Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN STUDI KASUS

BALITA GIZI KURANG DAN PENDEK (STUNTED) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT HINDU

Sebagai salah satu tugas Praktek Kerja Lapangan (PKL) Manajemen Pelayanan Gizi Masyarakat (MPGM) di Puskesmas Bukit Hindu

oleh

DWIRA RAHIMA NIM. PO. 62. 31. 3. 09. 169

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA JURUSAN GIZI REGULER X TAHUN 2012

DAFTAR ISI

halaman KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i DAFTAR ISI ........................................................................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah .......................................................................................1 B. Identifikasi Masalah .............................................................................................1 C. Prioritas Masalah ..................................................................................................2 BAB II PELAKSANAAN A. Rencana Intervensi ..............................................................................................4 B. Tujuan Umum .....................................................................................................5 C. Tujuan Khusus ....................................................................................................5 D. Implementasi .......................................................................................................5 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden .............................................................................7 B. Evaluasi Intervensi ..............................................................................................7 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .........................................................................................................9 B. Saran ...................................................................................................................9 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan karunia-Nya maka Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Balita Gizi Kurang dan Stunted Di Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Hindu Laporan ini disusun sebagai salah satu tugas Praktek Kerja Lapangan (PKL) Manajemen Pelayanan Gizi Masyarakat pada lembaga pendidikan Jurusan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palangka Raya. Penulis sadar bahwa dalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dengan seluruh kerendahan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. dr. Rizhall Marhuarar Hutapea, selaku Kepala Puskesmas Bukit Hindu yang telah memberikan tempat untuk pelaksanaan PKL. 2. Bapak Hadi Purwanto, selaku pembimbing lapangan di Puskesmas Bukit Hindu yang telah memberikan bimbingan dalam melakukan PKL. 3. Bapak Mars Khendra Kusfriyadi , STP, MPH, selaku ketua Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palangka Raya. 4. Bapak Teguh Supriyono, STP, MSi , selaku koordinator mata kuliah MPGM Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palangka Raya. 5. Ibu Nila Susanti ,SKM, MPH , selaku dosen pembimbing PKL MPGM Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palangka Raya. 6. Ibu kader posyandu Lestari yang telah membantu dalam pendataan balita yang mengalami gizi kurang dan stunted. 7. Seluruh pegawai yang ada di Puskesmas Bukit Hindu serta semua pihak yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan ini.

Penulis menyadarai bahwa studi kasus ini masih jauh dari sempurna, tetapi penulis telah berusaha dengan segala kemampuan yang ada untuk menyajikan yang terbaik, maka kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan studi kasus ini.

Akhir kata penulis berharap semoga laporan studi kasus ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Palangka Raya, Maret 2012

Penulis

DAFTAR PUSTAKA

Suandi. 1998. Diit Pada Anak Sakit. EGC : Jakarta. Arisman, MB. 2008. Gizi dalam Daur Kehidupan. EGC : Jakarta.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Gizi merupakan bagian dari proses kehidupan dan proses tumbuh kembang anak, sehingga pemenuhan kebutuhan gizi secara adekuat turut menentukan kualitas tumbuh kembang sebagai sumber daya manusia (SDM) di masa yang akan datang (Suandi, 1998). Masalah gizi anak secara garis besar merupakan dampak dari ketidakseimbangan antara asupan dan keluaran zat gizi (nutritional imbalance), yaitu asupan yang melebihi keluaran atau sebaliknya, di samping kesalahan dalam memilih bahan makanan untuk disantap. Hasil dari ketergangguan ini utamanya berupa penyakit kronis, berat lebih/kurang, pica, karies dentis dan alergi (Arisman, 2008). Kurangnya pemberdayaan keluarga dan pemanfaatan sumber daya masyarakat memengaruhi faktor sosial ekonomi keluarga termasuk kurangya pemberdayaan wanita, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan orang tua khususnya ibu dalam mengasuh anaknya yang akan memengaruhi status gizi keluarga (anonim dalam Arifin, 2005). Untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan dapat dilakukan melalui pelayanan gizi di posyandu yang salah satu kegiatan pokoknya adalah penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita setiap bulan. Berat badan merupakan indikator status gizi saat ini, sedangkan tinggi badan merupakan indikator status gizi masa lampau. Pada keadaaan normal anak yang berumur 1-3 tahun akan mengalami pertambahan berat sebanyak 2-2,5 kg dan tinggi rata-rata sebesar 12 cm dalam setahun. Berat badan baku dapat pula mengacu pada baku berat badan dan tinggi badan WHO/NCHS atau menggunakan rumus perkiraan berat badan anak (Arisman, 2008).

B. Identifikasi Masalah 1. Apa (What) Masalah gizi yang terjadi pada saat penimbangan dan pengukuran tinggi badan dilakukan. Berat badan dibawah normal dan pada grafik KMS berat badannya berada
6

di bawah garis tengah (BGT) serta menurut z-score indeks TB/U menunjukkan angka -2,2.

2. Siapa (Who) Sampel bernama Regina Putri yang berumur 9 bulan, ibu balita bernama Ny. Kartini yang beralamt di jalan Pelatuk VI. Ny. Kartini sebagai Ibu rumah Tangga (IRT) yang memiliki kios/warung di depan rumah dan ayah sampel bekerja swasta.

3. Kapan (When) Hasil penimbangan pada bulan Maret 2012.

4. Dimana (Where) Posyandu Lestari wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya.

5. Mengapa (Why) a. Pengetahuan dan keterampilan ibu tentang gizi dan makanan untuk balita yang masih kurang. b. Pemberian MP-ASI terlalu dini. c. Ibu tidak memberikan ASI Eksklusif. d. Kebiasaan balita yang susah/sulit untuk diberi makan. e. Faktor ekonomi yang rendah.

6. Bagaimana (How) a. Perlunya diberikan penyuluhan dan motivasi kepada orang tua balita mengenai gizi yang baik untuk balita. b. Perlunya pemberian PMT-pemulihan, karena bertujuan untuk memulihkan keadaan gizi kelompok rawan gizi seperti balita yang menderita gizi kurang dan stunted.

C. Prioritas Masalah Kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai gizi yang tepat untuk balita.
7

BAB II PELAKSANAAN

A. Rencana Intervensi Untuk menanggulangi masalah tersebut maka perlu diadakannya penanggulangan, yaitu dengan cara pemberian MP-ASI dan konsultasi kepada ibu balita. Perencanaan program tersebut dapat disusun sebagai berikut: 1. Deskripsi Program Konsultasi merupakan kegiatan memberikan materi berupa informasi-informasi penting yang berhubungan dengan pemberian makanan yang tepat kepada balita serta cara menanggulangi balita yang susah makan. Serta diadakan Tanya jawab dan diskusi dengan ibu balita agar permasalahan yang ada pada ibu balita.

2. Sasaran Sasaran konsultasi adalah ibu balita yang memiliki balita gizi kurang dan stunted di jalan Pelatuk VI, wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu.

3. Target Ibu balita yang anaknya diukur berat badan dan tinggi nya di Posyandu Lestari dan mengalami gizi kurang serta stunted.

4. Langkah-langkah Kegiatan a. Persiapan 1) Pendekatan dengan pegawai puskesmas dan kader posyandu. 2) Pendekatan dengan ibu balita. 3) Persiapan alat dan bahan. b. Pelaksanaan 1) Perkenalan dengan ibu balita yang menjadi target
8

2) Penyampaian materi. 3) Konsultasi dan tanya jawab 4) Pemberian MP-ASI, leaflet dan kumpulan resep menaik untuk balita

c. Evaluasi 1) Menimbang berat badan sampel 2) Bertanya kepada responden mengenai materi/pengetahuan gizi yang sudah diberikan.

5. Instansi yang terkait Kegiatan ini mendapat dukungan dari petugas gizi Puskesmas Bukit Hindu dan kaderkader Posyandu Lestari.

6. Tempat Kegiatan Kegiatan intervensi dan konsultasi dilaksanakan di rumah target jalan Pelatuk VI.

B. Tujuan Umum Mengetahui penatalaksanaan balita gizi kurang dan stunted.

C. Tujuan Khusus a) Mengidentifikasi balita yang mengalami gizi kurang. b) Mengidentifikasi balita yang mengalami stunted. c) Mengetahui faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya gizi kurang. d) Mengidentifikasi balita yang mengalami stunted. e) Mengetahui bagaimana rencana intervensi yang akan dilakukan kepada balita yang gizi kurang dan stunted. f) Mengetahui pelaksanaan apa saja yang dapat dilakukan untuk balita gizi kurang dan stunted.

D. Implementasi

1. Membuat laporan balita yang mengalami gizi kurang baik BGT atau BGM dan stunted di Puskesmas Bukit Hindu. 2. Mengusulkan tentang pemberian PMT Pemulihan secara gratis kepada balita yang mengalami gizi kurangn dan stunted. 3. Memberikan konsultasi kepada ibu balita mengenai: a) Makanan yang dianjurkan untuk bayi usia 9 bulan. b) Pola makan yang baik untuk bayi usia 9 bulan. c) Pentingnya pemenuhan zat gizi makro dan mikro untuk tumbuh kembang anak. d) Bahaya yang dapat ditimbulkan akibat kurangnya asupan zat gizi makro dan mikro untuk balita. 4. Menimbang dan mengukur tinggi badan balita di Puskesmas Bukit Hindu atau di Posyandu Lestari.

10

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Responden Responden adalah ibu balita (Ny. Kartini) yang berusia 23 tahun dengan pendidikan SMP, responden beralamat di jalan Pelatuk VI. Responden mempunyai kios/warung dide pan rumah yang menjual makanan-makanan ringan seperti biskuit, snack dan minuman ringan. Ketika berkunjung untuk memberikan intervensi, halaman rumah responden sedang direnovasi. Namun rumah yang terbuat dari kayu dalam keadaan baik, rumah responden sudah memiliki pencahayaan dan ventilasi yang cukup baik.

B. Evaluasi Intervensi 1. Evaluasi Hasil pengambilan data awal diketahui berat badan sampel adalah 6,6 kg dan panjang badan 65 cm. Setelah diberikan intervensi berupa MP-ASI kepada sampel dan konsultasi kepada responden selama 5 hari dan ketika dilakukan penimbangan (evaluasi) terjadi perubahan berat badan yaitu peningkatan sebesar 400 gram menjadi 7 kg. Untuk evaluasi panjang badan tidak mengalami perubahan karena panjang badan balita akan mengalami peningkatan dalam rentang waktu monitoring selama 5 hari.

2. Faktor Pendukung Kegiatan intervensi didukung dengan pembuatan media berupa leaflet, kumpulan resep untuk anak balita dan petugas gizi serta kader Posyandu Lestari.

3. Kendala

11

Kendala selama melakukan intervensi adalah tidak ada feedback dari responden terhadap materi yang disampaikan sehingga tidak diketahui apakah responden telah memahami tentang materi yang disampaikan.

4. Alternatif Pemecahan Masalah Meningkatkan keterampilan responden dalam memasak makanan untuk balita dengan cara mengadakan demo masak di rumah responden.

12

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan 1. Balita yang teridentifikasi gizi kurang menurut indikator BB/U di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu di Posyandu Lestari sebanyak 9 orang. 2. Balita yang teridentifikasi pendek (stunted) menurut indikator TB/U di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu di Posyandu Lestari sebanyak 14 orang. 3. Faktor yang dapat menyebabkan gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu di Posyandu Lestari antara lain faktor ekonomi, pengetahuan ibu balita yang kurang dan keterampilan ibu balita yang kurang. 4. Faktor yang dapat meyebabkan stunted pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu di Posyandu Lestari antara lain faktor ekonomi, pengetahuan ibu balita yang kurang dan keterampilan ibu balita yang kurang. 5. Rencana intervensi yang diberikan kepada balita gizi kurang dan stunted adalah memberikan PMT pemulihan untuk membantu meningkatkan berat badan balita yang kurang serta memberikan konsultasi kepada responden agar pengetahuan ibu bertambah tentang pemenuhan gizi untuk balita. 6. Pelaksanaan untuk balita gizi kurang dan stunted adalah menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan balita secara berkala di posyandu atau puskemas untuk mengetahui perubahan tumbuh kembang balita.

B. Saran 1. Mengoptimalkan asupan dengan memberikan makanan kaya gizi dengan telaten. 2. Ibu balita dapat menyajikan makanan yang menarik namun tinggi gizi agar nafsu makan balita membaik.

13