Anda di halaman 1dari 50

1

PERCOBAAN I DIODE DAN RANGKAIAN DIODE

1.1

Tujuan Percobaan 1. Memeriksa Kondisi Dioda 2. Mempelajari karakteristik I = f (V), bias reverse dan bias forward

1.2

Tinjauan Pustaka Silikon dan germanium merupakan dua jenis semikonduktor yang sangat

penting dalam elektronika. Keduanya terletak pada kolom empat dalam tabel periodik dan mempunyai elektron valensi empat. Struktur kristal silikon dan germanium berbentuk tetrahedral dengan setiap atom memakai bersama sebuah elektron valensi dengan atom-atom tetangganya. Gambar 1.2.1 memperlihatkan bentuk ikatan kovalen dalam dua dimensi. Pada temperature mendekati harga nol mutlak, elektron pada kulit terluar terikat dengan erat sehingga tidak terdapat elektron bebas atau silikon bersifat sebagai insulator.

Gambar 1.2.1 Ikatan kovalen silikon dalam dua dimensi

Energi yang diperlukan mtuk memutus sebuah ikatan kovalen adalah sebesar 1,1 eV untuk silikon dan 0,7 eV untuk germanium. Pada temperatur ruang (300K), sejumlah elektron mempunyai energi yang cukup besar untuk melepaskan diri dari ikatan dan tereksitasi dari pita valensi ke pita konduksi menjadi elektron bebas. Dioda termasuk komponen elektronika yang terbuat dari

bahan semikonduktor. Beranjak dari penemuan dioda, para ahli menemukan juga komponen turunan lainnya yang unik. 1.2.1 Semikonduktor tipe-n Semikonduktor tipe-n dapat dibuat dengan menambahkan sejumlah kecil atom pengotor pentavalen (antimony, phosphorus atau arsenic) pada silikon murni. Atom-atom pengotor (dopan) ini mempunyai lima elektron valensi sehingga secara efektif memiliki muatan sebesar +5q. Saat sebuah atom pentavalen menempati posisi atom silicon dalam kisi kristal, hanya empat elektron valensi yang dapat membentuk ikatan kovalen lengkap, dan tersisa sebuah elektron yang tidak berpasangan. Dengan adanya energi thermal yang kecil saja, sisa elektron ini akan menjadi electron bebas dan siap menjadi pembawa muatan dalam proses hantaran listrik. Material yang dihasilkan dari proses pengotoran ini disebut semikonduktor tipe-n karena menghasilkan pembawa muatan negatif dari kristal yang netral. Karena atom pengotor memberikan elektron, maka atom pengotor ini disebut sebagai atom donor. Secara skematik semikonduktor tipe-n digambarkan seperti terlihat pada gambar 1.2.2.

(a)

(b)

Gambar 1.2.2 (a) Struktur kristal silikon dengan sebuah atom pengotor valensi lima menggantikan posisi salah satu atom silikon dan (b) Struktur pita energy semikonduktor tipe-n.

1.2.2 Semikonduktor tipe-p Dengan cara yang sama seperti pada semikonduktor tipe-n,

semikonduktor tipe-p dapat dibuat dengan menambahkan sejumlah kecif atom pengotor trivalen (aluminium, boron, galium atau indium) pada semikonduktor murni, misalnya silikon murni. Atom-atom pengotor (dopan) ini mempunyai tiga elektron valensi sehingga secara efektif hanya dapat membentuk tiga ikatan kovalen. Saat sebuah atom trivalen menempati posisi atom silikon dalam kisi kristal, terbentuk tiga ikatan kovalen lengkap, dan tersisa sebuah muatan positif dari atom silikon yang tidak berpasangan yang disebut lubang (hole). Material yang dihasilkan dari proses pengotoran ini disebut semikonduktor tipe-p karena menghasilkan pembawa muatan negatif pada kristal yang netral. Karena atom pengotor menerima elektron, maka atom pengotor ini disebut sebagai atom aseptor (acceptor). Secara skematik semikonduktor tipe-p digambarkan seperti terlihat pada gambar 1.2.3 .

(a)

(b)

Gambar 1.2.3 (a) Struktur kristal silikon dengan sebuah atom pengotor valensi tiga menggantikan posisi salah satu atom silikon dan b) Struktur pita energi semikonduktor tipe-p.

1.2.3 Dioda Dioda memiliki fungsi yang unik yaitu hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Struktur dioda tidak lain adalah sambungan semikonduktor P dan N. Satu sisi adalah semikonduktor dengan tipe P dan satu sisinya yang lain adalah

tipe N. Dengan struktur demikian arus hanya akan dapat mengalir dari sisi P menuju sisi N.

Gambar 1.2.4 Simbol dan struktur dioda

Gambar ilustrasi di atas menunjukkan sambungan PN dengan sedikit porsi kecil yang disebut lapisan deplesi (depletion layer), dimana terdapat keseimbangan hole dan elektron. Seperti yang sudah diketahui, pada sisi P banyak terbentuk hole-hole yang siap menerima elektron sedangkan di sisi N banyak terdapat elektron-elektron yang siap untuk bebas merdeka. Lalu jika diberi bias positif, dengan arti kata memberi tegangan potensial sisi P lebih besar dari sisi N, maka elektron dari sisi N dengan serta merta akan tergerak untuk mengisi hole di sisi P. Tentu kalau elektron mengisi hole disisi P, maka akan terbentuk hole pada sisi N karena ditinggal elektron. Ini disebut aliran hole dari P menuju N, Kalau mengunakan terminologi arus listrik, maka dikatakan terjadi aliran listrik dari sisi P ke sisi N.

Gambar 1.2.5 dioda dengan bias maju

Sebaliknya apakah yang terjadi jika polaritas tegangan dibalik yaitu dengan memberikan bias negatif (reverse bias). Dalam hal ini, sisi N mendapat polaritas tegangan lebih besar dari sisi P.

Gambar 1.2.6 dioda dengan bias negatif

Tentu jawabannya adalah tidak akan terjadi perpindahan elektron atau aliran hole dari P ke N maupun sebaliknya. Karena baik hole dan elektron masing-masing tertarik ke arah kutup berlawanan. Bahkan lapisan deplesi (depletion layer) semakin besar dan menghalangi terjadinya arus. Demikianlah sekelumit bagaimana dioda hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Dengan tegangan bias maju yang kecil saja dioda sudah menjadi konduktor. Tidak serta merta diatas 0 volt, tetapi memang tegangan beberapa volt diatas nol baru bisa terjadi konduksi. Ini disebabkan karena adanya dinding deplesi (deplesion layer). Untuk dioda yang terbuat dari bahan Silikon tegangan konduksi

adalah diatas 0.7 volt. Kira-kira 0.2 volt batas minimum untuk dioda yang terbuat dari bahan Germanium.

Gambar 1.2.7 grafik arus dioda

Sebaliknya untuk bias negatif dioda tidak dapat mengalirkan arus, namun memang ada batasnya. Sampai beberapa puluh bahkan ratusan volt baru terjadi breakdown, dimana dioda tidak lagi dapat menahan aliran elektron yang terbentuk di lapisan deplesi. 1.2.4 Karakteristik Umum Diode Karakteristik dioda pada garis besarnya dapat dibedakan atas

karakteristik forward dan karakteristik reverse. Untuk membuat karakteristik dioda yang menunjukkan besarnya arcs pada bermacam-macam harga tegangan yang diberikan digunakan rangkaian seperti pada gambar.

Gambar 1.2.8 skema untuk membuat karakteristik diode

Percobaan dengan rangkaian ini terdiri dari dua bagian, bagian pertama untuk mendapatkan karakteristik forward dan bagian kedua reverse. Bagian pertama memerlukan tahanan R = 50 ohm yang terpasang seri seperti pada gambar, gunanya.untuk membatasi arus forward; bila tidak dioda akan rusak jika tegangan 1,5 volt langsung dihubungkan padanya. Tegangan maksimum yang boleh diberikan adalah 1,5 volt dan voltmeter harus mampu membaca dari 0 sampai 1,5 volt dengan selang 0,1 volt. Miliamperemeter (mA) harus mempunyai skala maksimum 50 mA. Tegangan dinaikkan secara bertahap mulai dari nol sampai J ,S volt dengan selang kenaikkan 0,1 volt, arus I yang ditunjukkkan oleh mA dicatat, Bila data-data tcrsebut dinyatakan dalam grafik akan diperoleh karakteristik forward seperti pada gambar di bawah.

Gambar 1.2.9 Karakteristik

Untuk membuat karakteristik reverse pertama-tama polaritas baterai harus dibalik. Untuk percobaan yang kedua ini diperlukan sumber tegangan yang lebih besar ialah sekitar 10 volt. Batas ukur voltmeter diperbesar ialah sekitar 10 volt. Besarnya arus reverse sangat kecil hanya beberapa persepuluhan microampere akibat tahanan reverse yang mencapai beberapa megaohm. Oleh karena itu meter mA harus sanggup membaca dari 0 sampai 0.1 rnicroampere dengan selang 0,01 microampere. Bila karakteristik forward ini diperhatikan tampak hahwa mula-mula lengkungnya berbentuk parabola yaitu pada tegangan VD yang kecil, begitu VD mulai membesar arus forward ID akan naik dengan cepat praktis secara linier. Pada daerah linier ini perubahan tegangan yang kecil saja akan mengakibatkan perubahan arus yang besar. Bentuk karakteristik reverse berbeda dengan karakteristik forwardnya, mula, mula arus naik secara parabola kernudian setelah niencapai harga tertentu, arus reverse ini akan tetap konstan walaupun tegangan reverse VD dinaikkan, hal ini disebabkan oleh terbatasnya minority carriers sehingga arus tak dapat naik lagi. Tetapi bila tegangan reverse dinaikkan terus, suatu saat arus reverse akan naik dengan tiba-tiba menjadi besar sekali. Peristiwa semacam ini disebut breakdown dan tegangan pada saat mana teriadi breakdown disebut

tegangan breakdown. Pada umumnya tegangan reverse maksimum yang diijinkan (VDM) selalu lebih kecil dari tegangan breakdownnya, kecuali pada zener diode. Karakteristik diode umumnya dinyatakan dengan grafik hubungan antara tegangan pada diode versus arus yang melewatinya sehingga disebut karakteristik tegangan-arus(V-I) Secara teoritis, hubungan antara tegangan dan arus diode dinyatakan oleh persamaan:

(
Keterangan:

ID = arus diode, positif jika didalam diode arahnya dari anode ke katode IS = arus mundur jenuh(10-8s.d. 10-14A) VT = tegangan kesetaraan suhu :

Pada T=300oK, VT=26mV dan pada T=273oK, VT=25mV = koefisien emisi, antara1 sampai dengan 2 dan untuk silikon pada arus normal mendekati 2e= bilangan natural=2,72) 1.2.5 Diode Kristal Diode kristal ini terdiri dari 2 jenis yaitu diode silikon (Si) dan diode germanium (Ge). Berikut penjelasan dari masing-masing jenis diode tersebut. 1.2.5.1 Diode Silikon (Si) Disamping oksigen, silikon adalah elemen yang banyak dalam dunia.Satu dari masalah tersebut terselesaikan, keuntungan silikon segera membuatnya menjadi pilihan semikonduktor.Tanpa itu elektronika modern, komunikasi dan komputer tidak dapat bekerja.

10

Sebuah atom silikon terisolasi mempunyai 14 proton dan 14 elektron.Orbit yang pertama mengandung 2 elektron dan orbit yang kedua mempunyai 8 elektron.4 elektron yang tersisa terdapat dalam orbit valensi. Pada saat diode silikon ini dibias maju, agar arus dapat mengalir maka tegangan harus sebesar 0,7 Volt. Apabila tidak mencapai tegangan minimal tersebut, arus yang datang dari anoda tidak akan mengalir ke katoda. Apabila tegangan tersebut sudah mencapai tegangan minimal, maka arus akan naik dengan cepat seperti yang terlihat pada gambar 1.4 yaitu kurva karakteristik diode silikon ini. Dimana pada kurva terlihat, saat tegangan mencapai 0,7 Volt, maka arus akan naik dengan cepat.

I (arus)

V(tegangan) 0,7 V
Gambar 1.2.10 Grafik karakteristik Dioda Silikon

1.2.5.2 Diode Germanium (Ge) Konduktor terbaik (perak, tembaga dan emas) mempunyai satu elektron valensi dimana insulator terbaik mempunyai delapan elektron valensi.Sebuah semikonduktor adalah sebuah elemen dengan kemampuan listrik diantara sebuah konduktor dan insulator.Seperti yang mungkin anda pikirkan,

semikonduktor yang terbaik mempunyai empat elektron valensi. Germanium adalah contoh dari sebuah semikonduktor.Ia mempunyai empat elektron dalam orbit valensi. Beberapa tahun yang lalu germanium adalah satu-satunya bahan yang cocok untuk membuat peralatan semikonduktor.Tetapi peralatan germanium mempunyai sebuah kekurangan yang fatal yaitu arus balik

11

yang sangat besar dimana insinyur tidak dapat mengatasinya. Akhirnya semikonduktor lain dinamakan silikon menjadi sesuatu yang dipakai dan membuat germanium menjadi usang dalam sebagian besar pemakian elektronik. Untuk jenis diode germanium (Ge), arus akan dilewatkan apabila tegangan harus mencapai tegangan 0,3 Volt. Jadi, pada prinsipnya sama seperti diode silikon, apabila tegangan belum mencapai 0,3 Volt maka arus tidak akan dilewatkan. Jika tegangannya sudah mencapai tegangan minimal sebesar 0,3 Volt, maka arus sudah dapat dilewatkan.

1.2.6 Zener Phenomena tegangan breakdown dioda ini mengilhami pembuatan komponen elektronika lainnya yang dinamakan zener. Sebenarnya tidak ada perbedaan sruktur dasar dari zener, melainkan mirip dengan dioda. Tetapi dengan memberi jumlah doping yang lebih banyak pada sambungan P dan N, ternyata tegangan breakdown dioda bisa makin cepat tercapai. Jika pada dioda biasanya baru terjadi breakdown pada tegangan ratusan volt, pada zener bisa terjadi pada angka puluhan dan satuan volt. Di datasheet ada zener yang memiliki tegangan Vz sebesar 1.5 volt, 3.5 volt dan sebagainya.

Gambar 1.2.11 Simbol Zener

Ini adalah karakteristik zener yang unik. Jika dioda bekerja pada bias maju maka zener biasanya berguna pada bias negatif (reverse bias). Zener diode atau juga dikenal sebagai voltage regulation diode adalah silicon PN junction. yang. bekerja pada reverse bias yang di daerah breakdown. Simbol dari suatu zener diode ditunjukkan pada gambar a dan karakteristik reverse biasnya (gambar b) ternyata sama dengan dioda lainnya.

12

Gambar 1.2.12 (a) simbol zener dioda (b) Karakteristik

Tegangan zener VZ adalah tegangan reverse di mana terjadi breakdown. Bila tegangan reverse VD kurang dari VZ tahanan zener diode di sekitar 1 megaohm atau lebih. Bila VD naik sedikit saja di atas VZ arus reverse akan naik dengan cepat, oleh karena itu di dalam pernakaian zener diode selalu digunakan suatu tahanan seri untuk mencegah terjadinya arus yang berlebihan. Bila tegangan reverse dihubungkan pada PN-junction, lebar depletion layer akan bertambah karena elektron dan hole tertolak dari junction. Lebar depletion layer tergantung dari kadar doping, bila digunakan silicon dengan doping tinggi akan dihasilkan depletion layer yang tipis. Sehingga bila tegangan reverse dihubungkan akan menimbulkan medan listrik yang kuat di dalam dioda dan jika tegangan reverse mencapai tegangan zener VZ maka medan listrik yang dibangkitkan demikian kuatnya sehingga sejunilah besar elektron akan terlepas dan daya tarik intinya diikuti dengan kenaikan arus reverse secara mendadak. Peristiwa inilah yang disebut dengan Zener breakdown. Jadi zener diode sebenarnya adalah PN junction dengan doping tinggi menghasilkan depletion layer tipis; biasanya zener breakdown terjadi di bawah tegangan 5 volt dan masih tergantung pada temperatur. Di bawah pengaruh medan listrik yang kuat, atom-atom lebih mudah melepaskan elektronnya menjadi ion-ion bila temperatumya naik. Jadi VZ turun bila temperatur zener diode naik.

13

PN junction diode yang dibuat dengan doping rendah depletion layernya lebih, lebar. Medan listrik harus lebih kuat untuk menghasilkan zener breakdown. Tetapi sebelum zener breakdown terjadi elektron-elektron minority carriers sudah akan mcmperoleh tenaga kinetik demikian besarnya hingga pada saat menabrak atom akan menimbulkan ionisasi yang menimbulkan elektron baru. Elektronelektron baru akan ikut bergerak akibatnya tabrakan akan berlangsung secara berantai sehingga makin banyak elektron yang dihasilkan dan arus reverse naik dengan cepat. Peristiwa semacam ini disebut avalanche breakdown. Bila temperatur dioda naik laju gerakan. elektron dalam depletion layer menurun sehingga diperlukan tegangan yang lebih besar untuk memberikan kecepatan yang cukup bagi elektron-elektron. Jadi kita mengenal zener breakdown yaitu ionisasi karena kekuatan medan listrik dan avalanche breakdown yaitu ionisasi karena tubrukan. Yang pertama terjadi pada bahan dengan tahanan jenis rendah (doping tinggi) yang dipisahkan oleh depletion layer tipis yaitu untuk Vz di bawah 5 volt. Yang kedua terjadi pada bahan dengan tahanan jenis tinggi (doping rendah) yang dipisahkan oleh depletion . layer lebar untuk Vz di atas 5 volt. Meskipun demikian dalam prakteknya kedua type di atas tetap dinamakan zener diode. Membeloknya karakteristik pada saat breakdown ("knee") pada dioda silicon lebih tajam (gambar a) dibandingkan dengan dioda germanium (gambar b).

Gambar 1.2.13 (a) Knee dari dioda silikon (b) knee dari dioda germanium

14

Karena alasan inilah maka zener diode dibuat dari silikon. Data-data zener diode yang perlu diketahui adalah: 1. Tegangan zener VZ terletak antara 3,3 Volt sampai 200 Volt. Tiap zener mempunyai VZ.tertentu dengan toleransi 5 sampai 10 prosen. 2. Arus zener IZ ialah arus yang mengalir pada saat breakdown. IZ minimum adalah besarnya Iz tepat pada knee. IZ maksimum adalah arus yang tidak boleh dilampaui, karena dapat menimbulkan panas yang berkelebihan. Misalkan sebuah zener diode dengan: VZ = 5,8 volt, IZ min = 1 mA dan IZ mak = 50 mA pada temperatur 40 C. 3. Tahanan zener rz ialah suatu nilai yang menunjukkan perbandingan perubahan tegangan zener (VZ) terhadap perubahan arus zener (IZ).

Tahanan zener minimum sekitar 10 ohm bila VZ nya sckitar 6 volt. Tahanan ini akan naik bila Vz lebih atau kurang dari 6 volt. Hubungan antara VZ dan rZ ini dapat dilihat pada gambar dibawah.

Gambar 1.2.14 Hubungan antara tahanan zener (Rz) dan tegangan zener (Vz)

Oleh karena itu penggunaan zener sebagai stabilisator Vz yang terbaik adalah sekitar 6 volt. Bila tegangan yang akan distabilkan lebih dari 6 volt dapat digunakan bcberapa zener yang dihubungkan seri.

15

1.2.7 LED LED adalah singkatan dari Light Emiting Dioda, merupakan komponen dapat mengeluarkan emisi cahaya.LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkna emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.

Gambar 1.2.15 Simbol LED

Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning dan hijau.LED berwarna biru sangat langka. Pada dasarnya semua warna bisa dihasilkan, namun akan menjadi sangat mahal dan tidak efisien. Dalam memilih LED selain warna, perlu diperhatikan tegangan kerja, arus maksimum dan disipasi daya-nya. Rumah (chasing) LED dan bentuknya juga bermacam macam, ada yang persegi empat, bulat dan lonjong. LED terbuat dari berbagai material setengah penghantar campuran seperti misalnya gallium arsenida fosfida (GaAsP), gallium fosfida (GaP), dan gallium aluminium arsenida (GaAsP). Karakteristiknya yaitu kalau diberi panjaran maju, pertemuannya mengeluarkan cahaya dan warna cahaya bergantung pada jenis dan kadar material pertemuan. Ketandasan cahaya berbanding lurus dengan arus maju yang mengalirinya. Dalam kondisi menghantar, tegangan maju pada LED merah adalah 1,6 sampai 2,2 volt, LED kuning 2,4 volt, LED hijau 2,7 volt. Sedangkan tegangan terbaik maksimum yang dibolehkan pada LED merah adalah 3 volt, LED kuning 5 volt, LED hijau 5 volt. LED mengkonsumsi arus sangat kecil, awet dan kecil bentuknya (tidak makan tempat), selain itu terdapat keistimewaan

16

tersendiri dari LED itu sendiri yaitu dapat memancarkan cahaya serta tidak memancarkan sinar infra merah (terkecuali yang memang sengaja dibuat seperti itu). Cara pengoperasian LED yaitu :

Gambar 1.2.16 Cara pengoperasian LED

Selalu diperlukan perlawanan deretan R bagi LED guna membatasi kuat arus dan dalam arus bolak balik harus ditambahkan dioda penyearah.

1.2.8 Penyearah Diode Setengah Gelombang Rangkaian pada gambar 1.2.17-a, dimana sumber masukan sinusoida dihubungkan dengan beban resistor melalui sebuah diode. Untuk sementara dianggap keadaan ideal, dimana hambatan masukan sinusoida sama dengan nol dan diode dalam keadaan hubung singkat saat berpanjar (bias) maju dan keadaan hubung terbuka saat berpanjar (bias) mundur. Besarnya keluaran akan mengikuti masukan saat masukan berada di atas tanah dan berharga nol saat masukan di bawah tanah seperti diperlihatkan pada gambar 1.2.17-b. Jika kita ambil harga rata-rata bentuk gelombang keluaran ini untuk beberapa periode, tentu saja hasilnya akan positif atau dengan kata lain keluaran mempunyai komponen DC. Kita juga melihat komponen AC pada keluaran. Kita akan dapat mengurangai komponen AC pada keluaran jika kita dapat mengusahakan keluaran positif yang lebih besar, tidak hanya 50% seperti terlihat pada gambar 1.2.17-b.

17

Gambar 1.2.17 Penyearah setengah gelombang

1.2.9 Penyearah Diode Gelombang Penuh Terdapat cara yang sangat sederhana untuk meningkatkan kuantitas keluaran positip menjadi sama dengan masukan (100%). Ini dapat dilakukan dengan menambah satu diode pada rangkaian seperti terlihat pada gambar 1.2.18. Pada saat masukan berharga negatif maka salah satu dari diode akan dalam keadaan panjar maju sehingga memberikan keluaran positif. Karena keluaran berharga positif pada satu periode penuh, maka rangkaian ini disebut penyearah gelombang penuh. Pada gambar 1.2.18 terlihat bahwa anode pada masing-masing diode dihubungkan dengan ujung-ujung rangkaian sekunder dari transformer. Sedangkan katode masing- masing diode dihubungkan pada titik positif keluaran. Beban dari penyearah dihubungkan antara titik katode dan titik center-tap (CT) yang dalam hal ini digunakan sebaga referensi atau tanah.

Gambar 1.2.18 Rangkaian penyearah gelombang penuh

18

Mekanisme terjadinya konduksi pada masing-masing diode tergantung pada polaritas tegangan yang terjadi pada masukan. Keadaan positif atau negatif dari masukan didasarkan pada referensi CT. Pada gambar 1.2.19 nampak bahwa pada setengah periode pertama misalnya, v1 berharga positif dan v2 berharga negatif, ini menyebabkan D1 berkonduksi (bias maju) dan D2 tidak berkonduksi (bias mundur). Pada setengah periode ini arus D1 i mengalir dan menghasilkan keluaran yang akan nampak pada hambatan beban. Pada setengah periode berikutnya, v2 berharga positif dan v1 berharga negatif, menyebabkan D2 berkonduksi dan D1 tidak berkonduksi. Pada setengah periode ini mengalir arus D2 i dan menghasilkan keluaran yang akan nampak pada hambatan beban. Dengan demikian selama satu periode penuh hambatan beban akan dilewati arus D1 i dan D2 i secara bergantian dan menghasilkan tegangan keluaran DC.

Gambar 1.2.19 Keluaran dari penyearah gelombang penuh

1.2.10 Penyearah Gelombang Penuh Model Jembatan Penyearah gelombang penuh model jembatan memerlukan empat buah diode. Dua diode akan berkondusi saat isyarat positif dan dua diode akan berkonduksi saat isyarat negatif.,Untuk model penyearah jembatan ini kita tidak memerlukan transformator,yang memiliki center-tap.,Seperti ditunjukkan pada

19

gambar 8.4, bagian masukan AC dihubungkan pada,sambungan D1-D2 dan yang lainnya pada D3-D4. Katode D1 dan D3 dihubungkan, dengan keluaran positif dan anode D2 dan D4 dihubungkan dengan keluaran negative (tanah). Misalkan masukan AC pada titik A berharga positif dan B berharga negatif, maka diode D1 akan berpanjar maju dan D2 akan berpanjar mundur. Pada sambungan bawah D4 berpanjar maju dan D3 berpanjar mundur. Pada keadaan ini elektron akan mengalir dari titik B melalui D4 ke beban , melalaui D1 dan kembali ke titik A. Pada setengah periode berikutnya titik A menjadi negatif dan titik B menjadi positif. Pada kondisi ini D2 dan D3 akan berpanjar maju sedangkan D1 dan D4 akan berpanjar mundur. Aliran arus dimulai dari titik A melalui D2, ke beban, melalui D3 dan kembali ke titik B. Perlu dicatat di sini bahwa apapun polaritas titik A atau B, arus yang mengalir ke beban tetap pada arah yang sama.

Gambar 1.2.20 Penyearah gelombang penuh model jembatan

Rangkaian jembatan empat diode dapat ditemukan di pasaran dalam bentuk paket dengan berbagai bentuk. Secara prinsip masing-masing bentuk mempunyai dua terminal masukan AC dan dua terminal masukan DC.

1.2.11 Aplikasi Lain Zener banyak digunakan untuk aplikasi regulator tegangan (voltage regulator). Zener yang ada dipasaran tentu saja banyak jenisnya tergantung dari tegangan breakdwon-nya. Di dalam datasheet biasanya spesifikasi ini disebut Vz

20

(zener voltage) lengkap dengan toleransinya, dan juga kemampuan dissipasi daya.

Gambar 1.2.21 LED array

LED sering dipakai sebagai indikator yang masing-masing warna bisa memiliki arti yang berbeda. Menyala, padam dan berkedip juga bisa berarti lain. LED dalam bentuk susunan (array) bisa menjadi display yang besar. Dikenal juga LED dalam bentuk 7 segment atau ada juga yang 14 segment. Biasanya digunakan untuk menampilkan angka numerik dan alphabet.

1.2.12 Diode Kapasiansi Variabel Dioda Kapasiansi Variabel yang disebut juga dioda varicap atau dioda varactor. Sifat dioda ini ialah bila dipasangkan menurut arah terbalik akan berperan sebagai kondensator.Kapasitansinya tergantung pada tegangan yang masuk. Dioda jenis ini banyak digunakan pada modulator FM dan juga pada VCO suatu PLL (Phase Lock Loop).Berikut adalah simbol diode varicap dalam skema rangkaian.

Anoda

Katoda

Gambar 1.2.22 Diode Kapasiansi Variabel

21

1.2.13 Diode Bridge Untuk membuat penyearah pada power supply, di pasaran banyak terjual dioda bridge.Dioda ini adalah dioda silicon yang dirangkai menjadi suatu bridge dan dikemas menjadi satu kesatuan komponen.Di pasaran terjual berbagai bentuk dioda bridge dengan berbagai macam kapasitasnya.Ukuran dioda bridge yang utama adalah voltage dan ampere maksimumnya.

Gambar 1.2.23 Contoh Diode Bridge

1.3

Daftar Komponen dan Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Modul elektronika dasar 1 buah multimeter Penjepit buaya Osiloskop Mistar / penggaris Milimeterblock Disket / flashdisk Pulpen/pensil

1.4

Cara Kerja Gunakan alat ukur multimeter untuk memeriksa diode diode yang ada.

1.4.1 Memeriksa Keadaan Diode

Pada saat pengukuran R maju gunakan range yang paling kecil (ohm) dan range yang besar untuk R mundur (10 K ohm), untuk multimeter analog. Pada multimeter digital gunakan range untuk mengukur. Catat hasil pengukuran anda pada Tabel 1.1.

22

Tabel 1.1 Pemeriksaan baik buruknya diode No Jenis dan tipe dioda BY 299 Ge IN60 5,1 V (1W) Multi meter Analog Digital Analog Digital Analog Digital Resistansi Dioda Forward Reverse Keadaan diode Baik Buruk Ket

Dioda penyearah Diode zener

1.4.2

Karakteristik V I (dengan multimeter) 1. Buatlah rangkaian seperti gambar 1.2, untuk pengukuran Vd gunakan multimeter digital dan Id dengan multimeter analog. 2. Atur Vs agar didapat harga seperti pada Tabel 1.2 (untuk bias forward). Dan harga Vd sesuai dengan Tabel 1.2 (untuk bias reverse). 3. Lakukan untuk diode Si, Ge, dan zener.

Gambar 1.4.1 Rangkaian diode pada karakteristik V I diukur dengn multimeter

23

Tabel 1.2 Pengukuran diode pada karakteristik V I dengan multimeter Bias Forward Voltage (V) Diode No VD (V) ID (m A) BY 229 1 2 3 4 . . . . 0,0 0.1 0.2 0.3 . . . . . 5,0 5,0 0,0 IN60 5,1V; 1W M P IN 4001 IN 60 5,1V M P penyearah Diode Zener LED Bias Reverse Voltage (V) Diode penyearah Diode Zener LED ket

1.4.3 Karakteristik V I (dengan osiloskop) 1. 2. 3. Buatlah rangkaian seperti gambar 1.3 Atur range I/div osiloskop pada x y. Atur Vs sesuai Tabel 1.2 untuk bias maju dan mundur, Atur pula V/div (CH1 dan CH2), sehingga didapatkan gambar yang cukup baik, dan gambarlah pada kertas millimeter. 4. Lakukan percobaan tersebut untuk diode si, Ge, dan Zener

Gambar 1.4.2 Rangkaian diode pada karakteristik V I diukur dengn osiloskop

24

1.4.4 Penyearah Setengah Gelombang a) Dengan 1 diode 1. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 1.4, untuk pengukuran VRL dan IRL gunakan multimeter digital. 2. Hubungkan Vsi pada 18 Vrms, kemudian ukur besarnya IRL (arus DC), dan VRL1 (tegangan DC), catat pada Tabel 1.4. 3. Hubungkan VSi pada 25 Vrms, kemudian ukur besarnya IRL1 (arus DC), dan VRL (tegangan DC), catat pada Tabel 1.4. 4. Ulangilah langkah langkah diatas untuk RL1 1020W dan RL2 10020W . 5. Catatlah hasil pengukuran anda pada Tabel 1.3.

Gambar 1.4.3 Rangkaian diode penyerah setengah gelombang dengan 1 diode

Tabel 1.3 Pengukuran diode penyearah setengah gelombang dengan 1 diode


Vp Rms (V) 220 Vs(V) Dengan RL IRL 10;20W 100;20W Pengukuran Multimeter Digital VRL VD(CE) VA Perhitungan Gambar OSC VA VS VRL IRL VRL PRL Ket.

b) Dengan 2 diode 1. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 1.5, untuk pengukuran VRL dan IRL gunakan multimeter. 2. Vsi pasang pada 18 Vrms, kemudian ukur besarnya IRL (arus DC), dan VRL1 (tegangan DC), catat pada Tabel 1.5. 3. VSi pasang pada 25 Vrms, kemudian ukur besarnya IRL1 (arus DC), dan VRL (tegangan DC), catat pada Tabel 1.5. 4. Ulangilah langkah langkah diatas untuk RL1 1020W dan RL2 10020W .

25

Gambar 1.4.4 Rangkaian diode penyerah setengah gelombang dengan 2 diode

Tabel 1.4 Pengukuran diode penyearah setengah gelombang dengan 2 diode


Vp Rms (V) 220 Vs(V) Dengan RL IRL 10;20W 100;20W 18 25 Pengukuran Multimeter Digital VRL VD(CE) VA Perhitungan Gambar OSC VA VS VRL IRL VRL PRL Ket.

1.4.5

Penyearah Gelombang Penuh

1.4.5.1 Menggunakan 2 dioda 2. 3. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 1.5. Kemudian isialah Tabel 1.5 untuk RL sama dengan RL11020W dan RL210020W

Gambar 1.4.5 Diode penyearah gelombang penuh dengan 2 diode

Tabel 1.5 Pengukuran diode penyearah gelombang penuh dengan 2 diode


Vp Rms (V) 220 Vs(V) RL () IRL 18 25 10 100 10 100 Pengukuran Multimeter Gambar Osc VA VRL VD VA VRL VD Vs Perhitungan VRL PRL Ket f

1.4.5.2 Menggunakan 4 dioda 1. 2. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 1.6. Kemudian isilah Tabel 1.6, untuk RL sama dengan RL1 1020W dan RL2 10020W

26

Gambar 1.4.6 Diode penyearah gelombang penuh dengan 4 diode

Tabel 1.6 pengukuran diode penyearah gelombang penuh dengan 4 diode


Vp Rms (V) 220 Vs(V) RL () IRL 18 25 10 100 10 100 Pengukuran Multimeter Gambar Osc VA VRL VD VA VRL VD Vs Perhitungan VRL PRL Ket f

1.4.5.3 Pengenalan IC regulator pada power supply. 1. 2. lakukan percobaan berikut. ukur berapakah keluaran IC tersebut.

78xx

79xx
Gambar 1.4.7 percobaan menggunakan IC regulator

27

Tabel 1.7 Pengukuran IC regulator VP rms (V) Jenis IC regulator Vin 7805 220 7812 7912 Pengukuran Multimeter Digital Vout Keterangan

1.5 Lembar Kerja dan Data Hasil Percobaan


Tabel 1. 8 Pengukuran Dioda Pada Karakteristik V-I Dengan Multimeter Bias Forward Voltage (V) No Vo (V) Dioda penyearah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1,0 1,2 1,4 1,6 1,8 2,0 2,4 2,8 3,2 3,6 0,60 0,62 0,06 0,67 0,68 0,60 0,19 0,70 0,71 0,72 Dioda Zener 0,75 0,76 0,78 0,79 0,79 0,80 0,81 0,82 0,82 0,83 LED 1,03 1,07 1,40 1,63 1,77 1,86 1,93 1,96 2.03 2,09

28

Penyearah Setengah Gelombang (Dengan Osiloskop) a. Dengan 1 diode Dari hasil percobaan diperoleh gelombang sebagai berikut :

Gambar 1.5.1 Gelombang voltage dengan 1 diode

b. Dengan 1 diode dan 1 kapasator Dari hasil percobaan diperoleh gelombang sebagai berikut :

Gambar 1.5.2 Gelombang voltage dengan 1 diode dan 1 kapasitor

29

c. Dengan 1 diode dan 2 kapasitor Dari hasil percobaan diperoleh gelombang sebagai berikut :

Gambar 1.5.3 Gelombang voltage dengan 1 dioda dan 2 kapasitor

Penyearah Gelombang Penuh (Dengan Osiliskop) a. Dengan 4 diode Dari hasil percobaan diperoleh gelombang sebagai berikut :

Gambar 1.5.4 Gelombang voltage dengan 4 diode

30

b. Dengan 4 diode dan 1 kapasitor Dari hasil percobaan diperoleh gelombang sebagai berikut :

Gambar 1.5.5 Gelombang voltage dengan 4 diode dan 1 kapasitor

31

1.6

Analisa Data Hasil Percobaan

1.6.1 Karakteristik V I (dengan multimeter)


Tabel 1.13 Pengukuran diode pada karakteristik V I dengan multimeter Bias Forward Voltage (V) No Vo (V) Dioda penyearah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1,0 1,2 1,4 1,6 1,8 2,0 2,4 2,8 3,2 3,6 0,60 0,62 0,06 0,67 0,68 0,60 0,19 0,70 0,71 0,72 Dioda Zener 0,75 0,76 0,78 0,79 0,79 0,80 0,81 0,82 0,82 0,83 LED 1,03 1,07 1,40 1,63 1,77 1,86 1,93 1,96 2.03 2,09

Diketahui rangkaian sebagai berikut :

Gambar 1.6.1 Rangkaian diode pada karakteristik V I diukur dengn multimeter

Pada rangkaian diatas diketahui bahwa: pada saat tegangan VS 0, maka nilai arus yang mengalir pada rangkaian adalah 0. karena sifat dari diode, bila pada keadaan itu maka diode mengalami reverse bias, sehingga pada diode akan berlaku hubungan terbuka. Untuk lebih telitinya, maka dapat dilihat sebagai berikut:

32

a. Pada saat reverse bias ( VS 0): =

b.

Pada saat forward bias ( VS > 0): =

1. Untuk nilai Vs 0 berarti tidaka ada arus yang mengalir pada rangkaian (I = 0) sehingga

Vs VR VD 0

Vs 0 V D 0 Vs V D
Persamaan ini berlaku untuk semua jenis diode baik itu jenis Si maupun Ge. Selama perhitungan , walaupun tegangan diubah-ubah, selama VS lebih kecil dari 0 maka Vd=Vs. 2. Pada saat Vs> 0 maka : Secara matematis perhitungannya adalah :

Vs VD R

Nilai VD untuk diode jenis silikon adalah 0,7 volt sedangkan untuk germanium 0,3 volt Pada saat : Vs = 1 volt maka I

1 0,7 3mA 100 1,2 0,7 5mA 100 1,4 0,7 7mA 100

Vs = 1,2 volt maka I Vs = 1,4 volt maka I

33

Vs = 1,6 volt maka I Vs = 1,8 volt maka I Vs = 2 volt maka I

1.6 0,7 9mA 100 1,8 0,7 11mA 100

2 0,7 13mA 100

Vs = 2,4 volt maka I Vs = 2,8 volt maka I Vs = 3,2 volt maka I Vs = 3,6 volt maka I

2,4 0,7 17mA 100


2,8 0,7 21mA 100

3,2 0,7 25mA 100 3,6 0,7 29mA 100

Sehingga diperoleh pengukuran seperti Tabel berikut :


Tabel 1.14 Hasil perhitungan karakter V-I (dengan multimeter) No Vo (V) 1,0 1,2 1,4 1,6 1,8 2,0 2,4 2,8 3,2 3,6 ID (mA) 3 5 7 9 11 13 17 21 25 29 Dioda penyearah 0,60 0,62 0,06 0,67 0,68 0,60 0,19 0,70 0,71 0,72 Bias Forward Voltage Dioda Zener 0,75 0,76 0,78 0,79 0,79 0,80 0,81 0,82 0,82 0,83 LED 1,03 1,07 1,40 1,63 1,77 1,86 1,93 1,96 2.03 2,09

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

34

Berdasarkan data yang diperoleh pada hasil percobaan dan hasil kalkulasi maka dapat dihitung persentase kesalahannya dengan menggunakan

persaaman sebagai berikut : % kesalahan =

I pengukuran I teori I teori

x 100 %

Untuk data I D pertama dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu: Ipengukuran = 1 mA Iteori = 3 mA % kesalahan =

1 3 x 100 % 3

= 66.6 % Untuk data I D kedua dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Ipengukuran = 1,2 mA Iteori = 5 mA % kesalahan =

1,2 5 x 100 % 5

= 76 % Untuk data I D ketiga dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Ipengukuran = 1,4 mA Iteori = 7 mA % kesalahan =

1,4 7 x 100 % 7

= 80 % Ipengukuran = 1,6 mA Iteori = 9 mA % kesalahan =

1,6 9 x 100 % 9

= 82,2 %

35

Untuk data I D kedua dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Ipengukuran = 1,8 mA Iteori = 11 mA % kesalahan =

1,8 11 x 100 % 11

= 83.6 % Untuk data I D ketiga dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Ipengukuran = 2 mA Iteori = 13 mA % kesalahan =

2 13 x 100 % 13

= 84,6 % Ipengukuran = 2,4 mA Iteori = 17 mA % kesalahan =

2,4 17 x 100 % 17

= 85,9 % Untuk data I D kedua dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Ipengukuran = 2,8 mA Iteori = 21 mA % kesalahan =

2,8 21 x 100 % 21

= 86,6 % Untuk data I D ketiga dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Ipengukuran = 3,2 mA Iteori = 25 mA % kesalahan =

3,2 25 x 100 % 25

= 87,2 %

36

Untuk data I D ketiga dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu : Ipengukuran = 3,6 mA Iteori = 29 mA % kesalahan =

3,6 29 x 100 % 29

= 87,6 %

Untuk data hasil perhitungan persentase kesalahan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 1.15 Persentase Kesalahan pada Karakteristik VI (dengan Multimeter)

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

VD (V)
1,0 1,2 1,4 1,6 1,8 2,0 2,4 2,8 3,2 3,6

ID (mA) (pengukuran)
1,0 1,2 1,4 1,6 1,8 2,0 2,4 2,8 3,2 3,6

ID (mA) (perhitungan)
3 5 7 9 11 13 17 21 25 29

Persentase kesalahan (%) 66,6 76 80 82,2 83,6 84,6 85,9 86,6 87,2 87,6

37

Gambar 1.6.2 Grafik Perbandingan Vd dan Id pada Pengukuran

Gambar 1.6.3 Grafik Perbandingan Vd dan Id pada Perhitungan

Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa VD berbanding lurus dengan ID, yaitu makin besar VD makin besar juga ID baik dalam pengukuran maupun dalam perhitungan.

38

1.6.2 Penyearah Setengah Gelombang (Dengan Osiloskop) d. Dengan 1 diode Dari hasil percobaan diperoleh gelombang sebagai berikut :

Gambar 1.6.4 Gelombang voltage dengan 1 diode

y = 14,6V Perhitungan : ERMS = Ep . = 14,6 . = 10,3

y = 14,6V Perhitungan : EAVG = Ep . = 14,6 . = 9,29

39

e. Dengan 1 diode dan 1 kapasator Dari hasil percobaan diperoleh gelombang sebagai berikut :

Gambar 1.6.5 Gelombang voltage dengan 1 diode dan 1 kapasitor

y = 4,60V Perhitungan : ERMS = Ep . = 4,60 . = 3,26

y = 4,60V Perhitungan : EAVG = Ep . = 14,6 . = 2,92

40

f.

Dengan 1 diode dan 2 kapasitor Dari hasil percobaan diperoleh gelombang sebagai berikut :

Gambar 1.6.6 Gelombang voltage dengan 1 dioda dan 2 kapasitor

y = 4,60V Perhitungan : ERMS = Ep . = 4,60 . = 3,26

y = 4,60V Perhitungan : EAVG = Ep . = 14,6 . = 2,92

41

1.6.3 Penyearah Gelombang Penuh (Dengan Osiliskop) c. Dengan 4 diode Dari hasil percobaan diperoleh gelombang sebagai berikut :

Gambar 1.6.7 Gelombang voltage dengan 4 diode

y = 13,4V Perhitungan : ERMS = Ep . = 13,4 . = 9,50

y = 13,4V Perhitungan : EAVG = Ep . = 13,4 . = 8,53

42

d. Dengan 4 diode dan 1 kapasitor Dari hasil percobaan diperoleh gelombang sebagai berikut :

Gambar 1.6.8 Gelombang voltage dengan 4 diode dan 1 kapasitor

y = 2,20V Perhitungan : ERMS = Ep . = 2,20 . = 1,59

y = 2,20V Perhitungan : EAVG = Ep . = 2,20 . = 1,40

43

1.7

Pertanyaan dan Tugas 1. Dari percobaan karakteristik V I (dengan multimeter) buatlah grafik Id terhadap Vd dan bandingkan dengan gambar dari osiloskop, dan bandingkan pula dengan karakteristik diode ideal. Jelaskan komentar anda dan beri alasannya! 2. Bagaimana cara untuk mengetahui baik buruknya diode ,(diode si,Ge, dan Zener)? 3. Untuk percobaan setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh hitunglah factor rippelnya untuk masing masing harga RL? 4. Jelaskan cara kerja rangkaian Diode penyearah gelombang penuh dengan 4 diode? 5. Bandingkan semua hasil pengukuran dengan hasil perhitungan, dan terangkan menurut analisa anda?

1.7.1 Jawaban 1. Grafik Id terhadap VD

44

2.

Untuk Mengetahui baik buruknya dioda Untuk Mengetahui baik buruknya dioda,perlu melakukan pegukuran.

Dengan menggunakan ohm meter, dapat diketahui baik buruknya dioda tersebut. Dengan menggunakan prinsip forward bias maupun reverse bias. Untuk dioda penyearah seperti dioda silicon dan germanium, kita memakai prinsip bias voltage untuk mengukur baik buruknya dioda. Karena pada ohm meter, terminal positif alat ukur berpolaritas negative, sedangkan terminal negative alat ukur bermuatan positif. Pada saat dibias maju maka tidak ada arus yang mengalir pada dioda, dan pada saat dibias mundur maka akan ada arus yang mengalir melewati dioda. Bila demikian, maka dioda masih baik. Apabila pada saat dibias maju ataupun dibias mundur tidak ada arus yang melewati dioda, maka dioda rusak/putus. Juga pada saat dibias maju ataupun dibias mundur ada arus yang melewati dioda berarti dioda rusak/bocor. Pada dioda zener agak lain dari dioda penyearah diatas. Dioda zener apabila dibias maju ada arus yang melewati dioda zener dan pada saat dibias mundur tidak ada arus yang melewati dioda zener, berarti dioda zener baik. Apabila pada saat dibias maju ataupun dibias mundur tidak ada arus yang melewati dioda zener, maka dioda zener rusak/putus. Juga pada saat dibias maju ataupun dibias mundur ada arus yang melewati dioda zener berarti dioda zener rusak/bocor.

45

Jadi apabila terdapat atau terbaca suatu nilai pada salah saru resistansi dioda yaitu saat bias maju saja atau bias mundur saja maka dipastikan bahwa dioda tersebut dalam keadaan baik sehingga dapat digunakan. Namun apabila terdapat nilai saat bias maju dan saat bias mundur atau tidak terdapat nilai pada saat kedua resistansi (referse dan forward) maka dioda dalam kondisi buruk dan tidak dapat digunakan lagi.

4.

Cara kerja rangkaian pelipat ganda tegangan : a. Cara kerja Penyearah Diode Setengah Gelombang Cara kerjanya yaitu, sumber masukan sinusoida dihubungkan dengan

beban resistor melalui sebuah diode. Untuk sementara kita menganggap keadaan ideal, dimana hambatan masukan sinusoida sama dengan nol dan diode dalam keadaan hubung singkat saat berpanjar maju dan keadaan hubung terbuka saat berpanjar mundur. Besarnya keluaran akan mengikuti masukan saat masukan berada di atas tanah dan berharga nol saat masukan di bawah tanah. Jika kita ambil harga rata-rata bentuk gelombang keluaran ini untuk beberapa periode, tentu saja hasilnya akan positif atau dengan kata lain keluaran mempunyai komponen DC.

Gambar 1.7.1 Penyearah setengah gelombang

b.

Cara Kerja Penyearah Diode Gelombang Penuh Terdapat cara yang sangat sederhana untuk meningkatkan kuantitas

keluaran positip menjadi sama dengan masukan (100%). Ini dapat dilakukan dengan menambah satu diode. Pada saat masukan berharga negatif maka salah satu dari diode akan dalam keadaan panjar maju sehingga pada satu

memberikan keluaran positif. Karena keluaran berharga positif

periode penuh, maka rangkaian ini disebut penyearah gelombang, dimana anode

46

pada masing-masing diode dihubungkan dengan ujung-ujung rangkaian sekunder dari transformer. Sedangkan katode masing- masing diode

dihubungkan pada titik positif keluaran. Beban dari penyearah dihubungkan antara titik katode dan titik center-tap (CT) yang dalam hal ini digunakan sebaga referensi atau tanah.

Gambar 1.7.2 Keluaran dari penyearah gelombang penuh

Mekanisme terjadinya konduksi pada masing-masing diode tergantung pada polaritas tegangan yang terjadi pada masukan. Keadaan positif atau negatif dari masukan didasarkan pada referensi CT. Pada gambar 1.2.12 nampak

bahwa pada setengah periode pertama misalnya, v1 berharga positif dan v2 berharga negatif, ini menyebabkan D1 berkonduksi (bias maju) dan D2 tidak berkonduksi (bias mundur). Pada setengah periode ini arus

i D1 mengalir dan

menghasilkan keluaran yang akan nampak pada hambatan beban. Pada setengah periode berikutnya, v2 berharga positif dan v1 berharga negatif, menyebabkan D2 berkonduksi dan D1 tidak berkonduksi. periode ini mengalir arus i D 2 Pada setengah

dan menghasilkan keluaran yang akan nampak

pada hambatan beban. Dengan demikian selama satu periode penuh hambatan beban akan dilewati arus i D1 dan i D 2 secara bergantian dan menghasilkan tegangan keluaran DC.

47

c.

Cara Kerja Penyearah Gelombang Penuh Model Jembatan Penyearah gelombang penuh model jembatan memerlukan empat buah

diode.

Dua diode akan berkondusi saat isyarat positif dan dua diode akan

berkonduksi saat isyarat negatif.,Untuk model penyearah jembatan ini kita tidak memerlukan transformator,yang memiliki center-tap., Seperti ditunjukkan pada gambar 8.4, bagian masukan AC dihubungkan pada,sambungan D1-D2 dan yang lainnya pada D3-D4. Katode D1 dan D3 dihubungkan, dengan keluaran positif dan anode D2 dan D4 dihubungkan dengan keluaran negative (tanah). Misalkan masukan AC pada titik A berharga positif dan B berharga negatif, maka diode D1 akan berpanjar maju dan D2 akan berpanjar mundur. Pada sambungan bawah D4 berpanjar maju dan D3 berpanjar mundur. Pada keadaan ini elektron akan mengalir dari titik B melalui D4 ke beban , melalaui D1 dan kembali ke titik A. Pada setengah periode berikutnya titik A menjadi negatif dan titik B menjadi positif. Pada kondisi ini D2 dan D3 akan berpanjar maju sedangkan D1 dan D4 akan berpanjar mundur. Aliran arus dimulai dari titik A melalui D2, ke beban, melalui D3 dan kembali ke titik B. Perlu dicatat di sini bahwa apapun polaritas titik A atau B, arus yang mengalir ke beban tetap pada arah yang sama.

Gambar 1.7.3 Penyearah gelombang penuh model jembatan

Rangkaian jembatan empat diode dapat ditemukan di pasaran dalam bentuk paket dengan berbagai bentuk. Secara prinsip masing-masing bentuk mempunyai dua terminal masukan AC dan dua terminal masukan DC.

d.

Cara Kerja Penyearah Keluaran Ganda Pada berbagai sistem elektronik diperlukan sumber daya dengan keluaran

ganda sekaligus, positif dan negatif terhadap referensi (tanah). Salah satu bentuk rangkaian penyearah gelombang penuh keluaran ganda diperlihatkan pada gambar 1.95. Perhatikan bahwa keluaran berharga sama tetapi mempunyai

48

polaritas yang berkebalikan. Diode D1 dan D2 adalah penyearah untuk bagian keluaran positif. Keduanya dihubungkan dengan ujung transformer. Diode D3 dan D4 merupakan penyearah untuk keluaran negatif. Titik keluaran positif dan negatif diambil terhadap CT sebagai referensi atau tanah.

Gambar 1.7.4 Penyearah keluaran ganda

Misalkan pada setengah periode titik atas transformer berharga positif dan bagian bawah berharga negatif. Arus mengalir lewat titik B melalui D4, 2 L R , 1 L R , D1 dan kembali ke terminal A transformator. Bagian atas dari 1 L R menjadi positif sedangkan bagian bawah 2 L R menjadi negatif. Pada setengah periode berikutnya titik atas transformer berharga negatif dan bagian bawah berharga positif. Arus mengalir lewat titik A melalui D3, 2 L R , 1 L R , D2 dan kembali ke terminal B transformator. Bagian atas dari 1 L R tetap akan positif sedangkan bagian bawah 2 L R berpolaritas negatif. Arus yang lewat 1 L R dan 2 L R mempunyai arah yang sama menghasilkan tegangan keluaran bagian atas dan bagian bawah pada 1 L R dan 2 L R .

49

5.

Perbandingan antara perhitungan dan percobaan adalah sebagai berikut :

Tabel Perbandingan antara Perhitungan dan pengukuran Karakter V-I VD (V)


1,0 1,2 1,4 1,6 1,8 2,0 2,4 2,8 3,2 3,6

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

ID (mA) (pengukuran)
1,0 1,2 1,4 1,6 1,8 2,0 2,4 2,8 3,2 3,6

ID (mA) (perhitungan)
3 5 7 9 11 13 17 21 25 29

1.8 Kesimpulan 1. Dioda merupakan suatu komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyearah dan penstabil tegangan 2. Dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Apabila terdapat atau terbaca suatu nilai pada salah satu resistansi diode yaitu saat bias maju saja atau bias mundur saja maka dipastikan bahwa diode tersebut dalam keadaan baik sehingga dapat digunakan.Namun apabila terdapat nilai saat bias maju dan saat bias mundur atau tidak terdapat nilai pada saat kedua resistansi(reverse dan forward) maka diode akan berkondisi buruk dan tidak dapat di gunakan lagi. Pada percobaan yang memakai 2 dioda yang dipasang pada polaritas positif dan negative terjadi kesalahan pengukuran yang di akibatkan karena polaritas positif dan negative pada rangkaian samasama di beri diode ,saat diukur seakan rangkaian short /di hubung

50

singkat

sehingga

hasil

pengukuran

tegangan

menjadi

0.

Ini

mengakibatkan resistor menjadi panas. Pada saat mengukur Vd tidak ada tegangan negative ,karena Vd merupakan tegangan AC ,tegangan AC tidak memiliki nilai

minus/negative.

1.9 Daftar Referensi Buku. 1. Boylestad Robert, Nashelsky Louis, Electronic Device and Circuit Theory. USA: Prentice Hall International Edition.1996. 2. Millmann, Jacob. 1986. Mikroelektronika, Sistem Digital dan

Rangkaian Analog. Erlangga:_ _ _. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Malvino,A.P. 1987. Prinsip-Prinsip Elektronika. Erlangga: _ _ _. Richard Blocher. 2003. Dasar Elektronika. Andi: Yogyakarta. http://www.scribd.com/doc/33212293/Diode-Dan-Rangkaian-Diode http://elka.ub.ac.id/praktikum/de/de.php?page=1 http://id.wikipedia.org/wiki/Dioda http://tk.unikom.ac.id/tkfiles/download/modul%20praktikum%20eldas/modul%20IV.pdf 9. http://ilmu-elektronika.co.cc/index.php/komponen-elektronika/dioda.html