Anda di halaman 1dari 4

Prothrombin Time (PTT) merupakan waktu yang diperlukan plasma untuk membentuk bekuan bekuan setelah penambahan faktor

jaringan. Protrombin disintesis oleh hati dan merupakan prekursor tidak aktif dalam proses pembekuan. Protrombin dikonversi menjadi thrombin oleh tromboplastin yang diperlukan untuk membentuk bekuan darah. Uji masa protrombin (prothrombin time, PT) untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan jalur bersama, yaitu : faktor I (fibrinogen), faktor II (prothrombin), faktor V (proakselerin), faktor VII (prokonvertin), dan faktor X (faktor Stuart). Perubahan faktor V dan VII akan memperpanjang PT selama 2 detik atau 10% dari nilai normal. Pada penyakit hati PT memanjang karena sel hati tidak dapat mensintesis protrombin. HASIL MEMANJANG : Penyakit hati (sirosis hati, hepatitis, abses hati, kanker hati, jaundice), afibrinogenemia, defisiensi faktor koagulasi (II, V, VII, X), disseminated intravascular coagulation (DIC), fibrinolisis, hemorrhagic disease of the newborn (HDN), gangguan reabsorbsi usus. Pengaruh obat : treatmen vitamin K antagonis, antibiotic (penisilin, streptomisin, karbenisilin, kloramfenikol [Chloromycetin], kanamisin [Kantrex], neomisin, tetrasiklin), antikoagulan oral (warfarin, dikumarol), klorpromazin (Thorazine), klordiazepoksid (Librium), difenilhidantoin (Dilantin), heparin, metildopa (Aldomet), mitramisin, reserpin (Serpasil), fenilbutazon (Butazolidin), quinidin, salisilat (aspirin), sulfonamide. HASIL MEMENDEK : tromboflebitis, infark miokardial, embolisme pulmonal. Pengaruh Obat : barbiturate, digitalis, diuretic, difenhidramin (Benadryl), kontrasepsi oral, rifampin, metaproterenol (Alupent, Metaprel). e. Activated Partial Thromboplastin Time (aPTT) merupakan waktu yang diperlukan untuk membentuk bekuan yang stabil dalam plasma darah setelah terpapar dengan komponen dari platelet. Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai fungsi koagulasi jalur intrinsic dan umum. Nilai normal uji APTT adalah 20 35 detik, namun hasil ini bisa bervariasi untuk tiap laboratorium tergantung pada peralatan dan reagen yang digunakan. APTT memanjang dijumpai pada : I. Defisiensi bawaan Jika PTT normal kemungkinan kekurangan : o Faktor VIII o Faktor IX o Faktor XI o Faktor XII Jika faktor-faktor koagulasi tersebut normal, kemungkinan kekurangan HMW kininogen (Fitzgerald factor) Defisiensi vitamin K, defisiensi protrombin, hipofibrinogenemia. II. Defisiensi didapat dan kondisi abnormal seperti : Penyakit hati (sirosis hati) Leukemia (mielositik, monositik) Penyakit von Willebrand (hemophilia vaskular) Malaria Koagulopati konsumtif, seperti pada disseminated intravascular coagulation (DIC) Circulating anticoagulant (antiprothrombinase atau circulating anticoagulant terhadap suatu faktor koagulasi) Selama terapi antikoagulan oral atau heparin

Hiperkoagulasi merupakan suatu kelainan pembekuan darah. Pada kondisi ini pasien lebih mudah terjadi suatu bekuan darah dalam pembuluh darahnya. Gangguan ini terjadi pada fakor-faktor anti pembekuan darah dan pada umumnya merupakan penyakit keturunanan. Hiperagregasi terdapat pada dua bagian dari sel darah merah yaitu sel darah merah itu sendiri (eritrosit) dan pada platelet atau trombosit.
secara singkat perbedaaannya adalah pada hiperkoagulasi terjadi kelainan pada faktor pembekuan darah sedangkan hiperagregasi terjadi peningkatan aktivitas pada sel darah merah. Platelet dalam jumlah yang kecil dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan, akan tetapi jika platelet dalam jumlah yang besar, dapat menyebabkan pembentukan blood clot yang dapat menutup aliran pembuluh darah. Terutama pada penyakit jantung koroner, dimana sebelumnya telah terjadi penyempitan pembuluh darah, kemudian terjadi luka atau kerusakan sehingga adanya aktivasi platelet yang dapat menyebabkan kematian karena jantung mengalami kekurangan oksigen.

Aspirin Merupakan agent antiplatelet yang berefek sebagai antitrombotik dengan menghambat cyclooxygenase dan sintesis platelet tromboxane A2. Aspirin akan menurunkan adverse cardiovaskular event.(Gibbons et al, 2002). Membantu mencegah bentukan cloth pada pembuluh arteri dan menurunkan resiko terjadinya serangan jantung.
CARDIO ASPIRIN Acetyl salicylic acid

Komposisi: Setiap tablet bersalut enterik Cardio Aspirin mengandung asam asetil salisilat 100 mg. Pharmacodvnamic Properties: Cara biokimia tindakan asam acetylsalicylic pada inhibisi agregasi platelet Oleh karena itu didasarkan pada: 1. Sebuah penghambatan ireversibel cyclo-oxygenase di platelet, dan 2. Sebuah penghambatan reversibel cyclo-oxygenase di dinding pembuluh darah. Indikasi: Untuk mengurangi risiko trombosis koroner lebih lanjut selama tahap pemulihan dari infark miokard (re-infark profilaksis) Untuk mengurangi risiko morbiditas dan / atau serangan Ml (miokard infark) pada pasien dengan riwayat Ml atau angina pektoris tidak stabil Untuk mencegah trombosis (re-oklusi profilaksis) setelah aorto-bypass jantung

Untuk mengurangi risiko berulang serangan iskemik transient (TIA) dan stroke pada pasien dengan TIA Catatan: Karena kemungkinan sindrom Reye, penggunaan tablet bersalut enterik Cardio Aspirin 100 pada anak-anak dan orang dewasa dengan demam hanya boleh pada rekomendasi dokter atau jika langkah-langkah lain telah terbukti tidak efektif. Dosis: Kecuali instruksi khusus dari dokter, dosis yang dianjurkan adalah sebagai berikut: Biasanya 100 mg harian * ' Mengurangi risiko morbiditas dan mortalitas pada pasien dengan infark miokard sebelumnya: dosis harian 100 mg sampai 300 mg saat ini dianjurkan Mengurangi resiko serangan iskemik transien (TIA) dan stroke pada pasien dengan TIA: dosis harian 100 mg sampai 300 mg saat ini dianjurkan.

Administrasi: Tablet harus ditelan dengan cairan, sebaiknya sebelum makan dengan banyak cairan. Kontraindikasi: Tablet bersalut enterik 100 Cardio Aspirin tidak boleh diberikan kepada pasien dengan ulkus lambung atau duodenum dan pada pasien dengan kecenderungan gangguan hemoragik patologis, pasien dengan gangguan perdarahan lain, dan hipersensitivitas untuk Acetosal. Peringatan dan Tindakan pencegahan:

produk yang mengandung acetylsalicylic obat asam harus digunakan pada anak-anak dan remaja dengan penyakit demam hanya setelah mencermati risiko dan manfaat-evaluasi karena adanya kemungkinan sindrom Reye, sebuah penyakit yang jarang tetapi serius. Karena tidak digunakan pada wanita hamil dan menyusui kecuali atas nasihat dokter. Cardio Aspirin tidak boleh digunakan pada pasien dengan kerusakan hati yang parah, hipo-prothrombinemia, atau kekurangan vitamin K. Discontinue penggunaannya dalam kasus tinnitus, gangguan pendengaran, atau pusing. Konsultasikan dengan dokter segera jika terjadi iritasi lambung bertahan. Cardio Aspirin tidak boleh digunakan dalam jangka panjang pengobatan atau dalam dosis tinggi tanpa terlebih dahulu konsultasi dengan dokter. Konsultasi dengan dokter diperlukan bila tablet bersalut enterik Aspirin 100 adalah

untuk diberikan kepada pasien juga menerima antikoagulan (misalnya heparin derivatif dan coumarin); pasien dengan glukosa-6-fosfat-dehydrogynase kekurangan; asma pasien; pasien yang peka terhadap salisilat, anti-inflammatory/anti-rheumatic lain agen, atau agen alergi lain; pasien dengan kronis atau berulang lambung atau duodenum gejala; pasien dengan disfungsi ginjal dan wanita hamil, terutama pada trimester terakhir. Catatan: Pasien dengan asma, demam, pembengkakan mukosa hidung (nasal polip), atau pasien dengan infeksi pernapasan kronis (terutama jika disertai dengan tanda-tanda jerami demam), dan pasien hipersensitif terhadap seluruh jenis analgesik dan anti-rematik agen beresiko serangan asma ketika menggunakan tablet bersalut enterik Aspirin 100 (sama analgesik / analgesik intoleransi). Oleh karena itu, mereka harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. Hal ini juga berlaku untuk pasien alergi agen lain, misalnya yang menyebabkan reaksi kulit, gatal, atau urticaria. Reaksi merugikan: Reaksi-reaksi yang merugikan berikut mungkin terjadi: nyeri lambung, rasa panas, mual, perdarahan gastrointestinal; reaksi hipersensitivitas (dyspnea serangan, reaksi kulit) mungkin jarang terjadi; menurunkan platelet count (trombocytopenia) dapat terjadi; reversibel peningkatan kadar enzim hati dalam penggunaan jangka panjang dosis tinggi.Acetyl salicylic acid