TUGAS GEOGRAFI

TENTANG:

LUMPUR LAPINDO
NAMA:

WAHYU FURQAN KLS: X SKM 2 SMA NEGERI 2 PAYAKUMBUH TAHUN AJARAN 2010-2011

Sampai Mei 2009. Oleh karena itu. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1). yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Jawa Timur. (Sumber: Wikipedia 08/10-2010) LOKASI KEJADIAN (WHERE) Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong.LUMPUR LAPINDO ( 5W+1H) LUMPUR LAPINDO (WHAT) peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. hingga saat ini. sejak tanggal 27 Mei 2006. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman. Kecamatan Porong. dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya. melalui PT Minarak Lapindo Jaya telah mengeluarkan uang baik untuk mengganti tanah masyarakat maupun membuat tanggul sebesar Rp. Kabupaten Sidoarjo.( Sumber :Wikipedia 08/10-2010) WARGA SIDOHARJO (WHO) Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. pertanian. PT Lapindo. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan . sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. 6 Triliun. serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur disebut sebagai lumpur lapindo. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo.

semburan lumpur berhubungan dengan kesalahan prosedur dalam kegiatan pengeboran. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Kedua. semburan lumpur kebetulan terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Besarnya semburan . Tanggal 5 Juni 2006. Namun bahan tulisan lebih banyak yang condong kejadian itu adalah akibat pemboran. Akibat dari peristiwa ini dilaporkan pohon dan tumbuhan di sekitar lokasi yang tergenang seperti pohon sengon. dan bambu serta rumput alang-alang mulai mengering.Lapindo Brantas di sumur tersebut. jalan raya Surabaya-Malang dan SurabayaPasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). pisang. Pertama. semburan lumpur panas meluas hingga menutupi hamparan sawah seluas lebih 12 hektar yang masuk dalam wilayah Desa Renokenongo dan Jatirejo.Indonesia (sumber: Wikipedia 8/10-2010) KRONOLOGI LUMPUR LAPINDO (HOW) 01. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol.

605 ekor unggas. Renokenongo. lahan padi seluas 172. serta 1. Jatirejo 480. di kawasan itu juga terdapat sejumlah pabrik. Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur adalah lahan tebu seluas 25. Tak kurang 10. 04. Kedungbendo. Dari peristiwa ini. atau ke rumah-rumah sanak famili yang tersebar di sejumlah tempat. dengan total warga yang dievakuasi sebanyak lebih dari 8. 05. Rumah/tempat tinggal yang rusak akibat diterjang lumpur dan rusak sebanyak 1. Akibat dari peristiwa ini 993 KK atau 3815 Jiwa terpaksa mengungsi ke Pasar Baru Porong. Kondisi ini terus memprihatinkan karena semakin hari debit lumpur yang keluar dari perut bumi semakin membesar hingga akhirnya pada 7 Juli 2006. .200 jiwa dan tak kurang 25.61 ha di Renokenongo. Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja.000 jiwa mengungsi. Jabon.lumpur yang keluar dari perut bumi juga menyebabkan ketinggian lumpur sedikit lebih tinggi dari badan jalan Tol Surabaya-Gempol Kilometer 38. serta rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon).683 unit. 02. Jatirejo.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak lumpur ini. Pada tanggal 7 Juni 2006.39 ha di Siring. 03. sebagian penduduk Dusun Siring Tangunan dan Dusun Renomencil berjumlah 188 KK atau 725 Jiwa terpaksa mengungsi ke Balai Desa Renokenongo dan Pasar Baru Porong. Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja. Besuki Jabon dan Pejarakan Jabon. SMP). Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD. Pada bulan Agustus 2006. lumpur mulai menggenangi areal persawahan bagian Selatan lokasi semburan yang berbatasan dengan Desa Jatirejo. Rinciannya: Tempat tinggal 1. Tercatat 1. semburan lumpur panas semakin membesar dan mulai mendekati pinggir bagian Timur di Desa Siring sehingga mengancam pemukiman penduduk di desa tersebut. 2 sapi dan 7 ekor kijang. Sentul. Desa Siring. 10 Juli 2006.810 (Siring 142. 30 ekor kambing.426 unit rumah terendam lumpur dan 77 unit rumah ibadah terendam lumpur. Renokenongo 428. Markas Koramil Porong. 12 Juli 2006 lumpur panas mulai menggenangi areal pemukiman Desa Jatirejo dan Kedungbendo akibat tanggul-tanggul penahan lumpur di Desa Renokenongo dan Siring tidak mampu menahan debit lumpur yang semakin membesar. lumpur mulai menggenangi areal pemukiman penduduk dusun Renomencil Desa Renokenongo dan Dusun Siring Tangungan. luapan lumpur ini telah menggenangi sejumlah desa/kelurahan di Kecamatan Porong. Jatirejo dan Kedungcangkring. dan Tanggulangin.

Desa Jatirejo Wetan termasuk di sini dusun Jatianom. Sebelumnya telah ada peringatan bahwa akibat amblesnya tanggul yang tidak kuat menahan beban menyebabkan pipa tertekan sehingga dikhawatirkan akan meledak. Siring Tangunan dan Kedungbendo.Kedungbendo 590. Desa Kali Tengah dan Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera Kecamatan Tanggulangin. Dengan demikian sampai November 2008. kantor 2 (Kantor Koramil dan Kelurahan Jatirejo). Besuki 170). masjid dan musala 15 unit . 07. Di laporkan lebih dari 2000 jiwa harus mengungsi ke Pasar Baru Porong. Dari peristiwa tersebut sejumlah desa di wilayah utara desa tersebut seperti. pipa gas milik Pertamina meledak. Peristiwa ini juga mengakibatkan tanggul utama penahan lumpur di desa Kedungbendo rusak parah dan tidak mampu menahan laju luapan lumpur. 22 November 2006. 10 Januari 2008. Peristiwa meledaknya pipa Pertamina diceritakan oleh penduduk seperti kiamat karena ledakan yang sangat keras dan api ledakan yang membumbung sampai ketinggian 1 kilo meter. terdapat 18 desa yang tenggelam dan/ atau terendam dan/ atau tergenang lumpur. tenggelam akibat tanggul penahan lumpur di desa Siring dan Renokenongo kembali jebol. 6 Desember 2006. Memasuki April 2007. 06. mulai terancam akan tergenang lumpur. yang menyebabkan 14 orang tewas (pekerja dan petugas keamanan) dan 14 orang luka-luka . Desa Ketapang Barat dan Siring Barat terendam air dan lumpur akibat tanggul di sebelah Barat yang berdekatan dengan jalan raya Malang-Surabaya jebol karena tidak mampu menahan lumpur yang bercampur dengan air hujan. Memasuki akhir September 2006. Namun peringatan ini tidak diindahkan oleh pihak Pertamina. 11. Penduduk panik dan berlarian tak tentu arah. 12. pabrik 15. 09. Dilaporkan lebih dari 500 orang harus mengungsi ke Balai Desa Ketapang. 10. Suasana sangat mencekam dan kacau balau . 08. lumpur dan air mulai merendam Desa Ketapang bagian Timur akibat luapan lumpur yang bergerak ke arah Barat menuju jalan raya Surabaya Malang gagal ditahan oleh tanggul-tanggul darurat di perbatasan antara desa Kedungbendo dan Desa Ketapang. Perumtas I dan II sudah terendam seluruhnya. Memasuki Januari 2007. Dilaporkan sekitar lebih dari 500 orang mengungsi ke Pasar Porong atau ke sanak keluarga mereka yang terdekat. Perumtas I dan II tergenang lumpur dengan ketinggian yang beragam. yang meliputi: . sekolah 18 (7 sekolah negeri).

Sesuai dengan desain awalnya. Lapindo “sudah” memasang casing 30 inchi pada kedalaman 150 kaki.Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. casing 20 inchi pada 1195 kaki. Gempolsari. Padahal mereka membor di zona Kendeng yang tidak ada formasi Kujungnya. casing (liner) 16 inchi pada 2385 kaki dan casing 13-3/8 inchi pada 3580 kaki (Lapindo Press Rilis ke wartawan. Keboguyang. Ketika Lapindo mengebor lapisan bumi dari kedalaman 3580 kaki sampai ke 9297 kaki. Mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan zona pemboran mereka di zona Rembang dengan target pemborannya adalah formasi Kujung. sejak awal merencanakan kegiatan pemboran ini dengan membuat prognosis pengeboran yang salah. Januari 2006. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia. (Sumber: Wakil Kepala Bidang Eksternal Komnas HAM Nur Kholis 07/082010) PENYEBAB KEJADIAN (WHY) Ada yang mengatakan bahwa lumpur Lapindo meluap karena kegiatan PT Lapindo di dekat lokasi itu. Jatirejo. setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta. Siring. Kedung Cangkring. Sumur tersebut akan dipasang selubung bor (casing ) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensi circulation loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung. mereka “belum” memasang casing 9-5/8 inchi yang rencananya akan dipasang tepat di kedalaman batas antara formasi Kalibeng Bawah dengan Formasi Kujung (8500 kaki). Alhasil. Permisan. Sentul. mereka merencanakan memasang casing setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnya tidak ada. Ketapang. dan Kalitengah. Selama mengebor mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan pemboran .Diperkirakan bahwa Lapindo. Kedung Bendo. Glagah Arum. Pajarakan.Desa Renokenongo. 15 Juni 2006). Besuki. Ketapang. Pamotan. Mindi. Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8500 kaki (2590 meter) untuk mencapai formasi Kujung (batu gamping). Kesambi.

Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. operasi pemboran dihentikan. perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera ditutup & segera dipompakan lumpur pemboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan kick. fluida formasi bertekanan tinggi sudah terlanjur naik ke atas sampai ke batas antara openhole dengan selubung di permukaan (surface casing) 13 3/8 inchi. Batu gamping formasi Klitik sangat porous (bolong-bolong). Perlu diketahui bahwa untuk operasi sebuah kegiatan pemboran MIGAS di Indonesia setiap tindakan harus seijin BP MIGAS. Akibatnya lumpur yang digunakan untuk melawan lumpur formasi Pucangan hilang (masuk ke lubang di batu gamping formasi Klitik) atau circulation loss sehingga Lapindo kehilangan/kehabisan lumpur di permukaan. Akibat dari habisnya lumpur Lapindo. Kemungkinan yang terjadi. padahal mereka hanya menyentuh formasi Klitik. lumpur overpressure (bertekanan tinggi) dari formasi Pucangan sudah berusaha menerobos (blow out) tetapi dapat diatasi dengan pompa lumpurnya Lapindo (Medici).masih berlangsung. Di kedalaman tersebut. Selama pemboran. Karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya terus ke atas melalui lubang sumur disebabkan BOP sudah ditutup. maka fluida formasi bertekanan tadi akan berusaha mencari jalan lain yang lebih mudah yaitu melewati rekahan alami tadi & berhasil. Setelah kedalaman 9297 kaki. maka lumpur formasi Pucangan berusaha menerobos ke luar (terjadi kick). Sesuai prosedur standard. bukan di sumur itu sendiri. akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. Inilah mengapa surface blowout terjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur. semua dokumen terutama tentang pemasangan casing sudah disetujui oleh BP MIGAS. Lapindo mengira target formasi Kujung sudah tercapai. diperkirakan kondisi geologis tanah tidak stabil & kemungkinan banyak terdapat rekahan alami (natural fissures) yang bisa sampai ke permukaan. (Sumber: Wikipedia 08/10-2010) .

WAKTU KEJADIAN (WHEN) Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) . Kabupaten Sidoarjo. Kecamatan Porong. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. banyak tempat di sekitar Jawa Timur sampai ke Madura seperti Gunung Anyar di Madura.000 meter kubik perhari. Skenario pertama. (Sumber: Wikipedia. Jumlah lumpur di Sidoarjo yang keluar dari perut bumi sekitar 100. sejak tanggal 27 Mei 2006. Dan akibat pendapat awal dari WALHI maupun Meneg Lingkungan Hidup yang mengatakan lumpur di Sidoarjo ini berbahaya. yang mengartikan luapan ini adalah fenomena alam. dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya. bahkan ratusan tahun yang lalu. menghentikan luapan lumpur . yang tidak mungkin keluar dari lubang hasil "pemboran" selebar 30 cm.com 8/10-2010) VOLUME LUMPUR (HOW MUCH) Berdasarkan beberapa pendapat ahli lumpur keluar disebabkan karena adanya patahan. "gunung" lumpur juga ada di Jawa Tengah (Bleduk Kuwu). Fenomena ini sudah terjadi puluhan. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman.com 08/10-2010) CARA PENANGGULANGAN Ada pihak-pihak yang mengatakan luapan lumpur ini bisa dihentikan. serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. dengan beberapa skenario dibawah ini. yang karena volumenya besar sehingga tidak mungkin menampung seluruh luapan lumpur dan akhirnya menjadikan lahan yang terkena dampak menjadi semakin luas. pertanian. (Sumber : wikpedia. menyebabkan dibuat tanggul diatas tanah milik masyarakat. Jawa Timur. namun asumsi luapan bisa dihentikan sampai tahun 2009 tidak berhasil sama sekali.

bahwa yang terjadi adalah fenomena gunung lumpur (mud volcano). Snubbing unit ini digunakan untuk mencapai rangkaian mata bor seberat 25 ton dan panjang 400 meter yang tertinggal pada pemboran awal.500 kaki. Kedua. sebuah rig (anjungan pengeboran) berikut ongkos operasionalnya . Jawa Tengah. Ketiga skenario beranjak dari hipotesis bahwa lumpur berasal dari retakan di dinding sumur Banjar Panji-1. Rangkaian mata bor tersebut berhasil ditemukan di kedalaman 2991 kaki tetapi snubbing unit gagal mendorongnya ke dalam dasar sumur. Skenario kedua ini juga gagal karena telah ditemukan terjadinya kerusakan selubung di beberapa kedalaman antara 1. Pengeboran dilakukan dengan menggunakan rig milik PT Pertamina (persero). Contohnya. sekitar 500 meter barat daya Sumur Banjar Panji-1. pada tahap ini. Skenario kedua dilakukan dengan cara melakukan pengeboran miring (sidetracking) menghindari mata bor yang tertinggal tersebut. sekitar utara timur laut dari Sumur Banjar Panji-1. ketinggian tanggul di sekitar lokasi pemboran telah lebih dari 15 meter dari permukaan tanah sehingga tidak layak untuk ditinggikan lagi.060-1. Padahal ada hipotesis lain. Akan tetapi skenario ini gagal total. Kondisi itu mempersulit pelaksanaan sidetracking. Diharapkan bila mata bor tersebut ditemukan maka ia dapat didorong masuk ke dasar sumur (9297 kaki) dan kemudian sumur ditutup dengan menyuntikan semen dan lumpur berat. Tiga lokasi tersebut antara lain: Pertama. Bledug Kuwu terus memuntahkan lumpur cair hingga membentuk rawa. sekitar 500 meter barat barat laut sumur Banjar Panji 1.dengan menggunakan snubbing unit pada sumur Banjar Panji-1. mengatakan bahwa gunung lumpur hanya bisa dilawan dengan mengoperasikan empat atau lima relief well sekaligus. Kendalanya pekerjaan ini mahal dan memakan waktu. seperti di Bledug Kuwu di Purwodadi. Lapindo Brantas melaksanakan penutupan secara permanen sumur BJP-1. Ketiga. Semua sumur dipakai untuk mengepung retakan-retakan tempat keluarnya lumpur. Sampai saat ini skenario ini masih dijalankan. Snubbing unit adalah suatu sistem peralatan bertenaga hidrolik yang umumnya digunakan untuk pekerjaan well-intervention & workover (melakukan suatu pekerjaan ke dalam sumur yang sudah ada). anggota Tim Pertama. serta terjadinya pergerakan lateral di lokasi pemboran BJP-1. Skenario ketiga. Rudi Rubiandini. Selain itu muncul gelembung-gelembung gas bumi di lokasi pemboran yang dikhawatirkan membahayakan keselamatan pekerja. Karena itu. pemadaman lumpur dilakukan dengan terlebih dulu membuat tiga sumur baru (relief well). Sampai sekarang.

Rovicky Dwi Putrohari.Hal ini dianggap wajar karena banyak media hanya menuliskan data yang tidak akurat tentang penyebab semburan lumpur ini. Biaya bisa membengkak karena kontraktor dan rental alat pengeboran biasanya memasang tarif lebih mahal di wilayah berbahaya.5 juta masing-masing permeter persegi. dan jatirejo) sementara desa-desa lainnya ditanggung APBN. seorang geolog independen. mereka juga menganggap aneka solusi yang ditawarkan pemerintah dalam menangani lumpur akan melahirkan masalah baru. di mana mereka harus mengungsi dan kehilangan mata pencaharian tanpa adanya kompensasi yang layak. padahal kenyataannya dari 12.com 08/10-2010) SARAN DAN KRITIK Dalam hal ini Salah satu pihak yang paling mengecam penanganan bencana lumpur Lapindo adalah aktivis lingkungan hidup.Menurut sebagian media.883 buah dokumen Mei 2009 . Siring. tujuh kilometer sebelah timur Banjar Panji-1.membutuhkan Rp 95 miliar. terlihat tanda-tanda geologi yang menunjukkan luapan lumpur pada zaman dulu. demikian analisanya. Selain mengecam lambatnya pemerintah dalam menangani lumpur. Paling tidak kelima sumur akan membutuhkan Rp 475 miliar. Pemerintah hanya membebankan kepada Lapindo pembelian lahan bersertifikat dengan harga berlipat-lipat dari harga NJOP yang rata-rata harga tanah dibawah Rp. 100 ribu. menulis bahwa di lokasi sumur Porong-1. Masyarakat adalah korban yang paling dirugikan.dibeli oleh Lapindo sebesar Rp 1 juta dan bangunan Rp 1. untuk 4 desa (Kedung Bendo. Rovicky mencatat sebuah hal yang mencemaskan: semburan lumpur di Porong baru berhenti dalam rentang waktu puluhan hingga ratusan tahun. juga penanganan infrastruktur yang rusak. salah satunya adalah soal wacana bahwa lumpur akan dibuang ke laut karena tindakan tersebut justru berpotensi merusak lingkungan sekitar muara Saya menganggap Pemerintah dianggap tidak serius menangani kasus luapan lumpur panas ini. Sampai saat ini PT Lapindo Brantas Inc sendiri lebih sering mengingkari perjanjian-perjanjian yang telah disepakati bersama dengan korban. Saat ini pun sulit mendapatkan rig yang menganggur di tengah melambungnya harga minyak. Renokenongo. (Sumber : Wikipedia.

hanya tinggal 400 buah dokumen yang belum dibayarkan karena status tanah yang belum jelas. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful