Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL PEMBUATAN ALAT SISTEM SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 1 FASA KAPASITAS 3 KVA DENGAN MENGGUNAKAN IC TCA 785

TUGAS AKHIR

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya Oleh

DINUL HIDAYATUL HAQ 0901032028

Program Studi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro

POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2012

PEMBUATAN ALAT SISTEM SOFTSTARTING MOTOR INDUKSI SATU FASA BERKAPASITAS 3 KVA MENGGUNAKAN KONTROL TEGANGAN AC DAN PENYULUT IC TCA 785.

1.1 Latar Belakang Motor dalam dunia industri merupakan alat yang sangat diperlukan untuk menggerakkan berbagai peralatan baik yang sifatnya ringan maupun berat, dengan kecepatan tinggi atau rendah sesuai dengan dikehendaki. Kehandalan, kemudahan, serta kecilnya biaya yang digunakan motor induksi satu fasa merupakan alasan bagi dunia industri kecil untuk menggunakannya. Keterbatasan biaya dan keterbatasan energi listrik yang dimiliki oleh industri kecil untuk menggunakan motor induksi 1 fasa yang berdaya besar, memang menjadi permasalahan tersendiri bagi industri tersebut. Hal ini disebabkan karena pada saat menstarting motor induksi memerlukan 6-7 kali arus nominalnya, sehingga dengan

keterbatasan daya yang dimiliki industri tersebut, maka pembatas arus yang dimiliki oleh industri akan trip. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pengasutan dengan pengurangan tegangan pada motor induksi yang bertujuan untuk mengurangi arus pengasutan awal. Metode Pengasutan yang digunakan yaitu, metode soft starting, diharapkan tegangan dan arus dari sumber tenaga dapat mengalir masuk ke dalam motor AC secara bertahap, sehingga tidak

memerlukan arus pengasutan yang besar. Pengaturan metode soft starting dilakukan dengan menggunakan komponen elektronika daya yaitu, Thyristor yang dihubungakan secara anti paralel. Tegangan masukan motor induksi diatur dengan rangkaian penyulut(Trigger) Thyristor dengan menggunakan IC TCA 785. Besar

kecil tegangan yang dihasilkan dari keluaran Thyristor tergantung dari

arus

penyulutan yang diatur oleh IC TCA 785 .Dengan begitu besarnya arus starting yang ditimbulkan dapat diminimalisir dengan cara memberikan tegangan secara bertahap sehingga mencapai tegangan nominal pada motor induksi tersebut. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut diatas, maka

timbul pemikiran penulis untuk membuat suatu alat yang dapat bekerja untuk meminimalisir arus starting dengan mengatur tegangan inputnya secara bertahap pada motor induksi satu fasa , dengan judul Pembuatan Alat Sistem softstarting motor induksi satu fasa berkapasitas 3 KVA menggunakan Kontrol Tegangan AC dan penyulut IC TCA 785.

1.2.

Tujuan Tujuan yang hendak dicapai dalam tugas akhir ini adalah : 1. Membuat peralatan untuk mengatur tegangan motor induksi 1 phasa secara bertahap saat dihidupkan (soft starting) dengan menggunakan TCA 785 dan Thyristor yang di hubung anti parallel sehingga arus start yang mengalir pada motor lebih kecil .

1.3.

Pembatasan Masalah Untuk menghindari penyimpangan dalam pembahasan tugas akhir ini dan

sesuai dengan kemampuan penulis, maka pembahasan ini dibatasi pada masalah sebagai berikut: 1. Sistem pengaturan yang digunakan adalah sistem open loop.

2. Sistem yang digunakan adalah terkontrol penuh anti-paralel menggunakan rangkaian daya yang terdiri atas 2 unit thyristor. 3. Menggunakan motor induksi 1 fasa berkapasitas 3 kW. 4. Rangkaian pemicuan menggunakan TCA 785.

5. Tidak membahas harmonisa arus maupun harmonisa tegangan yang ditimbulkan dari alat ini. 6. Torsi Motor tidak konstan pada setiap perubanahan variabel putaran.

1.4.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka perumusan masalah pada tugas akhir ini adalah : 1. Bagaimana sistem kerja softstarting Motor Induksi satu fasa dengan menggunakan thyristor yang dirangkaian secara anti paralel? 2. Bagaimana membuat alat Sistem softstarting Motor Induksi satu fasa menggunakan rangkaian pemicuan pada Thyristor berupa IC TCA 785? 3. Alat berkapasitas 3 KW.

1.5.

Metode Pengumpulan Data Metode yang penulis gunakan untuk menyelesaikan Tugas Akhir tersusun

sebagai berikut : a) Penelitian Pustaka, melakukan studi ke pustakaan dengan membaca dan mempelajari literatur yang berhubungan dengan masalah cara kerja untuk softstaring Motor induksi 1 fasa.

b) Membuat secara bertahap alat soft starting induksi satu fasa. c) Melakukan percobaan di laboratorium, yaitu melakukan beberapa pengujian terhadap rangkaian yang dibuat dalam perancangan alat proteksi tegangan pada motor induksi. d) Membuat laporan tugas akhir.

1.6. Deskripsi Kerja Alat Rangkaian pemicu pada thyristor dilengkapi dengan potensiometer yang berfungsi untuk mengatur besarnya sinyal alat softstarting motor ini sehingga variabel putaran motor dapat diatur sesuai dengan besaran sinyal pada alat tersebut. Pemicu akan memberikan besaran sinyal pada gate thyristor sesuai dengan putaran yang diberikan pada poensiometer sehingga dengan begitu sinyal akan didapatkan oleh gate Thyristor tersebut maka tegangan secara bertahap akan diterima oleh motor sehingga dengan demikian motor akan start tanpa mengalami arus start yang besar.

1.7.

Sistematika Penulisan Untuk mempermudah penulisan dalam menyusun laporan tugas akhir ini,

maka laporan ini akan dibagi dalam beberapa bab. Masing-masing bab akan membahas hal-hal tertentu. Adapun laporan tugas akhir akan ditulis sistematis dengan pengaturan sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN Bab ini berisikan tentang latar belakang, batasan masalah, tujuan tugas akhir, dan sistematika penulisan. BAB II. LANDASAN TEORI Pada bab ini akan diuraikan teori dasar yang akan diperlukan secara prinsip untuk mempermudah pemahaman sistem kerja diskripsi rangkaian sistem soft starting motor induksi satu fasa. BAB III. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Pada bab ini berisi dari prosedur perancangan yang berisi tentang perancangan rangkaian trigger (pemicu) dan rangkaian daya motor BAB IV. PENGUJIAN DAN ANALISA Pada bab ini akan dijelaskan tentang prosedur cara kerja dari rangkaian alat softstarting dan beberapa analisis terhadap data-data hasil pengujian. BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran untuk menyederhanakan alat yang dibuat.

2. DASAR TEORI 2.1 Thyristor Thyristor adalah komponen yang prinsip kerjanya mirip dengan dioda namun dilengkapi dengan gate untuk mengatur besarnya fasa yang dilalukan. Simbol thyristor dan struktur dasar thyristor terdapat pada Gambar 2.6.

(a)

(b)

Gambar 2.6 (a) Simbol thyristor. (b) Struktur dasar thyristor. setelah thyristor tersulut maka thyristor selalu akan dalam kondisi on atau menghantar, dan setelah menerima komutasi (commutation) thyristor akan off atau dalam keadaan tidak menghantar

2.3 IC TCA 785 IC TCA 785 merupakan produk dari Siemens Semiconductor Group yang dibuat untuk menghasilkan pulsa pemicuan (trigger pulse) untuk mengontrol fasa pada thyristor, triac, dan transistor, antara 00 hingga 1800 pada sumber tenaga ac, sedangkan bila sumber tegangannya dc maka diperlukan komutasi (commutation) khusus yang akan dibahas pada bahasan thyristor.

Gambar 2.3. Bentuk fisik IC TCA 785 IC ini dapat diaplikasikan pada kontrol tegangan ac terkontrol (converter) satu fasa dan tiga fasa, penyearah terkontrol (controlled rectifier) satu fasa maupun tiga fasa, dan kontrol tegangan dc terkontrol (dc chopper). IC ini memiliki kaki (pin) sejumlah 16, Gambar 2.12 adalah bentuk fisik dan konfigurasi pin IC TCA 785. Diskripsi dari konfigurasi IC TCA 785 adalah : PIN Simbol Fungsi 1. GND Netral (Ground) 2. Q2 Keluaran 2 terbalik (Output 2 inverted) 3. QU Keluaran U 4. Q2 Keluaran 1 terbalik (Output 1 inverted) 5. VSYNC Sinkronasi tegangan (Synchronous voltage) 6. I Penghalang (Inhibit) 7. QZ keluaran Z (Output Z) 8. VREF Tegangan terstabilkan (Stabilized voltage) 9. R9 Ramp resistor (Ramp resistance) 10. C10 Ramp kapasitor (Ramp capacitance) 11. V11 Kontrol tegangan 12. C12 Perpanjangan pulsa (Pulse extension) 13. L Pulsa panjang (Long pulse) 14. Q1 Keluaran 1 (Output 1) 15. Q2 Keluaran 2 (Output 2) 16. VS Sumber tegangan (Supply voltage)

IC TCA 785 memerlukan sumber tegangan antara 8 Volt hingga 18 Volt, frekuensi kerja 10 Hz hingga 500 Hz, serta temperatur kerja dari -250C hingga 850C. Prinsip kerja IC TCA 785 adalah sinyal sinkronasi dari tegangan sumber dihubungkan pada kaki nomor 5 (VSYNC) melalui resistor. Dibawah ini merupakan gambar rangkaian IC TCA 785 yang digunakan untuk pembangkit sinyal pada thyristor . 2.4 Gambar Rangkaian 2.4.1Diagram Block Tegangan AC
Alat Softstarting motor induksi

Plant(Motor induksi 1 fasa)

2.4.2 Rangkaian Daya

2.4.3 Rangkaian Pemicu Thyristor