P. 1
Analisa Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia Di Dalam Surat Kabar

Analisa Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia Di Dalam Surat Kabar

|Views: 662|Likes:
Dipublikasikan oleh Abdul Fattah

More info:

Published by: Abdul Fattah on May 24, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

ANALISA KESALAHAN EJAAN BAHASA INDONESIA DI DALAM SURAT KABAR

Sumber: SUARA MERDEKA, Rabu Kliwon 16 Juni 2010

000 meter persegi di antaranya akan disewakan. Luas lahan yang ada mencapai 42. …akan menyelesaikan pengecekan terhadap hunian yang dibangun pemerintah pusat senilai Rp 22. Pembetulan: …akan menyelesaikan pengecekan terhadap hunian yang dibangun pemerintah pusat senilai Rp 22. Pengecekan dilakukan untuk memastikan segala sarana yang digunakan untuk penghuni Rusunawa di Desa Bakalan Krapyak. itu.… . 4. Pembetulan: Pengecekan dilakukan untuk memastikan sarana yang digunakan untuk penghuni Rusunawa di Desa Bakalan Krapyak. dan 20. Kesalahan yang terdapat dalam kalimat di atas adalah pengulangan kata yang mengandung arti khusus.… Kesalahan yang terdapat kalimat dia atas adalah penulisan tanda baca koma sebelum kata dan. KUDUS-Pekan ini Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang melalui Tim pengelola Rusunawa. yaitu segala dan semua. Kesalahan yang terdapat dalam kalimat di atas adalah pengulangan kata yang menegaskan makna semua. 1.9 miliar lebih itu.9 miliar lebih’ sudah bisa dianggap khusus.9 miliar lebih. Pembetulan: Luas lahan yang ada mencapai 42. sebanyak 2 kali.… 2. 3.400 meter persegi.400 meter persegi dan 20.… Kesalahan yang terdapat dalam kalimat di atas adalah kurangnya keterangan singkatan Rusunawa.000 meter persegi di antaranya akan disewakan. Rusunawa adalah singkatan dari Rumah susun sederhana sewa.Berikut adalah kesalahan yang teridentifikasi berserta pembetulan oleh penulis. Kecamatan Kaliwungu sudah siap semua. Pembetulan: KUDUS-Pekan ini Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang melalui Tim pengelola Rusunawa (Rumah susun sederhana sewa). Kecamatan Kaliwungu sudah siap semua. dianggap tidak efektif karena ‘hunian yang dibangun pemerintah pusat senilai Rp 22.

Sedangkan untuk Guru Indonesia hanya pelajaran umum yang berbau Indonesia seperti Bahasa Indonesia dan Kewarganegaraan. Akibatnya tersedialah sarana dan prasarana yang lengkap sehingga dapat memfasilitasi kelangsungan Kegiatan Belajar Mengajar. SBI dan Kelas Internasional lebih menjurus pada korporasi atau komersialisasi Pendidikan. Sarjana Sosiologi Univeristas Indonesia yang meneliti sejumlah SBI di Jakarta Selatan. sejumlah sekolah SD (sekolah dasar). Sekolah yang sudah berpredikat SBI ternyata memang sangat diminati oleh masyarakat. Apalagi didukung Perpres No 7 Tahun 2007 mengenai investasi asing dalam pendidikan nasional. . Di SBI faktor Kognitif. Penghargaan kepada Guru lokal dianggap kurang. SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri pun membuat Kelas Internasional. juga mengadopsi dari University of Cambridge International Examination. Walaupun Bahasa Indonesia digunakan tetapi kurang dari 50% sepertinya terlampau kecil. Jabatan Kepala Sekolahnya juga dijabat oleh orang asing. Pakar pendidikan HAR Tilaar juga mengatakan SBI yang bermunculan sekarang merupakan tempat pendidikan yang tidak nasionalis. SMP (sekolah menengah pertama). hanya enam orang yang berasal dari lokal. pengajarnya yang terdiri dari 37 Pengajar. dan Psikomotorik siswa memang sangat diperhatikan. Tetapi. Hal ini bisa tercermin secara langsung melalui penghapusan muatan lokal bahasa yang lebih mementingkan porsi bahasa asing. mengenai Kurikulum Nasional yang diterapkan di sekolah yang beliau teliti. Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu mengatakan munculnya SBI dan Kelas Internasional mengindikasikan bahwa pendidikan telah mengarah pada Neoliberalisme Pendidikan. Mungkin dengan alasan itulah SBI sangat heboh. Beliau juga mengatakan kalau sekarang pendidikan sudah menjadi komoditi yang diperjualbelikan. tak bisa dipungkiri bahwa Kurikulum yang sedang dipakai SBI sekarang ini mengancam pengenalan identitas Nasional oleh siswa. mengemukakan bahwa sekolah tidak mendorong tumbuhnya identitas sebagai orang Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SBI memiliki aspek Kognitif keIndonesia-an yang sangat rendah. Tidak hanya sekolah swasta.SISI KELAM SBI Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) muncul bak cendawan di musim hujan. Afektif. SBI sebenarnya dalam prakteknya lebih bagus daripada sekolah yang belum berpredikat SBI. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fajri. Selain itu. Menurut M Fajri Siregar.

Sabtu 9 Januari 2010 .Referensi data: The Jakarta Post.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->