Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi yaitu

Kondisi Ekonomi Indonesia 2012 Diproyeksi Solid, dan Tumbuh Hingga 6,7 Persen
[Unpad.ac.id, 16/02/2012]Kondisi perekonomian global pada tahun 2011 menunjukkan kondisi yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut dapat berakibat negatif pada kondisi perbankan di berbagai negara, selain juga memiliki dampak terhadap meningkatnya resiko kondisi perekonomian di masa yang akan datang. Walaupun demikian, kondisi buruk tidak terjadi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2011 mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu mencapai 6,5 persen. Hal ini juga seiring dengan kondisi perbankan di Indonesia yang cukup baik. “Berbagai kondisi kondusif tersebut tidak terlepas dari kebijakan Bank Indonesia dan koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah,” ujar Kepala Biro Pengaturan Bank- Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia, Irwan Lubis, saat menjadi Keynote Speaker dalam One Day Seminar “Global Crisis and Resistance of Indonesian Banking”. Acara ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (16/02). Sementara Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman mengatakan bahwa ketidakpastian global yang terjadi saat ini lebih kompleks dibandingkan dengan krisis global yang terjadi pada tahun 2008. Hingga saat ini, kondisi perekonomian masih tidak menentu dan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu mendatang. Krisis perekonomian yang mulanya terjadi di Yunani ini sudah kian menyebar ke beberapa negara di Eropa, seperti Spanyol, Italia, Portugal, dan Perancis, yang terlihat dari meningkatnya biaya pinjaman dari negara-negara tersebut. Namun demikian, senada dengan Irwan, Abdul Rachman juga mengatakan bahwa di tengah ancaman krisis global, perekonomian Indonesia memiliki kondisi yang baik. Kondisi Perekonomian Indonesia pada tahun 2012 bahkan diproyeksikan solid, dan memiliki peningkatan hingga 6,7 persen. Menurutnya, hal ini besar dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi domestik. “Ekonomi domestik tumbuh karena porsi ekonomi kita yang bergantung pada ekspor relatif kecil,” ungkapnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 juga didorong karena diakuinya perekonomian Indonesia oleh negara-negara berkembang. Beberapa negara berkembang menganggap bahwa Indonesia sudah dapat mengelola ekonominya dengan baik. Optimisme prospek perekonomian tahun 2012 juga didorong adanya peningkatan rating Indonesia yang masuk ke level investment grade. Dengan demikian, beberapa negara berkembang sudah menunjukkan rasa percaya yang tinggi untuk menginvestasikan dananya di Indonesia.

“Hal ini akan berdampak positif. Misalnya perusahaan multinasional akan melakukan investasi jangka panjang. Selain supply uang akan meningkat, job opportunity juga akan meningkat,” tutur Abdul Rachman. Seiring dengan hal tersebut, kondisi perbankan nasional juga sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari sisi aset, penyaluran kredit, rasio permodalan, dan kualitas kredit perbankan di Indonesia. Kedepannya, kinerja perbankan nasional akan tetap solid karena didukung oleh beberapa hal, yakni kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat dan kualitas fundamental sektor perbankan nasional yang berada dalam kondisi yang baik.

Tantangan Global Masih teringat jelas, sepanjang tahun 2011, isu krisis utang dan defisit anggaran akut di Yunani membuat goncangan-goncangan ekonomi terutama di pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE), dan khususnya 15 negara pengguna mata uang euro, ternyata tidak berhasil mengembalikan keyakinan investor, bahkan pesimisme menguat bahwa krisis UE akan memakan waktu yangg lama. UE menghadapi problem fiskal yang berat dengan defisit anggaran rata-rata tercatat 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan rasio utang terhadap PDB sebesar 80 persen. Tidak hanya UE dijerat oleh krisis fiskal, problem anggaran di Amerika Serikat (AS) juga sangat akut. Dengan defisit anggaran sebesar 1,3 triliun dollar AS atau sekitar 8,6 persen dari perkiraan PDB 2011 dan besarnya utang pemerintah yang mencapai 15,6 triliun dollar AS atau sekitar 90 persen dari PDB. Krisis fiskal membuat AS kehilangan peringkat tertingginya AAA selama 70 tahun menjadi AA+ pada 3 Agustus 2011 lalu. Dalam perkembangan belakangan ini ekonomi AS mulai menunjukkan perbaikan terutama dengan semakin membaiknya keyakinan konsumen dan turunnya tingkat penggangguran menjadi 8,5 persen pada Desember 2011. Harapan juga muncul dari UE seiring dengan semangat untuk melakukan konsolidasi fiskal disertai injeksi likuiditas dalam bentuk pinjaman dari Bank Sentral Eropa (ECB) kepada perbankan di UE dengan bunga hanya 1 persen dan tenor 3 tahun. ECB dikabarkan masih akan menambah jumlah pinjaman tersebut hingga mencapai 1 triliun euro. Tambahan likuiditas dalam jumlah yang cukup masif ini juga memberi peluang mengalirnya dana UE tersebut ke emerging market Asia, termasuk ke Indonesia. Apalagi disaat yang sama, kondisi ekonomi Indonesia mempunyai kekuatan pasar domestik yang disertai dengan peningkatan daya beli masyarakat. Tantangan domestik Struktur demografi Indonesia menjadi daya dukung pasar domestik terrsebut. Jumlah penduduk dengan kategori kelas menengah - menurut Bank Dunia adalah penduduk dengan pengeluaran antara 2 dan 20 dollar AS per hari - meningkat sebanyak 50 juta antara tahun 2003-2010.

Selain dukungan demografi, kinerja makro Indonesia tercatat solid menguat. Ketika pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan hingga negatif (resesi), bersama Cina dan India - ekonomi Indonesia tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi semakin solid di tahun 2010 yang mencapai 5,9 persen yoy, dan 6,5 persen yoy pada tahun 2011. Disaat yang sama, angka inflasi turun, cadangan devisa terus bertambah menembus diatas 100 miliar dollar AS. Selain itu, ekonomi Indonesia juga didukung oleh sistem keuangan yang relatif stabil. Indeks stabilitas keuangan tercatat semakin rendah. Hasil perhitungan BI mencatat indeks stabilisasi sebesar 1,68 pada Oktober 2011, turun dari 2,43 pada krisis 2008. Di pasar keuangan, Indonesia berpotensi menjadi primadona investasi tahun 2012, terlebih lagi Fitch pada 15 Desember 2011 lalu menetapkan Indonesia masuk dalam kategori peringkat investasi. Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2012 justru berasal dari sektor riil didalam negeri. Pasar domestik yang kuat bisa menjadi relokasi pasar domestik sementara waktu. Tentunya pasar domestik Indonesia juga menjadi incaran pasar impor terutama dari negara-negara Asia akibat mitra dagang mereka di UE melemah. Akses ke perbankan yang tidak cukup mudah disertai bunga kredit yang mahal, biaya logistik yang tinggi karena terbatasnya konektivitas dan tentu saja infrastruktur yang tidak memadai dan masalah akut korupsi. Pada saat yang sama pemerintah mulai 1 April mendatang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata sebesar 10 persen dan akan melarang mobil plat hitam menggunakan premium subsidi. Menurut pemerintah, kedua komponen tersebut diperkirakan akan menambah inflasi sebesar 0,8 persen. Namun kami perkirakan dampak totalnya memberikan tambahan inflasi hingga 2 persen. Ekspektasi kenaikan inflasi ini akan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Faktor-faktor tersebut membuat daya saing produk domestik kalah dibandingkan produk impor terutama untuk barang konsumsi. Akankah produk Indonesia bisa bersaing di pasar sendiri ditengah kemungkinan gempuran produk-produk impor yang lebih murah ditengah kendala yang ada? Kuncinya adalah kredibilitas pemerintah. Rencana pemerintah membangun berbagai proyek infrastuktur harus terealisasi dan pemerintah perlu melakukan terobosan kebijakan dalam jangka pendek. Saatnya pemerintah juga agresif disisi fiskal, memastikan serapan anggaran yang maksimal sehingga peran pemerintah mendorong pertumbuhan yang bisa mengkompensasi kemungkinan perlambatan dorongan ekonomi dari penerimaan ekspor. Intinya adalah bagaimana membuat pasar domestik menjadi kekuatan ekonomi Indonesia ditengah berbagai risiko global saat ini.

Inflasi Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. 5.28 persen dibanding ekspor Desember 2011. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. 8.35 persen dibanding bulan sebelumnya. dan naik 15.32 persen dan 0.30 persen dibanding bulan sebelumnya. Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan NTP Februari 2012 turun 0. Upah Buruh Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik masing-masing sebesar 0.77 persen dibanding Januari 2012. bahan baku/penolong US$10. industri US$9.57 miliar. 7.49 miliar.31 persen dibanding bulan sebelumnya.02 persen jika dibanding impor Januari 2011.46 persen. ii HE ADL I NE S 6. PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.38 miliar.56 persen.37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. 2. sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012 naik 0. Harga cabai merah Februari 2012 turun 30. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) . 3.81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (y-on-y) sebesar 3.14 persen dibanding bulan sebelumnya.52 miliar yang terdiri dari produk pertanian US$0.60 persen dibanding bulan sebelumnya. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. dan barang modal US$2.65 miliar.5 persen. Impor Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14. namun naik 6.3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q). Pertumbuhan PDB PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6.48 miliar.57 persen dibanding impor Desember 2011. Pada Februari 2012. turun 9.12 miliar. Ekspor Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15.48 miliar.5 persen dibanding PDB Triwulan IVMARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2010 (y-on-y).05 persen. namun naik sebesar 16. Menurut golongan penggunaan barang.97 miliar.27 persen dan cabai rawit turun 6. turun 11. Harga Pangan Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. Secara kumulatif.07 persen dibanding ekspor Januari 2011. nilai impor barang konsumsi Januari 2012 sebesar US$1. 4. dan pertambangan dan lainnya US$2.HE ADL I NE S i HEADLINES 1.

Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. iv HE ADL I NE S EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KATA PE NGANTAR v . naik 18.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.74 persen dibanding bulan sebelumnya. 11.37. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843.7 ribu orang.81 persen dibanding tahun 2010. 13.84 ribu ton menurun 6.02 persen jika dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y).08.09 persen dibanding Triwulan III-2011. Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4. dan naik 6.10 persen dibanding tahun 2010. Produksi Tanaman Pangan Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65. 10. Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 106. Transportasi Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108.IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0.97 persen dibanding tahun 2010. Industri Manufaktur Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 3.92 persen jika dibanding bulan sebelumnya. IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0.35 persen dibanding bulan sebelumnya. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652. 9.92).44). namun turun sebesar 9. Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4.63 ribu ton menurun 3. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 HE ADL I NE S i i i 12.31 persen MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) menurun 1.

............ xiii FOKUS PERHATIAN ..bps.. dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www............................. 26 III..........go......................... keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan....................................................................... Januari 2012).d............ perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s..........d................................. IV........................ perkembangan ketenagakerjaan (s.......... M......................................................... i KATA PENGANTAR .d...................... Februari 2012)............................................................. produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011).... II............ perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s............d... harga dan upah (s...................................... Februari 2012)..... Suryamin.... 16 EKSPOR JANUARI 2012 ................. Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s........................... 1 INFLASI FEBRUARI 2012 .... hasil Sensus Penduduk 2010....................... 9 I............................... yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan. IMPOR JANUARI 2012 ...................................................................d... vi KATA PE NGANTAR EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR I S I v i i DAFTAR ISI HEADLINES .................Sc......................... Agustus 2011)... ekspor-impor (s.. tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia................... triwulanan......d.... Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS.................... Triwulan IV-2011)................................................ vii DAFTAR TABEL .............d................................... Januari 2012)........................................ MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jakarta.... wisatawan dan transportasi (s................... 30 ........... 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr... Lebih lanjut.... Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu....................................... Triwulan IV-2011)...... PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 ............. harga perdagangan besar (s..................... v DAFTAR ISI ...... viii DAFTAR GRAFIK .......KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)......... Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi...id... Februari 2012)..d...........................

....... PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 .........................................................................................6 Inflasi Beberapa Negara.......................................................2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ......................................................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen)....5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) ......... 83 XII........ Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year ........................ 74 X.... 12 Tabel 1...................................4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender ...........1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 .................................................................................. 24 Tabel 3..............................4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan............................................... 13 Tabel 1...1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) .......... SUPLEMEN: METODOLOGI ................... 12 Tabel 1.............................................................................. 23 Tabel 2............... 21 Tabel 2. 18 Tabel 2.....V... 36 VI.................... 69 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 .........................8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ................................................................................ 24 Tabel 2...................... 61 VIII. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 .....6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) ...... Februari 2012................... NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 ...................... 98 XVI..............10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ....................................... 27 ............................... 20 Tabel 2....9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) . TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 .............................. 13 Tabel 1................11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 ........................ 14 Tabel 2............. Desember 2011–Januari 2012 ..................... KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 ..................................... 92 XIV....................................................................................3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga........................................................ 54 VII......... 63 IX.. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 ........................................ 77 XI............................................. 11 Tabel 1................................... 23 Tabel 2..... 11 Tabel 1................................................................. 17 Tabel 2............................... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 v i i i DAF TAR TABE L DAFTAR TABEL Tabel 1.. 22 Tabel 2.......... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) ........7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) ........ UPAH BURUH FEBRUARI 2012 ..............1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.............................2 Laju Inflasi Februari 2012.................................................................... INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 ............... HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 ......... KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 ................... Februari 2012 (persen) ... 18 Tabel 2.... 95 XV.........7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.......................5 Inflasi Nasional Year-on-Year ... 19 Tabel 2................................. 87 XIII. PARIWISATA JANUARI 2012 ................. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) .................................... 103 XVII............................

..................................................... 49 Tabel 5...Tabel 3.............................11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar.............................................. 28 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L ix Tabel 3...............2 Penduduk............ 2011 dan 2012 ..... 33 Tabel 4............................. SP2010...................................................................... 2010 ..........................6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.............. 2011 dan 2012 ........... 2010–2011 (juta orang) ....... SP2010 ... 29 Tabel 3............................................5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.... 41 Tabel 5.... 34 Tabel 4................................................... SP2010 .................. SP2010 ................ 2010 .... Januari 2012 .....2 Perkembangan Impor Indonesia........................................................ 36 Tabel 5.... 29 Tabel 4....................................7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama............. 40 Tabel 5........................................... 47 Tabel 5....14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.... 42 Tabel 5....1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan.......................................................................................................... 35 Tabel 4.. 55 Tabel 6. Laju Pertumbuhan.............5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama................. 50 Tabel 5.............................. 33 Tabel 4.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian........ 48 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x DAF TAR TABE L Tabel 5... Januari 2011–Januari 2012 ....................................... 28 Tabel 3.............................................. SP2010 ...15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus...................... 44 Tabel 5.............................. 2010 ...................................................................................................................................................... 52 Tabel 5...... Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$) .. 35 Tabel 5......... 43 Tabel 5.............5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB........ SP2010 ........................................... 2010 .............. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi .....................................1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin...............4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 ......................... SP2010 ....................... 32 Tabel 4. 45 Tabel 5........ 56 ...........................3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari.............. 46 Tabel 5............12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja..............7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi..10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih ............8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 ........ 53 Tabel 6..................1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.................................................. SP2010 ............9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal...... Juta US$) ...........2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ..................8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.............................3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan ....................13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak............. SP2010 ......... Januari 2011 dan 2012 ............................................................................................................ 51 Tabel 5....... Triwulan I 2010–Januari 2012 .... 34 Tabel 4.................3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 ...... 32 Tabel 4...............................6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi...................................2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ...........................4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.......................

............ Februari 2011–Februari 2012 .........................................................................................................................3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya ..........................2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya........................................................7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 ....................................................................................................................................2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 .............................................................. 75 Tabel 10.. 79 Tabel 11......... 76 Tabel 11........................ 2009-2011 ........... dan Produksi Padi Menurut Subround................... 76 Tabel 10............1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani. 58 Tabel 6......1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ............................... Indonesia Januari 2012–Februari 2012. (2005=100) ............5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) ............. 67 Tabel 8...................4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) ............ 60 Tabel 7.... 66 Tabel 8....................................................... (2005=100) .................................... 58 Tabel 6................. 70 Tabel 9....1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) ........2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan . 78 Tabel 11......... 81 Tabel 11..................... 88 Tabel 13.............6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) .......3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya....1 Perkembangan Luas Panen........................................... 82 Tabel 12........................................................................................................................................ 57 Tabel 6...........................................................4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar....3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) .................................. 73 Tabel 10.............................. 86 Tabel 13..4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ..............................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 ............1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas....... Indonesia Desember 2011–Januari 2012................................. 75 Tabel 10.............. (2005=100) .........................................Tabel 6........................... 59 Tabel 6................ 71 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L xi Tabel 9.........................................................................................................................................................1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ................. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010-Februari 2012 ...................2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi... Indonesia Januari 2012–Februari 2012.... (2005=100) ........... dan Produksi Palawija...... 84 Tabel 12..........3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012..............2 Perkembangan Luas Panen....................... 62 Tabel 8......... Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012......................... 2009-2011 ............................. Produktivitas...............................3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ... Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) . 68 Tabel 9....................... Produktivitas......

....... 17 Grafik 2......5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen)..................1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s............... 38 Grafik 5...4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) .... 39 Grafik 6.....................1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 ............2010–2011 (persen) 2000=100 .......... 31 Grafik 5................................... 37 Grafik 5.............4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 .............................. Tahun Kalender............ 2011 dan 2012..........................101 Tabel 16............. 97 Tabel 16...... Penduduk yang Bekerja.................. dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 ........................................................2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It)........... Tingkat Penghunian Kamar..........2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari.. 2010–2012 ..1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 ................................................ 94 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i i DAF TAR TABE L Tabel 15.......2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi.......... 26 Grafik 4...... Jumlah...........................................1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 ................................................................................... Indeks Harga yang Dibayar Petani .................................. Maret 2011–September 2011 ........3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 .............d Triwulan IV-2011 (persen)...................... 25 Grafik 3.................. 1971-2010 ........ dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) .......1 Perkembangan Jumlah Wisman...................................... 61 Grafik 8...................................... 9 Grafik 2..................1 Nilai Tukar Petani (NTP)......................1 Garis Kemiskinan......................................... dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota..........................................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) ........2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah............................. 63 Grafik 8......2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) .................................................1 Jumlah Angkatan Kerja....... 19 Grafik 2.................... Februari 2011–Februari 2012 ................................................................................................................................ 16 Grafik 2................................ Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.......3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia......... 30 Grafik 4.....................................3 Garis Kemiskinan.. 54 Grafik 7...6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) ......... 89 Tabel 13................ 91 Tabel 14..........1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 .............. Maret 2011–September 2011 ...102 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR GRAF I K x i i i DAFTAR GRAFIK Grafik 1............ 20 Grafik 2................... dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 ... 22 Grafik 2.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ......... 99 Tabel 16..................... 2010 .................. 88 Tabel 13...............................1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan....

........... 80 Grafik 11....................................... 69 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i v DAF TAR GRAF I K Grafik 9......... Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1..............................................................................................................3 Inflasi Perdesaan.............................................................73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0...........................................56 persen.......1 Perkembangan Produksi Padi............... 2009–2011 ...... 74 Grafik 11.......................................... 93 Grafik 15................................................. 2...................................05 persen.. Inflasi Februari 2012 sebesar 0..1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ......... 92 Grafik 14.......3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ... 84 Grafik 13..81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3.. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0....1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 .......................1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ...................... 90 Grafik 14.................................................... 65 Grafik 9.......2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 ..............1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 . 2009–2011 ............03 persen)........... tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi...........................................................................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) .............. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1..........05 persen....1 Persentase Penduduk Miskin ........2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 .....2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ............. 98 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 1 FOKUS PERHATIAN 1.05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0....... 70 Grafik 10.................................................... 78 Grafik 11........................................2 Pola Panen Padi................................................................04 persen)............................ 83 Grafik 12....................... 87 Grafik 13............................................. Februari 2010–Februari 2012 ....(Ib)...... 95 Grafik 16... 64 Grafik 8............... perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6................................................ 81 Grafik 12..................................13 persen..... Februari 2011–Februari 2012 ..........2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi ........5 persen .. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0................ Pada Triwulan IV-2011....... Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0...................................... Dari 66 kota.......29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0................................1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 .....................................................

52 miliar atau turun 7. 2 F OKUS PE RHATI AN 3.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.57 miliar.5 persen.49 miliar. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1. namun turun 9. Ditinjau dari sisi penggunaan.5 persen.(year-on-year). naik 6.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian.82 persen. ekspor hasil pertanian turun 1. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14.1 persen. PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1. Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011.2 persen dan terendah di Sektor Pertanian.82 persen. atau naik 16. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2.57 persen dibanding impor Desember 2011. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. Peternakan.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear).28 persen dibanding ekspor Desember 2011. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14. 4.2 persen. peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38.66 persen dibanding bulan sebelumnya. namun turun sebesar 11. Hotel dan Restoran sebesar 10. naik 16. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.3 persen. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5.9 persen. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.57 miliar. dan impor barang dan jasa naik sebesar 6.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. Menurut sektor.49 miliar.3 persen.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).07 persen (year-on-year). PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear). ekspor barang dan jasa naik sebesar 3. naik 6. Secara kumulatif. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.8 persen. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20. .5 persen.97 miliar atau turun 14. Peternakan.

Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km .49 persen per tahun.56 persen).72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011.80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa (1.99 miliar atau turun 18.6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.14 persen). meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km 2 ). Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.14 persen).81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2.88 persen. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9.3 juta orang).6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111. Dilihat dari penyebaran penduduk.7 juta orang. 6.50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 3 5.Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.1 juta rumah tangga (14.0 juta orang. TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6. Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61. berkurang 2. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237.6 juta orang.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119.6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119.52 miliar).40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32. Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32.37 persen).58 miliar atau turun 9.4 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7.4 juta orang). Nilai ini turun 7.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1. berkurang 1. 2 .70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6.055 orang per km 2 ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14.469 orang per km 2 ). Sekitar 40.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah.39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0.32 miliar.70 juta orang (6. Sebesar 83.70 persen). Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2. Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5.53 miliar) dengan pangsa 21.56 persen.91 persen).

terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.02 persen. turun 0.40 persen).46 persen.53 persen).60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105. 8. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.29 persen).10. Pada Februari 2012.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya.39 persen.03 persen).02 persen). naik 0. serta transportasi dan komunikasi (0. rekreasi. turun 0.49 persen). EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 5 9. harga beras Februari 2012 naik 15. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.50 persen).939 Secara nasional.854 dan Rp63. hortikultura. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63.520 per kg.12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0. dan olah raga (0.60 persen dari bulan sebelumnya. NTP Februari 2012 tercatat 105.520 per kg.37 persen. lebih tinggi dari .10.854. sedangkan secara riil turun sebesar 0.73.4 F OKUS PE RHATI AN 7.939. Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. makanan jadi (0. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39. naik 0. 0. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39. sandang (0.14 persen.77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya. dan secara riil naik sebesar 0.81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0. tanaman perkebunan rakyat. yaitu bahan makanan (0. dan 0. naik 0.77 persen dari bulan sebelumnya.42 persen).08 persen). Dibanding Februari 2011 (year-onyear). kesehatan (0. pendidikan. naik 0. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya. perumahan (0. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1.23 persen dan 0. 0. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0.30 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.09 persen.16 persen.

69). Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi.35 persen dibanding bulan sebelumnya. Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111. daging ayam ras (turun 1.92. sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.24 juta ton.13 ribu .89 persen). naik sebesar 0.77. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian.31 persen). Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0. terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108. Komoditas lain yaitu daging sapi.53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106.27).07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105.73 juta ton (1. gula pasir.57 persen).34).74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1. penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar 6 F OKUS PE RHATI AN 105. turun 1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108. tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111. minyak goreng. menurun sebanyak 0. artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya. Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65. peternakan. Selain beras.27 persen). dan ikan kembung (turun 1. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas.37).74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi. cabai rawit (turun 6. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0.74 juta ton GKG. 10.32).30 persen. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah.65 persen).92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106. Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0.08). Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30.inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1.67). 12. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.44. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya.82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103. susu kental manis.57 persen).35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187.10 persen.56 persen. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. 11.40 persen.51).10 persen) dibandingkan tahun 2010. Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108. kehutanan dan perikanan. Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65.97 juta ton.

40 persen dibanding bulan sebelumnya.34 persen. naik 5. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1. naik 5. Dibandingkan tahun 2010. Sekitar 38.57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8.70 persen). Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652. Dibanding Januari 2011 (year-onyear).4 juta orang.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear).76 persen. 15. dan jumlah penumpang kereta api turun 8 F OKUS PE RHATI AN 4.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali.04 persen) dan sebesar 0.14 kuintal/hektar (1.7 juta orang.54 persen). naik 18.81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270. dan naik 3.02 persen).hektar (0.91 persen). naik 18.80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011. jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6.02 persen (year-on-year).31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51. 13. produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63. 14.19 ribu ton (6.35 kuintal/hektar (0.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2. dan jumlah .46 persen dibanding bulan sebelumnya.27 persen atau naik 0. Selama Januari 2012. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5.39 persen) dan produktivitas sebesar 0. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20.90 ribu hektar (6.4 juta orang.7 ribu orang.92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya.93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548.29 kuintal/hektar (2.16 persen dari November 2011 (m-to-m).09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q). dan naik sebesar 5.02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year).24 ribu hektar (6.22 persen dibanding bulan sebelumnya.57 persen.8 ribu orang. jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652.

53 persen.04 persen dengan IHK 135.penumpang kereta api turun sebesar 4. Sebagian besar (63.36 persen).67 persen.29 persen dengan IHK 133. 16.00.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0.49 persen). Selama periode Maret 2011–September 2011.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1.59.89 juta orang (12. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. dan Year-on-Year un J ul Mei J A g . Tahun Kalender. Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73. 1.03 persen dengan IHK 131. Dari 66 kota.96.89 juta orang (12. n) s e (pe r MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 '10 A pr M ar Grafik 1.02 juta orang (12. turun 0.04 juta orang. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi.36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan.73 persen dengan IHK 145. penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0.09 juta orang. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 9 INFLASI FEBRUARI 2012 I.21 dan terendah terjadi di Palu 0.35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan.

05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen). komunikasi. rekreasi.22 persen. kesehatan 0. sandang 1.Gabungan 66 Kota.34 persen. bawang merah .06 persen.73 persen. k t e s Nov D '12 F e J an b 10 I NF L AS I F E BRUARI 2012 3. beras 0. dan olahraga 0. dan bahan bakar 0. 2010–2012 e pt s S t Nov O k s D e '11 F e J an ar A b M Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. Dari inflasi 0. listrik.05 persen pr Mei J un J Bulan ke Bulan Tahun Kalender Year-on-Year g s ul A pt O S e 2.05 persen. gas.15 persen. andil emas perhiasan 0.08 persen dan transpor. air. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0. perumahan. inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0. Menurut jenis pengeluaran rumahtangga. dan jasa keuangan 0.27 persen. pendidikan.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen).

tomat sayur -0.33 persen.03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen). sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0.05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 11 Kelompok Pengeluaran MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1. inflasi Februari 2012 sebesar 0.33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0.81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. 7. Menurut karakteristik perubahan harga.05 persen.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0.05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen).24 persen. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) .17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen). Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0. Inflasi Februari 2012 sebesar 0. 6.94 persen.56 persen. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4. tahun kalender 2012 sebesar 0.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen).31 persen.02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen).0. Sementara andil cabai merah -0.13 persen.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen).1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.77 persen. 4. Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0.05 persen berasal dari andil komponen inti 0. daging ayam ras -0. 5.

55 120.96 0.75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya. dan Bahan Bakar 133.49 0.49 Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) .40 4.76 154.11 2. Bahan Makanan 150.22 1.05 0.33 0.73 6. Pendidikan.34 1.03 122.07 2. Rekreasi.24 0.77 4. Rokok.15 0.24 125.79 121.56 Inti 121.46 129. Gas. Minuman. 2) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.Umum (Headline) 126.85 136.82 106.59 108.56 1.51 123.58 0.30 1.95 124.23 4.43 -0. Makanan Jadi.65 3.91 130.57 139.73 1.95 0.85 123.45 -0. Sandang 126.77 157. Air.46 129.90 1.87 2. Perumahan.2 Laju Inflasi Februari 2012.22 0.21 120.14 8.60 155.06 0.94 124.68 2. Transpor dan Komunikasi.96 0. Kesehatan 117. Tabel 1.49 126.81 3.27 0.94 1.14 152.81 3.46 0.86 138.81 3. dan Jasa Keuangan 118. dan Olah raga 7.46 0. 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.08 0. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga Komponen IHK Februari 2011 (2007=100) IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 126.35 137.05 0.96 0. Listrik. dan Tembakau 3.31 Harga Diatur Pemerintah 120.71 5.91 130.14 108.88 Bergejolak 153.00 4.66 123.

67 2.40 1.12 5.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.06 Juli 0.10 -0.47 0.05 1.62 0.44 0.66 4.34 5.58 9.03 0.15 -0.24 10.81 Maret 0.84 0.23 2.57 6.45 1.70 April -0.77 -0.57 0.74 Agustus 0.12 1.80 0.10 1.44 0.96 2.32 1.27 4.12 -0.28 2. Inti 0.92 0.08 7.93 3.99 0.05 3.21 2.30 0.59 11.79 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 13 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1.22 4.55 2.97 1.04 1.36 0. Harga Diatur Pemerintah 0.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 .43 11.33 0.98 3.05 1.37 0.02 1.81 8.11 0.84 0.51 0.51 Juni 0.06 -0.77 -0.31 1.44 0.03 0.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Bulan Inflasi Nasional (bulan ke bulan) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Inflasi Nasional (kalender) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1.20 Desember 1.48 5.79 0.76 Februari 0.20 2.96 3.21 0.37 0.07 0.07 0.28 5.89 0.19 0.04 0.22 -0.69 September 0.67 2.72 1.18 0.46 0.14 1.31 0.05 1.20 Tabel 1.78 6.89 0.84 5.04 1.24 0.41 0.16 0.56 0. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) U m u m 0.10 1.29 0.35 2.39 Mei 0.74 4.13 0.14 -0.91 3.10 2.42 1.76 1.05 0.97 0.97 Oktober 0.47 2.41 0.41 10.14 1.01 0.65 0.75 0.82 2.06 2.45 0.04 0.85 0.15 0.95 0.Laju Inflasi Year-onYear Laju Inflasi Year-onYear 3) 12 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.76 0.45 5.85 November 0.57 -0. Bergejolak -0.60 0.

91 6.70 1. Cina 0.68 2.10 6.53 1.20 0. dan www.65 3.90 5.28 -0.60 3.60 6.31 3. http://www.40 -0.17 7.03 3.56 6.77 11. Pilipina -0.79 Tabel 1.00 2.29 8.75 6.gov.za.gov. Singapura 0.statistics.88 11.30 Sumber: http://www.81 6.41 6.50 0.83 .50 6.32 -0.71 6.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6.42 November 6. Brazil 0.50 4.50 4.50 9.stats.13 17.22 4.78 6.17 3.92 3.20 3.57 5.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.33 4.02 3.57 0.96 7.56 Maret 6.80 7.79 3. Desember 2011–Januari 2012 Negara Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Desember Januari Desember Januari (1) (2) (3) (4) (5) 1. Vietnam 0.61 Oktober 6. http://www.ibge.uk.00 2.51 11.00 18.95 12.65 Februari 6.16 Mei 6.14 2.90 2.gov. http://www.gov.16 5.65 April 6.my.statpak.sg.00 0.06 11.10 4.79 September 6.22 10. Afrika Selatan 0.90 9. Februari 2012.01 10.10 5.15 Desember 6.gso.43 6.6 Inflasi Beberapa Negara.gov. Malaysia 0.20 3.04 4.54 Juli 6. http://www.gov.85 2.30 7.ph.52 8.50 2. http://www.10 0.gov. Indonesia 0.statistics.16 0.80 4.com 14 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.61 Agustus 6.singstat.98 Juni 5.gov.90 6.36 9. Amerika Serikat -0. http://www.83 5.40 8. http://www.06 2.96 3.44 4. Pakistan -0.65 5.cn.cencus.60 11.br. Inggris 0.76 3.gov. http://www.30 1.70 4.26 7.gov.bls.statssa. http://www.vn.27 8. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.25 0.59 11.84 3.38 6.30 3.75 10.20 0.77 2.71 11.05 5.bloomberg.40 3.pk.67 4.72 7. Aceh Banda Aceh 3.40 4.50 4.

35 2.12 9.86 3.85 0.28 Cilegon 2.Lhokseumawe 3.76 -0. Sumatera Barat Padang 5.97 0.52 3.75 -0.78 13.29 -0.08 Bandar Lampung 4.99 3.91 1.66 -0.26 2.35 0.95 0.45 -0.72 3.78 0.26 0.08 .65 2.55 -0.37 -0. Jawa Barat Jakarta 3.34 0.14 1.09 -0. Sumatera Utara Sibolga 3.01 Depok 2.76 -1.00 -1.44 6.18 0.14 0.65 3.04 Padang Sidempuan 4.17 0.22 5.78 0.08 1.46 0. Banten Serang 2.90 -0.66 Dumai 3.24 -0. Lampung Bengkulu 3.60 3.21 1.78 -0.60 2.54 -0.70 Cirebon 3.17 0.94 Bogor 2.19 3.98 8. Jambi 7.23 Tasikmalaya 4.64 Bekasi 3.10 0.90 0.69 3.78 3.83 1.69 Sukabumi 4.10 1. Kepulauan Riau Batam 3.11 0.71 -1.23 1.32 -0.05 1.03 Palembang 3. DKI Jakarta 12.20 -0.20 0.03 2.17 0.62 -0.51 4.32 2.06 Bandung 2.46 Tangerang 3.62 2.04 3.50 2.21 11.27 2. Sumatera Selatan Jambi 2.35 1.09 -0.31 0.82 4.03 0.24 0.10 0.44 -0.25 -0.58 0.96 -0.03 2.37 3.21 Pematang Siantar 4.56 Tanjung Pinang 3. Riau Pakanbaru 5.82 0.78 3. Bengkulu 10.75 5.35 0.83 Medan 3. Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang 5.

93 0.98 3.18 Tegal 2.58 -0.31 2.10 0. Yogyakarta 16.48 Madiun 3.7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 17.94 Malang 4.35 3.41 2.43 0.55 1. Bali .49 0.56 1.27 0.28 Semarang 2.81 15.49 3.51 Surakarta 1.46 0. D.72 0.79 3.05 0.46 3.62 0.40 0.95 Kediri 3.88 0.18 0.I.67 Probolinggo 3. Jawa Tengah Purwokerto 3.08 0.24 3.78 0.21 0.14.36 0.28 Jember 2.18 0.22 0.45 3.85 Sumenep 4. Jawa Timur Yogyakarta 3.37 0.87 0.64 4.08 Surabaya 4.35 0.25 0.85 4.27 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) I NF L AS I F E BRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.

00 2.43 Singkawang 6.47 -0.19 0.02 21.68 3.59 0.91 7. Nusa Tenggara Barat 2) Mataram 6.57 7. Sulawesi Tenggara Mamuju 4. Nusa Tenggara Timur Maumere 6.75 0.63 1. Kalimantan Barat Pontianak 4.40 1.34 2.40 6.61 Kendari 5.04 0.14 5.23 0.21 0.09 1.86 20.09 1.85 6.31 2. Maluku Utara .32 0.73 3.72 1. Kalimantan Timur Banjarmasin 3.77 Palangkaraya 5.67 0.60 1.87 0. Sulawesi Utara 25.26 Kupang 4. Sulawesi Selatan Palu 4. Gorontalo Manado 0.28 18.64 Palopo 3.46 -0.28 -0.38 5.91 1.05 Makassar 2.65 5.09 0.50 26.36 2.61 3.94 1. Maluku 31.04 Watampone 3.54 1. Kalimantan Selatan 23.60 0.91 0.03 Gorontalo 4.45 -0.70 2.44 3.35 Bima 7.36 6.41 3.81 24.35 1.38 22.05 8.98 -0.99 28.31 0.94 30.60 0.21 0.35 0.43 0.Denpasar 3.32 7.84 1.21 2. Sulawesi Barat 29.44 19.75 2.14 4. Kalimantan Tengah Sampit 3.60 0.47 Tarakan 6.08 0.92 2.60 6.70 2.33 Pare-Pare 1.24 Samarinda 6.16 2.13 4.74 5.54 4.38 1.19 Balikpapan 6. Sulawesi Tengah 27.

85 1. Kehutanan. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) 16 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .06 2.78 0. Kontraksi ini disebabkan karena Sektor Pertanian. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.63 5.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q).52 0. Papua Barat Manokwari 3.99 3.2011 II.Ambon 2.31 2.73 Ternate 4. Grafik 2.40 0. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20. Peternakan.76 1. Papua Jayapura 3.14 32.38 -0.64 -0.40 1) 2) 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1.90 -0.57 Sorong 0.d Triwulan IV-2011 (persen) .5 persen.75 -1.96 6.93 0.29 33.1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.

5 6.4 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 Q3/11 Q4/11 q-to-q y-on-y EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -1.0 5.0 4.0 -12.0 7.0 -18.0 -14.0 -16.0 6.5 2.5 persen.8 3. Hotel.8 -1.2.0 5.7 5.0 -22.2 persen.6 Pada tahun 2011.4 triwulan IV-2011 tumbuh 6.3 n s e p e r PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .3 2. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.8 3. PDB Indonesia n s e p e r 2.0 3. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6. dan Restoran sebesar 10.5 persen 6.0 8.0 -1.4 6. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y).0 -10.0 0.0 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 .4 1.0 -20.9 6.0 1. 6.0 -2.0 10.5 6.0 2.2011 17 12.

0 4. dan Perikanan 5.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 9.5 1.7 1.1 -0. Peternakan.9 6.2 -0. Pertanian.2 Industri Pengolahan Listrik.0 8.5 1.0 0.9 3.0 -20.9 2.7 q-to-q 5.0 2.2 3.1 -0.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) Tabel 2.4 2.8 10.0 -8. Pertambangan dan Penggalian 3. Real Estat & Jasa Perusahaan Jasa-jasa Grafik 2.3 1.0 -6.4 0.0 -4.1 -0.9 1.0 . Kehutanan. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan.0 6.-2.0 0.8 y-on-y Pertanian Pertambangan & Penggalian 7.2 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.3 1.0 1.0 -20.2 2. Gas & Air Bersih Konstruksi Perdagangan.

8 0.9 10.8 6.8 4.8 0.9 1.7 1.3.2011 Lapangan Usaha Tabel 2.1 5.9 239.9 - 3.5 6. 6.3 2. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624.9 7. Pertanian.5 12.9 8. Perdagangan. dan Restoran 3.7 6.2 6. Kehutanan.4 -1.8 7. Industri Pengolahan 463.2 10.7 6.6 163.7 6.2 1.4 67.6 9.1 1.3 470. Real Estat.6 PDB 3. dan Perikanan 299.1 1. Peternakan. dan Jasa Perusahaan 1. Pertambangan dan Penggalian 224.6 2. Pengangkutan dan Komunikasi 3.9 47. Listrik.8 2.5 6.5 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) 18 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .5 6.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 (4) (5) 1.7 0.5 PDB Tanpa Migas 3. Hotel.7 12.5 6. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.2 9.9 11.5 persen.0 241.2 7.7 0.8 4. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1.6 161.7 9.921.6 triliun. Konstruksi 3.2 3. Gas dan Air Bersih 1. Keuangan.2 1.4 -1.3 6.7 0.9 15.0 triliun.0 6. Secara kumulatif. 4.4 6.2 5.9 47.5 3.1 6. Industri Pengolahan 3. Jasa-Jasa 3.8 85.9 .

1 persen dibanding triwulan sebelumnya.1 PDB 1 931.8 4.2 589.3 40.5 Atas dasar harga berlaku 596.0 114. Konstruksi 194.2 persen.7 42.2 10. Keuangan.0 139.1 13.8 268.1 59.0 59.3 63. Sementara Impor tumbuh 6.8 persen. Gas dan Air Bersih 14.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 10.7 0.9 1) 59.3 persen.1 1 921.0 7.3 14. Jasa-Jasa 208.8 11.5 6.7 8. Listrik.0 100. Ekspor sebesar 3. Real Estat.24.5 213. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5.2 9.3 61.6 60. dan Jasa Perusahaan 136.0 PDB Tanpa Migas 1 765.1 1 765.9 0.2 112. Hotel. dan Restoran 264.5 4.6 4.6 129.0 7.6 6.5 persen.2 7. Pengangkutan dan Komunikasi 125.8 5.7 14.0 100. Dari sisi penggunaan. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan .0 6.1 10. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38.6 632.0 24.7 204. Tabel 2.4 624. Perdagangan.1 5.

4 91.5 11.8 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 5. Ekspor Barang dan Jasa 4.9 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .2011 19 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 .2 2.8 2.3 3.1 10.3 3.9 4.8 3. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2.3 6.3 0.8 2.Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.3 7.8 38.1 5.7 2.9 4.9 PDB 3.2 0.1 5.9 13.5 8.1 13.5 6.5 Distribusi (Persen) Triw III2011 1) Triw IV2011 (6) (7) 91.9 3.4 -1.2 6.5 6. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 10.6 4.

2 507.5 0. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 176.6 6.4 624.4 24.0 238.0 55.3 -1.7 33.2 649. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2.8 26. Ekspor Barang dan Jasa 506.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6.8 325.5 persen.2 26. Dikurangi Impor Barang dan 1) Jasa 480.5 -19.0 252.0 223.8 9. Perubahan Inventori 25.0 Atas dasar harga berlaku 1) Triw IV2011 . Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 1 042.8 4.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11.9 50. Pembentukan Modal Tetap Bruto 612. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.6 70.0 5.1 346.0 100.7 3.Grafik 2.7 511. Ekspor sebesar 7. Jenis Penggunaan Tabel 2.3 26.7 314.4 PDB 1 931. a.6 162. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.9 persen.3 2.0 b.1 11.7 -7.8 2.2 1 063.1 31.7 0.3 153. Diskrepansi Statistik 48.7 349.5 54.7 1.6 632.0 -22.4 -5.1 1 921.8 persen.0 9.9 persen.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 Distribusi (Persen) Triw III-2011 (4) (5) (6) (7) 1.0 100.

7 persen.5 persen.1 57.6 58.6 persen. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53. Jawa Barat dan Jawa Tengah.0 100.4 4.6 persen di pulau-pulau lainnya.2011 Grafik 2.0 100.4 persen.7 23.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7. 5.6 2.6 Kalimantan 9.6 persen. Tabel 2.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) Wilayah/Pulau 2009 2010 2011 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 1.3 2.0 Total 100. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta.1 persen. 2.0 100. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57. 6.5 23.5 Bali dan Nusa Tenggara 2.2 9. Sumatera 22.2011 21 Tabel 2. Pulau Kalimantan 9.6 persen.6 9. 7. dan sisanya 4.5 57.20 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .7 2. Jawa Timur. 6.1 2. 3. dan 6. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Provinsi Pertumbuhan q-to-q y-on-y c-to-c (1) (2) (3) (4) Konstribusi . kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23.7 4. dan Pulau Sulawesi 4.4 persen.0 Catatan: atas dasar harga berlaku 8.6 persen.8 2.6 Maluku dan Papua 2.6 Jawa 58.2 9.1 23.4 2. 4.5 4. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi.7 Sulawesi 4.

9 3.0 02.0 09.2 13. Sumatera Utara 0.6 6.8 4.4 Jawa 0.6 7.5 12.3 6.3 8.9 14. Aceh 1.8 6.7 16. Kepulauan Riau 1.8 8.1 0.0 5.0 8.1 6.0 24.0 23.1 6.0 6.3 7.7 6.5 0.5 2.9 6.5 0.6 01.5 4.6 11. Jawa Tengah 2. Kepulauan Bangka Belitung -8.0 6.5 6.7 6.6 6. DI Yogyakarta -0.6 5.2 4.7 6.4 5.1 7.1 07.7 6.9 3.4 5. Sumatera Selatan 1.8 6. Jawa Barat -0.1 1.3 7.1 7.5 1.4 6.5 5.5 06.7 2.0 57.4 6.1 5. Jambi -2.4 1.2 Terhadap Pulau 100.5 4.5 28.3 5.4 10.2 03.4 08.8 1.9 25.8 6.7 16.Sumatera -0.2 1. Riau 1.0 6. Jawa Timur -0.9 8.4 Bali dan Nusa Tenggara -0.6 29.2 .6 14. Banten -2.1 12.6 6. DKI Jakarta 1. Bengkulu 0.6 Terhadap Total 33 Provinsi (5) (6) 6.1 5.0 05.9 1.7 100.0 14. Sumatera Barat 0.5 13.3 2.1 6.2 15. Lampung 2.2 04.7 7.4 22.

Sulawesi Barat -1.5 0.9 20.8 8.8 19.0 2.1 6.2 34.5 3. Kalimantan Selatan -6.7 20.8 6.5 0.1 32.2 100.2 100.1 24.3 0.8 9.5 0.2 6.8 6.9 21.6 16.0 4.2 -4.6 1.7 28.2 29.7 11.3 5.2 3.3 8.4 4.9 1.2 26.2 6. Sulawesi Tengah -3.9 -3.4 100.7 7.0 11.6 Kalimantan 0.4 7.9 11.7 0. Gorontalo 3.7 16.3 0. Maluku 5.1 0.6 0.0 2. Kalimantan Timur 1.9 6.4 8.6 Sulawesi 1. Sulawesi Tenggara 0.5 -21.5.5 3.0 7. Sulawesi Utara 12.8 10.4 6. Papua -3. Sulawesi Selatan 1.7 51.1 68.2 7. Kalimantan Tengah -2.2 8.7 0.3 31. Papua Barat -9.0 9.2 47.2 7.0 30.6 17.8 5.7 7.4 8. Bali 1.8 22.8 47.9 7.2 27.9 1.2 5. Maluku Utara 1.1 23.0 6.9 6.8 1.4 0.5 5.7 33.4 28.5 18.2 4.4 Maluku dan Papua -5.3 7.7 25.4 7. Kalimantan Barat 4.7 2.9 -3.3 8.8 4.5 100.3 0. Nusa Tenggara Barat -4.9 27.8 6. Nusa Tenggara Timur 2.0 31.2 5.0 .7 11.1 -5.8 4.

7 6. n s e P e r 22 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . Pertambangan dan Penggalian 3. Pertanian. Peternakan.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14.5 4.2011 Grafik 2.4 persen.5 3.8 persen.7 persen dan Sektor Perdagangan.7 2. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10. Industri Pengolahan 4. dan Perikanan 2.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 10.0 3.8 4.4 3. Tabel 2.6 1. Kehutanan.7 3. Pada tahun 2011. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.0 3. Hotel.9.5 persen terhadap tahun 2010.9 persen.7 4. dan Restoran sebesar 13. terjadi pada semua sektor ekonomi.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha Laju Pertumbuhan 1) 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Distribusi EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1.0 1.2 4.9 0.2 . Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24.

2 5.1 triliun.5 PDB 6.5 7.8 0.3 6.2 91.6 6.2 10.2 10.3 5. Listrik.2 6.6 15.0 14. dan Restoran 8.3 4.2 6.9 0.0 PDB Tanpa Migas 6.6 6.5 15.0 6.0 13. Jasa-Jasa 6.5 9.6 6.7 15. dan Air Bersih 10.0 4.0 8.1 9.2 7.0 4. Gas.7 13.0 6.5 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . Hotel.4 6.3 6. Konstruksi 8.2011 23 11.4 10.4 24.8 5.9 10.7 6.8 9.9 1) 2) 7.3 10.0 6.3 6.9 6.7 0. Perdagangan.3 4.3 14.0 6.8 24.7 11.427.7 92.2 7.1 11.0 100.7 8.8 26.5 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 6.1 7.5 89.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha .9 14.8 7.0 100. Real Estat. dan Jasa Perusahaan 14.3 8.2 6.3 6.6 7.6 6.8 0.0 5.7 14.5 7. Pengangkutan dan Komunikasi 8.3 13.8 0.8 6.2 10.2 10.5 91.7 9. Keuangan.7 10.0 100. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.0 4.0 27.7 8.4 6.6 7. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.2 5.5 5.3 15.2 6.6 11.3 10.0 100.5 5.5 6.9 1.463. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 2.5 100.2 triliun.0 16.8 13.9 6.2 7.13.7 6.7 7.5 2007 2008 2009 2010 2011 89.9 27.9 10.

dan Jasa Perusahaan 264.3 2 082.2 6 794.2 660.9 2 313.1 1 964.8 209.3 312.1 6.5 PDB 3 950.0 140.3 691.6 295.3 165.7 49.2 985.7 40.Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8.9 574.1 18.2 186.5 15.3 172.6 persen.8 131.4 1 477.9 716.2 353.2 368.5 persen.4 5 936.9 121.6 2 036.7 persen.5 744.8 1 939.8 570. terjadi pada Ekspor sebesar 13.6 541.8 232. Pertambangan dan Penggalian 541.1 634. Pertanian.3 150.4 4 427.5 1 595.7 198.9 192.2 305. Konstruksi 305.7 783.1 718. Keuangan.6 5 141.2 481.3 3. dan Air Bersih 34.0 9.3 183.1 55. Hotel.4 1 821.6 189.2 PDB Tanpa Migas 3 534. Gas. Industri Pengolahan 1 068.9 46.3 592. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3.0 241.9 4 948. Perdagangan.2 218.5 400.5 437.0 17.7 5.9 756. Listrik.1 886. Kehutanan.8 12.7 313. Pengangkutan dan Komunikasi 8.1 18.2 6 436.2 538.7 555.4 363.0 419.1 181.7 423.2 persen.9 304.8 persen.2 466.5 271.7 857.5 882.5 1 022.5 284.5 13.8 2 463.3 340. dan Restoran 592.5 180.0 2 321.8 1 803.7 2 171.2 142. Real Estat. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar .1 557. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4. dan Perikanan 2.1 597.1 205.4 1 093.1 405.1 654.2 221.1 7.5 440.7 1 376.5 2 178.3 7 427.2 491. Peternakan.7 171.2 4.0 236.6 535.0 160. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.4 217.7 193.7 5 606.8 368. Jasa-Jasa 398.

Konsumsi Pemerintah 3.3 11.3 5.3 3.4 202.9 3.8 2. a.2011 13.3 167.6 6.4 22.0 persen.5 8.4 9.0 persen dan Ekspor 26. Diskrepansi Statistik -0.0 100.8 510.0 3.0 9.2 -2.4 juta (US$1.2 14.2 2.3 4.5 3 000. Konsumsi Pemerintah 9.6 1 220. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32.3 8.9 537.6 9. b.4 8.4 942.2 27. Dikurangi: Impor 1 003.2 6 436.0 100.4 942.4 493.9 persen.4 4 053. Konsumsi Rumah Tangga 2.2 24.3 31.0 -195.1 10. Diskrepansi Statistik 2 510.0 2.7 21.1 553.5 2 178.0 -15.1 1 476.3 1 074.1 -1.1 0.4 1 032.9 1) 2) PDB 6.6 2.6 581.13.3 441.2 1 249.0 0.3 602.7 31.Perubahan Inventori 4.6 833.1 -2.9 10.4 28.2 634.0 3 291.9 2 313.4 1 130.7 15. a.8 2 463.7 63.8 -7.3 169.4 15.1 11.6 55.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan Laju Pertumbuhan 1) Distribusi 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.6 persen.3 6.0 100.0 21.6 98.1 32.7 56.4 29.3 persen. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.921.0 4.5 831.5 60.1 1 964.5 9.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 24 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24.7 1 955.0 17.7 b.6 -0. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.2 1. Tabel 2.4 6. Pembentukan Modal Tetap Bruto 9. .6 1 370.5 54.5 100.9 -33.0 5.6 29.6 985.1 -116. Dikurangi: Impor 9. dari sisi penggunaan.1 1 308.4 1 584.9 1 197.9 4 948.0 3 643.1 -0.8 196.8 993.3 persen.1 0. Ekspor 1 163.0 1 475. Ekspor 8.3 13. Pada tahun 2011.1 1 354.8 24.5 757.6 1 850.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.8 416.2 6.5 0. Perubahan Inventori -100.3 932.7 1 744.3 6.0 100.3 25.2 PDB 3 950. Konsumsi Pemerintah 3.7 0.4 153.9 667.8 24.9 24.1 5.0 4. Konsumsi Rumah Tangga 2) 5.5 5.3 195.6 103.3 13.8 1 191.4 2 065.3 1 369 9 329.7 4. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54. Tabel 2.9 27.7).8 6.6 26.5 -9.3 708.0 0.1 2.6 54.3 1 422. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.7 5 606.9 4.6 58.3 7 427.3 2 082.1 32.2 8.6 -11.0 2 378.

Indeks Peningkatan (Persen) 16. Nilai (US$) 1 921.1 3 542.7 23.3 13. S $ U t a J u 10.9 b.000.8 2 267.1 13. Nilai (US$) 1 842.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.6 2 164.8 juta (US$3. Indeks Peningkatan (Persen) 16.4 11.0 .244.6 20.49 miliar atau turun sebesar 9.tahun 2008 sebesar Rp21.6 2 925. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.4 3 441.1 26.010. pada tahun 2010 mencapai Rp27.000.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) 26 E KS POR J ANUARI 2012 EKSPOR JANUARI 2012 III.9 juta (US$2.28 persen dibanding ekspor Desember 2011. tahun 2009 sebesar Rp23.0 12. Sementara bila dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6. Nilai (Juta Rupiah) 17.6 23.1 30.6 2 349.4 23.8 3 010.8).542.7 c.07 persen.349.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a. Nilai (Juta Rupiah) 16.1).3 29. Tabel 2.6 13.6).9 27.4 21. 1.7 14.8 24.8 c.0 14.000.2011 25 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 2.4 juta (US$2.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .9).7 2 244.1 juta (US$3.8 b. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30.0 16.1 11.000.

000.000.82 persen.0 0.0 20. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33. Menurut sektor.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1. sementara naik 4. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3.0 4.20 miliar. Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. 4.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011.000.000.3 juta. disusul Cina US$1. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1.000. naik 6.0 6. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 E KS POR J ANUARI 2012 27 5.5 juta. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213.49 miliar. 3.1 Nilai ekspor Januari 2012 mencapai US$15.0 8. demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14.36 miliar dan Amerika Serikat US$1.60 miliar.0 Grafik 3.07 persen Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 Migas Nonmigas Migas+Nonmigas 2. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.61 miliar.0 2.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Uraian Nilai FOB (Juta US$) % Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 % Perubahan Januari 2012 thd 2011 % Peran thd Total Januari 2012 Januari 2011 Desember 2011 . Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.18. turun 7.26 persen.000.52 miliar.40 persen dibanding ekspor Januari 2011.

1 16 366.84 -1.28 Jul’11 3 802.7 13 895.1 41 784.7 1 715.0 14 795.5 13 616.1 -16.93 -6.07 Nonmigas 11 991.04 17.89 -7.14 2.57 -1.4 53 228.60 6.5 -0.90 -9.4 15 493.15 Apr’11 3 628.2 14 606.72 Okt’11 3 062.42 Jan’11 2 615.4 37 098.0 17.8 3 190.5 22 871.1 13 828.1 45 387.98 Jan’12 2 974.3 -0.7 12 519.88 -0.91 14.9 356.07 -0.7 17 235.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Bulan Nilai FOB (juta US$) Migas Nonmigas Total Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Jan-Des ’10 28 039.2 375.0 17 418.0 34 665.11 28 E KS POR J ANUARI 2012 Tabel 3.8 -19.36 0.41 -24.00 Migas 2 615.31 1.06 Sep’11 3 931.64 -13.2 13 592.0 -14.50 -2.7 -37.7 -1.8 5.92 Triwulan III ’11 11 825.27 Agt’11 4 091.4 12.1 41 477.15 Mei’11 4 072.6 -9.2 384.9 -11.15 8.08 35.77 -11.36 Jan-Des’11 41 477.6 14 556.1 9 483.0 2 974.7 4.21 Feb’11 2 612.34 Nov’11 3 522.91 7.8 13 712.23 -3.04 -2.66 13.31 Mar’11 3 061.5 4 776.8 9 926.84 1.45 2.82 2.5 -7.4 41 200.28 6.5 51 270.5 36.1 883.02 -1.20 12.08 61.6 476.92 Triwulan IV ’11 10 070.1 12 519.10 -1.40 -4.28 Tabel 3.6 18 287.9 -14.21 Pertambangan dan Lainnya 2 308.5 5.1 41 936.97 -5.0 162 019.80 Pertanian 391.43 33.Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total Ekspor 14 606.73 19.9 16 554.25 9.4 2 651.0 16 957.2 -19.6 129 739.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Golongan Barang (HS) Nilai FOB (Juta US$) Perubahan .9 13 304.5 15.20 Minyak Mentah 816.70 Hasil Minyak 494.64 Des’11 3 485.92 24.6 -7.0 13 612.2 17 077.18 5.7 17 077.9 18 386.54 Triwulan II ’11 11 292.5 203 496.7 -22.07 100.22 13.3 1 405.09 2.48 -5.53 Triwulan I ’11 8 289.26 -1.48 31.58 11.6 47.8 7.5 -14.5 5 165.43 Gas 1 303.7 15 493.0 3 485.66 -7.8 14 415.09 0.8 14 214.6 203 496.0 11 991.97 10.4 162 019.83 4.3 12 925.72 -0.2 18 647.1 47.08 -3.4 17 543.4 -3.72 13.2 18.90 4.9 122 188.40 80.88 28.82 17.0 13 592.48 Industri 9 290.6 53 609.8 1 723.47 Jun’11 3 591.7 -4.5 11 802.5 157 779.

1 -619.5 2.92 6.7 106.79 7.0 278. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 1 779.5 17.7 1 929.3 0.4 100 350.7 474.4 539.2 2.64 Lainnya 4 397. Bijih.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Negara Tujuan Nilai FOB (Juta US$) Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) Januari 2012 .7 7 342.0 4 169.91 5. Besi dan baja (72) 120.5 6.7 2 785.3 100.6 11 145.5 3 810. Tembaga (74) 345.4 162 019.0 61 669.0 5 749.7 13.1 791.7 21 655. Kertas/karton (48) 319.1 2.9 3.5 -65.88 10.72 Total 10 Golongan Barang 7 593.3 17.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 % Peran thd Total Nonmiga s Januari EKSPOR J ANUARI 2012 29 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3.1 308.5 76. kerak.11 3.3 213.1 3 328.5 36.6 332. dan abu logam (26) 533.36 Total Ekspor Nonmigas 11 991. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 418.8 63.3 8 309.6 -1 073.7 3.9 361.4 -24. Kendaraan dan bagiannya (87) 286.6 54.2 7 967.2 306.9 2 166.32 4.7 1 352.46 8.6 -341.6 27 444.7 12 519.5 14 352.Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) 2012 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.4 -38.5 4 552.2 2 142.2 13 592. Mesin/peralatan listrik (85) 857.4 172.0 -731. Bahan bakar mineral (27) 1 820.9 409.1 903.31 2.1 864.22 9.2 -62. Karet dan barang dari karet (40) 1 111.8 854.9 5 283.4 89.7 80.6 6.8 490.

2 8 943.8 -78.6 7 291.9 1 284.3 20 445.Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) ASEAN 2 836.56 Total Ekspor Nonmigas 11 991.7 520.6 380.0 4.2 1 359.55 Total 13 Negara Tujuan 8 369.2 -87.7 1 607.5 9.36 Uni Eropa 1 794.8 545.9 9.25 1 Singapura 844.3 319.9 18 330.2 1 196.4 148.3 2 532.7 5.3 15 684.1 250.86 8 Jepang 1 208.0 2.9 6.8 -881.4 13 279.5 979.8 1.5 3 576.7 6 440.0 2.6 1 602.4 -7.0 1 284.16 11 Australia 177.5 51.6 3 078.4 115 602.7 3.0 284.2 -3.5 42.4 -104.2 -851.5 88.5 258.3 100.3 -87.0 1 596.8 -95.4 281.6 -788.75 4 Jerman 261.1 3 767.9 79.7 6 658.4 162 019.7 12 519.1 9 825.6 -9.2 638.2 32 214.0 46 416.2 83 738.9 4.5 2.3 4 205.6 14 137.2 13 592.44 Lainnya 3 622.1 1 082.6 386.44 7 Cina 1 161.9 1 146.00 Bulan 2010 Tabel 3.8 71.4 2 535.5 8.00 12 Korea Selatan 677.7 3.4 1 170.8 721.3 799.47 13 Taiwan 288.43 ASEAN Lainnya 531.3 5 242.6 429.1 -61.8 -191. Juta US$) Migas Nonmigas Total 2011 .84 9 Amerika Serikat 1 262.56 10 India 787.64 6 Inggris 134.4 21 595.3 1 692.76 2 Malaysia 979.0 0.1 9 200.1 11 113.64 Negara Utama Lainnya 5 562.8 20.6 24.25 5 Perancis 106.2 39.2 2 148.4 1 719.2 12.6 -1 073.7 2.5 28.7 825.7 12.1 5.6 152.4 3 304.70 3 Thailand 440.3 560.8 10.22 Uni Eropa Lainnya 1 292.3 7 565.2 839.0 166.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.

4 .8 3 931.2 14 606.4 Jun 1 901.0 11 991.9 12 619.9 2 615.7 12 181.5 10 428.5 13 616.4 2 612.5 Mar 2 168.1 12 519.3 8 991.0 11 595.9 3 802.1 Jul 1 881.4 17 543.9 10 098.5 11 802.3 12 925.2 4 072.6 12 330.5 11 733.2 10 249.0 Apr 2 204.2 2 974.5 Feb 2 175.4 15 493.6 12 035.9 18 386.1 16 366.1 3 628.2 18 647.2 Mei 2 369.9 16 554.0 13 726.6 18 287.0 14 795.3 3 061.8 14 415.Migas Nonmigas Total 2012 Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) % Peran thd Total Nonmigas (8) (9) (10) Jan 2 344.5 12 486.5 Sep 2 082.9 13 304.0 13 612.9 9 251.6 9 830.0 17 418.8 12 774.6 4 091.5 Agt 1 993.2 11 166.4 10 605.8 14 214.6 14 556.6 10 605.9 3 591.

00 10.3 13 570.57 persen dibanding impor Desember 2011 yang besarnya US$16.7 17 235.6 16 829.66 miliar (18.7 13 895.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12.5 Des 3 259.5 30 I MPOR J ANUARI 2012 IV. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.58 miliar atau turun US$1.7 Total 28 039.00 12.7 17 077.80 persen.9 15 633. Grafik 4.00 8.7 14 399.6 2 974.0 16 957.65 miliar). Sebaliknya.1 41 477.3 3 062.1 12 519.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) S $) l i ar U (M i 14. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.6 129 739.0 162 019.25 miliar (9. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.6 203 496.99 miliar atau turun US$0.00 0.0 13 592. jika dibanding Januari 2011 (US$9.6 Nov 2 816.00 Januari 2011–Januari 2012 2.8 13 712.56 miliar) naik 16.00 2.7 3 522.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3.9 11 557. sedangkan jika dibanding impor Januari 2011 (US$12.02 persen. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.00 6.97 .00 4.99 miliar atau 20.4 12 816.Okt 2 841.57 miliar atau turun 11.4 15 493.48 miliar.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1. IMPOR JANUARI 2012 1.3 3 485. 3.5 157 779.83 miliar).

Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.74 2.94 persen. impor golongan barang tersebut meningkat US$0.58 persen.50 0. sementara dari Uni Eropa sebesar 9.53 Singapura Thailand Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2011 Januari 2012 .88 persen.81 persen (US$0. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.82 0.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1.57 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I MPOR J ANUARI 2012 31 4.50 1.69 1.68 0.38 1.00 1.miliar) terjadi peningkatan US$0.50 2.53 miliar dengan pangsa 21. Nilai ini turun 7.42 persen.02 miliar atau 0.00 2. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 4. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2.2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) $) US l i ar (M i 3.78 1.20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2. 5.31 persen).74 miliar (15.32 miliar. diikuti Jepang US$1. Sementara itu. 2011 dan 2012 0.72 miliar).06 persen) dan Singapura US$0.82 0.85 miliar (7.00 0.52 miliar).00 Januari.85 0. Migas Nonmigas Impor Januari 2012 sebesar US$14.57 miliar atau turun 11.60 miliar (34.

9 12 828.5 128.3 880. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8.1 -11. 0.6 14 570.72 20.3 2 989.8 1 157.Gas 1 412.1 9 586. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd (%) Jan-Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.06 Nonmigas 136 734.8 9.13 13. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat.75 32 I MPOR J ANUARI 2012 Uraian Tabel 4.4 -16.8 3 647.6 12 558.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.05 .84 1.9 2 348.47 6.7 16 475.8 154.Hasil Minyak 28 134.8 -23.1 -9. bahan baku/penolong sebesar 11.Minyak Mentah 11 154.81 -6. dan barang modal sebesar 41.19 persen.49 Tabel 4.80 79.0 -18.5 2 971.71 persen.05 0.26 persen.89 15.41 .2 1 953.58 20.02 100.1 141.2 Perkembangan Impor Indonesia.6 2 080.17 20.51 .4 762.3 11 581.57 16. Januari 2011–Januari 2012 Periode Nilai CIF (Juta US$) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) .6.00 Migas 40 701.

8 1 724.81 34.47 Februari 2 544.2011 Januari 2 971.9 -7.9 5.72 7.8 11 178.81 2.2 13.44 Maret 2 877.99 September 3 477. 2011 dan 2012 Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.00 -9.23 -0.29 April 3 954.0 1 643.20 -6.81 2.91 7.4 4.51 .81 1.42 Juni 3 244.57 Total Impor Januari 2012 I MPOR J ANUARI 2012 33 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.4 -5.1 11 943.03 2012 Januari 2 989.90 Desember 3 647.04 2.21 -2.77 Mei 3 647.43 -5.0 2 320.33 13.5 11 266.3 16 475.3 2 517.7 9 205.8 1 565.98 -6.5 12 407.72 -11.4 -7.53 Agustus 3 808.9 -14.37 -3.44 -8.0 10 934.1 14 825.62 Oktober 3 279.73 -4.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Golongan Barang (HS) Januari.8 16 207.57 20.3 12 828.70 3.10 4.9 12 558.9 15 075.3 15 533.2 14 486.9 15 169.40 November 3 450.2 1 406.78 11.6 5.8 15 393. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.70 4.2 11 691.8 9 586.2 37.66 Juli 3 799.53 -0.3 17.0 11 609. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.0 11 581.1 -18.05 5.77 0.41 7.12 23.1 14 570.5 11 827.06 26.3 -4.1 -8.74 2.7 12.3 14 888.2 11 749.5 15 072.05 -9.0 -11.1 12 254.

5 -6.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.9 6.2 227.8 869.14 6. Serealia (10) 4 753.4 3 974.2 -19.9 12 828.9 10.16 10.36 3.4 499.36 34.15 5.8 346.1 207.6 221.1 268.5 480.00 6. Besi dan baja (72) 8 580.31 34.72 20.31 6.24 7.1 390.6 560.21 15.89 45.6 -6.89 36.2 -1.7 163.5 809. Barang dari besi dan baja (73) 3 573.3 11 581.80 100.93 3.3. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.8 6 141.9 7 606.0 -12.4 390.97 4.43 8.3 258.32 Total Impor Nonmigas 136 734.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.37 8.9 -3.5 26.0 249.7 491.6 394.06 11.1 4 919.29 2.85 65.5 557. Kapas (52) 3 169.1 -9.1 348.82 23.8 450.5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama. Bahan kimia organik (29) 6 634.05 1.00 Tabel 4.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.7 564.8 484.82 2.99 4.68 Barang Lainnya 50 412.8 7 908.09 -6.6 -11.99 9.4 533. Januari 2011 dan 2012 Negara Asal Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Januari 2011 Desember 2011 .17 47.3 3 445.1 9 586. Triwulan I 2010–Januari 2012 Periode Ekspor Impor Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih Jan 2012 thd Jan 2011 (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 345 232 451 624 687 581 501 360 784 998 Triwulan I 59 061 69 973 43 567 024 26 241 934 Triwulan II 60 500 65 745 72 900 660 31 749 466 Triwulan III 83 723 103 731 54 974 339 32 282 282 Triwulan IV 141 948 212 175 516 139 478 270 511 316 2011 378 847 836 730 2 750 620 017 1 513 183 688 Triwulan I 65 597 104 230 1 194 657 159 622 728 284 Triwulan II 105 052 151 407 315 690 405 170 527 950 Triwulan III 35 645 107 977 360 325 567 204 170 692 Triwulan IV 172 553 473 116 879 803 049 515 736 581 2012 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 Januari 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 34 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.98 4. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.7 712.

65 -1.9 846.38 2.68 18.48 97.6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.2 2 666.6 2 292.0 336.91 11 Australia 5 173.4 2 425.32 5.73 3 Malaysia 5 745.6 234.72 5.3 693.40 10.6 339.65 2.3 -24.09 21.31 26.4 319.77 9.7 14 486.6 -0.7 2 149.39 6.14 7.9 3.1 26.0 1 001.25 5 Perancis 1 970.15 10.40 3.22 12.91 11.5 -8.0 9.4 260.9 299.6 381.4 821.8 -15.3 -6.4 -4.3 1 164.6 1 892.31 2 Thailand 10 248.6 322.2 .31 3.3 11 581.44 49.9 10 096.3 8 721.2 2 120.40 3.55 12 Taiwan 3 854.10 21.88 9 Amerika Serikat 10 697.06 6 Inggris 1 173.5 23.9 755.6 -5.80 100.1 Barang Modal Total Impor Nonmigas Januari 2012 Februari 908.60 1.72 80.3 684.64 39.3 685.Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) ASEAN 29 792.5 391.1 284.8 9 427.44 72.9 Maret 1 290.7 9 289.06 8 Cina 25 456.5 7 694.0 1 861.1 2 311.91 2.2 7 160.1 2 534.42 4 Jerman 3 381.06 Negara Utama Lainnya 75 922.5 833.7 411.72 20.5 98.1 -8.4 5 337.10 21.5 10 481.4 121.21 Negara Lainnya 27 744.7 2 968.48 3.40 7 Jepang 19 321.56 1.84 20.9 12 828.40 15.0 -16.79 Total Impor Nonmigas 136 734.5 11.55 26.2 2 600.9 14 570.6 779.74 12.9 564.9 523.40 -3.0 -5.7 1 119.2 271.8 12 558.59 Total 13 Negara Utama 108 989.94 1 Singapura 10 548.24 6.1 -54.6 404.7 1 744.4 752.0 1 380.1 6 763.2 April 1 059.0 682.14 19.00 20.4 11 749.3 283.1 -6.4 1 090.53 21.9 1 268.0 123.3 394.3 433.05 Uni Eropa Lainnya 5 893.1 -9.5 110.1 2 101.50 10 Korea Selatan 7 440. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$) Bulan 2011 2012 Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Januari 1 029.3 10 529.1 9 586.49 Uni Eropa 12 418.4 399.91 13 India 3 979.6 585.0 612.41 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Asean Lainnya 3 250.0 2 731.1 271.71 58.3 273.03 30.5 -14.4 61.00 Tabel 4.8 -7.4 1 816.2 -35.

94 20.8 16 475.0 325.0 8 Australia 483.0 302.4 15 393.8 261.9 701.6 Total 13 392.9 130 934.6 1 119.3 3 018.7 965.7 3 102.5 10 481.9 3 393.7 240.8 9 Taiwan 399.1 Oktober 1 261.3 12 114.1 1 626.6 1 750.2 173.9 10 405.1 434.1 2 108.00 (%) Total I MPOR J ANUARI 2012 35 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4. Januari 2012 No.0 4 Korea Selatan 1 293.7 13 Jerman 265.3 1 166.9 296.5 229.4 11 India 334.8 14 825.9 4 322.7 11 258.7 11 595.1 411.38 100.7 15 169.2 3 Jepang 1 929.2 12 Vietnam 231.5 11 096.7 2 099.55 73.7 11 434.5 1 863.1 25 964.4 Desember 1 089.4 2 881.5 486.5 388.8 5 426.6 349.3 Agustus 1 200.2 768.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.9 10 Saudi Arabia 488.6 5 Thailand 708.7 824.1 3 772.3 2 465.7 951.8 15 075.6 1 334.80 18.4 2 Singapura 1 981.3 2 316.8 15 Hongkong 189.0 Juli 1 211.9 Juni 1 078.1 5 177.1 2 778.4 15 072.9 2 734.9 227.4 177 435.7 11 169.6 16 207.1 10 813.7 2 968.5 14 Nigeria 1.9 14 570.0 2 326.9 19 436.2 26 212.0 413.8 10 404.1 10 971.7 4 259.4 September 1 179.68 71.1 789.0 15 533.00 7.6 11 113.3 33 108.1 Persentase thd Total (%) 7.0 14 888.2 Mei 976.6 284.9 3 190.65 100.11 503.0 7 Malaysia 1 025. Negara Asal Barang November 2011 Desember 2011 Jan-Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (NILAI CIF: JUTA US$) 1 Cina 2 506.3 .4 2 414.6 2 382.9 Januari 1 107.3 12 999.0 210.0 6 Amerika Serikat 762.2 2 540.

7 951.2 1 095.7 2 968.1 224.9 820.2 5.05 100.5 2 354.42 76.85 11.67 100.00 Total Impor 1 119.9 411.2 2 634.9 Negara Lainnya 2 794.38 100.85 18.00 8 Amerika Serikat 34.8 822.6 366.52 39.93 59.85 80.2 1 445.12 17.6 13 204.4 676.6 177 435.65 33.9 653.27 20.00 7 Selandia Baru 19.8 145 290.88 82.93 100.15 19.3 2 540.94 20.00 4 Cina 274.95 100.2 3 130.9 16 475.66 86.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Barang Konsumsi Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Januari 2012 Persentase thd Total (%) Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 ASEAN 465.00 2 Jepang 54.99 0.5 12 010.9 768.3 375.08 52.56 Negara Tabel 4.8 11.46 91.4 10.66 74.0 299.70 100.00 5 India 17.3 3 270.43 56.9 4 073.29 100.92 89.00 10 Lainnya 129.No Total 15 Negara 12 599.68 71.79 56.39 9.55 10 481.0 434.6 21.0 4.92 32.0 3.1 Barang Modal Total ( 7 s/d 9 ) 7.8 1 018.3 150.2 Total Impor 15 393.00 6 Australia 14.21 5.00 3 Korea Selatan 34.6 22.8 32 145.00 .5 46.1 2 559.6 14 570.1 94.0 4.42 100.5 0.15 81.38 5.8 6.6 3.07 100.1 Persentase Terhadap Total (%) Total 15 Negara 81.33 100.7 302.73 100.00 9 Uni Eropa 75.7 477.20 38.4 42.13 58.9 14 570.7 1 750.44 Negara Lainnya 18.8 3.5 60.

3.413 orang (Tabel 5.44 persen (lihat Tabel 5. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990-2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1.2). Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive. Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237. dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda.36 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 V.1). Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa.641.010. Tabel 5.630.641. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan Laki-laki+Perempuan 0-4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5-9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10-14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15-19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20-24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25-29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30-34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35-39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40-44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45-49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50-54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55-59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60-64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65-69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70-74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75-79 842 344 1 135 561 1 977 905 80-84 481 462 661 708 1 143 170 85-89 182 432 255 529 437 961 90-94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 Jumlah 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Sumber: Sensus Penduduk 2010 Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.326 jiwa EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 37 2.913 orang dan perempuan sebanyak 118.326 jiwa.49 persen. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1. yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119. Bagian tengah . Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1.

dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100. c.1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 0 2 4 6 8 10 12 0-4 Juta an 65-69 70-74 75+ Perempuan Laki-laki 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 0 2 Juta an 4 6 8 10 12 4. Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101. b. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113).2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi. Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010. sementara yang terendah adalah NTB (93). 38 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Grafik 5. atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki. 2010 INDONESIA Papua Barat Papua Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Riau Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Maluku Utara Sulawesi Tengah Jambi Banten Kalimantan Barat .4. Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101.4.piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan.1). MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 5. Rasio jenis kelamin a.

6 103. Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif.7 98.3.6 104.5 104.3 112.8 108. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5.4 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 39 5. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51.8 101.0 120.3). .5 97.3 102.4 113.4 104.8 101. Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a.Bengkulu Sumatera Selatan Sulawesi Utara DKI Jakarta Jawa Barat Maluku Kalimantan Selatan Sulawesi Tenggara Bali Gorontalo Sulawesi Barat Sumatera Utara Aceh NTT Jawa Tengah DI Yogyakarta Sumatera Barat Sulawesi Selatan Jawa Timur 94.3 95.4 101.6 102.4 98.0 106.6 104.0 97.7 102.3.7 104.0 NTB persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 111.7 100.6 103. b.5 99.3 106.2 105.9 105.0 100.7 104.1 80.2 100.8 100.7 98. Ketika tahun 1971 sebesar 86.0 109.8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51.

1980.2. Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5. 1990. Laju Pertumbuhan.3 1971 1980 1990 2000 2010 40 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5. Kalimantan (25 jiwa/km2). 2000 dan 2010. Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2).2 Penduduk. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Provinsi Penduduk Penduduk per Tahun (%) Laju Pertumbuhan ) Sensus Penduduk 2000 Sensus Penduduk 2010 1990-2000 2000-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh 3 929 234 4 494 410 1.Grafik 5. Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2). Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi.8 53. serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2).8 51.46 2.8 79. 1971-2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971. lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2). 6. yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2).36 *) . 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 86. dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2).3 67.3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia.

58 .58 1.78 0.83 2.14 2.24 1.70 0.10 0.90 1 010 1 217 13 Banten 8 098 277 10 632 166 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 .27 3.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0.04 0.34 101 115 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 1 679 163 4.3.24 1.32 1.62 1.13 1.76 727 784 .72 1.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 Sumatera 42 472 392 50 630 931 1.79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 0.95 127 205 6 Jambi 2 407 166 3 092 265 7 Sumatera Selatan 6 210 800 7 450 394 1.56 1.17 1.4.68 78 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 1.85 68 81 8 Kepulauan Bangka Belitung 899 968 1 223 296 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 .20 1.2.41 2.94 0.24 1.

17 153 172 28 Sulawesi Barat 891 618 1 158 651 29 Sulawesi Tenggara 1 820 379 2 232 586 .95 1.81 1.80 1.63 2.81 2.02 21 25 24 Sulawesi Utara 2 000 872 2 270 596 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 1.40 1.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 2.98 1.80 3.25 1.21 1.07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 0.68 3.2.45 1.31 2.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.Jawa 121 293 745 136 610 590 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1.28 0.28 .52 1.2.17 1.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 Kalimantan 11 307 747 13 787 831 2.48 1.26 74 92 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 2.79 1.08 48 59 Sulawesi 14 881 528 17 371 782 .14 2.27 2.77 2.

87 3. Banten. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.30 Maluku 1 166 300 1 533 506 1. Babel.67 2.LPP Aceh 2000-2010 dihitung 2005-2010.10 5.80 1.3.57 0. mengunakan data SPAN2005.LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri.39 5 9 33 Papua Barat 529 689 760 422 Maluku dan Papua 4 195 234 6 165 396 .44 1.71 1. Gorontalo.49 Catatan: . .96 8 12 Indonesia 205 132 458 237 641 326 1.LPP Indonesia 1990-2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990. Sulbar.47 3. .2.80 25 33 31 Maluku Utara 815 101 1 038 087 32 Papua 1 684 144 2 833 381 . EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Kepadatan Penduduk (jiwa/km 2 2000 2010 160 178 45 64 48 62 55 74 194 220 12 592 14 469 838 1 100 996 1 104 937 1 055 216 242 150 179 12 14 12 17 144 164 35 43 53 69 79 92 25 32 5 8 .

90 17.50 2.10 0.20 4.10 2.50 11.10 0.30 6.30 18.40 0. Kehutanan.20 2.40 5.60 14.90 14.30 16. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.20 1.50 1.70 5.30 9.50 0.40 0.70 17.30 3. dan Komunikasi.00 2.00 4.00 0. 6.30 16.40 0.20 Sumatera Utara 46.90 3.30 23.40 14.60 0.90 0.00 0.40 6.60 Catatan: 1.60 3.20 4.50 3.30 2.50 1.90 0.20 Jambi 57.40 12.60 20.90 1.80 15.50 3.10 15.80 D I Yogyakarta 33.70 persen).50 19.40 27.20 4. sektor Jasa-jasa (15.80 16.20 Jawa Tengah 39.40 0.50 2.60 11.20 13.40 Kalimantan Selatan 43.00 0. 40.10 1. Jasa Kesehatan. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).60 26.00 Kep.80 0.50 4. Holtikultura.80 persen).00 Bali 31.90 1.10 16.00 16.60 0.00 0.70 14. Jasa Kemasyarakatan.90 1. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.20 4.70 4.30 7.10 1.70 1.90 5.10 3.10 5.20 20.80 0. 0.30 4.20 1.90 15. 3. Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a. .60 0.60 0.20 6.70 1.70 1.20 12.30 11. dan Rumah makan (18.60 1.70 17.90 1.50 3.70 1.10 0.20 4.30 0. Konstruksi/Bangunan. Selain itu.20 3.10 10.10 0.40 persen).70 19.30 5.10 2.10 3.00 4.80 10.10 0. dan Rumah Makan.60 2.40 0. Riau 13.50 12.20 14.20 0.20 4.40 6.20 14.70 17. dan sektor Industri Pengolahan (10.90 0.70 11.80 Jawa Barat 24.60 2.80 0.80 13.70 0.20 0.70 Banten 19.3.50 5.50 4.50 4.50 16.00 Kep. Perkebunan.10 0.60 0. dan Pertanian Lainnya.60 1. Lainnya.30 4.60 20. 9.90 0.20 12.60 0. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.20 3.50 7.50 6.20 20.30 18.10 2.00 0.107 124 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 41 7.90 11.20 6.30 0.30 1.70 0.20 1.90 1.90 0.30 0.90 3.70 6.60 0. Tabel 5.10 0.90 1.70 1.20 2.40 0.90 17.40 6.40 18.40 11.70 4.00 Sumatera Barat 44.30 Riau 47. 2.00 1. Perikanan.80 Bengkulu 62.50 17.80 0.40 19.70 7.40 5.80 0.50 15.50 9.30 0.50 0.50 0.50 3.10 0.90 0.20 3.80 0.40 5.60 13.30 21. Hotel.90 4.00 0.90 0.00 0.00 Kalimantan Timur 29.50 0.90 1. Peternakan.30 4.00 0.30 4.30 4.40 0.90 9.50 2.30 4.50 Sulawesi Utara 35.60 0.80 0. Jasa Pendidikan.90 0.00 3.50 2.80 7.80 4.10 Maluku Utara 54.30 5.60 12.80 4.40 5.70 0.10 1.20 5.30 5.40 0.40 2.90 21.80 7.20 0.80 0.20 4.30 0.80 22.70 1.20 0.90 Sulawesi Selatan 51.50 4. 8.40 2.50 Papua 75. 7.20 Indonesia 40.20 1. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.90 0.40 11.30 4. Transportasi dan Pergudangan.10 1.90 18.50 persen lapangan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 usaha berada di sektor pertanian.50 1.40 Maluku 51.40 Sulawesi Tengah 58.60 0. 4.10 3.20 4.60 2. Bangka Belitung 32.50 2.00 1.70 0.60 0.10 17. Keuangan dan Asuransi.00 0.30 12.10 14.30 13. Informasi.80 Lampung 61.70 0.90 Nusa Tenggara Barat 53.10 1.90 0.80 6.20 4.20 3.60 DKI Jakarta 1.00 0.00 1.50 0.50 3.30 5.80 16.90 Sulawesi Tenggara 52.90 1.80 Nusa Tenggara Timur 68.80 0.60 Kalimantan Barat 62.60 0.50 15.80 2.80 0.60 0.50 11.70 27.70 19.20 0.00 7. Industri Pengolahan (termasuk Air). Hotel. 5.30 3.70 0.70 23.90 2.20 0.60 0.60 Gorontalo 42.80 3.70 16.90 1.00 3.30 4.60 4.30 14.80 17.90 Sulawesi Barat 63.90 Sumatera Selatan 60.70 21.70 0.00 1. Perdagangan.70 7.80 8.30 12.30 0.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .40 Kalimantan Tengah 57.80 0.10 4.30 4.30 Jawa Timur 44.20 1.30 1.90 20.70 31.00 16.50 0. SP2010 Provinsi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Aceh 52.70 4.80 Papua Barat 47. Pemerintahan.00 0.30 8.30 13.30 4. Pertambangan dan Penggalian.10 0. dan Perorangan.60 4.50 4.

50 2.50 0.30 0.20 0.10 Sulawesi Tenggara 21.60 4.10 0.50 23.30 0.20 0.20 52.00 Nusa Tenggara Timur 57.1 Pertanian tanaman padi dan palawija.70 3.10 0. Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.60 0.5 1.30 3.10 Kalimantan Timur 11.3 Perkebunan.10 2.70 1. yaitu 1) Jasa Pendidikan.40 1.60 1.70 Kep.00 2.80 0.6 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Aceh 29.10 4.00 Lampung 34.30 0.50 1.20 61.20 0.50 42.50 3.10 63.10 3.30 3.60 10.30 Sulawesi Utara 18.00 Bali 11.00 0.90 7.80 54.50 75.90 4.70 Maluku 29.70 Jambi 9.70 Banten 15.70 0.00 1.40 0.30 44.60 Maluku Utara 19.00 0.80 2.70 2.00 0.90 0.80 2.20 2.70 36.90 4.30 4.10 31.30 1.10 0.60 Kalimantan Tengah 18.10 0.40 1.70 0.50 1. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.00 0.5 Peternakan.60 Sulawesi Barat 16. Bangka Belitung 1.10 29.20 5.60 0.20 0.90 Sumatera Barat 25.60 19.90 Sulawesi Selatan 33.60 2.50 0.10 62.80 1.10 0.20 0.20 3.70 0. Tabel 5.00 0.20 51.90 13.80 1.60 31.60 0. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.20 46.70 0. 1.10 3.90 5.10 1.50 4.20 Indonesia 24.80 47.30 60. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.60 3. . 1.90 39.30 3.50 Catatan: 1.20 0.80 3.60 1.20 Sulawesi Tengah 20.70 1.70 2.70 43.90 0.70 2.80 2.50 Kep. 3) Perkebunan.30 0.00 9.20 0.90 3.10 4.30 1.30 2.20 Nusa Tenggara Barat 37.60 13.00 2.60 7.20 2.20 24.30 39. Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor.70 Jawa Tengah 29. 2) Holtikultura.30 0.40 0.30 0.00 0.80 5.10 5.70 Jawa Timur 32. 1.90 57.20 8.90 8.10 0.80 1.20 0.10 DKI Jakarta 0.10 4.40 35.40 57.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 43 c.3 1.20 53.20 68.90 1.20 Sumatera Utara 19.70 30.50 1.80 38.30 0.10 3.2 Holtikultura.90 2.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.30 0.50 0.60 0.10 3.00 2.90 2.40 10.20 Kalimantan Selatan 23.80 1.20 33.20 D I Yogyakarta 26.30 44.30 4. SP2010 Provinsi 1.40 32.30 2.70 7.70 52.7 persen kesempatan kerja.50 0. 1.00 Jawa Barat 19.50 1.1 1.60 1.10 3.20 9.60 3.00 0.4.10 Papua 61.40 2. 1.50 1.40 42.20 20.20 0.40 0.40 2.90 1.30 15.40 22.00 Papua Barat 20.60 6.20 19.00 1. Riau 0.80 0.70 9.60 1.00 4.00 0.42 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 b.80 1.50 Kalimantan Barat 21.70 0.10 51.30 3.90 Riau 5.10 Gorontalo 33.40 0.4 1.00 37.70 41.70 62.30 Sumatera Selatan 19.40 40.20 8.10 0.40 0.50 0. 4) Perikanan.30 13.40 1.2 1.00 1.60 0. dan subsektor 3) yang menyediakan 9.40 0.40 1.90 1.4 Perikanan.10 0.70 47.40 0.70 1.00 0.10 0.80 1. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24. 5) Peternakan.40 Bengkulu 16.80 58. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.00 3.40 persen kesempatan kerja.60 24.

Riau 3. Pemerintahan dan Perorangan. 9.80 10.60 15.1 9.00 1.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.60 persen). 2010 Provinsi 9.3 Jasa Kemasyarakatan.1 Jasa Pendidikan.70 0.80 11.50 0.10 27.00 7.80 7.8) a.50 Bali 3.90 9.54 persen masih sekolah. laki-laki pada umur 13-15 sebesar 83.80 1.40 1.30 Kalimantan Selatan 4.60 14.30 2.20 Nusa Tenggara Barat 5.40 11.30 1.00 Sulawesi Utara 5.80 7.00 Sumatera Utara 4. Tabel 5. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.90 12.90 9.20 15.70 1.70 16.20 12.30 10.30 13.50 14.50 Maluku 7.70 D I Yogyakarta 5.20 17.90 14.10 1.30 11.00 14.70 21.60 16.10 10.40 17.70 0.20 Maluku Utara 5.20 Kalimantan Timur 4.50 22.00 Papua Barat 3.50 13.50 16.20 9.50 Jawa Barat 3.40 1.70 17. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa.00 1. 9.00 1.60 1.90 Kep.80 1.20 11.40 20.40 11.80 8.30 Gorontalo 5.00 Jawa Timur 3.60 Sumatera Selatan 3.90 Indonesia 4.00 9.60 13.70 Catatan: 9.20 16.70 7.50 Jawa Tengah 3. lalu sub sektor 1) (4. Semakin tinggi .2 Jasa Kesehatan.40 19.20 9.10 10. Status Sekolah (Tabel 5.20 18. 3) Jasa Kemasyarakatan.40 Lampung 3. Di antara subsektor tersebut.80 15.30 16. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.7.40 Sulawesi Barat 4.70 16.70 1.90 20.2 9.40 9.10 11.70 15.80 1.90 13.90 1.2) Jasa Kesehatan.00 7.70 Riau 5. Pemerintahan dan Perorangan 44 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 8.50 Bengkulu 4.20 11.20 11.80 Nusa Tenggara Timur 4.40 10.20 1.20 Sumatera Barat 6.10 0.90 7.40 Sulawesi Tenggara 5.20 10.40 0. dan Tabel 5.50 1.50 0.80 20.40 1.50 Sulawesi Selatan 5.20 12.10 22.48 persen masih sekolah.50 Jambi 4.00 1.80 0.10 1.10 10.80 1.6.70 Kalimantan Tengah 4.3 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 6.90 17.10 0.5.10 DKI Jakarta 3.00 persen).20 17.80 1.70 7.40 15.30 9.30 20.60 Papua 1.70 1.60 1.80 13.20 Banten 3.30 1. Laki-laki pada umur 7-12 tahun sebesar 94. Bangka Belitung 4.90 1.00 Kep.10 Kalimantan Barat 3. lihat Tabel 5.90 Sulawesi Tengah 5.

46 61.53 INDONESIA 37.58 68.43 78.83 58.52 24.72 54.34 17.60 63.17 87.85 Sumatera Utara 34.21 14.46 Sumatera Barat 25.08 15.01 Jambi 39.41 48.77 78.35 Bali 39.97 68.20 47.52 95.95 16.81 54.01 94.89 Kep.00 60.67 67.95 13.32 15.48 53.64 59.97 94.12 94.41 62.33 23.62 55.35 18.36 88. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.93 95.29 67.15 83.63 21.67 Maluku 44.65 Sulawesi Barat 27.69 84.18 Sulawesi Tenggara 35.55 82.60 93.58 54.30 48.96 48.96 93.01 67.83 82.90 Gorontalo 34.93 57.59 81.42 59.29 69.20 11.89 78.79 64.43 17.04 52.90 47.50 Nusa Tenggara Barat 25.50 81.12 96.85 93.66 Kep.05 50.36 Kalimantan Barat 30.94 93.18 15.33 95.21 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laki-Laki KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 45 .74 80.29 21.84 63.52 61.41 46.33 87.33 19.96 59.16 62.37 Sumatera Selatan 39.30 Banten 33.02 15.55 95.90 58.66 7.17 79.umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.24 22.08 62.54 11.01 65.60 52.23 55.78 80.99 61.07 84.47 60.81 47. Tabel 5.36 Jawa Barat 28.46 41.93 96.46 85.16 13.02 94.93 85.95 58.35 94.90 48.78 94.84 94.11 72.15 7.49 20.98 93.22 12.98 92. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 39.36 57.19 60. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.13 Nusa Tenggara Timur 27.71 11.01 73.21 persen laki-laki masih sekolah.50 91.13 52.22 10.93 63. Riau 31.94 63.91 94.26 95.41 62.74 Papua 25.73 DKI Jakarta 45.19 62.69 64.19 69.82 92.37 DI Yogyakarta 50.54 86.94 Lampung 37.74 95.58 21.02 65.78 82.24 59.78 86.45 93.27 70.89 62.85 57.43 61.49 Sulawesi Tengah 34.87 Bengkulu 34.20 63.88 16.12 97.04 15.32 86.08 20.89 13.26 60.27 95.30 48.62 91.91 94.72 Riau 31.92 91.83 57.68 82.60 94.06 Kalimantan Tengah 44.91 57.59 Jawa Timur 47.01 48.91 85.87 90.65 Sulawesi Selatan 35.02 Papua Barat 37.61 75.21 14.89 43.73 Kalimantan Selatan 40.25 Kalimantan Timur 42.51 67.27 79.88 88.36 91.93 88.6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi. Pada masa umurumur sekolah (7-24 tahun) sebesar 62.85 68.54 83.41 97. Bangka Belitung 36.56 Jawa Tengah 46.45 89.44 47.43 Maluku Utara 43.48 48.95 19.41 14.68 Sulawesi Utara 54.83 57.49 96.

88 96.90 24.19 88.54 62.97 61.17 82.00 66.47 Sulawesi Selatan 37.33 59.84 60.21 92.63 10.07 18.04 69.77 61.89 94.71 95.46 95. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.10 21.66 83.39 92.93 16.16 64.09 65. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.17 80.11 87.43 62.90 Nusa Tenggara Barat 27.36 59.26 55.29 94.64 86.80 7.15 63.63 58.30 97.43 13.91 Jawa Barat 31.72 22.31 12.58 Riau 32. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.62 96.50 95.04 persen masih sekolah.86 45.49 Papua 26.30 53. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua.50 83.38 14.93 84.8.69 Kalimantan Selatan 41.26 87.55 85.20 58. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.27 64.83 58.33 94.b.87 95.37 54.92 12.98 94.72 89.7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.49 98. perempuan pada umur 13-15 sebanyak 85.44 95.22 86.69 Kalimantan Tengah 46.19 64.69 50.00 53.14 82.14 63.27 85.26 95.85 15.20 16.99 61. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.66 85.12 16.42 53.04 52.28 85.99 10.92 Banten 35.02 95.09 Sumatera Barat 26. Pada umur 7-12 tahun sebesar 94.64 96.49 Jawa Tengah 47.58 81.02 48.53 71.03 44.05 57.87 15.86 11.33 6.05 Maluku 46.52 Sumatera Utara 35.95 50.12 67.79 85.80 13.87 Maluku Utara 45.50 53.74 70.53 28.85 Sulawesi Tengah 37.28 56.22 27.70 13.89 97.49 90.13 93.79 62.25 38.15 61. pada umur 13-15 sebesar 84.96 Gorontalo 37.13 60.84 Jawa Timur 48.01 61.69 96.62 53.14 93.71 89. Perempuan pada umur 7-12 tahun sebanyak 95.32 58. Pada semua umur .27 Kalimantan Timur 43.39 95.97 66.53 95.89 Bali 39.02 Kep.89 persen masih sekolah.88 Jambi 40.57 58.59 71.19 82.49 Sulawesi Utara 56.24 13.17 14.91 18.64 61.67 96.45 71.34 persen perempuan masih sekolah.47 95.17 84.21 88.58 14.14 95.27 54.61 56.51 Nusa Tenggara Timur 29.56 18.45 50.88 Sumatera Selatan 41.93 50.50 85.12 64.80 17.27 persen masih sekolah.92 Sulawesi Barat 30. Bangka Belitung 38.27 Sulawesi Tenggara 38.65 81.72 Bengkulu 36. Pada masa umur-umur sekolah (7-24 tahun) sebesar 61. Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.11 DKI Jakarta 45.31 60.52 91.13 46.59 81.70 93.27 INDONESIA 38.84 95.22 42.62 89.77 94.15 69.26 95. Riau 31.87 64.18 18.89 19.66 62.93 43.32 DI Yogyakarta 51.96 61.94 95.74 70.24 persen masih sekolah.53 46.60 89.37 96.34 62.35 88.08 12.64 55.77 Lampung 39.34 Perempuan 46 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 c.87 61.36 93.52 60.03 Kalimantan Barat 31.95 61.17 Papua Barat 37.49 18.38 49.63 10.37 50.53 43.21 81.14 Kep.70 88.

20 Kalimantan Barat 31.00 93.85 DI Yogyakarta 50. Bangka Belitung 37.45 persen. dan lain-lain.97 86.sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.74 88.73 69.08 52.65 11.18 84.42 93.92 50.89 84. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.03 63.09 94.50 70. Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.51 64.45 54.45 20.80 63.89 81.11 53.03 91.77 Sumatera Barat 25.24 52.9) Sebanyak 77. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.77 92.77 66.49 58.59 Sulawesi Utara 55.62 95.02 47.65 95.85 10.73 Jawa Timur 47.06 65.44 61.68 94.55 94.93 62.11 70.91 66.46 13.90 59.18 persen sampai 20.48 92.17 49.51 80.76 96.86 56.96 95.52 58.74 66.42 58.99 59.13 Sumatera Selatan 40.27 persen.05 Sulawesi Selatan 36.32 Kep.18 82.72 81.11 48.94 94.34 13.93 Gorontalo 35.11 92.58 64.27 58.04 Jawa Tengah 46.83 95.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.54 50.84 50.87 58.93 95.89 17.68 14. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.83 86.71 Kalimantan Selatan 40.45 15.41 94.13 93.72 58.06 58.38 DKI Jakarta 45.42 61.63 Bali 39.97 71.90 21.77 Kalimantan Timur 42.18 94.40 96. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.35 89. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua.13 56.78 89.46 84.86 Maluku 45.89 persen) milik sendiri.78 15.10 85.68 96.93 42.60 64.56 18.38 88.75 Nusa Tenggara Barat 26.13 Banten 34.81 19.46 14.98 12.53 69. .66 50.95 54.54 59.75 25.07 22.79 12.80 44.95 11.78 58.51 26.90 62.80 60.8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.04 67.62 Jawa Barat 29.34 49.69 97.02 88.88 Kalimantan Tengah 45.63 Sulawesi Tengah 36.56 96.73 94.13 55.09 61.27 Sulawesi Barat 29.64 Maluku Utara 44.53 88.01 66.27 85.62 62. Tabel 5.42 15.17 89.94 Jambi 39.07 62.37 17.62 95.56 94. tanpa membayar.28 84.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.92 45.66 63.10 84.07 18.98 Kep.14 48.00 INDONESIA 38. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.85 95.53 52.70 95.11 16.22 61.57 46.82 81.94 98.90 94.78 persen penduduk masih sekolah.55 87.40 97.38 53.65 16. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.63 95.57 40.43 7.70 11.64 16. Riau 31.62 48.54 69.64 12.25 92.48 14.08 62.68 61. yakni sekitar 6 persen.01 65.26 80.83 82.60 Papua Barat 37.14 Riau 32.35 Lampung 38. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) Laki-Laki+Perempuan 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.22 Sulawesi Tenggara 37.68 18.94 87.86 21.51 87.44 94.79 Nusa Tenggara Timur 28.16 80.18 Sumatera Utara 34.51 62.37 63.29 83.61 46.78 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 47 9. tanpa perjanjian sewa/kontrak.28 57.50 7.48 84.00 62.14 Papua 25.30 77.28 Bengkulu 35.37 20.37 77.18 80.

04 7.97 6.09 8.15 2.38 5.52 100.52 18.39 100.18 7.19 3.54 4.45 17.53 100.97 12.54 2.44 7.49 3.04 3.77 100.00 Kalimantan Tengah 68.18 14.42 13.00 D I Yogyakarta 76.55 8.37 11.28 100.00 Gorontalo .05 6.00 Sulawesi Tengah 80.89 2.00 DKI Jakarta 47.00 Nusa Tenggara Timur 84.31 11.96 100.00 Kalimantan Barat 84.17 16.87 100.00 Kalimantan Timur 62.57 9.09 6.00 Jambi 75. Bangka Belitung 80.00 Sulawesi Utara 72.75 3.81 3.71 27. SP2010 sendiri Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 76.42 2.85 13.77 10.52 3.17 10.83 10.15 100.00 Bengkulu 78.61 7.25 100.00 Kalimantan Selatan 74.08 6.35 4.68 7.55 100.71 4.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Provinsi Milik Tempat Tinggal.13 100.40 100.86 2.36 3.04 100.83 5.46 100.77 15.91 18.30 9.98 100.00 Lampung 83.00 Nusa Tenggara Barat 85.27 100.20 10.16 11.11 4.68 3.00 Kep.20 13.27 100.64 100.18 100.15 20.00 Sumatera Utara 67.85 2.29 100.16 100.01 10.22 11.15 100.28 12.63 5.00 Sumatera Selatan 76.00 Banten 72.05 9.76 9.71 14.00 Sulawesi Selatan 80.58 2.04 8.00 Riau 64.69 100.59 8.00 Kep.58 7.89 1.93 6.13 6.21 2.00 Jawa Barat 75.33 100.68 24.97 8.97 7.98 100.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.76 100.94 5.00 Jawa Tengah 86.60 2.78 4.00 Bali 71.00 Sumatera Barat 73.84 4.23 13.27 6.00 Jawa Timur 85. Riau 60.94 5.62 7.35 2.72 100.50 10.00 Sulawesi Tenggara 81.73 2.

70 Banten 31.70 persen).72 88.00 Maluku 78.09 11.29 5.94 40.89 Jawa Timur 11.14 91.29 21.32 3.96 23.07 11.84 Kep.00 Sulawesi Barat 84.80 76.61 20.58 26.38 32.87 Lampung 7.51 0.12 8.70 87.86 100.74 28.13 17.77.70 persen).19 8.96 36.86 65.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi Air kemasan Ledeng Pompa Sumur terlindung Mata air terlindung Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 20.75 37.28 1.79 91.28 13.00 INDONESIA 77.90 10.75 2.64 .56 3.07 3.59 63.83 3.14 persen).75 11.37 Sumatera Selatan 9.06 15.57 9.05 9.81 4.87 14.31 2.86 42.01 4.07 100.00 Papua Barat 63.96 11. Bangka Belitung 26.00 5.21 100.57 0.76 Nusa Tenggara Timur 1.38 87.17 Bali 27.06 17. Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.42 29.96 Sumatera Barat 12.53 34.38 1.92 18.02 74.81 17.01 9.07 31.62 22.76 Kalimantan Selatan 6.68 1.59 12.38 4.08 7.79 6.69 19.13 56.00 Papua 79.70 16.24 DKI Jakarta 50.02 10.21 1.94 1.59 2.97 1.94 2.12 2.75 6.69 38.68 12.50 Sulawesi Utara 17.94 11.98 Kalimantan Tengah 9.18 17.38 12.88 100.87 33.49 53.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.79 Jambi 10. berdasarkan kriteria sumber air saja.12 15.42 persen).26 1.87 Riau 23.66 Sumatera Utara 12.73 4.78 20.94 D I Yogyakarta 12.18 100.54 Nusa Tenggara Barat 8.51 1.45 80.64 19.19 7.45 1.54 6.63 71.60 2.39 1.41 16.44 10.81 77.23 19.10 99.45 15.00 3.01 Kalimantan Barat 7.03 2.04 46.45 100. Tabel 5.27 2.11 4.69 56.83 31.23 88.88 3.60 12. sumur pompa (12. dan mata air terlindung (8.03 1.47 Bengkulu 8.70 5.19 30.35 9.06 27.10 Jawa Tengah 4.95 0.31 0.44 persen).16 16.97 12.14 23.00 48 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 10.69 24.51 5.37 57.10) Sebanyak 83.73 Jawa Barat 17.00 Maluku Utara 82.80 46.40 89. Riau 50.48 Kalimantan Timur 25.63 70.40 2.33 Kep.88 4.65 8.96 15.25 4. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.21 15.11 88.24 31.19 8.06 10. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).10 60.05 1. air kemasan (14.34 82.25 8.84 90.74 18.96 70.18 8.46 3. air ledeng (15.37 100.

74 100.66 100.01 1.23 12.90 9.97 8.85 6.66 Papua 10.25 1.72 100.99 79.38 10.49 13.25 11.00 Kalimantan Tengah 59.11 0.52 1.69 83.67 3.55 10.58 6. Riau 82.00 Kep.33 12.17 10.84 6.98 2.22 Sulawesi Tenggara 6.79 2.12 100.67 14.44 100.55 3.14 1.29 12.00 D I Yogyakarta 73.13 4.22 100.40 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 49 11.05 100.03 8.86 0.58 67.00 Jawa Tengah 65.60 19.35 13.53 37.88 3.32 19.00 Bali 67.59 persen menggunakan jamban umum.72 persen menggunakan jamban bersama dengan rumah tangga lain.70 12.35 18.00 Kep.00 Sulawesi Barat 5.00 Sumatera Barat 54.44 83.52 20. SP2010 Provinsi Jamban sendiri Jamban bersama Jamban umum Tidak Punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 59.72 11.72 3.95 19.92 13.84 63.37 Maluku Utara 2.10 28.28 16.67 2.24 4.61 19.00 Sulawesi Tengah 50.39 18.76 25.00 Sumatera Utara 75.59 100.74 4.04 Papua Barat 19.16 24.90 14.05 13.13 14.00 Banten 64.06 5.41 7.22 100.05 40.35 100.02 100.00 Gorontalo 33.11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar.44 5.65 100.78 10.50 6. Tabel 5.49 46.67 4.19 48.12 7.42 32.39 29.41 100.51 9.00 Kalimantan Barat 61.40 9.11 dan Tabel 5.84 100.00 Nusa Tenggara Barat 41.53 100.47 1.74 10.14 8.63 27.68 50. Sementara itu 11.26 2.14 14.14 26.85 4.61 Sulawesi Selatan 12. a.43 32.82 8. Bangka Belitung 68.17 14.00 Sulawesi Utara 65.47 18.62 5.79 100.07 1.65 7.25 79. Sebanyak 65.32 100.23 15.46 10.83 0.76 100.44 8.05 18.00 Kalimantan Selatan 65.93 6.76 100.06 5.32 35.69 85.11 4.21 14.59 84.90 100.94 100.25 77.42 19.65 17.50 7.98 11.00 Sumatera Selatan 66.66 INDONESIA 14.14 1.70 15.00 Sulawesi Selatan 63.80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 buang air besar.09 100.31 4.62 41.19 22.30 100.00 DKI Jakarta 76.93 100.Sulawesi Tengah 7.00 Sulawesi Tenggara 56. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.77 26.06 25. dan 3.52 100.43 8.81 100.94 20.02 15.55 3.00 Kalimantan Timur 80.00 Jawa Timur 62.69 27.00 Bengkulu 66.64 100.42 2.03 Gorontalo 5.00 Jawa Barat 67.12).89 1.49 2.00 Riau 82.20 44.83 31.28 20. Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan fasilitas jamban untuk buang air besar.12 1.26 20.37 5.92 Maluku 3.00 Nusa Tenggara Timur 63.61 19.08 21.00 .25 6.12 6.00 Jambi 69.42 9.00 Lampung 77.02 19.58 100.02 4.71 3.42 3.70 23.

71 5.60 7.42 persen sampai 96. dan 8.86 100.55 100.00 Kalimantan Timur 80.00 100.13 12.00 Papua Barat 59.44 persen tidak mempunyai tempat pembuangan akhir.29 0.80 1.60 17.44 100.00 Kep.65 100.70 12.16 10.73 100.74 persen.50 100.44 18.97 11.00 D I Yogyakarta 87.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 51 .47 3.00 Gorontalo 92.58 100. Kondisi di provinsi beragam. sebanyak 17.69 100.96 3.74 4.85 2. bersama.74 2.57 21.96 6.68 100.93 9.24 22.00 Riau 67.00 Sulawesi Tenggara 76.53 47.84 16.53 4. Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri.49 6.93 28.00 Nusa Tenggara Barat 87.75 100.Sulawesi Barat 44.99 6.22 9.55 16.52 14.72 3. Riau 86.62 8.68 6.27 100.00 Bengkulu 67.67 15.27 8.23 4. Bangka Belitung 93.00 Sulawesi Barat 79.02 5.54 7.13 4.69 100.46 100. 50 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5.05 10.09 100.01 100.09 100.00 100.67 14.00 INDONESIA 65.42 43.00 Kalimantan Selatan 65.00 Sulawesi Selatan 85.90 16.01 11.36 8.16 15.00 Sulawesi Utara 87.84 14.68 9.72 36.29 11.00 Kep.66 17.60 100.00 DKI Jakarta 92.87 10.69 16.78 8.00 Kalimantan Barat 67.80 11.00 Kalimantan Tengah 56.59 18.27 persen tanpa tangki septik.00 Maluku Utara 82.31 6.30 6.69 100.71 100.53 2.00 Maluku 50.45 100.03 100.84 33.64 100.00 Banten 87.94 21.00 Papua 48.00 Jambi 68.29 persen yang menggunakan tangki septik.80 7.00 Sumatera Selatan 66.80 100.00 Maluku Utara 46.75 10.20 6.00 21.45 4.00 Jawa Timur 72.09 100.62 6. SP2010 Provinsi Tangki septik Tanpa tangki septik Tidak punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 73.22 14.19 100.00 Maluku 84.00 Sumatera Barat 68.97 6.00 Sulawesi Tengah 82.00 Nusa Tenggara Timur 44.31 100.82 100.31 3.88 100.91 16.61 11. umum) terdapat 74.05 36.38 100.53 18.45 9.39 22.05 6.98 100.98 10.00 Jawa Tengah 76.24 5.48 100.93 1.00 Papua 48.20 35.95 100.61 100.00 Sumatera Utara 77.00 Lampung 58.38 10.00 Jawa Barat 68.95 100. dimana penggunaan tangki septik berkisar 44.29 17.05 9.11 26.00 Papua Barat 77.78 100.97 100.79 21.00 b.00 Bali 96.00 INDONESIA 74.78 100.78 2.98 100.10 17.12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja.

02 0.94 0.16 100.49 100.33 47.35 0.22 0.16 persen rumah tangga Indonesia.39 3.51 0. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.61 50.32 55.46 65.29 0.61 100.00 D I Yogyakarta 0.67 34.43 30.33 0.04 25.13) Bahan bakar gas digunakan oleh 45.16 1.40 27.45 0.27 15.71 100.00 Jambi 0.00 Lampung 0.27 0. digunakan oleh 40.00 Bali 1.25 0.32 100.11 0.67 0.59 0.37 100.00 Maluku 0.00 Jawa Barat 1.08 63.60 27.68 5.46 0.00 Bengkulu 0.03 43.13 68.29 0.23 68.44 9.08 0.04 45.50 7.81 62.00 Kalimantan Barat 0.24 100.00 Sulawesi Tengah 0.34 83.13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak.69 persen rumah tangga.00 Sumatera Selatan 0.93 0.18 0.08 0.39 12.29 31.44 5.40 3.41 0.08 0.80 0.72 0. Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa.09 0.11 1.25 2.76 0.01 0.74 17.00 Kep.75 5.21 100. terutama ketika penggunaan gas di sana tidak menonjol.11 0.49 40.62 1.81 100.66 100.78 4.74 100.13 100.16 0. Sumatera Selatan.00 Sulawesi Utara 1.00 0.74 28.12.00 28.23 100.40 0.23 51.15 0.11 persen rumah tangga.11 44.71 25. Sumatera Utara. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.95 0.10 16.81 15.10 3.41 1.00 70.16 5.05 53.12 68.13 0.62 100.58 0.54 42.53 0.04 0.49 100.87 0.10 0.00 Sumatera Barat 1.18 37.16 11.43 50.09 0. Riau 1.93 0.79 14.05 35.64 0.37 100.00 DKI Jakarta 1.22 1.04 100.05 83.00 Kalimantan Tengah 0.32 9.00 Papua 0.07 0.62 0.45 100.50 24.87 22.58 42.10 0.71 0.83 100. Masih banyak provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol.36 16.30 100.00 Jawa Timur 0.61 100.17 0.61 0.09 0.31 7.37 0.34 9.74 35.00 Sulawesi Tenggara 0.25 100.29 70.09 1.72 4.70 0.60 46.12 0.40 100.12 0.05 25.29 100.86 0.25 2.59 54.57 24. Bangka Belitung 0.53 1.14 0.02 39.00 Sumatera Utara 1.89 0.53 40.11 0.08 0.32 100.26 100.08 0.86 55.27 2.83 9.81 50.46 17.00 INDONESIA 0.42 100.18 1.07 2.00 Maluku Utara 0.98 0.18 100.47 0.12 45.70 4.67 7. Bahan bakar kayu juga masih populer.00 Tidak pakai .04 32.14 0.78 0.04 59.00 Kalimantan Selatan 1.10 45.53 29.61 0.84 0.93 0.83 0.17 0.23 38.58 100.12 0.16 1.55 4.92 0.55 0.94 44.61 0.00 Sulawesi Selatan 0.49 0.00 Sulawesi Barat 0.11 1.94 0.81 47.75 46.10 0. Minyak tanah digunakan oleh 11.00 Kalimantan Timur 0.72 0.00 Nusa Tenggara Barat 0.33 25.30 0.18 0.00 Jawa Tengah 0.06 36.91 45.00 Kep.00 0.37 2.25 0. Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.00 Gorontalo 0.19 0.60 18.55 1.07 74. Bali.55 0.77 45.69 0.95 26.33 49.64 0.00 Papua Barat 0.00 Banten 1.05 61.05 45.43 1.11 0.01 38.82 100.28 100.00 Nusa Tenggara Timur 0.33 100.26 100.92 0.23 45.04 0.00 Riau 0.31 37.22 0.40 100.94 0.06 0.06 57.81 1.17 48.07 0. SP2010 Provinsi Listrik Gas Minyak tanah Arang Kayu Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 1.24 0.

40 69.19 Kalimantan Tengah 0.53 75. Penguasaan Telepon (Tabel 5.36 64.31 60.73 68.66 68.73 3.13 Sumatera Selatan 0. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel.18 6.39 63.72 80.35 8.14 Kalimantan Timur 0.50 Kep.30 Jawa Timur 0. Secara .65 4.81 5.44 Kalimantan Selatan 0.78 70.74 10.29 56.54 5.24 3.70 95.60 64.60 60.77 65.45 76.18 80.30 87.85 83.23 77.59 4.77 Maluku 0.39 72. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.50 2.48 58.76 93.07 2. SP2010 Provinsi Kabel Seluler Kabel dan Seluler Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 0.45 Lampung 0.02 1.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet.88 DKI Jakarta 1.67 70.96 Sulawesi Tengah 0.32 Kalimantan Barat 0.11 D I Yogyakarta 0.15 32.47 29.24 64.48 10.03 Nusa Tenggara Timur 0.23 42.67 52. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.53 49.47 Gorontalo 0.82 68.89 66.53 81. Tabel 5.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon.33 91.24 70.78 83.22 73.52 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 13.44 75.42 4.16 3.37 Sumatera Barat 0.39 3.41 3.82 85.15 60.37 80.15 82.37 2.01 3.84 74.42 77.37 Jambi 0.79 78.79 Bali 0. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.79 Sulawesi Utara 0.13 73.66 64.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon. Bangka Belitung 0.89 54.40 66.01 9.94 Banten 0.94 62.75 65.08 45.81 71.70 71.86 71.53 66.86 INDONESIA 0.41 Kep.82 64.26 7.33 54.33 5.34 9.47 67.11 8.30 Sumatera Utara 0.67 6.86 4.63 57.31 10.62 68.13 Maluku Utara 0. Riau 0.57 Papua Barat 0.60 61.24 Papua 0.14) Sebanyak 73.06 Sulawesi Barat 0.49 80.13 Riau 0.38 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 53 14.06 3.44 Sulawesi Tenggara 0.79 48.37 4.80 24.73 70.05 Sulawesi Selatan 0.52 76.67 4.63 4.96 Jawa Tengah 0. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.42 82.12 Jawa Barat 0.58 Bengkulu 0.82 69.04 74.45 4.41 7.02 Nusa Tenggara Barat 0.

84 Kalimantan Tengah 73 328 12. SP2010 Provinsi Jumlah % (1) (2) (3) Aceh 115 755 10.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.76 Bengkulu 65 955 15. Lihat Tabel 5.98 Jawa Barat 1 830 652 15. mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6. Jawa Timur. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat.nominal jumlahnya mencapai 9.33 Bali 152 834 14.91 54 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 VI.83 Sulawesi Barat 19 578 7.56 persen.80 Kalimantan Selatan 177 036 18.43 Sulawesi Selatan 316 279 17. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.86 Sumatera Utara 366 296 12.34 Kalimantan Barat 121 133 11.42 Kep. Jawa Tengah. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A.18 Sulawesi Utara 129 241 22.05 Nusa Tenggara Timur 64 295 6. Riau 85 778 19.93 Jawa Tengah 1 176 894 13.42 Banten 397 930 15.25 Lampung 181 847 9.18 persen). Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30. Kalimantan Timur (22.21 persen).55 Jambi 111 332 14.15.06 Sumatera Barat 213 345 18. Bangka Belitung 39 993 12.52 D I Yogyakarta 315 111 30.57 Maluku 42 416 13.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.98 persen).50 Papua Barat 19 703 11.1 juta rumah tangga.75 Papua 47 274 7.85 Kep.42 DKI Jakarta 751 880 29.12 Sulawesi Tenggara 58 412 11.51 Sumatera Selatan 231 434 12.86 Nusa Tenggara Barat 100 795 8. dan DKI Jakarta.40 Maluku Utara 20 358 9. 100 120 .25 INDONESIA 9 117 445 14.21 Sulawesi Tengah 70 920 11.53 Riau 192 836 14.14 persen.36 persen). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6. DKI Jakarta (29. Sulawesi Utara (22.15 Kalimantan Timur 193 146 22.63 Gorontalo 41 053 16.36 Jawa Timur 1 392 606 13.

96 persen).31 persen).2 juta orang (2.3 juta orang.6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu.4 juta orang (1.0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.0 20 40 60 80 Grafik 6.96 8.26 8.1 juta orang (7. sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3. berkurang sekitar 1. berkurang sekitar 2.17 persen).67 7.83 116. 3.7 juta orang. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.40 persen).53 104.4 juta orang.40 117. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54. 4.70 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.21 111. 6. 5.42 persen) dan Sektor Transportasi. Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011).74 113. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109.89 persen) dan pekerja .28 9.2 juta orang (49.1 Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7.59 8. Pada Agustus 2011. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011.87 107. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 109.1 juta orang (68.56 persen) Jumlah Angkatan Kerja.42 persen). jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6. sebesar 75. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.49 104. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 113.37 108.41 119.4 juta orang.32 8.00 116. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2. Penduduk yang Bekerja. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.12 Februari Agustus Februari Agustus Februari Agustus 2009 2010 2011 Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2.70 juta orang (6.

kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1. Jasa Kemasyarakatan. dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6.00 116. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0.67 Penganggur 8.27 34.01 18. Angkatan Kerja.42 persen).17 persen).34 3.61 persen.6 juta orang (5. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2. Tabel 6.40 117. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 67. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.59 Setengah penganggur 15.72 69.96 persen).83 67.41 108. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5.62 persen.32 8. Penduduk yang Bekerja.1 juta orang (7.46 21.80 6.12 7. Angkatan Kerja 116. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.41 7. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13. Jumlah angkatan kerja mencapai 117.4 juta orang turun sekitar 2.37 Bekerja 107. Pekerja tidak penuh 32. terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian. 2.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan.53 18.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.06 *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2.26 15. Pergudangan dan Komunikasi.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.28 109. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011.14 6. Perdagangan.15 persen). Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran.52 Paruh waktu 17.19 34.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) .56 4.70 2.21 persen dan 9.59 8. dan Pengangguran 1. 56 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 C.53 119. Sektor Pertanian.73 13. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.27 15.42 persen) dan Sektor Transportasi.21 111. B.dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.80 33. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8. 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan 2010 2011 *) Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.96 68. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 7.

40 5.40 1.72 4. Keuangan 1.46 21.59 5.83 41.1.67 E.7 juta orang (3.64 1. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19.8 juta orang (34.51 37. Jasa Kemasyarakatan 15.44 persen). Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3.50 1.21 22.05 13. Pada Agustus 2011. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama. dan Air D.15 19. sisanya termasuk pekerja informal. 2. Secara umum. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6.59 3.4 juta orang (17. Pergudangan.98 17. Gas.84 5.67 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan.28 109. Lainnya * *) ) 1.58 5.03 21. Pekerja bebas di pertanian 6.34 4. dan berusaha sendiri sejumlah 19. dan Komunikasi 5.49 23.28 109. Berdasarkan identifikasi ini. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.82 5. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan.68 21.28 5.92 21. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1.74 2.16 5.82 13.48 6.64 7.77 5.24 23.72 32.52 34. Transportasi.41 2. Dari 109.21 111.66 3.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68.5 juta orang (37. Konstruksi 4. Berusaha dibantu buruh tetap 3.70 persen). Berusaha sendiri 20.31 19.70 Jumlah 107.62 15.7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu . pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan. Pertanian 42. Pekerja keluarga/tak dibayar 19.21 111.08 6.2 juta orang (62.62 5. Listrik.77 19.06 2. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 57 2. Pekerja bebas di nonpertanian 5.17 persen) bekerja pada kegiatan informal.58 5.96 17.33 2.41 108.02 16.48 39.99 Jumlah 107. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37.32 5.68 18. Buruh/Karyawan 30. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. maka pada Agustus 2011 sekitar 41.93 persen).54 3.70 14.49 42.02 3.59 6.3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Status Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.13 5.82 5. Perdagangan 22.41 108.63 7.7 juta orang (17. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1. Industri 13.61 1.26 3.65 8.39 persen).

jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil. Sekolah Menengah Atas 15. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.25 5.37 1. Tabel 6.2 juta orang (49.94 77.81 4.28 109.2 juta orang (2.54 15.48 1.20 15–24 11.19 34.89 25–34 14.51 55.12 54.67 Termasuk sementara tidak bekerja F.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.65 Jumlah 107.59 4. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011). EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 59 .18 2.44 8–14 4.61 persen dan 0. Sekolah Menengah Pertama 20.40 persen).63 12.31 persen dari total penduduk yang bekerja (109.27 34.63 21.1 juta orang (68.7 juta orang).20 1.40 15.94 5.17 6.08 Jumlah 107.6 juta orang (5.46 persen).31 54.67 2.92 16.06 1–34 32.11 4. Pada Agustus 2011.73 8.02 3.86 5. 58 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6. SD ke bawah 55.80 33. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja *) Perminggu 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1–7 1.30 20. Diploma I/II/III 2.60 74.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.48 12.41 108.21 111.15 persen).59 35+ * ) 74.79 5.21 111. Sekolah Menengah Kejuruan 8.32 3.00 15.4 juta orang atau sekitar 1. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker).54 5.22 20. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3.70 3.89 3. kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0.34 8.41 108.88 9. Universitas 4.35 17.28 109.porsinya relatif kecil yaitu hanya 1.09 75. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75.23 persen.97 12. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.63 15.

Pada Agustus 2011. 60 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6.27 148. Sekolah Menengah Atas 11.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6.54 persen. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13.92 9.37 3.16 6.56 persen dari total angkatan kerja.95 8.14 6. 3. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0.G.66 persen dan 10. Sekolah Menengah Kejuruan 13.80 6.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi 2010 2011 Agustus Februari Agustus Jumlah TPT Jumlah TPT Jumlah TPT (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 162. Sekolah Menengah Pertama naik 0. Sekolah Menengah Pertama 7. SD ke bawah 3.87 10.43 5. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1.24 11.59 7.83 8.45 7.1 8.32 persen dan 2. Diploma I/II/III 15.55 7. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1. 2.66 4. 2.81 3.37 171.41 7.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun.02 Jumlah 7.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.56 2.71 3.43 . TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011.7 juta orang atau 6. Dibanding Februari 2011. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6.37 3.00 10.37 persen. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1. Universitas 14.17 10. Pada Agustus 2011.90 11. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0.06 persen dan 10.43 persen.90 12. Tabel 6.71 12.8 7. yaitu masing-masing sebesar 10.56 H.14 persen.43 persen.3 8.81 11.19 persen.76 persen.78 11.

80 Jambi 83.2 4.77 Kep.1 6.18 402.0 6.63 .Sumatera Utara 491.9 7.8 7.2 5.17 136.04 66.43 460.1 6.37 Sumatera Barat 152.9 7.02 Sumatera Selatan 243.85 60.14 142.8 3.6 6.9 5.65 228.3 5.90 58.6 7.2 7.9 6.32 Kepulauan Riau 57.39 58.2 8.95 162.72 185.6 5.07 217. Bangka Belitung 34.5 7.8 6.45 Riau 207.

06 Jawa Tengah 1 046.5 6.9 6.37 Lampung 220.5 5.1 13.83 Banten 726.21 1 042.5 3.3 4.80 Jawa Barat 1 951.83 555.84 1 901.57 201.4 9.7 3.1 3.2 2.7 .25 22.24 213.50 680.8 11.4 10.4 13.68 697.33 1 982.41 21.19.8 9.07 1 002.61 Bengkulu 39.7 10.78 DKI Jakarta 582.59 30.8 5.6 13.4 10.05 542.6 5.

2 4.7 2.5 5.18 821.97 Jawa Timur 828.5 4.1 5. Yogyakarta 107.99 86.0 2.67 58.93 D.1 5.34 59.6 4.I.1 5.25 845.5 4.14 .35 110.47 74.6 3.69 107.33 Nusa Tengggara Timur 71.6 2.06 65.3 3.4 5.9 4.32 Nusa Tenggara Barat 119.5.62 112.8 3.69 Kalimantan Barat 101.6 4.2 3.29 116.88 Kalimantan Tengah 44.86 52.16 Bali 68.4 2.

62 Gorontalo 23.27 52.6 5.8 5.69 .7 5.23 Kalimantan Timur 166.37 243.21 173.41.5 8.0 8.8 4.7 9.61 19.8 4.10 174.25 103.19 93.55 Kalimantan Selatan 96.5 5.01 Sulawesi Selatan 299.2 4.6 9.26 Sulawesi Tengah 56.9 2.61 55.7 4.62 100.0 6.84 Sulawesi Utara 99.8 10.66 28.2 9.1 4.6 3.61 98.16 21.6 10.

8 5.55 57.236.94 Papua Barat 26.9 6.82 Sulawesi Tenggara 48.70 15.62 25.94 Indonesia 8 319.56 Sulawesi Barat 17.4 6.8 7.34 32.6 2.3 7.55 Papua 53.5 3.3 3.5 3.72 51.6 3.97 53.4 8.14 .06 Maluku 64.8 7.0 8.5 7.38 Maluku Utara 26.72 60.03 26.68 30.28 33.25 15.5 2.2 4.9 9.7 5.61 46.2 4.9 3.

8 117.32 persen dibanding upah buruh tani bulan sebelumnya.582 menjadi Rp28.727 menjadi Rp39. Sedangkan secara riil turun sebesar 0. yaitu dari Rp28.56 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 61 VII. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 7.542.854. Upah Buruh Bangunan h i a R up 65000 60000 40000 45000 50000 55000 35000 30000 1 0 . UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1.80 7 700. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional.14 persen.1 6. yaitu dari Rp39.6 6. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 naik sebesar 0.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 2.

823. sedangkan secara riil naik sebesar 0. tu s A g u s b e r te m s e p e r t o b O k e r m b v e N o e .675 menjadi Rp48.939.715 menjadi Rp63.` r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i l i J u Pada Februari 2012.35 persen.30 persen. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0. yaitu dari Rp48.

r m b s e D e Rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 sebesar Rp39.32 persen 1 1 i ` n u a r J a r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i L i J u tu s A g u s e r m b p te S e e r t o b O k .854 naik 0.

Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010 Februari 2012 Bulan Upah Buruh Tani (harian) Upah Buruh Bangunan (harian) Nominal Riil 1) Nominal Riil (1) (2) (3) (4) (5) Februari 2010 37 637 29 987 56 864 48 043 Maret 37 721 30 023 56 998 48 226 April 37 844 30 138 57 217 48 338 Mei 37 897 30 153 57 285 48 257 .939 naik 0.35 persen e r m b v e N o Upah Bur uh Bangunan e r m b s e D e 1 2 i ` n u a r J a r i u a b r F e 62 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 Tabel 7.1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani.Upah Bur uh Tani Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63.

Juni 37 946 29 980 57 504 47 976 Juli 38 069 29 507 58 228 47 829 Agustus 38 198 29 356 58 276 September 38 301 29 315 58 475 47 460 Oktober 38 382 29 354 59 898 48 583 November 38 494 29 209 60 190 48 528 Desember 38 577 28 934 60 214 48 106 Januari 2011 38 648 28 705 60 340 47 779 Februari 38 769 28 755 60 758 48 045 Maret 38 852 28 832 61 069 48 448 April 38 976 29 098 61 190 48 695 Mei 39 082 29 175 61 409 48 811 Juni 39 144 29 104 61 476 48 598 Juli 39 215 28 975 61 583 48 358 Agustus 39 287 28 816 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 47 506 61 948 48 193 September 39 345 28 774 62 064 48 153 .

Peternakan dan Perikanan yang masing-masing turun sebesar 1.50 102.16 persen. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106.23 persen. 0.50 105. 0.09 persen.00 102.50 103.50 104.1 Nilai Tukar Petani (NTP).00 103. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012 tercatat 105.73.39 persen.00 106.50 105. dan 0.91 104.33 Grafik 8.00 101.50 100. NILAI TUKAR PETANI (NTP) 1.00 104. 0.Oktober 39 412 28 787 62 210 48 322 November 39 503 28 736 62 263 48 199 Desember 39 599 28 701 63 157 48 616 Januari 2012 39 727 28 582 63 715 48 675 Februari 39 854 28 542 63 939 48 823 Catatan: 1) Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100) 2) Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100) NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 63 VIII. Tanaman Perkebunan Rakyat. Hortikultura.60 persen dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 A.50 104.79 . Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan.02 persen.50 101.10 atau turun 0.00 103.32 103. Februari 2011–Februari 2012 103.

17 105.03).00 .NTP 104.60 persen 105.00 134. 105. dan Peternakan (0.57 menjadi 143.2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).64 2.75 105.43 persen dibanding Ib Januari 2012.73 105.11 NTP 105.87 105.15 persen).33 persen. yaitu Tanaman Pangan (0.31. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0.54 persen) dan Perikanan (0.10 64 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 3. sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu Hortikultura (0. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.28 persen).51 Nilai Tukar Petani pada Februari 2012 turun 0. Penurunan indeks tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor. yaitu dari 143.20 persen). 132. Tanaman Perkebunan Rakyat (0. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0.18 persen bila dibanding It Januari 2012. Grafik 8.

12 persen. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.00 124.81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0.40 . MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 e n r s p e -0.00 138.00 2.15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Tanaman Perkebunan Rakyat (0.02 persen dibanding NTPP Januari 2012.20 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0.00 Februari 2011–Februari 2012 4.40 0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.80 1.00 140.00 144.37 persen).00 128.39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0.00 130. Inflasi Perdesaan 1.136. sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0.80 -0.00 146.20 1.43 persen).31 persen).03 persen).00 122.03 persen. NTP Subsektor Peternakan (NTPT) turun 0. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0.00 0.46 persen dengan indeks umum konsumsi rumah tangga 139. It Ib EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 65 B. sebaliknya Ib Perikanan naik (0. NTP Subsektor Perikanan (NTN) turun 0.63.09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0.40 0.54 persen).28 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0.60 2. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0.37 persen).02 persen.23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0.00 126. Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.48 persen). NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1. NTP Hortikultura (NTPH) turun 0. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0.16 persen disebabkan naiknya It Tanaman Perkebunan Rakyat (0.00 142. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman Pangan (0.

terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran. 4. Makanan Jadi 0.79 1.13 Grafik 8.85 0.41 0.01 0.29 persen.93 0.40 -0.08 persen.42 persen.09 1.17 0.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras.71 0.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.3 Inflasi Perdesaan.29 0. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga. 0. Sandang 0. serta Transportasi dan Komunikasi 0. dan Olah Raga 0.0.59 0.13 2.40 persen.74 0.60 -0.98 0.63 0.05 -0.50 persen.53 persen.18 0. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0.49 persen.14 Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.56 persen.74 0. Perumahan 0. Februari 2010–Februari 2012 0. Rekreasi.46 persen 0.46 66 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 . Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1.08 0. Pendidikan.37 0. 3. Kesehatan 0.41 0. yaitu Bahan Makanan 0.

78 136.Indeks BPPBM 117.09 b.Indeks BPPBM .64 122.28 .26 .44 -0.37 .07 -0.Unggas 137.94 131.48 146.35 122. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 134.38 0.34 .26 134.50 0.Indeks konsumsi rumahtangga 139.Indeks konsumsi rumah tangga 138.15 .42 143.45 -0. Peternakan a.06 c.67 c. Indeks harga yang diterima petani (It) 143.43 127.Ternak besar 127.Padi 142.18 c.Penangkapan 140. Nilai tukar petani (NTPT) 101.60 143.07 138.73 105.46 .95 142.37 .Indeks BPPBM 130. Nilai tukar petani (NTPR) 106.10 -0.74 139.76 104.Sayur-sayuran 150.78 0.86 0.Buah-buahan 145.31 108.29 3. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 135.38 140.17 -0.61 106.Indeks konsumsi rumah tangga 138.11 -0.05 138.66 133.34 0. Indeks harga yang diterima petani (It) 147.Indeks konsumsi rumah tangga 138.96 -0.89 118.27 137.30 0. Nilai tukar petani (NTPH) 108.36 0.48 2.06 0.Indeks BPPBM 122.47 0.39 b.21 138.01 .02 b.42 143.09 .Tanaman perkebunan rakyat 143.49 131.54 0.46 .90 0.72 0.27 -0.95 0.98 125.14 150.64 0.Indeks konsumsi rumah tangga 138.Indeks BPPBM 122.46 -0.35 125.87 0.62 140. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 130.60 b.42 150.11 0. Hortikultura a.31 -0.49 .78 0.99 139.23 b.20 101.14 -0.48 . Nilai tukar petani (NTN) 105.83 139.63 0.80 138.63 0.62 0. Indeks harga yang diterima petani (It) 134.48 .Palawija 151.42 0.37 .57 143.54 0.1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Subsektor Bulan Desember Januari (1) (2) (3) (4) 1.69 -1.29 .43 . Indeks harga yang diterima petani (It) 145.74 144.51 147.55 105.48 .19 136. Nilai tukar petani (NTP) 105.Indeks BPPBM 124.47 0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 136. Nilai tukar petani (NTPP) 105.64 0.21 4. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 137.55 0.15 0. Indeks harga yang diterima petani (It) 143.31 .35 145.Budidaya 125.10 5.18 c.20 .Hasil ternak 142.Tabel 8.15 c.14 Gabungan/nasional a.81 0. Perikanan a.43 .03 .53 134. Tanaman perkebunan rakyat a. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) 132.34 .Indeks konsumsi rumah tangga 138.16 b. Indeks harga yang diterima petani (It) 138. Tanaman pangan EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Persentase Perubahan a.54 .36 -0.Ternak kecil 146.46 c.

38 0.27 0.32 0.33 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 67 Bulan Bahan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 8.35 0.25 0.45 1.25 0.18 Mei 0.35 0.34 0.90 0.02 0.05 April -1.57 0.07 0.63 Agustus 1.30 0.11 -0.41 Oktober -0.42 0.53 0.126.10 0.43 0.34 0.45 0.15 0.26 0.10 0.15 0.43 0.22 0.37 0.03 0.93 Agustus 1.09 -0.24 0.37 0.51 0.40 Juli 0.18 0.12 0.20 0.41 0. Rekreasi.50 0.64 0.37 0.19 0.44 0.74 Februari 0.29 0.15 0.37 0.40 0.56 0.00 0.27 126.27 0.91 0.15 0.46 Transportasi dan Komunikasi Umum 68 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 Tabel 8.11 0.17 Januari 2011 1.07 0.15 0.65 0.37 Januari 2012 0.53 0.20 0.12 0.47 0.29 Oktober 0.59 0.08 November 1.37 0.11 -0.28 0.06 0.16 0.35 0.85 September 0.14 Maret -0.39 0.57 0.09 0.30 0.29 0.36 0.10 0.43 0.16 1.50 0.06 0.09 Juni 1.25 0.34 0.20 0.31 0.21 0.14 0.63 0.20 0.44 0.25 0.98 Februari -0.24 0.37 0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran Makanan Makanan April 2010–Februari 2012 Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan.79 Desember 1.29 0.42 0.95 0.29 0.22 0.40 0.05 0.03 -0.52 0.08 0.12 0.12 0.97 0.39 0.41 Desember 0.53 0.13 November 0.18 0.28 0.08 0.02 0.59 Mei -0.69 0.25 0.13 0.3 .50 0.05 0.80 0.36 0.38 0.71 Juli 3.36 0.04 0.50 0.08 0.55 0.81 0.04 0.41 0.44 0.16 0.97 0.54 0.52 0.57 0.44 0.23 0. dan OR (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.63 0.46 0.15 0.38 -0.78 0.51 0.24 0.49 0.05 0.38 0.16 0.09 0.26 0.15 0.45 0.55 0.44 0.12 1.21 0.23 0.27 0.93 0.19 0.01 Juni 0.22 0.74 September 0.40 0.27 0.23 0.19 0.38 0.14 0.

17 4.36 0. Transportasi dan komunikasi 120.42 0.30 140.08 0.84 6.20 3. Pendidikan.06 5.83 5.79 4.Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012. Bahan makanan 142.99 123.55 146.72 0. Kesehatan 122.86 114.23 134.49 1. Makanan jadi 131.40 0. dan Olah Raga 7.78 0.01 114.53 112.84 137.29 0.87 2.05 0.36 125.88 127.60 135.62 122.02 5.46 2.97 139.68 0.50 1.89 135.53 1. Sandang 129.83 137.93 3. Rekreasi.31 1.43 0.66 0.07 139. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) KelompokPengeluaran Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laju Inflasi 2012 Tahun Kalender (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134.56 2.33 1) 2) 3) .56 1.63 0.46 1.20 3. Perumahan 133.56 144.

harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.67 persen Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKP 2. rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.550. Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6.00 per kg.67 persen) dan Rp4. .156. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur).42 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya.1 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 /k g R p 3 600 3 800 4 000 4 200 4 400 4 600 4 800 5 000 3 400 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 Pada Februarii 2012.31 per kg.050. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). Pada Februari 2012. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A.610. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). Sementara itu.68 per kg (turun 5. Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6. 3.00 per kg dan Rp2. Grafik 9.232.00 per kg. naik 5.156. Harga Gabah 1.31 per kg (turun 5. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.00 per kg dan Rp2. harga gabah kualitas GKP di petani sebesar Rp4.Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) Yearonyear 3) HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 69 IX.000. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.

03 24.64 25.85 -2.29 3 449.45 18.37 23.17 4.68 18.51 12.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Tahun/ Bulan Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb 19.25 18.67 12.71 -12.45 4.38 12.54 3 048.53 -0.64 5.33 24.56 0.87 3 178.72 -10.65 6.19 24.80 4 667.67 18.63 1.01 17.70 4.87 2 542.28 26.81 3 549.97 2 896.91 3 707.14 3 838.26 11.755.09 2.77 13. Pada Februari 2012.01 10.27 4 085.72 25.12 2.66 24.37 3 581.59 7.80 3 684.16 per kg (turun 2.90 2 619.86 12.32 8.31 -5.42 -4.54 3 997.08 3 887.90 3 480.71 4 156.85 -5.41 24.66 18.10 3 229.28 persen) dan Rp4.92 5.79 12.13 25.24 4 548.49 2.31 1.26 -3.84 -2.48 26.71 2.37 18.02 3 772.50 3 218.99 18.40 25.24 -6.19 2 923.70 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 Tabel 9.15 3.43 0.08 6.29 3.81 3 804.43 12.97 -18.54 12.40 5.94 3 507.667.26 12.32 7.02 26.55 3 565.27 3.67 4 406.85 per kg (turun 2.63 3 296.02 19.69 3 967.77 18.82 0.94 18.79 3 632.19 3.50 4 182. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.10 4 398.70 3 937.74 4 776.15 12.24 4 281.45 2 794.19 12.28 12.85 3 945.23 3 753.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan .83 18.79 -0.43 1.86 3 970.36 3 416.73 4.96 4.

2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.655. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.87 per kg.406.97 per kg.475.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya. Sementara itu.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKG HPP-GKP EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) HARGA PANGAN F E BRUAR I 2012 71 5.607. dan kualitas rendah Rp3.048.19 per kg.72 per kg dan Rp3.549.105. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.52 per kg (turun 6. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2. Selama Februari 2011–Februari 2012.542. Sementara itu.857.26 per kg. Tahun/ Bulan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9. g / k R p 5 000 4 800 4 000 4 200 4 400 4 600 3 800 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 3 400 3 600 Grafik 9.49 per kg. Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air . dan kualitas rendah Rp3.84 per kg dan Rp3.90 per kg. Pada periode yang sama.622.880.32 per kg. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.92 per kg.70 persen) dan Rp3.sebelumnya. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.24 per kg (turun 6.32 per kg. kualitas GKG Rp4.581. kualitas GKG Rp4.93 per kg.804.776. 6.

81 persen).97 17.57 24.87 2 607.50 25.74 4.50 24.80 0.29 3 519.16 18. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.55 3 631.87 3 241.39 3.02 -0.28 -1.69 4 029.81 3 880.79 12.42 12.35 12.33 12.30 8.46 0. Dari keseluruhan observasi.54 4 067.45 2 863.06 25.67 4 475.90 2 691.20 12.80 4 755.40 18.36 3 480.50 4 253.11 26.90 3 552.16 -2.76 13.27 18.93 -3.99 5.12 3.64 2.37 3 655.68 18.68 -5.70 3 999.95 persen).23 3 824.10 4 463.79 3 703.54 3 105.02 3 838.99 6.65 7.89 2.50 12.82 12.24 persen).81 3 622.49 -5.63 3 361.24 4 619.66 26.22 18.05 25.85 10.74 4 857.14 3 930.94 3 593.20 6.45 18.64 18.19 2 981.43 26.27 4 150.17 12.74 19. Perubahan (%) .81 3 299.84 4.61 1.97 2 968.59 12.85 4 007.38 11.32 7. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.87 5.17 -1.58 2.86 4 044.76 3.35 18.92 7.84 -10.75 -5.24 4 354.(%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb Rata-Rata Harga (Rp/kg) 19.51 -12.08 3 972.12 18.52 24.49 3.52 -6.53 2.91 3 771.02 12.20 12.80 3 754.18 0.50 3 279.90 -17.36 23.81 3. kualitas rendah 252 observasi (25.90 3.19 24.15 24. dan kualitas GKG 80 observasi (8.65 18.13 0.47 25.71 4 232.77 5.32 4.

Mamuju (masing-masing 6 persen).33 persen bila dibanding Februari 2011.77 persen dibanding Januari 2012. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1.89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10.80 persen bila dibanding Februari 2011. minyak goreng. 2. Harga cabai merah turun 30. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen).. Harga daging ayam ras turun 1. Komoditas lain seperti daging sapi. Secara nasional. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen). Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram. Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen). gula pasir. susu kental manis. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4.64 persen bila dibanding Februari 2011. BULOG.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6. Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima. 3.520.56 persen.27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45.per kg. Pangkal Pinang.88 persen bila dibanding Februari 2011. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu. Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu. Artinya pemilik beras (pedagang. Rata-rata harga beras bulan Februari 2012 sebesar Rp10.37 persen. Harga cabai rawit turun 6. Harga telur ayam ras naik 1. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 . konsumen. lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. petani.48 persen bila dibanding Februari 2011.77 persen . Harga ikan kembung turun 1. harga beras naik 15.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16. Dibandingkan Februari 2011. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. Sorong.81 persen. Mamuju (masing-masing 10 persen).72 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 B.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61. naik 0.

00 (dalam persen) Ikan Kembung (kg) Minyak Tanah (liter) 74 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 .64 -45.80 3.HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 73 Bulan Beras MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9.18 0.3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok (kg) Daging Ayam Ras (kg) Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) Daging Sapi (kg) Susu Kental Manis (385 gram) Minyak Goreng (liter) Gula Pasir (kg) Tepung Terigu (kg) Cabai Rawit (kg) Cabai Merah (kg) Telur Ayam Ras (kg) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Februari’11 9 118 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 Februari’12 thd Januari’12 0.23 0.37 10.77 -1.31 -30.27 1.34 0.57 0.01 0.74 -0.99 -1.90 -61.55 2.89 0.88 16.63 Februari’12 thd Februari’11 15.48 6.57 -1.05 -6.83 4.33 6.

Pada Februari 2012.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0. 210 215 175 180 185 190 195 200 205 Grafik 10.1).11 persen (Tabel 10.INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI X.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 1 0 F eb r A M a p r M ei n J J u u l t S A g ep O k t v D N o es 1 1 J an F eb r . Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0. Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0.2). 2. 2012 1.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya.30 persen (Tabel 10.

dan besi beton) mayoritas naik harganya.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 10. Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0. cat tembok. jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0.35 persen 3. pipa pvc. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis. Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1. air minum dan komunikasi Bangunan lainnya Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. aspal.3). Indonesia Januari 2012–Februari 2012.A M a p r M ei n J J u Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian u l t S A g ep O Pekerjaan umum untuk jalan. kaca lembaran. gas. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 k t v D N o 1 2 es J a n F eb I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 75 4. (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) . semen.50 persen (Tabel 10.4).04 persen (Tabel 10. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0. asbes gelombang.

69 158.52 0.29 Cat tembok 175.04 Kaca lembaran 182.60 0.87 215. Ekspor nonmigas 151.58 0.00 0. dan komunikasi Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Februari terhadap Januari (%) 197.31 Semen 183. Impor nonmigas 168.27 214.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.20 192. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012.30 212.10 5. jembatan.48 198. Pertambangan dan penggalian 228.42 4. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Kayu lapis 157.64 185.25 76 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 Tabel 10.54 -0.93 0.1. gas.50 0.77 0.21 0.25 0.22 Konstruksi Indonesia 203. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan.65 183.11 3.99 0.24 228. air minum.35 Tabel 10.26 212.59 193.76 175.31 151.18 Umum nonmigas 187.03 204.93 259.69 0.36 Aspal 308.65 2. Pertanian 257.11 187.28 Bangunan lainnya 204.38 179.12 0. Industri 184.48 0.63 184. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.41 0.70 168.48 203.46 0.53 -0.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi.40 .04 308.36 0.13 Pipa PVC 179. dan pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.

64 0.Asbes gelombang 176.48 Tabel 10. kecuali Sektor Pertanian.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar. Kehutanan.51). 3.32 0. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111.32).37 257.43 1. 2011 A.14).40 159. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A.24 0. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106.92.66 228. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106.42 189. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107.70 3.80 Umum tanpa ekspor migas 187.34 0. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188.50 Umum 187.65 4.99 0. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108.53 188.40 2. Ekspor 158. Peternakan. 2.82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.55 0. . Pertanian 254.27).19 0.31 188.77 201. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan.97 0.44 184.93 1.48 178.69 181. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) (4) 1.77 Umum tanpa impor 188. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor.78 190.69 0. Impor 181.55 5.86). ITB TRIWULAN IV-2011 1.53).78 197.1.49 0.2011 77 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-XI. penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105. Pertambangan dan penggalian 226.74 Umum tanpa ekspor 195.86 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Januari terhadap Desember (%) I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V.99 182. Industri 183.10 Besi beton 180. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98.89 0.

PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 1. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108.32 106.34 107. Konstruksi 108. Pertanian.80 7.57 103.24 9.83 107.85 110.72 97.78 8.70 105. dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi. Selain pada triwulan berjalan.22 104.2.35 101.37. 2.37 Grafik 11.58 106.58 104.31 106.15 98.92 108.20 104.00 111. Listrik.86 106.37) 78 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .64 106.41 5.94 105.32 105.16 105.57 4.80 109. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Kondisi bisnis pada Triwulan IV-2011 meningkat (ITB 106.Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi. dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. Peternakan. Peternakan.63 102. Kehutanan.90 105.39 106. Industri Pengolahan 105. Perdagangan. Pengangkutan dan Komunikasi 107.27 2. Sektor Pertanian.23 106.19 107.04 110.75 107. Jasa-Jasa 107.83 111. Hotel. Real Estat.55 Indeks Tendensi Bisnis 106. dan Air Bersih 108.42 108.13 108.2011 Tabel 11.09 109.05 110.1 Indeks Tendensi Bisnis 1) Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan . dan Perikanan 96.83 3. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang.42 6.36 110.93 112. dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa. Keuangan.38 102. Pertambangan dan Penggalian 108. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Gas.45 105.51 101.60 107.14 116.33 98. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV2011.85 106.55 101.51 106. Kehutanan.08 106.94 105.27 108. dan Jasa Perusahaan 110.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor Sektor ITB Triwulan IV-2010 ITB Triwulan I-2011 ITB Triwulan II-2011 ITB Triwulan III-2011 (1) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.92).05 111. A.92) Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108.53 105. dan Restoran 106.

Perkiraan Triwulan I-2012
2)

Keterangan:
1) 2)

120 115 110 105 100 95 90 112,25 IV0 111,72 111,12 104,41 7 I0 8 0 8 II -

ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200, dengan indikasi sebagai berikut: a. Nilai ITB < 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya. b. Nilai ITB = 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya. c. Nilai ITB > 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya.
102,19 0 8 II I-

Perkiraan ITB triwulan I-2012.
IV0 110,43 96,91 8 I0 9 0 9 II 112,86 0 9 II I108,45 IV0 107,29 106,63 103,41 104,23 9 I-

Triwulan
1 0 1 0 II 1 0 II

IIV1 102,16 0 I1 1

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
ITB Triwulan IV-2011 107,86 105,75 1 1 II 1 1 II IPerkiraan ITB Triwulan I-2012 108,37 106,92 1 IIV1 1 2

I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011 79

B. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B.1. ITK TRIWULAN IV-2011 1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108,44, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110,24). Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari, dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan. 2. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi), dimana 13 provinsi diantaranya (39,39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113,07). Sebaliknya, Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah, yaitu sebesar 105,34.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw III-2011 ITK Trw IV-2011 (1) (2) (3) Pendapatan rumah tangga 110,50 108,69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113,48 111,82

Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging, ikan, susu, buah-buahan, dll.) dan bukan makanan (pakaian, perumahan, pendidikan, transportasi, kesehatan, rekreasi) 105,71 103,67 Indeks Tendensi Konsumen 110,24 108,44

Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat (ITK 108,44)
80 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011

120 115 110 105 100 95 90
105, 34

Grafik 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi
108,
eh N T A c B o a l n t r o G o u M u l g k B en u t a l i Kal m b J a l S

46). Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112. artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108.08.2. juga diperkirakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan mendatang. PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 1. Selain pada triwulan berjalan.s e a t r u l el m s S u en g l t S u B. 1. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48.00). a r l b S u T J N T en g a t a r m b S u g S u n m p L a u t u .48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104.44).

m r B b a J a el J a b i m a t 44 i a e s d o n I n a u R i i m Kal t en Pa n t B a a p u en g Kal t i Kep r a t a r B u a Pa p a r Kal b EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 a r t k a g y a Y o .

kendaraan bermotor) .34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV. radio. VCD/DVD player. komputer. AC. t l u S u I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V . oven/microwave.08) 07 11 3.D I k u l u M a el l s S u r t a k a J a D KI l i B a Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITK 108. HP.2011 81 120 115 110 105 100 95 90 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 11. mesin cuci. mebelair.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw I-2012 (1) (2) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 109. tape/compo. kulkas. perhiasan berharga. kompor/tabung gas.

08 Grafik 11.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi eh A c a t a r B u a Pa p o S a l n t r o G o a t r u l g M u n m p L a u t a .46 10 4. u N u l g k B en T T i N m b J a T B Indeks Tendensi Konsumen 108.

l en R n t B a u S i a r b a u l a r m b S u e l Kal s m S t i J a u t u m 108.50 1) 112.08 105. i a e s d o n I n i Kep r a r t k a g y a Y o D I el m s S u k u l u M .

4 Indeks Tendensi Konsumen 1) Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan .a g t en J a en g Kal t a r Kal b u a Pa p b el B a l i B a r b a J a en g l t S u t l u S u r t a k a J a D KI i m Kal t 00 el l s S u 82 I NDE KS TE NDE NS I B I S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .2011 Tabel 11.

95 106.69 108.89 9.20 11.61 10. Sumatera Selatan 102.01 108.10 109.53 107.36 110. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Triwulan I-2012 2) PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 83 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA XII.89 105. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012.27 110.40 104.15 110.31 114.70 103.63 109. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.09 107.14 32.91 110.78 16.48 107.15 112.20 26. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.51 107.Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi No.07 114.10 113.33 105.04 107. dengan indikasi sebagai berikut: a.75 110.00 27. Nilai ITK < 100.26 109.22 104. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan 2) menurun dibanding triwulan sebelumnya.64 18.33 110.40 108.57 113. Gorontalo 103.66 107.42 107.09 107.22 105.44 107.18 107.22 109.60 109. Nilai ITK = 100.24 108.24 112. Kalimantan Barat 101.30 110. Maluku Utara 100.64 111.06 105.15 6.17 108. Banten 101.34 105.00 107.44 105.26 106.46 8.60 5.07 109.39 107.02 109.46 111.98 109.69 106.06 105.47 107.58 107.23 110.77 108.38 109.47 110. JawaTimur 102.84 109.17 106.66 13.46 104. Sulawesi Utara 101.55 105.26 109.44 108.96 107.15 106.23 105.48 109.40 105.96 2.60 106.57 107.56 20. Kalimantan Timur 108.68 108. Jawa Tengah 100. R i a u 100.96 105.47 106.11 110.07 110. Kepulauan Bangka Belitung 103.72 30. Nilai ITK > 100.54 Indonesia 102.12 106.62 111.69 107. DKI Jakarta 105. DI Yogyakarta 102.75 23.79 105.36 110.90 113.55 108.03 108.96 111. Jawa Barat 101.42 109.77 111. Papua Barat 101.02 108.90 110.46 111.48 7.01 108.35 106.35 108.21 33. Sulawesi Tenggara 106.24 104.69 109. Lampung 100.39 112. Bengkulu 97.39 108.86 107.16 107. Sulawesi Selatan 112. .46 15.05 3.96 107.47 105. Maluku 100.33 108.21 104.70 107.92 14.46 109.92 108.70 104.06 21.10 106.84 106. Kalimantan Tengah 106.68 12. Sulawesi Barat 105. Sumatera Utara 102.41 104. Sulawesi Tengah 100. Aceh 101.43 109.63 107.32 109. B a l i 103. Nusa Tenggara Barat 101.75 4. Provinsi Triwulan I-2011 Triwulan II-2011 Triwulan III-2011 Triwulan IV-2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.78 107. Kalimantan Selatan 105.55 109.87 110.53 110.56 29.48 104.58 31.12 106. Papua 98.28 108.96 22.31 108.60 106. Nusa Tenggara Timur 99.07 111.58 107.80 19.31 109. Kepulauan Riau 99. b.58 111.40 25.12 24.72 28. J a m b i 102.40 111.24 106.37 107.44 108.77 105. Sumatera Barat 100.08 Keterangan: 1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200.89 107.59 106.36 17.44 106. c.42 106.

74 84 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 h a .35 kuintal/hektar (0.37 30.09 34. 65.40 66. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.70 persen). Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.13 ribu hektar (0.47 2. turun 1.24 juta ton. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) T on ta J u sebesar 65.73 juta ton (1.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).74 juta ton. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12. 2009–2011 36.2).52 34. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 70 60 50 40 30 20 10 0 Grafik 12.(ASEM) 2011 A. mengalami penurunan sebesar 0.34 Jawa Luar Jawa Indonesia 2009 2010 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM Produksi padi tahun 2011 sebesar 65.40 31.10 persen) dibandingkan tahun 2010. PADI 1.1 Perkembangan Produksi Padi.97 juta ton.88 29.10 persen 64.

99 50.09 .71 50.70 3.62 1 305 022 4.87 -52 134 -0.Januari-Desember 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.32 -0.Mei-Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.77 1.Mei-Agustus 22 463 966 22 152 985 21 083 726 -310 981 -1.63 juta ton pipilan kering.55 -1.60 .45 50.72 1.27 -0. 2009–2011 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 2009 (ha) 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2010 (ha) 509181 1252719 2246741 1830866 958790 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 Tabel 12.10 Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 85 B.10 .78 .43 .Januari-April 49.September-Desember 49.93 .81 persen) dibandingkan tahun .50 -301 080 -9. JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17.15 49. Luas Panen (ha) .22 49.39 2.83 .September-Desember 2 487 244 3 022 050 2 720 970 534 806 21.2 Pola Panen Padi.56 -3. Produktivitas.53 -1.36 -0.61 51.45 .80 0.97 49.88 -0. 2009-2011 2011 (ASEM) Perkembangan Uraian 2009 2010 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.Januari-Desember 49.Januari-April 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0.44 48.85 -78 355 -1.Mei-Agustus 50.96 . Produksi (ton) .56 -0.56 -0.95 3. menurun sebesar 698. Produktivitas (ku/ha) .38 -1 069 259 -4.b u r i 1 000 1 250 1 500 1 750 2 000 2 250 2 500 2 750 0 250 500 750 Grafik 12.13 327 301 5.Januari-Desember 12 883 576 13 253 450 13 201 316 369 874 2.1 Perkembangan Luas Panen.Januari-April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2.60 ribu ton (3.35 -0.September-Desember 12 429 363 14 992 617 14 028 406 2 563 254 20. dan Produksi Padi Menurut Subround.16 0.62 -964 211 -6.67 0.22 -728 448 -1.

Penurunan produksi tersebut terjadi di Jawa sebesar 478.90 ribu hektar (6. dan Produksi Palawija. sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.2 Perkembangan Luas Panen.Produktivitas ku/ha 42.97 persen 86 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 Tabel 12.91 .97 persen) dibandingkan tahun 2010.63 juta ton. Produktivitas.70 1.35 ribu ton.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.65 1.54 .02 persen). Penurunan produksi kedelai tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64.37 44. C. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.84 ribu ton. turun 6. Jagung . menurun sebanyak 63.04 persen) dan sebesar 0.29 kuintal/hektar (2.56 ribu ton.99 4.2010.91 persen).29 2.81 persen Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843.54 ribu ton. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270. turun 3.70 -270 243 -6. 2009-2011 Uraian Satuan 2009 2010 2011 (ASEM) Perkembangan 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1.Luas Panen Ha 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0.24 ribu hektar (6.54 persen).36 45.84 ribu ton biji kering. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17.19 ribu ton (6.14 kuintal/hektar (1. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.

38 6.14 -1. Kacang Hijau .56 0.96 -698 603 -3.99 .48 0.07 0.11 .17 203.59 .30 11.02 14.Produksi (umbi basah) Ton 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.78 .57 0. TRIWULAN IV 2011 A.91 11.46 202.24 49 392 16.03 .85 -0. Kacang Tanah .Luas Panen Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8. Ubi Kayu .42 .Produktivitas ku/ha 187.25 1.49 12.85 0.92 113.33 -81 333 -13.02 .81 2. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik sebesar 6.88 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 87 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR XIII.57 -39 895 -6.17 -88 279 -11.27 123. .39 3.04 .82 .Produktivitas ku/ha 111.63 -410 -0.73 13.25 1.59 0. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) 1. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5.Produksi (biji kering) Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.Produksi (biji kering) Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.18 1.26 1.Produksi (biji kering) Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.97 3.Luas Panen Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.52 -3 216 -1.35 1.48 13.Produksi (umbi basah) Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8. Ubi Jalar .Produktivitas ku/ha 13.Luas Panen Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1.Produktivitas ku/ha 12. Kedelai .Luas Panen Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.33 4.21 9.99 8.33 141 196 6.53 91 506 0.10 .92 -63 193 -6.93 5.81 0..71 7.43 38 969 15.56 12.Produktivitas ku/ha 10.53 persen dari triwulan IV2009.Produksi (pipilan kering) Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.02 persen (y-on-y) dari triwulan IV-2010.Luas Panen Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.85 0.

46 Pertumbuhan produksi Industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik 6.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) Per sen 8.51 4.00 1. 4. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 Tahun q-to-q y-on-y . 1.00 4.00 2. Tabel 13. 3.02 persen dari triwulan IV-2010 5. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6. dan triwulan IV-2008 naik 1. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 13. 6.83 persen (y-on-y) dari Desember 2010.00 5.51 persen dari triwulan IV-2007.00 7. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1.00 6.00 3. Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3.46 persen dari triwulan IV-2008.23 persen (y-on-y) dari November 2010.00 2.43 persen (m-to-m) dari Oktober 2011.triwulan IV-2009 naik 4.53 2008 2009 2010 2011 Tahun 6.02 88 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 5.00 0.16 persen (m-to-m) dari November 2011.09 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.

10 5.89 Mei 4.42 2.45 2011 -1.57 Oktober 4.10 2.07 5.01 November 4.01 2009 -1.74 0.22 -5.06 -0.66 1.64 0.68 6.77 4.51 3.11 September 0.13 2.48 -3.60 1.23 Juni 5.23 -0.00 Maret 3.53 0.34 1.03 2.02 7.53 1.19 0.34 2010 -1.20 2.50 2.10 -6.00 5.53 4.80 4.61 2.96 0.30 1.26 4.73 0.Total Triw I Triw II Triw III Triw IV Triw I Triw II Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2008 -0.87 5.15 1.96 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 89 .02 5.66 Agustus 4.68 4.66 -0.02 1.17 1.02 3.69 6.06 5.46 April 3.38 2.85 3.44 2.65 2.85 5.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 Bulan y-on-y m-to-m 2010 2011 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) Januari 5.81 10.67 5.57 -1.69 1.09 5.26 5.31 -3.43 Desember 7.83 1.25 Februari 4.49 5.50 7.16 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -0.92 3.83 2.98 7.72 Juli 5.30 3.27 -1.95 3.34 1.09 4.56 Tabel 13.46 1.

dan peralatan komunikasi.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13.74 -3.09 8.80 -1.67 4.04 -0.80 0.51 -0.90 -1.46 -1.95 -1. dan barang-barang anyaman 5.45 -0.92 -3.87 7.63 0.01 5.11 -11.74 22 Penerbitan.80 6. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1.64 1.37 0.32 4.12 -3.82 8.48 -5.00 32 Radio.95 7.77 -3. dan Reproduksi Media Rekaman 3.85 28 Barang-barang dari logam.72 17 Tekstil 0.92 3.63 -1.36 0.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.17 24 Kimia dan barang-barang dari bahan kimia 25 Karet dan barang dari karet dan barang dari plastik -3.78 2.71 0.39 1.89 5.16 -4.96 -1.87 -6. Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar 2. triwulan II2011 naik 1.60 -11.40 26 Barang galian bukan logam -0.69 1.13 2.18 7.04 1.99 3.92 29 Mesin dan perlengkapannya 1.50 27 Logam dasar 1.33 0.73 -0.95 14.60 0.77 -1.95 3.84 13.50 2.20 0.22 -0.43 -9.25 7.24 -2.70 0.52 -0.81 1.45 3.32 10. kecuali mesin dan peralatannya 4.72 -12. Percetakan.04 11.44 0.61 2.79 6.24 1.48 .00 -8.93 6.70 2.11 -5.26 0. selain kendaraan bermotor roda empat atau Lebih 6.84 7.32 4.18 7.47 34 Kendaraan bermotor -2.87 -4.67 5.03 2.12 25.90 -5.56 Industri Manufaktur 2.60 35 Alat angkutan.07 -2.68 -0.58 0.55 -6.90 2.62 1. serta perlengkapannya 6.41 -10.78 2. barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur).15 2.75 0.34 5.09 5.92 0.14 19 Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki -1.79 0.44 -11.20 0.20 -3.96 20 Kayu.57 -1.09 90 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 B.69 -1.34 10.3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 KBLI Jenis Industri Manufaktur Triwulan/Tahun III/10 IV/10 I/11 II/11 III/11 IV/11 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 15 Makanan dan minuman 4. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.34 16 Pengolahan tembakau -2.24 31 Mesin listrik lainnya dan perlengkapannya -2.93 0.21 persen dari triwulan II-2011.32 36 Furnitur dan pengolahan lainnya 0.51 2.32 21 Kertas dan barang dari kertas 0.18 -3. televisi.54 18 Pakaian jadi 0.

00 1. dan Industri Karet. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi.00 1. dan triwulan I-2011 naik 1.48 2010=100 2.00 7. Barang dari Karet dan Plastik naik 8.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 .26 1.15 persen. Industri pakaian Jadi turun 4.71 persen dari tahun 2010. Industri Furnitur naik 9. Barang dari Karet dan Plastik naik 12.22 persen. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4.00 4. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7.21 persen. dan Industri tekstil turun 1.00 6. Industri logam Dasar naik 12.21 Pertumbuhan produksi IMK triwulan IV-2011 naik 4.21 persen dari tahun 2010.persen dari triwulan I-2011. Grafik 13.00 5.00 0. dan Industri Karet.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 Per sen 8.54 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 91 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 4.54 persen dari triwulan III-2011 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2.04 persen dari triwulan III-2011. 4.00 2. dan Obat Tradisional naik sebesar 10.26 persen dari triwulan IV-2010.02 persen. 3. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14.22 persen.50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.31 persen.00 3. Obat.

15 -4.44 9.54 4.18 -2.10 26 Komputer.05 9. Sementara itu.69 1.12 9. dan optik -0.5 ribu orang menjadi .24 -1.41 6.22 23 Barang galian bukan logam 2.93 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011 sebesar 548.08 1.KBLI Jenis Industri Pertumbuhan Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 10 Makanan dan minuman 0.92 -1.35 30 Alat angkut lainnya -0.84 -2.77 -0.88 0.50 6. A.88 0.48 2.76 14.35 -1.18 1.55 12 Pengolahan tembakau -0.24 1.22 -2.51 6.32 1. produk obat kimia.96 0.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1.99 1.76 4.23 2.28 -2. dan barang anyaman dari rotan.15 3.26 1.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6.31 8. bambu dan sejenisnya 3.31 3. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1.86 24 Logam dasar 3. barang dari karet dan plastik 5.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.21 4.68 -4.30 7.67 12.12 4. jumlah wisman Januari 2012 turun 9. jika dibanding jumlah wisman Desember 2011.14 4.83 -0.99 1.25 5.53 -19.02 5.72 29 Kendaraan bermotor.82 4.65 6. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).39 11 Minuman -5.53 1.52 8.50 2.92 persen.55 21 Farmasi. selama Januari 2012.7 ribu orang atau naik 18.31 1.54 3.61 15 Kulit.82 -10.10 3.19 3.71 92 PARI WI S ATA J ANUARI 2012 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.08 2.88 17 Kertas dan barang dari kertas -8.21 22 Karet.74 -7.03 0.53 IMK 1.82 4.21 32 Pengolahan lainnya 2.88 5.36 3.06 5.61 3. barang dari kulit dan alas kaki 4.99 1.27 0.28 7. dan semi trailer -5.19 5.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.22 5.99 5.96 10.86 13 Tekstil -1.74 -0. dan obat tradisional 13.12 -3. barang elektronik.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1.13 3.05 6.46 12.36 0.01 9.39 -4.00 -1.70 10.44 -4.8 ribu orang.50 -5. Secara kumulatif.24 1.42 4.22 8.53 -2.82 1.27 2. jumlah an g O r wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.37 27 Peralatan listrik -12.50 16 Kayu.58 0.62 11.07 2.94 14 Pakaian jadi 0.15 8.78 5.60 6.92 -0.78 6.04 -1. yaitu dari 724. trailer.91 31 Furnitur 5.

652,7 ribu orang. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20,05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011, dan turun sebesar 8,29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.
300.000 250.000 200.000 150.000 100.000 50.000 '1 1 J an

Grafik 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk
b M F e

Januari 2011–Januari 2012
pr Mei ar A J un J g t ul A

Bulan
p O S e

Jumlah wisman Januari 2012 mencapai 652,7 ribu orang atau naik 18,93 persen
k t Soekarno-Hatta Ngurah Rai Batam Lainnya Nov D

2. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, selama Januari 2012 mencapai 249,7 ribu orang atau naik 19,87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011. Begitu pula, jika dibanding Desember 2011, jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012, naik 0,56 persen yaitu dari 248,3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249,7 ribu orang pada Januari 2012.
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 e s '1 2 J an PARI WI S ATA J ANUARI 2012 93

3. Dari 652,7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012, diantaranya berkebangsaan Singapura (14,73 persen), Cina (14,06 persen), Malaysia (12,46 persen), Australia (11,35 persen), Jepang (4,75 persen), Korea Selatan (4,72 persen), dan Taiwan (3,14 persen). B. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap 1. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51,27 persen atau naik 0,80 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, jika dibanding dengan Desember 2011, TPK Januari 2012 turun sebesar 4,30 poin.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Grafik 14.2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia se n Pe r
70 60 50 40 30 1 F ' 1 Ja n a r eb M

Januari 2011–Januari 2012
r A p M ei Ju n Ju l

Bulan
t S A g

TPK Januari 2012 mencapai 51,27 persen atau naik

0,80 poin
kt N ep O Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5

2. TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62,01 persen, turun 2,65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Jika dibanding Desember 2011, TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0,42 poin.

o v D es 1 2 Jan ' 94 PARI WI S ATA J ANUARI 2012

3. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2,03 hari, yang berarti terjadi penurunan sebesar 0,10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,10 hari, dibanding Desember 2011.
Bulan/ Tahun

Tabel 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman, Tingkat Penghunian Kamar, dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012
Wisman Nasional Wisman Bali TPK 20 Prov. Jumlah Perubahan (%) Jumlah Perubahan (%) (%) TPK Bali (%) Rate Perubahan Rate PeruEDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Lama Menginap Tamu (Hari) bahan Ratarata

27 1.11 Juni 674 402 12.47 7.57 1. Grafik 15.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Jan–Des 2011 7 649 731 .95 0.87 62.48 1.91 244 421 -3.12 65.87 2.90 60.36 245 248 17.52.36 71.7 ribu orang atau turun 4.36 50.16 220 341 -9.42 2.44 1.63 0.67 252 855 0.43 2.75 5.92 249 728 0.10 0.96 -0.16 0. A.93 2.09 November 654 948 -0.27 -4.95 52.71 55.01 -0.82 .04 -0.31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.57 2.01 0.59 1.68 252 698 3.68 224 423 10.07 April 608 093 1.05 2. an .18 64.30 62.13 0.85 2.06 September 650 071 4.56 51.04 Mei 600 191 -1.03 62.97 -1.69 -9.03 0.62 2.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15.93 -0.23 -2.10 Perubahan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 95 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 XV.03 0.70 65.28 202 539 0.07 Oktober 656 006 0.02 Januari 548 821 -14.34 54. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930.07 -0.63 248 336 12.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011.00 Jan 2012 652 692 -9.88 70.03 0. Jumlah penumpang angkutan udara dalam MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 negeri (domestik) selama Januari 2012 mencapai 4.50 201 457 -3.15 64.4 juta orang atau turun 2.05 -12.47 -3.61 63.60 61.37 2.90 -1.2.15 -5.01 3.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 2.93 0.90 46. Angkutan Udara 1.98 0.06 51.64.44 56.30 208 832 -6.09 Maret 598 068 5.87 3.13 1.62 .66 3.85 58.32 62.08 Desember 724 539 10.01 2.81 208 337 -6.74 1.85 52.80 52.01 Agustus 621 084 -16.13 0.97 -0.54 51.30 51.11 0.02 Juli 745 451 10.57 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2011.54 279 219 13.32 2.34 0.2 788 706 .10 0.15 Februari 568 057 3.

g ta o r ju 20 18 10 12 14 16 0 2 4 6 8 '1 1 J an b M F e ar A pr Mei J un i i A J ul g u Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. Angkutan Laut Dalam Negeri . naik 5.57 persen p O S e k t e s Nov D penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional '1 2 J an 96 TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 B.4 juta orang.

1. jumlah penumpang kereta api mencapai 16. Jumlah barang yang diangkut kereta api selama Januari 2012 mencapai 1. Angkutan Kereta Api 1.40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20. Selama bulan Januari 2012. turun 4.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4.18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38.76 persen Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18. C.6 ribu orang atau turun 8.76 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.9 juta ton atau turun 16. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam negeri selama Januari 2012 mencapai 8.9 juta ton atau turun 3. 2. turun 20.1 juta orang atau turun 4.6 ribu orang.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.1 juta orang.67 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Bulan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 97 . 2.

2 -8.4 5.8 881.10 828.6 -11.9 1.3 -4.48 529.88 16 811 3.35 867.9 -1.3 .199 337 .33 14 846 -18.75 1 587 3.65 Agustus 3 680.97 557.7 3.3 .28 13 086.4 -13.5 -7.25 598.96 September 4 546.05 644.5 -6.8 -3.1 -0.97 14 489.19 Maret 4 155.6 .78 1 036.33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).9 -8.3 -16.6 17.7 9.1 13.90 16 891 -4.93 Februari 3 812.96 11 199.7 -4.3 15.28 10 442.22 1 886 -3.5 13.6 10.6 -8.33 10 594.83 15 205.00 896.44 Mei 4 221.5 -2.02 1 672 25.5 -16.8 1.80 1 006.26 2012 4 387.7 554.26 773.0 7.41 14 038.4 -4.8 -0.5 1. dan data penumpang angkutan .9 15.68 17 265 -1.98 1 728 3.71 1 836 -2.68 14 890 -11.16 1 648 -1.16 Oktober 4 348.58 1 757 6.5 -8.25 16 461 -2.8 -7.7 .2 -11.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 15.37 858.12 16 441 -3.0 -9.43 November 4 429.60 624.61 Juni 4 676.02 1 744 7.39 590.51 887.31 930.65 18 132 5.88 806.90 974.38 16 921 13.0 .34 16 978 14.72 15 223.45 13 595.1 -2.6 16.87 854.80 Juli 4 901.6 -2.152 432.16 643.16 102 .5 4.85 1 330 -16.96 786.1 886 Januari 4 387.72 1 891 9.1 .1 -23.67 17 522 6.19 613.71 April 4 098.14 16 179 -1.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Angkutan Laut Angkutan Kereta Api Domestik Internasional Penumpang Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) org) Peru(000 bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) org) Peru(000 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 2011 51 517.03 12 398.20 439 Januari 4 155.8 -3.0 -16.4 10.38 974.12 1 675 -3.15 539.930.87 770.4 9.9 -5.7 -1.0 .52 12 055.6 22.52 10 399.59 656.8 -24.40 8 881.91 1 951 6.91 Desember 4 490.7 -11.47 1 620 -7.18 16 102 -4.510.0 23.46 510.1 11.7 1.01 890.3 4.3 .

kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi. 3.23 Grafik 16. se n Pe r 20.13 juta orang (Tabel 16. sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah . sementara di daerah pedesaan berkurang 0.36 persen) 15. Selama periode Maret 2011– September 2011. Pada bulan Maret 2011. bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) 98 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI.09 15.00 5. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah. A.20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan.36 persen).89 juta orang (12.72 Jumlah penduduk miskin pada bulan September 2011 sebanyak 29.1).00 15. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2011 yang berjumlah 30.59 12.49 persen).00 10. 63.02 juta orang (12.89 juta orang (12. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29. Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan. berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0.00 0.04 juta orang. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0.1 Persentase Penduduk Miskin 9.09 juta orang.00 9.49 kota desa kota+desa Maret 2011 September 2011 2.

Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6.06 pada Agustus 2011.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011.79 persen dari 103. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 12.23 September 2011 184 919 78 675 263 594 10.perdesaan 63. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34.1 Garis Kemiskinan.09 Perdesaan Maret 2011 165 211 48184 213 395 18.4 persen terhadap Triwulan I 2011.36 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah.51 persen.05 9.Selain itu. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.21 persen.19 menjadi 34. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Jumlah penduduk miskin (juta) Makanan Bukan Makanan Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perkotaan Maret 2011 177 342 75 674 253 016 11.59.35 persen.36 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 99 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 16. Persentase penduduk miskin 100 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 . Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.95 9.02 12.94 15.17 pada September 2011.72 September 2011 172 723 50 458 223 181 18.89 12.35 persen. 1. II. 61. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18. Selama periode Maret 2011–September 2011. dan 30. Sementara itu.97 15.48 persen.72 persen.32 pada Maret 2011 menjadi 105. 2. dan 2.46 pada Februari 2011 menjadi 21. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0.64 persen terhadap ITK Triwulan I. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1.28 persen.6 persen pada periode yang sama.59 Kota+Desa Maret 2011 171 834 61 906 233 740 30. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng.49 September 2011 179 204 64 525 243 729 29. gula pasir.25 persen. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7.26 persen. cabai rawit. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0. yaitu sebesar 2.

B. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Selama bulan Maret 2011–September 2011, Garis Kemiskinan naik sebesar 4,27 persen, yaitu dari Rp233.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243.729 per kapita per bulan pada September 2011. Garis Kemiskinan (GK), terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Peranan GKM terhadap GK sangat dominan, yaitu mencapai 73,52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73,53 persen pada bulan September 2011. 2. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras. Pada bulan September 2011, kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26,60 persen di daerah perkotaan dan 33,71 persen di daerah perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8,31 persen di perkotaan dan 7,11 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3,35 persen di perkotaan dan 2,66 di perdesaan), gula pasir (2,78 persen di perkotaan dan 3,74 persen di perdesaan), mie instan (2,58 persen di perkotaan dan 2,28 persen di perdesaan), daging ayam ras (2,30 persen di perkotaan dan 1,27 persen diperdesaan), tempe (2,25 persen di perkotaan dan 1,84 persen di perdesaan), tahu (1,97 persen di perkotaan dan 1,50 persen di perdesaan). 3. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan, listrik, angkutan, dan biaya pendidikan. Kontribusi biaya perumahan (7,36 persen di perkotaan dan 5,72 persen di perdesaan), biaya listrik (2,75 persen di perkotaan dan 1,58 persen di perdesaan), biaya pendidikan (2,49 persen di perkotaan dan 1,21 persen di perdesaan), dan biaya angkutan (2,10 persen di perkotaan dan 0,89 persen di perdesaan). C. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. 2. Pada periode Maret 2011–September 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2,08 pada bulan Maret 2011 menjadi
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 101

2,05 pada bulan September 2011. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,55 menjadi 0,53 pada periode yang sama (Tabel 16.2). Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 16.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah, Maret 2011–September 2011
Tahun Kota Desa Kota+Desa

(1) (2) (3) (4) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P
1

) Maret 2011 1,52 2,63 2,08 September 2011 1,48 2,61 2,05 Indeks Keparahan Kemiskinan (P
2

) Maret 2011 0,39 0,70 0,55 September 2011 0,39 0,68 0,53 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011

3. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan. Pada bulan September 2011, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1,48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2,61. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0,39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0,68.

102 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011

Tabel 16.3 Garis Kemiskinan, Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin September 2011
Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Perkotaan Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Pedesaan Total Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 346 385 169,30 13,03 308 265 730,89 22,01 900,19 19,48 Sumatera Utara 288 023 652,09 10,10 239 208 769,35 11,53 1 421,44 10,83 Sumatera Barat 308 068 145,01 7,61 255 719 296,79 9,85 441,80 8,99

Riau 321 390 136,10 6,01 280 271 336,35 9,56 472,45 8,17 Jambi 316 123 97,26 9,95 233 566 154,53 6,99 251,79 7,90 Sumatera Selatan 288 432 407,42 14,94 224 497 654,45 13,39 1 061,87 13,95 Bengkulu 297 506 88,19 16,30 253 434 215,16 17,83 303,35 17,36 Lampung 282 456 224,23 11,32 232 723 1 053,70 18,39 1 277,93 16,58 Bangka Belitung 351 414 20,96 3,35 348 736 44,59 6,91 65,55 5,16 Kepulauan Riau 363 572 104,78 7,09 306 981 17,72 5,46 122,50 6,79 DKI Jakarta 368 415 355,20 3,64 0 0,00 0,00 355,20 3,64 Jawa Barat 234 622 2 628,35 9,09 209 777 2 022,45 13,39 4 650,81 10,57 Jawa Tengah 231 046 2 175,82 14,67 205 981 3 080,17 17,50 5 255,99 16,21 DI Yogyakarta 273 678 298,92 12,88 226 770 265,31 22,57 564,23 16,14 Jawa Timur 242 403 1 734,31 9,66 214 166 3 493,00 17,66 5 227,31 13,85 Banten 247 575 335,12 4,54 214 179 355,75 9,74 690,87 6,26 Bali 255 996 100,86 4,20 217 205 82,27 5,17 183,13 4,59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445,23 23,42 210 046 450,96 16,99 896,19 19,67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99,23 10,47 186 504 887,27 22,93 986,50 20,48 Kalimantan Barat 239 411 89,89 6,70 211 069 286,24 9,25 376,12 8,48 Kalimantan Tengah 259 917 28,29 3,74 254 399 121,73 8,10 150,02 6,64 Kalimantan selatan 268 791 59,96 3,83 235 442 138,66 6,45 198,61 5,35 Kalimantan Timur 359 290 87,90 3,80 297 986 159,23 11,26 247,13 6,63 Sulawesi Utara 227 069 78,14 7,51 216 496 116,58 9,25 194,72 8,46 Sulawesi Tengah 271 260 65,90 10,05 239 973 366,17 17,96 432,07 16,04 Sulawesi Selatan 206 620 133,58 4,48 173 649 701,93 13,63 835,51 10,27 Sulawesi Tenggara 208 575 28,33 4,51 195 620 305,95 18,43 334,28 14,61 Gorontalo 202 305 14,76 4,06 192 274 177,64 25,21 192,40 18,02 Sulawesi Barat 203 048 33,44 12,21 189 980 129,74 14,06 163,18 13,64 Maluku 288 414 56,49 9,59 257 076 299,92 30,03 356,40 22,45 Maluku Utara 264 367 8,55 2,95 226 299 98,53 12,61 107,08 10,00 Papua Barat 356 222 13,62 5,71 325 128 213,49 38,30 227,12 28,53 Papua 320 321 37,35 4,75 266 271 909,05 40,53 946,39 31,24 INDONESIA 263 594 10 954,58 9,09 223 181 18 935,56 15,59 29 890,14 12,36

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin

S UPL E ME N: ME TODOL OGI 103

SUPLEMEN: METODOLOGI XVII.
1. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). Sebaliknya, perubahan negatif IHK disebut deflasi. IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres, yaitu :
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22
n k

P IHK

ni

QP P
1 )1( i oiin k )1( in

penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. inflasi administered prices. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. dan selalu ada barang/jasanya. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. dapat dicari harganya. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH. dan inflasi volatile goods.i oioi Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : I 1 QP IHK IHKIHK nn n )1( n )1( 100 100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. nilai . 104 S UPL E ME N: ME TODOL OGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. Sejak Juni 2008. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh. SBH terakhir diadakan tahun 2007. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. seperti ekspektasi inflasi.

atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan. data Migas dari KPPBC. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. praktek dokter. menghitung semua komponen pengeluaran PDB. Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. dan sebagainya). upah buruh. pasar modern. daging ayam ras. bengkel. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. yang sifatnya cenderung permanen. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan . minyak goreng. Berdasarkan tahun dasar 2007. setiap 2 minggu. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. 2. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. menghitung semua komponen nilai tambah. dan sebagainya. Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. susu. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. restoran siap saji. dan bersifat umum. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. setiap minggu. dan sebagainya. cabai. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. mobil. dan (3) pendekatan pengeluaran. mie. rokok. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. 3. sepeda motor. Secara teoritis. dan sebagainya. (2) pendekatan pendapatan. rumah tangga yang mempunyai pembantu.tukar. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai). persistent. tarif listrik. Pertamina dan BP Migas. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat).

Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah. Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. pengungsi dan masyarakat terpencil). Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 5. baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya. paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. mereka yang tidak mencari . Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih.berikutnya).go. atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran.bps. tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela). Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. dengan pendekatan rumah tangga. mereka yang mempersiapkan usaha. Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). Pengumpulan data berbasis sampel. penghuni perahu/rumah apung. Pengangguran Terbuka (Unemployment).id. awak kapal berbendera Indonesia. Survei Penduduk Antar Sensus.

Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. harga di penggilingan ditentukan dari . NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. 7. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan.pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. dan Perikanan. Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). Hortikultura. Tanaman Perkebunan Rakyat. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 107 6. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. Semakin tinggi NTP. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 108 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 8. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel). Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). Peternakan. Karena unit penggilingan bukan merupakan responden. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa.

yaitu: pertanian. IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No. 11. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. tetapi saat panen raya (Maret s.hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat. 10. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. Jumlah sampel STB sebanyak 2.105/PMK.500 rumah tangga. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005. Data realisasi produktivitas diperoleh dari . pertambangan dan penggalian. dengan responden pimpinan perusahaan. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang. merupakan angka realisasi. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional.400 perusahaan besar dan sedang. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. 9. industri. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). impor dan ekspor. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel.d. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar). Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. dan diprediksi menurut tingkatan waktunya. Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya.8 Tahun 2003. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini.

hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). termasuk di dalamnya Crew WNA. Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“.576 perusahaan. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan. Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3). terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan. Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. Data yang . Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 110 S UPL E ME N: ME TODOL OGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. 12. 13. Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). baik laut maupun udara. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April. dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang.

Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara. yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 111 14. jumlah kamar terpakai. Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya. IV. iii. PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. ii. Sebagai informasi tambahan. Dengan pendekatan ini. Dengan pendekatan ini. dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. BPS menggunakan konsep kemampuan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011.d. Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). dapat dihitung Head Count Index (HCI). yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. Kemiskinan i. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. . didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun.dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. 15. Untuk mengukur kemiskinan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful