P. 1
jeruk siam

jeruk siam

|Views: 642|Likes:
Dipublikasikan oleh yuda

More info:

Published by: yuda on May 22, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2013

pdf

text

original

I.

Kondisi Saat Ini

a. Identitas Komoditas Varietas jeruk yang banyak di kembangkan petani di Kabupaten Sambas adalah Jeruk Siem Pontianak(Citrus reticula Blanco). Varietas jeruk ini mempunyai ciri-ciri; bulat, rasa buah manis sedikit asam, warna kulit hijau kekuningan, warna daging buah kuning, pertumbuhan tanaman rimbun dan pada usia optimal (+ 15 tahun) mencapai tinggi 4,5 meter dan mampu berproduksi mencapai 40 kg/pohon/tahun. Jeruk Siem Pontianak mempunyai kelebihan dan kelemahan. Keunggulan yang ada pada jeruk ini adalah: rasa buah manis yang sedikit asam dan kulit lebih tebal daripada jeruk siem yang lain. Produktivitas yang tinggi dengan rata-rata 12 ton/ha serta dapat tumbuh di dataran rendah, sesuai dengan topografi Kabupaten Sambas. Adapun kelemahan jeruk ini antara lain kulit buah yang tipis yang mengakibatkan perlunya kehati-hatian dalam pengangkutan, penyimpanan dan pengepakan.

b. Luas Tanam dan Pengembangan Luas pertanaman jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas saat ini telah mencapai 6.928,07 Ha. Areal pertanaman yang sudah berproduksi mencapai 3.389,39 Ha dengan produksi mencapai 13.595,17 ton. Pada tanaman yang telah berumur antara 3-4 tahun, rata-rata produktivitas tanaman berkisar 10 � 15 kg/pohon sedang pada tanaman yang telah berumur optimal produktivitasnya dapat mencapai 26 � 32 kg/pohon. Areal kebun pertanaman jeruk di Kabupaten Sambas sebagian besar berupa hamparan. Sebelum ini, pola penyebaran pertanaman jeruk terpencar. Namun demikian, adanya program rehabilitasi telah mengubah pola pertanaman menjadi lebih terkonsolidasi dalam satu kawasan. Sebagian besar dari kebun yang ada saat ini merupakan kebun jeruk rakyat yang dimiliki oleh petani ataupun kelompok tani. Sebagian kecil diantaranya termasuk kebun yang dimiliki oleh perusahaan swasta. Perusahaan swasta yang telah mengembangkan kebun jeruk di Kabupaten Sambas diantaranya adalah PT. Mitra Jeruk Lestari (MJL) dan PT. Mitra Rimba Kalimantan Agro (MRKA atau SMA). Kedua perusahaan tersebut berlokasi di Kecamatan Tebas. Sampai akhir tahun 2003, luas pengembangan areal kebun jeruk oleh PT. MJL telah mencapai 827 Ha dari 1.100 Ha yang akan direncanakan. 100 Ha diantaranya telah berproduksi. Sedangkan PT MRKA saat ini direncanakan akan mengembangkan jeruk seluas 200 Ha meskipun yang baru tertanami sekitar 50 Ha. Keberadaan kelompok tani jeruk yang ada saat ini juga sudah cukup eksis. Ada sekitar 135 kelompok tani secara aktif terlibat dalam kegiatan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. Jumlah kelompok tani tersebut melibatkan tidak kurang dari 4.842 orang petani. Sebagian besar petani yang ada telah mengikuti pelatihan teknis usaha tani jeruk siam baik yang diselenggarakan oleh pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten.

OFF FARM 1. Bekerjasama dengan Balai Benih Hortikultura (BBH) Anjungan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. terus diupayakan agar setiap tahunnya dapat dihasilkan benih jeruk sebanyak minimal 40. D dan E) packaging (dengan menggunakan peti kayu berukuran 25 � 50 kg buah) Penyimpanan (dalam gudang berAC)  . Uraian 1 2 ON FARM 1. Volume ini akan terus ditingkatkan seiring dengan berkembangnya industri penangkaran benih setempat dan meningkatnya kebutuhan benih oleh masyarakat. B. 6. Panen dilakukan dalam bentuk buah segar.000 batang. Kabupaten Sambas. Saat ini di Kabupaten Sambas juga telah terdapat 2 buah koperasi yang secara langsung terlibat dalam kegiatan pengembangan tanaman jeruk yaitu Koperasi Mitra Sejati dan Koperasi Terigas. 7. Pemupukan per Ha per tahun (untuk 400 pohon) Isian 3 Lokal (entris siem lokal) Semi intensif  Mono Urea : 600 kg SP 36 : 400 kg KCl  Majemuk. profil usaha tani jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas adalah sebagaimana tabel berikut: Tabel 1: Profil Usaha Tani Jeruk Kabupaten Sambas No. C. Bibit 2. Keduanya berlokasi di Kecamatan Tebas. : 400 kg NPK : 400 kg 4. 5. Budidaya 3. Pengendalian OPT Pengairan Pemeliharaan Panen NPK plus : 200 kg Dilakukan untuk mencegah OPT dengan menggunakan bahan kimia terdiri atas Insektisida 3-4 lt/Ha dan Fungisida 2-3 kg/Ha Menggunakan sumber sumur dan dilakukan dengan penyiraman Dilakukan sanitasi kebun dan pemangkasan serta perlakuan pembungaan Cara panen dilakukan dengan dipetik.Untuk mendukung pengembangan agribisnis jeruk Siam Pontianak. pihak Dinas Pertanian Kabupaten Sambas juga telah aktif untuk turut mensosialisasikan pentingnya penggunaan benih jeruk bebas penyakit yang dihasilkan dari pola perbanyakan di Blok Fondasi (BF) dan Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT). Dari kedua koperasi tersebut telah terhimpun sekitar 101 orang yang terlibat dalam kegiatan penangkaran bibit jeruk okulasi dan bibit hortikultura lainnya. waktu panen dilakukan sepanjang hari sejak umur 7 � 8 bulan setelah pembungaan . Pasca panen dan pengolahan Dilakukan tindakan meliputi:    sortasi (berdasarkan kelasa buah dan tingkat pemasakan) grading (untuk menentukan buah kelas A. Secara umum.

Kualitas A-B Rp.500 � 4. Tradisi masyarakat dan lingkungan egroekologi yang telah memungkinkan untuk dikembangkan kembali menjadi dasar pertimbangan mengapa di kecamatan ini dijadikan fokus utama program rehabilitasi jeruk siem pontianak.07 Ha.000. Peluang Investasi dan Potensi Pengembangan Agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas saat ini telah berkembang dengan pesat. 2. 4. Sentra utama pengembangan agribisnis jeruk di Sambas terdapat di Kecamatan Tebas yang mencapai hampir setengah dari luas areal pengembangan jeruk di Kabupaten Sambas yaitu mencapai 3. . Kualitas D Rp. Lokasi pengembangan jeruk di kabupaten ini tersebar di 12 kecamatan pada 111 desa.000 / kg c. 52.241 Ha dari total seluas 6. Pemasaran      Bentuk produk Tujuan pasar Jarak pasar Pelaku pasar Rantai pemasaran o berupa buah segar o pasar lokal (30%). Cara pemasaran Analisa Kelayakan Usaha Tani per Hektar     Skala usaha o 1 Ha Biaya produksi o Rp. Dua tahun sebelumnya. 16. pengembangan agribisnis jeruk di Sambas baru mencapai 6 (enam) kecamatan pada 55 (lima puluh lima) desa. 7.928. berkisar 25-75 km o Konsumen di pertokoan o 1.000 (s/d tahun ke-4) Nilai produksi o Rp.000 � 10. 5.875.000 (s/d tahun ke-4) Keuntungan o Rp. petani  Pengumpul (TPK)  agen pengumpul  pengecer  konsumen a.000/kg b. 35. petani  konsumen 2.000 / kg Dilakukan oleh petani sendiri menjual secara langsung ke pengumpul 3. Kualitas C Rp.000 � 7.000 Usaha Tani Jeruk Di Kabupaten Sambas (Lampiran 1) II. Pengembangan sentra jeruk di lokasi Kecamatan Tebas cukup pesat karena di kecamatan ini dulunya merupakan sentra utama pertanaman jeruk di Provinsi Kalimantan Barat.2. pasar luar kab (70%) o Antar kec. Harga 4.125.

394. Sejangkung (131.70 km2. Kondisi ini memudahkan usaha penyediaan air bagi kepentingan pertanian termasuk pengembangan kebun jeruk Siam Pontianak.Kelembaban tahunan : berkisar 22 � 31 oC : 81 � 90 % . Pemangkat (642. Jenis tanah yang umum dijumpai diwilayah ini adalah jenis tanah Alluvial dan Podsolik Merah Kuning (PMK).Suhu rata-rata harian . Sambas (436 Ha). Agroklimat .37 Ha).800 mm . Letak permukaan air sebagian besar dekat dengan permukaan tanah (rata-rata kurang dari 50 cm). Teluk Keramat (324 Ha).Rata-rata jumlah hari hujan per tahun: 132 hari . Semparuk (642.Tinggi tempat : 1 � 100 meter dpl : 2. a.Respon masyarakat dan pengusaha/swasta yang cukup tinggi menyebabkan perkembangan pertambahan areal pertanaman jeruk di Kabupaten Sambas diperkirakan akan terus berkembang dan dapat mencapai luas 20. Bentuk topografi lahan di Kabupaten Sambas meliputi datar. Tekarang (250 Ha).70 Ha). Keberhasilan investasi pengembangan agribisnis jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas sangat ditentukan oleh banyak faktor diantaranya dukungan lahan dan agroklimat serta ketersediaan sarana dan prasarana produksi yang ada.000 Ha. Potensi lahan Kabupaten Sambas mempunyai luas area 6. Jawal (305. Laporan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sambas menyebutkan bahwa berdasarkan kelas kesesuaian lahan.230 Ha. Galing (163. Subah (76 Ha). berbukit dan bergelombang.650 Ha lahan yang cukup ideal bagi pengembangan jeruk siam Pontianak.Rata-rata curah hujan per tahun .bulan . pengembangan agribisnis jeruknya juga telah berkembang di kecamatan lain yaitu Kecamatan Selakau (525 Ha). luas lahan yang dapat digunakan untuk kepentingan pertanian seluas 537. saat ini ada lebih dari 9.25 Ha) dan Paloh (75 Ha). Disamping di wilayah Kecamatan Tebas sendiri.70 Ha).Rata-rata jumlah bulan kering : .Rata-rata jumlah bulan basah : 7 bulan . Dari luas tersebut. b.50 Ha).

. Salah satu diantaranya terdapat di Desa harapan kecamatan Pemangkat. Beberapa dukungan tersebut diantaranya: . .Mekanisasi Pertanian Unit pengelola jasa alat dan mesin (UPJA) pertanian di Kabupaten Sambas telah tersedia. .Jalan Usaha Tani Beberapa titik lokasi di sentra pengembangan jeruk di Kabupetan Sambas telah dibangunkan jalan usaha tani. namun dengan swadaya masyarakat kemampuan dan kapasitasnya terus meningkat. Meskipun fisik jalan usaha tani yang ada masih sederhana. Beberapa diantaranya telah memfasilitasi tersedianya peralatan pertanian seperti traktor roda dua dan mesin pompa. Meski demikian. Sambas dan Tebas). Meskipun beberapa diantaranya masih sederhana.Industri Olahan Industri pengolahan jeruk di Kabupaten Sambas baru beroperasi. Telegram dan Fax serta internet yang baru di ibukota Kabupaten dan beberapa kecamatan dekat kota. Mitra Jeruk Lestari merupakan salah satu swasta yang mengembangkan industri tersebut dalam skala menengah.Pasar Jumlah pasar di Kabupaten Sambas saat ini mencapai 26 buah yang berada di 9 Kecamatan. Beberapa institusi tersebut antara lain: BNI. juga terdapat beberapa industri minuman berbahan baku jeruk yang berskala rumah tangga. PT. . Bank Kalbar.Sistem Irigasi Irigasi yang ada dilokasi pengembangan jeruk di Kabupaten Sambas umumnya masih irigasi sederhana dengan sumber air yang berasal dari air sungai atau air pasang surut. Paloh. letak permukaan air yang relatif tidak terlalu dalam memungkinkan adanya penggunaan teknologi pomponisasi. .Institusi Permodalan Institusi permodalan telah tersedia dan siap mendukung pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. diharapkan kedepan salah satu diantaranya dapat berfungsi sebagai pasar khusus buah. BRI. tetapi dengan meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat yang tertumpu pada hasil buah (jeruk). Sebagian kecil lainnya mengandalkan air hujan. KUD dan Pegadaian. Selain itu.III. Galing. Sajingan Besar dan Subah). Dukungan Sarana dan prasarana Beberapa dukungan investasi yang berupa ketersediaan sarana dan prasarana telah terbangun di beberapa titik lokasi sentra pengembangan agribisnis Jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas. Meski belum berfungsi penuh sebagai pasar khusus buah. telepon kabel (hampir selua kecamatan kecuali Sejangkung. Handphone (saat ini hanya tersedia di Kecamatan Pemangkat. . Beberapa sarana komunikasi seperti Radio SSB telah tersedia di setiap kantor kecamatan. namun demikian kapasitasnya kedepan akan terus ditingkatkan.Sarana Komunikasi Akses komunikasi dapat dikatakan telah menyentuh hampir seluruh wilayah di Kabupaten Sambas. .

Pelabuhan Sentele. Terminal Tebas 4. 13 km ke daerah sentra Pelabuhan Pemangkat. perijinan usaha dan kebutuhan investor lainnya sesuai peraturan yang ada. Selain itu. diantaranya: 1. 30 km ke daerah sentra 3. Pemerintah Kabupaten Sambas telah menunjukkan komitmennya dalam kemudahan bagi para investor untuk mendapatkan lahan. 3. Terminal Sambas. Terminal Kartiasa. Terminal Semparuk. Dukungan tersebut baik berupa kebijakan maupun penyediaan sarana fisik yang mendukung berkembangnya investasi dan ekonomi dari aktivitas agribisnis jeruk siam Pontianak.Terminal Terminal yang diharapkan akan mendukung pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. upaya pengembangan jaringan sarana dan prasarana . Hal ini terlihat dari diterbitkannya Keputusan Bupati Sambas Nomor 163 A Tahun 2001 tanggal 20 Juli 2001 tentang penetapan Jeruk sebagai komoditas unggulan daerah Kabupaten Sambas.Pelabuhan Beberapa pelabuhan kecil terdapat di sekitar Kabupaten Sambas. Terminal Sekura. 40 km ke daerah sentra 6. 18 km ke daerah sentra 2.Bandara Udara Terminal udara saat ini hanya berada di Kecamatan Paloh IV. Terminal Tanjung Katat. Sebagai konsekwesi dari perda tersebut. 6 km ke daerah sentra . 41 km ke daerah sentra 7. 60 km ke daerah sentra . Terminal Jawai. 2. 22 km ke daerah sentra 5. seluruh komponen pemerintah daerah akan dikerahkan secara optimal dalam mendukung suksesnya pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. 42 km ke daerah sentra 9. Insentif Yang Disediakan Pemerintah Kabupaten Sambas sangat serius melihat potensi agribisnis jeruk dalam membangun perekonomian daerah. 22 km ke daerah sentra Pelabuhan Paloh. antara lain: 1. Terminal Teluk Kalung.. 20 km ke daerah sentra 8. Terminal Selakau.

V. - Kelembagaan Sampai saat ini. Upaya pemecahan yang diharapkan 1. Adanya penetapan peraturan pemerintah dalam hal standar harga buah jeruk serta jaminan pemasarannya. Untuk itu usaha penguatan organisasi/kelembagaan petani jeruk dalam mewujudkan sosok asosiasi/paguyuban petani jeruk yang kokoh yang mempunyai bargaining position masih perlu dikembangkan. teknologi pemangkasan dan penjarangan buah. kontribusi lembaga-lembaga keuangan masih belum dirasakan secara maksimal dalam pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. Kendala yang ditemukan Budidaya  Sebagian besar di Kabupaten Sambas masih belum menerapkan anjuran dan norma budidaya jeruk yang baik dan sehat khususnya yang merupakan kebun jeruk rakyat. Manfaat . Perlu dukungan pemerintah pusat dan daerah (propinsi-kabupaten) untuk membantu petani dalam pengembangan tanaman jeruk siem di Kabupaten Sambas khususnya mengenai pengadaan bibit bermutu (okulasi) dan pupuk 2.  Tindakan-tindakan budidaya yang dianjurkan seperti penggunaan benih unggul�bebas penyakit. pengairan maupun pemupukan masih belum dilaksanakan secara optimal. dan di Kalimantan Barat pada umumnya. pembungaan. b. Kendala dan Upaya Pemecahan Ke depan a.penunjang agribisnis jeruk di lokasi-lokasi sentra akan terus dimekarkan volume dan kapasitasnya sesuai kebutuhan dan kemampuan pemda. - Permodalan Sampai saat ini. VI. eksistensi lembaga petani jeruk masih belum optimal kiprahnya dalam pengembangan agribisnis jeruk di Sambas khususnya. teknologi pengendalian OPT.

120. penghasilan bersih mencapai Rp. ANALISA USAHA TANI JERUK SIEM DI KABUPATEN SAMBAS (S/D Tahun Ke-4) A.000. Beberapa tahun yang lalu..penggemburan terumbuk 400 bh x Rp. 35.II.000.000. 350.. 3. 480. 600. 125 = Rp. 1.pupuk kandang 50 kr x Rp... 2. 225.000. Pada usia optimal tersebut. 600..penggemburan terumbuk 400 bh x Rp.500 = Rp.000 = Rp. 70. 40.fungisida 2 kg x Rp. Pada tahun tersebut penghasilan bersih dari investasi jeruk seluas 1 Ha mencapai Rp 18 juta lebih dengan B/C ratio sekitar 0.000.180. 2. 350. 13.. 100 = Rp.Rp.000 = Rp. 60..000. kejayaan jeruk waktu itu diharapkan dapat muncul kembali..000 = Rp.000 = Rp. 200. 25..000.Tenaga Kerja: ----------------------------------------------------------------------Rp. Oleh karena itu.000.. 200 = Rp.000. 560.000 = Rp. 100 = Rp. 3.Pengadaan saprodi ------------------------------------------------------------------.000. 60.000. 80.200. 300 = Rp. 540.pengendalian OPT 400 bh x Rp.Penebasan lahan 1 ha x Rp.- 4 5 . pada tanaman yang telah berusia 6 tahun ke atas keuntungan ekonomi yang bisa diperoleh jauh lebih besar. 1... 2.pembuatan parit kebun 600 mt x Rp.Pembuatan terumbuk tanaman 400 bh x Rp.pupuk NPK plus 40 kr x Rp.000.000.Pengadaan Peralatan----------------------------------------------------------------. 3.Pemupukan dasar 400 bh x Rp.900.Pengajiran jarak tanam 400 bh x Rp. 30...000 = Rp. 1. Pada Lampiran 1 terlihat bahwa keuntungan investasi jeruk di Kabupaten Sambas mulai dapat dicapai pada tahun ke-4.hand sprayer 1 bh x Rp..000 = Rp.Penanaman 400 bh x Rp.000.gunting pangkas 2 bh x Rp.000 = Rp.insektisida 3 lt x Rp.. 3.. 200. 75.pemupukan susulan 2 x 400 bh x Rp. Tahun Kedua 1 Tenaga Kerja: ---------------------------------------------------------------------Rp. 300.tajak 2 bh x Rp.000.000.600. 50.Rp. 200. 150 = Rp.000. Pemerintah Kabupaten Sambas berharap dari komoditas jeruk.000.500 = Rp.herbisida 16 lt x Rp.000 = Rp. 26 juta lebih dengan B/C ratio 2.000 = Rp.000. komoditas jeruk telah secara nyata mengangkat perekonomian masyarakat Sambas dan sekitarnya.680.45. 5.500 = Rp. Tahun Pertama 1 2 3 Sewa Lahan (3 tahun) 1 Ha x Rp. 35. Usaha tani jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas secara ekonomi sangat menjanjikan..Harga bibit jeruk (okulasi) 400 ph x Rp.pengendalian gulma 1 ha x Rp. Selain itu.Jumlah 1 sampai 5 --------------------------------------------. pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten ini dapat dipacu dan ditingkatkan lagi.000.700.000 = Rp. 2.000. 300. 10. Analisa Biaya I.000. 800.000. 50.Rp..  LAMPIRAN 1.000.000 = Rp. Pemerintah Kabupaten Sambas sangat berkepentingan terhadap berkembangnya agribisnis jeruk di wilayahnya..000. 100.600.00.000.parang 2 bh x Rp.000. 175.000.000 = Rp.

500 = Rp.pupuk NPK plus 100 kr x Rp.000 = Rp. 2.000 = Rp. 300.pupuk kandang/kompos 10000kg x Rp. 300.000..Jumlah 1 sampai 2 ----------------------------------------. 600 = Rp. 700.fungisida 6 lt x Rp.000.... 750 = Rp. 200. 2. 5. 250 = Rp.000. Tahun Keempat 1.herbisida 20 lt x Rp. 300.340. 1.000.000. 450 = Rp. 120. 2. 180. 50... 5.000. 1.000 = Rp..pengendalian OPT 400 bh x Rp. 75.penggemburan terumbuk 4x 400 bh x Rp..000.000.350.000.panen (20 kg x 400 ph) 8000 kg x Rp. 70. 400. 180.000.gunting pangkas 2 bh x Rp.Pemangkasan 400 bh x Rp.fungisida 3 lt x Rp. 5. 2.fungisida 4 lt x Rp.Rp.000. 600.Rp.000.000 = Rp. 13..000.000.- III.000.000 = Rp.000.2 . 300.Rp.pupuk NPK plus 80 kr x Rp.Pemangkasan 3x 400 bh x Rp.340..000.. 35.Pengendalian gulma 1 ha x Rp.000.pengendalian OPT 400 bh x Rp.pemupukan 2 x 400 bh x Rp.000. 2..220.Rp. 35.500 = Rp.. 300 = Rp.000.455. 750 = Rp..hand sprayer 1 bh x Rp. 1.pemupukan 2 x 400 bh x Rp.. 500 = Rp.IV.000 = Rp. 35.pemupukan 2 x 400 bh x Rp.000 = Rp..000. 4.herbisida 20 lt x Rp..000 = Rp. 700.Pengendalian gulma 4x 1 ha x Rp.000.3.000.insektisida 8 lt x Rp. 250 = Rp.000. 70. 450 = Rp. 7.000.pengendalian OPT 400 bh x Rp. 100. 300.- B..000. Analisa Produksi . Tenaga Kerja: ---------------------------------------------------------------------Rp. Tahun Ketiga 1 Tenaga Kerja: ---------------------------------------------------------------------Rp.000.000 = Rp. 100. 2.000. 500 = Rp.000. 300 = Rp..Rp.herbisida 20 lt x Rp.panen (20 kg x 400 ph) 8000 kg x Rp.. 375. 200. Pengadaan peralatan ---------------------------------------------------------------..000.000. 600 = Rp. 60.insektisida 6 lt x Rp.Rp.000. Sewa lahan (1 Ha) ---------------------------------------------------------------Rp. 35.. 5.350.000.000.tajak 2 bh x Rp. 300.penggemburan terumbuk 4x 400 bh x Rp.000.875.000.pupuk NPK plus 100 kr x Rp.pembersihan parit kebun 2 x 600 mt x Rp. 300 = Rp.Pengendalian gulma 4x 1 ha x Rp.000. 240.080..000 = Rp.000.Jumlah 1 sampai 3 ----------------------------------------.000.000..000.TOTAL BIAYA (TAHUN I + II + III + IV) = Rp. 300.Jumlah 1 sampai 2 -----------------------------------------.Rp. 500 = Rp.000... 550.pembersihan parit kebun 2 x 600 mt x Rp. 300 = Rp.000 = Rp. 75.635. 75.000. 200. 450.2 Pengadaan saprodi -----------------------------------------------------------------....Pemangkasan 3x 400 bh x Rp. 200. 200.000 = Rp. 35.000 = Rp.pembersihan parit kebun 2 x 600 mt x Rp.000. 600.200.000. 25.000 = Rp. 1. 700.2 Pengadaan saprodi ------------------------------------------------------------------.340.2.000. 13.000 = Rp.500 = Rp. 6..000. 13.000.000. 35.parang 2 bh x Rp. 3. 240. 100.000 = Rp.insektisida 5 lt x Rp.900...000.. 200.000. 300.000.. 300.000.000 = Rp.000 = Rp.Pengadaan saprodi -----------------------------------------------------------------.cangkul 2 bh x Rp. 13.250. 300..000 = Rp.. 30.

Rp.000.000.000. Produksi setelah mencapai tahun ke-6 ke atas rata-rata 2. 28.00 Direktorat Tanaman Buah Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura Jl.000. Penghasilan bersih 3. 18.000. 7806570.500.Rp.500.000 kg 8. 3.000.000.000.+ Rp. Keterangan Lain 1. Ragunan No. 2.19 Pasar Minggu Jakarta Selatan Telp (021) 7816820. Fax (021) 7806760 . 35.Rp.-------------------. 4.660. 40. 24. B/C ratio 18.000 kg x x Rp.875.000.0.Produksi Tahun III Produksi Tahun IV : : 6.2.= Rp.000.Jumlah = = = Rp.= Rp. 26. 52.000 kg x Rp.Rp.--------------------.125.000.000.45 Biaya penanaman+pemeliharaan (4 tahun) Penghasilan bersih B/C ratio tahun ke-4 adalah C.

3. Type of technology Detail Description of technology . Kecamatan Barambai. which include a substantial proportion of irrigated land.5 persons per ha of cultivated land. Although bunded rice cultivation is the distinguishing characteristic of these systems.Descriptive title of the technology Cara Bertanam Jeruk Dengan Sistem 1. Untuk meningkatkan buah jeruk baik dari segi produktivitas maupun kualitas buah. karena selain mengandung banyak vitamin c dan digemari masyarakat. Kelebihan dari sistem 1. Kabupaten Barito Utara. Pressure on land is typically moderate . penanaman dan pemeliharaannya juga relatif mudah. pemeliharaan lebih mudah dan murah. Kalimantan Selatan.9 dibanding cara penanam biasa adalah : Produktivitas buah tinggi. ukuran dan kualitas jeruk lebih seragam.5 persons per cultivated ha on average . These systems depend on the monsoon. There is little irrigation. with 5.only 2. a wide range of other food and cash crops are produced and poultry and livestock are raised for home consumption and sale.3.9 yang Lebih Menguntungkan (Barito Kuala. batang lebih kokoh dan tidak mudah roboh. Sistem ini merupakan suatu inovasi yang diperkenalkan oleh Penyuluh SPFS – FAO di desa Pendalaman Baru. cereals or tree crops. This category contains only about 30 million women.almost half of land is under annual or permanent crops . South Kalimantan) Global Farming System Irrigated: The Smallholder Irrigated Farming Systems are dependent on large-scale irrigation schemes dominated by small-scale farming.9. tanaman terhindar dari penyakit Diplodia. but it is important for national food security and export earnings in many countries. kulit jeruk tipis. Relatively little grazing or forest land remains . Wetland Rice Based: The Wetland Rice Based Farming Systems of East and South Asia. Smallholder Rainfed Humid: The Rainfed Humid Farming Systems are based on smallholder cultivation of root crops.3.and these systems suffer from intense human pressure on the natural resources base.although there are some areas of intense pressure. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan sistem 1. Abstract Buah jeruk banyak dibudidayakan petani. They often contain an important component of livestock and support an agricultural population of approximately 400 million. support an agricultural population of around 860 million. men and children who farm about 15 million ha of irrigated land. but nearly 60 percent of the cultivated land is equipped with irrigation facilities. Indonesia dan sekarang mulai banyak dicontoh petani.

9 Walaupun menanam jeruk mudah dilakukan. selain harganya murah.3. Untuk menanam jeruk di lahan pasang surut harus dibuat lebih dahulu Surjan (Gambar 3) [Baca artikel : Bertanam Jeruk di Lahan Pasang Surut). (Gambar 1). Kabupaten Barito Utara. batang utama yang dipelihara hanya 1 batang.3. karena selain cara penanamannya relatif mudah. Penanaman jeruk harus disesuaikan dengan kondisi lahan.9 diterapkan untuk mengatasi masalah ini. keuntungannya juga lumayan. Lahan yang akan ditanami bibit jeruk harus dibersihkan dan diolah lebih dahulu. Pemeliharaan relatif lebih mudah dan murah.” kata Pak Basran.9 adalah suatu rekayasa teknologi dengan cara pengaturan pertumbuhan ranting yaitu. Kalimantan Selatan.3. sehingga saya mulai mengembangkannya secara serius. 2. juga diolah menjadi minuman segar seperti Es Buah dan Juice Jeruk. Mengingat manfaat buah jeruk. Indonesia. pengembangan sistem 1. juga sumber utama vitamin C penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap segar sehat. Kemiringan 10 – 15% dibuat teras gulud. Gambar 2 menggambarkan Contoh tanaman jeruk yang tidak kokoh dan sistem 1. Salah satu kiat yang dapat dilakukan petani jeruk adalah dengan menerapkan sistem 1. Buat lubang tanam minimal 4 minggu sebelum bibit ditanam. Penyuluh SPFS FAO yang sudah mengajarkan dan mempraktekkan dikebun sendiri. para petani sudah mulai menerapkan dan meninggalkan sistem lama. Batang lebih kokoh dan tidak mudah roboh. Kecamatan Barambai.9. Sistem 1. Sekarang. karena sinar matahari bisa menyinari tanaman secara merata.3. Ukuran dan kualitas jeruk lebih seragam. dengan jarak tanam 5 m x 5m. Hal ini bisa terjadi. 3. Yang menyebabkan kelembaban dibawah kanopi menjadi berkurang Dengan demikian tanaman akan berumur lebih panjang. . karena terlalu lembab. 5. namun kalau tidak mengetahui cara yang benar. Kulit jeruk tipis dan buahnya banyak. sehingga menjadi 9 ranting. “Saya senang menanam buah jeruk. karena yang dipelihara hanya 1 batang. Untuk lahan dengan kemiringan kurang 8% dibuat teras datar. Pada tanah yang ideal ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. 3 cabang dan 9 ranting. Produktivitas buah tinggi. sehingga antara batang. petani jeruk di desa Pendalaman Baru. sehingga mempercepat pembuahan. Sistem 1. 2. cabang dan ranting saling menopang. dan masing-masing cabang hanya mengembangkan 3 ranting. Cara Penanaman 1. tidak akan memberikan hasil optimal seperti diharapkan. Jeruk bisa dikonsumsi dalam bentuk buah segar. Keunggulan buah jeruk adalah. karena tumbuh secara simetris menyerupai bonsai. banyak petani yang membudidayakan dengan tujuan untuk dijual dan sebagian di konsumsi keluarga. karena sinar matahari masuk kesemua pori-pori dan merangsang fotosintesis. Menurut Syaiful Asgar. 6.9 dalam penanaman jeruk mempunyai kelebihan antara lain : 1.3.Jeruk merupakan jenis buah-buahan yang populer dan digemari masyarakat. Tanaman bisa terhindar dari penyakit Diplodia yang menyebabkan pengeringan dan pelayuan tanaman. Pada kemiringan lebih 15% perlu dibuat teras bangku.. cabang utama kedua hanya 3 cabang. Pengembangan Sistem 1.3.9 pertama kali dikenalkan dan diajarkan oleh Penyuluh SPFS – FAO kepada para petani melalui Sekolah Lapangan. 4.

sebaiknya diatur dan dipotong dengan gunting tajam.3. Kelebihan bibit dipersemaian tanah dibanding polybag adalah. Jika bibit berasal dari persemaian tanah. Pemupukan tanaman jeruk dilakukan saat tanaman mulai tumbuh aktif (ditandai tumbuh tunas baru) pada awal musim pneghujan atau akhir kemarau. tetapi apabila bibit di polybag. lalu bibit ditanamkan. Jika ada akar yang berbelit-belit atau terlalu panjang. baik yang berasal dari polybag maupun persemaian di tanah. Bibit disarankan dari hasil okulasi dengan mata tempel jenis unggul (varietas Siam atau Sungai Madang merupakan bibit unggul di Barito Kuala) yang berasal dari persemaian di tanah dengan batang utama bulat (Gambar 4). Setelah tanah lapisan bawah dan atas dikembalikan ke dalam lubang. Buat lubang dengan menggali dan memisahkan antara lapisan tanah atas (top soil) warna kehitaman dan lapisan bawah (sub soil). 5. 2. sehingga tidak mudah roboh tertiup angin. lalu masukkan ke dalam lubang. Bibit ditopang dengan ajir. 4. 2. Tanah galian dimasukkan kembali untuk menutupi lubang sambil ditekan dengan tangan. Bibit diletakkan dalam lubang dengan posisi tegak lurus. Pemupukan adalah usaha penambahan unsur hara makro dan mikro ke dalam tanah dengan bahan organik maupun an-organik. 5. diamkan 1 minggu. lalu masukkan tanah lapisan bawah ke dalam lubang setelah dicampur pupuk kandang 2 kg terlebih dahulu dan Fosfat 1. Mengingat bibit tanaman masih muda. Pemupukan : 1. 4. 3. karena memiliki media tanam yang luas di banding di polybag. Tanah lapisan atas digali kembali sedikit lebih besar dari media bibit. perkembangan tanaman lebih cepat dan kuat. Jika bibit berasal dari okulasi diarahkan ke Barat. Pemupukan sangat penting untuk mengembalikan unsur hara yang telah terproses oleh tanaman dalam siklus hidup. baru bibit dimasukkan ke dalam lubang pertanaman. sebaiknya beri naungan/peneduh. Memasukkan Bibit ke dalam Lubang : 1. sedangkan tonjolan bibit batang bawah diarahkan ke timur. lalu disiram agar tidak ada rongga antara tanah dengan akar tanaman. bibit bisa langsung dimasukkan ke dalam lubang pertanaman. sehingga tidak tumpang tindih satu akar dengan lainnya. Angin-anginkan galian tanah sekitar 3 minggu. Jenis dan dosis pemupukan yang direkomendasikan adalah : Umur Tanaman (tahun) Saat Tanam 1 2 3 Dosis Pemupukan / Hektar / Tahun Urea (kg) SP-36 (kg) 20 80 160 260 20 80 160 260 KCl (kg) 20 80 160 260 Kandang (kg) 8 8 16 24 . robek dulu polibagnya. Demikian juga lapisan atasnya.5 kg.

dapat digunakan Furadan 36. Setelah tumbuh cabang pada batang utama. Selain itu juga untuk memperbanyak tunas baru yang memunculkan bunga. .5 – 3 tahun biasanya mulai berbuah. pemupukan juga bisa dilakukan dengan cara : 1. benamkan pupuk ke dalam lubang. memudahkan sinar matahari masuk ke seluruh permukaan daun. 3. sehingga pertumbuhan normal. Cara pemupukan di atas adalah pemupukan yang direkomendasikan dan umum dilakukan. juga pada saat : a. gunakan pupuk Gardena. setelah pemupukan.3. maupun jumlah. Tanaman yang berumur 2. 3 cabang dan 9 ranting. Saat penjarangan buah (buah sebesar kelereng) dengan dosis : Pupuk kandang 50%. Agar akar tanaman kuat.9 : 1. Pemangkasan bertujuan untuk mengatur tinggi tanaman. Pemangkasan dengan sistem 1. c. Perlu diingat bahwa penggunaan Furadan 36 hanya diperbolehkan ketika tanaman BELUM MENGHASILKAN BUAH. baik ukuran. Setelah cabang mencapai ukuran sekitar 25 – 30 cm (satu depa) lakukan pemilihan masingmasing cabang hanya 3 ranting. pilih hanya 3 cabang yang akan dikembangkan. memudahkan perawatan. Untuk mempercepat pertumbuhan daun. Dengan demikian sudah terbentuk tanaman dengan sistem 1 batang . memperbaiki kualitas buah. Namun demikian. 4. lakukan penyemprotan 2-3 bulan sekali dengan Roundop atau Tosdon.4 5 – 12 400 500 400 450 400 450 32 40 . 2. dan ranting lainnya di potong. 2. membentuk percabangan (1. dan KCL 25% dari dosis per tahun. Urea 25%.3. Ketika batang utama tanaman sudah tumbuh sekitar 70 cm (umur 4. dan KCl 25% dari dosis per tahun. Setelah buah dipanen lakukan pemupukan dengan dosis : Pupuk kandang 50%. Pemupukan bisa dilakukan dengan membuat lubang keliling area pemupukan atau membuat 3 – 4 lubang. Menjelang bunga keluar dengan dosis : Urea 25%. Untuk menghindari hama tanaman berupa anai-anai.6 bulan). beri pupuk NPK Ponska. saat penjarangan buah dan setelah panen. artinya tidak terlalu berdekatan antara cabang yang satu dengan lainnya> Cabang lain yang tidak dipelihara agar dipotong. 4. 5. sehingga selain pemupukan pada awal musim penghujan.9) agar tanaman kokoh dan seimbang. Sedangkan untuk menghindari gulma. buah dan mengurangi kerimbunan pohon untuk mencegah tumbuhnya jamur dan penyakit. atau Sprint. warna. Waktu pemangkasan dilakukan secara berkala saat tanaman tumbuh sehat untuk pembentukan percabangan pertama. berdasarkan ujicoba dari inovasi yang dilakukan Penyuluh SPFS FAO oleh Syaiful Asgar. Urea 25%.90 3. semua cabang yang tumbuh di atasnya harus dipangkas. sekaligus mempercepat proses penumbuhan batang. SP-36 = 50% dan KCl 25% dari dosis per tahun b. Pemilihan cabang dilihat berdasarkan jarak yang simetris. 3.

Mengingat banyaknya manfaat pemangkasan tersebut. Walaupun demikian. 4. karena buah menjadi kering dan kualitasnya menurun. District Coordinator -Rezani Mahakam SP. Terlambat memetik buah juga tidak baik. Field Technician (Agricultural extension) -Syaiful Asgar. memangkas ranting sisa pemanenan buah.deptan. ukuran dan kualitas buah jeruk sama (standar) dan perawatannya lebih mudah dan murah. Sisanya dibuang. 3. National Field Manager -Johan Purnama. sebaiknya manfaatkan seoptimal mungkin cahaya sinar matahari untuk proses fotosintesis tanaman. sehingga pencahayaan bisa merata mengenai tanaman.9 lebih menguntungkan (Gambar 5). Caranya.id/saimsindonesia/index.5 – 3 tahun. memangkas cabang yang tumbuhnya tidak dikehendaki dan melentur.3.6.9 ini perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada petani. letakkan plastik metalik yang dapat memantulkan cahaya yang turun ketanah untuk dipantulkan kepada bagian pohon.php?files=DetailTechnologies-Indo&id=88 . karena asam rasanya. Source(s) Information -Dr. Field Technician (Fishery extension) http://database. memangkas cabang yang tidak produktif. karena produktivitas tinggi. Ayi Kusmayadi. AMd. Agar ukuran dan kualitas buah bisa tumbuh seragam. Perawatan Pasca Panen : Agar tanaman jeruk bisa berumur panjang. sehingga mereka mau dan mampu menerapkannya. lakukan perawatan dengan cara memangkas ranting yang sakit (layu). untuk lebih memperkenalkan penanaman jeruk dengan sistem 1. Dampak Penerapan Sistem 1. Pemanenan : 1. maka para petani diharapkan tidak terlalu sayang memangkas cabang atau ranting. Buah muda jangan dipetik. 2.9 Bagi Petani SPFS Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penanaman jeruk dengan sistem 1. karena tanaman masih dalam proses belajar berbuah. tekstur buah tidak terlalu keras saat dipegang. Pada buah pertama dan kedua sebaiknya hanya sekitar 10 – 20 persen yang dipelihara untuk dirasakan buahnya (dicicipi). memangkas tunas-tunas air. Tanda-tanda buah siap dipanen adalah : warna kulit buah kekuning-kuningan. dan bagian bawahnya terasa empuk.go.3. tanaman sudah mulai berbuah. Ketika umur tanaman 2. Deputy NFM Indonesia on Farming System -Ruhaimi Alman.3.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->