Anda di halaman 1dari 11

KEPERAWATAN ANAK KEBUTUHAN NUTRISI pada ANAK USIA REMAJA (10-18 THN)

OLEH : KELOMPOK II 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Debby S. Rais (Ketua) Ahas Weros L. Dhevryn Dwi Kristiono M. Husaeni Neni Susilawati Sridenie Yulianti Yuwilma

Keperawatan Reguler XIII B

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palangka Raya 2012

Kebutuhan nutrisi Kebutuhan nutrisi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi sangat bermanfaat bagi tubuh dalam membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak serta mencegah terjadinya berbagai penyakit akibat kurang nutrisi dalam tubuh, seperti kekurangan energy dan protein, anemia, defisiensi yodium, defisiensi Zn, defiseiensi vitamin A, defisiensi Tiamin, defisiensi kalium, dan lain-lain yang dapat menghambat proses tumbuh kembang anak. Kebutuhan nutrisi dapat membantu dalam aktivitas sehari-hari Karena nutrisi juga merupakan sumber tenaga yang dibutuhkan berbagai organ dalam tubuh serta sumber zat pembangun dan pengatur dalam tubuh. Sumber tenaga nutrisi dapat diperoleh dari karbohidrat sebesar 50-55%, dari lemak 30-35%, dan dari protein sebanyak 15%. Pada masa remaja kebutuhan kalori semakin meningkat karena aktivitas anak juga semakin banyak dan adanya perubahan menuju pubertas. Pada umumnya remaja sangat memerhatikan gambaran dirinya, sehingga mulai memantau makanan agar tidak terjadi obesitas atau timbilnya jerawat akibat makanan. Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang cepat baik tinggi badan maupun berat badan, sehingga kebutuhan gizipun meningkat. Komponen zat gizi Zat gizi merupakan unsur yang penting dalam nutrisi, mengingat zat gizi tersebut dapat memberikan fungsi tersendiri pada nutrisi. Kebutuhan nutrisi tidak akan berfungsi secara optimal kalau tidak mengandung beberapa zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, demikian juga zat gizi yang cukup pada kebutuhan nutrisi akan memberikan nilai optimal. Ada beberapa komponen zat gizi yang dibutuhkan pada nutrisi bayi dan anak yang jumlahny sangat berbeda untuk setiap usia. Secara umum zat gizi dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan makro dan mikro. Zat gizi golongan makro terdiri atas kalori (berasal dari karbohidrat, lemak, dan protein) dan H2O (air) sedangkan zat gizi golongan mikro terdiri atas vitamin dan mineral. 1. Karbohidrat Karbohirat merupakan sumber energy yang tersedia dengan mudah di setiap makanan. Karbohidrat harus tersedia dalam jumlah yang cukup sebab kekurangan karbohidrat sekitar 15% dari kalori yang ada dapat menyebabkan terjadi kelaparan dan berat badan

menurun. Demikian sebaliknya, apabila jumlah kalori yang tersedia atau berasal dari karbohidrat dengan jumlah yang tinggi dapat menyebabkan terjadi peningkatan berat badan (obesitas). Jumlah karbohidrat yang cukup dapat diperoleh dari susu, padi-padian, buah-buahan, sukrosa, sirup, tepung dan sayur-sayuran.

2. Lemak Lemak merupakan zat gizi yang berperan dalam pengangkut vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak. Komponen lemak atas lemak alamiah sekitar 98% (di antaranya trigliserida dan gliserol), sedangkan 2%-nya adalah asam lemak bebas. Lemak merupakan sumber yang kaya akan energy dan pelindung organ tubuh terhadap suhu, seperti pembuluh darah, saraf, organ dan lain-lain. Lemak juga dapat membantu memberikan rasa kenyang (penundaan waktu pengosongan lambung). Komponen lemak dalam tubuh harus tersedia dalam jumlah yang cukup sebab kekurangan lemak akan menyebabkan terjadinya perubahan kulit, khususnya asam linoleat yang rendah dan berat badan kurang. Namun, apabila jumlah lemak pada anak terlalu banyak dapat menyebabkan terjadinya hiperlipidemia, hiperkolesterol, penyumbatan pembuluh darah, dan lain-lain. Jumlah lemak yang cukup dapat diperoleh dari susu, mentega, kuning telur, daging, ikan, keju, kacang-kacangan, dan minyak sayur.

3. Protein Protein merupakan zat gizi dasar yang berguna dalam pembentukan protoplasma sel. Selain itu tersedianya protein dalam jumlah yang cukup penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel jaringan dan sebagai larutan untuk menjaga keseimbangan osmotic plasma. Protein ini terdiri atas duapuluh empat asam amino, di antaranya Sembilan asam amino esensial (seperti teronin, valin, leusin, isoleusin, lisin, triptopan, fenilalanin, metionin, dan histidin) dan selebihnya asam amino nonesensial. Jumlah protein yang berlebih dapat menyebabkan insufiensi ginjal. Bila jumlahnya kurang, maka dapat menyebabkan kelemahan, edema, bahkan dalam kondisi yang lebih buruk dapat menyebabkan kwasiorkor dan marasmus. Kwasiorkor terjadi apabila kekurangan protein dan marasmus merupakan kekurangan protein dan kalori. Komponen zat gizi protein dapat diperoleh dari susu, telur, daging, ikan, unggas, keju, kedelai, buncis.

Kebutuhan energy per hari Usia Laki-laki 10-12 Tahun 13-15 Tahun 16-18 Tahun Perempuan 10-12 Tahun 13-15 Tahun 16-18 Tahun 37 48 50 145 153 154 2050 2350 2200 35 46 55 138 150 160 2050 2400 2600 BB (Kg) TB (cm) Energi (kkal)

Kebutuhan protein perhari (per kg bb) Usia Laki-laki 10-12 Tahun 13-15 Tahun 16-18 Tahun Perempuan 10-12 Tahun 13-15 Tahun 16-18 Tahun 37 48 50 145 153 154 50 57 50 35 46 55 138 150 160 50 60 65 BB (Kg) TB (cm) Protein (gr)

Salah satu cara sederhana yang dapat digunakan untuk menentukan status gizi adalah dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) atu Body Mass Index (BMI). IMT dapat mengidentifikasi remaja yang secara signifikan berisiko mengalami kelebihan berat badan. Rumus Penghitungan IMT adalah sebagai berikut.

Hasil dari rumus diatas kemudian dicocokan dengan grafik pertumbuhan (lampiran) sesuai dengan usia dan jenis kelamin untuk mengetahui termasuk dalam kategori status gizi yang mana.

Berikut adalah kategori-kategori status gizi. a. Gizi Kurang : IMT di bawah 5 persentil. b. Gizi Normal : IMT dari 5 persentil sampai di bawah 85 persentil. c. Gizi Lebih : IMT dari 85 Persentil sampai di bawah 95 persentil. d. Obesitas : IMT dari 95 persentil ke atas.

4. Air Air merupakan kebutuhan nutrisi yang sangat penting. Air bagi tubuh dapat berfungsi sebagai pelarut dalam medium untuk ion, transport nutrient dan produk buangan, serta pengaturan suhu tubuh. Sumber air dapat diperoleh dari air dan semua makanan.

Kebutuhan Cairan Usia Rata Rata Berat Jumlah Air dalam Jumlah air per Kg BB Badan 10 Thn 14 Thn 18 Thn 28,7 45 54 24 Jam (ml) 2000-2500 2200-2700 2200-2700
dalam 24 Jam (ml)

70-85 50-60 40-50

5. Vitamin Vitamin merupakan senyawa organic yang digunakan untuk mengatalisasi metabolism sel yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan serta pertahanan tubuh anak. Vitamin yang dibutuhkan tubuh antara lain sebagai berikut. a. Vitamin A (retinol) harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Vitamin A mempunyai pengaruh dalam kemampuan fungsi mata, pertumbuhan tulang dan gigi, serta pembentukan maturasi epitel. Vitamin A dapat diperoleh dari hati, minyak ikan, susu, kuning telur, margarine, tumbuh-tumbuhan, sayur-sayuran dan buah-buahan. b. Vitamin B Kompleks (tiamin) merupakan vitamin yang larut dalam air , namun tidak larut dalam lemak. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan penyakit beri-beri, kelelahan, anoreksia, konstipasi, nyeri kepala, insomnia, takikardi, edema, dan

peningkatan kadar asam piruvat dalam darah. Diperoleh dari hati, daging, padi, bijibijian, kacang dan lain-lain. c. Vitamin B2 (riboflavin) merupakan vitamin yang sedikit larut di dalam air. Vitamin ini harus tersedia dalam jumlah yang cukup karena jika tidak akan menyebab fotopobia, penglihatan kabur, dan gagal dalam pertumbuhan. Vitamin ini dapat diperoleh dari susu, keju, hati, daging, ikan, telur, sayur-sayuran hijau, dan padi. d. Vitamin B12 (sianookobalamin) merupakan vitamin yang sedikit larut di dalam air. Vitamin ini sangat baik untuk maturasi sel darah merah dalam sumsum tulang. Kekurangan vitamin ini dapat meyebabkan anemia. Vitamin ini dapat diperoleh dari daging, ikan, telur, susu dan keju. e. Vitamin C (asam askorbat) merupakan vitamin yang sedikit larut dalam air yang mudah diokasidasi dan dipercepat oleh panas atau cahaya. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan lamanya proses penyembuhan luka. Vitamin ini dapat diperoleh dari tomat, semangka, kubis dn sayur-sayuran hijau. f. Vitamin D merupakan vitamin yang dapat larut dalam lemak dan akan stabil dalam suasana panas. Vitamin ini selain berguna untuk mengatur penyerapan serta pengendapan kalsium dan fosfor dengan mempengaruhi permeabilitas membrane usus, juga mengatur kadar alkaline fosfatase serum. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan osteomalasia. Vitamin ini dapat diperoleh dari susu, margarine, minyak ikan, sinar matahari dan sumber ultraviolet lain. g. Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan tidak stabil terhadap sinar ultraviolet. Vitamin E berfungsi untuk meminimalkan oksidasi karoten, vitamin A, dan asam linoleat; di samping menstabilkan membrane sel. Apabila kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan hemolisis sel darah merah pada bayi premature dan kehilangan keutuhan sel saraf. Vitamin E ini dapat diperoleh dari minyak, biji-bijian dan kacang-kacangan. h. Vitamin K merupakan vitamin yang larut dalam lemak yang berfungsi untuk pembentukan protrombin, faktor koagulasi II, VII, IX, dan X yang harus tersedia pada tubuh dalam jumlah yang cukup. Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan perdarahan dan metabolism tulang yang tidak stabil. Vitamin ini tersedia dalam sayur-sayuran hijau, daging, dan hati.

6. Mineral Mineral merupakan komponen zat gizi yang tersedia dalam Kelompok mikro, yaitu mencakup kalsium, klorid, kromium, kobalt, tembaga, flourin, iodium, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, sulfur, dan seng. a. Kalsium merupakan mineral yang berguna untuk pengaturan struktur tulang dan gigi, kontraksi otot, iritabilitas saraf, koagulasi darah, kerja jantung, dan produksi susu. Kalsium akan dieksresi 70% dalam tinja, 10% dalam urine, sedangkan 15-25% tertahan dan tergantung dalam kecepatan pertumbuhan. Kadar kalsium ini harus tersedia dalam jumlah yang cukup, karena jika tidak akan menyebabkan mineralisasi tulang dan gigi jelek, osteomalasia, osteoporosis, rakhitis, dan gangguan pertumbuhan. Kalsium dapat diperoleh dari susu, keju, sayur-sayuran hijau, kerang, dan lain-lain. b. Klorida sangat berguna dalam pengaturan osmotic serta keseimbangan asam dan basa. Klorida dapat diperoleh dari garam, daging, susu, dan telur. c. Kromium berguna untuk metabolism glukosa dan metabolism dalam insulin. Diperoleh dari ragi. d. Tembaga berguna untuk produksi sel darah merah, pembentukan hemoglobin, penyerapan besi, dan lain-lain. Diperoleh dari hati, daging, ikan, kacang-kacangan. e. Flour merupakan mineral yang berfungsi untuk pengaturan struktur gigi dan tulang sehingga jika kekurangan flour dapat menyebabkan karies gigi. Sumber flour terdapat dalam air, makanan laut, dan tumbuh-tumbuhan. f. Iodium merupakan unsure tiroksin dan tridotironin yang harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Kekurangan dapat menyebabkan penyakit gondok. Iodium dapat diperoleh dari garam. g. Zat besi merupakan mineral yang menjadi bagian dari struktur hemoglobin untuk pengangkutan CO2 dan O2. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia dn osteoporosis, sedangkan kelebihan dapat menyebabkan sirosis, gastritis, dan hemolisis. Zat besi dapat diperoleh dari hati, daging, kuning telur, sayur-sayuran hijau, padi dan tumbuh-tumbuhan.

h. Magnesium berguna dalam aktivasi enzim pada metabolism karbohidrat dan sangat penting dalam proses metabolism. Kekurangan menyebabkan hipokalsemia, dan hipokalemia. Dapat diperoleh dari biji-bijian, kacang-kacangan dan susu. i. Mangan berfungsi dalam aktivitas enzim. Mangan dapat diperoleh dari kacangkacangan, padi, biji-bijian, sayuran hijau. j. Fosfor merupakan unsure pokok dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Kekurangan menyebabkan kelemahan otot. Diperoleh dari susu, kuning telur, kacang-kacangan, padi-padian, dll. k. Kalium berfungsi dalam kontraksi otot dan hantaran impuls saraf, keseimbangan cairan, dan pengaturan irama jantung. Kalium dapat diperoleh dari semua makanan. l. Natrium berguna dalam pengaturan tekanan osmotic serta pengaturan keseimbangan asam, basa, dan cairan. Kekurangan natrium dapat menyebabkan kram otot, nausea, dehidarasi, dan hipotensi. Diperoleh dari garam, susu, telur, tepung, dll m. Sulfur merupakan unsure pokok dalam protein seluler yang membantu proses metabolism jaringan saraf. Sulfur dapat diperoleh dari makanan yang mengandung protein. n. Seng merupakan unsure pokok dari beberapa enzim karbonik anhidrase yang penting dalam pertukaran CO2. Seng dapat diperoleh dari daging, padi-padian, kacangkacangan dan keju.

Daftar kebutuhan makanan sehari-hari menurut umur dan jenis makanan Jenis makanan Susu Protein Lainnya Telur Daging (hari 1x seminggu) Buah / sayur Sumber Vitamin C (Jeruk, tomat, melon, murbei) Sumber Vitamin A (Buah/Sayur warna Hijau atau Kuning) Kentang, sayur lain, pisang, aple dll Biji-Bijian (Serealia) Roti Nasi, spageti, mie, dll Lemak dan Karbohidrat Mentega Margarin 1 SDM = 100 kkal Kue kue sesudah makan 1 P (porsi) = 100kkal sepadan dengan -1/3 gelas puding/es krim -1oz kue / tart/ biskuit -2 sdm madu/ selai/ gula Sumber : Nelson Text Book of Pediatric 1987 Keterangan : 1 G = Gelas = 8 oz = 240 ml 1 sdm = oz = 15 ml 3P 2 4x 2 G 2x -1G 1 atau lebih 1/3 4x 1G Pemberiaan per hari 4x 3x atau lebih 1 6-8 (3-4 oz) Jumlah tiap pemberian - 1 G

Pola makan anak Umur 10 12 thn BB 30 kg (2100kkal) Jumlah pemberian makanan 06.00 : susu + gula 07.00 : nasi 1) Telur 10.00 : kue 12.00 : nasi 1) Hewani 2) Nabati 3) Sayuran Buah 16.00 : bubur kacang 4) Hijau 18.00 : Nasi Hewani Nabati Sayuran Buah 21.00 : susu gula Biskuit 5) Sumber : Subbagian Gizi Anak FKUI/RSCM Keterangan 1) Dapat diganti dengan makanan penukarnya seperti : roti, jagung, kentang, sagu. 2) Diartikan sumber protein hewani : daging, telur, hati, ikan laut, ikan tawar. 3) Diartikan sumber protein nabati : tahu, tempe, kacang-kacangan. 4) Dapat diganti dengan makanan penukarnya sebanyak 25 gram 5) Berat biskuit Regal : 8 10 gram/buah Berat biskuit Farley : 15 16 gram/buah 150 50 25 75 50 200 20 1G 1 potong 1 potong G 1 potong 1G 2 Buah g 200 150 50 50 200 50 25 75 50 200 Urt 1G 1G 1 butir 1 potong 1 1/2 G 1 potong 1 potong G 1 Potong 1 Gelas

Urt = ukuran rumah tangga

Referensi Hidayat, A. Aziz Alimul. 2011. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika Tim Penulis Poltekkes Depkes Jakarta I. 2010. Kesehatan Remaja : Problem dan Solusinya. Jakarta : Salemba Medika
A.H. Markum. 2002. Buku Ajar ILMU KESEHATAN ANAK Jilid 1. Jakarta. Balai Penerbit FKUI