Anda di halaman 1dari 17

Bahan Pendalaman Alkitab

INTEGRITAS:
Memimpin dengan penyertaan Tuhan

Kelompok Tumbuh Bersama


Gereja Kristen Indonesia
Bogor Baru
Disusun oleh:

Agus Sulih
Aryantono Martowidjojo
Bonar Pasaribu
Daniel Murdiyarso
Darwin Darmawan
Daftar Isi
Bahan PA 1. “Integritas: Sebuah pembelajaran dari karakter
kepemimpinan Paulus” (2 Kor. 1:12 – 2:4) ......................... 4
Bahan PA 2. “Integritas yang mengutamakan Firman Tuhan” (2 Kor.
4) ................................................................................................ 6
Bahan PA 3. “Integritas Yang Membangun Komunitas” (2 Kor. 12:16 -
13:10) ......................................................................................... 8
Bahan PA 4. “KETIKA INTEGRITAS DIPERHADAPKAN DENGAN
UANG” (2 Kor. 8:1-24) ......................................................... 10
Bahan PA 5. “Ketika Integritas diperhadapkan dengan Ambisi” (2
Kor. 10: 1-18) .......................................................................... 12
Bahan PA 6. “Integritas sebagai Cara Hidup” (2 Kor. 6: 1-18) .............. 15
Bahan PA 1.
“INTEGRITAS: Sebuah pembelajaran dari karakter
kepemimpinan Paulus”
(2 Kor. 1:12 – 2:4)

Dalam Kamus Oxford, integritas memiliki dua arti yang terkait dengan
kepribadian seseorang: jujur dan utuh. Kata integritas banyak dipakai
dan diucapkan orang untuk memberi kesan bahwa yang memakai dan
mengucapkan memiliki kualitas yang sesuai dengan arti kata itu
sendiri. Tidak kurang beberapa perusahaan yang bergerak di bidang
jasa (misalnya keuangan) tak segan-segan menggunakan kata ini
sebagai penciri atau semboyan untuk mengesankan pelanggannya.

Seperti apakah integritas itu dalam kenyataannya? Seorang


rohaniawan, John Poultan mencoba menggambarkan integritas sebagai
berikut:
Kesaksian hidup yang paling efektif adalah jika hidup seseorang
mencerminkan segala sesuatu yang dia ucapkan. Kehidupannya di
depan publik yang terbuka persis sama dengan yang dijalani secara
pribadi yang tersembunyi.

Apa kata Alkitab tentang integritas? Kita akan mempelajari kehidupan


dan kepemimpinan Rasul Paulus dari 2 Kor. 1:12 – 2:4. Kondisi Jemaat
Korintus membuka mata kita untuk melihat bagaimana Paulus
membangun kehidupan jemaat yang masih sangat muda sambil
memelihara integritas dalam kepemimpinannya.

PERTANYAAN PENGAMATAN
1. Dari 2 Kor.1:12, karakter apakah yang Paulus banggakan dalam
hubungannya dengan Jemaat Korintus?
2. Ketika ”ya” dan ”tidak” tidak dapat dikatakan sekaligus (2
Kor.1:17), karakter apakah yang hendak Paulus tunjukkan?
3. Apa yang terjadi dengan rencana Paulus untuk mengunjungi
Korintus (2 Kor.2:1)? Kenapa dia tidak datang tapi menulis surat
sebagai gantinya (2 Kor.2:3-4)?

4
PERTANYAAN PENDALAMAN
4. Ketulusan (sincerity) adalah modal utama dalam kepemimpinan
Paulus. Apakah motif yang murni ini terkait dengan latar belakang
hidup Paulus atau karena situasi?
5. Pendirian yang teguh (consistency) memberi kesan bahwa Paulus
adalah orang yang kaku. Adakah dampak negatif dalam
hubungannya dengan Jemaat Korintus?
6. Jika Paulus dapat dipercaya (reliability), apakah hal itu terjadi begitu
saja? Bagaimana cara Paulus meyakinkan Jemaat Korintus bahwa
keputusan yang diambil adalah pilihan yang terbaik?
7. Ketiga karakter di atas menunjukkan kredibilitas (credibility) Paulus
dalam hal membangun jemaat yang tidak memiliki pegangan dan
terpecah. Apakah Paulus tahu bahwa kredibiltasnya tidak
diragukan Jemaat Korintus? (Lih. 2 Kor.2:7:5-7).

PERTANYAAN PENERAPAN
8. Dalam kehidupan nyata kredibilitas sering dipertentangkan dengan
kompromi. Ceritakan pengalaman Sdr tentang kompromi, baik
yang Sdr amati, alami dan perjuangkan sehingga Sdr mendapat
pelajaran dari pengalaman ini.
9. Dalam hal kredibiltas, menurut Sdr dalam aspek apakah GKI dapat
dipandang sebagai agen perubahan yang memiliki integritas yang
tinggi dalam komunitas yang majemuk di Indonesia dan komunitas
Gereja-gereja di Indonesia?
10. Apakah GKI di kota Bogor (Boba dan Pengadilan) memilki
kapasitas/modal dasar untuk melakukan hal yang sama dalam
skala yang lebih kecil? Berikan contohnya!
11. Bagikan pengalaman pribadi yang terkait dengan kredibilitas Sdr di
mata teman dekat (sekantor, sebidang pekerjaan, seprofesi)!

5
Bahan PA 2.
“INTEGRITAS YANG MENGUTAMAKAN FIRMAN
TUHAN”
(2 Kor. 4)

PERTANYAAN PENGAMATAN
1. Apa yang membuat Paulus tidak tawar hati?
2. Apa yang Paulus tolak?
3. Siapakah yang menurut Paulus “orang-orang yang akan binasa”?
4. Siapa yang Paulus beritakan?
5. Bagaimana kita dapat beroleh terang?
6. Apa maksud Paulus ketika dia berkata “harta ini kami punyai
dalam bejana tanah liat?”
7. Apa yang senantiasa Paulus bawa?
8. Apa dasar Paulus berkata-kata?
9. Apa yang Paulus perhatikan?

PERTANYAAN PENDALAMAN
10. Apakah maksud “Kemurahan Allah”?
11. “Menolak perbuatan tersembunyi yang memalukan” apakah
maksudnya? Mengapa perbuatan yang memalukan sering
dilakukan tersembunyi?
12. Apakah maksud Paulus ketika berkata “orang yang tidak percaya
adalah orang yang pikirannya dibutakan oleh ilah zaman ini”?
13. Mengapa pikiran yang dibutakan oleh ilah zaman ini membuat
seseorang tidak mampu melihat kemuliaan Kristus? Di mana letak
kemuliaan Kristus?
14. Mengutamakan Kristus melebihi diri kita. Inilah salah satu kunci
menuju integritas diri. Setujukah Saudara? Mengapa?
15. Kerendahan hati adalah kunci lain dari integritas diri. Setujukah
Saudara? Mengapa?
16. Pengharapan akan kemuliaan kekal adalah kunci lain dari integritas
diri. Setujukah Saudara? Mengapa?

PERTANYAAN PENERAPAN

6
17. Apakah Saudara menyadari dan merasakan panggilan Tuhan untuk
memberitakan Injil dan melayani orang lain? Bagaimana supaya
panggilan itu bisa kita rasakan?
18. Apakah hambatan dan tekanan yang membuat kita lebih suka
mengikuti suara ilah zaman ini dan keinginan diri sendiri,
ketimbang kehendak Tuhan dalam firman-Nya?
19. Apakah Saudara memiliki relasi yang baik dengan Tuhan, sehingga
mampu melihat keutamaan dan kemuliaan Kristus di atas
segalanya? Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkannya?
20. Apakah Saudara menyadari bahwa seluruh hidup kita adalah
karunia? Apakah yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan
kesadaran itu?
21. Apakah Saudara memikirkan dan mengharapkan hidup kekal?
Bagaimana pengharapan itu mempengaruhi integritas Saudara?

7
Bahan PA 3.
“INTEGRITAS YANG MEMBANGUN KOMUNITAS”
(2 Kor. 12:16 - 13:10)

Pelayanan adalah istilah yang sangat tidak asing. Namun tantangannya


mungkin tidak demikian. Tantangan yang paling berat mungkin
melawan agenda pribadi kita. Melayani sesama tidak terwujud begitu
saja. Kita sering termotivasi dalam pelayanan kita dengan kepentingan
pribadi, melindungi diri dan promosi pribadi. Sering kita yang ingin
melayani justru tidak lebih dari pada melayani diri sendiri. Bagaimana
integritas yang melayahi sesama itu? Mari kita pelajari bersama.

PERTANYAAN PENGAMATAN
1. Tuduhan apa yang ditujukan kepada Paulus oleh jemaat Korintus
(2 Kor. 12:16)?
2. Apa yang Paulus pertanyakan/sanggah dari tuduhan tersebut (2
Kor. 12:17,18)?
3. Berlawanan dengan tuduhan di atas. Apa tujuan Paulus untuk
jemaat Korintus (2 Kor. 12:19)?
4. Tujuan di atas muncul karena kekuatiran Paulus terhadap jemaat.
Kekuatiran akan apa (2 Kor. 12:20,21)?
5. Apa sikap Paulus terhadap tuduhan tersebut (2 Kor. 13:1-4)?
6. Berlawanan dengan menuduh orang lain, apa yang Paulus inginkan
dari jemaat Korintus (2 Kor. 13:5)?
7. Apa harapan Paulus pada jemaat jika mereka melakukan hal di atas
(2 Kor. 13:5-9)?
8. Apa tujuan Paulus menulis bagian surat ini? (2 Kor. 13:10)

PERTANYAAN PENDALAMAN
9. Apa ciri dari tuduhan yang tidak benar (2 Kor. 12:17,18)?
10. Menghadapi berbagai tuduhan, bagaimana Paulus
mempertanggung jawabkan pelayanannya? (2 Kor. 12:19)
11. Kualitas pelayanan Paulus begitu tinggi, sehingga membuat
tuduhan jemaat tidak relefan. Bagaimana Paulus membuktikan hal
ini (2 Kor. 13:5)? Kualitas seperti apakah itu (2 Kor. 13:5)?

8
12. Kuasa apa (authority) yang diberikan Tuhan kepada Paulus (2 Kor.
13:10)? Bagaimana Paulus menggunakan kuasa itu untuk
pelayanannya?

PERTANYAAN PENERAPAN
13. Apakah tuduh-menuduh dan kekuatiran Paulus nampak pada
jemaat GKI BoBa? Jika ya, bagaimana mengatasinya?
14. Kualitas pelayanan seperti apa yang sudah kita terapkan kepada
jemaat GKI BoBa? Bagaimana meningkatkannya?
15. Integritas seperti apa yang membangun jemaat/komunitas. Sejauh
mana integritas dan dampaknya terwujud di GKI BoBa?

9
Bahan PA 4.
“KETIKA INTEGRITAS DIPERHADAPKAN DENGAN
UANG”
(2 Kor. 8:1-24)

PERTANYAAN PENGAMATAN
1. Apa yang akan diberitahukan Paulus kepada jemaat Korintus
tentang jemaat-jemaat Makedonia?
2. Apa kesaksian Paulus tentang jemaat Makedonia?
3. Apa yang didesakkan jemaat Makedonia kepada Paulus dan apa
yang mereka berikan?
4. Setelah desakan itu, apa tindakan Paulus?
5. Apa perkataan Paulus kepada Titus?
6. Bagaimana gambaran kasih karunia Tuhan menurut Paulus?
7. Apa pesan dan harapan Paulus kepada Titus?
8. Kelebihan dan kekurangan dikelola supaya bagaimana?
9. Apakah Titus dengan sukarela melaksanakan pelayanan pekabaran
Injil?
10. Siapa yang ditunjuk jemaat-jemaat untuk pelayanan kasih itu?

PERTANYAAN PENDALAMAN
11. Dapatkah kita sebut bahwa pemberian kristiani (dalam hal ini uang
atau materi) bersifat rohani (2 Kor. 8:1,7,9; 9:8,14), juga bersifat
pengorbanan (2 Kor. 8:2,3,4; 9:7) dan pernyataan rasa solidaritas (2
Kor. 8:4)?
12. Tuhan memperhatikan segala tindak tanduk dalam pelayanan kasih
khususnya pengelolaan uang (2 Kor. 8:20-21). Apakah memang
demikian?
13. Cara mengelola uang sebaik-baiknya adalah dengan melakukan
secara bersama (2 Kor.8:16,19,23) dan tertib administrasi (2 Kor.
8:21). Hal ini juga menunjukkan integritas. Apakah Saudara setuju?
14. Integritas dalam pelayanan kasih termasuk pemberian atau
pengelolaan uang secara benar, akan memberi hasil dan buah yang
baik, berarti hal ini memuliakan Tuhan (2 Kor. 8:18-19, 23). Apakah
begitu?

10
15. Pelayanan kasih yang diwujudkan dengan pemberian berupa
materi (uang) dengan murah hati, akan memperkaya si pemberi (2
Kor. 9:11) dan menguntungkan si penerima (2 Kor. 9:12). Dapatkah
hal ini diterima?
16. Bukan hanya si pemberi dan penerima yang diuntungkan, tetapi
juga jemaat (2 Kor. 9:13) dan kemuliaan serta syukur bagi Allah (2
Kor. 9:11-13). Dapat jugakah hal ini disetujui?

PERTANYAAN PENERAPAN
17. Titus diajak oleh Paulus dan dia bersedia terlibat dalam pelayanan
pekabaran Injil dan pelayanan kasih di jemaat Korintus. Padahal
dia sendiri tidak tahu bagaimana tentang kelangsungan hidupnya
secara dukungan materil. Masih adakah orang-orang yang
mempunyai integritas seperti Titus ini kita dapatkan di kalangan
Kristen di Indonesia?
18. Jemaat-jemaat Makedonia yang meskipun miskin tetapi memberi
lebih dari kemampuannya untuk mendukung pelayanan orang-
orang kudus dan juga jemaat-jemaat lain. Adakah kita jumpai
jemaat seperti ini atau jemaat-jemaat yang suka memberi dengan
murah hati di gereja-gereja di Indonesia?
19. Bagaimana kalau pertanyaan butir 1 dan 2 di atas secara spesifik
ditujukan bagi GKI Bogor Baru?
20. Integritas dalam pengelolaan uang sangat penting. Apakah dengan
pendalaman yang kita lakukan sudah cukup untuk diterapkan baik
untuk diri sendiri maupun untuk Gereja kita?
21. Menurut saudara hal-hal apa lagi yang perlu dilakukan dalam
pengelolaan uang?

11
Bahan PA 5.
“KETIKA INTEGRITAS DIPERHADAPKAN DENGAN
AMBISI”
(2 Kor. 10: 1-18)

Setiap orang yang ingin melayani Tuhan harus memiliki integritas


kepribadian. Namun bukanlah hal yang mudah untuk
mempertahankan integritas tersebut. Salah satu godaan yang mungkin
dihadapi orang percaya dalam menjaga integritas adalah ambisi.

Memiliki ambisi dalam hidup bukanlah hal yang salah, tetapi harus
disadari bahwa ambisi itu tidak selalu benar. Kita dituntut untuk dapat
memiliki ambisi yang benar.

Kata “ambisi” sering disalah tafsirkan sebagai sesuatu yang negatif.


Padahal tidak selalu demikian. Definisi ambition atau ambisi adalah
keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh,
mencapai) sesuatu (seperti cita-cita, pangkat, kedudukan) atau
melakukan sesuatu. Sedangkan menurut kamus Webster antara lain: a
goal or objective that somebody is trying to achieve (arah atau tujuan
tertentu yang seseorang sedang coba capai); an eager or strong desire to
achieve something, such as fame or power (keinginan atau hasrat yang
kuat untuk mencapai tingkat kemasyhuran atau kekuasaan tertentu); a
desire for success: a strong feeling of wanting to be successful in life and
achieve great thing (keinginan yang kuat untuk memperoleh
kesuksesan dalam hidup dan mencapai hal-hal besar/baik yang
diinginkan).

Nah, bagaimanakah seharusnya orang percaya memiliki ambisi yang


benar? Dengan pertolongan dan bimbingan Tuhan, marilah kita sama-
sama mendiskusikannya. Tuhan memberkati.

PERTANYAAN PENGAMATAN
1. Bagaimanakah ucapan Paulus kepada jemaat di Korintus yang
bernada merendahkan diri dalam menghadapi penentangnya?

12
2. Bagaimana cara Paulus membela diri terhadap tuduhan para
penentangnya di Korintus?
3. Bagaimana Paulus menunjukkan bahwa “perjuangannya” bukan
menggunakan senjata duniawi?
4. Apakah yang “dipatahkan”, “dirubuhkan”, “ditawan”, dan
“dihukum” oleh Paulus?
5. Paulus tidak pernah memegahkan dirinya, tetapi senantiasa
memuliakan apa yang dikerjakan oleh Allah dan mengaku sebagai
milik Kristus. Ayat mana yang mendukung hal tersebut?
6. Apa yang dikatakan para penentang Paulus mengenai surat-surat
dan sikapnya? Bagaimana tanggapan Paulus?
7. Orang-orang yang memuji diri sendiri, mengukur diri dengan
ukuran sendiri, dan membandingkan diri dengan dirinya sendiri
adalah tindakan bodoh. Ayat mana yang menyatakan demikian?
8. Apakah yang dikatakan Paulus mengenai “bermegah”?

PERTANYAAN PENDALAMAN
9. Paulus mengatakan bahwa dirinya tidak berani jika berhadapan
muka dengan jemaat di Korintus (2 Kor.10: 1). Apakah benar
demikian? Apa maksud Paulus mengatakan hal tersebut?
10. Di dalam pelayanannya Paulus tidak hidup dan berjuang secara
duniawi (2 Kor.10: 2-4). Setujukah saudara? Apa yang dimaksud
Paulus dengan tidak hidup dan berjuang secara duniawi tersebut?
11. Paulus mengatakan orang yang memuji diri, mengukur diri dengan
ukuran sendiri dan membandingkan diri dengan dirinya sendiri
adalah orang yang bodoh (2 Kor.10: 12b). Setujukah saudara?
Mengapa demikian?
12. Paulus tidak mau bermegah melampaui batas dan tidak bermegah
atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain (2 Kor. 10: 13-15a).
Menurut saudara, patutkah kita mencontoh sikap tersebut? Apakah
alasan saudara?
13. Adanya pertumbuhan iman secara terus-menerus pada jemaat di
Korintus merupakan salah satu ambisi pelayanan Paulus (2 Kor. 10:
15b). Salahkah Paulus memiliki ambisi demikian? Menurut saudara,
bagaimanakah ambisi yang benar itu?

13
14. Apakah yang dimaksudkan dengan: “Tetapi barangsiapa
bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” Sebab bukan
orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang
dipuji Tuhan (2 Kor. 10: 17-18)? Baca juga Yer. 9: 23-24; 1 Kor. 1: 31

PERTANYAAN PENERAPAN
15. Ketika saudara menghadapi rintangan/hambatan/tantangan/
sanggahan/tuduhan dari orang lain, sanggupkah saudara
menghadapinya secara rohani (lemah lembut, tidak emosional
dlsb.)? Pernahkan saudara mengalaminya (sharingkan)? Bagaimana
caranya agar saudara dapat senantiasa melakukannya?
16. Sebenarnya Allah tidak perlu bantuan manusia. Ia mampu
mengerjakan sendiri perkabaran/pemberitaan Injil tetapi ketika Ia
mengizinkan manusia untuk melayaniNya, itu semata-mata karena
anugerah Allah. Sudahkah saudara melayani Allah dengan konsep
anugerah bukan konsep ambisi pribadi yang mengutamakan
popularitas? Sharingkan
17. Setiap orang memiliki ambisi dalam hidupnya. Namun seringkali
ambisi yang dimiliki tersebut merupakan ambisi yang hanya untuk
memuaskan keinginan dan nafsu pribadi (yang dapat membuat
seseorang kecewa, marah, putus asa, bahkan kadang tidak segan
untuk mengakhiri hidup jika ambisinya tidak terpenuhi). Sudahkah
saudara memiliki ambisi yang benar, yang dipimpin oleh Tuhan
dalam kehidupan pekerjaan, rumahtangga, dan pergaulan?
Sharingkan

14
Bahan PA 6.
“INTEGRITAS SEBAGAI CARA HIDUP”
(2 Kor. 6: 1-18)

Cara hidup kebanyakan orang saat ini kelihatannya sudah makin


didikte oleh pola hidup modern ketimbang sebaliknya. Dengan
dukungan sarana transportasi, informasi dan komunikasi yang makin
baik, kecenderung memiliki komitmen yang tinggi cukup besar. Orang
menjadi semakin mudah untuk saling menjangkau. Orang Kristen pun
tidak terkecuali, mereka juga dilanda cara hidup ini. Bahkan mungkin
lebih dahsyat karena keterbukaannya terhadap modernitas lebih besar
dibanding kelompok masyarakat yang lain.

Komitmen dalam dunia yang makin terbuka perlu disikapi dengan hati-
hati. Kalau tidak, dengan mudah kita akan terjebak dalam rutinitas
yang mengaburkan maksud Tuhan menempatkan kita sebagai pelayan-
Nya di dunia ini. Kita akan belajar dari 2 Korintus 6 tantang bagaimana
Paulus berkomitmen tanpa harus membiarkan pelayanannya tercela.
Pada saat yang sama dia juga harus menghadapi kritik karena dia
terkesan kaku. Namun dia tidak mencari popularitas karena ingin
mempertahankan inegritas pelayanannya.

PERTANYAAN PENGAMATAN
1. Atas dasar apakah Paulus memberi nasihat kepada jemaat
Korintus? (ayat 1)
2. Dari manakah Paulus merujuk ucapannya pada ayat 2?
3. Apakah yang sesungguhnya Paulus ingin hindari? (ayat 3)
4. Tetapi sebaliknya, apakah yang Paulus alami sebagai pelayan
Allah? (ayat 4 dan 5)
5. Dalam ayat 6 dan 7 Paulus mendapat kekuatan apa saja untuk
membangun integritasnya?
6. Pada saat mana kekuatan tersebut berguna dan integritasnya teruji?
(ayat 8-10)

PERTANYAAN PENDALAMAN

15
7. Ketika Paulus merujuk Yesaya 49:8, diskusikanlah apakah Paulus
ingin menyamakan orang Korintus dengan bangsa Israel atau dia
ingin menyamakan dirinya dengan Yesaya? Atau karena alasan
lain? Jelaskan!
8. Seperti apakah kira2 kesibukan Paulus dalam melayani kemauan
jemaat Korintus yang beraneka ragam? Gambarkan seperti apakah
keterbukaannya kepada mereka dan keterbukaan mereka
kepadanya. Perhatikan ayat 11-12.
9. Bagaimana kita memahami keterbukaan semacam ini dalam kaitan
antara pemimpin/pengerja dan jemaat? Sikap saling membangun
seperti apakah yang dapat meningkatkan inegritas jemaat dan
pemimpinnya?
10. Sekali lagi, ayat 17 merupakan kutipan Yesaya 52:11. Apakah
implikasi atau konsekuensi percampuran yang tidak dikehendaki
Allah? Kenapa Paulus begitu keras dalam hal ini sementara jemaat
Korintus sudah tidak menyukainya? Bukankah teguran semacam
ini akan memperburuk reputasi Paulus di mata jemaat?

PERTANYAAN PENERAPAN
11. Ayat 14 sering digunakan untuk mengantarkan pasangan yang
hendak memasuki jenjang pernikahan. Bagaimana menurut Sdr?
12. Bagaimana dengan “pasangan” gereja2 di Indonesia? Seimbangkah
mereka? Cukup populerkah PGI saat ini?
13. Bagaimanakah gereja menjaga integritasnya dalam masyarakat
Indonesia yang majemuk ini? Berikan beberapa contoh dalam
bidang apa saja yang Sdr anggap menonjol (pembangunan fisik,
pembangunan moralitas bangsa, pergaulan di dunia internasional)!
14. Menurut Sdr. bagaimanakah tingkat komitmen jemaat GKI Boba
dalam melayani Tuhan pada umumnya? Perlukah ditingkatkan?
Dalam hal apa, waktu, uang, tenaga?
15. Bagaimana jemaat dapat memanfaatkan teknologi (transportasi,
informasi dan komunikasi) secara optimal ketimbang teknologi itu
yang memperalat kita?

16
Ucapan terima kasih:
1. KTB Bapak GKI Boba, untuk masukkan yang telah diberikan
2. http://img2.travelblog.org/Photos/2296/84763/f/526782-integrity-
1.jpg, untuk gambar cover
3. http://www.dybs.com.au/imgs/Business-Integrity.gif untuk
watermark

17