Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

b Laporan kegiatan . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . c . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . 2 . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . Perubahan Pemegang Saham 9 a . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . 3 . 2 . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . 3 . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Dasar/alasan perubahan investasi . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . 2 . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . b Daftar barang/peralatan yang akan . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . 2 . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . ekonomis lagi 3 . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . Perusahaan c Akte Perubahan . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . d Paspor dan Visa TKA . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . 1 . negeri dengan pemakai 2 . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . d r-kpr i eeso. b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . b . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . d Struktur organisasi perusahaan . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . c Daftar kebutuhan barang modal . b . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . Pendapatan & Biaya 2 . b . d Barang modal tahun sebelumnya yang . 2 . 3 . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . Depnaker c Kualifikasi TKA . e Laporan kegiatan akhir . b Surat Keterangan status perusahaan . c . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari .

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . 3 . d Keterangan lokasi kegiatan . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . pinjam pakai sementara 3 . 3 . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . b Desain pelabuhan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . 3 . b Rencana pengoperasian pelabuhan . b Spesifikasi Kualitas Batubara . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan .

2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. 2 . Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2.. setelah Surat . Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . PEMOHON Keterangan : 1 . I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda.Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. 5 6 DESDM PROPINSI I I . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . 471 . DESDM. 2 Gubernur memproses permohonan. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . BUPATI/WALIKOTA 3a .

td t.Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . GUBERNUR 3a . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . BKMD 3b . Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . dan DESDM. 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani .. 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD .

.............. Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan . Pengolahan/Pemurnian............. : 4 Susunan Direksi....................P ........... Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ..... Pemohon : 1 Nama Pemohon ... .. Eksploitasi............ : ..... : ......... 2 Jabatan/Pekerjaan ..... a Drki .... Eksplorasi...... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A ..................... Pemegang Saham B ...... #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum.. 1 PERMOHONAN ...................P..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT ...................... Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 ........ I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) .... Faksimili : 3 N............... Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c .......... Komisaris dan .. . ies No 1 2 3 4 5 b .. ........ d i ......W........ ..... : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ .....................

.......... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ..... 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan .... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .... (nama pemohon) Tembusan : 1 .................... C .............................................. Demikian permohonan ini kami ajukan..... . : .. perubahan Akte terakhir : .................. (.. Eksplorasi dan Eksploitasi). : Rp........................ 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri....... 2 # coret yang tidak perlu.......... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ................................................ .......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal .... ................ ......... ........................................................ ........................ (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) . a Jumlah Net Aset ............... 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa .... 2 ........................... b Jumlah utang .............. Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal ................ Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal ............................ 6... apabila ternyata keterangan tidak benar.......... td t Materai Rp.... ............. ........ 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) . Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ..... ....................... ..... 7 Nama Induk/Grup perusahaan : .... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak.......... : ........................... 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum............ (..... .. .................................. Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) .... 3 *) pemohon KP Ekspoitasi.) ..................................................000 .. Pengesahan Dep......................... 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir ............... pertambangan dan telah disahkan oleh Dep................. . ...... Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ............... 6 Laporan studi kelayakan *)**) .................................... : Rp.) .......

......... Nama Pemohon :......... Alamat perusahaan :.......... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak . mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan............... .. .. Jabatan dalam perusahaan :.............. 6 Laporan studi kelayakan ***) ...... 2 .. ............. PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ........... 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ................................ ......... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ............................... 4 Rencana Kerja dan Biaya. ................... (nama pemohon) Tembusan : 1 ...... #) Yang bertanda tangan di bawah ini.. dengan ini. ........................... 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ..... D i ............... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .............. td t Materai Rp.......... ........................................... .............. AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak............................... 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ...................... 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap...... 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **)........ ........ 2 *) Coret yag tidak perlu ..................... 6000 ................. ........... 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi ....................... ..... kami ucapkan terima kasih .......................... Nama Perusahaan :..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ..........

.... ............................ 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap........ PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***).......................... Eksplorasi dan Eksploitasi...... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 .... td t Materai Rp. 6000 .. ................... ............... 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **).. 2 *) Coret yag tidak perlu ................... Nama Perusahaan :.. ... 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***)...................... ..................... .. bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ...................... ... ........ ...... Atas perhatian dan persetujuan Bapak.. 2 .. ............. ........... Jabatan dalam perusahaan :......................... 2 Laporan Kegiatan. (nama pemohon) Tembusan : 1 .............. #) Yang bertanda tangan di bawah ini... ................................................... kami ucapkan terima kasih .... Alamat perusahaan :..... ............ .. D i ...... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ....................... 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***).................................. Nama Pemohon :........... dengan ini............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ......................... .................. 3 **) pemohonan KP Eksploitasi . 5 ****) Penyelidikan Umum........ Rencana Kerja dan Biaya...... 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri . mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan....

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

...................................... : ................................ : .............................. Komisaris dan Pemegang Saham : ............... : ...... Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ............. .................. a Susunan Direksi.. : ....... : ........... : ..................... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan ................................................... ..................................................................... : ............ PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ............... *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ................ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ........................................................ Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : ......... ............... ............ : ............... 4 Susunan Direksi. Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : .................................................................................................. ................................ B .................................... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ........... ................................................................... () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 .............................. Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) ....... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ................... ............................................ .............................. D i ...................................... : ......... ........ .........

.............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ..... Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal ................................................. Nama Jabatan Susunan Direksi......................... Pengesahan Dep............................................................ (2) Jumlah Utang : ................ 6 ... () Penghasilan Bersih 3 : ... .............................. .............. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ............................................................................................. Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 . () Jumlah Net Aset 1 : ............................... .......... () Jumlah Utang 2 : .......... b Perusahaan Nasional ........ () Jumlah Net Aset 1 : ..................................................... : ................................................... Perubahan akte terakhir : : : : : .. .. Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing ............................ Kehakiman b Nomor dan tanggal ............................ () Penghasilan Bersih 3 : ...............

......... 2 .... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : ...- . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota...... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ...... Lampiran permohonan 1 ............. .. Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk...............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ...... 2 .. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ....... 6 . ............ Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan.................. 6.. apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar.... (nama pemohon) Tembusan : 1 ........ 5 ........... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ..... 4 ... .................. 2 # coret yang tidak perlu ... td t Materai Rp................ ...........000... 3 ........... ...................... Tanda Terima SPT Tahun terakhir......................

... ................ kami ucapkan terima kasih.......tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 ... .......... IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : .. 6........ ...... Pemohon Materai Rp..........000. Atas perhatian Bapak.....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ..................... Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum..... Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum ......... D i . Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota ............. Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan...

.... Daftar peralatan utama yang dipunyai................................................. kondisi...... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a ......................... 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ............................................... status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 ..................................................................................... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : ...... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : .............. : ...... : ................... Daftar Personalia : .................................... jumlah.................. 6 Keterangan lain ) : ....................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ........ d PERALATAN .... Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : .................................................... ............ l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ......... : ........................ Daftar tenaga ahli : ....................... : .............................. b .................. PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : ............. : ................................................................. 4 Referensi Bank ) : ..................... 5 Akte Pendirian ) : ...................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : .... jenis/macam peralatan.......................... 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : ..........

b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya ... brau elk.. .... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli.... ) 4 Keuangan....... . apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku..... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup... melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya.. 2 ..... ) 6 Keselamatan kerja. ) 2 Kegiatan Teknis... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.. ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja.... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini . ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin. Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ...... bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang ... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 .... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 ...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ...... ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk .. termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan . nsoa..... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)......

.......................... ............................... dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ............................. D i .... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth. aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum.......... Gubernur/Bupati/Walikota ........ Atas perhatian Bapak.. Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 ....... Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan................. Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl.. PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : . kami ucapkan terima kasih..... ... .Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B .........

............... PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b .......... : ............................................... Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas..................................... : ...................................... dengan alamatnya Daftar Personalia : ... : .................. : .................. PERUSAHAAN : ...................................................... : .......... dengan menyebutkan jenis/macam peralatan........................................ : ............ : ................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : .... : ...................................... : .................... status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ................................................. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 .......... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ....... d PERALATAN ......... : . Daftar pimpinan umum perusahaan : ......................................................................................................................... Daftar tenaga ahli : ............................. l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ..... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ........................ : .................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ............... : ......... jumlah....................................... kondisi.............

. ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja................... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan .. ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)..... 2 .... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.... b .. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 . Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya . ....... Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa................... ) 4 Keuangan. ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya.......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ............................... esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a ... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ..... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli............ brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n . c ....... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.......... ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku....... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup.... Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk...... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk.... ) 6 Keselamatan kerja.... ) 2 Kegiatan Teknis.

Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. 489 .. D DAFTAR . ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. dampak penting yang mungkin tmu. Berisi judul Bab. yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang . Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI .ar htndnli-an ain i. Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . Berisi nomor tabel. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . Sub Bab.

proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. d Jenis sumber energi/ bahan bakar. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman.3. e Debit dan sumber air yang diperlukan . Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. . naa an a Tahap persiapan... yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. c Memprakirakan dampak dan meng. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . dan sarana lain. desa. naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . kecamatan. alam/binaan. kabupaten. l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . BAB III. hidup awal.. DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. antara lain : . antara lain . propinsi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs.. . terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. pss gorfs. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . 2. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej. oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . lingkungan hidup. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. agt ej et wl ej. Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . a Nama dan lokasi proyek (Kampung. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan.. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. c Kapasitas produksi . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . sumberdaya alami lainnya. operasi sampai dengan pasca operasi.. Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab .

diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. Kabupaten. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. b Batas ekonologi. di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL. transmigrasi. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. l) e Resultante dari keempat batas wilayah . Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. . Kecamatan.tratdna ksta. Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. d .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. f g . sosial budaya) dan kesehatan masyarakat. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa.. dl.000 sampai 1 : 100. pertanian. ekonomi. b . Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. batas administrasi pemerintah (Desa.. Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data .. antara . terkait dengan . eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. e .. Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum.000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV. adalah berupa ruang . Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. yaitu ruang dimana . operasi dan pasca operasi. 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . eitn d Batas Administrasi. . naa an a . dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. c Btsssa. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. c .

biaya analisis laboratorium. antara lain : Gaji/upah. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi.. pengumpulan data sekunder. penyusunan pembahasan. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. Kep. 5. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. biologi. biaya perkantoran dan baali-an iy anli. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . matriks dan daftar isian (hcls) cekit. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). tujuan dan ruang lingkup studi. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. l BAB V.. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. b Laporan penelitian/studi tentang .3. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. trat eki. c Studi literatur yang erat kaitannya . biaya survei lapangan. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. Mekanika.. mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. dengan rencana kegiatan. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). analisis data. 056 Tahun 1994.2. biaya peralatan. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 .

Memuat alasan. l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. c Berkaitan rencana kegiatan dengan . nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. l B DAFTAR ISI . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . I I . Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. skema. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. air. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. DAFTAR TABEL Berisi nomor label. Menteri Pertambangan dan Energi. tabel dan foto C .. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. Peta lokasi. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . Berisi judul Bab. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. Sub Bab. l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. bangunan berwawasan lingkungan.atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). dampak penting yang mungkin tmu. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA .

b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. 2. informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. operasi sampai dengan psaoeai ac prs. sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. metoda pengumpulan dan analisis data.. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. hidup awal.1. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . operasi. dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . c Memprakirakan dampak dan . suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. fisik-kimia.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. operasi dan psaoeai ac prs.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. yaitu ruang dimana . metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. konstruksi. b Sebagai wahana untuk memberi .

Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. c Pengumpulan data untuk demografi. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. sosial budaya.000 sampai 1 : 100. atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. biologi. eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . b Data sekunder . Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer .. b Pada pengumpulan data lingkungan . 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai.. sosial ekonomi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. adalah ruang di sekitar . un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. adalah ruang . sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. . uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25.0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. berupa uraian tentang metode pengamatan. adalah berupa ruang . b Data komponen kegiatan yang . berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya. dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. c Batas sosial. rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. 495 .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar.

hendaknya menggunakan metode bagan alir. Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. 3. matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. jalan kereta api. gunung.. 3. Susunan tim penyusunan Andal.6. statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. b Perbandingan dampak penting . 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa .2.4. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. hutan dnli-an. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. 2 Tim geofisik-kimia . Untuk memprakirakan dampak penting.3.5. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. 3. 056 Tahun 1994. 3. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. Kep. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. dermaga dan lain sebagainya). pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. (dilengkapi peta dengan skala memadai). memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . 3. BAB III. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . b Identitas penyusunan Andal . 3 Tim biologi .. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . 4 Tim sosial dan kesehatan .

tenaga listrik. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. 1 Tahap Persiapan . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. laboratorium dan lain-lain. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . 1 Tahap Persiapan . Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. apakah tambang terbuka.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . uraikan jenis alat. gudang bahan kimia dan mekanik. uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . 3. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. cadangan terkira dan cadangan terduga. Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur.. a Pertambangan Batubara .. l l l l l 39 . Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. l l l l l 38 . pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman.10. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan..

kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. seperti stala lnk. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. ekonomis maupun budaya.pnnglnakooi. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. 498 . misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. pemekatan. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. c . uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan.uaknjnsaa. Uraian secara singkap rona b . Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . penggilingan. penguranan kadar air. gambar aa ft.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. perlu mendapat perhatian khusus. peledakan. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman.

keistimewaan dan . H2S. rata-rata). struktur geologi. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. minimum. intensiatas radiasi mataair. kelembaban. gempa bumi. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. Membahas keadaan fisiologi dan geologi. curah hujan. CO. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. a Iklim dan kualitas udara . an b Hidrologi dan Kualitas Air . Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. zat pencemar (debu. meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. jumlah hari hujan. kegiatan vulkanis dnli-an a anli. lahan. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets.. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. keadaan angin (arah dan kecepatan). Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). kimia dan fisika tanah. bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. suhu (maksimum. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. yaitu gerakan tanah. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . CO2. 4 Keunikan. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. 3 Tingkat kestabilan tanah . Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. ekologis maupun nilai estetikanya. seperti porositas. SO2. karakteristik . dl. 2 Jenis tanah.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . NOx.

gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. wilayah. a Flora darat/perairan . meliputi : 1 Pola pasang surut. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. 3 Perkiraan penyebaran dan . 1 Perkiraan penyebaran. 2 Perikehidupan hewan-hewan . Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. burung. 2 Rencana pengembangan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. 3 Kualitas air laut dan . b Fauna darat/perairan . keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. eitn 3 Kemungkinan adanya . karang. 42 Biologi . ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . . Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. pola . arus. anli) 5 Uraian vegetasi dan . cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). reptil. yang dianggap penting yaitu habitat. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. migrasi. 1 Penjelasan tentang vegetasi. tp dnjnsjnsvgts. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . Lahan dan Tanah . konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. . tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . 4 Inventarisasi nilai estetika . ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. rencana tata ruang. e Tata Ruang. 1 Inventarisasi tataguna lahan . angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap.. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. hutan mangrove dan li-an.

prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. ekonomi dan . . Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. 43 Sosial (demografi. konstruksi. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . Identifikasi. jenis kelamin.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi.. bila data dan informasi faktual tidak ada. atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. c . Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . 4 Hewan-hewan lain yang . baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). pendidikan dan agama. meliputi : a Kependudukan (demografi). Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. mata pencaharian. 501 . l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa .yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. l l l b Identitas Penyusun Andal .. a Membuat uraian secara jelas dan . Uraikan secara sistematis.. Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan). Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas. l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya. 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan .1.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. l 22 Data Teknis Proyek . singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut... longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. b Membuat semua saran tindak yang . Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya.. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. antara li : an 2. ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting.. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la.

42 Dampak Penting Terhadap Aspek . dsb. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3.. kemudahan. sedimentasi. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan.3. l iklim. misalnya : l Survei/pengukuran tanah. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. sosial ekonomi. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. l Erosi. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial .1. l Pembukaan lahan. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic.. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. ekonomi dan sosial budaya.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian.

Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 .8. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl.5. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. rancangan rinci rekayasa.3. antara lain. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi). kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali. misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal.7. 4. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan.db. sketsa. etr an b Pengembangan dampak positif agar . maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan. mencakup : b Biologi . Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan ... sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4. kntus. osrki s) 4.

l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. l lokasi pengelolaan dampak. jelas. l calon lokasi kegiatan. 5. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. egsr l spesies langka (flora dan fauna). atr li : naa an 1 . Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. BAB V. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai.4. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. yaitu : l topografi. Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi).. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . majalah. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . fungsi.. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. l kondisi kehidupan masyarakat. l kondisi prasarana dan sarana umum. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini.2. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. 2 . DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku.

l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . BAB I. Berisi nomor gambar. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. Kepentingan pembangunan umum. 27 Tahun 1999.. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. Berisi nomor lampiran. baik secara regional maupun nasional. Berisi nomor tabel.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. us BAB II. antara . B DAFTAR ISI . atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. Berisi Judul Bab.3. C DAFTAR TABEL . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. antara lain : . l a Kepentingan Pemrakarsa. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan .2. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. E DAFTAR LAMPIRAN . l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. D DAFTAR GAMBAR . identitas.

Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. antara lain : a Luas KP Eksploitasi . lapisan yang akan ditambang. . sumber dampak. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 .. Perumahan. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. 22 Data Teknis Proyek . misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. Gudang. jumlah cadangan. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . 33 Tolok Ukur Dampak . RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . operasi dan pasca oeai yiu: prs. (Kantor. uraikan mengenai keadaan lapisan. b Memuat semua saran tindak yang . Pelabuhan/Dermaga. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. a Memuat uraian secara jelas. b Lahan untuk sarana dan prasarana . Kabupaten. l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. ults i l geologi.. Kecamatan. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. Instalasi Pengolahan. Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. sistem penambangan dan umur tambang. diberikan dalam Andal BAB III. c Penanggung jawab Kegiatan . lengkap . Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. lokasi dan periode pemantauannya. d Penyusun RPL . Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). Tempat Penimbunan. tolok ukur dampak.. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. metode pemantauan. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan.. at l kaia uaa kaia ar ults dr. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. Jalan. tata ruang.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . Bengkel. Gudang Bahan Peledak. kualitas bahan galian. a Nama dan lokasi kegiatan ..

b Wawancara . tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. pengalaman dan lain sebagainya. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. antara li : an a Pengukuran .5. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan . meliputi ifrai jnsaa. aa kerja.tnkt noms. Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara.. Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau . 37 Periode Pemantauan . Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . lokasi dan interval waktu. 23 Tahun 1997.2. c Observasi . pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran.tp aa..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No.. 3. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. Tata Kerja... Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal.

LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 .. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. 2 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . Men. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. dalam Bidang Pertambangan dan Energi). yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan.

1. Migrasi Penduduk 4. Kualitas air 5. Penambangan batubara/bijih 11. Flora 2. Hidrologi 6. MISALNYA : C. Kualitas Udara 3. Pemuatan dan pengangkutan 12.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. 1. Pemindahan tanah penutup 2. Iklim 2. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penambangan batubara/bijih 5. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Penanganan tenaga kerja 7. Reklamasi 15. Penambangan batubara/bijih 6. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Pengolahan batubara/bijih 13. Penanganan tenaga kerja 513 . 1. Aktivitas Ekonomi 3. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Penimbunan batubara/bijih 14. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Penambangan batubara/bijih 3. Ruang. Fauna Darat 3. Kesempatan Kerja 2. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Pemindahan tanah penutup 10. Kebisingan 4.

1. Pengolahan batubara/bijih 13. Migrasi Penduduk 4.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Ruang. Penambangan batubara/bijih 3. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Kebisingan 4. Penambangan batubara/bijih 6. Hidrologi 6. Pemindahan tanah penutup 2. Aktivitas Ekonomi 3. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Fauna Darat 3. Flora 2. 1. Penambangan batubara/bijih 11. Penanganan tenaga kerja 7. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Kesempatan Kerja 2. Penimbunan batubara/bijih 14. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penambangan batubara/bijih 5. Pemindahan tanah penutup 10. Kualitas air 5. Reklamasi 15. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Pemuatan dan pengangkutan 12. MISALNYA : C. Penanganan tenaga kerja 514 . Iklim 2. Kualitas Udara 3. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. 1.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

Dan atau ≥ 100 Ha. termasuk ) pengolahan. Semua besaran 3 . penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5.000 ton/th (ROM) ≥ 1.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 . 1 . termasuk pengolahan. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal. (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No.200.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 .000 ton/th (ROM) ≥ 600. 5 .200.000. 4 .000 Ha.

.... c Jenis Perusahaan ... e .. T h n . Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a .. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M. Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li. .. . Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a . eaaa . c Kbptn:. : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : .. UPL a Nama Perusahaan ..(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug... .. f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan.. .. . euaa.... b Kcmtn:. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum....... Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe .m/a) ryk . Coret yang tidak perlu c . . I I .. e a a m r e i t n . Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta..Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I.. ... ....... Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.. ...dl tasirs. e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan . . * ) 14 Dasar Hukum . Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan ...... atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi.(2H* edkn. rpni . .. PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan .. 13 Maksud dan Tujuan . d Pois :. .. . .......... d Keputusan Menteri Negara Lingkungan .. .. .. (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan .... Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 ...... eitn an 22 Lahan . Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.. ..l) atau tidak c .. auae ...................m/a) Status lahan............ ...PLH/1994 tentang Pengawasan.. . Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a ...... a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor ... b . . . b ...... b Status Perusahaan ... apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn . b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun .... 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan........ . a Desa/Kelurahan : . masing-masing) a .... a .... c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun . .. 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air. ....... : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat ...

.Sft dl. metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. ei a psfks ens dl. 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . aa prs Jns ulh ia.. Sosekbud. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta.. 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . Jenis dan Spesifikasi Teknis.Sft dl.. thpoeai(ei. UPAYA I c . Jns ulh ia. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . 2 Bupati/Walikota. 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi . Hidup.. 42 Jenis dan Potensi Dampak .Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b .. Biologi dan . . 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak . up. .Jma. KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan. V I .. td t. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . (ei.. gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (Jumlah. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I.. l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . V . l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang . l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. Kepada Biro Bina Lingkungan . 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik. 31 Tahap Persiapan . dll). Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur. Kimia.. Kimia dan Sosekbud). Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika.. Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V .Jma. l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I..

Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini..ag eckp oai us lahan. perumahan. bengkel... RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. Uraikan teknik.. gudang dll). Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I . kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor. kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno.. kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) . l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling.. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan. Uaa.. bengkel. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing.brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan .la nu au . stockpile/yard.. untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing.. Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan.. stockpile/yard. perumahan. baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi. I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan ... gudang dll). Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target .yn mnau lks.. dan peruntukan lahan asal. perumahan. l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB . jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . stockpile/yard.... 212 .... 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) . bengkel. gudang dl.

skala Minimal 1 : 10.. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor... kekerapan. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada). limbah domestik. KEGIATAN V . antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada).. LAMPIRAN : 1 .. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. dll).. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. perumahan..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. gudang dl. skala minimal 1 : 10. tanah dan udara l Saiia lrn. metode. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing.000. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond.4.. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. i sm abn.Persemaian . serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan). air limbah pengolahan/pabrik. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I. dll. upah tenaga kerja. stockpile/yard. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa. 2 . l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. dan parameter yang dipantau) l Kualitas air.. aiia eujn. penyiangan. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna.. RENCANA BIAYA V 411 . bengkel. pengkapuran tanah.Pemeliharaan (pemupukan.000. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . lokasi. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll.. 2. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4)..eoidl tblts eeg rs l. timbunan tanah penutup. 421 . penyulaman. air larian permukaan.Penanaman . Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. meliputi : . Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan... Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui... td t. dlmrnaatreu aa au .

atf ki .. 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi .. (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang . b Kolam/Penimbun Tailing . d Jalan Non Tambang . ... ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . . ..selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di . 5 Fasilitas Penunjang . h Pelabuhan/Emlasement . Lnfl i adil .atf ki . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 . Kantor f g Bengkel . a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian . c Perumahan Karyawan . luar tambang .selesai 3 Jalan Tambang .. DAN RENCANA TAHUN . e Gudang..

. Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang . b Timbunan tanah/batuan ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . dan lain-lain).. TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan . c Bekas kolam sedimen/ . tambang .. Sub Total (1+2) 3 Revegetasi ... Lahan**) a Timbunan batuan/tanah . lainnya 4 Pemanfaatan lain **) . d Bekas jalan non .. penampungan air. (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . penutup c Bekas jalan tambang . e Bekas jalan non . . kolam ikan.. tambang e Timbunan tailing .. Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang ....... DISKRIPSI S/D . a Lahan bekas tambang ... Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi. . penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 . b Timbunan tailing . DAN RENCANA TH ..

Kg d Tenaga kerja .. Kg 2 Pembuatan tempat .. Ltr ie Sub Total I I Penanaman I . a Kapur .. Kg 4 Pupuk . Contoh 3 Tenaga kerja . HOK 2 Tanaman pokok/pohon .. Kg c Tenaga kerja .. I Persemaian 1 Benih tanaman pokok . a Benih . Kg b Kapur . HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 .. Kg 5 Obat-obatan .. Kg c Pupuk . persemaian Buah 3 Kapur ... Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN .. 1 Obat-obatan ... Kg b Pupuk ... 1 Tanaman Penutup . Ltr ie 2 Analisa tanah .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. 1 . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. b . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. V . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . 1 . 1 . 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . 1 .

URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. pengolahan dan prinsip konservasi. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. Tambang. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. Geologi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. tatacara penambangan. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum.

Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. kejadian berbahaya. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. konstruksi. pengolahan dan pemurnian. penambangan. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. Tambang. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. 530 . Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. Penelaahan kemajuan reklamasi.

studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. realisasi pelaksanaan reklamasi. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. pemakaian berbahaya dan beracun. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. RTKL. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan.

Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. 532 . eksplorasi. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. Pengolahan data cadangan bahan galian. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. cadangan bahan galian. produksi. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. Penela ahan tumpang tindih wilayah. mendata pro-duksi dan penambangan. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian.

. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. I I . c Melakukan presentasi obyek inspeksi. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. Keselamatan kerja. rs. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. bahan buangan/limbah. atau pencemaran lingkungan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. a Menelaah data objek inspeksi. 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. . 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). . u. 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . b Menyiapkan peralatan inspeksi. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping.dit cos ct dl rie rf. penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . lingkungan/pemantauan lingkungan.

iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. 534 . riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah.

npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. ) 535 . 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk.

h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. dermaga. b Menyiapkan peralatan inspeksi. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. 536 . 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . b . 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel.

5 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. pengujian kondisi tempat kerja. b . 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. ) j Menganalisa penyebab kejadian. Kejadian Berbahaya. ) 2 Melaksanakan Pengujian . ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. inspeksi pada tambang semprot. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada fasilitas permukaan. 1 . 1 Mengumpulkan dan menelaah data. inspeksi pada kapal keruk. ) j Menganalisa penyebab kejadian. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. ) i Melakukan pengujian peralatan. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. c . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . c . ) 2 Menyiapkan alat uji. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada pasca tambang. ) i Melakukan pengujian peralatan. 1 Melakukan persiapan . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. 2 . 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . Inspeksi Bencana 1 . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. II PENGUJIAN I. inspeksi pada tambang bawah tanah. inspeksi pada pelabuhan. d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. I. 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . Pelaksanaan Pengujian. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. pengujian kelayakan operasi. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada tambang permukaan. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan.

Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 . 4 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.

Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki...... Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau..... Penutupan Tambang .... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.. ..Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang. NP I ..... Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi ... saran.......... at ..... LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang . C ............. dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran...... pengelolaan dan pemantauan lingkungan).......... • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi. (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu..... . 2 Hal lain yang perlu dilakukan : . berupa : . A . berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran. 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan. rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang......... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 . 2 . ekonomis/ produksi... d. B . NP I 2 Hasil Inspeksi ... serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan). Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 .... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang).. PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan........ • Tidak ada • Aa yiu:. (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang...

................ ... .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 ........................................................... .......... HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ....... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ...................... RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au .... TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ... ............................. FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas................ 6 ....................... termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb............................................................................................. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 .............. 3 ........ I. ................... : : : : : : : : : 8 . TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)............ 7 .................................... .................................... faktor penyebab kss au) ...................................................... ...................... NP ...................................... .............. 5 ............................................................... 4 ...................................... ........... ............................... 2 ....................................................................... ............................................................ PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ..... a) ......... ......................... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.....................

4 Tenaga ahli . kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. eslrs. 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. I LATAR BELAKANG 2 . berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. 4 . Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. penjualan saham dsb. bisa dipenuhi. . 3 . disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. perkembangan kegiatan eksplorasi. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . eitn Rentan akan manipulasi data. tidak benar untuk perencanaan penambangan. Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. goii. 2 . 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . penerapan sangsi dan tegas. data hasil eksplorasi yang tidak benar. . tatacara-tahapan eksplorasi. eksplorasi. misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. . ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. pengukuran. . Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. penyebarankualitas & cadangan mineral. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . I I . 5 . saham untuk kegiatan eksplorasi. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. . I. baik melalui kerjasama.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. krls dt eslrs. dpst eoi. baik dari segi geologi. sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. tetapi juga pemerintah dan masyarakat. 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . braa lna. peraturan yang mendukung. Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi.

. d Kelayakan lokasi contoh. mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. c Bentuk/kehalusan kontur topografi. ai nepets pt tutr ies. d Interval kontor . 2 . 6 . Korelasi nilai unsur yang dianalisa. kerapatan data dsb). 6 . a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . f g Kemungkinan kontaminasi. c Peta geokimia. . anomalinya. . . . Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. 542 . geokimia. VI. geofisika. kegiatan eksplorasi (analisa. Jenis kegiatan yang dilakukan. 4 . e Penyelenggaraan presentasi . penampang) . 9 . c Detail data pendukung .lnai .idks mnrlss. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . Petageologi lokal-detail ada/tidak. sampling. . deposit e Kelaziman peta geologi . 7 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . 3 Ctastlt . e Pelaksana . e Penetuan daerah anomali . pemetakan topografi. 1 Pematokan Batas KP . h Kelayakan nilai kadar geokimia. d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . pemboran. digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. d Penelaahan/evaluasi laporan . PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. klarifikasi cadangan. 8 . mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. lapangan. 1 . 4 . c Hslitrrsai(easrku. Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. c Due deligance . h Indeks peta . Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . f g Batas KP/KK/PKP2B . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . d Interprestasi dan penentuan anomali . . dan interprestasi . pemetaan geologi. e Kemungkinan pembesaran . Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. b Korelasi data sekitarnya . ltlg. cebakan mineral yang dieksplorasi. Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. perhitungan cadangan. . Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . 1 . apa sesuai dengan KP/KK/ .dl. b Peta lokasi contoh apa ada. 2 Pemetaan Topografi . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. kpoai V . . ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . Geodetik e Laporan hasil pematokan . b Dibuat juklak/juknis . . sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. pemboran. c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . PKP2B d Peralatan yang digunakan. a Diatur/dibuat peraturan perundangan . c Hasil (peta. 5 . . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. . b Kordinat data . iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . . a Cara pengambilan contoh. yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. khususnya GPS .

arh . f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . h Metode perhitungan sumberdaya dan . g Pemboran (recovery. etfkt nls. Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . dcr. c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. cara dan peralatan pemboran. e Kode/tanggal/tahun sertifikat. analisa. c Laboratorium pelaksana . eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . oeai ai nls ip nu. b Krls hslaaiata usr . Pemboran (recovery. geokimia.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . . f 7 . dea. khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . d Sriia aaia . iaa ai nls. Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. . Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . eksplorasi yang dipakai. b . kgaa. e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. 1 . rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . Evaluasi Laporan Kegiatan. Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . terowongan. Pola spasi. c Logika kadar mineralisasi dan nila . . h Ksrnhslaaia . contoh. . . Apakah telihat kemajuan. . ketentuan yang berlaku. duplikat contoh). kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . sampling. Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. sertifikat. . Pengirim contoh. 1 . . Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . lapangan/eksplorasi h . 1 . dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. preparasi contoh. • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. e Spasi data termasuk sampling. d . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . preparasi . Detail geologi & mineralisasi. Cek batas KP/KK/PKP2B. i . . eeto ii. . expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. sampling. penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . . 1 . Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. c . e . f g Dtcinlmt . lrfks b Data Pendukung . b Apakah laporan dirapel/tidak. Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . 9 . hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . l m Hasil trenching. . duplikat contoh). iai . d Penafsiran bentuk endapan. b Lokasi kegiatan yang konkrit . cadangan . . mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . . costaining. Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan.

. b Logika penyebaran . . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. . . h . e penampang hasil pemboran . dan cadangan. Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . b Cek korelasi singkapan dan bor. lokasi & spasi pemboran . c Banding data bor & geofisik . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . Cek penarikan outcrup. . i . . Kebenaran peta topografi. h Cek semua hasil kegiatan . . Spasi data pendukung i . h Cek peta batimetri . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. mineral dan kimia. j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . d Metode. . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . Cara perhitungan cadangan i . c Logika nilai parameter kualitas. . j 1 . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . Regional . f g Korelasi dengan data Geol.

serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. benar. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. biasanya dinyatakan dalam persen. I. . ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. bijaksana. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. biasanya dinyatakan dalam persen. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. 25 Tahun 2000. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . 3 Penetapan dan peningkatan recovery . yang setelah dievaluasi secara teknis. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. ctofgae u f rd. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. penambangan. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . I I .

perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . bimbingan. setiap 6 (enam) bulan. 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . 1 . Hal 4 tidak ada 546 .scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . lengkap dan baik. 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . V I PROSEDUR I. yang ada sehingga menjadi produk sampingan. Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . evaluasi . 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. seluruh kegiatan pertambangannya. pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . cadangan pada masa pengakhiran tambang. 1 . 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. V . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. . tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. 1 . mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . cadangan bahan galian secara rinci. dan kadar/nilai rendah. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. 1 . pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. c Mengadakan diskusi yang mendalam . 1 . a di Kantor Perusahaan . dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. sehingga mendapatkan recovery maksimal. 9 Penggunaan produksi bahan galian. sesuai dengan kewenangannya. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. a mempelajari data sebagai bahan . Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. V . li. pasca tambang. recovery penambangan. terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . b Memberitahukan kepada manajer lapangan .

kadar/nilai rendah dan bahan galian li. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. lk ea iai b Recovery pengolahan : . 547 . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . : Recovery b Ttcr . a a a a : a Mengevaluasi apakah . dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . b Mengadakan diskusi . sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . b Ttcr . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. c Mengadakan diskusi ang . 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. a a a a : a Mengamati apakah telah . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. b Ttcr . b Mengamati apakah telah .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . penambangan. penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. a a a a : a Mengamati apakah telah . a a a a : a Recovery Penambangan : . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula.

Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . b . penanganan taling adalah sebagai berikut : a . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. I. ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . b . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. b Mengadakan diskusi . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. b Mengadakan diskusi . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum .

Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. I. . sampling. Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . PENGAWAS PRODUKSI 1 . Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. 1 Apabila dianggap perlu. 3 . . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . sampling. pejabat pengawas .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. 2 . 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. 2 Dalam melakukan pengawasan . Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. pengukuran. RUANG LINGKUP 5 . dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. pengujianpengujian. pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . B Kewenangan lainnya .

Dokumen invoice . c Melaksanakan Pemeriksaan . 4 .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama .Criiaeo aayi etfct f nlss . 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang .Pencatatan stock akhir d. pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. 4 . dan atau proses produksi.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . c Kegiatan Penimbunan .Dokumen Bill of Loading . pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. angka (1) tersebut. oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang . Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan .Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . data/ . Pada tahap pelaksanaan pengawasan.Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya. d Melakukan rapat mengenai hasil .Certificate of weight . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . .Dokumen delivery order. mingguan. PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha. d . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan .Jumlah barang yang diangkut.Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . V . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan. Selesai melakukan pengawasan. pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. e Kesimpulan dan saran . SISTEMATIKA I PRODUKSI A . laporan produksi baik harian. 3 . PEMERIKSAAN V . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 .Pencatatan draft kapal . Kegiatan pengapalan.Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . .Pencatatan recovery.Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . c Pemeriksaan secara teknis .Pencatatan stock awal .Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali .Dokumen syahbandar .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan . hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas. d Temuan dan Pembahasan . 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . produksi. pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager . pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) . Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. Pemurnian . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan. . b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). b Pemeriksaan secara administratif .

kontrak jual beli. . sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. eiinpoe. certificate of analysis. delivery order. tujuan penggunaan. penggunaan bahan peledak.Kaia ults . 2 Perencanaan produksi penambangan . kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . penggunaan peralatan. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. syahbandar. losses ketika pemuatan/pengangkutan. efisien peralatan. air. ongkos produksi. penggunaan bahan bakar minyak. run of mine. reagent. bill of loading. pembukaan lahan. 551 . Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . egt cl i et oveyor. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. harga penjualan dan lainli. tailing. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. dan lain-lain. by product dnli-an. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. penggunaan tenaga kerja. 3 Perencanaan produksi penambangan. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu. flow chart. pemberitahuan ekspor barang. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. an USAHA VI K E W A J I B A N I. pengukuran tonase. Meliputi pemeriksaan yang akan. certificate of wih. efisiensi pengolahan/ pemurnian.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. dokumen. berita acara serah terima brn.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. 3 . Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan.Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 .Jumlah penggunaan . lokasi peggunaan. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . tanah pucuk. . pos retribusi. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . delivery order. pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . tanah penutup. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya.Dokumen invoice. . losses. recovery. recovery. Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1).lse dnli-an fse rss oss a anli. midling. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. pengukuran draft kapal. produksi dihasilkan.iviednli-an aag noc a anli. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. material balance (feed. stripping ratio.Dokumen bukti terima barang. ketersediaan front penambangan. kemajuan penambangan.dnli-an ults a anli. b Pemeriksan pemakaian sendiri . flux. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. dokumen kontrak jual beli. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia.

Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. 4 . Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Kegiatan Penimbunan 1 . 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . 2 . C . pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. m 3 . E . 3 . produksi utama dan tailing serta produk sampingan. d jumlah dan kualitas produksi . adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. dalam angka (1) tersebut. 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . masuk ke tempat penimbunan. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. dipindahkan. 3 Pencatatan produksi pencucian/ . dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. produksi dan tailing. sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. F Dokumen Penjualan Produksi . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . 2 . semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . serta produk sampingan. 4 Pencatatan produksi sebagaimana . b jumlah dan kualitas produksi yang . dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. dalam angka (1) tersebut. Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. Purnomo Yusgiantoro D .

hasil yang akan diperoleh. B . eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c . d . dan lain sebagainya. untuk mencapai tujuan tersebut. Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. 1 Berdasarkan peraturan perundang. iklim. masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. hak guna lahan. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. vegetasi dan tataguna lahan. topografi. auae. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . 4 Oleh karena itu secara umum rencana . Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. arus regional. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . e Peralatan yang digunakan dalam . b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . jalur kabel dan pipa. Luas. I PENDAHULUAN a Prjnn . diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. lokasi wilayah perizinan. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. Kecamatan) maupun geografis (odnl. eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . I RENCANA KERJA A UMUM . . penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. undangan yang berlaku. dan lain sebagainya. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. penyelidikan. . Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . d Waktu dan lamanya kegiatan. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . ieakn b . daerah pembuangan ranjau.

penyelidikan geokimia. well logging dan lian sebagainya). parit uji. parit-uji. 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. rediometri. potensial diri. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. RENCANA a . tanah. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). geofisika. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . geomagnet. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. polarisasi terimbas. Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. pemboran). gaya berat. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. grab. side scan sonar dan lain sebagainya. tanah dan batuan. c . 2 . chip atau channel . sounding. . tahanan jenis. geologi dan lain sebagainya. pemboran. jenis. dan penyusunan laporan. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. Sebutkan skala petanya. b . sungai. ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. dan jumlah contoh). 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. geofisika seperti polarisasi terimbas. 6 Skala peta yang digunakan. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. distribusi dan jumlahnya). Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. gravity core. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. side scan sonar. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. penginderaan jauh. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. pengolahan data. seismik. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. pembuatan sumur uji. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. Contoh seperti batuan atau pemineralan. potensial diri. geokimian endapan sungai.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. sounding. seismik. caranya seperti Bulk. penyelidikan geofisika. geologi dan lain sebagainya. sumur-uji. gaya berat. geokimia dan lain sebagainya).

2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . 1. 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. eksplorasi atau untuk evaluasi. mineral berat dan besar btr ui. KERJA DAN Pemboran. lokasi. Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. b Penulisan daftar acuan hendaknya . geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . 2 Rencana metode analisis (AAS. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. ICP. c . Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. sumur-uji atau prtui ai-j. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. arah dan lain sebagainya. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. coring atau non coring). data geofisika. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. e . ) mineragrafi. 6 LAMPIRAN : . daya mineral. data geokimia. sumur dan parit uji.pemboran. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. d Analisis laboraturium . geologi. lokasi) dan jumlah contoh. 5 DAFTAR ACUAN . c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . lingkungan dan aspek lain. PERALATAN a . ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. 4 RENCANA BIAYA . rencana cara pembuatannya. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. (sumur/pari uji. kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . Pembuatan Shaft. dan jumlahnya. 3 RENCANA TENAGA . format seperti di bawah ini. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . (pemineralan). sebagai dasar acuan eksplorasi. parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. sumur uji. 5 Rencana analisis petrografi. . LAPORAN TRIWULAN A UMUM . kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . kedalaman. ) Kolorimetri. kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . jenis. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. panjang.

..Thn ....... Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 ..... BENTUK DAN ISI LAPORAN 1../au :............................ Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan.... pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan.......... SK ˆ Tgl........... ....... Status/tahapan 3...... B ... kerapatan pengambilan Contoh.... ......................... Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) ............. Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2... Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) .................. 5............Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan .... ................... ... dan lain sebagainya............................ ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6............... rwln .......... ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ......... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No.... : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ......... ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) ..

Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . Biaya 8 1 . Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 . Tenaga kerja 6 1. tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . K-3 Lingkungan 9 2 . P r l t n 7 eaaa 1 . Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. studi kelayakan AMDAL**) 1 .

channel. penampang bor. bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri.mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. batuan peminrlnbjh. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). dan 10). Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah.lembar.5. 3 1. b . 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. ha . 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta.9. tanah.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . 3 . parit uji. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . 4 1. 8 . 5 . chip. 1. metoda pemerCotohhan (coring/non coring.9. 2 1. Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. pemboran Contoh batuan. Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6.titik pengamatan. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 .buah. 4 . Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. Penampang geologi. jenis (batuan. sumur uji.8. tp .10 dan 11. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4. 2 . lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. 0 1. 9 .7. bijih. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. metoda atau sistem pemboran (angka 8). pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. Peta geokimia Peta/bagan.hektar. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . Jt Rp. penampang dan model goiia efsk. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. 6 . 7 .. geokimia.d. 1 1. Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan.6 dan 7).

hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. ) hak guna lahan. II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. sebaran. . 1 Ringkasan . 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . (yang dilakukan). lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. a . 559 . Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. waktu penyelidikan. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. b . a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . 2 Aspek legalitas. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. kegiatan penyelidikan. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. seperti kepemilikan. cara pencapaiannya. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. kuantitas dan kualitas endapan mineral. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. b . terutama informasi mengenai keterdapatan. kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . dan informasi pendukung lina any. pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. maksud dan tujuan penyelidikan. B . Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. Luas daerah yang diselidiki. sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. tubuh utama laporan. d . demografi dan kependudukan. A UMUM . c . tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan .

(oms. jenis. f g .jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. sebaran. an h . geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. SLAR. SAR dan lain sebagainya). topografi. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu.aa eet ltaa efsk. kegiatan pengumpulan data. dan pembuatan laporan. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. . Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. tipe endapan. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. i . . oo aei. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. termasuk kualifikasi/keahliannya. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. Informasi mengenai iklim. vegetasi. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. e . Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . termasuk analisis laboratorium. stratigrafi. geofisika. mulai dari persiapan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl.

penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. catchment area.simk efsk ag iaa I.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. grab. Pemboran. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci.uji coba penambangan. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman.psn srt ie cn oa. onig aag uu. P esi. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. tanah. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. skala peta dasar juga harus dicantumkan. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. sumur uji. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. sd sa snr sudn. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. spur and ridge. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. jenis batuan dan pemineralan. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. graviti dan lain sebagainya). ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali.

ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. k Hasil penyelidikan . cara preparasi Contoh. mineralogi. struktur. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). 2 dimensi atau 3 dmni. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. dengan cara statistik. penyelidikan geokimia. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. dot dan lain sebagainya). ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. baik geofisika. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. mulai dari pemetaan geologi. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. mineragrafi. ubahan batuan di daerah penyelidikan. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. menggunakan komputer atau manual.

kemenerusan. sebaran atau kemenerusannya (continuity). ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. jurus dan kemiringan tubuh bijih.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. sumur-uji. () Pemboran.smrui prtui ai ebrn uu-j. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. kedalaman tubuh anomali. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. sumur-uji. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. 13-4726-1998). (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. arah anomali. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. lebar anomali dan lain sebagainya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. sumur-uji. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. uu-j. tu pemboran. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. parit-uji harus dilampirkan. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. jumlah lapisan. bentuknya dan ukurannya. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. ketebalan tanah penutup. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. foto. ai-j. tabel. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). parit-uji 4 ˆ Hslpmoa.

Penyelidikan Lapangan 3. dan daftar lampiran. tempat pemuatan artikel (majalah). tubuh utama laporan.3. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . 3. daftar foto. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa.1. Waktu 1. Lokasi Daerah Penyelidikan 1. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu. perusahaan dan instansi pelapor. igaa. komoditas dan daerah yang diselidiki. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran. daftar acuan. 21 Geologi Umum . Latar Belakang 1. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . halaman urut dengan angka Romawi. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. daftar tabel..1. D ..4. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks. Pelaksana 2 GEOLOGI .dnli atr aprn pt. Pemetaan Geologi 3.7. sumur-uji.. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos.4. ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. 1.2.. nlss iia 34 Pengolahan Data .2.2.2. daftar atau tabel.. 3. Maksud dan Tujuan 1. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan . 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN .2. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk . ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii...1.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut.6.. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan .1. -. Metoda dan Peralatan 1. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 . dan lampiran. Pemboran.. nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. tahun. dan tahun pelaporan. foto. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium . dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas. atr isi. C . judul. Penyelidikan Geofisika 3.2. eyldkn an hdoelg.5.3. Penyelidikan Geokimia 3. penyusun laporan. Keadaan Lingkungan 1. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun. daftar gambar. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara .3.2. dan penerbit.

. Geologi 4. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4. Pemineralan 4. 3. efsk 4. ekma iea brt rl ea.mn . LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.6. Geokimia 43 Goiia . pemboran. K-3 dan lain sebagainya.4. KESIMPULAN DAN SARAN 4.Pengolahan data Geologi (permukaan.1.1.. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . Pemboran 4. DAFTAR ACUAN 5.2.7. 4 HASIL PENYELIDIKAN . 4.4.5. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii.. Hidrogeologi.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. eglhn aa efsk.

Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. a Bentuk dan Penyebaran . Mata Pencaharian Penduduk. stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. . cut off grade. Fauna. dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . a Ltlg . iooi b srku .kpsts . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. marketable. Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. b Bagan Alir . jumlah . dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . Jumlah. c Recovery Pengolahan . belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . . Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . Kontrak Karya (KK). Penduduk. eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. 5 Jadwal Waktu Studi . Kualitas Hasil . Tambang 6. Pengolahan dan Tailing A . tutr c Geoteknik . jumlah dan . dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . Keadaan Flora. kualitas.jma. Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. 3 Peralatan Pengolahan (jenis. a Tahapan Pengolahan . Pertambangan (KP). dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . 4 Pelaksana Studi . miniable. Iklim. 2 Maksud dan Tujuan . BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . 2 Keadaan Endapan . 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. c Cadangan . 2 Prltn(ei. 2 Kesampaian Daerah dan Sarana .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN.

e Perhitungan “Break Even Point” . LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. tahap Eksploitasi dan sekitarnya. “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. pengolahan. nets a Modal Tetap . (BEP) .000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . 4 Sistem Kerja (kontrak. BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . yang memuat : a Kontur topografi . borongan .000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . a anli) b Modal Kerja . minimum 1 : 2. Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . pengolahan dan sarana penunjang). sekitarnya. 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). BAB VIII : LINGKUNGAN. b Luar Negeri . a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . a Biaya Produksi (termasuk biaya . ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. d Perhitungan “Discounted Cash . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. dnli-an. b Pengelolaan lingkungan .000. 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. . c Pemantauan Lingkungan . Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. skala minimum 1 : 2. c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . pegangkutan dnli-an. skala . a Organisasi . BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan .000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . : 10. a Dalam Negeri . miniable”. b Prltn . b Penyebaran bahan galian . skala 1 : 10. eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). c Sumber Dana . 2 ProspekPemasaran . pengolahan dan sarana penunjang). 567 .

Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . penjualan. minimal skala 1 : 2. pengelolaan lingkungan hidup. Laporan Triwulan. d Lokasi timbunan waste. . biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . sketsa. bahan galian dan waste . ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . Peta pengelolaan lingkungan. II Laporan Tahunan Eksploitasi I. ketenagakerjaan. “stock pile”. Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. pemasaran. pencucian. peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. g Indeks peta rencana pertambangan . direklamasi per tahun c Jalan tambang . B . penyelesaian masalah. 2 Perizinan . I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. pencucian dan pengolahan. ditambang c Rencana dan target produksi serta . eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . . pelatihan. FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . a Jumlah.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. d Batas wilayah eksploitasi . b Kegiatan non teknis antara lain . yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . pengolahan/pemurnian. petalokasi kegiatan. Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. gambar 3 dimensi. h Rencana kegiatan K-3 . h Dan sebagainya . tailing dan mineral . .0000. Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . Laporan tersebut mencakup. tambahan penambangan. yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. statistik produksi. antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. e Jalan. Perkampungan. 3 Kaia . peta. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . . Lokasi timbunan waste. bagan alir dan sebagainya. pemantauan dan pengelolaa lingkungan. reklamasi. ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . penampang. bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. 2 Hasil Eksplorasi . tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. asing jika diperlukan) . lokasi . pengangkutan. statistik kecelakaan dnli-an a anli. K-3 pertambangan.

tambang. yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . kadar dan penanganan . 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. oai a us arh ag ea ikpots. BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. 2 Jenis. training. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . Pengangkutan dan Pengolahan. nls. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . Cadangan 2. pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. pengolahan/ . Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . Kadar Jumlah. eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. 3 Pelaksanaan reklamasi. Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. Harga Produk . statistik kecelakaan tambang.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. 2 Jumlah dan Tujuan . yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. 3 Lokasi Penimbunan . 3. berakhirnya KP/KK/PKP2B. Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. 5 Rencana penambangan. peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. pengelolaan dan . 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. 4 Stock Akhir . V . detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). utama dan sampingan b Jumlah. 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . a Jumlah dan kualitas produk . 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). pengolahan/ . pengolahan/pemurnian/ .

6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. galian berkadar “marginal”. 9 li-an . dengan akhir tambang. peta geologi. peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . . obyek kerja yang berbahaya. anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . peta rona akhir tambang. 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan .

Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 . b .Produksi untuk diolah . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b Cadangan rekonsiliasi . kualitas 3 ton. m. a .Produksi siap jual . kualitas 3 ton. kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. 6 .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . d Sisa cadangan . 5 .Produksi untuk diolah . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . c Cadangan terambil . Lokasi Pengolahan . m. Lokasi Pengolahan .Produksi siap jual . 3 ton. c .Hasil olahan c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c . LAPORAN . a . kualitas 3 ton.Produksi siap jual . 4 . PENAMBANGAN Produksi . m.Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .

Lokasi pengolahan . 5 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. d Sisa cadangan . PENAMBANGAN Produksi . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . m.Produksi untuk diolah . 4 . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . 6 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c . Lokasi Pengolahan . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . m. a . a .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . c .Produksi siap jual . STOCK AWAL Lokasi Tambang . m. 3 ton. c . b Cadangan rekonsiliasi . m. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . b .Produksi siap jual . kualitas BULAN KE NO. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . c Cadangan terambil .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . kualitas 3 ton.Produksi siap jual . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b .

Produksi siap jual . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi siap jual . m. a .Produksi untuk diolah . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . PENAMBANGAN Produksi . m. : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. c .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. kualitas 3 ton. STOCK AWAL Lokasi Tambang . 4 . 5 . Lokasi pengolahan . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . kualitas 3 ton. a . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Produksi untuk diolah . kualitas BULAN KE NO. d Sisa cadangan . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . c . b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 .Produksi siap jual . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c . 6 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Pengolahan . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . m. b .Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c .Hasil olahan c . a . kualitas 3 ton.

Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas BULAN KE NO.Hasil olahan c . PENAMBANGAN Produksi . STOCK AWAL Lokasi Tambang . a . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . : : : : : : : 3 ton. d Sisa cadangan . kualitas 3 ton. kualitas 3 ton.Produksi siap jual . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . b .Produksi untuk diolah . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi pengolahan . kualitas 3 ton. 4 . a .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c . a . c . Lokasi Pengolahan . m. b . m. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi siap jual . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c .Produksi siap jual . LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Hasil olahan c . m. 5 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi untuk diolah . 6 . c Cadangan terambil . b Cadangan rekonsiliasi .

4 . d Sisa cadangan . 6 .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 3 ton. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . m. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c Cadangan terambil . b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . m. m. kualitas 3 ton. c . 5 . k a i a ults 3 ton.Hasil olahan c . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO.Produksi siap jual . a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 . Lokasi Pengolahan .Produksi siap jual . b .Produksi untuk diolah . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . a . a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .Hasil olahan c . kualitas 3 ton. Lokasi pengolahan . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . b . LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . PENAMBANGAN Produksi . c .Produksi untuk diolah . c .Produksi untuk diolah .

Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . c .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m. k a i a ults 3 ton.Produksi siap jual . STOCK AWAL Lokasi Tambang . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton.Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . NO. Lokasi Pengolahan . a . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . c . m. b Cadangan rekonsiliasi . PENAMBANGAN Produksi . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi siap jual . m. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . td t. d Sisa cadangan . 6 . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . c . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral. Lokasi Tambang . m. Lokasi pengolahan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . 4 .Produksi untuk diolah . a .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b .Produksi untuk diolah . a . 5 .Hasil olahan c .

............. aa obn ag eaa ..Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga ..................... .................................................jm:....................................................................................................... ei eai 4 Pkran :................................................................................................................ .........................................................................................ˆ WB ˆ WT ˆ WT.... Jenis Usaha ˆ : Tambang....................... KPL TKI PRABNA.................... ept eeaan .............................................................................. aga eeaan ........... ............... ......................................................................................................................... oo rt eeaan ................. Uu :............ EAA ENK ETMAGN............ aamn ejd a ea-ea eeaan ............................................................................ ....... aa euaan ............................................................................................... ................................................................................... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ......................... ........ ekra aa ia aa eej ebl ....................... eeja ...... bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 .................................................... ...................................................................... 5 Tnglkclka :... ...................................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A . ........... Lm Bkra :..................................................................................... ............. 6 Tma Kclka :.................................... ........................ 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ......... 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:....... eeaan ejd. .... KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :......... eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga ......................... ainDpree .................................... aa eej .................. .....Lampiran XIII......................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl.................................................. ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag........... ...Sit:........... ........ Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr .................................................................... kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :.............................. I I IA hf ............................................................ 3 Nm kra yn clk :........................................................ Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl.............................. bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ........................................................................................... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag....................... ......... Bga/eatmn:............................................. ....... as eeaan .................. Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag.............................................................. a ........................ ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :............................................................................................................................................. atas ˆ Tangan bag..................................... 8 Skikclka :........................................................................

k ..k . g Jumlah .. .. .... g . ii ..m ... g ..... .m .. . g . nomor. ...... .. ..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL .. ..... .. g .... bjh ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .. .m .. g ..k ..k .m . ... ii ....... . g . g . . ii .k ... ii .bjh ...... g . bjh .. . . ii .. .. bjh . . .. g . ii ..k . . .. .. ii . ..k . . . g . .. . .. g ..... .m . ... ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya .. g ... .. g .... . g .. g .k .. .. . .. . .... . bjh . g Dinamit . negara penjual. .......... g 578 .. . g ..k ..k . .. ... ...... . .. . ....k .. . bjh .k ...m . .. g .... ii . . g . g .. . .. g ... .k ........ g . . g . g ......k .k ..k . .... .. ...k .. .. ... . ii . ii ..k . ............ .k ... ..bjh ...k .bjh . .k . g .... .......m . ... . ii . . ii . . .. .bjh .. .k . ukuran jenis detonator dan Dinamit... ... . . ... .. .k .m .k .. .. .. ..k . .....m .. g .... ... ...m . . . . bjh . ... ... ...... .k . . .. .. . g . ii .. ..m ... .. .k .k .. . . g ... . ii . .. ii .. . g .. .. .. . . g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah . . ... . ..m .. ii . .... bjh Jumlah . . Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw. bjh . g . . bjh ... . .. g .. . g . D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat... ... ..k .k ... g .. ... . .. bjh .k . ... . .. bjh . bjh ........k . . .. .. g . . ...00 . .. . . . ..k . .k .. .. g ... g ... .. . .. .. . .... ...k . . .. . .m .... .. ..m .k .. .. ... . ..bjh . . .m .... ... ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el.. .. g . ...k ..m . g . ... .. bjh .k .... .k ..... . ..bjh ...... ii .. ....20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (... ....k .bjh .Lampiran XIII. . ii .. ii .. ... . . g . .. . g .. ... ...k . bjh .. ii .... .... . ..k ..... .m ..k . .m .. ..k ... . . bjh . ..k .m .... bjh . ii ... g ... . ... .... ii . . g . ... .m .. . ..m ..... . .... . g .... . g .. .. ii . .. . Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is ............k ... .. . . .k .bjh ... g .m .m . .k ...m .. .

.. . . ... Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang.... . . 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit.. AA SH ABN . ... P D U A AT M A G.. . Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No.. ... . .. . .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I. .. . . .. . .. ... . . Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 ..Lampiran XIII. .. . terangkan tanggal keluarnya.

........ DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.. PENGAM AT DAN T....... 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu.... Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor.. Kepala Teknik Tambang (..... .U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No....... Pembuat.....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 .....Lampiran XIII.

.R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1. TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F..R 2) PER BULAN KUMULATIF (...............000 jam kerja F....000...000...........Lampiran XIII.... Kepala Teknik Tambang 581 .000 JAM KERJA TAHUN 20...000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat...R adalah kumulatif frequency rate per 1........) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F.000....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .

..Lampiran XIII....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ......) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 . Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp... X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat................. PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No............. . Kepala Teknik Tambang (...

....Lampiran XIII... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S..000.R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1............ I.....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S...R adalah kumulatif frequency rate per 1..000 JAM KERJA TAHUN 20......R3) PER BULAN KUMULATIF (.........c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1... . Kepala Teknik Tambang 583 ..000..000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.000...000 jam kerja S....

Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5.Lampiran XIII. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 . Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia .000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3. Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. Jari Kaki. 1. Jari.

2 PENYEBAB KASUS .................................................................Lampiran XIII........................................................................ 4 UPAYA PENANGGULANGAN .................... .......................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral........................................................................................... : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ............... ......................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) ....................... Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I...................................................................... KTT/Penanggung Jawab Lapangan ........ .............. X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI ............. 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ...................................................................................................................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas................................... 3 AKIBAT KASUS ........................................................................................ ............ (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.. termasuk foto-foto terjadinya kasus) ................................. ............ penyebab kasus) ............... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) .................................. ........... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 ...................................................... td t..................................................................................................

Penebasan dan penyiapan lahan .Rencana pelaksanaan pengelolaan .Penambangan .1.lks. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya. LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I. us ra.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A . lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia.Peta pengelolaan skala 1 : 1.Kualitas air. iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 .Peta pengelolaan skala 1 : 10.Lampiran XIII.Pengupasan/penimbunan tanah penutup .000 .Pengolahan dan pemurnian .000 . ei dan jumlah tanaman. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.Revegetasi -Li-an anli BAB IV.jma.Tingkat erosi .db.Stabilitas lereng (tambang. RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V. d Pengolahan dan Pemurnian . P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : . pengamanan. ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah . ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. kebisingan dan gtrn eaa. pemelhra. tanggul/dan kolam pengendap) . .Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu. meliputi : . c Penambangan . tanah dan udara .Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III. daerah penimbunan.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN . ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. penutup. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an . ˆ Penanganan hasil penebasan. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B .Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .

c Pemantauan lereng. ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . e Pemantauan flora dan fauna . BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan .Lampiran XIII. tanggul. daerah . BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . b Biaya pelaksanaan pemantauan . pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10.000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . d Pemantauan kebersihan penghijauan . Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . . timbunan dan lain-lain. udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi . contoh air. ˆ Penanganan kebisingan dan getaran.

b Lus Project Area ***) . 4 . b Di Luar Bekas Tambang . Ha Ha Semester ini 9 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. b Emplasemen . 5 . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . 8 . 6 . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . 2 . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang .Lampiran XIII. Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . Reklamasi a Penghijauan . c Pelabuhan . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . 3 .

. c Pembibitan (bibit baru) .N. ..e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air ...... misalnya untuk perumahan... A. anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 . perkantoran... Pimpinan Perusahaan ....... pabrik. Pohon/Ha.. tempat rekreasi dll. Pohon/Ha..Lampiran XIII. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 .. b Penyulaman .. Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada)... Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang .. * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini..... Pemanfaatan lain. Pohon/Ha.... Pohon/Ha. Pohon/Ha... ...... Pohon/Ha.. Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.. Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru .. Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5. penampungan air.....a.. h Li-an ..

..................... I.......... MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN .........................Lampiran XIII......... ..s............. . T...... 1....... . 2... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1........dt... .................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII...........s.. ...................USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 ....................... TDK............ .... 2.s..... II TEKNISI I................. 2................... 2.. TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA ......... 1....dt...... I I I .. TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO.......... 1................s........ . RWLNTHN .................................... .s.....dt....... V. V V . 2.....dt. f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 ......s.. I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P..... 2........dt.. 1..dt.... ... .... 1. .. .......... TIUA/AU ........

.... 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 .........D........... AA EITN ...................................... LAPORAN TENAGA KERJA ASING P .. TIUA/AU .........................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ......................Lampiran XIII... THPKGAA ....... RWLNTHN . JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S............ NO...................... T .......

f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I. JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 . PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.Lampiran XIII.

............Lampiran XIII..... AU ................ THN........................ LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P .................... NO............................... T ...................................... NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 .....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I..

. 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .. T........ c .................... c ..... 2 Muat a . c . RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN ............... b . b ........... 1 Bongkar a ..... c . THN....Lampiran XIII. JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 .. 4 Pengolahan a . b ...... c ... b ............. 5 Laboratorium a ...... 3 Angkut a . AU . RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P............ b ....

8 Perbengkelan a . b .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a .Lampiran XIII. b . c . b . b . c . c . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . b . 2 Pelumas a . 7 Survey a . 9 Klsrkn eitia a . c . b . b . 3 Bahan Kimia a .

..................... Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO... ....................... TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ........../2 .........................(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) .... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 ........pmgn K/KPPB ............Lampiran XIII..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ................ 0 .....

Pr3 Dsme . 2 Pasiva Tidak Lancar .. Uang muka pembelian . T ... Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar .. d Aktiva lainnya .... b Piutang ............ d Biaya dibayar di muka.. Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan . Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 . b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain ...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I. e Kewajiban jangka pendek lainnya .. b Hutang Usaha .. c Persediaan . d biaya yang masih harus dibayar . c Hutang Pajak .. NERACA P . a Kas & Bank ..... b Cadangan . b Biaya yang ditangguhkan .. a Hutang Bank . Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : .Lampiran XIII.. e 1 eebr . a Kewajiban Jangka Panjang ...... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor ... c Aktiva tak berujud .. c Laba (Rugi) tahun berjalan . e Aktiva Lancar Lainnya ...

.. Penjualan & Umum . b Penyesuaian Masa Lalu .....Lampiran XIII.... .... THN.. PROYEKSI LABA RUGI P ..... 5 ................. c Deviden .. Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ... b Persediaan ........... 6 . Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun ........... Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga ...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII. b Administrasi................... AU... T . Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi .... d Laba/Rugi Tahun Berjalan ...Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi ... d Lain-lain ..Awal Akhir Produksi (+) .. c Keuntungan (Kerugian) Kurs . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.... b Beban Bunga ....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful