru) .....N.. Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.. Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada).. b Penyulaman ... Pohon/Ha. pabrik. A. Pohon/Ha.... Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru . tempat rekreasi dll....e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air .... misalnya untuk perumahan. anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 . penampungan air.... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 . Pimpinan Perusahaan ..a. Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang . Pohon/Ha...

.............. TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA ........ ............................. T. .. ... TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO.... I I I ........... 1....s........... I..... 2..................................... 1............... f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 ......Lampiran XIII......... .......... ........USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 . 1....s....dt.......... RWLNTHN ............ .................... V V ..... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1.. MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN ..s........................dt......... ......dt. ..... 1........dt..s.dt............. ...... 2....... 2....s..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII... 2.. TIUA/AU .... ..... 2.............. V... 1.........dt.... .s.. I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P.......... . 2.... TDK............ II TEKNISI I............

....... T ........... LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ..... JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S............................... NO..... TIUA/AU ....................... 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 ....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ...... RWLNTHN .................... AA EITN ......Lampiran XIII..................D.. THPKGAA .........................

f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I. PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO. JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 .Lampiran XIII.

. T ... LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ... NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 ...Lampiran XIII........... THN................................................................... AU ...................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I............................. NO.................

..Lampiran XIII. 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET...... b ... c .............. b ...... RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN ....... c . c .......... T.......... THN..... b ................. b ... 1 Bongkar a .....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .. c .... 5 Laboratorium a . 3 Angkut a ... c ..... b .. RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P..... AU ..... JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 . 2 Muat a ... 4 Pengolahan a .....

b . 9 Klsrkn eitia a . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . c . b . b . b . 7 Survey a .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . 2 Pelumas a . 3 Bahan Kimia a . c .Lampiran XIII. 8 Perbengkelan a . b . b . b . c . c .

.. ..pmgn K/KPPB ...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ........... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 ............ Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO............. 0 ........../2 ......................................................Lampiran XIII........(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) .. TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ............

Pr3 Dsme .. c Persediaan . Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : . c Aktiva tak berujud . e 1 eebr . T . b Piutang ... b Biaya yang ditangguhkan . NERACA P .Lampiran XIII.. a Hutang Bank . b Cadangan .... b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain . a Kas & Bank ........ 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor . c Hutang Pajak .. d Biaya dibayar di muka... Uang muka pembelian ...... Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan .. a Kewajiban Jangka Panjang ........ e Kewajiban jangka pendek lainnya . 2 Pasiva Tidak Lancar .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I.... d Aktiva lainnya .... Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar ... d biaya yang masih harus dibayar . c Laba (Rugi) tahun berjalan . Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 . b Hutang Usaha .. e Aktiva Lancar Lainnya ..

...... b Beban Bunga ...... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.. Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ..... Penjualan & Umum ........ AU........ b Persediaan .... THN. 5 .... d Laba/Rugi Tahun Berjalan ..Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi .......... T ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII.Lampiran XIII.... c Keuntungan (Kerugian) Kurs ..... c Deviden ...... Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga ..... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi . 6 .. b Administrasi..Awal Akhir Produksi (+) .. d Lain-lain . b Penyesuaian Masa Lalu ....... Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun ...... .. PROYEKSI LABA RUGI P ................