Anda di halaman 1dari 115

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62/PMK.

01/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL PAJAK MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. b. bahwa dalam rangka meningkatkan tertib administrasi, efektivitas, dan kinerja organisasi instansi vertikaI di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak perlu menyempurnakan organisasi dan tatakerja instansi vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak;

Mengingat : 1. 2. 3. 4. 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008; Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2008; Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2007; Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.01/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor149/PMK.01/2008;

Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Surat Nomor B/1145/M.PAN/3/2009 tanggal 27 Maret 2009;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL PAJAK.

BAB I KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Kedudukan dan Tugas Pasal 1 (1) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak yang selanjutnya dalam Peraturan Menteri Keuangan ini disebut Kantor Wilayah adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Pajak. Kantor Wilayah dipimpin oleh seorang Kepala.

(2)

Pasal 2 Kantor Wilayah mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, bimbingan teknis, pengendalian, analisis, evaluasi, penjabaran kebijakan serta pelaksanaan tugas di bidang perpajakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bagian Kedua Jenis, Fungsi, dan Susunan Organisasi Pasal 3 Jenis Kantor Wilayah terdiri dari : a. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus; b. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak selain Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus;

Paragraf Kesatu Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus Pasal 4 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan dan evaluasi pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Pajak; b. c. d. e. f. g. h. i. j. pengamanan rencana kerja dan rencana penerimaan di bidang perpajakan; bimbingan konsultasi dan penggalian potensi perpajakan serta pemberian dukungan teknis komputer; pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data serta penyajian informasi perpajakan; penyiapan dan pelaksanaan kerjasama perpajakan dan pemberian bantuan hukum; bimbingan teknis pemeriksaan dan penagihan, serta pelaksanaan dan administrasi penyidikan; bimbingan pelayanan dan penyuluhan, serta pelaksanaan hubungan masyarakat; bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi, dan pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, serta pelaksanaan urusan banding dan gugatan; bimbingan dan penyelesaian pembetulan keputusan keberatan, keputusan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi, dan keputusan pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar; pelaksanaan administrasi kantor.

Pasal 5 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus terdiri dari : a. Bagian Umum; b. c. Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi; Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak;

d. e. f.

Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat; Bidang Keberatan dan Banding; Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 6 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga,dan bantuan hukum.

Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan kepegawaian dan pemantauan penerapan kode etik; b. c. d. e. f. pelaksanaan urusan keuangan; pelaksanaan urusan bantuan hukum; pelaksanaan penyusunan rencana strategik dan laporan akuntabilitas; pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan; pelaksanaan urusan tata usaha dan penyusunan laporan.

Pasal 8 Bagian Umum terdiri dari : a. Subbagian Kepegawaian; b. c. d. Subbagian Keuangan; Subbagian Bantuan Hukum dan Pelaporan; Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga.

Pasal 9

(1) (2) (3)

Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan pemantauan penerapan kode etik, serta administrasi Jabatan Fungsional. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Subbagian Bantuan Hukum dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelaksanaan administrasi bantuan hukum atas kasus yang diproses pada Peradilan Umum dan Tata Usaha Negara, penyusunan laporan, penyiapan bahan penyusunan rencana strategik, dan laporan akuntabilitas. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, rumah tangga, kesejahteraan, dan perlengkapan.

(4)

Pasal 10 Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian dukungan teknis komputer, bimbingan konsultasi, bimbingan penggalian potensi perpajakan, dan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, serta penyajian informasi perpajakan.

Pasal 11 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi : a. pemberian dukungan teknis operasional komputer, pemeliharaan dan perbaikan jaringan komputer, pemeliharaan dan perbaikan program aplikasi, dan pembuatan back-up data; b. c. d. e. f. g. h. pemantauan, pemeliharaan, dan perbaikan aplikasi e-SPT dan e-Filing; pemberian bimbingan teknis konsultasi; pemberian bimbingan penggalian potensi perpajakan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi Wajib Pajak; bimbingan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis pemenuhan kewajiban perpajakan; pengumpulan, pencarian, penerimaan, pengolahan data dan/atau alat keterangan, serta penyajian informasi; pengawasan terhadap pemanfaatan data dan/atau alat keterangan; pemantauan, penelaahan, dan penatausahaan, serta rekonsiliasi penerimaan perpajakan.

Pasal 12

Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi terdiri dari : a. Seksi Dukungan Teknis Komputer; b. c. Seksi Bimbingan Konsultasi; Seksi Data dan Potensi.

Pasal 13 (1) Seksi Dukungan Teknis Komputer mempunyai tugas melakukan pemberian dukungan teknis operasional komputer, pemeliharaan dan perbaikan jaringan komputer dan program aplikasi, pembuatan back-up data, serta pemantauan, pemeliharaan, dan perbaikan aplikasi e-SPT dan e-Filing. Seksi Bimbingan Konsultasi mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis konsultasi dan teknis intensifikasi, serta bimbingan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis pemenuhan kewajiban perpajakan. Seksi Data dan Potensi mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pencarian, penerimaan, pengolahan data dan/atau alat keterangan, penyajian informasi, melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan data dan/atau alat keterangan, melakukan bimbingan ekstensifikasi Wajib Pajak, serta melakukan pemantauan, penelaahan, penatausahaan, dan rekonsiliasi penerimaan perpajakan.

(2) (3)

Pasal 14 Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis pemeriksaan dan penagihan pajak, pemantauan pelaksanaan teknis pemeriksaan dan penagihan pajak, penelaahan hasil pelaksanaan pekerjaan pejabat fungsional pemeriksa pajak (peer- review), bantuan pelaksanaan penagihan, serta pelaksanaan urusan administrasi penyidikan termasuk pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan.

Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan teknis pemeriksaan dan penagihan pajak; b. bimbingan administrasi pemeriksaan dan penagihan pajak;

c. d. e. f.

pemantauan pelaksanaan teknis pemeriksaan dan penagihan pajak; pelaksanaan urusan administrasi penyidikan termasuk pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan; penelaahan hasil pelakanaan pekerjaan pejabat fungsional pemeriksa pajak (peer review); bantuan pelaksanaan penagihan.

Pasal 16 Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak terdiri dari : a. Seksi Bimbingan Pemeriksaan; b. c. Seksi Administrasi Penyidikan; Seksi Bimbingan Penagihan.

Pasal 17 (1) Seksi Bimbingan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis dan administrasi pemeriksaan, pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan, dan penelaahan hasil pelaksanaan pekerjaan pejabat fungsional pemeriksa pajak (peer review). Seksi Administrasi Penyidikan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi penyidikan termasuk pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, serta pemantauan hasil pelaksanaan teknis pemeriksaan bukti permulaan dan penyidikan. Seksi Bimbingan Penagihan mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis dan administrasi penagihan, pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis penagihan, dan bantuan pelaksanaan penagihan pajak.

(2)

(3)

Pasal 18 Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan pemantauan penyuluhan dan pelayanan perpajakan, melaksanakan urusan hubungan pelayanan masyarakat, serta melaksanakan penyuluhan dan pelayanan perpajakan yang menjadi tanggung jawab Kantor Wilayah.

Pasal 19 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat melaksanakan fungsi : a. bimbingan dan pemantauan pelayanan perpajakan; b. c. d. e. f. g. h. i. bimbingan dan pemantauan penyuluhan perpajakan; pelaksanaan hubungan pelayanan masyarakat; pelaksanaan pelayanan dan penyuluhan perpajakan; pelaksanaan penyeragaman penafsiran ketentuan perpajakan; pemeliharaan dan pemutakhiran website; pengelolaan pengaduan Wajib Pajak mengenai pelayanan dan teknis perpajakan; pemutakhiran panduan informasi perpajakan; pelaksanaan kerjasama perpajakan.

Pasal 20 Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat terdiri dari : a. Seksi Bimbingan Penyuluhan; b. c. Seksi Bimbingan Pelayanan; Seksi Hubungan Masyarakat.

Pasal 21 (1) (2) Seksi Bimbingan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan bimbingan dan bantuan penyuluhan, pemeliharaan dan pemutakhiran website, serta pemutakhiran panduan informasi perpajakan. Seksi Bimbingan Pelayanan mempunyai tugas melakukan bimbingan pelayanan perpajakan, evaluasi atas pelayanan perpajakan, urusan penyeragaman penafsiran ketentuan perpajakan, serta pengelolaan pengaduan Wajib Pajak mengenai pelayanan dan teknis perpajakan. Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat meliputi penyampaian

(3)

informasi, peningkatan citra, pengoperasian dan pemeliharaan layanan interaktif (call center), serta urusan kerjasama perpajakan.

Pasal 22 Bidang Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pembetulan Surat Keputusan, pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, pengurangan sanksi administrasi, proses banding, proses gugatan, dan Peninjauan Kembali.

Pasal 23 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, Bidang Keberatan dan Banding melaksanakan fungsi : a. bimbingan dan penyelesaian keberatan; b. c. d. e. bimbingan dan penyelesaian pembetulan Surat Keputusan; bimbingan dan penyelesaian pengurangan sanksi administrasi; proses banding, proses gugatan, dan Peninjauan Kembali; bimbingan dan penyelesaian pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar.

Pasal 24 Bidang Keberatan dan Banding terdiri dari : a. Seksi Keberatan dan Banding I; b. c. d. Seksi Keberatan dan Banding II; Seksi Keberatan dan Banding III; Seksi Keberatan dan Banding IV.

Pasal 25

(1)

Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pembetulan Surat Keputusan, pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, pengurangan sanksi administrasi, proses banding, dan proses gugatan, serta Peninjauan Kembali Wajib Pajak sektor industri. Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pembetulan Surat Keputusan, pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, pengurangan sanksi administrasi, proses banding, dan proses gugatan, serta Peninjauan Kembali Wajib Pajak sektor perdagangan. Seksi Keberatan dan Banding III mempunyai tugas melakukan bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pembetulan Surat Keputusan, pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, pengurangan sanksi administrasi, proses banding, dan proses gugatan, serta Peninjauan Kembali Wajib Pajak sektor jasa keuangan. Seksi Keberatan dan Banding IV mempunyai tugas melakukan bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pembetulan Surat Keputusan, pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, pengurangan sanksi administrasi, proses banding, dan proses gugatan, serta Peninjauan Kembali Wajib Pajak sektor jasa lainnya.

(2)

(3)

(4)

Paragraf Kedua Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak selain Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak selain Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan dan evaluasi pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Pajak; b. c. d. e. f. g. pengamanan rencana kerja dan rencana penerimaan di bidang perpajakan; bimbingan konsultasi dan penggalian potensi perpajakan serta pemberian dukungan teknis komputer; pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data serta penyajian informasi perpajakan; penyiapan dan pelaksanaan kerjasama perpajakan, pemberian bantuan hukum serta bimbingan pendataan dan penilaian; bimbingan teknis pemeriksaan dan penagihan, serta pelaksanaan dan administrasi penyidikan; bimbingan pelayanan dan penyuluhan, serta pelaksanaan hubungan masyarakat;

h. i. j. k.

bimbingan dan penyelesaian keberatan, pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi, dan pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, serta pelaksanaan urusan banding dan gugatan; bimbingan dan penyelesaian pembetulan keputusan keberatan, keputusan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi, dan keputusan pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar; bimbingan pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan; pelaksanaan administrasi kantor.

Pasal 27 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak selain Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus terdiri dari : a. Bagian Umum; b. c. d. e. f. g. Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi; Bidang Kerjasama, Ekstensifikasi, dan Penilaian; Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak; Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat; Bidang Pengurangan, Keberatan, dan Banding; Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 28 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, dan bantuan hukum.

Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan kepegawaian dan pemantauan penerapan kode etik; b. c. pelaksanaan urusan keuangan; pelaksanaan urusan bantuan hukum;

d. e. f.

pelaksanaan penyusunan rencana strategik dan laporan akuntabilitas; pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan; pelaksanaan urusan tata usaha dan penyusunan laporan.

Pasal 30 Bagian Umum terdiri dari : a. Subbagian Kepegawaian; b. c. d. Subbagian Keuangan; Subbagian Bantuan Hukum dan Pelaporan; Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga.

Pasal 31 (1) (2) (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan pemantauan penerapan kode etik, serta administrasi Jabatan Fungsional. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Subbagian Bantuan Hukum dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelaksanaan administrasi bantuan hukum atas kasus yang diproses pada Peradilan Umum dan Tata Usaha Negara, penyusunan laporan, penyiapan bahan penyusunan rencana strategik, dan laporan akuntabilitas. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, rumah tangga, kesejahteraan, dan perlengkapan.

(4)

Pasal 32 Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian dukungan teknis komputer, bimbingan konsultasi, bimbingan penggalian potensi perpajakan, dan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, serta penyajian informasi perpajakan.

Pasal 33 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32, Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi : a. pemberian dukungan teknis operasional komputer, pemeliharaan dan perbaikan jaringan komputer, pemeliharaan dan perbaikan program aplikasi, dan pembuatan back-up data; b. c. d. e. f. g. h. pemantauan, pemeliharaan, dan perbaikan aplikasi e-SPT dan e-Filing; pemberian bimbingan teknis konsultasi; pemberian bimbingan penggalian potensi perpajakan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi Wajib Pajak; bimbingan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis pemenuhan kewajiban perpajakan; pengumpulan, pencarian, penerimaan, pengolahan data dan/atau alat keterangan, serta penyajian informasi; pengawasan terhadap pemanfaatan data dan/atau alat keterangan; pemantauan, penelaahan, dan penatausahaan, serta rekonsiliasi penerimaan perpajakan.

Pasal 34 Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi terdiri dari : a. Seksi Dukungan Teknis Komputer; b. c. Seksi Bimbingan Konsultasi; Seksi Data dan Potensi.

Pasal 35 (1) Seksi Dukungan Teknis Komputer mempunyai tugas melakukan pemberian dukungan teknis operasional komputer, pemeliharaan dan perbaikan jaringan komputer dan program aplikasi, pembuatan back-up data, serta pemantauan, pemeliharaan dan perbaikan aplikasi e-SPT dan e-Filing. Seksi Bimbingan Konsultasi mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis konsultasi dan teknis intensifikasi, serta bimbingan dan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis pemenuhan kewajiban perpajakan. Seksi Data dan Potensi mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pencarian, penerimaan,pengolahan data dan/atau alat keterangan, penyajian informasi, melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan data dan/atau alat keterangan,

(2) (3)

melakukan bimbingan ekstensifikasi Wajib Pajak, serta melakukan pemantauan, penelaahan, penatausahaan, dan rekonsiliasi penerimaan perpajakan.

Pasal 36 Bidang Kerjasama, Ekstensifikasi, dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan urusan kerjasama perpajakan, melaksanakan bimbingan ekstensifikasi, pendataan, dan penilaian, serta bimbingan dan pemantauan pengenaan.

Pasal 37 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36, Bidang Kerjasama, Ekstensifikasi, dan Penilaian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan dan pelaksanaan kerjasama di bidang perpajakan; b. c. d. e. f. pengumpulan dan penyaluran data perpajakan hasil kerjasama dengan pihak luar; pelaksanaan bimbingan pengamatan potensi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, pembentukan dan pemutakhiran basis data nilai objek pajak dalam menunjang ekstensifikasi; pelaksanaan bimbingan pendataan dan penilaian; pelaksanaan bimbingan dan pemantauan pengenaan; melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait lainnya.

Pasal 38 Bidang Kerjasama, Ekstensifikasi, dan Penilaian terdiri dari : a. Seksi Bimbingan Kerjasama Perpajakan; b. c. d. Seksi Bimbingan Ekstensifikasi Perpajakan; Seksi Bimbingan Pendataan dan Penilaian; Seksi Bimbingan Pengenaan.

Pasal 39

(1)

Seksi Bimbingan Kerjasama Perpajakan mempunyai tugas melakukan bimbingan dan menyiapkan kerjasama di bidang perpajakan termasuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait lainnya, serta mengumpulkan dan menyalurkan data perpajakan hasil kerjasama dengan pihak luar. Seksi Bimbingan Ekstensifikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan bimbingan pengamatan potensi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, pembentukan dan pemutakhiran basis data nilai objek pajak dalam menunjang ekstensifikasi. Seksi Bimbingan Pendataan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan bimbingan pendataan dan penilaian termasuk proses klasifikasi nilai jual objek pajak serta menjaga keseimbangan klasifikasi nilai jual objek pajak antar wilayah. Seksi Bimbingan Pengenaan mempunyai tugas melakukan bimbingan dan pemantauan pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

(2)

(3) (4)

Pasal 40 Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis pemeriksaan dan penagihan pajak, pemantauan pelaksanaan teknis pemeriksaan dan penagihan pajak, penelaahan hasil pelaksanaan pekerjaan pejabat fungsional pemeriksa pajak (peer review), bantuan pelaksanaan penagihan, serta pelaksanaan urusan administrasi penyidikan termasuk pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan.

Pasal 41 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40, Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan teknis pemeriksaan dan penagihan pajak; b. c. d. e. f. bimbingan administrasi pemeriksaan dan penagihan pajak; pemantauan pelaksanaan teknis pemeriksaan dan penagihan pajak; pelaksanaan urusan administrasi penyidikan termasuk pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan; penelaahan hasil pelaksanaan pekerjaan pejabat fungsional pemeriksa pajak (peer review); bantuan pelaksanaan penagihan.

Pasal 42 Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak terdiri dari : a. Seksi Bimbingan Pemeriksaan; b. c. Seksi Administrasi Penyidikan; Seksi Bimbingan Penagihan.

Pasal 43 (1) Seksi Bimbingan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis dan administrasi pemeriksaan, pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan, dan penelaahan hasil pelaksanaan pekerjaan pejabat fungsional pemeriksa pajak (peer review). Seksi Administrasi Penyidikan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi penyidikan termasuk pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan, serta pemantauan hasil pelaksanaan teknis pemeriksaan bukti permulaan dan penyidikan. Seksi Bimbingan Penagihan mempunyai tugas melakukan bimbingan teknis dan administrasi penagihan, pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis penagihan, dan bantuan pelaksanaan penagihan pajak.

(2)

(3)

Pasal 44 Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan pemantauan penyuluhan dan pelayanan perpajakan, melaksanakan urusan hubungan pelayanan masyarakat, serta melaksanakan penyuluhan dan pelayanan perpajakan yang menjadi tanggung jawab Kantor Wilayah.

Pasal 45 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44, Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat melaksanakan fungsi : a. bimbingan dan pemantauan pelayanan perpajakan; b. c. bimbingan dan pemantauan penyuluhan perpajakan; pelaksanaan hubungan pelayanan masyarakat;

d. e. f. g. h. i.

pelaksanaan pelayanan dan penyuluhan perpajakan; pelaksanaan penyeragaman penafsiran ketentuan perpajakan; pemeliharaan dan pemutakhiran website; pengelolaan pengaduan Wajib Pajak mengenai pelayanan dan teknis perpajakan; pemutakhiran panduan informasi perpajakan; pelaksanaan kerjasama perpajakan.

Pasal 46 Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat terdiri dari : a. Seksi Bimbingan Penyuluhan; b. c. Seksi Bimbingan Pelayanan; Seksi Hubungan Masyarakat.

Pasal 47 (1) (2) Seksi Bimbingan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan bimbingan dan bantuan penyuluhan, pemeliharaan dan pemutakhiran website, serta pemutakhiran panduan informasi perpajakan. Seksi Bimbingan Pelayanan mempunyai tugas melakukan bimbingan pelayanan perpajakan, evaluasi atas pelayanan perpajakan, urusan penyeragaman penafsiran ketentuan perpajakan, serta pengelolaan pengaduan Wajib Pajak mengenai pelayanan dan teknis perpajakan. Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat meliputi penyampaian informasi, peningkatan citra, pengoperasian dan pemeliharaan layanan interaktif (call center), serta urusan kerjasama perpajakan.

(3)

Pasal 48 Bidang Pengurangan, Keberatan, dan Banding mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pembetulan Surat Keputusan, pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang

tidak benar, pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, pengurangan sanksi administrasi, proses banding, proses gugatan, dan Peninjauan Kembali.

Pasal 49 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48, Bidang Pengurangan, Keberatan, dan Banding melaksanakan fungsi : a. bimbingan dan penyelesaian keberatan; b. c. d. e. f. bimbingan dan penyelesaian pembetulan Surat Keputusan; bimbingan dan penyelesaian pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan; bimbingan dan penyelesaian pengurangan sanksi administrasi; proses banding, proses gugatan, dan Peninjauan Kembali; bimbingan dan penyelesaian pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar.

Pasal 50 Bidang Pengurangan, Keberatan, dan Banding terdiri dari : a. Seksi Pengurangan, Keberatan, dan Banding I; b. c. d. Seksi Pengurangan, Keberatan, dan Banding II; Seksi Pengurangan, Keberatan, dan Banding III; Seksi Pengurangan, Keberatan, dan Banding IV.

Pasal 51 (1) Seksi Pengurangan, Keberatan, dan Banding I mempunyai tugas melakukan bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pembetulan Surat Keputusan, pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, pengurangan sanksi administrasi, proses banding, dan proses gugatan, serta Peninjauan Kembali Wajib Pajak sektor industri. Seksi Pengurangan, Keberatan, dan Banding II mempunyai tugas melakukan bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pembetulan Surat Keputusan, pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, pengurangan sanksi administrasi, proses banding, dan proses gugatan, serta Peninjauan Kembali Wajib Pajak sektor perdagangan.

(2)

(3)

Seksi Pengurangan, Keberatan, dan Banding III mempunyai tugas melakukan bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pembetulan Surat Keputusan, pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, pengurangan sanksi administrasi, proses banding, dan proses gugatan, serta Peninjauan Kembali Wajib Pajak sektor jasa. Seksi Pengurangan, Keberatan, dan Banding IV mempunyai tugas melakukan bimbingan dan urusan penyelesaian keberatan, pembetulan Surat Keputusan, pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar, pengurangan sanksi administrasi, proses banding, dan proses gugatan, serta Peninjauan Kembali Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

(4)

BAB II KANTOR PELAYANAN PAJAK Bagian Pertama Kedudukan Pasal 52 (1) (2) Kantor Pelayanan Pajak yang selanjutnya dalam Peraturan Menteri Keuangan ini disebut KPP adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah. KPP dipimpin oleh seorang Kepala.

Bagian Kedua Jenis, Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi Pasal 53 Jenis KPP terdiri dari : a. KPP Wajib Pajak Besar; b. c. KPP Madya; KPP Pratama.

Paragraf Kesatu KPP Wajib Pajak Besar dan KPP Madya Pasal 54 KPP Wajib Pajak Besar dan KPP Madya mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan Wajib Pajak di bidang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan Pajak Tidak Langsung Lainnya dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54, KPP Wajib Pajak Besar dan KPP Madya menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pencarian dan pengolahan data, pengamatan potensi perpajakan, dan penyajian informasi perpajakan; b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan; pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya; penyuluhan perpajakan; pelaksanaan registrasi Wajib Pajak; penatausahaan piutang pajak dan pelaksanaan penagihan pajak; pelaksanaan pemeriksaan pajak; pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak; pelaksanaan konsultasi perpajakan; pelaksanaan intensifikasi; pembetulan ketetapan pajak; pelaksanaan administrasi kantor.

Pasal 56 KPP Wajib Pajak Besar dan KPP Madya terdiri dari : a. Subbagian Umum; b. Seksi Pengolahan Data dan Informasi;

c. d. e. f. g. h. i. j.

Seksi Pelayanan; Seksi Penagihan; Seksi Pemeriksaan; Seksi Pengawasan dan Konsultasi I; Seksi Pengawasan dan Konsultasi II; Seksi Pengawasan dan Konsultasi III; Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV; Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 57 (1) (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, dan rumah tangga. Seksi Pengolahan Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, pengamatan potensi perpajakan, penyajian informasi perpajakan, perekaman dokumen perpajakan, pelayanan dukungan teknis komputer, pemantauan aplikasi e-SPT dan e-Filing, serta penyiapan laporan kinerja. Seksi Pelayanan mempunyai tugas melakukan penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan, pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya, penyuluhan perpajakan, pelaksanaan registrasi Wajib Pajak, serta melakukan kerjasama perpajakan. Seksi Penagihan mempunyai tugas melakukan urusan penatausahaan piutang pajak, penundaan dan angsuran tunggakan pajak, penagihan aktif, usulan penghapusan piutang pajak, serta penyimpanan dokumen-dokumen penagihan. Seksi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan, pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan, penerbitan dan penyaluran Surat Perintah Pemeriksaan Pajak serta administrasi pemeriksaan perpajakan lainnya. Seksi Pengawasan dan Konsultasi I, Seksi Pengawasan dan Konsultasi II, Seksi Pengawasan dan Konsultasi III, serta Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV, masing-masing mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak, bimbingan/himbauan kepada Wajib Pajak dan konsultasi teknis perpajakan, penyusunan profil Wajib Pajak, analisis kinerja Wajib Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan intensifikasi, usulan pembetulan ketetapan pajak serta evaluasi hasil banding.

(3)

(4) (5)

(6)

Paragraf Kedua Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pasal 58 KPP Pratama mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan Wajib Pajak di bidang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Tidak Langsung Lainnya, Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58, KPP Pratama menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pencarian dan pengolahan data, pengamatan potensi perpajakan, penyajian informasi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, serta penilaian objek Pajak Bumi dan Bangunan; b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. n. penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan; pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya; penyuluhan perpajakan; pelaksanaan registrasi Wajib Pajak; pelaksanaan ekstensifikasi; penatausahaan piutang pajak dan pelaksanaan penagihan pajak; pelaksanaan pemeriksaan pajak; pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak; pelaksanaan konsultasi perpajakan; pelaksanaan intensifikasi; pembetulan ketetapan pajak; pelaksanaan administrasi kantor.

m. pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan;

Pasal 60

KPP Pratama terdiri dari : a. Subbagian Umum; b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Seksi Pengolahan Data dan Informasi; Seksi Pelayanan; Seksi Penagihan; Seksi Pemeriksaan; Seksi Ekstensifikasi Perpajakan; Seksi Pengawasan dan Konsultasi I; Seksi Pengawasan dan Konsultasi II; Seksi Pengawasan dan Konsultasi III; Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV; Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 61 (1) (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan,tata usaha, dan rumah tangga. Seksi Pengolahan Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, penyajian informasi perpajakan, perekaman dokumen perpajakan, urusan tata usaha penerimaan perpajakan, pengalokasian Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, pelayanan dukungan teknis komputer, pemantauan aplikasi e-SPT dan e-Filing, pelaksanaan i-SISMIOP dan SIG, serta penyiapan laporan kinerja. Seksi Pelayanan mempunyai tugas melakukan penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan, pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya, penyuluhan perpajakan, pelaksanaan registrasi Wajib Pajak, serta melakukan kerjasama perpajakan. Seksi Penagihan mempunyai tugas melakukan urusan penatausahaan piutang pajak, penundaan dan angsuran tunggakan pajak, penagihan aktif, usulan penghapusan piutang pajak, serta penyimpanan dokumen-dokumen penagihan. Seksi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan, pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan, penerbitan dan penyaluran Surat Perintah Pemeriksaan Pajak serta administrasi pemeriksaan perpajakan

(3)

(4) (5)

lainnya. (6) (7) Seksi Ekstensifikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pengamatan potensi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, pembentukan dan pemutakhiran basis data nilai objek pajak dalam menunjang ekstensifikasi. Seksi Pengawasan dan Konsultasi I, Seksi Pengawasan dan Konsultasi II, Seksi Pengawasan dan Konsultasi III, serta Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV, masing-masing mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak, bimbingan/himbauan kepada Wajib Pajak dan konsultasi teknis perpajakan, penyusunan profil Wajib Pajak, analisis kinerja Wajib Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan intensifikasi, usulan pembetulan ketetapan pajak, usulan pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, serta melakukan evaluasi hasil banding.

BAB III KANTOR PELA YANAN, PENYULUHAN, DAN KONSULTASI PERPAJAKAN Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Pasal 62 (1) Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan yang selanjutnya dalam Peraturan Menteri Keuangan ini disebut KP2KP adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama. KP2KP dipimpin oleh seorang Kepala.

(2)

Pasal 63 KP2KP mempunyai tugas melakukan urusan pelayanan, penyuluhan, dan konsultasi perpajakan kepada masyarakat serta membantu Kantor Pelayanan Pajak Pratama dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.

Pasal 64

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63, KP2KP menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penyuluhan, sosialisasi, dan pelayanan konsultasi perpajakan kepada masyarakat; b. c. d. e. pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak; bimbingan dan konsultasi teknis perpajakan kepada Wajib Pajak; pemberian pelayanan kepada masyarakat di bidang perpajakan dalam rangka membantu Kantor Pelayanan Pajak Pratama; pelaksanaan administrasi kantor.

Pasal 65 KP2KP terdiri dari : a. Petugas Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 66 Petugas Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, dan perlengkapan.

BAB IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 67 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 68 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai

dengan bidang keahliannya. (2) (3) (4) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Wilayah dan Kepala KPP Pratama yang bersangkutan. Jumlah Jabatan Fungsional tersebut pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB V TATA KERJA Pasal 69 Dalam melaksanakan tugas, setiap pimpinan satuan organisasi instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak serta dengan instansi lain di luar instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak sesuai dengan tugas pokok masing-masing.

Pasal 70 Setiap pimpinan satuan organisasi instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 71 Setiap pimpinan satuan organisasi instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak, bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.

Pasal 72 Setiap pimpinan satuan organisasi instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

Pasal 73 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan, tembusan laporan wajib pula disampaikan kepada pimpinan satuan unit organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

Pasal 74 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan memberikan petunjuk kepada bawahan.

Pasal 75 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kepala Bagian dan para Kepala Bidang pada Kantor Wilayah, serta Kepala KPP menyampaikan laporan kepada Kepala Kantor Wilayah atasannya. Kepala Bagian Umum menampung laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan menyusun laporan berkala. Kepala Subbagian Umum dan para Kepala Seksi pada KPP Wajib Pajak Besar, KPP Madya, dan KPP Pratama menyampaikan laporan kepada Kepala KPP Wajib Pajak Besar, Kepala KPP Madya, atau Kepala KPP Pratama atasannya. Kepala KP2KP menyampaikan laporan kepada Kepala KPP Pratama atasannya. Kepala Subbagian Umum pada KPP Wajib Pajak Besar, KPP Madya, dan KPP Pratama, menampung laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan (4) dan menyusun laporan berkala. Para Pejabat Fungsional menyampaikan laporan kepada pejabat struktural atasannya.

BAB VI JUMLAH, LOKASI, DAN WILAYAH KERJA Pasal 76 (1) Sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini terdapat : a. 31 (tiga puluh satu) Kantor Wilayah; b. 4 (empat) KPP Wajib Pajak Besar;

c. d. e. (2)

28 (dua puluh delapan) KPP Madya; 299 (dua ratus sembilan puluh sembilan) KPP Pratama; 207 (dua ratus tujuh) KP2KP.

Nama, Lokasi, dan Wilayah Kerja : a. Kantor Wilayah adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini; b. c. KPP Wajib Pajak Besar, KPP Madya, dan KPP Pratama adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan ini; KP2KP adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Peraturan Menteri Keuangan ini.

(3)

Dalam hal terjadi pembentukan/pemekaran/penggabungan/pemecahan wilayah administrasi pemerintahan, wilayah kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur oleh Direktur Jenderal Pajak.

BAB VII ESELONISASI Pasal 77 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kepala Kantor Wilayah adalah jabatan struktural eselon II.a. Kepala Bagian dan Kepala Bidang pada Kantor Wilayah adalah jabatan struktural eselon IIIa. Kepala KPP Wajib Pajak Besar, Kepala KPP Madya, dan Kepala KPP Pratama adalah jabatan struktural eselon III.a. Kepala Subbagian dan Kepala Seksi pada Kantor Wilayah adalah jabatan struktural eselon IV.a. Kepala Subbagian dan Kepala Seksi pada KPP Wajib Pajak Besar, KPP Madya, dan KPP Pratama adalah jabatan struktural eselon IV.a. Kepala KP2KP adalah jabatan struktural eselon IV.a.

BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 78 Kantor Wilayah melakukan fungsi pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan yang dilaksanakan oleh Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Pajak, dan penyidikan yang dilaksanakan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

Pasal 79 (1) (2) (3) (4) (5) KPP Wajib Pajak Besar, KPP Madya, dan KPP Pratama melakukan fungsi pemeriksaan sederhana dan pemeriksaan lengkap yang dilaksanakan oleh Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Pajak. KPP Pratama melakukan fungsi pendataan dan penilaian objek Pajak Bumi dan Bangunan yang dilaksanakan oleh Kelompok Jabatan Fungsional Penilai Pajak Bumi dan Bangunan. Penilaian angka kredit atas pemeriksaan sederhana dan pemeriksaan lengkap yang dilaksanakan oleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan. Penilaian angka kredit atas pendataan dan penilaian yang dilaksanakan oleh Pejabat Fungsional Penilai Pajak Bumi dan Bangunan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan. Seksi Keberatan dan Banding I, II, III, dan IV pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Seksi Pengurangan, Keberatan, dan Banding I, II, III, dan IV pada Kantor Wilayah selain Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus membawahkan para Penelaah Keberatan. Seksi Pengawasan dan Konsultasi I, II, III, dan IV pada KPP Wajib Pajak Besar, KPP Madya, dan KPP Pratama membawahkan para Account Representative.

(6)

Pasal 80 Penentuan kriteria dan/atau pemilihan Wajib Pajak yang diadministrasikan pada KPP Wajib Pajak Besar dan KPP Madya ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.

BAB IX KETENTUAN PENUTUP

Pasal 81 Perubahan atas organisasi, tata kerja, lokasi, dan wilayah kerja menurut Peraturan Menteri Keuangan ini ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

Pasal 82 Dengan berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini, maka : a. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 443/KMK.01/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan, Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak, dan Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor473/KMK.01/2004, dan b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 132/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.01/2008, dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 83 Peraturan menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 April 2009 MENTERI KEUANGAN, ttd. SRI MULYANI INDRAWATI

Lampiran I PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR TENTANG : : 62/PMK.01/2009 ORGANISASI DAN JENDERAL PAJAK TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT

NAMA. LOKASI, DAN WILAYAH KERJA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WILAYAH KERJA NO NAMA LOKASI DAERAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN 1. KANTOR WILAYAH DJP WAJIB PAJAK BESAR Jakarta Seluruh Indonesia 1. 2. 3. 4. KANTOR Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar Satu KPP Wajib Pajak Besar Dua KPP Wajib Pajak Besar Orang Pribadi KPP Badan Usaha Milik Negara

2.

KANTOR WILAYAH DJP JAKARTA KHUSUS

Jakarta

a. b.

Provinsi DKI Jakarta Seluruh Indonesia

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Penanaman Modal Asing Satu Penanaman Modal Asing Dua Penanaman Modal Asing Tiga Penanaman Modal Asing Empat Penanaman Modal Asing Lima Penanaman Modal Asing Enam Badan dan Orang Asing Satu Badan dan Orang Asing Dua Perusahaan Masuk Bursa

3.

KANTOR WILAYAH DJP NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Banda Aceh

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

1. 2. 3. 4. 5.

KPP KPP KPP KPP KPP

Pratama Pratama Pratama Pratama Pratama

Banda Aceh Lhokseumawe Meulaboh Bireuen Langsa

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.

KPP Pratama Tapak Tuan KPP Pratama Subulussalam Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Jantho KP2KP Sigli KP2KP Sabang KP2KP Lhoksukon KP2KP Calang Kp2KP Suka Makmur Kp2KP Takengon KP2KP Rimba Raya KP2KP Karang Baru KP2KP Blangkejeran KP2KP Blangpidie Kp2KP Sinabang KP2KP Aceh Singkil KP2KP Kutacane

4.

KANTOR WILAYAH DJP SUMATERA UTARA I

Medan

Sebagian Provinsi Sumatera Utara

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Madya Medan Pratama Medan Barat Pratama Medan Belawan Pratama Medan Timur Pratama Medan Polania Pratama Medan Kota Pratama Medan Petisah Pratama Binjai Pratama Lubuk Pakam

5.

KANTOR WILAYAH DJP SUMATERA UTARA II

Pematang Siantar

Sebagian Provinsi Sumatera Utara

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

KPP Pratama Tebing Tinggi KPP Pratama Kisaran KPP Pratama Rantau Prapat KPP Pratama Pematang Siantar KPP Pratama Padang Sidempuan KPP Pratama Sibolga KPP Pratama Balige KPP Pratama Kabanjahe KP2KP Tanjung Balai

10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP

Kualuh Hulu Kota Pinang Perdagangan Panyabungan Sibuhuan Pandan Gunung Sitoli Dolok Sanggul Tarutung Sidikalang

6.

KANTOR WILAYAH DJP RIAU DAN KEPULAUAN RIAU

Pekanbaru

a. b.

Provinsi Riau Provinsi Kepulauan Riau

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.

KPP Madya Batam KPP Madya Pekanbaru KPP Pratama Pekanbaru Senapelan KPP Pratama Pekanbaru Tampan KPP Pratama Dumai KPP Pratama Rengat KPP Pratama Tanjung Pinang KPP Pratama Batam KPP Pratama Bengkalis KPP Pratama Bangkinang KPP Pratama Pangkalan Kerinci KPP Pratama Tanjung Balai Karimun KPP Pratama Bintan KP2KP Bagan Siapiapi KP2KP Tembilahan KP2KP Teluk Kuantan KP2KP Ranai KP2KP Duri KP2KP Selat Panjang KP2KP Pasir Pangarayan KP2KP Siak Sri Indrapura KP2KP Tanjung Batu KP2KP Dabo Singkep

7.

KANTOR WILAYAH

Padang

a.

Provinsi Sumatera Barat

1.

KPP Pratama Padang

DJP SUMATERA BARAT DAN JAMBI

b.

Provinsi Jambi

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27.

KPP Pratama Bukittinggi KPP Pratama Solok KPP Pratama Payakumbuh KPP Pratama Jambi KPP Pratama Muara Bungo KPP Pratama Bangko KPP Pratama Kuala Tungkal KP2KP Tua Pejat KP2KP Painan KP2KP Pariaman KP2KP Lubuk Basung KP2KP Lubuk Sikaping KP2KP Padang Panjang KP2KP Simpang Ampat KP2KP Kotabaru KP2KP Muaro Sijunjung KP2KP Padang Aro KP2KP Sawahlunto KP2KP Batu Sangkar KP2KP Muara Bulian KP2KP Sengeti KP2KP Rimbo Bujang KP2KP Muara Tebo KP2KP Sungai Penuh KP2KP Sarolangun KP2KP Muaro Sabak

8.

KANTOR WILAYAH DJP SUMATERA SELATAN DAN KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Palembang

a. b.

Provinsi Sumatera Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Madya Palembang Pratama Palembang Ilir Timur Pratama Palembang Ilir Barat Pratama Palembang Seberang Ulu Pratama Baturaja Pratama Lubuk Linggau Pratama Pangkal Pinang Pratama Tanjung Pandan Pratama Lahat Pratama Kayu Agung

11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

KPP Pratama Prabumulih KPP Pratama Sekayu KPP Pratama Bangka KP2KP Muaradua KP2KP Martapura KP2KP Tugumulyo KP2KP Manggar KP2KP Pagar Alam KP2KP Tebingtinggi KP2KP Indralaya KP2KP Muara Enim KP2KP Pangkalan Balai KP2KP Muntok KP2KP Sungai Liat KP2KP Toboali KP2KP Koba

9.

KANTOR WILAYAH DJP BENGKULU DAN LAMPUNG

Bandar Lampung

a. b.

Provinsi Bengkulu Provinsi Lampung

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

KPP Pratama Bengkulu KPP Pratama Metro KPP Pratama Tanjung Karang KPP Pratama Kedaton KPP Pratama Teluk Betung KPP Pratama Natar KPP Pratama Kotabumi KPP Pratama Curup KPP Pratama Argamakmur KP2KP Manna KP2KP Bintuhan KP2KP Bandarjaya KP2KP Sukadana KP2KP Kalianda KP2KP Pringsewu KP2KP Liwa KP2KP Menggala KP2KP Baradatu KP2KP Kepahiang

20. KP2KP Muko-Muko

10.

KANTOR WILAYAH DJP JAKARTA PUSAT

Jakarta

Kota Jakarta Pusat

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Madya Jakarta Pusat Pratama Jakarta Menteng Satu Pratama Jakarta Menteng Dua Pratama Jakarta Menteng Tiga Pratama Jakarta Tanah Abang Satu Pratama Jakarta Tanah Abang Dua Pratama Jakarta Tanah Abang Tiga Pratama Jakarta Senen Pratama Jakarta Cempaka Putih Pratama Jakarta Gambir Satu Pratama Jakarta Gambir Dua Pratama Jakarta Gambir Tiga Pratama Jakarta Gambir Empat Pratama Jakarta Sawah Besar Satu Pratama Jakarta Sawah Besar Dua Pratama Jakarta Kemayoran

11.

KANTOR WILAYAH DJP JAKARTA BARAT

Jakarta

Kota Jakarta Barat

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Madya Jakarta Barat Pratama Jakarta Palmerah Pratama Jakarta Tamansari Satu Pratama Jakarta Tamansari Dua Pratama Jakarta Tambora Pratama Jakarta Cengkareng Pratama Jakarta Kebon Jeruk Satu Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua Pratama Jakarta Grogol Petamburan Pratama Jakarta Kalideres Pratama Jakarta Kembangan

12.

KANTOR WILAYAH DJP JAKARTA SELATAN

Jakarta

Kota Jakarta Selatan

1. 2. 3. 4.

KPP KPP KPP KPP

Madya Jakarta Selatan Pratama Jakarta Setiabudi Satu Pratama Jakarta Setiabudi Dua Pratama Jakarta Setiabudi Tiga

5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Pratama Pratama Pratama Pratama Pratama Pratama Pratama Pratama Pratama

Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta

Kebayoran Baru Satu Kebayoran Baru Dua Kebayoran Baru Tiga Kebayoran Lama Mampang Prapatan Tebet Cilandak Pasar Minggu Pancoran

13.

KANTOR WILAYAH DJP JAKARTA TIMUR

Jakarta

Kota Jakarta Timur

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Madya Jakarta Timur Pratama Jakarta Matraman Pratama Jakarta Jatinegara Pratama Jakarta Pulogadung Pratama Jakarta Cakung Satu Pratama Jakarta Cakung Dua Pratama Jakarta Kramat Jati Pratama Jakarta Duren Sawit Pratama Jakarta Pasar Rebo

14.

KANTOR WILAYAH DJP JAKARTA UTARA

Jakarta

a. b.

Kota Jakarta Utara Kabupaten Kepulauan Seribu

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

KPP Madya Jakarta Utara KPP Pratama Jakarta Penjaringan KPP Pratama Jakarta Tanjung Priok KPP Pratama Jakarta Kelapa Gading KPP Pratama Jakarta Pademangan KPP Pratama Jakarta Koja KPP Pratama Jakarta Pluit KPP Pratama Jakarta Sunter KP2KP Kepulauan Seribu

15.

KANTOR WILAYAH DJP BANTEN

Serang

Provinsi Banten

1. 2. 3. 4. 5.

KPP KPP KPP KPP KPP

Madya Tangerang Pratama Serang Pratama Tangerang Barat Pratama Tangerang Timur Pratama Serpong

6. 7. 8. 9. 10.

KPP Pratama Cilegon KPP Pratama Kosambi KPP Pratama Pandeglang KPP Pratama Tigaraksa KP2KP Rangkas Bitung

16.

KANTOR WILAYAH DJP JAWA BARAT I

Bandung

Sebagian Provinsi Jawa Barat

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

KPP Madya Bandung KPP Pratama Sukabumi KPP Pratama Cianjur KPP Pratama Purwakarta KPP Pratama Cimahi KPP Pratama Bandung Tegallega KPP Pratama Bandung Cibeunying KPP Pratama Bandung Karees KPP Pratama Bandung Bojonagara KPP Pratama Bandung Cicadas KPP Pratama Tasikmalaya KPP Pratama Ciamis KPP Pratama Garut KPP Pratama Majalaya KPP Pratama Soreang KPP Pratama Sumedang KP2KP Pelabuhan Ratu KP2KP Banjar

17.

KANTOR WILAYAH DJP JAWA BARAT II

Bekasi

Sebagian Provinsi Jawa Barat

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Madya Bekasi Pratama Cibinong Pratama Bogor Pratama Bekasi Utara Pratama Bekasi Selatan Pratama Karawang Utara Pratama Karawang Selatan Pratama Depok Pratama Cikarang Selatan Pratama Cikarang Utara Pratama Cirebon

12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

KPP Pratama Ciawi KPP Pratama Cibitung KPP Pratama Cileungsi KPP Pratama Indramayu KPP Pratama Kuningan KPP Pratama Subang KP2KP Sumber KP2KP Majalengka

18.

KANTOR WILAYAH DJP JAWA TENGAH I

Semarang

Sebagian Provinsi Jawa Tengah

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

KPP Madya Semarang KPP Pratama Tegal KPP Pratama Pekalongan KPP Pratama Semarang Barat KPP Pratama Semarang Timur KPP Pratama Semarang Selatan KPP Pratama Semarang Tengah Satu KPP Pratama Semarang Tengah Dua KPP Pratama Salatiga KPP Pratama Kudus KPP Pratama Pati KPP Pratama Batang KPP Pratama Blora KPP Pratama Demak KPP Pratama Jepara KPP Pratama Semarang Candisari KPP Pratama Semarang Gayamsari KP2KP Bumiayu KP2KP Ungaran KP2KP Rembang KP2KP Kendal KP2KP Purwodadi

19.

KANTOR WILAYH DJP JAWA TENGAH II

Surakarta

Sebagian Provinsi Jawa Tengah

1. 2. 3. 4.

KPP KPP KPP KPP

Pratama Pratama Pratama Pratama

Purwokerto Cilacap Kebumen Magelang

5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

KPP Pratama Klaten KPP Pratama Surakarta KPP Pratama Boyolali KPP Pratama Karanganyar KPP Pratama Purbalingga KPP Pratama Purworejo KPP Pratama Sukoharjo KPP Pratama Temanggung KP2KP Majenang KP2KP Muntilan KP2KP Sragen KP2KP Banjarnegara KP2KP Wonogiri KP2KP Wonosobo

20.

KANTOR WILAYAH DJP DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Yogyakarta

Provinsi DI Yogyakarta

1. 2. 3. 4. 5.

KPP KPP KPP KPP KPP

Pratama Pratama Pratama Pratama Pratama

Yogyakarta Bantul Sleman Wates Wonosari

21.

KANTOR WILAYAH DJP JAWA TIMUR I

Surabaya

Sebagian Provinsi Jawa Timur

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Madya Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya Pratama Surabaya

Sukomanunggal Krembangan Gubeng Tegalsari Wonocolo Genteng Pabean Cantikan Sawahan Rungkut Simokerto Karangpilang Mulyorejo

22.

KANTOR WILAYAH DJP JAWA TIMUR II

Sidoarjo

Sebagian Provinsi Jawa Timur

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

KPP Madya Sidoarjo KPP Pratama Bojonegoro KPP Pratama Mojokerto KPP Pratama Sidoarjo Barat KPP Pratama Sidoarjo Selatan KPP Pratama Sidoarjo Utara KPP Pratama Pamekasan KPP Pratama Gresik Utara KPP Pratama Gresik Selatan KPP Pratama Madiun KPP Pratama Bangkalan KPP Pratama Lamongan KPP Pratama Ngawi KPP Pratama Tuban KPP Pratama Ponorogo KP2KP Mojosari KP2KP Jombang KP2KP Sumenep KP2KP Carubuan KP2KP Sampang KP2KP Magetan KP2KP Pacitan

23.

KANTOR WILAYAH DJP JAWA TIMUR III

Malang

Sebagian Provinsi Jawa Timur

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Madya Malang Pratama Kediri Pratama Malang Selatan Pratama Malang Utara Pratama Pasuruan Pratama Probolinggo Pratama Jember Pratama Banyuwangi Pratama Batu Pratama Tulungagung Pratama Blitar Pratama Kepanjen Pratama Pare Pratama Situbondo

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

KPP Pratama Singosari KP2KP Bangil KP2KP Kraksaan KP2KP Lumajang KP2KP Trenggalek KP2KP Wlingi KP2KP Nganjuk KP2KP Bondowoso

24.

KANTOR WILAYAH DJP KALIMANTAN BARAT

Pontianak

Provinsi Kalimantan Barat

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

KPP Pratama Pontianak KPP Pratama Singkawang KPP Pratama Ketapang KPP Pratama Mempawah KPP Pratama Sanggau KPP Pratama Sintang KP2KP Bengkayang KP2KP Sambas KP2KP Mempawah KP2KP Ngabang KP2KP Sekadau KP2KP Putussibau KP2KP Nangapinoh

25.

KANTOR WILAYAH DJP KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH

Banjarmasin

a. b.

Provinsi Kalimantan Selatan Provinsi Kalimantan Tengah

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

KPP Pratama Palangkaraya KPP Pratama Sampit KPP Pratama Pangkalanbun KPP Pratama Muara Teweh KPP Pratama Banjarmasin KPP Pratama Banjarbaru KPP Pratama Barabai KPP Pratama Batulicin KPP Pratama Tanjung KP2KP Kuala Kurun KP2KP Kuala Kapuas KP2KP Pulang Pisau KP2KP Kasongan

14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27.

KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP

Kuala Pembuang Nanga Bulik Sukamara Buntok Tamiang Layang Puruk Cahu Marabahan Pelaihari Martapura Rantau Kandangan Kota Baru Paringin Amuntai

26.

KANTOR WILAYAH DJP KALIMANTAN TIMUR

Balikpapan

Provinsi Kalimantan Timur

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

KPP Madya Balikpapan KPP Pratama Balikpapan KPP Pratama Samarinda KPP Pratama Tarakan KPP Pratama Bontang KPP Pratama Penajam KPP Pratama Tanjung Redeb KPP Pratama Tenggarong KP2KP Nunukan KP2KP Sangatta KP2KP Tanah Grogot KP2KP Tanjung Selor KP2KP Malinau KP2KP Sendawar

27.

KANTOR WILAYAH DJP SULAWESI SELATAN, BARAT DAN TENGGARA

Makassar

a. b. c.

Provinsi Sulawesi Selatan Provinsi Suawesi Barat Provinsi Sulawesi Tenggara

1. 2. 3. 4. 5. 6.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Madya Makassar Pratama Makassar Utara Pratama Makassar Barat Pratama Makassar selatan Pratama Pare-Pare Pratama Palopo

7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.

KPP Pratama Bulukumba KPP Pratama Bantaeng KPP Pratama Watampone KPP Pratama Maros KPP Pratama Kendari KPP Pratama Majene KPP Pratama Mamuju KPP Pratama Kolaka KPP Pratama Bau-Bau KP2KP Enrekang KP2KP Pinrang KP2KP Sidrap KP2KP Malili KP2KP Masamba KP2KP Makale KP2KP Benteng KP2KP Sinjai KP2KP Bontosungu KP2KP Sungguminasa KP2KP Takalar KP2KP Watansoppeng KP2KP Sengkang KP2KP Pangkajene KP2KP Unaaha KP2KP Polewali KP2KP Mamasa KP2KP Pasangkayu KP2KP Lasusua KP2KP Rumbai KP2KP Raha

28.

KANTOR WILAYAH DJP SULAWESI UTARA, TENGAH, GORONTALO, DAN MALUKU UTARA

Manado

a. b. c. d.

Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi

Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Gorontalo Maluku Utara

1. 2. 3. 4. 5. 6.

KPP KPP KPP KPP KPP KPP

Pratama Pratama Pratama Pratama Pratama Pratama

Manado Gorontalo Bitung Kotamobagu Tahuna Palu

7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27.

KPP Pratama Luwuk KPP Pratama Poso KPP Pratama Toli-Toli KPP Pratama Ternate KPP Pratama Tobelo KP2KP Tomohon KP2KP Limboto KP2KP Marissa KP2KP Tilamuta KP2KP Tondano KP2KP Amurang KP2KP Talaud KP2KP Banawa KP2KP Parigi KP2KP Banggai KP2KP Bungku KP2KP Buol KP2KP Sanana KP2KP Tidore KP2KP Labuha KP2KP Maba

29.

KANTOR WILAYAH DJP BALI

Denpasar

Provinsi Bali

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

KPP Madya Denpasar KPP Pratama Badung Selatan KPP Pratama Badung Utara KPP Pratama Gianyar KPP Pratama Denpasar Barat KPP Pratama Denpasar Timur KPP Pratama Gianyar KPP Pratama Tabanan KP2KP Kerobokan KP2KP Ubud KP2KP Amlapura KP2KP Negara

30.

KANTOR WILAYAH

Mataram

a.

Provinsi Nusa Tenggara Barat

1.

KPP Pratama Mataram Barat

DJP NUSA TENGGARA

b.

Provinsi Nusa Tenggara Timur

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

KPP Pratama Mataram Timur KPP Pratama Raba Bima KPP Pratama Sumbawa Besar KPP Pratama Praya KPP Pratama Maumere KPP Pratama Kupang KPP Pratama Ende KPP Pratama Ruteng KPP Pratama Atambua KPP Pratama Waingapu KP2KP Dompu KP2KP Taliwang KP2KP Gerung KP2KP Selong KP2KP Larantuka KP2KP Baa KP2KP Soe KP2KP Bajawa KP2KP Labuanbaju KP2KP Kalabahi KP2KP Waikabubak

31.

KANTOR WILAYAH DJP PAPUA DAN MALUKU

Jayapura

1. 2. 3.

Provinsi Maluku Provinsi Papua Provinsi Papua Barat

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

KPP Pratama Ambon KPP Pratama Sorong KPP Pratama Jayapura KPP Pratama Timika KPP Pratama Biak KPP Pratama Manokwari KPP Pratama Merauke KP2KP Namlea KP2KP Masohi KP2KP Piru KP2KP Bula KP2KP Dobo KP2KP Tual KP2KP Saumlaki KP2KP Fak-Fak

16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP KP2KP

Teminabuan Kaimana Sarmi Wamena Serui Nabire Bintuni

MENTERI KEUANGAN,

ttd.

SRI MULYANI INDRAWATI Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum u.b. Kepala Bagian Umum Departemen ttd. ANTONIUS SUHARTO NIP 060041107

Lampiran II

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR TENTANG : : 62/PMK.01/2009 ORGANISASI DAN JENDERAL PAJAK TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT

NAMA, LOKASI, JENIS DAN WILAYAH KERJA KANTOR PELAYANAN PAJAK WILAYAH KERJA NO NAMA LOKASI JENIS KPP DAERAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Wajib Pajak Besar 1. 2. KPP Wajib Pajak Besar Satu KPP Wajib Pajak Besar Dua Jakarta Jakarta Wajib Pajak Besar Wajib Pajak Besar Seluruh Indonesia Seluruh Indonesia KP2KP

3.

KPP Wajib Pajak Besar Orang Pribadi

Jakarta

Wajib Pajak Besar

Seluruh Indonesia

4.

KPP Badan Usaha Milik Negara

Jakarta

Wajib Pajak Besar

Seluruh Indonesia (Perusahaan Negara)

Kanwil DJP Jakarta Khusus 5. KPP Penanaman Modal Asing Satu Jakarta Madya Seluruh Indonesia (PMA-Sektor Indistri Kimia dan Barang Galian Non Logam), Kecuali ditentukan lain

6.

KPP Penanaman Modal Asing Dua

Jakarta

Madya

Seluruh Indonesia (PMA-Industri Logam dan Mesin), kecuali ditentukan

lain.

7.

KPP Penanaman Modal Asing Tiga

Jakarta

Madya

Seluruh Indonesia (PMA-Sektor Pertambangan dan Perdagangan), Kecuali ditentukan lain

8.

KPP Penanaman Modal Asing Empat

Jakarta

Madya

Seluruh Indonesia (PMA-Sektor Industri Tekstil, Makanan dan kayu), kecuali ditentukan lain

9.

KPP Penanaman Modal Asing Lima

Jakarta

Madya

Seluruh Indonesia (PMA-Sektor Agribisnis dan Jasa), kecuali ditentukan lain

10.

KPP Penanaman Modal Asing Enam

Jakarta

Madya

Seluruh Indonesia (PMA-Sektor Jasa dan Perdagangan), kecuali ditentukan lain

11.

KPP Badan dan Orang Asing Satu

Jakarta

Madya

DKI Jakarta (Sesuai dengan negara asal yang ditentukan dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak)

12.

KPP Badan dan Orang Asing Dua

Jakarta

Madya

DKI Jakarta (Sesuai dengan negara asal yang ditentukan dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak)

13.

KPP Perusahaan Masuk Bursa

Jakarta

Madya

Seluruh Indonesia (Perusahaan Masuk Bursa) Kecuali ditentukan lain

Kanwil DJP Nanggroe Aceh Darussalam 14. KPP Pratama Banda Aceh Banda Aceh Pratama 1. 2. 3. 4. Kabupaten Aceh Besar Kabupaten Aceh Pidie Kota Banda Aceh Kota Sabang 1. 2. 3. Jantho Sigli Sabang

15.

KPP Pratama Lhokseumawe

Lhokseumawe

Pratama

1. 2.

Kabupaten Aceh Utara Kota Lhokseumawe

Lhoksukon

16.

KPP Pratama Meulaboh

Meulaboh

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Aceh Barat Kabupaten Aceh Jaya Kabupaten Nagan Raya

1. 2.

Calang Suka Makmur

17.

KPP Pratama Bireuen

Bireuen

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Aceh Tengah Bener Meriah Bireuen Pidie Jaya

1. 2.

Takengon Rimba Raya

18.

KPP Pratama Langsa

Langsa

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Aceh Tamiang Kabupaten Aceh Timur Kabupaten Gayo Lues Kota Langsa

1. 2.

Karang Baru Blangkejeran

19.

KPP Pratama Tapaktuan

Tapaktuan

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Aceh Barat Daya Kabupaten Aceh Selatan Kabupaten Simeulue

1. 2.

Blangpidie Sinabang

20.

KPP Pratama Subulussalam

Subulussalam

Pratama

1.

Kabupaten Aceh Singkil

1.

Aceh Singkil

2. 3.

Kota Subulussalam Kabupaten Aceh Tenggara

2.

Kutacane

Kanwil DJP Sumatera I 21. KPP Madya Medan Medan Madya Sebagian Provinsi Sumatera Utara

22. 23.

KPP Pratama Medan Barat KPP Pratama Medan Belawan

Medan Medan

Pratama Pratama

Kecamatan Medan Barat 1. 2. 3. 4. Kec. Kec. Kec. Kec. Medan Medan Medan Medan Belawan Labuhan Marelan Deli

24.

KPP Pratama Medan Timur

Medan

Pratama

1. 2. 3.

Kec. Medan Timur Kec. Medan Perjuangan Kec. Medan Tembung

25.

KPP Pratama Medan Polonia

Medan

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kec. Kec. Kec. Kec. Kec. Kec.

Medan Polonia Medan Maimun Medan Baru Medan Selayang Tuntungan Medan Johor

26.

KPP Pratama Medan Kota

Medan

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kec. Kec. Kec. Kec.

Medan Medan Medan Medan

Kota Area Amplas Denai

27.

KPP Pratama Medan Petisah

Medan

Pratama

1. 2.

Kec. Medan Petisah Kec. Medan Sunggal

3.

Kec. Medan Helvetia

28.

KPP Pratama Binjai

Binjai

Pratama

1. 2.

Kota Binjai Kabupaten Langkat

29.

KPP Pratama Lubuk Pakam

Lubuk Pakam

Pratama

Kabupaten Deli Serdang

Kanwil DJP Sumatera Utara II 30. KPP Pratama Tebing Tinggi Tebing Tinggi Pratama 1. 2. Kabupaten Serdang Bedagai Kota Tebing Tinggi

31.

KPP Pratama Kisaran

Kisaran

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Asahan Kabupaten Batubara Kota Tanjung Balai

Tanjung Balai

32.

KPP Pratama Rantau Prapat

Rantau Prapat

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Labuhanbatu Kabupaten Labuhanbatu Utara Kabupaten Labuhanbatu Selatan

1. 2.

Kualuh Hulu Kota Pinang

33.

KPP Pratama Pematang Siantar

Pematang Siantar

Pratama

1. 2.

Kabupaten Simalungun Kota Pematang Siantar

Perdagangan

34.

KPP Pratama Padang Sidempuan

Padang Sidempuan

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kabupaten Mandailing Natal Kabupaten Tapanuli Selatan Kabupaten Padang Lawas Kabupaten Padang Lawas Utara Kota Padang Sidempuan

1. 2.

Panyabungan Sibuhuan

35.

KPP Pratama Sibolga

Sibolga

Pratama

1. 2.

Kabupaten Tapanuli Tengah Kota Sibolga

1.

Pandan

3. 4. 5. 6. 7.

Kabupaten Nias Kabupaten Nias Selatan Kabupaten Nias Utara Kabupaten Nias Barat Kota Gunung Sitoli

2.

Gunung Sitoli

36.

KPP Pratama Balige

Balige

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Humbang Hasundutan Samosir Tapanuli Utara Toba Samosir

1. 2.

Dolok Sanggul Tarutung

37.

KPP Pratama Kabanjahe

Kabanjahe

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Dairi Kabupaten Pakpak Bharat Kabupaten Tanah Karo

Sidikalang

Kanwil DJP Riau dan Kepulauan Riau 38. KPP Madya Batam Batam Madya Provinsi Kepulaun Riau

39.

KPP Madya Pekanbaru

Pekanbaru

Madya

Provinsi Riau

40.

KPP Pratama Pekanbaru Senapelan

Pekanbaru

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Senapelan Pekanbaru Kota Sail Tenayan Raya Rumbai Rumbai Pesisir Limapuluh

41.

KPP Pratama Pekanbaru Tampan

Pekanbaru

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Tampan Payung Sekaki Marpoyan Damai Bukit Raya

5.

Kecamatan Sukajadi

42.

KPP Pratama Dumai

Dumai

Pratama

1. 2.

Kabupaten Rokan Hilir Kota Dumai

Bagan Siapiapi

43.

KPP Pratama Rengat

Rengat

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Indragiri Hilir Kabupaten Indragiri Hulu Kabupaten Kuantan Singingi

1. 2.

Tembilahan Teluk Kuantan

44.

KPP Pratama Tanjung Pinang

Tanjung Pinang

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Natuna Kabupaten Kepulauan Anambas Kota Tanjung Pinang

Ranai

45. 46.

KPP Pratama Batam KPP Pratama Bengkalis

Batam Bengkalis

Pratama Pratama

Kota Batam 1. 2. Kabupaten Bengkalis Kabupaten Kepulauan Meranti 1. 2. Duri Selat Panjang

47.

KPP Pratama Bangkinang

Pekanbaru

Pratama

1. 2.

Kabupaten Kampar Kabupaten Rokan Hulu

Pasir Pangarayan

48.

KPP Pratama Pangkalan Kerinci

Pangkalan Kerinci

Pratama

1. 2.

Kabupaten Pelalawan Kabupaten Siak

Siak Sri Indrapura

49. 50.

KPP Pratama Tanjung Balai Karimun KPP Pratama Bintan

Tanjung Balai Karimun Tanjung Pinang

Pratama Pratama

Kabupaten Karimun 1. 2. Kabupaten Bintan Kabupaten Lingga

Tanjung Batu Dabo Singkep

Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi

51.

KPP Pratama Padang

Padang

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kabupaten Mentawai Kabupaten Pesisir Selatan Kota Padang Kabupaten Padang Pariaman Kota Pariaman

1. 2. 3.

Tua Pejat Painan Pariaman

52.

KPP Pratama Bukittinggi

Bukittinggi

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kabupaten Agam Kota Bukittinggi Kabupaten Pasaman Kota Padang Panjang Kabupaten Pasaman Barat

1. 2. 3. 4.

Lubuk Basung Lubuk Sikaping Padang Panjang Simpang Ampat

53.

KPP Pratama Solok

Solok

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kabupaten Dharmas Raya Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung Kabupaten Solok Kabupaten Solok Selatan Kota Sawahlunto Kota Solok

1. 2. 3. 4.

Kotabaru Muaro Sijunjung Padang Aro Sawahlunto

54.

KPP Pratama Payakumbuh

Payakumbuh

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Limapuluh Kota Kota Payakumbuh Kabupaten Tanah Datar

Batu Sangkar

55.

KPP Pratama Jambi

Jambi

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Batang Hari Kabupaten Muaro Jambi Kota Jambi

1. 2.

Muara Bulian Sengeti

56.

KPP Pratama Muara Bungo

Muara Bungo

Pratama

1. 2.

Kabupaten Bungo Kabupaten Tebo

1. 2.

Rimbo Bujang Muara Tebo

57.

KPP Pratama Bangko

Bangko

Pratama

1. 2.

Kabupaten Kerinci Kota Sungai Penuh

1.

Sungai Penuh

3. 4.

Kabupaten Merangin Kabupaten Sarolangun

2.

Sarolangun

58.

KPP Pratama Kuala Tungkal

Kuala Tungkal

Pratama

1. 2.

Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Muara Sabak

Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung 59. KPP Madya Palembang Palembang Madya 1. 2. Provinsi Sumatera Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

60.

KPP Pratama Palembang Ilir Timur

Palembang

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Ilir Timur I Ilir Timur II Sako Kalidoni Sematang Borang

61.

KPP Pratama Palembang Ilir Barat

Palembang

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kecamtan Ilir Barat I Kecamatan Ilir Barat II Kecamatan Bukit Kecil Kecamatan Gandus Kecamatan Sukarami Kecamatan Alang Alang Lebar

62.

KPP Pratama Palembang Seberang Ulu

Palembang

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Seberang Ulu I Seberang Ulu II Plaju Kertapati

63.

KPP Pratama Baturaja

Baturaja

Pratama

1. 2.

Kabupaten OKU Induk Kabupaten OKU Selatan

1.

Muara dua

3.

Kabupaten OKU Timur

2.

Martapura

64.

KPP Pratama Lubuk Linggau

Lubuk Linggau

Pratama

1. 2.

Kabupaten Musi Rawas Kota Lubuk Linggau

Tugumulyo

65. 66.

KPP Pratama Pangkal Pinang KPP Pratama Tanjung Pandan

Pangkal Pinang Tanjung Pandan

Pratama Pratama

Kota Pangkal Pinang 1. 2. Kabupaten Belitung Kabupaten elitung Timur Manggar

67.

KPP Pratama Lahat

Lahat

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Lahat Kota Pagar Alam Kabupaten Empat Lawang

1. 2.

Pagar alam Tebingtinggi

68.

KPP Pratama Kayu Agung

Kayu Agung

Pratama

1. 2.

Kabupaten OKI Kabupaten Ogan Ilir

Indralaya

69.

KPP Pratama Prabumulih

Prabumulih

Pratama

1. 2.

Kabupaten Muara Enim Kota Prabumulih

Muara Enim

70.

KPP Pratama Sekayu

Sekayu

Pratama

1. 2.

Kabupaten Musi Banyuasin Kabupaten Banyuasin

Pangkalan Balai

71.

KPP Pratama Bangka

Pangkal Pinang

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Bangka Bangka Bangka Bangka

Barat Induk Selatan Tengah

1. 2. 3. 4.

Muntok Sungai Liat Toboali Koba

Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung

72.

KPP Pratama Bengkulu

Bengkulu

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Bengkulu Selatan Kabupaten Kaur Kabupaten Seluma Kota Bengkulu

1. 2.

Manna Bintuhan

73.

KPP Pratama Metro

Metro

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Lampung Tengah Kabupaten Lampung Timur Kota Metro

1. 2.

Bandarjaya Sukadana

74.

KPP Pratama Tanjung Karang

Bandar Lampung

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Tanjung Karang Timur Tanjung Karang Barat Tanjung Karang Pusat Kemiling

75.

KPP Pratama Kedaton

Bandar Lampung

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Kedaton Sukarame Rajabasa Sukabumi Tanjung Senang

76.

KPP Pratama Teluk Betung

Bandar Lampung

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Teluk Betung Barat Teluk Betung Selatan Teluk Betung Utara Panjang

77.

KPP Pratama Natar

Bandar Lampung

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Lampung Selatan Pesawaran Tanggamus Pringsewu

1. 2.

Kalianda Pringsewu

78.

KPP Pratama Kotabumi

Kotabumi

Pratama

1. 2.

Kabupaten Lampung Barat Kabupaten Lampung Utara

1. 2.

Liwa Menggala

3. 4. 5. 6.

kabupaten Tulang Bawang Kabupaten ulang Bawang Barat Kabupaten Mesuji Kabupaten Way Kanan

3.

Baradatu

79.

KPP Pratama Curup

Curup

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Kepahiang Kabupaten Lebong Kabupaten Rejang Lebong

Kepahiang

80.

KPP Pratama Argamakmur

Argamakmur

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Bengkulu Utara Kabupaten Bengkulu Tengah Kabupaten Muko-Muko

Muko-Muko

Kanwil DJP Jakarta Pusat 81. KPP Madya Jakarta Pusat Jakarta Madya Kota Jakarta Pusat

82.

KPP Pratama Jakarta Menteng Satu

Jakarta

Pratama

Kelurahan Kebon Sirih

83.

KPP Pratama Jakarta Menteng Dua

Jakarta

Pratama

1. 2. 3.

Kelurahan Menteng Kelurahan Pegangsaan Kelurahan Cikini

84. 85.

KPP Pratama Jakarta Menteng Tiga KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Satu

Jakarta Jakarta

Pratama Pratama

Kelurahan Gondangdia Kelurahan Karet Tengsin

86.

KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua

Jakarta

Pratama

1. 2. 3.

Kelurahan Petamburan Kelurahan Kebon Melati Kelurahan Kebon Kacang

4.

Kelurahan Kampung Bali

87.

KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Tiga

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kelurahan Bendungan Hilir Kelurahan Gelora

88.

KPP Pratama Jakarta Senen

Jakarta

Pratama

Kecamatan Senen

89.

KPP Pratama Jakarta Cempaka Putih

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kecamatan Cempaka Putih Kecamatan Johar Baru

90.

KPP Pratama Jakarta Gambir Satu

Jakarta

Pratama

Kelurahan Gambir

91.

KPP Pratama Jakarta Gambir Dua

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kelurahan Cideng Kelurahan Petojo Selatan

92.

KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kelurahan Duri Pulo Kelurahan Petojo Utara

93.

KPP Pratama Jakarta gambir Empat

Jakarta

Pratama

Kecamatan Kebon Kelapa

94.

KPP Pratama Jakarta Sawah Besar Satu

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kelurahan Gunung Sahari Utara Kelurahan Mangga Dua Selatan

95.

KPP Pratama Jakarta Sawah Besar Dua

Jakarta

Pratama

1. 2. 3.

Kelurahan Pasar Baru Kelurahan Kartini Kelurahan Karang anyar

96.

KPP Pratama Jakarta Kemayoran Kanwil DJP Jakarta Barat

Jakarta

Pratama

Kecamatan Kemayoran

97.

KPP Madya Jakarta Barat

Jakarta

Madya

Kota Jakarta Barat

98.

KPP Pratama Jakarta Palmerah

Jakarta

Pratama

Kecamatan Palmerah

99.

KPP Pratama Jakarta Tamansari Satu

Jakarta

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan

Maphar Taman Sari Mangga Besar Tangki

100.

KPP Pratama Jakarta Tamansari Dua

Jakarta

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan

Krukut Keagungan Glodok Pinangsia

101. 102.

KPP Pratama Jakarta Tambora KPP Pratama Jakarta cengkareng

Jakarta Jakarta

Pratama Pratama

Kecamatan Tambora Kecamatan Cengkareng

103.

KPP Pratama Jakarta Kebon Jeruk Satu

Jakarta

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan

Sukabumi Selatan Sukabumi Utara Kelapa Dua Kebon Jeruk

104.

KPP Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua

Jakarta

Pratama

1. 2. 3.

Kelurahan Duri Kepa Kelurahan Kedoya Selatan Kelurahan Kedoya Utara

105. 106. 107.

KPP Pratama Jakarta Grogol Petamburan KPP Pratama Jakarta Kalideres KPP Pratama Jakarta Kembangan

Jakarta Jakarta Jakarta

Pratama Pratama Pratama

Kecamatan Grogol Petamburan Kecamatan Kalideres Kecamatan Kembangan

Kanwil DJP Jakarta Selatan 108. KPP Madya Jakarta Selatan Jakarta Madya Kota Jakarta Selatan

109.

KPP Pratama Jakarta Setiabudi Satu

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kelurahan Karet Kelurahan Karet Kuningan

110.

KPP Pratama Jakarta Setiabudi Dua

Jakarta

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan

Setiabudi Guntur Pasar Manggis Menteng Atas

111.

KPP Pratama Jakarta Setiabudi Tiga

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kelurahan Karet Semanggi Kelurahan Kuningan Timur

112.

KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Satu

Jakarta

Pratama

1. 2. 3.

Kelurahan Senayan Kelurahan Rawa Barat Kelurahan Selong

113.

KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Dua

Jakarta

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kelurahan Gandaria Utara Kelurahan Cipete Utara Keluraha Pulo Kelurahan Kramat Pela

114.

KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kelurahan Melawai Kelurahan Petogogan

3.

Kelurahan Gunung

115.

KPP Pratama Jakarta Kebayoran Lama

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kecamatan Kebayoran Lama Kecamatan Pesanggrahan

116. 117.

KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan KPP Pratama Jakarta Tebet

Jakarta Jakarta

Pratama Pratama

Kecamatan Mampang Prapatan Kecamatan Tebet

118.

KPP Pratama Jakarta Cilandak

Jakarta

Pratama

Kecamatan Cilandak

119.

KPP Pratama Jakarta Pasar Minggu

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kecamatan Pasar Minggu Kecamatan Jagakarsa

120.

KPP Pratama Jakarta Pancoran

Jakarta

Pratama

Kecamatan Pancoran

Kanwil DJP Jakarta Timur 121. 122. 123. 124. 125 KPP Madya Jakarta Timur KPP Pratama Jakarta Matraman KPP Pratama Jakarta Jatinegara KPP Pratama Jakarta Pulogadung KPP Pratama Jakarta Cakung Satu Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Madya Pratama Pratama Pratama Pratama Kota Jakarta Timur Kecamatan Matraman Kecamatan Jatinegara Kecamatan Pulogadung 1. 2. 3. Kelurahan Jatinegara Kelurahan Penggilingan Kelurahan Rawa Terate

126.

KPP Pratama Jakarta Cakung Dua

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kelurahan Pulogebang Kelurahan Ujung Menteng

3. 4.

Kelurahan Cakung Timur Kelurahan Cakung Barat

127.

KPP Pratama Jakarta Kramat Jati

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kecamatan Kramat Jati Kecamatan Makassar

128. 129.

KPP Pratama Jakarta Duren Sawit KPP Pratama Jakarta Pasar Rebo

Jakarta Jakarta

Pratama Pratama

Kecamatan Duren Sawit 1. 2. 3. Kecamatan Pasar Rebo Kecamatan Cipayung Kecamatan Ciracas

Kanwil DJP Jakarta Utara 130. 131. KPP Madya Jakarta Utara KPP Pratama Jakarta Penjaringan Jakarta Jakarta Madya Pratama Kota Jakarta Utara 1. 2. Kelurahan Penjaringan Kelurahan Pejagalan

132.

KPP Pratama Jakarta Tanjung Priok

Jakarta

Pratama

1. 2. 3.

Kelurahan Tanjung Priok Kelurahan Kebon Bawang Kelurahan Warakas

133. 134.

KPP Pratama Jakarta Kelapa Gading KPP Pratama Jakarta Pademangan

Jakarta Jakarta

Pratama Pratama

Kecamatan Kelapa Gading 1. 2. Kecamatan Pademangan Kabupaten Kepulauan Seribu Kepulauan Seribu

135.

KPP Pratama Jakarta Koja

Jakarta

Pratama

1. 2.

Kecamatan Koja Kecamatan Cilincing

136.

KPP Pratama Jakarta Pluit

Jakarta

Pratama

1.

Kelurahan Pluit

2. 3.

Kelurahan Kamal Muara Kelurahan Kapuk Muara

137.

KPP Pratama Jakarta Sunter

Jakarta

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kelurahan Sunter Agung Kelurahan Sunter Jaya Keluraha Papanggo Kelurahan Sungai Bambu

Kanwil DJP Banten 138. 139. KPP Madya Tangerang KPP Pratama Serang Tangerang Serang Madya Pratama Provinsi Banten 1. 2. Kabupaten Serang Kota Serang

140.

KPP Pratama Tangerang Barat

Tangerang

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Benda Karawaci Cibodas Jatiuwung Periuk Neglasari

141.

KPP Pratama Tangerang Timur

Tangerang

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan KEcamatan

Ciledug Larangan Karang Tengah Cipondoh Pinang Tangerang Batu Ceper

142. 143.

KPP Pratama Serpong KPP Pratama Cilegon

Serpong Cilegon

Pratama Pratama

Kota Tangerang Selatan Kota Cilegon

144.

KPP Pratama Kosambi

Kosambi

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Pasar Kemis Rajeg Mauk Sukadiri Pakuhaji Sepatan Teluk Naga Kosambi Kemiri

145.

KPP Pratama Pandeglang

Pandeglang

Pratama

1. 2.

Kabupaten Lebak Kabupaten Pandeglang

Rangkas Bitung

146.

KPP Pratama Tigaraksa

Tigaraksa

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Balaraja Cikupa Panongan Tigaraksa Jambe Cisoka Jayanti Kresek Kronjo Curug Pagedangan Legok Cisauk

Kanwil DJP Jawa Barat I 147. 148. KPP Madya Bandung KPP Pratama Sukabumi Bandung Sukabumi Madya Pratama Sebagian Provinsi Jawa Barat 1. 2. Kabupaten Sukabumi Kota Sukabumi Pelabuhan Ratu

149.

KPP Pratama Cianjur

Cianjur

Pratama

Kabupaten Cianjur

150. 151.

KPP Pratama Purwakarta KPP Pratama Cimahi

Purwakarta Cimahi

Pratama Pratama

Kabupaten Purwakarta 1. 2. Kota Cimahi Kabupaten Bandung Barat

152.

KPP Pratama Bandung Tegallega

Bandung

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kecamatan Astana Anyar Kecamatan Bojongloa Kaler Kecamatan Babakan Ciparay Kecamatan Bojongloa Kidul Kecamatan Bandung Kulon Kecamatan Mandalajati kecamatan Gedebage Kecamatan Panyileukan

153.

KPP Pratama Bandung Cibeunying

Bandung

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Cibeunying Kaler Cidadap Coblong Sumur Bandung Bandung Wetan Cibeunying Kidul

154.

KPP Pratama Bandung Karees

Bandung

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Regol Lengkong Bandung Kidul Batununggal Kiaracondong

155.

KPP Pratama Bandung Bojonegoro

Bandung

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

andir Cicendo Sukasari Sukajadi

156.

KPP Pratama Bandung Cicadas

Bandung

Pratama

1.

Kecamatan Arcamanik

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Cibiru Antapani Ujungberung Cinambo Rancasari Buahbatu

157.

KPP Pratama Tasikmalaya

Tasikmalaya

Pratama

1. 2.

Kabupaten Tasikmalaya Kota Tasikmalaya

158.

KPP Pratama Ciamis

Ciamis

Pratama

1. 2.

Kabupaten Ciamis Kota Banjar

Banjar

159. 160.

KPP Pratama Garut KPP Pratama Majalaya

Garut Majalaya

Pratama Pratama

Kabupaten Garut 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Majalaya Cimenyan Cilengkrang Bojongsoang Rancaekek Ciparay Solokanjeruk Kertasari Paseh Cikancung Cicalengka Nagreg Pacet Ibun

161.

KPP Pratama Soreang

Soreang

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Soreang Margaasih Margahayu Dayeuhkolot

5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Ketapang Baleendah Pameungpeuk Arjasari Banjaran Cimaung Pangalengan Pasir jambu Rancabali Ciwidey Cangkuang Kutawaringin

162.

KPP Pratama Sumedang Kanwil DJP Jawa Barat II

Sumedang

Pratama

Kabupaten Sumedang

163. 164.

KPP Madya Bekasi KPP Pratama Cibinong

Bekasi Cibinong

Madya Pratama

Sebagian Provinsi Jawa Barat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Cibinong Babakan Madang Bojong Gede Gunung Putri Gunung Sindur Kemang Parung Sukaraja Tajurhalang

165. 166.

KPP Pratama Bogor KPP Pratama Bekasi Utara

Bogor Bekasi

Pratama Pratama

Kota Bogor 1. 2. 3. 4. Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Bekasi Bekasi Barat Medan Satria Bekasi Utara

167.

KPP Pratama Bekasi Selatan

Bekasi

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Pondok Gede Jati Sampurna Jatiasih Bantar Gebang Rawa Lumbu Bekasi selatan Mustika Jaya Pondok Melati

168.

KPP Pratama Karawang Utara

Karawang

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Pakis Jaya Batujaya Tirtajaya Cibuaya Pedes Cilebar Jayakerta Rengasdengklok Kutawaluya Rawa Merta Karawang Barat Karawang Timur Teluk Jambe Barat Teluk Jambe Timur Majalaya

169.

KPP Pratama Karawang Selatan

Karawang

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Tempuran Cilamaya Kulon Cilamaya Wetan Telagasari Lemahabang Banyusari Klari Tirtamulya Jatisari Kotabaru Ciampel

12. 13. 14. 15.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Cikampek Pengkalan Tegalwaru Purwasari

170. 171.

KPP Pratama Depok KPP Pratama Cikarang Selatan

Depok Cikarang

Pratama Pratama

Kota Depok 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Cikarang Barat Cikarang Selatan Setu Serang Baru Cibarusah Bojongmangu

172.

KPP Pratama Cikarang Utara

Cikarang

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Cikarang Timur Cikarang Utara Kedungwaringin Karangbahagia Sukabumi Sukakarya Pabayuran Cabangbungin

173.

KPP Pratama Cirebon

Cirebon

Pratama

1. 2.

Kota Cirebon Kabupaten Cirebon

Sumber

174.

KPP Pratama Ciawi

Ciawi

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Ciawi Caringin Ciampea Cibungbulang Cigombong Cigudeg Cejeruk Ciomas

9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Cisarua Ciseeng Dramaga Jasinga Leuwiliang Leuwisadeng Megamendung Nanggung Pamijahan Parungpanjang Rancabungur Rumpin Sukajaya Tamansari Tenjo Tenjolaya

175.

KPP Pratama Cibitung

Cibitung

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Cibitung Tambun Selatan Tambun Utara Tarumajaya Babelan Sukawangi Muaragembong Tambelang

176.

KPP Pratama Cileungsi

Cileungsi

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Cileungsi Cariu Citeureup Jonggol Klapanunggal Sukamakmur Tanjungsari

177.

KPP Pratama Indramayu

Indramayu

Pratama

Kabupaten Indramayu

178.

KPP Pratama Kuningan

Kuningan

Pratama

1. 2.

Kabupaten Kuningan Kabupaten Majalengka

Majalengka

179.

KPP Pratama Subang Kanwil DJP Jawa Tengah I

Subang

Pratama

Kabupaten Subang

180. 181.

KPP Madya Semarang KPP Pratama Tegal

Semarang Tegal

Madya Pratama

Sebagian Provinsi Jawa Tengah 1. 2. 3. Kabupaten Tegal Kota Tegal Kabupaten Brebes Bumiayu

182.

KPP Pratama Pekalongan

Pekalongan

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Pekalongan Kota Pekalongan Kabupaten Pemalang

183.

KPP Pratama Semarang Barat

Semarang Barat

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Semarang Barat Ngaliyan Tugu Mijen Gunung Pati

184.

KPP Pratama Semarang Timur

Semarang

Pratama

1. 2.

Kecamatan Semarang Timur Kecamatan Semarang Utara

185. 186.

KPP Pratama Semarang Selatan KPP Pratama Semarang Tengah Satu

Semarang Selatan Semarang Tengah Satu

Pratama Pratama

Kecamatan Semarang Selatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan Miroto Jagalan Brumbungan Karangkidul Pendrikan Kidul Pekunden

7.

Kelurahan sekayu

187.

KPP Pratama Semarang Tengah Dua

Semarang Tengah Dua

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan Kelurahan

Kranggan Gabahan Kembangsari Pandansari Bangunharjo Kauman Purwodinatan Pendrikan Lor

188.

KPP Pratama Salatiga

Salatiga

Pratama

1. 2.

Kabupaten Semarang Kota Salatiga

Ungaran

189. 190.

KPP Pratama Kudus KPP Pratama Pati

Kudus Pati

Pratama Pratama

Kabupaten Kudus 1. 2. Kabupaten Pati Kabupaten Rembang Rembang

191.

KPP Pratama Batang

Batang

Pratama

1. 2.

Kabupaten Batang Kabupaten Kendal

Kendal

192.

KPP Pratama Blora

Blora

Pratama

1. 2.

Kabupaten Blora Kabupaten Grobogan

Purwodadi

193. 194. 195.

KPP Pratama Demak KPP Pratama Jepara KPP Pratama Semarang Candisari

Demak Jepara Semarang

Pratama Pratama Pratama

Kabupaten Demak Kabupaten Jepara 1. 2. 3. Kecamatan Gajah Mungkur Kecamatan Candisari Kecamatan Tembalang

4.

Kecamatan Banyumanik

196.

KPP Pratama Semarang Gayamsari

Semarang

Pratama

1. 2. 3.

Kecamatan Gayamsari Kecamatan Genuk Kecamatan Pedurungan

Kanwil DJP Jawa Tengah II 197. 198. 199. 200. KPP Pratama Purwokerto KPP Pratama Cilacap KPP Pratama Kebumen KPP Pratama Magelang Purwokerto Cilacap Kebumen Magelang Pratama Pratama Pratama Pratama Kabupaten Banyumas Kabupaten Cilacap Kabupaten Kebumen 1. 2. Kabupaten Magelang Kota Magelang Muntilan Majenang

201. 202.

KPP Pratama Klaten KPP Pratama Surakarta

Klaten Surakarta

Pratama Pratama

Kabupaten Klaten Kabupaten Surakarta

203. 204.

KPP Pratama Boyolali KPP Pratama Karanganyar

Boyolali Karanganyar

Pratama Pratama

Kabupaten Boyolali 1. 2. Kabupaten Karanganyar Kabupaten Sragen Sragen

205.

KPP Pratama Purbalingga

Purbalingga

Pratama

1. 2.

Kabupaten Banjarnegara Kabupaten Purbalingga

Banjarnegara

206. 207.

KPP Pratama Purworejo KPP Pratama Sukoharjo

Purworejo Sukoharjo

Pratama Pratama

Kabupaten Purworejo 1. 2. Kabupaten Sukoharjo Kabupaten Wonogiri Wonogiri

208.

KPP Pratama Temanggung

Temanggung

Pratama

1. 2.

Kabupaten Wonosobo Kabupaten Temanggung

Wonosobo

Kanwil DJP DI Yogyakarta 209. 210. 211. 212. 213. KPP Pratama Yogyakarta KPP Pratama Bantul KPP Pratama Sleman KPP Pratama Wates KPP Pratama Wonosari Kanwil DJP Jawa Timur I 214. 215. KPP Madya Surabaya KPP Pratama Surabaya Sukomanunggal Surabaya Surabaya Madya Pratama Sebagian Provinsi Jawa Timur 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Sukomanunggal Tandes Benowo Lakarsantri Pakal Sambikerep Yogyakarta Bantul Sleman Wates Wonosari Pratama Pratama Pratama Pratama Pratama Kota Yogyakarta Kabupaten Bantul Kabupaten Sleman Kabupaten Kulon Progo Kabupaten Gunung Kidul

216. 217.

KPP Pratama Surabaya Krembangan KPP Pratama Surabaya Gubeng

Surabaya Surabaya

Pratama Pratama

Kecamatan Krembangan 1. 2. Kecamatan Gubeng Kecamatan Sukolilo

218. 219.

KPP Pratama Surabaya Tegalsari KPP Pratama Surabaya Wonocolo

Surabaya Surabaya

Pratama Pratama

Kecamatan Tegalsari 1. 2. 3. Kecamatan Wonocolo Kecamatan Jambangan Kecamatan Gayungan

4.

Kecamatan Wonokromo

220. 221. 222.

KPP Pratama Surabaya Genteng KPP Pratama Surabaya Pabean Cantikan KPP Pratama Surabaya Sawahan

Surabaya Surabaya Surabaya

Pratama Pratama Pratama

Kecamatan Genteng Kecamatan Pabean Cantikan 1. 2. 3. Kecamatan Sawahan Kecamatan Asemrowo Kecamatan Bubutan

223.

KPP Pratama Surabaya Rungkut

Surabaya

Pratama

1. 2. 3.

Kecamatan Rungkut Kecamatan Gunung Anyar Kecamatan Tenggilis Mejoyo

224.

KPP Pratama Surabaya Simokerto

Surabaya

Pratama

1. 2.

Kecamatan Simokerto Kecamatan Semampir

225.

KPP Pratama Surabaya Karangpilang

Surabaya

Pratama

1. 2. 3.

Kecamatan Karangpilang Kecamatan Wiyung Kecamatan Dukuh Pakis

226.

KPP Pratama Surabaya Mulyorejo

Surabaya

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Mulyorejo Tambaksari Kenjeran Bulak

Kanwil DJP Jawa Timur II 227. 228. 229. KPP Madya Sidoarjo KPP Pratama Bojonegoro KPP Pratama Mojokerto Sidoarjo Bojonegoro Mojokerto Madya Pratama Pratama Sebagian Provinsi Jawa Timur Kabupaten Bojonegoro 1. Kabupaten Mojokerto 1. Mojosari

2. 3.

Kota Mojokerto Kabupaten Jombang

2.

Jombang

230.

KPP Pratama Sidoarjo Barat

Sidoarjo

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Taman Sukodono Krian Balongbendo Wonoayu Tarik Prambon Tulangan Krembung

231.

KPP Pratama Sidoarjo Selatan

Sidoarjo

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Sidoarjo Candi Tanggulangin Porong Jabon

232.

KPP Pratama Sidoarjo Utara

Sidoarjo

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Waru Sedati Gedangan Buduran

233.

KPP Pratama Pamekasan

Pamekasan

Pratama

1. 2.

Kabupaten Sumenep Kabupaten Pamekasan

Sumenep

234.

KPP Pratama Gresik Utara

Gresik

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Gresik Manyar Kebomas Duduk Sampeyan Bungah Sidayu

7. 8. 9. 10. 11.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Panceng Ujung Pangkah Sangkapura Tambak Dukun

235.

KPP Pratama Gresik Selatan

Gresik

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Wringin Anom Driyorejo Kedamean Balong Panggang Benjeng Menganti Cerme

236.

KPP Pratama Madiun

Madiun

Pratama

1. 2.

Kabupaten Madiun Kota Madiun

Carubuan

237.

KPP Pratama Bangkalan

Bangkalan

Pratama

1. 2.

Kabupaten Bangkalan Kabupaten Sampang

Sampang

238. 239.

KPP Pratama Lamongan KPP Pratama Ngawi

Lamongan Ngawi

Pratama Pratama

Kabupaten Lamongan 1. 2. Kabupaten Ngawi Kabupaten Magetan Magetan

240. 241.

KPP Pratama Tuban KPP Pratama Ponorogo

Tuban Ponorogo

Pratama Pratama

Kabupaten Tuban 1. 2. Kabupaten Ponorogo Kabupaten Pacitan Pacitan

Kanwil DJP Jawa Timur III 242. KPP Madya Malang Malang Madya Sebagian Provinsi Jawa Timur

243. 244.

KPP Pratama Kediri KPP Pratama Malang Selatan

Kediri Malang

Pratama Pratama

Kota Kediri 1. 2. 3. Kecamatan Klojen Kecamatan Sukun Kecamatan Kedungkadang

245.

KPP Pratama Malang Utara

Malang

Pratama

1. 2.

Kecamatan Lowokwaru Kecamatan Blimbing

246.

KPP Pratama Pasuruan

Pasuruan

Pratama

1. 2.

Kabupaten Pasuruan Kota Pasuruan

Bangil

247.

KPP Pratama Probolinggo

Probolinggo

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Probolinggo Kota Probolinggo Kabupaten Lumajang

1. 2.

Kraksaan Lumajang

248. 249. 250. 251.

KPP Pratama Jember KPP Pratama Banyuwangi KPP Pratama Batu KPP Pratama Tulungagung

Jember Banyuwangi Batu Tulungagung

Pratama Pratama Pratama Pratama

Kabupaten Jember Kabupaten Banyuwangi Kota Batu 1. 2. Kabupaten Trenggalek Kabupaten Tulungagung Trenggalek

252.

KPP Pratama Blitar

Blitar

Pratama

1. 2.

Kabupaten Blitar Kota Blitar

Wlingi

253.

KPP Pratama Kepanjen

Blitar

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Bululawang Wajak Turen Gondanglegi Dampit

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Tirtoyudo Sumber Manjing Wetan Ampel Gading Gedangan Bantur Pagak Pegelaran Donomulyo Kalipare Sumber Pucung Kromengan Ngajum Wonosari Kepanjen Pakisaji Wagir

254.

KPP Pratama Pare

Kediri

Pratama

1. 2.

Kecamatan Kediri Kabupaten Nganjuk

Nganjuk

255.

KPP Pratama Situbondo

Situbondo

Pratama

1. 2.

Kabupaten Bondowoso Kabupaten Situbondo

Bondowoso

256.

KPP Pratama Singosari

Singosari

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Tumpang Poncokusumo Jabung Lawang Singosari Karangploso Dau Ngantang Kasembon Pakis Tajinan

Trenggalek

12. Kecamatan Pujon

Kanwil DJP Kalimantan Barat 257. KPP Pratama Pontianak Pontianak Pratama 1. 2. Kota Pontianak Kabupaten Kubu Raya

258.

KPP Pratama Singkawang

Singkawang

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Bengkayang Kabupaten Sambas Kota Singkawang

1. 2.

Bengkayang Sambas

259.

KPP Pratama Ketapang

Ketapang

Pratama

1. 2.

Kabupaten Ketapang Kabupaten Kayong Utara

260. 261.

KPP Pratama Mempawah KPP Pratama Sanggau

Pontianak Sanggau

Pratama Pratama

Kabupaten Pontianak 1. 2. 3. Kabupaten Landak Kabupaten Sanggau Kabupaten Sekadau

Mempawah 1. 2. Ngabang Sekadau

262.

KPP Pratama Sintang

Sintang

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Kapuas Hulu Kabupaten Melawi Kabupaten Sintang

1. 2.

Putussibau Nangapinoh

Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah 263. KPP Pratama Palangkaraya Palangkaraya Pratama 1. 2. 3. 4. Kabupaten Gunung Mas Kabupaten Kapuas Kabupaten Pulang Pisau Kota Palangkaraya 1. 2. 3. Kuala Kurun Kuala Kapuas Pulang Pisau

264.

KPP Pratama Sampit

Sampit

Pratama

1.

Kabupaten Katingan

1.

Kasongan

2. 3.

Kabupaten Kotawaringin Timur Kabupaten Seruyan

2.

Kuala Pembuang

265.

KPP Pratama Pangkalanbun

Pangkalanbun

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Kotawaringin Barat Kabupaten lamandau Kabupaten Sukamara

1. 2.

Nanga Bulik Sukamara

266.

KPP Pratama Muara Teweh

Muara Teweh

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Barito Utara Barito Selatan Barito Timur Murung Raya

1. 2. 3.

Buntok Tamiang Layang Puruk Cahu

267

KPP Pratama Banjarmasin

Banjarmasin

Pratama

1. 2.

Kota Banjarmasin Kabupaten Barito Kuala

Marabahan

268.

KPP Pratama Banjarbaru

Banjarbaru

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Tanah Laut Kota Banjar Baru Kabupaten Banjar

1. 2.

Pelaihari Martapura

269.

KPP Pratama Barabai

Barabai

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Tapin Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah

1. 2.

Rantau Kandangan

270.

KPP Pratama Batulicin

Batulicin

Pratama

1. 2.

Kabupaten Kotabaru Kabupaten Tanah Bumbu

Kota Baru

271.

KPP Pratama Tanjung

Tanjung

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Balangan Kabupaten Hulu sungai Utara Kabupaten Tabalong

1. 2.

Paringin Amuntai

Kanwil DJP Kalimantan Timur 272. 273. 274. 275. KPP Madya Balikpapan KPP Pratama Balikpapan KPP Pratama Samarinda KPP Pratama Tarakan Balikpapan Balikpapan Samarinda Tarakan Madya Pratama Pratama Pratama Provinsi Kalimantan Timur Kota Balikpapan Kota Samarinda 1. 2. Kabupaten Nunukan Kota Tarakan Nunukan

276.

KPP Pratama Bontang

Bontang

Pratama

1. 2.

Kabupaten Kutai Timur Kota Bontang

Sangatta

277.

KPP Pratama Penajam

Balikpapan

Pratama

1. 2.

Kabupaten Penajam Paser Utara Kabupaten Paser Utara

Tanah Grogot

278.

KPP Pratama Tanjung Redeb

Tanjung Redeb

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Berau Bulungan Tana Tidung Malinau

1. 2.

Tanjung Selor Malinau

279.

KPP Pratama Tenggarong

Tenggarong

Pratama

1. 2.

Kabupaten Kutai Barat Kabupaten Kutai Kartanegara

Sendawar

Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara 280. KPP Madya Makassar Makassar Madya 1. 2. 3. Provinsi Sulawesi Selatan Provinsi Sulawesi Barat Provinsi Sulawesi Tenggara

281.

KPP Pratama Makassar Utara

Makassar

Pratama

1. 2.

Kecamatan Wajo Kecamatan Ujung Tanah

3. 4. 5. 6.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Tallo Bontoala Biringkanaya Tamalanrea

282.

KPP Pratama Makassar Barat

Makassar

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Tamalate Mamajang Mariso Ujung Pandang

283.

KPP Pratama Makassar Selatan

Makassar

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Panakkukang Manggala Rappocini Makassar

284.

KPP Pratama Pare-pare

Pare-pare

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kabupaten Barru Kabupaten Enrekang Kabupaten Pinrang Kabupaten Sidenreng Rappang Kota Pare-pare

1. 2. 3.

Enrekang Pinrang Sidrap

285.

KPP Pratama Palopo

Palopo

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kabupaten Luwu Kabupaten Luwu Timur Kabupaten Luwu Utara Kabupaten Tanatoraja Kabupaten Toraja Utara Kota Palopo

1. 2. 3.

Malili Masamba Makeke

286.

KPP Pratama Bulukumba

Bulukumba

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Bulukumba Kabupaten Kepulauan Selayar Kabupaten Sinjai

1. 2.

Benteng Sinjai

287.

KPP Pratama Bantaeng

Bantaeng

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Bantaeng Jeneponto Gowa Takalar

1. 2. 3.

Bontosunggu Sungguminasa Takalar

288.

KPP Pratama Watampone

Watampone

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Bone Kabupaten Soppeng Kabupaten Wajo

1. 2.

Watansoppeng Sengkang

289.

KPP Pratama Maros

Maros

Pratama

1. 2.

Kabupaten Maros Kabupaten Pangkajene Kepulauan

Pangkajene

290.

KPP Pratama Kendari

Kendari

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Konawe Kota Kendari Kabupaten Konawe Selatan Kabupaten Konawe Utara

Unaaha

291.

KPP Pratama Majene

Majene

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Majene Kabupaten Polewali Mandar Kabupaten Mamasa

1. 2.

Polewali Mamasa

292.

KPP Pratama Mamuju

Mamuju

Pratama

1. 2.

Kabupaten Mamuju Kabupaten Mamuju Utara

Pasangkayu

293.

KPP Pratama Kolaka

Kolaka

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Kolaka Kabupaten Kolaka Utara Kabupaten Bombana

1. 2.

Lasusua Rumbia

294

KPP Pratama Bau-Bau

Bau-bau

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Buton Kabupaten Buton Utara Kabupaten Muna

Raha

4. 5.

Kabupaten Wakatobi Kota Bau-bau

Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara 295. KPP Pratama Manado Manado Pratama 1. 2. Kota Manado Kota Tomohon Tomohon

296.

KPP Pratama Gorontalo

Gorontalo

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kota Gorontalo Kabupaten Gorontalo Kabupaten Gorontalo Utara Kabupaten Bone Bolango Kabupaten Pohuwatu Kabupaten Boalemo

1. 2. 3.

Limboto Marissa Tilamuta

297.

KPP Pratama Bitung

Bitung

Pratama

1. 2. 3.

Kota Bitung Kabupaten Minahasa Kabupaten Minahasa Utara

Tondano

298.

KPP Pratama Kotamobagu

Kotamobagu

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kota Kotamobagu Kabupaten Minahasa Selatan Kabupaten Bolaang Mongondow Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Kabupaten Minahasa Tenggara

Amurang

299.

KPP Pratama Tahuna

Tahuna

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Kepulauan Sangihe Kabupaten Kepulauan Talaud Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

Talaud

300.

KPP Pratama Palu

Palu

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Donggala Kabupaten Parigi Moutong Kota Palu

1. 2.

Banawa Parigi

301.

KPP Pratama Luwuk

Luwuk

Pratama

1. 2.

Kabupaten Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan

Banggai

302.

KPP Pratama Poso

poso

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Poso Kabupaten Morowali Kabupaten Tojo Una-Una

Bungku

303.

KPP Pratama Toli-Toli

Toli-Toli

Pratama

1. 2.

Kabupaten Buol Kabupaten Toli-Toli

Buol

304.

KPP Pratama Ternate

Ternate

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kabupaten Kepulauan Sula Kota Ternate Kota Tidore Kepulauan Kabupaten Halmahera Tengah Kabupaten Halmahera Selatan

1. 2. 3.

Sanana Tidore Labuha

305.

KPP Pratama Tobeloe

Tobelo

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Halmahera Utara Kepulauan Morotai Halmahera Timur Halmahera Barat

Maba

Kanwil DJP Bali 306. 307. KPP Madya Denpasar KPP Pratama Denpasar Barat Denpasar Denpasar Madya Pratama Provinsi Bali 1. 2. Kecamatan Denpasar Barat Kecamatan Denpasar Utara

308.

KPP Pratama Denpasar Timur

Denpasar

Pratama

1. 2.

Kecamatan Denpasar Timur Kecamatan Denpasar Selatan

309. 310.

KPP Pratama Singaraja KPP Pratama Badung Selatan

Singaraja Kuta

Pratama Pratama

Kabupaten Buleleng 1. 2. Kecamatan Kuta Kecamatan Kuta Selatan

311.

KPP Pratama Badung Utara

Denpasar

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Kuta Utara Mengwi Abiansemal Petang

Kerobokan

312.

KPP Pratama Gianyar

Gianyar

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Gianyar Karang Asem Bangli Klungkung

1. 2.

Ubud Amlapura

313.

KPP Pratama Tabanan

Tabanan

Pratama

1. 2.

Kabupaten Tabanan Kabupaten Jembrana

Negara

Kanwil DJP Nusa Tenggara 314. KPP Pratama Mataram Barat Mataram Pratama 1. 2. 3. 4. 5. Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Ampenan Mataram Sandubaya Selaparang Sekarbela

315. 316.

KPP Pratama Mataram Timur KPP Pratama Raba Bima

Mataram Raba Bima

Pratama Pratama

Kecamatan Cakranegara 1. 2. Kabupaten Bima Kabupaten Dompu Dompu

3.

Kota Bima

317.

KPP Pratama Sumbawa Besar

Sumbawa Besar

Pratama

1. 2.

Kabupaten Sumbawa Barat Kabupaten Sumbawa

Taliwang

318.

KPP Pratama Praya

Praya

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Lombok Lombok Lombok Lombok

Barat Utara Tengah Timur

1. 2.

Gerung Selong

319.

KPP Pratama Maumere

Maumere

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Flores Timur Kabupaten Sikka Kabupaten Lembata

Larantuka

320.

KPP Pratama Kupang

Kupang

Pratama

1. 2. 3. 4. 5.

Kabupaten Kupang Kabupaten Sabu Raijua Kabupaten Rote Ndao Kabupaten Timor Tengah selatan Kota Kupang

1. 2.

Baa Soe

321.

KPP Pratama Ende

Ende

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Nagekeo Kabupaten Ende Kabupaten Ngada

Bajawa

322.

KPP Pratama Ruteng

Ruteng

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Manggarai Barat Kabupaten Manggarai Timur Kabupaten Manggarai

Labuanbaju

323.

KPP Pratama Atambua

Atambua

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Alor Kabupaten Belu Kabupaten Timor Tengah Utara

Kalabahi

4.

Kota Kupang

324.

KPP Pratama Waingapu

Waingapu

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Sumba Sumba Sumba Sumba

Barat Timur Tengah Barat Daya

Waikabubak

Kanwil DJP Papua dan Maluku 325. KPP Pratama Ambon Ambon Pratama Provinsi Maluku 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Namlea Masohi Piru Bula Dobo Tual Saumlaki

326.

KPP Pratama Sorong

Sorong

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kabupaten Fak-Fak Kabupaten Raja Ampat Kabupaten Sorong Kabupaten Tambrauw Kabupaten Maybrat Kabupaten Sorong Selatan Kota Sorong Kabupaten Kaimana

1. 2. 3.

Fak-Fak Teminabuan Kaimana

327.

KPP Pratama Jayapura

Jayapura

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kabupaten Jayapura Kabupaten Keerom Kabupaten Sarmi Kota Jayapura Kabupaten Mamberamo Raya Kabupaten Jayawijaya Kabupaten Lanny Jaya Kabupaten Nduga

1. 2.

Sarmi Wamena

9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Mamberamo Tengah Yalimo Tolikara Yahukimo Puncak Jaya Puncak Pegunungan Bintang

328.

KPP Pratama Timika

Timika

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Mimika Paniai Intan Jaya Deiyai

329.

KPP Pratama Biak

Biak

Pratama

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Biak Nunfor Kepulauan Yapen Kepulauan Nabire Supiori Waropen Dogiyai

1. 2.

Serui Nabire

330.

KPP Pratama Manokwari

Manokwari

Pratama

1. 2. 3.

Kabupaten Manokwari Kabupaten Teluk Bintuni Kabupaten Teluk Wondama

Bintuni

331.

KPP Pratama Merauke

Merauke

Pratama

1. 2. 3. 4.

Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Asmat Boven Digoel Mappi Merauke

MENTERI KEUANGAN,

ttd. Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum u.b. Kepala Bagian Umum Departemen ttd. ANTONIUS SUHARTO NIP 060041107

SRI MULYANI INDRAWATI

Lampiran III PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR TENTANG : : 62/PMK.01/2009 ORGANISASI DAN TATA KERJA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK INSTANSI VERTIKAL

NAMA, LOKASI, DAN WILAYAH KERJA KANTOR PELAYANAN, PENYULUHAN, DAN KONSULTASI PERPAJAKAN DAERAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

NO.

NAMA

LOKASI

Kantor Wilayah DJP Nanggroe Aceh Darussalam 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. KP2KP Jantho KP2KP Sigli KP2KP Sabang KP2KP Lhoksukon KP2KP Calang KP2KP Suka Makmur KP2KP Takengon KP2KP Rimba Raya KP2KP Karang Baru KP2KP Blangkejeran KP2KP Blangpidie KP2KP Sinabang KP2KP Aceh Singkil KP2KP Kutacane Kantor Wilayah DJP Sumatera Utara II 15. 16. 17. 18. 19. KP2KP Tanjung Balai KP2KP Kualuh Hulu KP2KP Kota Pinang KP2KP Perdagangan KP2KP Panyabungan Tanjung Balai Kualuh Hulu Kota Pinang Perdagangan Panyabungan Kota Tanjung Balai Kabupaten Labuhan Batu Utara Kabupaten Labuhan Batu Selatan Kabupaten Simalungun Kabupaten Mandailing Natal Jantho Sigli Sabang Lhoksukon Calang Suka Makmur Takengon Rimba Raya Karang Baru Blangkejeran Blangpidie Sinabang Aceh Singkil Kutacane Kabupaten Aceh Besar Kabupaten Aceh Pidie Kota Sabang Kabupaten Aceh Utara Kabupaten Aceh Jaya Kabupaten Nagan Raya Kabupaten Aceh Tengah Kabupaten Bener Meriah Kabupaten Aceh Tamiang Kabupaten Gayo Lues Kabupaten Aceh Barat Daya Kabupaten Simeulue Kabupaten Aceh Singkil Kabupaten Aceh Tenggara

20. 21. 22.

KP2KP Sibuhuan KP2KP Pandan KP2KP Gunungsitoli

Sibuhuan Pandan Gunungsitoli

Kabupaten Padang Lawas Kabupaten Tapanuli Tengah 1. 2. 3. 4. 5. Kabupaten Nias Kabupaten Nias Selatan Kabupaten Nias Utara Kabupaten Nias Barat Kota Gunung Sitoli

23. 24. 25.

KP2KP Dolok Sanggul KP2KP Tarutung KP2KP Sidikalang Kantor Wilayah DJP Riau dan Kepulauan Riau

Dolok Sanggul Tarutung Sidikalang

Kabupaten Humbang Hasundutan Kabupaten Tapanuli Utara Kabupaten Dairi

26. 27. 28. 29.

KP2KP Bagan Siapiapi KP2KP Tembilahan KP2KP Teluk Kuantan KP2KP Ranai

Bagan Siapiapi Tembilahan Teluk Kuantan Ranai

Kabupaten Rokan Hilir Kabupaten Indragiri Hilir Kabupaten Kuantan Singingi 1. 2. Kabupaten Natuna Kabupaten Kepulauan Anambas

30.

KP2KP Duri

Duri

Kabupaten Bengkalis 1. 2. Kecamatan Mandau Kecamatan Pinggir

31. 32. 33.

KP2KP Selat Panjang KP2KP Pasir Pangarayan KP2KP Siak Sri Indrapura

Selat Panjang Pasir Pangarayan Siak Sri Indrapura

Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Rokan Hulu Kabupaten Siak

34. 35.

KP2KP Tanjung Batu KP2KP Dabo Singkep Kantor Wilayah DJP Sumatera Barat dan Jambi

Tanjung Batu Dabo Singkep

Kabupaten Karimun Kabupaten Lingga

36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52.

KP2KP Tua Pejat KP2KP Painan KP2KP Pariaman KP2KP Lubuk Basung KP2KP Lubuk Sikaping KP2KP Padang Panjang KP2KP Simpang Ampat KP2KP Kotabaru KP2KP Muaro Sijunjung KP2KP Padang Aro KP2KP Sawahlunto KP2KP Batu Sangkar KP2KP Muara Bulian KP2KP Sengeti KP2KP Rimbo Bujang KP2KP Muara Tebo KP2KP Sungai Penuh

Tua Pejat Painan Pariaman Lubuk Basung Lubuk Sikaping Padang Panjang Simpang Ampat Kotabaru Muaro Sijunjung Padang Aro Sawahlunto Batu Sangkar Muara Bulian Sengeti Rimbo Bujang Muara Tebo Sungai Penuh

Kabupaten Mentawai Kabupaten Pesisir Selatan Kota Pariaman Kabupaten Agam Kabupaten Pasaman Kota Padang Panjang Kabupaten Pasaman Barat Kabupaten Dharmas Raya Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok Selatan Kota Sawahlunto Kabupaten Tanah Datar Kabupaten Batang Hari Kabupaten Muaro Jambi Kabupaten Bungo Kabupaten Tebo 1. 2. Kabupaten Kerinci Kota Sungai Penuh

53. 54.

KP2KP Sarolangun KP2KP Muara Sabak Kantor Wilayah DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung

Sarolangun Muara Sabak

Kabupaten Sarolangun Kabupaten Tanjung Jabung Timur

55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67.

KP2KP Muaradua KP2KP Martapura KP2KP Tugumulyo KP2KP Manggar KP2KP Pagar Alam KP2KP Tebing tinggi KP2KP Indralaya KP2KP Muara Enim KP2KP Pangkalan Balai KP2KP Muntok KP2KP Sungai Liat KP2KP Toboali KP2KP Koba Kantor Wilayah DJP Bengkulu dan Lampung

Muaradua Martapura Tugumulyo Manggar Pagar Alam Tebingtinggi Indralaya Muara Enim Pangkalan Balai Muntok Sungai Liat Toboali Koba

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Kabupaten Musi Rawas Kabupaten Belitung Timur Kota Pagar Alam Kabupaten Empat Lawang Kabupaten Ogan Ilir Kabupaten Muara Enim Kabupaten Banyuasin Kabupaten Bangka Barat Kabupaten Bangka Induk Kabupaten Bangka Selatan Kabupaten Bangka Tengah

68. 69. 70. 71.

KP2KP Manna KP2KP Bintuhan KP2KP Bandarjaya KP2KP Sukadana

Manna Bintuhan Bandarjaya Sukadana

Kabupaten Bengkulu Selatan Kabupaten Kaur Kabupaten Lampung Tengah Kabupaten Lampung Timur

72. 73.

KP2KP Kalianda KP2KP Pringsewu

Kalianda Pringsewu

Kabupaten Lampung Selatan 1. 2. Kabupaten Tanggamus Kabupaten Pringsewu

74. 75.

KP2KP Liwa KP2KP Menggala

Liwa Menggala

Kabupaten Lampung Barat 1. 2. 3. Kabupaten Tulang Bawang Kabupaten Tulang Bawang Barat Kabupaten Mesuji

76. 77. 78.

KP2KP Baradatu KP2KP Kepahiang KP2KP Muko-Muko Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara

Baradatu Kepahiang Muko-Muko

Kabupaten Way Kanan Kabupaten Kepahiang Kabupaten Muko-Muko

79.

KP2KP Kepulauan Seribu Kantor Wilayah DJP Banten

Pulau Pramuka

Kabupaten Kepulauan Seribu

80.

KP2KP Rangkas Bitung Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I

Rangkas Bitung

Kabupaten Lebak

81. 82.

KP2KP Pelabuhan Ratu KP2KP Banjar Kantor Wilayah DJP Jawa Barat II

Pelabuhan Ratu Banjar

Kabupaten Sukabumi Kota Banjar

83. 84.

KP2KP Sumber KP2KP Majalengka Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I

Sumber Majalengka

Kabupaten Cirebon Kabupaten Majalengka

85. 86. 87. 88. 89.

KP2KP Bumiayu KP2KP Ungaran KP2KP Rembang KP2KP kendal KP2KP Purwodadi Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II

Bumiayu Ungaran Rembang Kendal Purwodadi

Kabupaten Tegal Kabupaten Semarang Kabupaten Rembang Kabupaten Kendal Kabupaten Grobogan

90. 91. 92. 93. 94. 95.

KP2KP Majenang KP2KP Muntilan KP2KP Sragen KP2KP Banjarnegara KP2KP Wonogiri KP2KP Wonosobo Kantor Wilayah DJP Jawa Timur II

Majenang Muntilan Sragen Banjarnegara Wonogiri Wonosobo

Kabupaten Cilacap Kabupaten Magelang Kabupaten Sragen Kabupaten Banjarnegara Kabupaten Wonogiri Kabupaten Wonosobo

96. 97. 98. 99. 100. 101. 102.

KP2KP Mojosari KP2KP Jombang KP2KP Sumenep KP2KP Caruban KP2KP Sampang KP2KP Magetan KP2KP Pacitan Kantor Wilayah DJP Jawa Timur III

Mojosari Jombang Sumenep Caruban Sampang Magetan Pacitan

Kabupaten Mojokerto Kabupaten Jombang Kabupaten Sumenep Kabupaten Madiun Kabupaten Sampang Kabupaten Magetan Kabupaten Pacitan

103. 104. 105. 106. 107. 108. 109.

KP2KP Bangil KP2KP Kraksaan KP2KP Lumajang KP2KP Trenggalek KP2KP Wlingi KP2KP Nganjuk KP2KP Bondowoso Kantor Wilayah DJP Kalimantan Barat

Bangil Kraksaan Lumajang Trenggalek Wlingi Nganjuk Bondowoso

Kabupaten Pasuruan Kabupaten Probolinggo Kabupaten Lumajang Kabupaten Trenggalek Kabupaten Blitar Kabupaten Nganjuk Kabupaten Bondowoso

110. 111. 112. 113. 114. 115. 116.

KP2KP Bengkayang KP2KP Sambas KP2KP Mempawah KP2KP Ngabang KP2KP Sekadau KP2KP Putussibau KP2KP Nangapinoh Kantor Wilayah DJP Kalimantan Selatan dan Tengah

Bengkayang Sambas Mempawah Ngabang Sekadau Putussibau Nangapinoh

Kabupaten Bengkayang Kabupaten Sambas Kabupaten Pontianak Kabupaten Landak Kabupaten Sekadau Kabupaten Kapuas Hulu Kabupaten Melawai

117. 118. 119. 120. 121.

KP2KP Kuala Kurun KP2KP Kuala Kapuas KP2KP Pulang Pisau KP2KP Kasongan KP2KP Kuala Pembuang

Kuala Kurun Kuala Kapuas Pulang Pisau Kasongan Kuala Pembuang

Kabupaten Gunung Mas Kabupaten Kapuas Kabupaten Pulang Pisau Kabupaten Katingan Kabupaten Seruyan

122. 123. 124. 125. 126. 127. 128. 129. 130. 131. 132. 133. 134.

KP2KP Nanga Bulik KP2KP Sukamara KP2KP Buntok KP2KP Tamiang Layang KP2KP Puruk Cahu KP2KP Marabahan KP2KP Pelaihari KP2KP Martapura KP2KP Rantau KP2KP Kandangan KP2KP Kotabaru KP2KP Paringin KP2KP Amuntai Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur

Nanga Bulik Sukamara Buntok Tamiang Layang Puruk Cabu Marabahan Pelaihari Martapura Rantau Kandangan Kotabaru Paringin Amuntai

Kabupaten Lamandau Kabupaten Sukamara Kabupaten Barito Selatan Kabupaten Barito Timur Kabupaten Murung Raya Kabupaten Barito Kuala Kabupaten Tanah Laut Kabupaten Banjar Kabupaten Tapin Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kabupaten Kotabaru Kabupaten Balangan Kabupaten Hulu Sungai Utara

135. 136. 137. 138. 139. 140.

KP2KP Nunukan KP2KP Sangatta KP2KP Tanah Grogot KP2KP Tanjung Selor KP2KP Malinau KP2KP Sendawar Kantor Wilayah DJP Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara

Nunukan Sangatta Tanah Grogot Tanjung Selor Malinau Sendawar

Kabupaten Nunukan Kabupaten Kutai Timur Kabupaten pasir Kabupaten Bulungan Kabupaten Malinau Kabupaten Kutai Barat

141. 142. 143. 144. 145. 146.

KP2KP Enrekang KP2KP Pinrang KP2KP Sidrap KP2KP Malili KP2KP Masamba KP2KP Makale

Enrekang Pinrang Sidrap Malili Masamba Makale

Kabupaten Enrekang Kabupaten Pinrang Kabupaten Sidenreng Rappang Kabupaten Luwu Timur Kabupaten Luwu Utara 1. 2. Kabupaten Tanatoraja Kabupaten Toraja Utara

147. 148. 149. 150. 151. 152. 153. 154. 155. 156. 157. 158. 159. 160.

KP2KP Benteng KP2KP Sinjai KP2KP Bontosunggu KP2KP Sungguminasa KP2KP Takalar KP2KP Watansoppeng KP2KP Sengkang KP2KP Pangkajene KP2KP Unaaha KP2KP Polewali KP2KP Mamasa KP2KP Pasangkayu KP2KP Lasusua KP2KP Rumbia

Benteng Sinjai Bontosunggu Sungguminasa Takalar Watansoppeng Sengkang Pangkajene Unaaha Polewali Mamasa Pasangkayu Lasusua Rumbia

Kabupaten Selayar Kabupaten Sinjai Kabupaten Jeneponto Kabupaten Gowa Kabupaten Takalar Kabupaten Soppeng Kabupaten Wajo Kabupaten Pangkajene Kepulauan Kabupaten Konawe Kabupaten Polewali Mandar Kabupaten Mamasa Kabupaten Mamuju Utara Kabupaten Kolaka Utara Kabupaten Bombana

161.

KP2KP Raha Kantor Wilayah DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara

Raha

Kabupaten Muna

162. 163. 164. 165. 166. 167. 168. 169. 170. 171. 172. 173. 174. 175. 176. 177.

KP2KP Tomohon KP2KP Limboto KP2KP Marissa KP2KP Tilamuta KP2KP Tondano KP2KP Amurang KP2KP Talaud KP2KP Banawa KP2KP Parigi KP2KP Banggai KP2KP Bungku KP2KP Buol KP2KP Sanana KP2KP Tidore KP2KP Labuha KP2KP Maba Kantor Wilayah DJP Bali

Tomohon Limboto Marissa Tilamuta Tondano Amurang Talaud Banawa Parigi Banggai Bungku Buol Sanana Tidore Labuha Maba

Kabupaten Tomohon Kabupaten Gorontalo Kabupaten Pohuwatu Kabupaten Boalemo Kabupaten Minahasa Utara Kabupaten Minahasa Selatan Kabupaten Kepulauan Talaud Kabupaten Donggala Kabupaten Parigi Mountong Kabupaten Banggai Kepulauan Kabupaten Morowali Kabupaten Buol Kabupaten Kepulauan Sula Kabupaten Tidore Kepulauan Kabupaten Halmahera Selatan Kabupaten Halmahera Timur

178. 179.

KP2KP Kerobokan KP2KP Ubud

Kerobokan Ubud

Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Gianyar

180. 181.

KP2KP Amlapura KP2KP Negara Kantor Wilayah DJP Nusa Tenggara

Amlapura Negara

Kabupaten Karang Asem Kabupaten Jembrana

182. 183. 184.

KP2KP Dompu KP2KP Taliwang KP2KP Gerung

Dompu Taliwang Gerung

Kabupaten Dompu Kabupaten Sumbawa Barat 1. 2. Kabupaten Lombok Barat Kabupaten Lombok Utara

185. 186. 187. 188. 189. 190. 191. 192.

KP2KP Selong KP2KP Larantuka KP2KP Baa KP2KP Soe KP2KP Bajawa KP2KP Labuanbaju KP2KP Kalabahi KP2KP Waikabubak Kantor Wilayah DJP Papua dan Maluku

Selong Larantuka Baa Soe Bajawa Labuanbaju Kalabahi Waikabubak

Kabupaten Lombok Timur Kabupaten Flores Timur Kabupaten Rote Ndao Kabupaten Timor Tengah Selatan Kabupaten Ngada Kabupaten Manggarai Barat Kabupaten Alor Kabupaten Sumba Barat

193. 194. 195. 196. 197.

KP2KP Namlea KP2KP Masohi KP2KP Piru KP2KP Bula KP2KP Dobo

Namlea Masohi Piru Bula Dobo

Kabupaten Buru Kabupaten Maluku Tengah Kabupaten Seram Bagian Barat Kabupaten Seram Bagian Timur Kabupaten Kepulauan Aru

198. 199. 200. 201. 202. 203. 204. 205. 206. 207.

KP2KP Tual KP2KP Saumlaki KP2KP Fak-Fak KP2KP Teminabuan KP2KP Kaimana KP2KP Sarmi KP2KP Wamena KP2KP Serui KP2KP Nabire KP2KP Bintuni

Tual Saumlaki Fak-Fak Teminabuan Kaimana Sarmi Wamena Serui Nabire Bintuni

Kabupaten Maluku Tenggara Kabupaten Maluku Tenggara Barat Kabupaten Fak-Fak Kabupaten Sorong Selatan Kabupaten Kaimana Kabupaten Sarmi Kabupaten Jayawijaya Kabupaten Yapen Waropen Kabupaten Nabire Kabupaten Teluk Bintuni

MENTERI KEUANGAN,

ttd. Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum u.b. Kepala Bagian Umum Departemen ttd. ANTONIUS SUHARTO NIP 060041107

SRI MULYANI INDRAWATI

Lampiran IV-1 PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR TENTANG : : 62/PMK.01/2009 ORGANISASI DAN JENDERAL PAJAK TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT

Lampiran IV-2 PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 62/PMK.01/2009

TENTANG

ORGANISASI DAN JENDERAL PAJAK

TATA

KERJA

INSTANSI

VERTIKAL

DIREKTORAT

Lampiran V-1

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR TENTANG : : 62/PMK.01/2009 ORGANISASI DAN JENDERAL PAJAK TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT

Lampiran V-2 PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 62/PMK.01/2009

TENTANG

ORGANISASI DAN JENDERAL PAJAK

TATA

KERJA

INSTANSI

VERTIKAL

DIREKTORAT

Lampiran VI PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR TENTANG : : 62/PMK.01/2009 ORGANISASI DAN JENDERAL PAJAK TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 29/PMK.01/2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 62/PMK.01/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan tertib administrasi, pelayanan, pengawasan, dan penerimaan perpajakan khususnya dari sektor pertambangan, minyak, gas bumi, dan perusahaan negara serta meningkatkan kinerja organisasi instansi vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja instansi vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak;

b.

Mengingat : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2007; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011; Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2010; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.01/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak;

Memperhatikan Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam Surat Nomor B/306/M.PAN-RB/01/2012 tanggal 27 Januari

: 2012;

MEMUTUSKAN: Menetapkan :

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR62/PMK.01/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL PAJAK.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 80 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 80 (1) Pembagian sektor Wajib Pajak yang diadministrasikan pada KPP Wajib Pajak Besar ditetapkan sebagai berikut: a. KPP Wajib Pajak Besar Satu mengadministrasikan Wajib Pajak Besar dari sektor pertambangan dan jasa penunjang pertambangan; b. KPP Wajib Pajak Besar Dua mengadministrasikan Wajib Pajak Besar dari sektor industri, perdagangan, dan jasa; c. KPP Wajib Pajak Besar Tiga mengadministrasikan Wajib Pajak dari Perusahaan Negara/Badan Usaha Milik Negara sektor industri dan perdagangan; d. KPP Wajib Pajak Besar Empat mengadministrasikan Wajib Pajak dari Perusahaan Negara/Badan Usaha Milik Negara sektor jasa dan Wajib Pajak Orang Pribadi;

(2) Pembagian sektor Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dilakukan perubahan dalam hal terdapat perubahan beban kerja yang signifikan. (3) Perubahan atas pembagian sektor Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. (4) Penentuan kriteria dan/atau pemilihan Wajib Pajak yang diadministrasikan oleh KPP Wajib Pajak Besar ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. (5) Pembagian sektor, penentuan kriteria, dan/atau pemilihan Wajib Pajak yang diadministrasikan oleh KPP Madya ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. (6) Pembagian sektor Wajib Pajak yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (5) wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan dan Menteri yang membidangi urusan pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. 2. Lampiran I diubah, sehingga menjadi sebagaimana Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini. 3. Lampiran II diubah, sehingga menjadi sebagaimana Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan ini.

Pasal II Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Ditetapkan pada MENTERI ttd. AGUS D.W. MARTOWARDOJO tanggal 13

di Februari

Jakarta 2012 KEUANGAN,

Diundangkan pada MENTERI ttd. AMIR

di tanggal HUKUM 13 DAN HAK Februari ASASI 2012 MANUSIA,

Jakarta

SYAMSUDDIN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 198

Dokumen ini dibuat secara spesifik untuk www.ortax.org