P. 1
laporan-pts_2

laporan-pts_2

|Views: 231|Likes:
Dipublikasikan oleh E.m. Brahmantya

More info:

Published by: E.m. Brahmantya on May 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2014

pdf

text

original

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

“UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SMAN 1 TENJO KAB. BOGOR”

Oleh:
Tim Pengembang SMAN 1 Tenjo

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 TENJO DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2010

LEMBAR PENGESAHAN

Penelitian Tindakan Sekolah yang berjudul “UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SMAN 1 TENJO KAB. BOGOR” telah diperiksa oleh pengawas Pembina SMA Kabupaten Bogor dan dapat dijadikan sebagai referensi oleh segenap guru dan kepala sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Tenjo, Oktober 2010 Pengawas Pembina SMA Kab. Bogor

Dra Hj. Titiek Sugiarti M.M NIP 195608041981102002

ABSTRAK Setiap proses pasti selalu meliputi tiga kegaiatan utama yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Demikian pula yang terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah. Seorang guru diharuskan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Proses perencanaan pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru meliputi kegiatan utama sebagai berikut: 1. Membuat program tahunan 2. Membuat silabus 3. Membuat program semester 4. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran 5. Dan membuat program ulangan/evaluasi. Dari kelima unsure tersebut di atas, silabus dan RPP merupakan persiapan paling minimal seorang guru ketika hendak mengajar. Berdasar kepada hasil analisa pada tahun pelajaran 2009/2010 di SMA Negeri 1 Tenjo, muncul permasalahan rendahnya guru yang membuat perencanaan pembelajaran khususnya penyusunan silabus dan RPP. Untuk meneliti lemahnya kinerja guru dalam hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk melihat sejauhmana langkah supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Berkat hidayah dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan laporan penelitian ini. Shalawat salam tercurah kepada junjunan kita nabi Muhammad SAW, panutan dan blueprint seorang mukmin sejati. Semoga kita dapat menjadi ummat beliau yang sebenarnya. Penelitian Tindakan Sekolah ini kami susun sebagai rasa kepedulian kami terhadap masa depan pendidikan dan demi terselenggaranya pembelajaran yang terarah dan terpadu. Sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan perencanaan yang matang akan sangat berbeda hasilnya dengan pekerjaan yang tidak direncanakan. Pekerjaan yang terencana secara baik, akan membuahkan sebuah hasil dan pencapaian tujuan yang lebih baik dan lebih akurat. Selain perencanaan, pengawasan yang baik dan konsturktif juga sangat penting. Hal ini dikarenakan sifat manusiawi yang malas dan tidak mau rumit. Dengan pengawasan yang baik dan konstruktif, sebuah rencana yang matang akan dapat dilaksanakan dengan baik sesuai rencana. Akibatnya hasilnya pun pasti akan sesuai rencana. Walaupun dalam prosesnya akan selalu perlu perubahan dan perbaikan. Sebagai rasa syukur kami karena selesainya penyusunan laporan penelitian ini, kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung diantaranya adalah: 1. Pengawas Pembina SMA Kab. Bogor 2. Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Tenjo

3. Dewan guru SMAN 1 Tenjo yang bekerjasama dengan baik. 4. Anak dan istri kami yang selalu menjadi pemicu semangat utama kami dalam menjalani tugas dan beban kerja yang berat ini. 5. Semua pihak yang tidak dapat kami ucapkan satu-persatu. Akhirnya, penyusun berdoa. Semoga semua bantuan yang diberikan, mendapat imbalan yang luar biasa dari Allah SWT. Tiada manusia yang sempurna. Kami butuh kritik dan saran.

Penyusun

Pembatasan Masalah D. Tupoksi Kepala Sekolah D. Kompetensi Guru C. Latar Belakang B. Personalia C.DAFTAR ISI Judul Lembar Pengesahan Abstrak Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Lampiran BAB I PENDAHULUAN A. Identifikasi Masalah C. Pemecahan Masalah F. Supervisi Akademik BAB III METODE PENELITIAN A. Pelaksanaan Tindakan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian B. Tujuan Penelitian G. Rumusan Masalah E. Kompetensi Guru Sebelum Kegiatan Penelitian 34 26 26 26 29 7 10 15 16 1 2 3 3 4 4 5 5 i ii iii iv v vi . Manfaat Penelitian H. Pengantar B. Perencanaan Tindakan D. Sistematika Laporan BAB II KAJIAN PUSTAKA A.

Kuantitas Silabus dan RPP Tahun Pelajaran 2009/2010 2. Kuantitas Guru Yang Menyusun Silabus Dan RPP Setelah Siklus ke-1 2. Kompetensi Guru Dalam Menyusun Silabus dan RPP Setelah Siklus ke-2 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kualitas silabus dan RPP Tahun Pelajaran 2009/2010 B. Kompetensi Guru Dalam Menyusun Silabus dan RPP Setelah Siklus ke-1 1. Saran Daftar Pustaka Lampiran 34 36 37 37 38 39 41 42 43 . Kualitas Silabus dan RPP Setelah Siklus Ke-1 C.1. Kesimpulan B.

DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tahap Perencanaan Siklus ke-1 Tahap Pelaksanaan Siklus ke-1 Tahap Observasi siklus ke-1 Tahap Refleksi Siklus ke-1 Tahap Perencanaan Siklus ke-2 Tahap Pelaksanaan Siklus ke-2 Tahap Observasi siklus ke-2 Tahap Refleksi Siklus ke-2 Daftar Setoran Perangkat Pembelajaran tahun Pelajaran 34 2009/2010 Tabel 10 Rekapitulasi Pembelajaran Tabel 11 Daftar Nilai Kualitas Silabus dan RPP Tahun Pelajaran 36 2009/2010 Tabel 12 Rekapitulasi Perhitungan Jumlah Silabus dan RPP pada 37 Siklus ke-1 Tabel 13 Rekapitulasi Penilaian Kualitas Silabus dan RPP Pada 38 Siklus ke-1 Tabel 14 Rekapitulasi Penilaian Kualitas Silabus dan RPP Setelah 39 Siklus ke-1 Tabel 15 Hasil Penilaian Supervisi Kelas 40 Guru Yang Menyetorkan Perangkat 35 30 31 31 31 32 32 32 33 .

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lembar Penilaian Silabus dan RPP Tahun Pelajaran 2009/2010 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Sampel silabus tahun pelajaran 2009/2010 Sampel RPP tahun pelajaran 2009/2010 Pengumuman Supervisi Lembar Kontrol Penyerahan Silabus dan RPP tanggal 4 Oktober 2010 Lampiran 6 Lampiran 7 Jadwal Supervisi Individual Lembar Penilaian Silabus dan RPP tanggal 5-6 Oktober 2010 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Sampel silabus pada siklus ke-1 Sampel RPP pada siklus ke-1 Lembar Penilaian Silabus dan RPP tanggal 11 Oktober 2010 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Sampel silabus revisi setelah siklus ke-1 Sampel RPP revisi setelah siklus ke-1 Jadwal Kunjungan Kelas Lembar Penilaian Kunjungan Kelas (Siklus ke-2) .

Perencanaan program berfungsi untuk memberikan arah pelaksanaan pembelajaran sehingga menjadi terarah dan efisien. pelaksanaan dan evaluasi. Namun sayang perencanaan pembelajaran yang mestinya dapat diukur oleh kepala sekolah ini. Silabus memberikan arah tentang apa saja yang harus dicapai guna menggapai tujuan pembelajaran dan cara seperti apa yang akan digunakan. lebih mahir dan lebih terampil. Salah satu bagian dari perencanaan pembelajaran yang sangat penting dibuat oleh guru sebagai pengarah pembelajaran adalah silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selain itu silabus juga memuat teknik penilaian seperti apa untuk menguji sejauh mana keberhasilan pembelajaran. Dalam strategi pembelajaran terkandung tiga hal pokok yakni perencanaan. tidak dapat .BAB I PENDAHULUAN A. guru semestinya tidak mengajar tanpa adanya rencana. Latar Belakang Pendidikan adalah proses merubah manusia menjadi lebih baik. Dengan melihat pentingnya penyusunan perencanaan pembelajaran ini. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah instrument perencanaan yang lebih spesifik dari silabus. Untuk mencapai tujuan tersebut tentunya dibutuhkan strategi yang disebut dengan strategi pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini dibuat untuk memandu guru dalam mengajar agar tidak melebar jauh dari tujuan pembelajaran.

Secara kualitas. Akibatnya kepala sekolah sebagai pembuat kebijakan di sekolah tidak dapat mengevaluasi kinerja guru secara akademik. Hasil pengamatan di tahun pelajaran 2009/2010 di SMA Negeri 1 Tenjo didapatkan data sebagai berikut: 1. dapat dirumuskan masalah yang ingin dipecahkan oleh peneliti. Rendahnya kompetensi guru dalam menyusun rencana pembelajaran khususnya silabus dan rencana pembelajaran. Hanya 60% guru yang menyusun silabus dan RPP 2. Untuk mengatasi permasalahan tersebut. atau sudahkah kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa terkuasai dengan benar. tanpa mengetahui apakah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sudah sesuai dengan harapan atau belum.diukur oleh kepala sekolah karena hanya direncanakan dalam pikiran sang guru saja. Dengan metode tersebut diharapkan setelah kegiatan. guru yang menyusun silabus dan RPP meningkat menjadi 90% dan kualitas silabus dan RPP yang baik menjadi 80%. silabus dan RPP yang baik baru mencapai angka 30% dari silabus dan RPP yang dibuat oleh guru. Identifikasi Masalah Dari latar belakang diatas. B. . peneliti yang berkedudukan sebagai kepala sekolah di atas merencanakan untuk melakukan supervise akademik yang berkelanjutan. Kinerja yang dapat dilihat oleh kepala sekolah hanyalah kehadiran tatap muka. Antara lain: 1.

Kualitas silabus dan RPP yang disusun oleh guru masih belum baik. Sulitnya kepala sekolah mengevaluasi kinerja guru 5. Jumlah guru yang menyusun silabus dan RPP sebelum mengajar masih belum maksimal. hanya 60% 3. Hanya 30% silabus dan RPP yang mutunya baik. peneliti akan membatasi permasalahan yang disinyalir oleh peneliti sebagai akar permasalahan dari semua masalah yang teridentifikasi yaitu rendahnya kompetensi guru dalam menyusun rencana pembelajaran khususnya silabus dan RPP. Apakah supervise akademik yang berkelanjutan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP? 2. 4. C. Sulitnya kepala sekolah mengevaluasi hasil pembelajaran. maka masalah pokok dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. D. Pembatasan Masalah Dari hasil identifikasi masalah yang muncul.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah yang telah diuraikan di atas. Bagaimanakah langkah-langkah pemberian supervise akademik yang dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP? .

Pemecahan Masalah Masalah utama dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah supervise akademik secara berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP serta bagaimana langkah-langkah supervise akademik untuk mencapai tujuan tersebut. Metode penelitian ini akan dicobakan selama dua siklus dengan target penelitian semua guru yang berada di lingkungan SMA Negeri 1 Tenjo pada tahun pelajaran 2010/2011. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. peneliti merencanakan pemecahan masalah dengan melakukan supervise akademik secara berkelanjutan. Mengukur peningkatan prosentase kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP setelah supervise akademik berkelanjutan kepada guru yang sudah menyusun silabus dan RPP di tahun sebelumnya dan pada guru yang belum menyusun silabus dan RPP.E. Untuk memecahkan masalah tersebut. Membuktikan secara ilmiah apakah supervise akademik berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP 2. . Mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melakukan supervise akademik agar mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP 3. F.

dan pada akhirnya meningkatkan kinerja dan mutu sekolah secara keseluruhan.G. identifikasi masalah. pemecahan masalah. tujuan penelitian. Supervisi Akademik . pembatasan masalah. Sistematika Laporan Untuk memudahkan pemahaman pembaca terhadap laporan penelitian ini. Tupoksi Kepala Sekolah. meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran. meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga menjadi lebih professional. penyusun menyajikan laporan ini dengan sistematika sebagai berikut: Bab I Pendahuluan. terdiri dari latar belakang. Kompetensi Pedagogik. dan Sistematika laporan Bab II Kajian Pustaka. H. Manfaat penelitian Penelitian tindakan sekolah ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepala sekolah dalam memecahkan masalah guru. terdiri dari Pengantar. manfaat penelitian. Disamping itu langkah-langkah yang tepat dalam melaksanakan supervise akademik terutama dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP dapat menjadi referensi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan guna penanganan kasus serupa bagi pembaca dan pihak – pihak yang berkepentingan. Kompetensi Guru. perumusan masalah.

terdiri dari: Lokasi dan Waktu Penelitian. hasil setelah siklus kedua dan pembahasan hasil penelitian.Bab III Metode Penelitian. Perencanaan Tindakan. Personalia. Bab V Kesimpulan Dan Saran. terdiri dari pembahasan sebagai berikut: Hasil penelitian yang meliputi Kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP sebelum supervise. Pelaksanaan penelitian yang terdiri dari dua siklus. Bab IV Hasil Dan Pembahasan Penelitian. dan Saran. terdiri dari: Kesimpulan. . hasil setelah siklus pertama.

maupun kemasyarakatan dalam selubung aktualisasi kebijakan pendidikan. guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. keyakinan. Kepercayaan.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tidak hanya pada tataran normatif saja namun mampu mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Potensi sumber daya guru itu perlu terus tumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial. baik kompetensi personal. Implikasi dari pengakuan tersebut mensyaratkan guru harus memiliki kualitas yang memadai. dan penerimaan ini merupakan substansi dari pengakuan masyarakat terhadap profesi guru. Profesionalisme menjadi tuntutan dari setiap pekerjaan. Pengantar Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Apalagi profesi guru yang sehari-hari menangani benda hidup berupa siswa dengan berbagai . Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan. mengakui dan menyerahkan kepada guru untuk mendidik tunas-tunas muda dan membantu mengembangkan potensinya secara professional. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. professional. Selain itu pengaruh perubahan yang serba cepat menuntut guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat Masyarakat mempercayai.

sebagaimana terukur dari masa jabatan. sebagaimana terukur dari ijazah. Ketiga. sedangkan kemampuan dirinya mengalami stagnasi. jenjang pendidikan. Guru yang profesional amat berarti bagi pembentukan sekolah unggulan. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional (teacher’s time). kemampuan profesional (professional capacity). Tingkat kesejahteraan yang rendah bisa mendorong seorang pendidik untuk melakukan kerja sambilan. keimanan. sebagaimana terukur dari kegiatan mengajar. Guru yang profesional adalah mereka yang memiliki kemampuan profesional dengan berbagai kapasitasnya sebagai pendidik. disiplin. moral. sebagaimana terukur dari mata pelajaran yang diampu. serta pelatihan. pengabdian dan penelitian. yaitu: pertama. Pekerjaaan sebagai guru menjadi lebih berat tatkala menyangkut peningkatan kemampuan anak didiknya. honor atau penghasilan rutinnya.karakteristik yang masing-masing tidak sama. dan bilamana kerja sambilan ini sukses. trampil. Studi yang dilakukan oleh Ace Suryani menunjukkan bahwa Guru yang bermutu dapat diukur dengan lima indikator. kemampuan manajerial. serta kelima. kreatif. tanggungjawab. upaya profesional (professional efforts). Guru profesional memiliki pengalaman mengajar. kapasitas intelektual. ketaqwaan. Kedua. tingkat kesejahteraan (prosperiousity) sebagaimana terukur dari upah. bisa jadi profesi mengajarnya berubah menjadi sambilan. apakah telah sesuai dengan spesialisasinya atau tidak. kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya (link and match). memiliki keterbukaan profesional dalam . Keempat. wawasan kependidikan yang luas. jabatan dan golongan. pengalaman mengajar serta lainnya.

seorang guru dituntut memiliki lima hal. hal ini meryupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. untuk menjadi professional. b. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya kepada siswa.memahami potensi. ia harus tahu mana . c. Untuk bisa belajar dari pengalaman. harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. yakni: a. mampu mengembangkan rencana studi dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum. Bagi guru. Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. d. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswanya. Educational Leadership edisi Maret 1933 menurunkan laporan mengenai tuntutan guru professional. isu tentang profesionalisme guru ramai dibicarakan pada pertengahan tahun 1980-an. melainkan di negara-negara maju. karakteristik dan masalah perkembangan peserta didik. Jurnal terkemuka manajemen pendidikan. dan belajar dari pengalamannya. Seperti Amerika Serikat. Artinya. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampau tes hasil belajar. Makin kuatnya tuntutan akan profesionalisme guru bukan hanya berlangsung di Indonesia. Menurut Jurnal tersebut. Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya.

which become part of his or her being to the extent he or she can satisfactorily perform particular cognitive. e. kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Guru seyogianya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. affective. dan kemampuan yang . 1999:98). and psychomotor behaviors”. Kompetensi Guru 1. sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengemukakan bahwa kompetensi: “…is a knowledge. B.yang benar dan salah. Usman (1994:1) mengemukakan kompentensi berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang. keterampilan. kompetensi yang diperlukan oleh seseorang tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman. baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. and abilities or capabilities that a person achieves. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. Diyakini Robotham (1996:27). Dalam hal ini. misalnya PGRI dan organisasi profesi lainnya (Supriadi. Syah (2000:229) mengemukakan pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa. skills. McAhsan (1981:45). Pengertian Majid (2005:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar.

Sejalan dengan itu Finch & Crunkilton (1979:222). and attitude. kekuatan. knowledge. dan keterampilan. afektif. Robbins (2001:37) menyebut kompetensi sebagai ability. dan psikomotorik dengan sebaikbaiknya. dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. namun yang penting adalah penerapan dari pengetahuan. and attitude to the standard of performance required in employment”. Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan mental sedangkan kemampuan fisik adalah kemampuan yang di perlukan untuk melakukan tugastugas yang menuntut stamina. but in particular the consistent applications of those skill. kecekatan. Selanjutnya dikatakan bahwa kemampuan individu dibentuk oleh dua faktor. Dengan kata lain kompetensi tidak hanya mengandung pengetahuan. sikap.dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif. keterampilan dan sikap. yaitu faktor kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. knowledge. keterampilan. sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas.Spencer & Spencer (1993:9) mengatakan “Competency is underlying characteristic of an individual that is causally related to criterion-reference effective and/or superior performance in a job or situation”. . dan sikap yang diperlukan tersebut dalam pekerjaan. keterampilan.Sofo (1999:123) mengemukakan “A competency is composed of skill. yaitu kapasitas seseorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan.

dan keberhasilan bertindak. keadaan berwenang. kompetensi dikatakan underlying characteristic karena karakteristik merupakan bagian yang mendalam dan melekat pada kepribadian seseorang dan dapat memprediksi berbagai situasi dan jenis pekerjaan. Sifat tanggung jawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan.Jadi kompetensi adalah karakteristik dasar seseorang yang berkaitan dengan kinerja berkriteria efektif dan atau unggul dalam suatu pekerjaan dan situasi tertentu. “kompetensi” adalah kemampuan. karena kompetensi itu benar-benar memprediksi siapa-siapa saja yang kinerjanya baik atau buruk. Sifat intelegen harus ditunjukan sebagai kemahiran. Depdiknas (2004:7) merumuskan definisi kompetensi sebagai pengetahuan.Muhaimin (2004:151) menjelaskan kompetensi adalah seperangkat tindakan intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksankan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Dikatakan causally related. dikemukakan bahwa kompetensi guru adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. Selanjutnya masih menurut Syah. keterampilan. Dikatakan criterion-referenced. atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum. dan nilainilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Selanjutnya Spencer & Spencer menjelaskan. kecakapan. . karena kompetensi menyebabkan atau memprediksi perilaku dan kinerja.Menurut Syah (2000:230). berdasarkan kriteria atau standar tertentu. ketetapan. teknologi maupun etika.

kompetensi sosial. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar. Menurut Joni (1984:12). keterampilan. kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar.Berdasarkan uraian di atas kompetensi guru dapat didefinisikan sebagai penguasaan terhadap pengetahuan. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru seperti diamanatkan dalam Peraturan pemerintah diatas adalah kompetensi pedagogic. 29 Juli 2009) 2. Seperti uraian diatas. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. unsure pertama dalam kompetensi pedagogic seorang guru adalah kemampuan merencanakan program belajar mengajar.14 tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. kompetensi kepribadian. Dalam Undang-undang No. Kompetensi Pedagogik Menurut Undang-undang No. dan kemampuan melakukan penilaian. nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam menjalankan profesi sebagai guru (dikutip dari Kompetensi Guru oleh Rastodio. kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup kemampuan: .

Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penyusunan rencana pembelajaran meliputi: 1) Mampu mendeskripsikan tujuan. dan 5) Merencanakan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. yang mencakup: merumuskan tujuan. 5) Mampu menentukan sumber belajar/media/alat peraga pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas. 2) Merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar. dan 8) Mampu mengalokasikan waktu. 3) Merencanakan pengelolaan kelas. 3) Mampu mengorganisir materi. merencanakan program belajar mengajar merupakan proyeksi guru mengenai kegiatan yang harus dilakukan siswa selama pembelajaran berlangsung.1) Merencanakan pengorganisasian bahan-bahan pengajaran. 6) Mampu menyusun perangkat penilaian. 4) Mampu menentukan metode/strategi pembelajaran. 4) Merencanakan penggunaan media dan sumber pengajaran. memilih berbagai media dan sumber belajar. menguraikan deskripsi satuan bahasan. . dan merencanakan penilaian penguasaan tujuan. merancang kegiatan belajar mengajar. 2) Mampu memilih materi. 7) Mampu menentukan teknik penilaian.

Kepala Sekolah sebagai Motivator .Perangkat perencanaan pembelajaran yang mengandung unsure-unsur tersebut diatas dan merupakan perangkat pembelajaran paling utama adalah silabus pembelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. dan wawasan yang luas tentang sekolah yang efektif serta kemampuan profesional dalam mewujudkannya melalui perencanaan. Ia juga dituntut untuk menjalin kerjasama yang harmonis dengan berbagai pihak yang terkait dengan program pendidikan di sekolah. Oleh karena itu dalam implementasi MBS kepala sekolah harus memiliki visi. Kepala Sekolah sebagai Supervisor 5. Tupoksi Kepala Sekolah Dalam implementasi MBS. Kepala Sekolah sebagai Leader 6. Kepala sekolah sebagai Educator 2. manajerial. Kepala Sekolah sebagai Innovator 7. Kepala Sekolah sebagai Administrator 4. Ia adalah orang yang diberi tanggung jawab untuk mengelola dan memberdayakan berbagai potensi masyarakat serta orang tua untuk mewujudkan visi. dan supervisi pendidikan. dalam implementasi MBS kepala sekolah harus mampu berperan sebagai berikut: 1. Kepala Sekolah sebagai Manajer 3. kepala sekolah merupakan “the key person” keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. misi. C. Singkatnya. misi dan tujuan sekolah. kepemimpinan.

1. student. Dengan demikian layanan supervisi tersebut mencakup seluruh aspek dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. method. Situasi belajar inilah yang seharusnya diperbaiki dan ditingkatkan melalui layanan kegiatan supervisi. bentuk perkataannya (morfologi). . Inspeksi lebih menekankan kepada kekuasaan dan bersifat otoriter. sedangkan supervisi lebih menekankan kepada persahabatan yang dilandasi oleh pemberian pelayanan dan kerjasama yang lebih baik diantara guru-guru. karena bersifat demokratis. Pengertian Supervisi Konsep supervisi modern dirumuskan oleh Kimball Wiles (1967) sebagai berikut : “Supervision is assistance in the devolepment of a better teaching learning situation”. technique. Istilah supervisi pendidikan dapat dijelaskan baik menurut asal usul (etimologi). Rumusan ini mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi belajar mengajar (goal. Konsep supervisi tidak bisa disamakan dengan inspeksi. teacher. material. Supervisi Akademik 1. D. Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik. maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu ( semantik). Etimologi Istilah supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan.Tujuh kompetensi kepala sekolah diatas sering disingkat dengan EMASLIM. Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor. an envirovment).

supervisi ditujukan kepada penciptaan atau pengembangan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Seorang supervisor memang mempunyai posisi di atas atau mempunyai kedudukan yang lebih dari orang yang disupervisinya. Adam dan Dickey merumuskan supervisi sebagai pelayanan khususnya menyangkut perbaikan proses belajar mengajar. Wiles secara singkat telah merumuskan bahwa supervisi sebagai bantuan pengembangan situasi belajar mengajar agar lebih baik. Supervisi terdiri dari dua kata. lebih. Visi berarti lihat. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar Hal-hal yang menunjang kegiatan belajar mengajar . Sedangkan Depdiknas (1994) merumuskan supervisi sebagai berikut : “ Pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik “.Super berarti atas. 3) Semantik Pada hakekatnya isi yang terkandung dalam definisi yang rumusannya tentang sesuatu tergantung dari orang yang mendefinisikan. b. awasi. tilik. Dengan demikian. Untuk itu ada dua hal (aspek) yang perlu diperhatikan : a.2) Morfologis Supervisi dapat dijelaskan menurut bentuk perkataannya.

dan pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar”. 1982). Pada penelitian ini. Membantu guru mengembangkan kompetensinya . maka tersebut pula “Pembinaan profesional guru” yakni dan kemampuan sosial pembinaan yang lebih diarahkan pada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesional guru. pembahasan lebih kepada supervise akademik karena berkaitan dengan penyusunan perangkat perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru. Untuk itu guru harus memiliki kemampuan personal. Atas dasar uraian diatas. sedangkan supervise akademik lebih diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran. Supervise umum dilakukan untuk seluruh kegiatan teknis administrasi sekolah. Tujuan dan fungsi supervise akademik Tujuan supervise akademik adalah: a. Secara umum kegiatan supervise dapat dibedakan dalam dua macam. maka pengertian supervisi dapat dirumuskan sebagai berikut “ serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor ( Pengawas sekolah. 2. kepala sekolah. Karena supervisi atau pembinaan guru tersebut lebih menekankan pada pembinaan guru. maka layanan dan aktivitas kesupervisian harus lebih diarahkan kepada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. yaitu: supervise umum dan supervise akademik. kemampuan profesional (Depdiknas.Karena aspek utama adalah guru.

et al. artinya mampu menghadapi masalah-maslaha yang mungkin akan terjadi f. Objektif. b. Antisipatif. artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah. model supervise akademik terbagi ke dalam dua model.b. Sergiovanni. Kooperatif. 1987) 3. artinya mengembangkan kreatifitas dan inovasi guru dalam mengembangkan pembelajarann g. Mengembangkan kurikulum c. artinya ada kerjasama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran 4. Model Supervisi Tradisional 1) Observasi langsung . Realistis. Sistematis. a. Prinsip-prinsip supervise akademik a. Model supervise akademik Menurut kepada materi Supervisi Akademik pada pelatihan penguatan kemampuan Kepala sekolah oleh Direktorat jenderal peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan kementrian pendidikan nasional tahun 2010. artinya berdasrkan kenyataan sebenarnya e. Konstruktif. artinya masukan sesuai aspek-aspek instrument d. Praktis. 2007. Mengembangkan kelompok kerja guru dan membimbing penelitian tindakan kelas (Glickman. artinya dikembangkan sesuai perencanaan program supervise ayang matang dan tujuan pembelajaran c.

gagasan-gagasan baru yang akan dilakukan. sebaiknya supervisor mengadakan wawancara dan diskusi tentang kesan guru terhadap penampilannya. supervisor seharusnya melakukan wawancara serta diskusi dengan guru yang akan diamati. c. Observasi Setelah wawancara dan diskusi mengenai apa yang akan dilaksanakan guru dalam kegiatan belajar mengajar. pengembangan. identifikasi keberhasilan dan kelemahan guru. a. media pembelajaran. 2) Supervisi akademik tidak langsung a) Tes dadakan . evaluasi dan analisis. Observasi kelas meliputi pendahuluan (apersepsi).Supervise model ini dapat dilakukan dengan observasi langsung kepada guru yang sedang mengajar melalui prosedur pra observasi dan post observasi. Isi didkusi dan wawancara tersebut mencakup kurikulum. identifikasi ketemapilan-keterampilan mengajar yang perlu ditingkatkan. Pra Observasi Sebelum observasi kelas. pendekatan. Post Observasi Setelah observasi kelas selesai. b. kemudian supervisor mengadakan observasi kelas. metode dan strategi. penerapan dan penutup.

kualifikasi hubungan guru dengan siswanya dan sebagainya. Soal yang diberikan sesuai dengan yang sudah dipelajari peserta didik waktu itu. b. Prosedur pelaksanaannya sama dengan supervise akademik langsung yakni observasi kelas namun dengan pendekatan yang berbeda. kinerja guru. Supervise klinis adalah pembinaan kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran (Sullivan & Glanz. Supervisor dengan guru mendiskudikan kasus demi kasus. Menurut Sergiovanni . sehingga disebut juga supervise klinis.Sebaiknya soal yang digunakan pada saat diadakan sudah diketahui validitas. c) Metode angket Angket ini berisi pokok-pokok pemikiran yang berkaitan erat dan mencerminkan penampilan. 2005). daya beda dan tingkat kesukarannya. b) Diskusi kasus Diskusi kasus berawal dari kasus-kasus yang ditemukan pada observasi proses pembelajaran. mencari akar permasalahan dan mencari berbagai alterbatif jalan keluarnya. Model Supervisi Kontemporer (Masa kini) Supervise akademik model kontemporer dilaksanakan dengan pendekatan klinis. realibilitas. Supervise model ini merupakan supervise akademik yang bersifat kolaboratif. laporan-laporan atau hasil studi dokumentasi.

menetapkan metode dan formulir observasi. 3. Dalam pelaksanaannya menurut Sullivan & Glanz (2005) setidaknya ada empat langkah yaitu: 1. informasi langsung. melaksanakan observasi. Langkah-langkah pertemuan berikutnya adalah menentukan focus dan waktu. Melainkan karenan kesadaran guru yang datang ke supervisor untuk minta bantuan mengatasai masalahnya. memilih pendekatan interpersonal setelah pertemuan berikutnya. Perencanaan pertemuan Observasi Pertemuan berikutnya Refleksi kolaborasi. .(1987) ada dua tujuan supervise klinis: pengembangan professional dan motivasi kerja guru. menganalisis data hasil verifikasi dan menginterpretasi. dan apa saran-saran anda. atau langsung diri sendiri). Langkah-langkah observasi meliputi: memilih alat observasi. Langkahlangkah refleksi kolaborasi meliputi: menemukan nilai-nilai apa?. memverifikasi hasil observasi dengan guru pada pertemuan berikutnya. kolaboratif. Langkah-langkah perencanaan pertemuan meliputi: memutuskan focus observasi (pendekatan umum. mengatur waktu observasi dan pertemuan berikutnya. 2. mana yang kurang bernilai. 4. Supervise klinis bagi guru muncul ketika guru tidak harus disupervisi atas keinginan kepala sekolah.

Teknik supervise individual Teknik supervise individual adalah pelaksanaan supervise persorangan terhadap guru. kesulitan-kesulitan guru dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran. Untuk melaksanakannya secara efektif. Aspek-aspek yang diobservasi . Menurut Gwyn (1961) teknik supervise akademik meliputi dua macam. Teknik supervise akademik Salah satu tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervise akademik. Teknik-teknik supervise individual ada lima macam. Oleh sebab itu. yaitu: individual dan kelompok. Kunjungan kelas Kunjungan kelas adalah teknik pembinaan guru oleh kepala sekolah untuk mengamati proses pembelajaran di kelas.5. 1. at al: 2007). b. diperlukan keterampilan konseptual. Supervisor hanya berhadapan dengan seorang guru sehingga dari hasil supervise ini akan diketahui kualitas pembelajarannya. setiap kepala sekolah harus memiliki keterampilan teknikal berupa kemampuan menerapkan teknik-teknik supervise akademik yang tepat. Observasi kelas Observasi kelas adalah mengamati proses pembelajaran secara teliti di kelas. Tujuannya adalah untuk memperoleh data obyektif aspek-aspek situasi pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menolong guru dalam mengatasi masalah di dalam kelas. yaitu: a. interpersonal dan teknikal (Glickman.

Office-conference. Pertemuan individual Pertemuan individual adalah satu pertemuan. variasi metode. Classroom-conference. ketapatan mengunakan metode dengan meteri. cara menggunakan media pengajaran. Causal-conference. dan tindak lanjut. tukar pikiran antara supervisor dan guru. penilaian hasil observasi. Swearingen (1961) mengklasifikasi empat jenis pertemuan individual sebagai berikut: 1. Adapun pelaksanaan observasi kelas malalui tahap persiapan. ketepatan penggunaan media dengan materi. yakni percakapan individual yang dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau ruang guru. 3. penutupan. percakapan. di mana sudah dilengkapi dengan alat-alat bantu yang dapat digunakan untuk memberikan penjelasan kepada guru. Tujuannya adalah untuk berkonsultasi guna memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan. pelaksanaan.adalah: usaha-usaha dan aktifitas guru-siswa dalam proses pembelajaran. yaitu percakapan individual yang bersifat informal. dialog. c. yang secara kebetulan bertemu dengan guru . yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di dalam kelas ketika murid-murid sedang meninggalkan kelas 2. reaksi mental para siswa dalam proses belajar mengajar.

Kunjungan antar kelas Kunjuangan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran.4. perpustakaan. yaitu: kepanitiaan. diskusi panel. Menilai diri sendiri Menilai diri sendiri adalah penilaian diri yang dilakukan oleh diri sendiri secara objektif. laboratorium. Supervise ini dilakukan kepada kelompok guru yang memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama. darmawisata. demonstrasi pembelajaran. bulletin supervise. kuliah/studi. Teknik supervise kelompok Teknisi supervise kelompok adalah cara melaksanakan program supervise yang ditujukan kepada dua orang guru atau lebih. yaitu percakapan individual yang dilaksanakan setelah supervisor melakukan kunjungan kelas atau observasi kelas. Kejujuran pada diri sendiri sangat menetukan keberhasilan pada kegiatan ini. Menurut Gwynn (1961) terdapat tiga belas teknik supervise kelompok. kerja kelompok. d. organisasi professional. lokakarya atau konferensi kelompok. pertemuan guru. e. Observational visitation. 2. . membaca terpimpin.

observasi dan refleksi. 30 Oktober 2010. Waka Kurikulum. Personalia Penelitian ini dilaksanakan sendiri oleh Tim Pengembang SMAN 1 Tenjo yang terdiri dari Kepala Sekolah.d. pelaksanaan. Bogor. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan. Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan melaksanakan supervise akademik yang meliputi supervise tradisional dan supervise klinis yang secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Perencanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama 2 siklus. Waktu pelaksanaan direncanakan selama satu bulan mulai tanggal 1 s. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian adalah di SMA negeri 1 Tenjo yang beralamat di Jln Raya Tenjo-Parungpanjang KM 03 Ds Babakan Kec. dan Waka Kesiswaan C. Perencanaan Awal .BAB III METODE PENELITIAN A. B. Tenjo Kab.

yakni: a. a. 2. Siklus pertama. Menyusun rencana tindakan (berupa penjadwalan supervise individual atau kelompok disesuaikan dengan temuan pada identifikasi masalah) b. c. 4. . rencanakan berlangsung selama 2 minggu dan dilaksanakan bersama-sama dengan kolaborator. Pelaksanaan Pada tahap ini peneliti melaksanakan rencana tindakan supervise individual/kelompok untuk menilai administrasi guru yang sudah dikumpulkan sebelumnya. peneliti untuk mengetahui penyebab/masalahnya. Mengidentifikasi jumlah guru yang sudah membuat silabus dan RPP Meminta guru untuk mengumpulkan perangkat pembelajaran Peneliti memeriksa administrasi guru secara kuantitas dan kulitatif. 5. Hal ini dilakukan terutama kepada guru yang tidak mengumpulkan perangkat Tahap ini pembelajaran. Perencanaan Pada tahap ini. b. Pelaksanaan supervise dilakukan dengan pertemuan individual office-conference. peneliti merencanakan langkah-langkah sebagi berikut: 1. 3. Peneliti mengidentifikasi permasalahan yang ditemukan. Identifikasi masalah Pengajuan proposal Mempersiapkan instrument 2.Langkah awal yang direncanakan pada penilitian tindakan sekolah ini terdiri dari beberapa kegiatan.

Hal ini untuk melihat kesesuaian perencanaan pembelajaran dengan pelaksanaan pemelajaran. Refleksi Pada tahap refleksi. Pelaksanaan Pada tahap ini. guru-guru yang sudah siap perangkat perencanaan pembelajarannya disupervisi kelas oleh peneliti. Selain itu peneliti juga mengidentifikasi masalah-masalah lanjutan yang timbul dari pelaksanaan tindakan di siklus 1. 3. Siklus kedua a. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama kolaborator untuk membahas hasil evaluasi dan penyusunan langkah-langkah untuk siklus kedua.c. b. Observasi Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan observasi terhadap seluruh kejadian yang terjadi selama tahap pelaksanaan dan mengobservasi hasil awal yang dicapai pada pelaksanaan tindakan siklus 1. Perencanaan Tahap perencanaan pada siklus kedua ini. peneliti melakukan pertemuan dengan kolaborator untuk menyusun penjadwalan supervise kelas dan menyiapkan instrument supervise untuk siklus kedua. peneliti melakukan evaluasi terhadap tindakan dan data-data yang diperoleh. Observasi . d. c.

peneliti melakukan evaluasi bersama guru yang disupervisi terhadap hasil observasi di siklus kedua. D. Tahap perencanaan Awal Langkah awal yang direncanakan pada penilitian tindakan sekolah ini terdiri dari beberapa kegiatan. Refleksi Pada tahap refleksi siklus kedua. Penyusunan proposal Penyusunan proposal dilaksanakan oleh peneliti pada tanggal 26 Agustus 2010 dengan judul “Upaya Peningkatan Kompetensi Guru . Untuk melihat kesesuaian perencanaan tindakan tersebut. b. Pada tahap ini pula. Pelaksanaan Tindakan Bagaimanakah pelaksanaan dari perencanaan tindakan yang diuraikan di atas. peneliti mengumpulkan data-data yang terjadi selama tahap pelaksanaan. d. yakni: a. peneliti mengobservasi kesesuaian perencanaan pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran serta melihat keberterimaan siswa dalam proses belajar mengajar. Ini dilakukan pada bulan Agustus 2010. Identifikasi masalah Pengidentifikasian masalah dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan data penyerahan perangkat pembelajaran tahun pelajaran 2009/2010.Di tahap observasi siklus kedua. maka berikut ini peneliti melaporkan pelaksanaan tindakan sebagai berikut: 1.

Jenis Kegiatan Meminta guru mengumpulkan perangkat pembelajaran terutama silabus dan RPP Mengidentifikasi jumlah guru yang sudah menyusun silabus dan RPP secara rutin Menganalisa silabus dan RPP guru secara kualitatif Mengidentifikasi masalah yang ditemukan Menyusun rencana tindakan Tanggal Pelaksanaan 1-2 Oktober 2010 2. 4. Siklus pertama. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini dapat dilihat pada table pelaksanaan kegiatan dibawah ini. Perencanaan Tahap perencanaan pelaksanaan siklus 1 dilaksanakan peneliti pada minggu pertama Oktober 2010. Mempersiapkan instrument Pada tahap ini. 3. a. 4 Oktober 2010 5-6 Okrtober 2010 6 Oktober 2010 6 Oktober 2010 .Dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik Yang Berkelanjutan Di SMA Negeri 1 Tenjo Kabupaten Bogor”. peneliti menyiapkan seluruh instrument penelitian berupa lembar pengamatan supervise yang terdiri dari data jumlah guru yang membuat silabus dan RPP dan data kualitas silabus dan RPP yang dibuat oleh guru. 5. TABEL 1 TAHAP PERENCANAAN SIKLUS 1 No 1. c. 2.

TABEL 3 TAHAP OBSERVASI SIKLUS 1 No 1. TABEL 2 TAHAP PELAKSANAAN SIKLUS 1 No 1.b. Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus pertama dilaksanakan pada minggu ke-2 Oktober 2010. Refleksi Pada tahap refleksi. Selain itu peneliti juga mengidentifikasi masalah-masalah lanjutan yang timbul dari pelaksanaan tindakan di siklus 1. Observasi Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan observasi terhadap seluruh kejadian yang terjadi selama tahap pelaksanaan tindakan siklus 1. 2. Jenis Kegiatan Pengolahan data-data siklus 1 Tanggal Pelaksanaan 8 Oktober 2010 d. Secara lebih rinci dapat dilihat pada table berikut. Jenis Kegiatan Supervisi individual terhadap seluruh guru Penugasan menyusun contoh revisi silabus dan RPP Tanggal Pelaksanaan 7-8 Oktober 2010 7-8 Oktoer 2010 c. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama kolaborator untuk membahas hasil evaluasi dan penyusunan langkah-langkah untuk siklus kedua. peneliti melakukan evaluasi terhadap tindakan dan data-data yang diperoleh. Jadwal kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut: .

4. guru-guru yang sudah siap perangkat perencanaan pembelajarannya disupervisi kelas oleh peneliti. TABEL 5 TAHAP PERENCANAAN SIKLUS 2 No 1. Pelaksanaan Pada tahap ini. Jenis Kegiatan Menyusun perencanaan siklus 2 Mengumpulkan contoh revisi silabus dan RPP Membuat jadwal supervise kelas dan mengumumkannya kepada guru Menganalisa sampel revisi silabus dan RPP Tanggal Pelaksanaan 9 Oktober 2010 9 Oktober 2010 9 Oktober 2010 9 Oktober 2010 b.TABEL 4 TAHAP REFLEKSI SIKLUS 1 No 1. peneliti melakukan pertemuan dengan kolaborator untuk menyusun penjadwalan Tanggal Pelaksanaan 9 Oktober 2010 9 Okrtober 2010 supervise kelas dan menyiapkan instrument supervise untuk siklus kedua. Hal ini untuk melihat kesesuaian pembelajaran. 3. 2. Perencanaan Tahap perencanaan pada siklus kedua ini. 3. perencanaan pembelajaran dengan pelaksanaan . Jenis Kegiatan Mengidentifikasi masalah yang timbul di siklus 1 Mengevaluasi kegiatan di siklus 1 Siklus kedua a. 2.

Refleksi Pada tahap refleksi siklus kedua. TABEL 7 TAHAP OBSERVASI SIKLUS 2 No 1. .TABEL 6 TAHAP PELAKSANAAN SIKLUS 2 No 1. Jenis Kegiatan Melakukan supervise kelas pada guru Melakukan supervise individual terhadap guru yang sudah disupervisi kelas Tanggal Pelaksanaan 11-15 Oktober 2010 11-15 Oktober 2010 c. Observasi Di tahap observasi siklus kedua. Pada tahap ini pula. peneliti melakukan evaluasi bersama guru yang disupervisi terhadap hasil observasi di siklus kedua TABEL 8 TAHAP REFLEKSI SIKLUS 2 Jenis Kegiatan Tanggal Pelaksanaan Mengevaluasi kegiatan siklus 2 Menyelesaikan laporan PTS 16 Oktober 2010 16-19 Okrtober 2010 No 1. 2. peneliti mengumpulkan data-data yang terjadi selama tahap pelaksanaan. 2. Jenis Kegiatan Mengolah data-data hasil siklus 2 Tanggal Pelaksanaan 16 Oktober 2010 d. peneliti mengobservasi kesesuaian perencanaan pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran serta melihat keberterimaan siswa dalam proses belajar mengajar.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Hasil perhitungan perangkat pembelajaran yang dikumpulkan dapat dilihat pada table berikut: TABEL 9 DAFTAR SETORAN PERANGKAT PEMBELAJARAN Tahun Pelajaran 2009/2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam PKn Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Sejarah Biologi Fisika Kimia Geografi Sosiologi Ekonomi PenjasOrkes SBK TIK Bahasa Sunda PLH Bahasa Arab Jumlah X v v v v v v v v v v v v v v SILABUS XI A XI S XII A XII S v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v X v v v v v v v v v v v v v v RPP XI A XI S XII A XII S v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v 14 11 11 7 8 14 10 10 5 5 Sumber : Lembar control setoran perangkat pembelajaran 2009/2010 . peneliti mencatat guru yang menyetorkan perangkat pembelajaran untuk ditandatangani. Kompetensi Guru Sebelum Kegiatan Penelitian 1. Kuantitas silabus dan RPP tahun pelajaran 2009/2010 Pada akhir tahun pelajaran 2009/2010.

Data yang diperoleh dari penelaahan tersebut dapat digambarkan pada table kualitas silabus dan RPP SMA Negeri 1 Tenjo pada sub berikut.Lebih jelasnya. kemudian penulis melakukan penelaahan terhadap kualitas dari perangkat pembelajaran yang dikumpulkan terutama pada silabus dan RPP. Dari silabus dan RPP yang terkumpul ini. . Semester Daftar hadir siswa Daftar nilai Analisis Hasil Ulangan harian Analisis hasil UTS Analisis butir soal Bank soal Program perbaikan dan Pengayaan Laporan hasil perbaikan Jumlah Jumlah seharusnya 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 380 Yang mengumpulkan 19 19 10 10 10 19 0 19 13 12 14 5 19 19 2 14 14 4 1 0 223 % yang mengumpulka n 100 100 53 53 53 100 0 100 68 63 74 26 100 100 11 74 74 21 5 0 59 Sumber : lembar control pengumpulan silabus dan RPP Wakasek Kurikulum Dari table di atas jelas terlihat bahwa data dasar guru yang meyusun perangkat pembelajaran adalah sebesar 68 dan 63%. prosentase jumlah guru yang mengumpulkan perangkat pembelajaran sebelum kegiatan adalah: TABEL 10 REKAPITULASI GURU YANG MENYETORKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Komponen Standar Isi Mapel Kalender Pendidikan Program tahunan Program semester KKM Analisis Tujuan Mapel Analisis Materi Mapel Analisis pemetaan SK/KD Silabus RPP Agenda Kegiatan Harian Pelaksanaan Prog.

S. Hal ini dikarenakan masih banyak silabus dan RPP yang masih menggunakan format lama dan terkesan tidak original (copy paste dari orang lain).Pd Nuria Amalia.Pd Sudarjat. Hal ini terlihat dari tidak timbulnya visi dan misi serta tujuan sekolah pada silabus dan RPP yang dibuat oleh guru. ST Mira sumirah. S. Dari 13 orang guru yang silabus dan RPP-nya dianalisa oleh peneliti. Secara lebih jelas berikut penulis gambarkan hasil penilaian penulis terhadap kualitas silabus dan RPP 13 orang guru SMA Negeri 1 Tenjo tahun pelajaran 2009/2010.Pd Ena Hernawati.Md Endang Astorina.Pd Dian Firdian.Pd Hartanto.E Radian Bondan.T Sri Kuswiyaningsih. S.Pd Silabus 75 75 61 61 64 64 64 61 75 64 61 61 75 75 61 66 9 4 31 RPP 60 69 70 75 60 60 60 81 60 60 60 75 81 61 9 4 31 Rata-rata 68 72 66 31 70 62 62 61 78 62 61 61 75 78 31 64 10 3 31 Nilai tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Jumlah < 70 Jumlah > 70 Prosentase < 70 Sumber : Data penilaian silabus dan RPP SMAN 1 Tenjo Tahun 2009/2010 Dari table di atas. S.Pd Rusmaeni. hanya rata-rata 31% . TABEL 11 DAFTAR NILAI KUALITAS SILABUS DAN RPP TAHUN PELAJARAN 2009/2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Nama Guru Dra Wiwik Pujiati Irma Suryani. S.Pd Asmawi. jelas terlihat bahwa kualitas silabus da RPP guru SMA negeri 1 Tenjo pada tahun pelajaran 2009/2010 masih sangat rendah. S. A. S. Kualitas silabus dan RPP guru tahun pelajaran 2009/2010 Kualitas silabus dan RPP yang dibuat oleh guru SMA Negeri 1 Tenjo secara umum dapat dikatakan kurang baik.2. S. S. S.

Setelah berjalan selama hampir tiga bulan. Kompetensi Guru dalam menyusun silabus setelah siklus ke-1 1. prosentase guru yang silabusnya baik (di atas 70) adalah 23% dan guru yang RPPnya baik (di atas 70) adalah 38%. Dari hasil perhitungan peneliti terhadap jumlah guru yang mengumpulkan silabus dan RPP didapatkan data sebagai berikut: TABEL 12 REKAPITULASI PERHITUNGAN PENGUMPULAN SILABUS DAN RPP PADA SIKLUS 1 Silabus No 1 2 3 4 5 Kelas Seharus nya 18 15 15 15 15 Mengumpul kan 15 13 13 12 12 13 % Mengumpul kan 83 87 87 80 80 83 Seharus nya 18 15 15 15 15 16 RPP Mengumpul kan 13 12 12 11 11 12 % Mengumpul kan 72 80 80 73 73 76 X XI IPA XI IPS XII IPA XII IPS Rata-rata Prosentase Total 80 Sumber: Lembar control pengumpulan silabus dan RPP tanggal 04 Oktober 2010 . Lebih rinci. Selanjutnya peneliti melakukan analisis dan penilaian terhadap kuantitas guru yang menyetorkan perangkat pembelajaran terutama silabus dan RPP. B. peneliti mengumumkan kepada seluruh guru bahwa pada bulan Oktober 2010 akan dilakukan supervise terhadap administrasi guru. Kuantitas Guru yang menyusun silabus dan RPP setelah siklus ke-1 Pada rapat awal tahun pelajaran 2010/2011. Pada siklus ini seluruh guru diminta untuk mengumpulkan perangkat pembelajaran tersebut.guru yang memiliki silabus dan RPP yang sesuai dan dinilai baik. peneliti memerintahkan kepada seluruh guru untuk membuat perangkat pembelajaran.

85 51 .100 71 .100 71 . mengalami peningkatan kuantitas menjadi 80%. Hasil analisis kualitas silabus dan RPP tersebut dapat terlihat pada table berikut: TABEL 13 REKAPITULASI PENILAIAN SILABUS DAN RPP PADA SIKLUS 1 No A. 1 2 3 4 Klasifikasi Penilaian SILABUS A : Baik sekali B : Baik C : Cukup D : Kurang 86 . dapat terlihat bahwa dengan informasi adanya supervise akademik terhadap guru dapat meningkatkan kuantitas jumlah guru yang menyusun silabus dan RPP yang sebelumnya hanya 60% .50 5 11 2 18 28 28 61 11 100 Rentang nilai f % Jumlah Prosentase A dan B B.70 0 . 1 2 3 4 RPP A : Baik sekali B : Baik C : Cukup D : Kurang 86 . Peneliti melakukan analisa kedua terhadap sampel silabus dan RPP yang dibuat oleh guru.Dari data jumlah guru yang mengumpulkan silabus dan RPP pada awal siklus 1.70 0 . Kualitas silabus dan RPP setelah siklus ke-1 Sebelum melakukan supervise individual terhadap seluruh guru terutama kepada guru yang belum menyetorkan silabus dan RPP. Dari data tersebut juga dapat dilihat adanya guru yang hanya menyerahkan silabus tanpa dengan RPP-nya serta ada yang belum menyetorkan silabus dan RPP (Klasifikasi D) 2.50 8 8 2 18 44 44 44 11 Jumlah Prosentase A dan B Sumber: Lembar penilaian silabus dan RPP tanggal 5-6 Oktober 2010 .85 51 .

Metode yang digunakan adalah . C. 1 2 3 4 Klasifikasi Penilaian SILABUS A : Baik sekali B : Baik C : Cukup D : Kurang 86 .85 51 .70 0 . Kompetensi guru menyusun silabus dan RPP setelah siklus ke-2 Pada siklus kedua ini. penelitian dilanjutkan dengan menganalisa/menguji keaslian silabus dan RPP yang disusun oleh guru.Sementara itu.70 0 . Dari sini pula terlihat bahwa jumlah guru yang mengumpulkan sampel silabus dan RPP menjadi 100%. Dimana kualitas A dan B meningkat dari 28 dan 44% menjadi 83 dan 89%.50 18 83 2 13 3 11 72 17 100 Rentang nilai f % Jumlah Prosentase A dan B B. hasil analisa kualitas penyusunan silabus dan RPP setelah dilakukan supervise individual (setelah direvisi) dapat dilihat pada table berikut: TABEL 14 REKAPITULASI PENILAIAN SILABUS DAN RPP SETELAH REVISI (Siklus 1) No A.50 2 14 2 18 89 11 78 11 - Jumlah Prosentase A dan B Sumber : Lembar penilaian kualitas silabus tanggal 11 Oktober 2010 Hasil analisa revisi silabus dan RPP pada table diatas memperlihatkan terjadinya peningkatan kualitas silabus dan RPP.85 51 .100 71 . 1 2 3 4 RPP A : Baik sekali B : Baik C : Cukup D : Kurang 86 .100 71 .

50 0 . Hasil dari analisa penguat tersebut. Hal ini terlihat dengan cukup besarnya guru mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang dibuat. menunjukkan bahwa silabus dan RPP yang dikumpulkan benar disusun oleh guru yang bersangkutan. . dapat terlihat keaslian penyusunannya.dengan melakukan supervise kelas. maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa silabus dan RPP yang dikumpulkan guru adalah bersifat original.100 51 .75 26 . Karena terjadi kesesuaian scenario antara perencanaan dan pelaksanaan di kelas. Dari pelaksanaan rencana pembelajaran ini. Data kesesuaian tersebut dapat dilihat dari table berikut: TABEL 15 HASIL PENILAIAN SUPERVISI KELAS No 1 2 3 4 Klasifikasi Penilaian A : Sesuai B : Cukup sesuai C : Kurang sesuai D : Tidak sesuai Rentang nilai 76 .25 f 15 3 100 % 83 17 - 18 Jumlah Sumber: Lembar penilaian pelaksanaan silabus dan RPP Dari hasil perhitungan pada table di atas.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. kemudian kepala sekolah memberikan masukan terhadap kekurangan silabus dan RPP guru. Supervisi akademik secara berkelanjutan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP di SMA Negeri 1 Tenjo. Ini terbukti dengan meningkatnya jumlah silabus guru yang baik dari 31% menjadi 83% setelah supervise akademik. kepala sekolah melakukan supervise kelas. 2) Pelaksanaan supervise individual. (Perbandingan table 9 dan table 12) 2. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan rencana yang dimuat dalam silabus dan RPP dengan penerapannya di kelas. Jika sesuai maka dapat dipastikan. Selain itu jumlah RPP yang berkualitas baik juga meningkat dari 31% menjadi 89%. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang terurai pada bab IV. kami dapat menyimpulkan bahwa: 1. 3) Untuk mengecek originalitas silabus dan RPP yang disusun guru. Langkah-langkah yang mengakibatkan terjadinya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP tersebut meliputi langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pengumuman rencana supervisi terhadap guru. dimana setiap guru diminta mempresentasikan silabus dan RPP-nya kepada kepala sekolah. .

kita dapat menggunakan supervise kelas. 3. Saran 1. Untuk pengawas diharapkan dapat memberikan masukan yang lebih jelas dan terarah dalam pembinaan terhadap guru. 2. . Untuk mengujinya. B. Jika banyak ketidaksesuaian maka ada kemungkinan silabus dan RPP tersebut dibuatkan oleh orang lain. Peningkatan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP yang baik meningkat sebesar 52% dan 58%. Untuk kawan-kawan kepala sekolah.kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP tersebut benar (bukan jiplakan atau dibuatkan orang lain). pelaksanaan supervise individual sangat cocok digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP yang selama ini masih menjadi administrasi yang masih sulit diminta dari guru-guru kita.

Jakarta: Rineka Cipta. . Jakarta: Depdiknas. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah. 2000. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep. Sapari. Depdiknas. 2003. Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Sahertian. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2002. Jakarta: Depdiknas. Bandung: Alfabeta Depdiknas. 1989. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Depdiknas. Harahap. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Achmad. Petunjuk Pengelolaan Adminstrasi Sekolah Dasar. 2001. Abdul. Jakarta: Damai Jaya Majid. 2005. Karakteristik. 1997. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Supervisi Pendidikan yang Dilaksanakan oleh Guru. 1996. Idochi. Fungsi dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah sebagai Administrator dan Supervisor Sekolah. Administrasi Pendidikan. Bandung: Yayasan Bhakti Winaya Suryasubrata.DAFTAR PUSTAKA Anwar. Konsep-Konsep dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Supandi. Surya. dan Implementasi. Pemahaman Guru Terhadap Inovasi Pendidikan. Artikel. 2010. Penilik dan Pengawas Sekolah.. 1983. Semarang: IKIP Semarang Press. MD. 2004. Paradigma Pendidikan Islam. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. 2003. Kepala Sekolah. Jakarta: Departemen Agama Universitas Terbuka. Jakarta: Kompas (16 Agustus 2002). Baharuddin. Supervisi Akademik. Moch. Suprihatin. Depdiknas. Piet A. Muhammad. E. Mulyasa. Muhaimin (2004).1997.

Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). 2008 Wardani. 1996. Jakarta: Dirjen Dikti. IGK. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Wahidin. Moh. .Usman. 13 Faktor untuk menjadi Kepala Sekolah Yang Efektif. Uzer. 1994.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->