Anda di halaman 1dari 107

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN BAHU DAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN BAHU TERHADAP HASIL SERVIS ATAS DALAM BOLA VOLI PADA SISWA PUTRA KELAS X DI SMA MUHAMMADIYAH GUBUG TAHUN AJARAN 2006/2007.

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

Nama

: Sodikin

NIM

: 6101403097

Jurusan

: PJKR

Fakultas

: Ilmu Keolahragaan

NIM : 6101403097 Jurusan : PJKR Fakultas : Ilmu Keolahragaan UNIVERSITAS NEGE RI SEMARANG 2007

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

SARI

SODIKIN ( 2007 ) : Hubungan antara Kekuatan Otot Lengan Bahu dan Daya Ledak Otot Lengan Bahu Terhadap Hasil Service Atas Dalam Bola Voli Pada Siswa Putra Kelas X di SMA Muhammadiyah Gubug Tahun Ajaran 2006/2007.

Tujuan dalam penelitian ini ialah : untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak otot lengan bahu dengan hasil service atas di SMA Muhammadiyah Gubug pada siswa putra kelas X tahun ajaran 2006/2007. Permasalahan dalam penelitian ini adalah :“ Apakah ada hubungan antara kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak otot lengan bahu dengan hasil service atas di SMA Muhammadiyah Gubug pada siswa putra kelas X tahun ajaran 2006/2007.

Metode dalam penelitian ini adalah Survey tes, populasi dalam penelitian adalah siswa putra kelas X SMA Muhammadiyah Gubug yang berjumlah 128 siswa. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sejumlah 28% dari jumlah populasi yaitu berjumlah 35 siswa. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah tehnik Random Sampling yaitu cara pengambilan sampelnya dengan cara diacak. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari Kekuatan Otot Lengan Bahu dan Daya Ledak Otot Lengan Bahu sedangkan variabel terikatnya yaitu kemampuan servis atas.

Hasil penelitian berdasarkan perhitungan statistik menunjukkan bahwa :

Untuk variabel kekuatan otot lengan bahu dengan kemampuan servis atas

diperoleh nilai

sebesar 1.69. Jika dibandingkan antara

(4.347 > 1.69), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan

maka terlihat bahwa

t

hitung

sebesar 4.347 dengan n sebesar 35 diperoleh nilai

t

hitung

dengan t

tebel

t

tabel

t

hitung

>

t

tebel

antara kekuatan otot lengan bahu dengan kemampuan servis atas. Untuk variabel daya ledak otot lengan bahu dengan kemampuan servis atas diperoleh nilai

sebesar 2.516 dengan n sebesar 35 diperoleh nilai

dibandingkan antara

1.69), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara daya ledak otot lengan bahu dengan kemampuan servis atas. Untuk kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak otot lengan bahu dengan kemampuan servis atas diperoleh

sebesar 12.051 dengan df pembilang sebesar 2 dan df penyebut sebesar

32 diperoleh nilai

(12.051 > 3.30), sehingga dapat disimpulkan

bahwa terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak otot lengan bahu dengan kemampuan servis atas pada siswa putra kelas X di SMA Muhammadiyah Gubug tahun ajaran 2006/2007.

maka terlihat bahwa

nilai

(2.516 >

sebesar 1.69. Jika

t

hitung

t tabel

t

hitung

dengan

t

maka terlihat bahwa

t

hitung

>

t

tebel

tebel

f hitung

f

tabel

sebesar 3.30. Jika dibandingkan antara

f

hitung

>

f

tebel

f

dengan

f

tebel

hitung

ii

Adapun saran yang dapat peneliti berikan dengan hasil penelitian antara lain Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak otot lengan bahu memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap hasil servis atas pada permainan bola voli. Oleh karena itu disarankan agar dalam seleksi pemain ataupun dalam menyusun program latihan, masalah kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak otot lengan bahu mendapat perhatian yang besar.Penelitian ini terbatas pada masalah kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak otot lengan bahu terhadap hasil servis atas pada permainan bola voli. Agar dapat diperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai faktor-faktor yang dapar mempengaruhi hasil servis atas, disarankan agar dilakuakn penelitian lebih lanjut terhadap hasil servis atas.

iii

HALAMAN PENGESAHAN Telah dipertahankan di hadapan Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri
HALAMAN
PENGESAHAN
Telah dipertahankan di hadapan Panitia Ujian Skripsi
Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang
Pada hari
: Kamis
Tanggal
: 23 Agustus 2007
Panitia Ujian :
Ketua Panitia :
Sekretaris
Drs. Sutardji, M.S.
NIP. 130523506
Drs. H. Harry Pramono, M.Si.
NIP. 131469638
Dewan Penguji :
1. Herry Koesyanto, M.S.
NIP. 131571549
2. Drs. Tri Nurharsono, M.Pd.
NIP. 131571556

iv

v

v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto.

“Jadikanlah Sholat dan sabar menjadi penolongmu dan sesunguhnya demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”

( Qs. Al Baqoroh : 45 )

“ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”.

(Q.S. Al Insyirah : 6-8 ).

Kupersembahan kepada :

Ayahku Jumeno

dan Ibuku Pujinah

Adik-adikku Paryanto dan Ariska Tri Cahyani

Rekan-rekan dan almamaterku FIK,

Teman, sahabat dan sejawat.

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT berkat rahmat dan karunuiaNya penulis

berhasil menyelesaikan penyusunan skripsi dalam rangka menyelesaikan studi S1

untuk memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Olahraga, Fakultas Ilmu

Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang.

Penulisan mengakui bahwa skripsi ini tidak lepas dari bantuan,

pengarahan dan dorongan dari berbagai pihak. Sehubungan dengan hal itu penulis

mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :

1. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmojo, M.Si. Selaku Rektor Universitas Negeri

Semarang

yang

telah

memberikan

menyelesaikan studi di UNNES.

kesempatan

bagi

penulis

untuk

2. Drs. Sutardji, M.S. Selaku Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas

Negeri Semarang yang telah memberikan surat ijin penelitian.

3. Drs. H. Harry Pramono, M.Si. Selaku Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani

Kesehatan dan Rekreasi yang telah memberikan dukungan kepada peneliti

untuk penyusunan skripsi ini.

4. Drs. Tri Nurharsono, M.Pd. Sebagai pembimbing yang banyak memberi

bimbingan dan pengarahan pada peneliti dalam menyusun skripsi hingga

selesai.

5. Rumini, S.Pd, M.Pd. Sebagai pembimbing dengan sabar, teliti dan rela

meluangkan

waktunya

untuk

memberi

bimbingan

dan

pengarahan

pada

peneliti dalam menyusun skripsi hingga selesai.

vii

6. Drs.

H.

Supartono,

M.M.

Selaku

kepala

sekolah

SMA

Muhammadiyah

Gubug, yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan kegiatan

penelitian guna penyelesaian tugas skripsi.

7. Guru-guru serta semua stap karyawan Tata Usaha SMA Muhammadiyah

Gubug yang telah membantu dan memperlancar peneliti untuk melakukan

kegiatan penelitian guna penyelesaian tugas skripsi.

8. Siswa SMA Muhammadiyah Gubug yang telah berkenan membantu penulis

sebagai sampel dalam penelitian ini.

9. Rekan

mahasiswa

dan

teman-teman

seperjuangan

di

PJKR

yang

telah

meluangkan waktunya untuk membantu peneliti pengambilan data skripsi.

10. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini.

Akhirnya penulis berharap agar dengan penyusunan skripsi ini akan

dapat memberikan manfaat dan berkah bagi kita semua

viii

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………

i

SARI ………………………………………………………………………….

ii

HALAMAN PERSETUJUAN ……………………………………………….

iv

HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………

v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN …………………………………………

vi

KATA PENGANTAR ………………………………………………………

vii

DAFTAR ISI …………………………………………………………………

ix

DAFTAR TABEL ……………………………………………………………

xi

DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………

xii

DAFTAR LAMPIRAN

xiii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………………

1

1.2 Permasalahan ………………………………………………

6

1.3 Tujuan Penelitian ……………………………………………

7

1.4 Penegasan Istilah ……………………………………………

7

1.5 Pembatasan Masalah…………………………………………

9

1.6 Manfaat Penelitian

10

BAB II

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

2.1

Landasan Teori ………………………………………………

11

2.1.1 Teknik Dasar Bola Voli

 

11

2.1.2 Teknik Servis …………………… ……………………….

17

2.1.3 Servis Atas atau Overhead service ……………. ………

26

2.1.4 Kondisi Fisik ……

……

………………………………

28

2.1.5 Kekuatan Otot (Strength)

34

2.1.6 Kekuatan Otot Lengan

35

2.1.7 Kekuatan Otot Lengan Bahu…………….….……………

36

2.1.8 Daya Ledak Otot

41

2.1.9 Daya Ledak Otot Lengan

 

42

ix

2.1.10 Daya Ledak Otot Lengan Bahu

43

 

2.1.11 Analisis Hubungan Kekuatan Otot Lengan Bahu dan Daya Ledak Otot Lengan Bahu Dengan hasil

44

Sevis Atas ……………………………………………… 2.2 Hipotesis……………………………………………………

46

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Populasi ……

………………………………………………

47

3.2

Sampel ………………………………………………………

48

3.3 Variabel Penelitian …………………………………………….

48

3.4

Prosedur Penelitian ….…………

…………………………….

49

3.5

Teknik Pengumpulan Data ……………………………………

49

3.6

Instrumen Penelitian ………………………………………….

50

3.8

Analisis Data ………………

55

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Penelitian………………………………………………

61

4.1.1 Deskriptif Hasil Tiap Item Tes……………………………… 61

4.1.2 Analisis Data………………………………………………

69

4.1.2.1 Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan Bahu dengan

 

Kemampuan Sevis Atas………………………………….

69

 

4.1.2.2 Hubungan Antara Daya Ledak Otot Lengan Bahu dengan

 

Kemampuan Sevis Atas…………………………………

71

 

4.1.2.3 Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan Bahu dan Daya

 

Ledak Otot Lengan Bahu dengan Kemampuan Sevis

Atas………………………………………………………

72

 

4.2

Pembahasan……………………………………………………

74

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan ………………………………………………………

78

5.2 Saran …………………………………………………………

78

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………

80

LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………

81

x

DAFTAR TABEL

Tabel

1.

Hasil Pengamatan I Kekuatan Otot Lengan Bahu

2.

Hasil Pengamatan II Kekuatan Otot Lengan Bahu

3.

Hasil Pengamatan I Daya Ledak Otot Lengan Bahu

4.

Hasil Pengamatan II Daya Ledak Otot Lengan Bahu

5.

Tes Sevis Atas Pertama

6.

Tes Sevis Atas kedua

7.

Tes Sevis Atas Ketiga

8

Tes Sevis Atas Keempat

9

Tes Sevis Atas Kelima

10

Tes Sevis Atas Keenam

11

Tes Sevis Atas ketujuh

12

Tes Sevis Atas Kedelapan

13

Tes Sevis Atas Kesembilan

14

Tes Sevis Atas Kesepuluh

15

Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan Bahu Dengan Kemampuan Sevis Atas

16

Hubungan Antara Daya Ledak Otot Lengan Bahu Dengan Kemampuan Sevis Atas

17

Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan Bahu Dan Daya Ledak Otot Lengan Bahu Dengan Kemampuan Sevis Atas

xi

Hal

61

62

63

63

64

65

65

66

66

67

67

68

68

69

70

71

73

DAFTAR GAMBAR

Gambar

1

Sikap saat perkenaan bola Sevis tangan bawah

2

Sikap saat perkenaan bola Sevis mengapung

3.

Gerakan Floating Overhand Service

4.

Overhand Change-Up Service ( Slider Floating Overhand )……………………………………………

5.

Overhand Round- Hause Service ( Hook Service )

6.

Teknik Jumping Service

7.

Perkenaan tangan terhadap bola pada Sevis atas

8.

Otot Lengan Bahu

9.

Otot Lengan Atas

10

Otot Lengan Bagian Bawah

11

Pull and Push Dynamometer …………………………

12

Lapangan Tes Sevis dari AAHPER

xii

Hal

20

21

22

23

24

25

27

38

39

40

51

53

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

1

Data Hasil Penelitian Kekuatan Otot Lengan Bahu

 

2

Data Hasil Penelitian Daya Ledak Otot Lengan Bahu

 

3.

Data Hasil Penelitian Pengamatan Sevis Atas

4.

Regression Kekuatan Otot Lengan Bahu dengan Kemampuan Sevis atas

5.

Regression Daya Ledak Otot Lengan Bahu dengan Kemampuan Sevis atas

6.

Regression Kekuatan Otot Lengan Bahu dan Daya Ledak Otot Lengan Bahu dengan Kemampuan Sevis atas

7.

Frequencies Hasil Pengamatan I Kekuatan Otot Lengan Bahu

8.

Frequencies

Hasil

Pengamatan

II

Kekuatan

Otot

Lengan

Bahu

9.

Frequencies Hasil Pengamatan I Daya Ledak Otot Lengan Bahu

10

Frequencies Hasil Pengamatan II Daya Ledak Otot Lengan Bahu

11

Frequencies Sevis atas

 

12

Frequency Table

 

13

Usulan Penetapan Pembimbing

 

14

Permohonan Ijin Penelitian Pendidikan

 

15

Surat Keterangan

 

16

Sertifikat Kalibrasi

17

Dokumentasi

xiii

Hal

81

82

83

84

85

86

87

87

88

88

89

89

92

94

96

97

103

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

1
1

Dewasa ini olahraga mendapat perhatian yang cukup besar baik untuk

meningkatkan

kualitas

manusia

dalam

kesegaran

jasmani

maupun

untuk

mencapai prestasi, maka perlu dimulai pendidikan olahraga itu sejak dini. Dalam

dunia olahraga dikenal berbagai macam cabang olahraga, salah satunya adalah

cabang bola voli. Permainan bola voli merupakan salah satu di antara banyak

cabang olahraga yang populer di masyarakat. Hal terbukti bahwa bola voli banyak

dimainkan di sekolah-sekolah, di kantor-kantor maupun di kampung-kampung.

Bola voli merupakan cabang olahraga permainan yang telah dikenal masyarakat

mulai dari usia anak-anak sampai dewasa baik laki-laki maupun perempuan. Hal

ini

sesuai

dengan

pendapat

(M.

Yunus,

1992:1)

yang

menyatakan

bahwa,

“Permainan bola voli sudah berkembang menjadi cabang olahraga yang sangat

digemari masyarakat dan saat ini bola voli tercatat sebagai olahraga yang

menempati urutan kedua setelah sepakbola yang paling digemari di dunia”.

Permainan bola voli merupakan salah satu kegiatan olahraga yang sangat

digemari masyarakat di kota maupun di pedesaan, di lingkungan pendidikan dasar

sampai

perguruan

tinggi,

sehingga

bola

voli

sangat

cocok

untuk

tujuan

peningkatan kesegaran jasmani. Di samping itu permainan bola voli tergolong

1
1

2

permainan yang mudah dilakukan, dengan biaya yang murah dan melibatkan

banyak orang.

Permainan bola voli dapat digunakan sebagai sarana untuk mendidik,

sebab dengan olahraga bola voli dapat membentuk pribadi yang sportif, jujur,

kerjasama, tanggung jawab, yang semua itu merupakan nilai-nilai pendidikan

yang dapat ditanamkan. Oleh karena itu olahraga permaina bola voli diberikan di

lingkungan sekolah, bola voli diberikan sejak anak-anak SD, SLTP, SMA sampai

ditingkat Perguruan Tinggi. Sekarang permaian bola voli berkembang sangat

pesat seperti yang dikemukakan oleh Suharno Hp dalam Mad Buhari bahwa :

“Bola voli pada abad ini tidak hanya merupakan olahraga rekreasi lagi melainkan

telah menjadi olahraga prestasi sehingga menuntut kualitet setinggi-tingginya”

(2001:2). Karena ada tuntutan prestasi yang tinggi dan semakin berkembangnya

permainan bola voli maka akan mengalami beberapa perkembangan baik secara

teknik maupun taktik. Selain itu juga perlu dicari cara latihan yang efektif dan

efisien,

terutama

untuk

memilih

dan

menyusun

metode

latihan

yang

baik,

terutama untuk penguaasaan teknik dasar yang sempurna sehingga prestasi yang

diharapkan dapat tercapai.

Dalam permainan bola voli dikenal berbagai teknik dasar, dan untuk dapat

bermain bola voli harus betul-betul dikuasai dahulu teknik-teknik dasar ini.

Penguasaan tehnik dasar yang sempurna menjadi dasar untuk mengembangkan

prestasi permainan itu sendiri. Penguasaan tehnik dasar bola voli merupakan salah

satu unsur yang turut menentukan menang atau kalahnya suatu regu didalam

3

pertandingan, disamping unsur-unsur kondisi fisik, taktik dan mental. Teknik

dasar permainan bola voli harus benar-benar dipelajari lebih dahulu guna dapat

mengembangkan mutu prestasi di dalam permainan bola voli (Suharno HP dalam

Mad Buhari, 2001:3). Salah satu teknik dasar adalah servis, dimana servis

murupakan

permulaan

untuk

dimulainya

suatu

pertandingan.

Servis

adalah

pukulan bola yang dilakukan dari daerah dibelakang garis lapangan melewati net

ke daerah lawan. Pukulan servis dilakukan pada permulaan dan setelah terjadinya

suatu kesalahan, servis harus dilakukan dengan baik dan sempurna oleh semua

pemain, karena kesalahan servis mengakibatkan pertambahan angka bagi lawan

dan uniknya lagi setiap pemain akan melakukan servis ini. Demikian pentingnya

kedudukan servis dalam permainan bola voli, maka teknik dasar servis harus

dikuasai dengan baik, sebaiknya latihan dasar servis mendapat porsi yang cukup.

Pada

mulanya

servis

hanya

merupakan

pukulan

pembukaan

untuk

memulai suatu permainan sesuai dengan kemajuan permainan, teknik servis

hanya sebagai permulaan permainan tapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah

merupakan suatu serangan awal untuk mendapat nilai agar suatu regu berhasil

meraih kemenangan. Karena kedudukannya begitu penting maka para pelatih

selalu menciptakan bentuk teknik servis yang dapat menyulitkan lawan bahkan

kalau bisa dengan servis itu langsung membunuh lawan dan mendapat nilai (M

Yunus, 1992:69).

Servis sendiri juga ada bermacam-macam, dan masing-masing memiliki

nama dan sifat serta teknik sendiri-sendiri. Menurut Herry Koesyanto, (2004:12-

4

19)

menjelaskan

bahwa

bertolak

dari

pentingnya

kedudukan

servis

ada

bermacam-macam teknik dan variasi servis yaitu : 1) Servis tangan bawah

(underhand service), 2) Servis Mengapung tangan bawah (Underhand Floating

Service), 3) Floating Overhand Service, 4) Overhand Change-Up Service (Slider

Floating

Overhand),

5)

Overhand

Round-House

Service

(Hook

Servis),

6)

Jumping Service (Sevis dengan lompatan) 7) Servis tangan atas (Overhead

service).

Servis atas sebagai salah satu tehnik dasar dalam permainan bola voli

harus betul-betul dikuasai sehingga tujuan servis atas itu sendiri dapat tercapai.

Servis atas sangan efektif untuk mematikan lawan karena disamping sulit untuk

menangkisnya, servis atas memiliki keistimewaan dengan bola cepat dan dekat

dengan jaring sehingga menyulitkan lawan.

Kekuatan otot adalah kemampuan badan dalam menggunakan daya (Rusli

Lutan, 2000:66). Serabut otot yang ada dalam otot akan memberika respon

apabila dikenakan beban dalam latihan. Kekuatan otot merupakan salah satu

komponan penting dalam keberhasilan melakukan servis atas, karena otot lengan

bahu membantu pada saat memukul bola.

Dalam melakukan servis gerak impuls atau gerak dorong atau pukulan

lebih dominan, saat atlet melakukan gerakan lengan ke belakang sebagai awalan

servis. Saat lengan bergerak mendorong atau memukul kearah depan atas sekeras

mungkin, ada kekuatan ledakan atau power adalah kemampuan seseorang untuk

5

melakukan

kekuatan

maksimum,

dengan

usaha

dikerahkan

sependek-pendeknya (M. Sajoto, 1988:58).

dalam

waktu

Dalam

servis, salah satu organ tubuh yang juga banyak berperan adalah

lengan, ialah untuk memukul bola. Oleh karena itu kekuatan lengan sangat

penting untuk mencapai suatu prestasi

memukul bola.

dalam servis atas khususnya dalam

SMA Muhammadiyah adalah sekolah yang menganut tentang agama

islam, SMA Muhammadiyah lebih mengutamakan kegiatan tentang keagamaan.

Dalam kegiatan olagraga minat siswa untuk mengikuti olahraga masih kurang,

sehingga prestasi dalam olahraga masih belum diperhatikan, terutama dalam

cabang olahraga bola voli siswanya masih sedikit yang berminat untuk menekuni

cabang olahraga bola voli. Saat bermain olahraga bola voli siswanya lebih suka

melakukan servis bawah.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa servis atas merupakan salah

satu teknik dasar dalam permainan bola voli yang bukan lagi sebagai permulaan

permainan

melainkan

sebagai

upaya

penyerangan,

sehingga

perlu

adanya

pengembangan keterampilan servis atas dengan mencari bibit pemain yang handal

dan mencari potensi dasar tubuh yang paling banyak memberikan hubungan

terhadap

pencapaian

prestasi

untuk

lebih

dikembangkan.

Untuk

itu

faktor

kekuatan khususya kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak otot lengan bahu

diasumsikan banyak memberikan sumbangan terhadap pencapaian hasil servis

atas dalam permainan bola voli.

6

Maka berdasarkan uraian di atas alasan penulis memilih judul ini dapat

disimpulkan sebagai berikut :

1.1.1 Servis dewasa ini juga merupakan cara untuk mendapatkan nilai maka harus

dilakukan dengan keras dan terarah, dan servis atas adalah servis yang cocok

untuk tujuan tersebut.

1.1.2 Teknik servis merupakan salah satu teknik dasar yang paling penting dan

harus dikuasai terlebih dahulu dibandingkan teknik yang lain apabila ingin

bermain bola voli.

1.1.3 Di SMA Muhammadiyah Gubug masih kurang diperhatikan prestasi olahraga

terutama dalam olahraga bola voli.

1.2 Permasalahan

Sesuai dengan latar belakang masalah dan alasan pemilihan judul, maka

muncul permasalah yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :

1.2.1 Apakah ada hubungan antara kekuatan otot lengan bahu dengan kemampuan

servis

atas

pada

2006/2007 ?

siswa

putra

kelas

X

di

SMA

Muhammadiyah

Gubug

1.2.2 Apakah ada hubungan daya ledak otot lengan bahu dengan kemampuan servis

atas pada siswa putra kelas X di SMA Muhammadiyah Gubug 2006/2007 ?

1.2.3 Apakah ada hubungan antara kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak otot

lengan bahu dengan kemampuan servis atas pada siswa putra kelas X di SMA

Muhammadiyah Gubug 2006/2007 ?

7

1.3 Tujuan penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah :

1.3.1 Untuk

mengetahui

hubungan

antara

kekuatan

otot

lengan

bahu

dengan

kemampuan servis atas pada siswa putra kelas X di SMA Muhammadiyah

Gubug 2006/2007.

1.3.2 Untuk mengetahui hubungan daya ledak otot lengan bahu dengan kemampuan

servis

atas

pada

2006/2007.

siswa

putra

kelas

X

di

SMA

Muhammadiyah

Gubug

1.3.3 Untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan bahu dan daya ledak

otot lengan bahu dengan kemampuan servis atas pada siswa putra kelas X di

SMA Muhammadiyah Gubug 2006/2007.

1.4 Penegasan Istilah

Agar tidak terjadi kesalahan persepsi tentang judul, maka perlu ada

penjelasan tersendiri tentang arti dan makna judul tersebut, penjelasan tersebut

dikemas dalam penegasan istilah seperti berikut :

1.4.1

Hubungan

Dalam

kamus

besar

bahasa

Indonesia

hubungan

berarti

keadaan

berhubungan, kontak, sangkut paut, ikatan, pertalian, jaringan yang terwujut

karena

interaksi

antara

satuan-satuan

yang

aktif

(Depdiknas,

2002:408).

Sedangkan yang dimaksud dalam penulis ini adalah hubungan kekuatan otot

lengan bahu dengan hasil servis atas, hubungan antara daya ledak otot lengan

8

bahu dengan hasil servis atas, hubungan kekuatan otot lengan bahu dan daya

ledak otot lengan bahu dengan hasil servis atas dalam permainan bola voli pada

siswa putra kelas X di SMA Muhammadiyah Gubug 2006/2007.

1.4.2 Kekuatan

Menurut

kamus

besar

bahasa

Indonesia

(Depdiknas,

2002:604-605)

kekuatan adalah perihal kuat tentang tenaga, gaya sedang kuat adalah banyak

tenaganya, mampu mengangkat atau mengangkut dan sebagainya. Menurut M

sajoto (1988:58) kekuatan adalah komponen kondisi fisik, yang menyangkut

masalah kemampuan seseorang atlit pada saat

mempergunakan otot-ototnya,

menerima beban dalam waktu kerja tertentu. Harsono (1988:178) mengatakan

bahwa strength adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tenaga terhadap

sesuatu tahanan. Lebih lanjut dikatakan bahwa kekuatan otot adalah komponen

yang sangat penting atau kalau bukan yang paling penting guna meningkatkan

kondisi fisik secara keseluruhan (Harsono, 1988:177). Dikatakan pula kekuatan

merupakan daya penggerak setiap kegiatan aktifitas fisik kekuatan mempunyai

peranan yang sangat penting dalam melindungi atlit atau orang dari kemungkinan

cedera,. Dengan kekuatan atlit akan dapat lari kebih cepat, melempar, menolak,

atau menendang akan lebih jauh dan lebih efisien, memukul lebih keras demikian

pula dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi (Harsono, 1988:177).

1.4.3 Otot Lengan Bahu

Menurut

kamus

besar

bahasa

Indonesia

(Depdiknas,

2002:805)

menjelaskan bahwa otot adalah jaringan kenyal di tubu manusia dan hewan yang

9

berfungsi menggerakkan organ tubuh atau urat yang keras. Sementara lengan

adalah anggota badan dari pergelangan tangan sanpai ke bahu menurut kamus

besar bahasa Indonesia (Depdiknas, 2002:659) dan bahu adalah pundak antara

leher dan pangkal lengan (Depdiknas, 2002:90).

1.4.4 Daya Ledak Otot Lengan Bahu

Daya ledak menurut M. Sajoto (1988:58) adalah kemampuan seseorang

untuk melakukan kekuatan maksimum, dengan usaha yang dikerahkan dalam

waktu sependek-pendeknya.

1.4.5 Servis Atas ( Overhead Service )

Servis atas ini dalam istilah permainan bola voli sering disebut tenis servis

(Herry Koesyanto, 2004:14). Dari sekian banyak teknik servis, pada saat ini

paling populer adalah floating service terutama yang dilakukan dari Overhead

atau Overhand (M Yunus, 1992:70).

1.5 Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini penilis membatasi masalah faktor kekuatan otot

lengan bahu dan daya ledak otot lengan bahu dalam hubungannya terhadap hasil

servis atas dalam permainan bola voli.

1.6 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

10

1.6.1 Dapat

memberikan

pengmatan lapangan.

pengalaman

dan

1.6.2 Memberikan

sumbangan

pengetahuan

pengetahuan

bagi

guru

bagi

peneliti

melalui

Penjaskes

selaku

guru

olahraga di sekolahan tersebut kususnya dalam mata pelajaran Bola Voli

tentang servis atas.

1.6.3 Sebagai pedoman untuk memberikan informasi dalam melakukan servis atas.

BAB II

11
11

LANDASAN TEORI DAN HEPOTESIS

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Teknik Dasar Bola Voli

Penguasaan terhadap teknik dasar dalam permainan bila voli sangat

penting, mengingat penggunaan taknik yang tinggi hanya dimungkinkan kalau

penguasaan teknik dasar dalam bola voli cukup sempurna. Permainan bola voli

adalah permainan cepat, atinya waktu untuk permainan bola sangat terbatas,

sehingga penguasaan teknik-teknik yang kurang sempurna akan memungkinkan

timbulnya kesalahan-kesalahan teknik yang lebih besar.

Teknik dasar dalam permainan bola voli itu sendiri terdiri dari berbagai

macam. Menurut Herry Koesyanto, (2004:10-41) menjelaskan bahwa tehnik dasar

permainan bola voli tersebut antara lain :

2.1.1.1 Teknik Pas atas

Passing adalah mengoperan bola kepada teman sendiri dalam suatu regu

dengan suatu teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk mnyusun pola serangan

kepada regu lawan.

Sikap permulaan :

Pelaku mengambil sikap siap normal yaitu kedua kaki berdiri selebar dada, salah

satu kaki berada didepan kaki yang lain tetapi dianjurka bila tidak kidal kaki kiri

berada lebih ke depan dari kaki kanan. Lutut ditekuk badan agak condong sedikit

11
11

12

ke depan dengan kedua tangan siap berada di depan dada. Pada saat akan

melakukan pass atas segeralah menempatkan diri di bawah bola, dan jari-jari

tangan secara keseluruhan membentuk setengah bulatan atau cekungan seperti

setengah lungkaran bola.

Sikap saat perkenaan bola :

Tepat saat bola berada diatas dan sedikit didepan dahi, lengan diluruskan dengan

gerak agak eksplosif untuk mendorong bola. Perkenaan bola pada permukaan jari-

jari ruas pertama dan kedua, yang dominan mendorong bola adalah ibu jari, jari

telunjuk

dan

jari

tengah.

Pada

waktu

perkenaan

dengan

bola

jari-jari

agakditegangkan kemudian diikuti dengan gerakan pergelangan tangan agar bola

dapat memantuldengan baik.

Gerak lanjutan :

Setelah bola memantul dengan baik, lanjutkan degan meluruskan lengan kedepan

atas sebagai suatu gerakan gerakan lanjutan diikuti dengan memindahkan berat

badan

kedepan

dengan

melangkahkan

kaki

mengambil sikap siap kembali.

2.1.1.2 Teknik Pas Bawah

belakang

kedepan

dan

segera

Dalam melakukan passing bawah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu

dengan

satu

tangan

dan

dua

tangan.

Passing

bawah

satu

tangan

biasanya

dipergunakan apabila bola berada agak jauh dari badan dan agak rendah. Bentuk-

bentuk melakukan passing bawah antara lain : 1) Menggunakan lengan dengan

13

jari-jari menggenggam. 2) Punggung tangan dengan jari-jari terbuka. 3) Dan

pergelangan tangan bagian dalam dengan tangan menggenggam.

Sedangkan passing bawah dengan dua tangan ada beberapa bentuk sikap

tangan sebelum melakuakn passing bawah dua tangan antara lain : 1) The Dig

(Clenched First Method) yaitu kedua ibu jari sejajar dan jari-jari tangan yang satu

membungkus jari tangan lainnya, ini asalnya dari Amerika. 2) Mengemis (Thumb

Over Palm Method) yaitu kedua telapak tangan menghadap ke atas dengan

punggung satu tangan menempel pada telapak tangan lainnya dan dijepit ibu jari.

2.1.1.3 Teknik Smash atau Serangan

Proses di dalam melakukan smash dapat dibagi dalam saat sebagai berikut

: 1) Saat awalan, 2) Saat tolaka, 3) Saat pukulan bola di atas jaring, 4) Saat

mendarat ditanah.

Sikap pemulaan :

Dapat dimasukkan di sini saat-saat mengambil awalan sampai dengan tolakan ke

atas. Mula-mula mengambil sikap siap normal dengan jarak yang cukup dari

jaring, yaitu 3-4 meter. Padasaat akan mengadakan langkah-langkah ke depan

terlebih dahulu melakukan langkah-langkah kecil di tempat. Langkah-langkah

kecil ini dimaksudkan agar pada saat itu badan telah dalam batas setimbang labil

dan pada saatnya bergerak ke depan. Sesudah itu dilanjutkan dengan langkah ke

depan ini agar tetap dijaga di samping kontinyuitasnya juga letak bahu kiri yang

relatif akan selalu berada lebih dekat kepada jaring dari pada bahu kanan.

Sekarang

sampailah

pada

saat

menolak.

Tolakan

harus

dilakukan

dengan

14

menumpu terlebih dahulu dengan kedua kaki dan lengan pada saat menumpu ini

tidak boleh lebar ataupun dengan satu loncatan. Setelah menumpu dengan kedua

kaki kemudian segera diikuti dengan gerakan merendahkan badan dengan jalan

menekuk lutut agak dalam ke bawah serta kedua lengan masing-masing telah

berada di samping belakang badan. Kemudian setelah itu diikuti dengan tolakan

kaki ke atas secara eksplosif dan dibantu dengan ayunan kedua lengan dari arah

belakang ke depan atas. Perlu diperhatikan, setelah kaki menolak ke atas maka

kedua kaki harus dalam keadaan relaks. Setelah kaki menolak, tangan kanan

berada di sanping atas kepala agak ke belakang dan lengan sedikit lurus dengan

telapak tangan menghadap ke depan, sedang tangan kiri berada di samping depan

kepala kira-kira setinggi telinga. Tangan dan lengan kiri dalam keadaan relaks

saja dan ikut menjaga keseimbangan tubuh selama melayang di udara.

Sikap saat perkenaan :

Sikap pada saat melayang seperti tersebut di atas harus diusahakan sedemikian

hingga bola berada di atas depan smasher. Bila bola telah berada di atas depan

dan dalam jangkauan tangan maka segeralah tangan kanan dipuulkan pada bola

secepatnya. Perlu diperhatikan di sini perkenaan tangan adalah pada telapak

tangan dengan suatu gerakan lecutan baik dari lengan maupun tangan. Pukulan

yang betul akan mengakibatkan bola menjadi top spin serta secepatnya bergerak

menurun. Hasil pukulan akan lebih sempurna lai bila lecutan lengan dan tangan

itu juga diikuti gerakan membungkuk dari togok. Dalam hal ini gerakan lecutan

15

tangan,

lengan

dan

togok

harmonis dan eksplosif.

Sikap akhir :

adalah

merupakan

suatu

kesatuan

gerakan

yang

Setelah bola berhasil dipukul maka smesher akan segera mendarat kembali di

tanah. Perlu diperhatikan di sini bahwa saat mendarat kembali maka smesher

harus mendarat dengan kedua kakinya dan dalam keadaan lentuk (mengeper).

Tempat pendaratan harus diusahakan sedekat mungkin dengan tempat melakukan

tolakan. Setelah smesher berhasil mendarat kembali di tanah segeralah disusul

dengan pengambilan sikap siap normal.

2.1.1.4 Teknik Blok atau Bendungan

Sikap permulaan :

Berdiri dengan kaki sejajar, badan menghadap pada jaring. Kedua tangan berada

di depan dada. Untuk awalan tolakan maka lutut ditekuk agak dalam, togok

dengan demikian menjadi condong ke depan. Setelah pengambilan posisi ini

kemudian diteruskan dengan tolakan-tolakan ke atas dengan kedua kaki secara

eksplosif dan kuat. Begitu badan keseluruhan terangkat ke atas maka tangan

dijulurkan

ke

atas,

jari-jari

membuka

dengan

maksud

agar

kedua

tangan

merupakan satu bidang yang luas. Lengan dalam keadaan lurus dan condong ke

depan.

Sikap saat perkenaan :

Setelah melayang di udara maka pada saat bola dipukul oleh smesher, segeralah

tangan dihadapkan ke arah datangnya bola dan blocker berusaha menguasai bola

16

tersebut. Pada saat perkenaan tangan dengan bola, pergelangan tangan digerakkan

secara eksplosip agar tangan dapat menekan bola dari arah atas depan ke bawah

secara kuat. Jari-jari kedua tangan pada saat perkenaan ditegangkan agar tangan

dan jari dalam keadaan cukup kuat untuk menerima tekanan bola yang berat. Saat

perkenaan yang baik ialah bila pada sat sebelum dipukul tangan blocker benar-

benar telah dapat mengurung bola.

Sikap akhir :

Setelah bola mengenai tangan maka segera tangan ditarik dan posisi tangan

berada pada posisi seperti pada saat persiapan. Selanjutnya mendarat kembali

dengan tumpuan dua kaki dan lentuk. Setelah itu segeralah blocker mengambil

sikap siap seperti pada saat sikap persiapan.

2.1.1.5 Teknik Servis

Pada

mulanya

servis

hanya

merupakan

pukulan

pembukaan

untuk

memulai suatu permainan, teknik servis hanya sebagai permulaan permainan tapi

jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk

mendapat

nilai

agar

suatu

regu

berhasil

meraih

kemenangan.

Karena

kedudukannya begitu penting maka para pelatih selalu menciptakan bentuk teknik

servis yang dapat menyulitkan lawan bahkan kalau bisa dengan servis itu

langsung

membunuh

lawan

dan

mendapat

nilai.

Dengan

demikian

servis

hendaknya dapat diartikan sebagai satu serangan yang pertama kali bagi regu

yang melakukan servis untuk meraih kemenangan.

17

Servis sendiri juga ada bermacam-macam, dan masing-masing memiliki

nama dan sifat serta teknik sendiri-sendiri. Menurut Herry Koesyanto, (2004:12-

19)

menjelaskan

bahwa

bertolak

dari

pentingnya

kedudukan

servis

ada

bermacam-macam teknik dan variasi servis yaitu : 1) Servis tangan bawah

(underhand service), 2) Servis Mengapung tangan bawah (Underhand Floating

Service), 3) Floating Overhand Service, 4) Overhand Change-Up Service (Slider

Floating

Overhand),

5)

Overhand

Round-House

Service

(Hook

Servis),

6)

Jumping Service (Sevis dengan lompatan) 7) Servis tangan atas (Overhead

service). Teknik servis ini akan dibahas secara lebih detail dalam sub bab berikut.

2.1.2 Teknik Servis

Menurut kamus besar bahasa Indonesia servis adalah pukulan permulaan

untuk

memainkan

bola

(Depdiknas,

2002:1053).

Sesuai

dengan

kemajuan

permainan bahwa teknik servis saat ini hanya sebagai permulaan permainan,

tetapi perkembangan kemudian ternyata servis dapat juga berupa serangan. Hal

ini dapat terlihat sewaktu pemegang servis melakukannya dengan servis atas.

Servis sangat penting diberikan, karena merupakan salah satu faktor penentu

keberhasilan permainan bola voli.

Secara

teknik,

pukulan

servis

harus

memungkinkan

adanya

variasi

pukulan, servis hendaknya harus: 1) Menyakinkan: pemukul harus yakin akan

keberhasilan servis, karena servis yang tepat dapat merintis jalan untuk meraih

angka. 2) Terarah: servis yang salah akan kehilangan kesempatan meraih angka,

18

maka bola harus diarahkan dengan tepat, penguasaan pukulan servis yang terarah

merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam taktik. Setiap permainan harus

dapat mengarahkan bola secara praktis, untuk itu maka bola servis diarahkan

kebidang yang

kosong di lapangan lawan, yaitu dekat net, di penjuru belakang

atau diantara dua pemain, bola servis diarahkan kepada pemain yang jelek daya

terimanya,

pengumpan

atau

pemain

yang

baru

saja

melakukan

kesalahan,

mengubah teknik servis misalnya dengan servis panjang ke pendek, arah kiri

belakang ke kanan bekang, jalannya bola tinggi ke rendah dan sebagainya. 3)

Keras: pukulan servis yang keras dapat merupakan unsur yang mengejutkan bagi

pihak

lawan

yang

berupa

serangan

dan

dimungkinkan

menghasilkan

suatu

perolehan angka atau pindah servis karena bola kurang keras dan bola keluar

lapangan permainan. Maka di usahakan agar pukulan bola masuk di lapangan

permainan lawan. 4) Jalannya bola menyulitkan: pukulan servis dengan bola yang

berputar ( spin ) atau sama sekali bola tidak berputar ( float ) menyulitkan pihak

lawan untuk mengembalikannya.

Menurut Herry Koesyanto, (2004:12-19) menjelaskan bahwa bertolak dari

pentingnya kedudukan servis ada bermacam-macam teknik dan variasi servis

yang perlu diketahui diantaranya ada tujuh macam servis yaitu : 1) Servis tangan

bawah

(underhand service), 2) Servis Mengapung tangan bawah (Underhand

Floating Service), 3) Floating Overhand Service, 4) Overhand Change-Up

Servvice (Slider Floating Overhand), 5) Overhand Round-House Service (Hook

Servis), 6) Jumping Service (Sevis dengan lompatan) 7) Servis tangan atas

19

(Overhead service). Menurut Harry Koesyanto, (2004:12-18) menjelaskan bahwa

macam-macan tehnik servis tersebut adalah sebagai berikut :

2.1.2.1 Servis tangan bawah atau Underhand service.

Servis tangan bawah adalah cara termudah untuk memasukkan bola ke

daerah lawan. Bagi pemain pemula cara ini sangat mudah untuk dipelajari dan

tenaga yang dibutuhkan tidak terlalu besar, sehingga dalam waktu singkat sudah

dapat dikuasai. Urutan geraknya adalah : 1) Sikap permulaan : Berdiri di daerah

service menghadap ke lapangan, bagi yang tidak kidal kaki kiri didepan dan kaki

kanan

dibelakang

begitu

pula

sebaliknya

bagi

yang

kidal.

Bola

dipegang

padatangan kiri, tangan kanan boleh membuka, boleh menggenggam, lutut agak

ditekuk sedikit dan berat badan berada ditengah. 2) Gerak pelaksanaanya : Bola

dilambungkan didepan pundak kanan, setinggi 10 –20 cm. Pada saat bersamaan

tangan kanan ditarik kebelakang. Kemudian diayunkan kearah depan atas dan

mengenai bagian belakang bawah bola. Lengan diluruskan dan telapak tangan

boleh

membuka

atau

menggenggam.

Telapak

tanga

ditegangkan.

3)

Gerak

lanjutan : Setelah memukul di ikuti dengan memindahkan berat badan kedepan,

dengan melangkahkan kaki kanan kedepan dan segera masuk kedalam lapangan

untuk

mengambil

posisi

dengan

sikap

siap

kembali,

siap

untuk

menerima

pengembalian bola atau serangan dari pihak lawan,Untuk jelasnya lihat gambar 1,

urutan-urutan pelaksanaan melakukan servis bawah.

20

20 Gambar : 1 Sikap saat perkenaan bola servis tangan bawah (Herry Koesyanto, 2004:13) 2.1.2.2 Servis

Gambar : 1 Sikap saat perkenaan bola servis tangan bawah (Herry Koesyanto, 2004:13)

2.1.2.2 Servis mengapung tangan bawah atau Underhand Floating Service.

Sikap permulaan : Berdiri normal di petak servis dengan kaki kiri agak

didepan kaki kanan. Pegang bola dengan tangan kiri, konsentrasi pandangan

kearah bola. Bola dilambungkan berada didepan sebelah kanan sejajar dengan

bahu kanan setinggi pinggang. Pada saat lemparan bola lengan kanan dengan

telapak tangan menggenggam sikap untuk diayunkan sebagai pemikul dalam

servis.

Gerakan pelaksanaan : Perkenaan pukulan tepat pada bagian belakang

tangan bola, di mana telapak tangan menggenggam dan pukulan dengan tumit

tangan. Pada saat memukul pergelangan tangan difiksir sehingga perkenaan bola

tepat pada titik tengah belakang bola tanpa ada gerakan dari pols (pergelangan

tangan). Akibat pukulan demikian selama bola melintas di udara tidak ada putaran

sedikitpun. Bola disamping tidak berputar jalan bola seperti mengapung zig-zag

ke kana dan ke kiri di udara.

21

Gerak lanjutan : Setelah memukul, kaki kanan melangkah ke depan secara

rileks

untuk

menjaga

keseimbangan

dan

memindahkan

berat

badan

untuk

menambah kekuatan pukulan. Pandangan mata selalu ke arah bola yang dipukul

kemudian masuk di lapangan sikap untuk bermain.

Teknik servis ini sangan efisien dan efektif terutama untuk pemain putri,

karena sesuai dengan sifat pemain putri yang lemah dalam unsur kekuatan dan

kecepatan lengan. Kelihatannya sederhana pelaksanaan teknik servis mengapung

tangan bawah, namun dalam pertandingan servis ini sangat menyulitkan lawan.

dalam pertandingan servis ini sangat menyulitkan lawan. Gambar : 2 Sikap saat perkenaan bola servis mengapung

Gambar : 2 Sikap saat perkenaan bola servis mengapung ( Herry Koesyanto, 2004:14)

2.1.2.3 Floating Overhand Service.

Dengan gerakan sebagai berikut : 1) Sikap permulaan : Berdiri didaerah

servis menghadap ke lapangan, bagi yang tidak kidal kaki kiri seelah depan, dan

jika kidal posisi kaki sebaliknya. Namun ada juga pemain berdiri dengan kedua

kaki sejajar menghadap ke net. Bola di pegang di tangan kiri setinggi kepala,

tangan kanan menggenggam atau dapat dengan telapak tangan terbuka. 2) Gerak

22

pelaksanaannya : Bola dilambungkan di atas depan kepala, tangan kanan segera

memukul bola pada bagian tengah belakang dari bola dan gaya yang mengenai

bola harus berjalan memotong garis tengah bola untuk menghindar terjadinya

perputaran pada bola, pergelangan tangan harus difiksir atau dikakukan

3) Gerak

lanjutan : Gerak lanjutan lengan memukul harus segaris dengan gaya yang

dihasilkan didorongkan ke depan. Jika pukulan dilakukan dengan gerakan yang

cepat (pukulan keras), dapat dilakukan tanpa follow through.

(pukulan keras), dapat dilakukan tanpa follow through . Gambar : 3 Gerakan Floating Overhand Service (Herry

Gambar : 3 Gerakan Floating Overhand Service (Herry Koesyanto, 2004:16)

2.1.2.4 Overhand Change-Up Service atau Slider Floating Overhand.

Gerakannya adalah : 1) Sikap permulaan : Berdiri menyamping net, posisi

kaki sejajar, tangan kiri memegang bola di depan badan, tangan kanan yang akan

memukul bola (tangan menggenggam

2) Gerak pelaksanaan : Langkahkan kaki

kiri kesamping, lambungkan bola di depan pundak kiri, kemudian ayunkan lengan

kanan dengan gerak melingkar kearah bola sambil memindahkan berat badan

kekiri, perkenaan tangan dengan bola berada di depan pundak kiri dan lengan

23

dalam keadaan lurus. 3) Gerak lanjutan : Setelah lengan mengenai bola, gerak

lengan dibawa lurus kedepan, segera pndahkan berat badan ke depan dan segera

masuk kelapangan untuk mengatur posisi siap menerima bola serangan bola dari

lawan.

posisi si ap menerima bola serangan bola dari lawan. Gambar : 4 Overhand Change-Up Service (

Gambar : 4 Overhand Change-Up Service ( Slider Floating Overhand ) ( Herry Koesyanto, 2004:17)

2.1.2.5 Overhand Round- Hause Service atau Hook Service.

Servis ini disebut juga service cekis. Gerak urutannya adalah : 1) Sikap

permulaan : Berdiri menyamping lapangan, jarak kedua kaki selebar bahu, kedua

tangan memegang bola. 2) Gerak pelaksanaan : Lambungkan bola (diatas pundak

kanan diatas lengan yang akan memukul bola), liukkan bola kearah kana dan lutut

ditekuk, kemudian ayunkan tangan kearah bola dengan gerakan melingkar secepat

mungkin, telapak tangan dalam keadaan terbuka. Pada waktu telapak tangan

mengenai bola lengan dalam keadaan lurus dan gunakan lecutan pergelangan

24

tangan pada waktu telapak tangan mengenai bola untuk menambah kecepatan

putaran bola. 3) Gerak lanjutan : Setelah telapak tangan mengenai bola, lanjutkan

gerakan

tangan

melingkar

kearah

kiri

dan

pindahkan

berat

badan

ke

kiri,

kemudian segera ikuti gerakan melangkahkan kaki kanan kearah lapangan untuk

segera mengambil posisi siap menerima pengembalian atau serangan dari pihak

lawan.

siap menerima pengembalian atau se rangan dari pihak lawan. Gambar : 5 Overhand Round- Hause Service

Gambar : 5 Overhand Round- Hause Service ( Hook Service ) (Herry Koesyanto, 2004:18)

2.1.2.6 Jumping Service atau servis dengan melompat.

Urutan gerakannya adalah : 1) Sikap permulaan : Berdiri didaerah servis

dekat garis belakang menghadap ke net, kedua tangan memegang bola. 2) Gerak

pelaksanaannya : Lambungkan bola setinggi kurang lebih tiga meter agak didepan

badan, kemudian badan merendah dengan menekuk lutut untuk melakukan

awalan melompat setinggi mungkin kemudian bola dipukul setinggi mungkin

seperti gerakan smash. Lecutkan pergelangan tangan secepat-cepatnya sehingga

menghasilkan pukulan topspin yang tiggi agar bola secepat mungkin turun

25

kedaerah lapangan lawan. 3) Gerak lanjutan : Setelah melakukan pukulan dengan

meraih bola setinggi-tingginya pada saat melayang diudara, langsung mendarat

didalam

lapangan

dan

segera

mengambil

posisi

siap

untuk

menerima

pangembalian bola atu serangan dari pihak lawan,tolakanke dua kaki berada

dibelakang garis (tidak boleh menginjak garis belakang), tetapi pendaratan setelah

memukul, boleh mengijak garis atau mendarat jauh didalam lapangan sesuai

dengan puaran yang berlaku. servis ini memerlukan tenaga yang besar, karena

teknik gerakannya menggunakan lompatan, supaya lebih jelas pelaksanaannya

lihat gambar di bawah ini.

supaya lebih jelas pelaksanaannya lihat gambar di bawah ini. Gambar : 6 Teknik Jumping Service (M.

Gambar : 6 Teknik Jumping Service (M. Yunus, 1992:78)

2.1.2.7 Servis atas atau Overhead.

Servis tangan atas ini dalam istilah permainan bola voli sering disebut

tenis servis (Herry Koesyanto, 2004:14). Pada awalnya servis hanya sekedar

pemberian

bola

kepada

lawan

dan

setelah

bola

diterima

lawan

mulailah

26

perlawanan yang sebenarnya. Tetapi perkembangan kemudian ternyata servis juga

dapat berupa serangan. Untuk itu diciptakan servis sambil menyerang, yaitu

dengan servis yang keras, tepat, dan terarah. Hal itu dapat kita lihat sewaktu

pemegang servis melakukan servis atas. Servis atas ini akan dibahas secara lebih

detail dalam sub bab berikut.

2.1.3 Servis atas atau Overhead Service.

Servis tangan atas ini dalam istilah permainan bola voli sering disebut

tenis servis.

Sikap permulaan :

Ambil sikap berdiri dengan kaki kiri berada lebih kedepan dari pada kaki kanan

dan kedua lutut di tekuk. Tangan kiri dan kanan bersama-sama memegang bola,

tangan kiri menyangga bola dan tangan kanan memegang bagian atas bola. Bola

dilambungkan dengan tangan kiri keatas sampai ketinggian kurang lebih setengah

meter diatas kepala tangan kanan segera ditarik ke belakang atas kepala,dengan

telapak tangan kanan menghadap kedepan.

Gerakan pelaksanaan:

Setelah tangan kanan berada di atas belakang kepala dan bola berada sejangkauan

tangan maka segera bola dipukul dengan cara memukul seperti melakukan smash.

Setelah bola berhasil dipukul maka bola akan menjadi di top spin. Sewaktu akan

melakukan servis perhatikan selalu terpusat pada bola. Lecutan tangan kanan

sangat diperlukan di dalam servis atas dan apabila perlu di bantu dengan gerakan

27

togok ke arah depan sehingga bola akan memutar lebih banyak. Pada saat lengan

dilecutkan siku jangan sampai ikut tertarik kebawah.

Gerakan lanjutan:

Setelah tangan kanan memukul bola maka dilanjutlkan dengan melangkahkan

kaki kanan kedepan untuk menjaga keseimbangan

melangkahkan kaki kanan kedepan untuk menjaga keseimbangan Gambar : 7 Perkenaan tangan terhadap bola pada servis

Gambar : 7 Perkenaan tangan terhadap bola pada servis atas (Herry Koesyanto, 2004:15).

Pada

pemain

pemula

pelaksanaan

servis

sering

dilakukan

banyak

kesalahan. Kesalahan-kesalah tersebut pada umumnya seperti dibawah ini: 1)

Lambungan bola yang akan dipukul terlalu jauh dari badan atau terlalu tinggi,

sehingga

saat

memukul

jangkauan

raihan

memukul

terlalu

jauh

dan

mempergunakan tenaga besar, pula keseimbangan, koordinasi saat memukul

sangat terganggu. 2) Kurang konsentrasi untuk mengontrol dan mengarahkan bola

28

servis kesasaran yang tepat sesuai dengan rencana. 3) Tangan pemukul terlalu

lurus dan gerakan kaku. 4) Kekuatan tangan kurang, terutama pada putri. 5) Saat

memukul bola, perkenaan bola tidak tepat dengan apa yang dikehendaki jenis

servis yang telah direncanakan. 6) Saat memukul bola, kaki kanan di depan kaki

kiri (bagi yang tidak kiadal) sehingga ada gerakan tubuh yang berlawanan dan

menghambat gerakan yang supel. Pada saat memukul berat bedan telah berada

pada kaki kiri, yang sebenarnya berat badan berada di kaki kanan dulu baru

setelah itu dipindahakan ke kaki kiri. 7) Servis dengan tangan mengepal dapat

mengurangi ketepatan arah bola servis. 8) Gerakan tangan pemukul kerang efektif

dan efisien sehingga sangan mempercepat kelelahan. 9) Sering anak latih dalam

pertandingan ingin nmendemonstrasikan teknik servis yang belum dikuasai secara

baik. 10) Pemain sering mementingkan kecepatan dan kerasnya bola servis dari

pada ketepatan masuk di lapangan lawan (Herry Koesyanto, 2004:43-44).

2.1.4 Kondisi Fisik

Kondisi fisik adalah suatu kesatuan utuh dari komponen-komponen yang

tidak dapat dipisahkan, baik peningkatannya, maupun pemeliharaannya (M.

Sajoto, 1988:57). Bahwa prestasi dalam cabang permainan bola voli tidak cukup

dicapai hanya dengan penguasaan suatu teknik saja. Tetapi harus dicapai dengan

latihan sebab latihan mempunyai dampak terhadap fisik. Sebab menurut Harsono

(1988:153),

Kondisi

fisik

mempunyai

peranan

yang

sangat

penting

dalam

melaksanakan program latihan . Karena jika kondisi fisik itu baik maka : 1) akan

29

ada peningkatan dalam kemampuan sirkulasi dan kerja jantung. 2) akan ada

peningkatan dalam kekuatan, kelentukan. daya tahan, kecepatan,dan lain-lain

komponen kondisi fisik. 3) akan ada ekonomi gerak yang lebih baik pada waktu

latihan. 4) akan ada pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah

latihan. 5) akan ada respon yang cepat dari organisme tubuh kita apabila sewaktu-

waktu respon demikian dimiliki. Ciri-ciri permainan bola voli pada abad ke dua

puluh ini tidak hanya merupakan olahraga yang bersifat rekreasi, sekedar alat

untuk

meningkatkan

kesegaran

jasmani,

melainkan

telah

menuntut

kualitas

prestasi dan seni yang setinggi-tingginya. Dalam usahanya untuk mencapai

prestasi maksimal, persiapan pemain tidak hanya ditekankan pada penguasaan

teknik dan tatik saja, tetapi kondisi fisik yang sempurna berkat latihan yang tepat,

merupakan syarat penting bagi para atlit. Jadi para atlit harus selalu dalam

keadaan

kondisi

sempurna

dalam

menghadapi

pertandingan

agar

tidak

mengurangi

prestasi

dalam

individu

dan

regu.

Seorang

pemain

atau

lebih

memiliki kondisi fisik yang jelek pada saat pertandingan maka akan menimbulkan

prestasi regu tersebut dapat menurun secara keseluruhan, akibat lebih jauh lagi

dapat menimbulkan turunnya mental tim, sehingga prestasi tim dengan sendirinya

sangat menyolok penurunannya, baik penjagaan maupun peningkatan kondisi

pemain, akan tergantung dari rencana latihan pelatih dan kesadaran pemain

sendiri

agar

supaya

selalu

sempurna

kondisifisknya.

Berkaitan

dengan

kemampuan

fisik

bermain

bola

voli

kemampuan-kemampuan

fisik

perlu

30

dilakukan penjagaan dan peningkatan. Adapun menurut Suharno HP (1985:30-

59), 10 macam kondisi fisik tersebut adalah :

2.1.4.1 Kekuatan (Strength) adalah kemampuan dari otot untuk dapat mengatasi

tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas.

2.1.4.2 Daya ledak (power) adalah kemampuan sebuah otot atau segerombolan otot

untuk mengatasi tahanan beban dengan kecepatan tinggi dalam suatu gerakan

yang utuh. Daya ledak (Power) ini berguna untuk meloncat dan mencambuk dalm

smash. block, dan lain-lain.

2.1.4.3 Kecepatan adalah kemampuan organisme atlit dalam melakukan gerakan-

gerakan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya untuk mencapai hasil yang

sebaik-baiknya.Kecepatan

bereaksi

berguna

setelah ada rangsangan bola dari lawan.

dalam

kecepatan

reaksi

garakan

2.1.4.4 Daya tahan adalah kemampuan arganisme atlit untuk melawan kelelahan yang

timbul saat menjalankan aktivitas dalam waktu lama. Kemampuan daya tahan

tinggi untuk mejalankan permainan bola voli dengan tempo tinggi, frekuensi

tinggi, tenaga yang kuat dan produktif dalam waktu tertentu. Untuk bermain bola

voli harus memiliki daya tahan tinggi selama bermain sebanyak tiga sampai lima

set pertandinggan.

2.1.4.5 Kelincahan adalah kemampuan dari seseorang untuk merubah posisi dan arah

secepat

mungkin

sesuai

dengan

situasi

yang

dihadapi

dan

dikehendaki.

Kelincahan untuk bergerak dan mengubah arah bila dalam pengambilan posisi

badan saat bermain.

31

2.1.4.6 kelentukan adalah suatu kemampuan dari sesorang dalam melaksanakan gerak

dengan amplitudo yang luas. Kelentukan sendi-sendi berguna agar kelihatan

luwes gerakan-gerakannya sehingga timbul seni gerak dalam bermain bola voli.

2.1.4.7 Stamina adalah kemampuan daya tahan lama organisme atlit untuk melawan

kelelahan dalam batas waktu tertentu, dimana aktivitas tersebut dilakukan dengan

intensity tinggi ( tempo tinggi, frekuensi tinggi, dan selalu menggunakan power ).

Stamina ini sangat penting untuk digunakan dalam pertandingan supaya bisa

mempertahankan keajegan prestasi atlit yang tinggi dan dapat berkonsentrasi

sampai pertandingan selesai.

2.1.4.8 Koordinasi adalah kemampuan seseorang untuk merangkaikan beberapa unsur

gerak menjadi satu gerakan yang selaras sesuai dengan tujuannya.

2.1.4.9 Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke

suatu sasaran sesuai dengan tujuannya.

2.1.4.10 Keseimbangan adalah kemampuan seseorang untuk mempertahankan

keseimbangan badan dalam berbagai keadaan agar tetap seimbang.

Dari pegertian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam permainan bola voli

sangat membutuhkan kemampuan fisik. Salah satunya adalah daya tahan untuk

melakukan pertandingan bola voli. Sebab daya tahan dapat diartikan sebagai suatu

keadaan atau kondisi tubuh yang mampu untuk bekerja dalam waktu yang cukup

lama (Rusli lutan, 2000:71). Dalam olahraga permainan khususnya cabang bola

voli yang merupakan salah satu cabang olahraga yang seringkali berlangsung

dalam waku yang lama, terutama dalam pertandingan-pertandingan yang resmi

32

yang berlangsung selama lima set, bisa memakan waktu lebih dari dua jam. Oleh

karena itu setiap pemain bola voli harus mempunyai fisik yang sempurna

mungkin nanti dalam pertandingan para pemain bola voli agar : 1) tidak

kehabisan tenaga, 2) tidak semakin menurun keterampilannya yang disebabkan

karena semakin berkurangnya cadangan energi fisiknya.

Kondisi fisik adalah suatu kesatuan utuh dari komponen-komponen yang

tidak dapat dipisahkan, baik peningkatannya, maupun pemeliharaannya (M.

Sajoto, 1988:57). Lebih lanjut dinyatakan bahwa prestasi seseorang dalam dunia

olahraga ditentukan oleh banyak faktor, misal: kondisi fisik, kemampuan teknik

atau keterampilan yang dimiliki. Adapun peranan kondisi fisik dalam penelitian

ini disesuaikan dengan kondisi yang dibutuhkan pada saat latihan. Komponen-

komponen tersebut antara lain :

Ketepatan.

Ketepatan adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan gerak-

gerak bebas, terhadap suatu sasaran. Sasaran dapat berupa jarak atau mungkin

suatu obyek langsung yang harus dikenai (M. Sajoto, 1988:59).

Ketepatan dalam permainan bola voli pada servis dan smash merupakan

faktor

yang

sangat

menentukan,

akan

tetapi

bukan

berarti

untuk

teknik

memperluas ketepatan. Latihan servis atas salah satu cara untuk membantu

meningkatkan keahlian dala mengoper bola ke teman.

Keseimbangan.

33

Keseimbangan adalah kemempuan seseorang mengendalikan organ-organ

syaraf ototnya, selama melakukan gerakan-gerakan yang cepat, dengan perubahan

letak titik-titik berat badan yang cepat pula, baik dalam keadaan statis maupun

lebih-lebih dalam gerakan dinamis (M. Sajoto. 1988:58)

Dibidang olahraga

banyak yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini, baik

dalam

menghilangkan

atau

mempertahankan

keseimbangan.

Keseimbangan

dalam permainan bola voli kususnya servis merupakan faktor yang sangat

menentukan, dalam melakukan servis keseimbangan harus selalu terjaga supaya

saat melakukan servis dapat berjalan dengan baik dan benar, serta langsung bisa

melanjutkan pertandingan.

Koordinasi.

Koordinasi

adalah

kemampuan

bermacam-macam gerakan yang berbeda

seseorang,

dalam

mengitegrasikan

kedalam suatu pola gerakan tunggal

secara efektif (M. Sajoto : 1988:59), sedangkan koordinasi dalam servis atas yaitu

dari posisi sikap siap kemudian melakukan servis. Memukul bola dengan tangan,

sehingga kedua tangan melecut dalam keadaan lurus kedepan.

Kekuatan.

Kekuatan adalah komponen kindisi fisik, yang menyangkut masalah

kemampuan seseorang atlit pada saat mempergunakan otot-ototnya, menerima

beban dalam waktu kerja tertentu (M. Sajoto. 1988:58). Penggunaan kekuatan

otot lengan bahu dalam permainan bola voli khususnya servis, penggunaan tenaga

34

yang lebih pada lengan pada saat melakukan servis atas. Adapun dalam hal

kekuatan ini akan dibahas secara lebih detail dalam sub bab berikut.

2.1.5 Kekuatan Otot

Kekuatan otot adalah hasil dari suatu rangkaian kerja untuk melakukan

kerja secara mendadak atau biasa disebut eksplosive kekuatan. Pendapat para ahli

mengenai kekuatan otot adalah sebagai berikut. Kekuatan (Strength) adalah

kemampuan

dari

otot

untuk

dapat

mengatasi

tahanan

atau

beban

dalam

menjalankan aktivitas (Suharno HP, 1985:35). Sedangkan menurut M. Sajoto

(1988:58) Kekuatan adalah komponen kindisi fisik, yang menyangkut masalah

kemampuan seseorang atlit pada saat mempergunakan otot-ototnya, menerima

beban dalam waktu kerja tertentu. Sedangkan menurut Rusli Lutan (2000:66)

kekuatan otot adalah kemampuan badan dalam menggunakan daya. Sedangkan

menurut

Harsono

(1988:178)

kekuatan

adalah

kemampuan

otot

untuk

membangkitkan tegangan suatu tahanan. Dengan demikian bahwa kemampuan

otot lengan dalam penelitian ini adalah kemampuan otot atau sekelompok otot

yang terdapat pada lengan seseorang dalam melakukan kerja atau menggunakan

daya dengan menekan beban yang ditanggungnya dalam satu kontraksi maksimal

selama melakukan aktivitas memukul.

. Di dalam olahraga kompetisi, kekuatan merupakan salah satu unsur

fundamen penting untuk mecapai mutu prestasi maksimal. Kegunaan kekuatan

disamping

untuk

mencapai

prestasi

maksimal

juga

untuk

mempermudah

35

mempelajari teknik dan juga untuk mencegah terjadinya cedera dalam olahraga,

memantapkan kepercayaan diri sendiri (Suharno HP, 1985:35-36). Penggunaan

kekuatan

otot

lengan

bahu

dalam

permainan

bola

voli

khususnya

servis,

penggunaan tenaga yang lebih pada lengan pada saat melakukan servis atas.

Menurut Suharno HP (1985:36) ada beberapa macam kekuatan, dan

macam-macam kekuatan tersebut adalah :

2.1.5.1 Kekuatan maksimal

Kekuatan maksimal adalah kemampuan otot dalam kontraksi maksimal

serta dapat melawan/menahan dan memindahkan beban maksimal pula.

2.1.5.2 Kekuatan Daya Ledak

Kekuatan Daya Ledak adalah kemampuan sebuah otot atau segerombolan

otot untuk mengatasi tahanan beban dengan kecepatan tinggi dalam satu gerakan

yang utuh.

2.1.5.3 Power Endurance

Power Endurance adalah kemampuan tahan lamanya kekuatan otot untuk

melawan tahanan beban yang tinggi intensitasnya.

2.1.6 Kekuatan Otot Lengan.

Kekuatan

otot

(strength)

adalah

kemampuan

dari

otot

untuk

dapat

mengatasi

tahanan

atau

beban

dalam

menjalankan

aktivitas

(Suharno

HP,

1985:35). Menurut M. Sajoto (1988:58) Kekuatan otot adalah komponen kindisi

fisik,

yang

menyangkut

masalah

kemampuan

seseorang

atlit

pada

saat

36

mempergunakan

otot-ototnya,

menerima

beban

dalam

waktu

kerja

tertentu.

Dengan demikian bahwa kekuatan otot lengan dalam penelitian ini adalah

kemempuan kondisi fisik yang menyangkut masalah kemampuan seorang atlet

saat

menggunakan

otot

lengan,

menerima

beban

pada

masa

tertentu.

Otot

merupakan bagian terpenting pada diri seorang atlet untuk mencapai tingkat

prestasi yang maksimal. Otot akan berkotraksi lebih kuat bila di beri beban yang

lebih berat (sampai pada suatu batas maksimal), apabila otot di regangkan. Selain

dari pada sifat otot, faktor yang dapat mempengaruhi prestasi kerja otot.

2.1.7 Kekuatan Otot Lengan Bahu

Serabut

otot

yang

ada

dalam

otot

akan

memberika

respon

apabila

dikenakan beban dalam latihan. Kekuatan otot merupakan salah satu komponan

penting dalam keberhasilan melakukan servis atas, karena otot lengan bahu

membantu pada saat memukul bola.

Otot Lengan Bahu yang terlibat dalam melakukan servis atas adalah

sebagai berikut :

2.1.7.1 Otot bahu terdiri dari :

1) Muskulus Deltoid : atau otot segitiga. Otot ini membentuk lengkung bahu dan

berpangkal pada bagian sisi tulang selangka ujung bahu, tulang belikat dan

diafise tulang pangkal lengan. Di antara otot ini dan taju tulang besar tulang

pangkal lengan terdapat kandung lendir, Fungsinya untuk mengankgat lengan

sampai mendatar (Syaifuddin, 1997:38).

37

2) Muskulus .Subscapularis : atau otot depan tulang belikat. Otot ini mulai dari

bagian depan tulang belikat, menuju taju kecil tulang pangkal lengan, di

bawah

uratnya

terdapat

kandung

lendir.

Fungsinya

menengahkan

dan

memutar tulang humerus ke dalam (Syaifuddin, 1997:38).

3) Muskulus Suprasupinatus : otot atas tulang belikat. Otot ini berpangkal di

lekuk sebelah atas menuju ke taju besar tulang pangkal lengan. Fungsinya

untuk mengangkat lengan (Syaifuddin, 1997:38).

4) Muskulus Infraspinatus : otot bawah tulang belikat. Otot ini berpangkal di

lekuk sebelah bawah tulang belikat menuju ke taju besar tulang pangkal

lengan. Fungsinya memutar tulang keluar (Syaifuddin, 1997:38).

5) Muskulu .Teres Mayor : Otot lengan bulat besar. Otot ini berpangkal di siku

bawah tulang belikat dan menuju ke taju kecil tulang pangkal lengan. Di

antara

otot lengan bulat kecil dan otot lengan bulat besar terdapat kepala

panjang dari musculus triceps brachii. Fungsinya bisa memutar tangan ke

dalam (Syaifuddin, 1997:39).

6) Muskulus.Teres Minor : otot tulang belikat kecil. Otot ini berpangkal di siku

sebelah luar tulang belikat dan meuju ke taju besar tulang pangkal lengan.

Fungsinya memutar lengan keluar. (Syaifuddin, 1997:39).

38

38 Gambar : 8 Otot Lengan Bahu ( Syaifuddin. 1997 : 39 ) 2.1.7.2 Otot Pangkal

Gambar : 8 Otot Lengan Bahu ( Syaifuddin. 1997 : 39 ) 2.1.7.2 Otot Pangkal Lengan atas terdiri atas : Otot-otot ketul ( fleksor ) dan otot-otot

kedang ( ekastensor ), Terdiri atas :

1) Muskulus Biceps Brachi,: otot lengan berkepala dua. Otot ini meliputi dua

buah sendi yang mempunyai dua buah kepala. Kepala yang panjang melekat

di dalam sendi bahu, kepala yang pendek melekat di sebelah luar dan yang

kedua di sebelah dalam. Otot itu ke bawah menuju ke tulang pengumpil. Di

bawah

uratnya

terdapat

Bandung

lendir.

Fungsí

otot

ini

untuk

mmembengkokkan lengan bawah siku, meratakan hasta dan mengangkat

tangan (Syaifuddin, 1997:43).

2) Muskulus Brachialis : disebut juga otot lengan dalam. Otot ini berpangkal di

bawah otot segitiga di tulang pangkal lengan dan menuju taju di pangkal

39

tulang

hasta.

Fungsinya

(Syaifuddin, 1997:43).

untuk

membengkokkan

lengan

di

bawah

siku

1997:43). untuk membengkokkan lengan di bawah siku Gambar : 9 Otot Lengan Atas ( Syaifuddin. 1997

Gambar : 9 Otot Lengan Atas ( Syaifuddin. 1997 : 39 ) 3) Muskulus Kurakobrachialis : Otot ini berpangkal di prosesuskorakoid dan

meuju

ke

tulang

pangkal

lengan.

(Syaifuddin, 1997:43).

Fungsinya

untuk

mengangkat

lengan

4) Muskulus Tricep Brachi: Otot lengan berkepala tiga. Kepala luar berpangkal

di sebelah belakang tulang pangkal lengan menuju ke bawah kemudian

bersatu dengan yang lain. Kepala dalam berawal dari tulang di bawah tulang

pangkal lengan. Kepala panjang pada tulang di bawah sendi dan ketiga-

tiganya

mempunyai

1997:43).

sebuah

urat

yang

melekat

di

olekrani

(Syaifuddin,

40

2.1.7.3 Otot lengan bawah

terbagi dalam : otot-otot kedang yang memainkan

perannya dalam pengetulan di atas sendi siku, sendi-sendi tangan, sendi-sendi

jari dan sebagian dalam gerak silang hasta.

sendi-sendi jari dan sebagian dalam gerak silang hasta. Gambar : 10 Otot Lengan Bagian Bawah (

Gambar : 10 Otot Lengan Bagian Bawah ( Syaifuddin. 1997 : 43-44 ) Menururt Syaifuddin (1997:43), otot-otot tersebut adalah :

1) Muskulus

Ekstensor

Karpi

Radialis

Longus,

MuskulusEkstensor

Karpi

Radialis Brevis, dan Muskulus Ekstensor Karpi Radialis Ulnalis. Ketiga otot

ini fungsinya sebagai ekstensi lengan (menggerakkan lengan).

2) Muskulus.Digitorum Karpi Radialis : fungsinya untuk menggerakkan jari

tangan kecylai ibu jari.

3) Muskulu . Ekstensor Policis Longus : Fungsinya untuk menggerakkan ibu jari.

4) Muskulus

Pronator

Teres,

fungsinya

mengerjakan

membengkokkan lengan di bawah siku.

silang

hasta

dan

41

5) Muskulus Palmaris Ulnaris, berfungsi mengetulkan lengan.

6) Muskulus Palmaris Longus, Muskulus Fleksor Karpi Radialis, Muskulus

fleksor digitor sublimis fungsinya menggerakkan jari kedua dan kelingking.

7) Muskujlus fleksor Digitorum Profundus, fleksi jari pertama-kedua,ketiga dan

keempat.

8) Muskulkus Fleksor Policic Longus, fungsinya fleksi ibu jari.

9) Muskulus Pronator Teres Equadratus, fungsinya pronasi dari tangan.

10)

Muskulus Supinator Brevis, fungsinya supinasi dari tangan.

2.1.8 Daya Ledak Otot

Daya ledak otot adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kekuatan

maksimum, dengan usaha dikerahkan dalam waktu sependek-pendeknya (M.

Sajoto. 1988:58). Sedangkan yang dimaksud daya ledak otot adalah kemampuan

sebuah otot atau segerombolan otot untuk mengatasi tahanan beban dengan

kecepatan tinggi dalam suatu gerakan yang utuh (Suharno HP, 1985:37). Dengan

demikian yang dimaksud daya ledak otot adalah kemampuan otot di dalam

menahan beban dengan kecepatan tinggi dalam suatu gerakan yang utuh.

Salah satu komponen kondisi fisik yang hampir setiap cabang olahraga

membutuhkan daya ledak otot. Dalam praktek olahraga daya ledak digunakan

untuk gerakan yang sifatnya eksplosif seperti melompat, menolak, melempar,

menedang, dan memukul. Seperti yang dikemukakan oleh Harsono, (1988:200)

bahwa daya ledak sangat penting untuk cabang-cabang olahraga dimana atlet

42

harus mengerahkan tenaga yang eksplosif seperti nomor-nomor lempar dalam

etletik,

melempar

bola

softball,

melompat,

memukul, menendang dan sebagainya.

sprint,

smash

dalam

bola

voli,

Daya ledak setiap atlit berbeda-beda, perbedaan ini dikarenakan adanya

beberapa

faktor

yang

harus

dimiliki

disamping latihan yang rutin.

2.1.9 Daya Ledak Otot Lengan

oleh

masing-masing

atlet

tidak

sama,

Daya ledak merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang hampir

setiap

cabang

olahraga

membutuhkan.

Dalam

praktek

olahraga

daya

ledak

digunakan untuk gerakan yang sifatnya eksplosif seperti melompat, menolak,

melempar, menendang, dan memukul. Atas dasar peran dan kegunaan daya ledak

maka sangat bermanfaat untuk keperluan prestasi yang maksimal (Suharno HP,

1985:37).

Daya ledak merupakan salah satu unsur penting dalam pukulan bola saat

melakukan servis atas. Yang mengandung pengertian suatu kemampuan otot

lengan untuk melakukan gerakan pukulan bola saat melakukan servis atas. Jadi

jelasnya bahwa daya ledak otot lengan pada servis atas digunakan pada waktu

memukul bola saat melakukan servis atas.

Yang dimaksud daya ledak adalah kemampuan melakukan gerakan secara

eksplosif yaitu kemampuan seseorang untuk melakukan usaha dengan kekuatan

maksimum, dalam jangka waktu sependek-pendeknya (M. Sajoto. 1988:58).

43

Sedangkan pendapat lain menyebutkanbahwa yang dimaksud daya ledak otot

adalah kemampuan sebuah otot atau segerombolan otot untuk mengatasi tahanan

beban dengan kecepatan tinggi dalam dalam suatu gerakan yang utuh (Suharno

HP, 1985:37).

Jadi yang dimaksud dengan daya ledak otot lengan dalam penelitian ini

adalah kemampuan memukul bola oleh sekelompok otot lengan dalam waktu

sesingkat-singkatnya. Dalam pengertian ini berupa gerakan memukul bola saat

melakukan servis atas.

2.1.10 Daya Ledak Otot Lengan Bahu

Dalam melakukan servis gerak impuls atau gerak dorong atau pukulan

lebih dominan, saat atlet melakukan gerakan lengan ke belakang sebagai awalan

servis, otot yang bekerja adalah extensor siku, yaitu otot triceps. Saat lengan

bergerak mendorong atau memukul kearah depan atas sekeras mungkin, ada

kekuatan ledakan atau daya ledak otot adalah adalah kemampuan seseorang untuk

melakukan

kekuatan

sependek-pendeknya

maksimum,

(M.

Sajoto.

dengan

1988:58),

usaha

dikerahkan

sedangkan

untuk

dalam

waktu

menggerakkan

pergelangan tangan mengimbangi gerakan memukul ialah dengan otot fleksor

carpio ulnaris dan palmaris longis. Pada gerakan servis saat bahu kanan ditarik

kedepan dan lengan dicambukkan lewat atas bahu dengan gerak pelurusan keatas

depan maka otot yang bekerja adalah otot latisimusdorsi, pektoralis major, teres

44

major dan triceps, sedang untuk menggerakkan lengan memutar kedalam adalah

otot-otot major, sub scapularis, latisimus dorsi dan pectoralis major.

2.1.11 Analisis Hubungan Kekuatan Otot Lengan Bahu dan Daya Ledak Otot

Lengan Bahu dengan hasil Servis Atas

2.1.11.1 Hubungan Kekuatan Otot Lengan Bahu dengan Hasil Servis Atas

Kekuatan otot adalah kemampuan otot atau kemampuan sekelompok otot

untuk melakukan kerja dengan menahan beban yang diangkatnya (M Sajoto,

1988:45). Kekuatan otot adalah kemampuan badan dalam menggunakan daya

(Rusli Lutan, 2000:66). Dengan demikian bahwa kemampuan otot lengan dalam

penelitian ini adalah kemampuan otot atau sekelompok otot yang terdapat pada

lengan

seseorang

dalam

melakukan

kerja

atau

menggunakan

daya

dengan

menekan beban yang ditanggungnya dalam satu kontraksi maksimal selama

melakukan aktivitas memukul.

Dalam

servis, salah satu organ tubuh yang juga banyak berperan adalah

lengan, yaitu untuk memukul bola. Servis akan lebih sulit apabila servis tersebut

sangat kuat dan penuh tenaga (L Barbara, 2004:1). Oleh karena itu kekuatan

lengan sangat penting untuk mencapai suatu prestasi dalam servis atas khususnya

dalam memukul bola Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa semakin kuat

otot lengan seseorang, maka akan semakin tinggi pula prestasi yang akan dicapai

tentu dibarengi dengan teknik yang baik da