Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

Toksikologi merupakan ilmu pengetahuan yang ada sejak zaman purbakala yang merupakan perpaduan antara ilmu biologi dan ilmu kimia dan dapat digunakan untuk memahami konsep aksi dan keberadaan zat toksik serta penerapan konsep tersebut dalam permasalahan lingkungan. Secara tradisional, toksikologi merupakan pengetahuan dasar tentang aksi dan perilaku racun. Sedangkan pengertian racun sendiri adalah bahan yang bila tertelan atau terabsorpsi akan mampu membuat manusia sakit dan mematikan. Selain pengertian secara tradisional, toksikologi diartikan juga sebagai ilmu pengetahuan tentang efek yang merugikan dari bahan kimia pada sistem biologis. (untuk menghindari kata racun). Konsep racun sendiri telah ada di anatara kita sejak lama. Pada tahun 1567, Paracelsus menanyakan apakah ada yang bukan sebagai racun? Ternyata semua bahan kimia adalah racun dan tidak ada satu pun tanpa racun. Hanya dosis dari bahan kimia yang membuat sesuatu adalah racun atau bukan racun. Jumlah racun yang diserap dapat bervariasi dan kita dapat melihat bahwa semakin besar racun yang diserap tubuh semakin besar/cepat efek yang terjadi. Penerapan konsep dan prinsip toksikologi terhadap aksi dan perilaku zat toksik di dalam lingkungan, sangat diperlukan untuk dapat memahami dan memperkirakan konsekuensi lingkungan akibat kecelakaan atau terlepasnya zat kimia.

BAB II PRINSIP DASAR TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN DAN PENGERTIANNYA

Interaksi Manusia dan Lingkungan Dalam Mencapai Kesejahteraan A. Pengertian Toksikologi Toksikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari efek merugikan dari bahan kimia terhadap organisme hidup. Toksikologi merupakan disiplin ilmu yang mencakup sejumlah ilmu dasar dan ilmu terapan sebagaimana ditunjukkan seperti di bawah ini :

1.

Ilmu Dasar Termasuk ilmu dasar adalah ilmu kimia, kimia analitik, biokimia, fisiologi, histologi, patologi, mikrobiologi, dan immunologi.

2.

Ilmu Terapan Termasuk ilmu terapan antara lain ilmu hewan, ilmu dan teknologi makanan, pengobatan hewan, pengobatan manusia, agronomi/ilmu tanah, perikanan, entomologi, biologi laut, rekayasa/enjinering, ekonomi, ekologi, dan ilmu tanaman.

Potensi efek merugikan yang ditimbulkan oleh bahan kimia di lingkungan sangat beragam dan bervariasi, sehingga ahli toksikologi mempunyai spesialisasi kerja bidang tertentu.

B. Kronologi Definisi Berdasarkan kronologi definisi, dapat dirumuskan kata kunci ekotoksikologi, yaitu: kajian pencemar, efek toksik, makhluk hidup,ekosistem. Keseluruhannya merupakan cara pandang hasil efek negatif.Penulis menggunakan cara pandang positip dengan mendefinisikan ekotoksikologi sebagai kajian penjaminan mutu lingkungan. Dalam cara pandang outcome positif, yaitu ekotoksikologisebagai kajian penjaminan mutu lingkungan menunjukkan bahwa ekotoksikologi dimaksudkan untuk mempertahankan mutu zat lingkungan pada posisi efek positif. Pendekatan kajian adalah melakukan destruksi bagi biota uji dengan paparan zat konsentrasi tinggi sehingga dapat diketahui batasan konsentrasi zat aman lingkungan.

Karakteristik kajian ekotoksikologi adalah : 1. Kinetika dan dinamika zat (penyebaran zat, transformasi, degradasi, sekuestrasi, 2. konsentrasi zat, yaitu besaran zat yang terukur dalam media lingkungan berikut dinamikanya. 3. efek zat diukur sebagai konsentrasi efek (effect concentration : EC) , dan jika efek berupa kematian maka disebut sebagai konsentrasi mematikan (lethal concentration : LC). 4. Makhluk hidup uji adalah infra organisme (struktur biologi organisme), organisme dan supra organisme ( kopulasi dan komunitas) non-manusia. 5. hasil uji ekotoksikologi dapat ditransformasi untuk penjagaan mutu lingkungan, yang mendukung kesehatan manusia. Ekotoksikologi menjadi pendalam keahlian ilmu-ilmu lingkungan, kesehatan linkungan kerja dan masyarakat, pertanian, kimia, biologi, kelautan, industri dan keilmuan lain yang berkaitan. Jadi, besaran zat dan efek negatifnya terhadap organisme adalah kesamaan produk kajian ekotoksikologi dan toksikologi lingkungan.

C. Klasifikasi dan karekteristik Toksikan (Bahan Toksik) Bahan toksik dapat diklasifikasi berdasarkan : Organ tujuan, misalnya ginjal, hati dan system hematopoitik Penggunaan, misalnya pestisida, pelarut, dan Food additive. Sumber, misalnya tumbuhan atau hewan. Efek yang ditimbulkan, misalkan kanker dan mutasi. Bentuk fisik, misalnya gas, cair dan debu. Label kegunaan, misalnya bahan peledak dan oksidator. Susunan kimia, misalnya amino aromatis, halogen dan hidrokarbon. Potensi racun, misalnya organofosfat lebih toksik daripada karbamat.

Untuk dapat diterima dalam spektrum agen toksik, suatu bahan tidak hanya ditinjau dari satu macam klasifikasi saja, tetapi dapat pula ditinjau dari beberapa kombinasi dan beberapa faktor lain. Klasifikasi bahan toksik dapat dibagi secara kimiawi, biologi, dan karekteristik paparan yang bermanfaat untuk usaha pengontrolan. D. Risiko dan Keselamatan Ada beberapa faktor yang dipakai untuk membatasi penerimaan risiko tersebut, antara lain : a. b. c. d. e. Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan bahan Ketersediaan dan kecukupan alternatif dari bahan Antisipasi dari masyarakat pengguna Pertimbangan ekonomi dan tenaga kerja Efek pada kualitas lingkungan serta konservasi sumber daya alam

BAB III KESIMPULAN

Dari penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1. Penerapan konsep dan prinsip toksikologi terhadap aksi dan perilaku zat toksik di dalam lingkungan, sangat diperlukan untuk dapat memahami dan memperkirakan konsekuensi lingkungan akibat kecelakaan atau terlepasnya zat kimia. 2. Pengelolaan kualitas lingkungan sangat diperlukan agar semua kegiatan manusia tidak kembali merugikan manusia beserta harta bendanya, tetapi betul-betul dapat mencapai kesejahteraan yang dituju. Berbagai ahli diperlukan untuk secara bersama mengelola lingkungan, bahkan seluruh masyarakat perlu ikut serta dalam pengelolaannya. Secara khusus, para ahli lingkungan dan teknik lingkungan mempunyai peran yang sangat besar dalam pengelolaan ini.

DAFTAR PUSTAKA

Mangkoedihardjo, Sarwoko dan Ganjar Samudro. 2009. Ekotoksikologi Teknosfer. Guna Widya: Semarang. Mukono, H.J. 2005. Toksikologi Lingkungan. Airlangga University Press: Surabaya. Soemirat, Juli. 2003. Toksikologi Lingkungan. Gadjah Mada University Press: Bandung.