Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

d Paspor dan Visa TKA .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . b Laporan kegiatan . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . 3 . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . c Daftar kebutuhan barang modal . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . 3 . 2 . b Dasar/alasan perubahan investasi . Depnaker c Kualifikasi TKA . d r-kpr i eeso. negeri dengan pemakai 2 . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . b Surat Keterangan status perusahaan . d Barang modal tahun sebelumnya yang . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . b . ekonomis lagi 3 . Perusahaan c Akte Perubahan . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . d Struktur organisasi perusahaan . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . b . 3 . 2 . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . 1 . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . Perubahan Pemegang Saham 9 a . e Laporan kegiatan akhir . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . 2 . b Daftar barang/peralatan yang akan . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . Pendapatan & Biaya 2 . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . b . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . 2 . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . c . c . 2 . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan .

d Keterangan lokasi kegiatan . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . b Desain pelabuhan . pinjam pakai sementara 3 . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . 3 . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . b Spesifikasi Kualitas Batubara . 3 . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . 3 . b Rencana pengoperasian pelabuhan . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan .

2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. BUPATI/WALIKOTA 3a . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada .. DESDM. 2 Gubernur memproses permohonan. I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . setelah Surat . Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . 5 6 DESDM PROPINSI I I . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . PEMOHON Keterangan : 1 . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I.Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . 2 . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . 471 . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2.

. 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . dan DESDM. DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . GUBERNUR 3a . td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . BKMD 3b .

............... ........ : .......... Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan .. ....................... a Drki ...........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT ... Komisaris dan ......................... 2 Jabatan/Pekerjaan .... Eksplorasi....... : ...... .......... ies No 1 2 3 4 5 b ..... : 4 Susunan Direksi...... .. Pemohon : 1 Nama Pemohon .. Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A .......... Pengolahan/Pemurnian. Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 . Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ........ #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum... : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ ...P .... . Pemegang Saham B ........P................ Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ......................... Eksploitasi................ 1 PERMOHONAN . I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) ......W............... d i .......... Faksimili : 3 N.....

......... Eksplorasi dan Eksploitasi)..........) .................. ............... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak......... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ........................... 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa ........... a Jumlah Net Aset ...... ................ (................ ............... .............. td t Materai Rp...................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal .................) ............................... : ............. Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal .... ................... C ................................ ........... Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ...... (nama pemohon) Tembusan : 1 ..................... ...... 6.... Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal ..................... : Rp...... Pengesahan Dep..... ..................... 3 *) pemohon KP Ekspoitasi.. 2 # coret yang tidak perlu................... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ..... .. Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ...... apabila ternyata keterangan tidak benar............... 6 Laporan studi kelayakan *)**) ............... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ... (.......... ....................... Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ................ : Rp.... Demikian permohonan ini kami ajukan.... perubahan Akte terakhir : ...... 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum..... 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir . 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) ... ...................... .............. 2 ........... ............... 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri....... b Jumlah utang ............... 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan ................................................................... 7 Nama Induk/Grup perusahaan : ............. : .000 ... pertambangan dan telah disahkan oleh Dep......... (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) ........... .............................................

...... Alamat perusahaan :..................................... Jabatan dalam perusahaan :. 6 Laporan studi kelayakan ***) .......... 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ......... .......... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ......... 4 Rencana Kerja dan Biaya.............. D i ................. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ........... 6000 .. 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap...... 2 ........ 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ........ dengan ini..... ............. td t Materai Rp.............. Nama Pemohon :.................... (nama pemohon) Tembusan : 1 .......... .. .................... Nama Perusahaan :............ AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak..........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .............. ........................... .................. #) Yang bertanda tangan di bawah ini. ............................................ 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ..... PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................. kami ucapkan terima kasih ...... 2 *) Coret yag tidak perlu ........... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan.................. ............................ bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .............................. ................. 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi ..... .............. 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **). ...

.... PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .. .......... 3 **) pemohonan KP Eksploitasi ........... .... 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri ................................................. ..................... Nama Perusahaan :... D i ........... ..... ... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***)..... #) Yang bertanda tangan di bawah ini.. dengan ini. Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ...................................................... Alamat perusahaan :...... 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **)... mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan........................... (nama pemohon) Tembusan : 1 ........... 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***).... 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap...... ............. .. Atas perhatian dan persetujuan Bapak............ . 2 *) Coret yag tidak perlu ............. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 .... 5 ****) Penyelidikan Umum............................. ....... . Jabatan dalam perusahaan :. bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ................................. 2 ......................... .. .Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 .............. 6000 ......................... 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***)...... ........ Eksplorasi dan Eksploitasi... Rencana Kerja dan Biaya............ ........... td t Materai Rp.. 2 Laporan Kegiatan.... Nama Pemohon :................. kami ucapkan terima kasih . ...............................

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

............ : ................. Komisaris dan Pemegang Saham : ............... : .......................... PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ..................... Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ....... : .................................................. ....... ... Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ...... : ............. : .................................................................. ....................... a Susunan Direksi........... ................... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ................................................................ ......................... *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A .................................................................................... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan .......................... : ............... : ............... ......... 4 Susunan Direksi................................................ B ...............................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ..... ........ : ............. () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ............ ..................................................................................................... Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : ................... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ................................ Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) .. Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili .... ............. ....................................... D i ...................... : .....................

................................................... 6 ................................. : .................................... () Penghasilan Bersih 3 : ..... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ... b Perusahaan Nasional ............ () Jumlah Utang 2 : ............. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ........ ....................... Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal ...................................... Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing ........................... ...... () Jumlah Net Aset 1 : ................................................ Kehakiman b Nomor dan tanggal ......... (2) Jumlah Utang : ........................ Pengesahan Dep....... ................................... ........................... () Penghasilan Bersih 3 : ................ () Jumlah Net Aset 1 : .......................................................................... Perubahan akte terakhir : : : : : ........................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ............................ Nama Jabatan Susunan Direksi...

- ... Lampiran permohonan 1 ..... Tanda Terima SPT Tahun terakhir......... ...... apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar.............................. . 3 ...... 2 ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : .......... ......... 6.... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 .... .... 6 .. 2 ............. 5 ...........................000............. 2 # coret yang tidak perlu ....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ................. .... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ...... 4 .. td t Materai Rp. Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk........ Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ... (nama pemohon) Tembusan : 1 ..... Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota.. Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan.....

....tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 .................... kami ucapkan terima kasih. Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum........ Atas perhatian Bapak....................000.. D i ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum ...... Pemohon Materai Rp.... .......... IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : ... 6.. ................... . Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan................. Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota ...

......... b ........... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ............................. jenis/macam peralatan.............................................. jumlah........................................................... 6 Keterangan lain ) : .... 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ...................................................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : .......... Daftar peralatan utama yang dipunyai............ 5 Akte Pendirian ) : ..................... : ............................................................... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a . Daftar Personalia : .............................................. Daftar tenaga ahli : ..... : ........................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 ......... 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : .. : ................... d PERALATAN ............... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : .............................. l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ...................... ....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ....................................... Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : ................................... : ............. status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ..................................... PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : .......... : ....................................... 4 Referensi Bank ) : .................... kondisi....................

. ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin. apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku....... .. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup...... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut. termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ... ) 6 Keselamatan kerja... ....... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 .. ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja.. brau elk... ) 2 Kegiatan Teknis........ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 . nsoa.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini . ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)........ 2 ........... ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk .. b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya ..... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya . ) 4 Keuangan.. bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang . melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya. ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli.. mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja..

.......... aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum...... kami ucapkan terima kasih.... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 ...... PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : .................................. ... Gubernur/Bupati/Walikota ... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth........... .... Atas perhatian Bapak.............. Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl..................... D i ............ dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ..... Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.. ...................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ..

.................................. PERUSAHAAN : .................. SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a .................. : ................... : ............... : ................. : ........................................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ..... d PERALATAN ................................................................................................................................................ KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ...... Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas.............................. dengan alamatnya Daftar Personalia : ......................... kondisi.. dengan menyebutkan jenis/macam peralatan........................................... Daftar tenaga ahli : .......................... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ....... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ............................. status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ........... : .................................................... PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b ................... : ........... : ....... : ... : ......... : ............... jumlah.... Daftar pimpinan umum perusahaan : ........................ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 .. : ......... : .......................................................................

) 6 Keselamatan kerja. brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n .......... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 ........... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku. b ... Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa....... 2 .................. ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya..... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut................. Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ....................... Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . ) 4 Keuangan............. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup...... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.. ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli... ... c .... ) 2 Kegiatan Teknis......... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja.. PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii......... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja........... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan .. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk.. ) 3 Sarana dan prasarana (logistik).... esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a ...... ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin...

D DAFTAR . dampak penting yang mungkin tmu. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. Berisi nomor tabel. ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. 489 . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang . Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . Berisi judul Bab.ar htndnli-an ain i.. Sub Bab.atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999.

oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . a Nama dan lokasi proyek (Kampung. propinsi. hidup awal. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . sumberdaya alami lainnya. lingkungan hidup. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. agt ej et wl ej. b Mengidentifikasikan rona lingkungan .. naa an a Tahap persiapan. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej. operasi sampai dengan pasca operasi. c Memprakirakan dampak dan meng. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. BAB III. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. antara lain . . 2. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . kabupaten. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana ... .. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan. l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. pss gorfs. d Jenis sumber energi/ bahan bakar. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. kecamatan. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . desa. (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . antara lain : . c Kapasitas produksi . lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . e Debit dan sumber air yang diperlukan . alam/binaan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs. Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab . Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke.3. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . dan sarana lain..

000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV. b Batas ekonologi. Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan.tratdna ksta. transmigrasi. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. Kabupaten. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. c . b . ekonomi. Kecamatan.. . naa an a .000 sampai 1 : 100. l) e Resultante dari keempat batas wilayah . dl. dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. . pertanian. f g . Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. e . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . operasi dan pasca operasi. Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. terkait dengan . d . adalah berupa ruang . batas administrasi pemerintah (Desa. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. c Btsssa. eitn d Batas Administrasi.. aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. yaitu ruang dimana . eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan..uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL. sosial budaya) dan kesehatan masyarakat. METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal .. antara .. diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan.

Kep. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. c Studi literatur yang erat kaitannya . LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. l BAB V. disertai dengan jadwal kegiatan lengkap.3. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . matriks dan daftar isian (hcls) cekit. trat eki. pengumpulan data sekunder. 5. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. 056 Tahun 1994. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. biaya analisis laboratorium. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . biaya perkantoran dan baali-an iy anli. antara lain : Gaji/upah. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan.. biaya peralatan. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . tujuan dan ruang lingkup studi. b Laporan penelitian/studi tentang .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. biologi. analisis data.2. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. biaya survei lapangan.. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. penyusunan pembahasan. Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. dengan rencana kegiatan. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. Mekanika. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal.. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak.

pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. skema.atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Menteri Pertambangan dan Energi. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. Sub Bab. Peta lokasi. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. tabel dan foto C . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. DAFTAR TABEL Berisi nomor label. DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. air.. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . Memuat alasan. Berisi judul Bab. dampak penting yang mungkin tmu.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. l B DAFTAR ISI . l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). c Berkaitan rencana kegiatan dengan . bangunan berwawasan lingkungan. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. I I .

metoda pengumpulan dan analisis data. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam .1. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . c Memprakirakan dampak dan . operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. operasi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . hidup awal. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. yaitu ruang dimana . l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . operasi dan psaoeai ac prs. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi.. 2. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . konstruksi. mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. operasi sampai dengan psaoeai ac prs. Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. fisik-kimia. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. b Sebagai wahana untuk memberi . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 .

Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. adalah ruang di sekitar . sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau.0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. c Pengumpulan data untuk demografi. adalah ruang . yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai.. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. b Pada pengumpulan data lingkungan . adalah berupa ruang . atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . berupa uraian tentang metode pengamatan. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer . sosial ekonomi.000 sampai 1 : 100.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. biologi. . rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan.. 495 . un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. b Data komponen kegiatan yang . c Batas sosial. sosial budaya. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. b Data sekunder .

3. 3 Tim biologi . dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai.6. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. 2 Tim geofisik-kimia . 4 Tim sosial dan kesehatan . dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . 056 Tahun 1994.. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. 3. (dilengkapi peta dengan skala memadai). Susunan tim penyusunan Andal. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. 3. ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa . b Perbandingan dampak penting .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan.5. Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . 3. Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa.4. sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. jalan kereta api. masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . Kep. b Identitas penyusunan Andal ..2. matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. hutan dnli-an. Untuk memprakirakan dampak penting. BAB III. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. hendaknya menggunakan metode bagan alir. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). 3. dermaga dan lain sebagainya). gunung.3.

Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan.. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara.10. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. uraikan jenis alat. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. gudang bahan kimia dan mekanik. cadangan terkira dan cadangan terduga. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. 1 Tahap Persiapan . misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. 3. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . laboratorium dan lain-lain. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. 1 Tahap Persiapan . l l l l l 39 . pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . a Pertambangan Batubara . l l l l l 38 . apakah tambang terbuka.. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. tenaga listrik.

gambar aa ft. Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. seperti stala lnk. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.pnnglnakooi. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . peledakan. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. 498 . penguranan kadar air. Uraian secara singkap rona b . uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. pemekatan.uaknjnsaa. ekonomis maupun budaya. perlu mendapat perhatian khusus. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. c . Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. penggilingan. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal.

. karakteristik . Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. kimia dan fisika tanah. a Iklim dan kualitas udara . kelembaban.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). Membahas keadaan fisiologi dan geologi. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . CO. NOx. an b Hidrologi dan Kualitas Air . jumlah hari hujan. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. curah hujan. 3 Tingkat kestabilan tanah . lahan. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . yaitu gerakan tanah. SO2. minimum. CO2. Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. ekologis maupun nilai estetikanya. dl. struktur geologi. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. rata-rata). permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. zat pencemar (debu. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. intensiatas radiasi mataair. 2 Jenis tanah. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. gempa bumi. kegiatan vulkanis dnli-an a anli. keadaan angin (arah dan kecepatan). H2S. keistimewaan dan . Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . seperti porositas. suhu (maksimum. 4 Keunikan. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 .

hutan mangrove dan li-an. dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). 1 Inventarisasi tataguna lahan . dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. a Flora darat/perairan . baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. eitn 3 Kemungkinan adanya . arus. ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. 42 Biologi . konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. 3 Kualitas air laut dan . 1 Penjelasan tentang vegetasi. e Tata Ruang. ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. burung. Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. 2 Perikehidupan hewan-hewan . angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. Lahan dan Tanah . migrasi. interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . anli) 5 Uraian vegetasi dan . ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. . 3 Perkiraan penyebaran dan . wilayah. daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. . 2 Rencana pengembangan . b Fauna darat/perairan . keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. 1 Perkiraan penyebaran. reptil. cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. yang dianggap penting yaitu habitat. rencana tata ruang. tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya).. 4 Inventarisasi nilai estetika . dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. meliputi : 1 Pola pasang surut. pola . karang. tp dnjnsjnsvgts. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra .

mata pencaharian. Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. pendidikan dan agama. Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur.. . 501 . l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. meliputi : a Kependudukan (demografi). ekonomi dan . konstruksi. atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. bila data dan informasi faktual tidak ada. prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. Identifikasi. jenis kelamin. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. 43 Sosial (demografi. operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. 4 Hewan-hewan lain yang . c . l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi .. Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . antara li : an 2. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan.. 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan ... eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa . a Membuat uraian secara jelas dan . Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. l l l b Identitas Penyusun Andal . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. b Membuat semua saran tindak yang . Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya. l 22 Data Teknis Proyek .yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas... keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . Uraikan secara sistematis.1.

Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. misalnya : l Survei/pengukuran tanah. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. ekonomi dan sosial budaya. l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian. l Erosi. kemudahan. sedimentasi. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . 42 Dampak Penting Terhadap Aspek . Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. sosial ekonomi. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3.. l Pembukaan lahan. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . dsb. l iklim.3. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic..1.

db.7. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . osrki s) 4. Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan . gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 ..8. antara lain. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah.. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. sketsa.3. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. kntus. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung.5. rancangan rinci rekayasa. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi). Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. 4. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. mencakup : b Biologi . berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. etr an b Pengembangan dampak positif agar . l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta.

egsr l spesies langka (flora dan fauna).. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. BAB V. 5. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. fungsi. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. 2 . Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. l calon lokasi kegiatan. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. majalah. yaitu : l topografi.4. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. atr li : naa an 1 . Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. l lokasi pengelolaan dampak. l kondisi kehidupan masyarakat. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. l kondisi prasarana dan sarana umum.2. jelas.. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian.

Kepentingan pembangunan umum. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. D DAFTAR GAMBAR .3. C DAFTAR TABEL . l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. Berisi nomor gambar. DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. Berisi nomor tabel. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. E DAFTAR LAMPIRAN . l a Kepentingan Pemrakarsa.. l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. B DAFTAR ISI . Berisi Judul Bab. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. identitas.2. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. 27 Tahun 1999. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. BAB I. PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. us BAB II. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. baik secara regional maupun nasional. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . Berisi nomor lampiran. antara .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. antara lain : . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting.

Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. sistem penambangan dan umur tambang. dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . 33 Tolok Ukur Dampak .. at l kaia uaa kaia ar ults dr. b Lahan untuk sarana dan prasarana . c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. uraikan mengenai keadaan lapisan. lengkap . metode pemantauan. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. a Nama dan lokasi kegiatan . l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. Pelabuhan/Dermaga.. Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. Perumahan. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan... tata ruang. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. a Memuat uraian secara jelas. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . sumber dampak. c Penanggung jawab Kegiatan . Jalan. 22 Data Teknis Proyek . tolok ukur dampak. (Kantor. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. lapisan yang akan ditambang. diberikan dalam Andal BAB III. lokasi dan periode pemantauannya. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. Kabupaten. d Penyusun RPL . RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . b Memuat semua saran tindak yang . . Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. Gudang.. antara lain : a Luas KP Eksploitasi . ults i l geologi. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). Tempat Penimbunan. operasi dan pasca oeai yiu: prs. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. Gudang Bahan Peledak. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . Bengkel. Instalasi Pengolahan. Kecamatan. kualitas bahan galian. jumlah cadangan.

Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola. 3. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. lokasi dan interval waktu. Tata Kerja. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. antara li : an a Pengukuran . Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . c Observasi . ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn.5.2. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan . Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. 37 Periode Pemantauan .tp aa..tnkt noms. tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. aa kerja. meliputi ifrai jnsaa.. b Wawancara . pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan .. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan .. 23 Tahun 1997. pengalaman dan lain sebagainya..

dalam Bidang Pertambangan dan Energi). Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . Men.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan.. 2 . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep.

1. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. MISALNYA : C. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Reklamasi 15. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penanganan tenaga kerja 513 . Kualitas air 5. Penambangan batubara/bijih 3. Kebisingan 4. Pengolahan batubara/bijih 13. Penambangan batubara/bijih 5. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Fauna Darat 3. 1. Ruang. Kualitas Udara 3. Iklim 2. 1. Pemindahan tanah penutup 2. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Penambangan batubara/bijih 6. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penanganan tenaga kerja 7. Aktivitas Ekonomi 3. Penambangan batubara/bijih 11. Penimbunan batubara/bijih 14. Flora 2. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Pemindahan tanah penutup 10. Migrasi Penduduk 4. Hidrologi 6. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Kesempatan Kerja 2.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Pemuatan dan pengangkutan 12.

Ruang. 1. Penanganan tenaga kerja 7. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Flora 2. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Kesempatan Kerja 2.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Reklamasi 15. Kebisingan 4. Penimbunan batubara/bijih 14. Pemuatan dan pengangkutan 12. Hidrologi 6. Kualitas air 5. Iklim 2. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penambangan batubara/bijih 3. Fauna Darat 3. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Pemindahan tanah penutup 2. Penambangan batubara/bijih 6. MISALNYA : C. Aktivitas Ekonomi 3. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penambangan batubara/bijih 11. Kualitas Udara 3. Migrasi Penduduk 4. Pengolahan batubara/bijih 13. Penanganan tenaga kerja 514 . Penambangan batubara/bijih 5. 1. 1. Pemindahan tanah penutup 10. Pemuatan dan Pengangkutan 4.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

200. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal.200.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 . 4 .000. (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1.000 Ha. Semua besaran 3 . termasuk ) pengolahan. termasuk pengolahan.000 ton/th (ROM) ≥ 1.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. 5 . Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. Dan atau ≥ 100 Ha. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 . penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5. 1 .000 ton/th (ROM) ** ≥ 1.000 ton/th (ROM) ≥ 600.

.. a Desa/Kelurahan : . Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 .. ..m/a) ryk .. .. b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun .l) atau tidak c .......PLH/1994 tentang Pengawasan... b Status Perusahaan . .. : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : .... a ......(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug........ ... Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan... Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a .. c Kbptn:.. .. .... a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor .. : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat .. . . PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan .. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum. e a a m r e i t n .. .. .. b Kcmtn:.. . Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a . . rpni . eaaa .... ... c Jenis Perusahaan .... ............. Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a .... ..... Coret yang tidak perlu c ... e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan ........ ... (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan . 13 Maksud dan Tujuan ... Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta. .... ..... e . Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M. . b .. Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan ... Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li.. auae .... T h n .... d Keputusan Menteri Negara Lingkungan ....(2H* edkn. ...dl tasirs. Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe ... masing-masing) a .. . UPL a Nama Perusahaan . 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I.... * ) 14 Dasar Hukum .. . I I . euaa...m/a) Status lahan.. ..... f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan. 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup........ b . eitn an 22 Lahan ..... apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn ... c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun .. d Pois :... atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi. ...

Jma. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. UPAYA I c . Hidup. Kimia.. akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik. l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . (Jumlah. V I . aa prs Jns ulh ia. . 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan .. Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika.. 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I.. 31 Tahap Persiapan . Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . 2 Bupati/Walikota. Jns ulh ia. Kimia dan Sosekbud). ei a psfks ens dl..Sft dl. V . 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . .. Biologi dan . UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang . 42 Jenis dan Potensi Dampak . Kepada Biro Bina Lingkungan . Jenis dan Spesifikasi Teknis. dll). up. Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur. 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi .. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi .. td t. l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi .. thpoeai(ei. KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan.Sft dl. gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.. (ei.. dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta.Jma. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak . Sosekbud..Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b .

yn mnau lks... gudang dll). l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling.... kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) . gudang dl. stockpile/yard.. Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 .brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan .. l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan . 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan .. stockpile/yard. I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . bengkel. untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing.. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. Uaa. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan. bengkel. bengkel.. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor...la nu au . Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target .. perumahan. stockpile/yard.ag eckp oai us lahan.... 212 . gudang dll). RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno.. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) ... Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn.. perumahan. baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi. dan peruntukan lahan asal. Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I . kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. perumahan. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini. Uraikan teknik.Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB . untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing.

serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan)... JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4). bengkel. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. gudang dl.. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. upah tenaga kerja.. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond.. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor.Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. lokasi. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada). RENCANA BIAYA V 411 .eoidl tblts eeg rs l.. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada). reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa.4.Penanaman .. l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. tanah dan udara l Saiia lrn.. limbah domestik. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan. 2. 421 . 2 .000. skala Minimal 1 : 10. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. dll). KEGIATAN V . meliputi : . l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna.000. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. LAMPIRAN : 1 .. dll. pengkapuran tanah.Persemaian . aiia eujn.. dan parameter yang dipantau) l Kualitas air. i sm abn. penyulaman. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui. kekerapan. td t. perumahan. air limbah pengolahan/pabrik. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. air larian permukaan..Pemeliharaan (pemupukan. stockpile/yard..... penyiangan. metode. skala minimal 1 : 10. timbunan tanah penutup. dlmrnaatreu aa au ..

. 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . DAN RENCANA TAHUN . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang .atf ki . b Kolam/Penimbun Tailing . e Gudang.selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di . . h Pelabuhan/Emlasement .. c Perumahan Karyawan ...atf ki ...Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 . Kantor f g Bengkel .selesai 3 Jalan Tambang . luar tambang .. d Jalan Non Tambang . .. Lnfl i adil .. 5 Fasilitas Penunjang . a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian .

. . .. . tambang . dan lain-lain)... sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang . kolam ikan.. d Bekas jalan non . Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi. Lahan**) a Timbunan batuan/tanah . e Bekas jalan non .. TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH .. Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang .. (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . tambang e Timbunan tailing .. DISKRIPSI S/D . a Lahan bekas tambang . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 . b Timbunan tanah/batuan ... Sub Total (1+2) 3 Revegetasi . penutup c Bekas jalan tambang . penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan . c Bekas kolam sedimen/ .. penampungan air.. b Timbunan tailing . lainnya 4 Pemanfaatan lain **) .. Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . DAN RENCANA TH ...

. Kg 5 Obat-obatan . Contoh 3 Tenaga kerja . Kg b Pupuk . Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) . HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 ...Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN . Ltr ie Sub Total I I Penanaman I ... persemaian Buah 3 Kapur .. Kg 2 Pembuatan tempat .. Kg c Tenaga kerja .. Kg b Kapur .. HOK 2 Tanaman pokok/pohon . Kg 4 Pupuk . Kg d Tenaga kerja . HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I.. 1 Tanaman Penutup ... I Persemaian 1 Benih tanaman pokok ... a Kapur . Kg c Pupuk . Ltr ie 2 Analisa tanah .. 1 Obat-obatan . a Benih .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. 1 . b .Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 1 . 1 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . V . 1 .

ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. Tambang. Geologi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. pengolahan dan prinsip konservasi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. tatacara penambangan. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI.

Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. penambangan. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. kejadian berbahaya. pengolahan dan pemurnian. Penelaahan kemajuan reklamasi. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. konstruksi. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. 530 . ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. Tambang.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL.

Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. RTKL. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. pemakaian berbahaya dan beracun. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. realisasi pelaksanaan reklamasi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. Penela ahan tumpang tindih wilayah. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. 532 . cadangan bahan galian. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. produksi. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. mendata pro-duksi dan penambangan. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. eksplorasi. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. Pengolahan data cadangan bahan galian. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait.

1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. c Melakukan presentasi obyek inspeksi. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. Keselamatan kerja. 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. rs. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). a Menelaah data objek inspeksi. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. . 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. bahan buangan/limbah. u. 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. . I I . 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . atau pencemaran lingkungan. 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. . 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. lingkungan/pemantauan lingkungan. 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk .dit cos ct dl rie rf. 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin .

7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 534 . 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks.

2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) 535 . 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang.

) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. b . 536 . 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. b Menyiapkan peralatan inspeksi. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. dermaga. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i.

inspeksi pada kapal keruk. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) j Menganalisa penyebab kejadian. pengujian kondisi tempat kerja. Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. I. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada fasilitas permukaan. 1 . ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) j Menganalisa penyebab kejadian. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. inspeksi pada tambang bawah tanah. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . Pelaksanaan Pengujian. ) i Melakukan pengujian peralatan. c . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. pengujian kelayakan operasi. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . Kejadian Berbahaya. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. ) i Melakukan pengujian peralatan. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . c . b . ) 2 Menyiapkan alat uji. d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. inspeksi pada tambang permukaan. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. Inspeksi Bencana 1 . 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. inspeksi pada pasca tambang. 1 Mengumpulkan dan menelaah data. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. 1 Melakukan persiapan . II PENGUJIAN I. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. 2 . Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. ) 2 Melaksanakan Pengujian . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. inspeksi pada pelabuhan. Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. inspeksi pada tambang semprot. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan.

Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 . Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. 4 .

. 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan.. Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki... at .. C .. • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi.... . ekonomis/ produksi... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 .... saran..... ... berupa : .. d...... Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 . rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang. dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran.............. 2 ... serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan).............. Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi ... (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang. B ..... Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau..... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang)... A ...... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.... pengelolaan dan pemantauan lingkungan)... (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu.. PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan........ NP I .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.. NP I 2 Hasil Inspeksi .. LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang . 2 Hal lain yang perlu dilakukan : . Penutupan Tambang . • Tidak ada • Aa yiu:. berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran...

...... FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas......................................... : : : : : : : : : 8 .... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 ....................................................... 2 ... ....................... .......... 4 .. ....................... termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus................................................ .......................................... a) ............. ..................... ........................................................... ................. ............ 3 ............ TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ........................................................ .............................................................. PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ............................................................ ......................... I..... RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ................ TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)....................... 7 .................... NP ............................... HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ............................ .............. 5 ...................... 6 .. ........... faktor penyebab kss au) ........ PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ......................................................Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 ............................................

bisa dipenuhi. tetapi juga pemerintah dan masyarakat. . braa lna. MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . tatacara-tahapan eksplorasi. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. 5 . penjualan saham dsb. I LATAR BELAKANG 2 . goii. 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . I. Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. penerapan sangsi dan tegas. . baik dari segi geologi. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. . pengukuran. Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. eksplorasi. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . 3 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . data hasil eksplorasi yang tidak benar. tidak benar untuk perencanaan penambangan. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. baik melalui kerjasama. 4 Tenaga ahli . dpst eoi. 4 . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . saham untuk kegiatan eksplorasi. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. eitn Rentan akan manipulasi data. perkembangan kegiatan eksplorasi. peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. 2 . Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . . I I . bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. . 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . penyebarankualitas & cadangan mineral. krls dt eslrs. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. peraturan yang mendukung. eslrs.

b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. e Kemungkinan pembesaran . c Due deligance . f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. c Hslitrrsai(easrku. 2 Pemetaan Topografi . 3 Ctastlt . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . penampang) . h Indeks peta . CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . 2 . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. b Kordinat data . PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. sampling. . . . b Korelasi data sekitarnya . d Kelayakan lokasi contoh. sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. d Interval kontor . c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . a Prosedur pelaksanaan pematokan apa .dl. geokimia. Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . d Interprestasi dan penentuan anomali . pemboran. 8 . mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. klarifikasi cadangan. . 542 . 1 . geofisika. lapangan. e Pelaksana . 6 . Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. Jenis kegiatan yang dilakukan. Geodetik e Laporan hasil pematokan . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . perhitungan cadangan. 5 . apa sesuai dengan KP/KK/ . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. f g Batas KP/KK/PKP2B . 1 . . e Penyelenggaraan presentasi . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. c Peta geokimia. 4 . Korelasi nilai unsur yang dianalisa. d Penelaahan/evaluasi laporan . . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. a Diatur/dibuat peraturan perundangan . . 1 Pematokan Batas KP . h Kelayakan nilai kadar geokimia. . cebakan mineral yang dieksplorasi. deposit e Kelaziman peta geologi . mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. ltlg. . c Bentuk/kehalusan kontur topografi. yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . 9 . pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . . iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . . ai nepets pt tutr ies. Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. VI. c Hasil (peta. ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . khususnya GPS . b Dibuat juklak/juknis . Petageologi lokal-detail ada/tidak. kpoai V . a Cara pengambilan contoh. kerapatan data dsb). d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas .lnai . 4 . 7 . f g Kemungkinan kontaminasi. b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . e Penetuan daerah anomali . c Detail data pendukung . Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . . pemetakan topografi.idks mnrlss. anomalinya. kegiatan eksplorasi (analisa. pemboran. 6 . Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. PKP2B d Peralatan yang digunakan. dan interprestasi . b Peta lokasi contoh apa ada. . pemetaan geologi.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 .

sertifikat. 9 . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. e Kode/tanggal/tahun sertifikat. . h Metode perhitungan sumberdaya dan . . . costaining. Cek batas KP/KK/PKP2B. c Laboratorium pelaksana . 1 . . cara dan peralatan pemboran. duplikat contoh). dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. l m Hasil trenching. eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . Apakah telihat kemajuan. analisa. ketentuan yang berlaku. e . antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. sampling. f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. e Spasi data termasuk sampling. b . kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . dea. Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. eksplorasi yang dipakai. duplikat contoh). Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. . h Ksrnhslaaia . . Detail geologi & mineralisasi. d . etfkt nls. lrfks b Data Pendukung . Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . 1 . . eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . i . g Pemboran (recovery. . f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . b Apakah laporan dirapel/tidak. . Pengirim contoh. dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . . . Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . contoh. cadangan . arh . . 1 . Pemboran (recovery. Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. f g Dtcinlmt . c . c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . eeto ii. f 7 . c Logika kadar mineralisasi dan nila . geokimia. 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . kgaa. dcr. rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . iai . preparasi contoh. mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . iaa ai nls. Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . preparasi . oeai ai nls ip nu. . terowongan. b Lokasi kegiatan yang konkrit . Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . 1 . khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. d Sriia aaia . e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. b Krls hslaaiata usr . Pola spasi. . Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . d Penafsiran bentuk endapan. Evaluasi Laporan Kegiatan. sampling. lapangan/eksplorasi h .

e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . . Spasi data pendukung i . Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . . lokasi & spasi pemboran . . f g Korelasi dengan data Geol. b Logika penyebaran . h . Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. b Cek korelasi singkapan dan bor. Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. c Logika nilai parameter kualitas. d Metode. j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . . h Cek peta batimetri . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. mineral dan kimia. dan cadangan. Cara perhitungan cadangan i . j 1 . . e penampang hasil pemboran . Cek penarikan outcrup. i . c Banding data bor & geofisik . Regional . . h Cek semua hasil kegiatan . . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. Kebenaran peta topografi. .

penambangan. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . I. Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. biasanya dinyatakan dalam persen. biasanya dinyatakan dalam persen. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . 25 Tahun 2000. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. benar. . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. I I . serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. ctofgae u f rd. ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. yang setelah dievaluasi secara teknis. 3 Penetapan dan peningkatan recovery . bijaksana. Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas.

9 Penggunaan produksi bahan galian. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . a di Kantor Perusahaan . sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. 1 . an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. evaluasi . dan kadar/nilai rendah. dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. . b Memberitahukan kepada manajer lapangan . recovery penambangan. 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . c Mengadakan diskusi yang mendalam . 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . li. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. sehingga mendapatkan recovery maksimal. perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . 1 . yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . V . pasca tambang. pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. setiap 6 (enam) bulan. tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. 1 . V . 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. sesuai dengan kewenangannya. terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . Hal 4 tidak ada 546 . 1 .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . yang ada sehingga menjadi produk sampingan. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. bimbingan. cadangan bahan galian secara rinci. 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . cadangan pada masa pengakhiran tambang. maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. lengkap dan baik. KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . V I PROSEDUR I. 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . 1 . 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . seluruh kegiatan pertambangannya. tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan.scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. a mempelajari data sebagai bahan .

a a a a : a Mengamati apakah telah . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. : Recovery b Ttcr . dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. a a a a : a Mengevaluasi apakah . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. b Ttcr . mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . b Mengadakan diskusi . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. penambangan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . lk ea iai b Recovery pengolahan : .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. a a a a : a Mengamati apakah telah . pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . b Ttcr . 547 . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. b Mengamati apakah telah . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . c Mengadakan diskusi ang . 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . a a a a : a Recovery Penambangan : . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. kadar/nilai rendah dan bahan galian li.

6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . penanganan taling adalah sebagai berikut : a . Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . b Mengadakan diskusi . b . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . b Mengadakan diskusi . ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. I. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. b .

Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. . 1 Apabila dianggap perlu. pengukuran.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . pejabat pengawas . sampling. diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . 3 . pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . RUANG LINGKUP 5 . TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . B Kewenangan lainnya . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . sampling. pengujianpengujian. dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. . 2 . pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. PENGAWAS PRODUKSI 1 . PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . I. Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. 2 Dalam melakukan pengawasan . pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I .

Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang .Jumlah barang yang diangkut. Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik).Pencatatan recovery. .Criiaeo aayi etfct f nlss . 3 .Dokumen delivery order. d . . hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas. dan atau proses produksi. mingguan.Dokumen syahbandar . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai . c Pemeriksaan secara teknis .Dokumen invoice .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan .Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . Selesai melakukan pengawasan. angka (1) tersebut. DAN OBJEK PENGAWASAN 2 .Certificate of weight .Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . c Kegiatan Penimbunan . . pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager . 4 . e Kesimpulan dan saran .Pencatatan stock awal . pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya.Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . c Melaksanakan Pemeriksaan .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha. V . bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan. produksi. d Melakukan rapat mengenai hasil .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . SISTEMATIKA I PRODUKSI A . pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi.Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali . . pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) .Pencatatan draft kapal . 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan. Pemurnian . PEMERIKSAAN V . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi.Pencatatan stock akhir d. b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. Pada tahap pelaksanaan pengawasan. Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. d Temuan dan Pembahasan . laporan produksi baik harian.Dokumen Bill of Loading .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . 4 . Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan . data/ . pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . Kegiatan pengapalan. b Pemeriksaan secara administratif .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama .

produksi dihasilkan.Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au.lse dnli-an fse rss oss a anli. efisiensi pengolahan/ pemurnian. an USAHA VI K E W A J I B A N I. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . Meliputi pemeriksaan yang akan. tanah penutup. losses ketika pemuatan/pengangkutan. dan lain-lain.Dokumen invoice.Jumlah penggunaan . delivery order. Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). 2 Perencanaan produksi penambangan . certificate of analysis. flow chart. b Pemeriksan pemakaian sendiri . kontrak jual beli. berita acara serah terima brn. 551 . kemajuan penambangan. egt cl i et oveyor. by product dnli-an. stripping ratio.Kaia ults . Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. pengukuran draft kapal. penggunaan peralatan. pengukuran tonase. . penggunaan tenaga kerja. flux. losses. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. pembukaan lahan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . ketersediaan front penambangan. eiinpoe. syahbandar. recovery. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . harga penjualan dan lainli. penggunaan bahan peledak. .dnli-an ults a anli.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. 3 . Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. tailing. dokumen. marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. certificate of wih. pos retribusi. recovery. material balance (feed. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. ongkos produksi. efisien peralatan. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . midling. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. dokumen kontrak jual beli. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . reagent. lokasi peggunaan. delivery order. tanah pucuk. penggunaan bahan bakar minyak. run of mine. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia.Dokumen bukti terima barang. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. 3 Perencanaan produksi penambangan. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. air. tujuan penggunaan. 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. pemberitahuan ekspor barang.iviednli-an aag noc a anli. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . . bill of loading.

dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. masuk ke tempat penimbunan. produksi utama dan tailing serta produk sampingan. 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . m 3 . 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . b jumlah dan kualitas produksi yang . dalam angka (1) tersebut. sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. serta produk sampingan. Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. C . 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. 2 . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . F Dokumen Penjualan Produksi . dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. Purnomo Yusgiantoro D . Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. 2 . dipindahkan. a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . 4 Pencatatan produksi sebagaimana . 3 Pencatatan produksi pencucian/ . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. 4 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . d jumlah dan kualitas produksi . dalam angka (1) tersebut. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. Kegiatan Penimbunan 1 . produksi dan tailing. 3 . E .

2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . iklim. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. daerah pembuangan ranjau. dan lain sebagainya. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . 1 Berdasarkan peraturan perundang. masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . d Waktu dan lamanya kegiatan. dan lain sebagainya. untuk mencapai tujuan tersebut. topografi. lokasi wilayah perizinan. Luas. B . I PENDAHULUAN a Prjnn . undangan yang berlaku. Kecamatan) maupun geografis (odnl. 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . ieakn b . jalur kabel dan pipa. c . hasil yang akan diperoleh. e Peralatan yang digunakan dalam . memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. . Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . penyelidikan. I RENCANA KERJA A UMUM . vegetasi dan tataguna lahan. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . d . Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. arus regional. auae. hak guna lahan. Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan.

Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. tanah. rediometri. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. tanah dan batuan. Sebutkan skala petanya. potensial diri. chip atau channel . penyelidikan geofisika.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. caranya seperti Bulk. penginderaan jauh. penyelidikan geokimia. distribusi dan jumlahnya). parit uji. grab. b . ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. tahanan jenis. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. Contoh seperti batuan atau pemineralan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . pembuatan terowongan dan lain sebagainya. sungai. geofisika. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). side scan sonar. seismik. dan penyusunan laporan. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. side scan sonar dan lain sebagainya. seismik. dan jumlah contoh). pemboran). geokimia dan lain sebagainya). ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. gravity core. sounding. gaya berat. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. well logging dan lian sebagainya). ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. geokimian endapan sungai. 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. c . ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. pemboran. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. pengolahan data. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. geologi dan lain sebagainya. sounding. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. potensial diri. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. parit-uji. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. 6 Skala peta yang digunakan. polarisasi terimbas. geomagnet. sumur-uji. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. geologi dan lain sebagainya. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. RENCANA a . gaya berat. . eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. 2 . jenis. geofisika seperti polarisasi terimbas. pembuatan sumur uji. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j.

panjang. sebagai dasar acuan eksplorasi. c . dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. format seperti di bawah ini. sumur uji. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. (sumur/pari uji. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. 3 RENCANA TENAGA . 5 DAFTAR ACUAN . kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. (pemineralan). kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . . d Analisis laboraturium .pemboran. rencana cara pembuatannya. lingkungan dan aspek lain. KERJA DAN Pemboran. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . e . 4 RENCANA BIAYA . lokasi. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. ICP. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . sumur-uji atau prtui ai-j. jenis. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. sumur dan parit uji. lokasi) dan jumlah contoh. kedalaman. daya mineral. hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . 2 Rencana metode analisis (AAS. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . 5 Rencana analisis petrografi. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . coring atau non coring). parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. mineral berat dan besar btr ui. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. dan jumlahnya. 6 LAMPIRAN : . mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . arah dan lain sebagainya. ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. ) mineragrafi. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. geologi. 1. data geokimia.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. Pembuatan Shaft. ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. ) Kolorimetri. geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. PERALATAN a . data geofisika. b Penulisan daftar acuan hendaknya . eksplorasi atau untuk evaluasi. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi.

........ ..............Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan ......... pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan........ ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6.. Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan................................. ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : .. kerapatan pengambilan Contoh.. 5........................................... BENTUK DAN ISI LAPORAN 1..... Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 .. ....../au :............ dan lain sebagainya..... Status/tahapan 3...... SK ˆ Tgl...Thn ...... : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ........ Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ............. Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) ...... rwln ........ ..... .. ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) .................. Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2........... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No. B .........................

Biaya 8 1 . K-3 Lingkungan 9 2 . Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. P r l t n 7 eaaa 1 . Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . Tenaga kerja 6 1. studi kelayakan AMDAL**) 1 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 . Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12.

aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4.10 dan 11. 2 1. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan.8. 5 . 3 1.titik pengamatan. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa.. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. metoda atau sistem pemboran (angka 8).mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat.9. Peta geokimia Peta/bagan. 8 . Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6. jenis (batuan. tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. chip. geokimia. dan 10). metoda pemerCotohhan (coring/non coring.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya.7. 9 . bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri. batuan peminrlnbjh. channel. bijih. 3 . Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. Penampang geologi. 0 1.lembar. tp . b . ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 . 2 .5. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). 6 . ha . titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. Jt Rp. 7 . Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). 1. sumur uji. Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. pemboran Contoh batuan. 1 1. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. penampang bor.buah.6 dan 7). 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta. parit uji. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah.9. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. tanah. penampang dan model goiia efsk. 4 1. 4 .hektar.d.

Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). b . Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. b . waktu penyelidikan. dan informasi pendukung lina any. Luas daerah yang diselidiki. a . alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . cara pencapaiannya. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. ) hak guna lahan. lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. kegiatan penyelidikan. 1 Ringkasan . Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. tubuh utama laporan. seperti kepemilikan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. 559 . (yang dilakukan). sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. 2 Aspek legalitas. tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. demografi dan kependudukan. II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . sebaran. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). A UMUM . Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. maksud dan tujuan penyelidikan. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). B . kuantitas dan kualitas endapan mineral. c . . d . a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. terutama informasi mengenai keterdapatan.

SAR dan lain sebagainya). tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. mulai dari persiapan. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. an h . termasuk kualifikasi/keahliannya. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. termasuk analisis laboratorium. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . f g . Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. . vegetasi. Informasi mengenai iklim. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. SLAR. dan pembuatan laporan. topografi. e . . j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. kegiatan pengumpulan data. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. oo aei. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan.aa eet ltaa efsk. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. sebaran. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. stratigrafi. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . tipe endapan. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. i . apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. jenis. (oms. geofisika.jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur.

channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. Pemboran. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. catchment area. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. skala peta dasar juga harus dicantumkan. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. graviti dan lain sebagainya). 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). Pola dan kerapatan lokasi pemboran. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. jenis batuan dan pemineralan. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. batas wilayah (koordinat) dan luasnya.uji coba penambangan. sumur uji. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. sd sa snr sudn. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan.psn srt ie cn oa. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). tanah. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. grab. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. onig aag uu. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic.simk efsk ag iaa I. P esi. spur and ridge. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh.

tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. baik geofisika. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. menggunakan komputer atau manual. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. mineragrafi. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . dengan cara statistik. 2 dimensi atau 3 dmni. penyelidikan geokimia. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. mineralogi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. mulai dari pemetaan geologi. ubahan batuan di daerah penyelidikan. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. dot dan lain sebagainya). ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. cara preparasi Contoh. k Hasil penyelidikan . ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. struktur. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa.

saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. lebar anomali dan lain sebagainya. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . kedalaman tubuh anomali. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. arah anomali. tabel. parit-uji harus dilampirkan. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. bentuknya dan ukurannya. uu-j. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. 13-4726-1998). parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. sumur-uji. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. sebaran atau kemenerusannya (continuity). ai-j. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. tu pemboran. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. kemenerusan. sumur-uji.smrui prtui ai ebrn uu-j. sumur-uji. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. jumlah lapisan. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. ketebalan tanah penutup. jurus dan kemiringan tubuh bijih. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. foto. () Pemboran.

Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding.. Penyelidikan Lapangan 3. C . eyldkn an hdoelg..2.4. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . daftar tabel. Pelaksana 2 GEOLOGI . ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos.2. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun. atr isi. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . sumur-uji. daftar foto. dan lampiran. Pemboran. 3.1. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan . ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. 3.. igaa. Waktu 1.4. ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. Latar Belakang 1..1. Keadaan Lingkungan 1.2. Penyelidikan Geofisika 3. dan penerbit.1. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas.2. dan tahun pelaporan. Lokasi Daerah Penyelidikan 1.dnli atr aprn pt. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. -. tubuh utama laporan. 1. Penyelidikan Geokimia 3.2. daftar atau tabel. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 .. perusahaan dan instansi pelapor. komoditas dan daerah yang diselidiki. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan .5.2. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. daftar acuan..1.3. 21 Geologi Umum . 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral .2. D . Analisis Kimia 332 Aaii Fsk .6. dan daftar lampiran. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium . ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. foto. tahun. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks.3.. nlss iia 34 Pengolahan Data .7. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran. Pemetaan Geologi 3. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN . 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . tempat pemuatan artikel (majalah). penyusun laporan. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat.3. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. Metoda dan Peralatan 1. daftar gambar... judul. Maksud dan Tujuan 1. halaman urut dengan angka Romawi.

1.4. DAFTAR ACUAN 5. Hidrogeologi. Pemboran 4.5..2. efsk 4. 3.7. 4 HASIL PENYELIDIKAN .6. Geokimia 43 Goiia .. Geologi 4..4. 4.mn . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . KESIMPULAN DAN SARAN 4. Pemineralan 4.1. K-3 dan lain sebagainya.Pengolahan data Geologi (permukaan. eglhn aa efsk. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. ekma iea brt rl ea. pemboran.

dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . marketable. Jumlah. stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. jumlah dan . c Recovery Pengolahan . Mata Pencaharian Penduduk. 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. 2 Prltn(ei. 4 Pelaksana Studi .kpsts . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. miniable. dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . Kontrak Karya (KK). BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. b Bagan Alir . Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . tutr c Geoteknik . iooi b srku . a Tahapan Pengolahan . 5 Jadwal Waktu Studi . a Ltlg . 2 Maksud dan Tujuan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . Pengolahan dan Tailing A . c Cadangan . cut off grade. Penduduk. a Bentuk dan Penyebaran . Iklim. Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . Keadaan Flora. Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . 3 Peralatan Pengolahan (jenis. . Kualitas Hasil . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. kualitas. Tambang 6. jumlah . belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . Pertambangan (KP). dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . 2 Keadaan Endapan .jma. Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. . Fauna. dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan .

borongan .000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. b Luar Negeri . skala minimum 1 : 2. pengolahan dan sarana penunjang). a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. a anli) b Modal Kerja . 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. 2 ProspekPemasaran . c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . pegangkutan dnli-an. pengolahan dan sarana penunjang). 4 Sistem Kerja (kontrak. e Perhitungan “Break Even Point” . d Perhitungan “Discounted Cash .000. BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . b Pengelolaan lingkungan . K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. (BEP) . b Penyebaran bahan galian . eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . a Organisasi . b Prltn . tahap Eksploitasi dan sekitarnya. Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . skala 1 : 10. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. a Dalam Negeri . c Sumber Dana . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. nets a Modal Tetap . Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). yang memuat : a Kontur topografi . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). 567 . miniable”.000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. sekitarnya. . c Pemantauan Lingkungan . “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. a Biaya Produksi (termasuk biaya . BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. pengolahan.000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . BAB VIII : LINGKUNGAN. dnli-an. 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. : 10. skala . minimum 1 : 2.

pengangkutan. statistik produksi. ditambang c Rencana dan target produksi serta . pengelolaan lingkungan hidup. 2 Perizinan . 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode .0000. pemantauan dan pengelolaa lingkungan. d Batas wilayah eksploitasi . Lokasi timbunan waste. 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. . II Laporan Tahunan Eksploitasi I. cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . Laporan tersebut mencakup. . biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. Laporan Triwulan. 3 Kaia . ketenagakerjaan. antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . direklamasi per tahun c Jalan tambang . penjualan. penampang. Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . lokasi . . asing jika diperlukan) . pelatihan. reklamasi. statistik kecelakaan dnli-an a anli. Peta pengelolaan lingkungan. pengolahan/pemurnian. dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. tambahan penambangan. minimal skala 1 : 2. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . bagan alir dan sebagainya. peta. 2 Hasil Eksplorasi . bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. sketsa. petalokasi kegiatan. ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . B . bahan galian dan waste . ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . pencucian dan pengolahan. peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . gambar 3 dimensi. “stock pile”. pencucian. Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . h Rencana kegiatan K-3 . . d Lokasi timbunan waste. g Indeks peta rencana pertambangan . h Dan sebagainya .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . K-3 pertambangan. Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . Perkampungan. tailing dan mineral . e Jalan. pemasaran. Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . penyelesaian masalah. b Kegiatan non teknis antara lain . a Jumlah. Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan .

V . eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. kadar dan penanganan . pengolahan/ . oai a us arh ag ea ikpots. 4 Stock Akhir . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. Harga Produk . Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . 3. yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . pengelolaan dan . eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . berakhirnya KP/KK/PKP2B. pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . 3 Lokasi Penimbunan . Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. training.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. 2 Jenis. dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. Pengangkutan dan Pengolahan. peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . Kadar Jumlah. statistik kecelakaan tambang. pengolahan/ . Cadangan 2. 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . 5 Rencana penambangan. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. utama dan sampingan b Jumlah. a Jumlah dan kualitas produk . pengolahan/pemurnian/ . 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. 2 Jumlah dan Tujuan . Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. 3 Pelaksanaan reklamasi. Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . nls. 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. tambang. manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian .

5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . 9 li-an . anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . peta rona akhir tambang. .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. galian berkadar “marginal”. dengan akhir tambang. potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . peta geologi. obyek kerja yang berbahaya. 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau .

Produksi untuk diolah . c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . m. kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . a . m. c . kualitas 3 ton.Produksi siap jual . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . m. d Sisa cadangan .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 .Produksi siap jual . 4 . LAPORAN . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . kualitas 3 ton.Produksi siap jual . 6 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton.Hasil olahan c . 3 ton. m. Lokasi Pengolahan . c Cadangan terambil . b . a .Produksi untuk diolah . PENAMBANGAN Produksi .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b . a . Lokasi Pengolahan .Hasil olahan c . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . 5 .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . c . b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .

Hasil olahan c . b . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . m. kualitas 3 ton. b Cadangan rekonsiliasi . 3 ton. c .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . 5 . Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c Cadangan terambil .Hasil olahan c . STOCK AWAL Lokasi Tambang . d Sisa cadangan . 4 . a . kualitas 3 ton. c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . m.Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton. LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . b . m. Lokasi pengolahan . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . kualitas BULAN KE NO. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . 6 . c . a . m. a . PENAMBANGAN Produksi .Produksi siap jual .

kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . a . a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . a .Hasil olahan c . m.Produksi untuk diolah . PENAMBANGAN Produksi .Produksi siap jual . Lokasi pengolahan . c Cadangan terambil . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 . m. : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. Lokasi Pengolahan . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . kualitas 3 ton. b . kualitas 3 ton. c . 6 . m.Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . b .Hasil olahan c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . 5 . 4 . kualitas BULAN KE NO. c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . c .Produksi siap jual . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi untuk diolah .

b . a . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . 5 . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 6 . PENAMBANGAN Produksi . m. 4 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. m. kualitas 3 ton. m. LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi siap jual . Lokasi pengolahan .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . kualitas BULAN KE NO. c Cadangan terambil . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . : : : : : : : 3 ton. m. STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a .Produksi siap jual . kualitas 3 ton. b . c . d Sisa cadangan . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . Lokasi Pengolahan .Hasil olahan c . kualitas 3 ton. c . c . a .

LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . m. Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . c Cadangan terambil . 3 ton. m. b Cadangan rekonsiliasi .Produksi siap jual . kualitas 3 ton.Hasil olahan c . 6 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . 5 .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . PENAMBANGAN Produksi . d Sisa cadangan .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . c . STOCK AWAL Lokasi Tambang . a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 . b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . k a i a ults 3 ton.Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton. a . c . Lokasi Pengolahan . m.Produksi untuk diolah . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b .Produksi untuk diolah . 4 . Lokasi pengolahan . m. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Hasil olahan c . c . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO.Produksi untuk diolah .

kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . a .Produksi siap jual . m. b Cadangan rekonsiliasi .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . NO. c . 6 . d Sisa cadangan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . b .Produksi untuk diolah . m.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . td t.Hasil olahan c . c Cadangan terambil . m. a . a . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 .Produksi siap jual .Hasil olahan c . c .Produksi untuk diolah . Lokasi Tambang .Produksi siap jual . Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . 4 .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . k a i a ults 3 ton. kualitas 3 ton. Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral. m.Produksi untuk diolah . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . PENAMBANGAN Produksi . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . Lokasi pengolahan . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . 5 . c . b . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Lokasi Pengolahan .

..................................................................................................................................................................................... ................................... ......................................... aamn ejd a ea-ea eeaan ............................................................................................... EAA ENK ETMAGN... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag................................... aa euaan .................................................. Bga/eatmn:......... atas ˆ Tangan bag............ Lm Bkra :........................................................................ as eeaan . ................. 8 Skikclka :.................................................. ............................................................................................................................... Jenis Usaha ˆ : Tambang....................... bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 ........................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga ......................... .................................................................................................................................................... ekra aa ia aa eej ebl ..........................................ˆ WB ˆ WT ˆ WT................................................................................. eeaan ejd.. 3 Nm kra yn clk :........... oo rt eeaan ............... Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ......... ...... ei eai 4 Pkran :................................. 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:............................................ ....... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 .................................................. .......................... Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag.................. I I IA hf ......... 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan .......................................................................................................... 6 Tma Kclka :....................................................................................... KPL TKI PRABNA.................................................................................................................... ..... ................. eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga .. .. aga eeaan ............. aa eej ................... ainDpree ...................................... Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl............................................ 5 Tnglkclka :.......................Lampiran XIII..................... ........ ................................ eeja ......................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl.................................. a ... ........................................................................ .................... ......... kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :.................................. aa obn ag eaa ............................. bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 .................................................................................... ept eeaan ......... KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :........................................................... ............................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A .......................... ............Sit:.... ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :................................ Uu :..... ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag.........jm:......................

.. .. g . bjh ..k . ii .k ......k . bjh . ii ..k . bjh .k . ... ...... .m ... g . g . ii ...k . . .... g . ii ... ..... . .. . . .bjh . .. ii . g .. .. . . .bjh ... .. ..bjh . ..... .... bjh Jumlah . ii . . ... g . g . bjh . . . negara penjual. .m ..k ....k . . . g ... g . g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah ..m . ii .. ii . Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw. ... . .... . . g ...... bjh .m .00 . ... .. .k .. .k .. ...m .. .. . .k .. .. g . . .. g . . ..... .. ii . . . . .. ii ...m . .. D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat. .. .k .. g .. bjh . .20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (. .m ..... g . .. g ..... g .... ii . .... . g .k ... ..k . ...m . ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya .. .k .k .k . ....m ...bjh . ... . .... .. ii .k .. . .. . ... .m . . g . .k .. g .... ..m . g Dinamit ...... . . ... g . .... . bjh .....k .. .. g ....bjh ...k ... bjh . ... bjh ... g .k ... bjh .. ... ii . .m ..... .k .. g .k . g . ii . . . .m .k .... ..k . . . . ii .....k . . .. . g .... .. .. .bjh . .. ... .. g .. . .. ukuran jenis detonator dan Dinamit.k . . ..... .... . .m ... ......... ... .. . ii ....... g . ii ...... ..k ... ... g . ... ii ........m ... ..... . .m ... . . g . . ..... .. .k . ii ... . ... . ... .. . . bjh .. ...k ..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ..k ..bjh . bjh . . .... .. . ... ....k .k . g ... ...... g . . . g . .. Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is .k .... .m ....k .m . . .m . bjh . ii ... ..... . g Jumlah ..m . . ... .. .. . .m .k ..... ..m . .k . . bjh . .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . ... . ... ... . ... . .. .... g 578 . .. ..... . g ... . g . ..k .... g . ...k . .. g .. ....... ..bjh . g . . g ..k ... . . . ii .. . .k . ... ... .m . ii .... . ii .. .. g .. ..m . .. ....... .k ...k ..... . .. ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el.... .. bjh .. g ..... . g . .k ..Lampiran XIII.. .....k ... . ..... . g .k .. . .. ..k .. ..... nomor. g . g .

.. .. . Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 . 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit. Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No. . terangkan tanggal keluarnya. . .... . .. . AA SH ABN .. .... .Lampiran XIII.... . . . . .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I. ...... P D U A AT M A G.. . . .. . Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang... . .

......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No........ Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor.. DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG.. Pembuat.) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 .. PENGAM AT DAN T..............Lampiran XIII...... . 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu... Kepala Teknik Tambang (.......

... TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1..000.....000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat...000. .) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F.....000 JAM KERJA TAHUN 20....R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..R 2) PER BULAN KUMULATIF (......000 jam kerja F......000.........R adalah kumulatif frequency rate per 1.. Kepala Teknik Tambang 581 ..Lampiran XIII.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F........

) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 ..Lampiran XIII..... PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No................. Kepala Teknik Tambang (..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..... .... Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp. X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat..............

. Kepala Teknik Tambang 583 ....000................000....Lampiran XIII.) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S....000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat...000 JAM KERJA TAHUN 20...R3) PER BULAN KUMULATIF (.....R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S.. I....000..000 jam kerja S...c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1.. ..R adalah kumulatif frequency rate per 1..

c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I .Lampiran XIII. Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3. Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5. 1. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2.000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 . PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia . Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. Jari Kaki. Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. Jari.

............................................................................................ 2 PENYEBAB KASUS ..................... X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI ............................................................................. : (uraikan secara singkat kasus dan jelas.. termasuk foto-foto terjadinya kasus) ............................................................... KTT/Penanggung Jawab Lapangan ............................................................. ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.................................. 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ............................... td t.... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) ............................................................................................. .. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral............................ .............................................................................. ................................ penyebab kasus) . Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I. ............... 4 UPAYA PENANGGULANGAN ........... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ...... : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ........................ 3 AKIBAT KASUS ............... (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus...........Lampiran XIII........... ............................................................................................................. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 .................................................................................................................................

Penambangan .Lampiran XIII. .lks.Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V.Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III. tanah dan udara .1. pengamanan. d Pengolahan dan Pemurnian .Rencana pelaksanaan pengelolaan . RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : .Tingkat erosi . pemelhra. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu. us ra. kebisingan dan gtrn eaa.Pengupasan/penimbunan tanah penutup . daerah penimbunan.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN . ˆ Penanganan hasil penebasan. ei dan jumlah tanaman.Peta pengelolaan skala 1 : 1. penutup.Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .Pengolahan dan pemurnian . iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. tanggul/dan kolam pengendap) . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya.Penebasan dan penyiapan lahan . PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B .000 . meliputi : . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 .Peta pengelolaan skala 1 : 10. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an .db.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A . LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I. c Penambangan . lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.jma.Stabilitas lereng (tambang.000 . ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.Kualitas air. ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah .Revegetasi -Li-an anli BAB IV.

daerah . BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan . d Pemantauan kebersihan penghijauan .Lampiran XIII. . c Pemantauan lereng. e Pemantauan flora dan fauna . ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . b Biaya pelaksanaan pemantauan . BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . timbunan dan lain-lain. contoh air. tanggul. ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10.000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang .

Reklamasi a Penghijauan . Ha Ha Semester ini 9 . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . 4 . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . b Di Luar Bekas Tambang . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . 3 . 6 . 2 . c Pelabuhan . 5 . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . b Lus Project Area ***) . b Emplasemen . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) .Lampiran XIII. 8 . Luas daerah cadangan Semester ini 7 .

Pohon/Ha..... anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 .. Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5.. Pimpinan Perusahaan . c Pembibitan (bibit baru) . * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini... b Penyulaman . .N. Pohon/Ha. Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada).. tempat rekreasi dll..... Pohon/Ha. Pohon/Ha.. Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang ... h Li-an ..... Pemanfaatan lain.Lampiran XIII. Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t... misalnya untuk perumahan. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 . perkantoran...a.. penampungan air. Pohon/Ha.....e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air . Pohon/Ha. A.......... Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru ..... ..... pabrik..

..s.......... TDK............. 2.....dt......... 1. V V .s..........USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 ................ . 2............. T............ ....... TIUA/AU .dt..........dt.s........... 1.... 1........ f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 ......... V..... MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN ..... ... . RWLNTHN ...Lampiran XIII........... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1.........s......... I.......f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII.................... I I I ... 2...................................s... 1..... ...................... . II TEKNISI I..... 2..s............... ............... ..dt......... 1.... ........... 2.....dt.. ..... TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA ........dt............. .. TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO......... ............... I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P.. 2.

.................. JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S........................... T ..............f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ...........................D................ RWLNTHN ..........Lampiran XIII....... TIUA/AU . NO.. THPKGAA ...... LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ................... 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 ........... AA EITN .....

JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 . PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I.Lampiran XIII.

.. THN.....Lampiran XIII............................................... NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 ...... NO..... T ............f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I...................................................... LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ................... AU ...

c .. b ....... RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P... 3 Angkut a .... RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN ............ c ... b ........ c ......Lampiran XIII.. 4 Pengolahan a ....... THN.. 1 Bongkar a ............. 2 Muat a ............... 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET. AU ...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..... c ... T.... b ........... b .. b . c ... JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 ....... 5 Laboratorium a ..

C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . c . c . b . b . 8 Perbengkelan a . 2 Pelumas a . b . c . b . 7 Survey a . c .Lampiran XIII. 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . b . 3 Bahan Kimia a . b . 9 Klsrkn eitia a . b .

.............(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) .Lampiran XIII....... ...... TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ............... 0 ...../2 . URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 .....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..............pmgn K/KPPB ........ Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO......................................................

2 Pasiva Tidak Lancar . d biaya yang masih harus dibayar .. Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 . a Kas & Bank .. b Cadangan . Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : ... c Laba (Rugi) tahun berjalan ..... e Kewajiban jangka pendek lainnya ... b Biaya yang ditangguhkan ......... d Aktiva lainnya .. Uang muka pembelian . Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar . c Hutang Pajak . b Piutang . NERACA P ... T ..... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor . e 1 eebr .. b Hutang Usaha . c Aktiva tak berujud ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I... Pr3 Dsme . a Kewajiban Jangka Panjang .Lampiran XIII. c Persediaan .... e Aktiva Lancar Lainnya ... a Hutang Bank ... b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain .. d Biaya dibayar di muka.... Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan .

... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. d Lain-lain .............. c Keuntungan (Kerugian) Kurs . Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 . THN.. Penjualan & Umum . d Laba/Rugi Tahun Berjalan ..Awal Akhir Produksi (+) ..Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi .........Lampiran XIII................. PROYEKSI LABA RUGI P . c Deviden ....... Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun . b Beban Bunga ........ T . Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi ... 5 . . b Administrasi..................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII.. Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga .. AU. b Penyesuaian Masa Lalu ........... 6 . b Persediaan .......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful