Anda di halaman 1dari 3

Timbulnya Sengketa Internasional Dan Cara Penyelesaian Oleh Mahkamah Internasional

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemanfaatan hasil-hasilnya sebagian telah dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi umat manusia. Namun harus diakui pula disamping belum dapat menyelesaiakan masala, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinikmati umat manusia mendatangkan pula masalah-masalah baru. Kesadaran manusia akna masalah-masalah yang dihadapi hari ini dan masa depan menimbulkan keinginan untuk mengatasi masalah tersebut. A. Timbulnya Sengketa Internasional Munculnya sengketa internasional pada dasarnya bermula dari konflik antar bangsa. Sengketa internasional mencakup sengketa antar Negara dengan Negara, Negara dengan individu, atau Negara dengan subjek hokum internasional lainnya. Sengketa tersebut harus diselesaikan, sebab kalau tidak bisa membawa dampak negative. Konflik internasional dapat mengakibatkan perang, tetapi sekarang tindakkan drastis seperti itu tidak akan ditempuh dan biasanya hanya mengakibatkan pemutusan hubungan diplomatik. Pemutusan hubungan diplomatic ini sebenarya membawa dampak buruk bagi Negara-negara bersangkutan. Ada beberapa hal yang bisa menimbulkan sengketa internasional, antara lain : 1. Pelangaaran Hak Asasi Manusia Pelanggaran hak asasi manusia pada umumnya terjadi di berbagai Negara. Namun yang masih jadi pusat perhatian ialah pelanggaran HAM berat yang terjadi di Negara-negara yang masih dilanda perang dan kemiskinan. 2. Ancaman perkembangan teknologi Nuklir Perkembangan teknologi nuklir merupakan pusat kekhawatiran umat manusia di dunia. Kekhawatiran ini sangat berlasan, karena jika tidak dimanfaatkan untuk kegiatan damai, pertumbuhan energy nuklir dapat menjadi ancaman besar bagi perdamaian dunia dan kelestarian alam 3. Kemiskinan dan ketidakadilan Masalah kemiskinan yang terjadi di Negara-negara dunia ketiga disebabkan oleh distribusi yang belum seimbang antara kelompok Negara-negara kaya dan kelompok Negara miskin. Hal ini dapat membatasi kesempatan bagi suatu bangsa untuk berkembang dan menjadi Negara maju.

4. Isu Sara (Suku, Agama,Ras dan Antar Golongan) Kerusuhan antar etnis masih sering terjadi di Negara-negara bekas Uni Soviet dan Yugoslavia, disamping Negara-negara aflika. Dalam kaaitanya dengan status social, seperti system kasta diindia dan politik ragial di Afrika Selatan 5. Ekstimisme Sikap dan tindakan yang selelu memaksa kehendak terhadap bangsa lain bahkan dapat merugikan Negara.

B. Penyelesaian Sengketa Internasional oleh Mahkamah Internasional Pada dasarnya sengketa internasional sedapat mungkin harus dicegah atau dihindari, penyelesaiannya diusahakan secara damai dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya 1. Penyesaian sengketa melalui usaha penyelesaian pendapat antara pihak-pihak yang bersengketa secara bersahabat 2. Penyelesaian sengketa di bawah perlindungan PBB, penyeselesaian ini meliputi dua cara yaitu penyelesaian secara politik dan penyelesaian secara hukum 3. Menunjukkan lembaga Arbitasi

Penyelesaian dibawah perlindungan PBB secara hukum dilakukan oleh Mahkamah Internasional. Dalma kewenangan menyelesaikan sengketa Internasional, Mahkamah Internasioanal memiliki kewenangan yang bersifat Compulsory dan Non-Compulsory 1. Penyelesaian sengketa Internasional yang bersifat Non-Compulsory a. Persetujuan Yuridiski ini memerlukan persetujuan pihak-pihak yang bersengketa b. Ada perjanjian khusus antara negara yang bersengketa tentang penyerahan penyelesaian sengketa kepada Mahkamah Internasional c. Permohonan peradilan diajukan bersama oleh warga yang bersengketa d. Permohonan peradilan dapat diajukan eloh salah satu pihak yang bersengketa dengan syarat pihak negara lawan bersengketa memberikan persetuan 2. Penyelesaian sengketa yang bersifat Compulsary a. Bila negara yang bersengketa terikat dengan perjanjian internasional yang menyatakan bahwa Mahkamah Internasional mempunyai Yurisdiksi atas sengketa tertentu diantara mereka b. Bila negara yang bersangkutan mengakui Yurisdiksi Compulsary Mahkamah Internasional berdasarkan bahwa negara pihak statute mengakuinya juga c. Permohonan peradilan dapat diajukan sepihak oleh negara d. Permohonan disamapakan pada panitera Mahkamah Internasional dan selanjutnya memberikan permohonan itu kepada negara lawan sengketa

Apabila permohonan telah diajukan aka diadakan pemeriksaan perkara, yang dimulai dengan pemeriksaan naskah dan pemeriksaan lisan. Keputusan dapat dilakukan berdasarkan kepantasan, dan kebaikan yang disetujui oleh negara yang bersangkutan. Keputusan Mahkamah Internasional bersifat mengikat, final dan tanpa banding. Keputusan Mahkamah Internasional mengikat pihak yang bersengketa, maka negara yang bersangkutan wajib memenuhi keputusan tersebut. Jika negara yang bersengketa tidak mau memenuhi kebutuhan tersebut, maka negara lawan bersengketa dapat mengajukan permohonan kepada Dewan Keamanan PBB agar keputusan Mahkamah Internasional dapat dijalankan. Dewan Keamanan PBB dapat merekomendasikan agar keputusan itu dilaksanakan atau menetapkan tindakan yang akan diambil. Dalam kewenangan memberi nasehat, Mahkamah Internasional dapat memberikan pendapat untuk memecahkan masalah hukum yang dihadapi oleh badan yang mengajukan permohonan.