Anda di halaman 1dari 6

Klasifikasi Tanaman Kelapa :

Divisio Class Sub Class Ordo Family Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotiledoneae : Palmales : Palmaceae : Cocos : Cocos nucifera L

Tanaman Kelapa disebut sebagai pohon kehidupan (?)

Morfologi :
Akar Terdiri dari akar priemer, skunder dan tersier Pada tanaman yang sering tergenang air terdapat gelembung/bintil bintil putih untuk pernapasan Terdapat akar adventif pada pangkal batang Batang

Batang tumbuh lurus ke atas, tidak bercabang dan tidak berkambium. Pangkal batang kelihatan membesar karena terdapat akar adventif. Pertambahan tinggi tanaman dimulai saat tanaman berumur 3-4 tahun Daun Berupa pelepah, bersirip genap dan pada pangkal pelepah terdapat bulu bulu halus. Daun yang pertama muncul dari benih kelapa adalah 4-6 helai daun yang saling membungkus. Daun berikutnya terdiri dari 4-6 helai daun yang sudah terbuka tapi belum membentuk anak daun. Selanjutnya baru mulai terbentuk pelepah daun yang sudah membentuk anak daun.

Bunga Mulai berbunga pada umur 3-8 tahun Bunga tersusun dalam tandan yang diselubungi oleh seludang 1 tandan terdapat 30-40 cabang, pada pangkal cabang terdapat 1-2 bunga betina dan banyak bunga jantan di bagian atas cabang. Bunga betina terdiri dari 3 kelopak, 3 mahkota dan 1 putik yang terdiri dari 3 karpel, sedangkan bunga jantan terdiri dari 3 kelopak, 3 mahkota, 6 benang sari dan 1organ menyerupai putik tempat produksi nira. .

Buah 1 bulan setelah penyerbukan akan terbentuk buah kecil 2 bulan pertama buah gugur 1/2 2/3 bagian ----- (?) Setelah itu buah jarang ada yang gugur lagi dan melanjutkan perkembangannya sampai buah masak Pertumbuhan dan perkembangan buah melalui fase fase berikut: a. Fase I ( 4 bulan) Pembentukkan sabut dan tempurung, kantung embrio membesar dan penuh terisi air. b. Fase II ( 2 bulan) Tempurung menebal tapi belum mengeras.

c. Fase III ( 2 bulan) Endosperm terbentuk, tempurung mengeras, embrio terbentuk. d. Fase pemasakan buah Untuk mencapai masak morfologi butuh waktu 2 bulan, dan 2 bulan kemudian tercapai masak fisiologis.

Struktur buah terdiri dari: a. Kulit buah (epicarp) b. Sabut (mesocarp) c. Tempurung (endocarp) d. Kulit biji e. Daging buah/putih lembaga/endosperm f. Lembaga (embrio)

h. Air

i. Kentos/perisai/tombong Mengandung enzim enzim yang berfungsi untuk merombak cadangan makanan menjadi bentuk tersedia untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio agar dapat berkecambah

Jenis Jenis Kelapa :

Kelapa Dalam Tinggi, bisa mencapai 30 m Terdapat akar adventif pada pangkal batang Umur berbuah 6-8 tahun Kualitas buah baik, berat buah 2 kg, berat kopra 300 g/buah, kandungan minyak 150 g/buah

2. Kelapa Genjah Tumbuh tidak terlalu tinggi, diamater batang tidak terlalu besar Tidak ada akar adventif Umur berbuah 3-4 tahun Kualitas buah kurang baik, berat buah 1 kg, berat kopra 150 g/buah,kandungan minyak 100 g/buah 3. Kelapa Hibrida Hasil persilangan antara kelapa genjah (ibu) dan kelapa dalam (bapak) Tinggi tanaman sedang Terdapat akar adventif pada pangkal batang Umur berbuah 3-4 tahun Kualitas buah baik, potensi buah tinggi, daging buah tebal, produksi minyak tinggi Tahan terhadap hama penyakit Teknis pembuatan benih kelapa hibrida: 1. Mengambil bunga jantan pohon bapak (kelapa dalam) 2. Membuang bunga jantan pada pohon ibu (kelapa genjah), ------ emaskulasi 3. Melakukan penyerbukan pada pohon ibu

4. Setelah panen dilakukan uji daya kecambah (80%) dan uji legitimasi benih (93%) Syarat tumbuh : t optimum 27C, vegetatif minimum 20C, pertumbuhan buah minimum 25C curah hujan optimum 1300-2300 mm/th, minimum 1000 mm/th, maksimum 4000 mm/th intensitas matahari 7 jam/hari kelembaban 80-90% ketinggian tempat 0-500 m dpl, optimum 0-200 m dpl Tanah gembur, bahan organik tinggi, solum tanah minimal 1 m, aerasi dan drainase baik, pH 5-8, kandungan Cl yang lebih tinggi dibanding tanaman lain Bahan Tanaman : Memilih pohon induk yang sehat,berada ditengah kebun, umur tanaman 20 - 40 tahun, buah banyak sepanjang tahun, mutu dan jumlah kopra tinggi Memilih benih yaitu buah masak pohon, bentuk buah bulat, pengambilan benih tidak boleh dijatuhkan Penyimpanan benih selama 1 bulan, tinggi tumpukan 1 m, dan tidak terkena air dan panas matahari

Teknik Budidaya : 1. Pembibitan Semai gantung (tradisional) Persemaian bedengan - jarak antar benih 40x40 cm - 8 bulan pindah ke lapangan Persemaian polibek - Pendederan letak benih saling bersinggungan, benih disayat 5 cm diatas lubang ovule dan diberi fungisida, penyiraman - Bila panjang tunas 3-5 cm, pindahkan ke polibek - Setelah 3 bulan, bila benih belum berkecambah dianggap benih apkir

- Polibek yang digunakan ukuran 50x40 cm - Jarak antar polibek tergantung lama bibit di pembibitan 60x60x60 cm untuk 5-7 bulan, 80x80x80 cm untuk 7-9 bulan, 100x100x100 cm untuk 9-11 bulan - Pemeliharaan intensif penyiraman, penyiangan, pemupukkan, dll 2. Penanaman Jarak tanam 9x9x9 m, 8x8x8 m, 8x10 m, 9x10 m Membuat lubang tanam --- 60x60x60cm, dan 100x100x100 cm untuk tanah berat Penanaman ---- memindahkan bibit dari polibek ke lapangan

3. Penanaman penutup tanah Pola tanam 100% ---- semua gawangan ditanami dengan tanaman penutup tanah jenis leguminosa Pola tanam 50% ---- sebagian gawangan ditanami tanaman jenis leguminosa dan sebagian lagi ditanami tanaman semusim atau tahunan yang mempunyai nilai ekonomis 4. Pemeliharaan Penyulaman Penyiangan piringan dan pemberantasan gulma Pengendalian hama dan penyakit Pemupukan Pemeliharaan tanaman penutup tanah 5. Panen Warna kulit buah berubah Airnya berkurang Dalam 1 tandan jika sudah ada yang memenuhi kriteria diatas maka semua buah dalam tandan tersebut bisa dipanen