Anda di halaman 1dari 1

GAGAL JANTUNG Penderita gagal jantung yang tidak terkompensasi akan merasakan lelah dan lemah jika melakukan

aktivitas fisik karena otot-ototnya tidak mendapatkan jumlah darah yang cukup. Pembengkakan juga menyebabkan berbagai gejala. Selain dipengaruhi oleh gaya gravitasi, lokasi dan efek pembengkakan juga dipengaruhi oleh sisi jantung yang mengalami gangguan. Gagal jantung kanan cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung. Hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, hati dan perut. Gagal jantung kiri menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner), yang menyebabkan sesak nafas yang hebat. Pada awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat melakukan aktivitas; tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak nafas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas. Kadang sesak nafas terjadi pada malam hari ketika penderita sedang berbaring, karena cairan bergerak ke dalam paru-paru. Penderita sering terbangun dan bangkit untuk menarik nafas atau mengeluarkan bunyi mengi. Duduk menyebabkan cairan mengalir dari paru-paru sehingga penderita lebih mudah bernafas. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya penderita gagal jantung tidur dengan posisi setengah duduk. Pengumpulan cairan dalam paru-paru yang berat (edema pulmoner akut) merupakan suatu keadaan darurat yang memerlukan pertolongan segera dan bisa berakibat fatal

Sindroma Metabolik Sindroma metabolik merupakan kumpulan kondisi ukuran tubuh yang tidak sehat dan ketidaknormalan hasil laboratorium yang menyebabkan individu memiliki risiko yang tinggi terhadap penyakit kardiovaskular. Ciri-ciri dari penderita sindroma metabolik adalah: - Lingkar pinggang >40 inci (laki-laki) atau 35 inci (perempuan). - Hipertensi. - Hiperglikemi (gula darah puasa lebih dari 110 mg/dl). - Peningkatan kadar trigliserida. - Kadar HDL (high-density lipoprotein) rendah. Bila seseorang memiliki minimal 3 dari hal di atas berarti ia telah mengalami sindroma metabolik. (Torpy et.al., 2006). Hasil pemeriksaan laboratorium pada laki-laki, 17 tahun, normal: - Glukosa puasa : 70-115 mg/dl - Trigliserida : 10-140 mg/dl - HDL : >40 mg/dl menurunkan risiko aterosklerosis - Asam urat : 2,5-9,0 mg/dl (Price and Wilson, 2005)