Anda di halaman 1dari 3

Manajemen pada Kehamilan Selanjutnya pada Pasien dengan Riwayat IUFD

Kematian janin merupakan suatu kejadian traumatik psikologik bagi seorang wanita dan keluarganya. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa selama interval yang lebih dari 24 jam sejak didiagnosa fetal death sampai dilakukan induksi persalinan dihubungkan dengan kecemasan yang berlebihan pada ibu. Faktor lain yang berperan adalah apabila ibu tersebut tidak dapat melihat bayinya selama yang ia inginkan atau ia tidak memiliki barang kenangan yang berhubungan dengan si janin, maka dapat menimbulkan kecemasan pada ibu hingga dapat memunculkan gejala depresi maupun gejala somatisasi yang dapat bertahan hingga lebih dari 6 bulan. Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi meninggal, memiliki resiko yang lebih besar mengalami gangguan hasil kehamilan pada kehamilan berikutnya. Beberapa penelitian menyebutkan kisaran angka terulangnya kejadian janin mati pada wanita dengan riwayat iufd antara 0 sampai 8 persen. Kematian janin pada kehamilan sebelumnya walaupun tidak semuanya lahir mati dapat menyebabkan gangguan hasil pada kehamilan berikutnya. Evaluasi prenatal penting dilakukan untuk memastikan penyebab kematian janin terutama jika penyebab kematian janin sebelumnya telah teridentifikasi. Jika masalah medis pada ibu tersebut dapat diidentifikasi, maka harus ditangani sebelum konsepsi. Sebagai contoh apabila penyebab lahir mati terdahulu adalah kelainan karyotipe atau kausa poligenik, maka pengambilan sampel villus khorionik atau amniosintesis dapat mempermudah deteksi dini dan memungkinkan dipertimbangkannya terminasi kehamilan. Pada pasien dengan diabetes, cukup banyak kematian perinatal yang berkaitan dengan kelainan congenital, maka pengendalian glikemik intensif atau kontrol ketat glukosa darah pada periode perikonsepsi dilaporkan dapat menurunkan insiden malformasi, mengurangi risiko anomali bawaan pada janin dan secara umum memperbaiki hasil. Bila penyebabnya adalah karena infeksi maka dengan pengobatan yang baik dapat dicegah berulangnya kematian anak Konseling prakonsepsi sangat membantu jika anomali kongenital atau

kelainan genetik ditemukan. Skrining genetik dan USG secara rinci dapat digunakan sebagai evaluasi pada kehamilan berikutnya. Dalam beberapa kasus kematian janin yang disebabkan oklusi tali pusat, pasien dapat diyakinkan bahwa terulangnya kejadian janin mati sangat kecil.

Kematian janin yang tidak diketahui penyebabnya merupakan masalah khusus karena sebagian besar etiologi kematian mati untuk dapat diketahui. Bila terjadi maka kesulitan dapat dalam

menentukan risiko lahir

setiap kehamilan tertentu

digunakan

model berbasis penelitian seperti Active Management of Risk In Pregnancy At Term (AMOR-IPAT) yang sedang dibuat dalam upaya untuk dapat lebih

memperkirakan risiko ini meskipun kematian janin berulang jarang. Kebanyakan pasien dengan riwayat janin mati meningkatkan pengawasan terhadap janinnya pada kehamilan berikutnya. American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan pemeriksaan antepartum dimulai pada usia kehamilan 3234 minggu pada ibu yang sehat dengan riwayat lahir mati. Profil biofisik mingguan atau pemeriksaan denyut jantung janin dapat diperiksa bersama dengan jumlah gerakan janin pada trimester ketiga. Pemeriksaan USG secara rutin dapat lebih meyakinkan tentang kondisi janin. Pengelolaan yang optimal dari kondisi medis kronis sangat penting sebelum kehamilan berikutnya. Yang terpenting dari semua itu adalah mengedukasi kepada pasien dengan riwayat kematian janin untuk mencegah kematian janin yaitu ketika umur kehamilan sudah aterm atau mendekati aterm adalah ibu harus bisa mendeteksi gejala awal terjadinya IUFD atau tanda fetal distress seperti gerakan janin menurun atau tidak bergerak maka harus segera memeriksakan diri ke dokter agar tidak terjadi pengulangan kematian janin.

Kesimpulan

manajemen

untuk

pencegahan

kematian

janin

1.Memeberikan nasehat pada waktu ANC mengenai keseimbangan diet makanan, jagan merokok, tidak meminum minuman beralkohol, obat-obatan dan hati-hati terhadap infeksi atau bahan-bahan yang berbahaya

2.Mendeteksi secara dini faktor-faktor predisposisi IUFD dan pemberian pengobatan 3.Medeteksi gejala awal IUFD atau tanda fetal distress

DAFTAR PUSTAKA

Lindsey. James L(Author). Carl V Smith (Ed). Evaluation of Fetal Death. Http://emedicine.medscape.com/article/259165-overview#showall

Robert Fox (Ed al). The management of late fetal death: a guide tocomprehensive care. An International Journal of Obstetrics & Gynaecology. Volume 104, Issue 1, pages 410, Http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1471-0528.1997.tb10639.x/full

Http://www.g-excess.com/4599/iufd-intrauterin-fetal-death-komplikasi-dan-penyulit-dalamkehamilan/

Http://eprints.lib.ui.ac.id/4424/8/126756-TESIS0534%20Est%20n08rRespon%20dan%20koping-Pendahuluan.pdf

Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan Edisi Keempat hal 732. Jakarta:Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo