Anda di halaman 1dari 13

KERANGKA ACUAN KERJA

PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG KECAMATAN KABUPATEN MUKOMUKO PROPINSI BENGKULU

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH PANITIA PENGADAAN JASA KONSULTANSI KEGIATAN RENCANA DETAIL TATA RUANG KECAMATAN

KABUPATEN MUKOMUKO

A. 1.

Pendahul uan
Kecamatan sebagai perpanjangan dari Pemerintah Kabupaten Mukomuko terlihat pada lima tahun terakhir ini terjadi perkembangan yang cukup pesat, terutama menyangkut perkembangan dan pertumbuhan kawasan baru yang terbangun. Perkembangan ini berdampak langsung pada perkembangan ruang Kecamatan, terutama terkait dengan perubahaan struktur Kecamatan di Kabupaten Mukomuko. Oleh Karena itu untuk mengantisipasi pertumbuhan yang cukup cepat dengan menghindari menurunnya kualitas dan kelestarian lingkungan pada kawasan Kecamatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Bappeda maka perlu segera menyusun RDTR Kecamatan. Diharapkan dengan adanya penyusunan ini, fungsi ruang Kecamatan akan lebih bermanfaat dan strategis untuk kembali mengoptimalkan penyesuaian kebijaksanaan tata ruang Kecamatan dengan tingkat perkembangan kebijaksanaan yang terjadi. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan ini merupakan penjabaran dari RTRW Kabupaten Mukomuko. Dalam penyusunan ini akan memperhatikan amanat undang undang Penataan ruang yang Baru (UU 26/2007), kebijakan yang telah ada dalam RTRW Kabupaten Mukomuko dan perda-perda yang berkaitan dengan penataan ruang yang berlaku. Dengan adanya Penataan RDTR Kecamatan ini diharapkan dapat menciptakan keserasian dan keseimbangan lingkungan, dan meningkatkan daya guna dan hasil guna pelayanan dalam upaya memanfaatkan ruang secara optimal. Selain itu dengan adanya RDTR tersebut dapat membantu menetapkan prioritas pengembangan Kecamatan dan menjadi pedoman bagi tertib pembangunan dan tertib pengaturan ruang secara rinci. Bagi pemerintah akan menjadi acuan dalam pemberian perijinan, bagi masyarakat dan pihak swasta merupakan acuan dalam pengembangan dan perencanaan pada kawasan Kecamatan kecamatan tersebut. Kegiatan ini memerlukan informasi yang akurat sebagai sarana untuk menghasilkan penilaian yang objektif terhadap penerapan RDTR. Dalam pelaksanaan RDTR dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti: fisik, sosial, ekonomi, budaya dan politik. Dalam melakukan penilaian, metode pendekatan yang digunakan adalah salah satunya dengan melakukan analisis daya dukung dan daya tampung ruang maupun infrastruktur, analisis proyeksi atau pertumbuhan, analisis hirarki masing-masing bagian wilayah Kecamatan. Analisis tersebut digunakan untuk memperkirakan kebutuhan ruang dan prasarana serta menentukan ketersediaan ruang dan hirarki serta fungsi masing-masing bagian wilayah.

Analisis daya dukung ruang dan lahan, diarahkan untuk mengetahui seberapa besar kapasitas ruang atau lahan untuk berbagai kegiatan. Analisis yang umumnya digunakan adalah analisis kesesuaian lahan dan kemampuan lahan. Terdapat tiga metode yang digunakan dalam menentukan kelas kemampuan lahan, yaitu metode pemberian (description), metode pengharkatan (Scorring), dan metode pembandingan (Matching). Analisis proyeksi atau pertumbuhan, analisis ini digunakan untuk memperkirakan jumlah penduduk dan perekonomian pada tahun tertentu. Proyeksi penduduk dan perekonomian tersebut dianggap penting, karena kedua hal ini yang akan berpengaruh terhadap penggunaan ruang di masa yang akan datang. Metode proyeksi ini pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu proyeksi linier dan proyeksi rion linier.

A. 2.

Maksud,

Tujuan,

Kegunaan

dan

Keluaran
A.2.1 Maksud Maksud utama dari penyusunan RDTR Kecamatan adalah melakukan kajian untuk menghasilkan suatu pedoman penataan berdasarkan pengkajian terhadap perkembangan kondisi lapangan, permasalahan mutakhir yang ditemui dalam kondisi nyata, dan perubahan paradigma pembangunan yang akan menjadi pedoman dalam pemanfaatan, pengendalian ruang dan pengawasan pelaksanaan pengembangan dan pembangunan fisik bagian wilayah Kecamatan untuk menjaga keseimbangan, keserasian, dan kelestarian lingkungan. Selain itu dapat menghasilkan dokumen Penataan Ruang yang berkualitas, yang mencakup aspek fungsional, aspek ekologis, dan aspek visual, aspek sosial-ekonomi, pada Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan. A.2.2 Tujuan Dan Sasaran Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dari penyusunan RDTR ini adalah : 1. Menyiapkan perwujudan ruang dalam rangka pelaksanaan program pembangunan perKecamatanan. 2. Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kecamatan. 3. Menciptakan keterkaitan antar kegiatan yang selaras, serasi dan efisien. 4. Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui

5.

pengendalian program-program pembagunan. Memberikan pedoman untuk pemberian advice planning, pengaturan bangunan setempat, penyusunan rencana teknik ruang atau rencana tata bangunan dan lingkungan.

Hal ini akan dicapai melalui sbb: Menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan melalui keserasian dan keseimbangan fungsi dan intensitas penggunaan ruang bagian-bagian wilayah Kecamatan. Menciptakan kelestarian lingkungan baik lingkungan permukiman dan kegiatan Kecamatan yang tercermin dalam pola intensitas penggunaan ruang Kecamatan . Meningkatkan daya guna dan hasil guna pelayanan yang merupakan upaya pemanfaatan ruang secara optimal dengan penetapan sistem Kecamatan melalui jenjang-fungsi pelayanan dan sistem jaringan Kecamatan. Mengarahkan pembangunan wilayah bagian Kecamatan yang lebih tegas dalam rangka upaya pengendalian pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik yang lebih terukur baik kualitas dan kuantitasnya. Sasaran pekerjaan ini adalah tersusunnya dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Mukomuko dalam bentuk Laporan Akhir berjumlah 15 buku, dilengkapi dengan Laporan Pendahuluan, Laporan Fakta dan Analisa, Draft Rencana, dan album peta A.2.3. Kegunaan Hasil Pekerjaan Hasil dari pekerjaan ini diharapkan menjadi perangkat pengendalian dalam perencanaan dan pembangunan fisik di bagian wilayah Kecamatan untuk menjaga keseimbangan, keserasian, dan kelestarian lingkungan yang telah ditetapkan, dan sekaligus sbb: Sebagai dokumen yang dipergunakan dalam sistem pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik Kecamatan baik yang dilaksanakan oleh instansi vertikal dalam pemerintahan daerah, swasta, dan masyarakat. Sebagai dokumen rencana Kecamatan yang memuat ketentuan-ketentuan mengenai penetapan fungsi dan intensitas penggunaan ruang untuk setiap bagian wilayah Kecamatan, sekaligus menjadi dasar pertimbangan dalam penyusunan Rencana Teknik Ruang. Sebagai dokumen Penataan Ibu Kecamatan dengan kedalaman RDTR yartg berkualitas, yang mencakup aspek fungsional, aspek ekologis, aspek soslal-ekonomi, dan aspek visual, serta sekaligus dapat menjaga keseimbangan dan keiestarian lingkungan Sebagai pedoman dalam penyusunan rencana teknik ruang Kecamatan (RTRK) Dokumen ini untuk digunakan sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat maupun investor dalam pembangunan kawasan ini.

A.2.4 .

Keluaran Pekerjaan Tersusunnya suatu dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan dengan kedalam infomasi wilayah skala 1 : 10.000 dan jangka waktu berlakunya selama 20 tahun pada ibu Kecamatan yang berisi panduan dan rencana pengembangan dan penataaan kawasan ini, meliputi; 1. Rencana pengembangan bagian wiiayah Kecamatan dengan menciptakan keserasian dan keseimbangan fungsi melalui pengaturan intensitas ruang. 2. Rencana sistem struktur ruang Kecamatan yang menyangkut sistem pelayanan, jaringan transportasi, (darat, laut dan udara) dan jaringan infrastruktur Kecamatan. 3. Pola intensitas penggunaan ruang Kecamatan (KDB, KLB, ketinggian, dll) 4. Penataan kawasan strategis dan unggulan Kecamatan 5. Sistem Ruang terbuka dan Tata Hijau 6. Penetapan prioritas pengembangan Kecamatan dan kawasankawasan tertentu yang harus disiapkan RTRK 7. Peruntukan lahan makro dan mikro (Zonasi kawasan Program pengembangan fisik bagian wilayah Kecamatan 8. Pembaiayaan dan kelembagaan 9. Arahan sanksi pelanggaran penataan ruang Kecamatan

A. 3.

Ruang Lingkup
Dalam bahasan ruang lingkup ini akan dijelaskan 3 (tiga) bahasan pokok, yaitu : ruang lingkup wilayah, ruang lingkup substansi, dan metode pendekatan.

A.3.1.

A.3.2.

Ruang Lingkup Wilayah Penyusunan Penataan RDTR Kecamatan dilakukan mencakup Kecamatan Mukomuko Kota, Kecamatan Lubuk Pinang dan Kecamatan Penarik. Ruang Lingkup Substansi Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa lingkup substansi penyusunan RDTR Kecamatan meliputi : 1. Tinjauan Terhadap Kebijaksanaan Pengembangan Kabupaten Mukomuko Tinjauan terhadap kebijaksanaan pengembangan Kabupaten Mukomuko ini meliputi tinjauan terhadap Rencana Strategis Kabupaten Mukomuko, Rencana Umum Pembangunan Tahunan Daerah dan dokumen kebijakan lainnya yang terkait 2. Tinjauan Eksternal Kawasan Perencanaan Tinjauan ini dimaksudkan untuk melihat kondisi secara umum wilayah eksternal kawasan perencanaan. Tinjauan ini dilakukan terhadap Kecamatan Mukomuko Kota, Kecamatan Lubuk Pinang dan Kecamatan Penarik sebagai bagian dari Kabupaten Mukomuko yang merupakan wilayah eksternal kawasan

perencanaan yang terkait dengan tata ruang wilayah perencanaan, seperti struktur dan pola pemanfaatan ruang, penggunaan lahan, sistem jaringan transportasi. Selain itu juga dilakukan peninjauan terhadap kedudukan, peran dan fungsi dari wilayah perencanaan dalam wilayah eksternalnya. 3. Tinjauan Internal Kawasan Perencanaan Tinjauan internal ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah serta perkembangan kawasan perencanaan di tinjau dari berbagai aspek, yaitu : a. Aspek fisik dasar b. Aspek penggunaan lahan c. Aspek kependudukan, sosial dan kebudayaan d. Aspek perekonomian e. Aspek sistem jaringan transportasi f. Aspek sarana dan prasarana Kecamatan 4. Perumusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) a. Analisis dan Rencana Blok Pemanfaatan Ruang, yang menggambarkan ukuran, fungsi serta karakter kegiatan yang dituangkan dalam blok-blok peruntukkan. b. Analisis dan Rencana Pengembangan Penduduk, berupa arahan distribusi, jumlah dan kepadatan penduduk tiap-tiap blok peruntukkan. c. Analisis dan Rencana Struktur Pelayanan Kegiatan, berupa tata jenjang kapasitas dan intensitas menurut lokasi dan jenis pelayanan kegiatan dalam kawasan. d. Analisis dan Rencana Pemanfaatan Ruang Kawasan pada blok-blok peruntukkan, berisi lokasi kegiatan atau peruntukkan dan luas lahan peruntukkan sampai akhir tahun rencana. e. Analisis dan Rencana Sistem Jaringan Pergerakan, berupa pola sistem jaringan pergerakan dan infrastruktur penunjangnya disetiap blok peruntukkan. f. Analisis dan Rencana Fasilitas atau Sarana, berupa rencana lokasi, luas lahan, jumlah dan sebaran fasilitas pada setiap blok-blok peruntukkan. g. Analisis dan Rencana Sistem Jaringan Utilitas, berupa rencana lokasi dan sistem jaringan untuk seluruh jaringan telepon, listrik, gas, air bersih, air hujan (drainase), air limbah dan persampahan pada blok-blok peruntukkan. h. Analisis dan Rencana Kepadatan Bangunan, Rencana Kepadatan berupa perbandingan luas lahan yang tertutup bangunan dan bangunan-bangunan dalam tiap pada petak peruntukkan dibandingkan dengan luas petak peruntukkan. i. Analisis dan Rencana Ketinggian Bangunan, berupa rencana ketinggian maksimum bangunan untuk setiap blok peruntukkan (koefisien lantai bangunan). j. Rencana Garis Sempadan, jarak antara as jalan dengan bangunan maupun dengan pagar halaman, dan jaringan bangunan dengan batas persil. k. Rencana Penanganan blok-blok peruntukkan, berupa penanganan blok peruntukkan dan jaringan pergerakkan serta

utilitas yang akan dilaksanakan dalam kawasan, baik kebutuhan akan konservasi, pengembangan baru, pemugaran atau penanganan khusus. 5. Perumusan Rencana Pentahapan dan Pengelolaan Pembangunan Kecamatan Perumusan rencana tahapan pelaksanaan pembangunan jangka menengah merupakan perumusan indikasi-indikasi program atau paket-paket program pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah perencanaan dalam kurun waktu 20 (dua puluh) tahun. Materi dan kedalaman materi dari paket-paket program pembangunan yang diatur adalah : a. Tahapan pelaksanaan yang mengatur prioritas pelaksanaan dan arahan pembangunan untuk tiap periode lima tahun. b. Paket-paket indikasi program lima tahunan yang terdiri dari : Nama Program : Tujuan dan Sasaran Kegiatan Dimensi Waktu Lokasi Perumusan sumber-sumber pembiayaan pembangunan prasarana sosial dan ekonomi Pengorganisasian aparatur pelaksana pembangunan yang menyangkut aspek kelembagaan dari instansi-instansi yang berwenang menangani paket-paket program tersebut diatas. A.3.3. Pelaksanaan Dalam kegiatan ini diperlukan selama 5 bulan (1250 hari) kalender. Setelah 2 minggu penandatanganan SPK, konsultan segera memasukkan laporan pendahuluan sebanyak 10 eksemplar, kemudian diakhir bulan ke 3 (Ketiga) konsultan telah menyelesaikan Laporan Antara, bulan ke 4 (empat) konsep rencana Laporan Akhir dan pada akhir bulan ke 5 (lima) konsultan diharapkan telah menyelesaikan pekerjaan secara keseluruhan. Laporan Laporan akhir diserahkan sebanyak 15 eksemplar berikut album peta skala 1;10.000 sebanyak 10 copy.

A. 4.

Dasar Hukum
Peraturan ruang dan kegiatan diatasnya merupakan kewenangan dan tugas Pemerintah Daerah, atas dasar landasan hukum sebagai berikut:
1.

Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan

Ruang. 2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Di

daerah 3. Undang-undang Nomor 03 Tahun 2003 Tentang Pemekaran Kabupaten Mukomuko 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1987 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kecamatan. 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara Peran Serta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Ruang di Daerah. 6. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 640/KPTS/1986 tentang Perencanaan Tata Ruang. 7. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 1988 tentang Petunjuk Peraturan Menteri Daiam Negeri Nomor 2 Tahun 1987. 8. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Di Daerah. 9. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 134 Tahun 1998 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kecamatan/Kecamatanmadya Daerah Tingkat II. 10. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 1998 tentang Pedoman Penyusunan dan Perhitungan Biaya Rencana Tata Ruang di Daerah. 11. Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 327/KPTS/M/2002 tentang Penetapan Enam Pedoman Bidang Penataan Ruang. 12. Keputusan Bupati Mukomuko No. 900/KCP213.A-PEMB/2006 tentang Pedoman Biaya Langsung Personil dan Biaya Langsung Non Personil Untuk Jasa Konsultansi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko.

A. 5.

Tahapan Pekerjaan
Guna mencapai tujuan dan sasaran penyusunan RDTR dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu: a. Persiapan Survei Pokok kegiatan pada tahap ini adalah : Penyusunan metode pelaksanaan pekerjaan, studi literatur dan peneiaahan materi kebijaksanaan pembangunan (tata ruang dan sektoral) yang terkait wilayah perencanaan. Persiapan teknis berupa penyiapan peta dasar ukuran 1 : 10.000, daftar kebutuhan data dan instansi sumber data/informasi, rencana kegiatan survey dan peralatan survey yang akan digunakan di iapangan. b. Survei dan Identifikasi Lapangan Identifikasi kondisi lahan, meliputi penggunaan setiap perpetakan, status kepemilikan, kondisi fisik dasar. Identifikasi bangunan, meliputi penggunaan bangunan,

kondisi bangunan (luas, struktur, jumlah lantai, ada keterkaitan dengan sejarah/budaya, dll). Identifikasi jaringan jalan, meliputi fungsi dan status jalan, dimensi dan kondisi jalan, karakteristik arus lalu lintas, halte/terminal, dll. Identifikasi jaringan utilitas, meliputi kapasitas dan kondisi jaringan listrik, telepon, air bersih, gas, air limbah, pengelolaan sampah dan drainase. Identifikasi kependudukan, menyangkut jumlah penduduk, penyebaran penduduk, struktur penduduk menurut jenis kelamin, pendidikan dan umur. Identifikasi struktur tata ruang wilayah perencanaan, meliputi pola umum pembangunan, pusat-pusat pelayanan lokal, orientasi lingkungan, kedudukan lingkungan dalam wilayah yang lebih luas, dll. Identifikasi fasilitas umum dan fasilitas sosial, meliputi sarana pendidikan kesehatan, perdagangan dan jasa serta ruang terbuka hijau/taman.

Keseluruhan identifikasi tersebut harus tampak secara jelas dalam peta dilengkapi dengan wilayah administrasi hingga batas wilayah desa, baik diterapkan dalam peta dengan skala 1 : 10.000 maupun visualisasi digital (komputerisasi) yang mudah terbaca sehingga dapat menjadi landasan dalam pekerjaan selanjutnya. c. Pekerjaan Analisis Pada dasarnya pekerjaan analisis meliputi penelahaan makro dan mikro, terhadap faktor fisik dasar, faktor buatan manusia, kualitas kehidupan manusia dan keadaan estetika lingkungan. Dari hasil analisis tersebut dapat ditentukan kriteria dan indikasi perencanaan pada kawasan, penentuan elemen dan besaran kebutuhan (sektoral dan ruang), serta konsep tata ruangnya. d. Penyusunan Rancangan Rencana Rancangan rencana merupakan kegiatan menyusun konsep rencana untuk mendapatkan susunan tata ruang yang terinci sehingga dapat mencapai komposisi paling optimal dalam pengaturan setiap komponen perencanaan. Rancangan rencana tersebut paling sedikit meliputi: - Tujuan pengembangan yang dirumuskan sesuai dengan permasalahan, dan arahan kebijakan dirumuskan berdasarkan kebutuhan, dan urgensi/keterdesakan penanganan disesuaikan dengan aturan-aturan yang ada. - Rencana struktur pemanfaatan ruang, yang meliputi: Rencana distribusi penduduk Rencana struktur pelayanan kegiatan Rencana sistem jaringan pergerakan Rencana sistem jaringan utilitas - Rencana pola pemanfaatan ruang, yang meliputi rencana blok pemanfaatan ruang yang terdiri dari kawasan budidaya dan kawasan lindung. Pedoman pelaksanaan pembangunan Kecamatan, yang meliputi: Arahan kepadatan penduduk

Arahan ketinggian bangunan Arahan perpetakan bangunan Arahan garis sempadan Rencana blok peruntukkan Rencana penanganan prasarana dan sarana Zoning regulation

Pedoman pengendalian pemanfaatan ruang, yang meliputi : mekanisme advice planning perijinan, mekanisme penerbitan ijin dengan melibatkan/melalui verifikasi dari dinas teknis terkait, mekanisme pemberian insentif dan disinsentif, mekanisme pemberian kompensasi, mekanisme pelaporan, mekanisme pemantauan, mekanisme evaluasi dan mekanisme pengenaan sanksi. Untuk menyempurnakan rancangan rencana dilakukan melalui proses konsultasi teknis baik secara formal (seminar) maupun informal (diskusi), dan terbuka terhadap berbagai masukan berbagai pihak yang dapat mendukung perbaikan rencana. e. Penyusunan Rencana Akhir Penyusunan Rencana Akhir dilakuksn setelah rancangan rencana mendapatkan persetujuan dalam konsultasi teknis. Rencana tersebut merupakan penyempurnaan dari rancangan rencana sebelumnya, sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk: pemberian advice planning pengaturan bangunan setempat pelaksanaan program-program pembangunan pada kawasan perencanaan penyusunan Rencana Teknik Ruang Kecamatan (RTRK) atau Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Dalam rencana tersebut, kiranya telah diajukan konsep pembangunan, termasuk cara mendapatkan sumber dana untuk biaya pembangunan, arahan lembaga yang berwenang, dan arahan studi kelayakan untuk setiap program pembangunan.

A. 6.
1.

Sistem Pelaksanaan Pekerjaan


Kegiatan penyusunan RDTR Kecamatan dilaksanakan oleh rekanan konsultan. Kewajiban konsultan a. Konsultan wajib dan bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan penyusunan RDTR Kecamatan dengan berdasarkan pada ketentuan perjanjian kerjasama yang telah ditetapkan. b. Dalam pelaksanaan pekerjaan, konsultan diwajibkan untuk melaksanakan pekerjaan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kerangka acuan kerja. c. Konsultan dalam melaksanakan pekerjaannya harus

2.

3.

berkonsultasi dengan Tim Pembina Teknis Daerah yang akan memberikan petunjuk dan pengarahan kepada konsultan untuk mencapai hasil yang optimal. Pengguna jasa tidak menyediakan akomodasi, ruang kantor serta fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk kelancaran pekerjaan. Kebutuhan Personil Untuk antisipasi pekerjaan penyusunan RDTR dibutuhkan tenaga-tenaga personil sebagai berikut:

4.

Kecamatan

Tenaga Ahli: Keahlian profisional dalam pekerjaan ini mencakup 27 MM, yang meliputi tenaga ahli yang dipersyaratkan adalah : Ketua Ahli Perencanaan Kota dan Wilayah (Team Leader) Kegiatan ini dipimpin oleh seorang Ketua Tim yang bertugas mengkoordinasikan dan mengelola seluruh pekerjaan, agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang telah ditentukan dan sesuai dengan TOR maupun arahan pemberi kerja ataupun tim supervisi. Ketua Tim tersebut harus mempunyai kualifikasi pendidikan S1 Planologi (Urban and regional Planning) yang telah lulus minimal 5 tahun.
a.

b. Ahli Ekonomi Wilayah Tenaga ahli ekonomi pembangunan disyaratkan berpendidikan S1 Ekonomi Pembangunan yang telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya minimal 3 tahun. c. Ahli Transportasi Tenaga ahli Transportasi disyaratkan berpendidikan S1 Ilmu Bidang Perencanaan atau teknik Sipil yang telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya minimal 3 tahun d. Ahli Kelembagaan/Hukum Tenaga ahli hukum disyaratkan berpendidikan S1 Hukum yang telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya minimal 3 tahun. e. Ahli Geologi/Tata Lingkungan Tenaga ahli geologi disyaratkan berpendidikan S1 Geologi yang telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya minimal 3 tahun f. Ahli GIS Tenaga ahli GIS disyaratkan berpendidikan S1 Geografi atau Geodesi yang telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya minimal 3 tahun

g. Ahli Sosial Budaya Tenaga ahli sosial budaya disyaratkan berpendidikan S1 Sosiologi atau S1 Antropologi yang telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya minimal 3 tahun. h. Ahli Pertanian/Kehutanan Tenaga ahli pertanian/Kehutanan disyaratkan berpendidikan S1 Pertanian/Kehutanan/Perkebunan yang telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya minimal 3 tahun. i. Ahli Tehnik Lingkungan Tenaga ahli Teknik Lingkungan disyaratkan berpendidikan S1 Teknik Lingkungan yang telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya minimal 3 tahun. j. Ahli Pemukiman Tenaga ahli pertanian disyaratkan berpendidikan S1 Arsitektur atau Perencana Pemukiman telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya minimal 3 tahun. k. Ahli Sumber Daya Air/Hidrologi Tenaga ahli Sumber Daya Air disyaratkan berpendidikan S1 Teknik Sipil Pengairan atau Geografi jurusan Hidrologi yang telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya minimal 3 tahun. l. Ahli Energi dan Telekomunikasi Tenaga ahli pertanian disyaratkan berpendidikan S1 Elektro/Komunikasi yang telah lulus minimal 5 tahun dengan pengalaman profesional di bidangnya 3 tahun. Tenaga Pedukung Teknis 1. Cad sepecialis pendidikan minimal D3 Pengalaman minimal 5 tahun 2. Surveyor pendidikan min SMK Pengalaman minimal 5 tahun Tenaqa Pendukung Kantor Tenaga ahli pendukung merupakan tenaga-tenaga personil yang mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian dan penyempurnaan pekerjaan. Tenaga Ahli Pendukung ini terdiri adalah : 1. 2. 3. Sekretaris Oprator Komputer Office boy

A.7 Keorganisasian
Pemilik kegiatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan adalah Satuan Kerja Pembinaan Penataan Ruang Kawasan Pengembangan Baru, Bappeda Kabupaten Mukomuko.

A.8 Sumber Pendanaan


Sumber pendanaan adalah APBD Kabupaten Mukomuko, Tahun Anggaran 2009 dengan biaya Rp 450.000.000,00 (Empat ratus lima puluh juta rupiah) termasuk PPN.