Anda di halaman 1dari 10

SCRIPT PENGKAJIAN ANAK USIA PRASEKOLAH

Kelompok B2 Citra Trisdiana Fitri Elfira Hesi Oktamiati Kiki Rakhmanissa Lulu Akilah Rudiyanto Tika Widowati

Kasus: An. R berusia 4 tahun tinggal bersama kedua orang tua dan neneknya. Sehari-hari, An. R diasuh oleh neneknya karena kedua orang tuanya sibuk bekerja dari hari Senin hingga Sabtu. Berdasarkan cerita nenek (Ny. P), An. R sangat suka jajan makanan yang sering lewat di depan rumah seperti cimol, telur goreng dengan saus, cilok, es sirup, dan lain-lain. Menurut nenek, ia membiarkan An. R jika jajan makanan di depan rumah agar tidak menangis. Kedua orang tua An. R mengetahui hal ini namun tidak pernah berkomentar. Saat ini, Ibu An. R (Ny. A) mengeluh cemas karena sudah 2 hari terakhir ini An. R mengalami diare. Pada hari pertama, frekuensi BAB An. R sekitar 4x sehari. Pada hari selanjutnya BAB meningkat menjadi 6x sehari dengan feses cair. Suatu hari, Ny. A datang ke puskesmas bersama An. R untuk memeriksa kondisi anaknya. Pada pertemuan kedua kalinya, kondisi An. R belum juga membaik. Akhirnya perawat melakukan kunjungan ke keluarga untuk melakukan pengkajian keluarga.

Scene 1 Suatu hari, Ns. Y dan Ns. B datang ke rumah Tn. S untuk melakukan pengkajian keluarga. Sudah 2 hari ini anak Tn. S, yaitu An. R (4 thn) mengalami diare dan kondisinya belum kunjung membaik. Oleh karena itu, sebagai perawat komunitas, Ns. Y dan Ns. B menghubungi kediaman Tn. S untuk membuat janji pertemuan seluruh anggota keluarga demi membahas masalah kesehatan yang terjadi pada An. R satu hari sebelum kunjungan. Saat ini Ns. Y & Ns. B sudah berada di depan rumah Tn. S.

Ns. Y & Ns. B : Ting tong! (sambil menekan tombol bel di pintu gerbang rumah Bpk. S. Di layar monitor gerbang muncul suara dari dalam rumah) Monitor (Ny. A): Ya.. Siapa disana?? Ns. Y : Assalamualaykum.. Pagi Bu, kami dari Puskesmas Depok, yang kemarin janji mau kesini Ny. A : Waalaykumsalam. Oh iya Suster, tunggu sebentar ya, saya buka dulu pintunya : Silakan duduk Suster, mau minum apa? : Ga usah repot-repot Bu, apa saja boleh : Tidak apa Sus, anggap saja seperti di rumah sendiri. Oiya, saya panggilkan suami dan anak saya dulu. Permisi Sus (Tn. S datang sambil menggandeng An. R. Ny. A datang membawakan cemilan dan minuman) Tn. S : Assalamualaykum Suster, terima kasih sudah berkenan datang ke sini. Maaf merepotkan (sambil tersenyum) Ns. Y : Waalaykumsalam. Iya, sama-sama Pak, tidak apa-apa kok, lagipula kami juga senang bisa bersilaturahim dengan keluarga Bapak (menoleh ke An. R) Assalamualaykum R.. apa kabar? Kenalin, kakak Ns. Y dan ini Ns. B dari Puskesmas Depok. Inget ga, kita ketemu loh kemarin di puskesmas (An. R mengangguk sambil tersenyum. Mereka berlima duduk. An. R tampak ceria. Ia duduk di apit ayah dan ibunya) Ns. B : Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak S dan keluarga yang telah bersedia untuk meluangkan waktunya pagi ini. Seperti yang kita bicarakan kemarin, pagi ini kami ingin berbincang-bincang dengan keluarga Bapak terkait dengan masalah kesehatan pada anak ibu dan bapak. R sejak dua hari yang lalu diare kan? Nah, untuk itu kami ingin melakukan pengkajian menyeluruh mengenai keluarga Bapak, karena masalah kesehatan anak itu sangat dipengaruhi oleh kondisi di keluarganya, bagaimana anak itu diasuh, makanan apa saja yang diberikan, dan sebagainya. Nanti kami akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang keluarga Bapak dan sekalian kami lakukan pemeriksaan fisiknya juga, jadi mohon santai saja, ga usah tegang ya

(Ny. A membuka pintu gerbang dan mempersilakan dua ners itu masuk ke ruang tamu) Ny. A Ns. B Ny. A

Tn. S & Ny. A : Iya sus Ns. Y : Waktu itu kayaknya saya pernah lihat neneknya R nih.. lagi kemana ya? (sambil melihat sekeliling) Tn. S : Oh iya, ibu saya lagi di ikut latihan senam di rumah tetangga. Mungkin setengah jam lagi selesai. Kenapa Sus? Ns. B : Oh begitu Pak, nanti kalau nenek sudah pulang, kami juga mau ngobrolngobrol sama beliau. Nanti boleh ya kita ajak juga ngobrol disini. Tn. S : Oh begitu.. boleh boleh.. Silakan Suster

Scene 2 Ns. Y & Ns. B mulai melakukan pengkajian. Format pengkajian yang dilakukan ialah pengkajian keluarga Friedman. Pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data umum terlebih dahulu. Ns. Y : Okay, bisa kita mulai sekarang ya Pak, Bu. Keluarga Bapak Ibu ada berapa orang yang juga tinggal disini? Tn. S Ns. Y Tn. S : Ada 4 termasuk saya, Sus. Ada istri saya, ibu saya, dan anak saya. : Bisa disebutkan nama lengkap dan usia masing-masing? : Saya Sugeng Martoprawiro umur 32 tahun, ibu saya Purwaningsih Martoprawiro umur 65 tahun, terus istri saya Ajeng Wulandari umur 29 tahun, dan anak saya Rudiyanto Martoprawiro umur 4 tahun. Ns. Y Tn. S Ns. B Tn. S : Bapak dan Ibu ada berapa bersaudara? : Saya bungsu dari 2 bersaudara, kalau istri saya sulung dari 3 bersaudara : Pendidikan terakhir Bapak, Ibu, dan nenek apa ya? : Saya lulusan S2 akuntansi, istri saya lulusan S1 arsitektur.. bener kan Ma? (melirik istrinya). Ibu saya lulusan SMA. Ns. B : Okay, Bapak sekarang bekerja dimana? Selain Bapak, apakah ada lagi yang bekerja? Tn. S : Saya sekarang kerja di Bank ******* bagian keuangannya, terus istri saya juga kerja Sus, di perusahaan kontraktor ******* di Jakarta. Ns. B : Wah sibuk sekali ya Bapak dan Ibu ini. Dua-duanya kerja di Jakarta ya, bolakbalik Jakarta-Depok. Kerjanya setiap hari apa Pak?

Tn. S

: Dari Senin sampai Sabtu, Sus. Alhamdulillah hari ini kita libur ya Ma, jadinya bisa kumpul bareng disini (melirik istrinya) : Iya, Pa (tersenyum) : Oiya, Bapak Ibu PNS? : Oh nggak Sus, kami swasta : Bapak Ibu asalnya dari mana? : Saya dan suami saya asli Semarang. Tadinya kita diminta tinggal di Semarang, tapi karena kerjaan ga bisa pindah dan ditinggal, jadi kami pindah ke Depok 5 tahun yang lalu sampai punya anak disini. Karena R masih kecil juga, kasian sendirian di rumah, waktu R umur 1 bulan eyangnya mau pindah ke sini, nemenin cucunya. Apalagi beliau tinggal sendiri kan, suaminya sudah ga ada jadi sekalian kita rawat ibu disini. : Hmmm.. Begitu ya Bu (tersenyum). Wah sama-sama dari Jawa ya, berarti di rumah biasa ngomong Jawa juga dong Bu? : Hehehe.. Iya masih suka campuran bahasa Jawa sama bahasa Indonesia Sus. : Kalau keluarga dari Ibu gimana? : Alhamdulillah orang tua masih lengkap, sekarang tinggal di Semarang sama adik saya. : Kalau boleh tahu, penghasilan Bapak dan Ibu berapa sebulan? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari? : Alhamdulillah cukup ya Pa, saya 6 juta perbulan, suami saya 8 juta perbulan. Cukup buat makan, buat nabung, sama jalan-jalan juga. : Alhamdulillah ya Bu. Biasanya pada jalan-jalan kemana nih kalau lagi liburan? : Kalau hari Minggu ya paling ke mal-mal dekat sini. Nggak sering juga sih, dua kali sebulan. Kalau lagi libur panjang, biasanya kami semua pulang ke Semarang, atau ke luar Depok. : Bapak Ibu muslim ya? Untuk urusan agama gimana Pak, Bu? : Iya, Alhamdulillah kami sekeluarga muslim. Biasanya saya lebih sering shalat di rumah dan di kantor, kadang-kadang kalau lagi di rumah sering ke masjid sini sama R.

Ny. A Ns. Y Ny. A Ns. Y Ny. A

Ns. Y

Ny. A Ns. Y Ny. A

Ns. B

Ny. A

Ns. B Ny. A

Ns. Y Tn. S

Scene 3 Ns. B : Ya, selanjutnya kita berbicara mengenai perkembangan keluarga. Sekarang kan di keluarga Bapak Ibu sudah ada R ya, sudah 4 tahun usianya. Di dalam keluarga bagaimana usaha Ibu dan Bapak untuk membantu R bersosialisasi dengan lingkungan dan teman sebayanya? Tn. S : Biasanya kalau magrib, saya ngajak R ke masjid untuk sholat berjamaah. Selain untuk membiasakan dia sholat jamaah di masjid, juga biar R bisa kenal sama anak-anak di lingkungan sini. Nah sambil nunggu sholat Isya saya lihat R main sama temen-temennya, Sus. Terus dia juga sering ngajak main teman-temannya ke rumah. Ya kan R? An. R : Iya Sus. Temen aku banyaaak banget, ada Dodi, Asep, Budi, Nyoman, terus.. masih banyak lagi deh Sus. Kita suka main polisi-polisian Sus, terus aku pasti jadi polisinya, soalnya aku ga mau jadi penjahatnya. Terus yang suka jadi penjahatnya si Entong, tapi dia mah selalu ketangkep terus sama aku, habisnya dia nggak bisa lari sih Suster.. Jadinya aku menang mulu deh hahaha.. Ns. Y : Wah, kayaknya seru banget ya R! pasti senang ya punya banyak teman. Nah kemudian gimana nih hubungan keluarga Bapak sama tetangga, atau sama keluarga di kampung? Tn. S : Sama tetangga sih Alhamdulillah ga ada masalah, iya kan Ma? (melirik istrinya). Ny. A : Iya Pa. Kalau ada acara-acara di sekitar sini pasti kami ikut membantu, kalau ga bisa lewat fisik, ya lewat materiil. Kadang-kadang kalau ada rejeki makanan, ya kita bagi-bagi ke tetangga. Jadi suka tukar-tukaran makanan juga. Kalau sama keluarga di kampung ya kita pasti pulang kalau libur panjang. R juga biasanya udah ribut minta pulang kampung. Terus kita bawa oleh-oleh juga buat saudara disana. Ns. B : Wah, bagus sekali. Berarti Ibu dan Bapak sangat membaur dengan tetangga ya. Nah, kalau soal pembagian waktu buat keluarga gimana nih Pak, Bu? Kan pada sama-sama sibuk. Ny. A : Kalau saya biasanya pergi ke kantor jam 7 pagi dan pulang ke rumah jam 5 sore, itu dari hari Senin sampai Jumat. Sebelum berangkat kerja saya selalu

menyiapkan sarapan buat keluarga dan memandikan R. Kalau suami saya kerjanya dari Senin sampai Sabtu. Biasanya kami berangkat bareng, suami antar saya dulu baru ke kantornya. Tn. S : Iya, karena kami sama-sama kerja full, kami minta tolong ibu saya untuk antar jemput R di TKnya. R sekolah tiap Senin sampai Jumat. Terus untuk makan siang, karena di rumah Cuma ada ibu sama R, jadi saya minta tolong ibu juga untuk nyiapin makanan buat R. Kalau makan malam baru istri saya lagi yang handle. Ns. Y :Wah, pembagian tugasnya seperti itu ya. Semua anggota keluarga berperan aktif untuk menjaga dan merawat R. R kan anaknya ceria dan cerdas ya, menurut Bapak Ibu, apa yang masih kurang dari R? Ny. A : Hmm.. Itu Sus, anak saya udah umur segini masih kepinginnya tidur sama orangtua, kalau kami suruh dia tidur sendiri, eh dia malah tidur ke kamar eyangnya. R itu dimanja banget sama eyangnya. Ns. B Ny. A : Bisa Ibu kasih contoh, gimana eyangnya memanjakan R? : Kayak gini Sus, misalnya kalau R mau pergi ke sekolah, eyangnya selalu ngasih uang jajan yang berlebih, alasannya takut R kelaparan di sekolah . Saya Cuma kasih R Rp2000 tapi diam-diam eyangnya nambahin lagi tuh Rp 5000. Terus kalau R ngambek atau nangis, eyang selalu ngasih uang biar R diam. Karena uangnya banyak, dia jadi suka jajan sembarangan.

Scene 4: Setelah mendapatkan data yang cukup tentang perkembangan keluarga, Ns, A & Ns.B melakukan pengkajian mengenai lingkungan rumah Tn. S. Ns. Y Tn. S : Rumahnya lumayan besar ya Pak, Bu. Rumah sendiri atau ngontrak? : Alhamdulillah ini rumah sendiri, ukuran 10 mx20 m. Ada ruang tamu, ruang keluarga, 3 kamar tidur, sama dapur. Ada garasi sama halaman depan juga. Ns. Y : Saya lihat jendelanya juga lumayan banyak ya Pak. Sering dibuka kan kalau pagi? Tn. S Ns. Y : Iya Sus, biar udara dan cahaya bisa masuk ke dalam rumah. : Disini kendaraannya ada apa saja ya?

Tn. S

: Ada mobil satu, motor satu. Kalau mobil biasanya buat kerja, kalau motor buat pergi-pergi ke sekitar sini. Tapi karena yang bisa pakai motor saya dan istri, jadi ditaruh disini saja, tidak diapa-apakan. Ibu saya kemana-mana jalan kaki, buat belanja, nganter jemput R. : Disini juga jarak rumah Bapak Ibu dengan tetangga cukup rapat ya. Lingkungan cukup ramai, ada lapangannya juga. : Iya, R suka main di situ sama teman-temannya, abang-abang jualan juga mangkal disana. : Disini suka ada kegiatan apa Bu? : Biasanya ada pengajian sama arisan. Digilir tuan rumahnya, sering juga disini jadi tempat kumpulnya. : Kalau misalnya ada masalah keluarga yang membutuhkan dukungan dari keluarga besar Bu, misalnya ada yang sakit sampai butuh uang banyak, ada ga bantuan dari keluarga lainnya? : Ada Sus, paman dan bibi saya juga tinggal di Depok, jadi siap membantu kalau ada hal-hal yang mendesak. Tapi jarang sih Sus. Untuk pembiayaan kesehatan kami biasanya mengandalkan asuransi kesehatan dari kantor suami.

Ns. Y

Ny. A

Ns. B Ny. A

Ns. B

Ny. A

Scene 5 Ns. Y : Nah, sekarang kita berbicara soal internal keluarga nih Pak, Bu. Gimana komunikasi keluarga berjalan di rumah ini? Ny. A : Saya dan suami komunikasinya lancar, kami sering diskusi bersama. Saya sama anak juga lancar, walaupun saya pulang sore tapi saya selalu Tanya sama R gimana kegiatannya setiap hari dan R selalu menanggapi dengan baik. Tapi kalau R lagi rewel ya agak susah, masih suka membantah. Mungkin kalau saya sama ibu mertua komunikasinya ga begitu baik Sus. Ns. Y Ny. A : Ga baiknya gimana Bu? : Saya merasa ibu terlalu sering mengatur saya, terutama soal mendidik anak. Sering kami sudah berdiskusi tentang sesuatu, tapi ibu ga setuju dan minta suami untuk berubah pikiran dan akhirnya mutusin sesuatu tanpa sepengetahuan saya.

Tn. S

: Ya gimana lagi Ma, kan beliau ibu saya. Saya juga ga berani melawan nasihat ibu, selama ga bertentangan sama ajaran agama ya ga masalah kan Ma? Mudahmudahan Mama bisa sabar dan mengerti ibu ya. Kalau ada yang mengganjal langsung kasih tahu Papa. : Iya, Mama ngerti Pa. tapi coba lihat sekarang, R diare karena apa coba? Karena ibu ga ngelarang R jajan sembarangan. Waktu mama marahin R malah ibu belain, katanya sayang anak. : Apa yang Bapak Ibu ketahui tentang diare? : Saya tahunya sih diare itu kalau BABnya cair Sus terus dikasih obat diare. Waktu R mulai diare langsung saya kasih tapi ga mempan-mempan. Eyangnya bikinin teh pahit, katanya bisa nyembuhin diare. Tapi tetap diare juga. Ya sudah saya beli obat di apotek kemarin. Belum ada perkembangan Sus, BABnya masih sering banget, awalnya 4x sehari jadi 6x sehari. Saya mikirnya ini diare karena R suka jajan sembarangan terus malas cuci tangan. : Oh R suka jajan ya Bu. Biasanya jajan apa? : Waktu saya Tanya R, dia bilang suka jajan cimol, cilok, gorengan, ditambah saos yang merah banget warnanya itu Sus. Es sirup yang warna-warni itu juga dia sering beli. Saya udah sering banget marahin R tapi selalu dibela eyangnya. Ibu ga tega liat R nangis makanya apa yang diminta R pasti diturutin ibu. Padahal saya hanya bisa mengandalkan ibu untuk ngawasin R selama saya kerja tapi malah begini jadinya. : Apa Ibu akan terus bekerja? Melihat penghasilan Bapak yang mencukupi kebutuhan keluarga, anak juga masih kecil, apa Ibu pernah berniat jadi ibu rumah tangga saja? : Ngga Sus, saya memutuskan untuk saat ini tetap kerja. Suami juga merestui. Memang kalau saat ini kebutuhan keluarga masih bisa ditutupi dari penghasilan suami tapi saya kerja juga untuk anak saya. Kalau suatu saat pekerjaan suami ada gangguan, saya masih bisa membantu. Apalagi biaya hidup dan sekolah anak semakin lama semakin tinggi. R juga sering minta saya berhenti kerja, tapi saya masih menikmati peran saya sebagai ibu karir. Saya juga pakai kontrasepsi karena ingin focus kerja dan mengasuh R.

Ny. A

Ns. B Ny. A

Ns. Y Ny. A

Ns. Y

Ny. A

Ns. B

: Apa yang biasanya Ibu lakukan saat ibu mengalami saat-saat sulit? Misalnya saat terjadi perbedaan pendapat antara Ibu dan mertua : Ya, saya hanya bisa sabar saja Sus. Kadang kerjaan kantor bisa mengalihkan perhatian saya dari masalah keluarga. Paling sering kalau saya merasa stress, saya curhat ke suami sama teman kantor. Dalam hidup itu kan pasti masalah akan selalu datang, dan yang bisa kita lakukan adalah sabar dan terus berusaha. Karena saya yakin Allah tidak akan membebankan sesuatu melainkan sesuai dengan kemampuan hambanya. : Ya, benar sekali Bu. Hal seperti itu yang harus selalu ditumbuhkan dalam diri kita agar kita tetap sabar dan kuat dalam menghadapi semua tantangan hidup.

Ny. A

Ns. B

Scene 6 (Ny. P pulang. Ia Nampak terkejut dengan kehadiran perawat di rumahnya) An. R Tn. S : Eyaaaaang.. Pa, eyang udah pulang : Ayo sini Bu, ini ada Ns. Y dan Ns. B dari Puskesmas Depok yang lagi kunjungan ke sini. Ny. P Ny. A : Kunjungan? Soal apa ya? : Itu loh Bu, soal R, karena diarenya belum sembuh-sembuh, Ns. Y dan Ns. B datang ke sini untuk membantu. Ny. P : Oh.. Assalamualaykum Sus, saya P ibunya S. Dari tadi ya Sus? Maaf ya tadi saya latihan senam dulu di tetangga sebelah hehehe.. Ns. Y Ny. P : Waalaykumsalam. Iya tidak apa-apa Nek. Ayo, nenek silakan gabung disini. : Udah ngomongin apa aja nih? (Ny. P duduk di samping Tn. S dan R ikut duduk di samping eyangnya) Ns. B : Tadi kita sudah ngobrol-ngobrol soal keluarga Bapak S ya. Nah sekarang kami mau melakukan pemeriksaan fisik untuk Bapak, Ibu, Nenek, dan R. Yang diperiksa adalah tekanan darah, denyut nadi, frekuensi napas, lalu pemeriksaan dari kepala sampai perut ya. Nah, untuk Ibu dan Nenek akan diperiksa oleh Ns. Y, lalu Bapak dan R saya yang periksa. Ns. Y : Ibu, Nenek, kita periksa di sana ya.

(dilakukan pemeriksaan TTV dan kepala sampai abdomen)

Ns. Y

: Secara umum, kondisi fisik Bapak, Ibu, dan Nenek normal, tidak ada gangguan yang berarti. Untuk R, bibirnya agak kering dan suara bising ususnya meningkat. Itu menandakan R kurang cairan dan pergerakan ususnya terlalu cepat akibat proses infeksi yang mengakibatkan makanan yang masuk tidak dapat dicerna dengan baik dan keluar dalam bentuk cair. Nah, setelah ini kita akan mendiskusikan soal diare dan perawatannya di rumah ya.

(tahap pengkajian selesai)