P. 1
Laporan Prkatikum Kastrasi Ternak Babi

Laporan Prkatikum Kastrasi Ternak Babi

|Views: 922|Likes:
Dipublikasikan oleh Andrew Loindong
Laporan Praktikum mata kuliah ternak Babi,
Laporan Praktikum mata kuliah ternak Babi,

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Andrew Loindong on May 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

KASTRASI TERNAK BABI

LAPORAN PRAKTIKUM Mata Kuliah Manajemen Ternak Babi Semester VI

Oleh Andrew Loindong 080413029

JURUSAN PRODUKSI FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2011

1. Dosen Pembimbing

:

Ir. Richard Montong. M.Si

2. Pelaksanaan

Hari/Tanggal Lokasi Waktu

: : :

21 Mei 2011 Kelurahan Kayawu, Kota Tomohon 16.00-17.00

3. Dasar Teori Organ reproduksi ternak jantan tersiri dari testes, scrotum, corda spermaticus, kelenjar tambahan (glandula accessories), penis, preputium, dan system saluran reproduksi jantan. System saluran ini terdiri dari vasa, efferentia yang berlokasi di dalam testis, epididymis, vas deferens, dan urethra external yang bersambung ke penis. Pada masa ambrio, testis berasal dari corda genitalia primer, sedangkan system saluran reproduksi berasal dari ductus wolffii. (Sumber : Nuryadi.2000) Kastrasi adalah penghilangan testis. Kastrasi tidak dapat meningkatkan pertumbuhan. Jantan kastrasi akan mempunyai pertumbuhan lebih rendah daripada jantan tanpa kastrasi dan lebih tinggi daripada betina. Tidak adanya testis akan mempengaruhi produksi hormon testosteron yang berpengaruh terhadap pertumbuhan. Adanya ‘kesan’ pertumbuhan jantan kastrasi lebih cepat daripada jantan tanpa kastrasi ‘mungkin’ disebabkan karena jantan kastrasi lebih tenang sehingga efisiensi pakannya lebih bagus.. Kastrasi dapat dilakukan dengan metode operasi maupun tanpa operasi. Operasi dilakukan dengan membuka scrotum kemudian mengambil/membuang testis yang ada di dalamnya. Tanpa operasi, kastrasi dapat dilakukan dengan pemberian karet pada pangkal scrotum sehingga peredaran darah tidak lancar dan scrotum beserta testis akan mengalami degenerasi. Kastrasi dapat juga dilakukan dengan tang penjepit sehingga aliran darah ke testis terputus. (Sumber : BelajarAgro.co.cc)

Tujuan kastrasi Ada banyak tujuan dari perlakuan kastrasi terhadap ternak peliharaan, tetapi secara umum tujuan kastrasi adalah sebagai berikut: 1. Mempersiapkan ternak potong dengan mutu daging yang lebih bagus 2. Meredam atau mengurangi tingkat agresifitas ternak jantan 3. Mencegah terjadinya perkawinan ternak yang tidak diinginkan atau ternak yang tidak lolos seleksi sesuai standar produksi yang ditargetkan 4. Menerapkan strategi tatalaksana pemeliharaan ternak yang mendukung usaha Manfaat kastrasi Manfaat dari pelaksanaan kastrasi terhadap ternak antara lain:
 

Mengurangi biaya produksi atau pemborosan biaya yang tidak diinginkan Mendapatkan ternak yang bertempramen lebih jinak sehingga memudahkan dalam menghandel ternak tersebut

Ternak yang jinak lebih cenderung sedikit aktivitas geraknya sehingga energinya bisa dihemat untuk pembentukan daging. Kastrasi terbuka atau melalui pembedahan Ternak yang akan dikastrasi adalah ternak yang tidak akan dijadikan bibit, oleh karena itu

waktu terbaik melakukan kastrasi yaitu setelah program seleksi selesai dilaksanakan sehingga ternak yang tidak mencapai standar seleksi dikastrasi untuk menghasilkan daging. Umumnya umur ternak yang akan dikastrasi haruslah yang berumur muda karena mengkastrasi ternak tua membawa resiko yang lebih berat dan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ternak selanjutnya yang dipersiapkan sebagai ternak potong. Pada ternak babi umur kastrasi berkisar antara 4 – 5 minggu (ternak masih menyusu) dan pada ternak sapi sebaiknya di bawah umur 3 bulan, karena pada ternak sapi yang berumur 3 bulan kastrasi harus melalui proses anastesi.

4. Metode Pelaksanaan a) Bersihkan daerah yang akan dioperasi dengan desinfektan. Kemudian bagian yang akan dibedah dioles dengan yodium tincture. b) Oprasi bisa dilakukan dengan peralatan untuk memotong dan harus tajam (pisau, silet atau alat pemotong lainnya) dan harus dalam keadaan steril untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan misalnya terjadinya infeksi terhadap luka yang dihasilkan.

c) Buatlah sayatan pada kulit scrotum dan kantong testes untuk memudahkan proses pengeluaran testes dari kantongnya. d) Tekan dengan hati-hati dan keluarkan testes dari kantongnya. Kelenjar yang

menggantung testes harus diikat terlebih dahulu untuk mencegah pendarahan yang berlebihan.

e) Kelenjar penggantung testes dipotong tepat di bawah bagian yang diikat.

f) Melalui bukaan pada kulit scrotum yang sudah ada, buatlah sayatan pada kantong testes untuk mengeluarkan testes ke dua. g) Testes kedua dikeluarkan melalui sayatan pada kulit scrotum, dan proses pengambilannya sama dengan apa yang sudah dilakukan ada testes pertama.

h) Pengambilan testes kedua selesai dilakukan, kulit scrotum kembali dijahit, diobati dengan ampivet powder untuk mepercepat pengeringan luka, penyembuhan dan pencegahan infeksi. (Sumber : Freddy Pattiselanno, 2011)

5. Alat Dan Bahan a) Ternak Babi Jantan b) Tempat/wadah ternak untuk kastrasi c) Alat Pemotong (silet) d) Suntik e) Benang Katun f) Kapas g) Baju Laboratorium h) Alkohol i) Yodium j) Verdex (obat perangsang penambah darah)

6. Hasil Praktikum Dari hasil praktikum yang dilakukan ternyata dalam melakukan kastrasi di lokasi peternakan sangat sulit menjaga kebersihannya, karena kedaan ternak yang sering kotor dan pergerakan ternak yang sulit untuk di kontrol. Sehingga sangat memudahkan mikroorganisme masuk dalam sayatan yang telah di buat pada kulit skrotum ternak babi. Dalam melakukan kastrasi harus juga memperhatikan ketersediaan alat dengan baik, karena pemotongan testis pada ternak babi harus dilakukan dengan cepat dan tepat, hal ini harus dilakukan karena semakin lama proses kastrasi dilakukan maka akan semakin lama terjadi pendarahan dan apabila salah dalam melakukan pemotongan akan membahayakan ternak babi bahkan apabila terlalu besar sayatan yang dilakukan akan membahayakan juga ternak tersebut akibat pendarahan karena luka yang terlalu besar. Ketika selesai melakukan pemotongan maka harus dilakukan pengeluaran testis dengan cara menekan testis yang berada di sekitar sayatan agar dapat dikeluarkan lewat sayatan yang telah dibuat. ketika telah dikeluarkan dan di ikat maka testis tersebut harus segera di potong di atas ikatan dalam hal ini menggunakan benang katun. Ketika selesai mengeluarkan testis ternak babi maka pemberian yodium pada daerah sayatan dengan cepat. Dan setelah itu di lakukan pemberian verdex 1 cc di daerah paha ternak babi dan ternak babi pun segera dilepaskan kembali. 7. Kesimpulan Dalam melakukan kastrsi pada ternak babi harus dilakukan pada ternak babi jantan umur 4-5 minggu dengan sangat hati-hati dan cepat agar tidak.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->