Anda di halaman 1dari 32

RANGKAIAN LISTRIK

RESISTOR
Dosen Pembimbing: FARIED WADJI

Disusun oleh: 1. ARIEF WIDIEHARTO (5223093032) 2. AGUS ARDIANTO 3. FADLI NURROMDHON 4. RYANDIKA ANDRI C 5. AHMAD ZAELANI

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA D3 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA TAHUN AKADEMIK 2009/2010

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat serta salawat dan salam tidak lupa kami panjatkan kepada junjungan besar baginda Nabi Muhammad SAW, dan kehendaknya sehingga kami dapat menyusun makalah yang bertema resistor ini. Dengan selesainya makalah tentang resistor yang dijalani oleh bapak Andre, maka dilanjutkan dengan pembuatan laporan ini dapat kami selesaikan dengan baik atas bimbingan dan bantuan bapak Yonfit. Untuk itu kami sampaikan rasa terima kasih atas dukungan baik moral ataupun materi yang beluai berikan. Ucapan terima kasih juga kami berikan kepada kedua orang tua kami yang telah berusaha terus demi pendidikan kami. Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih belum sempurna. Karena masih banyak kekurangan, tapi kami telah berusaha untuk membuat dan menghasilkan yang terbaik demi selesainya tugas pembuatan makalah ini. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak agar kami dapat belajar lebih baik dimasa yang akan datang. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kami haturakan dan kami memohon dengan sangat bila ada kata-kata yang kurang berkenan dalam makalah ini dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Dan semoga Allah merahmati kita semua.

Jakarta, September 2009

Penulis

Tujuan Materi
1. Mahasiswa mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan mata kuliah yang di dapat dari dosen pembimbing mata kuliah ini. 2. Mahasiswa mampu mencari pemecahan masalah secara lebih luas dan mendalam yang terungkap dari tulisan yang disusunnya. 3. Mahasiswa mampu meningkatkan efisiensi pendidikan yang berkualitas. 4. Mahasiswa dapat menghasilkan dan memiliki pengetahuan yang sesuai tuntutan zaman. 5. Mahasiswa dapat mengetahui beberapa contoh teknologi yang berkembang dari sebuah resistor. 6. Mahasiswa dapat menghitung nilai resistansi dari sebuah resistor. 7. Mahasiswa dapat menentukan kode gelang warna pada resistor. 8. Mahasiswa dapat menghitung nilai resistor pengganti dalam setiap rangkaian.

BAB I PENDAHULUAN
1.Latar Belakang Permasalahan
Di zaman yang modern ini banyak kita jumpai berbagai macam teknologi yang ada di dunia. Oleh sebab itu manusia banyak melakukan experiment - experiment atau sebuah percobaan untuk membuat suatu benda atau alat teknologi yang bisa membantu kehidupan manusia di seluruh dunia. Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui suatu alat yang mengadopsi elektronika sebagai basis teknologinya contoh ; Dirumah, kita sering melihat televisi, mendengarkan lagu melalui tape atau CD, mendengarkan radio, berkomunikasi dengan telephone. Dikantor kita menggunakan komputer, mencetak dengan printer, mengirim pesan dengan faximile, berkomunikasi dengan telephone. Dipabrik kita memakai alat deteksi, mengoperasikan robot perakit, dan sebagainya. Bahkan dijalan raya kita bisa melihat lampu lalu-lintas, lampu penerangan jalan yang secara otomatis hidup bila malam tiba, atau papan reklame yang terlihat indah berkelap-kelip dan masih banyak contoh yang lainnya. Dari semua uraian diatas kita dapat membuktikan bahwa pada zaman sekarang ini kita tidak akan lepas dari perangkat yang menggunakan elektronika sebagai dasar teknologinya. Dari sebagian contoh kecil teknologi yang telah di sebutkan diatas kita dapat mempelajari satu contoh yang kecil dari sebuah benda yang termasuk dalam komponen- komponen rangkaian elektronika yaitu sebuah resistor. Baiklah dari sebagian penjelasan di atas mari kita pelajari sebuah komponen kecil yang biasa disebut resistor ini.

2. MATERI
RESISTOR
Dari latar belakang pendahuluan tersebut dapat di jelaskan materi tentang resistor sebagai berikut tersebut: Resistor adalah komponen dasar elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena bisa berfungsi sebagai pengatur atau untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan resistor listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Tapi dari berbagai macam penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan resistor itu sendiri kita dapat mengetahui sebenarnya apa yang dimaksud dengan resistor, setelah mengamati dan memahami arti dari berbagai macam penjelasan yang sudah kita ketahui tentang resistor. Dan kita dapat menyimpulkan atau menjabarkan arti dari resistor pada makalah ini. Resistor adalah komponen elektrik yang berfungsi untuk memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik. Resistor atau yang biasa disebut (bahasa Belanda) werstand, tahanan atau penghambat, adalah suatu komponen elektronik yang memberikan hambatan terhadap perpindahan elektron (muatan negatif). Resistor disingkat dengan huruf "R" (huruf R besar). Satuan resistor adalah Ohm, yang menemukan adalah George Ohm (1787-1854), seorang ahli fisika bangsa Jerman

Kemampuan resistor untuk menghambat disebut juga resistensi atau hambatan listrik. Besarnya diekspresikan dalam satuan Ohm. Suatu resistor dikatakan memiliki hambatan 1 Ohm apabila resistor tersebut menjembatani beda tegangan sebesar 1 Volt dan arus listrik yang timbul akibat tegangan tersebut adalah sebesar 1 ampere, atau sama dengan sebanyak 6.241506 1018 elektron per detik mengalir menghadap arah yang berlawanan dari arus. Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum berikut ini, yang terkenal sebagai hukum Ohm:

di mana V adalah beda potensial antara kedua ujung benda penghambat, I adalah besar arus yang melalui benda penghambat, dan R adalah besarnya hambatan benda penghambat tersebut. Setelah mengetahui apa yang dimaksud resistor, kita juga harus mengetahui bentuk atau wujud dan lambang dari benda yang dimaksud resistor tersebut. Ini adalah lambang dari beberapa jenis resistor:

Potensiometer

LDR

NTC

Trimpot

Lambang-lambang dari beberapa Jenis Resistor

Dan ini adalah bentuk atau wujud dari resistor:

Gambar di atas adalah beberepa bentuk dari resistor.

Dari beberapa gambar di atas kia dapat mengetahui bagaimana bentuk-bentuk dan lamban-lambang dari beberapa contoh resistor yang di tulis. Dari beberapa penjelasan sekarang kita ingin mengetahui apa fungsi dari resistor itu sendiri. Fungsi dari resistor: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dapat menghambat arus listrik. Sebagai pembagi tegangan. Sebagai pengatur volume (potensiometer). Sebagai pengatur kecepatan motor. Sebagai pengatur arus listrik. Dll tergantung desain komponen yang diinginkan.

Itulah beberapa fungsi yang terdapat dari resistor.

Resistor berdasarkan nilainya dapat dibagi menjadi 3 jenis: 1. Fixed Resistor Yaitu resistor yang nilai hambatannya tetap. 2. Variable Resistor Yaitu resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah. 3. Resistor Non Linier Yaitu resistor yang nilai hambatannya tidak linier karena pengaruh faktor lingkungan misalnya suhu dan cahaya.

1. Resistor Tetap (Fixed) Secara fisik bentuk resistor tetap adalah sebagai berikut :

apa hal yang perlu diperhatikan : 1. Makin besar bentuk fisik resistor, makin besar pula daya resistor tersebut.

Beber

2. Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yang bisa diterima resistor tersebut. 3. Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih besar bentuk dan nilai daya-nya dibandingkan resistor dari bahan carbon.

22.

Resistor Variabel 1. Trimpot Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah dengan mengunakan obeng. 2. Potensio Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.

Contoh bentuk fisik dari variable resistor jenis Trimpot :

Contoh bentuk fisik dari variable resistor jenis Potensio :

Bentuk resistor non linier misalnya PTC, LDR dan NTC PTC : Positive Temperatur Coefisien adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin besar nilai hambatannya.

NTC : Negative Temperatur Coefisien adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya. LDR : Light Dependent Resistor adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Makin besar intensitas cahaya yang mengenainya makin kecil nilai hambatannya.

Simbol dari fixed resistor adalah sebagai berikut :

Resistor Tetap

Standar

AS dan Jepang

Eropa

Simbol dari variable resistor adalah sebagai berikut :

Resistor Variabel

Standar

AS dan Jepang

Eropa

membahas mengenai komponen-komponen tersebut serta fungsi dari masing-masing komponen tersebut.

1.

Resistor Tetap (Fixed Resistor)-nilai hambatan konstan. Yaitu resistor yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. Berfungsi sebagai pembagi tegangan, mengatur atau membatasi arus pada suatu rangkaian serta memperbesar dan memperkecil

tegangan. Ada juga resistor yang dibuat khusus : resistor untuk tegangan tinggi (misalnya dalam TV) terbuat dari selaput karbon dalam kapsul vakum;

resistor megaohm-tinggi (mencapai 106 Mohm), terbuat dari gelas semikonduktor, digunakan untuk FET, detector radiasi, electrometer; resistor DIL (Dual in Line).

2. Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)-nilai hambatan dapat diubah. Resistor tidak tetap (Variable Resistor) yaitu resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut, sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai

dengan kebutuhan.

Berfungsi sebagai pengatur volume (mengatur besar kecilnya arus), tone control pada sound system, pengatur tinggi rendahnya nada (bass/treble) serta berfungsi sebagai pembagi tegangan arus dan tegangan. Misalnya : potensiometer, trimpot (trimmer potensiometer), rheostat, multiturn.

3.

Resistor Non Linier NTC Dan PTC NTC (Negative Temperature coefficient) Dan PTC (Positive temperature coefficient).

NTC (Negative Temperature Coefficient), yaitu resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan

PTC (Positive Temperature Coefficient), yaitu resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin. Cara menentukan nilai resistor berdasarkan kode gelang warna:

Besaran resistansi suatu resistor dibaca dari posisi cincin yang paling depan ke arah cincin toleransi. Biasanya posisi cincin toleransi ini berada pada badan resistor yang paling pojok atau juga dengan lebar yang lebih menonjol, sedangkan posisi cincin yang pertama agak sedikit ke dalam. Dengan demikian pemakai sudah langsung mengetahui berapa toleransi dari resistor tersebut. Kalau kita telah bisa menentukan mana cincin yang pertama selanjutnya adalah membaca nilai resistansinya. Jumlah cincin yang melingkar pada resistor umumnya sesuai dengan besar toleransinya. Biasanya resistor dengan toleransi 5%, 10% atau 20% memiliki 3 cincin (tidak termasuk cincin toleransi). Tetapi resistor dengan toleransi 1% atau 2% (toleransi kecil) memiliki 4 cincin (tidak termasuk cincin toleransi). Cincin pertama dan seterusnya berturut-turut menunjukkan besar nilai satuan, dan cincin terakhir adalah faktor pengalinya. Misalnya resistor dengan cincin kuning, violet, merah dan emas. Cincin berwarna emas adalah cincin toleransi. Dengan demikian urutan warna cincin resistor ini adalah, cincin pertama berwarna kuning, cincin kedua berwarna violet dan cincin ke tiga berwarna

merah. Cincin ke empat yang berwarna emas adalah cincin toleransi. Dari tabel 1.1 diketahui jika cincin toleransi berwarna emas, berarti resistor ini memiliki toleransi 5%. Nilai resistansinya dihitung sesuai dengan urutan warnanya. Pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai satuan dari resistor ini. Karena resistor ini resistor 5% (yang biasanya memiliki tiga cincin selain cincin toleransi), maka nilai satuannya ditentukan oleh cincin pertama dan cincin kedua. Masih dari tabel 1.1, diketahui cincin kuning nilainya = 4 dan cincin violet nilainya = 7. Jadi cincin pertama dan ke dua atau kuning dan violet berurutan, nilai satuannya adalah 47. Cincin ketiga adalah faktor pengali, dan jika warna cincinnya merah berarti faktor pengalinya adalah 100. Sehingga dengan ini diketahui nilai resistansi resistor tersebut adalah nilai satuan x faktor pengali atau 47 x 100 = 4700 Ohm = 4,7K Ohm (pada rangkaian elektronika biasanya di tulis 4K7 Ohm) dan toleransinya adalah + 5%. Arti dari toleransi itu sendiri adalah batasan nilai resistansi minimum dan maksimum yang di miliki oleh resistor tersebut. Jadi nilai sebenarnya dari resistor 4,7k Ohm + 5% adalah : 4700 x 5% = 235 Jadi, Rmaksimum = 4700 + 235 = 4935 Ohm Rminimum = 4700 235 = 4465 Ohm Apabila resistor di atas di ukur dengan menggunakan ohmmeter dan nilainya berada pada rentang nilai maksimum dan minimum (4465 s/d 4935) maka resistor tadi masih memenuhi standar. Nilai toleransi ini diberikan oleh pabrik pembuat resistor untuk mengantisipasi karakteristik bahan yang tidak sama antara satu resistor dengan resistor yang lainnya sehingga para desainer elektronika dapat memperkirakan faktor toleransi tersebut dalam rancangannya. Semakin kecil nilai toleransinya, semakin baik kualitas resistornya. Sehingga dipasaran resistor yang mempunyai nilai toleransi 1%

(contohnya resistor metalfilm) jauh lebih mahal dibandingkan resistor yang mempunyai toleransi 5% (resistor carbon).

Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resistor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya atau daya maksimum yang mampu ditahan oleh resistor. Karena resistor bekerja dengan di aliri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar :

Semakin besar ukuran fisik suatu resistor, bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1/2, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya maksimum 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk balok memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder dan biasanya untuk resistor ukuran besar ini nilai resistansi di cetak langsung dibadannya tidak berbentuk cincin-cincin warna, misalnya 1005W atau 1K10W.

a. Resistor dengan 4 cincin warna Keterangan: Untuk cincin pertama menunjukkan nilai angka yang pertama, cincin warna kedua menunjukan nilai angka kedua, cincin warna ketiga menunjukan jumlah nol, sedangkan cincin keempat menunjukan nilai toleransi. Contoh: Resistor warna kuning, ungu, merah, emas 4 + 7 x 100 5% = 4700 5% = 4k7 ? 5% Resistor warna coklat, hitam, merah, emas 1 + 0 x 100 5% = 1000 5% = 1k ? 5% Resistor warna hijau, biru, merah, emas 5 + 6 x 100 5% = 5600 5% = 5k6 ? 5% Resistor warna merah, merah, merah, emas 2 + 2 x 100 5% = 2200 5% = 2k2 ? 5% Resistor warna coklat, hitam, orange, emas 1 + 0 x 1000 5% = 10000 5% = 10k ? 5%

Nilai 5% diatas merupakan jumlah batas nilai kewajaran dari resistor tersebut. Misalnya resistor dengan nilai 4700k ? 5%. Ini berarti nilai yang masih dianggap wajar adalah berkisar antara 4700-5% atau 4700+5%, selama masih berada diantara nilai tersebut maka resistor masih dianggap baik. b. Resistor dengan 5 cincin warna. Pada resistor dengan 5 cincin warna cara menghitungnya sebenarnya sama hanya saja factor pengali berada pada cincin ke empat. Misal: resistor dengan warna kuning, ungu, hitam, orange, coklat Jadi nilainya adalah 4 + 7 + 0 x 1000 = 470000 ? = 470k ? dengan toleransi 1%.

c. Resistor dengan 6 cincin warna. Pada resistor dengan 6 gelang warna cara menghitungnya sama dengan yang 5 warna. Warna ke enam merupakan kode untuk temperature. Nb: Untuk mengetahui mana cincin pertama, perhatikan jarak antar cincin. Sebagai panduan bahwa cincin yang jaraknya berdekatan merupakan cincin pertama, sedangkan yang agak berjauhan merupakan cincin terakhir.

Rangkaian resistor terdiri dari rangkaian seri dan paralel.

1. Rangkaian Resistor Seri

Resistor yang disusun seri selalu menghasilkan resistansi yang lebih besar.

Pada rangkaian seri, arus yang mengalir pada setiap resistor sama besar. R1, R2, dan R3 disusun secara seri, resistansi dari gabungan R1, R2, dan R3 dapat diganti dengan satu resistor pengganti yaitu Rs. Resistor yang dirangkai secara seri mempunyai nilai pengganti, yang besarnya dapat dirumuskan: Jika semua nilai R yang disusun sama, dapat ditulis: Rs = R1+ R2 + R3 + .... + Rn dengan n banyaknya R yang disusun.

Contoh rangkaian resisitor seri: 1. Hitung nilai resistor pengganti dari ketiga resistor yang dirangkai seperti di bawah ini !

Penyelesaian:

Diketahui:

R1 = 2 ohm R2 = 4 ohm R3 = 3 ohm

Ditanyakan: Rs = ........ ? Dijawab : Rs = R1+ R2 + R3 Rs = 2 + 4 + 3 Rs = 9 Jadi nilai resistor pengganti adalah 9 ohm.

2. Rangkaian Resistor Paralel

Resistor yang disusun secara paralel selalu menghasilkan resistansi yang lebih kecil. Pada rangkaian paralel arus akan terbagi pada masing-masing resistor pada masing-masing resestor, tetapi tegangan pada ujung-ujung resistor sama besar. Pada rangkaian fresestor disamping untuk R1, R2, dan R3 disusun secara paralel, resistansi dari gabungan R1, R2, dan R3 dapat diganti

dengan satu resistor pengganti yaitu Rp. Resistor yang dirangkai secara paralel mempunyai nilai pengganti, yang besarnya dapat dirumuskan: 1/ Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + .... + 1/Rn Jika semua nilai R yang disusun sama besar, maka resistor penggantinya dapat ditulis: Rp = R / n dengan n banyaknya R yang disusun.

Contoh menghitung rangkaian resistor paralel: Hitung nilai resistor pengganti yang dirangkai seperti di bawah ini ! a.

b.

Penyelesaian: a) Diketahui: R1 = 20 ohm R2 = 30 ohm R3 = 60 ohm Ditanyakan: Rp = ........

Dijawab: 1/ Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 1/ Rp = 1/20 + 1/30 + 1/30 1/ Rp = 3/60 + 2/60 + 1/60 1/ Rp = 6/60 Rp = 10 ohm Jadi nilai resistor pengganti adalah 10 ohm.

Penyelesaian: b) Diketahui: R1 = 6 ohm R2 = 2 ohm R3 = 4 ohm R6 = 6 ohm

Ditanyakan: Rp = ........ ?

Dijawab: Seri antara resistor 2 ohm dan 4 ohm Rs =2+4 Rs =6 Sehingga rangkaian dapat diganti ini :

Paralel antara 6 ohm, 6 ohm, dan 6 ohm 1/ Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R 1/ Rp = 1/6 + 1/6 + 1/6 1/ Rp = 3/6 Rp = 2 ohm Karena nilai dari masing-masing resistor sama yaitu 6 ohm, maka dapat juga dihitung dengan: Rp = R / n Rp = 6 / 3 Rp = 2 ohm Jadi nilai resistor pengganti adalah 2 ohm

SOAL DAN JAWABAN

1. Apa yang dimaksud dengan resistor? Jawab:

Resistor adalah komponen dasar elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena bisa berfungsi sebagai pengatur atau untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian.

2. Apa fungsi dari resistor? Jawab: Fungsi dari resistor: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dapat menghambat arus listrik. Sebagai pembagi tegangan. Sebagai pengatur volume (potensiometer). Sebagai pengatur kecepatan motor. Sebagai pengatur arus listrik. Dll tergantung desain komponen yang diinginkan.

3. Hitunglah nilai resistansi resistor di bawah ini

Coklat

Abu2

orange

emas

Jawab: Coklat = 1 Abu2 = 8 Orange = 1000 Emas = 5%

Nilai R = 18 . 1000 = 18000 Toleransi = 5%= 5/100 . 18000 = = 5 . 180 = = 900 Jadi R berkisar = 18000 900 s/d 18000 + 900 = = 17100 s/d 18900 = 17k1 s/d 18k9

4. Hitunglah nilai resistansi resistor di bawah ini:

abu 2

merah

kuning

emas

Jawab: Abu2 = 8 Merah = 2 Kuning = 10000 Emas = 5% Nilai R = 82 . 10000 = 820000 Toleransi = 5% = 5/100 . 820000 = 41000

Jadi R berkisar = 820000 41000 s/d 820000 + 41000 = = 779000 s/d 861000

= 770k9 s/d 861k

5. Hitunglah nilai resistansi resistor di bawah ini:

putih

coklat

hitam

emas

Jawab: Putih = 9 coklat = 1 hitam = 1 Emas = 5% Nilai R = 91 . 1 = 91 Toleransi = 5%= 5/100 . 91 = = 455/100 = = 4,55 Jadi R berkisar = 91 4,55 s/d 91 + 4,55 = = 86,45 s/d 91,55

6. Hitunglah nilai resistansi resistor di bawah ini:

merah

merah

merah

emas

Jawab: Merah = 2 Merah = 2 Merah = 100 Emas = 5% Nilai R = 22 . 100 = 2200 Toleransi = 5%= 5/100 . 2200 = = 5 . 22 = = 110 Jadi R berkisar = 2200 110 s/d 2200 + 110 = = 2090 s/d 2310

7. Hitunglah nilai resistansi resistor di bawah ini:

coklat

orange

hitam merah hitam

Jawab:

Coklat = 1 Orange = 3 Hitam = 0 Hitam = 1 Merah = Nilai R = 130 . 1 = 130 Jadi, nilai resistansinya adalah 130 ohm.

8. Hitunglah nilai resistansi resistor dibawah ini:

coklat orange

hijau coklat hitam

Jawab: Coklat = 1 Orange = 3 Hitam = 0 Hijau = 100000 Coklat = 2%

Nilai R = 130 . 100000 = 13000000

Toleransi = 2%= 2/100 . 13000000 = = 260000 Jadi R berkisar = 13000000 260000 s/d 13000000 + 260000 = = 12760000 s/d 13260000

9. Hitunglah nilai resistor pengganti dari keempat resistor yang dirangkai dibawah ini:

5 ohm 3 ohm

2 ohm

7 ohm

Jawab: Diketahui: R1 = 5 Ohm R2 = 3 Ohm Ditanyakan: RS? Dijawab: RS = R1 + R2 + R3 + R4 RS = 5 + 3 + 2 + 7 RS = 17 R3 = 2 Ohm R4 = 7 Ohm

10. Hitunglah resistor pengganti yang dirangkai seperti di bawah ini!

2 ohm R2 8 ohm 4 ohm R3 R1 6 ohm R4

7 ohm R5

4 ohm 12 ohm R6 R8 7 ohm R7

Jawab: Diketahui: R1 = 8 ohm R2 = 2 ohm R3 = 4 ohm R4 = 6 ohm Ditanyakan: Rp? Jawab: Langkah 1 1/Rp = 1/R2 + 1/R3 + 1/R4 1/Rp = 1/2 + 1/4 + 1/6 1/Rp = 3/12 Rp/1 = 12/3 = 4 R5 = 7 ohm R6 = 4 ohm R7 = 7 ohm R8 = 12 ohm

Langkah 2

1/Rp = 1/R5 + 1/R6 + 1/R7 1/Rp = 1/7 + 1/4 + 1/7 1/Rp = 3/18 Rp/1 = 18/3 = 6

Langkah 3

RS = R1 + R2,3,4 + R5,6,7 + R8 RS = 8 + 4 + 6 + 10 RS = 28

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan Resistor merupakan sebuah komponen elektronika yang mempunyai fungsi, macam serta jenis yang ada pada sebuah resistor, oleh karena itu resistor mempunyai peran yang sangat penting dalam rangkaian-rangkaian elektronika. 2. Saran Saran dari kami adalah semua mahasiswa mampu membuat sebuah rangkaian elektroktronika yang bisa dikembangkan serta dapat dimanfaatkan dan dipergunakan untuk kehidupan di dunia ini.

DAFTAR PUSTAKA

1. Http://www.pragola-elektro.co.cc/2009/03/resistor-pada-dasarnya-semua-bahan.html 2. J. Bueche, Frederick dan Eugene Hecht. Edisi kesepuluh. Fisika Universitas, Schaum outlines. Jakarta: Erlangga. 3. www.google.com. Resistor.