Anda di halaman 1dari 7

Pengembangan Energi Gelombang di Asia Pasifik A.

Jepang Haramachi (Fixed Oscillating Water Column), 130 kw OWC dipasang di Haramachi pada tahun 1996 dengan instalasi menggunakan katup untuk mengontrol aliran udara dari turbin untuk menghasilkan energi yang stabil. Caisson-based "Pendulor", Muroran Point (Pivoting Flaps), alat ini dipasang pada pantai selatan Hokkaido, alat ini sering terkena badai sehingga rusak dan dilakukan penanaman kembali. Pengembangan desain baru alat ini dilakukan untuk mengantisipasi badai dan dikembangkan hingga menghasilkan 300 kw.

Caisson-based, Wakasa Bay (Pivoting Flaps), dikembangkan oleh Kansai Electric Company di teluk Wakasay dimana penutup (flap) diletakkan didasar alat.

Navigation

Buoys

(Freely

Floating

Oscillating

Water

Column),

dikembangkan oleh Yoshio Masuda sebuah generator baterai untuk pelampung navigasi di daerah nearshore hingga offshore yang digerakkan oleh OWC dalam pipa utama pada badan pelampung.

Kaimei Floating Platform (Freely Floating Oscillating Water Column), JAMSTEC membangun Kaimei sebagai prototip panggung terapung untuk mengukur generator-turbin berisi udara yang besar di daerah nearshore hingga offshore.

Mighty Whale (Fixed Floating Oscillating Water Column2), OCW terapung telah dikembangkan dimana alat ini memiliki kestabilan dalam goncangan sehingga dapat ditambatkan di perairan dalam untuk mendapatkan sumber energi yang lebih besar.

B. Korea Utara Korea Research Institute of Ships and Ocean Engineering (KRISO)

mengembangkan sebuah fixed floating oscillating water column device, yang terdiri dari struktur silidris 13 meter dengan 4 alat penambat. Dengan hasil ratarata 40 kw alat ini menggunakan sistem turbin seperti sumur untuk mengambil energi. Pada tahun 1998 dirancang konsep prototip pembangkit energi gelombang-angin.

C. China Dawanshan Island (Fixed Oscillating Water Column), dikembangkan dengan 20 kw turbin peralatan OCW di pulau Dawanshan. Navigation Buoys (Freely Floating Oscillating Water Column),

Guangzhou Institute of Energy Conversion mengembangkan generator baterai untuk pelampung navigasi di daerah nearshore hingga offshore dan digunakan sepanjang pantai Cina. D. Russia Beberapa penelitian tentang energi gelombang di Russia dipresentasikan dalam PACON Congress 1999 di Moskow. Penelitian yang dikembangkan dilakukan di Moscow State Civil Engineering University tentang pompa gelombang tipe inersia. E. India Pnelitian energi gelombang di India dimulai pada 1982 diorganisir oleh Indian Institute of Technology. Setelah 6 tahun penelitian laboratorium, dikembangkan desain dan konstruksi alat konversi energi gelombang tipe OWC sebesar 150 kw.

F. Indonesia Dengan basis pengoperasian di Norwegia, dibangun tapered channel untuk keperluan komersial di Jawa. Pada 2001 penelitian tentang OWC yang melibatkan tes model di tangki gelombang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada dan Isntitut Sepuluh November. Di pantai Baron Yogyakarta dibangun taman energi alternatif untuk berbagai energi terbarukan termasuk energi angin dan energi gelombang, salah satu penelitian dilakukan pengkombinasian tenaga angin-gelombang. G. Filipina Penelitian tentang energi gelombang dimulai pada 1996 dilakukan oleh OCEANOR perusahaan dari Norwegia untuk Departemen Energi Filipina dengan dana dari Program Pembangunan PBB. Tujuan utama proyek ini adalah untuk mengetahui potensi energi gelombang sebagai pembangkt energi. Pengembangan Energi Gelombang di Eropa bagian Utara A. Norwegia Multiresonant OWC, Tofiestallen (Fixed Oscillating Water Column), perusahaan Kvaemer-Brug A.S. mengembangakan OWC multiresonant dengan basis caisson berdiri. Pembangkit ini lebih murah dengan beberapa resonansi dalam satu periode gelombang.

Tapered Channel Tofiestallen (Reservoir Filled by Direct Wave Action), dikembangkan oleh Even Mehlum dari Centre for Industrial Research, pembangkit ini terdiri dari sebuah konverter energi dan sebuah rumah daya. Sebuah 350 kw pembangkit ini ditanam pada 1985 di Toftestallen pantai barat Norwegia.

B. Swedia Swedia mengembangkan konverter offshore terapung pada 1980. Salah satu yang dikembangkan adalah alat Hose-pump yang diharapkan lebih tahan lama dan membutuhkan sedikit perawatan daripada pompa piston biasa.

TUGAS MATA KULIAH ENERGI NON KONVENSIONAL DARI LAUT

RINA OKTAVIANI DZIKRURIANTI K2E009078

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011