Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi yaitu

Kondisi Ekonomi Indonesia 2012 Diproyeksi Solid, dan Tumbuh Hingga 6,7 Persen
[Unpad.ac.id, 16/02/2012]Kondisi perekonomian global pada tahun 2011 menunjukkan kondisi yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut dapat berakibat negatif pada kondisi perbankan di berbagai negara, selain juga memiliki dampak terhadap meningkatnya resiko kondisi perekonomian di masa yang akan datang. Walaupun demikian, kondisi buruk tidak terjadi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2011 mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu mencapai 6,5 persen. Hal ini juga seiring dengan kondisi perbankan di Indonesia yang cukup baik. “Berbagai kondisi kondusif tersebut tidak terlepas dari kebijakan Bank Indonesia dan koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah,” ujar Kepala Biro Pengaturan Bank- Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia, Irwan Lubis, saat menjadi Keynote Speaker dalam One Day Seminar “Global Crisis and Resistance of Indonesian Banking”. Acara ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (16/02). Sementara Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman mengatakan bahwa ketidakpastian global yang terjadi saat ini lebih kompleks dibandingkan dengan krisis global yang terjadi pada tahun 2008. Hingga saat ini, kondisi perekonomian masih tidak menentu dan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu mendatang. Krisis perekonomian yang mulanya terjadi di Yunani ini sudah kian menyebar ke beberapa negara di Eropa, seperti Spanyol, Italia, Portugal, dan Perancis, yang terlihat dari meningkatnya biaya pinjaman dari negara-negara tersebut. Namun demikian, senada dengan Irwan, Abdul Rachman juga mengatakan bahwa di tengah ancaman krisis global, perekonomian Indonesia memiliki kondisi yang baik. Kondisi Perekonomian Indonesia pada tahun 2012 bahkan diproyeksikan solid, dan memiliki peningkatan hingga 6,7 persen. Menurutnya, hal ini besar dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi domestik. “Ekonomi domestik tumbuh karena porsi ekonomi kita yang bergantung pada ekspor relatif kecil,” ungkapnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 juga didorong karena diakuinya perekonomian Indonesia oleh negara-negara berkembang. Beberapa negara berkembang menganggap bahwa Indonesia sudah dapat mengelola ekonominya dengan baik. Optimisme prospek perekonomian tahun 2012 juga didorong adanya peningkatan rating Indonesia yang masuk ke level investment grade. Dengan demikian, beberapa negara berkembang sudah menunjukkan rasa percaya yang tinggi untuk menginvestasikan dananya di Indonesia.

“Hal ini akan berdampak positif. Misalnya perusahaan multinasional akan melakukan investasi jangka panjang. Selain supply uang akan meningkat, job opportunity juga akan meningkat,” tutur Abdul Rachman. Seiring dengan hal tersebut, kondisi perbankan nasional juga sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari sisi aset, penyaluran kredit, rasio permodalan, dan kualitas kredit perbankan di Indonesia. Kedepannya, kinerja perbankan nasional akan tetap solid karena didukung oleh beberapa hal, yakni kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat dan kualitas fundamental sektor perbankan nasional yang berada dalam kondisi yang baik.

Tantangan Global Masih teringat jelas, sepanjang tahun 2011, isu krisis utang dan defisit anggaran akut di Yunani membuat goncangan-goncangan ekonomi terutama di pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE), dan khususnya 15 negara pengguna mata uang euro, ternyata tidak berhasil mengembalikan keyakinan investor, bahkan pesimisme menguat bahwa krisis UE akan memakan waktu yangg lama. UE menghadapi problem fiskal yang berat dengan defisit anggaran rata-rata tercatat 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan rasio utang terhadap PDB sebesar 80 persen. Tidak hanya UE dijerat oleh krisis fiskal, problem anggaran di Amerika Serikat (AS) juga sangat akut. Dengan defisit anggaran sebesar 1,3 triliun dollar AS atau sekitar 8,6 persen dari perkiraan PDB 2011 dan besarnya utang pemerintah yang mencapai 15,6 triliun dollar AS atau sekitar 90 persen dari PDB. Krisis fiskal membuat AS kehilangan peringkat tertingginya AAA selama 70 tahun menjadi AA+ pada 3 Agustus 2011 lalu. Dalam perkembangan belakangan ini ekonomi AS mulai menunjukkan perbaikan terutama dengan semakin membaiknya keyakinan konsumen dan turunnya tingkat penggangguran menjadi 8,5 persen pada Desember 2011. Harapan juga muncul dari UE seiring dengan semangat untuk melakukan konsolidasi fiskal disertai injeksi likuiditas dalam bentuk pinjaman dari Bank Sentral Eropa (ECB) kepada perbankan di UE dengan bunga hanya 1 persen dan tenor 3 tahun. ECB dikabarkan masih akan menambah jumlah pinjaman tersebut hingga mencapai 1 triliun euro. Tambahan likuiditas dalam jumlah yang cukup masif ini juga memberi peluang mengalirnya dana UE tersebut ke emerging market Asia, termasuk ke Indonesia. Apalagi disaat yang sama, kondisi ekonomi Indonesia mempunyai kekuatan pasar domestik yang disertai dengan peningkatan daya beli masyarakat. Tantangan domestik Struktur demografi Indonesia menjadi daya dukung pasar domestik terrsebut. Jumlah penduduk dengan kategori kelas menengah - menurut Bank Dunia adalah penduduk dengan pengeluaran antara 2 dan 20 dollar AS per hari - meningkat sebanyak 50 juta antara tahun 2003-2010.

Selain dukungan demografi, kinerja makro Indonesia tercatat solid menguat. Ketika pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan hingga negatif (resesi), bersama Cina dan India - ekonomi Indonesia tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi semakin solid di tahun 2010 yang mencapai 5,9 persen yoy, dan 6,5 persen yoy pada tahun 2011. Disaat yang sama, angka inflasi turun, cadangan devisa terus bertambah menembus diatas 100 miliar dollar AS. Selain itu, ekonomi Indonesia juga didukung oleh sistem keuangan yang relatif stabil. Indeks stabilitas keuangan tercatat semakin rendah. Hasil perhitungan BI mencatat indeks stabilisasi sebesar 1,68 pada Oktober 2011, turun dari 2,43 pada krisis 2008. Di pasar keuangan, Indonesia berpotensi menjadi primadona investasi tahun 2012, terlebih lagi Fitch pada 15 Desember 2011 lalu menetapkan Indonesia masuk dalam kategori peringkat investasi. Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2012 justru berasal dari sektor riil didalam negeri. Pasar domestik yang kuat bisa menjadi relokasi pasar domestik sementara waktu. Tentunya pasar domestik Indonesia juga menjadi incaran pasar impor terutama dari negara-negara Asia akibat mitra dagang mereka di UE melemah. Akses ke perbankan yang tidak cukup mudah disertai bunga kredit yang mahal, biaya logistik yang tinggi karena terbatasnya konektivitas dan tentu saja infrastruktur yang tidak memadai dan masalah akut korupsi. Pada saat yang sama pemerintah mulai 1 April mendatang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata sebesar 10 persen dan akan melarang mobil plat hitam menggunakan premium subsidi. Menurut pemerintah, kedua komponen tersebut diperkirakan akan menambah inflasi sebesar 0,8 persen. Namun kami perkirakan dampak totalnya memberikan tambahan inflasi hingga 2 persen. Ekspektasi kenaikan inflasi ini akan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Faktor-faktor tersebut membuat daya saing produk domestik kalah dibandingkan produk impor terutama untuk barang konsumsi. Akankah produk Indonesia bisa bersaing di pasar sendiri ditengah kemungkinan gempuran produk-produk impor yang lebih murah ditengah kendala yang ada? Kuncinya adalah kredibilitas pemerintah. Rencana pemerintah membangun berbagai proyek infrastuktur harus terealisasi dan pemerintah perlu melakukan terobosan kebijakan dalam jangka pendek. Saatnya pemerintah juga agresif disisi fiskal, memastikan serapan anggaran yang maksimal sehingga peran pemerintah mendorong pertumbuhan yang bisa mengkompensasi kemungkinan perlambatan dorongan ekonomi dari penerimaan ekspor. Intinya adalah bagaimana membuat pasar domestik menjadi kekuatan ekonomi Indonesia ditengah berbagai risiko global saat ini.

28 persen dibanding ekspor Desember 2011.35 persen dibanding bulan sebelumnya. namun naik sebesar 16. 8. 2. 4. bahan baku/penolong US$10.60 persen dibanding bulan sebelumnya.97 miliar. 3.37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.48 miliar. Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0. Harga Pangan Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0.46 persen. dan pertambangan dan lainnya US$2. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. 7. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) . Secara kumulatif.65 miliar. ii HE ADL I NE S 6. turun 11.77 persen dibanding Januari 2012.07 persen dibanding ekspor Januari 2011.14 persen dibanding bulan sebelumnya.52 miliar yang terdiri dari produk pertanian US$0. Impor Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14.32 persen dan 0. dan barang modal US$2.27 persen dan cabai rawit turun 6. Upah Buruh Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik masing-masing sebesar 0.12 miliar. Pertumbuhan PDB PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6. namun naik 6. industri US$9.56 persen. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.48 miliar.5 persen dibanding PDB Triwulan IVMARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2010 (y-on-y).81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (y-on-y) sebesar 3. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0.31 persen dibanding bulan sebelumnya. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan NTP Februari 2012 turun 0. 5. PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.38 miliar. Pada Februari 2012. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12.05 persen. nilai impor barang konsumsi Januari 2012 sebesar US$1.3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q). dan naik 15.57 persen dibanding impor Desember 2011. Menurut golongan penggunaan barang.5 persen.HE ADL I NE S i HEADLINES 1. Ekspor Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15.30 persen dibanding bulan sebelumnya. sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012 naik 0. turun 9. Harga cabai merah Februari 2012 turun 30. Inflasi Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.57 miliar.49 miliar.02 persen jika dibanding impor Januari 2011.

Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8.31 persen MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.92). Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108.08.09 persen dibanding Triwulan III-2011. Produksi Tanaman Pangan Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65. Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17.97 persen dibanding tahun 2010. namun turun sebesar 9. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843. naik 18.02 persen jika dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y). 11.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. iv HE ADL I NE S EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KATA PE NGANTAR v .IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0. 10. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 HE ADL I NE S i i i 12. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652.63 ribu ton menurun 3.81 persen dibanding tahun 2010.7 ribu orang. Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 106.92 persen jika dibanding bulan sebelumnya. Transportasi Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2.84 ribu ton menurun 6. 9. 13.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) menurun 1. Industri Manufaktur Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 3. dan naik 6. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108.44). Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4.10 persen dibanding tahun 2010.37.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4.74 persen dibanding bulan sebelumnya.35 persen dibanding bulan sebelumnya. IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0.

...... harga perdagangan besar (s......................... Februari 2012)........... Agustus 2011)..... hasil Sensus Penduduk 2010.................................. 1 INFLASI FEBRUARI 2012 ........................ 30 ............KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)..........Sc.................. perkembangan ketenagakerjaan (s. tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia... IV.....id..d..d.... II. wisatawan dan transportasi (s......................bps.................. 16 EKSPOR JANUARI 2012 ........ Februari 2012)...... Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi......................................................................................................... perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s. Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS..go.............................d............................... v DAFTAR ISI ..................................................... Februari 2012)........................................d................................................d................. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 ............. vii DAFTAR TABEL .................... keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan... Januari 2012)......................................... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jakarta.............d.......... M.......................d. 9 I.................................. Lebih lanjut. harga dan upah (s... Triwulan IV-2011)..................................................d.......... IMPOR JANUARI 2012 .............................. Triwulan IV-2011)................................... ekspor-impor (s............ Suryamin.... vi KATA PE NGANTAR EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR I S I v i i DAFTAR ISI HEADLINES ... xiii FOKUS PERHATIAN ........ 26 III............ Januari 2012)... i KATA PENGANTAR ............. viii DAFTAR GRAFIK ..................... Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s... Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu. triwulanan............... yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan............................................... dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www................................. perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s... produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011).. 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr................................

.......................................... PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 ... PARIWISATA JANUARI 2012 ........................ 13 Tabel 1.... 17 Tabel 2................................ 13 Tabel 1.................................................................. 103 XVII.... NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 ................6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) ......3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga..7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) . 27 ........8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) .......................................................................... 23 Tabel 2.... 54 VII...............V.....................................11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 ...................................... 83 XII.................................................................................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) .........................................................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen)................. 95 XV....................................5 Inflasi Nasional Year-on-Year ......1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 ..... 69 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 ... 92 XIV...........................7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011......................... KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 ....... PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 ............. 11 Tabel 1....................................................................................................................................................................................................1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.......................... 98 XVI....................4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan....... KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 ........................................... Februari 2012.............................. 61 VIII.....9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) ........ 12 Tabel 1... 23 Tabel 2.................................... 19 Tabel 2....... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) .................................................................................. 18 Tabel 2............................ 36 VI............ 12 Tabel 1............................. 20 Tabel 2............. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 ........................................ 77 XI............................... 74 X.........................................1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) ............... 21 Tabel 2................................... SUPLEMEN: METODOLOGI ................................. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 ......10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ........... 87 XIII...............4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender ............................ Februari 2012 (persen) ........ Desember 2011–Januari 2012 ...................... 24 Tabel 3................ KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 ......... 22 Tabel 2................... TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 .5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) .............2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ............................... 11 Tabel 1........................... 24 Tabel 2. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 v i i i DAF TAR TABE L DAFTAR TABEL Tabel 1............ 63 IX. 18 Tabel 2....... Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year ..........2 Laju Inflasi Februari 2012................... INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 ..........................................6 Inflasi Beberapa Negara................. 14 Tabel 2.......................

3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 ................ 48 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x DAF TAR TABE L Tabel 5.......... SP2010 ................................. 50 Tabel 5.................2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) .............. SP2010 ..7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi............................ Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$) .......15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.............................1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari............... SP2010 .....9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal..... 28 Tabel 3..............................6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi....................4 Ekspor-Impor Beras Indonesia. 2010 ................. 29 Tabel 4.......................................... 2010 ............. 33 Tabel 4......................... 2011 dan 2012 ..............5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB............... Januari 2011 dan 2012 .. 28 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L ix Tabel 3....... 41 Tabel 5................... Januari 2011–Januari 2012 ......... 47 Tabel 5...................................... SP2010 ............ Juta US$) ..................... 52 Tabel 5............................Tabel 3........13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak........14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon............................... 29 Tabel 3.........................4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 ...... 35 Tabel 5.................. 34 Tabel 4.. 55 Tabel 6....... SP2010 ...........6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.....5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.............................................. 32 Tabel 4..................................... 34 Tabel 4.................................2 Perkembangan Impor Indonesia............................... Triwulan I 2010–Januari 2012 ................................. 46 Tabel 5.. 2011 dan 2012 .............. 51 Tabel 5..................... 56 .......... 42 Tabel 5... 43 Tabel 5..... Januari 2012 ........................................................10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih ..............................................................3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari....12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja............................. 32 Tabel 4............................................................8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi......................... 40 Tabel 5....................................... 36 Tabel 5................1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin..............2 Penduduk............................................... 33 Tabel 4.................................................................................................................................................. 2010 ....................................... SP2010 .3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan ...................1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan......... SP2010 ... 44 Tabel 5........................................................... 49 Tabel 5..............................7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.. 35 Tabel 4........ SP2010 ........................ Laju Pertumbuhan................................. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi ..................................................................5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa........ SP2010...............2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ...........11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar........... 2010 ..........4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian........ 45 Tabel 5...... 2010–2011 (juta orang) ................................. 53 Tabel 6............................................................................................8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 ......

...3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ..............................................1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas......................2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 ............. Februari 2011–Februari 2012 ................... Indonesia Januari 2012–Februari 2012...................................1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ............................... 58 Tabel 6.....2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi...............1 Perkembangan Luas Panen. (2005=100) ..................................... 67 Tabel 8.................................. Produktivitas.........4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.......................................................................................2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya................... 62 Tabel 8...................... 86 Tabel 13.............. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012...... 59 Tabel 6........................................................................................... 66 Tabel 8................................................6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) ...3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) .. 75 Tabel 10............................................ Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) .............7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 .............................. 78 Tabel 11.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi........................................................................................................... 75 Tabel 10.......... 70 Tabel 9.............3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012....................... 84 Tabel 12....................... 68 Tabel 9............... (2005=100) ........................................................................1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ............................................................................................................... 88 Tabel 13........................... 71 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L xi Tabel 9...........................1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani........... 58 Tabel 6..........................4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi .......... 2009-2011 ........................................................... 73 Tabel 10.............. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010-Februari 2012 .........4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) ......... 2009-2011 ................................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya..............................Tabel 6..... 76 Tabel 11....... Indonesia Januari 2012–Februari 2012...............................................5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) ....... 79 Tabel 11...................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya .... 57 Tabel 6.......................2 Perkembangan Luas Panen..........1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) ...................................................... dan Produksi Padi Menurut Subround........ 81 Tabel 11.. dan Produksi Palawija......... 82 Tabel 12..2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan ...................... (2005=100) ..... (2005=100) ..................... Produktivitas.................. 76 Tabel 10............................................................. Indonesia Desember 2011–Januari 2012........... 60 Tabel 7..........1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 .............

......................... 88 Tabel 13....................................... 63 Grafik 8......... 91 Tabel 14.............................................................. Maret 2011–September 2011 ............6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) .................................................................... 38 Grafik 5................ 30 Grafik 4........... 94 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i i DAF TAR TABE L Tabel 15......... 25 Grafik 3............... 9 Grafik 2................. dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) . 16 Grafik 2..................................................................... 22 Grafik 2...... Februari 2011–Februari 2012 .............. 89 Tabel 13................1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 ..........2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).............1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan....1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 .......................5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen).......2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) ...................... Tingkat Penghunian Kamar.............. Penduduk yang Bekerja..........................................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) ..d Triwulan IV-2011 (persen)....................2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari.... Maret 2011–September 2011 ..........3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia.................................. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.......4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 ................2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah... 39 Grafik 6..........1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s...................................................................................1 Nilai Tukar Petani (NTP)........1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ...................... 1971-2010 ............................. 31 Grafik 5...................................... Tahun Kalender.........2010–2011 (persen) 2000=100 ..................... 19 Grafik 2....1 Jumlah Angkatan Kerja......2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi............ dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota.................................................... dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 ..4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) ................................................................ dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 .......... 2011 dan 2012.................. Jumlah.....................................................102 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR GRAF I K x i i i DAFTAR GRAFIK Grafik 1.........3 Garis Kemiskinan...................................................... 2010 .... 2010–2012 .... 99 Tabel 16.3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 .. 54 Grafik 7................................ Indeks Harga yang Dibayar Petani ...... 20 Grafik 2.......... 61 Grafik 8................. 37 Grafik 5................................. 97 Tabel 16.....................1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 .........1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 ........................... 26 Grafik 4.1 Garis Kemiskinan.................... 17 Grafik 2..101 Tabel 16...1 Perkembangan Jumlah Wisman...........................

.......................... 70 Grafik 10.................. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1...................... 92 Grafik 14..................................1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 ............. 65 Grafik 9.............. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0...............05 persen................................ 81 Grafik 12.. 95 Grafik 16.........1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) . 64 Grafik 8...................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi ............................................... 74 Grafik 11...................................................... 2009–2011 ......... Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1..2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 .....04 persen)..... 87 Grafik 13...............................................................81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3...................................................................... Dari 66 kota.................05 persen....... tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi..5 persen ........ 83 Grafik 12..................3 Inflasi Perdesaan..........2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .............2 Pola Panen Padi........1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 ...............1 Persentase Penduduk Miskin ........................(Ib)..................... Inflasi Februari 2012 sebesar 0.................................................................................56 persen....................... perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.....05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0..........................................................1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ........... 2...............1 Perkembangan Produksi Padi....... Februari 2011–Februari 2012 ......................................... 90 Grafik 14......................... 80 Grafik 11.............3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi .........29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0......... 69 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i v DAF TAR GRAF I K Grafik 9...............73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0.................. 93 Grafik 15....13 persen....1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ... 84 Grafik 13......... 2009–2011 ........ Februari 2010–Februari 2012 ...... Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0................................................03 persen)........................... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0........................................ Pada Triwulan IV-2011..........................................................1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .........2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 .................... 78 Grafik 11...... 98 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 1 FOKUS PERHATIAN 1......................................................................................................

ekspor hasil pertanian turun 1. Secara kumulatif.57 miliar.82 persen.5 persen. naik 6. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.07 persen (year-on-year). Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.57 miliar. Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14. 4. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear).66 persen dibanding bulan sebelumnya.5 persen.57 persen dibanding impor Desember 2011. Peternakan. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20.82 persen. namun turun 9. peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38.5 persen. naik 16. namun turun sebesar 11. Ditinjau dari sisi penggunaan.49 miliar. Hotel dan Restoran sebesar 10.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011. dan impor barang dan jasa naik sebesar 6.3 persen. Menurut sektor.(year-on-year).3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1.9 persen. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).2 persen dan terendah di Sektor Pertanian.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear). . naik 6. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14.52 miliar atau turun 7. atau naik 16. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14.3 persen.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.97 miliar atau turun 14. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2. PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1.8 persen. 2 F OKUS PE RHATI AN 3.49 miliar. ekspor barang dan jasa naik sebesar 3. Peternakan.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011.1 persen.2 persen.

81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2. 6.56 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237.469 orang per km 2 ).0 juta orang. Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237.32 miliar.99 miliar atau turun 18.91 persen). Sebesar 83. Nilai ini turun 7. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 3 5.055 orang per km 2 ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14.6 juta orang.39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011.58 miliar atau turun 9. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa (1.Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2.05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7. Dilihat dari penyebaran penduduk.50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24.1 juta rumah tangga (14. Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61.53 miliar) dengan pangsa 21. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2.40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.52 miliar). berkurang 1. meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km 2 ).70 persen).0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119. TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6. Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5.14 persen).4 juta orang). Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km .6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119.6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6. 2 . Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9.14 persen).7 juta orang.49 persen per tahun. Sekitar 40.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111.3 juta orang).78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah.88 persen.37 persen). berkurang 2.80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7. Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32.4 juta orang.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109.56 persen).70 juta orang (6.

03 persen). yaitu bahan makanan (0. rekreasi. Dibanding Februari 2011 (year-onyear). Pada Februari 2012. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga. 0.46 persen. naik 0.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1.520 per kg.16 persen. NTP Februari 2012 tercatat 105. tanaman perkebunan rakyat. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39.23 persen dan 0.939. dan secara riil naik sebesar 0. serta transportasi dan komunikasi (0. pendidikan.854. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0.73. Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39.02 persen). Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0.40 persen).854 dan Rp63. 0.520 per kg.12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0.39 persen.10.42 persen). MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.08 persen).77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya.14 persen. 8. dan 0.60 persen dari bulan sebelumnya.53 persen).30 persen. harga beras Februari 2012 naik 15. turun 0. turun 0.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya.49 persen). naik 0. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. kesehatan (0. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105. perumahan (0. dan olah raga (0.60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105.02 persen.29 persen).37 persen.939 Secara nasional.4 F OKUS PE RHATI AN 7. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan. makanan jadi (0. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.10. Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. sedangkan secara riil turun sebesar 0.09 persen. lebih tinggi dari . sandang (0. naik 0.77 persen dari bulan sebelumnya.50 persen). naik 0. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 5 9.81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0. hortikultura.

30 persen.92. artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya.32).inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar 6 F OKUS PE RHATI AN 105.27 persen). Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30. 12.31 persen).57 persen).44. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106.37).92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106.35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian.51). Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65.07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105.34). Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108.57 persen).74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).27). Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. 10.35 persen dibanding bulan sebelumnya.40 persen. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0. daging ayam ras (turun 1.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113. tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111. Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65. sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1. minyak goreng.10 persen) dibandingkan tahun 2010. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0. gula pasir.24 juta ton. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108.82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi.69).10 persen. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi. Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1. Komoditas lain yaitu daging sapi. 11. terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108. Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0.08).97 juta ton.89 persen). Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1. peternakan. komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1.73 juta ton (1.74 juta ton GKG. turun 1. kehutanan dan perikanan. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah.65 persen). cabai rawit (turun 6. menurun sebanyak 0.56 persen. susu kental manis. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. dan ikan kembung (turun 1. Selain beras. naik sebesar 0.13 ribu .67).77.53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106.

naik 18.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.34 persen.70 persen).54 persen).31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.04 persen) dan sebesar 0.7 ribu orang.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear).19 ribu ton (6.29 kuintal/hektar (2.09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q). naik 5. dan jumlah . jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4. Sekitar 38. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2.27 persen atau naik 0.39 persen) dan produktivitas sebesar 0. naik 5.7 juta orang.02 persen). jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8. jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15. naik 18. Dibanding Januari 2011 (year-onyear).91 persen). produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3.02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year). Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6.8 ribu orang.14 kuintal/hektar (1.81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270. dan jumlah penumpang kereta api turun 8 F OKUS PE RHATI AN 4. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51. Selama Januari 2012.57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. 13. Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20.02 persen (year-on-year). Dibandingkan tahun 2010.4 juta orang. dan naik sebesar 5.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1.35 kuintal/hektar (0.4 juta orang.76 persen.57 persen. 14. 15.90 ribu hektar (6. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6.16 persen dari November 2011 (m-to-m).93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali. dan naik 3.80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011.22 persen dibanding bulan sebelumnya. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63.40 persen dibanding bulan sebelumnya.92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya.46 persen dibanding bulan sebelumnya. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5.hektar (0.24 ribu hektar (6.

36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29. 1.36 persen). penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0.09 juta orang.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan. Tahun Kalender.35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 9 INFLASI FEBRUARI 2012 I.53 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. turun 0.00.89 juta orang (12.73 persen dengan IHK 145. n) s e (pe r MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 '10 A pr M ar Grafik 1.67 persen. Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30. Dari 66 kota.04 persen dengan IHK 135.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0. Selama periode Maret 2011–September 2011. dan Year-on-Year un J ul Mei J A g .89 juta orang (12.59.04 juta orang. 16.49 persen).29 persen dengan IHK 133.02 juta orang (12.penumpang kereta api turun sebesar 4.21 dan terendah terjadi di Palu 0. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1.96.03 persen dengan IHK 131. Sebagian besar (63.

dan olahraga 0. listrik. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0. Menurut jenis pengeluaran rumahtangga. bawang merah . andil emas perhiasan 0.15 persen. pendidikan.08 persen dan transpor.22 persen. komunikasi. dan jasa keuangan 0. gas. air.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen). beras 0. sandang 1.73 persen.27 persen. k t e s Nov D '12 F e J an b 10 I NF L AS I F E BRUARI 2012 3.05 persen.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen). rekreasi. kesehatan 0. Dari inflasi 0.Gabungan 66 Kota. 2010–2012 e pt s S t Nov O k s D e '11 F e J an ar A b M Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.05 persen pr Mei J un J Bulan ke Bulan Tahun Kalender Year-on-Year g s ul A pt O S e 2. inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0.06 persen. perumahan. dan bahan bakar 0.34 persen.

5.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen). tahun kalender 2012 sebesar 0. Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen).33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0.33 persen.03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen). Inflasi Februari 2012 sebesar 0. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0.05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen).05 persen. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 11 Kelompok Pengeluaran MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . tomat sayur -0.13 persen.17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen).77 persen. Sementara andil cabai merah -0.0. daging ayam ras -0. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4. 4. Menurut karakteristik perubahan harga.94 persen.81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0. sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0.56 persen.31 persen.05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0.24 persen. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0. 6.05 persen berasal dari andil komponen inti 0.02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen). inflasi Februari 2012 sebesar 0. 7.

58 0.81 3.85 123.40 4.94 1.03 122.22 0. Perumahan.55 120.86 138.65 3.49 0.95 124. Listrik.66 123.43 -0. Gas.31 Harga Diatur Pemerintah 120.81 3.08 0.88 Bergejolak 153.68 2.75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.14 108.46 0.59 108. Air.60 155.45 -0. Sandang 126. Pendidikan.90 1.96 0. 2) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.85 136.30 1. Rokok.56 Inti 121.21 120.14 152.11 2. dan Tembakau 3.76 154.Umum (Headline) 126. dan Bahan Bakar 133.34 1.91 130.71 5.33 0.73 1.2 Laju Inflasi Februari 2012.96 0.81 3.24 0.56 1.35 137.94 124.22 1. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga Komponen IHK Februari 2011 (2007=100) IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 126.07 2.06 0. Rekreasi. Transpor dan Komunikasi.14 8.46 129. 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.23 4.00 4.96 0.91 130.49 126.57 139.95 0. Tabel 1. Kesehatan 117.79 121. dan Olah raga 7.15 0.49 Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) . Makanan Jadi. dan Jasa Keuangan 118.46 0.51 123.27 0. Minuman.05 0.82 106.77 157.77 4.87 2.73 6. Bahan Makanan 150.05 0.46 129.24 125.

37 0.36 0.22 -0.11 0.67 2.44 0.47 2.34 5.24 0.99 0.06 Juli 0.16 0.12 1.06 2.95 0.15 -0.12 5.89 0.44 0.79 0.92 0.23 2.10 1.31 0.20 2.76 Februari 0.14 -0.93 3.04 1.10 2.04 0.22 4.57 6.55 2.43 11.79 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 13 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1.21 0.45 1.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Bulan Inflasi Nasional (bulan ke bulan) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Inflasi Nasional (kalender) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1.24 10.51 0.37 0.10 -0.02 1.06 -0.04 0.47 0.45 5.12 -0.10 1.96 2.62 0.30 0.58 9.97 1.05 1.57 0.65 0.84 5.84 0.69 September 0.15 0.96 3. Harga Diatur Pemerintah 0.66 4.Laju Inflasi Year-onYear Laju Inflasi Year-onYear 3) 12 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.91 3.81 8.19 0.33 0.81 Maret 0.27 4.18 0.14 1.41 10.42 1.78 6.84 0.39 Mei 0.77 -0.01 0.59 11.03 0.04 1.41 0.21 2.67 2.76 0.28 5.28 2.20 Desember 1.74 4.98 3.97 Oktober 0.74 Agustus 0.03 0.07 0.41 0.56 0.45 0.32 1.57 -0.05 1.05 3.77 -0.85 0.97 0.80 0.46 0.31 1.72 1.48 5.89 0.70 April -0.13 0.60 0.85 November 0.14 1.40 1.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 . Inti 0.51 Juni 0. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) U m u m 0. Bergejolak -0.35 2.82 2.07 0.20 Tabel 1.76 1.44 0.05 1.08 7.29 0.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.05 0.75 0.

65 5.90 2.60 11.statistics.25 0.cn.gov.50 6.92 3.56 Maret 6.50 4.gov.30 1.96 7. Indonesia 0.30 Sumber: http://www.44 4.78 6.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.32 -0.80 7.gov.65 3.43 6. http://www.71 11.com 14 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.ph.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6.51 11.50 2. Aceh Banda Aceh 3.54 Juli 6.26 7.56 6.00 0.pk.79 Tabel 1.40 4.68 2.40 8.96 3.33 4.00 18.30 3.06 11.gov.40 -0.67 4.gov. http://www.00 2. Pakistan -0.vn.77 11.90 6.52 8.14 2.bls.04 4. http://www.10 6.61 Agustus 6.singstat. Inggris 0.br.76 3.50 9. Brazil 0.88 11.70 1. Pilipina -0.17 3.16 Mei 6.cencus.stats.59 11.bloomberg. Singapura 0.uk.83 .42 November 6.20 3.22 4. Vietnam 0.57 0.75 10.30 7.65 April 6.41 6.60 6.71 6.38 6.05 5.ibge.17 7.84 3.20 3.statistics.75 6.my.gov.90 5.79 3. Desember 2011–Januari 2012 Negara Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Desember Januari Desember Januari (1) (2) (3) (4) (5) 1.50 4.gov.22 10.gov. http://www.65 Februari 6.83 5. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.28 -0. Malaysia 0. http://www.statpak.57 5.10 5.15 Desember 6. Amerika Serikat -0.00 2.za. http://www. http://www.16 5. Cina 0.31 3.sg.06 2.36 9.50 0.77 2.6 Inflasi Beberapa Negara.98 Juni 5.statssa.80 4. Afrika Selatan 0.01 10.60 3.20 0. http://www.91 6.10 4.16 0. dan www.20 0.50 4. http://www.40 3.61 Oktober 6.13 17.70 4.72 7.10 0.29 8.79 September 6.27 8.03 3.90 9.81 6. Februari 2012.85 2.53 1.95 12.gov.gso.gov.02 3.

23 1.51 4.03 2.17 0.09 -0.35 1.00 -1. Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang 5.28 Cilegon 2. Sumatera Utara Sibolga 3.06 Bandung 2.83 Medan 3.14 1.08 Bandar Lampung 4.24 -0.20 0. Lampung Bengkulu 3. Riau Pakanbaru 5.46 Tangerang 3.50 2.85 0.14 0. Banten Serang 2.97 0.35 2.18 0.21 Pematang Siantar 4.31 0.35 0.37 3.91 1.23 Tasikmalaya 4.82 0.03 Palembang 3.96 -0.21 1.26 0.55 -0.70 Cirebon 3.20 -0.60 3.24 0.12 9.44 -0.17 0.78 -0.22 5.01 Depok 2.75 -0.64 Bekasi 3.75 5.19 3.10 0.05 1.Lhokseumawe 3.11 0.37 -0.72 3.08 .35 0. Sumatera Selatan Jambi 2.62 2.21 11.44 6.76 -0. DKI Jakarta 12.90 -0.58 0. Bengkulu 10.62 -0.32 2.29 -0.04 3.69 Sukabumi 4.52 3.46 0.27 2.83 1.66 -0.69 3.04 Padang Sidempuan 4.34 0.32 -0.17 0.09 -0.26 2.99 3.90 0.45 -0.98 8.78 3.76 -1. Kepulauan Riau Batam 3.60 2.25 -0.78 0.65 2.71 -1.03 0.78 0. Sumatera Barat Padang 5.78 13.03 2.10 1. Jambi 7.10 0.56 Tanjung Pinang 3.95 0.08 1.66 Dumai 3. Jawa Barat Jakarta 3.65 3.86 3.54 -0.78 3.94 Bogor 2.82 4.

28 Jember 2.22 0.64 4.67 Probolinggo 3.43 0.36 0.51 Surakarta 1.94 Malang 4.28 Semarang 2.41 2.24 3.14.35 0.08 0.58 -0.37 0.81 15.87 0.55 1.46 3.72 0.35 3.18 0.95 Kediri 3. D.21 0. Jawa Tengah Purwokerto 3.7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 17.I. Jawa Timur Yogyakarta 3.49 3.46 0. Yogyakarta 16.10 0.45 3.18 0.62 0.25 0.27 0.08 Surabaya 4. Bali .98 3.49 0.85 Sumenep 4.05 0.40 0.27 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) I NF L AS I F E BRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.93 0.56 1.18 Tegal 2.85 4.48 Madiun 3.78 0.88 0.79 3.31 2.

28 18.04 Watampone 3.47 Tarakan 6. Sulawesi Utara 25.21 0.38 5.77 Palangkaraya 5.70 2. Nusa Tenggara Timur Maumere 6.61 Kendari 5.94 1.26 Kupang 4.86 20.81 24.35 0. Kalimantan Barat Pontianak 4.75 0.35 1.34 2.63 1. Maluku Utara .75 2.61 3.60 1.41 3.09 1.54 4.36 6.40 6.14 4.60 0.03 Gorontalo 4.92 2.99 28.57 7.43 Singkawang 6.08 0.05 Makassar 2.47 -0.33 Pare-Pare 1.13 4.21 2. Sulawesi Barat 29.35 Bima 7.91 1. Nusa Tenggara Barat 2) Mataram 6.98 -0. Sulawesi Tengah 27.45 -0.09 1.44 19.36 2.09 0. Kalimantan Selatan 23.19 Balikpapan 6.54 1. Kalimantan Timur Banjarmasin 3.84 1.32 7.73 3.28 -0. Gorontalo Manado 0.04 0.32 0.65 5.31 0.Denpasar 3.72 1.05 8.40 1.64 Palopo 3.60 0.91 7. Sulawesi Tenggara Mamuju 4.59 0. Sulawesi Selatan Palu 4.60 0.16 2.67 0.19 0.38 22.38 1.74 5.91 0.00 2.31 2.46 -0.23 0.68 3.60 6.87 0. Maluku 31.70 2.44 3.02 21.14 5.21 0. Kalimantan Tengah Sampit 3.50 26.94 30.85 6.43 0.24 Samarinda 6.

Ambon 2.52 0. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) 16 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .93 0.5 persen. Grafik 2.76 1. Papua Barat Manokwari 3.78 0. Kehutanan.90 -0.06 2. Papua Jayapura 3. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.57 Sorong 0. Peternakan.40 0. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.99 3.40 1) 2) 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.96 6.d Triwulan IV-2011 (persen) .1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20.75 -1. Kontraksi ini disebabkan karena Sektor Pertanian. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1.2011 II.14 32.31 2.63 5.73 Ternate 4.29 33.85 1.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q).64 -0.38 -0.

3 n s e p e r PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .0 -1.0 -16.0 10. Hotel.5 2.7 5. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y).0 5.6 Pada tahun 2011.0 -18.0 7.0 1.0 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 .0 -12.0 -10. PDB Indonesia n s e p e r 2. 6.2. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.3 2.5 6.5 6.0 5.2011 17 12.4 triwulan IV-2011 tumbuh 6.0 0.0 4.0 2.0 -22.5 persen 6.4 6.9 6. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.8 3.8 3.4 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 Q3/11 Q4/11 q-to-q y-on-y EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -1.0 3. dan Restoran sebesar 10.0 6.2 persen.5 persen.0 -2.0 8.8 -1.0 -14.0 -20.4 1.

9 6.2 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.2 2.7 1. Peternakan.1 -0.5 1.9 3.0 0.4 2.0 8. Real Estat & Jasa Perusahaan Jasa-jasa Grafik 2. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan. Pertanian.9 2.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) Tabel 2.1 -0.3 1.3 1.0 6.7 q-to-q 5.0 -20.2 3. Gas & Air Bersih Konstruksi Perdagangan.0 2.0 .0 0.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 9.2 Industri Pengolahan Listrik.8 10. dan Perikanan 5.2 -0.5 1.0 4.8 y-on-y Pertanian Pertambangan & Penggalian 7.0 -4. Kehutanan. Pertambangan dan Penggalian 3.0 -6.1 -0.0 -20.-2.4 0.0 1.0 -8.9 1.

dan Restoran 3.3 6.2 1.7 6.7 0.921.5 6.2 3. dan Jasa Perusahaan 1.6 PDB 3. Pengangkutan dan Komunikasi 3. Jasa-Jasa 3. Listrik.6 9.2 6.9 8. Konstruksi 3.8 0.7 12. Perdagangan.9 47.5 6. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1. Industri Pengolahan 3.5 persen.7 6.9 7. dan Perikanan 299.2 9.4 -1. Real Estat. Secara kumulatif.5 12. Gas dan Air Bersih 1.1 5.6 2.0 241.9 15.2 7.5 3.2 1. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.5 6.7 6.9 47.7 0.9 11.5 6.3 470.7 0.0 triliun.2 10.5 PDB Tanpa Migas 3.1 6.9 - 3.9 . Pertanian. Industri Pengolahan 463. Pertambangan dan Penggalian 224.9 239.9 10.1 1.8 0.8 6.8 85.7 9.3 2.4 6.6 triliun.1 1. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624.3.4 67. Hotel.0 6. 6.7 1.4 -1.6 161. Keuangan.8 4.8 2. 4.2 5. Kehutanan.9 1.6 163. Peternakan.8 7.5 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) 18 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .8 4.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 (4) (5) 1.2011 Lapangan Usaha Tabel 2.

Gas dan Air Bersih 14.9 0.8 persen. Hotel.0 59.3 63.5 Atas dasar harga berlaku 596.5 4.1 persen dibanding triwulan sebelumnya.1 10.1 59. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5. Pengangkutan dan Komunikasi 125. Jasa-Jasa 208.0 139.6 632. Sementara Impor tumbuh 6.7 0.4 624. Keuangan.1 13.8 4.8 268.5 6.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 10.7 8.7 42.6 6. Konstruksi 194.2 persen.2 9.3 61. Dari sisi penggunaan.2 10. dan Jasa Perusahaan 136.1 PDB 1 931.1 1 765.7 204. Tabel 2.0 100.2 7.9 1) 59. Listrik.1 1 921.0 PDB Tanpa Migas 1 765. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38.8 11.0 7.7 14.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan .6 4. Perdagangan.0 24.3 persen.2 112.3 14.3 40.2 589. dan Restoran 264.0 100.0 7.1 5. Real Estat.8 5.0 114.6 60.0 6.5 213. Ekspor sebesar 3.24.6 129.5 persen.

1 5.2 6.1 10.9 4.5 6.3 7. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 10.1 13.4 -1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.3 6.3 3.8 4.8 2.3 0.5 11.8 38. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2.5 6.9 4.8 2.9 PDB 3.6 4.9 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .4 91.5 8. Ekspor Barang dan Jasa 4.7 2.9 13.3 3.Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.9 3.2 2.8 3.2 0.5 Distribusi (Persen) Triw III2011 1) Triw IV2011 (6) (7) 91.1 5.2011 19 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 . Pembentukan Modal Tetap Bruto 5.

0 252.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 Distribusi (Persen) Triw III-2011 (4) (5) (6) (7) 1.6 6.9 persen. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.7 1. Ekspor Barang dan Jasa 506.7 349.1 346.4 -5. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2.0 -22.4 624.1 31.2 649.8 4.4 PDB 1 931.7 511.7 33.2 1 063. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 176.5 persen.0 238. Pembentukan Modal Tetap Bruto 612.1 11.5 -19.3 -1. Diskrepansi Statistik 48.8 2.0 b.0 100. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4.5 54.3 2.6 162.7 -7.9 persen.2 26. Dikurangi Impor Barang dan 1) Jasa 480.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.1 1 921.6 632.0 223.0 Atas dasar harga berlaku 1) Triw IV2011 .7 3.0 5.0 55. Jenis Penggunaan Tabel 2. a.8 26. Ekspor sebesar 7.7 0.6 70.8 325.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6.9 50.7 314.0 9.3 26.0 100.3 153. Perubahan Inventori 25.8 9. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 1 042. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.Grafik 2.2 507.8 persen.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11.4 24.5 0.

2 9. Jawa Timur.1 57.6 58.2011 21 Tabel 2.6 persen.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Provinsi Pertumbuhan q-to-q y-on-y c-to-c (1) (2) (3) (4) Konstribusi .5 persen. dan Pulau Sulawesi 4.0 Catatan: atas dasar harga berlaku 8. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57.7 Sulawesi 4.6 persen.6 persen di pulau-pulau lainnya.4 persen. 7.3 2.6 Kalimantan 9.6 persen.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta. Sumatera 22.4 4.4 2.4 persen.5 Bali dan Nusa Tenggara 2.0 100.0 100. 3. dan 6.2011 Grafik 2. Jawa Barat dan Jawa Tengah. 5.0 100. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23.7 2.7 4.8 2. dan sisanya 4. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6.6 persen. 6.1 23. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) Wilayah/Pulau 2009 2010 2011 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi.6 Jawa 58.5 23.7 23. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . Pulau Kalimantan 9.0 Total 100. 6.6 2. Tabel 2.2 9.20 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .5 57. 2.1 persen.5 4.7 persen.1 2.6 Maluku dan Papua 2. 4.6 9.

9 14.6 Terhadap Total 33 Provinsi (5) (6) 6.3 2.1 12.8 1.5 0.0 23.9 1.7 16. Lampung 2.2 04.0 5.5 2.5 4.1 7.1 6. DI Yogyakarta -0. Jawa Timur -0.4 Jawa 0.0 14.6 6.1 5.1 6. DKI Jakarta 1. Sumatera Selatan 1.8 4. Bengkulu 0. Sumatera Barat 0. Jawa Tengah 2.7 6.4 6.5 0. Aceh 1.7 6.4 5.1 7.6 6.5 28.7 7. Kepulauan Bangka Belitung -8.3 6.4 1.1 5. Riau 1.3 7.4 10.0 6.4 22.9 3.0 05.8 8.5 5.5 1.1 0.0 8.0 24.2 03.7 6.2 1.0 02.0 09.0 57.3 8.2 15.Sumatera -0.6 6.8 6. Sumatera Utara 0.5 6.6 14.2 13.2 Terhadap Pulau 100.8 6.4 08. Kepulauan Riau 1.8 6. Banten -2.9 25.7 2.6 7.7 100.5 4.4 6.6 5. Jawa Barat -0.5 13.3 7.0 6.6 29.1 1.3 5.4 5.0 6.4 Bali dan Nusa Tenggara -0.2 .7 16.6 11. Jambi -2.7 6.2 4.1 6.6 01.9 3.1 07.9 8.5 06.5 12.9 6.

8 6.3 0.3 7. Sulawesi Barat -1.8 4. Maluku 5.4 7.6 Kalimantan 0.7 0.8 47.0 6.2 47. Papua Barat -9.9 1.9 7.2 100.5 0.7 0.7 2.5 -21.5 3.4 28. Sulawesi Selatan 1.0 30.9 1.7 11.3 5. Nusa Tenggara Timur 2.0 2.7 28.8 5.6 16.9 11.7 20.2 6. Kalimantan Barat 4.2 8.9 6.0 31.7 25.7 16.8 4.2 7.9 6.8 19.3 31.8 6.1 23.2 7.5 18.2 34.1 68.9 -3.2 100.7 33.8 1. Kalimantan Timur 1.4 8.4 6.1 24.5.7 51.2 26.5 3. Gorontalo 3.2 27.7 7.3 8. Kalimantan Selatan -6.9 -3. Nusa Tenggara Barat -4.4 0.6 0.1 -5.5 5.9 20.8 6.3 0.1 32.0 9.8 9.2 -4. Papua -3.3 8.6 Sulawesi 1.1 0.4 100.4 8.9 27.0 2.8 10. Sulawesi Tenggara 0. Sulawesi Tengah -3. Maluku Utara 1.2 4.0 .7 7.4 7. Sulawesi Utara 12. Kalimantan Tengah -2.8 8.5 0.7 11.4 4.8 22.0 7.4 Maluku dan Papua -5.6 17.6 1.2 3.9 21.5 100.0 4.2 5.5 0. Bali 1.3 0.0 11.2 29.1 6.2 6.2 5.

7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1.5 3.0 3. dan Perikanan 2. dan Restoran sebesar 13.2 .7 3.9 0. Tabel 2. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10. Peternakan. Pertambangan dan Penggalian 3.2011 Grafik 2. Pertanian. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.7 persen dan Sektor Perdagangan.7 4.5 persen terhadap tahun 2010.8 persen. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24. terjadi pada semua sektor ekonomi.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 10.6 1.5 4.4 3. Pada tahun 2011.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha Laju Pertumbuhan 1) 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Distribusi EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1. Kehutanan.9. Hotel.9 persen. Industri Pengolahan 4.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6.2 4.0 3.0 1. n s e P e r 22 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .4 persen.8 4.7 6.7 2.

7 13.5 2007 2008 2009 2010 2011 89. dan Air Bersih 10. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.9 1.4 6.1 11.5 7.0 27. Listrik.2 10.6 7.5 15.9 0.3 6.2 7. Perdagangan. Konstruksi 8. Hotel.7 8.8 13.5 6.1 triliun.3 6.2 5.1 9. Gas.427.0 100.0 6.9 10.5 89.0 14.0 6.4 24.13.2011 23 11.2 6.0 8.0 6.7 6.3 4.7 14.3 14. dan Jasa Perusahaan 14.5 91.3 10.7 92. Keuangan.0 16.2 10.0 6.0 4.0 13.2 10.3 8. dan Restoran 8.2 91.7 9.0 100. Pengangkutan dan Komunikasi 8.3 5.5 5.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha . Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.4 10.0 100.7 6.9 14.3 15.8 26.2 7. Real Estat.2 6.7 8.6 6.2 7.8 24.5 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 6.8 0.3 13.9 10.0 5. Jasa-Jasa 6.5 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .6 6.2 10.8 0.5 100.9 27.5 7.8 7.0 PDB Tanpa Migas 6. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 2.2 5.7 11.7 0.7 7.2 triliun.9 6.3 10.8 5.6 6.1 7.2 6.0 4.3 4.5 PDB 6.3 6.9 1) 2) 7.6 11.5 9.5 5.6 7.7 15.6 15.4 6.9 6.463.8 9.2 6.8 6.6 6.0 4.0 100.8 0.7 10.3 6.

2 353.Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1.4 5 936.5 437.5 400.9 46. Konstruksi 305.7 persen.7 193.5 271. terjadi pada Ekspor sebesar 13.7 5 606.5 persen.2 985.0 17.3 312.1 557.5 2 178. dan Restoran 592.0 140. Perdagangan. Pertambangan dan Penggalian 541.7 1 376.9 574.5 15. Listrik. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8. Pengangkutan dan Komunikasi 8. dan Jasa Perusahaan 264.2 6 794.2 466.4 217.3 691.1 18.2 481.7 5. dan Perikanan 2.0 241.2 660.7 857.9 304.9 716.8 368.7 423.5 284.5 PDB 3 950.7 171.1 55.4 1 093.1 7.1 634.3 172.2 218.2 305.1 597.7 40.3 7 427.9 756.0 160.8 12.6 535.4 1 821.6 189.8 209.7 783.8 1 803.4 1 477.5 440.2 186.8 131.3 340.6 2 036.9 4 948. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.7 555.1 205.6 persen.6 295.2 368.1 654. Keuangan. Jasa-Jasa 398. Real Estat.2 PDB Tanpa Migas 3 534.7 49.7 198.2 491.5 882. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4. Kehutanan.2 6 436.5 1 595.9 2 313.2 538.7 2 171. Industri Pengolahan 1 068.7 313.2 142.6 541.3 183.3 3.8 570.1 1 964.8 1 939.1 181. dan Air Bersih 34.8 232.2 4.0 419.8 2 463.0 9. Pertanian.5 13.4 4 427.0 2 321.1 18.3 165. Hotel. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar .5 1 022. Gas.1 886.3 592.5 180.3 150.6 5 141.2 persen.1 405.1 6.9 121.5 744.8 persen.3 2 082. Peternakan.4 363.1 718. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3.2 221.0 236.9 192.

2 1.9 1) 2) PDB 6.0 -15.3 13.8 6.0 21.1 1 308.5 -9.9 1 197.1 10.1 32.0 100.1 -2.8 24. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.0 0.6 581.3 6.4 8.0 1 475.4 1 032.7 1 744.3 167.6 58.9 persen.1 5.4 4 053.0 persen.7 1 955. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54.4 juta (US$1.7 21.8 2 463.6 54.5 9.3 195.1 1 964.6 -11.9 2 313.4 15. Konsumsi Rumah Tangga 2.3 persen.3 25.5 0. Perubahan Inventori -100.3 31.7 56. Konsumsi Rumah Tangga 2) 5.3 1 369 9 329.9 -33.4 153.6 1 220.2 1 249.921. b.3 11.4 29.8 196.0 3.6 1 370.6 98.1 0.1 1 354.2 6 436.2 27.9 537. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24. dari sisi penggunaan.4 6.0 100.1 32.3 708.6 -0. Pembentukan Modal Tetap Bruto 9.9 27.1 1 476.Perubahan Inventori 4.2 6.4 942.3 13.6 26.1 -0.2 634. a.3 1 074.4 202. .5 2 178.0 17.0 9.2011 13.4 1 584.3 4.5 3 000.7 0.9 24. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.0 4.6 9.9 3.7 63.4 2 065.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan Laju Pertumbuhan 1) Distribusi 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.5 100.0 4.6 6.5 5. Dikurangi: Impor 1 003. a.9 10.6 103.5 8.0 2. Ekspor 1 163.7 4.9 4 948.9 667.4 1 130.2 8. Tabel 2.0 100.6 persen.3 932.0 persen dan Ekspor 26.2 -2.3 8.1 -116. Tabel 2.3 6.3 602.2 24.2 PDB 3 950.4 22.9 4. Diskrepansi Statistik -0.5 60. Pada tahun 2011.8 416.8 510.0 2 378.1 11.6 2.7).3 2 082.3 441.1 2.13.5 757.1 0.5 54. Konsumsi Pemerintah 3.4 493.8 -7. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.0 3 643.0 0. Konsumsi Pemerintah 9.0 3 291.5 831.7 31.6 833.7 5 606. Diskrepansi Statistik 2 510.3 3.6 1 850.6 29.8 24.2 14.3 7 427. Konsumsi Pemerintah 3.3 5.4 9.3 persen. Dikurangi: Impor 9.7 b.3 1 422.2 2.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 24 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .0 5.4 942.0 100.3 169.4 28.8 2.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.1 553.1 -1. Ekspor 8.8 1 191.6 985.7 15.8 993.6 55.0 -195.

7 14.0 16.8 3 010.4 juta (US$2. tahun 2009 sebesar Rp23. Indeks Peningkatan (Persen) 16.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) 26 E KS POR J ANUARI 2012 EKSPOR JANUARI 2012 III.6 2 164.000.1).2011 25 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 2.4 21.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.49 miliar atau turun sebesar 9. Sementara bila dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. pada tahun 2010 mencapai Rp27.0 12.542. S $ U t a J u 10. Nilai (Juta Rupiah) 17.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a. Nilai (Juta Rupiah) 16.6 20. Indeks Peningkatan (Persen) 16.000.0 .0 14.4 3 441.8).8 juta (US$3.9).3 29.1 3 542.8 24.07 persen.7 23.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .6 13.1 11.1 26.1 juta (US$3.9 b.4 11. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30. 1.8 b.8 c.1 30.3 13.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a. Tabel 2.tahun 2008 sebesar Rp21.8 2 267.6 2 349.000.7 c.7 2 244.9 27.6).6 2 925. Nilai (US$) 1 842.349.6 23.9 juta (US$2.1 13.244.000.010. Nilai (US$) 1 921.4 23.

36 miliar dan Amerika Serikat US$1.82 persen. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1.0 6.0 Grafik 3.0 0.52 miliar.18.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1.0 2.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3.07 persen Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 Migas Nonmigas Migas+Nonmigas 2.000.26 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 E KS POR J ANUARI 2012 27 5. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.000.40 persen dibanding ekspor Januari 2011.60 miliar.0 20.20 miliar. sementara naik 4. 3.3 juta. 4.000.0 4. disusul Cina US$1.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Uraian Nilai FOB (Juta US$) % Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 % Perubahan Januari 2012 thd 2011 % Peran thd Total Januari 2012 Januari 2011 Desember 2011 . turun 7.0 8. Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.1 Nilai ekspor Januari 2012 mencapai US$15. naik 6. Menurut sektor.49 miliar.5 juta. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2. demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14.000.000.000.61 miliar. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213.

66 13.1 41 784.6 129 739.9 -11.36 0.84 -1.1 47.97 -5.0 14 795.5 13 616.88 -0.70 Hasil Minyak 494.97 10.28 Tabel 3.8 9 926.1 41 936.20 12.07 100.7 12 519.0 3 485.40 80.2 13 592.0 16 957.25 9.45 2.08 -3.54 Triwulan II ’11 11 292.26 -1.22 13.50 -2.90 -9.47 Jun’11 3 591.40 -4.2 384.00 Migas 2 615.6 53 609.6 -7.14 2.8 3 190.09 0.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Bulan Nilai FOB (juta US$) Migas Nonmigas Total Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Jan-Des ’10 28 039.5 4 776.04 -2.6 476.2 -19.8 5.4 2 651.72 Okt’11 3 062.5 22 871.1 883.0 13 592.9 16 554.0 17.84 1.7 1 715.10 -1.58 11.57 -1.15 8.98 Jan’12 2 974.36 Jan-Des’11 41 477.04 17.64 -13.91 7.08 35.02 -1.5 -14.0 34 665.1 41 477.41 -24.0 -14.23 -3.1 45 387.21 Feb’11 2 612.1 16 366.7 17 235.0 11 991.2 18 647.5 11 802.0 17 418.15 Apr’11 3 628.7 -22.4 15 493.15 Mei’11 4 072.6 47.48 Industri 9 290.8 13 712.93 -6.5 36.83 4.5 15.5 5 165.4 162 019.6 18 287.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Golongan Barang (HS) Nilai FOB (Juta US$) Perubahan .5 51 270.06 Sep’11 3 931.6 -9.8 -19.Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total Ekspor 14 606.7 13 895.2 18.5 157 779.43 33.5 -0.9 18 386.7 -37.82 17.60 6.43 Gas 1 303.1 9 483.73 19.8 1 723.2 17 077.0 2 974.4 17 543.80 Pertanian 391.64 Des’11 3 485.5 -7.18 5.7 -1.34 Nov’11 3 522.28 Jul’11 3 802.31 Mar’11 3 061.77 -11.1 -16.7 17 077.3 1 405.07 -0.6 203 496.48 -5.89 -7.7 4.21 Pertambangan dan Lainnya 2 308.42 Jan’11 2 615.3 12 925.1 13 828.27 Agt’11 4 091.31 1.5 5.8 14 214.92 Triwulan III ’11 11 825.7 15 493.82 2.4 -3.90 4.4 12.2 375.09 2.3 -0.48 31.9 356.07 Nonmigas 11 991.4 37 098.0 162 019.92 Triwulan IV ’11 10 070.53 Triwulan I ’11 8 289.92 24.9 13 304.4 53 228.1 12 519.6 14 556.72 13.88 28.08 61.7 -4.91 14.0 13 612.72 -0.8 7.8 14 415.20 Minyak Mentah 816.5 203 496.9 122 188.11 28 E KS POR J ANUARI 2012 Tabel 3.66 -7.2 14 606.4 41 200.9 -14.28 6.

32 4.7 1 929.7 21 655.79 7.3 213.8 490. Bijih.3 8 309. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 1 779.22 9.46 8.6 11 145.9 3. kerak.2 2 142.9 361.4 162 019.2 2. Kertas/karton (48) 319.1 864.7 106. dan abu logam (26) 533.11 3.6 27 444.6 -341.1 2.6 332.2 306.5 14 352.91 5.3 17.0 61 669.0 -731.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 % Peran thd Total Nonmiga s Januari EKSPOR J ANUARI 2012 29 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3.9 409. Kendaraan dan bagiannya (87) 286.0 4 169.3 0.8 63.2 13 592.64 Lainnya 4 397.7 2 785. Tembaga (74) 345.72 Total 10 Golongan Barang 7 593.5 -65.5 36.1 3 328.7 1 352. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 418.0 278.88 10.6 54. Karet dan barang dari karet (40) 1 111.4 539.2 7 967.5 6. Mesin/peralatan listrik (85) 857.8 854.4 172.1 308.7 3.7 7 342.5 17.1 -619.Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) 2012 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.4 100 350.1 791.7 474.2 -62.5 2.3 100.9 5 283.4 -24.5 3 810.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Negara Tujuan Nilai FOB (Juta US$) Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) Januari 2012 . Besi dan baja (72) 120.4 -38.0 5 749.7 13.7 12 519.6 6.9 2 166.31 2.6 -1 073.92 6.36 Total Ekspor Nonmigas 11 991. Bahan bakar mineral (27) 1 820.5 4 552.7 80.1 903.4 89.5 76.

3 7 565.2 13 592.2 638.4 115 602.1 3 767.5 88.3 4 205.0 46 416.7 2.7 3.6 7 291.7 3.7 12 519.6 380.1 -61.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.7 1 607.5 8.5 28.2 83 738.2 32 214.56 10 India 787.3 15 684.3 1 692.2 1 359.6 -9.75 4 Jerman 261.0 4.6 14 137.0 166.4 13 279.1 1 082.8 71.4 1 170.3 560.7 5.64 Negara Utama Lainnya 5 562.6 386.3 5 242.6 3 078.00 Bulan 2010 Tabel 3.0 2.2 -851.1 11 113.4 162 019.1 5.2 839.2 -3.4 281.5 258.25 1 Singapura 844.8 10.44 7 Cina 1 161.7 6 440.16 11 Australia 177.1 9 825.6 24.1 250.0 1 284.64 6 Inggris 134.4 -104.8 1.4 148.44 Lainnya 3 622.7 825.8 -78.76 2 Malaysia 979.70 3 Thailand 440.8 -95.4 -7.0 1 596.25 5 Perancis 106.3 -87.3 100.22 Uni Eropa Lainnya 1 292.8 20.6 1 602.4 21 595.86 8 Jepang 1 208.4 1 719.4 2 535.7 520.43 ASEAN Lainnya 531.55 Total 13 Negara Tujuan 8 369.6 429.7 6 658.7 12.5 9.84 9 Amerika Serikat 1 262.0 2.8 721.9 6.Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) ASEAN 2 836.8 -881.3 319.8 -191.0 0.5 3 576.9 18 330.5 979.2 1 196.2 2 148. Juta US$) Migas Nonmigas Total 2011 .2 39.9 4.2 -87.5 51.4 3 304.47 13 Taiwan 288.0 284.00 12 Korea Selatan 677.9 1 146.5 2.6 -1 073.3 20 445.56 Total Ekspor Nonmigas 11 991.36 Uni Eropa 1 794.8 545.2 8 943.3 2 532.9 79.2 12.3 799.9 9.6 -788.6 152.9 1 284.5 42.1 9 200.

4 .8 3 931.5 11 733.2 2 974.0 Apr 2 204.6 4 091.2 14 606.1 3 628.5 13 616.5 Feb 2 175.9 3 802.5 12 486.9 9 251.5 11 802.9 10 098.9 13 304.6 12 330.6 18 287.2 11 166.Migas Nonmigas Total 2012 Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) % Peran thd Total Nonmigas (8) (9) (10) Jan 2 344.3 8 991.1 12 519.0 11 595.6 9 830.9 2 615.9 18 386.3 12 925.8 14 415.0 13 726.5 Sep 2 082.9 3 591.4 17 543.2 18 647.9 16 554.1 Jul 1 881.6 14 556.0 11 991.1 16 366.4 15 493.9 12 619.0 17 418.4 2 612.8 14 214.6 10 605.5 10 428.2 4 072.5 Mar 2 168.2 Mei 2 369.3 3 061.2 10 249.4 Jun 1 901.6 12 035.0 14 795.7 12 181.0 13 612.8 12 774.5 Agt 1 993.4 10 605.

57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1.4 15 493.6 Nov 2 816.7 3 522.6 129 739.8 13 712.6 203 496.57 persen dibanding impor Desember 2011 yang besarnya US$16.Okt 2 841.02 persen.00 0.56 miliar) naik 16.97 .7 Total 28 039.99 miliar atau 20.3 3 485.58 miliar atau turun US$1. IMPOR JANUARI 2012 1. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.0 16 957.4 12 816.7 14 399.3 13 570.5 30 I MPOR J ANUARI 2012 IV.00 12.5 157 779. Sebaliknya.7 17 077. Grafik 4.00 8.5 Des 3 259.00 4.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12.99 miliar atau turun US$0.7 13 895.0 162 019.6 2 974.9 11 557.66 miliar (18.0 13 592.65 miliar). Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3.6 16 829. sedangkan jika dibanding impor Januari 2011 (US$12.83 miliar).1 12 519.00 6. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.3 3 062. jika dibanding Januari 2011 (US$9.57 miliar atau turun 11.00 Januari 2011–Januari 2012 2.00 2.48 miliar. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) S $) l i ar U (M i 14.1 41 477.00 10. 3.80 persen.25 miliar (9.9 15 633.7 17 235.

42 persen.85 0.72 miliar). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.82 0.57 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I MPOR J ANUARI 2012 31 4.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1.02 miliar atau 0. impor golongan barang tersebut meningkat US$0. Migas Nonmigas Impor Januari 2012 sebesar US$14.53 miliar dengan pangsa 21. sementara dari Uni Eropa sebesar 9.58 persen.74 2.50 1.85 miliar (7.38 1.74 miliar (15.69 1.81 persen (US$0.52 miliar). diikuti Jepang US$1.32 miliar.06 persen) dan Singapura US$0.78 1.57 miliar atau turun 11. 5.50 0.53 Singapura Thailand Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2011 Januari 2012 . Sementara itu. Nilai ini turun 7.60 miliar (34. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.00 Januari. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 4.31 persen).94 persen.00 2.50 2.20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2.miliar) terjadi peningkatan US$0.00 0. 2011 dan 2012 0. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2.82 0.88 persen.2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) $) US l i ar (M i 3.00 1.68 0.

1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.4 762.4 -16.6 12 558.05 .8 9.1 141.1 -9.26 persen.13 13. 0.0 -18.05 0.75 32 I MPOR J ANUARI 2012 Uraian Tabel 4.41 .Minyak Mentah 11 154.Gas 1 412.1 -11.Hasil Minyak 28 134.3 880.81 -6.19 persen.6. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat.17 20.06 Nonmigas 136 734.6 14 570.5 128.00 Migas 40 701.6 2 080.89 15.72 20.51 . bahan baku/penolong sebesar 11.8 -23.2 Perkembangan Impor Indonesia.8 1 157.47 6.84 1.1 9 586.3 2 989. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd (%) Jan-Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.71 persen. Januari 2011–Januari 2012 Periode Nilai CIF (Juta US$) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) .80 79. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8.7 16 475.49 Tabel 4.57 16.02 100.3 11 581. dan barang modal sebesar 41.9 12 828.8 154.58 20.8 3 647.2 1 953.5 2 971.9 2 348.

3 17.37 -3.0 11 581.51 .1 14 825.43 -5.7 9 205.53 Agustus 3 808.4 4.8 16 207.78 11.41 7.74 2.0 11 609.4 -7.0 2 320.70 3.2 13.20 -6.9 5.3 14 888.2011 Januari 2 971. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.33 13.9 12 558.9 -7.40 November 3 450.4 -5.12 23.1 -8.57 20.5 15 072.8 15 393.2 11 749. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.72 7.91 7.81 1.21 -2.3 2 517.1 14 570.57 Total Impor Januari 2012 I MPOR J ANUARI 2012 33 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.44 -8.90 Desember 3 647.8 1 565.5 12 407.3 -4.81 34. 2011 dan 2012 Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.3 16 475.0 -11.00 -9.77 Mei 3 647.42 Juni 3 244.05 -9.23 -0.99 September 3 477.66 Juli 3 799.05 5.1 12 254.2 37.0 10 934.03 2012 Januari 2 989.8 11 178.1 -18.1 11 943.9 15 169.04 2.9 15 075.2 1 406.62 Oktober 3 279.3 15 533.72 -11.81 2.8 9 586.10 4.5 11 266.8 1 724.6 5.47 Februari 2 544.73 -4.3 12 828.77 0.29 April 3 954.5 11 827.53 -0.2 14 486.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Golongan Barang (HS) Januari.2 11 691.06 26.0 1 643.98 -6.70 4.7 12.9 -14.44 Maret 2 877.81 2.

9 6.1 207. Besi dan baja (72) 8 580. Januari 2011 dan 2012 Negara Asal Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Januari 2011 Desember 2011 .5 809.89 36.97 4.2 -19.0 249.8 6 141.43 8.15 5.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.6 394.98 4.6 560.9 10.5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.99 9.36 34.89 45.4 3 974.93 3.31 6.9 -3.00 6.72 20.7 712.2 -1.8 346.7 163.14 6.1 4 919.00 Tabel 4.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.06 11.6 -6.5 26.1 -9.82 2.8 450.6 221.29 2.9 12 828.21 15.3.1 9 586.36 3. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.8 869.32 Total Impor Nonmigas 136 734.99 4.4 499.37 8.5 -6.82 23.1 268.4 390.8 7 908. Bahan kimia organik (29) 6 634.80 100.31 34.16 10.6 -11.7 491.3 11 581.2 227.1 348. Kapas (52) 3 169.17 47.5 557.3 258.1 390.5 480.7 564. Serealia (10) 4 753.0 -12.85 65.68 Barang Lainnya 50 412. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.3 3 445.9 7 606.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.4 533. Barang dari besi dan baja (73) 3 573. Triwulan I 2010–Januari 2012 Periode Ekspor Impor Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih Jan 2012 thd Jan 2011 (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 345 232 451 624 687 581 501 360 784 998 Triwulan I 59 061 69 973 43 567 024 26 241 934 Triwulan II 60 500 65 745 72 900 660 31 749 466 Triwulan III 83 723 103 731 54 974 339 32 282 282 Triwulan IV 141 948 212 175 516 139 478 270 511 316 2011 378 847 836 730 2 750 620 017 1 513 183 688 Triwulan I 65 597 104 230 1 194 657 159 622 728 284 Triwulan II 105 052 151 407 315 690 405 170 527 950 Triwulan III 35 645 107 977 360 325 567 204 170 692 Triwulan IV 172 553 473 116 879 803 049 515 736 581 2012 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 Januari 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 34 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.8 484.09 -6.05 1.24 7.

53 21.0 1 380.2 2 120.7 411.40 10.00 20.2 2 600.7 2 149.0 1 001.9 14 570.49 Uni Eropa 12 418.0 123. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$) Bulan 2011 2012 Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Januari 1 029.1 6 763.4 -4.3 273.6 779.55 26.77 9.5 11.9 564.2 .4 5 337.1 284.44 49.8 -15.6 234.1 2 534.40 15.6 381.84 20.8 9 427.21 Negara Lainnya 27 744.4 121.9 10 096.60 1.06 6 Inggris 1 173.2 April 1 059.1 271.91 11 Australia 5 173.40 3.6 -5.22 12.42 4 Jerman 3 381.73 3 Malaysia 5 745.1 26.9 299.41 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Asean Lainnya 3 250.80 100.38 2.31 3.91 2.72 20.6 339.5 98.0 682.50 10 Korea Selatan 7 440.44 72.3 693.9 3.0 -16.9 523.74 12.14 19.9 846.0 1 861.3 8 721.6 2 292.4 2 425.3 684.14 7.2 2 666.06 8 Cina 25 456.68 18.09 21.48 3.3 283.5 110.3 394.39 6.05 Uni Eropa Lainnya 5 893.40 7 Jepang 19 321.2 271.1 -8.1 9 586.3 -24.56 1.3 433.32 5.06 Negara Utama Lainnya 75 922.0 9.59 Total 13 Negara Utama 108 989.3 11 581.5 -8.1 -6.4 821.10 21.8 -7.1 2 101.6 585.5 -14.0 612.4 752.03 30.7 1 119.7 9 289.4 61.5 7 694.6 404.5 10 481.0 -5.1 -54.7 2 968.9 Maret 1 290.72 5.1 Barang Modal Total Impor Nonmigas Januari 2012 Februari 908.7 1 744.3 -6.5 23.31 26.5 391.6 1 892.91 11.94 1 Singapura 10 548.40 -3.24 6.9 1 268.2 -35.4 1 090.0 336.7 14 486.15 10.6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.65 -1.4 399.48 97.71 58.9 755.40 3.31 2 Thailand 10 248.6 322.65 2.55 12 Taiwan 3 854.6 -0.9 12 828.4 11 749.Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) ASEAN 29 792.4 319.10 21.25 5 Perancis 1 970.8 12 558.00 Tabel 4.79 Total Impor Nonmigas 136 734.72 80.3 10 529.3 685.88 9 Amerika Serikat 10 697.1 -9.4 1 816.4 260.91 13 India 3 979.1 2 311.5 833.64 39.2 7 160.3 1 164.0 2 731.

1 25 964.9 3 393.8 5 426.9 10 405.7 11 434.8 261.7 13 Jerman 265.7 4 259.0 15 533.4 Desember 1 089.8 16 475.5 388.4 2 881.9 14 570.7 2 968.0 4 Korea Selatan 1 293.3 2 316.0 Juli 1 211.0 302.0 8 Australia 483.4 11 India 334.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.5 11 096.94 20.5 1 863.6 Total 13 392.1 789.7 11 169.7 15 169.7 11 258.9 701.6 5 Thailand 708.7 951.9 3 190.9 130 934.7 2 099.3 2 465.9 10 Saudi Arabia 488.68 71.6 1 750.38 100.9 Januari 1 107.7 240.8 9 Taiwan 399.9 2 734.4 15 072.1 10 813.9 227.6 1 119. Januari 2012 No.2 3 Jepang 1 929.1 2 108.2 Mei 976.1 Persentase thd Total (%) 7.9 296.3 .9 Juni 1 078.9 19 436.4 2 Singapura 1 981.0 413.8 10 404.8 14 825.7 965.0 14 888.6 2 382.0 325.7 11 595.2 2 540.5 486.2 173.6 349.00 (%) Total I MPOR J ANUARI 2012 35 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.9 4 322.11 503.0 7 Malaysia 1 025.65 100.55 73.8 15 Hongkong 189.1 5 177.6 11 113.3 12 999.1 Oktober 1 261.3 33 108.0 2 326.00 7.4 177 435.8 15 075.4 September 1 179.2 768.7 824. Negara Asal Barang November 2011 Desember 2011 Jan-Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (NILAI CIF: JUTA US$) 1 Cina 2 506.3 3 018.5 229.1 3 772.4 2 414.0 6 Amerika Serikat 762.3 12 114.3 Agustus 1 200.80 18.0 210.6 16 207.2 12 Vietnam 231.1 10 971.1 434.1 2 778.6 1 334.4 15 393.5 10 481.3 1 166.7 3 102.5 14 Nigeria 1.2 26 212.6 284.1 1 626.1 411.

4 676.05 100.5 12 010.7 477.8 3.66 86.7 2 968.65 33.15 81.00 2 Jepang 54.2 1 445.12 17.6 21.21 5.39 9.0 299.00 9 Uni Eropa 75.94 20.6 14 570.0 3.6 366.6 177 435.1 94.55 10 481.3 150.2 3 130.5 0.9 Negara Lainnya 2 794.9 16 475.6 22.7 302.2 Total Impor 15 393.99 0.3 2 540.8 145 290.1 224.15 19.70 100.85 11.93 59.9 14 570.8 32 145.68 71.4 42.2 2 634.5 46.67 100.33 100.5 2 354.44 Negara Lainnya 18.00 Total Impor 1 119.73 100.6 13 204.00 6 Australia 14.9 820.42 100.9 411.8 6.79 56.0 4.00 4 Cina 274.00 10 Lainnya 129.29 100.9 4 073.0 434.20 38.3 375.8 11.52 39.4 10.6 3.56 Negara Tabel 4.27 20.07 100.7 1 750.2 1 095.0 4.66 74.85 18.95 100.00 3 Korea Selatan 34.No Total 15 Negara 12 599.38 5.1 2 559.42 76.00 .7 951.08 52.38 100.9 768.2 5.88 82.00 8 Amerika Serikat 34.13 58.9 653.3 3 270.43 56.92 89.46 91.00 7 Selandia Baru 19.5 60.85 80.92 32.1 Barang Modal Total ( 7 s/d 9 ) 7.8 822.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Barang Konsumsi Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Januari 2012 Persentase thd Total (%) Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 ASEAN 465.93 100.00 5 India 17.1 Persentase Terhadap Total (%) Total 15 Negara 81.8 1 018.

Bagian tengah .413 orang (Tabel 5. Tabel 5.641. Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990-2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1. Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1.630.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.2). Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan Laki-laki+Perempuan 0-4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5-9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10-14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15-19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20-24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25-29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30-34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35-39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40-44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45-49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50-54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55-59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60-64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65-69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70-74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75-79 842 344 1 135 561 1 977 905 80-84 481 462 661 708 1 143 170 85-89 182 432 255 529 437 961 90-94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 Jumlah 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Sumber: Sensus Penduduk 2010 Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1.49 persen.44 persen (lihat Tabel 5.1). yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119. dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda.913 orang dan perempuan sebanyak 118.010. Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa. 3.326 jiwa EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 37 2.36 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 V.326 jiwa.641.

38 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Grafik 5. 2010 INDONESIA Papua Barat Papua Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Riau Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Maluku Utara Sulawesi Tengah Jambi Banten Kalimantan Barat . dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100.4.1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 0 2 4 6 8 10 12 0-4 Juta an 65-69 70-74 75+ Perempuan Laki-laki 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 0 2 Juta an 4 6 8 10 12 4. Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010. Rasio jenis kelamin a. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113).4. atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki. Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 5. Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101.piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5. c. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan. b.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi. sementara yang terendah adalah NTB (93).1).

6 104.7 102. Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif.7 98. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51.7 104.3 102.7 104.6 103.8 101.9 105.5 97. Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a.8 100.8 101.4 101.0 109.5 104.3 106.0 NTB persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 111.0 120. Ketika tahun 1971 sebesar 86.6 103.2 105.Bengkulu Sumatera Selatan Sulawesi Utara DKI Jakarta Jawa Barat Maluku Kalimantan Selatan Sulawesi Tenggara Bali Gorontalo Sulawesi Barat Sumatera Utara Aceh NTT Jawa Tengah DI Yogyakarta Sumatera Barat Sulawesi Selatan Jawa Timur 94.3).3 95.4 104.6 104.7 100.6 102.0 106.3 112.4 98. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5.2 100. .7 98.4 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 39 5.1 80.3.8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51.0 97.4 113. b.5 99.0 100.3.8 108.

lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2). 1990.36 *) . 2000 dan 2010.46 2. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Provinsi Penduduk Penduduk per Tahun (%) Laju Pertumbuhan ) Sensus Penduduk 2000 Sensus Penduduk 2010 1990-2000 2000-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh 3 929 234 4 494 410 1. 1971-2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971.8 79.Grafik 5. Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2). Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2). yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2). Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi. 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 86. Laju Pertumbuhan. 1980. 6.8 51.3 1971 1980 1990 2000 2010 40 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5. dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2).2.8 53. Kalimantan (25 jiwa/km2).3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia. Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.2 Penduduk.3 67. Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107. serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2).

17 1.24 1.56 1.27 3.68 78 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 1.95 127 205 6 Jambi 2 407 166 3 092 265 7 Sumatera Selatan 6 210 800 7 450 394 1.4.58 .04 0.24 1.10 0.83 2.94 0.62 1.70 0.72 1.14 2.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 Sumatera 42 472 392 50 630 931 1.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0.76 727 784 .79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 0.41 2.20 1.2.13 1.3.85 68 81 8 Kepulauan Bangka Belitung 899 968 1 223 296 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 .34 101 115 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 1 679 163 4.58 1.24 1.90 1 010 1 217 13 Banten 8 098 277 10 632 166 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 .32 1.78 0.

07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 0.31 2.02 21 25 24 Sulawesi Utara 2 000 872 2 270 596 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 1.68 3.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 Kalimantan 11 307 747 13 787 831 2.52 1.2.2.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 2.28 .48 1.77 2.17 153 172 28 Sulawesi Barat 891 618 1 158 651 29 Sulawesi Tenggara 1 820 379 2 232 586 .81 1.21 1.26 74 92 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 2.28 0.95 1.63 2.98 1.17 1.45 1.80 1.08 48 59 Sulawesi 14 881 528 17 371 782 .25 1.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.81 2.40 1.80 3.79 1.27 2.14 2.Jawa 121 293 745 136 610 590 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1.

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Kepadatan Penduduk (jiwa/km 2 2000 2010 160 178 45 64 48 62 55 74 194 220 12 592 14 469 838 1 100 996 1 104 937 1 055 216 242 150 179 12 14 12 17 144 164 35 43 53 69 79 92 25 32 5 8 .67 2. .39 5 9 33 Papua Barat 529 689 760 422 Maluku dan Papua 4 195 234 6 165 396 . Banten. Sulbar. mengunakan data SPAN2005.80 25 33 31 Maluku Utara 815 101 1 038 087 32 Papua 1 684 144 2 833 381 .30 Maluku 1 166 300 1 533 506 1.71 1.80 1.3.10 5.LPP Aceh 2000-2010 dihitung 2005-2010. Babel.49 Catatan: .LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri. Gorontalo.44 1.2. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.LPP Indonesia 1990-2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.87 3. .47 3.96 8 12 Indonesia 205 132 458 237 641 326 1.57 0.

80 0.60 0.20 4.10 2.80 persen).00 0.70 17.90 0. Lainnya.70 4.00 1.50 11.90 5.60 Kalimantan Barat 62.20 12.70 0.00 Sumatera Barat 44.90 18.80 6.20 Jawa Tengah 39.20 6.30 0.80 13.10 0.60 20.30 0.40 0.50 3.90 1.80 10.80 Jawa Barat 24.20 3.90 Sulawesi Tenggara 52.70 0.00 7.20 0.00 0.70 Banten 19.10 2.70 0.90 4.40 Maluku 51. Perikanan.90 2.30 13.20 4.90 0.20 4.30 12. 0.90 17.80 0.80 Bengkulu 62.30 6. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).70 7.90 0.10 3.30 Jawa Timur 44.30 5.60 0.00 Kalimantan Timur 29.20 4.80 Lampung 61.90 17.50 Sulawesi Utara 35.80 7. 3.40 2.80 0.30 4.10 0.30 23.40 Sulawesi Tengah 58.80 16.60 4.30 3.50 2.80 D I Yogyakarta 33.90 1.20 14.10 14.00 0.40 19.20 2.80 8.40 0.30 5.50 4.20 13.60 12.20 1.70 4.40 6.00 Bali 31.60 2.50 1.30 16. Pemerintahan. Perkebunan.20 0. 6.30 5.50 9.00 1.60 1.80 3.30 4.30 4. Industri Pengolahan (termasuk Air).60 Catatan: 1. Keuangan dan Asuransi. dan Komunikasi.90 Nusa Tenggara Barat 53.90 3.50 persen lapangan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 usaha berada di sektor pertanian.30 14. dan Rumah makan (18.70 17.90 14. . 2.50 Papua 75.40 persen).40 2.20 1.40 5.30 3.50 2.00 0.10 3.70 23.70 5. Jasa Kesehatan.00 Kep.50 4. SP2010 Provinsi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Aceh 52.90 1.30 18.60 0.80 4.60 0.20 6.40 0. 8.00 3. Riau 13.30 0.90 1.30 4. Transportasi dan Pergudangan.00 4.20 5.70 4.60 0.30 4.20 4.30 0.10 1.90 0.20 Indonesia 40. Pertambangan dan Penggalian.50 15.20 0.60 2. Perdagangan.90 0.00 0.20 2.60 DKI Jakarta 1.60 3.60 26.20 Jambi 57.60 4.90 Sumatera Selatan 60.90 9.60 0.00 0.40 0.80 0. 40.30 Riau 47.30 4.10 16. Holtikultura.80 0.40 18. Informasi.70 0.80 0.10 1.40 0.60 Gorontalo 42.70 17.90 0.30 11. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.50 15. 5.50 0.40 14.50 0.60 1.50 1.80 4.30 5.70 31.20 0.30 4.70 6. Kehutanan.30 2.00 0.10 0.90 1.80 0.10 1.50 0.10 2.50 19. Jasa Kemasyarakatan.00 0.60 11.10 15.30 0.10 1.40 0.40 27.10 0.10 0.20 14.50 3.50 3.50 3.70 14.50 11. dan sektor Industri Pengolahan (10.70 1.40 12. dan Pertanian Lainnya. 7.70 1.30 4. Tabel 5.70 11.40 Kalimantan Tengah 57.50 4. Bangka Belitung 32.30 4.50 2. sektor Jasa-jasa (15.30 18.70 1.70 27.10 17.10 10.10 Maluku Utara 54.50 4.90 1.90 1.70 1.10 0.20 4.70 0. Hotel.20 1.00 16.50 17.00 1.80 22.20 0.60 0.50 0.20 20.70 0. dan Perorangan.80 0.10 3.10 0.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .70 21.40 11.90 15.40 5.50 5.60 0.60 0.30 1. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.60 2.30 1.20 3.10 0.40 0.30 12.00 2.80 17.70 19.00 1.70 persen).10 4.90 3.90 0.50 1.20 3.60 0.90 Sulawesi Selatan 51.20 3.90 20.50 6.30 21.30 8.00 0.80 Nusa Tenggara Timur 68. Jasa Pendidikan. 4.60 13.70 0.50 2.50 7.90 0.20 4.30 13.40 5.30 9.20 1.80 15. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.00 0.30 4.80 Papua Barat 47.40 6.10 0.80 2. 9.10 1.80 0.50 2. Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a.40 5.20 4.50 0.10 5.80 0.80 16. Peternakan.90 0.00 16.70 7.40 6.20 12.50 16.90 Sulawesi Barat 63.60 0.40 11.20 0.60 20.40 0.30 0.90 1.107 124 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 41 7.50 4.70 1.30 16.90 0.90 21.90 1.50 3. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.70 1. Hotel.00 Kep.20 4.60 0.70 16.00 3.80 7.90 11.60 14.80 0.60 0.50 12.20 Sumatera Utara 46.20 20.00 4.50 0.30 7.20 1. Konstruksi/Bangunan.00 0. dan Rumah Makan. Selain itu.70 19.3.40 Kalimantan Selatan 43.

40 persen kesempatan kerja.80 5.50 0.80 54.10 0.2 1.50 0.90 7.20 0.60 1.70 43.50 1.70 30.90 Sulawesi Selatan 33.70 2.10 3.10 3.80 2.00 2.50 3.30 3.30 2.40 40. Tabel 5.1 1.30 3.70 1.40 1.5 Peternakan.30 Sulawesi Utara 18.20 Sumatera Utara 19.3 Perkebunan.60 6.1 Pertanian tanaman padi dan palawija.90 57.60 1.00 4.70 Maluku 29.10 63.20 52.80 58. SP2010 Provinsi 1.20 2. 1.20 0.10 0.50 75. 3) Perkebunan.50 0.20 0.40 1.20 19.90 1.30 13.30 2.5 1. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.00 2.00 Lampung 34.20 8.70 47.20 3.60 3.2 Holtikultura.10 Kalimantan Timur 11.20 Nusa Tenggara Barat 37.30 44.70 Banten 15.30 1.20 Indonesia 24.40 0.40 0.70 0. 1.70 62.20 0.30 0.80 2.90 Riau 5.00 0.42 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 b.00 1.40 10. 5) Peternakan.20 Sulawesi Tengah 20.30 3.40 42.80 1. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.30 0. Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.20 0. Bangka Belitung 1.60 31.60 24.00 0.70 3.4 1.70 7.00 0. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.10 4.10 62.20 51.80 0.00 Jawa Barat 19.20 0.20 D I Yogyakarta 26.40 2.90 5.30 44.90 4.10 0.50 Catatan: 1.10 0.00 9.20 8.00 Bali 11.10 4.30 60.4.80 2.50 4.20 0.10 3.30 Sumatera Selatan 19.20 33.40 0.40 22.80 0. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.90 13.50 1.10 Sulawesi Tenggara 21.10 0.60 10.90 3.90 Sumatera Barat 25.70 41.00 0.10 3.70 2.00 0.70 0.30 15.60 Kalimantan Tengah 18.30 4.60 0.10 Gorontalo 33.10 2.20 68.10 Papua 61.10 31.70 1.80 3.00 Papua Barat 20.10 5.00 1.60 4.00 1.90 0.50 Kalimantan Barat 21.70 9.20 20.10 0.10 0.10 1.60 1.4 Perikanan.80 1.40 1.00 0.6 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Aceh 29.30 0.50 Kep.80 1.80 1.40 57.30 1.30 0.40 0.80 1.40 32.90 8. Riau 0.00 0. 4) Perikanan.10 4.90 2.20 0. 1. dan subsektor 3) yang menyediakan 9. 1. Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.20 46. .70 2.30 3.60 13.60 7.70 Kep.10 3.30 0.00 0.20 0.60 1.60 Maluku Utara 19. 2) Holtikultura.00 37.90 2.20 Kalimantan Selatan 23.20 5.90 4.00 Nusa Tenggara Timur 57.80 38.40 0.50 0.70 0.60 0.20 9.30 0.40 1.50 23.00 0.10 29. yaitu 1) Jasa Pendidikan.40 Bengkulu 16.70 Jawa Tengah 29.70 0.60 0.50 42.90 1.40 35.50 2.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 43 c.30 0.60 Sulawesi Barat 16.70 52.10 0.60 0.3 1.60 19.7 persen kesempatan kerja.90 1.50 1.30 4.20 61.80 47.10 DKI Jakarta 0.50 1.40 0.50 0.70 36.00 2.80 1.70 Jawa Timur 32. 1.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.10 51.50 1.90 0.70 1.60 2.10 0.70 Jambi 9.30 0.40 0.60 0.20 53.70 0.60 3.90 39.00 3.30 39.20 24.20 2.40 2.

40 0.40 Sulawesi Barat 4.50 Maluku 7.30 Gorontalo 5.80 10.1 Jasa Pendidikan.60 13.20 11.20 11.20 9.80 1.30 2.80 Nusa Tenggara Timur 4.10 10.90 Indonesia 4.40 11.10 11.30 Kalimantan Selatan 4.90 17.80 1.20 Maluku Utara 5.00 Sumatera Utara 4.80 11.60 15.30 16. 3) Jasa Kemasyarakatan.70 1.10 22.10 10.80 7.7.10 DKI Jakarta 3.90 14.70 0.90 1.20 10. Tabel 5.00 7.54 persen masih sekolah. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.60 1.70 16. dan Tabel 5.60 Sumatera Selatan 3.00 Kep.10 Kalimantan Barat 3. 9. 9.40 1. lalu sub sektor 1) (4.50 1.30 1. Bangka Belitung 4.20 9. laki-laki pada umur 13-15 sebesar 83.20 12.20 Nusa Tenggara Barat 5.40 1.40 Lampung 3.40 15.48 persen masih sekolah.70 1.3 Jasa Kemasyarakatan.40 11.2 9.20 15.00 Papua Barat 3.2 Jasa Kesehatan.20 Banten 3.00 1.70 1.3 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 6.40 9.60 1. Status Sekolah (Tabel 5.50 16.10 1.90 9.80 8.70 16.70 21.30 1.20 18.70 7.30 20.50 Bali 3.80 13.20 11. Riau 3.90 7.40 Sulawesi Tenggara 5.90 13.00 Sulawesi Utara 5.40 19.90 Sulawesi Tengah 5.80 1.00 1.80 1.90 Kep.60 persen).70 7.80 0.00 1.6. lihat Tabel 5.60 16.30 9.70 Kalimantan Tengah 4.80 15.50 Jambi 4.40 10.50 Bengkulu 4.00 14.20 17.30 11.50 0.50 22.5.70 D I Yogyakarta 5.90 9.10 27.50 Jawa Barat 3.2) Jasa Kesehatan.90 1.00 7.70 0.70 17.10 10.8) a. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa. Laki-laki pada umur 7-12 tahun sebesar 94.60 Papua 1.10 0.20 17.50 0.90 20.80 20.40 20.10 0.70 Riau 5.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa. Pemerintahan dan Perorangan.20 1. Semakin tinggi .50 14.50 Jawa Tengah 3.80 7.00 Jawa Timur 3.20 Kalimantan Timur 4.20 Sumatera Barat 6.70 15.20 12. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.70 Catatan: 9. Pemerintahan dan Perorangan 44 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 8.40 1.00 1.60 14.20 16.50 Sulawesi Selatan 5.90 12.40 17.30 13.10 1. 2010 Provinsi 9.50 13. Di antara subsektor tersebut.30 10.1 9.80 1.00 persen).00 9.

65 Sulawesi Barat 27.54 83. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.91 94.33 87.41 62.35 Bali 39.26 95.60 52.77 78.05 50. Bangka Belitung 36.55 82.66 Kep.48 48.62 55.95 16.90 Gorontalo 34. Tabel 5.91 85.29 67.04 52.94 63.88 88.83 57.94 93.42 59.97 68.21 14.49 96.87 90.69 64.41 62.68 82.01 67.30 48.85 Sumatera Utara 34.90 58.79 64.umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.83 57.72 54.60 93.04 15. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.67 67.01 48.21 14.01 65.19 69.93 63.58 54.48 53.92 91.12 97.68 Sulawesi Utara 54.27 79.61 75.18 15.64 59.16 62.13 Nusa Tenggara Timur 27.45 93.60 94.74 95.49 20.52 61.98 92.74 80.45 89.36 Jawa Barat 28.6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.46 85.50 Nusa Tenggara Barat 25.34 17.02 65.35 18. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 39.90 47.63 21.65 Sulawesi Selatan 35.89 13.96 93.22 10.51 67.30 48.99 61.46 41.55 95.18 Sulawesi Tenggara 35.41 14.47 60.59 Jawa Timur 47.81 54.60 63.41 97.37 Sumatera Selatan 39.12 96.73 DKI Jakarta 45.50 81.96 59.29 21.89 62.41 48.41 46.59 81.98 93.69 84.15 83.52 95.56 Jawa Tengah 46.33 23.49 Sulawesi Tengah 34.78 80.16 13.88 16.94 Lampung 37.85 93.35 94.46 Sumatera Barat 25.78 86.13 52.89 Kep.36 91.29 69.01 73.93 57.27 95.93 85.97 94.08 20.67 Maluku 44.27 70.20 63.06 Kalimantan Tengah 44.21 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laki-Laki KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 45 .71 11.33 19.36 Kalimantan Barat 30.74 Papua 25.33 95.66 7.82 92.87 Bengkulu 34.53 INDONESIA 37.91 57.95 19.81 47. Pada masa umurumur sekolah (7-24 tahun) sebesar 62.85 68.54 86.96 48.36 88.20 11.62 91.32 86.43 17.84 63.23 55.24 22.84 94.58 68.83 82.21 persen laki-laki masih sekolah.12 94.43 61.24 59.89 43.89 78.26 60.02 Papua Barat 37.72 Riau 31.83 58.90 48.37 DI Yogyakarta 50.02 94.17 87.08 15.52 24.91 94.78 82.22 12. Riau 31.58 21.01 94.36 57.44 47.20 47.07 84.19 62.00 60.43 78.93 96.95 58.11 72.93 88.46 61.78 94.30 Banten 33.08 62.19 60.32 15.95 13.25 Kalimantan Timur 42.85 57.15 7.50 91.02 15.01 Jambi 39.93 95.73 Kalimantan Selatan 40.54 11.17 79.43 Maluku Utara 43.

b. Perempuan pada umur 7-12 tahun sebanyak 95.87 64.49 Jawa Tengah 47.53 95.00 66. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.16 64.15 69.80 13.8. Pada umur 7-12 tahun sebesar 94.44 95.92 Banten 35.64 86.70 13.84 95.58 81.03 44.72 89.89 persen masih sekolah.37 96.01 61.74 70.90 Nusa Tenggara Barat 27.63 10.21 81.14 63.80 7.17 80.88 Sumatera Selatan 41.17 Papua Barat 37. Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.33 59.50 53.38 14.46 95.24 persen masih sekolah.49 98.83 58.69 96.52 91. Riau 31.49 Sulawesi Utara 56. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua.27 64.13 46.15 63.84 Jawa Timur 48.94 95.67 96.02 48.66 85.70 93.84 60.37 54.64 96.26 95.22 86.77 94. perempuan pada umur 13-15 sebanyak 85.58 14.50 95.27 Sulawesi Tenggara 38.87 95.02 95.38 49.34 Perempuan 46 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 c.04 persen masih sekolah. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.92 Sulawesi Barat 30.27 54.53 46.49 18.39 95.69 50.49 Papua 26.89 94.19 82.54 62.59 71.13 93.14 93.88 Jambi 40.08 12.28 56.14 Kep. Pada masa umur-umur sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.20 16.47 Sulawesi Selatan 37.60 89.30 53.12 67.18 18.39 92.87 15.69 Kalimantan Tengah 46.69 Kalimantan Selatan 41.50 83.43 62.63 58.61 56.17 84.71 89.58 Riau 32.26 87.25 38.11 87.33 94.80 17.89 19.72 22.17 14.95 50.72 Bengkulu 36.98 94.34 62.19 88.29 94.14 82.77 Lampung 39.15 61.36 93.96 61.62 96.97 66.09 65.37 50.50 85.95 61.90 24.57 58.22 42.55 85.05 Maluku 46.87 Maluku Utara 45.51 Nusa Tenggara Timur 29.32 DI Yogyakarta 51.45 71.52 Sumatera Utara 35.64 55.89 Bali 39.43 13.99 10.85 15.12 64.21 92.28 85.05 57.66 83.22 27.93 84.79 62.87 61.92 12.91 18.31 12.71 95. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.30 97.17 82.32 58.31 60.45 50.7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.64 61.27 persen masih sekolah.42 53. pada umur 13-15 sebesar 84.93 50.27 85.99 61.21 88.33 6.74 70.93 16.52 60.70 88.49 90.93 43.89 97.35 88.88 96.65 81.26 95.85 Sulawesi Tengah 37.07 18.03 Kalimantan Barat 31.10 21.04 69.09 Sumatera Barat 26. Pada semua umur .27 Kalimantan Timur 43.53 43.59 81.02 Kep.97 61. Bangka Belitung 38.27 INDONESIA 38.53 28.86 11.47 95.63 10.11 DKI Jakarta 45.34 persen perempuan masih sekolah.04 52.66 62.36 59.00 53.13 60.62 53.20 58.56 18.53 71.86 45.14 95.96 Gorontalo 37.77 61.12 16. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.19 64.91 Jawa Barat 31.26 55.79 85.24 13.62 89. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.

78 89. tanpa perjanjian sewa/kontrak.93 62.20 Kalimantan Barat 31.74 88.8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi. Riau 31. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.30 77.55 87.13 Sumatera Selatan 40.54 69.27 Sulawesi Barat 29.29 83.93 42.79 12.77 Sumatera Barat 25.34 49.80 44. yakni sekitar 6 persen.01 66.90 94.71 Kalimantan Selatan 40.62 Jawa Barat 29.98 12.37 77.44 94. Bangka Belitung 37.35 89.93 Gorontalo 35.25 92.42 93.56 18.08 52. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.07 22.91 66.10 85.59 Sulawesi Utara 55.53 88.88 Kalimantan Tengah 45.53 52.54 50.72 58. dan lain-lain.78 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 47 9.05 Sulawesi Selatan 36.27 85.43 7.64 16.64 12.92 50.68 94.40 97.17 89.11 16.13 56.45 20.14 48.06 65.02 47.37 17.50 70.73 94.09 61. Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.57 40.27 58.54 59.04 Jawa Tengah 46.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.18 80.00 93.00 INDONESIA 38. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) Laki-Laki+Perempuan 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.51 87.70 11. tanpa membayar. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.22 61.11 53. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua.62 48.63 Bali 39.32 Kep.75 Nusa Tenggara Barat 26.83 95.63 Sulawesi Tengah 36.01 65.42 58.92 45.18 84.41 94.98 Kep.35 Lampung 38.65 16. Tabel 5.53 69.56 94.68 18.57 46.73 Jawa Timur 47.52 58.10 84.03 91.44 61.48 92.51 80.81 19.51 62.55 94.18 94.89 81.66 63.07 18.08 62.13 93.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.14 Papua 25.94 94.49 58.82 81.45 54.93 95.94 Jambi 39.46 14.45 15.34 13. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.11 48.60 64.46 84.90 59.86 56.77 92.89 persen) milik sendiri.75 25.77 Kalimantan Timur 42.28 Bengkulu 35.70 95.76 96.50 7.00 62.17 49.37 63.85 DI Yogyakarta 50.80 63.62 95.83 86.94 98.51 26.74 66.02 88.51 64.64 Maluku Utara 44.sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.42 61.24 52.86 21.45 persen.56 96.06 58.85 10.68 61.79 Nusa Tenggara Timur 28.09 94.46 13.13 55.11 92.97 71.62 95.27 persen.77 66.61 46.14 Riau 32.78 persen penduduk masih sekolah.83 82.89 17.78 58.42 15.40 96.48 14.87 58.96 95.66 50.9) Sebanyak 77.95 54.78 15.38 53.38 DKI Jakarta 45.28 57.63 95.84 50.73 69.58 64.68 96.38 88.85 95.26 80.60 Papua Barat 37.18 Sumatera Utara 34.68 14.97 86.86 Maluku 45.07 62.90 21. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.22 Sulawesi Tenggara 37.16 80.13 Banten 34.65 11.37 20.04 67.48 84.89 84.90 62.80 60.18 persen sampai 20.95 11. .94 87.62 62.18 82.99 59.72 81.03 63.28 84.11 70. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.65 95.69 97.

00 Sulawesi Utara 72.83 10.19 3.28 12.04 100.00 Jawa Timur 85.61 7.78 4.04 7.57 9.44 7.05 6.04 8.68 24.00 Sulawesi Tenggara 81.27 6.01 10.20 10.87 100.85 13. Bangka Belitung 80.94 5.23 13.00 Lampung 83.52 3.45 17.60 2.13 6.58 2.05 9.46 100.98 100.91 18.04 3.16 11.37 11.68 7.18 100.54 4.00 Riau 64.71 27.09 8.15 100.00 Nusa Tenggara Timur 84.00 D I Yogyakarta 76.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Provinsi Milik Tempat Tinggal.39 100.71 4.17 10.52 18.73 2.11 4.42 13.22 11.36 3.69 100.42 2.00 Kep.97 8.00 Jawa Tengah 86.18 7.55 8.53 100.00 Sumatera Selatan 76.55 100.00 Banten 72.54 2.97 7.38 5.00 Kalimantan Timur 62.27 100.00 Nusa Tenggara Barat 85.84 4. SP2010 sendiri Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 76.15 20.77 10.62 7.97 12.16 100.35 4.00 Sulawesi Selatan 80.98 100.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.00 Jawa Barat 75. Riau 60.76 9.50 10.75 3.27 100.35 2.00 Gorontalo .58 7.20 13.18 14.68 3.00 Kalimantan Tengah 68.86 2.59 8.17 16.31 11.00 Kalimantan Selatan 74.00 Kep.77 100.63 5.85 2.94 5.08 6.15 100.30 9.00 Sumatera Utara 67.97 6.00 DKI Jakarta 47.52 100.72 100.93 6.21 2.96 100.09 6.00 Jambi 75.13 100.89 1.77 15.00 Sumatera Barat 73.33 100.83 5.00 Bali 71.00 Bengkulu 78.76 100.89 2.49 3.00 Sulawesi Tengah 80.81 3.25 100.15 2.40 100.00 Kalimantan Barat 84.29 100.71 14.64 100.28 100.

29 5.19 8.97 12.73 Jawa Barat 17.88 100.42 persen).51 0.08 7.05 9.38 32.12 15.00 5.86 65.90 10.84 Kep.50 Sulawesi Utara 17.61 20.56 3.54 6.57 0.01 9.01 4.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi Air kemasan Ledeng Pompa Sumur terlindung Mata air terlindung Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 20. sumur pompa (12.97 1.06 15.51 1.51 5.00 Papua Barat 63.48 Kalimantan Timur 25.37 Sumatera Selatan 9.32 3.81 4.38 12.04 46.78 20.10 60. dan mata air terlindung (8.74 28.19 30.14 23.41 16.72 88.83 3.47 Bengkulu 8. air ledeng (15.38 87.86 42.81 17.13 56.75 6.58 26.75 11.11 88.59 63.00 Maluku 78.84 90.07 31.96 36.14 persen).25 4.53 34.19 8.70 persen).70 5.40 2.25 8.76 Nusa Tenggara Timur 1.13 17.45 100.03 2.27 2.77.94 1.34 82.45 80.06 27.87 Riau 23.01 Kalimantan Barat 7.14 91.31 0.45 15.37 57.38 4.69 19.23 19.45 1.83 31.05 1.80 76.00 Maluku Utara 82.11 4.49 53. Riau 50.18 17.31 2.37 100.88 3.09 11. berdasarkan kriteria sumber air saja.18 8.00 INDONESIA 77.73 4.00 48 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 10.96 15.81 77. Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.96 Sumatera Barat 12.19 7.68 12.02 10.07 100.79 Jambi 10.42 29. air kemasan (14.94 40.62 22.07 3.70 Banten 31.12 2.87 14.35 9.65 8.94 11.96 23.10 Jawa Tengah 4.29 21.64 19.68 1.03 1.70 persen).80 46.54 Nusa Tenggara Barat 8.24 DKI Jakarta 50.79 91.88 4.44 persen). (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).69 56.86 100.59 12.70 87. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.94 D I Yogyakarta 12.02 74.24 31.46 3.57 9.00 3.96 11.92 18.94 2.28 1.06 10.87 Lampung 7.39 1.28 13.69 24.21 15.60 12.75 2.44 10.79 6.18 100.60 2.76 Kalimantan Selatan 6.89 Jawa Timur 11.70 16.40 89.69 38.63 70.17 Bali 27.98 Kalimantan Tengah 9.63 71.21 1.66 Sumatera Utara 12.06 17.12 8.96 70.00 Papua 79.23 88.75 37.07 11.26 1. Bangka Belitung 26.10 99.38 1. Tabel 5.59 2.74 18.16 16.64 .33 Kep.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.87 33.10) Sebanyak 83.21 100.00 Sulawesi Barat 84.95 0.

00 Sulawesi Selatan 63.77 26.55 3.49 13.44 100.21 14.00 Sumatera Barat 54.02 100.80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 buang air besar.58 100.12).41 100.94 20.66 Papua 10.42 9.28 20.05 13.19 48.40 9.58 6.00 .11 dan Tabel 5.61 19.00 Kalimantan Timur 80.37 5.72 3.35 100.84 100.65 17.66 INDONESIA 14.10 28.25 79.52 20.44 8.67 14.28 16.14 1.20 44.00 Kalimantan Selatan 65. dan 3.14 14.23 15.22 100.17 10.00 DKI Jakarta 76.14 26.86 0.44 83.90 9.30 100.02 15.00 Nusa Tenggara Barat 41.90 14.Sulawesi Tengah 7.00 Sulawesi Tengah 50.93 6.33 12.29 12.25 11.05 40.08 21.00 Banten 64.76 100.43 32.16 24.14 1.89 1.42 2.26 2.55 3.00 Bengkulu 66.59 100.42 19.53 100.00 Sulawesi Utara 65.63 27.70 12.60 19.07 1.49 46.00 Riau 82.23 12.00 D I Yogyakarta 73.03 8.55 10.00 Jawa Timur 62.84 6.42 32.70 23.05 18.61 Sulawesi Selatan 12.04 Papua Barat 19.31 4.00 Sulawesi Tenggara 56.00 Kep.67 4.98 2.00 Kalimantan Barat 61.52 1.81 100.65 100.12 1.25 1.44 5.00 Kep. SP2010 Provinsi Jamban sendiri Jamban bersama Jamban umum Tidak Punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 59.74 4. Sementara itu 11.03 Gorontalo 5.32 100.88 3.92 13.99 79.01 1.51 9.00 Sulawesi Barat 5.90 100.11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar.62 5.38 10.17 14.79 100.71 3.50 6.47 18. Sebanyak 65.00 Bali 67.12 7.05 100.76 100.95 19.84 63.72 persen menggunakan jamban bersama dengan rumah tangga lain.00 Sumatera Selatan 66.00 Lampung 77.32 19.35 18.94 100.43 8.49 2. Riau 82.13 14.25 6.25 77.09 100.97 8.39 18.32 35.69 85.22 100.83 0.69 27.26 20.35 13.06 5.00 Sumatera Utara 75.12 6. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.12 100.24 4.62 41.74 100.00 Jambi 69.46 10.98 11.70 15.79 2.02 4. Bangka Belitung 68.00 Kalimantan Tengah 59.19 22.66 100.72 100.13 4.69 83.93 100.92 Maluku 3.11 0.83 31.53 37.65 7.00 Nusa Tenggara Timur 63.39 29.37 Maluku Utara 2.59 persen menggunakan jamban umum. a.50 7.42 3.82 8.85 4.00 Gorontalo 33.64 100.67 3.11 4.47 1.02 19.06 25.74 10.00 Jawa Tengah 65. Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan fasilitas jamban untuk buang air besar.41 7.61 19.40 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 49 11.78 10. Tabel 5.58 67.14 8.22 Sulawesi Tenggara 6.76 25.52 100.68 50.67 2.00 Jawa Barat 67.59 84.85 6.06 5.72 11.

00 INDONESIA 65.00 Maluku Utara 82.49 6.61 100.95 100.00 100.67 15.48 100.87 10.57 21.69 100.97 100.00 Sumatera Selatan 66.00 Maluku 50.12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja.73 100.24 5.05 10.84 33.98 10.74 2.27 100.50 100.16 15.00 Kalimantan Selatan 65.00 Kep.31 3.13 12.29 11.29 persen yang menggunakan tangki septik.00 Maluku 84.00 D I Yogyakarta 87.27 persen tanpa tangki septik.00 DKI Jakarta 92.01 11.00 Riau 67.23 4.00 Sulawesi Tenggara 76.00 Kep.00 Jawa Barat 68. dan 8.86 100.94 21.00 Nusa Tenggara Timur 44.80 1.45 4.74 persen. dimana penggunaan tangki septik berkisar 44.22 9.00 b.95 100.68 9.53 4.96 6.93 1.00 Banten 87.80 100.05 9. 50 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5. sebanyak 17.00 INDONESIA 74.00 Kalimantan Tengah 56.64 100. Bangka Belitung 93.78 8.97 6.05 6.75 100.00 Jambi 68.93 28.44 persen tidak mempunyai tempat pembuangan akhir. Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri.47 3. Kondisi di provinsi beragam.99 6.38 10.44 100.00 Sumatera Utara 77. Riau 86.03 100.84 14.65 100.70 12.00 Papua Barat 59.09 100.78 100.53 2.00 Bengkulu 67.72 36.98 100.22 14.80 11.71 100. umum) terdapat 74.46 100.11 26.67 14.45 100.85 2.60 17.16 10. SP2010 Provinsi Tangki septik Tanpa tangki septik Tidak punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 73.00 100.00 Kalimantan Timur 80.62 8.00 Lampung 58.24 22.69 100.00 Jawa Timur 72.00 Kalimantan Barat 67.90 16.84 16.31 6.00 Nusa Tenggara Barat 87.00 Bali 96.88 100.00 Sumatera Barat 68.69 100.00 Sulawesi Tengah 82.45 9.61 11.68 100.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 51 .00 Gorontalo 92.38 100.53 18.78 100.29 17.20 35.00 Sulawesi Selatan 85.42 43.54 7.69 16.13 4.00 Papua 48.55 16.00 Jawa Tengah 76.36 8.09 100.53 47.Sulawesi Barat 44.31 100.72 3.02 5.62 6.60 100.98 100.00 Papua Barat 77.01 100.59 18.60 7.97 11.58 100.52 14.19 100.05 36. bersama.00 Sulawesi Barat 79.66 17.75 10.00 21.80 7.78 2.55 100.79 21.71 5.44 18.68 6.82 100.00 Papua 48.27 8.93 9.10 17.42 persen sampai 96.09 100.39 22.00 Sulawesi Utara 87.29 0.30 6.74 4.00 Maluku Utara 46.96 3.20 6.91 16.

11 persen rumah tangga.10 16.14 0.49 0.00 Kalimantan Selatan 1.13) Bahan bakar gas digunakan oleh 45.33 47. Bahan bakar kayu juga masih populer.11 1.86 0.55 1.08 0.13 0.26 100.00 Sumatera Selatan 0.00 Kalimantan Tengah 0.00 Jawa Tengah 0.94 0.37 0.71 100. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.00 28.29 70.17 0.53 40.07 0.09 1.07 2.78 4.67 0.23 68.33 100.23 45.53 29.04 0.76 0.61 50.00 Jambi 0.25 0. Sumatera Selatan.81 15.87 0.29 0.04 100.06 0.37 100.74 17.42 100.00 0.44 5.00 Nusa Tenggara Barat 0.29 0.61 0.74 28.00 Nusa Tenggara Timur 0. Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa.00 Sulawesi Utara 1.31 37.67 34.04 32.16 1.81 100.54 42.02 0.75 5.81 62.05 35.32 100.68 5.22 0.71 25.08 0.18 1.74 100.86 55. Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.18 0.18 0.23 38. Minyak tanah digunakan oleh 11.40 3.11 44.77 45.93 0.04 25.18 37.31 7.10 3.70 4.26 100.00 Kalimantan Barat 0.87 22.00 Gorontalo 0.10 0.43 50.49 100.00 Jawa Timur 0.67 7.16 persen rumah tangga Indonesia.25 0.17 0.58 100. Masih banyak provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol.00 D I Yogyakarta 0. Bali.36 16.11 0.91 45.45 100.57 24.81 1.00 Maluku 0.05 83.00 Papua Barat 0.00 Banten 1.81 50.53 0.16 100.55 0.80 0.61 0.50 7.04 0.93 0.00 Sulawesi Tengah 0.49 40.16 5.72 4.06 57.60 18.03 43.07 0.27 2.00 INDONESIA 0.12 45.62 1.43 1.37 2.24 100.44 9.08 0.46 0.32 100.11 0.05 25.50 24.27 15.00 Tidak pakai .43 30.58 42.00 0.00 70.00 Maluku Utara 0.41 0.09 0.89 0.13 68.34 9.92 0.32 9.11 1.71 0.40 100.33 49.34 83.72 0.00 Bengkulu 0.32 55.10 45.15 0. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.25 2.95 0. Riau 1.72 0.93 0.92 0.22 0.28 100.84 0.00 Sulawesi Barat 0.40 0.40 100.83 100. Bangka Belitung 0.23 51.30 0.05 53.10 0.11 0.53 1.47 0.09 0.00 Sulawesi Tenggara 0.46 65.11 0. digunakan oleh 40.69 persen rumah tangga.12 68.69 0.66 100.00 Kep.70 0. terutama ketika penggunaan gas di sana tidak menonjol.30 100.04 59.12 0.41 1.12.61 100.61 0.00 Kep.59 54.16 0.45 0.00 Kalimantan Timur 0.00 Sulawesi Selatan 0. SP2010 Provinsi Listrik Gas Minyak tanah Arang Kayu Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 1.55 0.79 14.39 3.04 45.00 Riau 0.75 46.61 100.29 100.94 0.08 0.02 39.78 0.59 0.83 9.18 100.08 63.94 0.00 Jawa Barat 1.12 0.22 1.64 0.05 61.01 38.00 Sumatera Utara 1. Sumatera Utara.14 0.62 0.06 36.33 0.00 Lampung 0.00 Bali 1.39 12.17 48.07 74.98 0.23 100.33 25.25 100.60 27.00 Papua 0.62 100.00 Sumatera Barat 1.27 0.94 44.46 17.55 4.16 11.40 27.37 100.05 45.58 0.81 47.29 31.35 0.08 0.16 1.10 0.25 2.12 0.74 35.00 DKI Jakarta 1.19 0.09 0.51 0.64 0.13 100.01 0.49 100.82 100.24 0.13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak.95 26.60 46.83 0.21 100.

29 56.79 48.41 7.47 Gorontalo 0.77 65.30 Sumatera Utara 0.66 68. SP2010 Provinsi Kabel Seluler Kabel dan Seluler Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 0.13 Sumatera Selatan 0.67 4.86 71.82 68.42 82.65 4.13 Riau 0.37 Jambi 0.86 INDONESIA 0.06 3.53 75.96 Sulawesi Tengah 0.54 5.53 81.39 3.23 77.08 45.18 6.30 Jawa Timur 0.62 68.01 3.60 64.82 69.81 71.44 Kalimantan Selatan 0.73 68.58 Bengkulu 0.33 54.33 91.79 78.70 71.48 10.11 8.60 61.53 49.22 73.67 6.37 80.76 93.57 Papua Barat 0.53 66.15 32.12 Jawa Barat 0.06 Sulawesi Barat 0.89 66. Tabel 5.31 60.45 76.72 80.89 54. Riau 0.24 3.88 DKI Jakarta 1.01 9. Penguasaan Telepon (Tabel 5.37 Sumatera Barat 0.79 Sulawesi Utara 0.82 64.31 10. Bangka Belitung 0.24 Papua 0. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.42 4.14) Sebanyak 73.47 29.41 3.59 4.82 85.26 7.42 77.50 Kep.75 65.70 95. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel. Secara . di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.94 62.15 60.45 4.84 74.81 5.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet.39 72.50 2.63 57.04 74.73 70.49 80.52 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 13. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.73 3.52 76. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.94 Banten 0.80 24.03 Nusa Tenggara Timur 0.40 66.15 82.32 Kalimantan Barat 0.60 60.38 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 53 14.24 64.44 75.66 64.39 63.19 Kalimantan Tengah 0.85 83.13 Maluku Utara 0.30 87.96 Jawa Tengah 0.34 9.37 2.78 83.24 70.74 10.02 1.23 42.78 70.40 69.11 D I Yogyakarta 0.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.07 2.37 4.35 8.67 70.77 Maluku 0.36 64.48 58.47 67.05 Sulawesi Selatan 0.14 Kalimantan Timur 0.63 4.44 Sulawesi Tenggara 0.86 4.45 Lampung 0.67 52.41 Kep.13 73.18 80.16 3.79 Bali 0.02 Nusa Tenggara Barat 0.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon.33 5.

12 Sulawesi Tenggara 58 412 11.42 Banten 397 930 15.21 persen).34 Kalimantan Barat 121 133 11.25 INDONESIA 9 117 445 14.15.14 persen.75 Papua 47 274 7.85 Kep. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1.21 Sulawesi Tengah 70 920 11.18 persen).84 Kalimantan Tengah 73 328 12.86 Nusa Tenggara Barat 100 795 8.1 juta rumah tangga. dan DKI Jakarta.55 Jambi 111 332 14.05 Nusa Tenggara Timur 64 295 6. Lihat Tabel 5. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6.43 Sulawesi Selatan 316 279 17.51 Sumatera Selatan 231 434 12.42 Kep.63 Gorontalo 41 053 16.25 Lampung 181 847 9. Riau 85 778 19.33 Bali 152 834 14.76 Bengkulu 65 955 15. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.15 Kalimantan Timur 193 146 22.56 persen.40 Maluku Utara 20 358 9. Bangka Belitung 39 993 12.83 Sulawesi Barat 19 578 7. mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6.57 Maluku 42 416 13.42 DKI Jakarta 751 880 29.98 persen).36 Jawa Timur 1 392 606 13.98 Jawa Barat 1 830 652 15.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus. SP2010 Provinsi Jumlah % (1) (2) (3) Aceh 115 755 10.52 D I Yogyakarta 315 111 30. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30.93 Jawa Tengah 1 176 894 13.53 Riau 192 836 14. Sulawesi Utara (22.36 persen).80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7. Kalimantan Timur (22.06 Sumatera Barat 213 345 18. DKI Jakarta (29.18 Sulawesi Utara 129 241 22. Jawa Timur. 100 120 .nominal jumlahnya mencapai 9. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A.91 54 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 VI.80 Kalimantan Selatan 177 036 18.86 Sumatera Utara 366 296 12.50 Papua Barat 19 703 11. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat. Jawa Tengah.

4 juta orang.87 107.1 Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7.42 persen) dan Sektor Transportasi.53 104.42 persen). pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.4 juta orang (1. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 113.70 juta orang (6.2 juta orang (49.31 persen). berkurang sekitar 1. Penduduk yang Bekerja.89 persen) dan pekerja . Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011).40 persen). EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 109.1 juta orang (7. 4.6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111.7 juta orang.26 8. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.96 persen).4 juta orang.56 persen) Jumlah Angkatan Kerja.0 20 40 60 80 Grafik 6. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.37 108.96 8. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.32 8.21 111. sebesar 75.00 116. 6. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.3 juta orang.28 9. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.12 Februari Agustus Februari Agustus Februari Agustus 2009 2010 2011 Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2.17 persen).70 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.49 104.0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119. Pada Agustus 2011.59 8.67 7. berkurang sekitar 2.83 116.1 juta orang (68.2 juta orang (2.41 119. 5.74 113.40 117. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109. sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011. 3.

terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian.67 Penganggur 8. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1.70 2.06 *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2.42 persen) dan Sektor Transportasi. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 67. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja.01 18.41 7.27 34. dan Pengangguran 1.17 persen).12 7.4 juta orang turun sekitar 2.34 3.32 8. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 7. 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan 2010 2011 *) Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pekerja tidak penuh 32. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0.53 119.96 68. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.46 21. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6.52 Paruh waktu 17.19 34. dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011.27 15. Tabel 6.37 Bekerja 107.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. Jumlah angkatan kerja mencapai 117.41 108.80 33. 2.21 111.73 13.96 persen). Pergudangan dan Komunikasi.6 juta orang (5. Angkatan Kerja 116.21 persen dan 9.59 Setengah penganggur 15.59 8.56 4. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran. Perdagangan. 56 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 C.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) .72 69.15 persen).14 6.1 juta orang (7.26 15.80 6.53 18. B.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.83 67. Penduduk yang Bekerja. Angkatan Kerja.00 116.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.62 persen. Sektor Pertanian.28 109. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011.40 117. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011.dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5. Jasa Kemasyarakatan.42 persen). Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.61 persen.

maka pada Agustus 2011 sekitar 41.24 23.70 persen). Gas. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan.64 7.59 6.72 4. Listrik.50 1.8 juta orang (34.93 persen). Berusaha dibantu buruh tetap 3. pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan.26 3. Industri 13. Dari 109.2 juta orang (62.15 19.21 22.28 109.28 109.52 34. 2.46 21. Berusaha sendiri 20.06 2.74 2.21 111. Lainnya * *) ) 1.59 3. dan Komunikasi 5.70 Jumlah 107. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama.98 17.39 persen). Jasa Kemasyarakatan 15. Pekerja bebas di nonpertanian 5.72 32.40 1. Pergudangan. Pada Agustus 2011. Pekerja keluarga/tak dibayar 19. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.59 5.51 37.13 5.33 2.48 6.49 23.05 13. Secara umum.49 42.34 4. Konstruksi 4. Pertanian 42.65 8. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu.62 15.92 21.7 juta orang (17.5 juta orang (37.66 3. dan Air D.17 persen) bekerja pada kegiatan informal.44 persen).67 E.83 41.77 19.02 3. Pekerja bebas di pertanian 6.64 1.41 2.02 16.7 juta orang (3.21 111.41 108.62 5. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37.63 7.31 19. dan berusaha sendiri sejumlah 19.84 5. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu .82 13.67 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan.7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011.68 21.41 108.16 5.4 juta orang (17.48 39. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 57 2.58 5.68 18.70 14. sisanya termasuk pekerja informal.96 17.3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Status Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.40 5.08 6. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1.99 Jumlah 107.82 5. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1. Buruh/Karyawan 30.61 1.77 5. Transportasi.03 21.58 5. Berdasarkan identifikasi ini. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19. Keuangan 1.1.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68.82 5.54 3.32 5. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3. Perdagangan 22.28 5.

60 74.94 5.30 20. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.28 109.27 34.41 108.59 4.25 5.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.12 54.6 juta orang (5.37 1.89 25–34 14. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75. Sekolah Menengah Atas 15. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker).59 35+ * ) 74. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011).porsinya relatif kecil yaitu hanya 1.67 Termasuk sementara tidak bekerja F.09 75. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil.51 55.7 juta orang). EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 59 . kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0. Tabel 6. Sekolah Menengah Kejuruan 8.19 34.00 15.17 6.41 108.31 persen dari total penduduk yang bekerja (109.22 20. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah. Universitas 4. Sekolah Menengah Pertama 20. 58 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6.70 3.40 15.81 4.18 2. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.92 16.94 77.34 8.97 12.88 9.63 15. Pada Agustus 2011.79 5.31 54.86 5.02 3.21 111.2 juta orang (49.80 33.32 3. jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan.63 12.08 Jumlah 107.54 15.61 persen dan 0.1 juta orang (68.2 juta orang (2.4 juta orang atau sekitar 1.21 111. SD ke bawah 55.89 3.63 21.20 1.35 17.67 2. Diploma I/II/III 2.73 8.06 1–34 32.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja *) Perminggu 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1–7 1.28 109.54 5.20 15–24 11.48 1.15 persen).40 persen). Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3.48 12.11 4.23 persen.65 Jumlah 107.46 persen).5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.44 8–14 4.

02 Jumlah 7.56 2.37 3.14 6.71 12. 2.43 persen. Sekolah Menengah Pertama 7.54 persen.8 7. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0.76 persen.41 7.59 7. Universitas 14.78 11.95 8.19 persen. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7.81 11. Sekolah Menengah Pertama naik 0. Diploma I/II/III 15.43 . TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun. 60 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6.56 persen dari total angkatan kerja.66 4. Dibanding Februari 2011.27 148.16 6. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011. yaitu masing-masing sebesar 10. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun. Pada Agustus 2011.17 10.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1.1 8.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi 2010 2011 Agustus Februari Agustus Jumlah TPT Jumlah TPT Jumlah TPT (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 162.92 9.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0.90 11.43 persen. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1.45 7.83 8.56 H. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi.14 persen.87 10. Pada Agustus 2011.00 10.7 juta orang atau 6. Tabel 6.3 8.32 persen dan 2.55 7.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6. Sekolah Menengah Kejuruan 13. Sekolah Menengah Atas 11. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13.06 persen dan 10.81 3.90 12.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.37 3.80 6.24 11. 3.43 5. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1. SD ke bawah 3.71 3.66 persen dan 10.37 171.G. 2.37 persen.

2 8.18 402.2 7.9 7.37 Sumatera Barat 152.07 217.43 460.02 Sumatera Selatan 243.72 185.95 162.65 228.5 7.Sumatera Utara 491.14 142.85 60.9 5.90 58.2 4.6 7.1 6.6 5.9 6.9 7.1 6.8 6.77 Kep.2 5.63 .8 3. Bangka Belitung 34.3 5.17 136.39 58.0 6.6 6.04 66.80 Jambi 83.32 Kepulauan Riau 57.45 Riau 207.8 7.

83 555.5 3.07 1 002.21 1 042.19.5 5.3 4.1 13.06 Jawa Tengah 1 046.33 1 982.37 Lampung 220.4 10.83 Banten 726.4 13.4 9.68 697.8 9.2 2.80 Jawa Barat 1 951.59 30.8 11.5 6.78 DKI Jakarta 582.84 1 901.57 201.8 5.7 3.7 10.6 5.24 213.4 10.1 3.50 680.41 21.61 Bengkulu 39.9 6.6 13.25 22.7 .05 542.

69 107.97 Jawa Timur 828.6 2.93 D.99 86.2 3.86 52.88 Kalimantan Tengah 44.9 4.I.6 3. Yogyakarta 107.1 5.3 3.18 821.7 2.67 58.25 845.5.8 3.5 4.69 Kalimantan Barat 101.47 74.5 4.35 110.32 Nusa Tenggara Barat 119.33 Nusa Tengggara Timur 71.34 59.4 2.5 5.14 .16 Bali 68.06 65.1 5.1 5.4 5.2 4.29 116.62 112.0 2.6 4.6 4.

84 Sulawesi Utara 99.25 103.8 10.23 Kalimantan Timur 166.5 8.61 19.37 243.8 5.8 4.41.21 173.66 28.55 Kalimantan Selatan 96.1 4.9 2.2 4.7 9.10 174.19 93.5 5.6 5.26 Sulawesi Tengah 56.62 Gorontalo 23.8 4.16 21.62 100.27 52.7 4.0 6.7 5.6 9.6 3.01 Sulawesi Selatan 299.61 98.6 10.61 55.69 .2 9.0 8.

06 Maluku 64.9 6.82 Sulawesi Tenggara 48.38 Maluku Utara 26.7 5.03 26.68 30.70 15.0 8.34 32.9 3.6 2.72 60.55 57.14 .3 3.28 33.55 Papua 53.8 7.4 8.5 3.25 15.2 4.72 51.3 7.5 2.236.94 Papua Barat 26.6 3.97 53.61 46.5 3.94 Indonesia 8 319.8 5.62 25.5 7.9 9.56 Sulawesi Barat 17.8 7.4 6.2 4.

8 117. Upah Buruh Bangunan h i a R up 65000 60000 40000 45000 50000 55000 35000 30000 1 0 . MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 7. Sedangkan secara riil turun sebesar 0.6 6.14 persen.727 menjadi Rp39. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional.32 persen dibanding upah buruh tani bulan sebelumnya.1 6.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 2. yaitu dari Rp39. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 naik sebesar 0. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1.854.56 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 61 VII.80 7 700. yaitu dari Rp28.582 menjadi Rp28.542.

823. sedangkan secara riil naik sebesar 0. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0.715 menjadi Rp63. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63. tu s A g u s b e r te m s e p e r t o b O k e r m b v e N o e .` r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i l i J u Pada Februari 2012.35 persen.675 menjadi Rp48.30 persen.939. yaitu dari Rp48.

32 persen 1 1 i ` n u a r J a r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i L i J u tu s A g u s e r m b p te S e e r t o b O k .854 naik 0.r m b s e D e Rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 sebesar Rp39.

939 naik 0.1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010 Februari 2012 Bulan Upah Buruh Tani (harian) Upah Buruh Bangunan (harian) Nominal Riil 1) Nominal Riil (1) (2) (3) (4) (5) Februari 2010 37 637 29 987 56 864 48 043 Maret 37 721 30 023 56 998 48 226 April 37 844 30 138 57 217 48 338 Mei 37 897 30 153 57 285 48 257 .Upah Bur uh Tani Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63.35 persen e r m b v e N o Upah Bur uh Bangunan e r m b s e D e 1 2 i ` n u a r J a r i u a b r F e 62 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 Tabel 7.

Juni 37 946 29 980 57 504 47 976 Juli 38 069 29 507 58 228 47 829 Agustus 38 198 29 356 58 276 September 38 301 29 315 58 475 47 460 Oktober 38 382 29 354 59 898 48 583 November 38 494 29 209 60 190 48 528 Desember 38 577 28 934 60 214 48 106 Januari 2011 38 648 28 705 60 340 47 779 Februari 38 769 28 755 60 758 48 045 Maret 38 852 28 832 61 069 48 448 April 38 976 29 098 61 190 48 695 Mei 39 082 29 175 61 409 48 811 Juni 39 144 29 104 61 476 48 598 Juli 39 215 28 975 61 583 48 358 Agustus 39 287 28 816 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 47 506 61 948 48 193 September 39 345 28 774 62 064 48 153 .

09 persen.02 persen.33 Grafik 8.23 persen.10 atau turun 0. Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan. Peternakan dan Perikanan yang masing-masing turun sebesar 1. 0. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 A.91 104.1 Nilai Tukar Petani (NTP).16 persen. NILAI TUKAR PETANI (NTP) 1.50 100.39 persen. Tanaman Perkebunan Rakyat. 0.00 103.50 103.00 102.50 104.00 104.32 103. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106.79 .50 102. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012 tercatat 105.50 101. 0.00 103.50 104. Februari 2011–Februari 2012 103.60 persen dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105.73. Hortikultura.00 106. dan 0.Oktober 39 412 28 787 62 210 48 322 November 39 503 28 736 62 263 48 199 Desember 39 599 28 701 63 157 48 616 Januari 2012 39 727 28 582 63 715 48 675 Februari 39 854 28 542 63 939 48 823 Catatan: 1) Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100) 2) Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100) NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 63 VIII.50 105.50 105.00 101.

Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0.20 persen).00 .51 Nilai Tukar Petani pada Februari 2012 turun 0.46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0. yaitu dari 143. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). 132.15 persen). Grafik 8.57 menjadi 143.17 105. sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu Hortikultura (0.33 persen.00 134.11 NTP 105. yaitu Tanaman Pangan (0. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0.60 persen 105.NTP 104.73 105.43 persen dibanding Ib Januari 2012.18 persen bila dibanding It Januari 2012.87 105. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0. dan Peternakan (0. Tanaman Perkebunan Rakyat (0.03). Penurunan indeks tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor. 105.10 64 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 3.28 persen).64 2.31.54 persen) dan Perikanan (0.2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).75 105.

NTP Hortikultura (NTPH) turun 0. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman Pangan (0.136.16 persen disebabkan naiknya It Tanaman Perkebunan Rakyat (0. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0.40 0.00 122.15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Tanaman Perkebunan Rakyat (0.00 126. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.20 1.37 persen). It Ib EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 65 B. NTP Subsektor Perikanan (NTN) turun 0.80 -0.80 1.00 140.39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0.00 Februari 2011–Februari 2012 4.40 0. NTP Subsektor Peternakan (NTPT) turun 0.28 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0.20 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0.00 130.43 persen). Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.02 persen dibanding NTPP Januari 2012.60 2.48 persen).00 128.63. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.00 144.03 persen).00 124. Inflasi Perdesaan 1.09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0.00 142.46 persen dengan indeks umum konsumsi rumah tangga 139.00 2.37 persen). sebaliknya Ib Perikanan naik (0. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 e n r s p e -0.00 0. NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1.54 persen). sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0.23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0.81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0.03 persen.02 persen.12 persen.40 .31 persen).00 146.00 138.

41 0.0.14 Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0.08 persen.3 Inflasi Perdesaan. 3. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.18 0.29 persen.37 0. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.13 Grafik 8.08 0. Pendidikan.56 persen. Kesehatan 0. 0.09 1. Rekreasi.42 persen.93 0.59 0.79 1.53 persen.98 0.13 2.46 66 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 .17 0. serta Transportasi dan Komunikasi 0.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras. 4. Makanan Jadi 0.40 persen. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1.50 persen. dan Olah Raga 0.49 persen.60 -0.63 0.05 -0.74 0.85 0.01 0.41 0.29 0. Sandang 0. Perumahan 0.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.46 persen 0. Februari 2010–Februari 2012 0.71 0.40 -0.74 0. yaitu Bahan Makanan 0.

69 -1.43 . Nilai tukar petani (NTPR) 106.64 0.60 b.14 Gabungan/nasional a.29 3.46 -0.74 139.81 0.10 5.Indeks BPPBM 122.42 150.78 136.61 106.Penangkapan 140.51 147.26 134.06 0. Tanaman pangan EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Persentase Perubahan a.43 127.06 c.94 131.Indeks konsumsi rumah tangga 138.46 c.54 0.29 .15 .99 139.Indeks konsumsi rumahtangga 139.54 0.89 118.48 146.44 -0.Indeks BPPBM .09 .38 140.73 105.30 0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 135. Indeks harga yang diterima petani (It) 134.86 0.Padi 142.26 .16 b.55 105.48 2.34 .90 0.Indeks konsumsi rumah tangga 138.18 c.72 0.67 c. Nilai tukar petani (NTPP) 105.36 -0.95 142. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 130.17 -0.Indeks konsumsi rumah tangga 138.Indeks BPPBM 130.57 143.64 0.15 0.03 .Indeks BPPBM 122.46 .14 -0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 137.Unggas 137.78 0. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) 132.46 .11 0.39 b.02 b.47 0. Nilai tukar petani (NTPT) 101.96 -0.05 138.98 125. Indeks harga yang diterima petani (It) 143.07 138.Buah-buahan 145.Indeks BPPBM 117.66 133.34 0.01 . Indeks harga yang diterima petani (It) 145.35 145. Nilai tukar petani (NTPH) 108.53 134.42 0.23 b.28 .63 0.Ternak besar 127. Nilai tukar petani (NTP) 105.87 0.Sayur-sayuran 150.07 -0.37 . Tanaman perkebunan rakyat a.38 0. Indeks harga yang diterima petani (It) 138. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 134.37 .27 137.21 138.31 108.47 0. Peternakan a.49 131.Ternak kecil 146.11 -0.35 122. Indeks harga yang diterima petani (It) 143.48 .80 138.49 .Indeks BPPBM 124. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 136.14 150.Tabel 8.64 122.Hasil ternak 142.62 140.78 0.63 0.45 -0.Indeks konsumsi rumah tangga 138.42 143.20 101.18 c.43 .42 143.Budidaya 125.09 b.62 0.36 0.Palawija 151. Perikanan a.21 4. Hortikultura a.31 -0.27 -0.50 0.95 0.15 c.60 143.83 139. Indeks harga yang diterima petani (It) 147. Nilai tukar petani (NTN) 105.10 -0.31 .48 .55 0.48 .Tanaman perkebunan rakyat 143.Indeks konsumsi rumah tangga 138.54 .35 125.1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Subsektor Bulan Desember Januari (1) (2) (3) (4) 1.20 .37 .19 136.76 104.74 144.34 .

20 0.57 0.34 0.80 0.52 0.08 0.55 0.13 0.15 0.45 0.37 Januari 2012 0.27 0.65 0.26 0.37 0.28 0.46 0.40 0.36 0.01 Juni 0.21 0.54 0.37 0.90 0.74 September 0.39 0.04 0.24 0.07 0.51 0.18 0.25 0.29 0.40 0.50 0.52 0.29 0.11 -0.09 -0.14 0.12 1.35 0.25 0.98 Februari -0.05 0.40 Juli 0.26 0.79 Desember 1.35 0.21 0.74 Februari 0.34 0.09 0.15 0.04 0.33 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 67 Bulan Bahan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 8.06 0.49 0.91 0.38 0.32 0.69 0.24 0.10 0.50 0.64 0.09 0.44 0.24 0.15 0.15 0.85 September 0.55 0.36 0.23 0.00 0.16 1.18 0.05 0. dan OR (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.20 0.29 Oktober 0.23 0.25 0.39 0.03 -0.42 0.20 0.14 Maret -0.03 0.97 0.18 Mei 0.71 Juli 3.81 0.12 0.46 Transportasi dan Komunikasi Umum 68 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 Tabel 8.37 0.51 0.29 0.38 0.53 0.50 0.43 0.27 0.05 April -1.63 Agustus 1.3 .2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran Makanan Makanan April 2010–Februari 2012 Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan.41 0.13 November 0.22 0.22 0.23 0.16 0.19 0.16 0.34 0.10 0.45 1.11 0.15 0.38 0.28 0.93 Agustus 1.19 0.45 0.47 0.41 0.38 -0.63 0. Rekreasi.93 0.14 0.37 0.41 Oktober -0.43 0.08 November 1.07 0.15 0.56 0.12 0.25 0.30 0.97 0.37 0.63 0.41 Desember 0.27 0.38 0.08 0.25 0.10 0.31 0.57 0.50 0.44 0.02 0.11 -0.20 0.40 0.08 0.36 0.53 0.12 0.95 0.15 0.30 0.126.27 0.59 0.44 0.22 0.43 0.35 0.09 Juni 1.59 Mei -0.27 126.16 0.57 0.12 0.17 Januari 2011 1.05 0.42 0.53 0.37 0.44 0.19 0.29 0.78 0.02 0.06 0.44 0.

Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.50 1. Perumahan 133.33 1) 2) 3) .53 1.89 135.83 137.72 0. Bahan makanan 142.79 4. Rekreasi.20 3. dan Olah Raga 7.56 1.30 140.93 3.56 2.63 0.87 2.62 122.83 5.40 0.02 5.49 1.46 2.06 5.84 6.36 0.84 137.66 0.29 0. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) KelompokPengeluaran Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laju Inflasi 2012 Tahun Kalender (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134. Makanan jadi 131.46 1.36 125. Kesehatan 122.97 139.31 1.43 0. Sandang 129.08 0.55 146. Pendidikan.86 114.17 4.78 0.60 135.05 0.99 123.07 139.01 114.23 134.68 0.53 112.56 144.20 3. Transportasi dan komunikasi 120.42 0.88 127.

3. naik 5. rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.42 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya.00 per kg dan Rp2.550.00 per kg. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.67 persen) dan Rp4. . Grafik 9. Harga Gabah 1. harga gabah kualitas GKP di petani sebesar Rp4.Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) Yearonyear 3) HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 69 IX.232. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).1 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 /k g R p 3 600 3 800 4 000 4 200 4 400 4 600 4 800 5 000 3 400 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 Pada Februarii 2012. Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.00 per kg dan Rp2.000.050. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur).00 per kg.31 per kg (turun 5.67 persen Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKP 2. Pada Februari 2012. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.68 per kg (turun 5.31 per kg. Sementara itu.610.156. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A. Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur).156.

54 12.32 8. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.43 1.69 3 967.24 4 281.02 19.09 2.79 -0.41 24.90 3 480.64 25.01 17.71 2.70 4.28 12.81 3 549.45 4.37 3 581.49 2.02 3 772.43 0.77 18.42 -4.56 0.45 18.10 4 398.94 3 507.72 25.19 24.67 12.87 3 178.85 3 945.70 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 Tabel 9.64 5.43 12.37 23.71 4 156.96 4.08 6.01 10.25 18.81 3 804.31 -5.90 2 619.53 -0.17 4.31 1.29 3.755.08 3 887.28 persen) dan Rp4.72 -10.87 2 542.80 3 684.99 18.26 11.36 3 416.84 -2.16 per kg (turun 2.45 2 794.19 12.65 6.54 3 048.67 4 406.59 7.79 3 632.19 3.80 4 667.63 3 296.50 4 182.51 12.29 3 449.24 4 548.40 5.38 12.667.13 25.37 18.66 18.55 3 565.71 -12.97 2 896.82 0.85 -2.63 1.15 12.14 3 838.66 24.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan .79 12.26 -3.32 7.97 -18.86 12.33 24. Pada Februari 2012.24 -6.27 4 085.03 24.02 26.23 3 753.26 12.92 5.94 18.50 3 218.10 3 229.70 3 937.86 3 970.15 3.67 18.12 2.77 13.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Tahun/ Bulan Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb 19.73 4.83 18.28 26.40 25.48 26.27 3.74 4 776.68 18.91 3 707.54 3 997.85 -5.85 per kg (turun 2.19 2 923.

776.72 per kg dan Rp3.655.sebelumnya.92 per kg. Pada periode yang sama.406.32 per kg. Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air .97 per kg. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.84 per kg dan Rp3.49 per kg. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.87 per kg.857. g / k R p 5 000 4 800 4 000 4 200 4 400 4 600 3 800 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 3 400 3 600 Grafik 9.90 per kg. dan kualitas rendah Rp3.93 per kg.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya. Tahun/ Bulan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4. Sementara itu.52 per kg (turun 6.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya. dan kualitas rendah Rp3.607.581.24 per kg (turun 6.622.26 per kg. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.19 per kg.475.70 persen) dan Rp3. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.048.804. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.549. kualitas GKG Rp4. Selama Februari 2011–Februari 2012. 6.542. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.32 per kg. Sementara itu.105. kualitas GKG Rp4.880.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKG HPP-GKP EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) HARGA PANGAN F E BRUAR I 2012 71 5.

99 5.58 2.97 17.10 4 463.(%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb Rata-Rata Harga (Rp/kg) 19.81 persen).35 12.49 -5.27 18.46 0.79 12.29 3 519.13 0.84 -10.24 persen).20 12.92 7.24 4 354.14 3 930.36 23.70 3 999.45 18.32 7.36 3 480.02 3 838.97 2 968.05 25.59 12.87 3 241.17 -1.85 4 007.93 -3.68 -5. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.20 12.18 0.95 persen).45 2 863.50 3 279.43 26.91 3 771.23 3 824.76 13.65 18.80 4 755.06 25.81 3.38 11.52 24.19 2 981.69 4 029.47 25.37 3 655.12 18. kualitas rendah 252 observasi (25.55 3 631.50 24.99 6.35 18.71 4 232.66 26.54 3 105.33 12.53 2.61 1.77 5. Dari keseluruhan observasi.90 3.11 26.67 4 475.89 2.90 2 691.54 4 067.08 3 972.82 12. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.90 -17.42 12.80 0.17 12.86 4 044.27 4 150.87 5.50 25.64 18.79 3 703.74 4.22 18.49 3.87 2 607.16 -2.28 -1.32 4.80 3 754.40 18.74 19.75 -5.68 18.02 -0.57 24.12 3.39 3.20 6.50 4 253.16 18.81 3 622.15 24.19 24.85 10.81 3 880.81 3 299.30 8. dan kualitas GKG 80 observasi (8.74 4 857.50 12.02 12.63 3 361.84 4.52 -6.90 3 552.76 3.64 2.65 7. Perubahan (%) .94 3 593.24 4 619.51 -12.

Harga daging ayam ras turun 1. susu kental manis. Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima. Mamuju (masing-masing 6 persen). Rata-rata harga beras bulan Februari 2012 sebesar Rp10.per kg. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 .80 persen bila dibanding Februari 2011. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0.81 persen.. Harga cabai rawit turun 6. Secara nasional.56 persen. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16.72 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 B.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen). 3. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. Sorong. Dibandingkan Februari 2011. Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen). Artinya pemilik beras (pedagang. naik 0. Harga telur ayam ras naik 1. Pangkal Pinang. lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3.520.33 persen bila dibanding Februari 2011. 2. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1. Harga cabai merah turun 30. Harga ikan kembung turun 1. Mamuju (masing-masing 10 persen). Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram. konsumen. petani. harga beras naik 15.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61.88 persen bila dibanding Februari 2011. Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen). gula pasir. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4.48 persen bila dibanding Februari 2011.89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10.77 persen dibanding Januari 2012. Komoditas lain seperti daging sapi.37 persen. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu. BULOG.27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45.77 persen .64 persen bila dibanding Februari 2011. minyak goreng.

34 0.55 2.00 (dalam persen) Ikan Kembung (kg) Minyak Tanah (liter) 74 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 .77 -1.88 16.31 -30.HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 73 Bulan Beras MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9.63 Februari’12 thd Februari’11 15.05 -6.57 -1.64 -45.37 10.57 0.80 3.3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok (kg) Daging Ayam Ras (kg) Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) Daging Sapi (kg) Susu Kental Manis (385 gram) Minyak Goreng (liter) Gula Pasir (kg) Tepung Terigu (kg) Cabai Rawit (kg) Cabai Merah (kg) Telur Ayam Ras (kg) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Februari’11 9 118 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 Februari’12 thd Januari’12 0.74 -0.01 0.33 6.99 -1.89 0.18 0.48 6.83 4.90 -61.27 1.23 0.

Pada Februari 2012.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 2.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 210 215 175 180 185 190 195 200 205 Grafik 10.1). Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0.INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI X.2).30 persen (Tabel 10. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0. 2012 1.11 persen (Tabel 10. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0. Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0.65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 1 0 F eb r A M a p r M ei n J J u u l t S A g ep O k t v D N o es 1 1 J an F eb r .

(2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) . pipa pvc.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0. aspal. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1. Indonesia Januari 2012–Februari 2012. semen. kaca lembaran. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 10. dan besi beton) mayoritas naik harganya. gas.4). Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0. Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1.A M a p r M ei n J J u Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian u l t S A g ep O Pekerjaan umum untuk jalan. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis.04 persen (Tabel 10. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 k t v D N o 1 2 es J a n F eb I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 75 4. cat tembok. jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas.50 persen (Tabel 10.35 persen 3. air minum dan komunikasi Bangunan lainnya Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0.3). asbes gelombang.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya.

22 Konstruksi Indonesia 203.50 0.30 212. Pertambangan dan penggalian 228.31 151.03 204.24 228. gas.65 2.38 179.36 0.46 0.12 0. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan. jembatan.69 158.58 0.29 Cat tembok 175.42 4.25 0.31 Semen 183.11 187.41 0. air minum.99 0.70 168.64 185.04 Kaca lembaran 182.25 76 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 Tabel 10.76 175.53 -0.28 Bangunan lainnya 204.52 0.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi.10 5.18 Umum nonmigas 187.93 0.00 0.69 0.13 Pipa PVC 179.87 215.11 3.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.48 203.65 183. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012.20 192.27 214. Industri 184.93 259.21 0. dan komunikasi Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Februari terhadap Januari (%) 197.40 .59 193.54 -0. Pertanian 257.1.35 Tabel 10.36 Aspal 308. Ekspor nonmigas 151. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Kayu lapis 157.04 308.63 184. Indonesia Januari 2012–Februari 2012. dan pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik. Impor nonmigas 168.26 212.48 0.77 0.60 0.48 198.

50 Umum 187.14). Ekspor 158.74 Umum tanpa ekspor 195.66 228.37 257.1. kecuali Sektor Pertanian.86).69 181.64 0.2011 77 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-XI.48 Tabel 10. Pertanian 254.55 5.42 189.10 Besi beton 180.69 0. 3. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107.89 0.78 190. 2011 A. Impor 181.40 159.78 197.48 178.32 0.70 3.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.53 188.86 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Januari terhadap Desember (%) I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya.65 4. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.93 1.31 188.77 Umum tanpa impor 188. Industri 183.92. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106.27). Pertambangan dan penggalian 226. 2.77 201. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A.32). Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111.97 0. Peternakan.82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) (4) 1.44 184. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98.55 0.19 0.80 Umum tanpa ekspor migas 187.99 182. penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105.43 1.24 0.40 2. ITB TRIWULAN IV-2011 1.53). .49 0.51).99 0. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108.Asbes gelombang 176. Kehutanan. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106.34 0.

41 5.92 108.55 101.32 106. Kehutanan. Sektor Pertanian.38 102.08 106.23 106.22 104.20 104.57 103. Listrik.00 111.36 110. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108.35 101. Jasa-Jasa 107.04 110. Hotel. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV2011.60 107.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor Sektor ITB Triwulan IV-2010 ITB Triwulan I-2011 ITB Triwulan II-2011 ITB Triwulan III-2011 (1) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1. Gas.75 107.72 97.42 108. dan Air Bersih 108. Keuangan.63 102.2.57 4. Industri Pengolahan 105.70 105.80 109. dan Restoran 106.83 107. Peternakan.19 107. Peternakan. Pertanian.33 98.83 111.27 108. Selain pada triwulan berjalan.37.92) Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108.90 105.15 98.92). MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Kondisi bisnis pada Triwulan IV-2011 meningkat (ITB 106.55 Indeks Tendensi Bisnis 106.24 9.58 106.85 106. Konstruksi 108.45 105.53 105.80 7. Perdagangan.27 2.31 106.78 8.51 101. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis.86 106.83 3. dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106.Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi. dan Perikanan 96. Real Estat.1 Indeks Tendensi Bisnis 1) Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan .34 107.05 110.39 106. 2.64 106.42 6.16 105. Pertambangan dan Penggalian 108. Pengangkutan dan Komunikasi 107. dan Jasa Perusahaan 110.13 108.2011 Tabel 11.58 104.85 110.14 116.37 Grafik 11. A. Kehutanan.94 105.93 112.32 105.09 109. dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang.94 105.37) 78 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V . PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 1. dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi.05 111.51 106.

Perkiraan Triwulan I-2012
2)

Keterangan:
1) 2)

120 115 110 105 100 95 90 112,25 IV0 111,72 111,12 104,41 7 I0 8 0 8 II -

ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200, dengan indikasi sebagai berikut: a. Nilai ITB < 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya. b. Nilai ITB = 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya. c. Nilai ITB > 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya.
102,19 0 8 II I-

Perkiraan ITB triwulan I-2012.
IV0 110,43 96,91 8 I0 9 0 9 II 112,86 0 9 II I108,45 IV0 107,29 106,63 103,41 104,23 9 I-

Triwulan
1 0 1 0 II 1 0 II

IIV1 102,16 0 I1 1

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
ITB Triwulan IV-2011 107,86 105,75 1 1 II 1 1 II IPerkiraan ITB Triwulan I-2012 108,37 106,92 1 IIV1 1 2

I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011 79

B. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B.1. ITK TRIWULAN IV-2011 1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108,44, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110,24). Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari, dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan. 2. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi), dimana 13 provinsi diantaranya (39,39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113,07). Sebaliknya, Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah, yaitu sebesar 105,34.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw III-2011 ITK Trw IV-2011 (1) (2) (3) Pendapatan rumah tangga 110,50 108,69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113,48 111,82

Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging, ikan, susu, buah-buahan, dll.) dan bukan makanan (pakaian, perumahan, pendidikan, transportasi, kesehatan, rekreasi) 105,71 103,67 Indeks Tendensi Konsumen 110,24 108,44

Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat (ITK 108,44)
80 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011

120 115 110 105 100 95 90
105, 34

Grafik 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi
108,
eh N T A c B o a l n t r o G o u M u l g k B en u t a l i Kal m b J a l S

48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional.08. PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 1. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104.2. 1.s e a t r u l el m s S u en g l t S u B. a r l b S u T J N T en g a t a r m b S u g S u n m p L a u t u .00). Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108. juga diperkirakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan mendatang. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112. Selain pada triwulan berjalan. artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik.44).46). Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48.

m r B b a J a el J a b i m a t 44 i a e s d o n I n a u R i i m Kal t en Pa n t B a a p u en g Kal t i Kep r a t a r B u a Pa p a r Kal b EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 a r t k a g y a Y o .

08) 07 11 3. kompor/tabung gas.34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV. AC. perhiasan berharga. mebelair. oven/microwave. kendaraan bermotor) . VCD/DVD player. mesin cuci. komputer. t l u S u I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .2011 81 120 115 110 105 100 95 90 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 11. kulkas.D I k u l u M a el l s S u r t a k a J a D KI l i B a Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITK 108. radio. tape/compo. HP.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw I-2012 (1) (2) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 109.

08 Grafik 11.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi eh A c a t a r B u a Pa p o S a l n t r o G o a t r u l g M u n m p L a u t a .46 10 4. u N u l g k B en T T i N m b J a T B Indeks Tendensi Konsumen 108.

50 1) 112.08 105. i a e s d o n I n i Kep r a r t k a g y a Y o D I el m s S u k u l u M .l en R n t B a u S i a r b a u l a r m b S u e l Kal s m S t i J a u t u m 108.

2011 Tabel 11.a g t en J a en g Kal t a r Kal b u a Pa p b el B a l i B a r b a J a en g l t S u t l u S u r t a k a J a D KI i m Kal t 00 el l s S u 82 I NDE KS TE NDE NS I B I S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .4 Indeks Tendensi Konsumen 1) Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan .

63 109.68 108.90 110.53 107. Kalimantan Selatan 105.89 9.10 109.32 109.12 106. Sumatera Barat 100.48 7. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.86 107.34 105.48 109.Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi No.64 111.53 110.40 104.15 110. Jawa Barat 101.55 105. DI Yogyakarta 102. Nilai ITK > 100.33 105.78 107.95 106.57 107.15 106. Kepulauan Bangka Belitung 103. Aceh 101.30 110. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.44 108.90 113.44 105.66 13.48 107.39 108.58 31.26 109.96 111.42 107. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Triwulan I-2012 2) PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 83 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA XII.15 112.07 111. dengan indikasi sebagai berikut: a.35 108.46 111.33 108. Banten 101.96 107.75 23.11 110.10 106. Kalimantan Timur 108.47 105. Bengkulu 97.40 108. Nilai ITK < 100.31 109.92 14.70 103.44 108. Sulawesi Tenggara 106.55 108.36 110.96 2.44 107.46 111.96 105.06 21. J a m b i 102.07 110. Provinsi Triwulan I-2011 Triwulan II-2011 Triwulan III-2011 Triwulan IV-2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.46 109.09 107.57 113.39 112. Jawa Tengah 100.28 108.47 110.36 17.05 3.68 12.56 20. Sulawesi Selatan 112.69 106.46 104.14 32.22 109. R i a u 100.79 105.47 106. c.46 8.07 114.01 108.22 105.35 106.96 22.09 107.60 106. Sulawesi Barat 105.31 108.87 110.62 111.78 16.48 104.60 5.07 109.27 110.60 106. b.77 111.75 110.24 104.98 109.10 113.69 107.24 106. Gorontalo 103.63 107.42 109.20 26.33 110.69 109. Lampung 100.37 107. Sulawesi Utara 101.84 106.04 107. Maluku Utara 100.06 105. Kalimantan Tengah 106.43 109.89 107.91 110.00 107.08 Keterangan: 1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200.16 107.21 33.12 106. Nilai ITK = 100.06 105.39 107. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan 2) menurun dibanding triwulan sebelumnya. Nusa Tenggara Barat 101.64 18.58 111. .75 4.72 30.72 28.56 29.46 15.31 114.60 109.66 107.24 108.42 106.70 104.23 110.26 106.84 109.24 112.47 107.17 106.61 10. Kepulauan Riau 99. Sumatera Utara 102.96 107.03 108.00 27.12 24.02 109.54 Indonesia 102.80 19.44 106.21 104. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012. Papua Barat 101.40 25.70 107. B a l i 103.26 109. Nusa Tenggara Timur 99.58 107. Sumatera Selatan 102.15 6.38 109.40 105.36 110.77 105.59 106. Papua 98. Maluku 100. Kalimantan Barat 101. JawaTimur 102. Sulawesi Tengah 100.51 107.02 108. DKI Jakarta 105.55 109.89 105.41 104.01 108.23 105.22 104.17 108.18 107.58 107.92 108.69 108.20 11.40 111.77 108.

MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 70 60 50 40 30 20 10 0 Grafik 12.74 juta ton.34 Jawa Luar Jawa Indonesia 2009 2010 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM Produksi padi tahun 2011 sebesar 65.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).40 31. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.24 juta ton.88 29. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12.10 persen) dibandingkan tahun 2010. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.74 84 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 h a .10 persen 64.70 persen).37 30.47 2. 65.40 66.09 34.13 ribu hektar (0. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) T on ta J u sebesar 65. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.2).73 juta ton (1.(ASEM) 2011 A.52 34. mengalami penurunan sebesar 0. turun 1. 2009–2011 36.97 juta ton.39 persen) dan produktivitas sebesar 0. PADI 1. Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus.1 Perkembangan Produksi Padi.35 kuintal/hektar (0.

dan Produksi Padi Menurut Subround. Produktivitas (ku/ha) .Januari-April 49.September-Desember 12 429 363 14 992 617 14 028 406 2 563 254 20.2 Pola Panen Padi.22 49.87 -52 134 -0.45 .63 juta ton pipilan kering.60 .78 .Mei-Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.71 50.53 -1.09 .Januari-April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2.Januari-Desember 12 883 576 13 253 450 13 201 316 369 874 2.38 -1 069 259 -4.September-Desember 49.85 -78 355 -1.44 48.Januari-Desember 49.95 3.83 .Januari-Desember 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.72 1.56 -0.Mei-Agustus 50.61 51. 2009–2011 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 2009 (ha) 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2010 (ha) 509181 1252719 2246741 1830866 958790 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 Tabel 12. Produktivitas. menurun sebesar 698.Januari-April 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0.39 2.10 Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 85 B. Luas Panen (ha) .10 .62 1 305 022 4.50 -301 080 -9.15 49.43 .b u r i 1 000 1 250 1 500 1 750 2 000 2 250 2 500 2 750 0 250 500 750 Grafik 12.September-Desember 2 487 244 3 022 050 2 720 970 534 806 21.99 50.32 -0.36 -0.45 50.27 -0. Produksi (ton) .70 3.1 Perkembangan Luas Panen.55 -1. 2009-2011 2011 (ASEM) Perkembangan Uraian 2009 2010 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.22 -728 448 -1.56 -0. JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17.88 -0.35 -0.60 ribu ton (3.62 -964 211 -6.93 .81 persen) dibandingkan tahun .16 0.Mei-Agustus 22 463 966 22 152 985 21 083 726 -310 981 -1.97 49.80 0.13 327 301 5.67 0.96 .56 -3.77 1.

70 -270 243 -6.29 2.14 kuintal/hektar (1.63 juta ton. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843.70 1. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.54 .99 4.90 ribu hektar (6.2010.36 45.56 ribu ton. 2009-2011 Uraian Satuan 2009 2010 2011 (ASEM) Perkembangan 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1.81 persen Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843. turun 6. Penurunan produksi kedelai tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64.35 ribu ton.Produktivitas ku/ha 42.91 persen). Penurunan produksi tersebut terjadi di Jawa sebesar 478. menurun sebanyak 63.29 kuintal/hektar (2. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.19 ribu ton (6.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.37 44.97 persen) dibandingkan tahun 2010.54 ribu ton. C.04 persen) dan sebesar 0.02 persen). turun 3. dan Produksi Palawija.65 1.84 ribu ton biji kering.97 persen 86 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 Tabel 12. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17.Luas Panen Ha 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0.91 . Produktivitas.24 ribu hektar (6.2 Perkembangan Luas Panen.54 persen). Jagung .84 ribu ton. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270. sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.

52 -3 216 -1.17 203.33 -81 333 -13. Ubi Jalar .73 13.Produksi (umbi basah) Ton 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.99 .03 . Kedelai .Produktivitas ku/ha 12.43 38 969 15.Produktivitas ku/ha 187. Kacang Hijau .71 7.85 0. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) 1.Produktivitas ku/ha 13.97 3.Luas Panen Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.57 0.96 -698 603 -3. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5.53 persen dari triwulan IV2009.81 0.46 202.Luas Panen Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8.39 3.38 6.99 8.27 123.91 11.33 141 196 6.Produksi (umbi basah) Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8.Produksi (pipilan kering) Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.82 .88 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 87 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR XIII.02 14.56 0.35 1. Ubi Kayu .10 .56 12..02 persen (y-on-y) dari triwulan IV-2010. .49 12.Produksi (biji kering) Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.Produktivitas ku/ha 111.04 .11 .78 .57 -39 895 -6. Kacang Tanah .Luas Panen Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.17 -88 279 -11.33 4.30 11.59 0.48 13.48 0.25 1. TRIWULAN IV 2011 A.Luas Panen Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.Produktivitas ku/ha 10.18 1. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik sebesar 6.Produksi (biji kering) Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.42 .93 5.92 113.85 -0.25 1.63 -410 -0.53 91 506 0.24 49 392 16.81 2.02 .14 -1.Luas Panen Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1.26 1.59 .92 -63 193 -6.Produksi (biji kering) Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.07 0.21 9.85 0.

51 4. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1. dan triwulan IV-2008 naik 1.00 7.02 persen dari triwulan IV-2010 5.triwulan IV-2009 naik 4. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) Per sen 8.00 2.02 88 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 5.53 2008 2009 2010 2011 Tahun 6. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 13. 3.16 persen (m-to-m) dari November 2011.00 2.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 Tahun q-to-q y-on-y .46 Pertumbuhan produksi Industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik 6.00 5. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5.23 persen (y-on-y) dari November 2010.09 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.46 persen dari triwulan IV-2008.00 0.51 persen dari triwulan IV-2007.00 6. 1.83 persen (y-on-y) dari Desember 2010.00 3. 6.43 persen (m-to-m) dari Oktober 2011. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0. Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3. Tabel 13.00 4. 4.00 1.

98 7.92 3.25 Februari 4.69 6.34 1.13 2.02 5.46 April 3.02 3.66 -0.10 2.38 2.23 -0.44 2.01 2009 -1.53 0.85 5.48 -3.00 5.07 5.15 1.87 5.72 Juli 5.68 4.30 3.50 7.09 5.50 2.51 3.80 4.68 6.56 Tabel 13.53 1.31 -3.34 2010 -1.43 Desember 7.02 7.01 November 4.77 4.89 Mei 4.61 2.95 3.06 -0.10 5.11 September 0.81 10.30 1.66 1.83 1.57 -1.67 5.Total Triw I Triw II Triw III Triw IV Triw I Triw II Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2008 -0.49 5.02 1.65 2.96 0.83 2.26 5.16 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -0.19 0.60 1.34 1.96 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 89 .10 -6.42 2.26 4.85 3.09 4.53 4.73 0.22 -5.17 1.20 2.45 2011 -1.74 0.23 Juni 5.57 Oktober 4.03 2.00 Maret 3.27 -1.66 Agustus 4.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 Bulan y-on-y m-to-m 2010 2011 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) Januari 5.46 1.64 0.69 1.06 5.

90 -5.63 -1.18 7.34 10. Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar 2.32 4. serta perlengkapannya 6.17 24 Kimia dan barang-barang dari bahan kimia 25 Karet dan barang dari karet dan barang dari plastik -3.95 7.04 11.51 -0.60 0.74 22 Penerbitan.79 0.75 0.41 -10.52 -0. kecuali mesin dan peralatannya 4. televisi.99 3.62 1. dan Reproduksi Media Rekaman 3.32 10.00 -8.79 6.15 2.34 16 Pengolahan tembakau -2.50 27 Logam dasar 1.20 -3.24 31 Mesin listrik lainnya dan perlengkapannya -2.44 0.57 -1.48 -5.18 7. dan barang-barang anyaman 5.92 29 Mesin dan perlengkapannya 1.64 1.63 0.77 -3.18 -3.95 14.07 -2. dan peralatan komunikasi.80 0. barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur).14 19 Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki -1.92 0.78 2.43 -9.04 1. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.45 3. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1.12 25. triwulan II2011 naik 1.45 -0.84 13.50 2.55 -6.72 -12.32 21 Kertas dan barang dari kertas 0.85 28 Barang-barang dari logam.92 3.69 -1. Percetakan.61 2.90 2.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13.74 -3.58 0.22 -0.67 5.09 8.36 0.77 -1.37 0.12 -3.04 -0.80 6.87 -4.70 0.32 4.01 5.25 7.89 5.78 2.69 1.56 Industri Manufaktur 2.09 90 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 B.96 20 Kayu.90 -1.95 3.13 2.44 -11.03 2.26 0.60 -11.67 4.54 18 Pakaian jadi 0.3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 KBLI Jenis Industri Manufaktur Triwulan/Tahun III/10 IV/10 I/11 II/11 III/11 IV/11 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 15 Makanan dan minuman 4.21 persen dari triwulan II-2011.09 5.33 0.96 -1.95 -1.80 -1.70 2.24 -2.00 32 Radio.51 2.87 7.20 0.92 -3.11 -11.47 34 Kendaraan bermotor -2.39 1.16 -4.32 36 Furnitur dan pengolahan lainnya 0.93 6.68 -0.93 0.72 17 Tekstil 0.82 8.20 0.87 -6.81 1.24 1.60 35 Alat angkutan.73 -0.48 .46 -1.40 26 Barang galian bukan logam -0.84 7.11 -5. selain kendaraan bermotor roda empat atau Lebih 6.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.34 5.71 0.

00 5.48 2010=100 2.00 6.00 3. Industri pakaian Jadi turun 4.04 persen dari triwulan III-2011.00 2.54 persen dari triwulan III-2011 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2. 4.54 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 91 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13.22 persen. Grafik 13.50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.00 7. dan Industri tekstil turun 1.15 persen. 3. Industri Furnitur naik 9. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi. Barang dari Karet dan Plastik naik 8. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14.26 persen dari triwulan IV-2010. dan Industri Karet.00 1. dan triwulan I-2011 naik 1. dan Industri Karet.00 4.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 Per sen 8.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 . Industri logam Dasar naik 12.21 Pertumbuhan produksi IMK triwulan IV-2011 naik 4.31 persen.persen dari triwulan I-2011. Obat.00 0. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4.22 persen.02 persen.00 1.21 persen.26 1. dan Obat Tradisional naik sebesar 10.21 persen dari tahun 2010. Barang dari Karet dan Plastik naik 12. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 4.71 persen dari tahun 2010.

92 -0.86 13 Tekstil -1.25 5. A.69 1. dan semi trailer -5.28 -2.24 1.36 0.67 12.83 -0.18 -2.91 31 Furnitur 5. dan optik -0.82 4.74 -0.41 6.99 1.31 3.88 5.84 -2.53 -19. produk obat kimia.50 -5.39 11 Minuman -5. barang elektronik.04 -1.10 26 Komputer.53 IMK 1.54 3.44 9.5 ribu orang menjadi . Secara kumulatif.78 5.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6. jumlah wisman Januari 2012 turun 9.08 1. barang dari karet dan plastik 5.00 -1.14 4.71 92 PARI WI S ATA J ANUARI 2012 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.15 8.50 6.62 11.58 0.65 6. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1.88 0.22 5.27 0.68 -4.37 27 Peralatan listrik -12.96 0.82 1.55 21 Farmasi.26 1.22 -2.88 0.36 3.03 0.53 -2.31 1. trailer.24 -1.93 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011 sebesar 548.18 1.44 -4.96 10.60 6. bambu dan sejenisnya 3.86 24 Logam dasar 3. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).07 2.54 4.23 2.32 1.10 3.05 9.8 ribu orang.92 -1.30 7.28 7.55 12 Pengolahan tembakau -0. dan obat tradisional 13. dan barang anyaman dari rotan.21 4.13 3.72 29 Kendaraan bermotor.06 5. jumlah an g O r wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.76 4.12 9.31 8.78 6. jika dibanding jumlah wisman Desember 2011.19 5.12 4. selama Januari 2012.21 32 Pengolahan lainnya 2.51 6.27 2.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1.52 8.08 2.77 -0.02 5.50 16 Kayu.19 3.50 2.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.7 ribu orang atau naik 18.74 -7.35 30 Alat angkut lainnya -0.53 1.46 12.15 3.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.35 -1.94 14 Pakaian jadi 0.01 9.22 23 Barang galian bukan logam 2.88 17 Kertas dan barang dari kertas -8.12 -3.70 10.39 -4. Sementara itu.61 3.92 persen.82 4.22 8.48 2.21 22 Karet.05 6.99 1.82 -10.15 -4.24 1.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1. yaitu dari 724.76 14.99 1.KBLI Jenis Industri Pertumbuhan Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 10 Makanan dan minuman 0. barang dari kulit dan alas kaki 4.42 4.61 15 Kulit.99 5.

652,7 ribu orang. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20,05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011, dan turun sebesar 8,29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.
300.000 250.000 200.000 150.000 100.000 50.000 '1 1 J an

Grafik 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk
b M F e

Januari 2011–Januari 2012
pr Mei ar A J un J g t ul A

Bulan
p O S e

Jumlah wisman Januari 2012 mencapai 652,7 ribu orang atau naik 18,93 persen
k t Soekarno-Hatta Ngurah Rai Batam Lainnya Nov D

2. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, selama Januari 2012 mencapai 249,7 ribu orang atau naik 19,87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011. Begitu pula, jika dibanding Desember 2011, jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012, naik 0,56 persen yaitu dari 248,3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249,7 ribu orang pada Januari 2012.
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 e s '1 2 J an PARI WI S ATA J ANUARI 2012 93

3. Dari 652,7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012, diantaranya berkebangsaan Singapura (14,73 persen), Cina (14,06 persen), Malaysia (12,46 persen), Australia (11,35 persen), Jepang (4,75 persen), Korea Selatan (4,72 persen), dan Taiwan (3,14 persen). B. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap 1. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51,27 persen atau naik 0,80 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, jika dibanding dengan Desember 2011, TPK Januari 2012 turun sebesar 4,30 poin.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Grafik 14.2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia se n Pe r
70 60 50 40 30 1 F ' 1 Ja n a r eb M

Januari 2011–Januari 2012
r A p M ei Ju n Ju l

Bulan
t S A g

TPK Januari 2012 mencapai 51,27 persen atau naik

0,80 poin
kt N ep O Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5

2. TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62,01 persen, turun 2,65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Jika dibanding Desember 2011, TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0,42 poin.

o v D es 1 2 Jan ' 94 PARI WI S ATA J ANUARI 2012

3. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2,03 hari, yang berarti terjadi penurunan sebesar 0,10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,10 hari, dibanding Desember 2011.
Bulan/ Tahun

Tabel 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman, Tingkat Penghunian Kamar, dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012
Wisman Nasional Wisman Bali TPK 20 Prov. Jumlah Perubahan (%) Jumlah Perubahan (%) (%) TPK Bali (%) Rate Perubahan Rate PeruEDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Lama Menginap Tamu (Hari) bahan Ratarata

47 7.13 0. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930.85 58.67 252 855 0.03 0.87 62.70 65.05 -12.06 51.34 54.74 1.04 Mei 600 191 -1. an .85 2.30 208 832 -6.16 0.07 -0.43 2.48 1.96 -0.63 248 336 12.64.80 52.97 -1.2 788 706 .10 0.81 208 337 -6.93 0.04 -0. Grafik 15.62 2.62 .56 51.11 0.18 64.88 70.11 Juni 674 402 12.7 ribu orang atau turun 4.4 juta orang atau turun 2.23 -2.02 Juli 745 451 10.09 Maret 598 068 5.36 71.44 1.27 -4.36 50.31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.66 3.93 2.71 55.03 0.93 -0.57 1.13 1.36 245 248 17.30 51.01 3.57 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2011.87 2.47 -3. Jumlah penumpang angkutan udara dalam MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 negeri (domestik) selama Januari 2012 mencapai 4.03 0.44 56.82 .2.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011.07 April 608 093 1.16 220 341 -9.95 52.10 0.15 -5.34 0.42 2.54 279 219 13.06 September 650 071 4.37 2. A.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Jan–Des 2011 7 649 731 . Angkutan Udara 1.27 1.09 November 654 948 -0.52.03 62.90 -1.95 0.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15.28 202 539 0.32 62.30 62.90 46.10 Perubahan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 95 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 XV.85 52.68 224 423 10.01 -0.32 2.05 2.61 63.15 Februari 568 057 3.57 2.91 244 421 -3.15 64.63 0.08 Desember 724 539 10.59 1.50 201 457 -3.69 -9.60 61.68 252 698 3.13 0.92 249 728 0.01 Agustus 621 084 -16.87 3.02 Januari 548 821 -14.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 2.90 60.75 5.00 Jan 2012 652 692 -9.97 -0.01 0.12 65.07 Oktober 656 006 0.01 2.54 51.98 0.

4 juta orang.57 persen p O S e k t e s Nov D penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional '1 2 J an 96 TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 B.g ta o r ju 20 18 10 12 14 16 0 2 4 6 8 '1 1 J an b M F e ar A pr Mei J un i i A J ul g u Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. Angkutan Laut Dalam Negeri . naik 5.

Jumlah barang yang diangkut kereta api selama Januari 2012 mencapai 1.1 juta orang atau turun 4.1 juta orang.67 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Bulan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 97 .9 juta ton atau turun 3.9 juta ton atau turun 16.1.18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. turun 20.6 ribu orang.40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. Angkutan Kereta Api 1.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.6 ribu orang atau turun 8. C. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510.76 persen Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16. 2.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18. turun 4. Selama bulan Januari 2012. 2. jumlah penumpang kereta api mencapai 16.76 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam negeri selama Januari 2012 mencapai 8.

88 16 811 3.9 -5.199 337 .60 624.0 23.1 -23.97 14 489.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Angkutan Laut Angkutan Kereta Api Domestik Internasional Penumpang Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) org) Peru(000 bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) org) Peru(000 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 2011 51 517.5 4.51 887.52 10 399.05 644.5 -6.9 -1.46 510.3 .01 890.0 .44 Mei 4 221.7 -11.7 554.6 -11.97 557.14 16 179 -1.83 15 205.28 13 086.4 9.1 13.65 Agustus 3 680.75 1 587 3.93 Februari 3 812.72 15 223.68 17 265 -1.45 13 595.68 14 890 -11.25 598.9 -8.19 613.6 10.71 April 4 098.8 -24.00 896.1 -0.0 7.7 9.510.3 15.96 786.80 Juli 4 901.8 -3.33 14 846 -18.930.6 16.87 770.16 Oktober 4 348.65 18 132 5. dan data penumpang angkutan .80 1 006.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 15.1 11.7 -4.31 930.02 1 672 25.87 854.90 16 891 -4.59 656.7 .52 12 055.39 590.6 -8.2 -8.152 432.98 1 728 3.0 .8 881.58 1 757 6.78 1 036.19 Maret 4 155.61 Juni 4 676.48 529.12 16 441 -3.34 16 978 14.15 539.3 -16.02 1 744 7.7 1.16 643.2 -11.1 -2.0 -16.5 -2.8 -7.90 974.40 8 881.4 10.25 16 461 -2.6 .0 -9.26 773.7 3.22 1 886 -3.9 15.8 1.47 1 620 -7.16 1 648 -1.9 1.3 4.5 1.1 .33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).3 .37 858.72 1 891 9.91 Desember 4 490.18 16 102 -4.41 14 038.6 22.4 -13.3 -4.91 1 951 6.8 -0.12 1 675 -3.96 September 4 546.71 1 836 -2.28 10 442.20 439 Januari 4 155.5 -16.7 -1.8 -3.96 11 199.6 17.16 102 .85 1 330 -16.26 2012 4 387.4 5.88 806.5 -8.35 867.1 886 Januari 4 387.3 .67 17 522 6.5 -7.33 10 594.43 November 4 429.6 -2.4 -4.03 12 398.38 16 921 13.10 828.38 974.5 13.

Pada bulan Maret 2011.49 persen). Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan.72 Jumlah penduduk miskin pada bulan September 2011 sebanyak 29.00 10.59 12.kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi. Selama periode Maret 2011– September 2011.36 persen).02 juta orang (12. sementara di daerah pedesaan berkurang 0. A.00 9. sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah . 63.36 persen) 15.13 juta orang (Tabel 16.04 juta orang.1 Persentase Penduduk Miskin 9.00 5.1).00 15.49 kota desa kota+desa Maret 2011 September 2011 2.00 0.23 Grafik 16.89 juta orang (12. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2011 yang berjumlah 30.09 juta orang.89 juta orang (12. 3. bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) 98 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI. berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0. se n Pe r 20. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1.20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan.09 15.

Selain itu.36 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 99 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 16.79 persen dari 103.19 menjadi 34. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0.perdesaan 63. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng.32 pada Maret 2011 menjadi 105.59. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.35 persen. Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6.26 persen. gula pasir. 61.35 persen.49 September 2011 179 204 64 525 243 729 29.23 September 2011 184 919 78 675 263 594 10.89 12. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I.28 persen.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011. Sementara itu. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.51 persen.6 persen pada periode yang sama.1 Garis Kemiskinan. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7.94 15. Persentase penduduk miskin 100 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 . Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1.17 pada September 2011. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34.72 September 2011 172 723 50 458 223 181 18.09 Perdesaan Maret 2011 165 211 48184 213 395 18.97 15.46 pada Februari 2011 menjadi 21. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0. cabai rawit.36 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah. 2.72 persen.05 9.48 persen. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 12. dan 30. Selama periode Maret 2011–September 2011.95 9.06 pada Agustus 2011.25 persen. II. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1.59 Kota+Desa Maret 2011 171 834 61 906 233 740 30. dan 2.21 persen.02 12.4 persen terhadap Triwulan I 2011. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18. yaitu sebesar 2. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Jumlah penduduk miskin (juta) Makanan Bukan Makanan Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perkotaan Maret 2011 177 342 75 674 253 016 11. 1.64 persen terhadap ITK Triwulan I.

B. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Selama bulan Maret 2011–September 2011, Garis Kemiskinan naik sebesar 4,27 persen, yaitu dari Rp233.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243.729 per kapita per bulan pada September 2011. Garis Kemiskinan (GK), terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Peranan GKM terhadap GK sangat dominan, yaitu mencapai 73,52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73,53 persen pada bulan September 2011. 2. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras. Pada bulan September 2011, kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26,60 persen di daerah perkotaan dan 33,71 persen di daerah perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8,31 persen di perkotaan dan 7,11 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3,35 persen di perkotaan dan 2,66 di perdesaan), gula pasir (2,78 persen di perkotaan dan 3,74 persen di perdesaan), mie instan (2,58 persen di perkotaan dan 2,28 persen di perdesaan), daging ayam ras (2,30 persen di perkotaan dan 1,27 persen diperdesaan), tempe (2,25 persen di perkotaan dan 1,84 persen di perdesaan), tahu (1,97 persen di perkotaan dan 1,50 persen di perdesaan). 3. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan, listrik, angkutan, dan biaya pendidikan. Kontribusi biaya perumahan (7,36 persen di perkotaan dan 5,72 persen di perdesaan), biaya listrik (2,75 persen di perkotaan dan 1,58 persen di perdesaan), biaya pendidikan (2,49 persen di perkotaan dan 1,21 persen di perdesaan), dan biaya angkutan (2,10 persen di perkotaan dan 0,89 persen di perdesaan). C. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. 2. Pada periode Maret 2011–September 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2,08 pada bulan Maret 2011 menjadi
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 101

2,05 pada bulan September 2011. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,55 menjadi 0,53 pada periode yang sama (Tabel 16.2). Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 16.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah, Maret 2011–September 2011
Tahun Kota Desa Kota+Desa

(1) (2) (3) (4) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P
1

) Maret 2011 1,52 2,63 2,08 September 2011 1,48 2,61 2,05 Indeks Keparahan Kemiskinan (P
2

) Maret 2011 0,39 0,70 0,55 September 2011 0,39 0,68 0,53 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011

3. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan. Pada bulan September 2011, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1,48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2,61. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0,39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0,68.

102 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011

Tabel 16.3 Garis Kemiskinan, Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin September 2011
Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Perkotaan Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Pedesaan Total Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 346 385 169,30 13,03 308 265 730,89 22,01 900,19 19,48 Sumatera Utara 288 023 652,09 10,10 239 208 769,35 11,53 1 421,44 10,83 Sumatera Barat 308 068 145,01 7,61 255 719 296,79 9,85 441,80 8,99

Riau 321 390 136,10 6,01 280 271 336,35 9,56 472,45 8,17 Jambi 316 123 97,26 9,95 233 566 154,53 6,99 251,79 7,90 Sumatera Selatan 288 432 407,42 14,94 224 497 654,45 13,39 1 061,87 13,95 Bengkulu 297 506 88,19 16,30 253 434 215,16 17,83 303,35 17,36 Lampung 282 456 224,23 11,32 232 723 1 053,70 18,39 1 277,93 16,58 Bangka Belitung 351 414 20,96 3,35 348 736 44,59 6,91 65,55 5,16 Kepulauan Riau 363 572 104,78 7,09 306 981 17,72 5,46 122,50 6,79 DKI Jakarta 368 415 355,20 3,64 0 0,00 0,00 355,20 3,64 Jawa Barat 234 622 2 628,35 9,09 209 777 2 022,45 13,39 4 650,81 10,57 Jawa Tengah 231 046 2 175,82 14,67 205 981 3 080,17 17,50 5 255,99 16,21 DI Yogyakarta 273 678 298,92 12,88 226 770 265,31 22,57 564,23 16,14 Jawa Timur 242 403 1 734,31 9,66 214 166 3 493,00 17,66 5 227,31 13,85 Banten 247 575 335,12 4,54 214 179 355,75 9,74 690,87 6,26 Bali 255 996 100,86 4,20 217 205 82,27 5,17 183,13 4,59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445,23 23,42 210 046 450,96 16,99 896,19 19,67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99,23 10,47 186 504 887,27 22,93 986,50 20,48 Kalimantan Barat 239 411 89,89 6,70 211 069 286,24 9,25 376,12 8,48 Kalimantan Tengah 259 917 28,29 3,74 254 399 121,73 8,10 150,02 6,64 Kalimantan selatan 268 791 59,96 3,83 235 442 138,66 6,45 198,61 5,35 Kalimantan Timur 359 290 87,90 3,80 297 986 159,23 11,26 247,13 6,63 Sulawesi Utara 227 069 78,14 7,51 216 496 116,58 9,25 194,72 8,46 Sulawesi Tengah 271 260 65,90 10,05 239 973 366,17 17,96 432,07 16,04 Sulawesi Selatan 206 620 133,58 4,48 173 649 701,93 13,63 835,51 10,27 Sulawesi Tenggara 208 575 28,33 4,51 195 620 305,95 18,43 334,28 14,61 Gorontalo 202 305 14,76 4,06 192 274 177,64 25,21 192,40 18,02 Sulawesi Barat 203 048 33,44 12,21 189 980 129,74 14,06 163,18 13,64 Maluku 288 414 56,49 9,59 257 076 299,92 30,03 356,40 22,45 Maluku Utara 264 367 8,55 2,95 226 299 98,53 12,61 107,08 10,00 Papua Barat 356 222 13,62 5,71 325 128 213,49 38,30 227,12 28,53 Papua 320 321 37,35 4,75 266 271 909,05 40,53 946,39 31,24 INDONESIA 263 594 10 954,58 9,09 223 181 18 935,56 15,59 29 890,14 12,36

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin

S UPL E ME N: ME TODOL OGI 103

SUPLEMEN: METODOLOGI XVII.
1. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). Sebaliknya, perubahan negatif IHK disebut deflasi. IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres, yaitu :
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22
n k

P IHK

ni

QP P
1 )1( i oiin k )1( in

dan selalu ada barang/jasanya. Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. SBH terakhir diadakan tahun 2007. penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. dan inflasi volatile goods. Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. 104 S UPL E ME N: ME TODOL OGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. nilai . sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. inflasi administered prices. seperti ekspektasi inflasi. Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota.i oioi Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : I 1 QP IHK IHKIHK nn n )1( n )1( 100 100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. dapat dicari harganya. Sejak Juni 2008. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH. yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh.

3. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. rumah tangga yang mempunyai pembantu. Pertamina dan BP Migas. mobil. Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai). menghitung semua komponen nilai tambah. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. minyak goreng. data Migas dari KPPBC. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. susu. Berdasarkan tahun dasar 2007. rokok. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. sepeda motor. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. bengkel.tukar. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. tarif listrik. 2. cabai. mie. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. daging ayam ras. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. restoran siap saji. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. menghitung semua komponen pengeluaran PDB. Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan . dan sebagainya. dan (3) pendekatan pengeluaran. pasar modern. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. yang sifatnya cenderung permanen. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). dan sebagainya. dan sebagainya). sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. (2) pendekatan pendapatan. dan sebagainya. upah buruh. dan bersifat umum. setiap 2 minggu. Secara teoritis. setiap minggu. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. praktek dokter. persistent. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan.

penghuni perahu/rumah apung. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya. atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. Survei Penduduk Antar Sensus. dengan pendekatan rumah tangga. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya.id. Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka.go. Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). pengungsi dan masyarakat terpencil).berikutnya). adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela). Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). mereka yang tidak mencari . Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4. paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Pengangguran Terbuka (Unemployment). Pengumpulan data berbasis sampel. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010.bps. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia. yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan. baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. awak kapal berbendera Indonesia. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. mereka yang mempersiapkan usaha. Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 5.

Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 108 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 8. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel). Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. dan Perikanan. Karena unit penggilingan bukan merupakan responden. harga di penggilingan ditentukan dari . Tanaman Perkebunan Rakyat. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. Hortikultura. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). 7. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 107 6. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. Peternakan. Semakin tinggi NTP. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah.

IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia.d.105/PMK. dengan responden pimpinan perusahaan. industri. merupakan angka realisasi. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya. impor dan ekspor. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005. Jumlah sampel STB sebanyak 2. tetapi saat panen raya (Maret s.hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional. 11. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia.8 Tahun 2003. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. yaitu: pertanian. Data realisasi produktivitas diperoleh dari . Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005. 10. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar). Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang. dan diprediksi menurut tingkatan waktunya. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1.400 perusahaan besar dan sedang.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. 9. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. pertambangan dan penggalian.500 rumah tangga. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya.

Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan.576 perusahaan. Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 110 S UPL E ME N: ME TODOL OGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. 12. Data yang . Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang. Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia.hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan. termasuk di dalamnya Crew WNA. Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. baik laut maupun udara. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3). terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April. Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). 13. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi.

PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 111 14. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Dengan pendekatan ini. Kemiskinan i. Sebagai informasi tambahan. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). ii. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. 15. dapat dihitung Head Count Index (HCI). PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). IV. Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. BPS menggunakan konsep kemampuan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. Dengan pendekatan ini.dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). jumlah kamar terpakai. iii.d. Untuk mengukur kemiskinan. Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara. . Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful