BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Kerbau merupakan salah satu jenis ternak penting di Indonesia, kegunaannya sangat beragam

mulai dari membajak sawah, alat transportasi, sebagai sumber daging dan susu, sampai dengan kulitnya digunakan sebagai bahan baku industri. Populasi ternak kerbau di Indonesia sekitar 2,5 juta ekor. Namun populasi ternak kerbau di Indonesia mengalami penurunan. Data selama tahun 1985-2001 menunjukkan bahwa populasinya menurun drastis dari 3,3 juta ekor pada tahun 1985 dan menjadi hanya 2,4 juta ekor di tahun 2001 atau mengalami penurunan populasi sebesar 26%. Ternak kerbau dipelihara sampai berumur 15-20 tahun, setelah induk kerbau tua dan tidak produktif lagi biasanya dipotong untuk tujuan konsumsi, tidak jarang setelah beranak lebih dari 10 kali. Namun kerbau jantan banyak dijual pada umur yang masih relatif muda untuk konsumsi. Rata-rata pemilikan sebanyak 2-3 ekor induk kerbau per KK, walaupun ada juga petani yang memiliki lebih dari 10 induk. Pada umumnya petani memelihara ternak miliknya sendiri, disamping ada yang memelihara kerbau orang lain dengan sistem bagi hasil, apabila sudah beranak anaknya dibagi dua antara pemilik dan pemelihara. Kalau induk kerbau diperah maka hasil susunya buat pemelihara. Kerbau betina umumnya beranak pertama kali pada umur 4 tahun dengan lama kebuntingan 10,5 bulan. Bila pakannya cukup memadai maka 3-4 bulan setelah melahirkan induk kerbau biasanya sudah dapat dikawinkan lagi. TUJUAN Tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu :
- Untuk mengetahui siklus reproduksi pada kerbau. - Untuk menjelaskan penyakit reproduksi yang sering terjadi pada kerbau.

RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini yaitu : - Bagaimana siklus reproduksi kerbau?

diagnosis. pengobatan dan perawatan penyakit reproduksi pada kerbau? .Bagaimana gejala.Penyakit reproduksi apa saja yang sering terjadi pada kerbau? ..

SIKLUS BIRAHI Siklus birahi normal pada kerbau betina berlangsung selama ±3 minggu (2177 hari. terjadi pada umur yang lebih tua. Corpus luteum berwarna kelabu merah jambu.83 %. dan selanjutnya korpus luteum terus berkembang pada hari-hari beikutnya dan mencapai perkembangan maksimal pada hari ke-21.3 – 6. Keadaan birahi tersebut berlangsung antara 12 sampai 96 jam. rata-rata 41. dan berurat merah. rata-rata dewasa kelamin terjadi pada umur 3-5 tahun. Kerbau betina merupakan ternak yang produktif.1 g tergantung pada aktivitas ovarium. Birahi berlangsung lebih lama pada kerbau dari pada sapi yaitu 24-36 jam. Masa pubertas pada kerbau lebih lama dibandingkan dengan sapi.00 pagi. Sedangkan siklus birahi pada kerbau lumpur di indonesia berkisar antara 17 dan 29 hari.BAB II ISI PUBERTAS Masa remaja dinyatakan dengan timbulnya birahi pertama dan kawin pertama kali serta menjadi bunting. Kecuali ovariumnya. Tanda-tanda birahi yang terlihat adalah ketika dinaiki kawannya menjadi diam dan keluar lendir transparan dari vulva. Pada penelitian lain lama birahi tercatat selama 17.8 cm dan berat 3.00 sore sampai 06. kerbau betina mempunyai organ kelamin menyerupai organ kelamin betina pada sapi.84 jam. karena ovarium pada kerbau lebih kecil berkisar 2.65 jam. 53 hari.17% mempunyai ovarium yang aktif dibandingkan ovarium kiri dengan prosentase 37. 23 hari. 21-79 hari. OVIGENESIS Fisiologi reproduksi kerbau betina dari sisi anatomi. atau 22-40 hari). Pembentukan korpus luteum baru dari sisa-sisa folikel yag mengalami ovulasi terjadi pada hari ke-12 atau hari ke-15.4 – 2. Di mesir 84% dari kasus yang diamati birahi terjadi antara pukul 06. . karena dapat menghasilkan 20 ekor selama 25 tahun. Menurut penelitian ditemukan bahwa 112 kerbau betina yang diperiksa 62. rata-rata 21. Penelitian tersebut juga telah dilakukan pada kerbau lumpur di Indonesia.

contohnya India kerbau jantan mengalami pubertas pada umur 26. Sifat-sifat semen kerbau yang sehat berwarna kabur.33 x 109.2 menit.41 mikron dan 43. Skrotum memiliki ukuran 10 cm.pada anak kerbau jantan yang berusia 6 bulan ukuran skrotum sebesar 8.99 ml dan 5.48 mikron.4 x 4.7 bulan.48 x 109 atau 2.7 x 3. Pengendalian perkawinan.4 cm. Kepala bagian tengah dan ekor sperma kerbau rata-rata berukuran 7. Semen kerbau memiliki bentuk persegi dan relatif lebih kecil dari pada sperma sapi. TINGKAH LAKU PERKAWINAN Pada waktu kawin. testes sudah turun ke dalam scrotum. Pada waktu lahir. Ada juga yang menggantung hanya 2 ½ cm dengan panjang 83.7 tahun. an asam sitrat lebih rendah. 12. Rata-rata terjadi pada umur 3. terutama pada kerbau muda. Tubulus seminiferus dan sel-sel interstitial pada testes cukup cukup berkembang pada bulan ketiga sesudah perkembangan embrional. dan memiliki konsistensi yang tebal atau tipis. sedangkan mengandung kalium. Yang berkisar antara 2.10 tahun. Rendahnya reproduksi disebabkan oleh kurangnya aktivitas berahi. Sifat-sifat biokimiawi pada sperma kerbau mengandung natrium dan cakcium. Reaction time atau waktu antara pendekatan jantan ke hewan betina sampai ejakulasi berkisar 1 menit 30 detik sampai 4 menit atau ratarata 2.7 cm dan pada umur 72 bulan mencapai ukuran 16. Perkambangan scrotum paling pesat terjadi pada umur 9 bulan.32 ml. betina yang sedang berahi biasanya dikelilingi 5−6 ekor pejantan yang berusaha untuk mengawininya.7 x 5.5 tahun. putih susu. pengaruh hormonal. Oleh . baik dengan inseminasi buatan (IB) maupun secara alami sangat ditentukan oleh aktivitas berahi.61 mikron. dan frekuensi ejakulasi. chlorida dan bikarbonat. dan diameter mencapai 19. Faktor lingkungan yang mempengaruhi kualitas semen adalah faktor perbedaan musim. Penisnya tipe fibroelastik menggantung 15-30 cm dalam kantong kulit yang dapat berayun dan membentang dari umbilicus ke belakang. magnesium.4 pada usia 3. atau putih kekuning-kuningan. tergantung pada konsentrasi spermatozoa.51 cm dan tidak ada kumpulan rambut disekitar mulut prepotium. Dewasa kelamin pada kerbau jantan terjadi pada umur yang lebih tua dari pada dewasa kelamin pada sapi. Produksi sperma per hari ±2. kerbau jantan dapat bereproduksi selama 5 ½ . Volume ejakulat pada kerbau lebih kecil dibandingkan dengan volume ejakulat pada sapi. Waktu perkawinannya tidak menentu. Sedangkan jumlah nitrogen lebih rendah di dalam semen kerbau.SPERMATOGENESIS Anatomi kelamin jantan pada kerbau sama dengan sapi. Jumlah fosfor dan fosfor yang larut dalam asam pada semen kerbau dua kali lipat lebih banyak dari pada sapi. Pada negara lain.

jika waktu berahi dapat diketahui dengan tepat maka perkawinan dapat dilakukan dengan tepat.karena itu. sehingga fertilisasi optimal dan angka kelahiran tinggi FERTILISASI FISIOLOGI KEBUNTINGAN DAN KELAHIRAN LAKTASI .

BAB III PENUTUP KESIMPULAN SARAN .

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful