Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi yaitu

Kondisi Ekonomi Indonesia 2012 Diproyeksi Solid, dan Tumbuh Hingga 6,7 Persen
[Unpad.ac.id, 16/02/2012]Kondisi perekonomian global pada tahun 2011 menunjukkan kondisi yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut dapat berakibat negatif pada kondisi perbankan di berbagai negara, selain juga memiliki dampak terhadap meningkatnya resiko kondisi perekonomian di masa yang akan datang. Walaupun demikian, kondisi buruk tidak terjadi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2011 mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu mencapai 6,5 persen. Hal ini juga seiring dengan kondisi perbankan di Indonesia yang cukup baik. “Berbagai kondisi kondusif tersebut tidak terlepas dari kebijakan Bank Indonesia dan koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah,” ujar Kepala Biro Pengaturan Bank- Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia, Irwan Lubis, saat menjadi Keynote Speaker dalam One Day Seminar “Global Crisis and Resistance of Indonesian Banking”. Acara ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (16/02). Sementara Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman mengatakan bahwa ketidakpastian global yang terjadi saat ini lebih kompleks dibandingkan dengan krisis global yang terjadi pada tahun 2008. Hingga saat ini, kondisi perekonomian masih tidak menentu dan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu mendatang. Krisis perekonomian yang mulanya terjadi di Yunani ini sudah kian menyebar ke beberapa negara di Eropa, seperti Spanyol, Italia, Portugal, dan Perancis, yang terlihat dari meningkatnya biaya pinjaman dari negara-negara tersebut. Namun demikian, senada dengan Irwan, Abdul Rachman juga mengatakan bahwa di tengah ancaman krisis global, perekonomian Indonesia memiliki kondisi yang baik. Kondisi Perekonomian Indonesia pada tahun 2012 bahkan diproyeksikan solid, dan memiliki peningkatan hingga 6,7 persen. Menurutnya, hal ini besar dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi domestik. “Ekonomi domestik tumbuh karena porsi ekonomi kita yang bergantung pada ekspor relatif kecil,” ungkapnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 juga didorong karena diakuinya perekonomian Indonesia oleh negara-negara berkembang. Beberapa negara berkembang menganggap bahwa Indonesia sudah dapat mengelola ekonominya dengan baik. Optimisme prospek perekonomian tahun 2012 juga didorong adanya peningkatan rating Indonesia yang masuk ke level investment grade. Dengan demikian, beberapa negara berkembang sudah menunjukkan rasa percaya yang tinggi untuk menginvestasikan dananya di Indonesia.

“Hal ini akan berdampak positif. Misalnya perusahaan multinasional akan melakukan investasi jangka panjang. Selain supply uang akan meningkat, job opportunity juga akan meningkat,” tutur Abdul Rachman. Seiring dengan hal tersebut, kondisi perbankan nasional juga sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari sisi aset, penyaluran kredit, rasio permodalan, dan kualitas kredit perbankan di Indonesia. Kedepannya, kinerja perbankan nasional akan tetap solid karena didukung oleh beberapa hal, yakni kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat dan kualitas fundamental sektor perbankan nasional yang berada dalam kondisi yang baik.

Tantangan Global Masih teringat jelas, sepanjang tahun 2011, isu krisis utang dan defisit anggaran akut di Yunani membuat goncangan-goncangan ekonomi terutama di pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE), dan khususnya 15 negara pengguna mata uang euro, ternyata tidak berhasil mengembalikan keyakinan investor, bahkan pesimisme menguat bahwa krisis UE akan memakan waktu yangg lama. UE menghadapi problem fiskal yang berat dengan defisit anggaran rata-rata tercatat 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan rasio utang terhadap PDB sebesar 80 persen. Tidak hanya UE dijerat oleh krisis fiskal, problem anggaran di Amerika Serikat (AS) juga sangat akut. Dengan defisit anggaran sebesar 1,3 triliun dollar AS atau sekitar 8,6 persen dari perkiraan PDB 2011 dan besarnya utang pemerintah yang mencapai 15,6 triliun dollar AS atau sekitar 90 persen dari PDB. Krisis fiskal membuat AS kehilangan peringkat tertingginya AAA selama 70 tahun menjadi AA+ pada 3 Agustus 2011 lalu. Dalam perkembangan belakangan ini ekonomi AS mulai menunjukkan perbaikan terutama dengan semakin membaiknya keyakinan konsumen dan turunnya tingkat penggangguran menjadi 8,5 persen pada Desember 2011. Harapan juga muncul dari UE seiring dengan semangat untuk melakukan konsolidasi fiskal disertai injeksi likuiditas dalam bentuk pinjaman dari Bank Sentral Eropa (ECB) kepada perbankan di UE dengan bunga hanya 1 persen dan tenor 3 tahun. ECB dikabarkan masih akan menambah jumlah pinjaman tersebut hingga mencapai 1 triliun euro. Tambahan likuiditas dalam jumlah yang cukup masif ini juga memberi peluang mengalirnya dana UE tersebut ke emerging market Asia, termasuk ke Indonesia. Apalagi disaat yang sama, kondisi ekonomi Indonesia mempunyai kekuatan pasar domestik yang disertai dengan peningkatan daya beli masyarakat. Tantangan domestik Struktur demografi Indonesia menjadi daya dukung pasar domestik terrsebut. Jumlah penduduk dengan kategori kelas menengah - menurut Bank Dunia adalah penduduk dengan pengeluaran antara 2 dan 20 dollar AS per hari - meningkat sebanyak 50 juta antara tahun 2003-2010.

Selain dukungan demografi, kinerja makro Indonesia tercatat solid menguat. Ketika pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan hingga negatif (resesi), bersama Cina dan India - ekonomi Indonesia tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi semakin solid di tahun 2010 yang mencapai 5,9 persen yoy, dan 6,5 persen yoy pada tahun 2011. Disaat yang sama, angka inflasi turun, cadangan devisa terus bertambah menembus diatas 100 miliar dollar AS. Selain itu, ekonomi Indonesia juga didukung oleh sistem keuangan yang relatif stabil. Indeks stabilitas keuangan tercatat semakin rendah. Hasil perhitungan BI mencatat indeks stabilisasi sebesar 1,68 pada Oktober 2011, turun dari 2,43 pada krisis 2008. Di pasar keuangan, Indonesia berpotensi menjadi primadona investasi tahun 2012, terlebih lagi Fitch pada 15 Desember 2011 lalu menetapkan Indonesia masuk dalam kategori peringkat investasi. Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2012 justru berasal dari sektor riil didalam negeri. Pasar domestik yang kuat bisa menjadi relokasi pasar domestik sementara waktu. Tentunya pasar domestik Indonesia juga menjadi incaran pasar impor terutama dari negara-negara Asia akibat mitra dagang mereka di UE melemah. Akses ke perbankan yang tidak cukup mudah disertai bunga kredit yang mahal, biaya logistik yang tinggi karena terbatasnya konektivitas dan tentu saja infrastruktur yang tidak memadai dan masalah akut korupsi. Pada saat yang sama pemerintah mulai 1 April mendatang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata sebesar 10 persen dan akan melarang mobil plat hitam menggunakan premium subsidi. Menurut pemerintah, kedua komponen tersebut diperkirakan akan menambah inflasi sebesar 0,8 persen. Namun kami perkirakan dampak totalnya memberikan tambahan inflasi hingga 2 persen. Ekspektasi kenaikan inflasi ini akan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Faktor-faktor tersebut membuat daya saing produk domestik kalah dibandingkan produk impor terutama untuk barang konsumsi. Akankah produk Indonesia bisa bersaing di pasar sendiri ditengah kemungkinan gempuran produk-produk impor yang lebih murah ditengah kendala yang ada? Kuncinya adalah kredibilitas pemerintah. Rencana pemerintah membangun berbagai proyek infrastuktur harus terealisasi dan pemerintah perlu melakukan terobosan kebijakan dalam jangka pendek. Saatnya pemerintah juga agresif disisi fiskal, memastikan serapan anggaran yang maksimal sehingga peran pemerintah mendorong pertumbuhan yang bisa mengkompensasi kemungkinan perlambatan dorongan ekonomi dari penerimaan ekspor. Intinya adalah bagaimana membuat pasar domestik menjadi kekuatan ekonomi Indonesia ditengah berbagai risiko global saat ini.

81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (y-on-y) sebesar 3. Upah Buruh Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik masing-masing sebesar 0. dan barang modal US$2.56 persen.5 persen. Inflasi Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) .27 persen dan cabai rawit turun 6.02 persen jika dibanding impor Januari 2011.49 miliar. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12. Harga cabai merah Februari 2012 turun 30. dan pertambangan dan lainnya US$2.30 persen dibanding bulan sebelumnya. Ekspor Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15.5 persen dibanding PDB Triwulan IVMARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2010 (y-on-y).07 persen dibanding ekspor Januari 2011. Secara kumulatif.65 miliar.31 persen dibanding bulan sebelumnya.32 persen dan 0.97 miliar. nilai impor barang konsumsi Januari 2012 sebesar US$1. 2. bahan baku/penolong US$10. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. 8.77 persen dibanding Januari 2012.60 persen dibanding bulan sebelumnya.52 miliar yang terdiri dari produk pertanian US$0.3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q).48 miliar. namun naik sebesar 16.35 persen dibanding bulan sebelumnya. 3.57 miliar. Harga Pangan Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0.14 persen dibanding bulan sebelumnya.37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Menurut golongan penggunaan barang.05 persen.48 miliar. turun 9. 4. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0. PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.28 persen dibanding ekspor Desember 2011. ii HE ADL I NE S 6. industri US$9. 5.46 persen. sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012 naik 0. 7.38 miliar. dan naik 15. Pertumbuhan PDB PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6. Impor Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14. turun 11.57 persen dibanding impor Desember 2011.HE ADL I NE S i HEADLINES 1.12 miliar. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan NTP Februari 2012 turun 0. namun naik 6. Pada Februari 2012.

97 persen dibanding tahun 2010.10 persen dibanding tahun 2010. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108. Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 106. Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4.09 persen dibanding Triwulan III-2011. 11. naik 18. 9.37. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108.7 ribu orang.44).81 persen dibanding tahun 2010.02 persen jika dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y). 13.74 persen dibanding bulan sebelumnya. Transportasi Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2. namun turun sebesar 9. Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8.92 persen jika dibanding bulan sebelumnya.IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0.92).74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) menurun 1. iv HE ADL I NE S EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KATA PE NGANTAR v . EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 HE ADL I NE S i i i 12.63 ribu ton menurun 3.08. dan naik 6.31 persen MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17. 10. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652. Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108. Industri Manufaktur Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 3.84 ribu ton menurun 6.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.35 persen dibanding bulan sebelumnya. IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Produksi Tanaman Pangan Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65.

.. 16 EKSPOR JANUARI 2012 ................................................................ Februari 2012)....bps....................... perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s...............................................................d................................................................ 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr............ II.......................... tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia............d........... wisatawan dan transportasi (s. Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu........................ Triwulan IV-2011)......... perkembangan ketenagakerjaan (s. vi KATA PE NGANTAR EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR I S I v i i DAFTAR ISI HEADLINES ................................ Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s.....................d. Suryamin....... M................. 1 INFLASI FEBRUARI 2012 ............................................................ IMPOR JANUARI 2012 ................ harga dan upah (s........ 26 III..d......... Februari 2012)......... keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan..... yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan............................................... ekspor-impor (s...d.................... produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011)................... Februari 2012)................................ PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 ........... Agustus 2011)...... dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www...... perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s... hasil Sensus Penduduk 2010.................................................... xiii FOKUS PERHATIAN . vii DAFTAR TABEL ..... Januari 2012).. Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi.............................. v DAFTAR ISI ....... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jakarta....... Lebih lanjut....................... Triwulan IV-2011)............................................ triwulanan................... 9 I............ Januari 2012).........Sc......... harga perdagangan besar (s..d...............d................ IV....KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)....... Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS...................... 30 ......go................................. i KATA PENGANTAR ........................d....................... viii DAFTAR GRAFIK ..................id..

..................................................6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) ......................2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ........................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) ...................... 95 XV....................... NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 ............................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) ............. 69 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 .....................1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 .............................. 63 IX.. TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 ................................1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) .... 13 Tabel 1............ 87 XIII............... 103 XVII........V.. 83 XII.....................................9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) .............5 Inflasi Nasional Year-on-Year ... Februari 2012 (persen) ................ Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year ............. 19 Tabel 2............. 13 Tabel 1...................................11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 ..........8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ..5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) .................................................... 24 Tabel 3...................... HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 .............3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.................................................................. 12 Tabel 1......... 11 Tabel 1........ UPAH BURUH FEBRUARI 2012 ..................... 18 Tabel 2......................................4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender ................. 61 VIII...... 18 Tabel 2....... SUPLEMEN: METODOLOGI .................................. 92 XIV.................. 23 Tabel 2...............6 Inflasi Beberapa Negara. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 .............................. 22 Tabel 2.................. 77 XI....................7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) ................... 20 Tabel 2........................... Februari 2012........ 98 XVI.................7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011..... 36 VI.......... PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 ....................................... 54 VII....................................................................................................................................... INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 ............................................................................. PARIWISATA JANUARI 2012 ....................................................... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 v i i i DAF TAR TABE L DAFTAR TABEL Tabel 1......................................................................... 74 X. 21 Tabel 2..................... 24 Tabel 2... 12 Tabel 1............... 14 Tabel 2............ 17 Tabel 2................................................2 Laju Inflasi Februari 2012... PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 .....4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan... 27 ........................................... 11 Tabel 1... KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 ......................................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen). KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 .............10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ........................................................................................1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012................ Desember 2011–Januari 2012 ........................................................................................... 23 Tabel 2..............

...... 2010–2011 (juta orang) ...........7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama................ 2010 ............. 56 ...................................................................7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.................15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.. SP2010 ........................................ 32 Tabel 4............................ 2010 ..........................................................................................2 Perkembangan Impor Indonesia..................4 Ekspor-Impor Beras Indonesia........................... SP2010 ...5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama...........14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon...... 40 Tabel 5............................9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal..................................................... 35 Tabel 4... 33 Tabel 4.. SP2010 . 41 Tabel 5................... 46 Tabel 5..................... Triwulan I 2010–Januari 2012 ...........2 Penduduk..... 52 Tabel 5... Januari 2011 dan 2012 ... SP2010 ............1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan....1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.....2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ................................................................. 29 Tabel 3... 36 Tabel 5. 34 Tabel 4................. 45 Tabel 5.............................................................. 2010 ......... SP2010 .. SP2010 ..........................3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari..................................5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.....................1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.......................................5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.............................. SP2010 ...................3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan ..................13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak................................... 50 Tabel 5..... 2011 dan 2012 ...... 49 Tabel 5................ 2011 dan 2012 ........................................................................................ 28 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L ix Tabel 3.. 2010 .. 55 Tabel 6........................... 53 Tabel 6. 35 Tabel 5. 29 Tabel 4...Tabel 3............................................... 44 Tabel 5.................................................................. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$) .......... SP2010............................6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.................2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ......... 33 Tabel 4. SP2010 ......................... 48 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x DAF TAR TABE L Tabel 5.6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi........................................ Laju Pertumbuhan......10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih .............................................4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 .. 28 Tabel 3.. Juta US$) .....................................................................................................................................8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 ...................................................................4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian... Januari 2012 .......3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 ...........................12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja............................. Januari 2011–Januari 2012 ........ 43 Tabel 5...................... 47 Tabel 5....... 51 Tabel 5............. 34 Tabel 4.......................................... dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi ...8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi....... 42 Tabel 5.............................................................................11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar................................... 32 Tabel 4.....

.............................6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) ........2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan ..........................................................................................3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ......................................................5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) ....Tabel 6................ 75 Tabel 10.....................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya ................................................................................ Indonesia Januari 2012–Februari 2012..3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya..........................3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012... dan Produksi Padi Menurut Subround.......... 79 Tabel 11...................................................................3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) ......................... 88 Tabel 13.. 86 Tabel 13........... 75 Tabel 10... 59 Tabel 6.. Produktivitas................ (2005=100) ...................................1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) ..................................................2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 .. 82 Tabel 12................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 ..................... 58 Tabel 6.......1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ..... 70 Tabel 9........................4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar................. 71 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L xi Tabel 9...................... Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) ................. 67 Tabel 8......3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.2 Perkembangan Luas Panen.....1 Perkembangan Luas Panen............ 76 Tabel 11............................................. Februari 2011–Februari 2012 ............................................. 57 Tabel 6..........2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya........................................ Produktivitas............................ 2009-2011 ..................................................................... 62 Tabel 8................................................ (2005=100) .....2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi.......................... 73 Tabel 10....................................1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor .......1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas......1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani................ (2005=100) ...................................... (2005=100) .......... Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012...............4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) ............. 68 Tabel 9.................................................................. dan Produksi Palawija...................... 66 Tabel 8....................4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ........... 78 Tabel 11......................................................................................... Indonesia Januari 2012–Februari 2012.... Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010-Februari 2012 ....................... 84 Tabel 12........... 58 Tabel 6............................................ 76 Tabel 10..........................7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 ...... 2009-2011 ........................................................................................................ 81 Tabel 11. Indonesia Desember 2011–Januari 2012..................................... 60 Tabel 7......

............................................................. 94 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i i DAF TAR TABE L Tabel 15.................................101 Tabel 16......................................................1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan..................2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari................2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi....................1 Nilai Tukar Petani (NTP)......... dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota........1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 .102 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR GRAF I K x i i i DAFTAR GRAFIK Grafik 1....................... 37 Grafik 5........................................4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) ...... 99 Tabel 16.....1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s...................2010–2011 (persen) 2000=100 ............. 97 Tabel 16......................... 88 Tabel 13.............................................. dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 ....... Tahun Kalender............................2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) ... 91 Tabel 14...............................1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 . 31 Grafik 5..... 2010 .2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It). dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) ...................... Penduduk yang Bekerja......... 20 Grafik 2............................................ 25 Grafik 3............ 22 Grafik 2.. Indeks Harga yang Dibayar Petani ........... 63 Grafik 8...........1 Perkembangan Jumlah Wisman...................1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ................5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen).......... 17 Grafik 2............................... Tingkat Penghunian Kamar...................... 30 Grafik 4............3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) ........................2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah.. 2010–2012 .......................... Maret 2011–September 2011 .........6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) .............3 Garis Kemiskinan................ 1971-2010 .....3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 ................................................. Maret 2011–September 2011 ...................... 39 Grafik 6.................................... Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah................ 16 Grafik 2....................................... dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 ..........1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 ....................d Triwulan IV-2011 (persen)................................................................................4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 .......................1 Garis Kemiskinan.................................................1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 ....... Februari 2011–Februari 2012 ............ Jumlah. 26 Grafik 4...3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia........... 38 Grafik 5.............................................................................. 19 Grafik 2....1 Jumlah Angkatan Kerja....................................................................... 61 Grafik 8.... 2011 dan 2012..... 54 Grafik 7....... 89 Tabel 13.. 9 Grafik 2....

Inflasi Februari 2012 sebesar 0.....................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi .......................... 83 Grafik 12............................81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3...................................................29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0................................................................ perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6............................................................................................................................................ 87 Grafik 13........................ 92 Grafik 14................1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 ........................... 84 Grafik 13...........2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ....... 98 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 1 FOKUS PERHATIAN 1.. 80 Grafik 11........................ Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0........ 81 Grafik 12.......... Februari 2011–Februari 2012 ...................................... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.....................05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0..... 78 Grafik 11.....1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ....5 persen ....56 persen.............................. Dari 66 kota......................04 persen)..................... Pada Triwulan IV-2011..... Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.............13 persen........ Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1....1 Perkembangan Produksi Padi..................2 Pola Panen Padi........................................ 2.... 74 Grafik 11............................................2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 .. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1.................................................................................. Februari 2010–Februari 2012 .............73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0...........2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi ...............................1 Persentase Penduduk Miskin ............................3 Inflasi Perdesaan.............05 persen.................................... 2009–2011 ...............................1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ...1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ....05 persen............................................1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 . 64 Grafik 8..... 2009–2011 ............................... 70 Grafik 10..............(Ib)........03 persen).... 93 Grafik 15..... 69 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i v DAF TAR GRAF I K Grafik 9.............................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 ................................................. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi.............................................. 65 Grafik 9....... 95 Grafik 16........................... 90 Grafik 14...1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) .....

66 persen dibanding bulan sebelumnya. Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011.5 persen.49 miliar. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. naik 6. naik 6.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.52 miliar atau turun 7.49 miliar.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear). dan impor barang dan jasa naik sebesar 6. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. atau naik 16.(year-on-year). Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. 4.3 persen. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14. naik 16. PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1.1 persen.97 miliar atau turun 14.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear). Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0. Hotel dan Restoran sebesar 10.07 persen (year-on-year).2 persen dan terendah di Sektor Pertanian. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2.82 persen. 2 F OKUS PE RHATI AN 3. namun turun 9. ekspor barang dan jasa naik sebesar 3. Menurut sektor.57 persen dibanding impor Desember 2011.8 persen.28 persen dibanding ekspor Desember 2011. namun turun sebesar 11. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5.3 persen.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian. ekspor hasil pertanian turun 1.57 miliar.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).5 persen.2 persen. Secara kumulatif. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14. Ditinjau dari sisi penggunaan. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.57 miliar. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6. Peternakan.5 persen.9 persen. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20.82 persen. . peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38. Peternakan.

Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011.99 miliar atau turun 18.Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11. 6. Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119.52 miliar). Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km .469 orang per km 2 ).05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.70 persen).50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24.37 persen).4 juta orang.14 persen).6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237. Nilai ini turun 7.88 persen.1 juta rumah tangga (14.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah. Sekitar 40.39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0.14 persen). Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61.0 juta orang. 2 . Sebesar 83.70 juta orang (6. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2.80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7.56 persen. meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km 2 ).49 persen per tahun.3 juta orang).7 juta orang.6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1.32 miliar. Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7. Dilihat dari penyebaran penduduk. Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237.58 miliar atau turun 9. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa (1. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 3 5.6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119.055 orang per km 2 ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14. TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6.91 persen). berkurang 1.56 persen).4 juta orang).70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6.6 juta orang. Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7.81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2. berkurang 2.53 miliar) dengan pangsa 21. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9.

naik 0. naik 0.30 persen. turun 0.40 persen).10. turun 0. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi. naik 0. kesehatan (0. sandang (0.4 F OKUS PE RHATI AN 7. dan olah raga (0. 8.77 persen dari bulan sebelumnya. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1.08 persen). makanan jadi (0.37 persen. rekreasi. harga beras Februari 2012 naik 15. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.50 persen). 0. 0.49 persen).73. Dibanding Februari 2011 (year-onyear).520 per kg.854.16 persen. serta transportasi dan komunikasi (0. tanaman perkebunan rakyat.12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0. pendidikan.02 persen). lebih tinggi dari . EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 5 9. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan. perumahan (0. Pada Februari 2012. NTP Februari 2012 tercatat 105. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0.42 persen).939.60 persen dari bulan sebelumnya. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.23 persen dan 0.02 persen. naik 0. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0.03 persen).14 persen.520 per kg. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105. Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39. dan 0. yaitu bahan makanan (0.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. dan secara riil naik sebesar 0.29 persen).81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0.09 persen.39 persen. hortikultura.60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105. sedangkan secara riil turun sebesar 0.46 persen.53 persen).939 Secara nasional.10.854 dan Rp63.77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya.

Komoditas lain yaitu daging sapi. Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0.74 juta ton GKG. daging ayam ras (turun 1.35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187.32).25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. kehutanan dan perikanan. 10. turun 1.37). menurun sebanyak 0.27 persen). Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108.10 persen) dibandingkan tahun 2010. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108.inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65. susu kental manis. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30.27). Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106.57 persen).44. komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi.97 juta ton. tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52. minyak goreng.92.35 persen dibanding bulan sebelumnya. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya.08).07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105. naik sebesar 0.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian. penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar 6 F OKUS PE RHATI AN 105.53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106.92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0. gula pasir.34). sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1.13 ribu . Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0. 11.24 juta ton.30 persen.67). dan ikan kembung (turun 1.40 persen.57 persen). tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah.31 persen). artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya. Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111. 12.73 juta ton (1.65 persen). Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113.51).56 persen.10 persen. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108. Selain beras. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65.69).89 persen). peternakan. Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1. cabai rawit (turun 6.77.

Sekitar 38. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1. dan jumlah .34 persen.80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011.04 persen) dan sebesar 0. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652. Selama Januari 2012. 14.57 persen.29 kuintal/hektar (2.7 ribu orang.91 persen).02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year).27 persen atau naik 0. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6. dan naik sebesar 5. naik 5. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6. naik 18. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8.70 persen).40 persen dibanding bulan sebelumnya. jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15.4 juta orang. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.90 ribu hektar (6. 13. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51. naik 5.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.46 persen dibanding bulan sebelumnya.7 juta orang.57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q).22 persen dibanding bulan sebelumnya.35 kuintal/hektar (0. dan jumlah penumpang kereta api turun 8 F OKUS PE RHATI AN 4.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652.8 ribu orang.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39. produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3.81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270. dan naik 3.02 persen). Dibandingkan tahun 2010.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2.hektar (0.31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.4 juta orang. 15.19 ribu ton (6. Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9.92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya.54 persen). Sedangkan produktivitas naik sebesar 1.16 persen dari November 2011 (m-to-m).76 persen. naik 18.02 persen (year-on-year). Dibanding Januari 2011 (year-onyear).14 kuintal/hektar (1.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear). jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4.24 ribu hektar (6.93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548.

sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0. penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0. Sebagian besar (63.73 persen dengan IHK 145.29 persen dengan IHK 133.04 juta orang. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1.89 juta orang (12. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. n) s e (pe r MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 '10 A pr M ar Grafik 1. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130.89 juta orang (12.03 persen dengan IHK 131.09 juta orang. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan. Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73.53 persen.49 persen). 1.59. turun 0.21 dan terendah terjadi di Palu 0.67 persen.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0.02 juta orang (12. Selama periode Maret 2011–September 2011. 16.04 persen dengan IHK 135.36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29.35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. Tahun Kalender. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 9 INFLASI FEBRUARI 2012 I.penumpang kereta api turun sebesar 4.36 persen). Dari 66 kota.96.00. dan Year-on-Year un J ul Mei J A g .

dan jasa keuangan 0. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0.05 persen pr Mei J un J Bulan ke Bulan Tahun Kalender Year-on-Year g s ul A pt O S e 2. pendidikan.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen). gas. inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0.34 persen. perumahan.05 persen.22 persen. 2010–2012 e pt s S t Nov O k s D e '11 F e J an ar A b M Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. bawang merah . sandang 1. dan bahan bakar 0.27 persen. Dari inflasi 0. rekreasi. listrik. kesehatan 0. komunikasi.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen).73 persen. dan olahraga 0.15 persen.06 persen.08 persen dan transpor. andil emas perhiasan 0. k t e s Nov D '12 F e J an b 10 I NF L AS I F E BRUARI 2012 3. beras 0. Menurut jenis pengeluaran rumahtangga. air.Gabungan 66 Kota.

0. tahun kalender 2012 sebesar 0. 4.02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen).17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen). EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 11 Kelompok Pengeluaran MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1.05 persen.94 persen.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0.13 persen.31 persen. 7.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen).33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0. Inflasi Februari 2012 sebesar 0. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen).03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen). sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0. 5.05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0. Sementara andil cabai merah -0. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) .05 persen berasal dari andil komponen inti 0.77 persen. 6.33 persen. Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0. inflasi Februari 2012 sebesar 0.24 persen. Menurut karakteristik perubahan harga. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0.56 persen.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012. daging ayam ras -0.05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen). Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0. tomat sayur -0.81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.

06 0. dan Tembakau 3.82 106.81 3.07 2. Tabel 1. Gas.56 Inti 121.2 Laju Inflasi Februari 2012.96 0.05 0.66 123.24 0.05 0.73 1.40 4.71 5.22 0.94 124.81 3.14 108. dan Jasa Keuangan 118.85 136.96 0. Kesehatan 117. dan Olah raga 7.46 0. Bahan Makanan 150. dan Bahan Bakar 133.45 -0.43 -0.91 130. Perumahan.77 4.14 8.58 0.91 130.87 2.03 122.55 120. 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.08 0.31 Harga Diatur Pemerintah 120.34 1.65 3. Rokok. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga Komponen IHK Februari 2011 (2007=100) IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 126.77 157.51 123.24 125.96 0.75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.81 3. Sandang 126. Air.27 0. 2) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.90 1.49 126.Umum (Headline) 126.85 123.60 155.46 129. Transpor dan Komunikasi. Pendidikan.88 Bergejolak 153.76 154.22 1.73 6.49 Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) .46 0.46 129. Minuman.00 4.57 139.49 0.86 138.56 1. Rekreasi.94 1.33 0.23 4.30 1.15 0.79 121.95 0.59 108.14 152.35 137. Makanan Jadi. Listrik.11 2.21 120.68 2.95 124.

05 1.16 0.85 November 0.82 2.93 3.31 0.69 September 0.44 0.05 1.51 0.20 Tabel 1.04 1.91 3.12 1.89 0.22 -0.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.10 1.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 .30 0.67 2.12 5.23 2.41 0.62 0.14 1.28 5.41 10.51 Juni 0.74 Agustus 0.44 0.55 2.77 -0.33 0.11 0.96 2.21 2.19 0.74 4.10 2.10 1.43 11.24 0.37 0.18 0.75 0.57 -0.34 5.77 -0.22 4.67 2.10 -0.56 0.27 4.76 0.92 0.48 5.81 Maret 0.42 1.07 0.65 0.97 1.28 2.45 5.06 Juli 0.99 0.24 10.78 6.79 0. Harga Diatur Pemerintah 0.04 0.84 0.05 0.57 6.45 0.03 0.96 3.72 1.46 0.14 1.47 0.57 0.41 0.05 1.20 2.02 1.79 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 13 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1.89 0.05 3.81 8.97 Oktober 0.06 -0. Bergejolak -0.32 1.03 0.95 0.31 1.66 4.84 5.60 0.98 3.04 0. Inti 0.84 0.85 0.Laju Inflasi Year-onYear Laju Inflasi Year-onYear 3) 12 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.39 Mei 0. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) U m u m 0.70 April -0.59 11.45 1.29 0.58 9.37 0.06 2.08 7.15 -0.21 0.35 2.97 0.80 0.01 0.76 1.20 Desember 1.40 1.12 -0.47 2.13 0.36 0.14 -0.76 Februari 0.07 0.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Bulan Inflasi Nasional (bulan ke bulan) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Inflasi Nasional (kalender) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1.15 0.04 1.44 0.

96 7.50 6.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.41 6.ibge.54 Juli 6.gov. http://www. http://www.22 4.32 -0.06 2.40 3.83 .gov.gov. Cina 0.53 1.56 Maret 6. Singapura 0.78 6.gov.gso.65 5.61 Agustus 6.60 6.43 6.44 4.10 5.za.16 Mei 6.56 6.statistics.13 17.br. http://www.6 Inflasi Beberapa Negara.95 12.bls.06 11. Amerika Serikat -0.20 0.00 18.statssa.71 6.gov.72 7.com 14 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.36 9.68 2.cn.79 Tabel 1.50 2.67 4.80 4. http://www.17 3. Afrika Selatan 0.16 5.gov.02 3.gov. dan www.79 3.75 6.60 11.33 4.71 11.30 1.00 2.01 10.40 4.59 11.84 3.90 5.27 8. Aceh Banda Aceh 3.ph.00 0. http://www.cencus.50 4.bloomberg.10 4.gov.65 Februari 6.83 5.vn.77 11.50 4.38 6.30 7.88 11.91 6.10 6.90 6.pk.20 3.26 7.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.my.17 7. Inggris 0.50 9.uk.gov.61 Oktober 6.75 10.60 3. http://www. Vietnam 0.20 3. Desember 2011–Januari 2012 Negara Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Desember Januari Desember Januari (1) (2) (3) (4) (5) 1.20 0.00 2.70 1. Februari 2012.57 0.90 9.85 2. Pilipina -0. Pakistan -0.statpak.stats.76 3.03 3.77 2.92 3.51 11.sg. Malaysia 0.10 0.gov. http://www.05 5.29 8.50 4.65 3.22 10.28 -0.31 3.statistics.80 7.16 0. Brazil 0. http://www.81 6. Indonesia 0.04 4.52 8.98 Juni 5.25 0.42 November 6.30 Sumber: http://www.50 0.96 3.40 8.90 2.15 Desember 6.57 5.65 April 6.40 -0.79 September 6.singstat.14 2. http://www.30 3.70 4.

70 Cirebon 3. Bengkulu 10.78 3.03 Palembang 3.46 Tangerang 3.03 0.27 2.82 4.24 0.32 2.95 0.66 Dumai 3. Sumatera Utara Sibolga 3.10 1.03 2.14 0.17 0.50 2.32 -0.83 1.37 3.Lhokseumawe 3.21 1.37 -0.09 -0.23 Tasikmalaya 4.98 8.08 .01 Depok 2.90 -0.19 3.97 0.82 0.31 0.08 Bandar Lampung 4.69 Sukabumi 4.44 -0.75 5.62 -0.46 0.78 3. Sumatera Selatan Jambi 2.35 2.20 0.23 1.28 Cilegon 2. Lampung Bengkulu 3.12 9. Sumatera Barat Padang 5.26 2.34 0.83 Medan 3. Kepulauan Riau Batam 3.25 -0.14 1.52 3. Jawa Barat Jakarta 3.54 -0.62 2.29 -0.75 -0. Riau Pakanbaru 5.11 0.78 13.24 -0.66 -0.60 2.00 -1.35 0.78 0.76 -0.03 2.21 Pematang Siantar 4.08 1.60 3.20 -0.06 Bandung 2. Jambi 7.10 0.94 Bogor 2. Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang 5.17 0.21 11.65 3.96 -0.55 -0.10 0.71 -1.22 5.44 6.91 1.64 Bekasi 3.65 2.90 0.45 -0.35 0. Banten Serang 2.58 0.85 0.78 0.05 1.86 3.17 0.78 -0.76 -1. DKI Jakarta 12.35 1.26 0.51 4.04 3.69 3.04 Padang Sidempuan 4.99 3.72 3.18 0.09 -0.56 Tanjung Pinang 3.

85 Sumenep 4. Jawa Tengah Purwokerto 3.22 0.35 0.37 0.64 4.14.49 0.36 0.35 3.62 0.79 3.46 0.43 0. Jawa Timur Yogyakarta 3. Yogyakarta 16.94 Malang 4.28 Jember 2.10 0.18 Tegal 2.56 1.08 0.49 3.46 3.27 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) I NF L AS I F E BRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.21 0.28 Semarang 2.18 0.93 0.67 Probolinggo 3.31 2.55 1.05 0.I.24 3.88 0.45 3. Bali .25 0.58 -0.40 0.51 Surakarta 1.78 0.85 4.27 0.18 0. D.87 0.7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 17.48 Madiun 3.98 3.41 2.72 0.81 15.95 Kediri 3.08 Surabaya 4.

57 7.81 24.31 2.09 1.04 Watampone 3.54 1. Sulawesi Utara 25. Sulawesi Selatan Palu 4.00 2.36 2.47 Tarakan 6.91 0.43 0.75 2. Sulawesi Tenggara Mamuju 4. Kalimantan Timur Banjarmasin 3.36 6. Kalimantan Tengah Sampit 3.60 0.09 1.16 2.31 0.14 5.45 -0.60 0.74 5.40 6.24 Samarinda 6.19 0.70 2.72 1. Kalimantan Barat Pontianak 4.46 -0. Maluku 31.32 7.87 0.26 Kupang 4.41 3.91 7.38 1.05 Makassar 2.34 2.61 Kendari 5.03 Gorontalo 4.91 1.08 0.13 4.44 19.21 0.21 0.44 3.77 Palangkaraya 5.59 0.63 1.02 21.67 0.47 -0.68 3.85 6.60 6. Nusa Tenggara Timur Maumere 6.94 30.54 4. Nusa Tenggara Barat 2) Mataram 6.14 4.64 Palopo 3.73 3.50 26.98 -0.99 28.23 0.32 0. Maluku Utara .38 5.38 22.65 5.40 1.28 18.05 8.28 -0.94 1.61 3. Sulawesi Barat 29.60 1.86 20.92 2. Sulawesi Tengah 27.35 Bima 7.70 2. Gorontalo Manado 0.84 1.33 Pare-Pare 1.21 2.35 1.75 0.Denpasar 3. Kalimantan Selatan 23.60 0.35 0.09 0.43 Singkawang 6.04 0.19 Balikpapan 6.

Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.40 1) 2) 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.29 33.Ambon 2.06 2.76 1.52 0.99 3.5 persen. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) 16 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .31 2. Kehutanan. Papua Jayapura 3. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1.93 0.38 -0.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q).1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.90 -0.85 1.40 0.64 -0.14 32.57 Sorong 0.d Triwulan IV-2011 (persen) .2011 II. Papua Barat Manokwari 3.78 0.73 Ternate 4.63 5. Grafik 2. Peternakan.96 6.75 -1. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20. Kontraksi ini disebabkan karena Sektor Pertanian.

4 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 Q3/11 Q4/11 q-to-q y-on-y EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -1.0 3.9 6.5 persen.0 -18.8 -1. dan Restoran sebesar 10. PDB Indonesia n s e p e r 2.0 -2.8 3.0 5.2011 17 12.0 -10.0 8.0 -22. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.2.0 -14.0 -1.0 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 . perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.5 6.6 Pada tahun 2011.0 5.5 persen 6.0 10.0 7.8 3.2 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y).0 4.4 1.0 2.0 -16. Hotel.3 2. 6.5 6.4 6.7 5.5 2.0 6.0 -20.0 -12.0 1.4 triwulan IV-2011 tumbuh 6.3 n s e p e r PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .0 0.

0 4.0 0. Peternakan.9 3.5 1.0 2.4 0. Gas & Air Bersih Konstruksi Perdagangan.4 2. Real Estat & Jasa Perusahaan Jasa-jasa Grafik 2.0 -20. Pertambangan dan Penggalian 3.7 1.-2.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 9.2 2.0 -4.0 6.0 -6.2 3. Kehutanan.2 Industri Pengolahan Listrik.0 0.8 10.5 1.0 8.1 -0. Pertanian.1 -0.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) Tabel 2.3 1.0 -20.3 1. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan.9 1.0 1.0 -8.7 q-to-q 5. dan Perikanan 5.1 -0.9 6.2 -0.2 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.8 y-on-y Pertanian Pertambangan & Penggalian 7.0 .9 2.

2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 (4) (5) 1.2 6.2 1.8 2.5 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) 18 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .4 6.7 1.3 470.5 6.2 10.7 0.8 85. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. Peternakan.1 1.2 7.921.6 9.6 2. 6.2011 Lapangan Usaha Tabel 2.2 9. dan Restoran 3.7 6.1 1. Kehutanan. Secara kumulatif.9 239.8 4. Pertanian.9 10. Real Estat. Pengangkutan dan Komunikasi 3.7 0.2 5.9 47.1 5.8 0.6 PDB 3. Listrik.8 4. Gas dan Air Bersih 1. Pertambangan dan Penggalian 224.5 6.5 PDB Tanpa Migas 3.7 6. 4. dan Jasa Perusahaan 1.7 12.2 3.8 0.7 0. Industri Pengolahan 463.3 6.9 47.6 triliun.4 -1. Perdagangan.9 1.9 11.9 15.7 9.8 6.9 7. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624.5 6. Jasa-Jasa 3.6 163.4 67.5 3.3 2.9 8. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1.9 .0 241. Konstruksi 3.6 161.5 6.0 triliun.9 - 3. Hotel.8 7. Keuangan.4 -1.0 6.5 12.3. Industri Pengolahan 3. dan Perikanan 299.2 1.7 6.5 persen.1 6.

5 4.0 6. Ekspor sebesar 3.2 112. Jasa-Jasa 208. Konstruksi 194.0 PDB Tanpa Migas 1 765.2 10.1 5.3 63.0 114.3 persen.3 14.0 100.0 100.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 10.24.8 11.4 624.6 632.1 59.0 139.3 61. dan Jasa Perusahaan 136.1 PDB 1 931. Real Estat. Perdagangan.2 7.7 204. Listrik.1 1 921.5 213.3 40.0 7.2 persen.8 5.2 589.8 268.0 59.5 6.1 1 765. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0. Pengangkutan dan Komunikasi 125.8 persen.9 0.7 14.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan .9 1) 59. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5.1 10. Keuangan.0 24. Hotel. Gas dan Air Bersih 14.6 60.7 0.8 4.7 8. dan Restoran 264.0 7.6 129. Tabel 2.5 persen.1 persen dibanding triwulan sebelumnya. Dari sisi penggunaan. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38.7 42.5 Atas dasar harga berlaku 596.6 6.1 13.6 4.2 9. Sementara Impor tumbuh 6.

5 Distribusi (Persen) Triw III2011 1) Triw IV2011 (6) (7) 91.3 0.2 6. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 10.3 7.2 0. Pembentukan Modal Tetap Bruto 5.8 38.8 3.9 13.2 2.4 -1. Ekspor Barang dan Jasa 4.5 8.3 6.3 3.5 11.1 5.8 4.9 PDB 3.3 3.9 4. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2.1 13.4 91.9 4.6 4.2011 19 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 .1 10.5 6.8 2.1 5. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.9 3.9 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.8 2.5 6.7 2.

6 6.2 26.6 162.3 -1.0 100. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.0 55.3 26. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 1 042.1 1 921. Pembentukan Modal Tetap Bruto 612.2 649.8 persen.8 325.3 2.2 1 063.4 -5.7 33. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 176.5 persen. Diskrepansi Statistik 48.1 31.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010. Ekspor sebesar 7.9 50.9 persen.7 349. a.0 Atas dasar harga berlaku 1) Triw IV2011 .4 624.0 -22. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.7 3. Perubahan Inventori 25.9 persen.3 153.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6. Dikurangi Impor Barang dan 1) Jasa 480.7 1.0 b.0 252.5 -19.6 632.2 507.7 0.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 Distribusi (Persen) Triw III-2011 (4) (5) (6) (7) 1.0 238.0 9.7 511.8 9.4 24. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2. Jenis Penggunaan Tabel 2.7 314.0 100.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11.8 2.1 11.0 223.4 PDB 1 931.6 70.5 54.5 0.7 -7.1 346.Grafik 2. Ekspor Barang dan Jasa 506.0 5.8 26.8 4.

5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) Wilayah/Pulau 2009 2010 2011 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 1. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23.3 2. Sumatera 22.0 100.5 persen.6 Maluku dan Papua 2.4 persen.6 persen di pulau-pulau lainnya. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6. Tabel 2. dan sisanya 4.6 persen.0 Total 100.2011 Grafik 2.7 23.0 100. Jawa Barat dan Jawa Tengah.1 23. 4.4 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta.6 Jawa 58.7 Sulawesi 4.0 100.7 2. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53.0 Catatan: atas dasar harga berlaku 8.2 9. Jawa Timur.1 2.5 Bali dan Nusa Tenggara 2. 3.4 2.1 persen.1 57.6 persen.4 4. dan Pulau Sulawesi 4.7 4.6 9. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi. 6.5 4.2 9.20 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . 7.7 persen.8 2.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Provinsi Pertumbuhan q-to-q y-on-y c-to-c (1) (2) (3) (4) Konstribusi .5 23.6 2.6 Kalimantan 9.5 57.6 persen. Pulau Kalimantan 9. dan 6. 5. 6.6 persen.6 58.2011 21 Tabel 2.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7. 2.

1 7.5 0.0 24.4 Bali dan Nusa Tenggara -0.7 2.9 14.3 2.4 6.2 03.4 6.0 57.3 5.5 4. DKI Jakarta 1.5 1.0 05. Riau 1.5 13.0 09.6 01.5 5.8 8. Banten -2.9 1. Sumatera Barat 0. Aceh 1.7 6.1 6.0 8.6 11.6 7.2 4.4 5.9 8.3 7.6 6.0 6.5 12.7 6.2 1.0 5.6 Terhadap Total 33 Provinsi (5) (6) 6.8 6.3 7.5 2.7 7. Jambi -2. DI Yogyakarta -0.2 .8 6.7 16.8 1.Sumatera -0.5 28.5 06.9 6.1 5.2 13.6 29. Sumatera Utara 0. Bengkulu 0.9 3. Jawa Barat -0.6 6.1 6. Sumatera Selatan 1.1 0.5 0.0 6.5 6.3 6. Jawa Tengah 2.6 6.5 4.8 6.8 4.2 04. Jawa Timur -0.4 1.7 16.7 6.6 5. Lampung 2.0 14.7 6.6 14.1 1.0 23.1 07.4 08.1 7.2 15.2 Terhadap Pulau 100.1 6.9 3.7 100.4 5.0 6.4 10.3 8.1 12.4 Jawa 0.1 5.9 25.0 02. Kepulauan Riau 1. Kepulauan Bangka Belitung -8.4 22.

8 47. Maluku 5.7 7.9 -3.2 100.9 6. Papua Barat -9.2 7.2 100.2 5.6 1.9 11.9 6.8 22.8 8.3 0.1 23. Kalimantan Tengah -2.3 0. Sulawesi Tengah -3.3 8.0 7.7 2.8 6. Sulawesi Tenggara 0.8 1.5.0 2. Papua -3. Gorontalo 3.2 3.9 21. Nusa Tenggara Barat -4. Kalimantan Selatan -6.4 28. Sulawesi Selatan 1.9 1.6 16.0 11.4 8.4 100.3 8.6 0.1 24.9 7.4 4.4 7.2 29.3 0.4 6. Sulawesi Utara 12.7 11. Kalimantan Barat 4.4 Maluku dan Papua -5.5 0.2 4.5 3.5 0.6 Kalimantan 0.5 3.7 25.1 6.0 31.8 6.2 26.3 31.7 16.9 -3.4 7.7 0.0 30.2 8.0 6. Nusa Tenggara Timur 2.2 6.1 -5.8 19.2 -4.1 32. Maluku Utara 1.7 11.8 5.4 8.8 9.3 5.3 7.2 6.9 1.8 4.5 -21.6 Sulawesi 1.7 7.5 100.4 0.7 33.8 4.7 51.5 5.2 7.9 20.0 9.8 6.1 68.0 2.9 27.7 0.8 10. Sulawesi Barat -1.0 4. Bali 1.2 34.0 .7 20.2 27. Kalimantan Timur 1.5 0.7 28.5 18.6 17.2 5.1 0.2 47.

9 persen. Pertambangan dan Penggalian 3. dan Restoran sebesar 13. n s e P e r 22 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .7 2.8 persen. Industri Pengolahan 4. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10.5 persen terhadap tahun 2010.2 .5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 10.0 3.7 4. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6.9 0.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14. Tabel 2.5 3.7 6.2 4. Hotel. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.6 1.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha Laju Pertumbuhan 1) 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Distribusi EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1.4 3. Peternakan.7 3. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24. Pertanian. terjadi pada semua sektor ekonomi.7 persen dan Sektor Perdagangan. dan Perikanan 2.5 4. Kehutanan.9.8 4.4 persen.0 3.0 1. Pada tahun 2011.2011 Grafik 2.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1.

0 100.5 7.3 6.2 6.3 6.2 5.5 91.3 8.2 6.7 92.6 7.6 11.2 6.5 100.8 6.7 11.3 13. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 2.7 13.6 15.0 4.5 2007 2008 2009 2010 2011 89.7 7.2 10.0 6.427.0 16.8 5.6 6.2 91. Keuangan.3 15.9 6.3 10.8 0.0 27.5 7.8 7.4 6.9 10.9 1) 2) 7.463.7 6.2 7.8 0.7 8.2 10.2 6.0 13.0 100.5 15.6 7.2 10.7 0.13. Jasa-Jasa 6.3 6.0 100.1 triliun. Konstruksi 8.7 10.8 9.5 89.2011 23 11.3 6.3 4.5 5. dan Restoran 8.6 6. Hotel.7 15.7 6.2 10.7 8.2 7.5 6.0 PDB Tanpa Migas 6.8 0.7 9.4 24.1 11.9 0. Gas.9 1.0 8.4 6.4 10.5 PDB 6.0 5.5 9.2 triliun.0 4.0 6.0 4.8 13.2 5.9 10.3 5.1 7.2 7.5 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .7 14. Perdagangan.8 24.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha .6 6.5 5.8 26.5 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 6.0 6.0 14.0 6.1 9.6 6.3 10. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2. Listrik. Pengangkutan dan Komunikasi 8.0 100. dan Air Bersih 10.9 6.9 27.9 14. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7. dan Jasa Perusahaan 14.3 4.3 14. Real Estat.

7 423.9 716. Jasa-Jasa 398.4 1 821.2 305.5 2 178.1 55.1 18.3 2 082.5 180.2 491. Pertanian. Peternakan.5 13.1 18. Gas.7 193.7 171.2 538.9 46. Pengangkutan dan Komunikasi 8.4 1 093. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar .5 284.1 886.2 6 436.0 419.2 481.2 660.9 4 948.6 2 036.8 1 939.2 4. dan Air Bersih 34.2 6 794.7 313.6 295.0 2 321.2 218.7 5.7 2 171.8 2 463.3 592.1 654. Kehutanan. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8.7 40.2 186.8 131.3 183.8 1 803.8 persen.1 634.4 5 936.9 304.Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1.4 363.4 217.1 718.5 437.7 49.0 236.5 744.0 17.1 1 964.3 340.1 557. Listrik. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.5 15.9 2 313.7 555.8 570.2 PDB Tanpa Migas 3 534.8 368.0 241. Hotel. Real Estat. dan Perikanan 2. dan Restoran 592.3 150.1 405.6 541. dan Jasa Perusahaan 264. Industri Pengolahan 1 068.6 5 141.5 440.2 353.9 574.2 466.3 172.7 198.8 12. Pertambangan dan Penggalian 541.6 189.4 4 427.8 232.5 882.2 985.6 persen.0 140.7 783.7 857.1 205.8 209.0 9.9 121.5 1 595.6 535.2 persen.5 PDB 3 950. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4.9 756.3 7 427.2 142.7 1 376.5 271. Konstruksi 305. terjadi pada Ekspor sebesar 13.5 persen.4 1 477.3 691.7 5 606.2 221.0 160.1 6.1 181.1 7.3 312.1 597. Keuangan.2 368. Perdagangan.5 400.5 1 022.3 165.7 persen. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3.9 192.3 3.

9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan Laju Pertumbuhan 1) Distribusi 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.1 1 476.6 persen.0 2. Ekspor 1 163.6 581.4 2 065.3 932.1 0.1 2. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32.5 2 178.8 196.1 1 964.9 24.5 60.0 100.8 -7.3 5.1 1 354.3 1 369 9 329.6 58. Perubahan Inventori -100.6 1 220.7 63.Perubahan Inventori 4. Konsumsi Pemerintah 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto 9.5 0.3 3.4 942.5 5.1 -1. .0 3.3 persen. Dikurangi: Impor 1 003.2 2.921.9 2 313.2 1.3 31.6 -11.1 1 308.4 8.0 100.2 24.2 PDB 3 950.2 8.5 8.7 31.4 153.2 14.8 416.6 2.6 985.5 54.9 -33.6 1 850. a.5 100. Konsumsi Pemerintah 9.2 6 436.8 24.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.4 202.4 1 130.2 27.0 100.6 98.0 100.6 26.8 510.9 3.8 24.9 1) 2) PDB 6.7).0 5. Diskrepansi Statistik 2 510.3 169.4 942.1 32.3 708.1 32.6 54.13. Pada tahun 2011.9 667.6 9.3 602.7 4. Konsumsi Rumah Tangga 2. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.4 1 584.4 4 053.1 -2.6 103.4 1 032.4 493. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54.0 persen.9 537.4 9.9 10.0 4.0 0. Dikurangi: Impor 9.4 28.9 27.2011 13.3 6.7 1 955.2 -2.8 993.5 831.0 -195.4 6.0 -15.3 13.7 56.0 17.3 13.4 15.1 11. Konsumsi Pemerintah 3.3 1 074.0 4. b.6 55.5 -9.6 833.8 6.0 0.3 195.3 441.9 4 948.0 1 475.3 1 422. Tabel 2.3 8. Diskrepansi Statistik -0.9 4.5 757.9 persen.0 3 643.0 21.7 5 606.3 2 082.3 167. Ekspor 8.1 5.3 25.3 4. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24.3 persen.6 -0.0 persen dan Ekspor 26.8 2 463.8 1 191.1 -116. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.6 1 370.0 2 378.4 22.1 -0.6 6.4 29.1 553.0 9.0 3 291.7 1 744.7 15.6 29. a. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.3 7 427.8 2.2 6.5 3 000.4 juta (US$1.7 21.3 11.9 1 197.2 1 249.1 0.2 634.1 10.7 b. Konsumsi Rumah Tangga 2) 5. dari sisi penggunaan.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 24 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .5 9. Tabel 2.3 6.7 0.

000.7 c. Nilai (Juta Rupiah) 17.9).28 persen dibanding ekspor Desember 2011. S $ U t a J u 10.8 c.49 miliar atau turun sebesar 9.0 12.6 23.3 13.9 juta (US$2. pada tahun 2010 mencapai Rp27.349.07 persen.8 24. Nilai (Juta Rupiah) 16.000.8).9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.244.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.1 juta (US$3.4 21. tahun 2009 sebesar Rp23.1).0 16.542.4 23. 1.000. Nilai (US$) 1 842.1 26.010. Indeks Peningkatan (Persen) 16.6 13. Sementara bila dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6.8 juta (US$3.4 juta (US$2.3 29.6).2011 25 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 2.0 .1 11.4 11.6 2 925.6 2 349.7 2 244.1 3 542.7 23.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.8 3 010.7 14. Indeks Peningkatan (Persen) 16.0 14.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) 26 E KS POR J ANUARI 2012 EKSPOR JANUARI 2012 III.6 2 164.8 2 267.1 30.9 27.9 b.4 3 441.1 13. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30.8 b.tahun 2008 sebesar Rp21. Tabel 2. Nilai (US$) 1 921.000.6 20.

60 miliar.07 persen Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 Migas Nonmigas Migas+Nonmigas 2.000.0 20.0 Grafik 3.000.0 2.5 juta. demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14.36 miliar dan Amerika Serikat US$1.3 juta.61 miliar.82 persen.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1.000.1 Nilai ekspor Januari 2012 mencapai US$15. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.20 miliar.000.18. naik 6. turun 7.40 persen dibanding ekspor Januari 2011. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3.0 8.0 0.0 6. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213.52 miliar. 3. Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Uraian Nilai FOB (Juta US$) % Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 % Perubahan Januari 2012 thd 2011 % Peran thd Total Januari 2012 Januari 2011 Desember 2011 .000. Menurut sektor. 4.000.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.26 persen. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 E KS POR J ANUARI 2012 27 5.0 4. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.49 miliar. sementara naik 4.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011. disusul Cina US$1.

70 Hasil Minyak 494.7 -22.4 2 651.47 Jun’11 3 591.43 Gas 1 303.0 2 974.8 5.80 Pertanian 391.9 122 188.0 -14.0 13 592.23 -3.2 375.50 -2.72 -0.36 Jan-Des’11 41 477.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Golongan Barang (HS) Nilai FOB (Juta US$) Perubahan .82 2.6 47.1 41 477.4 17 543.1 883.2 18.48 -5.4 53 228.0 17 418.28 6.6 -9.0 34 665.36 0.08 35.5 157 779.84 -1.60 6.2 384.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Bulan Nilai FOB (juta US$) Migas Nonmigas Total Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Jan-Des ’10 28 039.7 -4.8 1 723.7 17 077.93 -6.64 Des’11 3 485.5 -0.15 Apr’11 3 628.0 3 485.90 -9.2 13 592.66 13.5 15.1 13 828.26 -1.2 -19.7 4.0 14 795.9 13 304.92 24.04 17.06 Sep’11 3 931.5 203 496.21 Pertambangan dan Lainnya 2 308.10 -1.4 162 019.48 31.7 -37.48 Industri 9 290.31 Mar’11 3 061.21 Feb’11 2 612.1 47.88 28.04 -2.72 13.4 37 098.3 12 925.40 -4.9 16 554.1 9 483.9 -14.7 -1.5 -7.27 Agt’11 4 091.07 Nonmigas 11 991.64 -13.41 -24.09 0.08 61.8 7.84 1.14 2.34 Nov’11 3 522.Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total Ekspor 14 606.97 10.0 17.6 203 496.92 Triwulan III ’11 11 825.5 36.9 356.31 1.8 9 926.6 -7.08 -3.83 4.5 11 802.92 Triwulan IV ’11 10 070.3 1 405.1 12 519.8 3 190.1 16 366.88 -0.73 19.7 1 715.11 28 E KS POR J ANUARI 2012 Tabel 3.72 Okt’11 3 062.5 5.20 Minyak Mentah 816.3 -0.58 11.77 -11.4 -3.57 -1.91 14.2 14 606.1 -16.4 12.6 14 556.7 17 235.8 13 712.28 Tabel 3.5 4 776.02 -1.15 Mei’11 4 072.8 -19.8 14 214.18 5.4 41 200.5 13 616.89 -7.0 11 991.1 41 784.98 Jan’12 2 974.2 18 647.9 18 386.7 13 895.7 12 519.6 18 287.6 476.91 7.54 Triwulan II ’11 11 292.40 80.5 5 165.5 22 871.0 13 612.00 Migas 2 615.0 16 957.66 -7.1 45 387.43 33.28 Jul’11 3 802.4 15 493.8 14 415.90 4.7 15 493.25 9.6 129 739.22 13.0 162 019.97 -5.9 -11.07 100.20 12.53 Triwulan I ’11 8 289.82 17.15 8.42 Jan’11 2 615.6 53 609.09 2.5 51 270.2 17 077.45 2.1 41 936.5 -14.07 -0.

8 854.1 3 328.9 2 166.4 89.11 3.6 -1 073.0 278.91 5.4 172. kerak.7 13. Bahan bakar mineral (27) 1 820.5 36.7 21 655.0 61 669.36 Total Ekspor Nonmigas 11 991.72 Total 10 Golongan Barang 7 593.88 10.6 27 444.4 -24.6 -341.3 100.2 7 967.2 -62.9 5 283.7 474.2 13 592.5 14 352.1 308.2 306. Mesin/peralatan listrik (85) 857.5 17. Karet dan barang dari karet (40) 1 111. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 418.4 162 019.7 2 785.9 361.6 54.0 -731.7 106.6 332.64 Lainnya 4 397.32 4.6 11 145. dan abu logam (26) 533.3 213.5 76.1 -619.9 3.7 3. Kertas/karton (48) 319.Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) 2012 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.4 100 350. Besi dan baja (72) 120.3 0. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 1 779.5 2.6 6.4 539.92 6.9 409. Tembaga (74) 345.3 17.22 9.1 903. Kendaraan dan bagiannya (87) 286. Bijih.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Negara Tujuan Nilai FOB (Juta US$) Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) Januari 2012 .0 4 169.7 1 929.7 1 352.2 2 142.2 2.5 4 552.46 8.31 2.7 12 519.3 8 309.1 864.0 5 749.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 % Peran thd Total Nonmiga s Januari EKSPOR J ANUARI 2012 29 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3.5 -65.7 80.8 490.7 7 342.5 6.1 2.8 63.79 7.1 791.4 -38.5 3 810.

5 979.4 2 535.9 18 330.3 560.6 3 078.64 Negara Utama Lainnya 5 562.8 20.70 3 Thailand 440.86 8 Jepang 1 208.0 2.1 250.2 1 359.2 32 214.4 162 019.3 4 205.5 2.00 Bulan 2010 Tabel 3.9 9.2 13 592.2 1 196.8 -95.6 24.55 Total 13 Negara Tujuan 8 369.4 148. Juta US$) Migas Nonmigas Total 2011 .0 1 284.6 380.0 4.44 7 Cina 1 161.6 386.4 115 602.75 4 Jerman 261.43 ASEAN Lainnya 531.1 9 825.2 -3.6 14 137.47 13 Taiwan 288.4 1 170.2 8 943.1 5.25 5 Perancis 106.8 71.7 12.4 3 304.5 88.3 100.3 7 565.3 319.3 5 242.0 46 416.3 2 532.5 258.9 4.22 Uni Eropa Lainnya 1 292.56 10 India 787.4 -104.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.7 12 519.44 Lainnya 3 622.00 12 Korea Selatan 677.0 166.8 545.2 -87.5 8.4 13 279.3 799.16 11 Australia 177.4 21 595.1 -61.9 1 146.4 281.6 -1 073.6 429.5 28.8 -881.5 51.2 83 738.5 42.64 6 Inggris 134.5 3 576.36 Uni Eropa 1 794.1 3 767.8 -78.7 520.84 9 Amerika Serikat 1 262.8 -191.0 284.25 1 Singapura 844.2 839.6 152.3 15 684.0 2.4 1 719.6 1 602.5 9.2 638.0 0.7 1 607.7 5.9 79.2 39.1 9 200.7 6 440.2 -851.3 -87.8 721.3 20 445.2 12.9 1 284.56 Total Ekspor Nonmigas 11 991.0 1 596.7 3.8 1.6 -9.7 6 658.76 2 Malaysia 979.4 -7.3 1 692.9 6.1 11 113.7 3.7 2.8 10.6 -788.2 2 148.Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) ASEAN 2 836.1 1 082.7 825.6 7 291.

9 16 554.Migas Nonmigas Total 2012 Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) % Peran thd Total Nonmigas (8) (9) (10) Jan 2 344.2 11 166.5 Feb 2 175.1 12 519.3 12 925.5 10 428.2 18 647.6 14 556.9 13 304.5 12 486.6 18 287.2 10 249.9 3 591.0 13 726.8 12 774.6 4 091.2 14 606.1 3 628.4 10 605.2 Mei 2 369.9 18 386.9 12 619.1 16 366.2 2 974.9 3 802.4 15 493.8 3 931.9 2 615.5 Sep 2 082.8 14 415.4 Jun 1 901.6 12 035.4 .0 13 612.0 11 991.9 9 251.6 12 330.0 17 418.5 11 733.4 2 612.4 17 543.0 11 595.3 8 991.3 3 061.0 14 795.7 12 181.5 Mar 2 168.5 Agt 1 993.2 4 072.5 11 802.5 13 616.0 Apr 2 204.9 10 098.6 10 605.6 9 830.1 Jul 1 881.8 14 214.

48 miliar.8 13 712.00 4. Grafik 4.Okt 2 841. IMPOR JANUARI 2012 1.83 miliar).4 15 493.3 3 485.58 miliar atau turun US$1.57 miliar atau turun 11.00 2.9 15 633.7 Total 28 039.1 41 477.00 10.02 persen.7 14 399. sedangkan jika dibanding impor Januari 2011 (US$12.7 3 522.0 162 019.99 miliar atau 20. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.5 30 I MPOR J ANUARI 2012 IV.9 11 557.4 12 816.00 12.25 miliar (9. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.99 miliar atau turun US$0.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1.3 13 570. 3. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.6 2 974.3 3 062. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.56 miliar) naik 16. Sebaliknya.66 miliar (18.57 persen dibanding impor Desember 2011 yang besarnya US$16.00 6.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) S $) l i ar U (M i 14.5 157 779.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3.6 203 496.65 miliar).6 129 739.1 12 519. jika dibanding Januari 2011 (US$9.00 0.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12.7 17 235.0 13 592.0 16 957.5 Des 3 259.7 17 077.6 Nov 2 816.00 Januari 2011–Januari 2012 2.80 persen.6 16 829.00 8.97 .7 13 895.

85 0.85 miliar (7.06 persen) dan Singapura US$0.58 persen.00 0.20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2.50 0.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20. Migas Nonmigas Impor Januari 2012 sebesar US$14. 2011 dan 2012 0.31 persen).38 1.78 1.42 persen.32 miliar. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2. sementara dari Uni Eropa sebesar 9.74 miliar (15. impor golongan barang tersebut meningkat US$0.69 1.88 persen.81 persen (US$0. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.53 Singapura Thailand Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2011 Januari 2012 .94 persen.60 miliar (34.50 1.57 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I MPOR J ANUARI 2012 31 4.02 miliar atau 0.82 0.52 miliar).2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) $) US l i ar (M i 3. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 4.miliar) terjadi peningkatan US$0. Nilai ini turun 7. 5.53 miliar dengan pangsa 21.50 2.82 0.57 miliar atau turun 11.74 2. diikuti Jepang US$1.00 Januari.00 1.72 miliar).00 2.68 0. Sementara itu.

2 1 953.72 20.3 11 581.81 -6. Januari 2011–Januari 2012 Periode Nilai CIF (Juta US$) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) .47 6.8 3 647.84 1. bahan baku/penolong sebesar 11.Gas 1 412.51 .6 14 570.1 141.49 Tabel 4.Minyak Mentah 11 154.00 Migas 40 701.19 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat.2 Perkembangan Impor Indonesia.02 100.9 12 828.4 -16.6 12 558.3 880.13 13. 0.8 -23.05 .58 20.8 1 157.75 32 I MPOR J ANUARI 2012 Uraian Tabel 4.9 2 348. dan barang modal sebesar 41.5 2 971.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.1 -11.8 154.1 9 586.8 9.80 79.0 -18.26 persen. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd (%) Jan-Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.05 0.7 16 475.1 -9.17 20.3 2 989.4 762.57 16.6 2 080.06 Nonmigas 136 734.41 .71 persen.Hasil Minyak 28 134.5 128.89 15.6.

3 16 475.0 1 643.2011 Januari 2 971. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.1 11 943.04 2.7 12.90 Desember 3 647.81 1.3 15 533.9 5.00 -9.81 2.8 15 393.4 -5.4 -7.74 2.53 Agustus 3 808.8 1 565.77 Mei 3 647.8 1 724.0 -11.78 11.9 15 169.1 14 825.3 17.41 7.8 16 207.73 -4.1 -18.44 Maret 2 877.47 Februari 2 544.81 34.1 12 254.51 .1 14 570.37 -3.9 -14.0 11 581.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Golongan Barang (HS) Januari.21 -2.29 April 3 954.5 15 072.9 12 558.2 37.8 11 178.1 -8.81 2.05 5.3 14 888.72 -11.5 11 827.42 Juni 3 244.33 13.9 15 075.53 -0.40 November 3 450.62 Oktober 3 279.66 Juli 3 799.57 Total Impor Januari 2012 I MPOR J ANUARI 2012 33 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.99 September 3 477.43 -5.2 11 691.5 12 407.10 4.77 0.70 3.6 5.12 23.72 7.8 9 586.2 14 486.3 2 517.5 11 266.23 -0.0 2 320.3 12 828.2 13.05 -9.7 9 205.06 26. 2011 dan 2012 Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.98 -6.44 -8.70 4.2 1 406.2 11 749.0 11 609. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.4 4.20 -6.0 10 934.57 20.9 -7.03 2012 Januari 2 989.3 -4.91 7.

5 26. Bahan kimia organik (29) 6 634.32 Total Impor Nonmigas 136 734.5 557. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.00 6.4 533.16 10.8 346.1 268.6 394.9 -3.3.9 7 606. Besi dan baja (72) 8 580.3 11 581.8 450.1 4 919.2 -1.93 3.09 -6.7 712.8 6 141.1 390.68 Barang Lainnya 50 412.9 6. Barang dari besi dan baja (73) 3 573.97 4.9 12 828.17 47.31 34.6 -11.6 -6.24 7.8 869.37 8.3 3 445.4 390.2 -19. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.5 480.8 484.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.1 348.80 100.7 564.3 258.43 8. Triwulan I 2010–Januari 2012 Periode Ekspor Impor Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih Jan 2012 thd Jan 2011 (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 345 232 451 624 687 581 501 360 784 998 Triwulan I 59 061 69 973 43 567 024 26 241 934 Triwulan II 60 500 65 745 72 900 660 31 749 466 Triwulan III 83 723 103 731 54 974 339 32 282 282 Triwulan IV 141 948 212 175 516 139 478 270 511 316 2011 378 847 836 730 2 750 620 017 1 513 183 688 Triwulan I 65 597 104 230 1 194 657 159 622 728 284 Triwulan II 105 052 151 407 315 690 405 170 527 950 Triwulan III 35 645 107 977 360 325 567 204 170 692 Triwulan IV 172 553 473 116 879 803 049 515 736 581 2012 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 Januari 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 34 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.6 221.98 4.89 36.0 249. Januari 2011 dan 2012 Negara Asal Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Januari 2011 Desember 2011 .15 5. Serealia (10) 4 753.5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.1 207.9 10.21 15.29 2.05 1.0 -12.6 560.8 7 908. Kapas (52) 3 169.2 227.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.4 499.06 11.36 3.99 4.00 Tabel 4.14 6.1 9 586.85 65.1 -9.4 3 974.5 -6.36 34.7 163.31 6.82 2.89 45.99 9.72 20.5 809.82 23.7 491.

3 693.3 -24.4 1 816.9 Maret 1 290.1 -8. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$) Bulan 2011 2012 Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Januari 1 029.9 299.9 523.5 -14.56 1.14 19.71 58.7 2 968.4 61.5 23.06 8 Cina 25 456.64 39.40 7 Jepang 19 321.9 564.77 9.9 14 570.2 271.49 Uni Eropa 12 418.8 -7.91 13 India 3 979.55 26.41 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Asean Lainnya 3 250.05 Uni Eropa Lainnya 5 893.9 1 268.32 5.31 3.1 2 534.22 12.80 100.7 14 486.4 121.4 319.74 12.3 394.3 8 721.0 9.3 684.72 5.1 -54.9 755.8 9 427.0 123.9 846.1 -9.3 -6.7 2 149.6 585.14 7.55 12 Taiwan 3 854.6 -5.5 -8.31 26.40 -3.91 11.4 399.6 -0.2 April 1 059.24 6.0 2 731.8 -15.1 271.40 3.40 10.09 21.4 -4.4 2 425.40 15.0 682.1 284.03 30.21 Negara Lainnya 27 744.72 80.1 2 311.91 2.Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) ASEAN 29 792.50 10 Korea Selatan 7 440.44 49.00 Tabel 4.5 110.3 283.38 2.65 -1.2 7 160.2 -35.3 1 164.72 20.4 11 749.5 7 694.1 9 586.6 779.5 11.06 6 Inggris 1 173.6 381.48 3.2 2 600.79 Total Impor Nonmigas 136 734.65 2.0 1 380.3 10 529.1 2 101.1 6 763.7 1 119.91 11 Australia 5 173.4 260.0 1 001.44 72.9 12 828.6 404.0 336.0 1 861.59 Total 13 Negara Utama 108 989.88 9 Amerika Serikat 10 697.6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.42 4 Jerman 3 381.5 833.31 2 Thailand 10 248.3 11 581.5 98.06 Negara Utama Lainnya 75 922.1 26.5 391.8 12 558.1 Barang Modal Total Impor Nonmigas Januari 2012 Februari 908.73 3 Malaysia 5 745.2 2 120.60 1.6 2 292.3 273.84 20.15 10.68 18.6 322.48 97.4 1 090.0 -16.94 1 Singapura 10 548.7 411.53 21.1 -6.6 234.3 433.3 685.00 20.5 10 481.7 1 744.39 6.25 5 Perancis 1 970.7 9 289.4 5 337.6 339.0 -5.4 821.10 21.0 612.9 10 096.2 .2 2 666.6 1 892.40 3.4 752.9 3.10 21.

9 3 393.0 2 326.65 100.7 11 595.9 14 570.0 6 Amerika Serikat 762.0 302.1 10 971.7 965.4 177 435.9 Januari 1 107.7 2 968.6 1 119.38 100.0 4 Korea Selatan 1 293.1 1 626.3 .9 227.5 1 863.6 5 Thailand 708.8 15 Hongkong 189.1 Persentase thd Total (%) 7.1 3 772.9 701.1 25 964.6 Total 13 392.6 1 750.0 15 533.0 Juli 1 211.55 73.9 2 734.1 2 778.9 130 934.9 296.5 229.1 2 108.4 Desember 1 089.3 12 114.1 5 177.80 18.6 284.2 173.5 486.5 11 096.7 11 258.0 210.1 Oktober 1 261.3 33 108.9 3 190.1 434.8 261.7 4 259.7 2 099.2 2 540.3 2 316.94 20.4 2 881.5 388.8 9 Taiwan 399.4 2 Singapura 1 981.9 Juni 1 078.2 26 212.8 10 404.7 240.9 4 322.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.7 11 434.68 71.9 19 436.5 14 Nigeria 1.5 10 481.1 10 813.4 September 1 179.0 413. Negara Asal Barang November 2011 Desember 2011 Jan-Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (NILAI CIF: JUTA US$) 1 Cina 2 506.3 2 465.1 411.6 1 334.2 3 Jepang 1 929.2 768.3 Agustus 1 200.4 2 414.7 11 169.4 15 393. Januari 2012 No.3 12 999.8 16 475.7 824.0 325.3 1 166.00 7.4 11 India 334.6 11 113.4 15 072.11 503.0 7 Malaysia 1 025.6 16 207.9 10 Saudi Arabia 488.00 (%) Total I MPOR J ANUARI 2012 35 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.8 5 426.7 951.2 Mei 976.7 3 102.1 789.8 14 825.2 12 Vietnam 231.6 349.8 15 075.9 10 405.0 8 Australia 483.0 14 888.6 2 382.3 3 018.7 15 169.7 13 Jerman 265.

44 Negara Lainnya 18.6 22.33 100.00 6 Australia 14.13 58.85 80.6 21.52 39.4 676.38 5.8 3.1 224.No Total 15 Negara 12 599.00 9 Uni Eropa 75.93 59.8 11.94 20.73 100.4 10.4 42.9 768.55 10 481.9 14 570.3 375.79 56.1 94.0 299.5 2 354.00 .42 76.2 3 130.9 411.65 33.8 1 018.7 477.8 6.5 46.0 3.99 0.56 Negara Tabel 4.7 2 968.00 Total Impor 1 119.5 60.85 11.12 17.6 177 435.05 100.7 302.3 150.8 822.92 89.07 100.66 86.8 32 145.20 38.00 7 Selandia Baru 19.5 0.39 9.6 14 570.3 2 540.15 19.2 5.9 Negara Lainnya 2 794.29 100.15 81.00 8 Amerika Serikat 34.2 Total Impor 15 393.0 4.46 91.0 4.88 82.67 100.3 3 270.0 434.7 1 750.7 951.42 100.6 3.95 100.68 71.92 32.9 820.2 2 634.9 653.1 2 559.6 366.00 4 Cina 274.9 4 073.00 3 Korea Selatan 34.93 100.5 12 010.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Barang Konsumsi Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Januari 2012 Persentase thd Total (%) Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 ASEAN 465.1 Barang Modal Total ( 7 s/d 9 ) 7.2 1 445.6 13 204.2 1 095.27 20.21 5.8 145 290.43 56.70 100.85 18.38 100.00 2 Jepang 54.1 Persentase Terhadap Total (%) Total 15 Negara 81.9 16 475.00 5 India 17.00 10 Lainnya 129.08 52.66 74.

yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119. Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1. dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda.913 orang dan perempuan sebanyak 118. Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.326 jiwa EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 37 2. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan Laki-laki+Perempuan 0-4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5-9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10-14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15-19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20-24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25-29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30-34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35-39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40-44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45-49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50-54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55-59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60-64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65-69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70-74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75-79 842 344 1 135 561 1 977 905 80-84 481 462 661 708 1 143 170 85-89 182 432 255 529 437 961 90-94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 Jumlah 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Sumber: Sensus Penduduk 2010 Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237. Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237. Bagian tengah .630. 3.49 persen.44 persen (lihat Tabel 5.641. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1.2).641. Tabel 5.326 jiwa.010. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990-2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1.413 orang (Tabel 5.36 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 V. Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive.1).

4.4. dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100. Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101. b. 2010 INDONESIA Papua Barat Papua Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Riau Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Maluku Utara Sulawesi Tengah Jambi Banten Kalimantan Barat .piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5. atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki.1). 38 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Grafik 5. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 5. c.1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 0 2 4 6 8 10 12 0-4 Juta an 65-69 70-74 75+ Perempuan Laki-laki 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 0 2 Juta an 4 6 8 10 12 4. Rasio jenis kelamin a. Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113). sementara yang terendah adalah NTB (93). Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan.

0 NTB persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 111.0 109.0 120.5 97. b.8 100.5 104.1 80.6 102.3 95. Ketika tahun 1971 sebesar 86. Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif.2 105.Bengkulu Sumatera Selatan Sulawesi Utara DKI Jakarta Jawa Barat Maluku Kalimantan Selatan Sulawesi Tenggara Bali Gorontalo Sulawesi Barat Sumatera Utara Aceh NTT Jawa Tengah DI Yogyakarta Sumatera Barat Sulawesi Selatan Jawa Timur 94.0 97.3).3.4 101.4 98.8 101.7 104.6 104.7 104.0 106.0 100.8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51.6 103. .7 102.7 98.8 108.3 112.4 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 39 5.4 113.9 105.3 106.7 98.6 103. Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a.3.7 100.6 104. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51.2 100.3 102. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5.5 99.8 101.4 104.

Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107. 2000 dan 2010. Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2). Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.8 79.3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia. serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2).8 53. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Provinsi Penduduk Penduduk per Tahun (%) Laju Pertumbuhan ) Sensus Penduduk 2000 Sensus Penduduk 2010 1990-2000 2000-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh 3 929 234 4 494 410 1. 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 86. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi. 1980. lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2).2. 1990. Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2).2 Penduduk. 1971-2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971.Grafik 5.3 67.36 *) . Laju Pertumbuhan.46 2. Kalimantan (25 jiwa/km2).3 1971 1980 1990 2000 2010 40 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5. 6. dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2). yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2).8 51.

70 0.85 68 81 8 Kepulauan Bangka Belitung 899 968 1 223 296 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 .10 0.20 1.24 1.62 1.90 1 010 1 217 13 Banten 8 098 277 10 632 166 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 .3.24 1.95 127 205 6 Jambi 2 407 166 3 092 265 7 Sumatera Selatan 6 210 800 7 450 394 1.68 78 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 1.79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 0.78 0.72 1.14 2.58 1.2.58 .13 1.56 1.32 1.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0.27 3.17 1.24 1.94 0.41 2.04 0.34 101 115 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 1 679 163 4.76 727 784 .83 2.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 Sumatera 42 472 392 50 630 931 1.4.

99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 Kalimantan 11 307 747 13 787 831 2.77 2.68 3.28 .21 1.40 1.2.98 1.17 1.26 74 92 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 2.28 0.14 2.25 1.81 2.08 48 59 Sulawesi 14 881 528 17 371 782 .31 2.17 153 172 28 Sulawesi Barat 891 618 1 158 651 29 Sulawesi Tenggara 1 820 379 2 232 586 .79 1.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 2.95 1.80 1.63 2.Jawa 121 293 745 136 610 590 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1.07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 0.81 1.45 1.48 1.02 21 25 24 Sulawesi Utara 2 000 872 2 270 596 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 1.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.2.80 3.27 2.52 1.

LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri.10 5. . Gorontalo.80 25 33 31 Maluku Utara 815 101 1 038 087 32 Papua 1 684 144 2 833 381 . EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Kepadatan Penduduk (jiwa/km 2 2000 2010 160 178 45 64 48 62 55 74 194 220 12 592 14 469 838 1 100 996 1 104 937 1 055 216 242 150 179 12 14 12 17 144 164 35 43 53 69 79 92 25 32 5 8 .67 2. . mengunakan data SPAN2005. Banten.LPP Aceh 2000-2010 dihitung 2005-2010. Babel.2.39 5 9 33 Papua Barat 529 689 760 422 Maluku dan Papua 4 195 234 6 165 396 .57 0.47 3.30 Maluku 1 166 300 1 533 506 1. Sulbar.80 1.87 3. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.LPP Indonesia 1990-2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.49 Catatan: .71 1.44 1.96 8 12 Indonesia 205 132 458 237 641 326 1.3.

dan Perorangan.30 4.20 1.20 4.90 1.80 persen).20 3.60 Catatan: 1.50 19. Transportasi dan Pergudangan.60 Kalimantan Barat 62.70 4.50 3.80 D I Yogyakarta 33.00 0.60 20.80 Nusa Tenggara Timur 68.30 5.70 14.60 26.00 0.80 0.00 Kalimantan Timur 29.20 1.50 3.90 1.40 12.90 15.80 16.50 Papua 75.90 0.20 3.90 1.20 14.90 11.50 9.40 5.50 2.30 14.40 6.70 1. Hotel.90 20.70 0. Pertambangan dan Penggalian. dan Rumah Makan.00 1. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.80 Lampung 61.50 3.00 0. Jasa Pendidikan.00 0.00 1.80 4.60 0.20 Jawa Tengah 39.00 7.70 19.10 1.90 1.90 4.40 6.30 4.70 23.40 11.50 0.60 2.50 4.10 17.50 2.10 0.90 17.90 18.70 27.00 0.40 Kalimantan Tengah 57.30 5.20 12. Perkebunan.00 16.30 23.80 22.00 Kep.30 6.70 0.10 0.80 0.50 5.80 7.70 0.70 31.20 4.50 7.70 4.20 3.20 4.60 0. Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a. Konstruksi/Bangunan.90 0.90 0.30 0.20 2.60 0. 5.40 6.90 0.80 3.90 0.20 4.90 Sulawesi Selatan 51.20 0.80 2.40 14.90 0.10 14.90 1.70 17.70 1. SP2010 Provinsi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Aceh 52.70 0.80 16. Jasa Kemasyarakatan.60 11.10 3.30 4.40 0.70 5.90 0. dan Pertanian Lainnya.60 14. Kehutanan.80 10.50 1.50 17.50 2.50 11.90 2.50 15.00 Sumatera Barat 44.40 Kalimantan Selatan 43.90 0. 9.30 0.30 13. Informasi.80 0.00 Bali 31.40 persen).10 5.70 19.70 1.50 11. Selain itu.80 0. Industri Pengolahan (termasuk Air).00 4.10 Maluku Utara 54.40 0.50 0.60 0.90 1.50 3.40 19.40 Maluku 51.40 Sulawesi Tengah 58.90 3.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .30 4.30 12. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.50 1.30 0.10 3. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.00 0. Riau 13.60 2.20 Jambi 57.40 0.20 0.10 3.90 5.90 0.90 Sulawesi Tenggara 52.30 Riau 47.60 0. Pemerintahan.80 Jawa Barat 24.20 4.00 Kep.90 3.70 6.30 0.20 6. Hotel.00 1.30 9.80 0. 3.20 4.90 Sumatera Selatan 60.70 17.60 4.20 Sumatera Utara 46.30 4. Jasa Kesehatan.50 2.50 0.60 20.80 13.80 0.50 persen lapangan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 usaha berada di sektor pertanian.40 0.10 2.10 0. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).50 4.20 20.40 0.00 4.70 1.20 3.70 Banten 19.00 0.40 0.60 0.10 0.10 10.10 0.10 1.40 27.30 0.30 16.30 18.20 5.80 0.50 2.80 Papua Barat 47.50 Sulawesi Utara 35.60 12. 8.20 6.50 3.70 7.80 6.30 1.90 Sulawesi Barat 63.40 5.60 0.00 16.90 21.30 3.20 Indonesia 40.70 persen).30 4.107 124 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 41 7.70 0.00 0.00 0.20 4.30 0.3.90 17.40 0.10 1. 7.10 4.60 0.00 1.50 0.30 5.30 7.80 17. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.50 6.30 13. 4.20 12.50 4.30 1.50 4. Perdagangan.60 DKI Jakarta 1.90 0.60 2.50 0.60 1.60 0.70 17.20 4.80 4. dan sektor Industri Pengolahan (10.50 0.80 15.60 3.20 4.80 8.30 11.20 0. 0. dan Komunikasi.10 15.30 16.30 18.70 7.40 5. sektor Jasa-jasa (15.10 1.50 15.50 1.30 Jawa Timur 44.60 0.70 0. Keuangan dan Asuransi.70 11. Holtikultura. Perikanan. Lainnya.50 4.60 13.20 20. Peternakan.00 0.30 4.20 1.20 13.30 4.10 16. 40.60 Gorontalo 42.10 2.10 0.30 4.90 14.70 0.40 0.20 0.20 1.40 2.90 1.60 0.80 0.80 0.10 0.70 1. .80 7.20 0.90 9.40 2. 6. Bangka Belitung 32.30 2. 2.70 1.20 14.80 0.80 Bengkulu 62.30 3.30 5.20 0. Tabel 5.50 12.20 2.10 0.40 18.00 2.50 16.00 3.20 1.90 Nusa Tenggara Barat 53.60 0.70 21.60 0.80 0.10 2.00 3.90 1.70 4.60 1.30 4.90 1.60 4. dan Rumah makan (18.40 5.30 8.30 21.70 16.10 1.30 12.00 0.40 11.10 0.

60 Kalimantan Tengah 18.80 0.00 1.80 2.20 2.00 0.30 39.60 24. SP2010 Provinsi 1.10 Gorontalo 33.60 1.00 Jawa Barat 19. dan subsektor 3) yang menyediakan 9.80 5.40 40. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.60 7.40 35.4 Perikanan.4.50 Kalimantan Barat 21.30 2.40 0.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.00 9.30 2.10 3.10 0.80 2.70 Banten 15.50 0.90 13. 2) Holtikultura.70 0.40 2.70 Maluku 29.50 75.30 Sumatera Selatan 19.50 42.10 0.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 43 c.90 7.20 0.10 1.90 0.30 3.90 3.30 0.40 0.40 1.40 0.10 62. 5) Peternakan. Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.10 0.20 0.10 4.40 2.60 13.60 0.20 20.50 0.80 1.70 9.00 Bali 11.70 2.50 1.30 0.60 1.90 Riau 5.20 5.10 2.00 1.60 6.60 10.70 0.10 29.90 2.90 1.1 Pertanian tanaman padi dan palawija.40 42.70 3.80 58.80 1. Bangka Belitung 1.90 0.50 23.70 2.20 0.00 0.70 0.50 0.70 2.20 0.20 33.00 Papua Barat 20.1 1.40 persen kesempatan kerja.80 54.20 Indonesia 24.60 0.80 1.00 0.50 0.00 Nusa Tenggara Timur 57.30 44.50 4. 3) Perkebunan.40 0. 1.00 2.2 1.20 0.60 Maluku Utara 19.3 Perkebunan.10 4.20 51.10 0. 1.70 0.70 0.20 Kalimantan Selatan 23.10 31.00 4.70 1.70 36.70 1.00 0.3 1.20 3.10 0. yaitu 1) Jasa Pendidikan. Riau 0.00 0.50 Catatan: 1.70 30.60 Sulawesi Barat 16.30 3.70 Jawa Tengah 29.60 3.70 Jawa Timur 32.00 3.30 1. 1.20 8.30 4.5 1.70 62.40 10.70 Jambi 9.30 44.80 0.70 43.90 4.20 0.20 0.10 51.60 0.20 Nusa Tenggara Barat 37.60 4. .90 5. Tabel 5.40 0.50 1.40 22.30 1.00 0.20 53.30 0.10 0.2 Holtikultura.20 24.10 DKI Jakarta 0.70 1.30 3.60 2.60 3.7 persen kesempatan kerja.30 4.10 5.30 0.70 41.70 Kep.90 Sulawesi Selatan 33.10 Kalimantan Timur 11.20 Sulawesi Tengah 20.50 3.90 8.20 D I Yogyakarta 26.80 1. 4) Perikanan.40 57.10 4.10 Sulawesi Tenggara 21.20 2.10 63.10 0.50 1.30 60.50 2.70 7.70 52.20 8.42 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 b.30 0.40 Bengkulu 16.20 61.20 52.00 2.10 0. 1.50 1.40 0. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.10 3.90 4.80 1.80 3.4 1. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.70 47.20 0.40 0. Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor.6 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Aceh 29.20 Sumatera Utara 19.40 1.80 38.20 0.60 1.90 1.10 0.40 1.20 9.60 1.90 2.20 68.60 19.50 Kep.60 0.10 3.10 3.00 0.00 0.80 2.10 3.30 15.90 57.5 Peternakan.00 0.00 37.40 32.40 1.10 Papua 61.30 0.80 47.80 1.90 39.60 31. 1.90 Sumatera Barat 25.00 2.50 1.20 19.60 0.30 0. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.00 1.00 Lampung 34.20 46.50 0.30 0.30 3.30 13.90 1.30 Sulawesi Utara 18.

9.10 1.30 Kalimantan Selatan 4.00 14.8) a.50 Bengkulu 4.5. Tabel 5.80 20.00 Sumatera Utara 4.20 Kalimantan Timur 4.00 1.50 Maluku 7.40 10.30 2.40 11.20 17.50 0.40 Lampung 3.90 1.70 16.20 Maluku Utara 5.20 10.20 18.60 1.20 11.20 9.00 Jawa Timur 3. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.00 Kep.90 Sulawesi Tengah 5.70 7.60 13.50 Jawa Tengah 3. lihat Tabel 5.40 1.10 27.20 Nusa Tenggara Barat 5.80 0.60 Papua 1.30 1.70 0.80 Nusa Tenggara Timur 4.90 14.70 15.60 persen).50 Jambi 4.90 20.70 7.20 15.10 10.50 0.10 22.70 D I Yogyakarta 5.90 17.60 Sumatera Selatan 3.10 11.30 9.10 0.80 13.1 Jasa Pendidikan.70 0.80 1.30 10. 9.00 7.80 8. laki-laki pada umur 13-15 sebesar 83.90 Indonesia 4.60 15.70 1.80 10.60 14.50 Sulawesi Selatan 5.70 Catatan: 9.70 1.40 0.00 9.2 Jasa Kesehatan.90 Kep.1 9.80 1.80 11.70 21.40 15.50 16.30 13.40 19.60 16.00 Papua Barat 3.20 17.90 1.00 Sulawesi Utara 5.50 14.90 9.70 Kalimantan Tengah 4.54 persen masih sekolah.70 Riau 5.00 1.40 1.10 10.60 1. Laki-laki pada umur 7-12 tahun sebesar 94.00 1.80 7.80 1.10 0.30 16.50 22.30 11.00 1. Riau 3.20 Banten 3.2 9. Di antara subsektor tersebut.50 1.70 16.48 persen masih sekolah.80 1.80 1. Semakin tinggi .90 12.20 12. 2010 Provinsi 9. Status Sekolah (Tabel 5.80 15.00 7.2) Jasa Kesehatan.20 Sumatera Barat 6.20 16.3 Jasa Kemasyarakatan.40 20.10 1.20 12.40 11.30 1.6.30 Gorontalo 5.30 20.50 Bali 3.50 Jawa Barat 3.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.3 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 6.40 1.10 10.80 7. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.50 13.00 persen).20 1. Pemerintahan dan Perorangan. lalu sub sektor 1) (4.40 Sulawesi Barat 4. Pemerintahan dan Perorangan 44 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 8.90 9.10 Kalimantan Barat 3.20 11.90 13.40 9.70 17.90 7.7.10 DKI Jakarta 3. Bangka Belitung 4.70 1. dan Tabel 5.20 11.40 Sulawesi Tenggara 5. 3) Jasa Kemasyarakatan.20 9.40 17.

30 Banten 33.81 54.21 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laki-Laki KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 45 .46 61.67 Maluku 44.59 81.26 60.51 67.48 53.74 95.02 65.29 21.94 93.93 96. Tabel 5.88 16.22 10.29 67.59 Jawa Timur 47.93 57.01 65.53 INDONESIA 37.35 Bali 39.87 Bengkulu 34.73 Kalimantan Selatan 40.74 Papua 25.12 97.52 24.61 75.19 69.36 Kalimantan Barat 30.82 92.33 95.41 97.78 94.43 61.60 93. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 39.15 7.41 46.55 82.00 60.69 84.01 94.66 7.85 93.01 67.94 63.47 60.72 Riau 31.30 48.81 47.6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.44 47.60 52.78 82.45 93.93 85.89 13.08 62.78 86.16 13.13 Nusa Tenggara Timur 27.36 57.35 18.20 47.95 16.52 61.50 91.43 78.79 64.21 14.41 62.36 Jawa Barat 28.46 Sumatera Barat 25.69 64.83 57.92 91.24 22.54 83.93 88.21 persen laki-laki masih sekolah.36 88. Bangka Belitung 36.89 62.90 48.04 15.42 59.83 82.41 62.27 79.97 94.77 78.85 68.56 Jawa Tengah 46.49 20.90 Gorontalo 34. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.71 11.08 15.91 94.49 96.74 80.46 85.49 Sulawesi Tengah 34.91 57.34 17.96 48.60 63.62 55.02 Papua Barat 37.19 60.83 57.58 54. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.33 23.05 50.60 94.18 15.50 81.43 Maluku Utara 43.12 96.85 Sumatera Utara 34.41 48.88 88.48 48.13 52.02 15.65 Sulawesi Barat 27.90 58.22 12.25 Kalimantan Timur 42.30 48. Pada masa umurumur sekolah (7-24 tahun) sebesar 62.63 21.18 Sulawesi Tenggara 35.90 47.95 13.35 94.91 85.99 61.96 59.67 67.52 95.54 86.78 80.89 Kep.27 70.32 86.26 95.29 69. Riau 31.73 DKI Jakarta 45.72 54.32 15.84 63.07 84.33 19.17 79.umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.20 11.64 59.21 14.16 62.06 Kalimantan Tengah 44.15 83.23 55.33 87.55 95.89 78.83 58.54 11.89 43.50 Nusa Tenggara Barat 25.87 90.95 19.98 92.62 91.84 94.36 91.85 57.01 48.93 63.37 DI Yogyakarta 50.17 87.46 41.65 Sulawesi Selatan 35.94 Lampung 37.24 59.68 82.27 95.12 94.66 Kep.19 62.93 95.95 58.01 Jambi 39.96 93.37 Sumatera Selatan 39.58 21.45 89.43 17.02 94.91 94.04 52.58 68.98 93.41 14.08 20.01 73.68 Sulawesi Utara 54.20 63.11 72.97 68.

69 Kalimantan Selatan 41.50 85. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.39 92.86 11.72 22.15 69.04 69. perempuan pada umur 13-15 sebanyak 85.38 49.79 62.00 66.25 38.91 Jawa Barat 31.12 16.49 Jawa Tengah 47.38 14.49 18.37 50.49 90.14 95.13 93.12 67.8.99 61.72 89.39 95. Perempuan pada umur 7-12 tahun sebanyak 95.7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.33 59.63 10.12 64.22 27.97 66.71 95.03 Kalimantan Barat 31. Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.84 95.16 64.09 65.22 86.33 6.92 Sulawesi Barat 30.91 18.66 85.60 89.45 50.17 80. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.45 71.26 95.89 persen masih sekolah.53 71.14 Kep.19 64.63 58.28 56.17 82.37 54.20 16.14 82.88 Jambi 40.99 10.93 84.80 17.07 18.61 56.62 53.79 85.32 DI Yogyakarta 51.47 Sulawesi Selatan 37.18 18.53 46.53 43.31 60.53 95.59 81.92 Banten 35.52 Sumatera Utara 35.27 64.46 95.90 24.85 Sulawesi Tengah 37. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta. Bangka Belitung 38.34 62.93 16.95 61.89 19.13 60.97 61.17 14.04 52.01 61.69 50.05 Maluku 46.05 57.11 87.87 64.04 persen masih sekolah.47 95.17 84.58 81.69 96.26 95.35 88.77 61.55 85.30 53.59 71.96 61.65 81.27 Kalimantan Timur 43.96 Gorontalo 37.66 83.87 15. Pada masa umur-umur sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.13 46.32 58.29 94.44 95.56 18.58 14.89 Bali 39.64 96.57 58.02 Kep.42 53.53 28.89 94. Pada semua umur .31 12.19 88.77 94. Riau 31.90 Nusa Tenggara Barat 27.88 Sumatera Selatan 41.43 62.27 85.74 70.21 81.49 Sulawesi Utara 56.87 Maluku Utara 45.33 94.52 91.84 60.62 96.74 70.28 85.08 12.58 Riau 32.70 13.20 58.86 45.71 89.85 15.64 55.34 persen perempuan masih sekolah.15 63.64 86.70 93.03 44.51 Nusa Tenggara Timur 29.89 97.92 12.62 89.87 61.50 83.80 13.77 Lampung 39.49 98.21 88.50 53.27 INDONESIA 38.00 53.14 93. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.27 54.49 Papua 26.69 Kalimantan Tengah 46.67 96.02 95. Pada umur 7-12 tahun sebesar 94.27 Sulawesi Tenggara 38.09 Sumatera Barat 26.34 Perempuan 46 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 c.26 55.52 60.98 94.54 62.43 13.84 Jawa Timur 48.19 82.11 DKI Jakarta 45.10 21.93 50.17 Papua Barat 37.88 96.66 62.22 42.37 96.02 48.63 10.27 persen masih sekolah.50 95.64 61.72 Bengkulu 36.15 61.95 50. pada umur 13-15 sebesar 84.36 93. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.36 59.93 43.70 88.80 7.24 persen masih sekolah.87 95.83 58.14 63.26 87.b.21 92.30 97. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua.94 95.24 13.

73 94. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.11 53.50 70.13 56.87 58.53 52. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.45 20.35 Lampung 38.62 62.68 18.37 77.07 62.57 40.06 65.50 7.08 52.76 96.11 16.44 94.81 19. tanpa membayar.66 63.80 44.86 56.34 49.79 Nusa Tenggara Timur 28.42 15.93 42.63 Sulawesi Tengah 36.78 89.07 18.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.11 70.90 62.94 Jambi 39.27 Sulawesi Barat 29.49 58. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.56 18.71 Kalimantan Selatan 40.24 52.03 91. Tabel 5.53 88.90 59.18 Sumatera Utara 34. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) Laki-Laki+Perempuan 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.22 61.79 12.93 62.03 63.10 84.18 82.56 96.89 84.64 12.85 DI Yogyakarta 50.83 82.53 69.00 93.04 Jawa Tengah 46.40 96.59 Sulawesi Utara 55.13 Banten 34.61 46.94 87.42 58.90 94.26 80.27 58. Bangka Belitung 37.46 14.02 88.55 87.99 59.51 26.18 84.73 69.38 53.75 25.44 61.05 Sulawesi Selatan 36.96 95.68 96.45 persen.68 14.78 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 47 9.51 62.84 50.62 48.18 94.00 62.01 65.54 50.63 95.45 54.51 87. yakni sekitar 6 persen.62 Jawa Barat 29.89 17.37 17. tanpa perjanjian sewa/kontrak.89 persen) milik sendiri.92 50.74 66.13 93.72 58.95 54.28 Bengkulu 35.98 Kep.27 85.45 15. .75 Nusa Tenggara Barat 26. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.37 20.18 persen sampai 20.07 22.37 63.74 88.85 95.41 94.28 57.16 80.38 DKI Jakarta 45.52 58.51 64.22 Sulawesi Tenggara 37.08 62.sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.70 95.28 84.48 92.10 85.02 47.18 80.40 97.09 94.60 64.42 93.78 58.42 61.25 92.93 Gorontalo 35.65 95.72 81.86 21.01 66. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.06 58.32 Kep.93 95.98 12.86 Maluku 45.8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.09 61.34 13.78 15.38 88.69 97.17 89.58 64.62 95.29 83.94 98.9) Sebanyak 77.95 11.56 94.27 persen.80 63.20 Kalimantan Barat 31.14 Riau 32.64 Maluku Utara 44.04 67. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.54 69.68 61.62 95.14 48.11 92.30 77.78 persen penduduk masih sekolah.80 60.89 81.83 95.46 13.88 Kalimantan Tengah 45. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua.77 66.14 Papua 25.13 55.77 Sumatera Barat 25.85 10.65 11.73 Jawa Timur 47.00 INDONESIA 38.43 7.64 16.46 84.55 94.68 94.63 Bali 39.82 81.51 80.97 86.94 94.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.66 50.60 Papua Barat 37.54 59.11 48. Riau 31. Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.97 71.83 86.57 46.91 66.70 11. dan lain-lain.35 89.13 Sumatera Selatan 40.17 49.48 14.92 45.65 16.77 92.48 84.90 21.77 Kalimantan Timur 42.

01 10.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.46 100.71 27.00 Sulawesi Tengah 80.59 8.50 10.15 100. SP2010 sendiri Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 76.29 100.97 8.85 13.00 Sumatera Barat 73.84 4.17 16.89 2.71 4.76 9. Riau 60.00 Kalimantan Timur 62.00 Lampung 83.40 100.68 3.18 14.00 Sulawesi Selatan 80.00 D I Yogyakarta 76.78 4.72 100.04 3.97 7.09 6.69 100.05 9.00 Jawa Tengah 86.00 Sulawesi Tenggara 81.08 6.91 18.00 Nusa Tenggara Barat 85.19 3.98 100.00 Jambi 75.64 100.97 6.21 2.60 2.28 100.86 2.04 8.58 2.68 24.04 7.98 100.76 100.00 Banten 72.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Provinsi Milik Tempat Tinggal.09 8.04 100.53 100.83 5.17 10.97 12.38 5.00 Jawa Timur 85.11 4.27 6.00 Jawa Barat 75.30 9.49 3.57 9.75 3.18 100.77 15.55 100.13 6.93 6.00 Kalimantan Selatan 74.63 5.35 2.15 20.05 6.94 5.42 2.39 100.33 100.00 Riau 64.00 Sumatera Utara 67.68 7.00 Bengkulu 78.77 100.25 100.00 Sumatera Selatan 76.27 100.28 12.45 17.23 13.16 11.00 Nusa Tenggara Timur 84.00 Kep.52 18.00 Bali 71.96 100.94 5.31 11.54 4.73 2.00 DKI Jakarta 47.27 100.44 7.83 10.89 1. Bangka Belitung 80.22 11.62 7.00 Sulawesi Utara 72.18 7.55 8.35 4.15 100.42 13.37 11.00 Kep.16 100.61 7.52 100.20 13.81 3.71 14.77 10.13 100.15 2.85 2.20 10.52 3.87 100.58 7.00 Gorontalo .54 2.36 3.00 Kalimantan Tengah 68.00 Kalimantan Barat 84.

23 88.72 88.73 Jawa Barat 17.96 11.00 Papua Barat 63.49 53.50 Sulawesi Utara 17.78 20.79 91.06 27.07 100.03 2.18 100.16 16.00 Sulawesi Barat 84.13 56.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.51 1.77.70 persen).97 12. dan mata air terlindung (8.64 .32 3.12 2.11 88.60 12.94 2.34 82.06 15.65 8.70 87.86 65.24 31.44 persen).87 Riau 23.54 Nusa Tenggara Barat 8.75 37.19 30.42 persen).14 persen). Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.76 Nusa Tenggara Timur 1.53 34. sumur pompa (12.75 2.31 2.25 4.00 Papua 79.08 7.63 70.29 5.81 77.13 17.92 18.68 1.24 DKI Jakarta 50.86 100.18 8.12 15.87 33.02 10.44 10.94 1.96 70.47 Bengkulu 8.00 5.03 1.00 3.59 63.70 persen).11 4.38 32.62 22.17 Bali 27.01 4.79 Jambi 10.87 14.63 71.10) Sebanyak 83.94 40.68 12.28 1.09 11.74 28.25 8.76 Kalimantan Selatan 6.37 100.70 5.07 31.40 89. berdasarkan kriteria sumber air saja.70 Banten 31.02 74. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).19 7.00 48 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 10.79 6.57 9.80 76.07 3.23 19.46 3.45 80.04 46. air ledeng (15.48 Kalimantan Timur 25.96 23.37 Sumatera Selatan 9. air kemasan (14.94 D I Yogyakarta 12.14 23.73 4.05 1.69 19.80 46.58 26.27 2.75 11. Bangka Belitung 26.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi Air kemasan Ledeng Pompa Sumur terlindung Mata air terlindung Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 20.07 11.60 2.89 Jawa Timur 11.84 90.29 21. Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.90 10.01 Kalimantan Barat 7.69 38.12 8.10 Jawa Tengah 4.66 Sumatera Utara 12.00 Maluku Utara 82.21 100.83 3.01 9.14 91.06 10.88 4.59 12.05 9. Riau 50.10 99.54 6.83 31.26 1.59 2.81 17.87 Lampung 7.45 15.31 0.95 0.38 1.19 8.96 15.88 100.37 57.98 Kalimantan Tengah 9.84 Kep.39 1.69 24.57 0.81 4.51 0.51 5.38 12.28 13.75 6.33 Kep.94 11.10 60.06 17.18 17.86 42.41 16.21 1.70 16.21 15.40 2.38 87.97 1.19 8.88 3. Tabel 5.45 100.61 20.74 18.96 36.35 9.00 INDONESIA 77.42 29.00 Maluku 78.96 Sumatera Barat 12.69 56.45 1.38 4.64 19.56 3.

17 10.00 Sulawesi Utara 65.12 100.70 15.74 100. a.19 48.42 3.30 100.14 8.52 1.00 Bengkulu 66.76 100.69 85.50 6.39 18.62 41.01 1.42 19.63 27.25 11.11 0.38 10.11 dan Tabel 5.13 14.00 Sulawesi Tenggara 56.68 50.13 4. Sementara itu 11.00 Kep.74 4.85 6.14 14.84 100.72 persen menggunakan jamban bersama dengan rumah tangga lain.25 6.84 63.43 32.93 100.70 23.21 14.90 14.79 2.00 .51 9. Sebanyak 65.72 3.06 5.79 100.59 84.86 0.58 67.77 26.69 27.44 83.00 Kalimantan Barat 61.47 18.00 Banten 64.02 4.10 28.85 4.67 4.53 100.00 Gorontalo 33.35 18.94 100.14 1.53 37.55 3.49 46.12 6.05 40.92 13.05 18.00 Sulawesi Barat 5.00 Jawa Barat 67.19 22.42 9.72 11.93 6.00 Bali 67.22 Sulawesi Tenggara 6.25 1.23 15.06 5.22 100.22 100.00 Riau 82.71 3.70 12.35 13.66 Papua 10.67 14.72 100.03 8.28 20.94 20.42 32.Sulawesi Tengah 7.32 19.58 6.84 6.95 19.62 5.89 1.04 Papua Barat 19.12 7.40 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 49 11.09 100.65 17.07 1.26 2.00 Sumatera Utara 75.41 7.67 2.55 10.00 Sulawesi Tengah 50.14 1.52 20.90 100.00 Kep.44 8.00 D I Yogyakarta 73.00 Sulawesi Selatan 63.28 16.24 4.14 26.05 13.98 2.17 14.92 Maluku 3.32 100.55 3.32 35.11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar.60 19.66 100.05 100. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.06 25.00 Jambi 69.37 5.02 100.52 100.69 83.64 100.31 4.37 Maluku Utara 2.12).00 Kalimantan Selatan 65.65 100.88 3.74 10.02 15.00 DKI Jakarta 76.20 44.59 100.00 Sumatera Selatan 66.44 5.59 persen menggunakan jamban umum.33 12.29 12.00 Jawa Timur 62.03 Gorontalo 5.12 1.42 2.00 Lampung 77.02 19.41 100.83 31.61 19.25 77.61 19.00 Nusa Tenggara Barat 41.39 29.40 9.00 Nusa Tenggara Timur 63.76 100.00 Kalimantan Timur 80.81 100.76 25.98 11.47 1.90 9.97 8.66 INDONESIA 14. Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan fasilitas jamban untuk buang air besar.35 100.58 100.80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 buang air besar. Tabel 5.08 21.00 Sumatera Barat 54.78 10.00 Jawa Tengah 65. SP2010 Provinsi Jamban sendiri Jamban bersama Jamban umum Tidak Punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 59.61 Sulawesi Selatan 12.43 8.49 13.83 0.46 10.25 79.50 7.00 Kalimantan Tengah 59.82 8.16 24.26 20. dan 3. Bangka Belitung 68.99 79.49 2. Riau 82.11 4.67 3.23 12.65 7.44 100.

80 1.48 100.00 Papua Barat 77.54 7.27 8.60 17.42 persen sampai 96. Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri.00 Kalimantan Tengah 56.93 1.31 100.00 Papua 48.00 Maluku Utara 82.47 3.00 Papua 48.99 6.80 11.91 16.13 4.29 persen yang menggunakan tangki septik.30 6.Sulawesi Barat 44.16 10.31 6.00 Lampung 58.22 14.75 10.00 Kep.01 100.78 8.16 15.42 43.53 2.00 Bali 96.00 Nusa Tenggara Timur 44.20 6.95 100.45 9. umum) terdapat 74.66 17.69 100.65 100.69 100.68 6. sebanyak 17.86 100.27 100.84 33.00 Nusa Tenggara Barat 87.00 Sulawesi Tengah 82.73 100.00 Sulawesi Tenggara 76.98 100.72 3.09 100.19 100.75 100.98 10.29 11. SP2010 Provinsi Tangki septik Tanpa tangki septik Tidak punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 73.29 0.00 Sulawesi Utara 87.00 D I Yogyakarta 87.00 Kalimantan Selatan 65.71 100.00 Jawa Tengah 76.52 14.60 7.00 Maluku 50.61 100.74 4.00 Kalimantan Barat 67.00 100.93 28.44 18.00 Banten 87.80 100.67 14.00 Riau 67.55 100.00 Maluku 84.78 100.93 9.00 Sumatera Utara 77.09 100.62 8.70 12.94 21.71 5.00 INDONESIA 65.79 21.57 21.05 6.69 100.80 7.00 Sulawesi Barat 79.00 Bengkulu 67.53 47.84 14.00 Sumatera Barat 68.05 36.03 100.62 6.31 3.45 100.00 21. Kondisi di provinsi beragam.05 9.00 Maluku Utara 46.68 9.44 persen tidak mempunyai tempat pembuangan akhir.00 Sulawesi Selatan 85.78 100.53 4.00 b.67 15.84 16.50 100.00 Jawa Barat 68.20 35.23 4.69 16.60 100.39 22.00 Kalimantan Timur 80. Riau 86.61 11.11 26.38 100.36 8.72 36.24 22.09 100. Bangka Belitung 93.96 3.00 DKI Jakarta 92.00 Sumatera Selatan 66. 50 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5.00 Jambi 68.00 INDONESIA 74.68 100.27 persen tanpa tangki septik.55 16.38 10.82 100.97 100.45 4.90 16.97 11.22 9.29 17.00 Papua Barat 59.74 2.24 5.87 10.00 Gorontalo 92.05 10.88 100.13 12.74 persen.97 6.59 18. bersama.44 100.64 100.95 100.00 100. dan 8.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 51 .02 5.46 100.10 17.78 2.96 6.00 Jawa Timur 72.58 100.12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja.01 11.49 6.00 Kep.98 100.53 18.85 2. dimana penggunaan tangki septik berkisar 44.

00 Sulawesi Utara 1.00 Sumatera Selatan 0.19 0.61 100.53 40.07 0.93 0.86 0.16 1.75 5. Sumatera Utara.75 46.72 4. Sumatera Selatan.16 11.03 43.53 29.32 55.00 Sulawesi Barat 0.66 100.72 0.00 28.50 7.05 45.21 100.11 0.05 35.64 0.06 57.01 0.15 0.22 1.00 Nusa Tenggara Timur 0.09 0.27 0.95 26.94 0.33 47.00 Bengkulu 0.00 Kep. Riau 1.60 46.02 39.18 0.00 Bali 1.23 100.25 2.81 62.79 14.61 100.00 Kalimantan Tengah 0.00 INDONESIA 0.68 5.26 100.62 100.00 Kalimantan Timur 0.49 0.32 9.00 Sulawesi Selatan 0.45 0.16 0.81 100.00 Papua Barat 0.36 16.41 0.00 Sulawesi Tengah 0.64 0.10 0.10 16.74 28.43 30.59 54.46 0.04 0.49 100.74 17.09 0.87 22.14 0.00 Sumatera Utara 1.17 0.43 50.44 9.00 Jawa Tengah 0.55 1.00 0.53 1.00 Sulawesi Tenggara 0.04 32.55 0.95 0.39 3.00 Gorontalo 0.04 59.12 0.58 42.93 0. digunakan oleh 40.76 0.81 15.12 0.08 0.29 0.23 51.17 48.37 100.09 0.71 0.16 100.54 42.00 Kalimantan Barat 0.10 0. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.55 4. SP2010 Provinsi Listrik Gas Minyak tanah Arang Kayu Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 1.23 45.00 Jambi 0.11 0. Bahan bakar kayu juga masih populer.13 68.08 0.04 0.23 68.93 0.00 Maluku 0.12.40 100.86 55.40 100.00 D I Yogyakarta 0.04 100.08 0.98 0.11 44.29 100. terutama ketika penggunaan gas di sana tidak menonjol.13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak.42 100.29 31.08 63.05 25.00 Nusa Tenggara Barat 0.25 0.24 100.74 100.40 27.91 45.40 3.30 0.67 0.09 1.32 100.49 100. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.81 50.16 1.71 100.81 1.37 0.10 0.00 Lampung 0. Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.60 27.62 0.07 2.26 100.94 0.77 45.92 0.11 1.14 0.00 Maluku Utara 0.51 0.81 47.25 2.00 70.37 100.29 70.06 0.06 36.23 38.61 0.44 5.83 9.13 0.69 persen rumah tangga.05 53.57 24.04 45.00 Kalimantan Selatan 1.11 persen rumah tangga.61 0.39 12.46 65.16 persen rumah tangga Indonesia.07 0.59 0.05 83.00 Jawa Barat 1.61 50.45 100.11 0.67 7.80 0.34 9.25 0.13 100.08 0.00 0.78 0.46 17.18 0.89 0.32 100.18 37.43 1.33 0.00 Jawa Timur 0.02 0.94 44.50 24.40 0.71 25.33 49.30 100.70 0. Bali.49 40.13) Bahan bakar gas digunakan oleh 45.28 100.11 1.00 DKI Jakarta 1.10 3.12 68.08 0.29 0.00 Tidak pakai .53 0. Bangka Belitung 0.33 25.27 15.60 18.00 Kep.00 Sumatera Barat 1.07 74.82 100.31 37.47 0.22 0.61 0. Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa.41 1.18 1.00 Papua 0.87 0.25 100.58 100.92 0.67 34.74 35.12 45.01 38.11 0.83 0.35 0.17 0.78 4.18 100.31 7.70 4.34 83.12 0.04 25.62 1.27 2.00 Riau 0.05 61.10 45.00 Banten 1. Minyak tanah digunakan oleh 11.94 0.55 0.72 0.22 0.16 5.24 0. Masih banyak provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol.84 0.37 2.83 100.69 0.58 0.33 100.

63 57.49 80.34 9.52 76.02 Nusa Tenggara Barat 0.44 Sulawesi Tenggara 0.58 Bengkulu 0.14) Sebanyak 73.79 78.79 Bali 0.50 2.37 80.15 82.41 3.53 81.81 5.23 42.11 D I Yogyakarta 0.82 68.67 4.94 Banten 0.45 4.44 Kalimantan Selatan 0.94 62.76 93.44 75.60 60. Tabel 5.37 Jambi 0.89 66.01 3.13 Sumatera Selatan 0.50 Kep.12 Jawa Barat 0.36 64.05 Sulawesi Selatan 0.39 72.02 1.18 6.13 Maluku Utara 0. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.06 Sulawesi Barat 0.15 60.24 64.48 10.82 69.67 52.57 Papua Barat 0.29 56.16 3.73 68.31 10. Penguasaan Telepon (Tabel 5.47 29.47 67.31 60.48 58.96 Sulawesi Tengah 0.60 61.33 91.78 83.84 74. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.24 3.35 8.88 DKI Jakarta 1.60 64.73 3.22 73.37 2.75 65.66 64.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon.08 45.13 Riau 0.89 54.86 71. SP2010 Provinsi Kabel Seluler Kabel dan Seluler Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 0.52 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 13.26 7.30 Sumatera Utara 0.03 Nusa Tenggara Timur 0.78 70.86 INDONESIA 0.23 77.39 3.24 Papua 0.82 85.42 77.80 24.24 70.15 32.54 5.38 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 53 14.77 65.13 73.53 49.72 80. Secara .67 70.37 4. Riau 0.45 Lampung 0.37 Sumatera Barat 0.04 74.53 75.11 8.33 5.65 4.70 95.18 80.53 66. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.06 3.79 48.47 Gorontalo 0.40 69.82 64.73 70.62 68.85 83.14 Kalimantan Timur 0.45 76.74 10.42 82.19 Kalimantan Tengah 0.96 Jawa Tengah 0. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel.63 4.40 66.41 7.32 Kalimantan Barat 0. Bangka Belitung 0.01 9.79 Sulawesi Utara 0.39 63.59 4.30 Jawa Timur 0.33 54.07 2.66 68.41 Kep.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.42 4.67 6.30 87.86 4.77 Maluku 0.81 71.70 71.

18 Sulawesi Utara 129 241 22.06 Sumatera Barat 213 345 18.86 Sumatera Utara 366 296 12.52 D I Yogyakarta 315 111 30.80 Kalimantan Selatan 177 036 18. Kalimantan Timur (22.42 DKI Jakarta 751 880 29.1 juta rumah tangga.91 54 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 VI. DKI Jakarta (29.42 Banten 397 930 15. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A.36 Jawa Timur 1 392 606 13.25 INDONESIA 9 117 445 14.50 Papua Barat 19 703 11.21 persen). Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1.21 Sulawesi Tengah 70 920 11. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus. SP2010 Provinsi Jumlah % (1) (2) (3) Aceh 115 755 10.75 Papua 47 274 7.84 Kalimantan Tengah 73 328 12. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30.85 Kep. mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6.63 Gorontalo 41 053 16.83 Sulawesi Barat 19 578 7.42 Kep.55 Jambi 111 332 14.57 Maluku 42 416 13.51 Sumatera Selatan 231 434 12.25 Lampung 181 847 9. Sulawesi Utara (22.56 persen.93 Jawa Tengah 1 176 894 13. Jawa Tengah.14 persen.43 Sulawesi Selatan 316 279 17. Bangka Belitung 39 993 12. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.40 Maluku Utara 20 358 9.36 persen).15. Jawa Timur.33 Bali 152 834 14. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat.18 persen).86 Nusa Tenggara Barat 100 795 8.34 Kalimantan Barat 121 133 11. Riau 85 778 19.53 Riau 192 836 14.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7. dan DKI Jakarta.98 Jawa Barat 1 830 652 15.nominal jumlahnya mencapai 9.76 Bengkulu 65 955 15.98 persen).05 Nusa Tenggara Timur 64 295 6.15 Kalimantan Timur 193 146 22. 100 120 . Lihat Tabel 5.12 Sulawesi Tenggara 58 412 11.

2 juta orang (49. sebesar 75.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu.40 117.49 104.26 8.1 juta orang (68. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011.00 116.37 108. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.28 9. 3.0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119.31 persen). Penduduk yang Bekerja.70 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54.6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.42 persen) dan Sektor Transportasi.53 104.96 8. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 109.12 Februari Agustus Februari Agustus Februari Agustus 2009 2010 2011 Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2.70 juta orang (6.67 7.7 juta orang.21 111.4 juta orang.41 119.4 juta orang (1.89 persen) dan pekerja . Pada Agustus 2011.0 20 40 60 80 Grafik 6.83 116.3 juta orang. 6. berkurang sekitar 2.56 persen) Jumlah Angkatan Kerja. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2. Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011). sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 113.17 persen).40 persen).96 persen).32 8.74 113. berkurang sekitar 1. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.42 persen).2 juta orang (2.1 juta orang (7. 4.87 107. 5. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109.4 juta orang.1 Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7.59 8.

dan Pengangguran 1.14 6. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5. Angkatan Kerja 116.59 Setengah penganggur 15. Jasa Kemasyarakatan. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011.15 persen). 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan 2010 2011 *) Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.61 persen.42 persen).37 Bekerja 107.4 juta orang turun sekitar 2. 2.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.12 7.53 119. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran. Pekerja tidak penuh 32.00 116.26 15.34 3.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.96 68. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8. Sektor Pertanian.27 34.17 persen). Angkatan Kerja.96 persen).27 15.83 67. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.80 6. Perdagangan.21 111. Tabel 6.56 4.46 21. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011. Penduduk yang Bekerja.6 juta orang (5.21 persen dan 9.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan. 56 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 C. terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0.41 108.62 persen.01 18.59 8. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja.73 13.28 109.32 8. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6.52 Paruh waktu 17.67 Penganggur 8.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) .80 33.42 persen) dan Sektor Transportasi. Jumlah angkatan kerja mencapai 117.1 juta orang (7. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1. dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.53 18. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.72 69.40 117.70 2. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 7.41 7. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 67.06 *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2. B.dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.19 34. Pergudangan dan Komunikasi.

77 19.41 108.74 2.72 32.02 16.21 111.70 14. dan berusaha sendiri sejumlah 19.46 21.64 7.64 1.02 3.82 5.99 Jumlah 107.62 5. Berdasarkan identifikasi ini. Konstruksi 4. Pertanian 42.44 persen).59 6. Berusaha sendiri 20. Pergudangan. dan Air D.68 18. Pada Agustus 2011.1.06 2.77 5. Lainnya * *) ) 1.2 juta orang (62.52 34.48 6.82 13. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu.72 4.05 13.66 3.21 22.5 juta orang (37. Transportasi. Pekerja bebas di nonpertanian 5. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 57 2. Pekerja bebas di pertanian 6. Berusaha dibantu buruh tetap 3.7 juta orang (3. pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan.58 5. dan Komunikasi 5.92 21.3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Status Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.08 6. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1.15 19. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3.34 4. 2.63 7.16 5.28 109.54 3.31 19. Industri 13. Listrik. Perdagangan 22.32 5. Buruh/Karyawan 30. Jasa Kemasyarakatan 15.68 21.21 111.26 3.7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011.70 Jumlah 107.93 persen). Secara umum.98 17.4 juta orang (17.28 5.49 23.62 15. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37.49 42.96 17. maka pada Agustus 2011 sekitar 41. Dari 109.8 juta orang (34.51 37.59 3. Pekerja keluarga/tak dibayar 19.39 persen). Keuangan 1. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19.59 5.50 1.41 2.40 1.67 E.33 2.40 5.82 5. Gas.17 persen) bekerja pada kegiatan informal.65 8.67 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan.70 persen).28 109.03 21.41 108.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68.7 juta orang (17. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6. sisanya termasuk pekerja informal.58 5.84 5.83 41. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.24 23.61 1.13 5.48 39. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu .

30 20.67 Termasuk sementara tidak bekerja F. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75. Sekolah Menengah Pertama 20.63 15.79 5.40 persen).21 111.48 12.2 juta orang (2.48 1.94 5.73 8.4 juta orang atau sekitar 1. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3.25 5.1 juta orang (68. kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0.54 15.41 108.40 15.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja *) Perminggu 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1–7 1.31 54. Tabel 6. SD ke bawah 55.27 34. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil.63 12.porsinya relatif kecil yaitu hanya 1.17 6.41 108.88 9.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.28 109.09 75.34 8. 58 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6.51 55. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011).11 4.12 54.44 8–14 4.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.81 4.37 1. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.97 12. Diploma I/II/III 2.21 111.54 5.89 3.46 persen). Sekolah Menengah Atas 15.06 1–34 32.6 juta orang (5. Universitas 4.00 15.86 5.32 3.02 3.70 3.7 juta orang).61 persen dan 0.94 77.23 persen. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.80 33.67 2.20 15–24 11.15 persen).31 persen dari total penduduk yang bekerja (109.92 16.35 17. Sekolah Menengah Kejuruan 8.65 Jumlah 107. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 59 .59 4.63 21.08 Jumlah 107.20 1. Pada Agustus 2011.18 2. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker). Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.59 35+ * ) 74.22 20. jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan.60 74.2 juta orang (49.89 25–34 14.28 109.19 34.

71 3.3 8.37 3.37 171.56 persen dari total angkatan kerja.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.90 11.16 6.80 6. Pada Agustus 2011.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6. 3.56 H.54 persen.43 persen.24 11.92 9. SD ke bawah 3.43 persen.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun.37 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1. Sekolah Menengah Pertama 7. 60 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0. Sekolah Menengah Pertama naik 0.41 7.G.55 7.37 3.06 persen dan 10.59 7.45 7. Sekolah Menengah Atas 11.87 10.14 6.76 persen.19 persen.32 persen dan 2.78 11.66 persen dan 10.66 4. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1. Tabel 6.02 Jumlah 7. Universitas 14. Pada Agustus 2011. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13.95 8.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun.1 8.17 10.81 11.00 10.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2. Dibanding Februari 2011.43 5.90 12. 2. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7. yaitu masing-masing sebesar 10.71 12.8 7. Sekolah Menengah Kejuruan 13. Diploma I/II/III 15. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi.27 148.83 8.14 persen.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi 2010 2011 Agustus Februari Agustus Jumlah TPT Jumlah TPT Jumlah TPT (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 162.7 juta orang atau 6.81 3. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6.43 . 2.56 2. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1.

8 6.8 3.1 6.6 7.32 Kepulauan Riau 57.95 162.14 142.72 185.02 Sumatera Selatan 243.9 7.9 7.9 6.85 60.1 6.2 8.8 7.65 228.39 58.07 217.3 5. Bangka Belitung 34.18 402.77 Kep.17 136.Sumatera Utara 491.6 5.04 66.45 Riau 207.80 Jambi 83.37 Sumatera Barat 152.5 7.63 .6 6.2 7.43 460.0 6.90 58.9 5.2 5.2 4.

3 4.5 6.68 697.4 13.33 1 982.06 Jawa Tengah 1 046.83 Banten 726.83 555.8 5.41 21.19.2 2.07 1 002.80 Jawa Barat 1 951.7 .84 1 901.1 13.4 9.05 542.5 5.7 10.50 680.25 22.4 10.57 201.37 Lampung 220.9 6.1 3.59 30.6 5.24 213.4 10.61 Bengkulu 39.5 3.8 11.78 DKI Jakarta 582.21 1 042.7 3.8 9.6 13.

3 3. Yogyakarta 107.69 Kalimantan Barat 101.9 4.4 5.97 Jawa Timur 828.93 D.6 4.16 Bali 68.88 Kalimantan Tengah 44.1 5.0 2.47 74.06 65.67 58.5 5.2 3.2 4.32 Nusa Tenggara Barat 119.I.4 2.14 .6 2.62 112.1 5.35 110.6 4.34 59.25 845.33 Nusa Tengggara Timur 71.29 116.6 3.69 107.1 5.99 86.8 3.5 4.5 4.86 52.18 821.5.7 2.

16 21.8 5.23 Kalimantan Timur 166.84 Sulawesi Utara 99.0 6.62 100.6 10.37 243.61 19.7 5.27 52.7 4.55 Kalimantan Selatan 96.26 Sulawesi Tengah 56.69 .62 Gorontalo 23.8 10.7 9.01 Sulawesi Selatan 299.5 5.0 8.6 3.61 98.6 5.8 4.6 9.41.10 174.9 2.2 4.25 103.8 4.61 55.19 93.21 173.66 28.1 4.2 9.5 8.

4 8.5 2.38 Maluku Utara 26.3 3.4 6.9 9.28 33.6 3.72 51.55 57.68 30.14 .9 6.25 15.03 26.72 60.5 7.8 5.55 Papua 53.9 3.3 7.61 46.6 2.8 7.5 3.62 25.06 Maluku 64.2 4.2 4.70 15.34 32.8 7.94 Papua Barat 26.0 8.7 5.97 53.94 Indonesia 8 319.236.82 Sulawesi Tenggara 48.56 Sulawesi Barat 17.5 3.

582 menjadi Rp28.14 persen.727 menjadi Rp39. Sedangkan secara riil turun sebesar 0.8 117. yaitu dari Rp39. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 7. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional.1 6. yaitu dari Rp28.6 6.32 persen dibanding upah buruh tani bulan sebelumnya.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 2.56 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 61 VII. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 naik sebesar 0. Upah Buruh Bangunan h i a R up 65000 60000 40000 45000 50000 55000 35000 30000 1 0 .80 7 700.854. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1.542.

35 persen. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63. sedangkan secara riil naik sebesar 0.715 menjadi Rp63.675 menjadi Rp48. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0.939.823. yaitu dari Rp48.` r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i l i J u Pada Februari 2012. tu s A g u s b e r te m s e p e r t o b O k e r m b v e N o e .30 persen.

32 persen 1 1 i ` n u a r J a r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i L i J u tu s A g u s e r m b p te S e e r t o b O k .r m b s e D e Rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 sebesar Rp39.854 naik 0.

Upah Bur uh Tani Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63.939 naik 0. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010 Februari 2012 Bulan Upah Buruh Tani (harian) Upah Buruh Bangunan (harian) Nominal Riil 1) Nominal Riil (1) (2) (3) (4) (5) Februari 2010 37 637 29 987 56 864 48 043 Maret 37 721 30 023 56 998 48 226 April 37 844 30 138 57 217 48 338 Mei 37 897 30 153 57 285 48 257 .1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani.35 persen e r m b v e N o Upah Bur uh Bangunan e r m b s e D e 1 2 i ` n u a r J a r i u a b r F e 62 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 Tabel 7.

Juni 37 946 29 980 57 504 47 976 Juli 38 069 29 507 58 228 47 829 Agustus 38 198 29 356 58 276 September 38 301 29 315 58 475 47 460 Oktober 38 382 29 354 59 898 48 583 November 38 494 29 209 60 190 48 528 Desember 38 577 28 934 60 214 48 106 Januari 2011 38 648 28 705 60 340 47 779 Februari 38 769 28 755 60 758 48 045 Maret 38 852 28 832 61 069 48 448 April 38 976 29 098 61 190 48 695 Mei 39 082 29 175 61 409 48 811 Juni 39 144 29 104 61 476 48 598 Juli 39 215 28 975 61 583 48 358 Agustus 39 287 28 816 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 47 506 61 948 48 193 September 39 345 28 774 62 064 48 153 .

1 Nilai Tukar Petani (NTP). 0. Peternakan dan Perikanan yang masing-masing turun sebesar 1.00 103. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106.00 106.91 104.16 persen. Tanaman Perkebunan Rakyat.00 104. Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan.00 102.Oktober 39 412 28 787 62 210 48 322 November 39 503 28 736 62 263 48 199 Desember 39 599 28 701 63 157 48 616 Januari 2012 39 727 28 582 63 715 48 675 Februari 39 854 28 542 63 939 48 823 Catatan: 1) Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100) 2) Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100) NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 63 VIII. dan 0.00 101. 0. Hortikultura.50 100.50 104.32 103. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012 tercatat 105.23 persen.39 persen.50 105.60 persen dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105.50 102. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 A.33 Grafik 8.50 103. NILAI TUKAR PETANI (NTP) 1.09 persen. Februari 2011–Februari 2012 103.73.50 101.00 103.02 persen.50 104. 0.50 105.79 .10 atau turun 0.

54 persen) dan Perikanan (0. 132. dan Peternakan (0.64 2. Grafik 8.10 64 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 3.57 menjadi 143.00 134. yaitu dari 143. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0.87 105.51 Nilai Tukar Petani pada Februari 2012 turun 0.33 persen. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).18 persen bila dibanding It Januari 2012.60 persen 105. yaitu Tanaman Pangan (0.28 persen). 105.20 persen).73 105.17 105.75 105. Penurunan indeks tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor. Tanaman Perkebunan Rakyat (0.03).00 .31.NTP 104.2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).15 persen). Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.43 persen dibanding Ib Januari 2012. sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu Hortikultura (0. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0.11 NTP 105.46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0.

03 persen.20 1.80 1. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0. Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.37 persen).03 persen).81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0.00 144.60 2. NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1.12 persen.00 146.00 Februari 2011–Februari 2012 4.00 126. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0.00 142. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.80 -0. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0.40 0.40 . Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman Pangan (0. NTP Hortikultura (NTPH) turun 0.09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0.00 140.23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0.00 130.00 138. NTP Subsektor Peternakan (NTPT) turun 0.63.00 122.40 0.00 2.46 persen dengan indeks umum konsumsi rumah tangga 139. sebaliknya Ib Perikanan naik (0. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 e n r s p e -0.02 persen.136.37 persen).15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Tanaman Perkebunan Rakyat (0.39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0.48 persen). NTP Subsektor Perikanan (NTN) turun 0.20 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0. Inflasi Perdesaan 1. It Ib EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 65 B.00 124.31 persen).54 persen).16 persen disebabkan naiknya It Tanaman Perkebunan Rakyat (0. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0.02 persen dibanding NTPP Januari 2012.00 0.28 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0.43 persen).00 128.

terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.14 Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. Sandang 0.59 0.3 Inflasi Perdesaan.46 persen 0.08 persen. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1.40 persen.79 1. serta Transportasi dan Komunikasi 0.60 -0.50 persen. dan Olah Raga 0. 3.17 0. Pendidikan.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras.98 0.29 persen.08 0.56 persen.74 0. Kesehatan 0.18 0.42 persen.41 0. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.46 66 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 .29 0. yaitu Bahan Makanan 0.37 0.85 0.01 0.09 1. Rekreasi.40 -0. 0.13 2.13 Grafik 8.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. Perumahan 0.71 0.0.93 0.53 persen.63 0. Makanan Jadi 0. Februari 2010–Februari 2012 0. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0.41 0.74 0. 4.05 -0.49 persen.

02 b. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) 132.Sayur-sayuran 150.42 0.42 150.09 .Indeks BPPBM 122. Nilai tukar petani (NTPP) 105. Nilai tukar petani (NTPH) 108.78 0.15 .61 106.Indeks BPPBM 117.47 0.21 4.Indeks konsumsi rumah tangga 138. Indeks harga yang diterima petani (It) 147.Indeks BPPBM 124.83 139.94 131.86 0. Indeks harga yang diterima petani (It) 134.Unggas 137.31 -0.14 Gabungan/nasional a.50 0.99 139.43 .62 140.29 3.11 0.26 134.Indeks konsumsi rumahtangga 139.Tanaman perkebunan rakyat 143.23 b.49 .43 .44 -0.35 125.30 0.Budidaya 125. Peternakan a.55 0.07 -0. Indeks harga yang diterima petani (It) 143.01 .37 . Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 136.27 -0.07 138.53 134.29 .Indeks BPPBM . Tanaman pangan EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Persentase Perubahan a.43 127.54 .15 0.98 125.Indeks konsumsi rumah tangga 138.16 b.1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Subsektor Bulan Desember Januari (1) (2) (3) (4) 1.31 . Indeks harga yang diterima petani (It) 145.35 122.76 104.42 143.46 -0.80 138.64 0.18 c.96 -0.Padi 142.64 0.60 b.28 .37 .62 0.57 143.54 0.67 c.45 -0.78 0.34 .48 146.10 5.87 0.66 133.81 0.26 .48 .31 108.15 c.64 122.90 0.49 131.Indeks konsumsi rumah tangga 138. Indeks harga yang diterima petani (It) 138.72 0.Indeks konsumsi rumah tangga 138.03 .27 137.Indeks BPPBM 130.36 0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 130.60 143.Hasil ternak 142.Indeks BPPBM 122. Nilai tukar petani (NTPR) 106.06 0.46 . Nilai tukar petani (NTPT) 101.89 118.95 0.74 144.20 .46 c.Ternak kecil 146.38 140.63 0.Indeks konsumsi rumah tangga 138. Indeks harga yang diterima petani (It) 143.54 0.09 b.20 101.95 142. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 135.10 -0.55 105.14 150.48 .74 139.47 0.36 -0. Nilai tukar petani (NTN) 105.46 .73 105.37 .48 2.Penangkapan 140.34 0.39 b.35 145.51 147. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 137.69 -1.14 -0.38 0.48 .21 138.18 c.Tabel 8.Ternak besar 127.19 136.78 136. Hortikultura a. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 134. Tanaman perkebunan rakyat a.17 -0. Nilai tukar petani (NTP) 105.34 .11 -0.42 143.Palawija 151.Buah-buahan 145.05 138. Perikanan a.63 0.06 c.

07 0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran Makanan Makanan April 2010–Februari 2012 Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan.45 0.21 0.16 0.11 -0.32 0.37 Januari 2012 0.53 0.41 Oktober -0.24 0.42 0.07 0.19 0.34 0.36 0.55 0.25 0.28 0.38 -0.43 0.74 Februari 0.19 0.38 0.90 0.02 0.12 0.12 0.35 0.37 0.26 0.3 .44 0.15 0.69 0.93 0.97 0.20 0.91 0.63 Agustus 1. dan OR (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.44 0.34 0.37 0.30 0.97 0.39 0.43 0.08 November 1.57 0.05 0.59 0.12 0.15 0.38 0.18 0.11 -0.23 0.95 0.01 Juni 0.10 0.65 0.59 Mei -0.51 0.03 0.98 Februari -0.42 0.74 September 0.63 0.30 0.46 0.23 0.23 0.22 0.20 0.00 0.41 Desember 0.26 0.24 0.21 0.36 0.45 0.52 0.51 0.13 0.16 0.37 0.63 0.25 0.16 0.15 0.08 0.50 0.35 0.47 0.45 1.34 0.53 0.20 0.41 0.126.25 0.22 0.93 Agustus 1.06 0.25 0.09 -0.35 0.24 0.13 November 0.44 0.05 April -1.19 0.14 0.14 0.17 Januari 2011 1.50 0. Rekreasi.29 0.44 0.37 0.12 1.36 0.27 0.12 0.85 September 0.15 0.14 Maret -0.78 0.46 Transportasi dan Komunikasi Umum 68 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 Tabel 8.29 0.11 0.27 0.09 0.52 0.18 0.10 0.25 0.15 0.64 0.57 0.15 0.02 0.09 Juni 1.44 0.40 0.50 0.56 0.09 0.40 0.37 0.39 0.54 0.43 0.28 0.41 0.29 Oktober 0.38 0.27 0.03 -0.53 0.37 0.08 0.33 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 67 Bulan Bahan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 8.80 0.31 0.38 0.29 0.04 0.06 0.10 0.81 0.05 0.49 0.57 0.55 0.15 0.16 1.18 Mei 0.04 0.05 0.22 0.50 0.27 126.29 0.71 Juli 3.27 0.20 0.79 Desember 1.08 0.40 0.40 Juli 0.

56 1.72 0.53 1.02 5.56 144.97 139.53 112.36 125.46 1.08 0. Perumahan 133.40 0.33 1) 2) 3) .62 122.20 3.20 3.29 0.56 2.93 3.89 135.60 135.87 2.07 139.05 0.42 0.01 114.36 0.84 137.06 5.78 0. Bahan makanan 142.83 137.46 2.50 1.63 0. Rekreasi.84 6. dan Olah Raga 7.88 127.68 0.23 134.49 1. Pendidikan. Makanan jadi 131. Transportasi dan komunikasi 120.79 4.30 140.43 0.55 146. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) KelompokPengeluaran Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laju Inflasi 2012 Tahun Kalender (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134. Sandang 129.99 123.86 114.17 4.83 5.Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.66 0.31 1. Kesehatan 122.

3. Harga Gabah 1. harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A.156.550.00 per kg. Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6. . Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).00 per kg.232.31 per kg. Pada Februari 2012.68 per kg (turun 5. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.00 per kg dan Rp2.42 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.000. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).67 persen) dan Rp4.050.610. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur).1 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 /k g R p 3 600 3 800 4 000 4 200 4 400 4 600 4 800 5 000 3 400 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 Pada Februarii 2012. Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). harga gabah kualitas GKP di petani sebesar Rp4.156.00 per kg dan Rp2. naik 5.67 persen Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKP 2. Grafik 9.31 per kg (turun 5.Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) Yearonyear 3) HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 69 IX. rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan penggilingan masing-masing Rp4. Sementara itu.

63 3 296.40 25.12 2.37 18.85 per kg (turun 2.59 7.79 3 632.66 24.90 2 619.01 17.24 4 548.43 0.53 -0.91 3 707.29 3.28 26.43 1.79 -0.16 per kg (turun 2.97 2 896.41 24.26 12.82 0.38 12.26 -3.02 26.10 4 398.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Tahun/ Bulan Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb 19.08 3 887.29 3 449.72 -10.24 -6.64 25.92 5.94 18.37 3 581.54 3 048.33 24.71 2.94 3 507.68 18.51 12.86 3 970.37 23.74 4 776.10 3 229.96 4.24 4 281.87 2 542.15 3.667.72 25.32 8.36 3 416.23 3 753. Pada Februari 2012.19 12.48 26.84 -2.77 13.54 12.50 4 182.25 18.03 24.15 12.66 18.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan .55 3 565.54 3 997.71 4 156.42 -4.70 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 Tabel 9.65 6.45 18.02 19.64 5.70 3 937.755.79 12.32 7. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.67 18.28 12.27 4 085.14 3 838.85 -5.63 1.49 2.69 3 967.19 2 923.67 4 406.45 2 794.81 3 549.77 18.26 11.80 3 684.31 1.80 4 667.45 4.08 6.50 3 218.85 3 945.28 persen) dan Rp4.19 24.85 -2.40 5.13 25.31 -5.67 12.02 3 772.70 4.27 3.99 18.97 -18.81 3 804.90 3 480.19 3.17 4.73 4.56 0.71 -12.09 2.86 12.83 18.87 3 178.01 10.43 12.

84 per kg dan Rp3.19 per kg. Selama Februari 2011–Februari 2012. dan kualitas rendah Rp3. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.87 per kg.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3. 6.32 per kg. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.sebelumnya.90 per kg.406.542.24 per kg (turun 6. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.880.549.93 per kg.32 per kg. Sementara itu.97 per kg.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya. Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air . Tahun/ Bulan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9.776. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.72 per kg dan Rp3.857.048. kualitas GKG Rp4. Sementara itu. dan kualitas rendah Rp3.622.70 persen) dan Rp3.105.26 per kg. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.475.92 per kg. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3. kualitas GKG Rp4.655. g / k R p 5 000 4 800 4 000 4 200 4 400 4 600 3 800 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 3 400 3 600 Grafik 9.49 per kg.804.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKG HPP-GKP EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) HARGA PANGAN F E BRUAR I 2012 71 5. Pada periode yang sama.52 per kg (turun 6.607.581.

06 25.19 24.15 24.24 4 619.12 18.28 -1.02 -0.42 12.45 18.14 3 930.10 4 463.24 persen). dan kualitas GKG 80 observasi (8.66 26.84 4.99 5.38 11.67 4 475.74 4 857.64 18.81 3 299.69 4 029.35 12.82 12.17 -1.02 12.63 3 361.97 17.85 10.52 -6.61 1.94 3 593.80 3 754.81 3 880.87 2 607.54 3 105.24 4 354.13 0.32 7.68 18.77 5.54 4 067.95 persen). Dari keseluruhan observasi.36 23.74 19.68 -5.40 18.81 persen).97 2 968.50 4 253. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.86 4 044.53 2.52 24.32 4.05 25.81 3 622.30 8.90 2 691.20 12.84 -10.80 0.20 6.50 3 279.90 3.80 4 755.(%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb Rata-Rata Harga (Rp/kg) 19.70 3 999. kualitas rendah 252 observasi (25.64 2.59 12.50 25.76 3.65 7.50 24.16 18.92 7.50 12.19 2 981.90 3 552.37 3 655.12 3.51 -12.93 -3.58 2.35 18.81 3.90 -17.29 3 519.39 3.45 2 863.89 2.75 -5.57 24.91 3 771.46 0.99 6.79 12.16 -2.79 3 703.27 18.17 12.76 13.87 5.71 4 232.23 3 824.49 3.02 3 838.65 18.55 3 631.36 3 480. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.47 25.87 3 241.20 12.18 0.27 4 150.85 4 007.33 12.08 3 972. Perubahan (%) .11 26.43 26.49 -5.22 18.74 4.

57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16. Harga cabai rawit turun 6. 3. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. petani. gula pasir.56 persen. Sorong. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen).per kg. susu kental manis. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu.37 persen. Mamuju (masing-masing 10 persen). Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima. Komoditas lain seperti daging sapi. Harga cabai merah turun 30.81 persen. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 .48 persen bila dibanding Februari 2011.77 persen dibanding Januari 2012. minyak goreng. lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. konsumen. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4.80 persen bila dibanding Februari 2011. Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen). Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen). Rata-rata harga beras bulan Februari 2012 sebesar Rp10. Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11. Secara nasional. Harga telur ayam ras naik 1.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6.88 persen bila dibanding Februari 2011. naik 0.27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45.89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10. Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram. Artinya pemilik beras (pedagang.64 persen bila dibanding Februari 2011.72 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 B. harga beras naik 15..77 persen . Dibandingkan Februari 2011. Harga daging ayam ras turun 1. 2. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. Mamuju (masing-masing 6 persen). BULOG.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61.520. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1.33 persen bila dibanding Februari 2011. Pangkal Pinang. Harga ikan kembung turun 1.

18 0.01 0.90 -61.31 -30.57 0.48 6.99 -1.33 6.88 16.77 -1.37 10.83 4.63 Februari’12 thd Februari’11 15.05 -6.89 0.3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok (kg) Daging Ayam Ras (kg) Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) Daging Sapi (kg) Susu Kental Manis (385 gram) Minyak Goreng (liter) Gula Pasir (kg) Tepung Terigu (kg) Cabai Rawit (kg) Cabai Merah (kg) Telur Ayam Ras (kg) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Februari’11 9 118 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 Februari’12 thd Januari’12 0.34 0.00 (dalam persen) Ikan Kembung (kg) Minyak Tanah (liter) 74 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 .27 1.55 2.57 -1.74 -0.64 -45.23 0.80 3.HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 73 Bulan Beras MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9.

65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0.2). Pada Februari 2012. Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0.11 persen (Tabel 10.30 persen (Tabel 10.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 1 0 F eb r A M a p r M ei n J J u u l t S A g ep O k t v D N o es 1 1 J an F eb r . Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 210 215 175 180 185 190 195 200 205 Grafik 10. 2. 2012 1.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya.1).INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI X. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0.

Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1. gas.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas.4). EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 k t v D N o 1 2 es J a n F eb I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 75 4.35 persen 3. cat tembok. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 10. dan besi beton) mayoritas naik harganya.50 persen (Tabel 10.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0. aspal. air minum dan komunikasi Bangunan lainnya Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0.A M a p r M ei n J J u Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian u l t S A g ep O Pekerjaan umum untuk jalan.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya.04 persen (Tabel 10. asbes gelombang.3). jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0. Indonesia Januari 2012–Februari 2012. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis. kaca lembaran. Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1. Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0. pipa pvc. (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) . semen.

30 212.70 168.36 Aspal 308.11 187.54 -0.76 175.65 2. gas.00 0.1.28 Bangunan lainnya 204.48 0.48 198.77 0.41 0.87 215.64 185. jembatan.22 Konstruksi Indonesia 203.59 193.58 0.31 Semen 183. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Kayu lapis 157.20 192.50 0.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi. Ekspor nonmigas 151.60 0.69 0.63 184. dan pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.24 228.48 203.29 Cat tembok 175. air minum.42 4. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012.38 179.36 0.03 204.04 Kaca lembaran 182.93 0.46 0.04 308.12 0.27 214.25 76 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 Tabel 10.31 151.69 158.11 3. Pertambangan dan penggalian 228. Impor nonmigas 168.93 259.21 0.18 Umum nonmigas 187. Pertanian 257.53 -0.25 0.65 183.52 0.35 Tabel 10. dan komunikasi Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Februari terhadap Januari (%) 197. Industri 184.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi.10 5.40 .13 Pipa PVC 179. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.99 0.26 212.

69 181.24 0. 3.93 1.44 184.34 0.48 Tabel 10. Kehutanan.2011 77 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-XI.65 4. kecuali Sektor Pertanian.31 188.14).53).64 0.66 228.32).55 5.86).40 159.78 190.49 0. ITB TRIWULAN IV-2011 1. Ekspor 158. Industri 183.32 0. 2011 A.78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188.77 Umum tanpa impor 188.48 178.19 0. Pertambangan dan penggalian 226.51).86 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Januari terhadap Desember (%) I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V.92.50 Umum 187.55 0. Indonesia Desember 2011–Januari 2012. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) (4) 1. penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A.1. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106. Peternakan.40 2.97 0. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya.77 201.80 Umum tanpa ekspor migas 187.43 1. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor.42 189. .82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.78 197. Pertanian 254.69 0. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98.27).74 Umum tanpa ekspor 195. Impor 181. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108.Asbes gelombang 176.37 257.99 182.89 0.99 0. 2. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.10 Besi beton 180.70 3.53 188. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111.

75 107.64 106.85 110. dan Air Bersih 108. Konstruksi 108.15 98.55 Indeks Tendensi Bisnis 106.85 106. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Kondisi bisnis pada Triwulan IV-2011 meningkat (ITB 106.83 3.Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi. Peternakan. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis.51 106.31 106.55 101. dan Perikanan 96.92).14 116.32 105. Pengangkutan dan Komunikasi 107. Real Estat.04 110. Hotel.19 107. Pertambangan dan Penggalian 108.83 107.41 5.16 105.23 106.05 110.35 101.27 108. dan Restoran 106.42 108. Kehutanan.80 109. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108.86 106.2.80 7. A.1 Indeks Tendensi Bisnis 1) Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan . PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 1.72 97. dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi.92 108.63 102. Gas.94 105.20 104.42 6. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV2011.94 105.00 111.60 107.51 101. Peternakan. Jasa-Jasa 107.39 106. 2.37.27 2.78 8. dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi.24 9. Pertanian.57 4.53 105.13 108. Selain pada triwulan berjalan.36 110. dan Jasa Perusahaan 110.92) Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106. Keuangan. Perdagangan.58 106. Listrik. dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa.05 111.37 Grafik 11.34 107.93 112.08 106.22 104. Sektor Pertanian. Industri Pengolahan 105.09 109.33 98.32 106.83 111.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor Sektor ITB Triwulan IV-2010 ITB Triwulan I-2011 ITB Triwulan II-2011 ITB Triwulan III-2011 (1) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.90 105.70 105.58 104.45 105.57 103.38 102. Kehutanan.2011 Tabel 11. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang.37) 78 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .

Perkiraan Triwulan I-2012
2)

Keterangan:
1) 2)

120 115 110 105 100 95 90 112,25 IV0 111,72 111,12 104,41 7 I0 8 0 8 II -

ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200, dengan indikasi sebagai berikut: a. Nilai ITB < 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya. b. Nilai ITB = 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya. c. Nilai ITB > 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya.
102,19 0 8 II I-

Perkiraan ITB triwulan I-2012.
IV0 110,43 96,91 8 I0 9 0 9 II 112,86 0 9 II I108,45 IV0 107,29 106,63 103,41 104,23 9 I-

Triwulan
1 0 1 0 II 1 0 II

IIV1 102,16 0 I1 1

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
ITB Triwulan IV-2011 107,86 105,75 1 1 II 1 1 II IPerkiraan ITB Triwulan I-2012 108,37 106,92 1 IIV1 1 2

I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011 79

B. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B.1. ITK TRIWULAN IV-2011 1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108,44, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110,24). Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari, dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan. 2. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi), dimana 13 provinsi diantaranya (39,39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113,07). Sebaliknya, Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah, yaitu sebesar 105,34.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw III-2011 ITK Trw IV-2011 (1) (2) (3) Pendapatan rumah tangga 110,50 108,69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113,48 111,82

Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging, ikan, susu, buah-buahan, dll.) dan bukan makanan (pakaian, perumahan, pendidikan, transportasi, kesehatan, rekreasi) 105,71 103,67 Indeks Tendensi Konsumen 110,24 108,44

Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat (ITK 108,44)
80 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011

120 115 110 105 100 95 90
105, 34

Grafik 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi
108,
eh N T A c B o a l n t r o G o u M u l g k B en u t a l i Kal m b J a l S

00). PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 1. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108.46).s e a t r u l el m s S u en g l t S u B. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104. artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. a r l b S u T J N T en g a t a r m b S u g S u n m p L a u t u .2. Selain pada triwulan berjalan.48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional. juga diperkirakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan mendatang. Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108.08.44). 1.

m r B b a J a el J a b i m a t 44 i a e s d o n I n a u R i i m Kal t en Pa n t B a a p u en g Kal t i Kep r a t a r B u a Pa p a r Kal b EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 a r t k a g y a Y o .

t l u S u I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V . kompor/tabung gas. VCD/DVD player. kendaraan bermotor) . tape/compo.08) 07 11 3. komputer.D I k u l u M a el l s S u r t a k a J a D KI l i B a Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITK 108.2011 81 120 115 110 105 100 95 90 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 11. AC. oven/microwave.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw I-2012 (1) (2) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 109. mebelair. HP. perhiasan berharga. kulkas. mesin cuci. radio.34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV.

08 Grafik 11.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi eh A c a t a r B u a Pa p o S a l n t r o G o a t r u l g M u n m p L a u t a . u N u l g k B en T T i N m b J a T B Indeks Tendensi Konsumen 108.46 10 4.

08 105. i a e s d o n I n i Kep r a r t k a g y a Y o D I el m s S u k u l u M .l en R n t B a u S i a r b a u l a r m b S u e l Kal s m S t i J a u t u m 108.50 1) 112.

4 Indeks Tendensi Konsumen 1) Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan .a g t en J a en g Kal t a r Kal b u a Pa p b el B a l i B a r b a J a en g l t S u t l u S u r t a k a J a D KI i m Kal t 00 el l s S u 82 I NDE KS TE NDE NS I B I S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .2011 Tabel 11.

48 109.86 107.60 5.44 106.09 107.07 114. B a l i 103. Sumatera Selatan 102.57 107.00 107.57 113. Nilai ITK < 100.26 109.58 31. DKI Jakarta 105.46 109.42 109. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.43 109.61 10.34 105.32 109.75 23.66 107.55 109.55 108.37 107. Jawa Barat 101.44 107.36 110.01 108. Sulawesi Barat 105.07 111.44 108.00 27.58 107.33 108. Lampung 100.69 107. Sulawesi Tengah 100.48 7.22 109. Papua 98.69 108.87 110.75 110.44 105.40 105.12 106.44 108.22 104.68 12.15 6.98 109.35 108. JawaTimur 102.60 109. Provinsi Triwulan I-2011 Triwulan II-2011 Triwulan III-2011 Triwulan IV-2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.40 25. b.38 109.58 107.26 106.41 104.68 108.84 109.77 105.96 22.16 107.36 17.35 106.56 29.54 Indonesia 102. Sumatera Utara 102.36 110.46 111.89 9.95 106.46 8.75 4.39 108.30 110. Kalimantan Barat 101.46 104.17 106.64 111.40 111.24 112. Jawa Tengah 100. DI Yogyakarta 102.22 105.80 19. Sulawesi Utara 101.47 107.42 107.39 107.48 104.Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi No.27 110.31 108. Kalimantan Tengah 106. dengan indikasi sebagai berikut: a.23 110.69 106.90 110.24 108.05 3.72 30.39 112. Kepulauan Bangka Belitung 103.96 111. c.33 105.47 105.14 32.07 110.10 109.51 107.15 110. J a m b i 102.04 107.59 106. Nusa Tenggara Timur 99. Kalimantan Selatan 105.17 108.96 2.69 109.10 106.89 107.20 26.62 111. Maluku Utara 100. Nilai ITK = 100.96 107.77 108.24 104.02 109.58 111.64 18.70 103.70 107. Nilai ITK > 100.78 107.92 108.09 107.02 108.63 107.10 113.12 106.23 105.15 112.53 107. .79 105.90 113.60 106.18 107.47 110.42 106.46 15.21 33.48 107.06 105. Sulawesi Tenggara 106.46 111.01 108. Maluku 100.15 106.96 107.92 14. Nusa Tenggara Barat 101. Gorontalo 103. Sumatera Barat 100. Sulawesi Selatan 112. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan 2) menurun dibanding triwulan sebelumnya.03 108.72 28.91 110. Bengkulu 97.31 109.28 108.55 105. Kalimantan Timur 108.60 106. Aceh 101.40 104.33 110.20 11.31 114. Papua Barat 101.11 110.53 110.40 108.21 104. R i a u 100. Kepulauan Riau 99.70 104.24 106.78 16.56 20.07 109. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.96 105.63 109.77 111.89 105. Banten 101.66 13.08 Keterangan: 1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200.84 106. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Triwulan I-2012 2) PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 83 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA XII.47 106.06 21. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012.26 109.12 24.06 105.

52 34. 2009–2011 36.10 persen 64.47 2.40 31.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.70 persen).13 ribu hektar (0.34 Jawa Luar Jawa Indonesia 2009 2010 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM Produksi padi tahun 2011 sebesar 65.37 30.24 juta ton.35 kuintal/hektar (0. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) T on ta J u sebesar 65. PADI 1. mengalami penurunan sebesar 0.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).(ASEM) 2011 A.09 34. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 70 60 50 40 30 20 10 0 Grafik 12. turun 1.88 29.40 66. 65.74 84 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 h a .1 Perkembangan Produksi Padi.73 juta ton (1.2).97 juta ton.74 juta ton. Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12.10 persen) dibandingkan tahun 2010. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.

43 . menurun sebesar 698.39 2.22 49.22 -728 448 -1.45 50. dan Produksi Padi Menurut Subround.Januari-April 49.44 48.10 Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 85 B.Januari-April 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0.99 50.93 .95 3.15 49.Januari-Desember 49.Mei-Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.67 0.50 -301 080 -9.55 -1.96 . 2009–2011 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 2009 (ha) 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2010 (ha) 509181 1252719 2246741 1830866 958790 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 Tabel 12.87 -52 134 -0.60 ribu ton (3. 2009-2011 2011 (ASEM) Perkembangan Uraian 2009 2010 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1. Produktivitas (ku/ha) . Produksi (ton) .September-Desember 2 487 244 3 022 050 2 720 970 534 806 21.71 50.10 . JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17.70 3.35 -0.2 Pola Panen Padi. Luas Panen (ha) .81 persen) dibandingkan tahun .September-Desember 49.Januari-Desember 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.80 0.83 .45 .Januari-April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2.1 Perkembangan Luas Panen.Mei-Agustus 50.b u r i 1 000 1 250 1 500 1 750 2 000 2 250 2 500 2 750 0 250 500 750 Grafik 12.78 .38 -1 069 259 -4.September-Desember 12 429 363 14 992 617 14 028 406 2 563 254 20.27 -0.62 -964 211 -6.88 -0.56 -0.Mei-Agustus 22 463 966 22 152 985 21 083 726 -310 981 -1.56 -3.32 -0.77 1.56 -0.72 1.61 51.09 . Produktivitas.16 0.36 -0.62 1 305 022 4.13 327 301 5.60 .63 juta ton pipilan kering.85 -78 355 -1.Januari-Desember 12 883 576 13 253 450 13 201 316 369 874 2.97 49.53 -1.

2 Perkembangan Luas Panen.91 persen).90 ribu hektar (6.65 1.81 persen Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843.54 ribu ton.54 persen). Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17. sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.36 45.14 kuintal/hektar (1.37 44.97 persen 86 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 Tabel 12. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39. menurun sebanyak 63.24 ribu hektar (6.99 4.02 persen). turun 3. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843.84 ribu ton biji kering. turun 6. Jagung . Penurunan produksi tersebut terjadi di Jawa sebesar 478.2010.56 ribu ton.84 ribu ton.91 .04 persen) dan sebesar 0.70 1. dan Produksi Palawija.97 persen) dibandingkan tahun 2010.29 2.29 kuintal/hektar (2.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.Luas Panen Ha 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0. C.19 ribu ton (6.70 -270 243 -6.54 . 2009-2011 Uraian Satuan 2009 2010 2011 (ASEM) Perkembangan 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Penurunan produksi kedelai tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64.63 juta ton. Produktivitas.35 ribu ton.Produktivitas ku/ha 42.

63 -410 -0.25 1.99 8.35 1.92 -63 193 -6.92 113.56 12.33 -81 333 -13.88 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 87 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR XIII.57 0. Kedelai .Luas Panen Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik sebesar 6.71 7.24 49 392 16.78 .Luas Panen Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.Luas Panen Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5.59 0.04 .85 -0.53 persen dari triwulan IV2009.30 11.02 persen (y-on-y) dari triwulan IV-2010.48 13.27 123.Produktivitas ku/ha 10. Ubi Jalar .81 0.03 .07 0.02 14.Produksi (umbi basah) Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8.57 -39 895 -6.39 3. Kacang Tanah .46 202.25 1..91 11.93 5.56 0. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) 1. Kacang Hijau .38 6.10 .52 -3 216 -1.Produktivitas ku/ha 12.17 -88 279 -11.73 13.Produktivitas ku/ha 111.21 9.Luas Panen Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1.14 -1.53 91 506 0.33 141 196 6.18 1.Produksi (biji kering) Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.96 -698 603 -3.11 .81 2.48 0.Produksi (biji kering) Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.02 .17 203.42 .Produktivitas ku/ha 187. TRIWULAN IV 2011 A.49 12.85 0.Produksi (pipilan kering) Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.Produktivitas ku/ha 13. Ubi Kayu .59 .Produksi (umbi basah) Ton 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.43 38 969 15.99 .Produksi (biji kering) Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.33 4. .82 .Luas Panen Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.26 1.85 0.97 3.

dan triwulan IV-2008 naik 1.53 2008 2009 2010 2011 Tahun 6.00 6.00 2. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5.00 5.51 persen dari triwulan IV-2007. 3. Tabel 13.43 persen (m-to-m) dari Oktober 2011.16 persen (m-to-m) dari November 2011. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6.83 persen (y-on-y) dari Desember 2010.02 persen dari triwulan IV-2010 5.00 3.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 Tahun q-to-q y-on-y .00 4. 6.46 Pertumbuhan produksi Industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik 6. 4. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0.02 88 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 5.09 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.00 0. Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1.51 4. 1.00 1.23 persen (y-on-y) dari November 2010.triwulan IV-2009 naik 4.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) Per sen 8.00 2. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 13.00 7.46 persen dari triwulan IV-2008.

66 1.57 Oktober 4.67 5.56 Tabel 13.98 7.44 2.23 Juni 5.95 3.11 September 0.22 -5.50 2.09 4.85 3.Total Triw I Triw II Triw III Triw IV Triw I Triw II Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2008 -0.10 -6.42 2.01 November 4.19 0.81 10.64 0.34 1.00 5.49 5.65 2.17 1.10 5.02 5.51 3.92 3.66 -0.45 2011 -1.07 5.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 Bulan y-on-y m-to-m 2010 2011 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) Januari 5.15 1.16 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -0.25 Februari 4.43 Desember 7.96 0.06 5.73 0.66 Agustus 4.26 4.60 1.30 3.34 1.30 1.53 4.50 7.68 4.01 2009 -1.69 1.87 5.34 2010 -1.00 Maret 3.80 4.46 April 3.02 7.69 6.96 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 89 .85 5.10 2.23 -0.48 -3.38 2.61 2.09 5.53 1.72 Juli 5.68 6.03 2.06 -0.89 Mei 4.02 3.26 5.74 0.77 4.83 1.02 1.53 0.83 2.31 -3.57 -1.46 1.13 2.20 2.27 -1.

51 2.16 -4.43 -9.72 17 Tekstil 0.04 1.50 2. triwulan II2011 naik 1.96 -1.80 0.80 -1.07 -2.84 7.48 .60 -11.32 10.67 5.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13.17 24 Kimia dan barang-barang dari bahan kimia 25 Karet dan barang dari karet dan barang dari plastik -3.93 6.85 28 Barang-barang dari logam.34 10.25 7.41 -10.36 0.21 persen dari triwulan II-2011.93 0.69 1.00 32 Radio.64 1.32 36 Furnitur dan pengolahan lainnya 0.82 8.44 0.20 0.89 5.57 -1.77 -1.60 35 Alat angkutan.62 1.46 -1. dan Reproduksi Media Rekaman 3.18 -3.44 -11.18 7. kecuali mesin dan peralatannya 4.95 -1.95 7.15 2. televisi. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.14 19 Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki -1.90 2. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1.03 2.47 34 Kendaraan bermotor -2.67 4.90 -5.26 0.51 -0.54 18 Pakaian jadi 0.12 25.09 5.63 0.87 -4.09 90 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 B.80 6.01 5.11 -5.92 29 Mesin dan perlengkapannya 1.78 2.60 0.78 2.87 -6. selain kendaraan bermotor roda empat atau Lebih 6.72 -12.33 0. serta perlengkapannya 6.52 -0.32 21 Kertas dan barang dari kertas 0.61 2.45 -0.87 7.95 14.58 0.24 31 Mesin listrik lainnya dan perlengkapannya -2.50 27 Logam dasar 1.37 0.13 2.04 11.79 6.32 4.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.48 -5.71 0.24 1.92 3. dan barang-barang anyaman 5. Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar 2.70 2.75 0.20 0.92 -3.84 13.99 3.95 3.20 -3.56 Industri Manufaktur 2.32 4.63 -1.74 22 Penerbitan.40 26 Barang galian bukan logam -0.12 -3.92 0.45 3.55 -6.68 -0.34 16 Pengolahan tembakau -2.00 -8.79 0. barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur).70 0.22 -0.77 -3.3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 KBLI Jenis Industri Manufaktur Triwulan/Tahun III/10 IV/10 I/11 II/11 III/11 IV/11 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 15 Makanan dan minuman 4.11 -11.90 -1. dan peralatan komunikasi.04 -0. Percetakan.39 1.24 -2.09 8.81 1.69 -1.34 5.18 7.96 20 Kayu.74 -3.73 -0.

dan Obat Tradisional naik sebesar 10.00 2. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi.48 2010=100 2.00 0.21 persen dari tahun 2010. dan Industri Karet. Barang dari Karet dan Plastik naik 8.54 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 91 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13. 3. dan Industri Karet. 4.21 Pertumbuhan produksi IMK triwulan IV-2011 naik 4.54 persen dari triwulan III-2011 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2. Barang dari Karet dan Plastik naik 12.22 persen.02 persen.26 persen dari triwulan IV-2010.26 1.50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 Per sen 8. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 4.00 1.21 persen.04 persen dari triwulan III-2011.persen dari triwulan I-2011.00 7. Grafik 13. Industri logam Dasar naik 12. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4.00 4. Industri Furnitur naik 9.71 persen dari tahun 2010.00 3.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 . dan Industri tekstil turun 1.00 1. Obat. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7. Industri pakaian Jadi turun 4.15 persen.31 persen.22 persen. dan triwulan I-2011 naik 1.00 5.00 6. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14.

dan optik -0.82 1.19 5.28 -2. barang elektronik.88 0.27 0.92 persen.36 3.19 3.91 31 Furnitur 5.99 5.94 14 Pakaian jadi 0.39 11 Minuman -5.74 -7.24 -1.53 1. A.08 2.07 2.53 IMK 1. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1.99 1.22 23 Barang galian bukan logam 2.65 6.54 4.93 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011 sebesar 548.77 -0.82 4.15 8. yaitu dari 724.74 -0.82 -10.44 -4.58 0. selama Januari 2012.14 4.78 5.53 -2.31 3.67 12.44 9.21 4.51 6.37 27 Peralatan listrik -12.26 1.71 92 PARI WI S ATA J ANUARI 2012 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.32 1.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.02 5.5 ribu orang menjadi .25 5.31 8.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.03 0. jika dibanding jumlah wisman Desember 2011. dan obat tradisional 13.7 ribu orang atau naik 18.54 3.21 22 Karet.99 1.08 1.61 3.61 15 Kulit. dan semi trailer -5.24 1.48 2.50 16 Kayu.05 9.46 12. bambu dan sejenisnya 3.50 -5.88 17 Kertas dan barang dari kertas -8.31 1.24 1.88 0.86 24 Logam dasar 3.52 8.62 11.78 6. barang dari kulit dan alas kaki 4.21 32 Pengolahan lainnya 2.36 0.28 7.50 2.55 12 Pengolahan tembakau -0.83 -0. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).10 3.05 6.23 2.KBLI Jenis Industri Pertumbuhan Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 10 Makanan dan minuman 0. Sementara itu.8 ribu orang.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6.99 1.01 9.88 5.04 -1.92 -1. Secara kumulatif.82 4.39 -4.76 4.42 4.70 10.00 -1.35 -1.15 -4.60 6.68 -4. jumlah wisman Januari 2012 turun 9.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1. trailer.06 5. dan barang anyaman dari rotan.35 30 Alat angkut lainnya -0.18 1.41 6.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1. barang dari karet dan plastik 5.27 2.72 29 Kendaraan bermotor.69 1.76 14.30 7.10 26 Komputer.96 0.86 13 Tekstil -1.22 -2.13 3.15 3.12 -3.96 10.84 -2.55 21 Farmasi. jumlah an g O r wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.53 -19.50 6.18 -2.12 9.92 -0.22 5.22 8. produk obat kimia.12 4.

652,7 ribu orang. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20,05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011, dan turun sebesar 8,29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.
300.000 250.000 200.000 150.000 100.000 50.000 '1 1 J an

Grafik 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk
b M F e

Januari 2011–Januari 2012
pr Mei ar A J un J g t ul A

Bulan
p O S e

Jumlah wisman Januari 2012 mencapai 652,7 ribu orang atau naik 18,93 persen
k t Soekarno-Hatta Ngurah Rai Batam Lainnya Nov D

2. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, selama Januari 2012 mencapai 249,7 ribu orang atau naik 19,87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011. Begitu pula, jika dibanding Desember 2011, jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012, naik 0,56 persen yaitu dari 248,3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249,7 ribu orang pada Januari 2012.
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 e s '1 2 J an PARI WI S ATA J ANUARI 2012 93

3. Dari 652,7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012, diantaranya berkebangsaan Singapura (14,73 persen), Cina (14,06 persen), Malaysia (12,46 persen), Australia (11,35 persen), Jepang (4,75 persen), Korea Selatan (4,72 persen), dan Taiwan (3,14 persen). B. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap 1. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51,27 persen atau naik 0,80 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, jika dibanding dengan Desember 2011, TPK Januari 2012 turun sebesar 4,30 poin.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Grafik 14.2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia se n Pe r
70 60 50 40 30 1 F ' 1 Ja n a r eb M

Januari 2011–Januari 2012
r A p M ei Ju n Ju l

Bulan
t S A g

TPK Januari 2012 mencapai 51,27 persen atau naik

0,80 poin
kt N ep O Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5

2. TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62,01 persen, turun 2,65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Jika dibanding Desember 2011, TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0,42 poin.

o v D es 1 2 Jan ' 94 PARI WI S ATA J ANUARI 2012

3. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2,03 hari, yang berarti terjadi penurunan sebesar 0,10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,10 hari, dibanding Desember 2011.
Bulan/ Tahun

Tabel 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman, Tingkat Penghunian Kamar, dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012
Wisman Nasional Wisman Bali TPK 20 Prov. Jumlah Perubahan (%) Jumlah Perubahan (%) (%) TPK Bali (%) Rate Perubahan Rate PeruEDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Lama Menginap Tamu (Hari) bahan Ratarata

01 2.03 0.90 -1.44 1.88 70.90 46.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15.64.03 0.08 Desember 724 539 10.61 63.15 64.10 0.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 2.18 64.09 November 654 948 -0.54 279 219 13. Grafik 15.36 71.27 -4.74 1.13 0.43 2.91 244 421 -3.01 -0. an .62 2. Jumlah penumpang angkutan udara dalam MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 negeri (domestik) selama Januari 2012 mencapai 4.32 2.16 0.82 .30 62.13 1.05 -12. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930.07 Oktober 656 006 0.54 51.06 September 650 071 4.85 2. A.04 -0.32 62.97 -0.44 56.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Jan–Des 2011 7 649 731 .16 220 341 -9.05 2.07 -0.47 7.85 58.93 -0.10 0.30 51.57 1.87 3.7 ribu orang atau turun 4.09 Maret 598 068 5.2 788 706 .28 202 539 0.80 52.07 April 608 093 1.13 0.36 50.03 62.93 0.52.92 249 728 0.02 Januari 548 821 -14.4 juta orang atau turun 2.69 -9.71 55.96 -0.50 201 457 -3.81 208 337 -6.30 208 832 -6.63 0.12 65.47 -3.90 60.66 3.95 0.56 51.87 62.48 1.01 3.67 252 855 0.34 0.06 51.03 0.34 54.63 248 336 12.01 Agustus 621 084 -16.62 .01 0.31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.2.68 224 423 10.75 5.97 -1.02 Juli 745 451 10.37 2.15 Februari 568 057 3.70 65.10 Perubahan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 95 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 XV.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011.27 1.57 2.85 52.60 61.95 52.11 0.68 252 698 3.59 1.87 2.93 2.23 -2.11 Juni 674 402 12.00 Jan 2012 652 692 -9. Angkutan Udara 1.98 0.04 Mei 600 191 -1.42 2.15 -5.36 245 248 17.57 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2011.

4 juta orang. naik 5. Angkutan Laut Dalam Negeri .g ta o r ju 20 18 10 12 14 16 0 2 4 6 8 '1 1 J an b M F e ar A pr Mei J un i i A J ul g u Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.57 persen p O S e k t e s Nov D penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional '1 2 J an 96 TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 B.

6 ribu orang atau turun 8. 2.1 juta orang.6 ribu orang. Selama bulan Januari 2012. jumlah penumpang kereta api mencapai 16.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.1 juta orang atau turun 4.18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38.1.67 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Bulan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 97 . turun 4.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.76 persen Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16.40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam negeri selama Januari 2012 mencapai 8. Jumlah barang yang diangkut kereta api selama Januari 2012 mencapai 1.9 juta ton atau turun 16. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510.76 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510. Angkutan Kereta Api 1.9 juta ton atau turun 3.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. 2. turun 20. C.

96 11 199.75 1 587 3.152 432.3 .6 -8.0 7.1 -23.12 1 675 -3.7 .68 17 265 -1.39 590.9 -5.14 16 179 -1.5 13.72 1 891 9.98 1 728 3.7 1.91 1 951 6.0 -16.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 15.4 9.6 10.3 15.03 12 398.43 November 4 429.90 16 891 -4.7 3.9 1.88 806.10 828.6 .25 16 461 -2.20 439 Januari 4 155.7 -4.44 Mei 4 221.41 14 038.5 -8.72 15 223.9 15.90 974.0 23.7 9.38 16 921 13.9 -8.01 890.6 17.35 867.1 11.48 529.6 -11.65 18 132 5.2 -11.68 14 890 -11.1 .6 22.34 16 978 14.25 598.52 12 055.26 773.87 770.87 854.8 -3.3 .4 -4.3 -16.16 102 .8 881.51 887.00 896.93 Februari 3 812.1 886 Januari 4 387.71 April 4 098.16 643.96 786.7 -1.12 16 441 -3.47 1 620 -7.80 Juli 4 901.8 -24.96 September 4 546.930.9 -1.8 -7.15 539.2 -8.33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).88 16 811 3.3 4.31 930.8 1.71 1 836 -2.0 .97 14 489.199 337 .5 -7.4 -13.85 1 330 -16.1 13.19 Maret 4 155.45 13 595.33 10 594.5 1.59 656.4 10.80 1 006.58 1 757 6.6 -2.18 16 102 -4.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Angkutan Laut Angkutan Kereta Api Domestik Internasional Penumpang Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) org) Peru(000 bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) org) Peru(000 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 2011 51 517.7 -11.37 858.40 8 881.19 613.52 10 399.02 1 672 25.65 Agustus 3 680.83 15 205.1 -2.16 1 648 -1.3 -4.26 2012 4 387.46 510.5 -6.60 624.1 -0.02 1 744 7.61 Juni 4 676.33 14 846 -18.38 974. dan data penumpang angkutan .4 5.5 -2.0 .05 644.7 554.78 1 036.22 1 886 -3.16 Oktober 4 348.28 10 442.6 16.5 4.510.3 .8 -0.28 13 086.97 557.5 -16.8 -3.67 17 522 6.0 -9.91 Desember 4 490.

A. se n Pe r 20.36 persen).04 juta orang.1).1 Persentase Penduduk Miskin 9. sementara di daerah pedesaan berkurang 0.00 15.89 juta orang (12. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1. Selama periode Maret 2011– September 2011. Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan.72 Jumlah penduduk miskin pada bulan September 2011 sebanyak 29.00 10.00 9. sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah .00 0. bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) 98 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI.49 kota desa kota+desa Maret 2011 September 2011 2. Pada bulan Maret 2011.49 persen). 3.02 juta orang (12.59 12. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0.00 5. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29. berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0.23 Grafik 16.20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan.kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah.09 juta orang. 63.09 15.89 juta orang (12.36 persen) 15. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2011 yang berjumlah 30.13 juta orang (Tabel 16.

perdesaan 63.28 persen.Selain itu.49 September 2011 179 204 64 525 243 729 29.05 9.51 persen. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.48 persen.26 persen.21 persen. 2. Sementara itu. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0. gula pasir.59. Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6.35 persen. II.95 9.4 persen terhadap Triwulan I 2011. dan 2.1 Garis Kemiskinan. Persentase penduduk miskin 100 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 . Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0.89 12. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Jumlah penduduk miskin (juta) Makanan Bukan Makanan Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perkotaan Maret 2011 177 342 75 674 253 016 11. 61.46 pada Februari 2011 menjadi 21. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18.32 pada Maret 2011 menjadi 105.17 pada September 2011.02 12. yaitu sebesar 2.72 persen.35 persen. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34.09 Perdesaan Maret 2011 165 211 48184 213 395 18. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7.36 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 99 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 16.97 15.06 pada Agustus 2011.72 September 2011 172 723 50 458 223 181 18.79 persen dari 103. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I.94 15.6 persen pada periode yang sama. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 12. dan 30.19 menjadi 34. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1.59 Kota+Desa Maret 2011 171 834 61 906 233 740 30. cabai rawit.25 persen.23 September 2011 184 919 78 675 263 594 10.36 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah. 1.64 persen terhadap ITK Triwulan I. Selama periode Maret 2011–September 2011.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011.

B. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Selama bulan Maret 2011–September 2011, Garis Kemiskinan naik sebesar 4,27 persen, yaitu dari Rp233.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243.729 per kapita per bulan pada September 2011. Garis Kemiskinan (GK), terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Peranan GKM terhadap GK sangat dominan, yaitu mencapai 73,52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73,53 persen pada bulan September 2011. 2. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras. Pada bulan September 2011, kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26,60 persen di daerah perkotaan dan 33,71 persen di daerah perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8,31 persen di perkotaan dan 7,11 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3,35 persen di perkotaan dan 2,66 di perdesaan), gula pasir (2,78 persen di perkotaan dan 3,74 persen di perdesaan), mie instan (2,58 persen di perkotaan dan 2,28 persen di perdesaan), daging ayam ras (2,30 persen di perkotaan dan 1,27 persen diperdesaan), tempe (2,25 persen di perkotaan dan 1,84 persen di perdesaan), tahu (1,97 persen di perkotaan dan 1,50 persen di perdesaan). 3. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan, listrik, angkutan, dan biaya pendidikan. Kontribusi biaya perumahan (7,36 persen di perkotaan dan 5,72 persen di perdesaan), biaya listrik (2,75 persen di perkotaan dan 1,58 persen di perdesaan), biaya pendidikan (2,49 persen di perkotaan dan 1,21 persen di perdesaan), dan biaya angkutan (2,10 persen di perkotaan dan 0,89 persen di perdesaan). C. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. 2. Pada periode Maret 2011–September 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2,08 pada bulan Maret 2011 menjadi
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 101

2,05 pada bulan September 2011. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,55 menjadi 0,53 pada periode yang sama (Tabel 16.2). Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 16.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah, Maret 2011–September 2011
Tahun Kota Desa Kota+Desa

(1) (2) (3) (4) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P
1

) Maret 2011 1,52 2,63 2,08 September 2011 1,48 2,61 2,05 Indeks Keparahan Kemiskinan (P
2

) Maret 2011 0,39 0,70 0,55 September 2011 0,39 0,68 0,53 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011

3. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan. Pada bulan September 2011, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1,48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2,61. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0,39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0,68.

102 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011

Tabel 16.3 Garis Kemiskinan, Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin September 2011
Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Perkotaan Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Pedesaan Total Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 346 385 169,30 13,03 308 265 730,89 22,01 900,19 19,48 Sumatera Utara 288 023 652,09 10,10 239 208 769,35 11,53 1 421,44 10,83 Sumatera Barat 308 068 145,01 7,61 255 719 296,79 9,85 441,80 8,99

Riau 321 390 136,10 6,01 280 271 336,35 9,56 472,45 8,17 Jambi 316 123 97,26 9,95 233 566 154,53 6,99 251,79 7,90 Sumatera Selatan 288 432 407,42 14,94 224 497 654,45 13,39 1 061,87 13,95 Bengkulu 297 506 88,19 16,30 253 434 215,16 17,83 303,35 17,36 Lampung 282 456 224,23 11,32 232 723 1 053,70 18,39 1 277,93 16,58 Bangka Belitung 351 414 20,96 3,35 348 736 44,59 6,91 65,55 5,16 Kepulauan Riau 363 572 104,78 7,09 306 981 17,72 5,46 122,50 6,79 DKI Jakarta 368 415 355,20 3,64 0 0,00 0,00 355,20 3,64 Jawa Barat 234 622 2 628,35 9,09 209 777 2 022,45 13,39 4 650,81 10,57 Jawa Tengah 231 046 2 175,82 14,67 205 981 3 080,17 17,50 5 255,99 16,21 DI Yogyakarta 273 678 298,92 12,88 226 770 265,31 22,57 564,23 16,14 Jawa Timur 242 403 1 734,31 9,66 214 166 3 493,00 17,66 5 227,31 13,85 Banten 247 575 335,12 4,54 214 179 355,75 9,74 690,87 6,26 Bali 255 996 100,86 4,20 217 205 82,27 5,17 183,13 4,59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445,23 23,42 210 046 450,96 16,99 896,19 19,67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99,23 10,47 186 504 887,27 22,93 986,50 20,48 Kalimantan Barat 239 411 89,89 6,70 211 069 286,24 9,25 376,12 8,48 Kalimantan Tengah 259 917 28,29 3,74 254 399 121,73 8,10 150,02 6,64 Kalimantan selatan 268 791 59,96 3,83 235 442 138,66 6,45 198,61 5,35 Kalimantan Timur 359 290 87,90 3,80 297 986 159,23 11,26 247,13 6,63 Sulawesi Utara 227 069 78,14 7,51 216 496 116,58 9,25 194,72 8,46 Sulawesi Tengah 271 260 65,90 10,05 239 973 366,17 17,96 432,07 16,04 Sulawesi Selatan 206 620 133,58 4,48 173 649 701,93 13,63 835,51 10,27 Sulawesi Tenggara 208 575 28,33 4,51 195 620 305,95 18,43 334,28 14,61 Gorontalo 202 305 14,76 4,06 192 274 177,64 25,21 192,40 18,02 Sulawesi Barat 203 048 33,44 12,21 189 980 129,74 14,06 163,18 13,64 Maluku 288 414 56,49 9,59 257 076 299,92 30,03 356,40 22,45 Maluku Utara 264 367 8,55 2,95 226 299 98,53 12,61 107,08 10,00 Papua Barat 356 222 13,62 5,71 325 128 213,49 38,30 227,12 28,53 Papua 320 321 37,35 4,75 266 271 909,05 40,53 946,39 31,24 INDONESIA 263 594 10 954,58 9,09 223 181 18 935,56 15,59 29 890,14 12,36

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin

S UPL E ME N: ME TODOL OGI 103

SUPLEMEN: METODOLOGI XVII.
1. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). Sebaliknya, perubahan negatif IHK disebut deflasi. IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres, yaitu :
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22
n k

P IHK

ni

QP P
1 )1( i oiin k )1( in

yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. seperti ekspektasi inflasi. SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. 104 S UPL E ME N: ME TODOL OGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH. inflasi administered prices. nilai . dan inflasi volatile goods. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. dan selalu ada barang/jasanya. dapat dicari harganya.i oioi Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : I 1 QP IHK IHKIHK nn n )1( n )1( 100 100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. SBH terakhir diadakan tahun 2007. Sejak Juni 2008. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh.

dan sebagainya). EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. setiap minggu. menghitung semua komponen pengeluaran PDB. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan. upah buruh. dan (3) pendekatan pengeluaran. mobil. Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. pasar modern. tarif listrik. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. 2. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. rumah tangga yang mempunyai pembantu. Berdasarkan tahun dasar 2007. menghitung semua komponen nilai tambah. cabai. sepeda motor. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. setiap 2 minggu. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. daging ayam ras. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). bengkel. praktek dokter. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. dan sebagainya. Secara teoritis. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai). persistent. Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. data Migas dari KPPBC. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. rokok. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. restoran siap saji. apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan . dan bersifat umum. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. (2) pendekatan pendapatan. 3. dan sebagainya. Pertamina dan BP Migas. minyak goreng. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. susu. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. mie.tukar. dan sebagainya. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. yang sifatnya cenderung permanen.

mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah. Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu).go. Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4. Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa).bps. dengan pendekatan rumah tangga. pengungsi dan masyarakat terpencil). mereka yang tidak mencari .id. baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. mereka yang mempersiapkan usaha.berikutnya). Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan. penghuni perahu/rumah apung. adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Pengumpulan data berbasis sampel. Survei Penduduk Antar Sensus. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia. awak kapal berbendera Indonesia. Pengangguran Terbuka (Unemployment). MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 5. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela).

Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. Peternakan. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. harga di penggilingan ditentukan dari . Tanaman Perkebunan Rakyat. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. Semakin tinggi NTP. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. 7. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah. Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Hortikultura. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel). Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi.pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. dan Perikanan. Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). Karena unit penggilingan bukan merupakan responden. sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 107 6. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 108 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 8. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan.

Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005.400 perusahaan besar dan sedang.500 rumah tangga.d. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1. ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel. industri. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. 9. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005.105/PMK. yaitu: pertanian. 10. merupakan angka realisasi. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar). pertambangan dan penggalian. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. impor dan ekspor. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Jumlah sampel STB sebanyak 2. Data realisasi produktivitas diperoleh dari . dan diprediksi menurut tingkatan waktunya. dengan responden pimpinan perusahaan. 11. IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No.hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. tetapi saat panen raya (Maret s. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia.8 Tahun 2003. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK).

dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang. baik laut maupun udara. Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. 12. Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. 13. Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan. Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3).576 perusahaan. termasuk di dalamnya Crew WNA. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa).hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 110 S UPL E ME N: ME TODOL OGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. Data yang .

BPS menggunakan konsep kemampuan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). ii. dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 111 14. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. iii.d. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara. IV. yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. Dengan pendekatan ini. Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. Sebagai informasi tambahan. dapat dihitung Head Count Index (HCI). 15. . Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan.dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. Kemiskinan i. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. Dengan pendekatan ini. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). Untuk mengukur kemiskinan. jumlah kamar terpakai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful