P. 1
EDISI 005 MARET 2012

EDISI 005 MARET 2012

|Views: 308|Likes:
Dipublikasikan oleh tabloidwalimedia

More info:

Published by: tabloidwalimedia on May 21, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2014

pdf

text

original

WALIMEDIA

EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

SDIT Rabbani Tunggu Uluran Tangan Pemerintah

Rachel Maryam : “Saya Miliki Ikatan Bathin dengan Jawa Barat”
Akan Maju Sebagai Cawagub Jabar Kab.Bandung, Walimedia Anggota Legislatif Komisi I DPR RI, Rachel Maryam Sayidina yang pada pileg 2009 lalu, maju dari Daerah Pemilihan Jabar II (Kabupaten Bandung-Bandung Barat) Partai Gerindra, menyatakan siap maju menjadi calon Wakil Gubernur Jabar. Bukan calon gubernur yang selama ini santer diberitakan. Alasan wanita kelahiran Bandung 20 April 1980 ini memilih posisi calon wakil gubernur karena menurutnya merasa cukup tahu diri. "Masih banyak orang yang lebih layak dan berkualitas di atas saya untuk menjadi gubernur," ungkapnya saat ditemui Walimedia di sela-sela silaturahmi dan pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kecamatan Cileunyi belum lama ini. Dorongan untuk maju di pilgub Jabar menurut Ibu dari Muhammad Kale Mata Angin ini mayoritas datang dari kader-kader akar rumput. Namun, hal itu tidak membuatnya sekonyong-konyong mencalonkan diri tanpa pemikiran matang. “Yang mendukung saya bukan hanya dari dapil sendiri saja (dapil 2, red) tetapi juga dari daerah lain seperti Ciamis dan Tasikmalaya. "Saya ingin yang terbaik untuk Jawa barat karena saya cinta Jawa barat. Karena saya lahir di Jawa barat dan ingin memperbaiki Jawa barat, disamping saya juga sangat faham dengan Jawa barat,” tuturnya. Mengenai penentuan pencalonan, Istri dari pengusaha Edwin Aprihandono ini mempercayakan pada mekanisme partai. "Saya yakin partai akan memilih yang

Teddy Suratmadji Ingin Sejahterakan Rakyat Jabar
11% Warga Jabar Masih Miskin
Bandung, Walimedia – Berawal dari niat tulus ingin membangun Jawa barat dan men-jadikannya lebih baik, Teddy Suratmadji, Calon Gubernur yang mendaftarkan dirinya melalui Partai Demokrat pada Pilgub Jabar 2013 mengaku ingin mengurangi angka kemiskinan di Jabar. Menurut Teddy yang juga Presdir Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, saat ini setidaknya 11 persen Rakyat Jabar masih berada dalam garis kemiskinan. Bahkan pencapaian IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Jabar berada di urutan 15 nasional. "IPM di Jabar tidak masuk 3, 5 bahkan 10 besar, Jabar ada di posisi belasan. Tidak malu kita sebagai putra daerah? Ini yang membuat saya tertantang untuk meningkatkan harkat kehidupan masyarakat Jabar, dulur urang sadayana (saudara kita semuanya - red)," terang Teddy. Sementara soal perahu politik yang kini memakai Demokrat, ia ogah bicara gamblang soal alasannya. “Ini bukan tujuan, tapi hanya jalan saja. Alhamdulillah saya dapat kepercayaan untuk diterima (mendaftarkan diri sebagai balon gubernur)," ungkapnya di Sekretariat DPD Partai Demokrat belum lama ini. Sedangkan dalam pemaparan visi misinya yang dilaksanakan di Hotel Homann Bandung baru-baru ini, Teddy menyoroti potensi Jabar yang tersia-siakan. "Jabar itu provinsi serba ada. Tetapi keadaannya sangat ironis dan tidak pantas dimiliki sebuah provinsi yang ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa," ungkap Teddy. (WM.017)

005- 1- 04- 2012

EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

terbaik dari kader-kadernya untuk rakyat,” tandas Rachel yang juga mengaku memiliki hubungan batin kuat dengan Jawa barat. Sementara Wakil Ketua DPD Gerindra Jabar yang juga anggota tim pemilu Jabar, Dodi Suhadi secara tegas mengungkapkan dukungannya kepada Rachel untuk maju di pilgub jabar 2013. "Sebagai kader saya sangat berharap pada Rachel untuk maju di pilgub, kita siap mendukung dan mensukseskan," terangnya. Senada dengan Dodi, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bandung, Yayat, berharap kepada Rachel maju baik sebagai wakil maupun gubernur, kami siap mendukung dan akan berjuang habis-habisan mensukseskan Rachel,” katanya. (WM.017)

Mengenal Lebih Dekat DPRD Kota Bandung

KOMISI A
ebagai lembaga legislatif, Dewan Perwakilan Rakyat D a e r a h ( D P R D ) Kot a Bandung ditunjang oleh keberadaan Komisi-komisi yang bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Pembentukan Komisi-Komisi di DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 sendiri dibentuk berdasarkan Keputusan DPRD Kota Bandung Nomor 01 Tahun 2009 tentang Pembentukan Susunan dan Keanggotaan Komisi-Komisi DPRD Kota Bandung, tanggal 14 Oktober 2009. Untuk periode 2009-2014, Komisi A diketuai oleh Haru Suandharu, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Haru dibantu 9 orang lainnya, yang menempati posisi wakil ketua, sekretaris dan anggota. Selama hampir tiga tahun lamanya bekerja, Komisi A sudah banyak memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan tiga fungsi DPRD, legislasi, budjeting dan pengawasan. Komisi A juga sudah banyak menerima, menampung dan membahas serta menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh

S

masyarakat. Aspirasi itupun kemudian dibahas, untuk kemudian hasilnya dilaporkan kepada pimpinan DPRD yang meneruskannya kepada Wali Kota sehingga menjadi masukan berarti dalam perjalanan roda pemerintahan di Kota Bandung. Di tahun 2012 ini, Komisi A sebagaimana disampaikan Haru Suandharu, terus bekerja sesuai dengan fungsi dan bidang tugasnya. Dalam bidang pemerintahan, Komisi A saat ini tengah mempersiapkan kajian akademis terkait peningkatan kinerja aparatur pemerintahan. Kajian itupun saat ini sudah masuk Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2012 dan diharapkan akan dibahas dalam bentuk Panitia Khusus (Pansus) di catur wulan kedua. Bidang Keamanan dan Ketertiban Komisi A, sudah menghasilkan produk inisiatif berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Penataan Pedagang Kaki Lima. Setelah produk ada, Komisi A saat ini tinggal mengawal eksekutif (Pemkot Bandung) agar bisa segera menyelesaikan Peraturan Wali Kota (Perwal) karena menyangkut

pembagian zonasi serta Keputusan Wali Kota (Kepwal) terkait pembentukan Satuan Petugas Khusus (Satgasus) PKL. Masalah PKL itu sendiri 'ditarik' untuk dipegang Komisi A karena kaitannya dengan Keamanan dan Ketertiban. Garapan lainnya yang menjadi fokus, yaitu bidang Kependudukan terkait dengan rencana pelaksanaan program e-KTP atau KTP elektronik. Komisi A, akan terus memberikan support kepada Pemkot Bandung, seperti halnya dari sisi anggaran untuk sosialisasi dan mobilisasi. Komisi A, sudah mengkomunikasikan masalah tersebut dengan Badan Anggaran (Banggar). Program e-K TP di Kot a Bandung, diharapkan akan berjalan mulus. Hal penting lainnya yang tengah dibahas dan menjadi fokus perhatian yaitu Bidang Perundang-undangan terkait pengajuan Rancangan Peraturan Daer ah (Raperda) tent ang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan. Hal itu terkait dengan penyaluran Dana Hibah dan Dana

Bantuan Sosial (Bansos). Dengan adanya aturan, diharapkan ke depannya lembaga kemasyarakatan akan membantu pemerintah menjalankan RPJMD. "Banyak hal lainnya yang juga menjadi fokus perhatian Komisi A. Sesuai tugasnya, bidang garapan lainnya yang kita benahi yaitu aspek perizinan terutama kaitannya dengan reklame. Harus diakui, di Kota Bandung penataan masalah reklame masih belum tertib. Disamping itu, Komisi A juga akan concern pada masalah pengelolaan aset yang didalamnya termasuk sertifikasi tanah," kata Haru. Masih terkait dengan masalah aset, Haru pun mengatakan saat ini tengah dibahas mengenai retribusi kekayaan daerah. Pemberlakuan retribusi kekayaan daerah diharapkan bisa mengoftimalkan keberadaan aset pemerintah kota, baik aset yang bergerak maupun tidak bergerak. "Sedang kita arahkan bagaimana aset-aset itu bisa dicari retribusinya dan menjadi pendapatan asli daerah," ujar Haru.

MAJU LEWAT PARTAI DEMOKRAT VISI TETAP BERMARTABAT
DADA ROSADA
Haru Suandharu Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung

Bidang dan tugas Komisi A : 1. Bidang Pemerintahan, 2. Keamanan dan Ketertiban, 3. Kependudukan dan Transmigrasi, 4. Penerangan/Pers, 5. Hukum, Perundang-undangan dan HAM, 6. Kepegawaian/Aparatur, 7. Perizinan, 8. Sosial Politik, 9. Organisasi Masyarakat, 10. Pertanaham. Sedangkan susunan anggota Komisi A adalah Koordinator : Teddy Setiadi, S.Sos., Ketua : Harua Suandharu, S.SI., M.Si., dan Wakil Ketua Aat Safaat Hodijat. Dan, untuk anggota adalah Gugum Gumbira, Untung Mulyanto, Drs. Kadar Slamet, Wieke Wiwik Purwati, Asep Rodi, Riantono, ST., M.Si., H. Lia Noer Hambali, SP . (Adv)

sejak 16 Oktober 2003 lalu H. Dada Rosada, SH, MSi menjabat sebagai Walikota Bandung. Pria kelahiran Ciparay, Kabupaten Bandung, 29 April 1947 ini menjabat “Orang nomor satu” di kota Bandung selama 2 periode. Yakni periode tahun 2003-2008 dan periode kedua tahun 2008 hingga 2013 mendatang. Pada periode pertama Dada berpasangan dengan H. Jusep Purwasuganda, yang wafat di tengah masa kepemimpinan karena sakit. Sedangkan diperiode kedua ia berduet dengan Ayi Vivananda hingga sekarang. Di era kepemimpinannya, yang sudah memasuki usia yang ke-9 tahun, slogan “Bermartabat” dikibarkan dan dijadikan visi untuk menata kota yang bependuduk sekitar 2,5 juta jiwa.

S

Sembilan tahun sudah Dada Rosada menjadi Walikota Bandung. Ini artinya sembilan tahun juga slogan “Bermartabat” bergaung di Kota Parisj Van Java. Ya, dimasa kepemimpinannyalah slogan yang dijadikan visi pembangunan Kota Bandung ini berkibar. Tapi, akankah slogan ini juga akan diterapkan bilamana ia terpilih sebagai Gubernur Jabar kelak ?
Selain merupakan akronim dari Bersih, Makmur, Taat dan Bersahabat, kata “Bermartabat” secara harfiah berarti memiliki jatidiri, harga diri, kualitas, mutu atau prestise. Sebuah makna yang dalam. Jikalau seseorang sudah dan terus menerus menjaga martabat atau harga dirinya, maka jangan harap orang lain akan bisa dengan mudah mempengaruhi atau mengganggunya. Seseorang yang mempunyai martabat justru akan dihormati dan disegani, bahkan akan dijadikan panutan. Demikian halnya dengan martabat sebuah kota. Jikalau sebuah kota sudah dan konsisten menjaga martabatnya, maka ya atau tidak, kota tersebut akan dijadikan contoh bagi kota-kota lainnya. Entah itu dari sisi pembangunan, produk kreatifitas, atau halhal lain terkait dengan idealnya sebuah kota. Agar visi Bermartabat tidak sekedar slogan hampa atau basa-basi, Dada pun berupaya keras mewujudkannya. Di awal pencalonannya sebagai Walikota pada 2003 lalu, Dada mencoba menelaah permasalahan yang terjadi di masyarakat dan pemerintah kota Bandung. Dari sini dikenal dengan konsep 28 inti permasalahan kota. Konsep inilah yang menjadi salah satu tolak ukur wakil rakyat untuk memilih Dada Rosada sebagai Walikota Bandung periode 2003-2008.

(Abud)

Selengkapnya Di Halaman 3

(Foto : Ist)

2
Sekapur Sirih
Diterbitkan Berdasarkan UU No. 40/1999 Tentang Pokok-pokok Pers Oleh CV. Walimedia Perkasa

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

HUKUM & KRIMINAL

PENASEHAT : Wan Indra, Juniarso Ridwan, Sukandar, Hendi Sutresna. PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI : AB Heryanto. REDAKTUR PELAKSANA : Alimin, Ariesta DS. STAF REDAKSI : M Ibnu Ma'arif, Zul Chan,Amin Mustakim, Budi MN. Wirawan, Encep M, Deffy Ruspiandi. PERWAKILAN/BIRO : Asep Dzikri (Biro Kab Bandung), Yusman Andrian (Kota Cimahi/KBB), Teddy Widara (Biro Subang), Widi S. (Biro Cirebon), Tasdik (Garut), Junaedi (Perwakilan Jateng), H.Ucu Sujana (Biro Cilacap). KONSULTAN HUKUM : Sonny M. Kamal, SH., M.H PEMIMPIN PERUSAHAAN : Dudy Supriyadi. DIVISI IKLAN/MARKETING : Yuyu Wahyudin. DESIGN LAYOUT : Sayyidina Ally. ALAMAT REDAKSI : Jl. Aceh No. 26 Bandung 40117 Telp. (022) 93074659 Email : tabloidwalimedia@gmail.com Homepage : www.klik-walimedia.com

Akhirnya, Kami Pun Sepakat : Walimedia Harus Segera Menemui Pembaca ! Bisa Teu Bisa, Sabisa-bisa Kudu Bisa. Pasti Bisa !
asca paripurna DPR RI tentang rencana kenaikan BBM (Bahan bakar minyak) issu “bongkar pasang” menteri Kabinet indonesia bersatu (KIB) jilid 2 pun mulai bergulir. Konon menteri yang berasal dari kubu koalisi tapi tidak pro-pemerintah akan dicopot. Ditengah bergulirnya issu tersebut, peristiwa “bongkar pasang” juga ternyata dialami manajemen redaksi “Walimedia”. Namun yang apa yang terjadi di redaksi kami adalah bongkar pasang berita.Ya bongkar pasang karena mempertimbangkan laik tidaknya berita dimuat, laik tidaknya berita dimuat pada halaman tertentu, bahkan laik tidaknya berita dimuat pada edisi kali ini. Maklum, dalam setiap kesempatan, kami terus berupaya agar berita kami bisa menyajikan tulisan atau berita yang enak dibaca. Kendati dengan kondisi ala kadarnya, namun kami ingin memberikan sesuatu yang yang lebih bagi para pembaca. Setidaknya performa yang enak dipandang mata. Tapi apa daya. Jikalau terus menerus, melakukan bongkar pasang, kami tak kunjung terbit. Bacaan yang sudah dinanti-nanti tak bakal kunjung tiba. Akhirnya, kami pun sepakat : Walimedia harus segera menemui pembaca ! Bisa gak bisa, sabisa-bisa kudu bisa. Pasti bisa ! Dan alhamdulillah. Inilah produk kami edisi kali ini.

Tersangka Perampok dan Pembunuh Mahasiswi IT Telkom Dibekuk Polisi
Bandung, Walimedia – Pemuda berusia 22 tahun berinsial IL yang diduga telah merampok dan membunuh mahasiswi IT Telkom yakni Diayu Eritasari (20), berhasil ditangkap polisi. Pemuda tersebut ditangkap di rumah orang tuanya di kawasan Kabupaten Bandung. Menurut Kapolres Bandung, AKBP Sandi Nugroho, IL dibekuk anggota Satreskrim Polres Bandung yang dipimpin Kasatreskrim AKP Haerullah pada Kamis (29/3) malam lalu. "Pelaku ditangkap di rumah orang tuanya. Saat penangkapan itu, pelaku tidak melakukan perlawanan," ungkapnya. Sandi menyebutkan, dibekuknya IL ini berawal dari informasi masyarakat serta pemeriksaan terhadap sekitar 15 saksi. Anggota Satreskrim Polres Bandung yang berbekal informasi segera melakukan penyelidikan. Kepada polisi, IL mengakui perbuatannya. "Sementara ini pelaku membunuh korban karena tidak ingin aksi pencuriannya diketahui korban," terangnya. Kronologis kejadian, seperti yang diungkapkan Sandi, pelaku melakukan aksinya saat pulang kerja dari Buah Batu sekitar pukul 18.30 WIB. Kondisi yang sepi, dan gerbang serta pintu kamar korban terbuka, menjadi kesempatan pelaku melakukan aksinya. "Modusnya pelaku berpura-pura meminta informasi ke korban (Diayu) tentang kos-kosan apa masih ada yang kosong. Setelah mengobrol, kemudian pelaku menodongkan pisau ke arah perut korban untuk menyerahkan barang-barangnya, pisau dapur tersebut ia bawa dari rumahnya," tambah Sandi. Karena korban menolak dan akan berteriak, sambung Sandi, pelaku langsung menyekapnya dan menusuk ke bagian perut. Korban yang melawan, membuat pisau tersebut terpental dan korban di dorong hingga terjatuh, selanjutnya pelaku mencekik leher korban sampai tidak sadar, kemudian membekam korban dengan bantal. Dianggapnya korban belum meninggal dunia, pelaku mengambil gunting milik korban yang tak jauh dari pelaku dan langsung Kapolres Bandung, AKBP Sandi Nugroho memperlihatkan pisau yang dipakai menusuk leher korban sebelah kiri, tersangkan IL untuk menusuk korban pembunuhan, Diayu. (Foto : Ist) dan langsung menyeretnya ke kamar mandi. barang bukti milik korban di lokasi kejadian, sejumlah barang Selain meringkus pelaku, polisi antaranya dua unit ponsel, laptop, milik korban hilang, yaitu laptop mengamankan barang bukti antara dan emas putih 10 gram. merek HP, handphone Nokia 7210, lain berupa satu bilah pisau dapur, Korban ditemukan pertamakali handphone Nokia C3, emas putih satu gunting, jaket pelaku yang ber- oleh kakaknya yang baru pulang 10 gram, dan hardisk. noda darah, sepatu pelaku yang saat kuliah. Awalnya diduga bunuh diri. (WM.017) Namun saat polisi menggeledah di TKP terdapat jejaknya. Selain itu

P

Rampok Anggota Polisi Seorang anggota Geng Motor Ditembak
Selamat menyimak sajian yang alakadarnya! Garut, Walimedia Selain harus menahan sakit dikaki kanannya akibat peluru panas, Rs (21) warga Kampung Cikuray, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut Jawa Barat terpaksa berurusan dengan Polisi. Sebelumnya Rs bersama 6 teman geng motor Brigez lainnya mencoba menghadang pengendara motor yang merupakan anggota Reserse Polres Garut, Brigadir Dang Tedi Kurnadi di Jalan Raya Suherman Kampung Ciateul Tarogong Kaler, Kabupaten Garut Jawa Barat. Saat itu Rs menodongkan celurit dibagian leher dan meminta handphone serta sepeda motor yang dikendarai Dang Tedi. Kasat Reserse Polres Garut, AKP. Yusuf Hamdani menyatakan Dang Tedi saat kejadian sedang melaksanakan tugas untuk penyelidikan kasus geng motor yang sering melakukan tindakan kriminalitas perampokan dan pencurian dengan kekerasan di Jalan Suherman. ”Jadi memang kebetulan saat anggota kami melintas di Jalan Raya Suherman, 7 orang anggota geng motor sudah menunggu calon korbannya,” ujarnya baru-baru ini kepada wartawan. Dang Tedi saat berada di bawah ancaman todongan celurit langsung melakukan perlawanan yang juga direspon ke 7 anggota geng motor lainnya untuk melakukan pengeroyokan, sehingga terpaksa Dang Tedi mengeluarkan sejata dan menembakan keudara beberapa kali. “6 anggota geng motor kabur sementara tersangka Rs yang sedang mabuk terus merangsek anggota polisi sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kanannya ", ungkap Yusuf. Kata Yusuf, Dang Tedi langsung m e m b aw a te r s a n g k a R s ke Mapolres Garut yang berjarak sekitar 500 meter, sementara anggota Reserse lainnya langsung melakukan penge-jaran kepada 6 anggota geng motor lainnya yang melarikan diri. “Diduga para tersangka sudah melakukan tindakan kriminalitas di Jalan Raya Suherman berkalikali, sesuai laporan yang disampaikan sejumlah korban,” pungkas Yusuf. (Tasdik)

Setubuhi Gadis Dibawah Umur, “DS” Diancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Garut, Walimedia Nasib sial dialami Ds (27) lelaki hidung belang yang telah 3 kali menikah warga Kampung Tanjung Sari, Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut Jawa Barat, kini harus berurusan dengan Polisi setelah menyetubuhi gadis dibawah umur Ns (17) warga Kampung, Sakambangan Desa Mekarwangi, Kecamatan Cibalong Garut. Kejadian tersebut bermula saat tersangka Ds berkenalan dengan Ns melalui handphone yang diberikan rekannya. Tersangka mengajak bertemu korban di rumah teman tersangka di Kampung Talagasari Pameungpeuk, Senin 20/2/2012) lalu. Menurut Kasat Reserse Polres Garut, AKP. Yusuf Hamdani, tersangka langsung saja mengajak korban untuk melakukan persetubuhan, semula korban menolak namun tersangka terus merayu hingga akhirnya korbanpun luluh dan menuruti keinginan tersangka. “Korban digagahi tersangka hingga 3 kali selama 4 jam,” ujar Yusuf kepada wartawan baru lalu. Setelah puas, menggagahi Ns, tersangka Ds berjanji akan mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun janji tersebut hingga akhir Maret lalu tidak dipenuhi tersangka. “Akhirnya korban mengadu kepada orang tuanya dan dilaporkan ke p a d a a p a r a t ke p o l i s i a n , ” lanjutnya. Menurut Yusuf, tersangka Ds terancam hukuman penjara selama 12 tahun, karena melanggar pasar 81, 82 Undang-Undang No 23 tahun 2002. “Tersangka telah melanggar undang-undang perlindungan anak,” tandasnya. (Tasdik)

WARTAWAN “WALIMEDIA” NAMANYA TERCANTUM DALAM BOKS REDAKSI DAN DILENGKAPI IDENTITAS DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIKNYA

WA L I

P OT R E T

Gizi Buruk, Siti Maspuroh Meninggal Dunia
DPRD KBB Minta Dinkes Langsung Terjun Ke Tengah Masyarakat

BERPOSE SAAT DEMO Meskipun tengah bertugas mengamankan aksi demo mahasiswa yang menolak kenaikan BBM, namun Kapolsek Sumur Bandung Kompol Bodhyi Widodo, tetap ceria dengan berpose di bawah guyuran hujan, beberapa waktu lalu. (Foto : Duddy)

KBB, Walimedia – Dinas kesehatan Kabupaten Bandung Barat diminta lebih proaktif menerjunkan personelnya ke wilayah. Langkah tersebut untuk menginventarisasi sekaligus menangani secara cepat masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Untuk mengefektifkan langkah ini dapat berkoordinasi dengat aparatur di tingkat bawah seperti RT dan RW, termasuk kader Posyandu dan PKK Dinkes pun jangan hanya menunggu laporan dari masyarakat karena harus dimaklumi, pola pikir masyarakat di daerah terkadang masih konvensional. Permintaan tersebut diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aep Nurdin yang juga menyesalkan masih ditemukannya warga yang menderita gizi buruk. Kasus gizi buruk menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah yang harus dituntaskan.

“Dinas Kesehatan (Dinkes) harus proaktif memantau kondisi masyarakat,tidak sekadar menunggu laporan masyarakat. Adanya temuan kasus gizi buruk menandakan jika Bandung Barat belum terbebas dari permasalahan ini,” sebut Aep belum lama ini. Mereka khawatir ketika membawa keluarganya ke rumah sakit karena takut tidak bisa membayar pengobatan. Itu terbukti bahwa selama 14 tahun usianya, Siti, Maspuroh, warga Kampung Panyusupan, RT5/5, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, yang didiagnosa meninggal karena gizi buruk baru satu kali di bawa ke rumah sakit. “Pemahaman yang harus diberikan adalah bahwa pemerintah daerah menjamin biaya pengobatan baik Jamkesmas ataupun Jamkesda bagi masyarakat yang tidak mampu,”tandasnya. Dia juga meminta masyarakat

agar tidak khawatir melaporkan kesulitannya. Pemerintah daerah pasti tidak akan tinggal diam dan tidak mau ada warganya terkendala biaya pengobatan ke rumah sakit. Karena persoalan dari itu semua adalah kemampuan ekonomi masyarakat yang masih rendah. Sedangkan aparat tidak melakukan pengawasan dan melakukan penyisiran ke daerah supaya mendapatkan data yang akurat. Seperti diberitakan sebelumnya Siti Maspuroh, (14) warga Kampung Panyusupan, RT5/5, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, KBB, meninggal dunia akibat gizi buruk Rabu (4/4/2012) lalu. Korban yang hanya memiliki berat 7 kilogram ini sempat di rawat di Rumah Sakit Cibabat Cimahi selama seminggu namun nyawanya tidak tertolong. (WM.017)

Polres, Kodim dan Pemkab Cirebon MoU Pelayanan Terpadu
Cirebon, Walimedia Kepolisian Resor (Polres) Cirebon, Kodim 0620/Sumber dan Pemkab Cirebon menggelar perjanjian kerjasama (MoU) terkait pelayanan terpadu dari ketiga instansi itu, Kamis (5/4). Penandatangan perjanjian digelar di Pendopo Bupati, Jalan Kartini, Kota Cirebon. Program yang masuk ke dalam pelayanan terpadu dalam perjanjian tersebut antara lain, pembuatan SKCK, laporan kehilangan, pengaduan, ijin keramaian, dan informasi kepolisian seperti penerimaan taruna baru dan sebagainya. Sementara dari Pemkab Cirebon berupa pengajuan pembuatan kartu keluarga, KTP dan akta kelahiran. Dari TNI menyangkut pendidikan bela negara dan info TNI. Kepala Polres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Hero H Bachtiar mengatakan, program pelayanan terpadu antara kepolisian, TNI dan Pemkab Cirebon sudah berjalan empat lalu. Namun MoU baru digelar hari ini. “Programnya bersifat mobile, titik mana saja yang kira-kira butuh kami datangi. Digelar setiap Selasa dan Kamis, dari pagi sampai sore,” kata Hero, seusai penandatanganan MoU, Kamis (5/4). (Ly/Net)

SEPUTAR JABAR
Letkol Inf. Fifin Firmansyah Jabat Dandim 0622 Kab Sukabumi
Sukabumi, Walimedia Bertempat di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0622 Kabupaten Sukabumi, Pangdam III Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Sonny Widjaja, baru-baru ini meresmikan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi sekaligus melantik Letkol Inf. Fifin Firmansyah sebagai Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi. Acara dihadiri Muspida Kabupaten Sukabumi, Irdam, Danrem 061 SK, Asrendam dan para Asisten K asdam III Siliwangi, para Dansat/Kabalak jajaran Kodam III Siliwangi, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD III Siliwangi beserta pengurus, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga masyarakat warga Kabupaten Sukabumi. Menurut Pangdam III Siliwangi, pembentukan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi, merupakan pemekaran dari Kodim 0607 Sukabumi. Juga, untuk memenuhi kebutuhan organisasi terkait implementasi strategi pertahanan aspek darat dan selaras dengan penataan organisasi TNI AD. Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi, juga merupakan realisasi dari keinginan, harapan dan permintaan masyarakat serta pemerintah daerah yang telah direstui oleh seluruh komponen masyarakat. Ini salah satu bukti kepercayaan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Sukabumi kepada Kodam III Siliwangi, lanjutnya. "Dengan diresmikannya Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi, tugastugas pemberdayaan wilayah pertahanan darat di wilayah Kabupaten Sukabumi, akan dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien,” ungkap Pangdam. Kepada Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Fifin Firmasyah beserta jajarannya, Pangdam menekankan untuk senantiasa memelihara kepercayaan masyarakat dengan sebaik-baiknya melalui koordinasi, kerjasama dan komunikasi yang intensif, terpadu dan sinergis, dengan aparat pemerintah daerah dan segenap komponen masyarakat, dalam upaya menciptakan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh, sehingga keberadaan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi benar-benar dapat mewujudkan stabilitas wilayah yang kondusif, serta bermanfaat bagi masyarakat. Mengakhiri Amanatnya, Pangdam mengucapkan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati beserta Unsur Pimpinan Daerah Kabupaten Sukabumi, tokoh agama, tokoh pemu-

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

H OT I S S U E

MAJU LEWAT PARTAI DEMOKAT VISI TETAP BERMARTABAT
Sembilan tahun sudah Dada Rosada menjadi Walikota Bandung.Ini artinya sembilan tahun juga slogan “Bermartabat” bergaung di Kota Parisj van Java. Ya, dimasa kepemimpinannyalah slogan yang dijadikan visi pembangunan Kota Bandung ini berkibar. Tapi, akankah slogan ini juga akan diterapkan bilamana ia terpilih sebagai Gubernu Jabar kelak ?
Tidak sekedar slogan hampa Agar visi Bermartabat tidak sekedar slogan hampa atau basabasi, Dada pun berupaya keras mewujudkannya. Di awal pencalonannya sebagai Walikota pada 2003 lalu, Dada mencoba menelaah permasalahan yang terjadi di masyarakat dan pemerintah kota Bandung. Dari sini dikenal dengan konsep 28 inti permasalahan kota. Konsep inilah yang menjadi salah satu tolak ukur wakil rakyat untuk memilih Dada Rosada sebagai Walikota Bandung periode 2003-2008. Ke-28 permasalahan yang dikenal dengan juga dengan istilah “28 Permasalahan Inti Kota Bandung” dimaksud antara lain adalah krisis ekonomi, transportasi, pelayanan kesehatan, kebersihan kota, pelayanan air bersih, masalah pedagang kaki lima, lingkungah hidup, pemukiman kumuh, prostitusi, perjudian, narkoba, penerangan jalan umum, hak asasi manusia, demokratisasi yang menjurus pada pola unjukrasa,transparansi, kepadatan penduduk, anak jalanan, m u n c u l ny a ke m b a l i p r a - K S (keluarga sejahtera), pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan pasar, kebijakan pemerintah yang ditolak sebagian masyarakat, pengemis, gelandangan dan orang terlantar, kinerja pemerintah, proyek Gedebage, pembangunan jalanan Paspati (Pasteur-Surapati), disiplin, serta informasi dan komunikasi. Dari sekian banyak permasalahan itu, maka Dada mencoba mengelompokkan menjadi menjadi prorgam super prioritas. Ketiga permasalahan superprioritas dimaksud antara lain, penataan kawasan Tegallega, penertiban dan penataan PKL di kawasan 7 titik, rekayasa lalulintas, trotoarisasi, perbaikan jalan, penanganan masalah sampah, penerangan jalan umum, peraihan Adipura dan Wahana Tata Nugraha, penanganan banjir di Gedebage, proyek Pasupati, fly over Kiaracondong, serta pembuatan taman kota. Permasalahan inti kota pun kemudian menjadi acuan dalam penyusunan Renstra (rencana strategis) kota Bandung tahun 2004-2008. Dan secara bertahap, sejalan dengan misi yang diemban Pemkot Bandung, hampir sebagian permaslahan kota mendapat sentuhan solusi secara proporsional, komprehensif dan berkelanjutan, sesuai dengan kadar dan sifat permasalahan serta kemampuan daya dukung anggaran. Adapun keenam misi dimaksud meliputi peingkatan sumber daya manusia (SDM), ekonomi kerakyatan, sosial budaya, penataan kota yang baik, pemerintah yang dapat dipercaya, akuntabel, serta pengelolaan keuangan yang baik untuk pembiayaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Guna mengentas permasalahan inti kota, sekaligus untuk mempermudah langkah menuju pembangunan yang berkesinambungan, maka disusunlah 7 program prioritas pembangunan. Karena sudah Ke-7 program prioritas pembangunan, yang meliputi bidang Pendidikan, Kesehatan, Kemakmuran, Lingkungan hidup, Seni budaya, Olah raga dan Agama. Tetap Bermartabat Seiring perjalanan waktu, karena dinilai berhasil selama menjadi Walikota Bandung selama 2 periode, Dada pun diminta warga untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur Jabar periode mendatang. Maka Sang pengusung slogan “Bermartabat” ini pun mencoba peruntungan menjadi bakal calon gubernur Jawa barat periode 20132018 lewat partai yang kini tengah berkuasa, yakni Partai Demokrat (PD). Meski belum ada keputusan resmi dari PD, namun Dada meyakini akan tetap mengusung slogan “Bermar tabat” dengan menjalankan 7 agenda prioritasnya, jikalau kelak ia terpilih sebagai Gubernur Jabar. Keyakinan sekaligus penegasan

Pangdam III Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Sonny WidjajaSedang membubuhkan tandatangan saat meresmikan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi. (Foto :SLW)

da,tokoh masyarakat serta segenap Warga masyarakat Kabupaten Sukabumi, yang telah memberikan dukungan, bantuan dan kerja samanya kepada Kodam III Siliwangi, sehingga kami dapat melaksanakan tugas pembinaan wilayah dengan baik. Selesai Upacara Peresmian dan Pelantikan Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi, dilanjutkan de-

ngan acara Pengangkatan Ny. Fipin Firmansyah sebagai Ketua Cabang XLV Koorcab Rem 061 Bogor PD III Siliwangi dipimpin oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD III Siliwangi Ny. Hartini Sonny Widjaya, dan Penanaman Pohon di Areal Makodim 0622 Kabupaten Sukabumi. (WM.017/ Pendam III/Slw)

Foto : Diskominfo

Ahmad Heryawan: Masjid Tempat Membina SDM Unggul
binaan ummat, terlebih lagi sebagai sarana pemersatu dan memperkuat silaturrahim," ujar Gubernur saat meresmikan Masjid Jami Al-Huda di Kompleks Chandra Baru Kota Bekasi, baru lalu. Masjid Al-Huda sendiri dibangun sejak 1988 dan mengalami beberapa kali renovasi. Kondisi hingga diresmikan menjadi sebuah masjid yang berdiri kokoh dan megah. Lebih lanjut Heryawan mengharapkan kepada masyarakat di sekitar masjid dapat memanfaatkan seoptimal mungkin dalam kerangka meningkatkan ketaqwaan. Salah satunya melalui shalat berjamaah lima waktu, baik Maghrib, Isya, Shubuh, Dhuhur dan Ashar. Menurutnya dengan shalat berjamaah dapat membangun karakter yang kuat yang didasarkan pada akhlak yang baik dan senantiasa bertakwa kepada Allah SWT. “Karakter yang seperti itulah menjadi modal dasar dalam melaksanakan pembangunan. Karena dengan jiwa yang didasari pada ketakwaan maka pembangunan dapat berjalan dengan baik yang menghadirkan nilai kejujuran dan anti korupsi,”ujarnya. Menurut Heryawan dalam hal pembangunan dan pengembangan masjid, Pemprov Jabar sendiri setiap tahunnya membantu sekitar 1.000 masjid. Dan dalam khutbah Jumat yang disampaikannya selaku Khotib, juga membahas fungsi masjid dalam arti luas, yang tak hanya tempat ibadah dan syiar Islam. Sebagai contoh; di kawasan Timur Tengah, masjid juga digunakan sebagai tempat menimba dan meningkatkan kapasitas keilmuan melalui kajian kitab dan pengajaran. "Meski demikian, memasuki masjid sebagai rumah Allah, harus memperhatikan tata caranya, dengan tetap menjaga kesucian. Secara filosofi, masjid juga dapat dijadikan tolak ukur keimanan dan karakter manusia di suatu lingkungan,” tuturnya. (WM.002)

73 PNS Pejabat Pemkab Bandung Tandatangani Pakta Integritas
Kab Bandung, Walimedia – Sebanyak 73 pejabat struktural di lingkungan Pemkab Bandung, serempak melakukan penandatanganan dokumen pakta integritas dan penetapan kinerja bagi Pegawai Negri Sipil (PNS). Penandatanganan dilakukan di Gedung Moch Toha Soreang, beberapa waktu lalu disaksikan langsung Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser, SH., SIP. dan wakil bupati H. Deden Rukman Rumaji,S.Sos. Ke-73 pejabat struktural tersebut, diantaranya Sekretaris Daerah, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Kantor, Inspektur Inspektorat, para Camat dan Lurah. "Dokumen pakta integritas ini harus ditandatangani pula oleh aparat di bawahnya di lingkungan dinasnya masing-masing,” ucap Assisten Administrasi Drs. H. Eman Rachim, MSi. Penandatanganan integritas, menurut Eman Rachim bertujuan untuk mewujudkan integritas seluruh aparatur PNS khususnya di lingkungan Pemkab Bandung. Sehingga dalam menjalankan pemerintahan di daerah mampu berlaku bebas dari perbuatan korupsi , kolusi dan nepotisme. Dokumen pakta integritas yang ditandatangani para pejabat tersebut memuat 9 kesanggupan. Diantaranya kesanggupan untuk berperan secara proaktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan KKN serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela. Disamping itu para pejabat menyanggupi pula untuk tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung atau tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan atau bentuk lainnya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan yang lebih penting, merekapun siap untuk menghadapi konsekuensi jika melanggar kesanggupan yang sudah tertera dalam dokumen pakta integritas. (WM.013)

Dada dan Anak-anak : Dada memiliki banyak sahabat, termasuk anak-anak.

Bekasi, Walimedia Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan hadirnya masjid di sebuah lingkungan maupun kawasan hendaknya menjadi sarana untuk membina ummat agar menjadi sumberdaya manusia (SDM) yang unggul, khususnya dari sisi akhlak yang baik dan karakter yang kuat. Memanfaatkan masjid, menurutnya tidak sebatas kegiatan ritual rutin, namun juga membangun kesholehan sosial, seperti; pusat pendidikan, bertukar informasi, kesehatan serta kegiatan amaliyah lainnya yang bersentuhan kepada kebutuhan sesama makhluk. Semua itu merupakan wujud rasa syukur kita dengan cara mengoptimalkan manfaat kehadiran masjid di tengah masyarakat. “Kita harus senantiasa mensyukuri adanya masjid yakni dengan menghadirkan sejumlah kegiatan memakmurkan masjid. Masjid itu lebih mulia dari rumah. Jadikan masjid untuk mengajari anak-anak kita mengenal Allah, mengenal Rosul dan belajar Al-quran. Masjid juga sebagai pusat pem-

Bupati Bandung Resmikan Gedung Ormas Islam
Kab Bandung, Walimedia – Bupati Bandung H. Dadang Mohamad Naser, SH, S.Ip mengajak kepada seluruh komponen masyarakat termasuk didalamnya ormas Islam untuk membangun kembali pemahaman yang benar terhadap konsepsi perbedaan. Karena menurutnya, Indonesia adalah negara majemuk yang didirikan atas keberagaman. “Indonesia merupakan negara majemuk atau plural, sehingga membutuhkan daya toleransi yang hebat dan pemahaman antar pribadi yang kuat,” tegas H. Dadang M Naser pada peresmian Gedung Bersama Ormas Islam di Soreang beberapa waktu lalu. Turut hadir Wakil Bupati Bandung H. Deden Rukman Rumaji, S.Sos, Wakil Ketua DPRD H. Sugianto, S.Ag, M.Si, Kapolres Bandung AKBP Sandi Nugroho, SH, S.Ik, M.Hum, Kepala Kemenag Kab. Bandung Drs. H. Cecep Kosasih, Ketua MUI Kab. Bandung KH. Anwar Saefudin Kamil serta sejumlah pengurus ormas Islam di Kabupaten Bandung. “Meski Islam menjadi agama terbesar di Indonesia, bukan berarti Islam melalui ormasnya bisa bertindak semaunya,” ucap H. Dadang M Naser. Gedung Bersama Ormas Islam, menurut Ketua MUI Kab. Bandung KH. Anwar Saefudin Kamil dibangun diatas lahan seluas 4.535 m2. Selain Gedung Bersama, diatas lahan tersebut telah berdiri pula dua buah bangunan masing-masing gedung MUI dan gedung penunjang lainnya. Seluruh bangunan tersebut dibiayai dari dana CSR (Coorporate Social Responsibility) PT. Bank BJB cabang Soreang senilai ± Rp. 5,09 milyar. “Lahan yang digunakan seluruhnya milik Pemkab Bandung,” ucap Anwar Saefudin Kamil. Menurut Anwar, Gedung Bersama Ormas Islam merupakan satu-satunya di Jawa Barat. Oleh karenanya, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemkab bandung yang telah peduli membangun sarana fisik untuk kepentingan ormas Islam dalam kerangka meningkatkan syiar Islam. (WM.013)

ejak 16 Oktober 2003 lalu, H. Dada Rosada, SH., M.Si. menjabat sebagai Walikota Bandung. Pria kelahiran Ciparay, kabupaten Bandung, 29 April 1947 ini menjabat “Orang nomor satu” di kota Bandung selama 2 periode. Yakni periode tahun 2003-2008 dan periode kedua tahun 2008 hingga 2013 mendatang. Pada periode pertama Dada berpasangan dengan H. Jusep Purwasuganda, yang wafat ditengah masa kepemimpinan karena sakit. Sedangkan diperiode kedua ia berduet dengan Ayi Vivananda hingga sekarang. Di era kepemimpinannya, yang sudah memasuki usia yang ke-9 tahun, slogan “Bermartabat” dikibarkan dan dijadikan visi untuk menata kota yang berpenduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Selain merupakan akronim dari Bersih, Makmur, Taat dan Bersahabat, kata “Bermartabat” secara harfiah berarti memiiki jatidiri, harga diri, kualitas, mutu atau prestise. Sebuah makna yang dalam. Jikalau seseorang sudah dan terus menerus menjaga martabat atau harga dirinya, maka jangan harap orang lain akan bisa dengan mudah m e mp e n g a r u h i a t a u m e n g ganggunya. Seseorang yang mempunyai martabat justru akan dihormati dan disegani, bahkan akan dijadikan panutan. Demikian halnya dengan martabat sebuah kota. Jikalau sebuah kota sudah dan konsisten menjaga martabatnya, maka ya atau tidak, kota tersebut akan dijadikan contoh bagi kota-kota lainnya. Entah itu dari sisi pembangunan, produk kreatifitas, atau hal-hal lain terkait dengan idealnya sebuah kota.

S

Dada dan KH. Arifin Ilham : Membangun Kota Bandung Agamis dimulai dari diri sendiri. ini ia lontarkan ketika ditanya Walimedia seputar visi yang akan diterapkannya jika kelak ia dipercaya untuk memimpin pemerintahan yang lebih tinggi dari sebelumnya, yakni sebagai Gubernur Jabar. “Iya atuh. Bermartabat itu (visi yang) bisa diterapkan se-Indonesia,” kata Dada yang dihubungi via telpon selulernya, Jum'at (6/4) lalu. (Abud/Adv)

Dada, Ayi Vivananda dan Edi Siswadi : Kekompakkan tiada akhir.

BANDUNGKU LAPORAN KHUSUS

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

SEPUTAR JABAR
Ahmad Heryawan Pilih Jadi Cagub Incumbent
Bandung, Walimedia Merasa tugasnya sebagai Gubernur di Jawa barat belum selesai, karena masih banyak program-program yang perlu dilanjutkan, Ahmad Heryawan yang kini menjabat orang nomor satu di provinsi yang paling dekat dengan Ibukota negara ini secara tegas menolak dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ia lebih memilih untuk tetap mencalonkan diri sebagai Gubernur Jabar. Menurutnya lebih arif kalau dia dicalonkan di Jabar, hal ini dikatakan politisi PKS tersebut usai Penyerahan Bantuan Kendaraan Bermotor dari Gubernur Kepada Babinkamtibmas dan Babinsa Komando Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kodam III Siliwangi se-Jabar, belum lama ini. Lebih lanjut Heryawan mengungkapkan, wacana tentang pencalonannya menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta baru berupa obrolan saja, jadi tak terlalu serius. Karena, Ia ditugaskan menyelesaikan amanah di Jabar. ''Dari awal, saya mengatakan wacana itu jangan dibahas terlalu jauh. Kalau ditugaskan menyelesaikan amanah, dicalonkan di Jabar lagi,'' tandasnya.

GMBI, API dan Jangkar Tolak Pembangunan Gedung Baru DPRD Jabar
Seperti halnya GMBI dan Jangkar, Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar di sangat menyayangkan pembangunan gedung wakil rakyat. Mereka menilai pembangunan tersebut menunjukkan tidak adanya rasa kepekaan wakil rakyat terhadap kondisi di masyarakat. "Alih-alih meningkat kinerja ke arah yang lebih baik, ini malah justeru membangun gedung baru yang sebenarnya belum dibutuhkan," tegas Koordinator API Jabar, Asep Syarifudin di hadapan wartawan. Kepada Walikota Bandung Dada Rosada, API meminta untuk mencabut ijin IMB terhadap pembangunan gedung DPRD yang baru itu. Padahal dulu eks pom bensin yang ada di Kota Bandung dibuat ruang terbuka hijau dengan tamantaman yang indah. Anehnya justru saat ini ruang terbuka hijau yang ada malah akan dibangun untuk gedung DPRD. "Saya kira ini berlebihan, padahal gedung yang ada sesungguhnya masih layak digunakan. Sepertinya adanya izin pembangunan DPRD yang diperkirakan akan mengeluarkan biaya 90 miliar ini sarat dengan kepentingan politis. Buktinya, parpol-parpol yang ada pun justru menyetujui dan tidak menolaknya," ujar Asep. Pihaknya malah menyarankan agar anggaran itu justru diperuntukkan untuk kepentingan umum yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, misalnya dengan membangun Puskesmas, membangun jembatan yang roboh, membantu pasien miskin yang tidak bisa berobat atau dengan pemberian modal untuk bisa berusaha. "Jika kemudian ada alasan karena tak mungkin menghentikan karena bisa dituntut oleh pihak ketiga. Saya kira Pemerintah Propinsi Jawa Barat bisa mengalihkannya ke pembangunan infra struktur yang sangat dibutuhkan

Mabes Polri Tak Permasalahkan Nanan Sukarna Bertarung di Pilgub Jabar
Bandung, Walimedia Rencana keikutsertaan Wakil Kepala Polri (Wakapolri), Komjen Pol Nanan Sukarna pada ajang Pilgub (Pemilihan Gubernur) Jawa Barat pada 2013 mendatang tidak mempersoalkan pihak Mabes Polri. Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, sebagai warga negara Nanan memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri dalam pilkada. “Saya kira nggak ada masalah. Apalagi, tahun depan dia (Nananred) pensiun. Dia kan punya hak sebagai warga negara juga. Jadi, tidak ada masalah saya pikir,” ungkapnya di Jakarta beberapa waktu lalu. Namun demikian, lanjut Saud, rencana pencalonan Nanan sebagai Gubernur Jawa Barat masih belum jelas. "Belum ada keterangan resmi dari Nanan ke Mabes Polri terkait hal itu, “itu kan masih belum jelas, kita lihat saja gimana nanti perkembangannya. Daripada berandai-andai lebih baik kita tunggu statement beliau,” tandasnya. Sedangkan, tambah jenderal bintang dua ini, jika benar Nanan ingin mencalonkan diri saat masih aktif di kepolisian, Jendral bintang tiga itu harus mengundurkan diri dari keanggotaan Polri. Menurutnya, itu berdasarkan UU Kepolisian. “Karena, kalau kita melihat dalam UU Kepolisian bahwa kita sebagai anggota Polri aktif tidak boleh ikut berpolitik, kalau kita ikut berpolitik maka kita harus keluar dari Polri,” terangnya. Menurut berita, kini tim sukses Nanan mulai mengambil langkah memuluskan orang nomor dua di

Komjen Nanan Sukarna Wakapolri kepolisian itu untuk maju bertarung di pilkada Jabar. Disebutkan, tim sukses Nanan datang ke tempat pendaftaran yaitu di DPD Partai Gerindra Jabar yang membuka pendaftaran bakal calon gubernur (Bacagub) dan Bacawagub (Bakal Calon Wakil Gubernur) Jawa Barat sejak 1 April hingga 14 April 2012. (WM.017)

Bandung, Walimedia Pembangunan gedung dewan itu me-rupakan penggunaan anggaran keuangan negara yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, lokasi pembangunan berada di lahan sengketa yang sewaktu-waktu bisa di-eksekusi berdasarkan putusan pengadilan. Hal ini diutarakan Ketua Umum Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Jabar Fauzan Rachman di tengah-tengah ratusan orang anggotanya saat berunjukrasa di depan pintu gerbang Gedung Sate Jln. Diponegoro No. 22, Kota Bandung belum lama ini. "Kami kira, tidak ada hubungannya antara gedung baru dengan kenaikan kinerja anggota dewan, Jadi kami pikir itu pemborosan," ungkapnya. Selain GMBI, LSM Jaringan Komunikasi Amanat Rakyat (Jangkar) juga berunjuk rasa memprotes pembangunan gedung DPRD Jabar. Mereka mendobrak pintu gerbang dan menghancurkan pos penjagaan di lokasi proyek. Polisi tidak bisa berkutik dan hanya menonton aksi pembongkaran tersebut. Awalnya, ratusan orang tersebut berunjukrasa di depan pintu gerbang Gedung Sate, beberapa saat kemudian, sekitar 100 orang pengunjuk rasa, memisahkan diri dari lokasi demo. Mereka menuju lokasi pembangunan Gedung DPRD dan menyegelnya. Di tempat sama Ketua Umum Jangkar, Yudi Saputra mengungkapkan ada unsur kepentingan dan memperkaya diri sendiri sehingga anggaran diloloskan. “Mestinya pemerintah lebih mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang pembangunan fasilitas untuk pejabat," imbaunya. Beberapa perwakilan pendemo lalu beraudiensi dengan anggota Komisi D DPRD Jabar, Sekretariat DPRD Jabar, dan Biro Hukum Setda Pemprov Jabar di ruang rapat Komisi D Pertemuan diisi dengan adu argumentasi antara pendemo dengan unsur pemerintah dan dewan.

Tokoh Lintas Agama dan Pemkot Cimahi Deklarasikan Pemilukada Damai
Cimahi, Walimedia Untuk membina kerukunan umat, para tokoh lintas agama seKota Cimahi baru-baru ini mendeklarasikan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2012 damai di Aula Pemkot Cimahi. Menurut Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cimahi, Idad Sumarta, kesepakatan tersebut ditandatangani oleh enam tokoh agama dan kepercayaan. "Selain dari tokoh agama Islam, kesepakatan ini juga ditandatangani tokoh dari Katolik, Kristen, Hindu, Buddha serta Konghuchu," sebutnya. Deklarasi pemilukada damai ini diharapkan bisa diikuti oleh organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan lainnya yang ada di Kota Cimahi, lanjut Idad. “Deklarasi itu setidaknya memberikan rasa aman di tataran masyarakat. Apalagi Kota Cimahi

Saat ditanya tentang anggaran Pemilukada, Heryawan mengatakan, anggarannya sesuai dengan pengajuan dari KPU Jabar yakni Rp 730 miliar. Pelaksanaan Pemilukada bersama tersebut, tambahnya bisa mengefisiensikan anggaran. Walaupun, setiap daerah memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menganggarkan dana. Di Jabar sendiri Heryawan menyebutkan tahun ini ada 14 daerah yang akan menggelar Pemilukada. Kemungkinan besar, Pemilukada yang berdekatan akan digelar bersamaan. ''Kalau jaraknya enam bulan, kemungkinan akan ditarik digelar bersamaan,'' pungkasnya. (WM.17)

Sambungan dari Halaman 11 ............. Drs.

H. Budi Budiman

oleh masyarakat. Semuanya bisa dikompromikan,"tandasnya Perwakilan pendemo banyak mempertanyakan soal keabsahan lahan serta proses Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Kepala Bagian Perundangundangan Biro Hukum Pemprov Jabar Enny Rochyeni menjelaskan, tanah yang dipakai pembangunan gedung baru DPRD Jabar, memang menjadi salah satu lahan yang disengketakan. Kasus tersebut masih berjalan dan Biro Hukum Pemprov tetap mengawalnya. "Kami di Biro Hukum berkewajiban memberikan kejelasan status aset. Masih dalam tahap pengawalan, masih perjalanan hukum dengan asumsi-asumsi kita yang akan memenangkannya. Terlebih sertifikat lahannya ada di kita,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris

Dewan (Sekwan) DPRD Jabar Ida Hernida mengatakan, lokasi tanah pembangunan sudah direncanakan sejak awal tahun 2010. DPRD Jabar sudah meminta Pemprov Jabar untuk membangun gedung baru dewan yang lebih represent atif. Pemprov lalu memberi lahan yang sekarang. "Lahan itu memang masih ada sesuatu. Setelah dicari, ternyata diatas tanah itu ada perjanjian lain. Ketua DPRD dan Pemprov Jabar lalu sepakat agar perjanjian diadendum dan dialihkan ke hal lain. Kami cek ke PTUN, ternyata di pengadilan, dalam amar putusan kasasinya menyebutkan jika lahan itu tidak termasuk dalam lahan yang dipersengketakan,” tuturnya. Fakta dualisme antara Biro Hukum dan Setwan itu, membuat perwakilan pendemo kian yakin dengan tuntutan mereka untuk menghentikan proyek pembangunan karena berdiri di lahan sengketa. "Ini sama saja mengkhianati dan menindas rakyat kecil yang sedang memperjuangkan status tanah mereka. Harusnya pemerintah memberi contoh sebagai warga yang taat hukum. Ini malah memakai lahan yang masih sengketa. Apalagi pemprov baru berasumsi bahwa lahan itu akan menjadi milik pemprov," tandas Fauzan. Terkait soal IMB, Ida menjelaskan, pengurusan IMB sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2011 dan persyaratan diserahkan di akhir tahun 2011. "IMB selesai 16 Januari 2012.

Setelah keluar surat dimulainya pengerjaan, proyek dikerjakan. Jadi semua sudah beres sebelum IMB keluar. Bahkan kami memperkecil BCR-nya. Lebih kecil dari BCR yang ditentukan Pemkot Bandung," sebutnya. Ketua Komisi D DPRD Jabar H. M. Qudrat Iswara menjelaskan,

Kami kira, tidak ada hubungannya antara gedung baru dengan kenaikan kinerja anggota dewan, Jadi kami pikir itu pemborosan.
Fauzan Rahman Ketua GMBI

tercatat sebagai daerah yang terbilang aman untuk pemilukada,” ungkapnya. Pada kesempatan itu, para tokoh agama mendorong agar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) bisa bersikap tegas sesuai aturan dalam menjalankan tugasnya. Sementara itu pihak Wali Kota Cimahi, Dr. Ir. H.M. Itoc Tochija, MM dan Pemkot Cimahi sangat menyambut baik adanya deklarasi yang

dilakukan para tokoh lintas agama tersebut. Walikota mengatakan, kesepakatan itu merupakan salah satu tolak ukur suksesnya pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Cimahi 2012 nanti. Kesepakatan ini juga berguna untuk menghindari konflik. Setidaknya semua pihak bisa memahami Pilwalkot merupakan kepentingan umat dan rakyat," pungkas Itoc. (WM.017)

AKD DPRD JABAR DIROMBAK

pembangunan gedung baru DPRD Jabar menyesuaikan perda yang ada. Kebutuhan gedung itu mendesak k arena DPRD Jabar belum memiliki gedung. “Gedung yang dipakai sekarang adalah aset pemprov. Lokasi yang sekarang karena sesuai RT RW Pemkot Bandung bahwa lokasi itu untuk bangunan perkantoran. Pembiayaan juga tidak membebani APBD karena dibagi empat kali anggaran yaitu APBD murni 2011, perubahan 2011, APBD murni 2012, dan APBD perubahan 2012," ungkapnya. (Dud/Yus/Def/Ly)

Ketua Komisi A Yusuf Fuad

Ketua Komisi B Selly Andriani Gantina

Ketua Komisi C Diah Nurwitasari

Ketua Komisi D MQ Iswara

Ketua Komisi E Didin Supriadin

pantang menyerah, memiliki visi jauh ke depan dan pola kepemimpinan yang demokratis. Sehingga dengan itu semua Budi Budiman berhasil dan dipercaya memimpin dan menggerakkan puluhan perusahaan dan memimpin beberapa organisasi profesi, sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Bapak dari empat putri dan dua putra ini memulai karier usahanya sebagai Pengusaha Angkot, pernah juga menjadi Pedagang Beras selanjutnya dipercaya memegang dealer Suzuki di Tasikmalaya hingga kemudian dipercaya memegang kendali atas beberapa perusahan di bawah Group Mayasari. Disamping kesibukannya sebagai Pebisnis dan Eksekutif di beberapa perusahan, Budi Budiman bergiat dalam berbagai organisasi profesi, sosial dan keagamaan. Diantaranya Organda Tasikmalaya, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), BAZ Kota Tasikmalaya, Panitia Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya dan lain sebagainya. Di bidang pendidikan Budi Budiman berkiprah sebagai Ketua Yayasan Islam Bojong yang mengelola beberapa lembaga formal dan informal, Lembaga Pendidikan LP3I Tasikmalaya yang dibawah pengelolaannya berkembang pesat menjadi salah satu Lembaga Pendidikan yang sangat diminati masyarakat, sehingga beliau ditasbih-

kan sebagai pengelola LP3I terbaik Se-Indonesia pada tahun 2010 yang lalu. Tahun yang sama pula Budi Budiman mendirikan dan mengetuai STT YBSI Tasikmalaya. Sedangkan di bidang keummatan dan keagamaan, beliau bergiat dalam permasalahan pengelolaan zakat dan memasyarakatkan sistem ekonomi syariah yang peluangnya masih sangat terbuka untuk dapat bersanding dengan sistem ekonomi konvensional. Hal itu dilakukan dengan aktif di Mayarakat Ekonomi Syariah Kota Tasikmalaya, menjadi Komisaris di BPRS sebagai implementasi dari sistem keuangan syariah serta membuat program mayasari peduli jompo yang bekerjasama dengan BAZ Kota Tasikmalaya. Peraih penghargaan Honoris Police ini, telah berhasil menyelesaikan proyek pembangunan berbagai tempat yang menjadi icon dan landmark Kota Tasikmalaya, seperti Masjid Agung Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk, Bale Kota, dan Mayasari Plaza. Budi Budiman memulai karier politiknya dengan menjadi pengurus DPC PPP Kota Tasikmalaya. Pada Pemilukada 2007, Budi menjadi Calon walikota yang berpasangan dengan dr. Wahyu Sumawijaya dari Partai Demokrat untuk Wakil Walikotanya. (WM.017)

SEPUTAR JABAR

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

BANDUNG RAYA
H. Mochamad Rinal Siswadi, SH.

Inilah CAGUB DAN WAGUB JABAR 2013
DARI PARTAI DEMOKRAT
yarakat dengan cara menjabat eksekutif. Saya komitmen tidak mau menjadi legislatif walaupun punya kewenangan,” tandasnya. Selanjutnya wagub ketiga, Dede Yusuf memaparkan bahwa kemenangan Pilgub Jabar 2013-2018 paling penting. Wakil Gubernur Jabar ini membawa visi misi 'Mewujudkan masyarakat Jabar yang mandiri, kreatif, dan berkarakter menyongsong Jabar sebagai provinsi termaju'. "Jabar masih kondusif, kewajiban kita menjaganya. Tantangan pembangunan masyarakat kita adalah IPM, rata-rata usia sekolah, angka kehidupan masih dalam tahap pembangunan," terangnya. Selanjutnya cagub keempat, Dada Rosada yang menyampaikan visi misinya. Wali Kota Bandung ini mengatakan, Pilgub Jabar 2013 sebagai momentum untuk mempertahankan kebesaran. "Gubernur Jawa Barat harus dari Demokrat. Kemenangan ini akan memantapkan kebesaran Demokrat. Kita akan kecil kalau tidak memenangkan Pilgub Jabar," pendapatnya. Seterusnya giliran anggota Komisi III DPR RI, Daday Hudaya menyampaikan paparannya. Dia ingin mewujudkan kesolehan sosial di Jabar sebagai bentuk pembangunan berkelanjutan. "Saya akan siapkan generasi emas penerus Jabar, melalui pembangunan karakter masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, moral, dan sebagainya," katanya. Kemudian Anggota Fraksi PD DPRD Jabar, Irwan Koesdrajat menyatakan, keberaniannya maju menjadi cawagub karena merasa memiliki hak sebagai kader. "Selain itu, saya merasakan ada kegamangan melihat kondisi Jabar. Saya akan magang dulu sebagai wagub untuk nanti maju sebagai gubernur," sebutnya. Sementara Sali Iskandar menyoroti masalah pendidikan yang jaMenurut Didin, setelah dinyatakan lolos verifikasi delapan calon tersebut boleh melakukan sosialisasi ke masyarakat bukan ke internal partai lagi. Karena, dalam Pilgub nanti yang jadi tombaknya masyarakat. Hak suara, ada pada masyarakat Jabar. Sosialisasi tersebut, lanjut Didin, akan berlangsung selama empat bulan terhitung sejak hari ini hingga menjelang pentahapan Pilgub Jabar oleh KPUD Jawa Barat. Yakni, sekitar bulan Agustus 2012, terangnya. Para calon gubernur dan wakil gubernur dari internal Partai pengusung Presiden RI, SBY tersebut baru-baru ini telah menyampaikan visi misi masing-masing yang bertempat di Hotel Homan Bandung. Cagub yang mendapat kesempatan pertama adalah Teddy Suratmadji. Pemilik Sari Pan Pacipic Hotel ini pada penuturannya menyoroti potensi Jabar yang tersia-siakan. "Jabar itu provinsi serba ada. Tetapi keadaannya sangat ironis dan tidak pantas dimiliki sebuah provinsi yang ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa," ungkap Teddy. Adapun calon lainnya, Iwan Ridwan Sulanjana menyatakan keinginannya sebagai warga Jabar yang tertantang untuk menyejahterakan masyarakat melalui partai. "Niat tulus saya ingin mengabdi pada masdi sasaran. Dia melihat pembangunan kesejahteraan masyarakat harus diawali oleh pembangunan pendidikan. "Pendidikan menjadi paling penting dalam pembangunan karakter bangsa," jelasnya. Terakhir Rektor Universitas Langlangbuana, Nana R Asmita menyatakan, visi misinya maju pada bursa Pilgub Jabar 2013 untuk membawa kesejahteraan masyarakat. “Saya siap menang dan siap kalah. Intinya bawa dulu kejayaan warga Jabar," tegasnya. (WM.017)

Jabat Dirut PD Pasar Bermartabat
martabat, sehingga peran dan fungsi perusahaan daerah dalam menopang tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan pelayanan publik tidak terganggu. "Setelah kita mengumumkan secara terbuka kita butuh direktur utama, pak Rinal dengan yang lain juga mendaftarkan diri, setelah melaui fit dan propertest yang dilakukan para profesional, menunjukan hasil yang bisa dipercaya untuk mengelola pasar dengan konsep yang ia punyai, dan pak Rinal sebagai pengacara tentu tahu prosedur tentang hukum sehingga saya akan lebih diringankan apabila sesuatunya sesuai deng prosedur," ujar Dada. Dalam sambutannya Dada mengingatkan kepada dirut PD.Pasar yang baru beberapa persoalan mendasar yang dihadapi pasar tradisional Kota Bandung adalah pasar tumpah dan pedagang kaki lima (PKL), "Selain itu kurang terpeliharanya sarana dan prasarana pasar, persingan dengan pasar modern, juga bukti kepemilikan aset yang belum lengkap, sehingga bisa menjadi parasit terhadap kinerja pasar yang berdampak mengurangi daya saing menurunkan omzet pendapatan pedagang tradisional" katanya. Lebih lanjut, "pasar tradisional menjadi prioritas utama pemerintah dengan melakukan restukturisasi kelembagaan dengan pembentukan Perda No. 15 tahun 2007 tentang perusahaan daerah pasar bermatrabat kota bandung sebagai upaya meningkatkan kinerja pasar tradisional, melayani berbagai kebutuhan masyarakat dengan kualitas dan kuantitas yang memadai, murah, memarik dan lebih nyaman," lanjutnya. Mochamad Rinal Siswadi, pria kelahiran Denpasar 10 November 1966 mengungkapkan target yang akan dicapai setelah pengangkata n ny a " Pe r t a m a k i t a a k a n melakukan silaturahmi, briefing dan evaluasi dengan teman-teman di PD Pasar, targetnya pedangang dan masyarakat pedagang di Kota Bandung mendapatkan pelayanan yang baik sehingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah juga," ujarnya Sejak 2009 Kota Bandung telah merevitalisasi 28 pasar termasuk pasar Gedebage dan pasar Banceuy, sedangkan pengembangan pasar Sarijadi terkendala perizinan kawasan bandung utara dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (WM.007)

Bandung, Walimedia Proses penjaringan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) oleh DPD Partai Demokrat Jabar telah usai. Delapan nama dinyatakan lolos sebagai Cagub dan Cawagub pada tahap verifikasi awal. Delapan orang tersebut akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah ( p i l k a d a ) J a b a r p a d a 2 013 mendatang. Mereka adalah Mayjen Purn H. Iwan Ridwan Sulandjana, H. Daday Hudaya SH., MH., Yusuf Macan Ef fendi, ST., Ir. H. Teddy Suratmadji, MSc., H Dada Rosada, SH.., M.SI., Dr. H. Nana R Asmita, SIK., MH. Sedangkan untuk calon Wakil Gubernur adalah Irwan K Koesdrajat dan Drs H Sali Iskandar. “Totalnya ada delapan orang. Yakni, enam orang untuk calon gubernur dan dua orang untuk wakil gubernur. Mereka, calon yang berhasil diverifikasi,” ungkap Ketua Tim Penjaringan Didin Surpiadin kepada wartawan belum lama ini.

Bandung, Walimedia Wali Kota Bandung, Dada Rosada melantik dan mengambil sumpah Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Bermartabat Kota Bandung periode 2011 – 2014, H. Mochamad Rinal Siswadi, SH. Menggantikan Rahmat Kurnia ST. di Ruang Serba Guna Lantai 3 Balaikota, Jalan Wastukancana No.2, baru lalu.

Hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda, Dandim 06/18 BS, Letkol. Inf. Wawan Hermawan serta unsur Forum Komunikasi Musyawarah Pimpinan Daerah dan sejumlah pejabat publik. Menurut Wali Kota Bandung, pelantikan ini untuk menjaga kesinambungan dan mengisi kekosongan jabatan di PD Pasar Ber-

Teddy Suratmadji

Iwan R. Sulanjana

Dede Yusuf

Daday Hudaya

Dompet Dhuafa Jabar Gelar Pelatihan Bebas Rentenir
tentu saja, kota-kota lain pun akan menjadi tujuan kami,” ujarnya. Ketua TPM Jawa Barat, Qadhar Faisal Rukanda menjelaskan tentu saja pihaknya harus turun untuk menangani persoalan ini karena masyarakat sangat rentan terkena ekses dari soal renternir ini. Pihaknya siap selama 24 jam untuk menangani persoalan yang satu ini. "Jika selama ini kami dikenal membela para mujahid yang dianggap teroris, kini sudah saatnya kami terjun untuk menangani masyarakat yang terkena persoalan renternir ini. Tak heran kantor kami di jalan Cihampelas 149 banyak klien, klien itu ternyata mereka yang terjerat soal renternir ini" tegasnya. (deffy)

KH. Maman Abudrahman : “Sebaiknya Rakyat Tidak Boros !”
Bandung, Walimedia Dalam kaitan akan naiknya bahan bakar minyak (BBM), Ketua Umum PP Persis, Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman, MA., dalam sebuah diskusi “Tata Kelola Migas”, di Masjid PP Persis Jl. Perintis Kemerdek aan Kot a Bandung, belum lama ini. Maman, mengkritik umat Islam yang masih mempunyai gaya hidup konsumtif dan berlebih-lebihan bahkan pemborosan. “Hal tersebut dapat kita lihat atau mungkin dirasakan, padahal semua gaya hidup demikian kan dilarang dalam agama kita,”ujarnya. KH. Abdurrahman menjelaskan soal konsumsi BBM saja rakyat Indonesia yang mayoritas muslim sudah nampak jelas, salah satu buktinya adalah membanjir produk kendaraan bermotor di masyarakat. Dimana masyarakat sudah enggan jalan kaki meski hanya menempuh jarak beberapa meter saja. Sehingga, perilaku demikian secara hitungan ekonomi sudah termasuk tindakan pemborosan. Karena sejatinya bisa berhemat yakni cukup jalan kaki yang mempunyai fungsi sebagai olah raga ringan, murah dan banyak manfaat. “Kalau belum perlu sekali janganlah kredit-kredit motor segala, kelakarnya yang disambut tawa hadirin. Sementara soal hidup bermewah-mewahan, dirinya meman-

Irwan K. Koesdrajat

Dada Rosada

Sali Iskandar

Nana R. Asmita

Mantan Dirut Telkomsel Ramaikan Pilgub Jabar 2013
saja, penjaringannya kapan dan saya pakai uang, mending buat makan Bandung, Walimedia Sejak dibuka pada 1 April lalu, jelaskan sedikit," kata Sunatra saat sehari-hari. Saya enggak akan mampu kalau jadi gubernur harus pakai sejumlah nama mulai muncul di dikonfirmasi, Rabu (4/4) lalu. Belum pasti benar apakah itu uang," terang Nanan usai mengbursa bakal calon Gubernur Jawa benar tim sukses Nanan atau hadiri MoU Polda Jabar dan BPKP Barat melalui Partai Gerindra. Diantaranya Wakapolri, Komjen bukan. Namun Sunatra mengata- Jabar di Mapolda Jabar. Sementara Rachel Maryam yang Pol Nanan Soekarnan, politisi-artis kan pada Selasa (3/4) lalu, 3 orang Rachel Maryam, Walikota Cimahi yang mengaku dari LKCI Jabar itu saat ini duduk sebagai anggota Itoc Tohija serta mantan Direktur datang dengan membawa foto Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra Utama Telkomsel, Kiskenda Nanan. Salah seorang di antaranya bertekad maju dalam Pilgub Jabar bernama Budiarto. "Kita minta 2013. Suriahardja. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Ketua tim penjaringan cagub- Nanan sendiri yang mengambil Dewan Pimpinan Daerah Partai cawagub Jabar, Sunatra membenar- formulir," harap Sunatra. Sebelumnya Nanan dalam ber- Gerindra Jawa Barat, Oo Sutisna. kan hal ini. Menurutnya, pihak Selain dua nama tersebut, Gerindra menerima siapa saja yang bagai kesempatan hanya menjawab akan mendaftar ke partai Gerindra. diplomatis soal kemungkinan diri- D i re k t u r U t a m a Te l ko m s e l "Pihak Gerindra menerima de- nya untuk maju Pilkada Jabar. Kiskenda Suriahardja dan Walikota ngan tangan terbuka, siapapun dan Nanan mengaku tidak memiliki Cimahi, Itoc Tohija juga menyatauang. kan siap maju ke Pemilukada Jawa tokoh dari manapun," ungkapnya. "Saya enggak punya tim sukses Barat melalui Partai Gerindra. Menurut Sunatra, salah satu tim Cagub yaitu tim Nanan Sukarna dan uang. Kalau jadi gubernur (WM.017) mulai bergerak untuk Pilkada J a b a r. S u n a t r a t i d a k sembarang sebut, ada 3 orang yang mengaku tim sukses Nanan datang ke Gerindra dan menanyakan persyaratan untuk maju lewat Gerindra. "Kemarin ada 3 orang tim dari Nanan datang sekitar pukul 10.00 WIB ke DPD Gerindr a. Merek a menanyakan persyaratan untuk Nanan Sukarna Itoc Tohija Kiskenda Suriahardja Rachel Maryam calon gubernur, syaratnya apa

PPP Jabar Targetkan 13 Kursi di Pileg 2012
Bogor, Walimedia Meski Pemilihan calon legislatif (Pileg) 2014 baru akan dilangsungkan dua tahun lagi. Namun Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat telah berani menargetkan 13 kursi di DPRD Jabar atau sebanyak 3,5 juta suara. Target ini sama seperti saat Pemilu Legislatif 1999 lalu. Hal ini disepakati dan diputuskan dalam M u s yaw a r a h Ke r j a W i l aya h (Mukerwil) PPP Jawa Barat, Senin 910 April 2012. "DPW PPP Jabar menargetkan 13 kursi pada Pemilu 2014 nanti," ungkap Ketua DPW PPP Jabar, R a h m a t Ya s i n m e l a l u i Sekretarisnya, Drs H Yusuf Fuadz. Untuk mencapai target itu, lanjut Yusuf, PPP harus melakukan penggalangan 3 hingga 3,5 juta suara dari kader PPP. Sehingga setiap pengurus Ranting (Desa/Kelurahan) harus dapat merekrut 10 orang. Dengan begitu, target 3,5 juta suara akan dapat tercapai. Bila semua kader dan pengurus partai bekerja maksimal dan optimal, bisa saja mencapai 5 juta suara. “Ya minimal dapat 75 persen saja target itu bisa tercapai,” tegas Ketua Fraksi PPP DPRD Jabar dari
Salah satu pembicara sedang memberikan materi pada Pelatihan Advokasi Bebas Rentenir di Gedung Wakaf Pro Jalan Sidomukti 99 Kota Bandung. (Foto : Deffy)

daerah pemilihan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur tersebut. “Kegiatan Mukerwil, terutama berkaitan dengan penyusunan bakal calon legislatif atau daftar panjang yang disusun 2 tahun sebelum masa kampanye pemilihan umum legislatif yang harus sudah tersusun, diharapkan melalui proses ini kalau memang secara internal masih ada yang mau mencalonkan. Ini masih terbuka, baik secara eksternal maupun internal. Selain itu tidak ter tutup kemungkinan akan muncul pengusungan Bacagub (Bakal Calon Gubernur) Jawa Barat dari PPP. Sedangkan, Mukerwil ini sendiri dihadiri seluruh anggota Fraksi PPPdari DPRD se kabupaten/kota Jabar," pungkasnya. (WM.017)

Bandung, Walimedia Dompet Dhuafa Jawa Barat menggelar Pelatihan Advokasi Bebas Rentenir di Gedung Wakaf Pro Jalan Sidomukti 99 Kota Bandung. Kegiatan diikuti sekitar 35 orang yang terdiri dari 30 utusan ketua DKM se-Kota Bandung dan 5 orang utusan dari ormas Islam. Hadir pada kesempatan tersebut dan menjadi pembicara adalah Saji Sonjaya dari DD Jabar sebagai Koordinator Program Advokasi bebas Renternir, Qadhar Faisal Rukanda SH dari Tim pengacara Muslim Jawa Barat serta Herna Hendrayadi dari Dinas Koperasi bidang KUKM Kota Bandung. Menurut Ketua Panitia, Saji Sonjaya, acara ini merupakan acara lanjutan yang pernah dilakukan pada tanggal 25 November 2011 lalu di Mesjid Al Ukhuwah Kota Bandung yangs aat itu diikuti hamper 500 orang. Masih menurut Saji, perwakilan dari DKM se-Kota Bandung ini diharapkan setelah beres mengikuti pelatihan ini maka diharapkan

mereka bisa menjadi pionir untuk mengadvokasi masyarakat yang terkena persoalan renternir ini. “Sengaja Kota Bandung kita jadikan kota awal dalam pemberantasan soal renternir ini, selanjutnya

Herna Hendrayadi : Koperasi Syariah Harus Diefektifkan
Herna Hendrayadi dari Dinas Koperasi yang mengelola Bidang KUKM Kota Bandung menegaskan untuk menangkal renternir di kalangan masyarakat khususnya kaum muslimin, maka sejatinya harus diefektifkan yang nama-nya koperasi syariah apalagi Pemkot Bandung telah menggelontorkan bantuan untuk penanganan soal renternir ini melalui koperasi ini. Hanya saja lembaga ini harus benar-benar dikelola secara profesional oleh masyarakat umat Islam agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kota Bandung ini. Secara tegas, pihak penyelenggaran meminta peran aktif dari masyarakat pula mensosialisasikan tentang bahaya renternir itu bagi kehidupan. Bukan berarti pihak Pemerintah dan lembaga zakat yang ada tidak peduli, akan tetapi minimalnya masyarakat sendiri berupaya untuk tidak terjebak dengan soal renternir ini. Bahkan wakil walikota Bandung, Ayi Vivananda berharap bahwa soal renternir ini di Kota Bandung bisa ditekan sekecil mungkin dan bila memungkinkan Kota Bandung ini bebas dari renternir. (Deffy)

dang gaya hidup sebagian pejabat negara terutama para anggota dewan bisa menjadi contoh. Dimana perilaku korupsi dianggap sudah tidak lagi menjadi aib. Hal tersebut sebagai tuntutan untuk memenuhi gaya hidup yang serba mewah namun dengan cara kerja santai. Dirinya juga berpesan kedepan agar rakyat terutama umat Islam bisa memilih wakilnya (pemimpin) yang amanah yang mau bekerja sesuai tuntunan agama. Sehingga kesanggupannya yang ingin mensejahteraan rakyat bukan lagi janjijanji kosong. “Salah kalian juga sih, mengapa dulu kalian memilih wakil rakyat yang begitu, sehingga mengesahkan UU Migas yang tidak pro rakyat,” kritiknya. (Deffy)

BANDUNG RAYA
Edi Siswadi : Bandung Agamis Tidak Akan Terwujud Bila Tidak Terbangun Keluarga Yang Agamis
Bandung, Walimedia Sebanyak 12 pasangan pengantin dari Kelurahan Pasirlayung dan Neglasari Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung, diwalikili pasangan pengantin Hendra Nugraha dan Yeni Oktaviani mengikuti prosesi pernikahan secara masal di halaman Komando Rayon Militer 18-02/Cibeunying, Jl. Cikutra No.328 Bandung, beberapa waktu lalu. Usai menjadi Saksi Nikah ke 12 pasangan tesebut, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi mengatakan, pasangan pengantin yang dinikahkan tersebut adalah pasangan yang sudah terikat secara agama. Tetapi mereka tidak mampu membiayai pernikahan dalam konteks ikatan pernikahan yang legal, yang harus mengeluarkan biaya untuk acara pernikahan. Oleh karena itu, Edi berharap, melalui kegiatan semacam ini didata berapa pasang yang tidak terikat secara agama dan negara hanya karena kemampuan ekonomi tidak mempunyai legalitas Negara. Berkaitan dengan Bandung Agamis pada tujuh program prioritas pembangunan kota Bandung, menurutnya penguatannya tidak hanya dilaksanakan secara simbolik. Tapi diwujudkan melalui pembangunan sejumlah infrastruktur keagamaan. "Tetapi yang terpenting adalah menata dimensi sumber manusianya dalam wujud ketaatan dalam pelaksanaan ibadah ritual. Dan juga ketaatan terhadap ikatan formal legalitas sebagai warga negara, seperti dalam keluarga tertibnya administrasi pernikahan, administrasi kependudukan," terangnya. Lebih lanjut Edi mengatakan Bandung agamis tidak akan terwujud apabila tidak terbangun keluarga yang Agamis. "Secara agama kita ingin membangun ketahanan keluarga dalam naungan ridho Allah SWT, keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah. Tidak ada Bandung agamis ketika tidak dibangun keluarga yang agamis dalam ikatan ketentuan Allah SWT. Selain memiliki status yang permanen selain memenuhi kaidah agama juga memenuhi kaidah negara" katanya. Komandan Kodim 0618/BS, Letnan Kolonel Infanteri Wawan Hermawan dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pasangan yang telah dinikahkan, "Saya mengucapkan selamat karena penikahan ini adalah menyatukan dua manusia yang memiliki latar belakang yang berbeda, karakter yang berbeda menjadi keluarga yang harmonis, saling mencitai dan menyayangi, saling membantu dan melengkapi oleh karena itu pernikahan adalah wadah yang sah dan terhormat," sambutnya.

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

SEPUTAR JABAR
Letkol Kav Teguh Prayitno : Pelihara TMP Bentuk Hargai Jasa Pahlawan
Subang, Walimedia Komandan Kodim 0605/-Subang, Letkol Kav Teguh Prayitno merasa prihatin atas perilaku orang-orang yang mengotori lingkungan Taman Makam Pahlawan (TMP). Keprihatinan tersebut disampaikan Teguh usai bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Ziarah di TMP Cidongkol Subang, Rabu baru lalu. Kata Teguh, anggotanya telah beberapa kali melakukan pembersihan dari coretancoretan tangan-tangan jahil. Namun sangat disayangkan masih saja dikotori oleh oleh coretan-coretan khususnya cat semprot. Padahal tahu yang dimakamkan di TMP adalah orang-orang yang berjasa kepada Kabupaten Subang. Sudah sepatutnya dihargai dengan cara memelihara tempat istirahat terakhirnya. “Setidaknya tempat istirahat terakhirnya tidak dikotori. Lebih bagus lagi kalau ikut dipelihara kebersihannya,” tegasnya. Tidak dipungkiri bahwa lokasi Taman Makam Pahlawan terletak di sekitar lokasi sarana kegiatan olahraga, yaitu Lapang Bintang. Jadi sering didatangi oleh warga yang melakukan kegiatan olahraga atau sekedar jalan-jalan. Lebih lanjut kata Teguh, para warga boleh saja beristirahat atau melakukan aktifitas namun harus menjaga kenyamanan dan keindahan lingkungan Taman Makam Pahlawan. Mak a dari itu pihaknya menghimbau kepada warga dan generasi muda supaya bisa ikut memelihara lingkungan Taman Makam Pahlawan sebagai bagian bentuk menghargai jasajasanya. Apel Ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian memperingati HUT ke 64 Kabupaten Subang yang dihadiri oleh Plt. Bupati Subang, Ojang Sohandi para Kepala Dinas/Instansi, Jajaran Pimpinan Muspida Kab. Subang, pimpinan DPRD Kab Subang, siswa, anggota Pramuka, anggota Korpri, anggota Dharma Wanita, TP-PKK Kabupaten Subang dan Persatuan Istri TNI (Persit), anggota Bhayang-kari, para veteran serta anggota TNI dan Polri. Bertindak sebagai Komandan Upacara pada Apel Ziarh ialah Kapten Arm Agus Supriadi, anggota Kodim 0605/Subang Sementara itu menurut Ketua TP-PKK Kab. Subang, Ibu Dewi Ojang Sohandi, memasuki usia ke 64 Kabupaten Subang meng-himbau kepada Warga Subang untuk tetap semangat dalam menjalani kehidupan. Walaupun tantangan yang dihadapi tidak mudah. “Tantangan berat sekarang ini sudah umum, tetapi yakin bahwa setiap tatangan pasti ada hikmahnya,” ujar Ibu Dewi. (Teddy) rekomendasi dari DPW PPP Jawa Barat. Kedua amanah dari agama agar dalam hidupnya mampu memberikan kemanfaatan yang sebesarbesarnya bagi umat dan bangsa. Ketiga amanah dari masyarakat Kota Tasikmalaya yang pernah memilihnya pada pemilukada ta-hun 2007 lalu. Calon walikota yang diusung koalisi parpol PPP, PBB, PBR, PKB, Partai Demokrat, PKS yang men-amakan diri Koalisi Masyarakat Madani (KMM) ini optimis me-nang karena mengaku telah mendapatkan 60 persen lebih du-kungan masyarakat. “Bila nanti terpilih menjadi walikota, saya akan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dituangkan kedalam strategi ekonomi yang logis dan sistematis. Ini harapan masyarakat kota Tasikmalaya dalam melakukan akselerasi kemajuan di bidang ekonomi dengan penguatan infrastruktur yang menopang aliran investasi dari luar. Pe m b a n g u n a n l a p a n g a n t e r b a n g komersial, prasarana jalan yang layak serta kebijakan ekonomi yang berpihak pada UKM dan industri masyarakat lainnya,” ungkap Budi yang juga Komisaris Bank Syariah BPRS Al-Wadiah Kota Tasikmalaya. Budi Budiman juga merupakan Alumnus FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya yang memulai karier pengabdiannya sebagai Guru di SMA Negeri 1 Tasikmalaya sejak tahun 1989. Hingga akhirnya profesi ini harus dia lepaskan karena kesibukannya mengelola usaha dan perusahaan yang diamanahkan kepadanya di tahun 1995. Jiwa pendidik inilah yang mele-kat dalam gaya keseharian yang bersahaja, santun dan kebapakan. Suami dari Dra. Hj. Eti Atiah ini memang dikenal ulet dan memiliki komitmen yang tinggi dalam bekerja... Ke halaman 13

Drs.H.Budi Budiman - Ir. H. Dede Sudrajat, MP.

Akan Tingkatkan Taraf Ekonomi Masyarakat

Dikatakannya melaui pernikahan ini, pasangan suami istri dan anak keturunannya akan mendapatkan kepastian hukum formal, seperti memdapatkan akta kelahiran yang berguna untuk berbagai kepentingan juga akan mempermudah pemerintah di bidang kependudukan, disadari atau tidak pernikahan mempunyai korelasi secara langsung terhadap stabilitas keamanan wilayah yang tercipta melaui kenyamananan dan keamanan di dalam keluarga masingmasing.

Hal senada diungkapkan Edi, Saya apresiatif terhadap jajaran TNI terutama Danramil Cibeunying yang telah mendukung program Bandung agamis dalam kaitan untuk legalisasi pernikahan secara masal, ternyata masih banyak warga Kota Bandung yang bisa jadi sudah nikah agama tapi legalisasi pernikahannya belum tercatat di KUA, ini penting dalam rangka tertib administrasi juga menjamin keturunannya kedepan memiliki kekuatan hukum," pungkasnya. (WM.001)

Drs.H.Budi Budiman
Tasikmalaya,Wa limedia Jabatan Walikota adalah impian dan citacita bagi sebagian besar orang. Betapa tidak, jabatan yang dinilai penting dan strategis ini sangat identik dengan kekuasaan serta harta kekayaan. Namun hal ini tidak sepenuhnya berlaku bagi pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman-Ir. H. Dede Sudrajat. MP., yang akan maju pada hajatan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Kota Tasikmalaya pada 9 Juli 2012 mendatang. Budi Budiman kini menjabat Ke-tua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kota Tasikmalaya. Sedangkan Dede Sudrajat kini menjabat Wakil Walikota Tasikmalaya. Budi Budiman kelahiran Tasikmalaya 27 April 1965, pencalonan dirinya menjadi walikota bukanlah karena keinginan berkuasa atau harta semata, tapi merupakan amanah yang harus dilaksanakan. Pertama kapasitasnya sebagai Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya yang telah mendapat

Koordinator 'PESAT' : "Kami Rindu Pa Aa Jadi Walikota Lagi”
Bandung, Walimedia Dimata "PESAT" (Pendukung Setia Aa Tarmana), sosok Walikota Bandung seperti Aa Tarmana menjadi hal yang dirindukan, hal tersebut diakui Koordinator Pesat Beben Faturokhman kepada Walimedia beberapa waktu lalu. Menurut Beben figur Aa Tarmana menggambarkan kepedulian terhadap masyarakat kecil di kota Bandung , seperti para PKL, UKM dan para pedagang kecil lainnya. "Beliau sangat perhatian terhadap para pedagang kecil dan beranggapan kehidupan mereka harus terus dihidupkan untuk melepas ketergantungan pada orang lain dan tidak harus dibunuh mata pencahariannya," ujar Beben. Saat menjabat sebagai Walikota beberapa waktu lalu, kebijakan pemindahan Cimol (Cibadak Mall) merupakan wujud kepedulian seorang pemimpin yang pro terhadap rakyatnya, sehingga sampai sekarang keberadaan para PKL tersebut tetap eksis. Disisi birokrasi, ujar Beben dengan latar belakang militer sosok Aa Tarmana tercermin jiwa ketegasan, sehingga kedisiplinan dan keuletannya tersebut membuahkan hasil dari sistem administrasi yang dapat diandalkan. Sementara itu menyinggung keberadaan "PESAT", Beben menilai keberadaannya seiring dengan adanya Aa Tarmana sebagai figur yang mereka idolakan, sehingga gerakangerakan yang muncul secara sporadis dan tidak bisa dihitung. Beben menjelaskan makna sporadic tersebut karena berada di titik-titik, seperti terminal, pasar, stasion dan sebagainya. Beben juga mengakui jika saat

Didukung Para Bobotoh, Robby Darwis Siap Nahkodai Persib Bandung
Bandung, Walimedia Mantan Kapten Persib Bandung yang pernah membawa timnya juara pada era perserikatan di tahun 1990, serta pemain nasional periode 1987 - 1997, Robby Darwis menyatakan siap jadi pelatih kepala Persib Bandung jika itu keputusan Managemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Menurut pria jangkung ini dirinya siap ditunjuk jadi pelatih untuk dua laga kandang maupun hingga akhir musim. "Kembali saya tegaskan, saya siap melaksanakan apapun keputusan PT PBB," tandas Robby di Stadion Siliwangi, beberapa waktu lalu. Wacana penunjukkan Robby naik tahta jadi pelatih kepala mencuat dalam beberapa hari ini. Waktu yang mepet ke pertandingan dan belum adanya keputusan PT PBB soal siapa yang ditunjuk, makin menguatkan wacana itu. Robby pun mendapat banyak dukungan dari bobotoh, pemain, hingga mantan pemain Persib. Disinggung hal itu, ia hanya melempar senyum dan memberi sedikit komentar. "Intinya saya siap," tegasnya. Ia sendiri tak mempermasalahkan jika hanya jadi pelatih kepala untuk dua laga kandang Persib dan setelah itu

ini muncul sejumlah dukungan terhadap Aa Tarmana melalui spanduk di beberapa titik seperti Terminal Ledeng dan Jl. Kurdi Mohammad Toha Bandung. Di akhir perbincangan Beben juga berharap program Walikota Bandung saat ini dapat di lanjutkan oleh Aa Tarmana. (WM.002)

H. Balyan Hasibbuan, SH (Pengacara PT DAM) : PT DAM Tidak Mencari Keuntungan Semata
Robby Darwis Assisten Pelatih Persib Bandung kembali jadi asisten pelatih. Bahkan jika harus terdepak dari susunan tim pelatih, ia rela angkat kaki. Baginya, posisinya saat ini tak lepas dari kepercayaan banyak pihak. Bahkan saat pelatih kepala belum ditentukan, Robby memegang mandat kendali atas tim. "Sekarang saya fokus dulu saja ke persiapan pertandingan. Setelah itu kita lihat saja apa selanjutnya," terang mantan Kapten Persib pada saat juara 22 tahun lalu itu. (WM.017) Bandung, Walimedia PT Dam Utama Sakti Prima telah mengalokasikan 80 persen luas lahannya untuk penghijauan. Adapun lahan sisa 20 persen untuk pengembangan perumahan PT Citra Green Dago. “Hal ini menunjukan ketundukan dan kepatuhan terhadap peraturan serta perijinan, tidak akan menyimpang sedikitpun dari perjanjian,” ungkap Pengacara PT Dam Utama Sakti Prima, H. Balyan Hasibbuan, SH, yang ditemui Walimedia di ruangan kerjanya belum lama ini. Menurut Balyan adanya rumor tentang pelanggaran KBU oleh PT. DAM sama sekali tidak berdasar. “Kalau sekarang ada warga berinsiatif melakukan penanaman pohon, sepanjang itu di jalur hijau mangga wae bagus, makanya harus tahu dulu lahan tersebut jalur hijau atau untuk dibangun?, kan tidak se-mua kawasan Bandung Utara itu jalur hijau, ada yang dapat dibangun yaitu 20% tadi. Inilah kesalahan persepsi dari orang yang tidak mengerti, kalau saja mereka bertanya sebelum melakukan aksi, datang ke pemkot yang mengeluarkan izin, datang ke distarcip, disana kalau ada orang bertanya pasti langsung dijelaskan. Soalnya disana ada peta, ini semua sudah komputerisasi, kalau ke-luarnya dari sumber resmi yaitu pemerintah maka kita akan patuh, tapi kalau sumbernya tidak jelas kita tidak akan terima,” tandasnya. Selama ini ada anekdot, lanjut Balyan, kalau pengusaha hanya me-ngejar keuntungan tapi tidak de-ngan PT DAM, kalau hanya mengejar untung akan kita bangun fifty-fifty. Tapi kita sangat memperhatikan keberlangsungan lingkungan hidup dengan penghijauan, masalah penghijauan ini kita mengacu pada ahli dari pemerintah, dan sudah dilakukan, karena sebelum pemerintah mengeluarkan perijinan sudah dilakukan dari amdal dan lainnya, justru yang paling berbahaya di Bandung Utara adalah pemukiman-pemukiman liar yang tanpa izin mendirikan bangunan dan tidak terikat kepada KDB yang 80:20 tadi. Dia mau bangun 200 atau 300 meter bagaimana selera dia, sebab dia tidak ngerti aturan, karena bangunan itu nggak ada izin, jadi bagaimana keinginan dia aja, mau miring atau bagaimana selera dia,”sebutnya. Menyinggung kehawatiran sebagian kalangan masayrakat akan berkurangnya air akibat keberadaan perumahan yang kini tengah dikembangkan PT Citra Green Dago, menurut Balyan PT DAM Berpegang pada penelitian yang sudah dilakukan oleh pemerintah, makanya keluar izin juga hal ini sudah tidak dikhawatirkan lagi, semua disiplin ilmu sudah merekomendasikan pembangunan ini,” tegasnya. Sementara mewakili masyarakat, Agoeng Darsono mengata-

BPLH Kota Bandung Ajak Satu Hari Tanpa Kantong Plastik
Bandung, Walimedia Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, mewacanakan seluruh retail penjualan di Kota Bandung untuk tidak menggunakan kantong plastik sela-ma satu hari dalam satu bulan. Kepala BPLH Kota Bandung, Ahmad Rekotomo mengatakan, tujuannya dari program ini untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang selama ini dianggap masih tinggi di Kota Bandung. “Hingga saat ini penggunaan kantong plastik masih dilakukan di sejumlah toko, pasar tradisional maupun modern,” ujarnya. Menurut Rekotomo, kebijakan mengkampanyekan pengurangan kantong plastik terus dilakukan BPLH Kota Bandung kepada seluruh warga kota. “Kita tahu bahwa plastik sulit diurai di dalam tanah, butuh waktu 100 tahun jika dibakar akan menghasilkan dioksin yaitu gas beracun bagi manusia,” ucapnya. Rekotomo menyatakan, BPLH Kota Bandung saat ini sedang membahas mengenai raperda pelarangan penggunaan kantong plastik di mas-yarakat yang tertanya tidak ramah terhadap lingkungan. Berdasarkan catatan BPLH Kota Bandung, sampah kantong plastik yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat di Kota bandung setiap harinya mencapai lebih dari 150 ton. (WM.001)

Jadwal Pertandingan Persib Bandung ISL 2012

kan, wa-ga juga harus faham bahwa ada aturan hukum yang harus dihormati. “Justru disini kami ingin memberi pengertian bahwa PT DAM sudah memiliki legalitas yang menyangkut tanah dan lain sebagainya, kalau warga memiliki keinginan akan kita fasilitasi dan dibantu, karena negara kita Negara Pancasila yang menjunjung asas musyawarah mufakat,” ungkap Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung Barat ini. Di tempat sama staf manajemen PT DAM, Yanto mengatakan,

keberadaan PT DAM sangat positif. “Bila dibandingkan dengan dulu sekarang lebih hijau, penataan lingkungannya lebih bagus, sekarang fasilitas jalan bagus, tanaman pohon juga tertata rapi. Kita juga menarik sumber air yang didistri-busikan kepada warga RW 1, 8, 9,10, dan 2. Kalau perusahaan yang tidak peduli tidak akan seperti itu, kita bagi semua, di lokasi yang disebutkan tadi semua mendapat pasokan air dari PT DAM,” pungkasnya. (WM.017)

WARTA EDUKASI
SDIT Rabbani Menunggu Uluran Tangan Pemerintah
Bandung, Walimedia SDIT Rabbani yang terletak di Jalan Padasuka Atas Km 4 Kampung Balong RT 01/11 Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung tampak memprihatinkan. Muridnya saja hanya memiliki 31 orang dan untuk 5 kelas saja. Padahal Sekolah yang berdiri tahun 2002 ini dimaksud untuk menghasilkan generasi yang Rabbani. Namun, dengan mengandalkan empat guru dan satu kepala sekolah, SDIT Rabbani tetap berupaya eksis di tengah keterbatasan yang ada. Tahun 2008 sekolah ini nyaris bangkrut dan ditutup. Beruntung Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang tergabung dalam GEMA PENA (Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan Nasional) merasa perlu ambil bagian untuk menyelamatkan sekolah tersebut. "Memang bukan persoalan mudah untuk mengelola siswa dengan muridnya yang sedikit karena tentu saja butuh biaya operasional paling tidak dalam sebulan adalah empat juta dan itu termasuk hadiah untuk para guru karena untuk memberi honor dana yang didapat belum begitu jelas pemasukannya," terang Wakasek kurikulum SDOT tersebut, Anisa Trsidianti beberapa waktu lalu kepada Walimedia. Kegiatan sekolah tersebut kini sekedar mengandalkan Gerakan Kencleng Kakak Asuh yang sebulannya setiap mahasiswa menyumbangkan uang lima ribu rupiah. Biar begitu ternyata pendidikan itu tetap dapat dilakukan apalagi masyarakat di daerah tersebut kebanyakan orang yang tidak mampu yang tentu saja tidak bisa diharapkan dalam membayar SPP. Sehingga tentu saja pihak pengelola sekolah berupaya sekuat tenaga untuk mencari jalan keluar agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat terus berjalan. "Bantuan untuk kami tidak hanya berbentuk uang saja tetapi fasilitas lain pun dapat diberikan. Sungguh kami sangat bergembira apabila ada dermawan yang mau turut mendukung perjuangan kami ini. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini walau mungkin terbilang kecil tetapi diharapkan mampu membantu persoalan pendidikan di negeri ini," ungkap Anisa. Uniknya, sekolah ini walaupun di tengah keterbatasan tetapi telah mampu meluluskan alumninya secara baik bahkan sudah ada yang kuliah dan bekerja. Selain itu, beberapa orang siswanya pun mendapatkan prestasi dalam bidang pendidikan termasuk pada bulan

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

BANDUNG RAYA

Dada Rosada : “Korupsi Adalah Wabah Yang Sangat Berbahaya”
Bandung, Walimedia Kota Bandung, menjadi kota pertama di Indonesia yang melaksanakan sensitisasi konvensi Persatuan Bangsa Ba n g s a ( P BB) m e l a w a n korupsi. Terpilihnya Bandung sebagai yang pertama karena, menurut Damaris J Monteiro Tnunay, sebagai pelaksana kegiatan tersebut, Kota Bandung sudah mempunyai Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD-PK) dan mempunyai komitmen mengenai anggaran. Setelah Kota Bandung, nantinya kegiatan ini akan berlangsung ke kotakota lain di Indonesia. Kegiatan ini, menurutnya bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kendala daerah dalam kegiatan Rencana Aksi Daerah. "Hasil kegiatan ini, nantinya akan d i bawa ke tingkat pusat untuk di bahas lebih lanjut agara dapat memecahkan masalah yang ada di daerah," jelasnya. Sementara itu Wali Kota Bandung dalam sambutannya mengatakan bahwa korupsi merupakan wabah yang sangat berbahaya dengan begitu banyak efek yang merusak seperti melemahkan demokrasi dan negara hukum, menyebabkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia, mengacaukan pasar dan mengikis kualitas hidup. Kondisi ini terjadi karena kurangnya integritas dan nasionalisme, karena pelaku lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan dibandingkan kepentingan negara. "Jika penyakit ini tidak segera diatasi hampir pasti menurunkan daya saing bangsa, rapuhnya sendisendi kehidupan warga, yang berujung meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan," Ujar Dada Rosada, pada saat pembukaan acara sensitisasi konvensi Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) melawan korupsi, di Hotel Aston Tropicana, Jalan Cihampelas, belum lama ini. Pemkot Bandung menurutnya akan terus memperjuangkan terrealisasinya amanah Inpres no 5 tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi, antara lain melalui Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi yang ditetapkan dalam perwal no 891 tahun 2008 tentang rencana RAD-PK tahun 2009-2013. "Saya pun merasa bersyukur upaya ini diapresiasi pemerintah pusat, dimana Kota Bandung telah ditetapkan sebagai pilot project Bappenas, Kemitraan pada tahun 2008 bersama lima kabupaten/kota lain di Indonesia, khususnya dalam penyusunan RAD-PK dan pelaksanaan Citizen Report Card (CRC), ser-ta pilot project pengembangan sistem integritas dan pencegahan korupsi tahun 2010," jelas Dada. Hasil dari RAD-PK ini pun, menurutnya cukup bagus, karena hasil survey TII (Tranparancy International Indonesia) Kota Bandung nilainya dari 3,4 menjadi 5,2. Meskipun sudah cukup bagus, tetapi Dada mengharapkan dapat terus untuk ditingkatkan lagi, apakah dari pihak internal maupun eksternalnya. Dada juga mengungkapkan dalam melakukan percepatan reformasi birokrasi direalisasikan melalui beberapa hal seperti, restrukturisasi penghasilan PNS, penataan pola karir, restrukturisasi kelembagaan termasuk pola pelayanan terpadu satu pintu, penerapan e-procurement, penandatanganan deklarasi integritas oleh 31 elemen, deklarasi pramuka integritas, penandatangan pakta integritas, penetapan zona integritas, pembentukan forum komite integritas pemantau independen, galeri integritas Bandung lautan Api, penerapan kode etik PNS, penyusunan RAD-PK tahun 2009-2013, pengelolaan laporan gratifikasi dan pematauan pelaksanaan pakta integritas. "Saya yakin berbagai upaya tersebut dapat memperkuat sistem integritas pelayanan, yang insya Allah akan menghasilkan output yang benar-benar mempermudah masyarakat dalam menerima haknya dengan baik," pungkasnya. (WM.001)

Salah seorang guru sedang memberikan materi pelajaran kepada beberapa siswa SDIT Rabbani. (Foto : Deffy)

Juli 2011 mampu menjuarai lomba Cerdas Cermat yang diadakan di Desa Cimenyan dan keluar sebagai juara pertama. "Ini merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi kami," ujar guru yang saat ini sedang menyusun skripsi. Tentu saja sekolah seperti ini sangat membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak untuk keber-

adaannya yang dirasa pantas untuk dipertahankan apalagi bagi masyarakat yang tidak mampu agar bisa menyekolahkan anaknya. Pemerintah sepertinya akan terbantu dengan adanya kegiatan pendidian yang dilaksanakan oleh lembaga yang peduli terhadap pendidikan nasional. (Deffy)

SSC dan SMA Alfa Centauri Luncurkan Sitem Pembelajaran Online
Bandung, Walimedia Guna mendukung terciptanya sistem pembelajaran yang berbasis teknologi, Sony Sugema bersama SSC dan SMA Alfa Centauri meluncurkan Sitem Pembelajaran Online dengan Bandwith Rendah yang berlangsung di Ruang Madukara Hotel Grand Royal Panghegar, Kota Bandung beberapa waktu lalu. Pada acara tersebut teknologi yang dimaksud dipraktikkan langsung di hadapan para wartawan yang hadir pada kesempatan tersebut. "Hal ini merupakan terobosan yang sengaja kami lakukan untuk kemajuan anak didik kami," terang Sony Sugema saat Konferensi pers usai acara. Karenanya, melalui inovasi yang terus menerus di bidang teknologi sesuai dengan motto Future Education Today, lembaga bimbingan belajar Sony Sugema College (SSC) Bandung menghadirkan sistem pembelajaran online melalui video livestreaming dengan bandwith yang rendah, yakni sekitar 3 KBps atau setara dengan 24 kbps. Dengan kapasitas servers ebesar 12 Mbps maka pada saat yang bersamaan lebih kurang 500 orang siswa SSC dapat mengikuti pelajaran online tanpa mengalami gangguan koneksi. "Sistem ini bukan berarti akan

SMP Dewi Sartika Bandung Dapat Suntikan Dana
Bandung, Walimedia Belum lama ini, SMP Dewi Sartika Bandung mendapat bantuan dana untuk kegiatan belajar mengajar sebesar Rp. 50 juta dari Yayasan Bakti Sosial Santoso (YBSS). Adapun penyerahannya disaksikan oleh jajaran pengurus maupun pengelola dan guru sekolah tersebut beserta para siswanya dalam sebuah prosesi. Dalam kesempatan itu, Ketua YBSS, Drs. Yahya Santosa, yang diwakili Yanyan, bantuan dana untuk perbaikan gedung SMP Dewi Sartika itu bermanfaat dan bisa turut membantu memperlancar dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar para siswasiswinya. Seraya menyebutkan bahwa pihak YBSS sejauh ini telah turut pula membantu dan menjadi donator 75 yayasan di sejumlah daerah kota/kabupaten di wilayah Jawa Barat, berupa panti jompo, yatim piatu, anak korban narkoba, korban kekerasan rumah tangga, membantu , tsunami Aceh, cuci darah warga tak mampu, memberikan bantuan obat-obatan daerah yang terkena bencana dan lain sejenisnya. Atas bantuan itu, Ketua Yayasan Rd. Dewi Sartika (YDS) Bandung, Dra. Hj. Yooce Youvrida K, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setingitingginya dan tentu bantuan itu akan dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya untuk memperlancar proses belajar mengajar para siswanya termasuk memperbaiki sarana belajar mengajar, sehingga dapat menampung para siswanya lebih banyak lagi. Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Ahli Waris R. Agah Suriawinata dan Rd. Dewi Sartika (AWIKA), Dra. Hj. Dinny Dewi Krisna H., mengatakan perbaikan sarana sekolah ini nantinya akan mendorong semangat baru para siswanya untuk mengikuti proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Prosesi penyerahan bantuan tersebut disaksikan pula oleh sejumlah Pengurus YDS Bandung, Ny. Yuceu Suhaya, Ny. Toeti Moekti Hassan, Kepala SMP Dewi Sartika, Ny. Rukiyah Samsimihardja, Kepala SD, Ny. Sukaesih, Ketua Panitia Perbaikan sekolah, Sofyanudin Syarief, SmHk, para Guru, Staf, dan Ratusan Siswa, serta para undangan terkait dari Organiasi Wanita. (WM.012)

KH Djaja Jahari : “Restoran Sediakan Minol, Jangan Diberi Ijin”
Bandung, Walimedia Terkait berdirinya salah satu restoran yang berada di seputaran jalan Ir H Djuanda yang disinyalir akan menyediakan minuman beralkohol dan mulai beroperasi walaupun perizinannya masih dalam proses, akhirnya Ketua MUI K e c a m a t a n C o b l o n g , Ko t a Bandung, KH Djaja Jahari angkat bicara. Pihaknya sangat menyayangkan bila Bandung yang dianggap sebagai Kota Agamis nyatanya justeru memberi ruang untuk penyediaan minuman beralkohol. "Semestinya hal itu dihindari sejak dari awal, jangan sampai justeru yang banyak mudharatnya ada ketimbang banyak manfaatnya. Kendati Perda Miras itu mengatur penyediaan minol dalam jumlah tertentu, tetapi yang haram tetap haram saja,”tegasnya usai mengikuti rapat untuk menyikapi persoalan restoran yang dimaksud di Kantor Disbudpar Kota Bandung belum lama ini. Acara tersebut dihadiri Kepala Disbudpar Prijana Wirasasputra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ema Sumarna, tokoh masyarakat yang dekat restoran, pemilik restoran, H Yadiman, Lurah Sekeloa, Camat Coblong dan perwakilan ormas Islam. Pihaknya justeru menegaskan kalau restoran ya restoran saja tanpa embel-embel ada minuman berizin, namun kalau menyediakan minuman berlakohol, ya mesti ditolak dong. Tentu adanya restoran itu akan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, itu nilai positif dan akan positif lagi kalau pemilik restoran tak menyediakan minumal beralkohol,” pintanya. Sejatinya menurut dia, apa susahnya sih menyediakan makanan yang halal saja tanpa menyediakan minuman beralkohol untuk mendapat keberkahan dari Allah SWT. "Kalau restoran itu sudah berjalan dan tidak menyediakan alkohol, bisa jadi saya menjadi pelanggan yang pertama dan saya siap mengumumkan kalau makanan di sana enak dan saya ingatkan kepada ormas Islam, jangan mudah memberikan izin untuk restoran. Kalau tanpa minol, boleh diizinkan tapi kalau ada minolnya, sebaiknya ditolak!," ujarnya menutup perbincangan. (Deffy)

Umar Dani Ingin Optimalkan Potensi KBB
KBB, Walimedia Umar Dani, salah satu tokoh politik yang memiliki latar belakang advokat dan menjabat Anggota DPRD Jabar dari Partai Gerindra, turut meramaikan persaingan kursi bupati dengan mendaftarkan diri menjadi bakal calon (balon) Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB), ke DPC Partai Gerindra KBB. “Akan lebih bagus jika balon yang kita berangkatkan ini dari internal partai. Kita berharap seperti itu, tapi kita masih menunggu proses pendaftaran sampai tanggal 26 Maret ini," ungkap Ketua DPC Gerindra KBB, A. Sutisna barubaru ini di Sekretariat DPC Gerindra, KBB. Menurut Umar Dani, pencalonan yang dilakukanya tidak lepas dari bentuk kepedulian untuk membangun KBB sebagai kota otonomi yang baru berdiri. “Banyak potensi di KBB yang belum digali secara optimal. Persoalan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur terutama jalan, akan saya perhatikan bila nanti terpilih menjadi bupati. Selain itu saya punya konsep ingin mengembangkan kawasan industri di KBB. Karena dengan adanya pengembangan sektor industri, secara langsung akan mendorong perkembangan di sektor lainnya," terangnya. Gerinda Buka Pendaftaran Untuk memenangkan pilgub Jabar 2013, DPD Gerindra Jabar siap ber-koalisi dengan partai lain. Koalisi akan dilakukan mengingat Gerindra tak bisa maju sendiri. Karena di DPRD Jabar, Gerindra hanya menempatkan 8 kadernya sebagai Anggota legislatif. Sehingga jika ingin mengusung cagub atau cawagub di pilgub, Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain. "8 kursi di DPRD masih kurang. Untuk koalisi, kita sudah lakukan komunikasi politik dengan beberapa partai," ungkap Ketua DPD Gerindra Jabar, Oo Sutisna, di Kantor DPD Gerindra Jabar, Jalan Cimanuk, belum lama ini. "Soal kemungkinan kita akan merapat dengan partai mana, belum ada. Kita masih mencari bentuk kesepahaman," jelasnya. Oo menambahkan, pihaknya akan berkoalisi dengan partai yang punya visi-misi sama untuk membangun Jabar. Sementara Gerindra sendiri tidak memaksakan kehendak untuk mengusung cagub. Kalaupun hanya mengusung cawagub sementara cagubnya dari partai lain, Gerindra akan menerimanya. "Yang penting kita tidak mau tidak terlibat dalam pembangunan Jabar. Kita ingin punya pemimpin di Jabar yang bisa menerjemahkan filosofi gemah ripah repeh rapih," pungkas Oo. (WM.017)

menyingkirkan sistem pelajaran konvensional dengan sistem tatap muka tetapi justeru membantu pengembangan sistem pengajaran ke arah yang lebih baik. terus terang, guru tidak akan tergantikan. Ini hanya tambahan saja," terang Sony. Kelebihan dari sistem ini adalah kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara serentak dan masal tanpa memerlukan ruangan besar karena dapat dilakukan siswa di rumahnya masing-masing. Walaupun banyak siswanya akan tetapi guru yang diperlukan cukup satu orang saja pada saat yang sama. "Dengan pengembangan fiturfitur yang tertentu, kegiatan dapat tetap berjalan dua arah dan dapat

dilakukan secara interaktif" tambahnya. Namun begitu menurutnya, hal ini hanya bisa dilakukan bisa dilakukan bagi SSC dan SMA Alfa Centauri, sedangkan bimbel lain tidak bisa. Sementara untuk pengembangan ke depan ini sangat cocok untuk Universitas Terbuka (UT). "Bukan untuk siswanya. Tetapi gurunya jadi semakin mudah untuk dikumpulkan dalam acara Training For Teacher karena mereka bisa melakukannya di rumah atau disekolah secara bersama-sama,” pungkasnya. (Deffy)

KH. Djaja Jahari Ketua MUI Kec Coblong Kota Bandung

Temukan Kami di :

www.facebook.com/walimedia.klik

www.twitter.com/klik_walimedia

Prosesi pemberian dana bantuan untuk kegiatan belajar mengajar sebesar Rp. 50 juta dari Yayasan Bakti Sosial Santoso (YBSS) di SMP Dewi Sartika Bandung.

alkohol. Mernurutnya, sama artinya restoran tersebut menyediakan sesuatu yang haram. "Sebaiknya pihak yang berwenang khususnya Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini jangan memberikan izin untuk restoran yang menyediakan minuman beralkohol. Sudah minuman beralkohol itu haram, kita juga melihat dampak negatifnya menyebabkan generasi muda rusak moralnya dan merenggut jiwa orang-orang yang tak berdosa," tegasnya. Jaja pun mengungkapkan bagi masyarakat sendiri semestinya berhati-hati saat memberikan izin untuk restoran tersebut. Masih katanya, okelah kalau untuk restoran saja boleh memberikan

SEPUTAR JABAR
DPRD Kab.Bandung Tuntut PDAM Tirtawening Bayar Konpensasi Pengambilan Air Dari Wilayahnya
Bandung, Walimedia – Air merupakan aset alam yang sangat vital dan tak ternilai harganya. Keberadaannya sangatlah dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia baik di perkotaan maupun pedesaan. Oleh karena itu perlu upaya serius dari para pemangku kepentingan untuk menjaga serta memelihara sumber-sumber mata air yang banyak terdapat di wilayah pegunungan. Salah satu wilayah yang memiliki banyak sumber air tersebut adalah Kabupaten Bandung. Dari sini mata air banyak dialirkan ke daerahdaerah padat penduduk termasuk Kota Bandung. Namun yang menjadi persoalan mendasar adalah tidak adanya upaya untuk menjaga serta memelihara sumber-sumber air ini dari si pengambil manfaat. Menurut aktifis lingkungan yang juga mantan anggota Komisi B DPRD Kab. Bandung, Tubagus Raditya Raditya, DPRD Kab. Bandung pada masa dulu ia bekerja pernah menuntut PDAM Kota Bandung membayar kompensasi Rp100/ liter dari air yang diambilnya atau total sekitar Rp 4 miliar setiap tahun. Tuntutan itu dinilai wajar, karena PDAM Kota Bandung menerapkan biaya langganan air cukup tinggi yaitu di atas Rp3.000/meter k ubik . Apalagi,PDAM Kot a Bandung juga mengalirkan air kotor ke instalasi pengolah air limbah (IPAL) Bojongsoan. Jika diberikan kompensasi untuk penanaman pohon atau rehabilitasi lahan dan reboisasi di daerah Bandung Selatan yang sekaligus menjaga sumber-sumber air bagi kelangsungan pasokan air untuk Kota Bandung, maka dapat ditanam sebanyak 522.547 pohon dalam setahun, terangnya. Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Saeful Bahri baru-baru ini angkat bicara soal tidak adanya konpensasi pengambilan air dari beberapa sumber air yang ada di wilayahnya oleh PDAM Tirtawening Kota Bandung tersebut. “Selama ini belum ada sama sekali kompensasi dari PDAM Kota Bandung soal pengunaan air baku di Cimaung dan Pangalengan, tepatnya dari Desa Cikalong Kecamatan Cimaung dan dari Situ Cileunca, Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan. Sehingga sangat wajar saja kita sebagai wakil rakyat mewakili masyarakat Kabupaten Bandung, termasuk Pemkab Bandung jika meminta kompensasi air baku tersebut dari PDAM Kota Bandung,” tegas Saeful. Sumber air baku PDAM Kota Bandung itu setiap harinya mengalirkan sebanyak 1.400 liter per detik, lanjutnya. Belum lagi dari dua sungai lainnya di wilayah Kabupaten Bandung. Apalagi untuk mendapatkan air dibutuhkan untuk mempertahankan daerah tangkapan air (DTA) yang sudah rusak, pemeliharan lingkungan hutan yang sudah gundul, memperbaiki lahan kering yang sudah kritis, serta perbaikan sarana prasarana penunjang lainya.

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

WALIMEDIA
EDISI NO.005/TAHUN I/APRIL/2012

PARIWISATA & BUDAYA
Kampung Gajah Tawarkan Keunikan dan Sensasi Wisata Berbeda

“Itu harus jadi bagian tanggungjawab PDAM Kota Bandung, sebut Saeful. Kompensasi tersebut tidak harus berupa uang, tambahnya, tapi juga bisa dikompensasikan dalam bentuk program seperti penanaman pohon. “Jadi,seharusnya kita duduk bersama antara Pemkab dan Pemkot Bandung, buat nota kesepahaman atau MoU, baik tentang pengambilan air atau pembuangan limbah PDAM Kota Bandung yang berada di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sehingga kita pun tetap menjadi tetangga yang baik dan harmonis, saling menguntungkan semua pihak,” pungkas Saeful. (WM.017)

Bandung, Walimedia Keberagaman wisata di Bandung memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Betapa tidak, kota yang yang berjuluk ‘Parijs Van Java’ ini selain memiliki hawa sejuk berkat dataran tinggi dan gunung-gunung di sekelilingnya, panorama alamnya

pun sangat indah. Di daerah pegunungan di sekitar Bandung terhampar permadani hijau perkebunan teh yang menutupi hampir setiap kaki gunung. Salah satu objek wisata di Bandung yang sangat asyik dan menarik untuk dikunjungi adalah Kampung Gajah yang beralamat di Jalan Sersan Bajuri, kilometer 3,8. Di

Rapat Paripurna DPRD Kab Subang Penyampaian LKPJ TA 2011

IPM Kabupaten Subang Mengalami Kenaikan
Subang, Walimedia IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Kabupaten Subang selama pembangunan tahun 2011 mengalami kenaikan menjadi 71,42 dari sebelumnya pada 2010 adalah 71,14. Kenaikan IPM dipengaruhi oleh membaiknya indeks kesehatan, daya beli masyarakat dan indeks pendidikan yang tersusun dari angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Bupati Subang, Ojang Sohandi saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2011, pada Sidang Paripurna DPRD Kab. Subang di Ruang Rapat Dewan, Senin (9/4/2011). Selanjutnya menurut Ojang, peningkatan dialami juga oleh Angka Harapan Hidup (AHH) yang mengalami peningkatan dari 73,98% pada tahun 2010 menjadi 74,03% pada tahun 2011. Sedangkan indeks pendidikan meningkat dari 77,01% pada tahun 2010 menjadi 77,54% pada tahun 2011. Indeks daya beli tetap mengalami peningkatan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya yaitu dari 62,42% pada tahun 2010 menjadi 62.69% di tahun 2011. Disamping banyak karya dan perjuangan masyarakat yang menghasilkan prestasi baik tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Barat. Prestasi tersebut diantaranya ialah, juara I pada kelompok 3 pengelolaan pajak bumi dan bangunan tingkat provinsi, Penghargaan Swasti SABA kategori Padapa sebagai Kabupaten Sehat pada taraf pemantapan tingkat nasional, Puskesmas Cisalak sebagai Juara I Puskesmas Berprestasi tingkat provinsi Jabar, Desa Panyingkiran Kec. Purwadadi sebagai Juara I PHBS pada Hari Kesatuan Gerak PKK-KB. Kes tingkat Provinsi Jawa Barat, Pencapaian peserta IUD tertinggi tingkat provinsi dan Juara IV Festival Kreasi Tari tingkat provisi di anjungan Jabar, Taman Mini Indonesia Indah. Sementara itu Pemerintah Kabupaten Subang merasakan masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Untuk itu diterapkan kebijakan dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan diantaranya sebagai berikut, meningkatkan taraf pendidikan, meningkatkan derajat kesehatan, mewujudkan sumberdaya manusia yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia, mewujudkan sumberdaya manusia yang berbudaya, produktif, mandiri, maju dan berdaya saing, meningkatkan indikator makro dan mikro ekonomi, meningkatkan pembangunan agribisnis, meningkatkan pembangunan industri, meningkatkan pembangunan pariwisata. Meningkatkan usaha perekonomian lainnya, meningkatkan investasi daerah, meningkatkan kualitas prasarana wilayah/infrastruktur wilayah dalam rangka mendukung agribisnis, pariwisata, industri dan pelayanan lainnya, menurunkan kerusakan lingkungan, meningkatkan pemanfaatan ruang yang serasi dan seimbang, meningkatkan kondisi politik yang demokratis berbasis etika, meningkatkan keamanan, ketrentaman dan ketertiban umum dan meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang menjunjung prinsip Good Governance dan Clear Government. Capaian Kinerja Dalam laporan hasil capaian kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Subang dilaporkan rata-rata cukup berhasil. Capaian kinerja tersebut ialah capaian; Dinas Pendidikan meningkatkan capaian angka melek huruf usia lebih dari 15 tahun, yang pada tahun 2010 sebesar 96,48% dan tahun 2011 mencapai 99,41% dari target 92,09%. Sedangkan angka drop out dan angka kelulusan tingkat SD dan SLTP dapat mendekati target yang ditetapkan. Dinas Kesehatan diantaranya meningkatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat miskin peserta jamkesmas di 40 puskesmas dan jaringannya, meningkatkan kunjungan ke puskesmas sebesar 10% dibanding tahun sebelumnya, serta meningkatnya angka harapan hidup dengan indeks tahun 2010 sebesar 73,98% menjadi 74,03% pada tahun 2011. Akademi Keperawatan dalam kinerjanya terciptanya tenagatenaga keperawatan yang berkualitas untuk mendukung Pemkab Subang dalam penyediaan sumber daya manusia di bidang kesehatan (keperawatan). Dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan lulusan yang signifikan baik dari kualitas maupun kuantitas. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) ialah terlaksananya kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan dan tercapainya pemeliharaan trantibum di Kabupaten Subang. Sekretariat Daerah berhasil menjalin komunikasi antara Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan tokoh masyarakat, terevaluasinya penyelenggaraan pemerintahan dan terjalinnya koordinasi antar pejabat pemerintah daerah. Capaian kinerja Rumah Sakit Umum Daerah kelas B diantaranya tersedianya standarisasi pelayanan kesehatan dan terpenuhinya obatobatan Rumah Sakit. Hasil kinerja yang dicapai Dinas Bina Marga dan Pengairan diantaranya meningkatkan kualitas layanan jalan Kabupaten dan Desa bagi masyarakat dengan terbangunnya 92 ruas jalan Kabupaten dan dilaksanakannya 8 paket pekerjaan trotoar serta meningkatnya kualitas pelayanan irigasi di Kabupaten Subang dengan terlaksananya penyediaan dan pengelolaan air baku. Dinas Tata Ruang, Pemukiman dan Kebersihan diantaranya terlaksananya pembangunan lapang atletik Suryadarma Kalijati, dan pembangunan sirkuit Roadrace sehingga menjadi sarana olahraga yang representatif, serta tersusunnya rencana/standar tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang yang komprehensif, koordiatif dan berkelanjutan di Kabupaten Subang. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) diantaranya tersedianya bahan / input penyusunan KUA/PPAS dan penyusunan RKPD Kabupaten Subang dan tersedianya dukungan atas pelaksanaan TKPKD untuk mengkoordinasi dan mengefektifkan program-program penganggulangan kemiskinan di Kabupaten Subang. Hasil kinerja yang dicapai Dinas Perhubungan diantaranya tersedianya layanan rambu-rambu lalu lintas serta terlaksananya ketertiban, keamanan dan kelancaran lalulintas. Kinerja yang Badan Lingkungan Hidup diantaranya meningkatnya upaya pengendalian pencemaran dan perlindungan sumber daya air, dan meningkatnya pengetahuan dan pelaksanaan konsep Green School dan Green Province. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil diantaranya data penduduk yang diperlukan didapat dengan mudah dan akurat, dan tersedianya database kependudukan yang valid dan up to date. Dinas Sosial diantaranya terwujudnya rumah layak huni, meningkatnya keterampilan usaha karang taruna dan penanganan bencana alam. D in a s Ten a g a Kerj a da n Transmigrasi diantaranya menunjang terpenuhinya tenaga kerja terampil dan terbentuknya kelompok usaha produktif dan pencari kerja terampil, serta penempatan transmigran ke luar Pulau Jawa. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah diantaranya terlaksananya monitoring LED yang mendapat dana bantuan dari pemerintah Kabupaten dan penguatan koperasi dalam menunjang DMGR di desa Sukamelang dan Desa Cimanglid. Sekretariat DPRD diantaranya ialah meningkatnya pemahaman dan wawasan anggota DPRD, terhimpunnya aspirasi masyarakat dan tersusunnya buku laporan pokokpokok pikiran DPRD. Dinas Pendapatan. Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) diantaranya ialah realisasi peningkatan pendapatan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi serta terlaksananya ptimalisasi program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan dan aset daerah. Inspektorat Daerah diantaranya terlaksananya audit PP 69 SKPD, 30 Kecamatan BKU, 17 review dan 15 penanganan kasus menuju terciptanya pemerintahan yang baik dan bersih di Kabupaten Subang. Kemudian sidang berikutnya akan dilaksanakan pada hari Jum'at siang mendatang untuk memberikan tanggapannya dari para anggota DPRD. (WM.015)

area seluas 60 hektare ini banyak wahana permainan yang pas untuk anak-anak, dan juga orang dewasa. Satu di antaranya adalah wahana Buggy Car yang bisa menampung 26 penumpang dewasa. Kendaraan jenis ATV ini cukup bisa memacu adrenalin para pengunjung dengan menjelajah rute di Kampung Gajah. Dan ada juga yang paling menyenangkan dan cukup menegangkan, yakni Tabi. Wahana ini sejenis perosotan di water boom. Bedanya Tabi ini tidak ada air sama sekali alias seluncuran darat. Dan ini merupakan permainan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Pihak Kampung Gajah meyakinkan bahwa wahana ini cukup aman dinikmati para pengunjung. Satu wahana yang baru beroperasi adalah water boom. Dengan lahan sangat luas, dan perosotan yang cukup tinggi, bisa memberikan suasana lebih menggembirakan bagi anak-anak dan keluarga. Seperti water boom di tempat lain, water boom Kampung Gajah,

selain memiliki beragam perosotan, juga menyediakan kolam besar yang diisi semacam gelombang bak ombak di pantai laut sebenarnya. Menurut Direktur Operasional Kampung Gajah, Denny Chandra, melalui Marketing Support, Erma Sari, Kampung Gajah memiliki keunikan dan sensasi wisata dengan atmosfir alam dan view kota Bandung yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. “Disini dilengkapi kurang lebih 24 wahana permainan diantaranya, ATV, Fun Bike, Horse Riding, Outbound Activities, Segway, Buggy, SkyRider dan yang tak kalah seru adalah water boom,” ungkap Erma. Bagi para pecinta kuliner, lanjutnya, disinilah tempat yang akan memanjakan Anda dengan menumenu khas Kampung Gajah. Mulai dari menu spesial steak ala Kampung Gajah, European hingga Asian Cuisine. Semua dapat ditemukan di food stand , Resto & Caf & eacute, serta Bar & Lounge yang berada di sekitar area

Kampung Gajah. “Untuk keceriaan si kecil, arena bermain anak juga merupakan bagian dari K ampung Gajah. Children playground, swing & swing, mini flying fox dan bike track akan menjadi pilihan untuk memanjakan putra-putri tercinta,” terang Erma. Erma menambahkan, setiap hari pengunjung Kampung Gajah terus meningkat. Tidak hanya dari Kota Bandung atau Jakarta, banyak keluarga yang datang dari beberapa kota di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sumatera. "Untuk masuk ke Kampung Gajah dan menikmati seluruh wahana yang ada, setiap pengunjung dikenai harga tiket Rp.200 ribu yang sudah termasuk pembelian paket semua wahana (tiket terusan)," pungkasnya.(WM.017)

Bila Maut Datang Menjemput, Antarkan Aku Sebagai Wartawan
“Good News Is Bad News" merupakan sebuah semboyan para jurnalis yang universal, tetapi prinsip tersebut ditafsirkan wartawan senior sebagai suatu bentuk kepedulian untuk mendorong perubahan. Pemberitaan yang buruk adalah sebagai bentuk kritik yang konstruktif dan merangsang penyelenggaraan negara untuk memperbaikinya. Karena, tugas seorang wartawan mengawasi proses pemenuhan hak-hak publik terutama yang luput dari perhatian aparat pengawas fungsional. Hal tersebut disampaikan oleh Walikota Bandung Dada Rosada pada acara peluncuran buku "Bila Maut Dat ang Menjemput, Antarkan Aku Sebagai Wartawan", di Pendopo Kota Bandung, Jl. Dalem Kaum No.56 Bandung, belum lama ini. Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan otobiografi dari wartawan senior yang tergabung d a l a m M AWA S ( M a j e l i s Wartawan Senior) Jawa Barat. Bagaimana suka dan duka mereka selama menjadi wartawan. Lebih lanjut dikatakan Walikota Bandung, banyak fenomena wartawan tanpa identitas seolah-olah menurunkan kredibilitas wartawan asli, bahkan kondisi ini cenderung meningkatkan daya juang wartawan tulen, terutama untuk membuktikan bahwa profesi ini selalu berpihak kepada kepentingan publik dan tidak bisa ditiru dalam waktu singkat. Apalagi kualitas wartawan diukur dari hasil tulisannya bukan tanda pengenal atau identitas lainnya. "Sehingga kadang-kadang melahirkan istilah WTS atau wartawan tanpa surat kabar, wartawan tempo, tempo-tempo aya tempo-tempo teu terbit bahkan wartawan CNN atau wartawan can nulis-nulis," jelas Dada. menggali informasi sedalam-dalamnya dengan resiko yang tinggi. "Seperti juga dikatakan Kang H. Tatang RS pada halaman 281, tidak jarang profesi ini akan membawa seorang wartawan ke penjara atau kehilangan nyawa mereka, dan banyak yang menganggap profesi seorang wartawan sepeti musuh oleh orang yang tidak berkenan at as pemberitaanya. Sebaliknya wartawan juga merupakan suatu profesi yang banyak disenangi, dibutuhkan tetapi juga banyak yang menghindari bahkan seolah-olah ketakutan mendengarnya, tergantung kepada kepentingan, kedudukan, dan jabatan para

... tidak jarang profesi ini akan membawa seorang wartawan ke penjara atau kehilangan nyawa mereka, dan banyak yang menganggap profesi seorang wartawan sepeti musuh...
H. Tatang RS.

Dada juga mengatakan wartawan adalah suatu profesi yang unik, karena tidak mensyaratkan latar belakang pendidikan jurnalistik, tetapi menjadi seorang wartawan lebih dituntut untuk

individu dalam masyarakat," jelasnya. Resiko tersebut menurut Dada, justru oleh seorang wartawan dianggap sebagai sebuah tantangan, karena misi

yang lebih mulia yaitu mendidik bangsa dengan berita-berita yang objektif, konstrukti dan berorientasi pada perubahan. Tantangan ini yang di tempuh sebagian orang termasuk majelis wartawan senior (MAWAS) Jawa Barat. Dada juga mengatakan bahwa dirinya mengenal dan bekerjasama dengan wartawan bukan hanya ketika sudah menjadi Walikota saja, jauh sebelumnya pun dirinya sudah terbiasa bekerjasama dengan wartawan. "Sehingga kalau banyak orang yang segan untuk bertemu dengan wartawan karena tulisannya, saya termasuk orang yang tidak

begitu," jelas Dada. Walikota juga menilai buku kumpulan tulisan wartawan senior tersebut dapat menjadi bahan bagi wartawan muda untuk dapat mengambil pelajarannya. Dalam kesempatan itu, Ketua MAWAS Yusuf Supardi menyerahkan buku tersebut kepada Walikota Bandung, setelah terlebih dahulu di tandatangani oleh Walikota Bandung, Ketua DPRD Kota Cimahi, Sekda Kota Bandung, Sekda Kabupaten Bandung Barat, dan sejumlah tokoh Jawa Barat seperti Tjetje Hidayat Padmadinata, dan Herman Ibrahim. (Abud)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->