Anda di halaman 1dari 4

BAB IV PEMBUATAN CAMPURAN BETON 4.

1 Percobaan Pembuatan Beton Dalam percobaan ini digunakan dua buah benda uji, yaitu bentuk silinder dan balok, dimana jumlah benda uji berbentuk silinder adalah 10 buah dan benda uji berbentuk balok berjumlah 1 buah. Cetakan silinder ini berukuran diameter (d) 15 cm, dan tinggi (t) 30 cm, sedangkan cetakan balok mempunyai ukuran lebar (l) 15 cm, panjang (p) 60 cm dan tinggi (t) 15 cm, Pada saat pencampuran dilakukan dua kali pencampuran. Pertama, pencampuran untuk 6 buah silinder. Kedua, pencampuran 4 silinder dan 1 balok, sehingga untuk perhitungan proporsi campuran dilakukan dua kali. Berikut ini adalah perhitungan proporsi campuran I dan II : Campuran I (6 silinder) Volume untuk 6 silinder V = [6 x (1/4 x 3,14 x 152 x 30)] + [20% x(1/4 x 3,14 x 152 x 30)] = 31.808,63 cm3 + 6.358,5 cm3 = 38.167,13 cm3 = 0,03816 m3 Proporsi campuran untuk benda uji 6 silinder beton : air semen pasir kerikil = 0,03816 x 84,90 = 7,75060 kg

= 0,03816 x 355,7692 = 13, 5762 kg = 0,03816 x 615,988 = 23,5061 kg = 0,03816 x 1062,634 = 40,5501 kg

Campuran Kedua (4 silinder dan 1 balok) Volume untuk 4 silinder dan 1 balok V = [4 x (1/4 x 3,14 x 152 x 30)]+(15 x 15 x 60)+[20% x 2 (15 x 15 x 60)] = 21.205,75 cm3 + 13.500 cm3 + 5.400 cm3 = 40.105,75 cm3 = 0,0401 m3 Proporsi pengadukan campuran untuk benda uji 4 silinder dan 1 balok beton : air = 0,0401 x 84,9 = 8,1447 kg 22

semen pasir kerikil

= 0,0401 x 355,7692 = 14,2663 kg = 0,0401 x 615,988 = 24,7011 kg

= 0,0401 x 1062,634 = 42,6116 kg

Catatan : Untuk mencapai nilai slump yang disyaratkan yaitu sebesar 60-180 mm, maka pada campuran pertama air yang digunakan ditambahkan sebanyak 1200 lt dan pada campuran kedua ditambahkan sebanyak 1800 lt. 4.2 Proses Pembuatan Beton Tanggal 1. Timbangan 2. Ember 3. Molen (mesin pencampur bahan beton) 4. Sekop Bahan : 1. Pasir 2. Kerikil 3. Semen 4. Air Proses pembuatan beton : a. Bahan disiapkan kemudian ditimbang (pasir, kerikil, dan semen) sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan dan jumlah air disesuaikan dengan jumlah fas yang dihitung. b. Cetakan disiapkan kemudian dilumasi oli agar beton tidak melekat pada cetakan nantinya. c. Kemudian seluruh bahan dicampur sampai menjadi adonan atau adukan yang plastis. d. Setelah adonan cukup plastis lalu dikontrol nilai slumpnya. e. Setelah didapat nilai slump yang diinginkan maka adonan dimasukkan kedalam cetakan beton. Bahan dimasukkan sampai seluruh cetakan terisi : 9 Maret 2012 Alat yang digunakan :

23

penuh, diusahakan semampat-mampatnya dalam arti seluruh pori terisi bahan, kemudian biarkan didalam ruangan selama 24 jam. f. Setelah dibiarkan dalam ruangan selama 24 jam, maka cetakan dibuka. g. Kemudian diletakkan kembali diruangan sampai berumur 28 hari terhitung mulai dari saat dibukanya. h. Setelah berumur 28 hari barulah diuji kuat tekan untuk silinder dan kuat lentur untuk balok. 4.3 Pengukuran Nilai Slump Tanggal 1. : 9 Maret 2012 Beton segar yang diperiksa dibentuk menjadi sebagai kerucut Alat yang digunakan : terpancung, dengan diameter dasar 20 cm, diameter bagian atas 10 cm dan tinggi 30 cm. Untuk membentuk seperti itu diperlukan cetakan berbentuk corong yang tanpa tutup di bagian bawah maupun bagian atas, dan bentuknya harus baik (sumbu corong harus tegak lurus dengan lingkaran bawah maupun lingkaran atas). Bahan plat dan cetakan seperti, tergambar 10 cm

kerucut terpancung 30 cm

20 cm cetakan corong uji slump 2. Tongkat pemampat berdiameter 16 mm, panjang 60 cm, dengan ujung bulat dan terbuat dari baja tahan karat. 3. Alas corong kerucut berupa plat tahan karat. Cara kerja 1. : Basahi corong cetakan dan kemudian letakkan di tempat rata, basah,

tidak menyerap air dan ruangan cukup bagi pemegang corong untuk secara kuat berdiri pada kedua kaki selama pengisian corong dilakukan. 24

2.

Corong cetakan diisi dalam 3 (tiga) lapisan masing-masing sekitar 1/3

volume corong. Setiap lapis beton segar ditusuk dengan batang baja diameter 16 mm, panjang 60 cm dan ujungnya dibulatkan sebanyak 25 kali. Penusukan harus merata selebar permukaan lapisan dan tidak boleh sampai masuk ke dalam lapisan beton sebelumnya. 3. Setelah lapisan beton segar yang terakhir selesai ditusuk, kemudian beton segar dimasukkan lagi kebagian atas dan diratakan sehingga rata dengan sisi atas cetakan. 4. 5. 6. Setelah ditunggu sekitar 30 detik, kemudian corong ditarik ke atas Pengukuran nilai slump dilakukan dengan ketelitian sampai 0,5 cm Beton yang memiliki perbandingan campuran yang baik akan dengan pelan-pelan dan hati-hati sehingga benar-benar tegak ke atas. dengan meletakkan penggaris / batang baja horizontal di atas beton segar. menampakkan penurunan bagian atas secara perlahan-lahan dan bentuk kerucut semula tidak hilang, seperti tampak pada gambar dibawah ini

Penggaris Nilai Slump

Adukan Beton

Dari percobaan yang dilakukan, diperoleh nilai slump campuran pertama adalah 11,5 cm dan nilai slump campuran kedua adalah 8,0 cm. Perbedaan nilai slump dikarenakan keadaan campuran pertama yang lebih banyak mengandung air daripada campuran kedua. Hubungan antara slump dengan target kuat tekan adalah pada campuran I yang mengandung lebih banyak air dari campuran II sehingga kemungkinan kuat tekan campuran 1 lebih jauh dari terget kuat tekan (25 mPa) dan campuran II yang lebih mendekati target kuat tekan.

25