Anda di halaman 1dari 10

Pitiriasis rosea

201 2

PITIRIASIS ROSEA
I. PENDAHULUAN Pitiriasis rosea termasuk kedalam penyakit dermatitis eritroskuamosa, penyakit ini terjadi pada anak anak dan dewasa muda. Penyakit ini belum diketahui penyebabanya. Pitiriasis rosea adalah dermatosis akut dengan sisik seperti dedak (pitiriasis) dan warna kemerahan (rosea).1,2,4,5,6 Nama lain dari Pitiriasis rosea dikenal dengan Pitiriasis rosea urticata, papula Pitiriasis rosea.Penyakit ini tidak berbahaya tapi dapat menimbulkan ketidak nyamanan pada beberapa penderita. Biasanya di mulai dengan

timbulnya lesi inisial berbentuk eritema dan skuama halus atau herald patch didada, abdomen, atau di punggung dimana berlangsung selama kurang lebih 1 minggu sebelum lesi yang lain muncul.1,2,3,5,6,7

II. DEFINISI Pitiriasis rosea adalah penyakit kulit yang belum diketahui penyebabnya, di mulai dengan lesi awal berbentuk bercak eritema dengan skuama halus. Kemudian disusul dengan lesi lesi yang kecil dibadan, lengan dan paha atas yang tersusun sesuai dengan lipatan kulit dan biasanya sembuh dalam 3 8 minggu.1,2,3,4,5,6,7

KKS Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ELSI ANDRILA KASIM 0410070100099

Pitiriasis rosea

201 2

III. ETIOLOGI Etiologinya belum diketahui, demikian pula cara infeksinya. Karena penyakit ini merupakan swasirna (self limiting disease), umumnya sembuh sendiri dalam waktu 3 8 minggu.1,2,3,4,5,6,7 Menurut beberapa ahli pitiriasis rosea ini diduga disebabkan oleh beberapa virus tertentu yang sifatnya musiman, kadang kadang bersifat epidemi lokal pada sekelompok orang.Sembuh dalam waktu tertentu dan jarang seakali kambuh. Dan umumnya penyakit ini tidak menular. Sementara ahli yang lain mengaitkan dengan berbagai faktor yang diduga berhubungan dengan timbulnya pitiriasis rosea, diantaranya ;1,2,4,5,6 Faktor cuaca, Hal ini karena pitiriasis rosea sering ditemukan pada musim semi dan musim gugur. Faktor penggunaan obat obat tertentu, seperti bismuth, barbiturat, captopril, mercuri, metronidazole, hydrochloride, ketotifen, dan salvarsan. Diduga berhubungan dengan penyakit kulit lainnya (dermatitis atopi, dermatitis seboroik, acne vulgaris) di karenakan pitiriasis rosea dijumpai pada penderita penyakit dengan dermatitis atopic, acne vulgaris dan ketombe.

KKS Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ELSI ANDRILA KASIM 0410070100099

Pitiriasis rosea

201 2

IV. EPIDEMIOLOGI Pitiriasis rosea dapat mengenai semua usia terutama antara umur 15 40 tahun, wanita dan laki laki sama banyaknya. Angka kesakitan di perkirakan 2 % dari kunjungan penderita penyakit kulit, sedangkan di USA berkisar 0,3% - 3 %.1,2,4,5,6,7

V. GEJALA KLINIS Gejala klinis pitiriasis rosea dapat didahului oleh gejala prodormal yang umumnya bersifat ringan yaitu malaise, sakit kepala dan demam. Sakit kepala, beberapa pasien pitiriasis rosea dimulai dengan lesi pertama berupa herald patch, umumnya dibadan, soliter, berbentuk oval dan anular, diameternya 2 6 cm,ruam terdiri atas eritema dan skuama halus di pinggirnya.1,2,3,4,5,6,7 Lesi berikutnya timbul 4 10 hari setelah lesi pertama, memberikan gambaran yang khas, bentuk bulat hingga oval, berwarna coklat kemerahan atau berwarna seperti ikan salmon hanya ukuran lebih kecil, tepi meninggi terdapat skuama yang tipis terutama pada lesi, lesi lesi menggikuti garis lipatan kulit, pada punggung tampak seperti pohon cemara terbalik (Christmas trees appearance). Lesi tersebut timbul serentak atau dalam beberapa hari.1,2,3,4,5,6,7 Tempat predileksi pada badan, lengan atas bagian proksimal dan paha atas, sehingga seperti pakai renang wanita zaman dahulu.

KKS Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ELSI ANDRILA KASIM 0410070100099

Pitiriasis rosea
Kecuali bentuk yang lazim berupa eritroskuama, pitiriasis rosea dapat juga berbentuk urtika, vesikel dan papul yang lebih sering terdapat pada anak anak.1,2,3,4,5,6,7 VI. GAMBARAN HISTOPATOLOGI Gambaran histopatologi dari pitiriasis rosea tidak spesifik. Berupa hiperkeratosis tipe parakeratosis. Parakeratosis yaitu penebalan stratum korneum yang disertai dengan sel- sel yang masih berinti.1,2,3,4,5,6,7

201 2

VII. DIAGNOSIS BANDING 1. Dermatitis Seboroika Lesi biasanya gatal, lesi eritematosa difus yang di tutupi skuama halus atau kasar, berminyak dan agak kekuningan, biasanya tidak tegas dan terdapat pada daerah seboroik. 2. Tinea korporis Penyakit pitiriasis rosea sering diasngka jamur oleh penderita , juga oleh dokter umum sering didiagnosa sebagai tinea korporis. Gambaran klinisnya memang mirip dengan tinea korporis karena terdapat eritema dan skuama di pinggir dan bentuknya anular. Perbedaannya yaitu pada tinea korporis, lesi lebih aktif dan polisiklik, rasa gatal lebih berat, skuama lebih kasar dan pemberian KOH (+).

KKS Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ELSI ANDRILA KASIM 0410070100099

Pitiriasis rosea
3.Sifilis stadium II Biasanya berupa eritema di tutupi oleh skuama berwarna coklat tembaga. Dapat di singkirkan pemeriksaan serologi. Lesi pitiriasis rosea biasanya tidak terdapat di daerah wajah, telapak tangan dan kaki. VII. PENGOBATAN Pengobatan pitiriasis rosea secara umum yaitu ;1,2,3,4,5,6,7 Jaga hygiene dan sanitasi Jangan menggaruk Mencuci dan membersihkan badan dengan bahan yang lembut Mandi dengan sabun yang mengandung moistirizer Menjemur dibawah sinar matahari

201 2

Pengobatan pitiriasis rosea secara khusus hanya bersifat simtomatik.1,2,3,4,5,6,7 Sistemik Anti gatal ( anti histamin ),seperti klortimetron 3 x 1 tab /hari Roborantia ( vitamin B12 ) 1000 mg / hari Topikal ;bedak kocok yang mengandung asam salisilat 2 % atau mentol.

KKS Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ELSI ANDRILA KASIM 0410070100099

Pitiriasis rosea

201 2

VIII. PROGNOSIS Prognosis baik karena penyakit sembuh spontan dalam waktu 3 8 minggu. Pada kebanyakan kasus, hanya berlangsung dalam beberapa minggu, namun dalam beberapa kasus dapat berlangsung lebih lama ( sampai denagn 6 bulan ) dengan kekambuhan 2 3 %.1,2,4,5,6,7

KKS Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ELSI ANDRILA KASIM 0410070100099

Pitiriasis rosea

201 2

DAFTAR PUSTAKA

1. Prof.Dr.dr.Adhi Djuanda, Ilmu penyakit kulit dan kelamin,Edisi kelima FK UI Hal :197 2. Benny Abdullah, dr, Sp.KK, Dermatologi,Pengetahuan Dasar dan Kasus di Rumah Sakit, Hal:57 - 59 3. Prof.Dr.R.S. SIREGAR,Sp.KK ( K ),Atlas Berwarna,Saripati Penyakit Kulit Edisi 2, Hal:101 - 103 4. Kulit dan kelamin : Pitiriasis Rosea, file:///F:/ Unduhan/ 4.htm 5. Penegakan Diagnosis dan Terapi Pytiriasis Rosea, file:/// F: / Unduhan / 2.htm 6. Gambaran klinis, Terapi dan Edukasi Pytiriasis Rosea pada Pasien laki laki file:/// F:/Unduhan/1.htm 7. Kulit dan Kelamin ,Pitiriasis rosea file:http:// Dermis.net.

KKS Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ELSI ANDRILA KASIM 0410070100099

Pitiriasis rosea

201 2

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan kurnia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan paper saya yang berjudul PITIRIASIS ROSEA . Adapun tujuan pembuatan peper ini adalah sebagai persyaratan dalam menjalani Kepaniteraan Klinik Senior di bagian Ilmu Penyaki Kulit dan Kelamin RSU Dr. Pirngadi Medan. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DR.REMENDA SIREGAR,SpKK yang membimbing saya di dalam penyusunan peper ini. Saya menyadari bahwa peper ini tentu masih banyak kekurangan, oleh karena itu saya dengan senang hati akan menerima kritik dan saran yang kiranya dapat membangun dan menyempurnakan peper ini. Besar harapan saya agar kiranya peper ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Februari 2012

KKS Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ELSI ANDRILA KASIM 0410070100099

Pitiriasis rosea
Penyusun

201 2

KKS Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ELSI ANDRILA KASIM 0410070100099

Pitiriasis rosea
DAFTAR ISI

201 2

Kata pengantar ..................................................................................................... Daftar isi............................................................................................................... Pendahuluan.......................................................................................................... Definisi.................................................................................................................. Etiologi.................................................................................................................. Epidemiologi......................................................................................................... Gejala klinis.......................................................................................................... Gambaran Histopatologi....................................................................................... Diagnosa banding................................................................................................. Pengobatan ........................................................................................................... Prognosis .............................................................................................................. Daftar pustaka.......................................................................................................

i ii 1 1 2 3 3 4 4 5 6 7

KKS Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ELSI ANDRILA KASIM 0410070100099