Anda di halaman 1dari 4

LESI PUTIH TRAUMATIK

Lesi putih dalam rongga mulut sering dihubungkan dengan trauma atau proses inflamasi. Etiologi Lesi-lesi putih traumatic dapat disebabkan oleh berbagai iritasi fisik dan kimia, seperti trauma gesek, panas, kontak aspirin berkepanjangan, penggunaan obat kumur atau cairancairan kaustik lain yang berlebihan. Terutama, trauma gesek seringkali tampak pada gusi cekat. Hal itu disebabkan oleh penyikatan gigi yang berlebihan, gerakan gigi tiruan, dan mengunyah dengan linggir tak bergigi. Lama kelamaan gusi menjadi menebal dengan suatu permukaan putih yang menjadi kasar. Sakit umumnya tidak ada dan pemeriksaan histopatologis menggambarkan hiperortokeratosis. Trauma hebat dapat mengakibatkan lesi putih karena hilangnya lapisan-lapisan superficial dari epitel mukosa. Dibawah putihnya ada permukaan yang kasar, merah atau berdarah. Secara khas lesi-lesi traumatic akut tampak sebagai bercak-bercak titik putih dengan tepi-tepi difus dan tak teratur. Mukosa yang dapat digerakkan lebih rawan terhadap trauma dari

pada mukosa cekat. Sakit selama beberapa hari adalah umum.


Pic1. Oral frictional hyperkeratosis of the attached maxillary gingiva from inappropriate toothbrushing technique.

Trauma yang mengenai lapisan-lapisan kulit di bagian bawah dapat mengakibatkan suatu respons penyembuhan fibrosa atau jaringan parut. Jaringan-jaringan parut seringkali tanpa gejala, linear, merah muda pucat dan berbatas jelas. Riwayat yang lengkap dapat

menunjukkan cedera sebelumnya,penyakit ulseratif yang kambuhan, gangguan kejang, sifat mutilasi sendiri atau pembedahan sebelumnya. Iritasi kimia dapat terjadi karena meletakkan aspirin di mukosa untuk sakit gigi atau penggunaan obat kumur atau pasta gigi yang tidak sesuai petunjuk dokter gigi. Agents ini dapat menyebabkan lapisan superficial epitel mengalami nekrosis yang menimbulkan lesi putih atau eschar yang dapat terkelupas. Area yang paling sering terkena adalah mukosa bukkal dan gingival.

Pic2. Luka bakar kimia yang berwarna putih akibat menaruh aspirin di daerah biopsi

Pic3.Aspirin burn is caused by -- what else -- mouth burns from aspirin

Pic4. Aspirin burn. Necrosis of epithelium due to patient sucking tablet.

Epidemiologi Lesi putih traumatic dapat terjadi pada semua usia, baik jenis kelamin pria ataupun wanita dan semua ras. Pada anak-anak lesi traumatic juga dapat terjadi. Situasi yang paling sering terjadi pada pipi atau bibir yang tergigit setelah pemberian anestesi local. Pathogenesis

Mukosa oral mempunyai kemampuan yang terbatas untuk merespon stimuli patologi. Salah satu respon adaptive adalah menghasilkan keratin sebagai mekanisme protektif melawan iritasi fisik . Lesi terjadi karena overproduksi keratin dan kerusakan epitel. Gambaran klinis Selaput permukaan yang putih(eschar ), biasanya terletak pada mukosa alveolar yang kurang berkeratin. Palatum adalah daerah umum yang terserang rasa terbakar makanan. Lesilesi nyeri pada palpasi dan pengelupasan waktu digosok akan meninggalkan permukaan yang kasar atau berdarah. Timbul dalam beberapa jam setelah trauma ; menyembuh dalam 12minggu.Lesi yang berbentuk bercak-bercak putih dengan tepi-tepi difus dan tidak teratur. Pemeriksaan histopatologis menunjukkan adanya hyperkeratosis, akantosis tanpa displasia.

Trauma kontak aspirin, menyebabkan lesi putih bentuk tidak teratur, sangat sakit, lesi putih mudah diangkat, meninggalkan daerah yang sakit, kasar dan berdarah.

Pic 5. Aspirin burn, creating a pseudomembranous necrotic white area.

Diagnosa Kebanyakan lesi, diagnose dapat ditegakkan dengan melihat gambaran klinisnya di rongga mulut. Jika diagnosanya meragukan, biopsy dapat menjadi pilihan untuk melihat adanya keganasan. Gambaran histopathologiknya yaitu hiperortokeratosis tanpa dysplasia. Diagnosis banding dari lesi putih tergantung pada apakah lesi dapat terhapus ketika menghapus dengan sepotong kain kasa. Plak putih seperti lesi yang ditemukan di daerah iritasi mungkin terjadi karena luka bakar kimia atau trauma gesek.

Perawatan

Hilangkan iritasi, dan biasanya akan sembuh kurang lebih dalam 14 hari. Anestesi Topical dan analgesic.