Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi yaitu

Kondisi Ekonomi Indonesia 2012 Diproyeksi Solid, dan Tumbuh Hingga 6,7 Persen
[Unpad.ac.id, 16/02/2012]Kondisi perekonomian global pada tahun 2011 menunjukkan kondisi yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut dapat berakibat negatif pada kondisi perbankan di berbagai negara, selain juga memiliki dampak terhadap meningkatnya resiko kondisi perekonomian di masa yang akan datang. Walaupun demikian, kondisi buruk tidak terjadi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2011 mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu mencapai 6,5 persen. Hal ini juga seiring dengan kondisi perbankan di Indonesia yang cukup baik. “Berbagai kondisi kondusif tersebut tidak terlepas dari kebijakan Bank Indonesia dan koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah,” ujar Kepala Biro Pengaturan Bank- Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia, Irwan Lubis, saat menjadi Keynote Speaker dalam One Day Seminar “Global Crisis and Resistance of Indonesian Banking”. Acara ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (16/02). Sementara Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman mengatakan bahwa ketidakpastian global yang terjadi saat ini lebih kompleks dibandingkan dengan krisis global yang terjadi pada tahun 2008. Hingga saat ini, kondisi perekonomian masih tidak menentu dan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu mendatang. Krisis perekonomian yang mulanya terjadi di Yunani ini sudah kian menyebar ke beberapa negara di Eropa, seperti Spanyol, Italia, Portugal, dan Perancis, yang terlihat dari meningkatnya biaya pinjaman dari negara-negara tersebut. Namun demikian, senada dengan Irwan, Abdul Rachman juga mengatakan bahwa di tengah ancaman krisis global, perekonomian Indonesia memiliki kondisi yang baik. Kondisi Perekonomian Indonesia pada tahun 2012 bahkan diproyeksikan solid, dan memiliki peningkatan hingga 6,7 persen. Menurutnya, hal ini besar dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi domestik. “Ekonomi domestik tumbuh karena porsi ekonomi kita yang bergantung pada ekspor relatif kecil,” ungkapnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 juga didorong karena diakuinya perekonomian Indonesia oleh negara-negara berkembang. Beberapa negara berkembang menganggap bahwa Indonesia sudah dapat mengelola ekonominya dengan baik. Optimisme prospek perekonomian tahun 2012 juga didorong adanya peningkatan rating Indonesia yang masuk ke level investment grade. Dengan demikian, beberapa negara berkembang sudah menunjukkan rasa percaya yang tinggi untuk menginvestasikan dananya di Indonesia.

“Hal ini akan berdampak positif. Misalnya perusahaan multinasional akan melakukan investasi jangka panjang. Selain supply uang akan meningkat, job opportunity juga akan meningkat,” tutur Abdul Rachman. Seiring dengan hal tersebut, kondisi perbankan nasional juga sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari sisi aset, penyaluran kredit, rasio permodalan, dan kualitas kredit perbankan di Indonesia. Kedepannya, kinerja perbankan nasional akan tetap solid karena didukung oleh beberapa hal, yakni kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat dan kualitas fundamental sektor perbankan nasional yang berada dalam kondisi yang baik.

Tantangan Global Masih teringat jelas, sepanjang tahun 2011, isu krisis utang dan defisit anggaran akut di Yunani membuat goncangan-goncangan ekonomi terutama di pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE), dan khususnya 15 negara pengguna mata uang euro, ternyata tidak berhasil mengembalikan keyakinan investor, bahkan pesimisme menguat bahwa krisis UE akan memakan waktu yangg lama. UE menghadapi problem fiskal yang berat dengan defisit anggaran rata-rata tercatat 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan rasio utang terhadap PDB sebesar 80 persen. Tidak hanya UE dijerat oleh krisis fiskal, problem anggaran di Amerika Serikat (AS) juga sangat akut. Dengan defisit anggaran sebesar 1,3 triliun dollar AS atau sekitar 8,6 persen dari perkiraan PDB 2011 dan besarnya utang pemerintah yang mencapai 15,6 triliun dollar AS atau sekitar 90 persen dari PDB. Krisis fiskal membuat AS kehilangan peringkat tertingginya AAA selama 70 tahun menjadi AA+ pada 3 Agustus 2011 lalu. Dalam perkembangan belakangan ini ekonomi AS mulai menunjukkan perbaikan terutama dengan semakin membaiknya keyakinan konsumen dan turunnya tingkat penggangguran menjadi 8,5 persen pada Desember 2011. Harapan juga muncul dari UE seiring dengan semangat untuk melakukan konsolidasi fiskal disertai injeksi likuiditas dalam bentuk pinjaman dari Bank Sentral Eropa (ECB) kepada perbankan di UE dengan bunga hanya 1 persen dan tenor 3 tahun. ECB dikabarkan masih akan menambah jumlah pinjaman tersebut hingga mencapai 1 triliun euro. Tambahan likuiditas dalam jumlah yang cukup masif ini juga memberi peluang mengalirnya dana UE tersebut ke emerging market Asia, termasuk ke Indonesia. Apalagi disaat yang sama, kondisi ekonomi Indonesia mempunyai kekuatan pasar domestik yang disertai dengan peningkatan daya beli masyarakat. Tantangan domestik Struktur demografi Indonesia menjadi daya dukung pasar domestik terrsebut. Jumlah penduduk dengan kategori kelas menengah - menurut Bank Dunia adalah penduduk dengan pengeluaran antara 2 dan 20 dollar AS per hari - meningkat sebanyak 50 juta antara tahun 2003-2010.

Selain dukungan demografi, kinerja makro Indonesia tercatat solid menguat. Ketika pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan hingga negatif (resesi), bersama Cina dan India - ekonomi Indonesia tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi semakin solid di tahun 2010 yang mencapai 5,9 persen yoy, dan 6,5 persen yoy pada tahun 2011. Disaat yang sama, angka inflasi turun, cadangan devisa terus bertambah menembus diatas 100 miliar dollar AS. Selain itu, ekonomi Indonesia juga didukung oleh sistem keuangan yang relatif stabil. Indeks stabilitas keuangan tercatat semakin rendah. Hasil perhitungan BI mencatat indeks stabilisasi sebesar 1,68 pada Oktober 2011, turun dari 2,43 pada krisis 2008. Di pasar keuangan, Indonesia berpotensi menjadi primadona investasi tahun 2012, terlebih lagi Fitch pada 15 Desember 2011 lalu menetapkan Indonesia masuk dalam kategori peringkat investasi. Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2012 justru berasal dari sektor riil didalam negeri. Pasar domestik yang kuat bisa menjadi relokasi pasar domestik sementara waktu. Tentunya pasar domestik Indonesia juga menjadi incaran pasar impor terutama dari negara-negara Asia akibat mitra dagang mereka di UE melemah. Akses ke perbankan yang tidak cukup mudah disertai bunga kredit yang mahal, biaya logistik yang tinggi karena terbatasnya konektivitas dan tentu saja infrastruktur yang tidak memadai dan masalah akut korupsi. Pada saat yang sama pemerintah mulai 1 April mendatang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata sebesar 10 persen dan akan melarang mobil plat hitam menggunakan premium subsidi. Menurut pemerintah, kedua komponen tersebut diperkirakan akan menambah inflasi sebesar 0,8 persen. Namun kami perkirakan dampak totalnya memberikan tambahan inflasi hingga 2 persen. Ekspektasi kenaikan inflasi ini akan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Faktor-faktor tersebut membuat daya saing produk domestik kalah dibandingkan produk impor terutama untuk barang konsumsi. Akankah produk Indonesia bisa bersaing di pasar sendiri ditengah kemungkinan gempuran produk-produk impor yang lebih murah ditengah kendala yang ada? Kuncinya adalah kredibilitas pemerintah. Rencana pemerintah membangun berbagai proyek infrastuktur harus terealisasi dan pemerintah perlu melakukan terobosan kebijakan dalam jangka pendek. Saatnya pemerintah juga agresif disisi fiskal, memastikan serapan anggaran yang maksimal sehingga peran pemerintah mendorong pertumbuhan yang bisa mengkompensasi kemungkinan perlambatan dorongan ekonomi dari penerimaan ekspor. Intinya adalah bagaimana membuat pasar domestik menjadi kekuatan ekonomi Indonesia ditengah berbagai risiko global saat ini.

3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q). terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. dan barang modal US$2. ii HE ADL I NE S 6.65 miliar. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) . Harga cabai merah Februari 2012 turun 30.38 miliar. Impor Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14. Ekspor Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15.30 persen dibanding bulan sebelumnya.57 miliar.12 miliar. Harga Pangan Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. Inflasi Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12. PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. dan naik 15. turun 11.5 persen dibanding PDB Triwulan IVMARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2010 (y-on-y).46 persen.37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. nilai impor barang konsumsi Januari 2012 sebesar US$1.77 persen dibanding Januari 2012.35 persen dibanding bulan sebelumnya.57 persen dibanding impor Desember 2011. Secara kumulatif.5 persen.05 persen. dan pertambangan dan lainnya US$2.31 persen dibanding bulan sebelumnya. Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0. 5. 2.48 miliar.28 persen dibanding ekspor Desember 2011. Upah Buruh Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik masing-masing sebesar 0. sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012 naik 0. namun naik sebesar 16.52 miliar yang terdiri dari produk pertanian US$0. 3.14 persen dibanding bulan sebelumnya. Pertumbuhan PDB PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6. 8.81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (y-on-y) sebesar 3. 4.27 persen dan cabai rawit turun 6. bahan baku/penolong US$10.49 miliar.02 persen jika dibanding impor Januari 2011. turun 9.56 persen.48 miliar. Pada Februari 2012. 7. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan NTP Februari 2012 turun 0.HE ADL I NE S i HEADLINES 1.07 persen dibanding ekspor Januari 2011.97 miliar. Menurut golongan penggunaan barang. namun naik 6. industri US$9.60 persen dibanding bulan sebelumnya.32 persen dan 0. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.

11. IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843.92 persen jika dibanding bulan sebelumnya.31 persen MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 HE ADL I NE S i i i 12.IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0.35 persen dibanding bulan sebelumnya.92).74 persen dibanding bulan sebelumnya.63 ribu ton menurun 3.84 ribu ton menurun 6. naik 18. Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. namun turun sebesar 9.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108.7 ribu orang.08. iv HE ADL I NE S EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KATA PE NGANTAR v .81 persen dibanding tahun 2010. Produksi Tanaman Pangan Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65.44). Industri Manufaktur Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 3. Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4. 13.37.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4.02 persen jika dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y). dan naik 6.97 persen dibanding tahun 2010. 10.09 persen dibanding Triwulan III-2011.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) menurun 1. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652.10 persen dibanding tahun 2010. Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8. Transportasi Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108. 9. Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 106.

.................................................. Januari 2012)................................................. Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu.................................................................... 30 ..... Triwulan IV-2011).............. hasil Sensus Penduduk 2010................ Suryamin....... Triwulan IV-2011). II. i KATA PENGANTAR ......................................... ekspor-impor (s.... Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s....... PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 .......Sc...................................................... tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia............bps.............. harga dan upah (s.................................................................................. Februari 2012)............................d.. Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS........................KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)...................... 16 EKSPOR JANUARI 2012 ........................ Lebih lanjut.................. Februari 2012)......id............................. vii DAFTAR TABEL .d.................... 9 I...... dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www........ Agustus 2011).....d....... perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s.. 1 INFLASI FEBRUARI 2012 ...................go.. wisatawan dan transportasi (s.........................d.................... viii DAFTAR GRAFIK ................................. 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr................ harga perdagangan besar (s............ Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi..............d..................... M.................................... 26 III.. triwulanan................... produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011).. xiii FOKUS PERHATIAN ................................... IV..... vi KATA PE NGANTAR EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR I S I v i i DAFTAR ISI HEADLINES ........ Januari 2012)..................................... perkembangan ketenagakerjaan (s......... Februari 2012)...... v DAFTAR ISI ........ keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan...........................d......... perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s.... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jakarta.... IMPOR JANUARI 2012 .......... yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan........d............d.....

......................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) ..... 103 XVII............................................................ UPAH BURUH FEBRUARI 2012 ......................................................7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) ......................1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) .................................................. 23 Tabel 2.........6 Inflasi Beberapa Negara........................ 14 Tabel 2................................................. 13 Tabel 1............................................ NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 ...................................... PARIWISATA JANUARI 2012 ............. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 ................. INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 .........5 Inflasi Nasional Year-on-Year .................................................. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 v i i i DAF TAR TABE L DAFTAR TABEL Tabel 1........ KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 ...4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender ...................................... 22 Tabel 2....... SUPLEMEN: METODOLOGI .......................... 24 Tabel 2...............................................................9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) ................................................. 24 Tabel 3................................................. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 .. 23 Tabel 2................................................................ 19 Tabel 2................ 11 Tabel 1..... 27 ............................................................ 87 XIII...10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ............................... 74 X................ 21 Tabel 2...... 98 XVI..5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) ................................................. 83 XII................. Februari 2012 (persen) .....................................3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga........ Desember 2011–Januari 2012 ...................6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) .2 Laju Inflasi Februari 2012................. TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 .....3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen).................................... KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 .............. 12 Tabel 1..... 54 VII........ 95 XV....... KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 ..1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 ......................................................................... 36 VI................................ 12 Tabel 1.....2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ..........................................4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan............ Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) ........ Februari 2012....................11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 ...................... 77 XI.... 11 Tabel 1...................... 18 Tabel 2........... 63 IX.......... 13 Tabel 1.................................................................................... 61 VIII................................ Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year ......................... 69 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 ............ HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 .......8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ................................................................... 18 Tabel 2......... 20 Tabel 2........................V.............. 92 XIV.... 17 Tabel 2......................................7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011......1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.........

..................... 29 Tabel 3....................................................4 Ekspor-Impor Beras Indonesia..................................................... 35 Tabel 4... 33 Tabel 4...5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama... 40 Tabel 5.............. 33 Tabel 4..............4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 ...................2 Penduduk..7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi....................................................... 47 Tabel 5............................ SP2010 ................................... SP2010. 28 Tabel 3..................................................................................... 34 Tabel 4...................... 2010 ..............8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi..................................................6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.................................3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari....... 48 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x DAF TAR TABE L Tabel 5. Juta US$) ......................................1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin...........5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari...15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus............................................ 44 Tabel 5........................ SP2010 ........... 34 Tabel 4..............................................................6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang......... 2010 ......................2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 .....Tabel 3... 42 Tabel 5...........................................4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian............................... 28 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L ix Tabel 3....10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih ...................... 41 Tabel 5.......... 29 Tabel 4. 50 Tabel 5..................... 53 Tabel 6.................. 52 Tabel 5.............................. 35 Tabel 5..2 Perkembangan Impor Indonesia......... 51 Tabel 5.................................................................................3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 .. 2010 ... 49 Tabel 5.......................................3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan ..................11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar........................7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama. 2010–2011 (juta orang) .................................. 2010 ........................................ SP2010 .......................... 43 Tabel 5....... SP2010 . SP2010 ...............................................................2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ....... 2011 dan 2012 .......................14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.......... SP2010 .................. Januari 2012 ... 32 Tabel 4...................................................................................................... Laju Pertumbuhan........................ 2011 dan 2012 .................................... 36 Tabel 5........ 56 ............5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa...... 32 Tabel 4.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal...... 45 Tabel 5.........1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan.................. 55 Tabel 6..... dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi ....................... SP2010 ............................................................8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 ..................................................................................13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak................................. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$) .............. SP2010 ...................... Januari 2011 dan 2012 .......................... Triwulan I 2010–Januari 2012 . 46 Tabel 5... Januari 2011–Januari 2012 ....12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja.......

.. 67 Tabel 8......................2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi........................2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya............................................................................................................................................4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) ....... 79 Tabel 11.......1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 ......... 70 Tabel 9....................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan ...................... 2009-2011 ............ (2005=100) ................................................................................................................. 58 Tabel 6.3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.........................3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) ....................................... (2005=100) ...................... Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012.......1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ..4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi .................. 84 Tabel 12................................... Produktivitas...... 73 Tabel 10. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010-Februari 2012 ...............1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas............................1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) ................. Indonesia Januari 2012–Februari 2012...............Tabel 6.................... (2005=100) ..................................... 76 Tabel 11................................... 71 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L xi Tabel 9........................................... 68 Tabel 9.................................................................3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ............... 66 Tabel 8..............3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi......... 62 Tabel 8.... dan Produksi Padi Menurut Subround............... Februari 2011–Februari 2012 ..............2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 ......................................................................... 88 Tabel 13.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ........................................ 59 Tabel 6..................... 76 Tabel 10.................4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar...... Indonesia Desember 2011–Januari 2012...................................... 75 Tabel 10.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya ..........................................7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 .................................................... 2009-2011 ........ 81 Tabel 11...............5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) ...............6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) ..........1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani................................ 60 Tabel 7........................................ 82 Tabel 12............................. Indonesia Januari 2012–Februari 2012..............................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya................... Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) ........ dan Produksi Palawija......................... 57 Tabel 6.............................................................. 78 Tabel 11...................2 Perkembangan Luas Panen.................................. 86 Tabel 13.............. 75 Tabel 10. 58 Tabel 6....1 Perkembangan Luas Panen............................ Produktivitas........................................................ (2005=100) ................

......... Tingkat Penghunian Kamar...............1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.....3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) ...........3 Garis Kemiskinan..... dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 ........................... 9 Grafik 2..........................................................6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) .............................................................................................................2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah...........................4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 ..................... 97 Tabel 16............. 1971-2010 ..... 25 Grafik 3.....d Triwulan IV-2011 (persen)............................3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 ................. 17 Grafik 2.....1 Nilai Tukar Petani (NTP)............3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia............................1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 . 63 Grafik 8.101 Tabel 16.................... 37 Grafik 5...2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari..................................................1 Garis Kemiskinan...... 94 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i i DAF TAR TABE L Tabel 15........................ 99 Tabel 16.. 30 Grafik 4........................................................................................ dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota.......... 91 Tabel 14.... dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 . 89 Tabel 13......................................... Maret 2011–September 2011 ............ 88 Tabel 13..................... 61 Grafik 8.......................... Tahun Kalender.....1 Jumlah Angkatan Kerja.......................1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 ......................... Indeks Harga yang Dibayar Petani ....................... 54 Grafik 7....5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen).........1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 ... Jumlah.......................... 20 Grafik 2.........1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 ...................... 16 Grafik 2.. 2010 ................... 39 Grafik 6..........4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) . 31 Grafik 5........ Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah...........................................................................1 Perkembangan Jumlah Wisman.. 2010–2012 .......................................2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) ..............2010–2011 (persen) 2000=100 . dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) ......................... 22 Grafik 2..................... Penduduk yang Bekerja................................................... 38 Grafik 5.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi...1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 ............... Februari 2011–Februari 2012 .............................. 26 Grafik 4........2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).............. 19 Grafik 2.... Maret 2011–September 2011 .................. 2011 dan 2012.............................................................................................................1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan.......102 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR GRAF I K x i i i DAFTAR GRAFIK Grafik 1.......

......................................2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ......... 64 Grafik 8.....05 persen......................... 2009–2011 ......... 2009–2011 ..................................................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 .............1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 ..................................................................1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ................................29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0........................... Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0......... 98 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 1 FOKUS PERHATIAN 1................. 84 Grafik 13.......... 90 Grafik 14.................................. 70 Grafik 10.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi .................05 persen.................... Februari 2011–Februari 2012 .... 69 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i v DAF TAR GRAF I K Grafik 9...........................13 persen..... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0............... 74 Grafik 11........................ 87 Grafik 13................................ Dari 66 kota......................................81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3...................(Ib)...........................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) .......... 92 Grafik 14.. 80 Grafik 11............. 78 Grafik 11........1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ..... tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi.......................... perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6........................... 2................2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi .....2 Pola Panen Padi........................................................................................ Februari 2010–Februari 2012 .. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0...... 81 Grafik 12............... Inflasi Februari 2012 sebesar 0...........3 Inflasi Perdesaan....................... Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1....1 Persentase Penduduk Miskin ...........................................05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0............5 persen ................................................................................................................................56 persen.......................................... 95 Grafik 16..............................................04 persen)...........1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 ....................... 83 Grafik 12............ Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1..............03 persen)......... Pada Triwulan IV-2011..................................... 65 Grafik 9....1 Perkembangan Produksi Padi.........................................73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0.. 93 Grafik 15.

ekspor hasil pertanian turun 1. PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1.49 miliar. Hotel dan Restoran sebesar 10. Ditinjau dari sisi penggunaan.2 persen dan terendah di Sektor Pertanian. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. atau naik 16.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.82 persen.57 persen dibanding impor Desember 2011.5 persen.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14. Peternakan.3 persen. Secara kumulatif.3 persen.49 miliar. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. ekspor barang dan jasa naik sebesar 3. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1.5 persen.5 persen.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).1 persen.2 persen. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.07 persen (year-on-year). dan impor barang dan jasa naik sebesar 6. 4.(year-on-year). dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian.97 miliar atau turun 14. Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011. namun turun sebesar 11. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5. Peternakan. naik 6. .57 miliar. namun turun 9.66 persen dibanding bulan sebelumnya.8 persen. Menurut sektor. naik 6. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).52 miliar atau turun 7.9 persen. 2 F OKUS PE RHATI AN 3.57 miliar. peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38.82 persen. naik 16. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear). ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011.

Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km . meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km 2 ).05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.3 juta orang). 6. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2.58 miliar atau turun 9. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.6 juta orang.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111.7 juta orang.80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7.4 juta orang). Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32. berkurang 1. Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237. Sebesar 83.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah.6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119.Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.0 juta orang. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2.91 persen). Sekitar 40.1 juta rumah tangga (14. Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119.56 persen.56 persen). EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 3 5.70 persen). 2 .32 miliar. Dilihat dari penyebaran penduduk.39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0.70 juta orang (6.4 juta orang.52 miliar).469 orang per km 2 ).14 persen).88 persen. Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5.70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6. TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7.40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32.37 persen).49 persen per tahun. Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61.99 miliar atau turun 18.14 persen). berkurang 2. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109.53 miliar) dengan pangsa 21. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa (1.81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1.055 orang per km 2 ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9.50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24. Nilai ini turun 7.6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.

520 per kg.08 persen).939 Secara nasional. kesehatan (0.50 persen).14 persen.77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya. naik 0. Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. dan secara riil naik sebesar 0.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya. naik 0. sedangkan secara riil turun sebesar 0.854. pendidikan. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga. harga beras Februari 2012 naik 15. turun 0. rekreasi.60 persen dari bulan sebelumnya. 8. sandang (0. 0. naik 0. yaitu bahan makanan (0.520 per kg. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1. lebih tinggi dari .39 persen.29 persen).40 persen). Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0. dan olah raga (0.77 persen dari bulan sebelumnya. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. makanan jadi (0.37 persen.09 persen.12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 5 9. dan 0.854 dan Rp63.02 persen). tanaman perkebunan rakyat. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0. perumahan (0.4 F OKUS PE RHATI AN 7. 0.10.46 persen.16 persen. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran. naik 0. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.30 persen. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi. NTP Februari 2012 tercatat 105. turun 0.02 persen.49 persen). Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39.73. serta transportasi dan komunikasi (0.53 persen).60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105.10. Pada Februari 2012.42 persen). Dibanding Februari 2011 (year-onyear).81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63.03 persen).939. hortikultura. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya.23 persen dan 0.

menurun sebanyak 0.34). 10. peternakan. Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111. gula pasir. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas.69). 12. Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108. Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108.07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105. Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0. Komoditas lain yaitu daging sapi. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108.65 persen). Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30. kehutanan dan perikanan. 11.inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar 6 F OKUS PE RHATI AN 105.67). turun 1.57 persen).10 persen) dibandingkan tahun 2010. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65. sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0.74 juta ton GKG. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0.73 juta ton (1. Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65. naik sebesar 0.13 ribu .89 persen). daging ayam ras (turun 1. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108.27).77.35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. minyak goreng.53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi. artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya. komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1.08).56 persen.30 persen. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya.24 juta ton. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.35 persen dibanding bulan sebelumnya.92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106.32). cabai rawit (turun 6.57 persen).97 juta ton.51).31 persen). Selain beras.10 persen. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian. dan ikan kembung (turun 1.40 persen. susu kental manis.37).74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi.44. tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111.82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108.27 persen). Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.92. Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113.

54 persen).04 persen) dan sebesar 0.4 juta orang. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20.93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548.80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011.90 ribu hektar (6.8 ribu orang. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63.7 ribu orang.4 juta orang. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.76 persen.40 persen dibanding bulan sebelumnya.22 persen dibanding bulan sebelumnya.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2. naik 18. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1. naik 5.7 juta orang.34 persen.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali. naik 5.29 kuintal/hektar (2. dan naik sebesar 5.16 persen dari November 2011 (m-to-m). Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9.81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270.31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652. naik 18. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8. Dibandingkan tahun 2010.35 kuintal/hektar (0.02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year).70 persen).83 persen dari Desember 2010 (year-onyear).91 persen). dan naik 3.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6. 13.57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6.02 persen (year-on-year).92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652. produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3. jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.57 persen.14 kuintal/hektar (1.hektar (0.24 ribu hektar (6. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51. 15. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5.09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q). dan jumlah .19 ribu ton (6. Selama Januari 2012. dan jumlah penumpang kereta api turun 8 F OKUS PE RHATI AN 4. Dibanding Januari 2011 (year-onyear). jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15. Sekitar 38.02 persen).27 persen atau naik 0. 14. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1.46 persen dibanding bulan sebelumnya.

96. Sebagian besar (63.21 dan terendah terjadi di Palu 0.49 persen). dan Year-on-Year un J ul Mei J A g . Dari 66 kota. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73.67 persen.02 juta orang (12.36 persen).04 persen dengan IHK 135.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1.00.89 juta orang (12. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi.53 persen.03 persen dengan IHK 131.09 juta orang. 1. Tahun Kalender.59. 16. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 9 INFLASI FEBRUARI 2012 I. turun 0.89 juta orang (12. Selama periode Maret 2011–September 2011.35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan.73 persen dengan IHK 145.penumpang kereta api turun sebesar 4. n) s e (pe r MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 '10 A pr M ar Grafik 1. Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0.04 juta orang. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0.29 persen dengan IHK 133. penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0.36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.

05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen). beras 0. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0. kesehatan 0. k t e s Nov D '12 F e J an b 10 I NF L AS I F E BRUARI 2012 3.22 persen.34 persen. inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0.05 persen pr Mei J un J Bulan ke Bulan Tahun Kalender Year-on-Year g s ul A pt O S e 2.Gabungan 66 Kota. Dari inflasi 0. pendidikan. dan jasa keuangan 0.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen). air.15 persen. komunikasi.08 persen dan transpor. rekreasi. listrik. bawang merah . Menurut jenis pengeluaran rumahtangga. perumahan. dan bahan bakar 0.27 persen. sandang 1.05 persen.73 persen. andil emas perhiasan 0. dan olahraga 0.06 persen. gas. 2010–2012 e pt s S t Nov O k s D e '11 F e J an ar A b M Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 11 Kelompok Pengeluaran MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1.33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0. tahun kalender 2012 sebesar 0.03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen). 5.13 persen.77 persen.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen). sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0. 6.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen).24 persen. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . tomat sayur -0. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0.94 persen.05 persen. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0.33 persen.17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen).05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen).56 persen. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. daging ayam ras -0. Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0. Inflasi Februari 2012 sebesar 0.0. inflasi Februari 2012 sebesar 0.02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen). Menurut karakteristik perubahan harga. Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4.05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0. 7.31 persen. Sementara andil cabai merah -0. 4.05 persen berasal dari andil komponen inti 0.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.

55 120.85 136.59 108.96 0.68 2.86 138. dan Tembakau 3. dan Jasa Keuangan 118. Pendidikan.51 123.30 1.66 123.2 Laju Inflasi Februari 2012. 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.60 155.05 0.03 122. 2) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.49 Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) .24 125.45 -0.85 123.43 -0.79 121. Listrik.94 124.94 1.57 139.31 Harga Diatur Pemerintah 120. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga Komponen IHK Februari 2011 (2007=100) IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 126.46 129.56 Inti 121.24 0.88 Bergejolak 153.95 124.14 8.87 2.81 3. Rokok.34 1.96 0.65 3.46 0. Bahan Makanan 150.21 120. Perumahan.90 1.58 0.77 4.Umum (Headline) 126.46 0.91 130. Kesehatan 117.15 0.07 2.49 126. Minuman.05 0.06 0. Tabel 1.46 129.81 3.82 106. Sandang 126.56 1.27 0.73 6.81 3.33 0.22 0.73 1. Gas.23 4.77 157.75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.49 0. Air. dan Olah raga 7.14 152.91 130.40 4.22 1. Rekreasi. Makanan Jadi.00 4.11 2.96 0.71 5. Transpor dan Komunikasi. dan Bahan Bakar 133.95 0.08 0.76 154.14 108.35 137.

36 0.57 0.37 0.72 1.82 2.31 0.44 0.95 0.51 Juni 0.23 2.76 0.14 1.22 -0.05 3.06 2.07 0.10 1.85 November 0.19 0.03 0.21 0.02 1.41 0.24 0.04 1.12 5.58 9.37 0.84 0.91 3.15 0.79 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 13 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1.92 0.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.12 -0.80 0.05 1.41 10.34 5.31 1.Laju Inflasi Year-onYear Laju Inflasi Year-onYear 3) 12 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.47 0.35 2.33 0.70 April -0.74 Agustus 0.05 1.77 -0.67 2.46 0.60 0.97 Oktober 0.32 1.85 0.93 3.98 3.08 7.41 0.89 0.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Bulan Inflasi Nasional (bulan ke bulan) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Inflasi Nasional (kalender) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1.76 Februari 0.96 2.56 0.44 0.20 Tabel 1.13 0.69 September 0. Bergejolak -0.18 0.57 -0.15 -0.47 2. Harga Diatur Pemerintah 0.14 1.97 1.28 2.03 0.59 11.11 0.21 2.48 5.05 1.84 0. Inti 0.04 0.45 0.51 0.12 1.97 0.20 Desember 1.14 -0.96 3.99 0.79 0.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 .24 10.75 0.81 Maret 0.39 Mei 0.74 4.07 0.78 6.10 -0.66 4.62 0.57 6.76 1.30 0.27 4.06 Juli 0.22 4.42 1.29 0.04 1.44 0.43 11.04 0.16 0.06 -0.67 2.20 2.40 1.81 8.45 1.89 0.45 5.01 0.28 5.10 2.84 5.10 1.65 0.55 2. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) U m u m 0.77 -0.05 0.

67 4.80 4. Brazil 0.57 5.50 6.gov.20 0. Indonesia 0.90 2.98 Juni 5.14 2.15 Desember 6.54 Juli 6.38 6. Pilipina -0.gov.88 11.90 9.60 3.vn.gov. Aceh Banda Aceh 3.10 0.42 November 6.70 1.22 4.41 6.gso. http://www.singstat.gov.20 0.02 3.40 4.72 7. Pakistan -0.59 11. Februari 2012.50 9.ph.56 Maret 6.pk.bloomberg.77 11.22 10.16 0.17 7.30 7.96 3.00 0.gov.52 8.00 2.40 3.bls.71 11.16 5.90 6. http://www.92 3.65 3.79 3.83 .br.10 6.71 6.33 4.78 6.statistics.31 3.04 4.20 3.65 5.57 0.stats.85 2.cencus. Afrika Selatan 0.79 Tabel 1.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.17 3.50 4.uk.13 17.gov. http://www. http://www. Desember 2011–Januari 2012 Negara Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Desember Januari Desember Januari (1) (2) (3) (4) (5) 1.50 2.06 11.91 6.6 Inflasi Beberapa Negara.29 8.20 3.60 11.70 4.00 2.50 0.statssa.56 6.statpak.gov.83 5. http://www.61 Agustus 6.53 1.ibge.75 6.43 6.gov.75 10.03 3.65 Februari 6.81 6.32 -0. http://www. http://www.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6.16 Mei 6.05 5.60 6.30 Sumber: http://www.06 2. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.51 11.61 Oktober 6.statistics.cn.01 10.65 April 6.79 September 6.40 8.com 14 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1. Inggris 0.44 4.30 1.96 7.28 -0.10 4. Amerika Serikat -0.40 -0.90 5. http://www. dan www.30 3.80 7.za.68 2.76 3.gov. Singapura 0.my.sg.27 8.50 4. Cina 0.84 3.10 5. Vietnam 0.50 4.00 18.gov.36 9.26 7.95 12. Malaysia 0. http://www.77 2.25 0.

91 1.08 Bandar Lampung 4.62 -0.09 -0.22 5.58 0.46 0.56 Tanjung Pinang 3.04 3.78 3.60 3.11 0.46 Tangerang 3.65 3.55 -0.03 Palembang 3.94 Bogor 2.23 1.78 3.32 2.51 4.20 0.83 1.97 0.23 Tasikmalaya 4.76 -1.08 .14 1.32 -0.08 1.96 -0.75 -0.69 3.90 -0.78 -0.27 2.14 0.72 3.17 0.24 -0.78 13.09 -0.71 -1.98 8.82 0.75 5.45 -0.37 -0. Kepulauan Riau Batam 3.10 0.01 Depok 2.21 1. Jawa Barat Jakarta 3.26 0. Sumatera Barat Padang 5.03 2.20 -0.90 0.62 2.19 3.00 -1.35 1. Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang 5.29 -0.95 0.69 Sukabumi 4.17 0.Lhokseumawe 3. Sumatera Selatan Jambi 2. Jambi 7.03 2.12 9.86 3.52 3.25 -0.66 Dumai 3.66 -0.85 0.64 Bekasi 3.05 1.44 6.18 0. Banten Serang 2.21 11.24 0.78 0.35 0.35 2.54 -0.10 1. Riau Pakanbaru 5.50 2.21 Pematang Siantar 4.31 0.03 0.26 2.35 0.10 0.04 Padang Sidempuan 4.44 -0.37 3.06 Bandung 2.17 0. Lampung Bengkulu 3.60 2.28 Cilegon 2.34 0.99 3.82 4.70 Cirebon 3. Bengkulu 10. DKI Jakarta 12.65 2. Sumatera Utara Sibolga 3.83 Medan 3.76 -0.78 0.

10 0.I.87 0.55 1.58 -0.21 0.14.22 0.27 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) I NF L AS I F E BRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 17.18 0.78 0.27 0.98 3.81 15.36 0.85 4. Bali .62 0.41 2.35 3.93 0.28 Jember 2.18 Tegal 2.46 3.31 2.94 Malang 4.79 3. D.85 Sumenep 4. Jawa Timur Yogyakarta 3.24 3.43 0.05 0.49 0.25 0.08 0.49 3.48 Madiun 3.40 0. Yogyakarta 16.72 0.67 Probolinggo 3.88 0.51 Surakarta 1.46 0.28 Semarang 2.56 1.18 0.64 4.95 Kediri 3.37 0. Jawa Tengah Purwokerto 3.45 3.35 0.08 Surabaya 4.

02 21. Kalimantan Timur Banjarmasin 3.57 7.70 2. Nusa Tenggara Timur Maumere 6.21 2.60 0.35 0.13 4.04 0.45 -0.91 1.43 0.44 3.28 -0.31 2. Nusa Tenggara Barat 2) Mataram 6.04 Watampone 3. Sulawesi Tenggara Mamuju 4.38 1.94 30.65 5.81 24.19 0.44 19.32 7.70 2.47 Tarakan 6.23 0.92 2.24 Samarinda 6.74 5. Sulawesi Utara 25.75 2.60 0. Kalimantan Selatan 23.60 0.41 3.77 Palangkaraya 5.75 0.09 1.05 Makassar 2. Sulawesi Barat 29.63 1. Sulawesi Selatan Palu 4.91 0.38 22.98 -0.19 Balikpapan 6.54 4.72 1.60 1.94 1. Maluku 31.Denpasar 3.21 0. Kalimantan Barat Pontianak 4.40 1.47 -0.86 20.03 Gorontalo 4.73 3.36 6.09 0.08 0. Gorontalo Manado 0.14 4.00 2.68 3.67 0.35 Bima 7.34 2.28 18. Maluku Utara .14 5.31 0.21 0.64 Palopo 3.91 7.99 28.46 -0.05 8.84 1.61 3. Kalimantan Tengah Sampit 3.35 1.26 Kupang 4.09 1.85 6. Sulawesi Tengah 27.43 Singkawang 6.50 26.38 5.16 2.61 Kendari 5.54 1.87 0.36 2.40 6.32 0.59 0.60 6.33 Pare-Pare 1.

63 5. Papua Barat Manokwari 3.96 6. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) 16 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .73 Ternate 4.5 persen. Peternakan. Kehutanan.99 3.78 0.d Triwulan IV-2011 (persen) . Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.40 0. Grafik 2. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1.14 32.06 2. Papua Jayapura 3.2011 II.1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.76 1.93 0.90 -0.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q).52 0. Kontraksi ini disebabkan karena Sektor Pertanian.75 -1.40 1) 2) 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.Ambon 2. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20.31 2.29 33.38 -0.64 -0.57 Sorong 0.85 1.

5 6.8 3.0 0.9 6.7 5.0 -2.4 triwulan IV-2011 tumbuh 6.0 3.8 3.3 n s e p e r PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .4 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 Q3/11 Q4/11 q-to-q y-on-y EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -1.0 -20.4 1. 6.0 -22.5 6.3 2. Hotel.0 -18.0 5.0 -16.0 -12.5 persen 6.0 -1.5 persen.0 8.0 4.2 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y). PDB Indonesia n s e p e r 2. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.0 10.0 1.0 7.0 2.0 -14.0 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 . dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.8 -1.0 6.2011 17 12.0 -10.6 Pada tahun 2011.2.5 2.4 6.0 5. dan Restoran sebesar 10.

Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan.5 1.0 -6.9 3.8 y-on-y Pertanian Pertambangan & Penggalian 7.2 -0.0 6.2 2.0 4.2 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.2 Industri Pengolahan Listrik.9 6.0 -8.8 10. Kehutanan.1 -0. Pertanian.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) Tabel 2.3 1.3 1.0 0.0 1.-2.0 -20.9 2.9 1.0 8.0 -4. Real Estat & Jasa Perusahaan Jasa-jasa Grafik 2. Pertambangan dan Penggalian 3.1 -0. dan Perikanan 5.4 0.1 -0.7 1.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 9.0 -20.4 2.5 1.0 .0 2.0 0. Peternakan.7 q-to-q 5. Gas & Air Bersih Konstruksi Perdagangan.2 3.

7 0.7 9. Listrik.5 6.1 5. Konstruksi 3. Secara kumulatif. dan Restoran 3.3 2. 4. Peternakan.9 - 3. Hotel.9 1.9 8.2 10.6 9. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624. dan Perikanan 299.2 1.8 0. Kehutanan.2 7.7 12.7 0.921.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 (4) (5) 1.8 4.1 6. Perdagangan.3 470.5 persen.7 6. 6.2 1.4 6.7 6.5 PDB Tanpa Migas 3.8 2.1 1.0 triliun. Gas dan Air Bersih 1. Real Estat.5 12.3 6. Jasa-Jasa 3.9 11.2 3.6 161.2011 Lapangan Usaha Tabel 2.2 9.4 -1.8 6.4 67. Industri Pengolahan 3.6 PDB 3.2 5.8 7. dan Jasa Perusahaan 1.0 6.2 6.9 7. Industri Pengolahan 463.9 . Keuangan. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1.3.0 241.1 1.9 47.7 1.5 6.5 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) 18 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . Pertanian.9 47.6 163.8 0. Pengangkutan dan Komunikasi 3.6 triliun.6 2.5 6.9 15.7 0.9 10.8 4.7 6.5 3.9 239. Pertambangan dan Penggalian 224.4 -1. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.8 85.5 6.

1 1 765.0 PDB Tanpa Migas 1 765.0 6.6 129.1 PDB 1 931.1 13.7 204.5 4.7 14.8 4.1 persen dibanding triwulan sebelumnya.2 10.2 persen.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan .3 63. Jasa-Jasa 208. Sementara Impor tumbuh 6.8 268.0 59. dan Restoran 264. Gas dan Air Bersih 14.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 10.6 4. dan Jasa Perusahaan 136.3 40.2 589.6 60.0 7.8 persen.3 14.0 139.24.7 8.0 114.1 5.9 1) 59.7 42. Keuangan.0 24.5 Atas dasar harga berlaku 596. Perdagangan.1 59.1 10.1 1 921. Dari sisi penggunaan. Real Estat.0 100. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5.7 0. Hotel.0 7. Tabel 2. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38.5 6.3 persen. Konstruksi 194.2 7. Pengangkutan dan Komunikasi 125.3 61.5 213.2 9.9 0.2 112.4 624.0 100. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.6 632.8 5.6 6.8 11.5 persen. Listrik. Ekspor sebesar 3.

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2. Pembentukan Modal Tetap Bruto 5.1 5.5 Distribusi (Persen) Triw III2011 1) Triw IV2011 (6) (7) 91.3 3.3 0.8 2.1 13.9 4.1 10. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 10. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2.2 0.7 2.2 6.8 3.8 4.9 4.6 4.4 91.9 13.9 3.4 -1.3 6.5 6.Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.5 8.2 2.9 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .5 6.3 7.8 2.2011 19 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 . Ekspor Barang dan Jasa 4.5 11.3 3.1 5.9 PDB 3.8 38.

7 1.8 4.8 9.1 1 921.4 24.8 325.4 -5.2 649.5 0.3 2.8 26.7 349. Ekspor Barang dan Jasa 506.9 persen.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 1 042.6 632.7 33.0 Atas dasar harga berlaku 1) Triw IV2011 .0 b.1 346.5 persen.7 0.4 PDB 1 931.1 11.6 70.5 -19.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.9 persen.0 -22.7 314. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.0 252.2 1 063.4 624. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4.0 5.0 223.0 100. Diskrepansi Statistik 48.1 31.0 100. Perubahan Inventori 25.0 55.8 2.6 6.0 9. Jenis Penggunaan Tabel 2.5 54. Ekspor sebesar 7.8 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto 612.9 50. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 176.7 3.3 -1.3 153.7 -7.0 238. Dikurangi Impor Barang dan 1) Jasa 480. a.7 511.6 162.Grafik 2.2 26.3 26.2 507.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 Distribusi (Persen) Triw III-2011 (4) (5) (6) (7) 1.

6.6 persen.4 persen.20 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .1 persen.7 2.6 58.2 9. Jawa Timur.6 persen.2 9.6 Jawa 58.7 4.3 2. dan Pulau Sulawesi 4.5 persen.5 57. 7.5 Bali dan Nusa Tenggara 2.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Provinsi Pertumbuhan q-to-q y-on-y c-to-c (1) (2) (3) (4) Konstribusi .1 23.7 23. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23. 6.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) Wilayah/Pulau 2009 2010 2011 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 1.6 9.6 Maluku dan Papua 2.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7.1 2.0 Catatan: atas dasar harga berlaku 8.4 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57.2011 21 Tabel 2.5 23.4 4.5 4.8 2. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6.0 100. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi. 2. 3. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta.0 100. 4.6 Kalimantan 9. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . 5. Jawa Barat dan Jawa Tengah. dan 6.6 persen di pulau-pulau lainnya. dan sisanya 4. Tabel 2.7 persen. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53.6 persen.4 2.2011 Grafik 2.0 Total 100.6 persen. Sumatera 22.0 100. Pulau Kalimantan 9.6 2.7 Sulawesi 4.1 57.

5 5.4 10.3 6.2 15.2 Terhadap Pulau 100. Jambi -2.4 1.9 3. Jawa Barat -0.0 09.5 12.0 14.Sumatera -0.6 5.1 7.8 1. Sumatera Barat 0.0 24.5 4.4 Jawa 0.1 07.6 7.7 16. Jawa Tengah 2. Jawa Timur -0. Bengkulu 0.5 2.4 22.6 6.0 6.4 08.0 5. Aceh 1.3 5.8 6.0 8.7 100. Banten -2.0 02.9 25.3 2. Lampung 2. Kepulauan Bangka Belitung -8. DI Yogyakarta -0.5 4.5 1.2 03.4 Bali dan Nusa Tenggara -0.5 28.8 6.2 .1 0.0 6.2 1.4 5.4 6.0 57.7 2. Riau 1.5 06.2 4.1 5. Sumatera Selatan 1.1 7.5 6.9 14.6 Terhadap Total 33 Provinsi (5) (6) 6.0 6.8 8.1 12.4 5.6 01.7 6.4 6.5 13.6 29.1 5.8 4.3 8.1 6.7 6.9 8.2 13.7 6.9 6.5 0. Kepulauan Riau 1.6 14.7 7.7 16.7 6.9 3.1 6.0 05.3 7.1 6. DKI Jakarta 1.8 6.3 7.6 6. Sumatera Utara 0.1 1.5 0.6 6.0 23.6 11.2 04.9 1.

1 68.7 0.7 7.5 0.5 3. Kalimantan Timur 1.7 28.5 100.4 8.7 7.0 30.8 8.4 7.0 9.2 8.9 -3.2 100.7 0.2 29.4 100. Bali 1.9 -3.2 26.2 6. Sulawesi Tenggara 0.3 0.1 24.0 7.8 19.7 33.3 8.8 6.5 5.3 31.8 4.4 4.8 5. Gorontalo 3. Maluku Utara 1.8 10. Sulawesi Barat -1.6 Sulawesi 1. Kalimantan Barat 4.1 6.4 28.8 6. Papua -3.2 6.5 3.2 47.0 2. Kalimantan Selatan -6.7 11.0 2.7 11.9 6.6 1.4 6.6 Kalimantan 0.4 7.2 7.2 -4.2 5.1 32.0 11.3 0.7 25.3 0.1 -5.8 1.5 -21.8 22.7 16.8 6.9 27.3 7.0 31.2 34.2 27.4 8.2 7. Sulawesi Selatan 1. Maluku 5. Nusa Tenggara Barat -4. Sulawesi Utara 12.3 5.7 20.8 4. Sulawesi Tengah -3.5 18.2 4. Kalimantan Tengah -2.4 Maluku dan Papua -5.2 100.9 21. Nusa Tenggara Timur 2.6 17.6 0.9 6.7 51.1 23.5 0.8 9.5.9 11.6 16.8 47.2 3.5 0.0 4.2 5.4 0.9 1. Papua Barat -9.9 20.1 0.0 6.9 7.9 1.0 .3 8.7 2.

2011 Grafik 2. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14.2 .2 4.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha Laju Pertumbuhan 1) 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Distribusi EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1. Hotel.7 2.0 1. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10. dan Restoran sebesar 13.5 persen terhadap tahun 2010.8 4.4 persen.5 3. terjadi pada semua sektor ekonomi. dan Perikanan 2.8 persen.4 3.7 4. Pertanian.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 10.7 persen dan Sektor Perdagangan.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1.6 1.0 3.9.7 3. Pertambangan dan Penggalian 3.0 3. Kehutanan.9 persen.9 0.7 6. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6. n s e P e r 22 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24. Pada tahun 2011. Tabel 2. Peternakan. Industri Pengolahan 4.5 4.

9 1) 2) 7.3 6. Listrik.0 4.8 6.13.463.3 8.5 6.7 7.8 7. dan Jasa Perusahaan 14.3 14.6 7.5 89.6 11. Jasa-Jasa 6.4 6.2 10.6 6.2 10.5 15. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.0 4. dan Restoran 8.3 6.9 6.8 0.1 triliun.3 6.7 6.0 100.3 4.4 10.0 PDB Tanpa Migas 6.7 11.9 1.9 14.9 6.8 0.9 10.8 26.3 10.2 7.2011 23 11.1 11.0 6. Pengangkutan dan Komunikasi 8.5 7.2 10.1 9.2 triliun.9 10.8 5. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.6 6. Hotel.2 5.3 13.0 100.5 9. Real Estat.1 7.4 24.5 91. Keuangan.3 5.7 0.6 15.7 8. Gas.0 6.4 6.0 5.2 7.2 6.5 PDB 6.9 27.0 8.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha . Konstruksi 8.2 6.3 4.5 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .0 13.0 14.5 5.3 15.2 91.2 7.0 4.5 100.2 5.5 5.6 7.0 6.7 9.8 24. Perdagangan.7 15.8 13. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 2.8 0.5 2007 2008 2009 2010 2011 89. dan Air Bersih 10.2 6.0 27.3 6.0 100.7 8.5 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 6.7 6.6 6.7 13.0 16.3 10.6 6.7 92.5 7.0 100.427.7 14.7 10.2 6.9 0.8 9.2 10.0 6.

5 271.1 557.6 persen.0 419.8 209.8 232. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3.9 121.5 persen.2 985.2 353.7 555.1 18.2 PDB Tanpa Migas 3 534.5 882.0 236.1 181.5 1 022.3 7 427. Perdagangan.9 304.6 535. terjadi pada Ekspor sebesar 13.5 2 178.4 5 936.5 437.4 4 427.9 756.2 538.4 363. Keuangan.1 55.5 440.3 340.7 2 171.2 466. Pertambangan dan Penggalian 541. Hotel.7 198.0 17.1 405.4 1 477. dan Perikanan 2.3 691. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.8 368.2 221.7 193.7 40.7 49.9 2 313.8 131.3 165.1 886.1 205.6 2 036.0 2 321.3 183.5 1 595.5 PDB 3 950. Pertanian.2 6 436.9 716.8 12.9 4 948. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8.2 368. dan Restoran 592.8 1 939. Kehutanan. Peternakan.1 634.4 1 093. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4.2 305.2 persen.2 6 794.2 481.3 592. dan Air Bersih 34.0 241. Gas. dan Jasa Perusahaan 264.7 5. Konstruksi 305.2 142. Listrik.5 400.7 1 376.2 4.Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1.8 2 463.4 1 821.1 718.2 218.1 18.7 313.7 171. Industri Pengolahan 1 068.6 541.2 491.7 423. Jasa-Jasa 398.6 295.2 186.8 persen.0 160.3 312.7 persen. Pengangkutan dan Komunikasi 8.5 15.3 172.2 660.5 180.1 1 964.7 5 606.9 574.6 189.1 654.3 3.7 783.6 5 141.5 13.8 1 803. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar .5 744. Real Estat.9 46.1 6.8 570.9 192.1 7.3 150.5 284.1 597.4 217.7 857.0 140.3 2 082.0 9.

0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 24 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .0 100.1 1 964.0 9.9 4. a.3 8.1 0.6 58. dari sisi penggunaan.6 1 370.0 3 291.6 persen.1 -1.1 1 476. a.0 -195.6 98.6 833.7). Konsumsi Pemerintah 3. Dikurangi: Impor 9.8 2.1 1 354.2 2.5 100.6 29.2 6 436.7 1 955.3 7 427.3 932.7 31.8 -7.3 11.0 persen dan Ekspor 26. .2 -2.4 8.2 6.1 -116.9 1 197. Ekspor 8. Ekspor 1 163.5 54.3 6.8 510.0 4.4 22.9 24.2011 13.4 942.9 persen.3 5.6 -0. Konsumsi Rumah Tangga 2) 5.2 1. Perubahan Inventori -100.9 -33.9 2 313.5 -9.1 1 308.5 0.4 4 053.6 26.5 60.7 5 606. Dikurangi: Impor 1 003.3 4.6 2.5 757.7 0.13.3 708.7 b.1 -0.4 9.0 3 643.1 11.0 persen.0 17.6 -11.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan Laju Pertumbuhan 1) Distribusi 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.8 993.4 1 032.5 9.5 8.4 1 584.8 1 191.1 32.6 103.9 10.7 63. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.2 1 249.1 5.1 10.4 153. Diskrepansi Statistik -0.6 54.1 553.3 31.0 100.7 1 744.2 27.4 29.0 100.9 537. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.5 831.2 PDB 3 950.3 1 074.1 0.9 667.2 14.3 13.6 985.0 2 378.0 -15.0 4.6 581.5 5.4 942.4 6.1 -2. Pada tahun 2011.921.6 1 850. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.4 1 130. Konsumsi Pemerintah 9.8 196.3 167.3 1 369 9 329.8 24.0 3.0 1 475.6 1 220. Tabel 2.Perubahan Inventori 4.3 1 422.3 25.9 1) 2) PDB 6.4 493.3 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32. Pembentukan Modal Tetap Bruto 9. Diskrepansi Statistik 2 510. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24.0 0. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54.9 3. b.6 55.0 21.4 202.4 28. Konsumsi Pemerintah 3.2 8.3 6.0 0.9 27.7 21.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.8 24.8 2 463.8 416.5 3 000.3 602.3 441. Konsumsi Rumah Tangga 2.6 6.3 persen.7 15.3 persen.2 24.1 2.4 juta (US$1.9 4 948.4 2 065.0 100.2 634.0 5.3 169.7 4.3 2 082.7 56.1 32. Tabel 2.0 2.4 15.5 2 178.3 195.8 6.6 9.3 13.

7 c.1 13. tahun 2009 sebesar Rp23.6 13. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30. Nilai (Juta Rupiah) 16.4 3 441. Sementara bila dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6.tahun 2008 sebesar Rp21.000.8 24.9 b.6 2 925.244.7 23.0 12.9 27. 1.4 21. S $ U t a J u 10.0 .000.1 11.4 juta (US$2.1 30.010.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.4 11.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a. Tabel 2.000.07 persen.9).8 b.6 2 349.000. Indeks Peningkatan (Persen) 16.0 16.4 23.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .7 14.542. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.49 miliar atau turun sebesar 9.8 3 010.1).7 2 244.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) 26 E KS POR J ANUARI 2012 EKSPOR JANUARI 2012 III. pada tahun 2010 mencapai Rp27.8 juta (US$3.1 26.8 2 267.0 14.1 3 542.2011 25 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 2. Nilai (US$) 1 921. Nilai (US$) 1 842.8).3 29.349.6 20.3 13.8 c.6).6 23. Indeks Peningkatan (Persen) 16.9 juta (US$2.6 2 164.1 juta (US$3. Nilai (Juta Rupiah) 17.

26 persen.49 miliar.0 0.36 miliar dan Amerika Serikat US$1.07 persen Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 Migas Nonmigas Migas+Nonmigas 2. naik 6.5 juta. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33.000.0 8. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213. 3.0 20.000.1 Nilai ekspor Januari 2012 mencapai US$15.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Uraian Nilai FOB (Juta US$) % Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 % Perubahan Januari 2012 thd 2011 % Peran thd Total Januari 2012 Januari 2011 Desember 2011 .52 miliar.0 6.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011. sementara naik 4. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 E KS POR J ANUARI 2012 27 5. 4. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.000.3 juta.60 miliar.40 persen dibanding ekspor Januari 2011. turun 7.000. demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3. Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. disusul Cina US$1.18.0 2.0 Grafik 3.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.0 4.000. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1.82 persen.61 miliar.20 miliar.000. Menurut sektor. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.

26 -1.48 Industri 9 290.2 14 606.73 19.2 17 077.1 45 387.4 15 493.1 16 366.8 1 723.4 41 200.6 53 609.21 Feb’11 2 612.6 18 287.27 Agt’11 4 091.72 Okt’11 3 062.04 -2.5 -7.93 -6.6 476.0 162 019.28 Tabel 3.8 7.6 203 496.72 -0.0 3 485.8 14 415.5 15.7 -1.97 -5.5 13 616.82 2.0 17.7 12 519.50 -2.25 9.9 122 188.04 17.11 28 E KS POR J ANUARI 2012 Tabel 3.43 33.5 11 802.1 12 519.40 80.2 375.3 1 405.88 28.20 12.7 -22.53 Triwulan I ’11 8 289.66 13.4 162 019.42 Jan’11 2 615.5 5.88 -0.5 36.18 5.2 384.5 4 776.5 157 779.66 -7.8 5.3 12 925.91 7.0 -14.3 -0.5 -14.7 15 493.8 13 712.10 -1.83 4.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Golongan Barang (HS) Nilai FOB (Juta US$) Perubahan .91 14.43 Gas 1 303.45 2.70 Hasil Minyak 494.6 14 556.07 -0.9 356.1 9 483.4 -3.5 -0.1 47.7 -4.02 -1.7 17 077.22 13.31 1.4 2 651.1 13 828.0 11 991.80 Pertanian 391.72 13.9 -11.15 Mei’11 4 072.57 -1.0 17 418.5 22 871.64 -13.60 6.08 35.6 -9.08 61.28 6.8 3 190.14 2.84 -1.7 13 895.09 0.5 51 270.00 Migas 2 615.31 Mar’11 3 061.54 Triwulan II ’11 11 292.34 Nov’11 3 522.7 1 715.09 2.90 4.9 13 304.64 Des’11 3 485.4 53 228.2 13 592.6 -7.7 4.21 Pertambangan dan Lainnya 2 308.7 17 235.58 11.15 8.1 -16.92 Triwulan IV ’11 10 070.77 -11.8 14 214.0 14 795.8 9 926.4 17 543.89 -7.36 Jan-Des’11 41 477.48 31.08 -3.15 Apr’11 3 628.40 -4.20 Minyak Mentah 816.98 Jan’12 2 974.48 -5.23 -3.2 -19.6 47.47 Jun’11 3 591.06 Sep’11 3 931.9 18 386.8 -19.0 2 974.0 13 612.92 Triwulan III ’11 11 825.0 16 957.1 41 477.2 18 647.07 Nonmigas 11 991.1 883.7 -37.1 41 784.9 16 554.0 34 665.28 Jul’11 3 802.97 10.90 -9.9 -14.07 100.1 41 936.84 1.92 24.4 37 098.36 0.4 12.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Bulan Nilai FOB (juta US$) Migas Nonmigas Total Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Jan-Des ’10 28 039.Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total Ekspor 14 606.41 -24.0 13 592.2 18.5 5 165.82 17.5 203 496.6 129 739.

7 80.1 903.4 -38.1 791.5 2.4 89.6 332.4 -24.4 100 350. Kendaraan dan bagiannya (87) 286.2 -62.1 3 328. Karet dan barang dari karet (40) 1 111.79 7. Bahan bakar mineral (27) 1 820.0 61 669.7 21 655.8 490.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Negara Tujuan Nilai FOB (Juta US$) Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) Januari 2012 .7 13. kerak.6 -1 073.6 6.6 54.5 14 352. Kertas/karton (48) 319.7 3.5 3 810. Mesin/peralatan listrik (85) 857.6 -341.1 864.4 539.7 7 342.7 106.9 5 283.3 8 309.3 0.92 6.36 Total Ekspor Nonmigas 11 991.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 % Peran thd Total Nonmiga s Januari EKSPOR J ANUARI 2012 29 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3.1 2.9 409.4 172.2 2.3 17.7 1 929.3 100.91 5.0 278.1 308.32 4.88 10.8 63.6 11 145. Tembaga (74) 345.3 213.4 162 019.6 27 444.8 854.7 2 785.7 474. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 418.9 3.5 36.22 9.5 17. Bijih.5 6.2 2 142.0 4 169.72 Total 10 Golongan Barang 7 593.2 7 967.5 4 552.0 5 749.9 2 166.31 2.46 8.2 13 592.11 3. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 1 779. Besi dan baja (72) 120.9 361.5 -65.1 -619.0 -731.Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) 2012 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.5 76.2 306.7 12 519.7 1 352. dan abu logam (26) 533.64 Lainnya 4 397.

4 3 304.8 1.8 -881.4 -7.6 -9.5 979.4 2 535.3 100.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.6 429.4 1 170.4 281.4 -104.7 3.9 6.3 20 445.3 2 532.47 13 Taiwan 288.Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) ASEAN 2 836.56 10 India 787.5 88.5 28.84 9 Amerika Serikat 1 262.2 32 214.2 1 196.5 42.6 1 602.16 11 Australia 177.0 166.9 1 284.43 ASEAN Lainnya 531.7 825.2 13 592.56 Total Ekspor Nonmigas 11 991.3 319.6 152.7 6 440.7 3.5 3 576.4 1 719.7 1 607.2 -87.2 83 738.1 3 767.75 4 Jerman 261.1 -61.1 9 825.5 2.4 148.55 Total 13 Negara Tujuan 8 369.2 -851.7 6 658.7 5.5 8.25 5 Perancis 106.2 12.0 284.8 71.5 258.8 -95.76 2 Malaysia 979.7 12.44 Lainnya 3 622.1 1 082.4 162 019.25 1 Singapura 844.0 4.9 4.3 799.64 6 Inggris 134.3 1 692.5 9.22 Uni Eropa Lainnya 1 292.0 1 596.8 10.00 12 Korea Selatan 677.6 24.9 1 146.3 15 684.70 3 Thailand 440.6 380.8 721.5 51.1 5.9 18 330.3 4 205.2 39.2 638.8 545.44 7 Cina 1 161.64 Negara Utama Lainnya 5 562.0 0.9 9.0 46 416.6 -1 073.1 11 113.2 1 359.86 8 Jepang 1 208.4 115 602.6 3 078.7 12 519.2 8 943.2 -3.6 14 137.7 2.3 560.1 250.0 2.3 5 242.6 386.1 9 200.7 520.3 -87.36 Uni Eropa 1 794.8 -78. Juta US$) Migas Nonmigas Total 2011 .2 839.6 -788.8 -191.0 2.8 20.6 7 291.4 13 279.9 79.4 21 595.2 2 148.3 7 565.0 1 284.00 Bulan 2010 Tabel 3.

8 3 931.6 10 605.2 4 072.5 Sep 2 082.9 13 304.6 14 556.Migas Nonmigas Total 2012 Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) % Peran thd Total Nonmigas (8) (9) (10) Jan 2 344.1 12 519.5 11 802.7 12 181.2 Mei 2 369.9 16 554.1 16 366.9 10 098.5 13 616.2 2 974.0 13 612.9 3 591.1 3 628.5 10 428.0 11 991.5 12 486.4 17 543.2 11 166.9 12 619.5 Mar 2 168.8 12 774.2 18 647.9 9 251.4 10 605.9 3 802.5 Feb 2 175.1 Jul 1 881.6 9 830.9 18 386.2 10 249.0 13 726.4 15 493.6 18 287.0 14 795.3 3 061.8 14 415.5 Agt 1 993.6 12 330.3 12 925.0 11 595.2 14 606.4 Jun 1 901.8 14 214.5 11 733.6 12 035.4 2 612.4 .3 8 991.9 2 615.6 4 091.0 17 418.0 Apr 2 204.

0 16 957. jika dibanding Januari 2011 (US$9.00 12.5 Des 3 259.3 3 062. IMPOR JANUARI 2012 1.8 13 712.57 miliar atau turun 11.02 persen.1 41 477.6 203 496.6 2 974.00 6. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.7 Total 28 039. Sebaliknya.7 17 077.57 persen dibanding impor Desember 2011 yang besarnya US$16.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3.5 157 779.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) S $) l i ar U (M i 14.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12.7 3 522.7 17 235. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.58 miliar atau turun US$1.99 miliar atau turun US$0.0 162 019.4 15 493.0 13 592.4 12 816.9 11 557. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11. Grafik 4.7 13 895.9 15 633.00 4.80 persen. 3.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1.65 miliar).Okt 2 841.66 miliar (18.00 2.6 16 829.83 miliar).1 12 519.00 10.6 Nov 2 816. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.6 129 739.00 Januari 2011–Januari 2012 2.99 miliar atau 20.5 30 I MPOR J ANUARI 2012 IV.3 3 485.00 0.48 miliar. sedangkan jika dibanding impor Januari 2011 (US$12.00 8.25 miliar (9.97 .7 14 399.56 miliar) naik 16.3 13 570.

78 1. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 4.85 miliar (7.53 miliar dengan pangsa 21.57 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I MPOR J ANUARI 2012 31 4.02 miliar atau 0.85 0. impor golongan barang tersebut meningkat US$0.miliar) terjadi peningkatan US$0.50 0.57 miliar atau turun 11.2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) $) US l i ar (M i 3.50 1.31 persen). 5.68 0.82 0.58 persen. Sementara itu.00 Januari. diikuti Jepang US$1.88 persen.82 0.52 miliar).74 miliar (15.32 miliar. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.72 miliar).57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1.94 persen. Nilai ini turun 7.00 2.50 2.00 0. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.69 1.74 2.53 Singapura Thailand Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2011 Januari 2012 .20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2.06 persen) dan Singapura US$0.42 persen. sementara dari Uni Eropa sebesar 9.38 1. 2011 dan 2012 0.81 persen (US$0. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2.00 1. Migas Nonmigas Impor Januari 2012 sebesar US$14.60 miliar (34.

6 12 558.5 2 971. Januari 2011–Januari 2012 Periode Nilai CIF (Juta US$) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) .8 154.3 880.Gas 1 412.Minyak Mentah 11 154.41 .72 20.1 9 586.9 12 828.8 3 647.3 11 581.00 Migas 40 701.6. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd (%) Jan-Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.0 -18.1 141.05 .8 1 157.9 2 348.13 13.49 Tabel 4.06 Nonmigas 136 734.26 persen.5 128.8 -23. dan barang modal sebesar 41.2 Perkembangan Impor Indonesia.19 persen.1 -11.05 0.02 100. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat. bahan baku/penolong sebesar 11.89 15.1 -9.8 9. 0.75 32 I MPOR J ANUARI 2012 Uraian Tabel 4.Hasil Minyak 28 134.47 6.84 1.6 2 080.71 persen.57 16.4 762. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8.6 14 570.2 1 953.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.58 20.80 79.3 2 989.17 20.4 -16.7 16 475.51 .81 -6.

77 Mei 3 647.8 15 393.81 1.3 2 517.2 37.98 -6.57 Total Impor Januari 2012 I MPOR J ANUARI 2012 33 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.06 26.03 2012 Januari 2 989.9 5.8 1 565.9 15 169.3 14 888.8 11 178.40 November 3 450.42 Juni 3 244.73 -4.72 -11.1 11 943.0 2 320.4 -7.44 -8.7 9 205.91 7.51 .1 -18.1 12 254.2 1 406.72 7.4 -5.0 11 581.5 15 072.2 11 749.2 11 691.70 4. 2011 dan 2012 Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.3 17.29 April 3 954.62 Oktober 3 279.41 7.2 14 486.05 -9.44 Maret 2 877.43 -5.0 1 643.3 15 533.9 -14.47 Februari 2 544.3 16 475.77 0.53 -0.21 -2.37 -3.04 2.99 September 3 477.1 14 570. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.9 12 558.05 5.81 2.1 -8.5 12 407.12 23.90 Desember 3 647.0 11 609.66 Juli 3 799.8 16 207.3 -4.3 12 828.2011 Januari 2 971.57 20.8 9 586.8 1 724.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Golongan Barang (HS) Januari.81 2.2 13.5 11 827.1 14 825.81 34.0 -11. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.78 11.20 -6.6 5.53 Agustus 3 808.00 -9.9 15 075.5 11 266.4 4.70 3.9 -7.23 -0.7 12.10 4.74 2.33 13.0 10 934.

4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.82 2.68 Barang Lainnya 50 412.89 36.31 6.7 163.1 207.1 268.0 249.31 34. Januari 2011 dan 2012 Negara Asal Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Januari 2011 Desember 2011 .1 390.09 -6.3 3 445.72 20.99 9.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.24 7.37 8.05 1.6 394. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.8 6 141.5 -6.9 7 606.8 7 908.8 346.4 3 974.0 -12.4 390.5 26. Serealia (10) 4 753.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.36 34.00 Tabel 4.14 6.89 45.43 8.5 809.99 4.9 10.8 869.21 15.9 12 828.97 4.98 4. Bahan kimia organik (29) 6 634.32 Total Impor Nonmigas 136 734.29 2.1 -9.9 -3.8 450.1 348.06 11.5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.6 -11.1 9 586.93 3.7 712.4 499.17 47.3. Kapas (52) 3 169.8 484.1 4 919. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.6 -6.9 6. Barang dari besi dan baja (73) 3 573.82 23.7 564.80 100.3 11 581.3 258.36 3.00 6.2 -19.5 557.7 491.6 560.4 533.2 227. Besi dan baja (72) 8 580.15 5.85 65.16 10.6 221.5 480.2 -1. Triwulan I 2010–Januari 2012 Periode Ekspor Impor Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih Jan 2012 thd Jan 2011 (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 345 232 451 624 687 581 501 360 784 998 Triwulan I 59 061 69 973 43 567 024 26 241 934 Triwulan II 60 500 65 745 72 900 660 31 749 466 Triwulan III 83 723 103 731 54 974 339 32 282 282 Triwulan IV 141 948 212 175 516 139 478 270 511 316 2011 378 847 836 730 2 750 620 017 1 513 183 688 Triwulan I 65 597 104 230 1 194 657 159 622 728 284 Triwulan II 105 052 151 407 315 690 405 170 527 950 Triwulan III 35 645 107 977 360 325 567 204 170 692 Triwulan IV 172 553 473 116 879 803 049 515 736 581 2012 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 Januari 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 34 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.

9 12 828.48 97.9 523.42 4 Jerman 3 381.6 -0.55 26.4 121.3 693.49 Uni Eropa 12 418.3 10 529.25 5 Perancis 1 970.7 14 486.0 -16.56 1.65 2.9 3.7 411.Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) ASEAN 29 792.10 21.40 7 Jepang 19 321.8 9 427.72 20.91 11 Australia 5 173.9 564.3 8 721.7 1 119.06 8 Cina 25 456.9 14 570.6 381.3 283.5 -8.3 685.91 13 India 3 979.5 833.1 2 101.3 684.5 98.2 .00 20.32 5.6 339.7 2 968.59 Total 13 Negara Utama 108 989.84 20.10 21.4 260.06 6 Inggris 1 173.1 26.24 6.6 779.50 10 Korea Selatan 7 440.6 2 292.4 -4.1 6 763.8 -15.80 100.1 Barang Modal Total Impor Nonmigas Januari 2012 Februari 908.0 336.0 1 001.9 299.21 Negara Lainnya 27 744.4 1 816. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$) Bulan 2011 2012 Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Januari 1 029.1 -9.68 18.4 399.3 -24.40 -3.1 -54.2 2 666.4 821.1 9 586.15 10.09 21.2 April 1 059.44 49.5 11.1 -8.38 2.9 1 268.0 1 861.91 11.9 755.9 846.7 1 744.8 -7.94 1 Singapura 10 548.0 2 731.6 585.5 7 694.0 123.0 1 380.5 110.3 394.0 9.14 7.00 Tabel 4.6 -5.44 72.4 5 337.5 10 481.22 12.6 404.91 2.0 612.88 9 Amerika Serikat 10 697.2 2 600.6 234.72 80.7 2 149.79 Total Impor Nonmigas 136 734.2 271.14 19.40 15.8 12 558.39 6.1 2 534.4 61.40 10.05 Uni Eropa Lainnya 5 893.64 39.1 271.3 -6.55 12 Taiwan 3 854.60 1.77 9.53 21.3 273.48 3.0 -5.41 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Asean Lainnya 3 250.7 9 289.40 3.74 12.4 319.0 682.03 30.5 391.06 Negara Utama Lainnya 75 922.4 1 090.1 -6.4 11 749.2 7 160.73 3 Malaysia 5 745.6 322.72 5.40 3.5 23.3 1 164.2 2 120.31 3.3 11 581.4 752.31 26.1 284.31 2 Thailand 10 248.6 1 892.6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.3 433.5 -14.71 58.4 2 425.1 2 311.9 Maret 1 290.65 -1.2 -35.9 10 096.

9 227.0 8 Australia 483.2 12 Vietnam 231.9 10 Saudi Arabia 488.1 2 778.6 1 750.9 130 934.3 .4 Desember 1 089.0 14 888.7 11 258.7 11 169.3 33 108.0 302.68 71.1 10 971.5 10 481.2 173.9 14 570.7 2 099.7 13 Jerman 265.9 10 405.7 240.2 2 540.80 18.2 3 Jepang 1 929.6 349.9 296.65 100.3 3 018.1 10 813.5 486.7 15 169.4 September 1 179.8 10 404.6 1 119.0 7 Malaysia 1 025.9 19 436.1 Oktober 1 261.8 5 426.8 16 475. Januari 2012 No.1 5 177.1 2 108.7 11 595.7 965.3 Agustus 1 200.6 Total 13 392.4 2 Singapura 1 981.7 824.94 20.1 789.8 15 Hongkong 189.1 3 772.7 4 259.9 3 190.9 Juni 1 078.38 100.2 768.1 Persentase thd Total (%) 7.7 2 968.7 3 102.0 413.8 9 Taiwan 399.1 434.1 1 626.7 11 434.2 Mei 976.6 16 207.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.6 11 113.0 210.3 1 166.0 Juli 1 211.1 25 964.9 2 734.9 Januari 1 107.4 11 India 334.00 7.5 11 096.4 15 072.3 12 999.4 2 881.5 14 Nigeria 1.0 2 326.9 3 393.3 12 114.5 388.55 73.0 6 Amerika Serikat 762.0 4 Korea Selatan 1 293.8 14 825.11 503.6 284.9 4 322.6 5 Thailand 708.3 2 316.6 1 334.5 229.4 2 414.3 2 465.5 1 863.7 951.8 261.00 (%) Total I MPOR J ANUARI 2012 35 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.9 701.4 15 393.2 26 212.1 411.4 177 435.0 15 533.0 325.6 2 382. Negara Asal Barang November 2011 Desember 2011 Jan-Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (NILAI CIF: JUTA US$) 1 Cina 2 506.8 15 075.

85 18.66 86.00 6 Australia 14.67 100.9 16 475.3 375.8 3.5 60.9 653.1 94.9 4 073.6 13 204.No Total 15 Negara 12 599.33 100.42 100.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Barang Konsumsi Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Januari 2012 Persentase thd Total (%) Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 ASEAN 465.56 Negara Tabel 4.5 0.6 14 570.39 9.65 33.2 3 130.6 177 435.6 366.43 56.08 52.85 11.9 768.55 10 481.8 11.8 32 145.44 Negara Lainnya 18.2 2 634.3 150.5 12 010.2 1 095.66 74.27 20.85 80.00 3 Korea Selatan 34.7 2 968.95 100.52 39.0 434.5 2 354.4 10.46 91.8 822.93 100.38 100.0 4.88 82.07 100.00 Total Impor 1 119.0 4.9 14 570.3 2 540.2 Total Impor 15 393.15 19.4 676.73 100.00 4 Cina 274.3 3 270.8 1 018.05 100.6 21.21 5.2 5.99 0.7 1 750.00 5 India 17.29 100.8 145 290.9 Negara Lainnya 2 794.1 Persentase Terhadap Total (%) Total 15 Negara 81.9 820.7 302.92 89.70 100.00 2 Jepang 54.94 20.8 6.68 71.1 Barang Modal Total ( 7 s/d 9 ) 7.0 299.93 59.00 7 Selandia Baru 19.79 56.92 32.5 46.38 5.12 17.00 .00 10 Lainnya 129.15 81.00 9 Uni Eropa 75.9 411.1 2 559.42 76.6 3.0 3.7 951.00 8 Amerika Serikat 34.7 477.1 224.6 22.13 58.4 42.20 38.2 1 445.

010.44 persen (lihat Tabel 5. Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa.2).641. Tabel 5.630.36 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 V. Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive. 3. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan Laki-laki+Perempuan 0-4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5-9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10-14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15-19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20-24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25-29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30-34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35-39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40-44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45-49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50-54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55-59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60-64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65-69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70-74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75-79 842 344 1 135 561 1 977 905 80-84 481 462 661 708 1 143 170 85-89 182 432 255 529 437 961 90-94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 Jumlah 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Sumber: Sensus Penduduk 2010 Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237.913 orang dan perempuan sebanyak 118.1). dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237. Bagian tengah .413 orang (Tabel 5.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.641.326 jiwa EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 37 2. Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1.326 jiwa.49 persen. yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990-2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1.

2010 INDONESIA Papua Barat Papua Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Riau Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Maluku Utara Sulawesi Tengah Jambi Banten Kalimantan Barat . Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi. Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101. b. c.1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 0 2 4 6 8 10 12 0-4 Juta an 65-69 70-74 75+ Perempuan Laki-laki 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 0 2 Juta an 4 6 8 10 12 4. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 5.piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan.4. dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100.1).4. sementara yang terendah adalah NTB (93). 38 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Grafik 5. Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113). Rasio jenis kelamin a. atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki.

3 106.2 100. Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a.7 102.Bengkulu Sumatera Selatan Sulawesi Utara DKI Jakarta Jawa Barat Maluku Kalimantan Selatan Sulawesi Tenggara Bali Gorontalo Sulawesi Barat Sumatera Utara Aceh NTT Jawa Tengah DI Yogyakarta Sumatera Barat Sulawesi Selatan Jawa Timur 94.4 104.8 100.6 103.6 104.2 105.8 101. Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif.9 105. .0 109.3.7 104.3 95.5 104. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51.5 97.4 98.1 80.3).7 98.7 98.3.0 106. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5.7 104.3 102.6 103.5 99.7 100. Ketika tahun 1971 sebesar 86.0 97.0 NTB persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 111.8 108.4 113.8 101.8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51.0 120.4 101.6 104.3 112.6 102.4 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 39 5.0 100. b.

8 79. lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2). 2000 dan 2010.2. serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2).8 51.3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia. 1971-2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971. Kalimantan (25 jiwa/km2). 1980.46 2.8 53. 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 86. 6.2 Penduduk.3 67. Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2). Laju Pertumbuhan. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi. yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2). Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2).36 *) .Grafik 5.3 1971 1980 1990 2000 2010 40 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5. Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107. 1990. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Provinsi Penduduk Penduduk per Tahun (%) Laju Pertumbuhan ) Sensus Penduduk 2000 Sensus Penduduk 2010 1990-2000 2000-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh 3 929 234 4 494 410 1. dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2). Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.

95 127 205 6 Jambi 2 407 166 3 092 265 7 Sumatera Selatan 6 210 800 7 450 394 1.32 1.4.68 78 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 1.2.14 2.58 1.83 2.58 .3.62 1.76 727 784 .85 68 81 8 Kepulauan Bangka Belitung 899 968 1 223 296 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 .04 0.13 1.94 0.56 1.17 1.24 1.90 1 010 1 217 13 Banten 8 098 277 10 632 166 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 .34 101 115 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 1 679 163 4.70 0.24 1.24 1.10 0.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 Sumatera 42 472 392 50 630 931 1.78 0.41 2.72 1.79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 0.27 3.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0.20 1.

48 1.27 2.2.Jawa 121 293 745 136 610 590 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1.28 .25 1.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 2.40 1.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 Kalimantan 11 307 747 13 787 831 2.98 1.26 74 92 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 2.52 1.17 153 172 28 Sulawesi Barat 891 618 1 158 651 29 Sulawesi Tenggara 1 820 379 2 232 586 .77 2.81 1.07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 0.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.80 3.14 2.80 1.63 2.31 2.45 1.68 3.17 1.21 1.02 21 25 24 Sulawesi Utara 2 000 872 2 270 596 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 1.2.81 2.28 0.79 1.08 48 59 Sulawesi 14 881 528 17 371 782 .95 1.

Gorontalo.44 1.LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri. Sulbar.LPP Aceh 2000-2010 dihitung 2005-2010. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.3.80 25 33 31 Maluku Utara 815 101 1 038 087 32 Papua 1 684 144 2 833 381 . Babel.LPP Indonesia 1990-2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.67 2.30 Maluku 1 166 300 1 533 506 1.57 0.49 Catatan: . .47 3. Banten.10 5.96 8 12 Indonesia 205 132 458 237 641 326 1. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Kepadatan Penduduk (jiwa/km 2 2000 2010 160 178 45 64 48 62 55 74 194 220 12 592 14 469 838 1 100 996 1 104 937 1 055 216 242 150 179 12 14 12 17 144 164 35 43 53 69 79 92 25 32 5 8 .39 5 9 33 Papua Barat 529 689 760 422 Maluku dan Papua 4 195 234 6 165 396 .80 1. mengunakan data SPAN2005.2. .87 3.71 1.

Perdagangan.40 5.50 Sulawesi Utara 35.80 4.40 0.80 Nusa Tenggara Timur 68.50 4.10 4.60 0.60 11.10 1.00 7.20 0.60 0.60 0.10 3.30 8.20 Jawa Tengah 39.30 18.80 Papua Barat 47.40 0.10 0.30 6.40 persen).50 5. Riau 13.70 persen).10 0.40 12. Hotel.80 16.30 21.60 0.50 6.00 0.20 12.70 23.60 12.30 23.80 22.40 0.10 1.30 4.40 5.10 2.70 1.50 3.00 4.20 13.00 0.30 16.50 15.50 0.90 11.90 0. Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a.00 0.10 14.60 3.30 14. 6.10 2.107 124 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 41 7.80 0.40 Maluku 51.30 4.90 0.80 6.30 13.00 1.30 0.70 14.00 4.00 Bali 31. 5.20 4.90 1.20 1.80 0.50 3.20 1.90 14.50 4.90 1. 3.60 20.40 0.90 1.30 13.40 0.20 Jambi 57.30 4.30 4. Holtikultura. dan Rumah makan (18.30 4.90 4.80 7.70 11.40 Kalimantan Tengah 57.50 11.30 5.70 0.10 0.80 10.80 17.70 0.50 1. dan Pertanian Lainnya.30 16.20 1.50 19.20 4. sektor Jasa-jasa (15.20 0.00 0.40 14.40 27.70 1.20 0.80 0. SP2010 Provinsi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Aceh 52. Keuangan dan Asuransi.50 7.40 6.50 16. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).80 8.00 16.30 0.40 6. Jasa Kemasyarakatan. Bangka Belitung 32.40 19.90 15.30 0.80 Lampung 61.00 0.50 0.50 0.30 11.50 17.20 0.70 17.50 0.80 4.10 17.40 0.70 Banten 19.70 19.90 Nusa Tenggara Barat 53.90 0.70 6.50 4.90 Sulawesi Barat 63.20 4.00 0.10 Maluku Utara 54. Kehutanan.20 4. dan Perorangan.80 2. Hotel. 7. Tabel 5.70 0.30 5.60 0.20 14.50 4.70 1.20 4.80 0.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .50 3.70 4.50 1.50 0. dan Komunikasi. Lainnya.60 0.90 1. 2.90 1.50 12.20 3.00 Kep.10 16.50 3.70 5.10 1.40 6.90 0.90 1.90 0.50 9.90 0.30 18.80 0.60 4.00 0.60 0.90 0.20 20.60 2.30 1.80 0.80 0.00 1.30 5.60 0.70 4.10 0.30 Jawa Timur 44.90 2.20 4.20 4.80 15.30 0.30 4.90 21.30 4.70 4.10 0.20 3.00 2.80 0.50 15. Jasa Kesehatan.40 18.10 1.50 2.30 5.20 1.30 0.70 17.30 1.60 1.20 3.60 0.20 5.50 0.50 persen lapangan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 usaha berada di sektor pertanian.90 1.40 2.20 0.20 1.80 Jawa Barat 24.60 Kalimantan Barat 62.20 4.60 2.20 6.20 Sumatera Utara 46.90 5.70 0.80 D I Yogyakarta 33.70 19. 0. Industri Pengolahan (termasuk Air).50 2.00 16. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.90 0.10 0.60 Catatan: 1. Selain itu.10 0. 4.60 0.00 1.00 Kalimantan Timur 29. 9.20 14. .50 1. 8.60 2.70 0.70 0.90 Sulawesi Tenggara 52.30 2.50 4.90 Sumatera Selatan 60.80 0.90 17.40 11.60 DKI Jakarta 1.50 Papua 75.90 0.50 11.80 3.10 0.20 12.90 Sulawesi Selatan 51.30 4.10 1.60 14.70 27.60 0.50 3.70 17.40 0.70 31.20 2. 40.00 Kep.60 20.90 3.90 18.40 2.70 0.30 3.30 9.00 Sumatera Barat 44.30 Riau 47.90 0.70 1. Perikanan.50 2.00 0.00 0.80 0. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan. dan Rumah Makan.20 6.20 0.90 9.90 20. Pemerintahan.80 13. Pertambangan dan Penggalian. Perkebunan.60 13.90 3.50 2.80 Bengkulu 62.80 7.60 Gorontalo 42.30 4. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.3. dan sektor Industri Pengolahan (10.10 0.80 persen).90 1. Peternakan.70 1.70 7.00 0.60 1.10 5.10 2.20 3.40 11. Transportasi dan Pergudangan.20 2.90 17.30 3.40 0.40 Sulawesi Tengah 58.60 4. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.60 0.10 15.70 7.10 3.20 20.40 Kalimantan Selatan 43.40 5.00 0.70 1.60 26.70 16.00 3.10 10.20 Indonesia 40.30 0. Informasi.60 0.30 7.40 5.90 1.50 2. Jasa Pendidikan. Konstruksi/Bangunan.00 3.30 4.70 21.80 0.30 12.30 12.80 16.20 4.00 1.10 3.

70 0.00 0.00 2.10 29.50 2.70 2.10 0.60 19.10 Sulawesi Tenggara 21.00 Papua Barat 20.50 0.20 Kalimantan Selatan 23.20 19.30 0.00 0.30 0.70 0. Bangka Belitung 1.50 1.60 0.50 4.00 0.50 1.30 0.90 0.80 1.10 Kalimantan Timur 11.70 2.90 1.20 0.80 1.20 61.10 0. 1.30 15.70 62.80 47. 1.10 0.20 0.10 DKI Jakarta 0.50 3.20 8.00 Nusa Tenggara Timur 57.00 4.30 4.30 3.10 2.60 1.90 Riau 5.90 4.30 Sumatera Selatan 19.2 Holtikultura.10 3.60 13.30 3.00 0.20 9.20 0.70 Jambi 9.50 1.40 1. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.70 Maluku 29.70 Kep.50 75.80 1.70 1.90 Sulawesi Selatan 33.40 10. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.00 Bali 11.20 2.50 0.60 3.10 1.60 10.10 4.60 1.60 0.70 30.60 Kalimantan Tengah 18.60 6.20 24.40 0.00 0.10 Papua 61.80 2.00 2.70 41.00 9.60 3.70 Banten 15.5 Peternakan.30 0.90 2.80 1.60 31.20 46.20 0.60 24.50 Kalimantan Barat 21.10 3.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.20 0.70 1.30 60. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.10 Gorontalo 33.80 58.30 4. Tabel 5.70 0.50 0.70 0.40 2.30 Sulawesi Utara 18. 4) Perikanan.40 2.60 4.70 2.60 0.20 2.40 22.50 Catatan: 1.10 4.90 0.80 0.30 1.50 23.20 Nusa Tenggara Barat 37. 2) Holtikultura.70 52.10 0.00 1.10 0.3 1.5 1.90 4.30 0.30 0.00 Lampung 34.80 2.40 1.60 0.40 0.80 38.80 54.90 39.4 Perikanan.20 53.10 5.60 Sulawesi Barat 16.70 7.10 3.60 1. Riau 0.10 3.90 5.80 5.90 1.60 0.3 Perkebunan.70 Jawa Tengah 29.30 44. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.20 Sulawesi Tengah 20. 5) Peternakan.90 57.50 1.30 44.00 3.40 57. 3) Perkebunan.80 3.60 Maluku Utara 19.40 1.20 0.10 62.90 1.40 0. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.40 0.50 1.40 0.90 Sumatera Barat 25.20 0.30 0.40 40.10 0.00 1.70 1.70 36.60 1.90 8.40 42.40 35.20 68.80 0.20 3.80 2.40 32.70 9.10 0.20 0.90 7.4.90 2.10 3.90 3.20 Sumatera Utara 19.00 Jawa Barat 19.30 2.40 persen kesempatan kerja.7 persen kesempatan kerja.20 D I Yogyakarta 26.30 3.20 8. yaitu 1) Jasa Pendidikan.10 51.50 Kep.00 1. 1.60 2.00 0.70 43.30 13.70 47.10 0.60 7.20 Indonesia 24.00 0.30 0.00 0.10 4.10 0.10 63.6 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Aceh 29.20 33. 1.90 13.40 0.40 1. SP2010 Provinsi 1.30 3.2 1. .42 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 b.50 0.4 1.30 1.30 39.70 0. dan subsektor 3) yang menyediakan 9.80 1.70 3.10 31.20 0.40 0.1 Pertanian tanaman padi dan palawija.20 51.40 Bengkulu 16.50 42. 1.20 5. Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor.80 1.20 20. Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.50 0.70 Jawa Timur 32.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 43 c.00 0.1 1.00 37.20 52.00 2.30 2.

20 11.70 16.20 17.20 Banten 3.40 Sulawesi Tenggara 5.20 10.90 7.50 13.00 14.80 7.20 11.40 11. laki-laki pada umur 13-15 sebesar 83.70 Riau 5.50 14.00 persen).30 10.10 1.00 7.2) Jasa Kesehatan.70 0. dan Tabel 5.60 1.80 20.80 1.50 Sulawesi Selatan 5.20 Nusa Tenggara Barat 5.00 1.70 15. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.10 10.60 Sumatera Selatan 3. Pemerintahan dan Perorangan 44 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 8.90 9.40 19.1 9.40 17.40 20.2 Jasa Kesehatan.40 1.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa. lalu sub sektor 1) (4.6.70 7.90 12. Laki-laki pada umur 7-12 tahun sebesar 94.20 17.20 Kalimantan Timur 4.30 1. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa.80 1.30 11. Tabel 5. 3) Jasa Kemasyarakatan.60 15.60 persen).40 15.80 13.20 9.10 0.30 Kalimantan Selatan 4.80 15.8) a.10 Kalimantan Barat 3.00 Jawa Timur 3.3 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 6.10 0.00 1.60 1.70 1.70 21.60 14.10 DKI Jakarta 3.40 Lampung 3.50 1.80 10.54 persen masih sekolah.00 Kep.50 0.40 1.70 7.70 0.30 1.40 10.70 Catatan: 9.30 9.7.30 20.10 22.80 1.80 Nusa Tenggara Timur 4.50 Jawa Barat 3.70 D I Yogyakarta 5.30 2.20 16.30 Gorontalo 5.00 Sulawesi Utara 5.20 11.50 Jawa Tengah 3.60 Papua 1.70 1. Bangka Belitung 4.90 Sulawesi Tengah 5.40 Sulawesi Barat 4.48 persen masih sekolah. 2010 Provinsi 9.20 9.00 1.20 12.00 7.60 16.50 22.30 16.90 9.3 Jasa Kemasyarakatan.20 Maluku Utara 5.10 10.50 Maluku 7. Semakin tinggi .00 9.30 13. Pemerintahan dan Perorangan.50 Jambi 4.50 Bali 3. lihat Tabel 5.50 16. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5. 9.20 1. Status Sekolah (Tabel 5.90 Indonesia 4.80 11.50 Bengkulu 4.1 Jasa Pendidikan.20 18.40 1.40 11.40 9.90 1.20 12.80 8. Riau 3.90 Kep.5.80 1.00 Papua Barat 3.80 7.40 0.90 20.70 1.80 0.00 Sumatera Utara 4. Di antara subsektor tersebut.10 27.90 1.50 0.90 17.90 14.90 13.20 15. 9.20 Sumatera Barat 6.10 10.10 11.70 Kalimantan Tengah 4.70 16.2 9.10 1.70 17.80 1.60 13.00 1.

94 63.02 15.84 94.12 94.96 93.43 17.83 58. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.41 46.36 91.48 48.18 15.21 14.22 12.33 19.37 Sumatera Selatan 39.12 97.36 Kalimantan Barat 30.05 50.74 Papua 25.93 57.77 78.67 Maluku 44.29 69.16 62. Tabel 5.01 48.97 68.06 Kalimantan Tengah 44.79 64.94 Lampung 37.01 Jambi 39.69 64.88 88.33 95.25 Kalimantan Timur 42.85 93.17 87.44 47.90 Gorontalo 34.01 67.27 70.53 INDONESIA 37.45 89.91 57.88 16.46 85.67 67.13 Nusa Tenggara Timur 27.47 60. Bangka Belitung 36.65 Sulawesi Selatan 35.30 48.73 DKI Jakarta 45.52 24.49 20.78 86.65 Sulawesi Barat 27.60 94.27 79.85 Sumatera Utara 34.78 80.11 72.90 48.68 82.37 DI Yogyakarta 50.02 94.02 Papua Barat 37.35 18.33 87.41 14.69 84.73 Kalimantan Selatan 40.84 63.94 93.83 57.15 83.91 85.46 61.93 95.36 Jawa Barat 28.68 Sulawesi Utara 54.45 93.33 23.95 16.89 78.41 62.52 95.21 persen laki-laki masih sekolah.35 94.58 21.29 21.87 Bengkulu 34.62 91.81 47.82 92.93 88.62 55.08 20.58 68.46 Sumatera Barat 25.54 11.24 59.85 57.43 78.13 52.18 Sulawesi Tenggara 35.98 92.48 53.63 21.6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.89 13.91 94.60 93.30 48.55 95.35 Bali 39. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.72 Riau 31.22 10.32 15.89 62.24 22.41 62.20 47.04 52.61 75.93 96.95 19. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 39.58 54.93 63.87 90.19 62.59 81.04 15.01 65.72 54.66 7.19 60.97 94.95 58.01 73.26 60.43 61.07 84.83 57.50 91.64 59.81 54.19 69.32 86.60 52.51 67.42 59.78 82.34 17.02 65.78 94.60 63.52 61.21 14.54 86.98 93.08 62.27 95.83 82. Riau 31.12 96.29 67.54 83.89 43.16 13.43 Maluku Utara 43.26 95.50 Nusa Tenggara Barat 25.89 Kep.99 61.93 85.59 Jawa Timur 47.49 96. Pada masa umurumur sekolah (7-24 tahun) sebesar 62.01 94.49 Sulawesi Tengah 34.46 41.41 97.92 91.15 7.90 58.96 59.20 63.85 68.56 Jawa Tengah 46.30 Banten 33.20 11.55 82.91 94.umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.74 95.23 55.08 15.74 80.95 13.96 48.17 79.71 11.36 57.41 48.36 88.50 81.66 Kep.21 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laki-Laki KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 45 .00 60.90 47.

87 95.47 Sulawesi Selatan 37.17 84.14 95.32 DI Yogyakarta 51.37 54.27 54.58 Riau 32.29 94.01 61.63 10.49 Sulawesi Utara 56. Pada umur 7-12 tahun sebesar 94.00 53.14 93.70 13.93 84.74 70.92 12.72 89.19 88.65 81. Perempuan pada umur 7-12 tahun sebanyak 95.87 Maluku Utara 45.19 64.93 16.93 50.92 Banten 35.21 81. Pada semua umur .66 85.34 Perempuan 46 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 c.58 14.53 71.33 6.b.31 60.04 69.52 60.52 91.34 persen perempuan masih sekolah.50 85.59 81.98 94.80 17.14 82.21 88.26 95.43 62.35 88.02 95.69 Kalimantan Selatan 41.83 58.74 70.70 88.34 62.13 46.55 85.8.49 98.66 83. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.86 45.02 48.64 55.64 61.99 10.62 96.79 62.84 95.22 42. Riau 31.07 18.33 94.21 92.57 58.20 16.20 58.53 46.87 15.56 18.39 95.05 57.11 DKI Jakarta 45.11 87. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.15 69.30 53.90 Nusa Tenggara Barat 27. Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.18 18.89 19.86 11.27 Kalimantan Timur 43.69 Kalimantan Tengah 46.87 61.42 53.88 96.53 43.59 71.70 93.05 Maluku 46.95 50.89 Bali 39.12 16.91 18.89 94.89 97.28 56.33 59.52 Sumatera Utara 35.79 85.19 82.22 86.85 Sulawesi Tengah 37.63 58.14 Kep.71 95.44 95.08 12. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.15 61.26 55.53 95.66 62.09 Sumatera Barat 26.13 93. perempuan pada umur 13-15 sebanyak 85.36 93.27 persen masih sekolah.27 Sulawesi Tenggara 38.69 96.45 50.17 14.49 90.00 66.46 95.25 38.58 81. Pada masa umur-umur sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.26 95.38 14.63 10.37 50.91 Jawa Barat 31. Bangka Belitung 38.96 Gorontalo 37.62 53. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.77 94.97 66.54 62.24 persen masih sekolah.26 87.27 INDONESIA 38.84 Jawa Timur 48.64 96.71 89.16 64.80 7.17 82.69 50. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.50 83.77 Lampung 39.7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.94 95.51 Nusa Tenggara Timur 29.12 67.60 89.72 22.03 44.93 43.03 Kalimantan Barat 31.88 Sumatera Selatan 41.04 persen masih sekolah.92 Sulawesi Barat 30. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua.95 61.09 65.27 85.64 86.43 13.87 64.22 27.62 89.89 persen masih sekolah.77 61.36 59.04 52.50 95.49 18.53 28.80 13.39 92.72 Bengkulu 36.12 64.96 61.90 24.14 63.17 80.47 95.27 64.49 Papua 26. pada umur 13-15 sebesar 84.38 49.88 Jambi 40.61 56.15 63.10 21.24 13.84 60.17 Papua Barat 37.32 58.02 Kep.45 71.31 12.28 85.99 61.37 96.49 Jawa Tengah 47.50 53.30 97.85 15.67 96.13 60.97 61.

81 19.90 59.40 96.68 18.8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.40 97.00 93.00 INDONESIA 38.65 16. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.11 16.61 46.18 persen sampai 20. tanpa perjanjian sewa/kontrak.09 61.70 95.90 62.05 Sulawesi Selatan 36.37 17.11 48.76 96.18 Sumatera Utara 34.43 7.11 70.85 95.07 18.68 94.38 53.83 86.00 62.78 58.65 95.95 54.63 95.66 63.73 94.18 80.06 58.38 DKI Jakarta 45.11 92.38 88.18 82.08 62.18 84.56 18.97 71.75 Nusa Tenggara Barat 26.62 95.10 85.45 15.72 81.78 15.64 12.89 17.11 53.89 84.56 94.98 Kep. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.65 11.75 25.57 40.10 84.41 94.sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.54 59.13 93.14 Papua 25.86 56.35 89.45 20.68 61.94 94. Riau 31. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.62 62.44 61. . sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.93 Gorontalo 35.46 13.27 Sulawesi Barat 29.99 59.51 62.37 63. yakni sekitar 6 persen.85 DI Yogyakarta 50.34 13. tanpa membayar.86 21.28 57.80 44.24 52. Bangka Belitung 37.97 86.51 26.51 64.17 49.45 persen.73 Jawa Timur 47.42 15.55 87.88 Kalimantan Tengah 45.9) Sebanyak 77.92 50.46 84.68 14.26 80.90 94.59 Sulawesi Utara 55.27 persen.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.74 88.89 persen) milik sendiri. Tabel 5. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua.87 58.83 82.62 Jawa Barat 29.79 Nusa Tenggara Timur 28.28 84.28 Bengkulu 35.29 83.13 Banten 34.13 55.91 66.02 88.13 Sumatera Selatan 40.45 54.01 66.52 58.62 95.27 85.73 69.94 Jambi 39.07 62.13 56.22 Sulawesi Tenggara 37.30 77.71 Kalimantan Selatan 40.37 20.08 52.77 Sumatera Barat 25.80 60.46 14.55 94.34 49.77 92.86 Maluku 45.53 52.42 58.95 11.64 16.56 96.72 58.90 21.98 12.93 95.78 persen penduduk masih sekolah.68 96.02 47.04 Jawa Tengah 46.94 98.60 Papua Barat 37.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.18 94.16 80.20 Kalimantan Barat 31.77 Kalimantan Timur 42.14 48.82 81.27 58.06 65.48 92.64 Maluku Utara 44.69 97.09 94.14 Riau 32.32 Kep.49 58.53 88.37 77.79 12.83 95.62 48. Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.93 62.89 81.51 80.17 89.94 87.01 65.50 70.51 87.78 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 47 9.54 50.57 46.63 Bali 39.48 14.84 50. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.78 89.93 42.42 93.44 94.80 63.77 66.63 Sulawesi Tengah 36.22 61.54 69.70 11.66 50.25 92.53 69.85 10.35 Lampung 38. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.50 7.04 67.48 84.58 64.96 95.60 64.42 61.07 22. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) Laki-Laki+Perempuan 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40. dan lain-lain.74 66.92 45.03 91.03 63.

00 Kep.00 Sumatera Barat 73.00 Lampung 83.62 7.63 5.71 14.19 3.00 Jawa Barat 75.33 100.69 100.16 100.00 Bali 71.76 9.04 3.89 1.94 5.18 7.00 Sulawesi Selatan 80.25 100.87 100.00 DKI Jakarta 47.83 10.53 100.45 17.91 18.54 4.28 12.97 12.77 100.00 Jawa Tengah 86.15 2.97 6.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.00 Kalimantan Selatan 74.30 9.00 Kep.52 100.18 100.58 7.37 11. Bangka Belitung 80.98 100.00 Gorontalo .44 7.00 Sulawesi Tengah 80.38 5.00 Nusa Tenggara Barat 85.17 16.11 4.52 3.13 6.00 Riau 64.94 5.05 9.04 100.42 13.17 10.35 4.59 8.00 D I Yogyakarta 76. Riau 60.00 Nusa Tenggara Timur 84.72 100.77 10.81 3.84 4.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Provinsi Milik Tempat Tinggal.97 8.39 100.42 2.96 100.00 Sumatera Utara 67.00 Jambi 75.28 100.00 Kalimantan Tengah 68.08 6.21 2. SP2010 sendiri Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 76.15 20.57 9.64 100.27 100.75 3.27 6.29 100.18 14.89 2.00 Kalimantan Barat 84.50 10.71 27.31 11.52 18.68 3.04 7.55 100.36 3.22 11.76 100.35 2.09 8.46 100.83 5.77 15.49 3.00 Bengkulu 78.71 4.58 2.73 2.05 6.60 2.01 10.00 Kalimantan Timur 62.54 2.27 100.20 13.20 10.85 13.00 Sulawesi Utara 72.40 100.13 100.85 2.00 Jawa Timur 85.00 Sumatera Selatan 76.93 6.15 100.86 2.97 7.16 11.23 13.55 8.04 8.78 4.00 Sulawesi Tenggara 81.68 24.68 7.61 7.15 100.00 Banten 72.09 6.98 100.

75 2.96 70.68 12.07 100.94 1.29 21.04 46.45 100.07 3.70 persen).64 .57 9.45 1.79 Jambi 10. air ledeng (15.00 Papua 79.62 22. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).00 3.00 Maluku Utara 82.61 20.14 persen).05 1.88 4.87 Lampung 7.10 99.37 Sumatera Selatan 9.96 23. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.01 Kalimantan Barat 7.49 53.69 24.06 27.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi Air kemasan Ledeng Pompa Sumur terlindung Mata air terlindung Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 20.94 40.54 Nusa Tenggara Barat 8.38 4.46 3.70 Banten 31. sumur pompa (12.25 4.40 89.95 0.41 16.51 1.13 17.45 80.80 46.69 56.48 Kalimantan Timur 25.10 Jawa Tengah 4.70 16.11 88.47 Bengkulu 8.60 2.13 56.09 11.94 D I Yogyakarta 12.88 100.66 Sumatera Utara 12.19 30.12 15.39 1.68 1.53 34.23 88.86 42.44 persen). Riau 50.16 16. berdasarkan kriteria sumber air saja.38 12.87 14.69 19.00 48 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 10.76 Nusa Tenggara Timur 1.86 100.84 Kep.01 4.26 1.81 17.79 6.08 7.37 100.98 Kalimantan Tengah 9.92 18.34 82. air kemasan (14.86 65.00 Sulawesi Barat 84.38 32.50 Sulawesi Utara 17.94 2.42 persen).12 8.03 1.00 INDONESIA 77.94 11.74 18.96 11.97 1.24 31.88 3.57 0.18 17.19 8.14 23.11 4.87 33.51 5.75 37.96 36.96 Sumatera Barat 12.96 15.10 60.97 12.31 0.74 28.32 3.12 2.70 87.42 29.79 91.14 91.27 2.70 5.28 1.37 57.75 6.83 3.63 71.21 1.01 9.00 5.31 2.18 8.51 0.21 100.10) Sebanyak 83.76 Kalimantan Selatan 6.19 7.21 15.59 63.90 10.81 77.72 88.07 31.73 Jawa Barat 17.89 Jawa Timur 11.06 15.06 17.70 persen).40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.25 8.35 9.77.00 Papua Barat 63.80 76.75 11.81 4.29 5.02 74.64 19. dan mata air terlindung (8.73 4.18 100.45 15.69 38.23 19.78 20.02 10.44 10.40 2.65 8.38 87.54 6. Tabel 5.87 Riau 23.03 2.24 DKI Jakarta 50. Bangka Belitung 26.19 8.33 Kep.05 9.59 2.56 3. Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.07 11.63 70.83 31.06 10.59 12.38 1.84 90.58 26.60 12.17 Bali 27.28 13.00 Maluku 78.

52 1.04 Papua Barat 19.71 3.12 100.11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar.47 1.74 4.85 4.35 13.11 0.05 40.00 Gorontalo 33.92 Maluku 3.00 DKI Jakarta 76. Sementara itu 11.38 10.00 Jambi 69. Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan fasilitas jamban untuk buang air besar.43 32.58 6.19 48.13 14.41 100.58 67.32 19. Riau 82.00 Jawa Tengah 65.28 20.25 6.23 12.53 37.98 2. dan 3.25 1.40 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 49 11.37 Maluku Utara 2.31 4.74 10.82 8.25 11.90 9.67 2.61 19.52 100.63 27.11 dan Tabel 5.00 Kalimantan Selatan 65.50 7.42 19.65 17.00 Kalimantan Timur 80.61 19.00 Sumatera Selatan 66.17 10.95 19.69 27.19 22.50 6.17 14.58 100.62 5.94 100.02 19.00 Sulawesi Utara 65.00 Nusa Tenggara Timur 63.12 6.84 63.83 31.14 14.12 1.42 32.92 13.00 Lampung 77.44 83.00 Nusa Tenggara Barat 41.83 0.90 100.05 100. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.00 Kalimantan Barat 61.55 10.28 16.80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 buang air besar.00 Sulawesi Tengah 50.44 5.76 100.05 18.25 77.33 12.98 11.67 3.81 100.10 28.00 Kalimantan Tengah 59.60 19.06 5.68 50.39 18.00 .12 7.65 100.67 4.62 41.90 14.40 9.06 5.76 100.49 46.65 7.26 2.51 9.13 4.42 3.14 1.67 14.47 18.37 5.00 D I Yogyakarta 73.70 12.22 100.00 Sulawesi Barat 5. a.70 23.30 100.00 Kep.88 3.06 25.39 29.21 14.59 100.00 Sulawesi Tenggara 56.02 4.69 85.00 Riau 82.99 79.00 Sulawesi Selatan 63.64 100.35 100.43 8.55 3.00 Kep.72 11.03 Gorontalo 5.00 Sumatera Barat 54.00 Jawa Timur 62.00 Bali 67.23 15.09 100.70 15.14 8.07 1.72 persen menggunakan jamban bersama dengan rumah tangga lain.66 INDONESIA 14.69 83.35 18.14 1.79 100.24 4.29 12.12).00 Jawa Barat 67.05 13.61 Sulawesi Selatan 12.02 100.32 100.72 100.85 6.22 Sulawesi Tenggara 6.14 26.00 Bengkulu 66.32 35.66 100.66 Papua 10.93 100.84 6. Sebanyak 65.02 15.00 Sumatera Utara 75. SP2010 Provinsi Jamban sendiri Jamban bersama Jamban umum Tidak Punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 59.03 8.08 21.00 Banten 64.Sulawesi Tengah 7.84 100.46 10.89 1.53 100.49 13.26 20.59 persen menggunakan jamban umum.44 8.77 26.01 1.97 8.44 100.52 20.16 24.55 3.94 20.93 6.86 0.74 100.49 2.76 25.42 9.42 2. Tabel 5.79 2. Bangka Belitung 68.20 44.59 84.25 79.41 7.72 3.11 4.22 100.78 10.

80 100.38 10.79 21.93 28.00 Kalimantan Selatan 65.00 Maluku 50.53 4.74 4.00 Papua Barat 77.00 Sulawesi Utara 87.00 INDONESIA 65.00 100.00 Kep.00 Sumatera Selatan 66.00 Gorontalo 92.93 1.45 100.49 6.27 persen tanpa tangki septik.00 Bengkulu 67. Riau 86. dan 8.95 100.Sulawesi Barat 44.85 2.70 12.00 Papua Barat 59.05 9.45 4.00 Banten 87. Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri.96 6.03 100.53 2.16 10.97 6.74 2.09 100.27 100.90 16.54 7.78 100.42 persen sampai 96.68 6.00 Maluku Utara 46.60 17.00 Maluku Utara 82.00 Sumatera Barat 68.74 persen.50 100.23 4.44 18.00 Jawa Tengah 76.05 6.42 43.72 36.69 100.94 21.00 b.31 3.00 Sulawesi Tengah 82.99 6.02 5.61 11.69 100.55 16.31 6. 50 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5.57 21. Kondisi di provinsi beragam.10 17.05 10.80 1.75 10.47 3.24 5.00 Sulawesi Barat 79.31 100.67 15.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 51 .62 6.00 DKI Jakarta 92.09 100.00 Jambi 68.78 8.46 100.97 11.00 21.16 15.36 8.00 Jawa Timur 72.38 100.00 Kalimantan Tengah 56.82 100.59 18.55 100.00 Papua 48. sebanyak 17.00 Papua 48.68 100.80 11.71 5.00 Jawa Barat 68.05 36.52 14.97 100.30 6.80 7.24 22.93 9.84 16.98 100.68 9.09 100.00 INDONESIA 74.45 9.71 100.69 100.00 Sulawesi Tenggara 76.27 8.44 persen tidak mempunyai tempat pembuangan akhir.01 100.01 11.12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja.69 16.65 100.72 3.13 12.60 7.00 Kalimantan Timur 80.44 100.20 6.29 17.75 100.62 8.98 100.29 0.86 100.00 D I Yogyakarta 87.78 100.64 100. dimana penggunaan tangki septik berkisar 44. umum) terdapat 74.58 100.61 100.84 14.00 Kep.00 Lampung 58.29 persen yang menggunakan tangki septik.53 18.29 11. SP2010 Provinsi Tangki septik Tanpa tangki septik Tidak punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 73.13 4.22 14.00 Sumatera Utara 77.73 100.66 17.48 100.00 Riau 67.00 Nusa Tenggara Timur 44.98 10.87 10.95 100.39 22.11 26.00 Nusa Tenggara Barat 87.96 3.67 14.91 16.00 Maluku 84.00 Kalimantan Barat 67. Bangka Belitung 93.88 100.19 100. bersama.60 100.00 Bali 96.22 9.53 47.78 2.20 35.84 33.00 100.00 Sulawesi Selatan 85.

23 45.06 36.27 0.00 Papua Barat 0.47 0.00 Nusa Tenggara Timur 0.00 Bali 1.23 68.16 100.09 0.34 9.83 9.28 100.07 2.83 100.12 68.11 44.40 100.32 100.87 22.00 Sulawesi Utara 1.10 16.13) Bahan bakar gas digunakan oleh 45.71 100.40 27.07 0.32 55.53 29.69 persen rumah tangga.00 Bengkulu 0.00 INDONESIA 0.32 100.31 7.93 0.16 5.04 32.72 0.84 0.00 Nusa Tenggara Barat 0.11 0.04 25.81 50.70 4.94 0.29 70.00 Sulawesi Barat 0.75 5.67 34.00 70.16 0.40 100.09 0.11 0.60 27.37 100. SP2010 Provinsi Listrik Gas Minyak tanah Arang Kayu Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 1.00 Sumatera Barat 1.55 0.00 Kep.91 45.72 0.44 5.17 0.61 100.54 42.18 1.04 59.43 50.43 1.02 39.00 Sumatera Selatan 0.81 62.45 100.00 Jawa Tengah 0.44 9.25 0.74 35.05 35.41 1.71 0.64 0.25 2.60 18.55 0.01 38.33 0.59 0.08 63.94 0.01 0.08 0.05 53.46 17.33 47.64 0.74 100.22 0.00 Lampung 0.86 0.51 0.40 3.03 43.10 0.61 100.50 7.79 14.23 51. Sumatera Utara.12 0.33 49.07 74.18 100.04 100.94 44.13 0.25 0.00 Papua 0.12 0.95 0.11 1.08 0.75 46.00 Kalimantan Tengah 0.39 3.61 50.98 0.09 0.16 persen rumah tangga Indonesia.13 100. terutama ketika penggunaan gas di sana tidak menonjol.00 DKI Jakarta 1.55 1.27 2.66 100.37 100.53 1.14 0.74 17.42 100.10 0.55 4.49 100.81 47.16 1.29 0.29 0.22 0.59 54.67 0. Bali.93 0. Riau 1. Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.00 Jawa Barat 1.34 83.08 0.00 Kalimantan Barat 0.06 57.95 26.16 1.00 Sulawesi Tengah 0.04 0.35 0.43 30.58 100.53 40.00 Kalimantan Timur 0.80 0.89 0.74 28.00 28.76 0.33 25.69 0.49 40.00 0.92 0.81 15.00 Banten 1.71 25.37 2. Masih banyak provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol.33 100.32 9.11 1.22 1.05 61. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5. Minyak tanah digunakan oleh 11.62 1.37 0.00 Jambi 0.00 Tidak pakai .00 Riau 0.12 45.53 0.10 3.06 0. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.30 0. Bangka Belitung 0.15 0.70 0.29 31.58 42.23 100.11 persen rumah tangga.26 100.00 Sumatera Utara 1.17 0.36 16.94 0.00 Maluku Utara 0.86 55.24 0.18 37.00 Sulawesi Selatan 0.67 7.00 D I Yogyakarta 0.93 0.25 2.08 0.78 4.00 Sulawesi Tenggara 0.92 0.07 0.26 100.82 100.04 45.57 24.40 0.00 Kalimantan Selatan 1.05 25.39 12.46 0.02 0.60 46.27 15.30 100. digunakan oleh 40.00 Gorontalo 0.25 100.50 24. Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa.21 100.00 Maluku 0.61 0.49 0.18 0. Sumatera Selatan.11 0.68 5.13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak.23 38.10 45.61 0.62 0.05 45.24 100.46 65.19 0.04 0.12 0.81 1.77 45.00 0.41 0.78 0.08 0.61 0.62 100.81 100.87 0.00 Kep.14 0.00 Jawa Timur 0.09 1.49 100.11 0.29 100.31 37.10 0.45 0.13 68.72 4.16 11.05 83. Bahan bakar kayu juga masih populer.83 0.18 0.17 48.58 0.12.

75 65.81 71.41 3. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel.11 8.37 4.47 Gorontalo 0.36 64.77 65.44 75.72 80.39 3.37 80.47 67.30 Sumatera Utara 0.73 68.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet.79 48.86 INDONESIA 0.39 63. Secara .84 74.07 2. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.30 87.48 10.13 73.79 Bali 0.82 64.58 Bengkulu 0.37 Jambi 0.22 73.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon.03 Nusa Tenggara Timur 0.80 24.53 81.88 DKI Jakarta 1.89 66.66 64.70 95.94 Banten 0.53 75.24 3.14 Kalimantan Timur 0.67 4.12 Jawa Barat 0.79 Sulawesi Utara 0. Bangka Belitung 0.82 68. Tabel 5.94 62.50 Kep.82 69.35 8.37 2.24 70.62 68.60 61. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.39 72.33 91.40 66.11 D I Yogyakarta 0.33 5.96 Jawa Tengah 0.19 Kalimantan Tengah 0. Riau 0.73 3.42 82.60 64.05 Sulawesi Selatan 0.44 Kalimantan Selatan 0.41 7.65 4.85 83.13 Sumatera Selatan 0.67 70.33 54.44 Sulawesi Tenggara 0.38 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 53 14.45 Lampung 0.81 5.02 Nusa Tenggara Barat 0.04 74.31 10.41 Kep.13 Maluku Utara 0.82 85.16 3.86 4.70 71.23 42.08 45.29 56.63 4.31 60.06 Sulawesi Barat 0.63 57.45 76.42 77.47 29.89 54.67 52.67 6.50 2.78 70.96 Sulawesi Tengah 0.53 49.48 58. Penguasaan Telepon (Tabel 5.24 64.74 10. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.53 66.52 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 13.18 80.57 Papua Barat 0.60 60.01 9.66 68.52 76.77 Maluku 0.01 3.86 71.59 4.34 9.06 3.15 82.24 Papua 0.78 83.13 Riau 0.15 60.15 32.37 Sumatera Barat 0.14) Sebanyak 73.49 80.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.79 78. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.54 5.18 6.02 1.45 4.30 Jawa Timur 0.73 70.76 93.23 77.26 7.40 69.42 4.32 Kalimantan Barat 0. SP2010 Provinsi Kabel Seluler Kabel dan Seluler Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 0.

15 Kalimantan Timur 193 146 22.85 Kep.83 Sulawesi Barat 19 578 7.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.21 Sulawesi Tengah 70 920 11.25 INDONESIA 9 117 445 14.12 Sulawesi Tenggara 58 412 11.18 Sulawesi Utara 129 241 22.43 Sulawesi Selatan 316 279 17.56 persen.93 Jawa Tengah 1 176 894 13. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1. Riau 85 778 19. Kalimantan Timur (22.50 Papua Barat 19 703 11.53 Riau 192 836 14.15.80 Kalimantan Selatan 177 036 18. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.86 Sumatera Utara 366 296 12.42 Banten 397 930 15.42 DKI Jakarta 751 880 29. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat. Jawa Timur.42 Kep. dan DKI Jakarta.84 Kalimantan Tengah 73 328 12.05 Nusa Tenggara Timur 64 295 6. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A.52 D I Yogyakarta 315 111 30.36 Jawa Timur 1 392 606 13.34 Kalimantan Barat 121 133 11. Bangka Belitung 39 993 12.86 Nusa Tenggara Barat 100 795 8.63 Gorontalo 41 053 16.14 persen.21 persen).91 54 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 VI.1 juta rumah tangga. Jawa Tengah. Sulawesi Utara (22. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30. 100 120 .57 Maluku 42 416 13.76 Bengkulu 65 955 15. mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6.nominal jumlahnya mencapai 9.98 persen).18 persen). Lihat Tabel 5.51 Sumatera Selatan 231 434 12.06 Sumatera Barat 213 345 18.98 Jawa Barat 1 830 652 15.36 persen).33 Bali 152 834 14.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.75 Papua 47 274 7. DKI Jakarta (29. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6.25 Lampung 181 847 9.55 Jambi 111 332 14. SP2010 Provinsi Jumlah % (1) (2) (3) Aceh 115 755 10.40 Maluku Utara 20 358 9.

pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54.12 Februari Agustus Februari Agustus Februari Agustus 2009 2010 2011 Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2.37 108.7 juta orang.28 9. 5.4 juta orang (1.89 persen) dan pekerja .49 104.96 8.0 20 40 60 80 Grafik 6. 3.32 8. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 109.96 persen). sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.1 juta orang (7. berkurang sekitar 2.21 111.6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.1 Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2. Penduduk yang Bekerja.83 116.42 persen) dan Sektor Transportasi. Pada Agustus 2011.4 juta orang. 6.26 8. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8. sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu.59 8.0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119.53 104. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011.1 juta orang (68.2 juta orang (49.2 juta orang (2.3 juta orang.40 117. 4. sebesar 75. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109. Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011). berkurang sekitar 1.31 persen).70 juta orang (6.40 persen).67 7.00 116.56 persen) Jumlah Angkatan Kerja.70 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.41 119.4 juta orang.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.87 107. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 113. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.17 persen).42 persen).74 113.

67 Penganggur 8.70 2.59 8.83 67.62 persen.46 21.15 persen).12 7. B. terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian.27 15.40 117. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 67. Jumlah angkatan kerja mencapai 117.1 juta orang (7.56 4.80 6. Penduduk yang Bekerja.dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.73 13. Sektor Pertanian.42 persen) dan Sektor Transportasi.72 69.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.17 persen).41 7.27 34. Angkatan Kerja 116.42 persen). Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0.34 3.01 18.21 111. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi.53 18. 56 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 C.00 116. 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan 2010 2011 *) Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6. Jasa Kemasyarakatan. Perdagangan.96 68. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) . Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.6 juta orang (5.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.26 15.28 109.37 Bekerja 107. Tabel 6. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1. Angkatan Kerja. 2. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 7.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5.53 119. Pergudangan dan Komunikasi.52 Paruh waktu 17. dan Pengangguran 1.21 persen dan 9. Pekerja tidak penuh 32.32 8. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja.06 *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2.96 persen). dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011.61 persen.59 Setengah penganggur 15.19 34. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran.41 108.14 6.4 juta orang turun sekitar 2. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6.80 33.

64 1. Pekerja keluarga/tak dibayar 19. Secara umum.13 5.59 3.24 23. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu.49 42. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1.82 13. sisanya termasuk pekerja informal.05 13.58 5.08 6.70 14.67 E.83 41.61 1.93 persen). Dari tujuh kategori status pekerjaan utama.2 juta orang (62. Transportasi.70 persen).40 1.15 19.28 5.62 5. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan.62 15.06 2.58 5.82 5. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3. Industri 13.28 109. Buruh/Karyawan 30. 2.3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Status Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pekerja bebas di pertanian 6.16 5.98 17.7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011.68 18. Listrik.84 5.64 7.63 7. Keuangan 1. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19. Pada Agustus 2011. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.50 1.03 21. dan Komunikasi 5.33 2. dan Air D.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 57 2.49 23.77 19. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37.72 4.70 Jumlah 107. Dari 109.34 4. Pergudangan.72 32.40 5.21 111.68 21.39 persen).99 Jumlah 107.02 3.41 108.77 5.02 16.67 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan.7 juta orang (17. pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan.59 5.51 37.4 juta orang (17. Berusaha dibantu buruh tetap 3. Lainnya * *) ) 1.7 juta orang (3.52 34.82 5.48 39.41 2.46 21. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1. Berdasarkan identifikasi ini.54 3.28 109.59 6. maka pada Agustus 2011 sekitar 41. Pertanian 42. Perdagangan 22.74 2. Gas. Konstruksi 4.1.44 persen). Berusaha sendiri 20. Pekerja bebas di nonpertanian 5. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6.32 5. Jasa Kemasyarakatan 15.96 17.21 111.17 persen) bekerja pada kegiatan informal.21 22.92 21.48 6.31 19.41 108.26 3.65 8. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu .5 juta orang (37.66 3.8 juta orang (34. dan berusaha sendiri sejumlah 19.

35 17.41 108.59 4.15 persen).08 Jumlah 107.32 3. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker). pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.51 55. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 59 . Universitas 4.94 5.79 5.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.54 15.89 25–34 14.67 2.34 8.97 12.00 15.65 Jumlah 107.46 persen).21 111.59 35+ * ) 74.17 6.31 persen dari total penduduk yang bekerja (109. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.1 juta orang (68.41 108.06 1–34 32.11 4.48 1.21 111.09 75.20 1. Pada Agustus 2011. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011).61 persen dan 0.63 15.94 77.6 juta orang (5. jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan. SD ke bawah 55.67 Termasuk sementara tidak bekerja F.80 33.27 34. Tabel 6.25 5.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.7 juta orang).54 5. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75.63 12. 58 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6.30 20.18 2.4 juta orang atau sekitar 1.19 34. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3. Sekolah Menengah Atas 15.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja *) Perminggu 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1–7 1.2 juta orang (49.81 4.porsinya relatif kecil yaitu hanya 1. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil.22 20.70 3.73 8.48 12.92 16.60 74.28 109.12 54.44 8–14 4.23 persen.89 3.63 21. Sekolah Menengah Kejuruan 8. kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0.86 5.40 15.02 3.88 9.2 juta orang (2.31 54.37 1. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah. Diploma I/II/III 2.20 15–24 11.28 109.40 persen). Sekolah Menengah Pertama 20.

TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi.66 4. SD ke bawah 3. Pada Agustus 2011.45 7.06 persen dan 10. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6.37 3.95 8.92 9.56 H.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi 2010 2011 Agustus Februari Agustus Jumlah TPT Jumlah TPT Jumlah TPT (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 162.00 10.71 3. Diploma I/II/III 15. Pada Agustus 2011.14 6. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun.56 2.24 11.14 persen.43 persen.16 6. Sekolah Menengah Kejuruan 13. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1. 2.76 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1. 60 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6.90 12. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13.66 persen dan 10.43 5.17 10. 3.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2. Universitas 14.81 11.81 3.78 11.19 persen. Tabel 6. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7.37 171.G.54 persen.3 8.8 7.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011.71 12.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7. Sekolah Menengah Atas 11.87 10.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0.37 persen. Sekolah Menengah Pertama naik 0.41 7.27 148.7 juta orang atau 6.56 persen dari total angkatan kerja.43 persen. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun.1 8. yaitu masing-masing sebesar 10.90 11.37 3.83 8.80 6. Dibanding Februari 2011. Sekolah Menengah Pertama 7. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0. 2.02 Jumlah 7.55 7.59 7.32 persen dan 2.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.43 .

2 5.32 Kepulauan Riau 57.80 Jambi 83.5 7.2 7.2 8.0 6.6 7.1 6.8 3.07 217.14 142.8 7.9 6.65 228.9 5.63 .8 6.45 Riau 207.17 136.85 60.39 58.04 66.9 7.77 Kep.3 5.90 58. Bangka Belitung 34.9 7.6 5.95 162.Sumatera Utara 491.18 402.37 Sumatera Barat 152.1 6.02 Sumatera Selatan 243.72 185.6 6.2 4.43 460.

2 2.6 13.5 6.84 1 901.33 1 982.6 5.21 1 042.78 DKI Jakarta 582.41 21.3 4.4 10.4 13.7 10.25 22.61 Bengkulu 39.37 Lampung 220.19.5 5.8 5.07 1 002.7 .24 213.4 10.59 30.5 3.1 3.57 201.8 11.83 555.8 9.05 542.80 Jawa Barat 1 951.9 6.83 Banten 726.4 9.7 3.68 697.1 13.06 Jawa Tengah 1 046.50 680.

29 116.18 821. Yogyakarta 107.5.34 59.32 Nusa Tenggara Barat 119.1 5.99 86.I.1 5.0 2.3 3.14 .8 3.93 D.25 845.33 Nusa Tengggara Timur 71.6 3.4 5.86 52.5 5.47 74.5 4.2 4.2 3.6 4.5 4.06 65.6 4.6 2.16 Bali 68.9 4.69 107.88 Kalimantan Tengah 44.67 58.4 2.97 Jawa Timur 828.69 Kalimantan Barat 101.62 112.35 110.7 2.1 5.

61 19.61 55.01 Sulawesi Selatan 299.62 Gorontalo 23.69 .2 9.8 10.5 8.21 173.9 2.6 10.2 4.41.37 243.6 5.1 4.66 28.5 5.27 52.6 9.7 4.16 21.8 4.7 9.0 6.25 103.26 Sulawesi Tengah 56.8 5.0 8.8 4.10 174.23 Kalimantan Timur 166.61 98.55 Kalimantan Selatan 96.84 Sulawesi Utara 99.62 100.19 93.7 5.6 3.

8 5.3 7.82 Sulawesi Tenggara 48.2 4.8 7.62 25.236.72 51.56 Sulawesi Barat 17.0 8.14 .25 15.9 3.34 32.97 53.68 30.28 33.94 Papua Barat 26.9 9.5 3.61 46.2 4.6 3.3 3.03 26.4 8.8 7.4 6.94 Indonesia 8 319.72 60.5 2.70 15.38 Maluku Utara 26.06 Maluku 64.5 7.7 5.5 3.55 57.9 6.6 2.55 Papua 53.

56 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 61 VII. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 7. Sedangkan secara riil turun sebesar 0.6 6.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 2. yaitu dari Rp28.32 persen dibanding upah buruh tani bulan sebelumnya.582 menjadi Rp28.8 117.854. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional.14 persen.727 menjadi Rp39. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 naik sebesar 0.80 7 700. Upah Buruh Bangunan h i a R up 65000 60000 40000 45000 50000 55000 35000 30000 1 0 . yaitu dari Rp39. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1.542.1 6.

yaitu dari Rp48. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0.` r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i l i J u Pada Februari 2012.675 menjadi Rp48.939. tu s A g u s b e r te m s e p e r t o b O k e r m b v e N o e .823. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63.30 persen.715 menjadi Rp63. sedangkan secara riil naik sebesar 0.35 persen.

32 persen 1 1 i ` n u a r J a r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i L i J u tu s A g u s e r m b p te S e e r t o b O k .r m b s e D e Rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 sebesar Rp39.854 naik 0.

939 naik 0.35 persen e r m b v e N o Upah Bur uh Bangunan e r m b s e D e 1 2 i ` n u a r J a r i u a b r F e 62 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 Tabel 7. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010 Februari 2012 Bulan Upah Buruh Tani (harian) Upah Buruh Bangunan (harian) Nominal Riil 1) Nominal Riil (1) (2) (3) (4) (5) Februari 2010 37 637 29 987 56 864 48 043 Maret 37 721 30 023 56 998 48 226 April 37 844 30 138 57 217 48 338 Mei 37 897 30 153 57 285 48 257 .1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani.Upah Bur uh Tani Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63.

Juni 37 946 29 980 57 504 47 976 Juli 38 069 29 507 58 228 47 829 Agustus 38 198 29 356 58 276 September 38 301 29 315 58 475 47 460 Oktober 38 382 29 354 59 898 48 583 November 38 494 29 209 60 190 48 528 Desember 38 577 28 934 60 214 48 106 Januari 2011 38 648 28 705 60 340 47 779 Februari 38 769 28 755 60 758 48 045 Maret 38 852 28 832 61 069 48 448 April 38 976 29 098 61 190 48 695 Mei 39 082 29 175 61 409 48 811 Juni 39 144 29 104 61 476 48 598 Juli 39 215 28 975 61 583 48 358 Agustus 39 287 28 816 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 47 506 61 948 48 193 September 39 345 28 774 62 064 48 153 .

00 103.50 101.1 Nilai Tukar Petani (NTP).02 persen. Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan.00 101.32 103.50 105.91 104.33 Grafik 8.73.39 persen. NILAI TUKAR PETANI (NTP) 1.50 105.00 103.00 104. Hortikultura.79 .16 persen.50 103.50 102. dan 0.50 104. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012 tercatat 105.00 102.09 persen. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106.23 persen.60 persen dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105. 0.Oktober 39 412 28 787 62 210 48 322 November 39 503 28 736 62 263 48 199 Desember 39 599 28 701 63 157 48 616 Januari 2012 39 727 28 582 63 715 48 675 Februari 39 854 28 542 63 939 48 823 Catatan: 1) Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100) 2) Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100) NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 63 VIII.10 atau turun 0.50 100.00 106. Februari 2011–Februari 2012 103.50 104. Peternakan dan Perikanan yang masing-masing turun sebesar 1. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 A. Tanaman Perkebunan Rakyat. 0. 0.

2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).NTP 104. sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu Hortikultura (0.54 persen) dan Perikanan (0. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0.28 persen).00 134.11 NTP 105. dan Peternakan (0. Grafik 8.10 64 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 3. yaitu dari 143. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.51 Nilai Tukar Petani pada Februari 2012 turun 0.15 persen).73 105.57 menjadi 143. 132.00 .18 persen bila dibanding It Januari 2012.87 105.43 persen dibanding Ib Januari 2012. 105. yaitu Tanaman Pangan (0.20 persen).64 2.46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0. Tanaman Perkebunan Rakyat (0.75 105. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0.17 105.60 persen 105.03).33 persen. Penurunan indeks tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor.31. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

00 128.48 persen).81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0.03 persen.40 0.60 2.00 142.03 persen). Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.136.00 0.00 Februari 2011–Februari 2012 4.20 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0.39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0.00 2.00 140.15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Tanaman Perkebunan Rakyat (0. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman Pangan (0.80 1.00 124.23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0. sebaliknya Ib Perikanan naik (0. NTP Hortikultura (NTPH) turun 0. NTP Subsektor Peternakan (NTPT) turun 0.00 130. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0. Inflasi Perdesaan 1.00 144. It Ib EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 65 B.02 persen dibanding NTPP Januari 2012.00 146.31 persen).46 persen dengan indeks umum konsumsi rumah tangga 139. NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1.12 persen.00 122.28 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0.37 persen).20 1.37 persen). NTP Subsektor Perikanan (NTN) turun 0.63.00 126. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.54 persen).80 -0.02 persen.16 persen disebabkan naiknya It Tanaman Perkebunan Rakyat (0. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0.40 0.09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0.40 . MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 e n r s p e -0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.00 138.43 persen). sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0.

46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras.98 0.71 0.60 -0.74 0. Pendidikan. Februari 2010–Februari 2012 0.56 persen. 4.13 Grafik 8.29 persen. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1.09 1. serta Transportasi dan Komunikasi 0.93 0.41 0. 3.42 persen.14 Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.50 persen.59 0.74 0.46 66 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 .05 -0.18 0.40 persen.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. Sandang 0. Perumahan 0.79 1.0.49 persen. 0.17 0.08 persen. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran. Makanan Jadi 0.41 0.3 Inflasi Perdesaan.46 persen 0.13 2.40 -0.01 0.63 0. Kesehatan 0. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.85 0. dan Olah Raga 0.08 0. Rekreasi. yaitu Bahan Makanan 0. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0.37 0.29 0.53 persen.

Indeks BPPBM 124.03 . Nilai tukar petani (NTN) 105. Nilai tukar petani (NTPP) 105. Peternakan a.28 .Padi 142. Indeks harga yang diterima petani (It) 143.26 . Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 136.47 0.37 .05 138.38 0.47 0. Hortikultura a. Nilai tukar petani (NTPR) 106.11 -0.44 -0.48 .14 -0.48 .42 150.1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Subsektor Bulan Desember Januari (1) (2) (3) (4) 1.62 140.07 -0.64 122.66 133.95 0.Indeks konsumsi rumah tangga 138.Buah-buahan 145.15 0.74 139.63 0.43 .21 4.38 140.14 150.31 -0.95 142. Indeks harga yang diterima petani (It) 147.81 0.27 -0.51 147. Indeks harga yang diterima petani (It) 143. Perikanan a.60 b.45 -0. Indeks harga yang diterima petani (It) 145.64 0.06 0.16 b.Ternak kecil 146.20 .48 2.30 0.53 134.94 131.72 0.98 125.50 0.06 c.37 .10 5.27 137.49 .29 3.46 -0.54 .Ternak besar 127.48 .19 136.17 -0.37 .34 .46 .09 b.46 .36 -0.26 134.57 143.35 145.83 139.Indeks konsumsi rumah tangga 138.Palawija 151.89 118.35 122.35 125.Unggas 137. Nilai tukar petani (NTPH) 108. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 130.20 101.78 0. Nilai tukar petani (NTP) 105.Sayur-sayuran 150. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) 132.23 b. Tanaman perkebunan rakyat a.Indeks konsumsi rumahtangga 139. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 134.11 0.99 139.43 127.54 0.78 136.Indeks BPPBM 117.Indeks BPPBM .14 Gabungan/nasional a.Indeks konsumsi rumah tangga 138.02 b. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 137.36 0.39 b.74 144.Indeks konsumsi rumah tangga 138.Indeks konsumsi rumah tangga 138.15 c.07 138.31 108. Indeks harga yang diterima petani (It) 138.67 c.64 0.78 0.86 0.15 .42 143.29 .61 106.18 c.43 .87 0.96 -0.Budidaya 125.31 .18 c. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 135. Indeks harga yang diterima petani (It) 134.73 105. Tanaman pangan EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Persentase Perubahan a.Tanaman perkebunan rakyat 143.Indeks BPPBM 130.69 -1.42 0.76 104.49 131.01 .Penangkapan 140.62 0.42 143.10 -0.Hasil ternak 142.09 .Indeks BPPBM 122.48 146.55 105.80 138.55 0. Nilai tukar petani (NTPT) 101.Indeks BPPBM 122.34 0.90 0.Tabel 8.21 138.60 143.54 0.63 0.46 c.34 .

30 0.12 0.50 0.59 Mei -0.78 0.02 0.41 0.12 0.93 0.33 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 67 Bulan Bahan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 8.85 September 0.05 0.03 0.23 0.35 0.27 126.09 -0.53 0.39 0.19 0.08 0.59 0.93 Agustus 1.51 0.13 0.51 0.34 0.16 0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran Makanan Makanan April 2010–Februari 2012 Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan.22 0.47 0.35 0.126.15 0.40 0.05 0.98 Februari -0.35 0.27 0.01 Juni 0.36 0.05 0.53 0.20 0.40 Juli 0.91 0.14 0.24 0.12 0.39 0.44 0.56 0.34 0.08 0.44 0.25 0.71 Juli 3.30 0.09 0.36 0.26 0.80 0.16 0.55 0.15 0. Rekreasi.97 0.18 0.26 0.45 1.29 0.32 0.74 Februari 0.18 Mei 0.90 0.97 0.38 0.34 0.06 0.22 0.50 0.74 September 0.45 0.29 Oktober 0.37 0.14 0.43 0.46 Transportasi dan Komunikasi Umum 68 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 Tabel 8.43 0.57 0.46 0.16 0.12 0.57 0.25 0.63 0.42 0.09 Juni 1.11 -0.95 0.41 0.11 -0.13 November 0.42 0.29 0.27 0.04 0.50 0.44 0.20 0.49 0.25 0.53 0.55 0.10 0.00 0.37 Januari 2012 0.40 0.05 April -1.37 0.10 0.38 0.45 0.23 0.65 0.40 0.24 0.43 0.19 0.11 0.37 0.54 0.08 0.15 0.12 1.64 0.29 0.15 0.02 0.44 0.24 0.27 0.15 0.38 0.69 0.3 .15 0.28 0.09 0.25 0.57 0.14 Maret -0.37 0.81 0.21 0.52 0.27 0.10 0.63 Agustus 1.44 0.28 0.25 0.15 0.38 0.31 0.07 0.52 0.29 0.41 Desember 0.03 -0.63 0.20 0.23 0.21 0.22 0.36 0.17 Januari 2011 1.19 0.50 0. dan OR (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.38 -0.20 0.06 0.18 0.37 0.79 Desember 1.07 0.04 0.37 0.16 1.41 Oktober -0.08 November 1.

83 5.62 122. Pendidikan.56 144. Sandang 129.06 5. Transportasi dan komunikasi 120.53 1.49 1.43 0. dan Olah Raga 7.79 4.36 0.88 127.78 0.29 0.17 4.99 123.93 3.Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.07 139.63 0.89 135.46 1.68 0.08 0.05 0.30 140.40 0.20 3.56 1. Makanan jadi 131.53 112.83 137.86 114.50 1. Rekreasi.20 3. Kesehatan 122.23 134.55 146.01 114.33 1) 2) 3) . Perumahan 133.31 1.02 5.46 2.66 0.84 6.84 137.87 2.42 0.36 125.56 2.60 135. Bahan makanan 142. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) KelompokPengeluaran Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laju Inflasi 2012 Tahun Kalender (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134.72 0.97 139.

Pada Februari 2012.67 persen) dan Rp4.000. Grafik 9. Sementara itu.00 per kg dan Rp2.31 per kg (turun 5.67 persen Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKP 2. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. . Harga Gabah 1.Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) Yearonyear 3) HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 69 IX. 3.00 per kg dan Rp2. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. naik 5. rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.00 per kg.42 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya. harga gabah kualitas GKP di petani sebesar Rp4.68 per kg (turun 5.610. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A. Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6.232. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).31 per kg.550.156.1 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 /k g R p 3 600 3 800 4 000 4 200 4 400 4 600 4 800 5 000 3 400 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 Pada Februarii 2012.00 per kg.156.050.

74 4 776.90 2 619.10 4 398.15 12.79 3 632.77 18.01 17. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.29 3.13 25.14 3 838.83 18.54 3 048.24 -6.28 26.24 4 281.43 1.43 12.71 2.37 23.45 4.68 18. Pada Februari 2012.10 3 229.56 0.31 1.28 persen) dan Rp4.36 3 416.99 18.64 5.31 -5.67 4 406.23 3 753.03 24.59 7.66 24.64 25.49 2.40 25.43 0.66 18.85 per kg (turun 2.01 10.91 3 707.19 12.90 3 480.40 5.32 7.63 1.71 4 156.667.37 3 581.51 12.65 6.16 per kg (turun 2.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Tahun/ Bulan Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb 19.77 13.92 5.38 12.50 4 182.17 4.28 12.33 24.80 3 684.02 19.81 3 804.45 18.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan .54 3 997.87 2 542.12 2.27 4 085.86 12.72 -10.85 -5.755.26 12.29 3 449.96 4.63 3 296.70 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 Tabel 9.71 -12.02 3 772.02 26.81 3 549.85 -2.37 18.73 4.15 3.54 12.53 -0.80 4 667.87 3 178.67 18.79 -0.79 12.26 11.19 2 923.45 2 794.85 3 945.08 6.25 18.19 3.70 4.94 18.19 24.48 26.86 3 970.67 12.82 0.70 3 937.24 4 548.26 -3.42 -4.50 3 218.27 3.84 -2.69 3 967.55 3 565.97 2 896.94 3 507.32 8.72 25.41 24.08 3 887.09 2.97 -18.

93 per kg.105. kualitas GKG Rp4.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKG HPP-GKP EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) HARGA PANGAN F E BRUAR I 2012 71 5.581.52 per kg (turun 6.26 per kg.622.607. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.32 per kg.87 per kg.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya.92 per kg. 6.24 per kg (turun 6.19 per kg. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3. Selama Februari 2011–Februari 2012. Sementara itu.048.84 per kg dan Rp3.406. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.542. Pada periode yang sama.72 per kg dan Rp3.97 per kg.776. g / k R p 5 000 4 800 4 000 4 200 4 400 4 600 3 800 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 3 400 3 600 Grafik 9. dan kualitas rendah Rp3.857. Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air . rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.475. Tahun/ Bulan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9.70 persen) dan Rp3.90 per kg.32 per kg.49 per kg.655.804. dan kualitas rendah Rp3.sebelumnya. kualitas GKG Rp4.549.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.880. Sementara itu.

59 12.50 12.50 3 279. kualitas rendah 252 observasi (25.19 24.24 4 354.02 -0. dan kualitas GKG 80 observasi (8.13 0.27 4 150.65 18.17 12.06 25.68 18.36 3 480.85 10.68 -5.(%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb Rata-Rata Harga (Rp/kg) 19.53 2.84 -10.93 -3.52 -6.69 4 029.05 25.77 5. Dari keseluruhan observasi.11 26.24 persen).58 2.66 26.45 18.12 18.23 3 824.97 2 968.39 3.81 3 299.17 -1.89 2.70 3 999.30 8.47 25.50 25.08 3 972.10 4 463.65 7.87 5.18 0.81 3.12 3.29 3 519.94 3 593.80 4 755.64 18.35 18.32 4.14 3 930.90 2 691. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.54 4 067.32 7.43 26.90 3.28 -1.92 7.67 4 475.90 -17.95 persen).97 17.61 1.64 2. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.19 2 981.38 11.16 -2.24 4 619.75 -5.74 4 857.20 12.63 3 361.86 4 044.49 -5.20 12.02 3 838.80 0.15 24. Perubahan (%) .36 23.90 3 552.42 12.16 18.91 3 771.76 13.80 3 754.79 3 703.79 12.35 12.40 18.54 3 105.81 persen).22 18.87 3 241.27 18.20 6.99 6.81 3 622.57 24.02 12.51 -12.74 19.49 3.37 3 655.50 24.52 24.84 4.46 0.82 12.81 3 880.74 4.55 3 631.76 3.33 12.87 2 607.45 2 863.85 4 007.99 5.71 4 232.50 4 253.

Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu.37 persen. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1.80 persen bila dibanding Februari 2011. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 .81 persen.72 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 B.77 persen . Dibandingkan Februari 2011. Harga cabai rawit turun 6.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6. gula pasir. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu. Harga cabai merah turun 30. Mamuju (masing-masing 10 persen). Artinya pemilik beras (pedagang. Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram.48 persen bila dibanding Februari 2011. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah..64 persen bila dibanding Februari 2011. BULOG.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4. petani. Harga ikan kembung turun 1. Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima. Sorong. minyak goreng. Mamuju (masing-masing 6 persen). Rata-rata harga beras bulan Februari 2012 sebesar Rp10. susu kental manis. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen). naik 0. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen).57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16. Komoditas lain seperti daging sapi. harga beras naik 15. Pangkal Pinang. 2.88 persen bila dibanding Februari 2011.56 persen.77 persen dibanding Januari 2012. Harga daging ayam ras turun 1. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen). 3. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11. lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3.27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45.89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10. konsumen.33 persen bila dibanding Februari 2011.per kg.520. Secara nasional. Harga telur ayam ras naik 1.

63 Februari’12 thd Februari’11 15.77 -1.00 (dalam persen) Ikan Kembung (kg) Minyak Tanah (liter) 74 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 .05 -6.74 -0.90 -61.18 0.48 6.23 0.HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 73 Bulan Beras MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9.37 10.01 0.55 2.89 0.57 -1.27 1.57 0.34 0.80 3.31 -30.83 4.99 -1.88 16.64 -45.3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok (kg) Daging Ayam Ras (kg) Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) Daging Sapi (kg) Susu Kental Manis (385 gram) Minyak Goreng (liter) Gula Pasir (kg) Tepung Terigu (kg) Cabai Rawit (kg) Cabai Merah (kg) Telur Ayam Ras (kg) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Februari’11 9 118 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 Februari’12 thd Januari’12 0.33 6.

INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI X.65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0. Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0.30 persen (Tabel 10.2).25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0. Pada Februari 2012.1).35 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 2.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 1 0 F eb r A M a p r M ei n J J u u l t S A g ep O k t v D N o es 1 1 J an F eb r . 2012 1. Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0. 210 215 175 180 185 190 195 200 205 Grafik 10. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.11 persen (Tabel 10.

50 persen (Tabel 10.35 persen 3.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. dan besi beton) mayoritas naik harganya. jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik. Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0. air minum dan komunikasi Bangunan lainnya Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0.3). EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 k t v D N o 1 2 es J a n F eb I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 75 4. Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1. kaca lembaran. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.04 persen (Tabel 10.4). semen. asbes gelombang.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 10.A M a p r M ei n J J u Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian u l t S A g ep O Pekerjaan umum untuk jalan. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis. pipa pvc.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1. aspal. (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) . cat tembok. gas.

40 .25 76 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 Tabel 10.93 259.38 179.12 0.48 0.99 0.65 183.28 Bangunan lainnya 204. jembatan.00 0.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi. Ekspor nonmigas 151. dan komunikasi Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Februari terhadap Januari (%) 197.30 212. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012.04 Kaca lembaran 182.31 Semen 183.20 192.41 0. Indonesia Januari 2012–Februari 2012. Pertanian 257.36 Aspal 308.36 0. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Kayu lapis 157.93 0.50 0.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi.31 151.52 0.54 -0. Industri 184.27 214.48 198. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan. gas.29 Cat tembok 175.59 193.21 0. dan pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.35 Tabel 10.11 187.03 204.76 175.18 Umum nonmigas 187.11 3.87 215.10 5.46 0.70 168. Pertambangan dan penggalian 228.65 2.60 0.77 0.25 0.04 308.22 Konstruksi Indonesia 203.69 158.13 Pipa PVC 179.64 185. Impor nonmigas 168.69 0.24 228.63 184. air minum.48 203.58 0.26 212.1.42 4.53 -0.

80 Umum tanpa ekspor migas 187. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106. penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya.32 0.78 197.82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.42 189.51).69 181.49 0. 2.97 0.65 4. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A.31 188.77 Umum tanpa impor 188. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan. . Ekspor 158.14).53).44 184. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98. 2011 A.34 0. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107.89 0.40 2.86 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Januari terhadap Desember (%) I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V.93 1.55 5.43 1. Industri 183.78 190.1.24 0.37 257.64 0.48 Tabel 10. Pertambangan dan penggalian 226. Pertanian 254. Kehutanan.74 Umum tanpa ekspor 195.66 228.55 0.19 0.86).99 0.92. 3.70 3. ITB TRIWULAN IV-2011 1.78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188.99 182. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108.69 0. kecuali Sektor Pertanian.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.2011 77 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-XI.50 Umum 187.Asbes gelombang 176.48 178.27).77 201. Peternakan.40 159. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) (4) 1. Impor 181.32).53 188.10 Besi beton 180.

37 Grafik 11.38 102. Perdagangan.27 2.23 106.90 105.32 105. Jasa-Jasa 107. 2.15 98. Gas. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Kondisi bisnis pada Triwulan IV-2011 meningkat (ITB 106.39 106.83 3.57 103. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106.19 107.57 4.51 106. Sektor Pertanian.64 106.24 9. dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. dan Jasa Perusahaan 110. Real Estat.16 105.08 106.2011 Tabel 11.85 110.60 107.37) 78 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .04 110.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor Sektor ITB Triwulan IV-2010 ITB Triwulan I-2011 ITB Triwulan II-2011 ITB Triwulan III-2011 (1) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.58 106.42 108.72 97.37. Keuangan.92). Hotel.41 5.33 98. Selain pada triwulan berjalan.63 102.20 104.75 107. PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 1.34 107.00 111.86 106.14 116.22 104. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV2011.58 104.55 Indeks Tendensi Bisnis 106. Peternakan.55 101. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis.05 111.94 105.92) Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108.85 106. dan Restoran 106. Pengangkutan dan Komunikasi 107.80 109. dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi. Kehutanan.1 Indeks Tendensi Bisnis 1) Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan .78 8. A.70 105.09 109.13 108. Pertambangan dan Penggalian 108.27 108. Listrik.53 105. Peternakan.45 105. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108.Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi.31 106. Konstruksi 108.92 108.51 101.36 110.35 101. dan Air Bersih 108.32 106.94 105. dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa.05 110.42 6.83 107.2. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang. Industri Pengolahan 105. Kehutanan. Pertanian.93 112.80 7.83 111. dan Perikanan 96.

Perkiraan Triwulan I-2012
2)

Keterangan:
1) 2)

120 115 110 105 100 95 90 112,25 IV0 111,72 111,12 104,41 7 I0 8 0 8 II -

ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200, dengan indikasi sebagai berikut: a. Nilai ITB < 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya. b. Nilai ITB = 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya. c. Nilai ITB > 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya.
102,19 0 8 II I-

Perkiraan ITB triwulan I-2012.
IV0 110,43 96,91 8 I0 9 0 9 II 112,86 0 9 II I108,45 IV0 107,29 106,63 103,41 104,23 9 I-

Triwulan
1 0 1 0 II 1 0 II

IIV1 102,16 0 I1 1

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
ITB Triwulan IV-2011 107,86 105,75 1 1 II 1 1 II IPerkiraan ITB Triwulan I-2012 108,37 106,92 1 IIV1 1 2

I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011 79

B. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B.1. ITK TRIWULAN IV-2011 1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108,44, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110,24). Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari, dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan. 2. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi), dimana 13 provinsi diantaranya (39,39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113,07). Sebaliknya, Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah, yaitu sebesar 105,34.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw III-2011 ITK Trw IV-2011 (1) (2) (3) Pendapatan rumah tangga 110,50 108,69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113,48 111,82

Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging, ikan, susu, buah-buahan, dll.) dan bukan makanan (pakaian, perumahan, pendidikan, transportasi, kesehatan, rekreasi) 105,71 103,67 Indeks Tendensi Konsumen 110,24 108,44

Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat (ITK 108,44)
80 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011

120 115 110 105 100 95 90
105, 34

Grafik 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi
108,
eh N T A c B o a l n t r o G o u M u l g k B en u t a l i Kal m b J a l S

2. a r l b S u T J N T en g a t a r m b S u g S u n m p L a u t u .46). Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48.00). artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Selain pada triwulan berjalan. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112.s e a t r u l el m s S u en g l t S u B. Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108. PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 1. juga diperkirakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan mendatang.48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108.08. 1.44). dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104.

m r B b a J a el J a b i m a t 44 i a e s d o n I n a u R i i m Kal t en Pa n t B a a p u en g Kal t i Kep r a t a r B u a Pa p a r Kal b EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 a r t k a g y a Y o .

komputer.2011 81 120 115 110 105 100 95 90 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 11. kulkas. tape/compo.08) 07 11 3. kendaraan bermotor) . mebelair. VCD/DVD player. kompor/tabung gas. oven/microwave. AC.D I k u l u M a el l s S u r t a k a J a D KI l i B a Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITK 108.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw I-2012 (1) (2) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 109. mesin cuci. radio. t l u S u I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V . HP. perhiasan berharga.34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV.

46 10 4.08 Grafik 11.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi eh A c a t a r B u a Pa p o S a l n t r o G o a t r u l g M u n m p L a u t a . u N u l g k B en T T i N m b J a T B Indeks Tendensi Konsumen 108.

i a e s d o n I n i Kep r a r t k a g y a Y o D I el m s S u k u l u M .50 1) 112.l en R n t B a u S i a r b a u l a r m b S u e l Kal s m S t i J a u t u m 108.08 105.

a g t en J a en g Kal t a r Kal b u a Pa p b el B a l i B a r b a J a en g l t S u t l u S u r t a k a J a D KI i m Kal t 00 el l s S u 82 I NDE KS TE NDE NS I B I S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .4 Indeks Tendensi Konsumen 1) Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan .2011 Tabel 11.

66 13.23 105.07 110.00 27.26 106.03 108.66 107.40 25.38 109.39 112.70 104.92 14. Kalimantan Timur 108.08 Keterangan: 1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200.58 31.68 12.06 105. Sulawesi Selatan 112.02 108.79 105. Nilai ITK > 100.00 107. Provinsi Triwulan I-2011 Triwulan II-2011 Triwulan III-2011 Triwulan IV-2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Nusa Tenggara Barat 101. Sulawesi Tenggara 106.02 109.09 107.59 106.40 105.04 107.06 105.33 108.36 110.47 105. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan 2) menurun dibanding triwulan sebelumnya. Kepulauan Riau 99.24 104.84 109.35 106.78 107.21 104.05 3. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.69 108.53 110. . Kalimantan Tengah 106.44 108. Aceh 101.48 7.48 109.72 28.89 105. Bengkulu 97.30 110.60 109.96 107.15 110.42 107.77 108.42 109.58 111.44 108.96 107.Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi No.01 108. Gorontalo 103.89 107.46 111.07 111.63 107.72 30.96 2. Sumatera Selatan 102.12 106. Sumatera Utara 102.22 109.64 18.64 111.92 108. c.48 104.33 105.15 106.07 114. Kalimantan Selatan 105. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Triwulan I-2012 2) PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 83 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA XII. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012.95 106.09 107.40 108.75 4. JawaTimur 102.06 21.62 111.60 106.34 105.37 107. Sumatera Barat 100. R i a u 100. b.24 106.47 107.75 23.58 107.98 109.48 107.31 108.31 114.56 29. Jawa Barat 101.41 104.44 107.56 20.68 108.75 110.17 108. B a l i 103.39 107.46 8.36 17.84 106.44 106.15 112.26 109. Papua 98.44 105.46 109.10 106.86 107.55 109. J a m b i 102.40 104.39 108.12 24. Nusa Tenggara Timur 99. Jawa Tengah 100.47 110.77 111.01 108.16 107. Sulawesi Barat 105.46 104.87 110.27 110.80 19.78 16.70 107.35 108.11 110.51 107. Kalimantan Barat 101.12 106. Sulawesi Utara 101.43 109.40 111.96 22.15 6.57 113.10 113.28 108. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.69 107.57 107.63 109.53 107. DKI Jakarta 105.20 11.32 109.18 107. Nilai ITK = 100.90 110.36 110.54 Indonesia 102.96 105. Maluku 100.24 112.69 106.77 105.46 15. Maluku Utara 100.55 105. Sulawesi Tengah 100.60 106. Nilai ITK < 100.24 108.70 103.22 105.21 33.22 104. Banten 101.10 109.23 110.14 32.60 5.42 106.07 109.46 111.47 106. DI Yogyakarta 102. Kepulauan Bangka Belitung 103.33 110.55 108. Lampung 100.17 106.89 9.26 109.61 10. Papua Barat 101.20 26.91 110.69 109.31 109.58 107. dengan indikasi sebagai berikut: a.96 111.90 113.

turun 1. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.35 kuintal/hektar (0.52 34.40 66.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). mengalami penurunan sebesar 0.70 persen).39 persen) dan produktivitas sebesar 0.97 juta ton.88 29.74 84 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 h a .10 persen) dibandingkan tahun 2010. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 70 60 50 40 30 20 10 0 Grafik 12. 65.10 persen 64.37 30.74 juta ton.24 juta ton. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.1 Perkembangan Produksi Padi.73 juta ton (1.09 34. Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus. 2009–2011 36.40 31.47 2.34 Jawa Luar Jawa Indonesia 2009 2010 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM Produksi padi tahun 2011 sebesar 65. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.13 ribu hektar (0.2). PADI 1.(ASEM) 2011 A. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) T on ta J u sebesar 65.

September-Desember 12 429 363 14 992 617 14 028 406 2 563 254 20.1 Perkembangan Luas Panen.53 -1.Januari-Desember 49.Januari-April 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0.56 -3.09 .Mei-Agustus 22 463 966 22 152 985 21 083 726 -310 981 -1. 2009-2011 2011 (ASEM) Perkembangan Uraian 2009 2010 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.56 -0. 2009–2011 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 2009 (ha) 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2010 (ha) 509181 1252719 2246741 1830866 958790 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 Tabel 12. JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17.50 -301 080 -9. Produktivitas (ku/ha) .39 2.15 49. menurun sebesar 698.27 -0.Mei-Agustus 50.85 -78 355 -1.70 3.80 0.Januari-Desember 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.35 -0.60 ribu ton (3.56 -0.Januari-April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2.13 327 301 5.10 Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 85 B. Luas Panen (ha) .Januari-Desember 12 883 576 13 253 450 13 201 316 369 874 2.55 -1.93 .63 juta ton pipilan kering.83 .b u r i 1 000 1 250 1 500 1 750 2 000 2 250 2 500 2 750 0 250 500 750 Grafik 12.43 . dan Produksi Padi Menurut Subround.45 50.Januari-April 49.61 51.62 -964 211 -6.96 .38 -1 069 259 -4.Mei-Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.32 -0.44 48.81 persen) dibandingkan tahun .99 50.2 Pola Panen Padi.10 .87 -52 134 -0.22 -728 448 -1.67 0.September-Desember 2 487 244 3 022 050 2 720 970 534 806 21.95 3.60 .97 49.September-Desember 49.22 49. Produktivitas.72 1.16 0.71 50.62 1 305 022 4.78 .45 .77 1.36 -0.88 -0. Produksi (ton) .

Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.24 ribu hektar (6.35 ribu ton. Produktivitas.54 persen).2 Perkembangan Luas Panen. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.84 ribu ton.91 persen).65 1.91 .54 ribu ton.90 ribu hektar (6.81 persen Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843.70 1.14 kuintal/hektar (1. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270. dan Produksi Palawija.63 juta ton.02 persen).97 persen) dibandingkan tahun 2010.19 ribu ton (6.29 kuintal/hektar (2. 2009-2011 Uraian Satuan 2009 2010 2011 (ASEM) Perkembangan 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1.99 4.54 . menurun sebanyak 63.Produktivitas ku/ha 42. C. turun 6.97 persen 86 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 Tabel 12. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220. sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.36 45.04 persen) dan sebesar 0. Penurunan produksi kedelai tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17.2010.84 ribu ton biji kering.29 2. Penurunan produksi tersebut terjadi di Jawa sebesar 478. turun 3.56 ribu ton.37 44.70 -270 243 -6. Jagung .Luas Panen Ha 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0.

33 4.43 38 969 15.93 5.85 -0.Produktivitas ku/ha 111.63 -410 -0.Luas Panen Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.03 .56 0.Produktivitas ku/ha 10.27 123.99 .Produksi (umbi basah) Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8.46 202.02 14.33 141 196 6. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5.21 9.57 0.96 -698 603 -3. Kacang Hijau .59 0.49 12. .Luas Panen Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8. Kacang Tanah .Produktivitas ku/ha 13. Ubi Kayu .42 .97 3.59 .11 .17 203.Luas Panen Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.18 1. Ubi Jalar .02 .04 .56 12.25 1.88 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 87 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR XIII.71 7.82 .10 .38 6.Produksi (biji kering) Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.Produktivitas ku/ha 12.Luas Panen Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.33 -81 333 -13.91 11.52 -3 216 -1.26 1.Produksi (biji kering) Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.39 3.Produksi (umbi basah) Ton 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.85 0.48 13.53 persen dari triwulan IV2009.92 -63 193 -6.81 0.78 .92 113..17 -88 279 -11.99 8.14 -1.81 2.30 11.Produksi (biji kering) Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.07 0.48 0.Produksi (pipilan kering) Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.24 49 392 16.85 0. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) 1.53 91 506 0.Luas Panen Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1. Kedelai .73 13. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik sebesar 6.02 persen (y-on-y) dari triwulan IV-2010.Produktivitas ku/ha 187.25 1.35 1. TRIWULAN IV 2011 A.57 -39 895 -6.

3.53 2008 2009 2010 2011 Tahun 6.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 Tahun q-to-q y-on-y . 6.51 4.46 Pertumbuhan produksi Industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik 6.00 6.46 persen dari triwulan IV-2008. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) Per sen 8. 4.triwulan IV-2009 naik 4. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 13.00 0. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5.02 persen dari triwulan IV-2010 5.09 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.00 5.83 persen (y-on-y) dari Desember 2010. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6. 1.00 7. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1.00 3. dan triwulan IV-2008 naik 1. Tabel 13.02 88 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 5.00 2.23 persen (y-on-y) dari November 2010.16 persen (m-to-m) dari November 2011.43 persen (m-to-m) dari Oktober 2011. Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3.00 4.51 persen dari triwulan IV-2007.00 2.00 1.

19 0.09 5.74 0.20 2.83 2.81 10.98 7.80 4.27 -1.09 4.02 5.17 1.26 4.53 4.01 2009 -1.65 2.38 2.03 2.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 Bulan y-on-y m-to-m 2010 2011 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) Januari 5.72 Juli 5.60 1.95 3.06 5.34 1.92 3.85 3.67 5.73 0.16 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -0.50 7.02 1.77 4.51 3.46 1.66 1.49 5.Total Triw I Triw II Triw III Triw IV Triw I Triw II Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2008 -0.44 2.26 5.30 3.85 5.42 2.45 2011 -1.30 1.46 April 3.11 September 0.34 2010 -1.89 Mei 4.50 2.57 -1.25 Februari 4.53 0.56 Tabel 13.87 5.43 Desember 7.68 4.66 Agustus 4.10 2.02 7.34 1.06 -0.10 -6.31 -3.53 1.48 -3.66 -0.00 5.01 November 4.57 Oktober 4.10 5.00 Maret 3.23 -0.23 Juni 5.96 0.61 2.15 1.64 0.22 -5.07 5.69 6.69 1.13 2.68 6.83 1.96 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 89 .02 3.

32 4.96 20 Kayu.33 0.04 -0.50 2.18 7.07 -2.62 1.93 6.18 7.18 -3.67 4.81 1.90 2.69 1.24 -2.68 -0.04 1.40 26 Barang galian bukan logam -0.32 36 Furnitur dan pengolahan lainnya 0.67 5.79 0.64 1.25 7. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.11 -11.44 0.57 -1.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13.12 -3.48 -5.00 32 Radio.99 3.77 -1. dan peralatan komunikasi.48 .70 0.85 28 Barang-barang dari logam.16 -4.15 2.84 13. Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar 2.32 10.36 0.72 -12.70 2.00 -8. triwulan II2011 naik 1.87 -4.09 5.01 5.96 -1.50 27 Logam dasar 1.90 -5.92 3.41 -10.93 0.34 10.21 persen dari triwulan II-2011. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1.09 90 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 B.51 -0.32 4.20 0.77 -3.11 -5.80 6.61 2. kecuali mesin dan peralatannya 4.47 34 Kendaraan bermotor -2.26 0.55 -6.78 2.95 14.71 0.87 7.17 24 Kimia dan barang-barang dari bahan kimia 25 Karet dan barang dari karet dan barang dari plastik -3.58 0.60 -11. dan barang-barang anyaman 5.3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 KBLI Jenis Industri Manufaktur Triwulan/Tahun III/10 IV/10 I/11 II/11 III/11 IV/11 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 15 Makanan dan minuman 4.39 1.87 -6.60 0.22 -0.95 7.51 2.24 31 Mesin listrik lainnya dan perlengkapannya -2.75 0. Percetakan. televisi.84 7.90 -1.79 6.43 -9.63 0.32 21 Kertas dan barang dari kertas 0.44 -11.92 -3. dan Reproduksi Media Rekaman 3.69 -1.24 1.46 -1.56 Industri Manufaktur 2.63 -1.12 25.74 -3.52 -0.03 2.82 8.14 19 Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki -1.80 0.73 -0.92 0.92 29 Mesin dan perlengkapannya 1.54 18 Pakaian jadi 0.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.09 8.34 5.20 -3.74 22 Penerbitan. serta perlengkapannya 6. selain kendaraan bermotor roda empat atau Lebih 6.45 3.89 5.95 -1. barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur).80 -1.95 3.34 16 Pengolahan tembakau -2.78 2.20 0.37 0.04 11.13 2.45 -0.72 17 Tekstil 0.60 35 Alat angkutan.

Barang dari Karet dan Plastik naik 8. dan triwulan I-2011 naik 1.71 persen dari tahun 2010. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4. 4. 3.persen dari triwulan I-2011.00 1.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 .15 persen.00 1.00 7.00 0. Grafik 13. dan Industri tekstil turun 1.04 persen dari triwulan III-2011.00 6.21 persen dari tahun 2010.54 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 91 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13.26 persen dari triwulan IV-2010. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14. dan Obat Tradisional naik sebesar 10.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 Per sen 8.21 Pertumbuhan produksi IMK triwulan IV-2011 naik 4. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi.00 3. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 4. dan Industri Karet.54 persen dari triwulan III-2011 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2.48 2010=100 2.00 2.26 1.31 persen. Industri logam Dasar naik 12. Barang dari Karet dan Plastik naik 12.50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7. dan Industri Karet. Industri Furnitur naik 9. Obat.00 4.21 persen.22 persen.02 persen.22 persen. Industri pakaian Jadi turun 4.00 5.

48 2.21 22 Karet.76 14.78 6.13 3. dan obat tradisional 13. A.92 -1.35 -1.07 2.68 -4.82 4.67 12. bambu dan sejenisnya 3.32 1.8 ribu orang.12 9.21 4.27 2.50 16 Kayu.78 5.10 26 Komputer.72 29 Kendaraan bermotor.18 -2.42 4.22 5.15 3.35 30 Alat angkut lainnya -0.24 -1.50 2.99 5.96 10.00 -1.37 27 Peralatan listrik -12.51 6. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).60 6.24 1. Sementara itu.41 6.15 -4.39 11 Minuman -5.74 -7.22 23 Barang galian bukan logam 2. dan semi trailer -5.82 -10.28 -2.08 2.22 8.08 1.26 1.65 6.22 -2.99 1.93 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011 sebesar 548.55 12 Pengolahan tembakau -0. selama Januari 2012.27 0.99 1.05 6.7 ribu orang atau naik 18.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.86 24 Logam dasar 3.25 5.12 -3.46 12.92 persen. Secara kumulatif.04 -1.50 -5.58 0.69 1.31 3.94 14 Pakaian jadi 0. dan optik -0.19 3.88 0.99 1.86 13 Tekstil -1.31 8.39 -4.82 1. jumlah wisman Januari 2012 turun 9.54 3.KBLI Jenis Industri Pertumbuhan Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 10 Makanan dan minuman 0.88 0.76 4.53 1.71 92 PARI WI S ATA J ANUARI 2012 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.53 IMK 1. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.30 7.5 ribu orang menjadi . dan barang anyaman dari rotan.44 -4.10 3. yaitu dari 724.55 21 Farmasi.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6. jumlah an g O r wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.53 -19.96 0.62 11.01 9.06 5. trailer.31 1.44 9.91 31 Furnitur 5.05 9. barang elektronik.14 4. barang dari karet dan plastik 5. barang dari kulit dan alas kaki 4.54 4.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1.18 1.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1.28 7.03 0.84 -2.36 3.61 3.53 -2. produk obat kimia.77 -0.19 5.52 8.21 32 Pengolahan lainnya 2.83 -0.74 -0. jika dibanding jumlah wisman Desember 2011.23 2.24 1.50 6.36 0.15 8.70 10.88 17 Kertas dan barang dari kertas -8.12 4.61 15 Kulit.92 -0.82 4.02 5.88 5.

652,7 ribu orang. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20,05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011, dan turun sebesar 8,29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.
300.000 250.000 200.000 150.000 100.000 50.000 '1 1 J an

Grafik 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk
b M F e

Januari 2011–Januari 2012
pr Mei ar A J un J g t ul A

Bulan
p O S e

Jumlah wisman Januari 2012 mencapai 652,7 ribu orang atau naik 18,93 persen
k t Soekarno-Hatta Ngurah Rai Batam Lainnya Nov D

2. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, selama Januari 2012 mencapai 249,7 ribu orang atau naik 19,87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011. Begitu pula, jika dibanding Desember 2011, jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012, naik 0,56 persen yaitu dari 248,3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249,7 ribu orang pada Januari 2012.
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 e s '1 2 J an PARI WI S ATA J ANUARI 2012 93

3. Dari 652,7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012, diantaranya berkebangsaan Singapura (14,73 persen), Cina (14,06 persen), Malaysia (12,46 persen), Australia (11,35 persen), Jepang (4,75 persen), Korea Selatan (4,72 persen), dan Taiwan (3,14 persen). B. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap 1. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51,27 persen atau naik 0,80 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, jika dibanding dengan Desember 2011, TPK Januari 2012 turun sebesar 4,30 poin.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Grafik 14.2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia se n Pe r
70 60 50 40 30 1 F ' 1 Ja n a r eb M

Januari 2011–Januari 2012
r A p M ei Ju n Ju l

Bulan
t S A g

TPK Januari 2012 mencapai 51,27 persen atau naik

0,80 poin
kt N ep O Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5

2. TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62,01 persen, turun 2,65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Jika dibanding Desember 2011, TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0,42 poin.

o v D es 1 2 Jan ' 94 PARI WI S ATA J ANUARI 2012

3. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2,03 hari, yang berarti terjadi penurunan sebesar 0,10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,10 hari, dibanding Desember 2011.
Bulan/ Tahun

Tabel 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman, Tingkat Penghunian Kamar, dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012
Wisman Nasional Wisman Bali TPK 20 Prov. Jumlah Perubahan (%) Jumlah Perubahan (%) (%) TPK Bali (%) Rate Perubahan Rate PeruEDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Lama Menginap Tamu (Hari) bahan Ratarata

42 2.15 64.30 62. an . Grafik 15.74 1.63 0.70 65.85 2.95 0.01 3.16 0.71 55.2.08 Desember 724 539 10.28 202 539 0.30 208 832 -6.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15.32 2. Angkutan Udara 1.02 Januari 548 821 -14.87 62.90 60.37 2.54 51.52.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Jan–Des 2011 7 649 731 .57 2.05 -12.01 2.2 788 706 .82 .61 63. Jumlah penumpang angkutan udara dalam MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 negeri (domestik) selama Januari 2012 mencapai 4.10 Perubahan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 95 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 XV.13 0.03 0.93 0.13 0.81 208 337 -6.62 .80 52.11 Juni 674 402 12.11 0.07 Oktober 656 006 0.06 September 650 071 4.04 Mei 600 191 -1.01 0.59 1.27 -4.97 -1.96 -0.98 0.36 50.43 2.44 56.15 Februari 568 057 3.06 51.13 1.03 62.09 Maret 598 068 5.68 224 423 10.90 -1.02 Juli 745 451 10.56 51.16 220 341 -9.27 1.47 7. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930.85 52.47 -3.92 249 728 0.04 -0.66 3.75 5.30 51.85 58.60 61.91 244 421 -3.07 April 608 093 1.57 1.10 0.87 3.34 54.15 -5.12 65.57 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2011.01 Agustus 621 084 -16.63 248 336 12.54 279 219 13.10 0.44 1.67 252 855 0.31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.50 201 457 -3.4 juta orang atau turun 2.05 2.64.87 2. A.34 0.62 2.68 252 698 3.7 ribu orang atau turun 4.01 -0.48 1.09 November 654 948 -0.69 -9.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011.97 -0.00 Jan 2012 652 692 -9.18 64.88 70.95 52.07 -0.36 245 248 17.03 0.32 62.36 71.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 2.93 -0.90 46.23 -2.03 0.93 2.

naik 5.57 persen p O S e k t e s Nov D penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional '1 2 J an 96 TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 B. Angkutan Laut Dalam Negeri .4 juta orang.g ta o r ju 20 18 10 12 14 16 0 2 4 6 8 '1 1 J an b M F e ar A pr Mei J un i i A J ul g u Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.

33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4. C.6 ribu orang.40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.9 juta ton atau turun 3. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510.1 juta orang. Selama bulan Januari 2012.18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38. 2.67 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Bulan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 97 . turun 4. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam negeri selama Januari 2012 mencapai 8.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. 2.1 juta orang atau turun 4.9 juta ton atau turun 16.1. Angkutan Kereta Api 1.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.76 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.76 persen Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16. turun 20.6 ribu orang atau turun 8. Jumlah barang yang diangkut kereta api selama Januari 2012 mencapai 1. jumlah penumpang kereta api mencapai 16.

5 -16.38 974.930.39 590.0 .8 -3.34 16 978 14.3 4.28 10 442.0 7.6 17.510.6 .9 1.96 September 4 546.45 13 595.90 974.80 1 006.12 1 675 -3.9 -5.26 773.6 22.46 510.5 4.96 11 199.6 -2.5 13.16 1 648 -1.78 1 036.72 15 223.25 598.20 439 Januari 4 155.88 806.02 1 744 7.16 Oktober 4 348.9 15.91 1 951 6.44 Mei 4 221.43 November 4 429.60 624.3 -4.8 1.7 -1.4 -13.5 -7.5 -8.12 16 441 -3.5 -2.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Angkutan Laut Angkutan Kereta Api Domestik Internasional Penumpang Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) org) Peru(000 bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) org) Peru(000 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 2011 51 517.1 .90 16 891 -4.0 .65 Agustus 3 680.7 3.67 17 522 6.91 Desember 4 490.8 -7.6 16.87 770.51 887.10 828.1 886 Januari 4 387.5 -6.52 10 399.16 643.2 -8.8 -24.38 16 921 13.7 9.47 1 620 -7.59 656.26 2012 4 387.7 .48 529.93 Februari 3 812.58 1 757 6.14 16 179 -1.37 858.4 9.31 930.1 -2.01 890.97 14 489.88 16 811 3.7 -11.8 -3.6 -8.3 15.3 .96 786.18 16 102 -4.72 1 891 9.9 -1.3 -16.33 14 846 -18.3 .6 10.28 13 086.9 -8.199 337 .19 613.3 .4 -4.22 1 886 -3.00 896.87 854.40 8 881.71 April 4 098.25 16 461 -2.1 11.75 1 587 3.52 12 055.19 Maret 4 155.85 1 330 -16.6 -11.71 1 836 -2.83 15 205.68 17 265 -1.1 -0.5 1.41 14 038.152 432.7 1.35 867.0 23.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 15.80 Juli 4 901. dan data penumpang angkutan .1 -23.16 102 .02 1 672 25.7 554.1 13.98 1 728 3.8 881.33 10 594.2 -11.15 539.4 10.97 557.05 644.68 14 890 -11.0 -9.8 -0.65 18 132 5.33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).03 12 398.4 5.7 -4.61 Juni 4 676.0 -16.

20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan. sementara di daerah pedesaan berkurang 0. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29.59 12. Pada bulan Maret 2011.00 5.13 juta orang (Tabel 16.00 15. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1.49 kota desa kota+desa Maret 2011 September 2011 2. A. se n Pe r 20.89 juta orang (12.1 Persentase Penduduk Miskin 9.00 0.49 persen).kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi.89 juta orang (12.09 juta orang.04 juta orang.00 9.23 Grafik 16.09 15.72 Jumlah penduduk miskin pada bulan September 2011 sebanyak 29. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2011 yang berjumlah 30.36 persen) 15. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah. 3. bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) 98 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI.36 persen). berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0. sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah . 63. Selama periode Maret 2011– September 2011.00 10.1).02 juta orang (12. Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan.

Sementara itu.95 9.35 persen. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7.97 15.64 persen terhadap ITK Triwulan I. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18.23 September 2011 184 919 78 675 263 594 10. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34.6 persen pada periode yang sama. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 12. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1.Selain itu.25 persen. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng.49 September 2011 179 204 64 525 243 729 29. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.06 pada Agustus 2011.46 pada Februari 2011 menjadi 21. dan 30. II.09 Perdesaan Maret 2011 165 211 48184 213 395 18. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0.72 persen.28 persen. yaitu sebesar 2.4 persen terhadap Triwulan I 2011.59 Kota+Desa Maret 2011 171 834 61 906 233 740 30.02 12. cabai rawit. Selama periode Maret 2011–September 2011. 61.36 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah. Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6.59.26 persen.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011.1 Garis Kemiskinan. Persentase penduduk miskin 100 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 .36 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 99 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 16. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I. 1.35 persen.94 15.32 pada Maret 2011 menjadi 105. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1.21 persen.perdesaan 63.51 persen.17 pada September 2011. dan 2. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Jumlah penduduk miskin (juta) Makanan Bukan Makanan Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perkotaan Maret 2011 177 342 75 674 253 016 11.48 persen. 2.89 12.72 September 2011 172 723 50 458 223 181 18. gula pasir.05 9.79 persen dari 103.19 menjadi 34. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.

B. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Selama bulan Maret 2011–September 2011, Garis Kemiskinan naik sebesar 4,27 persen, yaitu dari Rp233.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243.729 per kapita per bulan pada September 2011. Garis Kemiskinan (GK), terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Peranan GKM terhadap GK sangat dominan, yaitu mencapai 73,52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73,53 persen pada bulan September 2011. 2. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras. Pada bulan September 2011, kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26,60 persen di daerah perkotaan dan 33,71 persen di daerah perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8,31 persen di perkotaan dan 7,11 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3,35 persen di perkotaan dan 2,66 di perdesaan), gula pasir (2,78 persen di perkotaan dan 3,74 persen di perdesaan), mie instan (2,58 persen di perkotaan dan 2,28 persen di perdesaan), daging ayam ras (2,30 persen di perkotaan dan 1,27 persen diperdesaan), tempe (2,25 persen di perkotaan dan 1,84 persen di perdesaan), tahu (1,97 persen di perkotaan dan 1,50 persen di perdesaan). 3. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan, listrik, angkutan, dan biaya pendidikan. Kontribusi biaya perumahan (7,36 persen di perkotaan dan 5,72 persen di perdesaan), biaya listrik (2,75 persen di perkotaan dan 1,58 persen di perdesaan), biaya pendidikan (2,49 persen di perkotaan dan 1,21 persen di perdesaan), dan biaya angkutan (2,10 persen di perkotaan dan 0,89 persen di perdesaan). C. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. 2. Pada periode Maret 2011–September 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2,08 pada bulan Maret 2011 menjadi
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 101

2,05 pada bulan September 2011. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,55 menjadi 0,53 pada periode yang sama (Tabel 16.2). Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 16.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah, Maret 2011–September 2011
Tahun Kota Desa Kota+Desa

(1) (2) (3) (4) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P
1

) Maret 2011 1,52 2,63 2,08 September 2011 1,48 2,61 2,05 Indeks Keparahan Kemiskinan (P
2

) Maret 2011 0,39 0,70 0,55 September 2011 0,39 0,68 0,53 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011

3. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan. Pada bulan September 2011, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1,48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2,61. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0,39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0,68.

102 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011

Tabel 16.3 Garis Kemiskinan, Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin September 2011
Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Perkotaan Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Pedesaan Total Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 346 385 169,30 13,03 308 265 730,89 22,01 900,19 19,48 Sumatera Utara 288 023 652,09 10,10 239 208 769,35 11,53 1 421,44 10,83 Sumatera Barat 308 068 145,01 7,61 255 719 296,79 9,85 441,80 8,99

Riau 321 390 136,10 6,01 280 271 336,35 9,56 472,45 8,17 Jambi 316 123 97,26 9,95 233 566 154,53 6,99 251,79 7,90 Sumatera Selatan 288 432 407,42 14,94 224 497 654,45 13,39 1 061,87 13,95 Bengkulu 297 506 88,19 16,30 253 434 215,16 17,83 303,35 17,36 Lampung 282 456 224,23 11,32 232 723 1 053,70 18,39 1 277,93 16,58 Bangka Belitung 351 414 20,96 3,35 348 736 44,59 6,91 65,55 5,16 Kepulauan Riau 363 572 104,78 7,09 306 981 17,72 5,46 122,50 6,79 DKI Jakarta 368 415 355,20 3,64 0 0,00 0,00 355,20 3,64 Jawa Barat 234 622 2 628,35 9,09 209 777 2 022,45 13,39 4 650,81 10,57 Jawa Tengah 231 046 2 175,82 14,67 205 981 3 080,17 17,50 5 255,99 16,21 DI Yogyakarta 273 678 298,92 12,88 226 770 265,31 22,57 564,23 16,14 Jawa Timur 242 403 1 734,31 9,66 214 166 3 493,00 17,66 5 227,31 13,85 Banten 247 575 335,12 4,54 214 179 355,75 9,74 690,87 6,26 Bali 255 996 100,86 4,20 217 205 82,27 5,17 183,13 4,59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445,23 23,42 210 046 450,96 16,99 896,19 19,67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99,23 10,47 186 504 887,27 22,93 986,50 20,48 Kalimantan Barat 239 411 89,89 6,70 211 069 286,24 9,25 376,12 8,48 Kalimantan Tengah 259 917 28,29 3,74 254 399 121,73 8,10 150,02 6,64 Kalimantan selatan 268 791 59,96 3,83 235 442 138,66 6,45 198,61 5,35 Kalimantan Timur 359 290 87,90 3,80 297 986 159,23 11,26 247,13 6,63 Sulawesi Utara 227 069 78,14 7,51 216 496 116,58 9,25 194,72 8,46 Sulawesi Tengah 271 260 65,90 10,05 239 973 366,17 17,96 432,07 16,04 Sulawesi Selatan 206 620 133,58 4,48 173 649 701,93 13,63 835,51 10,27 Sulawesi Tenggara 208 575 28,33 4,51 195 620 305,95 18,43 334,28 14,61 Gorontalo 202 305 14,76 4,06 192 274 177,64 25,21 192,40 18,02 Sulawesi Barat 203 048 33,44 12,21 189 980 129,74 14,06 163,18 13,64 Maluku 288 414 56,49 9,59 257 076 299,92 30,03 356,40 22,45 Maluku Utara 264 367 8,55 2,95 226 299 98,53 12,61 107,08 10,00 Papua Barat 356 222 13,62 5,71 325 128 213,49 38,30 227,12 28,53 Papua 320 321 37,35 4,75 266 271 909,05 40,53 946,39 31,24 INDONESIA 263 594 10 954,58 9,09 223 181 18 935,56 15,59 29 890,14 12,36

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin

S UPL E ME N: ME TODOL OGI 103

SUPLEMEN: METODOLOGI XVII.
1. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). Sebaliknya, perubahan negatif IHK disebut deflasi. IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres, yaitu :
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22
n k

P IHK

ni

QP P
1 )1( i oiin k )1( in

Sejak Juni 2008. Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. dapat dicari harganya. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh.i oioi Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : I 1 QP IHK IHKIHK nn n )1( n )1( 100 100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. nilai . Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. inflasi administered prices. yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. seperti ekspektasi inflasi. SBH terakhir diadakan tahun 2007. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). 104 S UPL E ME N: ME TODOL OGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. dan selalu ada barang/jasanya. dan inflasi volatile goods.

upah buruh. menghitung semua komponen nilai tambah. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. dan sebagainya. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. dan sebagainya). Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. tarif listrik. yang sifatnya cenderung permanen. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. cabai. 2. setiap 2 minggu. restoran siap saji. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”).tukar. minyak goreng. dan (3) pendekatan pengeluaran. susu. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. menghitung semua komponen pengeluaran PDB. 3. rokok. dan sebagainya. (2) pendekatan pendapatan. bengkel. persistent. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Pertamina dan BP Migas. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. rumah tangga yang mempunyai pembantu. pasar modern. dan bersifat umum. Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. dan sebagainya. data Migas dari KPPBC. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. daging ayam ras. Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. praktek dokter. mie. apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan . Berdasarkan tahun dasar 2007. mobil. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai). sepeda motor. setiap minggu. Secara teoritis. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan.

yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan.id. Pengumpulan data berbasis sampel. pengungsi dan masyarakat terpencil). Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah.go. dengan pendekatan rumah tangga.berikutnya). Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela). Pengangguran Terbuka (Unemployment). paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. mereka yang mempersiapkan usaha. Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia. atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4. Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). awak kapal berbendera Indonesia. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 5. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. penghuni perahu/rumah apung. Survei Penduduk Antar Sensus.bps. mereka yang tidak mencari . Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan.

Peternakan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). 7. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 108 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 8.pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel). sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah. harga di penggilingan ditentukan dari . Hortikultura. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 107 6. Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. dan Perikanan. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. Tanaman Perkebunan Rakyat. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. Karena unit penggilingan bukan merupakan responden. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Semakin tinggi NTP. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.

d. 9. ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. 11. pertambangan dan penggalian. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. dan diprediksi menurut tingkatan waktunya. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang.105/PMK. dengan responden pimpinan perusahaan. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional. 10. Jumlah sampel STB sebanyak 2.400 perusahaan besar dan sedang. tetapi saat panen raya (Maret s. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. impor dan ekspor. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar). Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. yaitu: pertanian. IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No. industri. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No.8 Tahun 2003. merupakan angka realisasi. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005.500 rumah tangga. Data realisasi produktivitas diperoleh dari .hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat.

baik laut maupun udara. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3). yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia.hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. Data yang . 12. terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan. Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 110 S UPL E ME N: ME TODOL OGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang.576 perusahaan. termasuk di dalamnya Crew WNA. Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. 13. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan. Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang.

juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 111 14. Kemiskinan i. Dengan pendekatan ini. Dengan pendekatan ini. . Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. jumlah kamar terpakai. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. BPS menggunakan konsep kemampuan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). 15. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). dapat dihitung Head Count Index (HCI). yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. iii. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. Sebagai informasi tambahan. IV. Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. ii.dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.d. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Untuk mengukur kemiskinan. Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful