Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . b Surat Keterangan status perusahaan . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . d Paspor dan Visa TKA . c . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . Depnaker c Kualifikasi TKA . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . d Struktur organisasi perusahaan . b . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . 3 . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . 3 . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . Perusahaan c Akte Perubahan . b . 3 . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . b Dasar/alasan perubahan investasi . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . Pendapatan & Biaya 2 . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . b Daftar barang/peralatan yang akan . d Barang modal tahun sebelumnya yang . b Laporan kegiatan . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . 1 . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . 2 . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . . d r-kpr i eeso. Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . Perubahan Pemegang Saham 9 a . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . negeri dengan pemakai 2 . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . c Daftar kebutuhan barang modal . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . c . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . b . 2 . 2 . 2 . e Laporan kegiatan akhir . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . 2 . ekonomis lagi 3 .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan .

3 . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . pinjam pakai sementara 3 . b Desain pelabuhan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . 3 . b Spesifikasi Kualitas Batubara . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . d Keterangan lokasi kegiatan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . b Rencana pengoperasian pelabuhan . 3 . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c .

PEMOHON Keterangan : 1 . Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . 471 . setelah Surat . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan .. 2 Gubernur memproses permohonan. Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. BUPATI/WALIKOTA 3a . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . 5 6 DESDM PROPINSI I I . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. 2 . DESDM. I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur .

DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . GUBERNUR 3a .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . dan DESDM. 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . td t. 4b BKPMD memberikan Rekomendasi .. BKMD 3b . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

.... #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum....... : ... Pemegang Saham B ..................................P............ d i ........... . Eksploitasi........... Pemohon : 1 Nama Pemohon .... . .............................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT ....... Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................ a Drki ...............P .... I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) ............. Faksimili : 3 N............... Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c .W..... Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan .... Pengolahan/Pemurnian............ .............. ies No 1 2 3 4 5 b . : 4 Susunan Direksi.... 2 Jabatan/Pekerjaan . Eksplorasi.. : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ .. Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 ............... Komisaris dan .. ..... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A ...... 1 PERMOHONAN ... : ........

......... Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal ..... Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ..... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ................................ : Rp... .................... Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal .......... 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir ................. 6... ............................................. 2 # coret yang tidak perlu............................. 3 *) pemohon KP Ekspoitasi................................... td t Materai Rp....... Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ............ (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) .. perubahan Akte terakhir : .......... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ................) . . b Jumlah utang ..................... C ......... (.......... 6 Laporan studi kelayakan *)**) ...................... ... ... pertambangan dan telah disahkan oleh Dep........ ............................... : .................. ... ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ................... ........ 7 Nama Induk/Grup perusahaan : .............. 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri..) ......... apabila ternyata keterangan tidak benar..................................................... Pengesahan Dep........................... : Rp...... 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan ...... ......... ........... 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) .................................... Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ............ Demikian permohonan ini kami ajukan...............................................000 ................ 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa ............ 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum. .. : ... a Jumlah Net Aset ................... Eksplorasi dan Eksploitasi).... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ..................... (.. ........ (nama pemohon) Tembusan : 1 ....... ... 2 ..................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak....

....... 6000 ........... .... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan. .................................... ......... Alamat perusahaan :....... dengan ini. bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ..................... td t Materai Rp.............. 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi .............. 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **)........................................ ... D i ............................ PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ......... 4 Rencana Kerja dan Biaya........ Jabatan dalam perusahaan :............................... ...... .. .... ......... #) Yang bertanda tangan di bawah ini.. kami ucapkan terima kasih .................................. 2 ........ 2 *) Coret yag tidak perlu .......................................... 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap.. .... 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ............................................. 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ........... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ............... Nama Pemohon :....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ........... ..... AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak............. 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ............ .. (nama pemohon) Tembusan : 1 ................. Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ............. Nama Perusahaan :...... 6 Laporan studi kelayakan ***) ..

.. 2 ....................... ................. 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***).................... .................. Nama Pemohon :..... 2 Laporan Kegiatan........... (nama pemohon) Tembusan : 1 ... 5 ****) Penyelidikan Umum. ..... Nama Perusahaan :....... .................................................... .... Jabatan dalam perusahaan :......................... 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap..... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak .......... ....... 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri .... ..... dengan ini................ mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan.............. 6000 ......... ......................... PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ...... .......... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 ................ Eksplorasi dan Eksploitasi.. 2 *) Coret yag tidak perlu .................. .... 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***)... D i ..... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ........................... Atas perhatian dan persetujuan Bapak...... Alamat perusahaan :. ..... Rencana Kerja dan Biaya.. 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **)....... ......... 3 **) pemohonan KP Eksploitasi ..................................... .... td t Materai Rp......................................... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***).... kami ucapkan terima kasih . . #) Yang bertanda tangan di bawah ini............... .

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

.......................... .......................... : ............ : ................. ......... .................................................................................... ................................................. Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ........ .... : ............... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ............................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) .............. D i ...............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .. 4 Susunan Direksi. () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ...................................... : ... ....................... Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ..................................................................................... : ............ .................. a Susunan Direksi..... : ......................................... ................. : ................................................ B .............. Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan ................................................................ : ................................................................ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan .................................. PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................ *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ................... Komisaris dan Pemegang Saham : .............. Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ................... .................. : ............ .............. Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : .............

....... b Perusahaan Nasional .. ................................... Kehakiman b Nomor dan tanggal ........................ 6 .............. Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal ............ Pengesahan Dep.................................... () Jumlah Utang 2 : ........................... () Jumlah Net Aset 1 : ........................................................................... ......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ...... () Penghasilan Bersih 3 : ............. .................................................. (2) Jumlah Utang : .. : ................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ......................................... Perubahan akte terakhir : : : : : .................................................................. () Penghasilan Bersih 3 : ... () Jumlah Net Aset 1 : .......... ........................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ................................ Nama Jabatan Susunan Direksi........ Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing ...................................

...... apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar...... Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk.. Tanda Terima SPT Tahun terakhir.................................... ............. . Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan.............................- .............. 5 ..... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ....... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ..... .. 6... .. td t Materai Rp............ Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 4 ....... (nama pemohon) Tembusan : 1 ........................... .. kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .......... Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota....... 6 .....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ........ 3 ... 2 # coret yang tidak perlu ........ 2 ... 2 ... Lampiran permohonan 1 ................000.

. ................... D i ... Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.. Atas perhatian Bapak.. Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum ....... 6.. ........... Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota .....tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 .................. kami ucapkan terima kasih...... Pemohon Materai Rp.................... Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ........ IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : .. .............000...

............................. status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ........................ : .................................. Daftar peralatan utama yang dipunyai................ 5 Akte Pendirian ) : .. KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : .... d PERALATAN ........ SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a ........ : ............................ : ............................ PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : .... PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : .................................................................................................... b .................... 6 Keterangan lain ) : ...... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : .. 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : ................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ........................... : ................................ Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : ....... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 ................................................ jumlah... jenis/macam peralatan................................... ............... 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ..... 4 Referensi Bank ) : .................................................................................................. Daftar tenaga ahli : .................................................... kondisi............................ : .......... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c .............. Daftar Personalia : ........

.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .. melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya.. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ...... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik).. 2 ..... ..... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini ... brau elk.. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup... ) 6 Keselamatan kerja.. ) 2 Kegiatan Teknis.. ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ... nsoa.. Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya .......... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli... ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin.... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja.. bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang ..... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.. ....... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut. termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan . ) 4 Keuangan... b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya ... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 ..

... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth........ PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : ....... Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan..... aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum............ Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl................... Gubernur/Bupati/Walikota .... ....... Atas perhatian Bapak................. kami ucapkan terima kasih.............. .. .......................... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 .. D i .............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ......... dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ........

...... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ................................................. : ................................................. jumlah..............................................................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ....................... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ................................ : ................... : ........ : ......................... : .................................. status kepemilikan dan tempat penyimpanan e .... Daftar pimpinan umum perusahaan : ...................................... PERUSAHAAN : ........................................... PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b .................................................................... dengan menyebutkan jenis/macam peralatan......... : ........... : ............................. Daftar tenaga ahli : ......... Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas........ SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ...... dengan alamatnya Daftar Personalia : .... : ................................. : ..................................... : .................................................... kondisi..... : ..................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 ................ : ........ d PERALATAN .... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ...

.. ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin..... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli........ Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya . ) 6 Keselamatan kerja................ apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku. 2 .. Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa....... esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a . c ........... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk...... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)................. ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya....... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ........ PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ...................... ) 2 Kegiatan Teknis... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja.. ..... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup. Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut....... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 . b .... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t...... brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n .............. poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ..... ) 4 Keuangan.........

489 . ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. dampak penting yang mungkin tmu. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup.ar htndnli-an ain i. Sub Bab. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL .atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Berisi nomor tabel. GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . Berisi judul Bab. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. D DAFTAR ..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang . Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan .

(sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. pss gorfs. c Kapasitas produksi . l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. 2. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. . oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . a Nama dan lokasi proyek (Kampung. sumberdaya alami lainnya. Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan. l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. agt ej et wl ej. kabupaten. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. antara lain : ..3. naa an a Tahap persiapan. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab . alam/binaan. antara lain . proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . BAB III. Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . e Debit dan sumber air yang diperlukan . yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. dan sarana lain.. kecamatan. lingkungan hidup. b Mengidentifikasikan rona lingkungan .. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana .. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. c Memprakirakan dampak dan meng. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan.. propinsi. desa. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . hidup awal. . operasi sampai dengan pasca operasi. lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs. d Jenis sumber energi/ bahan bakar. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum .

Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. l) e Resultante dari keempat batas wilayah .. Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . operasi dan pasca operasi. 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . Kabupaten. . eitn d Batas Administrasi. Kecamatan. . aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. yaitu ruang dimana . lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. e . antara . Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . transmigrasi.tratdna ksta. Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. b Batas ekonologi. METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . c .. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . ekonomi.000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV. di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL. d . dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar.000 sampai 1 : 100. dl. f g . batas administrasi pemerintah (Desa. pertanian.. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. b . adalah berupa ruang . Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. sosial budaya) dan kesehatan masyarakat.. c Btsssa. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . naa an a . terkait dengan .

biaya survei lapangan. trat eki. disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). tujuan dan ruang lingkup studi. c Studi literatur yang erat kaitannya . biaya peralatan. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . matriks dan daftar isian (hcls) cekit. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai..3. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. penyusunan pembahasan. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. biologi. l BAB V. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. biaya perkantoran dan baali-an iy anli.. 5. dengan rencana kegiatan. 056 Tahun 1994. pengumpulan data sekunder.2. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. b Laporan penelitian/studi tentang . Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. antara lain : Gaji/upah. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. biaya analisis laboratorium. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. Mekanika.. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. Kep. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. analisis data. Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer.

Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Peta lokasi. Sub Bab. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. c Berkaitan rencana kegiatan dengan . tabel dan foto C . nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. DAFTAR TABEL Berisi nomor label.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. Berisi judul Bab.atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. Memuat alasan. dampak penting yang mungkin tmu. DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. bangunan berwawasan lingkungan. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . Menteri Pertambangan dan Energi. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . air. l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang .. l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. l B DAFTAR ISI . Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. I I . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. skema.

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. 2. fisik-kimia. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . b Sebagai wahana untuk memberi . mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. metoda pengumpulan dan analisis data. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi.1. b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . c Memprakirakan dampak dan . yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. operasi. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan.. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . operasi dan psaoeai ac prs. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . b Mengidentifikasikan rona lingkungan . BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. operasi sampai dengan psaoeai ac prs. konstruksi. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. yaitu ruang dimana . dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan.. hidup awal.

atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. adalah berupa ruang . 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya.000 sampai 1 : 100. c Batas sosial.. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. b Pada pengumpulan data lingkungan . biologi. c Pengumpulan data untuk demografi. berupa uraian tentang metode pengamatan. sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. sosial ekonomi. adalah ruang di sekitar . Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. 495 . b Data sekunder . b Data komponen kegiatan yang . dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng.. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. sosial budaya. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer .0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. adalah ruang . . rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif.

2 Tim geofisik-kimia . 3 Tim biologi . Susunan tim penyusunan Andal. hutan dnli-an. statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. 3.6. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. BAB III.4. Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . hendaknya menggunakan metode bagan alir. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya.. DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . 3. dermaga dan lain sebagainya). Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). jalan kereta api. b Identitas penyusunan Andal . Kep. Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. b Perbandingan dampak penting . (dilengkapi peta dengan skala memadai). l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . Untuk memprakirakan dampak penting. hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. 056 Tahun 1994. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting.5.2. sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. 3. 3. 4 Tim sosial dan kesehatan . masyarakat 5 Tim teknis kegiatan .3. gunung. 3. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak ..

Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah.. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. tenaga listrik.10. uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. a Pertambangan Batubara .. Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . apakah tambang terbuka. 1 Tahap Persiapan . l l l l l 39 . cadangan terkira dan cadangan terduga. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. 3. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. uraikan jenis alat. kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan.. gudang bahan kimia dan mekanik. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. 1 Tahap Persiapan . l l l l l 38 . laboratorium dan lain-lain.

Uraian secara singkap rona b . ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. gambar aa ft. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. pemekatan. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. 498 . uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. penguranan kadar air. c . peledakan. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting.uaknjnsaa. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap.pnnglnakooi. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. ekonomis maupun budaya. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. seperti stala lnk. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. penggilingan. perlu mendapat perhatian khusus.

struktur geologi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. NOx. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . ekologis maupun nilai estetikanya. kegiatan vulkanis dnli-an a anli. 2 Jenis tanah. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. CO2. karakteristik .tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. keistimewaan dan . rata-rata). Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. jumlah hari hujan. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . SO2. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. seperti porositas. 4 Keunikan. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. H2S. kimia dan fisika tanah. a Iklim dan kualitas udara . suhu (maksimum. lahan. CO. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. gempa bumi. Membahas keadaan fisiologi dan geologi. keadaan angin (arah dan kecepatan). 3 Tingkat kestabilan tanah . kelembaban. intensiatas radiasi mataair. zat pencemar (debu. minimum. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. dl. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . curah hujan. an b Hidrologi dan Kualitas Air . yaitu gerakan tanah..

Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. wilayah. Lahan dan Tanah . eitn 3 Kemungkinan adanya . 42 Biologi . konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. 3 Perkiraan penyebaran dan . 1 Inventarisasi tataguna lahan . 3 Kualitas air laut dan . ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . 1 Penjelasan tentang vegetasi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . burung. yang dianggap penting yaitu habitat. angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. karang. . ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. 2 Rencana pengembangan . tp dnjnsjnsvgts. dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. e Tata Ruang. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. 2 Perikehidupan hewan-hewan . . meliputi : 1 Pola pasang surut. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. hutan mangrove dan li-an. cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. 4 Inventarisasi nilai estetika . aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . migrasi. Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. anli) 5 Uraian vegetasi dan . tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. a Flora darat/perairan . b Fauna darat/perairan . reptil. rencana tata ruang. mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). pola . daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. 1 Perkiraan penyebaran. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. arus..

meliputi : a Kependudukan (demografi). l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . jenis kelamin. mata pencaharian. konstruksi. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. c . . karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. 501 . ekonomi dan . budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. 43 Sosial (demografi. pendidikan dan agama. l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. Identifikasi.. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. bila data dan informasi faktual tidak ada. 4 Hewan-hewan lain yang . Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi .yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan .. singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif .. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas. Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan). Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya. a Membuat uraian secara jelas dan . apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. b Membuat semua saran tindak yang . 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting .1.. antara li : an 2.. antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. l 22 Data Teknis Proyek . Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa . l l l b Identitas Penyusun Andal . singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. Uraikan secara sistematis. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa..

misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic. l iklim.. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga.. misalnya : l Survei/pengukuran tanah. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3. kemudahan. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . l Erosi.3. l Pembukaan lahan. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au.1. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . sosial ekonomi. Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . ekonomi dan sosial budaya. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek. 42 Dampak Penting Terhadap Aspek . sedimentasi. baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . dsb. l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri.

sketsa. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan.. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4.3. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi). Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan . etr an b Pengembangan dampak positif agar . misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat .5. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. mencakup : b Biologi . dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta.db. antara lain. 4. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan. kntus. osrki s) 4. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4.8.7.. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. rancangan rinci rekayasa. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah.

Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. majalah.2. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. l kondisi prasarana dan sarana umum. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku.4. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). BAB V. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. egsr l spesies langka (flora dan fauna).. l kondisi kehidupan masyarakat. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. jelas. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. fungsi. 2 . 5. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . yaitu : l topografi. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. l calon lokasi kegiatan. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . l lokasi pengelolaan dampak. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. atr li : naa an 1 . Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini.

Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. C DAFTAR TABEL . antara . Kepentingan pembangunan umum. 27 Tahun 1999. DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . D DAFTAR GAMBAR . Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. baik secara regional maupun nasional. Berisi Judul Bab. us BAB II. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. E DAFTAR LAMPIRAN . l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. antara lain : . PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . l a Kepentingan Pemrakarsa. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal).2. identitas. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. BAB I. Berisi nomor lampiran. l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I.. judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. Berisi nomor tabel. Berisi nomor gambar. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan .3. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. B DAFTAR ISI .

metode pemantauan. Perumahan. Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. Jalan. tata ruang. Kecamatan. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya.. operasi dan pasca oeai yiu: prs. Tempat Penimbunan. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . a Memuat uraian secara jelas. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). kualitas bahan galian. a Nama dan lokasi kegiatan . Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. 22 Data Teknis Proyek . jumlah cadangan. Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. b Lahan untuk sarana dan prasarana . Pelabuhan/Dermaga. Instalasi Pengolahan. Kabupaten. lokasi dan periode pemantauannya. sumber dampak. tolok ukur dampak. sistem penambangan dan umur tambang. Gudang. d Penyusun RPL . lengkap .. Gudang Bahan Peledak. uraikan mengenai keadaan lapisan. dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena .. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. b Memuat semua saran tindak yang . at l kaia uaa kaia ar ults dr. Bengkel. . 33 Tolok Ukur Dampak . diberikan dalam Andal BAB III. ults i l geologi. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek ... tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . (Kantor. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. antara lain : a Luas KP Eksploitasi . lapisan yang akan ditambang. c Penanggung jawab Kegiatan . Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung.

Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. lokasi dan interval waktu. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal. 3. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . 23 Tahun 1997. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. c Observasi . tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan.. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. Metode ini dapat menggunakan foto praduga.. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . Tata Kerja. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau .tp aa.. pengalaman dan lain sebagainya. antara li : an a Pengukuran . Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak.tnkt noms. meliputi ifrai jnsaa. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya.. b Wawancara . misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. aa kerja. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa.. ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan.2. ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn.5. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan. 37 Periode Pemantauan . pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan . Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola.

Men. 2 .. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . dalam Bidang Pertambangan dan Energi). yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.

Penimbunan batubara/bijih 14. Biota Air ASPEK BIOLOGI. 1. Penambangan batubara/bijih 3. 1. Penambangan batubara/bijih 11. Pemuatan dan pengangkutan 12. Ruang. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Pengolahan batubara/bijih 13.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Kualitas Udara 3. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Penanganan tenaga kerja 7. Iklim 2. Kesempatan Kerja 2. Reklamasi 15. Aktivitas Ekonomi 3. 1. Pemindahan tanah penutup 2. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Penanganan tenaga kerja 513 . Kualitas air 5. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Flora 2. Migrasi Penduduk 4. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penambangan batubara/bijih 6. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. MISALNYA : C. Hidrologi 6. Penambangan batubara/bijih 5. Kebisingan 4. Fauna Darat 3. Pemindahan tanah penutup 10.

Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Aktivitas Ekonomi 3. Flora 2. Pemindahan tanah penutup 2. Kesempatan Kerja 2. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Penimbunan batubara/bijih 14. Migrasi Penduduk 4. Hidrologi 6. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penambangan batubara/bijih 6. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Kualitas Udara 3. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Ruang. MISALNYA : C. Penanganan tenaga kerja 514 . Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penambangan batubara/bijih 11. Iklim 2. Kualitas air 5. Pemuatan dan pengangkutan 12. 1. 1. Kebisingan 4. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Reklamasi 15. Penambangan batubara/bijih 3. Penanganan tenaga kerja 7. Fauna Darat 3. Pembangunan instalasi pengolahan 8. 1. Pengolahan batubara/bijih 13. Pemindahan tanah penutup 10.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Penambangan batubara/bijih 5.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

000. Semua besaran 3 .000 ton/th (ROM) ** ≥ 1. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5. Dan atau ≥ 100 Ha. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. 1 .200. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 . (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1. 4 . termasuk pengolahan.000 ton/th (ROM) ≥ 600. termasuk ) pengolahan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No.200.000 ton/th (ROM) ≥ 1.000 Ha. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 . 5 .

.... eaaa .... b Status Perusahaan .... .. a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor .... c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun .. .. .. ............. eitn an 22 Lahan .PLH/1994 tentang Pengawasan..l) atau tidak c ...... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M..... ... e a a m r e i t n ......... . b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun ..... (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan .... Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 .. c Jenis Perusahaan . .. . Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta.... UPL a Nama Perusahaan .. T h n .. masing-masing) a .. a Desa/Kelurahan : ... . ..m/a) ryk .... : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : .... b . e . Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a . . . 13 Maksud dan Tujuan . c Kbptn:..... . . ...m/a) Status lahan.. d Keputusan Menteri Negara Lingkungan ... b Kcmtn:..(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug... I I ... Coret yang tidak perlu c . 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air.. atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi. f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan. . Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan .... . .. ... Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a .. ......... auae . Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a . Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li... b ... .. e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan .. . apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn .. 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. ...... a .. Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe ...Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I..dl tasirs. PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan .. rpni . d Pois :... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum. * ) 14 Dasar Hukum ... : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat ... euaa...... Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan..... ..(2H* edkn..... Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup..

. 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . Biologi dan .. dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi .. . 42 Jenis dan Potensi Dampak . Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi . V I . l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . Kimia dan Sosekbud). (Jumlah. Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika. . aa prs Jns ulh ia. 2 Bupati/Walikota.. Kimia. KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan. V . LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta. 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I. td t.. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang ..Sft dl. Hidup. Jns ulh ia. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V ... Kepada Biro Bina Lingkungan ... dll).Jma. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. up..Sft dl. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak .. 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi.Jma. metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. Sosekbud. UPAYA I c . Jenis dan Spesifikasi Teknis. ei a psfks ens dl. 31 Tahap Persiapan . thpoeai(ei. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . (ei.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b . gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik.

..ag eckp oai us lahan. kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB . Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn.. Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I . gudang dll). untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing.. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno.. bengkel.. stockpile/yard. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing... l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling. stockpile/yard. 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan ... I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor. perumahan.. Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target ... Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. perumahan. Uraikan teknik. 212 .. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . stockpile/yard. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. dan peruntukan lahan asal. l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan ..... kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. gudang dl. bengkel. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan.brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan .yn mnau lks. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) . Uaa.. perumahan. baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi.la nu au . gudang dll). bengkel.

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn..000. timbunan tanah penutup. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada). Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan. td t. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I.. serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan). aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. skala minimal 1 : 10. skala Minimal 1 : 10. lokasi.. i sm abn. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. metode. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan. 2. penyiangan.. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna. penyulaman.. pengkapuran tanah. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll. aiia eujn. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. limbah domestik. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada).. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4).Penanaman . gudang dl. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan.Persemaian . RENCANA BIAYA V 411 .. upah tenaga kerja.. dlmrnaatreu aa au . air limbah pengolahan/pabrik. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor... Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. tanah dan udara l Saiia lrn. KEGIATAN V .Pemeliharaan (pemupukan.. dll. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond. stockpile/yard. perumahan.. 421 . l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. dan parameter yang dipantau) l Kualitas air.. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . kekerapan. meliputi : . reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa.... Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. air larian permukaan. bengkel. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui. 2 .000.eoidl tblts eeg rs l.4. LAMPIRAN : 1 . dll).

. d Jalan Non Tambang . Kantor f g Bengkel . Lnfl i adil . . a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 . luar tambang . 5 Fasilitas Penunjang .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN ..atf ki . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang . ... DAN RENCANA TAHUN . h Pelabuhan/Emlasement .selesai 3 Jalan Tambang . b Kolam/Penimbun Tailing ..selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . . c Perumahan Karyawan .atf ki . e Gudang.....

. Sub Total (1+2) 3 Revegetasi . (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . penampungan air... penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan . e Bekas jalan non .. dan lain-lain).. lainnya 4 Pemanfaatan lain **) ..... . b Timbunan tailing . c Bekas kolam sedimen/ ... Lahan**) a Timbunan batuan/tanah . Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi. tambang e Timbunan tailing . TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan .. penutup c Bekas jalan tambang . kolam ikan. .. tambang .. DAN RENCANA TH . . Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang .. sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang ... Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . d Bekas jalan non . DISKRIPSI S/D . b Timbunan tanah/batuan . a Lahan bekas tambang .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 .

Ltr ie 2 Analisa tanah ... Kg b Pupuk . Kg c Tenaga kerja . HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. Ltr ie Sub Total I I Penanaman I .. persemaian Buah 3 Kapur .. Kg 4 Pupuk ... a Benih ... Kg 5 Obat-obatan . 1 Tanaman Penutup . Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) ... Kg d Tenaga kerja . I Persemaian 1 Benih tanaman pokok .. a Kapur . Contoh 3 Tenaga kerja . Kg 2 Pembuatan tempat . Kg b Kapur ... 1 Obat-obatan . Kg c Pupuk . HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 .. HOK 2 Tanaman pokok/pohon ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms.Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . 1 . 1 . 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . 1 . dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. V . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. 1 . b . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan .

ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. Tambang. pengolahan dan prinsip konservasi. tatacara penambangan. Geologi. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum.

ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. pengolahan dan pemurnian. Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. Penelaahan kemajuan reklamasi. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. kejadian berbahaya. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. 530 . Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. konstruksi. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. Tambang. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. penambangan.

Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. realisasi pelaksanaan reklamasi. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. pemakaian berbahaya dan beracun. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. RTKL. Mampu menjelaskan reklamasi tambang.

Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. Pengolahan data cadangan bahan galian. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. Penela ahan tumpang tindih wilayah. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. 532 . Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. mendata pro-duksi dan penambangan. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. eksplorasi. produksi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. cadangan bahan galian.

8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. bahan buangan/limbah. I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . lingkungan/pemantauan lingkungan. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. I I . Keselamatan kerja. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. rs. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. atau pencemaran lingkungan. PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. . Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . b Menyiapkan peralatan inspeksi. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. c Melakukan presentasi obyek inspeksi. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. . u. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . . 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. a Menelaah data objek inspeksi. 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran.dit cos ct dl rie rf. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej.

2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 534 . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri.

npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. ) 535 .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup.

) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 536 . 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. b . h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. dermaga. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes.

) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . b . 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . pengujian kelayakan operasi. II PENGUJIAN I. d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. inspeksi pada kapal keruk. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. c . Pelaksanaan Pengujian. Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. inspeksi pada tambang bawah tanah. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) 2 Melaksanakan Pengujian . c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. inspeksi pada fasilitas permukaan. Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. Kejadian Berbahaya. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. c . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) 2 Menyiapkan alat uji. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. inspeksi pada pasca tambang. inspeksi pada tambang semprot. ) j Menganalisa penyebab kejadian. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . pengujian kondisi tempat kerja. I. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. 1 Melakukan persiapan . 2 . inspeksi pada pelabuhan. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. ) j Menganalisa penyebab kejadian. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) i Melakukan pengujian peralatan. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. inspeksi pada tambang permukaan. Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . Inspeksi Bencana 1 . 1 Mengumpulkan dan menelaah data. 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. 1 . ) i Melakukan pengujian peralatan.

Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi. 4 .

..... 2 Hal lain yang perlu dilakukan : .... NP I 2 Hasil Inspeksi . • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi...... Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau. berupa : ... saran.... LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang ......... PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang)....... 2 ............. B .......... rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 ... serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan). Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.... at . • Tidak ada • Aa yiu:... 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan... . . (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu.. d. Penutupan Tambang . Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 .... dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran.. Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki. A .... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran.... ekonomis/ produksi.. berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.... NP I . (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang........ pengelolaan dan pemantauan lingkungan). C .

............ termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb............................................................ . NP ................................... 7 .............. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 ................................................... ....... 4 ...... .. 2 ......................Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 ......... : : : : : : : : : 8 ......... ..................... a) .............................................................. faktor penyebab kss au) ................................................................ I.......................................................................... ............... ........... 5 ..................................... 6 ......................................................... FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas........................................... RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ................ ....... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus........................... .............................. ................................. TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan).................. ......... PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) .. HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) .... . 3 .. .... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ....................................... TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) .......................................................................

tidak benar untuk perencanaan penambangan. . Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. eslrs. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. 4 Tenaga ahli . Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . penyebarankualitas & cadangan mineral. tetapi juga pemerintah dan masyarakat. 4 . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. I. Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . . 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. eksplorasi. . Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. krls dt eslrs. peraturan yang mendukung. . 5 . 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. 3 . pengukuran. eitn Rentan akan manipulasi data. bisa dipenuhi. data hasil eksplorasi yang tidak benar.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. I I . braa lna. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. baik dari segi geologi. I LATAR BELAKANG 2 . goii. penerapan sangsi dan tegas. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. baik melalui kerjasama. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. perkembangan kegiatan eksplorasi. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . saham untuk kegiatan eksplorasi. Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. tatacara-tahapan eksplorasi. . 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. 2 . Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. penjualan saham dsb. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. dpst eoi. bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol .

b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . . Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. . VI. . 1 Pematokan Batas KP . digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. . 4 . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . 3 Ctastlt . pemetakan topografi. yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . anomalinya. CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . f g Batas KP/KK/PKP2B . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . . . . Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. 2 . Petageologi lokal-detail ada/tidak. d Kelayakan lokasi contoh. 7 . Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . c Peta geokimia. pemetaan geologi. sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. f g Kemungkinan kontaminasi. PKP2B d Peralatan yang digunakan. ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . geokimia. d Interprestasi dan penentuan anomali . e Penyelenggaraan presentasi . e Kemungkinan pembesaran . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. penampang) . pemboran. kegiatan eksplorasi (analisa. h Kelayakan nilai kadar geokimia. 6 . a Diatur/dibuat peraturan perundangan . b Dibuat juklak/juknis . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. b Korelasi data sekitarnya . Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan.dl. Geodetik e Laporan hasil pematokan . . . 8 . . c Due deligance . e Pelaksana . 5 . PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. 1 .lnai . c Hasil (peta. klarifikasi cadangan. kerapatan data dsb). c Hslitrrsai(easrku. ltlg. a Cara pengambilan contoh. Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. kpoai V . h Indeks peta . b Kordinat data . d Penelaahan/evaluasi laporan . c Detail data pendukung . khususnya GPS . 9 .idks mnrlss. 542 . 4 . apa sesuai dengan KP/KK/ . ai nepets pt tutr ies. pemboran.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . b Peta lokasi contoh apa ada. . lapangan. e Penetuan daerah anomali . 1 . . cebakan mineral yang dieksplorasi. d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . . Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. Jenis kegiatan yang dilakukan. Korelasi nilai unsur yang dianalisa. pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . 2 Pemetaan Topografi . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . perhitungan cadangan. hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. dan interprestasi . sampling. d Interval kontor . deposit e Kelaziman peta geologi . Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . c Bentuk/kehalusan kontur topografi. f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. 6 . geofisika.

khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . Cek batas KP/KK/PKP2B. . dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . . eksplorasi yang dipakai. . Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. dea. 1 . kgaa. Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . Detail geologi & mineralisasi. • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. preparasi contoh. lapangan/eksplorasi h . cadangan . Pola spasi. perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . d Penafsiran bentuk endapan. f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . Apakah telihat kemajuan. c Logika kadar mineralisasi dan nila . dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. geokimia. antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . . dcr. Evaluasi Laporan Kegiatan. i . Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. eeto ii. c . Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. iaa ai nls. . penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . b . sampling. h Metode perhitungan sumberdaya dan . Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . g Pemboran (recovery. duplikat contoh). b Apakah laporan dirapel/tidak. . 1 . costaining. 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . . . e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. 9 . preparasi . rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . h Ksrnhslaaia . Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . duplikat contoh). Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. e Kode/tanggal/tahun sertifikat. 1 . ketentuan yang berlaku. l m Hasil trenching. . c Laboratorium pelaksana . arh . lrfks b Data Pendukung . d . . analisa.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. . e Spasi data termasuk sampling. b Krls hslaaiata usr . iai . . contoh. expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . d Sriia aaia . Pemboran (recovery. e . Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. sampling. sertifikat. . f g Dtcinlmt . Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. f 7 . 1 . Pengirim contoh. mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . b Lokasi kegiatan yang konkrit . Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . oeai ai nls ip nu. terowongan. cara dan peralatan pemboran. . hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. etfkt nls. j Apakah lokasi kegiatan berdasar.

h Cek semua hasil kegiatan . e penampang hasil pemboran . . . . . Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . b Logika penyebaran . . f g Korelasi dengan data Geol. c Banding data bor & geofisik . . Regional . e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . j 1 . h . dan cadangan. mineral dan kimia. i . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . lokasi & spasi pemboran . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. . c Logika nilai parameter kualitas. Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. d Metode. j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . Kebenaran peta topografi. . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . Cek penarikan outcrup. Spasi data pendukung i . h Cek peta batimetri . b Cek korelasi singkapan dan bor. Cara perhitungan cadangan i . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 .

efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. penambangan. yang setelah dievaluasi secara teknis. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. I I . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . . Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . I. biasanya dinyatakan dalam persen. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. 25 Tahun 2000. bijaksana. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. biasanya dinyatakan dalam persen.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). benar. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . 3 Penetapan dan peningkatan recovery . ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. ctofgae u f rd. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan .

8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. yang ada sehingga menjadi produk sampingan. pasca tambang. Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. c Mengadakan diskusi yang mendalam . 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . setiap 6 (enam) bulan. perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . V I PROSEDUR I. 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . bimbingan. cadangan bahan galian secara rinci. sehingga mendapatkan recovery maksimal. V . Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. a di Kantor Perusahaan . maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. a mempelajari data sebagai bahan . Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan.scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. Hal 4 tidak ada 546 . an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . lengkap dan baik. cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . . mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . li. yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. b Memberitahukan kepada manajer lapangan . perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. 1 . 1 . seluruh kegiatan pertambangannya. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. cadangan pada masa pengakhiran tambang. PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . dan kadar/nilai rendah. 1 . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. 1 . tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . evaluasi . Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. recovery penambangan. 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . 9 Penggunaan produksi bahan galian. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. V . 1 . sesuai dengan kewenangannya. 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin .

dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. penambangan. b Ttcr . kadar/nilai rendah dan bahan galian li. : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . c Mengadakan diskusi ang . lk ea iai b Recovery pengolahan : . : Recovery b Ttcr . mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. 547 . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. b Mengadakan diskusi . : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. a a a a : a Mengamati apakah telah . 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . a a a a : a Mengevaluasi apakah . sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . b Ttcr . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. a a a a : a Mengamati apakah telah . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . a a a a : a Recovery Penambangan : . pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. b Mengamati apakah telah . penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang.

yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. b . I. blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . b . antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . b Mengadakan diskusi .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . b Mengadakan diskusi . 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. penanganan taling adalah sebagai berikut : a . ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya .

1 Apabila dianggap perlu. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. c Sistematika dan objek pengawasan produksi .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . 3 . pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. PENGAWAS PRODUKSI 1 . pejabat pengawas . diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. sampling. sampling. B Kewenangan lainnya . Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. 2 . pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . pengukuran. c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. . Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. . 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . pengujianpengujian. 2 Dalam melakukan pengawasan . I. RUANG LINGKUP 5 .

. Selesai melakukan pengawasan. pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya. Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan. 4 . . pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . . .Jumlah barang yang diangkut. laporan produksi baik harian. produksi.Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali .Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas. pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. 3 . e Kesimpulan dan saran . 4 . Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel.Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi.Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . Pemurnian . pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi.Dokumen syahbandar . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager . Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha.Dokumen Bill of Loading . data/ . SISTEMATIKA I PRODUKSI A . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 . c Kegiatan Penimbunan . c Pemeriksaan secara teknis .Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c .Dokumen delivery order. pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai .Pencatatan stock awal .Pencatatan recovery. Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan .Pencatatan stock akhir d. angka (1) tersebut. b Pemeriksaan secara administratif . PEMERIKSAAN V . V .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . mingguan. d Melakukan rapat mengenai hasil . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . Kegiatan pengapalan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. dan atau proses produksi. c Melaksanakan Pemeriksaan . bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang .Certificate of weight . Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan .Dokumen invoice .Criiaeo aayi etfct f nlss . 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam . Pada tahap pelaksanaan pengawasan. d Temuan dan Pembahasan . pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan.Pencatatan draft kapal . d .

diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu. penggunaan bahan bakar minyak.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . dan lain-lain. pembukaan lahan. midling. an USAHA VI K E W A J I B A N I. certificate of wih.Jumlah penggunaan . material balance (feed. penggunaan peralatan. Meliputi pemeriksaan yang akan. run of mine. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . pos retribusi. egt cl i et oveyor.iviednli-an aag noc a anli. recovery. kemajuan penambangan. lokasi peggunaan. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . losses. . dokumen. delivery order. efisien peralatan. berita acara serah terima brn. dokumen kontrak jual beli. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang .wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. kontrak jual beli.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. b Pemeriksan pemakaian sendiri . Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. delivery order. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . stripping ratio. certificate of analysis. tailing. losses ketika pemuatan/pengangkutan. penggunaan tenaga kerja.Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. by product dnli-an. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. flow chart. pengukuran draft kapal. ketersediaan front penambangan.Dokumen bukti terima barang. tanah pucuk. 3 .lse dnli-an fse rss oss a anli. tanah penutup. flux. tujuan penggunaan. air.Dokumen invoice. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . penggunaan bahan peledak. pemberitahuan ekspor barang. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. harga penjualan dan lainli. bill of loading. pengukuran tonase. efisiensi pengolahan/ pemurnian. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . produksi dihasilkan. syahbandar. . eiinpoe. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. 2 Perencanaan produksi penambangan .Kaia ults . recovery. ongkos produksi. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. . 3 Perencanaan produksi penambangan. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. 551 . Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1).dnli-an ults a anli. reagent.

wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . 3 . ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. C . tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. 4 Pencatatan produksi sebagaimana . 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . dipindahkan. 3 Pencatatan produksi pencucian/ . E . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. Kegiatan Penimbunan 1 . produksi utama dan tailing serta produk sampingan. alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. Purnomo Yusgiantoro D .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . dalam angka (1) tersebut. sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. d jumlah dan kualitas produksi . 2 . dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. produksi dan tailing. 2 . b jumlah dan kualitas produksi yang . F Dokumen Penjualan Produksi . serta produk sampingan. dalam angka (1) tersebut. 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. masuk ke tempat penimbunan. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. 4 . ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . m 3 .

auae. ieakn b . topografi. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . . Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. d Waktu dan lamanya kegiatan. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . untuk mencapai tujuan tersebut. I PENDAHULUAN a Prjnn . jalur kabel dan pipa. lokasi wilayah perizinan. b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . penyelidikan. eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . hasil yang akan diperoleh. c . memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . dan lain sebagainya. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. B . vegetasi dan tataguna lahan. arus regional. eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . e Peralatan yang digunakan dalam . 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. I RENCANA KERJA A UMUM . . 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. daerah pembuangan ranjau. Kecamatan) maupun geografis (odnl. d . undangan yang berlaku. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. 1 Berdasarkan peraturan perundang. Luas. dan lain sebagainya. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. iklim. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . hak guna lahan. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan .

dan jumlah contoh). penyelidikan geokimia. ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. gravity core. . jenis. pemboran. parit-uji. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. pembuatan sumur uji. geokimia dan lain sebagainya). parit uji. geokimian endapan sungai. geofisika. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. sounding. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. RENCANA a . geomagnet. tanah dan batuan. caranya seperti Bulk. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. geologi dan lain sebagainya. sumur-uji. pengolahan data. Contoh seperti batuan atau pemineralan. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). tahanan jenis. sounding. gaya berat. well logging dan lian sebagainya). dan penyusunan laporan. 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. side scan sonar. c . seismik. penginderaan jauh. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. gaya berat. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. potensial diri. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). sungai. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. Sebutkan skala petanya. side scan sonar dan lain sebagainya. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. rediometri. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. potensial diri. 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. penyelidikan geofisika. geofisika seperti polarisasi terimbas. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . pemboran). atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. chip atau channel . polarisasi terimbas. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. 6 Skala peta yang digunakan. tanah. seismik. 2 . geologi dan lain sebagainya. b . eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. grab. distribusi dan jumlahnya).

eksplorasi atau untuk evaluasi. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . d Analisis laboraturium . kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . geologi. rencana cara pembuatannya. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . sebagai dasar acuan eksplorasi. mineral berat dan besar btr ui. 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . kedalaman. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. sumur uji. Pembuatan Shaft. arah dan lain sebagainya. 6 LAMPIRAN : . ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. coring atau non coring). kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. ICP. Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . 2 Rencana metode analisis (AAS. daya mineral. b Penulisan daftar acuan hendaknya . 1. 4 RENCANA BIAYA . KERJA DAN Pemboran. . 5 Rencana analisis petrografi. 3 RENCANA TENAGA . Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. format seperti di bawah ini. ) Kolorimetri. ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. lingkungan dan aspek lain. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. c . sumur-uji atau prtui ai-j. hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. dan jumlahnya. data geokimia. ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. 5 DAFTAR ACUAN . 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . lokasi) dan jumlah contoh. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . data geofisika. geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. panjang. Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. e . sumur dan parit uji. lokasi. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . (sumur/pari uji. PERALATAN a . jenis.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. (pemineralan).pemboran. 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . ) mineragrafi.

..... ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6.... rwln .................... dan lain sebagainya. Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) ...... : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ......./au :. Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 ........ ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ................................... B ......... ... ............Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan ... SK ˆ Tgl........... Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2... ..... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No......... Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) .. BENTUK DAN ISI LAPORAN 1............................. Status/tahapan 3............... Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan...........Thn ... ... ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) ...... kerapatan pengambilan Contoh..... pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan..................... 5..........................

Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. studi kelayakan AMDAL**) 1 . K-3 Lingkungan 9 2 . P r l t n 7 eaaa 1 . Tenaga kerja 6 1. tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . Biaya 8 1 . Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 .

Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. 4 1. b .10 dan 11. 2 1. 3 . 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. 5 . Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai.. tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa.6 dan 7). Jt Rp. 1.9. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah.7. bijih. 9 . titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). metoda atau sistem pemboran (angka 8). Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). ha . lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. Penampang geologi. Peta geokimia Peta/bagan. Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s.d. geokimia. batuan peminrlnbjh. 7 . penampang dan model goiia efsk. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4. Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. penampang bor. rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . 1 1.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 .5. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj.hektar. pemboran Contoh batuan.9. metoda pemerCotohhan (coring/non coring. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya.mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat.buah. 0 1. jenis (batuan. 2 . tp .8. 4 . channel. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. 8 . 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta.titik pengamatan. 6 . parit uji. 3 1. chip. sumur uji.lembar. dan 10). tanah.

5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . 2 Aspek legalitas. 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . cara pencapaiannya. SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. A UMUM . 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. kuantitas dan kualitas endapan mineral. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. terutama informasi mengenai keterdapatan. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). c . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . waktu penyelidikan. Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. Luas daerah yang diselidiki. kegiatan penyelidikan. akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. . pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. B . alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. dan informasi pendukung lina any. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. d . b . Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. sebaran. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . maksud dan tujuan penyelidikan. tubuh utama laporan. demografi dan kependudukan. seperti kepemilikan. 1 Ringkasan . 559 . tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. a . umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). ) hak guna lahan. uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. b . (yang dilakukan). Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya.

Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. oo aei. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. . e . jenis. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. SLAR. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. i . Informasi mengenai iklim. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. vegetasi. termasuk kualifikasi/keahliannya. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. SAR dan lain sebagainya). geofisika. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. termasuk analisis laboratorium. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. (oms.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. kegiatan pengumpulan data. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. f g . Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. an h . 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum.aa eet ltaa efsk. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. dan pembuatan laporan. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . stratigrafi. topografi. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. sebaran.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. tipe endapan. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan.jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. mulai dari persiapan.

pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. spur and ridge. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. sd sa snr sudn. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. onig aag uu. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. skala peta dasar juga harus dicantumkan. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. P esi. graviti dan lain sebagainya). 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih.simk efsk ag iaa I. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. Pemboran.psn srt ie cn oa. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. catchment area. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. grab. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. sumur uji. jenis batuan dan pemineralan. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. tanah.uji coba penambangan.

Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. k Hasil penyelidikan . khusus untuk penyelidikan rinci 562 . () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. baik geofisika. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). mineralogi. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. struktur. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. ubahan batuan di daerah penyelidikan. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. menggunakan komputer atau manual. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. 2 dimensi atau 3 dmni. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. cara preparasi Contoh. mulai dari pemetaan geologi. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. penyelidikan geokimia. dengan cara statistik. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. mineragrafi. dot dan lain sebagainya). mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi.

DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya.smrui prtui ai ebrn uu-j. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. foto. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. ai-j. kedalaman tubuh anomali. uu-j. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. parit-uji harus dilampirkan. ketebalan tanah penutup. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. lebar anomali dan lain sebagainya. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. sumur-uji. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). 13-4726-1998). dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. sumur-uji. sebaran atau kemenerusannya (continuity). ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. sumur-uji. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. tu pemboran. tabel. jumlah lapisan. kemenerusan. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. jurus dan kemiringan tubuh bijih. arah anomali. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. bentuknya dan ukurannya.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. () Pemboran.

halaman urut dengan angka Romawi. judul. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. sumur-uji.3. 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . dan lampiran. ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . Latar Belakang 1.7.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding. penyusun laporan. foto. Pemetaan Geologi 3. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan .2. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. daftar gambar. daftar foto. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. Waktu 1. daftar acuan. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas.. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . eyldkn an hdoelg. 3. 21 Geologi Umum . ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks. nlss iia 34 Pengolahan Data . perusahaan dan instansi pelapor. Penyelidikan Geofisika 3. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar.6.. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk . dan penerbit.1. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan .3. komoditas dan daerah yang diselidiki.2. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium .2.1. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . daftar tabel. tempat pemuatan artikel (majalah). Maksud dan Tujuan 1. D . ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun.. tubuh utama laporan. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3.2. Pelaksana 2 GEOLOGI . 3.. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN ..dnli atr aprn pt. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. Penyelidikan Geokimia 3. Penyelidikan Lapangan 3. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 . 1. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran..4. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. dan daftar lampiran. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan . daftar atau tabel.. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu.3. tahun. igaa. Keadaan Lingkungan 1.2. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos.4. Metoda dan Peralatan 1.. Lokasi Daerah Penyelidikan 1. dan tahun pelaporan.2.. atr isi.5. -. Pemboran.1.2.1. C .

Geokimia 43 Goiia .1. Hidrogeologi. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4.1.. KESIMPULAN DAN SARAN 4.Pengolahan data Geologi (permukaan. 4.5. 3.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii. eglhn aa efsk. DAFTAR ACUAN 5..6. Geologi 4. Pemboran 4. K-3 dan lain sebagainya. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 .4. 4 HASIL PENYELIDIKAN ..4. efsk 4.mn . Pemineralan 4. pemboran. ekma iea brt rl ea.2.7.

jumlah dan . kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . 2 Prltn(ei. 2 Keadaan Endapan . a Tahapan Pengolahan . 3 Peralatan Pengolahan (jenis. eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . Pertambangan (KP). Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . Iklim. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN.jma. Keadaan Flora. Tambang 6. dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . . Fauna. a Ltlg . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. Mata Pencaharian Penduduk. a Bentuk dan Penyebaran . Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. b Bagan Alir . Jumlah. c Recovery Pengolahan . c Cadangan . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . 4 Pelaksana Studi . Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . miniable. cut off grade. Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. Kualitas Hasil . 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . jumlah . Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . .kpsts . Penduduk. marketable. 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . kualitas. 5 Jadwal Waktu Studi . BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . Kontrak Karya (KK). 2 Maksud dan Tujuan . iooi b srku . tutr c Geoteknik . Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. Pengolahan dan Tailing A .

e Perhitungan “Break Even Point” . b Pengelolaan lingkungan . pengolahan.000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. b Luar Negeri . c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . skala . skala 1 : 10. 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang.000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. pengolahan dan sarana penunjang). KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan .000. sekitarnya. 2 ProspekPemasaran . a anli) b Modal Kerja . . ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . minimum 1 : 2. 4 Sistem Kerja (kontrak. Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. miniable”. a Dalam Negeri . pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . c Pemantauan Lingkungan . b Prltn . : 10. (BEP) . borongan . a Biaya Produksi (termasuk biaya . skala minimum 1 : 2. “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. pengolahan dan sarana penunjang). BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”.000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . nets a Modal Tetap . ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. dnli-an. d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. tahap Eksploitasi dan sekitarnya. 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . b Penyebaran bahan galian . pegangkutan dnli-an. a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . 567 . yang memuat : a Kontur topografi . BAB VIII : LINGKUNGAN. a Organisasi . c Sumber Dana . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . d Perhitungan “Discounted Cash . Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko .

ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . B . penjualan. minimal skala 1 : 2. pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . . Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . h Dan sebagainya . antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. peta. lokasi . petalokasi kegiatan. I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. pengangkutan. Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. statistik produksi. tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. 2 Perizinan . 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . tambahan penambangan. digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . Peta pengelolaan lingkungan. ketenagakerjaan. pemantauan dan pengelolaa lingkungan. . Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . pengelolaan lingkungan hidup. tailing dan mineral . a Jumlah. Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. g Indeks peta rencana pertambangan . penampang. menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . . pengolahan/pemurnian. e Jalan. bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. II Laporan Tahunan Eksploitasi I. aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . Laporan tersebut mencakup. FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. Laporan Triwulan. d Lokasi timbunan waste. h Rencana kegiatan K-3 . pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . ditambang c Rencana dan target produksi serta . Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . 3 Kaia . pencucian. gambar 3 dimensi. d Batas wilayah eksploitasi . sketsa. pencucian dan pengolahan.0000. cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . “stock pile”. asing jika diperlukan) . pelatihan. bahan galian dan waste . yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . statistik kecelakaan dnli-an a anli. 2 Hasil Eksplorasi . reklamasi. Lokasi timbunan waste. pemasaran. . b Kegiatan non teknis antara lain . Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . direklamasi per tahun c Jalan tambang . K-3 pertambangan. bagan alir dan sebagainya. Perkampungan. penyelesaian masalah. ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk .

Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. nls. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. 3 Lokasi Penimbunan . 5 Rencana penambangan. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . Kadar Jumlah. BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . training. 4 Stock Akhir . 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . pengolahan/ . pengolahan/pemurnian/ . Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . oai a us arh ag ea ikpots. eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. statistik kecelakaan tambang. 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. 3 Pelaksanaan reklamasi. kadar dan penanganan . Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. tambang. utama dan sampingan b Jumlah. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. pengolahan/ . yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). Harga Produk . peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. 3. pengelolaan dan . berakhirnya KP/KK/PKP2B. V . 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . 2 Jenis. biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. a Jumlah dan kualitas produk . Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. Pengangkutan dan Pengolahan. 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . 2 Jumlah dan Tujuan . Cadangan 2. Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem .

Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. peta rona akhir tambang. galian berkadar “marginal”. peta geologi. obyek kerja yang berbahaya. tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . dengan akhir tambang. . 9 li-an . 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan .

Produksi siap jual .Hasil olahan c . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi untuk diolah . m. b .Produksi siap jual . a . c Cadangan terambil . c .Produksi untuk diolah . 3 ton. kualitas 3 ton. 5 . PENAMBANGAN Produksi . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . a . 4 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . c . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . d Sisa cadangan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 6 . kualitas 3 ton. m. kualitas 3 ton. LAPORAN . STOCK AWAL Lokasi Tambang . m. b Cadangan rekonsiliasi . m. Lokasi Pengolahan . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Pengolahan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 .Produksi untuk diolah . a .

b . m. 6 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . c Cadangan terambil . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . m. Lokasi Pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . d Sisa cadangan . m. c . STOCK AWAL Lokasi Tambang . a . 4 . m. PENAMBANGAN Produksi .Produksi siap jual . c . kualitas 3 ton. c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas BULAN KE NO. kualitas 3 ton.Hasil olahan c . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . kualitas 3 ton. Lokasi pengolahan . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b . a .Produksi untuk diolah . b Cadangan rekonsiliasi . a .Produksi untuk diolah . 5 .Hasil olahan c . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . 3 ton.Produksi untuk diolah .

m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . PENAMBANGAN Produksi .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . 6 .Produksi siap jual . Lokasi Pengolahan . kualitas 3 ton. Lokasi pengolahan . d Sisa cadangan . 4 .Produksi siap jual . m.Hasil olahan c . a . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . c . kualitas 3 ton. b .Produksi untuk diolah . m. b Cadangan rekonsiliasi .Produksi siap jual .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . c Cadangan terambil . a . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . kualitas 3 ton. b . c . c . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. 5 . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 .Produksi untuk diolah . m.Hasil olahan c . kualitas BULAN KE NO. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi untuk diolah . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .

a . a . kualitas 3 ton. PENAMBANGAN Produksi .Hasil olahan c . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b Cadangan rekonsiliasi . kualitas BULAN KE NO. STOCK AWAL Lokasi Tambang . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . m.Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . m. b . b . d Sisa cadangan . LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . c Cadangan terambil . a .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 4 . m. m. c . Lokasi Pengolahan . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi pengolahan .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . 6 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 . c . : : : : : : : 3 ton. 5 .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .

Produksi siap jual . kualitas 3 ton. a . k a i a ults 3 ton. JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . 4 . c . a . Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah . m.Produksi untuk diolah . m. 5 . 6 . b Cadangan rekonsiliasi . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . c .Produksi untuk diolah . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . m. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . b . m. c . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . d Sisa cadangan .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . 3 ton. k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO.Hasil olahan c . b . PENAMBANGAN Produksi .Produksi siap jual .Hasil olahan c . Lokasi pengolahan . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c Cadangan terambil .

Produksi siap jual . 5 . c . m. LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . kualitas 3 ton. m. b . c . PENAMBANGAN Produksi . c Cadangan terambil . a . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . m. k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . STOCK AWAL Lokasi Tambang . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . a . 4 . b . b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi Pengolahan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . Lokasi Tambang . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. td t. a . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 . k a i a ults 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Hasil olahan c . Lokasi pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . NO. c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral.Produksi untuk diolah .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan . 6 .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .

................................. as eeaan ..... ekra aa ia aa eej ebl .................................................... aga eeaan .... ei eai 4 Pkran :................ 3 Nm kra yn clk :............................. Uu :.............................................................. .. .............. 5 Tnglkclka :................. .......... aa euaan ........................... aa eej ...... ................................... a .............................................. eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga ..................... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ................. 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ........................ oo rt eeaan ........................................... 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:...................................................................... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag................. ..... ............................................................ EAA ENK ETMAGN............................................................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga .................................................................................................................... .................................................................... ...................................................................... bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 .......................................................... Lm Bkra :.................................................................................................................................................. ...... aamn ejd a ea-ea eeaan .............jm:.................... ....Lampiran XIII.............................Sit:........ ....................................... eeaan ejd............................ kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :..................................... .. 8 Skikclka :.............................................. bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ........................... KPL TKI PRABNA...................................................... eeja ........................................................... I I IA hf .................................................................................................................................................. ................... ept eeaan ........................... ...................................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl................................................................................................... ainDpree ..................... Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag...................................... ........ˆ WB ˆ WT ˆ WT..........................................................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A .. Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ....................................... 6 Tma Kclka :...................... Jenis Usaha ˆ : Tambang. atas ˆ Tangan bag.... aa obn ag eaa .......................................................................................................... ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag............................. ........ KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :........................ Bga/eatmn:.................................... Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl... ...... ............................................................................................... ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :................

... . bjh .. ii ..k . . .. ...... ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya ... . ......bjh . . . . .... ii ..... . . Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is ... ...k . . . . g ... bjh ...bjh .k ...k ...k .. ... .......m . ..... .. . . . .. . ii .. ..m .. ........ g .k . ii .... g .. ... . . .. bjh .. . . g .. .m ..m .. .. .... . . .. g .. ...k . . .. .m .......k ... . . ... .k . g ... .. .. . . .bjh . ..k . . g . . . g . g . g . bjh . ii ..m ... . ... . . . ..k .k ....k ...m ..m .. .. .... .... . ii . .... g ... ii .. . . .... bjh . ... ....... ....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL . .. ... ...Lampiran XIII. g .. ii .. .. ii .. ii ... .. ...... . ..... g .k .. ..k .k ... g .. ii .. . g ........ .k . g .. ii . .. . .. negara penjual.. g . ..k ...... .. g Jumlah . .bjh . . . ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el. ... bjh .. . g . ...c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .. bjh ... ... g .. ii .... ..... g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah .... ii . . .... .. ii .. . g .. .. g . g . . .... . . . . . .....k .. .. .20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (.k .. ... . .. .k .. .. ii .bjh ...... ...k ... .... g ... bjh .... bjh Jumlah . ii ..m .k .m .....k . ........k . ..... .. .. D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat. Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw.. g . ii ... . .m .. bjh . g .m .. .... ... . . . .. ... bjh ... .... g . .k ....m .k .k ... ...k . . . ... ... . . g .. ii . g .. ...k . ..k .m ..bjh . . .k ...... . . . .. ... ii . g . g . g ..... ... .. . .. . . ..k .. .bjh .. ...... nomor. g .. . ..... bjh . g . . . g Dinamit . ..m .k . . ..... g .. . .. . g .. g . .k . . .. ii ..m . ..m . . bjh ....k ..m .k .. .... ..k .k . g . ..k .. g . . . . . ....m .k . g . ..... ...m . g .. ii .m ...m . g . ukuran jenis detonator dan Dinamit. ii ...m . . ....... bjh .. bjh ..bjh . . g . . . .. .. .. ..k .... bjh . .k ..k .. g . .k .. ....k . g .00 .. . . .k .m ... ..k .. ..... g 578 . .

.Lampiran XIII.. . .. . .. . . .. Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang. . ...c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I.. .. .... Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No. P D U A AT M A G. . .. terangkan tanggal keluarnya. . .. .. . 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit. . . Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 .. . ... ... . AA SH ABN ...

......... PENGAM AT DAN T..... Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor. 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu.. Kepala Teknik Tambang (.) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 .U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No......... . Pembuat... DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG.........Lampiran XIII.........c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I...

.000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.......... Kepala Teknik Tambang 581 ......000 JAM KERJA TAHUN 20.. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F.........R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.. .R 2) PER BULAN KUMULATIF (....000..000.....000.000 jam kerja F.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .... TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1.) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F........Lampiran XIII..R adalah kumulatif frequency rate per 1....

............. X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ....... Kepala Teknik Tambang (.... PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No.Lampiran XIII. Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp... ......) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 .........

.. Kepala Teknik Tambang 583 ....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S. .....000 jam kerja S....000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat..000...R3) PER BULAN KUMULATIF (...........000..... I..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1..000.000 JAM KERJA TAHUN 20...Lampiran XIII....... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S......R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..R adalah kumulatif frequency rate per 1...

Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 .Lampiran XIII. Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. Jari Kaki. Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3. 1. Jari. Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia .000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6.

: (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) ........................... penyebab kasus) ......................................................... termasuk foto-foto terjadinya kasus) . ................................................................. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral......................................................... ........................................................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas............. 2 PENYEBAB KASUS ........... Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I. : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ................................................................................................................ KTT/Penanggung Jawab Lapangan ...... ...................................................................... 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ................................................................ : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ............................................................. (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus...........................................................................................Lampiran XIII..... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 .................................. ......................................... 4 UPAYA PENANGGULANGAN ..................... td t............c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.................................... 3 AKIBAT KASUS . X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI ................................ ............................................. ...............................

iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. penutup. LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I. d Pengolahan dan Pemurnian .Kualitas air.db.Penambangan . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A .000 . ei dan jumlah tanaman.Rencana pelaksanaan pengelolaan .Peta pengelolaan skala 1 : 10. us ra. RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN .Peta pengelolaan skala 1 : 1. ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.Lampiran XIII. meliputi : . daerah penimbunan.Penebasan dan penyiapan lahan . ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a.Pengolahan dan pemurnian . pemelhra.Revegetasi -Li-an anli BAB IV. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 .Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II.Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .Pengupasan/penimbunan tanah penutup . pengamanan. ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah .1. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an . lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. .Stabilitas lereng (tambang. c Penambangan . kebisingan dan gtrn eaa. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B .Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III.Tingkat erosi .lks. tanah dan udara .000 . ˆ Penanganan hasil penebasan. P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : . BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V. tanggul/dan kolam pengendap) .jma. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.

.000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. d Pemantauan kebersihan penghijauan .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. timbunan dan lain-lain. c Pemantauan lereng. BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan .Lampiran XIII. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . tanggul. udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi . Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . daerah . e Pemantauan flora dan fauna . ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. contoh air. b Biaya pelaksanaan pemantauan .

2 . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . 3 . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . b Lus Project Area ***) . c Pelabuhan . b Di Luar Bekas Tambang . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . Luas daerah cadangan Semester ini 7 .Lampiran XIII. 6 . b Emplasemen . 4 . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . 8 . Ha Ha Semester ini 9 . Reklamasi a Penghijauan . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . 5 . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10.

.. anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 . ..Lampiran XIII.a. pabrik.. Pohon/Ha.... Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru . Pohon/Ha.... Pimpinan Perusahaan .... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 . b Penyulaman . Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t..... penampungan air. tempat rekreasi dll.N..... Pohon/Ha. Pemanfaatan lain.. h Li-an ....e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air ... perkantoran........ misalnya untuk perumahan. .. c Pembibitan (bibit baru) ... A.. Pohon/Ha. Pohon/Ha.. Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5.. Pohon/Ha..... * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini.... Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada). Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang .

.... TDK..... .. T................... 2........ ........ V V . 1....... 2..s.. .... RWLNTHN ..... 1........dt................. 1.. I.. V........ TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO.............s............................................. . 2..........dt...s........ J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1..... .....dt..... 2........dt.......s.. ............. TIUA/AU ....... 2............................ . 1......... ...... ........Lampiran XIII.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII... 2........ ..... I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P..s.... 1........s...... ...........dt................USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 ..... TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA .............................. f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 .... I I I .... II TEKNISI I.. MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN ..dt....... .....

. LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ......... THPKGAA ....... T .............. NO.... 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 .. AA EITN .....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ............ TIUA/AU .....................................Lampiran XIII........................................D........................ JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S.... RWLNTHN ....

PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I.Lampiran XIII. JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 .

....... AU ............. LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ....... NO....... T .........................Lampiran XIII.................................................... THN........ NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 ................................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I..

..... AU ............. T.........Lampiran XIII... b . THN.. b .. b .. JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 . 4 Pengolahan a ......... b .................. 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET......... 5 Laboratorium a .......f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ........ c ...... RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN . 1 Bongkar a ... 3 Angkut a ... b . 2 Muat a ... c ...... RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P.......... c . c . c ..

3 Bahan Kimia a . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . b .Lampiran XIII. b . b . c . c . 9 Klsrkn eitia a . c . 2 Pelumas a . c . b . b . b . 8 Perbengkelan a . b .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . 7 Survey a .

......................... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 ........ 0 .Lampiran XIII....pmgn K/KPPB .................... ./2 ... TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ................ Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO.(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) ..............................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ....................

.. c Aktiva tak berujud . e Aktiva Lancar Lainnya . NERACA P ... e Kewajiban jangka pendek lainnya .. b Hutang Usaha . 2 Pasiva Tidak Lancar .. d biaya yang masih harus dibayar . a Kewajiban Jangka Panjang . c Hutang Pajak . Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar . d Aktiva lainnya . a Kas & Bank . b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain . Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan .... d Biaya dibayar di muka.. b Piutang ... c Persediaan ... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor . b Cadangan . Pr3 Dsme .Lampiran XIII..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I.... e 1 eebr . Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 . a Hutang Bank ........... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : .. Uang muka pembelian ...... c Laba (Rugi) tahun berjalan .. T .. b Biaya yang ditangguhkan .....

. d Lain-lain .....Lampiran XIII..Awal Akhir Produksi (+) ... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. b Penyesuaian Masa Lalu ...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII. THN.. 5 ............. Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 . b Beban Bunga .......... d Laba/Rugi Tahun Berjalan ..... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi ...Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi .......... . b Administrasi............ c Keuntungan (Kerugian) Kurs .... Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun .... 6 .. AU.... b Persediaan ....... c Deviden . PROYEKSI LABA RUGI P .. Penjualan & Umum .. T ......... Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga ..........

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful