Anda di halaman 1dari 17

KALA NIFAS / PUERPERIUM

KALA NIFAS
Nifas adalah waktu sejak pelacenta lahir sampai genetalia interna dan externa kembali ke keadaan sebelum hamil

INVOLUSI PADA KALA NIFAS


Uterus Segera setelah lahir pelacenta, uterus segera mengerut menjadi kecil. Tinggi fundus uteri 2 jari dibawah pusat. Ligamentum pada uterus menjadi longgar sehingga uterus mudah di geser. Berat uterus kurang lebih 1 kg Pada hari ke 12 tidak teraba lagi dan berada di dalam panggul 6-8 minggu Uterus kembali pada betuk semula

TINGGI FUNDUS UTERI DAN BERAT UTERUS MENURUT MASA INVOLUSI


INVOLUSI
Bayi lahir
Uri lahir 1 minggu 2 minggu 6 minggu 8 minggu

TINGGI FUNDUS UTERI


Setinggi pusat
2 jari bawah pusat Pertengahan pusat simpisis Tidak teraba di atas simpisis Bertambah kecil Normal

BERAT UTERUS
1000 gram
750 gram 500 gram 350 gram 50 gram 30 gram

Cervix 18 jam post partum cerviks mengecil Pada hari ke 3 cerviks masih terbuka dan dapat dilalui 2 jari Pada minggu ke 4 canalis cervicvalis tidak dapat dilalui jari

Endometrium Setelah pelacenta lahir, tempat pelacenta menjadi luka terbuka. Di tempat tersebut banyak sinus-sinus yang berisi vena trombi-trombi. Leukocyte memenuhi desidua sehingga terbentuk lapisan jaringan yang nekrotik, yang akan terkelupas. Regenerasi terjadi pada lapisan yang paling dalam sehingga terbentuk mucosa baru.

Vagina Setelah persalinan, vagina edematus. 1 hari kemudian berangsur baik Rugae timbul kembali setelah 3 hari Terjadi jaringan parut pada hymen disebut carunculae hymenalis

Dinding abdomen Dinding abdomen pada waktu hamil akan teregang sehingga setelah melahirkan menjadi kendor Dinding abdomen kencang kembali kurang lebih 6 minggu

LAKTASI
Glandula mammae sudah mengeluarkan colostrum pada 3 bulan kehamilan. Colostrum akan diperoduksi terus sampai 2-3 hari post partum. Progestron, estrogen dan chorionic somatomamtropin yang di hasilkan pelacenta berpengaruh terhadap pertumbuhan glandula mammae. Setelah pesalinan kadar hormon tersebut menurun dan dikeluarkan prolaktin dari kelenjar hipofise yang berpengaruh dalam produksi ASI Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh reflex mengisap si bayi. Hisapan pada putting susu menyebabkan hipofise memproduksi oksitoksin yang mempunyai pengaruh dalam menimbulkan kontraksi-kontraksi myoepithelium pada alveoli dan duktus sehingga ASI dapat dikeluarkan Pada hari 3-4, glandula mammae mulai mengeras dan terasa nyeri dan kadang ibu menjadi sub febris. Ini merupakan tanda bahwa laktasi sebenar akan mulai

ASPEK KLINIS KALA NIFAS


Post partum chill setelah kala II atau kala III ibu terkadang gemetar dan menggigil

Suhu suhu akan menigkat setelah partus lama tetapi akan kembali normal dalam 24 jam. Suhu dibawah 28 C masih dianggap normal. Kenaikan suhu 28 C menunjukkan ada infeksi

Nadi setelah persalinan nadi menurun

His pengiring (after pains) pada primipara karena otot rahim masih kencang maka setelah persalinan rahim akan terus kontarksi. Tetapi pada multipara kontraksi tidak boleh dipertahankan. Kadang-kadang setelah kontraksi, uterus jadi kendor, suatu saat kontraksi lagi. his ini menimbulkan sakit dan sering timbul pada saat bila bayi mulai laktasi

Lochia adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan dikeluarkan lewat vagina pada kala nifas Lochia rubra : berisi darah segar, sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks koseosa,lanugo dan mekonium selama 2 hari pasca persalinan Lochia sanguilenta : berwarna merah kuning berisi darah dan lendir hari 3-7 pasca persalinan Lochia serosa : berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi pada hari 7-14 pasca persalinan Lochia alba : cairan putih setelah 2 minggu Lochia purulenta : terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk

Urine hari ke 2 terjadi diurisis karena kehamilan terjadi kelebihan cairan extra celuler Penurunan berat badan penurunan berat badan kurang lebih 6 kg kemudian 2,5 kg ini disebabkan diuresis dan penguapan melalui keringat

PERAWATAN KALA NIFAS


1. Pemeriksaan pada uterus, kontraksi uterus, lembek atau keras. Jika kontraksi baik maka uterus keras seperti batu. Tinggi fudus uteri 2 jari di bawah pusat dan pada observasi selajutnya apakah fundus uteri kian naik. Sebab bila tinggi fundus uteri makin tinggi kemungkinan terdapat pendarahan cavum uteri. Fundus uteri hendaknya sering di massage dan didorong ke bawah. Pemakaian gurita bukan hal yang mutlak karena tidak mempengaruhi dalam mempercepat involusi. Gurita hanya dianjurkan bila dinding perut terlalu kendor dan dipakai kurang lebih 1 minggu His pengiring sering terjadi pada multipara dari pada primipara. Obat yang diberikan analgesik

2.

3.

4. Mobilisasi dini hendaknya dilakukan secepatnya 24 jam setelah pesalinan karena dengan mobillisasi dini si ibu merasa lebih enak, fungsi kandung kemih dan usus cepat pulih kembali. Dapat mencegah trombosis. 5. Diet makanan dapat diberikan menu bebas. Ibu laktasi membutuhkan kurang lebih 3500 cal 6. Miksi setelah persalinan selambat-lambat 4 jam ibu harus kecing bila terjadi retensi urine maka pengosongan kandung kemih harus dengan kateter

7. Fungsi usus pada keadaan kala nifas sering terjadi obstipasi dalam keadaan ini dapat diberi laxan ringan 8. Perawatan papila mammae papila mammae harus sering dibersihkan. Bila sisa ASI mengering dapat menimbulakan retak-retak pada putting susu sehingga mudah terkena infeksi. 9. Saat ibu di pulangkan bila kala nifas tidak ada komplikasi maka si ibu boleh pulang pada hari ke 2.

Terima kasih