Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi yaitu

Kondisi Ekonomi Indonesia 2012 Diproyeksi Solid, dan Tumbuh Hingga 6,7 Persen
[Unpad.ac.id, 16/02/2012]Kondisi perekonomian global pada tahun 2011 menunjukkan kondisi yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut dapat berakibat negatif pada kondisi perbankan di berbagai negara, selain juga memiliki dampak terhadap meningkatnya resiko kondisi perekonomian di masa yang akan datang. Walaupun demikian, kondisi buruk tidak terjadi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2011 mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu mencapai 6,5 persen. Hal ini juga seiring dengan kondisi perbankan di Indonesia yang cukup baik. “Berbagai kondisi kondusif tersebut tidak terlepas dari kebijakan Bank Indonesia dan koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah,” ujar Kepala Biro Pengaturan Bank- Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia, Irwan Lubis, saat menjadi Keynote Speaker dalam One Day Seminar “Global Crisis and Resistance of Indonesian Banking”. Acara ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (16/02). Sementara Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman mengatakan bahwa ketidakpastian global yang terjadi saat ini lebih kompleks dibandingkan dengan krisis global yang terjadi pada tahun 2008. Hingga saat ini, kondisi perekonomian masih tidak menentu dan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu mendatang. Krisis perekonomian yang mulanya terjadi di Yunani ini sudah kian menyebar ke beberapa negara di Eropa, seperti Spanyol, Italia, Portugal, dan Perancis, yang terlihat dari meningkatnya biaya pinjaman dari negara-negara tersebut. Namun demikian, senada dengan Irwan, Abdul Rachman juga mengatakan bahwa di tengah ancaman krisis global, perekonomian Indonesia memiliki kondisi yang baik. Kondisi Perekonomian Indonesia pada tahun 2012 bahkan diproyeksikan solid, dan memiliki peningkatan hingga 6,7 persen. Menurutnya, hal ini besar dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi domestik. “Ekonomi domestik tumbuh karena porsi ekonomi kita yang bergantung pada ekspor relatif kecil,” ungkapnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 juga didorong karena diakuinya perekonomian Indonesia oleh negara-negara berkembang. Beberapa negara berkembang menganggap bahwa Indonesia sudah dapat mengelola ekonominya dengan baik. Optimisme prospek perekonomian tahun 2012 juga didorong adanya peningkatan rating Indonesia yang masuk ke level investment grade. Dengan demikian, beberapa negara berkembang sudah menunjukkan rasa percaya yang tinggi untuk menginvestasikan dananya di Indonesia.

“Hal ini akan berdampak positif. Misalnya perusahaan multinasional akan melakukan investasi jangka panjang. Selain supply uang akan meningkat, job opportunity juga akan meningkat,” tutur Abdul Rachman. Seiring dengan hal tersebut, kondisi perbankan nasional juga sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari sisi aset, penyaluran kredit, rasio permodalan, dan kualitas kredit perbankan di Indonesia. Kedepannya, kinerja perbankan nasional akan tetap solid karena didukung oleh beberapa hal, yakni kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat dan kualitas fundamental sektor perbankan nasional yang berada dalam kondisi yang baik.

Tantangan Global Masih teringat jelas, sepanjang tahun 2011, isu krisis utang dan defisit anggaran akut di Yunani membuat goncangan-goncangan ekonomi terutama di pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE), dan khususnya 15 negara pengguna mata uang euro, ternyata tidak berhasil mengembalikan keyakinan investor, bahkan pesimisme menguat bahwa krisis UE akan memakan waktu yangg lama. UE menghadapi problem fiskal yang berat dengan defisit anggaran rata-rata tercatat 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan rasio utang terhadap PDB sebesar 80 persen. Tidak hanya UE dijerat oleh krisis fiskal, problem anggaran di Amerika Serikat (AS) juga sangat akut. Dengan defisit anggaran sebesar 1,3 triliun dollar AS atau sekitar 8,6 persen dari perkiraan PDB 2011 dan besarnya utang pemerintah yang mencapai 15,6 triliun dollar AS atau sekitar 90 persen dari PDB. Krisis fiskal membuat AS kehilangan peringkat tertingginya AAA selama 70 tahun menjadi AA+ pada 3 Agustus 2011 lalu. Dalam perkembangan belakangan ini ekonomi AS mulai menunjukkan perbaikan terutama dengan semakin membaiknya keyakinan konsumen dan turunnya tingkat penggangguran menjadi 8,5 persen pada Desember 2011. Harapan juga muncul dari UE seiring dengan semangat untuk melakukan konsolidasi fiskal disertai injeksi likuiditas dalam bentuk pinjaman dari Bank Sentral Eropa (ECB) kepada perbankan di UE dengan bunga hanya 1 persen dan tenor 3 tahun. ECB dikabarkan masih akan menambah jumlah pinjaman tersebut hingga mencapai 1 triliun euro. Tambahan likuiditas dalam jumlah yang cukup masif ini juga memberi peluang mengalirnya dana UE tersebut ke emerging market Asia, termasuk ke Indonesia. Apalagi disaat yang sama, kondisi ekonomi Indonesia mempunyai kekuatan pasar domestik yang disertai dengan peningkatan daya beli masyarakat. Tantangan domestik Struktur demografi Indonesia menjadi daya dukung pasar domestik terrsebut. Jumlah penduduk dengan kategori kelas menengah - menurut Bank Dunia adalah penduduk dengan pengeluaran antara 2 dan 20 dollar AS per hari - meningkat sebanyak 50 juta antara tahun 2003-2010.

Selain dukungan demografi, kinerja makro Indonesia tercatat solid menguat. Ketika pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan hingga negatif (resesi), bersama Cina dan India - ekonomi Indonesia tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi semakin solid di tahun 2010 yang mencapai 5,9 persen yoy, dan 6,5 persen yoy pada tahun 2011. Disaat yang sama, angka inflasi turun, cadangan devisa terus bertambah menembus diatas 100 miliar dollar AS. Selain itu, ekonomi Indonesia juga didukung oleh sistem keuangan yang relatif stabil. Indeks stabilitas keuangan tercatat semakin rendah. Hasil perhitungan BI mencatat indeks stabilisasi sebesar 1,68 pada Oktober 2011, turun dari 2,43 pada krisis 2008. Di pasar keuangan, Indonesia berpotensi menjadi primadona investasi tahun 2012, terlebih lagi Fitch pada 15 Desember 2011 lalu menetapkan Indonesia masuk dalam kategori peringkat investasi. Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2012 justru berasal dari sektor riil didalam negeri. Pasar domestik yang kuat bisa menjadi relokasi pasar domestik sementara waktu. Tentunya pasar domestik Indonesia juga menjadi incaran pasar impor terutama dari negara-negara Asia akibat mitra dagang mereka di UE melemah. Akses ke perbankan yang tidak cukup mudah disertai bunga kredit yang mahal, biaya logistik yang tinggi karena terbatasnya konektivitas dan tentu saja infrastruktur yang tidak memadai dan masalah akut korupsi. Pada saat yang sama pemerintah mulai 1 April mendatang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata sebesar 10 persen dan akan melarang mobil plat hitam menggunakan premium subsidi. Menurut pemerintah, kedua komponen tersebut diperkirakan akan menambah inflasi sebesar 0,8 persen. Namun kami perkirakan dampak totalnya memberikan tambahan inflasi hingga 2 persen. Ekspektasi kenaikan inflasi ini akan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Faktor-faktor tersebut membuat daya saing produk domestik kalah dibandingkan produk impor terutama untuk barang konsumsi. Akankah produk Indonesia bisa bersaing di pasar sendiri ditengah kemungkinan gempuran produk-produk impor yang lebih murah ditengah kendala yang ada? Kuncinya adalah kredibilitas pemerintah. Rencana pemerintah membangun berbagai proyek infrastuktur harus terealisasi dan pemerintah perlu melakukan terobosan kebijakan dalam jangka pendek. Saatnya pemerintah juga agresif disisi fiskal, memastikan serapan anggaran yang maksimal sehingga peran pemerintah mendorong pertumbuhan yang bisa mengkompensasi kemungkinan perlambatan dorongan ekonomi dari penerimaan ekspor. Intinya adalah bagaimana membuat pasar domestik menjadi kekuatan ekonomi Indonesia ditengah berbagai risiko global saat ini.

77 persen dibanding Januari 2012.5 persen dibanding PDB Triwulan IVMARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2010 (y-on-y). Harga cabai merah Februari 2012 turun 30.56 persen. 4. Menurut golongan penggunaan barang. bahan baku/penolong US$10. Pertumbuhan PDB PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6.65 miliar. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12. namun naik sebesar 16. Secara kumulatif.48 miliar.97 miliar. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. 8. namun naik 6.3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q).27 persen dan cabai rawit turun 6.48 miliar. Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0.57 persen dibanding impor Desember 2011. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) . turun 11.35 persen dibanding bulan sebelumnya. PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.52 miliar yang terdiri dari produk pertanian US$0. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0.31 persen dibanding bulan sebelumnya.37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.57 miliar. 3.5 persen.14 persen dibanding bulan sebelumnya. 2.81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (y-on-y) sebesar 3. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan NTP Februari 2012 turun 0. Upah Buruh Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik masing-masing sebesar 0. sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012 naik 0. nilai impor barang konsumsi Januari 2012 sebesar US$1. industri US$9.60 persen dibanding bulan sebelumnya. ii HE ADL I NE S 6. Harga Pangan Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0.46 persen. Inflasi Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.49 miliar.02 persen jika dibanding impor Januari 2011. dan pertambangan dan lainnya US$2.HE ADL I NE S i HEADLINES 1. Pada Februari 2012. dan naik 15. Ekspor Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15. turun 9. Impor Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14.12 miliar. 5. dan barang modal US$2.38 miliar.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.32 persen dan 0.07 persen dibanding ekspor Januari 2011.30 persen dibanding bulan sebelumnya.05 persen. 7.

35 persen dibanding bulan sebelumnya.84 ribu ton menurun 6.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Produksi Tanaman Pangan Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108.09 persen dibanding Triwulan III-2011.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Transportasi Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2.63 ribu ton menurun 3. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843. naik 18.08. namun turun sebesar 9.92 persen jika dibanding bulan sebelumnya. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. dan naik 6.IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0.7 ribu orang. iv HE ADL I NE S EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KATA PE NGANTAR v .74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) menurun 1. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 HE ADL I NE S i i i 12.74 persen dibanding bulan sebelumnya.02 persen jika dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y).92). Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108. Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17.81 persen dibanding tahun 2010. 11. Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4.37. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108.97 persen dibanding tahun 2010. 9. 13. 10.44). Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 106. IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0. Industri Manufaktur Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 3.10 persen dibanding tahun 2010.31 persen MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8.

............................................... Agustus 2011).... tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia........................id......d...................... IV......................d........................................ keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan.......... triwulanan...............KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). 9 I...go.............................. Februari 2012)........ M................................ Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS.. hasil Sensus Penduduk 2010......d................. Februari 2012)............................. II............... Lebih lanjut...........................d............... Suryamin. 30 ................................... 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr.............. Januari 2012)........... ekspor-impor (s................................ xiii FOKUS PERHATIAN ..........................d.. perkembangan ketenagakerjaan (s.......... Triwulan IV-2011)...... Februari 2012)........... vii DAFTAR TABEL ........bps........................................... IMPOR JANUARI 2012 .................... yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan..d.......... PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 ........... dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www.. harga dan upah (s.................. Januari 2012)................ harga perdagangan besar (s.................. Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s.......................... 1 INFLASI FEBRUARI 2012 ..... Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu................ viii DAFTAR GRAFIK ........................................................................................d....... Triwulan IV-2011)......... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jakarta........... Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi...... vi KATA PE NGANTAR EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR I S I v i i DAFTAR ISI HEADLINES .................... produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011)......................... perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s. 26 III.............................................. 16 EKSPOR JANUARI 2012 .....d.................................... wisatawan dan transportasi (s....... i KATA PENGANTAR ..... perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s...............................Sc. v DAFTAR ISI ..........................

......... 19 Tabel 2..... 21 Tabel 2....... Februari 2012 (persen) ........... Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year ................2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ....................... KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 .....................................................................11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 .........................................................6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) ....................................... 11 Tabel 1.. 63 IX............... PARIWISATA JANUARI 2012 ...................... 69 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 ....................... PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 .......................... 36 VI..................................................................... 103 XVII........................................7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) ......10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ..................................4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender .... 20 Tabel 2..... KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 ............. 74 X..................... UPAH BURUH FEBRUARI 2012 ................................ 13 Tabel 1.................................. 61 VIII.........2 Laju Inflasi Februari 2012...5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) .................. 23 Tabel 2.................... 11 Tabel 1............ Februari 2012... 87 XIII...... 17 Tabel 2...........1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) ......6 Inflasi Beberapa Negara....... 77 XI.......... 24 Tabel 3................................................... 27 ..............................................................................................................3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.............................................................. 54 VII.......................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen).................................7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.. 24 Tabel 2................................ Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) ............................................... 83 XII.................... 14 Tabel 2............................................ INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 .......................................................... 22 Tabel 2........................ Desember 2011–Januari 2012 . 13 Tabel 1.......................................................... 98 XVI..... SUPLEMEN: METODOLOGI .................. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 .......................... KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 ............. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 ........................ 18 Tabel 2................ 12 Tabel 1....4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan.......................... 92 XIV..........5 Inflasi Nasional Year-on-Year .................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) ... 12 Tabel 1....... NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 ................................................ 18 Tabel 2. 23 Tabel 2............... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 v i i i DAF TAR TABE L DAFTAR TABEL Tabel 1...............9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) ...................................................................................................................... 95 XV.........1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 ..................V...........1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012....................................................8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ....... TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 ................

............. Januari 2012 .. 2011 dan 2012 . 35 Tabel 5............ SP2010 ......5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama..............1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari................................................2 Penduduk................................................... 48 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x DAF TAR TABE L Tabel 5.................................................................................... 29 Tabel 3....3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 ... dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi ........................................... Juta US$) ..... 50 Tabel 5. 32 Tabel 4.... 44 Tabel 5...... 2010–2011 (juta orang) ... 33 Tabel 4........ 52 Tabel 5.......2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ................................................ Laju Pertumbuhan.......13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak.... 56 ..15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus........................ SP2010 .......12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja.......................8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 .............. Januari 2011 dan 2012 .................. Triwulan I 2010–Januari 2012 ....... 47 Tabel 5................. 28 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L ix Tabel 3.......11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar............14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon............................................................... 2010 .......... SP2010 .............................................. 42 Tabel 5..............................Tabel 3.........10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih ...................................... 2010 .....1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan....... Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$) ..........................................1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin............................................................. 40 Tabel 5.....................................................8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi............................................................................................. SP2010................................. SP2010 .....7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi....... 55 Tabel 6........................................................ SP2010 .............................................. 2011 dan 2012 ....................................... 2010 .....6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang................................ 36 Tabel 5...... 34 Tabel 4.............................2 Perkembangan Impor Indonesia..............................3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .................................... SP2010 ..3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari................. 51 Tabel 5...................... 43 Tabel 5..................5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa...... 45 Tabel 5.................................. 34 Tabel 4........... 33 Tabel 4.................... SP2010 ....... 2010 ............. 35 Tabel 4............................ SP2010 ................2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) .6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 ............................................................................................................................................ 41 Tabel 5................... Januari 2011–Januari 2012 ......... 28 Tabel 3..........4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian...................................5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB...... 49 Tabel 5................................ 32 Tabel 4......... 29 Tabel 4.......................9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal..........7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.....................4 Ekspor-Impor Beras Indonesia............... 46 Tabel 5....... 53 Tabel 6.......................

.............. 2009-2011 ....... 76 Tabel 10........................1 Perkembangan Luas Panen.................. 78 Tabel 11......................2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya...................................................3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) ................................................................. 57 Tabel 6................. (2005=100) ................................ Indonesia Januari 2012–Februari 2012........ 88 Tabel 13................................................................................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya ...................... dan Produksi Palawija............... 79 Tabel 11......................................................... Indonesia Januari 2012–Februari 2012.................................................6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) .................... 75 Tabel 10........................ 58 Tabel 6.....2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan .. Produktivitas......................................4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.......................5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) ...... 62 Tabel 8........ 81 Tabel 11..............................................................4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) ..... Februari 2011–Februari 2012 .............................. (2005=100) ....... Indonesia Desember 2011–Januari 2012...................................................3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012..........2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi.................... 82 Tabel 12..................................................Tabel 6...... dan Produksi Padi Menurut Subround..................... 71 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L xi Tabel 9.....................................................1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) ...............................4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ........................................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya............. 66 Tabel 8.............................. 86 Tabel 13........................................ 68 Tabel 9........................... 73 Tabel 10........................................................ 76 Tabel 11.............3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ............2 Perkembangan Luas Panen.................................................. 67 Tabel 8................ 75 Tabel 10.............................................. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010-Februari 2012 ........................3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi................. 60 Tabel 7........1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas.. 59 Tabel 6........................ Produktivitas............. 58 Tabel 6......................................................... 70 Tabel 9......1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 . 2009-2011 .................................... Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012....................7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 .....................2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 ....1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani.......1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor .......... (2005=100) .......................... (2005=100) .................................1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ........ Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) .................... 84 Tabel 12...

............................ 91 Tabel 14................................. 99 Tabel 16.... dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) ................... 31 Grafik 5.........................................3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia...................................................102 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR GRAF I K x i i i DAFTAR GRAFIK Grafik 1....... 38 Grafik 5.................... 88 Tabel 13.................... 2010 ........ 22 Grafik 2............................................... 61 Grafik 8......................... 16 Grafik 2.........3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) ...... Indeks Harga yang Dibayar Petani ........................ Jumlah....................2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It)...... 30 Grafik 4..............................1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 . dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 . 63 Grafik 8.......................... Maret 2011–September 2011 .........2010–2011 (persen) 2000=100 ..........3 Garis Kemiskinan...... 9 Grafik 2...... 19 Grafik 2.............101 Tabel 16..............d Triwulan IV-2011 (persen)..5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen)...1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 . 54 Grafik 7............ 1971-2010 ...................................................1 Nilai Tukar Petani (NTP).1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s......................4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 ...................................2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) ................... 25 Grafik 3............4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) ......... Tahun Kalender............. 17 Grafik 2.. dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 ......2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah.............. Tingkat Penghunian Kamar............ 37 Grafik 5............... 97 Tabel 16.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi..................................... Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.... 26 Grafik 4.......1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 .................................... 20 Grafik 2........................1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 ...................... Februari 2011–Februari 2012 ................................1 Jumlah Angkatan Kerja................... Penduduk yang Bekerja...3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 . 2010–2012 ..................2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari........ 89 Tabel 13........................................ 94 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i i DAF TAR TABE L Tabel 15.................................1 Perkembangan Jumlah Wisman.......................................................................1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan....................................... Maret 2011–September 2011 ............................................................. dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 ...................................................................................................... 39 Grafik 6................ 2011 dan 2012..........6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) .........................................1 Garis Kemiskinan....

............ 74 Grafik 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi ...1 Persentase Penduduk Miskin .............. 87 Grafik 13..............2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ....... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.......05 persen....1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 ........................29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0...........................13 persen.................. 69 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i v DAF TAR GRAF I K Grafik 9...2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 ...............................1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .............................. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi.................................1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 ..................... 70 Grafik 10.....................................................................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) .......................................................... 83 Grafik 12.................................73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0..........................2 Pola Panen Padi......................................81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3.............. Dari 66 kota................ 98 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 1 FOKUS PERHATIAN 1... Pada Triwulan IV-2011..............1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ................. 93 Grafik 15.......................56 persen.03 persen)............................ Februari 2011–Februari 2012 .3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ........................04 persen)................ 2009–2011 ................................................ 95 Grafik 16................................................... Februari 2010–Februari 2012 ......... Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0........................................................... perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.................................... Inflasi Februari 2012 sebesar 0........................ Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1......... 64 Grafik 8. 2009–2011 .................. 80 Grafik 11.1 Perkembangan Produksi Padi...................................................... 92 Grafik 14.......(Ib)..................... Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0....... 65 Grafik 9.3 Inflasi Perdesaan................. 84 Grafik 13................ Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1.................................................................... 90 Grafik 14............. 81 Grafik 12............................05 persen.............. 78 Grafik 11.........................................1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 .............5 persen .................. 2.....................................05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.................2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ...................

5 persen.82 persen. namun turun sebesar 11.8 persen.49 miliar. Ditinjau dari sisi penggunaan.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear). PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1. ekspor hasil pertanian turun 1.9 persen. Secara kumulatif. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2.2 persen. atau naik 16. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.3 persen. 2 F OKUS PE RHATI AN 3. 4. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).1 persen.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.49 miliar. Hotel dan Restoran sebesar 10. Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).82 persen. peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.3 persen. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0. naik 16.2 persen dan terendah di Sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1. dan impor barang dan jasa naik sebesar 6.5 persen.5 persen. naik 6. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011. . naik 6.(year-on-year). Peternakan. Menurut sektor.57 miliar. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14. namun turun 9. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0.57 persen dibanding impor Desember 2011. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.07 persen (year-on-year). Kehutanan dan Perikanan sebesar 20. ekspor barang dan jasa naik sebesar 3.66 persen dibanding bulan sebelumnya.52 miliar atau turun 7.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.57 miliar.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian. Peternakan.97 miliar atau turun 14. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.

Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.58 miliar atau turun 9.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011. TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km . Sekitar 40.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2.56 persen).70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6. 6.7 juta orang.91 persen).055 orang per km 2 ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14.6 juta orang.80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7.1 juta rumah tangga (14. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.3 juta orang).40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32.56 persen.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1. Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32.50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24.32 miliar.53 miliar) dengan pangsa 21. Sebesar 83. meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km 2 ).0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119.88 persen. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa (1. Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7.469 orang per km 2 ). Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111.05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5.14 persen).39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0. Nilai ini turun 7. 2 .4 juta orang.70 juta orang (6. Dilihat dari penyebaran penduduk. berkurang 1.0 juta orang.99 miliar atau turun 18. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 3 5. berkurang 2.14 persen).49 persen per tahun.70 persen).6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7.4 juta orang).6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237.37 persen). Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237.81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2.52 miliar).

0.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya.854 dan Rp63.37 persen. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1. lebih tinggi dari .53 persen). dan olah raga (0.939.10. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan.02 persen.81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63.854. harga beras Februari 2012 naik 15.49 persen).60 persen dari bulan sebelumnya.73.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya.09 persen.08 persen). 0.939 Secara nasional.29 persen).77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya. makanan jadi (0. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 5 9. Dibanding Februari 2011 (year-onyear). Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105.30 persen. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga. sandang (0.46 persen. serta transportasi dan komunikasi (0. Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39.10. naik 0.16 persen. naik 0. dan 0. yaitu bahan makanan (0.03 persen). rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39. naik 0. turun 0.12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0.4 F OKUS PE RHATI AN 7.14 persen. sedangkan secara riil turun sebesar 0.40 persen). turun 0. hortikultura. pendidikan. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. dan secara riil naik sebesar 0. tanaman perkebunan rakyat. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.39 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0. kesehatan (0. NTP Februari 2012 tercatat 105. perumahan (0.520 per kg. Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. naik 0.50 persen).520 per kg. rekreasi.42 persen).23 persen dan 0.60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105.02 persen).77 persen dari bulan sebelumnya. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi. 8. Pada Februari 2012.

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108.08). Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111. gula pasir.53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106. artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya. Selain beras. terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108.65 persen).51). naik sebesar 0.37). tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111.77.92. Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0.31 persen).27 persen). tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah.35 persen dibanding bulan sebelumnya. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0.13 ribu . Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0. komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65.34). Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106. kehutanan dan perikanan.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya.56 persen.40 persen.24 juta ton. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52. sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas.10 persen) dibandingkan tahun 2010.35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187. peternakan. turun 1.74 juta ton GKG. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. 10. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30.44. Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108.57 persen).92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106.10 persen.67). Komoditas lain yaitu daging sapi.73 juta ton (1.89 persen). Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108. penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar 6 F OKUS PE RHATI AN 105. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1. susu kental manis. daging ayam ras (turun 1.inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3.07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105. minyak goreng.27). Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi. Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0.57 persen). menurun sebanyak 0.82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103. dan ikan kembung (turun 1. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108.69).97 juta ton. 11.32). 12.30 persen. cabai rawit (turun 6.

04 persen) dan sebesar 0.02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year). dan naik sebesar 5.80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011. 15.27 persen atau naik 0. Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9. 14. Sekitar 38.70 persen).22 persen dibanding bulan sebelumnya.24 ribu hektar (6.4 juta orang. produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3.35 kuintal/hektar (0.91 persen). jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4.4 juta orang. naik 5.46 persen dibanding bulan sebelumnya. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51. Dibandingkan tahun 2010.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear).09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q). jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20.81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270.16 persen dari November 2011 (m-to-m). Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8.57 persen. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652.29 kuintal/hektar (2. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.19 ribu ton (6. 13. Dibanding Januari 2011 (year-onyear).40 persen dibanding bulan sebelumnya.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6.92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya. Selama Januari 2012.54 persen).93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548.57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2.hektar (0. naik 18. dan jumlah penumpang kereta api turun 8 F OKUS PE RHATI AN 4.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali.90 ribu hektar (6. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1. naik 18.34 persen. dan naik 3.7 juta orang. jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15.39 persen) dan produktivitas sebesar 0. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5.7 ribu orang.02 persen (year-on-year).02 persen). naik 5.31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. dan jumlah .14 kuintal/hektar (1.8 ribu orang.76 persen.

00. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 9 INFLASI FEBRUARI 2012 I.35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan.89 juta orang (12.penumpang kereta api turun sebesar 4. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.02 juta orang (12.29 persen dengan IHK 133.04 juta orang.36 persen). n) s e (pe r MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 '10 A pr M ar Grafik 1. Dari 66 kota.36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29.89 juta orang (12.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130.04 persen dengan IHK 135.73 persen dengan IHK 145.49 persen). Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29.59. Sebagian besar (63.53 persen.09 juta orang. dan Year-on-Year un J ul Mei J A g . 16. 1. Tahun Kalender. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1.03 persen dengan IHK 131.21 dan terendah terjadi di Palu 0. penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0.96.67 persen. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0. Selama periode Maret 2011–September 2011. turun 0.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi.

k t e s Nov D '12 F e J an b 10 I NF L AS I F E BRUARI 2012 3. dan bahan bakar 0.22 persen. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0.08 persen dan transpor. beras 0.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen). pendidikan.34 persen. kesehatan 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen). inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0. perumahan. rekreasi. Menurut jenis pengeluaran rumahtangga.73 persen. Dari inflasi 0.06 persen.27 persen. bawang merah . dan jasa keuangan 0.05 persen. 2010–2012 e pt s S t Nov O k s D e '11 F e J an ar A b M Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. air.Gabungan 66 Kota.05 persen pr Mei J un J Bulan ke Bulan Tahun Kalender Year-on-Year g s ul A pt O S e 2. komunikasi. sandang 1. listrik. gas. andil emas perhiasan 0. dan olahraga 0.15 persen.

05 persen berasal dari andil komponen inti 0. 6. 5.33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0.77 persen.05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen). Menurut karakteristik perubahan harga. inflasi Februari 2012 sebesar 0. tahun kalender 2012 sebesar 0. Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0.13 persen. daging ayam ras -0. Inflasi Februari 2012 sebesar 0.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012. 4.05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 11 Kelompok Pengeluaran MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1.94 persen.31 persen.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen).03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen).81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0.24 persen. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen). Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0.02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen). barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0. Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0.05 persen.33 persen.56 persen.0.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen). Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Sementara andil cabai merah -0. tomat sayur -0. 7. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4.

46 129.Umum (Headline) 126.46 0.73 1. Listrik. Makanan Jadi.31 Harga Diatur Pemerintah 120. Air.82 106.35 137.46 129.57 139.94 124.58 0.40 4.91 130.85 136.24 0. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga Komponen IHK Februari 2011 (2007=100) IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 126.56 1.96 0.27 0.49 Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) .88 Bergejolak 153. Bahan Makanan 150.71 5.23 4.55 120.11 2.81 3. 2) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.14 8.56 Inti 121.08 0.22 0.95 0.33 0. Sandang 126.86 138.34 1.45 -0.24 125.95 124. Tabel 1. Rokok. 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.65 3.96 0.81 3.14 152. dan Olah raga 7.87 2.77 157. dan Jasa Keuangan 118.49 126.59 108.79 121. Kesehatan 117.77 4.03 122. Gas.96 0.91 130. Perumahan. Transpor dan Komunikasi.07 2.00 4.76 154.15 0.06 0.94 1.2 Laju Inflasi Februari 2012.68 2.43 -0.05 0.46 0.73 6. dan Bahan Bakar 133.22 1.90 1.85 123.05 0.75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.60 155. dan Tembakau 3.30 1. Minuman.51 123.81 3.14 108. Pendidikan.49 0. Rekreasi.66 123.21 120.

98 3.06 Juli 0.79 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 13 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1.45 5.76 1.93 3.99 0.72 1.70 April -0.13 0.51 Juni 0.31 0.41 0.80 0.03 0.67 2.48 5.43 11.84 5.19 0.89 0.76 0.Laju Inflasi Year-onYear Laju Inflasi Year-onYear 3) 12 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.97 1.20 2.81 8. Inti 0.47 0.04 0.29 0.37 0.05 1.20 Tabel 1.24 10.79 0.59 11.28 2.55 2.02 1.12 -0.10 1.41 10.74 4.24 0.22 -0.31 1.36 0.85 November 0.95 0.05 1.41 0.03 0.74 Agustus 0.34 5.12 1.20 Desember 1.12 5.67 2.97 0.14 -0.06 -0.75 0.18 0.04 1.16 0.78 6.77 -0.44 0.92 0.28 5.21 0.85 0.60 0. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) U m u m 0.82 2.15 0.81 Maret 0.10 2.27 4.14 1.46 0.97 Oktober 0.45 0.30 0.40 1.11 0.44 0.04 0.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 .04 1.77 -0.84 0.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.08 7.05 1.57 6.15 -0.57 -0.39 Mei 0.58 9.62 0.23 2.96 3.10 -0.96 2.22 4.84 0.06 2.37 0.56 0.51 0.57 0.91 3.21 2.47 2.07 0.07 0.10 1.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Bulan Inflasi Nasional (bulan ke bulan) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Inflasi Nasional (kalender) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1. Bergejolak -0.35 2.05 0. Harga Diatur Pemerintah 0.44 0.65 0.45 1.66 4.05 3.33 0.32 1.01 0.14 1.69 September 0.76 Februari 0.42 1.89 0.

Aceh Banda Aceh 3.83 5.77 2.gov.79 3.70 1. http://www.05 5.32 -0.79 Tabel 1.79 September 6.statistics.72 7.gov.16 5.61 Agustus 6.02 3.96 3.20 0.84 3.36 9.40 3.bloomberg.03 3.51 11.80 4.56 6. Inggris 0.41 6.6 Inflasi Beberapa Negara.90 2.90 6. http://www.ibge. Brazil 0. Cina 0.56 Maret 6.40 8.91 6.40 4. dan www.20 3.90 5.29 8. Februari 2012.96 7.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6.54 Juli 6. http://www.60 6.stats. Singapura 0. http://www.cencus.22 10.50 6.61 Oktober 6.vn. http://www.cn.20 0.my.65 Februari 6.17 7.20 3.30 1.60 3.gov.50 4.26 7.65 April 6. Desember 2011–Januari 2012 Negara Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Desember Januari Desember Januari (1) (2) (3) (4) (5) 1.27 8. http://www. Afrika Selatan 0.85 2.50 2.00 0.76 3.ph.70 4.06 11.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.53 1.42 November 6.br.67 4.gov.28 -0.98 Juni 5.50 4. http://www.10 0.06 2.gov.80 7.90 9.01 10.50 0.95 12. Indonesia 0.78 6.singstat.00 2.17 3.15 Desember 6. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.gov.30 7.81 6.gov.52 8.gov.31 3.75 6.16 0.04 4.statistics.40 -0.57 5.22 4.statpak.10 4.50 4.gov.13 17. Malaysia 0.92 3. Pilipina -0.bls.43 6. http://www.68 2.uk.75 10.65 3.59 11.statssa.25 0.71 11.88 11.com 14 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.57 0.38 6.71 6.10 5.sg.00 18.za. Vietnam 0.14 2.pk.gov. Amerika Serikat -0.16 Mei 6.77 11.60 11.33 4. http://www.44 4.50 9.10 6.gso.00 2.83 .65 5.30 3.30 Sumber: http://www. Pakistan -0.

29 -0.65 3.46 Tangerang 3. Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang 5.78 -0.72 3.69 Sukabumi 4. Banten Serang 2.78 0.98 8.10 0.23 1.90 0.08 1.44 -0.03 0. Sumatera Selatan Jambi 2. Jambi 7.54 -0.09 -0.04 Padang Sidempuan 4.03 2.62 -0. DKI Jakarta 12.45 -0.76 -0.82 0.01 Depok 2.56 Tanjung Pinang 3.03 Palembang 3.55 -0. Sumatera Utara Sibolga 3.99 3.60 3.82 4.03 2.91 1.32 2.37 3.96 -0.34 0.69 3.Lhokseumawe 3.62 2.28 Cilegon 2.66 Dumai 3.24 -0.78 13.78 0.22 5.75 5.83 Medan 3.00 -1.17 0.78 3.46 0.14 1.70 Cirebon 3.24 0.26 2.50 2.35 0.83 1.17 0.21 Pematang Siantar 4. Jawa Barat Jakarta 3.71 -1.64 Bekasi 3.65 2. Riau Pakanbaru 5.23 Tasikmalaya 4.78 3.12 9.60 2.90 -0.75 -0.14 0. Bengkulu 10.26 0.25 -0.21 11.20 -0.35 0.37 -0.66 -0.31 0.19 3. Kepulauan Riau Batam 3.18 0.21 1.95 0.97 0.35 1.51 4.08 .08 Bandar Lampung 4.05 1.20 0.52 3.76 -1.27 2.04 3.09 -0.44 6.86 3. Lampung Bengkulu 3.11 0.06 Bandung 2.58 0.10 0.94 Bogor 2.32 -0.10 1.17 0.35 2.85 0. Sumatera Barat Padang 5.

22 0.88 0.58 -0.10 0.98 3.14. D.79 3.24 3.72 0.25 0.35 3.55 1.48 Madiun 3.27 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) I NF L AS I F E BRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.62 0.18 0.85 Sumenep 4.08 0.28 Jember 2. Jawa Tengah Purwokerto 3.93 0.51 Surakarta 1.85 4.46 0.46 3.87 0. Bali .40 0.18 0.56 1.78 0.43 0.31 2.45 3.67 Probolinggo 3.18 Tegal 2.41 2.08 Surabaya 4. Jawa Timur Yogyakarta 3.27 0.49 0.21 0.49 3.37 0.35 0.95 Kediri 3. Yogyakarta 16.28 Semarang 2.05 0.I.64 4.94 Malang 4.7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 17.36 0.81 15.

54 1.36 2.14 5.91 7. Maluku Utara .26 Kupang 4.32 7.45 -0. Sulawesi Tenggara Mamuju 4.87 0.75 0.28 18.85 6.60 0.94 30. Sulawesi Utara 25.09 1.61 Kendari 5.32 0.46 -0.47 -0.86 20.60 0. Sulawesi Tengah 27.44 3.21 0.24 Samarinda 6. Kalimantan Timur Banjarmasin 3.70 2.Denpasar 3.23 0.43 Singkawang 6.04 0.60 6.64 Palopo 3.04 Watampone 3.54 4. Sulawesi Selatan Palu 4.28 -0.98 -0. Gorontalo Manado 0.35 1.41 3. Maluku 31.40 6.05 Makassar 2. Nusa Tenggara Barat 2) Mataram 6.91 0.43 0.38 1.09 1.31 0.60 1.84 1.09 0. Kalimantan Tengah Sampit 3.38 5.16 2.21 0. Kalimantan Barat Pontianak 4.31 2.33 Pare-Pare 1.92 2.73 3.72 1. Sulawesi Barat 29.50 26.75 2.94 1.63 1.36 6.38 22. Kalimantan Selatan 23.81 24.14 4.67 0.59 0.08 0.70 2.34 2.77 Palangkaraya 5.03 Gorontalo 4.91 1.74 5.65 5.60 0.40 1.47 Tarakan 6.57 7.02 21.44 19.99 28.68 3.21 2.35 Bima 7. Nusa Tenggara Timur Maumere 6.00 2.61 3.19 Balikpapan 6.35 0.05 8.13 4.19 0.

38 -0. Kontraksi ini disebabkan karena Sektor Pertanian.75 -1. Grafik 2.85 1.78 0.14 32. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) 16 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .63 5. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1.76 1.40 1) 2) 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20.90 -0. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.93 0.06 2.2011 II.Ambon 2. Peternakan.5 persen.57 Sorong 0.40 0. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.73 Ternate 4.1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.64 -0.31 2. Kehutanan.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q). Papua Jayapura 3.d Triwulan IV-2011 (persen) .52 0.29 33. Papua Barat Manokwari 3.96 6.99 3.

0 0.0 -18.4 6.4 1.0 2.0 -12. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y). Hotel.0 10.0 8.5 2.0 -16.9 6.0 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 .5 persen.8 3.0 -14.3 n s e p e r PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .0 5.0 5.0 7. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.0 -1.0 -20.5 persen 6. dan Restoran sebesar 10.6 Pada tahun 2011. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.3 2.0 4.7 5.8 3.5 6.0 1.8 -1.0 -22.2011 17 12.0 -2.4 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 Q3/11 Q4/11 q-to-q y-on-y EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -1.2 persen.4 triwulan IV-2011 tumbuh 6. 6.5 6. PDB Indonesia n s e p e r 2.0 3.0 6.2.0 -10.

9 2.0 2.7 q-to-q 5.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) Tabel 2.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 9.3 1. dan Perikanan 5. Kehutanan.0 4.2 -0.2 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.8 y-on-y Pertanian Pertambangan & Penggalian 7.4 0.0 -8.2 2.5 1.9 1. Peternakan.5 1.1 -0.0 6.0 -4.0 1.0 .0 0.-2.9 6.1 -0. Real Estat & Jasa Perusahaan Jasa-jasa Grafik 2. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan.0 -6.1 -0.2 Industri Pengolahan Listrik.2 3.0 8. Pertanian.8 10.0 -20.7 1.0 -20.0 0. Pertambangan dan Penggalian 3.4 2.9 3. Gas & Air Bersih Konstruksi Perdagangan.3 1.

8 85.2 9.5 12.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 (4) (5) 1.8 2. Peternakan.2 7.4 -1. Keuangan. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.7 0. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624.4 -1.8 4.2011 Lapangan Usaha Tabel 2.7 12.5 3.2 1.7 0.8 7.1 6.3 2.9 15. Industri Pengolahan 463.8 6.7 6.6 2.0 6.6 161.5 6.2 3.7 6.9 47. Kehutanan.1 1. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1.2 1.3 470.7 9. dan Jasa Perusahaan 1.9 47.8 4.9 239. Listrik.7 6.5 persen.6 triliun.1 5. Hotel. Industri Pengolahan 3.9 - 3.9 1.9 8.8 0.3.2 6. 4.5 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) 18 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .5 6. Real Estat.5 6. Perdagangan.9 .6 9.0 241.9 11. Secara kumulatif.2 10.7 0.5 PDB Tanpa Migas 3.3 6.4 67.2 5. dan Perikanan 299.7 1.8 0.5 6. Gas dan Air Bersih 1.4 6.9 10. dan Restoran 3.9 7. Pertambangan dan Penggalian 224.921.1 1. 6. Pengangkutan dan Komunikasi 3. Jasa-Jasa 3.6 163. Konstruksi 3. Pertanian.0 triliun.6 PDB 3.

5 4. Tabel 2.1 13.7 0. dan Restoran 264.3 14.3 40.1 59. Ekspor sebesar 3.0 139. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.24.6 632.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 10.6 4.7 42.0 7.0 114. Perdagangan.3 61. Jasa-Jasa 208.0 59.5 6.9 1) 59. Gas dan Air Bersih 14. Keuangan. Sementara Impor tumbuh 6.1 5.6 60.5 213.2 10. dan Jasa Perusahaan 136.3 persen.0 6.8 persen.6 129.2 9.0 7. Real Estat.8 11.3 63.8 268. Dari sisi penggunaan.1 1 921.7 204.2 589. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5.0 PDB Tanpa Migas 1 765.4 624.1 10.5 persen.2 112.1 PDB 1 931.1 1 765. Pengangkutan dan Komunikasi 125.2 7.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan .6 6.0 24. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38. Konstruksi 194. Hotel.9 0. Listrik.8 5.8 4.5 Atas dasar harga berlaku 596.1 persen dibanding triwulan sebelumnya.0 100.2 persen.0 100.7 14.7 8.

1 5.8 2.3 3.8 38.5 11.9 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .5 Distribusi (Persen) Triw III2011 1) Triw IV2011 (6) (7) 91.Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.2 0.9 3.4 -1.9 4. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 10.8 3. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.7 2.1 5.3 3.5 6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2.5 6. Pembentukan Modal Tetap Bruto 5.1 10.3 0.2 6.9 4.2 2. Ekspor Barang dan Jasa 4.9 PDB 3.8 2.3 7.6 4.1 13.4 91.2011 19 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 .3 6.5 8.9 13.8 4.

4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 Distribusi (Persen) Triw III-2011 (4) (5) (6) (7) 1. Perubahan Inventori 25.6 162.0 55. Jenis Penggunaan Tabel 2.5 -19.2 1 063.7 314.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11. Pembentukan Modal Tetap Bruto 612. a.3 153.3 26.8 325.1 1 921. Ekspor sebesar 7.0 252.7 33.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6.0 -22.0 238.2 507.0 b.6 6. Ekspor Barang dan Jasa 506.7 511.2 649.7 349.0 Atas dasar harga berlaku 1) Triw IV2011 .8 9.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.6 70.4 PDB 1 931.1 11.8 26.3 2. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 176.8 persen.9 persen.7 1. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4.7 3.1 346.Grafik 2. Dikurangi Impor Barang dan 1) Jasa 480. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2.4 -5.4 624.4 24.5 0.0 100.3 -1.0 9.8 2. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 1 042. Diskrepansi Statistik 48.9 persen.7 0.2 26.7 -7.1 31.8 4. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.0 100.5 54.0 223. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.0 5.6 632.9 50.5 persen.

2 9. 5.0 Catatan: atas dasar harga berlaku 8.7 2.7 persen.6 persen.8 2.1 2.2 9. Tabel 2.6 9.6 persen. 3. dan Pulau Sulawesi 4.0 100.5 persen. dan sisanya 4. Jawa Barat dan Jawa Tengah.6 persen di pulau-pulau lainnya.6 58.4 persen.6 persen. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23.2011 Grafik 2.2011 21 Tabel 2. 6.5 23.0 100.6 Jawa 58.6 persen.4 2.1 23.1 persen.5 Bali dan Nusa Tenggara 2.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Provinsi Pertumbuhan q-to-q y-on-y c-to-c (1) (2) (3) (4) Konstribusi .7 Sulawesi 4.6 2.5 4.0 100.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) Wilayah/Pulau 2009 2010 2011 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 1.5 57. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53.7 23.0 Total 100. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .3 2.1 57.4 4. dan 6.4 persen.20 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7. 6. Pulau Kalimantan 9.6 Maluku dan Papua 2.6 Kalimantan 9. 7. 2. Sumatera 22. Jawa Timur. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57.7 4. 4.

5 2.4 5.4 08.5 4.3 7.1 5.4 10.8 8.5 1.0 14. Riau 1.5 0.0 24.7 6.9 6.5 28.7 6.8 4.5 5.9 3.0 6.4 5.5 6.9 25.5 12.3 5.0 23.4 1. Jambi -2.3 8. Sumatera Selatan 1.7 16.2 . Lampung 2.8 6.4 6. Jawa Barat -0.5 4.9 3. DI Yogyakarta -0.3 6.2 04.1 7.8 6.6 5.6 14.6 6.1 0.6 6.3 7.7 6.1 07. Jawa Timur -0. Kepulauan Riau 1. Jawa Tengah 2.7 16.1 7.1 6.7 6.0 09.Sumatera -0.8 1. Kepulauan Bangka Belitung -8. Banten -2.2 1.2 15.8 6.2 03. Bengkulu 0.4 Jawa 0. Sumatera Utara 0.4 22.2 13.6 Terhadap Total 33 Provinsi (5) (6) 6.3 2.0 8.4 Bali dan Nusa Tenggara -0.6 7. Aceh 1.9 1.5 0.0 6.9 8.2 4.7 2.0 05.5 13.1 5. DKI Jakarta 1.0 5.6 01.7 7.1 6.0 6.7 100.0 02.5 06.1 1.6 6.0 57.2 Terhadap Pulau 100.1 12.6 29.6 11.9 14.4 6. Sumatera Barat 0.1 6.

6 1.8 6.7 7.8 22.5 -21.0 11.7 0.1 6.5 18. Kalimantan Tengah -2.1 68.7 11.7 51.1 24.2 7.2 -4.0 30.5 3. Maluku 5. Sulawesi Utara 12.4 4.4 7.9 6.5 0.5 0.9 11.6 Kalimantan 0. Sulawesi Tenggara 0.1 0.8 5.6 0.0 31.4 6.6 16. Kalimantan Selatan -6.9 1.7 16.3 0.5 5.9 -3.2 34.2 7.3 0.3 0.2 27. Sulawesi Tengah -3.2 4.0 2.8 9.2 6.2 5.2 100.4 8.9 6.2 8.7 11.2 6.1 -5.3 8. Sulawesi Selatan 1.8 6.0 6. Kalimantan Barat 4.8 19.4 Maluku dan Papua -5.5 100.4 0.7 0.9 20.7 28.4 100.8 6.9 1. Kalimantan Timur 1.7 20.3 5.5 3.5. Gorontalo 3. Papua Barat -9. Nusa Tenggara Barat -4. Bali 1.2 26.6 Sulawesi 1.7 25.9 21.8 1.9 -3.5 0.0 4.8 47.7 7.0 2.2 100.2 5.8 8.8 4.2 47.8 4.2 29. Maluku Utara 1.0 9.7 33.9 7.6 17.3 7.2 3.4 7.3 8.9 27.4 28. Nusa Tenggara Timur 2.7 2.0 7.3 31.0 .8 10.1 23.4 8. Sulawesi Barat -1. Papua -3.1 32.

n s e P e r 22 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .7 persen dan Sektor Perdagangan. Hotel. Peternakan.9.2 4. Tabel 2.7 3.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1. Pada tahun 2011.8 4. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6.0 1.7 2.0 3.7 6.5 persen terhadap tahun 2010. dan Restoran sebesar 13.9 persen.4 persen.8 persen.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha Laju Pertumbuhan 1) 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Distribusi EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1. Pertanian. Kehutanan.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 10.6 1.7 4. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10.4 3.5 3. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24.0 3.2 .2011 Grafik 2. Industri Pengolahan 4. dan Perikanan 2.5 4.9 0. terjadi pada semua sektor ekonomi. Pertambangan dan Penggalian 3.

0 PDB Tanpa Migas 6.2 6.3 6.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha .8 0. Jasa-Jasa 6.0 5.3 15.0 14.9 27.2011 23 11.6 6.2 5.5 91.9 1) 2) 7.2 triliun. Pengangkutan dan Komunikasi 8.7 6.9 0.2 7.5 6. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 2.5 15.2 10.2 6.8 13.3 6.2 6.9 6.9 10.463.7 0. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.4 6. dan Restoran 8.2 10.5 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 6.0 4. Gas.7 9.6 6.5 5.0 6.2 7.6 11.5 89.7 8.2 91.1 triliun.3 10.6 6.9 14.7 13.8 5.2 10.4 6.0 100. Real Estat.0 4. Hotel.5 7.1 7.8 6.3 8.5 5.3 5.9 6.3 14.5 9.6 15.6 7.3 6.2 6.5 2007 2008 2009 2010 2011 89.5 100.9 1.5 PDB 6.2 5.4 24.7 92.3 4. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.0 100.0 27.7 11.8 24.8 0.0 8.3 6.0 13.3 13.0 6.1 9.6 7.5 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .0 6.0 100.8 7.2 10.427.8 26.7 7.2 7.9 10.0 6.7 14.7 6.0 4. Keuangan.7 8.3 10. Konstruksi 8.13.3 4. dan Air Bersih 10.0 100.6 6.0 16.7 15. Listrik.7 10. Perdagangan.5 7.1 11.4 10.8 0. dan Jasa Perusahaan 14.8 9.

3 165.8 12.2 221.2 218. Peternakan.0 2 321.5 13. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar .5 271.5 PDB 3 950.1 7.9 304.5 284.8 2 463.1 597. dan Air Bersih 34.2 466.2 481.1 55.7 313.0 419.8 209.7 49.5 882.4 363.2 353.1 557. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3. dan Jasa Perusahaan 264.3 2 082.0 17.9 46.6 535.5 1 022.2 6 794. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.1 205.0 160.7 171.2 PDB Tanpa Migas 3 534.5 440. terjadi pada Ekspor sebesar 13.7 5.5 744.3 183.3 150.8 131.5 180. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8.4 5 936.3 172.1 18.2 4. Hotel.4 1 821.9 121. Perdagangan.2 142.1 181.2 985.8 368.2 186.2 491.3 7 427.1 6.6 295. Pertambangan dan Penggalian 541.9 716. Gas.5 1 595.7 423.9 4 948.5 2 178. Listrik.3 340.Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1. Real Estat.8 1 803.1 1 964.7 198.1 18. Industri Pengolahan 1 068. Keuangan.6 2 036.8 1 939.3 691.5 400.3 312.9 192.8 232.7 40.4 1 477.1 886.7 1 376.2 660.2 305.7 857.5 15.4 1 093.0 9.7 5 606.3 3.0 236.4 217.0 140.6 541.5 437.6 189.9 574.9 2 313.1 405.0 241.6 persen.2 persen.7 2 171.2 6 436.1 634.1 718. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4.9 756.7 persen. Kehutanan.2 538. dan Perikanan 2.2 368.4 4 427.7 193.8 persen.8 570. Pertanian.7 555.6 5 141.7 783.3 592. Jasa-Jasa 398. Pengangkutan dan Komunikasi 8.1 654. dan Restoran 592. Konstruksi 305.5 persen.

8 2 463.8 196.921.4 942.5 -9.2 6.0 persen.8 416.0 -195.0 2 378.9 persen. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.4 juta (US$1.3 7 427.6 985.7 63.0 persen dan Ekspor 26.6 -0.0 0. dari sisi penggunaan.0 100.6 833. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.8 510.1 1 308.4 153.4 942.0 9.6 1 850.1 -0.4 29.9 1 197.0 3 291.8 1 191.5 60.1 -2.7 4.5 8. Dikurangi: Impor 9.9 2 313.5 100.6 29.3 602.3 31. b.1 1 964. Pada tahun 2011.6 58.9 4 948.0 21.9 667.7 0.2 1 249.3 11.1 0. Konsumsi Rumah Tangga 2.1 553.6 98.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan Laju Pertumbuhan 1) Distribusi 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.7 15.3 3.8 -7.0 100.4 15.0 100.9 4.2011 13.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 24 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .2 24.2 8.0 4.6 2.6 1 370.3 5. Konsumsi Pemerintah 3.6 103.3 708. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32.3 1 074.4 1 130.5 54.3 13.0 4. Tabel 2.7).7 56.4 6.3 4.2 14.1 1 354.7 21.9 537. a.3 8.0 17.0 -15.8 24. Diskrepansi Statistik -0.4 1 032.1 5.2 2.0 2.8 2.5 5.7 1 744.9 24.3 167.1 1 476.3 1 422.7 5 606.3 169.3 932.0 1 475.4 493.4 8.2 PDB 3 950.4 202.7 31.6 581.0 0.9 27.4 9.7 b.2 -2.Perubahan Inventori 4. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24. Ekspor 8. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54.8 24.5 757. Perubahan Inventori -100.1 -116.9 1) 2) PDB 6.6 persen.1 -1. Diskrepansi Statistik 2 510.5 0.2 1.3 2 082.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.13.2 6 436.6 26.9 3.3 13. . Tabel 2. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.3 1 369 9 329.3 25.6 54.5 3 000.0 3 643.2 27.1 2. Pembentukan Modal Tetap Bruto 9.1 10.6 -11.0 3.1 0.9 10.6 9. a.5 2 178.4 22.4 1 584.3 persen.0 5.3 195.1 32. Ekspor 1 163.1 11.6 55.3 6.3 persen.6 6.8 6. Dikurangi: Impor 1 003.6 1 220.3 6.4 2 065.7 1 955.2 634.4 4 053.8 993. Konsumsi Rumah Tangga 2) 5.4 28.3 441.1 32. Konsumsi Pemerintah 9. Konsumsi Pemerintah 3.5 831.9 -33.5 9.0 100.

000.8 3 010.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.7 14.0 12.4 21.000. Indeks Peningkatan (Persen) 16. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.6).1 3 542. Sementara bila dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6.8 24.000.0 16.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .6 13.0 .1 13.7 2 244. Nilai (US$) 1 842.3 13.07 persen. Indeks Peningkatan (Persen) 16.tahun 2008 sebesar Rp21.7 23.1 11.4 3 441.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) 26 E KS POR J ANUARI 2012 EKSPOR JANUARI 2012 III.7 c.000. Nilai (US$) 1 921.6 20.6 2 925.8).1 30.4 11.8 c.8 juta (US$3. Nilai (Juta Rupiah) 17. 1. tahun 2009 sebesar Rp23.9 juta (US$2.0 14.1 juta (US$3.2011 25 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 2.4 juta (US$2. Nilai (Juta Rupiah) 16.4 23.6 2 349.6 23.349.8 2 267.9 27.3 29.9). pada tahun 2010 mencapai Rp27.010.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.49 miliar atau turun sebesar 9. Tabel 2.244.8 b.1).9 b.542. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30. S $ U t a J u 10.6 2 164.1 26.

demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14.18.52 miliar.82 persen.000. 4.0 8. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2. Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. Menurut sektor.000.5 juta.0 2.000. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 E KS POR J ANUARI 2012 27 5.000.49 miliar.20 miliar.3 juta.0 4.36 miliar dan Amerika Serikat US$1. naik 6.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Uraian Nilai FOB (Juta US$) % Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 % Perubahan Januari 2012 thd 2011 % Peran thd Total Januari 2012 Januari 2011 Desember 2011 .0 Grafik 3. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213. sementara naik 4. 3.1 Nilai ekspor Januari 2012 mencapai US$15.07 persen Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 Migas Nonmigas Migas+Nonmigas 2.61 miliar. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1. disusul Cina US$1. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1.000.0 20.26 persen.000.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011.60 miliar.0 0.40 persen dibanding ekspor Januari 2011. turun 7.0 6.

2 13 592.40 80.45 2.36 Jan-Des’11 41 477.77 -11.0 17 418.7 4.22 13.14 2.7 12 519.4 41 200.6 -7.64 Des’11 3 485.1 41 936.31 Mar’11 3 061.4 -3.7 -37.5 5 165.0 3 485.6 476.8 14 415.0 34 665.7 -1.07 Nonmigas 11 991.6 14 556.72 13.1 41 784.83 4.80 Pertanian 391.09 0.1 16 366.21 Pertambangan dan Lainnya 2 308.53 Triwulan I ’11 8 289.70 Hasil Minyak 494.2 384.6 129 739.97 10.28 Tabel 3.7 13 895.54 Triwulan II ’11 11 292.20 12.8 1 723.3 -0.48 Industri 9 290.3 12 925.8 5.5 11 802.64 -13.9 18 386.18 5.66 13.26 -1.7 -4.89 -7.7 1 715.31 1.5 36.5 4 776.2 375.1 883.11 28 E KS POR J ANUARI 2012 Tabel 3.1 47.4 162 019.91 7.2 -19.4 15 493.5 -14.07 100.4 2 651.08 -3.43 33.5 13 616.5 51 270.0 11 991.0 13 592.2 14 606.7 17 077.3 1 405.7 -22.48 -5.08 35.92 24.8 3 190.84 -1.43 Gas 1 303.5 5.5 15.60 6.6 47.58 11.4 37 098.57 -1.8 14 214.28 Jul’11 3 802.23 -3.10 -1.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Golongan Barang (HS) Nilai FOB (Juta US$) Perubahan .66 -7.73 19.88 -0.0 16 957.42 Jan’11 2 615.6 18 287.8 13 712.47 Jun’11 3 591.15 Apr’11 3 628.41 -24.1 41 477.92 Triwulan IV ’11 10 070.04 17.2 17 077.1 12 519.0 2 974.36 0.2 18 647.4 17 543.Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total Ekspor 14 606.1 -16.0 -14.1 45 387.82 17.5 -0.0 14 795.7 17 235.21 Feb’11 2 612.48 31.09 2.08 61.27 Agt’11 4 091.50 -2.6 -9.92 Triwulan III ’11 11 825.04 -2.2 18.9 -11.90 -9.1 9 483.9 356.07 -0.6 203 496.4 53 228.9 13 304.72 Okt’11 3 062.0 162 019.0 13 612.9 16 554.9 122 188.15 8.20 Minyak Mentah 816.5 157 779.88 28.72 -0.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Bulan Nilai FOB (juta US$) Migas Nonmigas Total Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Jan-Des ’10 28 039.8 -19.9 -14.5 203 496.8 9 926.5 22 871.93 -6.4 12.6 53 609.8 7.34 Nov’11 3 522.5 -7.06 Sep’11 3 931.91 14.90 4.98 Jan’12 2 974.00 Migas 2 615.15 Mei’11 4 072.02 -1.97 -5.0 17.1 13 828.84 1.82 2.40 -4.7 15 493.25 9.28 6.

1 3 328.4 -38.8 854.2 306.0 4 169.9 2 166. Kertas/karton (48) 319.4 539.31 2.7 474.9 409.5 6.4 172.9 3.7 12 519.2 13 592.91 5.2 7 967.8 63.6 11 145.3 8 309.64 Lainnya 4 397.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Negara Tujuan Nilai FOB (Juta US$) Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) Januari 2012 . Mesin/peralatan listrik (85) 857. Kendaraan dan bagiannya (87) 286.7 2 785.9 361.5 4 552. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 418.3 100.7 3.1 864.1 2. Bahan bakar mineral (27) 1 820.7 1 352.1 903.0 5 749.2 2.4 162 019.1 791.88 10.36 Total Ekspor Nonmigas 11 991.5 2. kerak.7 7 342.79 7.3 213.22 9.7 13.0 61 669.5 36.5 -65.2 2 142.6 6.5 3 810.Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) 2012 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.5 14 352.3 0.7 106.0 -731.4 89.9 5 283.46 8.7 21 655.1 308.6 -1 073. Besi dan baja (72) 120.4 100 350.1 -619.32 4. Karet dan barang dari karet (40) 1 111.4 -24.7 80.2 -62.3 17.72 Total 10 Golongan Barang 7 593. Bijih.6 -341.5 17. Tembaga (74) 345.7 1 929.11 3.8 490.5 76.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 % Peran thd Total Nonmiga s Januari EKSPOR J ANUARI 2012 29 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3.6 54. dan abu logam (26) 533.0 278.92 6. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 1 779.6 27 444.6 332.

2 638.5 88.0 2.25 1 Singapura 844.8 -191.3 20 445.6 7 291.0 0.5 2.0 4.0 1 284.1 9 825.7 3.2 12.8 -78.8 71.6 152.7 12.6 -788.8 20.7 520.4 148.5 9.9 4.3 799.2 2 148.7 6 440.64 Negara Utama Lainnya 5 562.1 5.84 9 Amerika Serikat 1 262.4 13 279.44 7 Cina 1 161.2 -851.7 5.9 1 146.5 979.5 28.3 1 692.4 162 019.86 8 Jepang 1 208.75 4 Jerman 261.0 284.8 545.5 42.4 1 170.9 9.2 -87.2 8 943.8 10.3 319.2 13 592.5 258.9 6.56 Total Ekspor Nonmigas 11 991.2 83 738.43 ASEAN Lainnya 531.3 560.6 3 078.47 13 Taiwan 288.7 6 658.3 4 205.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.9 79.2 32 214.36 Uni Eropa 1 794.3 2 532.8 1.4 1 719.7 1 607.4 -104.2 839.9 1 284.1 -61.8 -95.Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) ASEAN 2 836.3 5 242. Juta US$) Migas Nonmigas Total 2011 .0 46 416.64 6 Inggris 134.5 3 576.7 12 519.6 386.2 -3.0 166.9 18 330.3 100.4 -7.0 2.8 721.1 9 200.1 250.6 -1 073.4 2 535.7 3.5 51.4 3 304.4 281.6 429.1 1 082.8 -881.6 380.2 39.0 1 596.5 8.3 15 684.70 3 Thailand 440.6 1 602.76 2 Malaysia 979.56 10 India 787.1 3 767.1 11 113.00 Bulan 2010 Tabel 3.25 5 Perancis 106.4 115 602.6 14 137.22 Uni Eropa Lainnya 1 292.2 1 359.00 12 Korea Selatan 677.7 2.6 -9.44 Lainnya 3 622.55 Total 13 Negara Tujuan 8 369.7 825.16 11 Australia 177.3 -87.3 7 565.6 24.4 21 595.2 1 196.

3 3 061.9 3 802.2 2 974.9 12 619.0 Apr 2 204.5 Sep 2 082.0 11 991.0 13 612.6 12 330.4 .4 15 493.1 16 366.6 14 556.1 3 628.0 11 595.2 Mei 2 369.0 14 795.5 13 616.5 Feb 2 175.6 9 830.8 14 415.6 18 287.5 Mar 2 168.8 12 774.3 8 991.6 4 091.5 11 733.2 14 606.5 11 802.9 3 591.2 18 647.0 13 726.4 10 605.0 17 418.4 Jun 1 901.9 13 304.6 10 605.9 18 386.5 Agt 1 993.2 4 072.8 3 931.9 9 251.9 2 615.7 12 181.9 10 098.1 12 519.4 2 612.2 10 249.8 14 214.3 12 925.Migas Nonmigas Total 2012 Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) % Peran thd Total Nonmigas (8) (9) (10) Jan 2 344.1 Jul 1 881.2 11 166.5 10 428.9 16 554.5 12 486.4 17 543.6 12 035.

05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3.7 13 895.6 2 974.25 miliar (9.7 14 399.6 129 739.1 41 477.5 Des 3 259.8 13 712. Sebaliknya.0 16 957.Okt 2 841.00 Januari 2011–Januari 2012 2.99 miliar atau 20.66 miliar (18.4 15 493.1 12 519.4 12 816.00 0.9 11 557.56 miliar) naik 16.7 17 077.0 162 019.00 10.3 13 570.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12.6 16 829.65 miliar).48 miliar.5 30 I MPOR J ANUARI 2012 IV.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) S $) l i ar U (M i 14.00 8.97 .7 3 522. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.0 13 592.02 persen.9 15 633.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1.3 3 485. 3. sedangkan jika dibanding impor Januari 2011 (US$12.7 Total 28 039. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.00 6.7 17 235.83 miliar). Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.99 miliar atau turun US$0.6 Nov 2 816.3 3 062. Grafik 4.57 persen dibanding impor Desember 2011 yang besarnya US$16.58 miliar atau turun US$1.00 2. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.6 203 496.5 157 779. IMPOR JANUARI 2012 1.57 miliar atau turun 11.80 persen. jika dibanding Januari 2011 (US$9.00 4.00 12.

72 miliar).57 miliar atau turun 11.00 2.miliar) terjadi peningkatan US$0.68 0.60 miliar (34.50 0.94 persen.00 Januari.32 miliar. sementara dari Uni Eropa sebesar 9.74 miliar (15.31 persen).85 miliar (7. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.74 2. Migas Nonmigas Impor Januari 2012 sebesar US$14. Sementara itu.82 0. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.53 miliar dengan pangsa 21.85 0.82 0.52 miliar).00 0.06 persen) dan Singapura US$0. impor golongan barang tersebut meningkat US$0.02 miliar atau 0. 2011 dan 2012 0.42 persen.88 persen.69 1. diikuti Jepang US$1.57 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I MPOR J ANUARI 2012 31 4. Nilai ini turun 7.2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) $) US l i ar (M i 3.50 1.78 1.00 1.58 persen.50 2. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 4.53 Singapura Thailand Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2011 Januari 2012 .81 persen (US$0.20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1. 5.38 1.

06 Nonmigas 136 734.84 1.Gas 1 412.8 -23.6 14 570. Januari 2011–Januari 2012 Periode Nilai CIF (Juta US$) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . 0.51 .3 880.1 141.6 2 080.6 12 558.Hasil Minyak 28 134. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd (%) Jan-Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.75 32 I MPOR J ANUARI 2012 Uraian Tabel 4.9 12 828.00 Migas 40 701.89 15.58 20. dan barang modal sebesar 41.8 154.2 1 953.1 -9. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat.19 persen.13 13.8 9.1 -11.5 2 971. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8.02 100.72 20.0 -18.3 2 989.2 Perkembangan Impor Indonesia.8 1 157.80 79.81 -6.9 2 348.8 3 647.17 20.41 .26 persen.7 16 475.71 persen.49 Tabel 4.05 . bahan baku/penolong sebesar 11.4 -16.Minyak Mentah 11 154.3 11 581.5 128.4 762.05 0.57 16.1 9 586.6.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.47 6.

23 -0.3 16 475.99 September 3 477.0 1 643.72 -11.3 12 828.70 3.3 14 888.2011 Januari 2 971.5 12 407.10 4.9 5.78 11.9 -14.5 11 266.05 5.6 5.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Golongan Barang (HS) Januari.91 7.77 0.0 2 320.81 34.1 -8.62 Oktober 3 279.05 -9.72 7. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.57 20.66 Juli 3 799.90 Desember 3 647.53 -0.41 7.33 13. 2011 dan 2012 Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.1 -18.0 10 934.57 Total Impor Januari 2012 I MPOR J ANUARI 2012 33 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.29 April 3 954.03 2012 Januari 2 989.81 2.42 Juni 3 244.70 4.7 12.2 11 749.12 23.40 November 3 450.0 11 581.77 Mei 3 647.1 11 943.51 .2 11 691.8 9 586.1 14 825.1 12 254.44 Maret 2 877.5 11 827.81 1.8 15 393.73 -4.20 -6.5 15 072.0 11 609.2 1 406.0 -11. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.81 2.2 14 486.8 1 724.44 -8.4 -7.3 17.8 1 565.21 -2.98 -6.4 -5.2 13.1 14 570.9 15 169.9 -7.37 -3.04 2.00 -9.9 12 558.2 37.3 -4.06 26.53 Agustus 3 808.47 Februari 2 544.8 16 207.8 11 178.9 15 075.7 9 205.74 2.4 4.3 15 533.3 2 517.43 -5.

2 227.7 163.82 2. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.6 394.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.16 10.00 6.9 -3.21 15.05 1. Januari 2011 dan 2012 Negara Asal Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Januari 2011 Desember 2011 .37 8.8 6 141.0 249. Besi dan baja (72) 8 580. Serealia (10) 4 753.4 533.7 564.2 -1.32 Total Impor Nonmigas 136 734.31 34.9 12 828.82 23.5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.3 258.1 9 586.1 348.99 9. Barang dari besi dan baja (73) 3 573.4 390.5 809.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.7 712.8 869.85 65.89 45.80 100.3 11 581.15 5.1 390.7 491.9 7 606.43 8.1 268.6 -11.8 450. Triwulan I 2010–Januari 2012 Periode Ekspor Impor Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih Jan 2012 thd Jan 2011 (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 345 232 451 624 687 581 501 360 784 998 Triwulan I 59 061 69 973 43 567 024 26 241 934 Triwulan II 60 500 65 745 72 900 660 31 749 466 Triwulan III 83 723 103 731 54 974 339 32 282 282 Triwulan IV 141 948 212 175 516 139 478 270 511 316 2011 378 847 836 730 2 750 620 017 1 513 183 688 Triwulan I 65 597 104 230 1 194 657 159 622 728 284 Triwulan II 105 052 151 407 315 690 405 170 527 950 Triwulan III 35 645 107 977 360 325 567 204 170 692 Triwulan IV 172 553 473 116 879 803 049 515 736 581 2012 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 Januari 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 34 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.24 7.5 -6.36 34.1 207.09 -6.5 26.4 3 974.31 6.89 36.8 7 908.3.17 47.5 557.29 2. Kapas (52) 3 169.68 Barang Lainnya 50 412.0 -12.3 3 445. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.93 3.9 10.72 20.4 499.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.8 346.6 -6.2 -19.1 4 919.6 221.5 480.14 6.97 4.99 4.8 484.36 3.1 -9.98 4.9 6.00 Tabel 4.6 560. Bahan kimia organik (29) 6 634.06 11.

73 3 Malaysia 5 745.6 234.7 14 486.9 3.4 121.5 -14.9 12 828.38 2.5 -8.6 1 892.0 123.59 Total 13 Negara Utama 108 989.4 2 425.1 2 534.2 2 600.10 21.1 26.79 Total Impor Nonmigas 136 734.0 -5.39 6.1 271.6 322.00 20.4 399.1 9 586.0 336.3 8 721.9 10 096.7 9 289.44 49.6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.06 6 Inggris 1 173.6 -5.10 21.3 693.32 5.9 755.91 11 Australia 5 173.3 684.3 11 581.4 319.8 -15.53 21.1 -8.25 5 Perancis 1 970.50 10 Korea Selatan 7 440.6 404.9 1 268.4 1 816.06 Negara Utama Lainnya 75 922.0 682.80 100.4 -4.9 14 570.49 Uni Eropa 12 418.0 2 731.5 98.31 3.42 4 Jerman 3 381.4 11 749.91 2.84 20.68 18.3 433.9 299.55 26.55 12 Taiwan 3 854.14 19.1 284.4 61.9 564.5 391.9 846.14 7.72 5.72 80.06 8 Cina 25 456.4 1 090.71 58.40 7 Jepang 19 321.48 97.65 2.40 10.7 1 744.65 -1.8 12 558.0 612.2 2 666.5 7 694.0 9.88 9 Amerika Serikat 10 697.1 -6.60 1.8 9 427.7 411.03 30.2 271.00 Tabel 4.4 752.09 21.6 2 292.40 3.31 2 Thailand 10 248.3 283.74 12.Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) ASEAN 29 792.5 11.21 Negara Lainnya 27 744.6 339.6 -0.1 2 311.1 2 101.5 23.8 -7.6 585.1 -9.4 821.40 -3.6 381.44 72.40 15.3 -6.9 523.2 .1 -54.72 20.3 1 164.22 12.5 833.5 110.24 6.0 1 380.2 2 120.91 13 India 3 979.1 6 763.2 7 160. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$) Bulan 2011 2012 Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Januari 1 029.41 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Asean Lainnya 3 250.15 10.2 -35.7 1 119.77 9.31 26.0 1 861.56 1.0 1 001.3 685.4 5 337.3 273.2 April 1 059.91 11.6 779.94 1 Singapura 10 548.05 Uni Eropa Lainnya 5 893.7 2 968.5 10 481.3 -24.3 394.48 3.40 3.4 260.3 10 529.64 39.0 -16.1 Barang Modal Total Impor Nonmigas Januari 2012 Februari 908.7 2 149.9 Maret 1 290.

7 951.3 .2 Mei 976.7 15 169.6 11 113.0 14 888.6 1 119.9 10 405.9 3 190.5 11 096.7 11 434.0 8 Australia 483.3 33 108.0 15 533.5 229.9 4 322.4 177 435. Januari 2012 No.6 349.3 12 114.5 10 481.9 19 436.1 411.1 10 813.7 824.7 13 Jerman 265.6 284.3 12 999.1 5 177.2 26 212.5 388.68 71.7 3 102.80 18.9 130 934.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.9 Juni 1 078.3 2 316.2 173.6 2 382.9 701.9 10 Saudi Arabia 488.55 73.7 11 595.3 1 166.7 11 258.1 3 772.2 12 Vietnam 231.4 2 414. Negara Asal Barang November 2011 Desember 2011 Jan-Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (NILAI CIF: JUTA US$) 1 Cina 2 506.2 768.6 16 207.5 14 Nigeria 1.1 Persentase thd Total (%) 7.9 296.7 2 099.8 16 475.00 (%) Total I MPOR J ANUARI 2012 35 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.1 10 971.5 486.1 25 964.0 7 Malaysia 1 025.9 3 393.6 5 Thailand 708.4 15 393.6 1 334.94 20.4 Desember 1 089.00 7.2 3 Jepang 1 929.3 Agustus 1 200.7 2 968.3 3 018.7 240.0 6 Amerika Serikat 762.1 Oktober 1 261.4 September 1 179.1 789.6 Total 13 392.8 261.7 11 169.0 Juli 1 211.0 210.4 15 072.8 15 Hongkong 189.9 Januari 1 107.9 14 570.9 227.8 9 Taiwan 399.1 2 108.0 325.65 100.1 1 626.0 4 Korea Selatan 1 293.38 100.6 1 750.7 4 259.0 413.1 2 778.0 302.0 2 326.8 5 426.5 1 863.4 2 Singapura 1 981.1 434.4 2 881.8 10 404.4 11 India 334.3 2 465.11 503.7 965.9 2 734.8 14 825.2 2 540.8 15 075.

3 150.8 145 290.38 5.68 71.9 820.7 1 750.79 56.00 6 Australia 14.67 100.85 80.9 653.9 Negara Lainnya 2 794.00 4 Cina 274.4 676.3 3 270.2 1 445.20 38.08 52.27 20.42 76.1 2 559.3 2 540.92 32.7 302.6 177 435.93 59.00 10 Lainnya 129.1 224.00 2 Jepang 54.8 11.1 Barang Modal Total ( 7 s/d 9 ) 7.3 375.4 10.21 5.7 951.6 3.0 4.33 100.6 14 570.6 13 204.73 100.29 100.9 411.2 3 130.8 3.44 Negara Lainnya 18.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Barang Konsumsi Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Januari 2012 Persentase thd Total (%) Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 ASEAN 465.07 100.55 10 481.5 46.00 9 Uni Eropa 75.93 100.46 91.99 0.0 3.7 2 968.0 299.8 32 145.43 56.1 Persentase Terhadap Total (%) Total 15 Negara 81.85 11.1 94.7 477.9 768.4 42.94 20.39 9.05 100.2 5.15 81.6 22.00 8 Amerika Serikat 34.52 39.12 17.2 2 634.No Total 15 Negara 12 599.00 7 Selandia Baru 19.5 2 354.2 1 095.8 822.00 .9 16 475.6 21.65 33.00 Total Impor 1 119.5 0.95 100.15 19.6 366.88 82.85 18.5 12 010.42 100.38 100.00 3 Korea Selatan 34.9 4 073.00 5 India 17.0 4.66 86.9 14 570.2 Total Impor 15 393.92 89.8 6.56 Negara Tabel 4.5 60.0 434.70 100.8 1 018.66 74.13 58.

413 orang (Tabel 5.1). Bagian tengah .641. Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237.010. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan Laki-laki+Perempuan 0-4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5-9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10-14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15-19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20-24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25-29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30-34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35-39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40-44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45-49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50-54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55-59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60-64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65-69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70-74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75-79 842 344 1 135 561 1 977 905 80-84 481 462 661 708 1 143 170 85-89 182 432 255 529 437 961 90-94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 Jumlah 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Sumber: Sensus Penduduk 2010 Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237. Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1.44 persen (lihat Tabel 5.641.326 jiwa.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.913 orang dan perempuan sebanyak 118.49 persen.36 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 V. Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive. dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990-2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1.2). Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa. Tabel 5. yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119.630. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1.326 jiwa EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 37 2. 3.

berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan. dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113).4.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi. 38 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Grafik 5.piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5. Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010. Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101. c. atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki.4.1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 0 2 4 6 8 10 12 0-4 Juta an 65-69 70-74 75+ Perempuan Laki-laki 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 0 2 Juta an 4 6 8 10 12 4. sementara yang terendah adalah NTB (93). Rasio jenis kelamin a. 2010 INDONESIA Papua Barat Papua Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Riau Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Maluku Utara Sulawesi Tengah Jambi Banten Kalimantan Barat .1). MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 5. b. Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101.

4 98.0 106.0 NTB persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 111. b.3 112. .6 104.0 120.8 101.3 106.8 101.0 100.9 105.2 105.4 101.0 97. Ketika tahun 1971 sebesar 86.4 113. Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif.8 100.1 80.Bengkulu Sumatera Selatan Sulawesi Utara DKI Jakarta Jawa Barat Maluku Kalimantan Selatan Sulawesi Tenggara Bali Gorontalo Sulawesi Barat Sumatera Utara Aceh NTT Jawa Tengah DI Yogyakarta Sumatera Barat Sulawesi Selatan Jawa Timur 94.3.3. Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a.8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51.6 104. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5.3).3 102.6 103.7 104.7 98.5 97.2 100.5 99.8 108.5 104.6 102.7 100. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51.7 98.7 102.3 95.4 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 39 5.6 103.4 104.0 109.7 104.

Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi. Laju Pertumbuhan.Grafik 5. 6. dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2).8 51.36 *) . Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2). 1990.2 Penduduk. 1980. 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 86.2.46 2.8 53. Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.8 79. lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2).3 67. Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107.3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia. yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2). 2000 dan 2010. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Provinsi Penduduk Penduduk per Tahun (%) Laju Pertumbuhan ) Sensus Penduduk 2000 Sensus Penduduk 2010 1990-2000 2000-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh 3 929 234 4 494 410 1. 1971-2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971. serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2). Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2). Kalimantan (25 jiwa/km2).3 1971 1980 1990 2000 2010 40 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5.

20 1.85 68 81 8 Kepulauan Bangka Belitung 899 968 1 223 296 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 .83 2.58 1.94 0.17 1.70 0.13 1.24 1.24 1.79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 0.72 1.56 1.3.24 1.68 78 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 1.10 0.32 1.14 2.95 127 205 6 Jambi 2 407 166 3 092 265 7 Sumatera Selatan 6 210 800 7 450 394 1.78 0.27 3.04 0.58 .34 101 115 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 1 679 163 4.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0.4.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 Sumatera 42 472 392 50 630 931 1.62 1.76 727 784 .41 2.2.90 1 010 1 217 13 Banten 8 098 277 10 632 166 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 .

08 48 59 Sulawesi 14 881 528 17 371 782 .80 3.Jawa 121 293 745 136 610 590 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1.27 2.2.31 2.80 1.77 2.2.17 153 172 28 Sulawesi Barat 891 618 1 158 651 29 Sulawesi Tenggara 1 820 379 2 232 586 .95 1.98 1.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 2.79 1.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 Kalimantan 11 307 747 13 787 831 2.63 2.81 2.40 1.68 3.48 1.17 1.28 0.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.52 1.28 .45 1.02 21 25 24 Sulawesi Utara 2 000 872 2 270 596 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 1.14 2.07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 0.26 74 92 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 2.81 1.25 1.21 1.

3.80 1.10 5.44 1. .80 25 33 31 Maluku Utara 815 101 1 038 087 32 Papua 1 684 144 2 833 381 . Babel.87 3. Gorontalo.96 8 12 Indonesia 205 132 458 237 641 326 1.39 5 9 33 Papua Barat 529 689 760 422 Maluku dan Papua 4 195 234 6 165 396 .LPP Indonesia 1990-2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.71 1.2. Sulbar. mengunakan data SPAN2005.57 0. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.47 3.LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri.49 Catatan: .67 2. Banten. .LPP Aceh 2000-2010 dihitung 2005-2010.30 Maluku 1 166 300 1 533 506 1. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Kepadatan Penduduk (jiwa/km 2 2000 2010 160 178 45 64 48 62 55 74 194 220 12 592 14 469 838 1 100 996 1 104 937 1 055 216 242 150 179 12 14 12 17 144 164 35 43 53 69 79 92 25 32 5 8 .

50 3.70 persen).10 15.60 13.40 11.80 0.70 0. dan Pertanian Lainnya.60 0. Perkebunan.70 0.30 14.20 5.40 5.90 11.10 2.50 0.30 3.50 1. Keuangan dan Asuransi.80 0.20 13.70 27.30 4.00 0.10 5.30 4.10 0.40 0. 6. Perikanan.00 3.00 2. Perdagangan.00 0. Jasa Pendidikan.40 persen).50 4.40 Kalimantan Tengah 57.20 4. dan Komunikasi.50 0.00 0.20 4.90 Sulawesi Selatan 51.30 0.90 0.80 Lampung 61.00 0.30 0.50 Sulawesi Utara 35. dan sektor Industri Pengolahan (10.20 2.50 11.40 5.00 0. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.40 0.00 0.90 18.50 0.60 0.10 0.10 1.60 Kalimantan Barat 62.50 2.90 1. Selain itu.60 DKI Jakarta 1. 4.80 22.10 3.40 5.50 4. Jasa Kesehatan.90 1.70 1.70 Banten 19.30 3.30 4.50 4.10 0.40 6.10 0.3.90 Sulawesi Tenggara 52.00 16. Informasi.30 Jawa Timur 44.80 15.60 2.90 2.20 4.60 0.80 0.30 12.10 3.10 1. Hotel.20 12.90 0.20 Jambi 57.50 9.10 0.90 Sumatera Selatan 60. 9.50 5.20 3.90 14. dan Perorangan.90 0.20 1.50 17.30 5. Holtikultura.90 Sulawesi Barat 63.00 4.90 1.90 1.30 4.80 10.20 4.10 16. Jasa Kemasyarakatan.30 11.50 11. Kehutanan.90 0.30 12.20 4.50 2.60 3.80 0.00 Kalimantan Timur 29.10 2. Bangka Belitung 32.70 4.30 1.90 3.20 1.90 1.00 0.30 4.80 7.80 17.30 0.10 Maluku Utara 54.30 13.40 14.70 1.60 2.00 0.30 18.40 Sulawesi Tengah 58.90 0.50 persen lapangan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 usaha berada di sektor pertanian.70 4.80 0.40 0.00 1.90 0.90 17.30 4.00 4.80 16.50 19.40 6.40 Maluku 51.90 0.40 0. 8.50 16.30 7.70 7.60 4. Lainnya.70 19.40 2. Pertambangan dan Penggalian.60 0.30 5.80 D I Yogyakarta 33.80 0.70 6.80 0.20 4.10 0. Pemerintahan. Konstruksi/Bangunan.90 Nusa Tenggara Barat 53.60 2.70 1.80 Bengkulu 62.40 6.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .10 0.00 0.70 7.20 4.40 18.20 1.70 31.50 2.20 3.70 17.60 Gorontalo 42.10 17.90 17.70 17.60 12.40 5.50 4.70 5.10 2.20 0.80 0.20 14.10 0. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.20 0.20 0.80 Papua Barat 47.10 10.80 Nusa Tenggara Timur 68.30 16. dan Rumah makan (18.00 Sumatera Barat 44.00 Kep. 0.70 17.70 19.30 4.90 1.30 16.20 Sumatera Utara 46.60 26.20 1.40 0.80 3.00 0.80 13.50 1. dan Rumah Makan.70 14.70 0.60 20.80 0.60 0.50 12.70 0.50 2. .50 Papua 75.60 Catatan: 1. Peternakan.50 0.30 23.10 1.80 2. Industri Pengolahan (termasuk Air).70 21. 40.30 6.50 3.40 Kalimantan Selatan 43.50 6.70 1.00 3.20 12.00 1. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).60 0. sektor Jasa-jasa (15.70 1.90 0.50 2.80 4.00 Kep.90 1.60 0.90 9.40 12.30 0.40 0.60 0. SP2010 Provinsi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Aceh 52.50 0.90 0.50 15.00 16.50 7.20 20.70 16.60 0. 5.20 Jawa Tengah 39.70 0.20 0.20 4.10 3.107 124 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 41 7.30 8.20 4.20 2.70 23.20 6.30 1. Tabel 5. Transportasi dan Pergudangan.00 Bali 31.20 20. Riau 13.50 1.50 15.10 0. Hotel.00 1.30 18.70 1.90 1.80 16.60 20.30 4. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.40 0.90 15.80 8.30 9.20 14.60 14.70 0.60 4.30 Riau 47.60 0.20 Indonesia 40.30 5.20 1.40 2.60 0.40 27. Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a.30 21.10 14.80 6.80 4.10 1.60 0.30 13. 7. 2.50 3.40 19.00 1.80 persen).20 6. 3.40 11.60 1.10 1.30 4. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.30 0.50 4.10 4.90 21.30 0.90 20.00 7.60 1.20 0.20 3.60 11.60 0.50 0.80 0.30 2.50 3.90 0.90 4.90 1.70 4.90 5.30 5.20 3.70 0.20 0.80 0.00 0.40 0.80 7.30 4.80 Jawa Barat 24.50 3.70 11.90 3.

2 Holtikultura.40 0.50 1.70 2.50 Kep.80 38.70 0. yaitu 1) Jasa Pendidikan.70 7.90 7.10 29.70 52. 1.80 1. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.4.90 2.30 13.00 Papua Barat 20.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.30 0.20 3.10 DKI Jakarta 0.00 9.30 3.10 4.80 1.20 0.20 5.00 Bali 11.40 40.50 23.80 0.40 1.30 0. SP2010 Provinsi 1.10 0.90 Riau 5.80 0.30 Sulawesi Utara 18.60 24. Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.10 3.20 24.40 0.50 Catatan: 1.20 Kalimantan Selatan 23.40 1.40 22.90 4.60 13. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.70 43.50 Kalimantan Barat 21.70 47.00 0.10 3.60 0.90 0. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.40 0.70 Banten 15.70 0.40 10.20 0.00 0.00 4.20 0.10 4.20 Sulawesi Tengah 20.60 0.00 Jawa Barat 19.90 Sumatera Barat 25.70 3.70 Maluku 29.20 Nusa Tenggara Barat 37.70 Kep.30 2. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.90 4.30 Sumatera Selatan 19.30 0.60 0. Tabel 5.20 0.50 0.4 Perikanan.80 1.10 62. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.00 Lampung 34.30 0.30 1.60 1.50 1. dan subsektor 3) yang menyediakan 9.80 1.00 0.80 2.80 47.10 Gorontalo 33.20 53.70 Jawa Tengah 29.3 Perkebunan.5 Peternakan.50 4.10 0.20 52.20 0.20 0.70 2.50 0. 1.00 1.20 20.00 3.10 63.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 43 c.30 39.10 3.00 0. 1.30 2. 1.20 33.10 0.20 68.30 4.60 6. 2) Holtikultura.10 0.00 Nusa Tenggara Timur 57.20 2.20 0.20 0.40 32.4 1. Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor. Bangka Belitung 1.20 Sumatera Utara 19.30 0.42 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 b.90 8. .1 Pertanian tanaman padi dan palawija.00 2.50 1.5 1.60 Sulawesi Barat 16.90 13.00 2.70 Jambi 9.40 42.20 Indonesia 24.00 1. 5) Peternakan.10 0.10 0.00 1.70 2.60 3.60 1.30 3.60 19.60 7.10 Kalimantan Timur 11.80 1.10 31.50 0.30 0.00 0.60 2.7 persen kesempatan kerja.20 2.20 8.70 Jawa Timur 32.10 Sulawesi Tenggara 21.60 Maluku Utara 19.40 0.10 1.3 1.60 3.40 persen kesempatan kerja.80 54.20 8.90 3.20 0.10 3.30 15.90 5.90 0.50 0.80 1.70 30.00 0.80 2.70 41.30 1. 1.30 3.90 Sulawesi Selatan 33.70 9.6 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Aceh 29.40 2.10 5.30 60.70 1.20 19.80 5.90 1.70 0.70 0.50 1.00 0.60 4.90 57.40 1.60 1. Riau 0. 3) Perkebunan. 4) Perikanan.60 1.10 Papua 61.20 51.10 0.00 2.90 39.90 1.40 Bengkulu 16.50 2.40 57.10 4.90 2.30 44.30 44.30 3.60 10.60 Kalimantan Tengah 18.30 0.20 61.80 2.90 1.30 4.60 0.00 0.10 3.60 0.40 1.70 62.80 3.40 0.10 0.50 75.50 3.20 46.70 36.10 0.40 2.70 0.10 2.10 51.50 0.30 0.70 1.60 31.00 37.70 1.50 42.20 D I Yogyakarta 26.50 1.00 0.40 0.40 35.2 1.80 58.1 1.20 9.40 0.

Status Sekolah (Tabel 5.20 Sumatera Barat 6.60 14.70 0.70 7.70 16.60 Papua 1. Laki-laki pada umur 7-12 tahun sebesar 94.40 Sulawesi Tenggara 5.90 Sulawesi Tengah 5.3 Jasa Kemasyarakatan.90 1. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa.10 1.50 1.70 21. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.10 1.40 10.10 10.60 16. Pemerintahan dan Perorangan.60 1.90 12.70 17.20 18.90 9.00 1.20 11.30 16.00 Kep.2) Jasa Kesehatan.10 0.00 1.10 10.40 1.00 Sumatera Utara 4.80 20. dan Tabel 5.10 11.80 1.90 Indonesia 4.30 Gorontalo 5.50 Bengkulu 4.70 1.90 13.30 10.30 2.40 15.54 persen masih sekolah.80 1. Bangka Belitung 4.90 9.30 9.10 10.60 persen).80 Nusa Tenggara Timur 4.40 17. lalu sub sektor 1) (4.00 persen).70 Riau 5.80 7.90 14.50 0. 2010 Provinsi 9.10 22.80 15.60 15.10 27.50 Jawa Tengah 3.40 Lampung 3.50 16.70 0.20 16.50 14.20 12.80 10.40 1.70 D I Yogyakarta 5. lihat Tabel 5.30 1.5.1 Jasa Pendidikan.00 14.70 1.40 11.20 9. 9.70 15.70 16.80 0.20 9.30 11.00 Jawa Timur 3.20 10.50 22.20 1.10 DKI Jakarta 3. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.20 Kalimantan Timur 4.60 13.20 Banten 3.70 1.40 19.50 Jambi 4.80 8.00 1.50 13.20 Nusa Tenggara Barat 5.80 11.50 Bali 3.90 Kep.20 11.50 Jawa Barat 3.1 9.80 1.70 7. Di antara subsektor tersebut.30 1.30 Kalimantan Selatan 4.40 9.80 1. laki-laki pada umur 13-15 sebesar 83.20 Maluku Utara 5.40 20.90 17. Pemerintahan dan Perorangan 44 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 8.20 17.70 Catatan: 9. 9. 3) Jasa Kemasyarakatan.00 7.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.40 1.70 Kalimantan Tengah 4. Tabel 5.90 7.80 1.10 0.40 Sulawesi Barat 4.50 0.00 1.00 Sulawesi Utara 5.00 7.20 12.48 persen masih sekolah.00 Papua Barat 3.30 13.60 1.00 9.30 20.40 11.50 Sulawesi Selatan 5.2 9.50 Maluku 7.90 1.20 17. Riau 3.2 Jasa Kesehatan.20 11.10 Kalimantan Barat 3.20 15. Semakin tinggi .3 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 6.7.6.8) a.80 7.60 Sumatera Selatan 3.90 20.40 0.80 13.

53 INDONESIA 37.41 62.29 67.05 50.32 15. Bangka Belitung 36.21 14.64 59.56 Jawa Tengah 46.71 11.94 63.26 95.90 48. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.35 18.23 55.19 60.61 75.65 Sulawesi Barat 27.32 86.66 7.18 Sulawesi Tenggara 35.96 48.52 24.97 94. Pada masa umurumur sekolah (7-24 tahun) sebesar 62.74 95.13 Nusa Tenggara Timur 27.67 Maluku 44.74 80.21 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laki-Laki KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 45 .30 48.59 Jawa Timur 47. Riau 31.6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.68 82.83 57.41 46.52 61.85 93.27 95.85 Sumatera Utara 34.04 52.02 65.82 92.30 Banten 33.52 95.17 87.60 93.18 15.96 59.15 83.36 88.91 85.60 94.49 96.69 84.33 87.60 52.29 21.00 60.04 15.01 65.79 64.01 67.88 16.46 85.84 63.83 58.55 95.25 Kalimantan Timur 42.45 89.54 11.16 13.60 63.58 54.81 47.umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.85 68.43 78.12 94.99 61.15 7.83 82.26 60.41 97.27 79.21 14.58 68.36 91.17 79.49 Sulawesi Tengah 34.07 84.49 20.41 14.88 88.30 48.22 10.95 16.12 96. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 39.20 11.89 Kep.87 90.98 93.01 94.19 69.73 Kalimantan Selatan 40.42 59.41 62.78 82.95 19.46 61.94 93.24 59.48 53.33 95.33 19.93 88.58 21.89 78.77 78.62 91.35 94.50 91.94 Lampung 37.63 21.65 Sulawesi Selatan 35.33 23.68 Sulawesi Utara 54.87 Bengkulu 34.91 94.78 86.93 63. Tabel 5.74 Papua 25.89 43.89 13.02 15.62 55.44 47.21 persen laki-laki masih sekolah.01 73.78 94.72 54.72 Riau 31.89 62.37 Sumatera Selatan 39.51 67.08 15.67 67.83 57. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.01 48.97 68.46 41.98 92.37 DI Yogyakarta 50.02 94.01 Jambi 39.59 81.35 Bali 39.16 62.29 69.93 96.47 60.66 Kep.55 82.96 93.73 DKI Jakarta 45.08 62.45 93.36 Jawa Barat 28.69 64.84 94.91 94.50 Nusa Tenggara Barat 25.48 48.27 70.41 48.95 58.43 Maluku Utara 43.93 85.93 95.19 62.50 81.36 57.02 Papua Barat 37.12 97.90 Gorontalo 34.11 72.54 86.20 63.78 80.43 17.90 47.85 57.92 91.81 54.06 Kalimantan Tengah 44.95 13.20 47.34 17.91 57.36 Kalimantan Barat 30.24 22.08 20.46 Sumatera Barat 25.54 83.43 61.22 12.13 52.93 57.90 58.

79 85.32 DI Yogyakarta 51.27 persen masih sekolah.89 persen masih sekolah. perempuan pada umur 13-15 sebanyak 85.14 93.99 10. Pada umur 7-12 tahun sebesar 94.27 85.24 13.19 88.05 57.52 91. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.22 27.55 85.17 80. Pada masa umur-umur sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.69 96.15 63. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.30 97.92 12.69 50.21 88.24 persen masih sekolah.12 16.28 85.87 64.92 Banten 35.77 61.95 50.80 13.33 6. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua.03 44.92 Sulawesi Barat 30.39 92.96 61.43 13.59 81. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.19 64.97 61.53 95.02 95.09 65.11 DKI Jakarta 45.77 Lampung 39.53 46.27 Kalimantan Timur 43.33 94.53 28.34 62.88 96.64 55.50 83. pada umur 13-15 sebesar 84.17 Papua Barat 37.64 96.72 Bengkulu 36. Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.26 95.49 98.37 96.7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.91 18.04 52.37 54.51 Nusa Tenggara Timur 29.26 55.13 93.79 62.99 61.72 22.14 63.33 59.91 Jawa Barat 31. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.69 Kalimantan Selatan 41.14 82.27 INDONESIA 38.97 66.00 53.62 89.89 94.27 54.64 86. Perempuan pada umur 7-12 tahun sebanyak 95. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.42 53.01 61.53 43.70 93.b.27 Sulawesi Tenggara 38.43 62.28 56.95 61.36 93.22 86.58 Riau 32.03 Kalimantan Barat 31.74 70.52 60. Riau 31.49 90.71 95.08 12.49 18.72 89.13 46.16 64.93 50.66 85.65 81.87 15.44 95.20 58.87 Maluku Utara 45.39 95.31 12.57 58.63 58.83 58.25 38.46 95.85 Sulawesi Tengah 37.94 95. Pada semua umur .15 69.50 95.58 81.38 49.20 16.88 Jambi 40.71 89.60 89.36 59.21 92.58 14.70 88.26 95.47 Sulawesi Selatan 37.00 66.34 Perempuan 46 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 c.90 Nusa Tenggara Barat 27.17 82.69 Kalimantan Tengah 46.56 18.49 Sulawesi Utara 56.02 48.34 persen perempuan masih sekolah.45 50.84 60.29 94.66 62.19 82.74 70.77 94.17 14.86 11.12 67.96 Gorontalo 37.89 97.87 61.88 Sumatera Selatan 41.8.93 16.05 Maluku 46.02 Kep.62 53.15 61.47 95.80 17.53 71.85 15.80 7.22 42.49 Papua 26.31 60.89 19.18 18.26 87.50 53.90 24.38 14.27 64.59 71.04 persen masih sekolah.37 50.89 Bali 39.84 95.13 60.63 10.10 21. Bangka Belitung 38.35 88.12 64.52 Sumatera Utara 35.14 Kep.30 53.98 94.70 13.50 85.86 45.09 Sumatera Barat 26.93 84.66 83.49 Jawa Tengah 47.84 Jawa Timur 48.07 18.45 71.62 96.63 10.93 43.64 61.61 56.54 62.14 95.04 69.17 84.21 81.32 58.87 95.11 87.67 96.

Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.51 80.93 62.18 Sumatera Utara 34.83 86.34 13. Tabel 5.24 52.75 Nusa Tenggara Barat 26.44 61.50 70.40 96.18 82.63 Bali 39.06 58.51 64.97 71.07 18.04 Jawa Tengah 46.68 14.70 95.79 12.57 46.09 61.54 59.00 INDONESIA 38.45 15.69 97.60 64.11 16.75 25.59 Sulawesi Utara 55.42 15.74 66.27 58.41 94.70 11.18 84.78 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 47 9.11 92.08 52.86 56.78 89.27 85.62 95.82 81.01 65.02 88.46 84.13 93.02 47.42 61.93 95.32 Kep.17 49.90 94.08 62.sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.27 Sulawesi Barat 29.78 15.98 12.92 45.89 84.73 Jawa Timur 47.07 62.9) Sebanyak 77.94 94.62 62.34 49.62 Jawa Barat 29.78 persen penduduk masih sekolah.89 81.89 17.28 Bengkulu 35.65 95.42 58.55 94.84 50.88 Kalimantan Tengah 45.78 58.14 48.38 88.37 20.13 Sumatera Selatan 40.13 Banten 34.45 persen.51 87.46 14.16 80.38 53.65 16.09 94.89 persen) milik sendiri.77 92.60 Papua Barat 37. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) Laki-Laki+Perempuan 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.73 69.77 Kalimantan Timur 42. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.56 18.68 94.91 66.13 56.97 86.29 83.52 58.90 21.8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.13 55.18 94.01 66.37 63.83 95.66 63.06 65. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.66 50.45 20.03 63.22 Sulawesi Tenggara 37.86 Maluku 45.64 16.05 Sulawesi Selatan 36. .94 98.95 11.40 97.99 59. Riau 31.28 57.80 44.90 59.68 61.56 96.18 persen sampai 20.62 48.65 11.90 62.44 94.58 64.48 84.25 92.00 62. tanpa perjanjian sewa/kontrak.00 93.51 26.26 80.53 52.86 21. Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.71 Kalimantan Selatan 40.64 12.14 Papua 25.76 96.37 77.10 84.11 53.03 91. Bangka Belitung 37.50 7.68 96. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua. yakni sekitar 6 persen.85 10.72 81.10 85.92 50.98 Kep.45 54.74 88.35 Lampung 38.62 95.61 46.63 Sulawesi Tengah 36.95 54.68 18.93 42.20 Kalimantan Barat 31. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.57 40.28 84.48 14.94 Jambi 39.38 DKI Jakarta 45.11 70.80 63.83 82.77 66.77 Sumatera Barat 25.53 88.64 Maluku Utara 44.04 67.54 50.17 89.80 60. tanpa membayar.53 69.14 Riau 32. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.93 Gorontalo 35.22 61.55 87.73 94.07 22.42 93.48 92.79 Nusa Tenggara Timur 28.54 69.81 19.51 62.56 94.85 DI Yogyakarta 50.63 95.72 58.85 95.96 95. dan lain-lain.37 17.27 persen.43 7.18 80.94 87.49 58.30 77.11 48.46 13.35 89. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.87 58.

00 Bengkulu 78. Riau 60.52 100.01 10.68 3.57 9.13 100.97 12.94 5.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.00 Kep.22 11.04 3.52 3.55 100.35 4.17 10.77 100.98 100.59 8.00 Bali 71.08 6.00 D I Yogyakarta 76.71 27.28 12.00 Jawa Tengah 86.62 7.30 9.00 Nusa Tenggara Timur 84.42 2.76 100.16 11.54 2.00 Sumatera Barat 73.31 11.76 9.83 5.54 4.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Provinsi Milik Tempat Tinggal.78 4.15 100.13 6.00 Jawa Barat 75.50 10.00 Kalimantan Selatan 74.85 2.73 2.23 13.09 6.00 Jawa Timur 85.00 Kalimantan Tengah 68.20 13.19 3.89 2.27 6.15 100.85 13. Bangka Belitung 80.87 100.98 100.84 4.15 20.44 7.61 7.83 10.17 16.94 5.68 24.00 Sumatera Selatan 76.46 100.72 100.00 Sulawesi Utara 72.04 8.40 100.18 7.45 17.60 2.71 14.97 6.71 4.05 6.18 100.00 Lampung 83.29 100.27 100.86 2.77 15.58 7.00 DKI Jakarta 47.69 100.11 4.09 8.04 7.18 14.21 2.00 Jambi 75.91 18.00 Kalimantan Timur 62.00 Sulawesi Tengah 80.97 7.89 1.00 Kalimantan Barat 84.55 8.00 Banten 72.00 Riau 64.52 18.35 2.37 11.42 13.93 6.77 10.53 100.38 5.63 5.27 100.81 3.15 2.00 Nusa Tenggara Barat 85.49 3.00 Sulawesi Tenggara 81.58 2.96 100.04 100.36 3.68 7.20 10.00 Kep.00 Sumatera Utara 67.75 3.97 8.28 100.39 100.25 100.16 100.05 9.64 100.00 Sulawesi Selatan 80. SP2010 sendiri Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 76.33 100.00 Gorontalo .

19 30.87 Riau 23.96 23.84 Kep.06 15.53 34.42 29.23 88.96 70.31 0.21 15.64 .63 70.00 INDONESIA 77.70 persen).10 Jawa Tengah 4.14 23.34 82.24 DKI Jakarta 50.96 15.70 5. berdasarkan kriteria sumber air saja.75 37. Bangka Belitung 26.38 1.19 8.81 77.32 3.10) Sebanyak 83.75 2.75 6.45 1.10 99.54 Nusa Tenggara Barat 8.38 32.57 0.24 31.69 38.96 36.59 63.12 8.80 76.97 1.72 88.76 Nusa Tenggara Timur 1.01 Kalimantan Barat 7.14 persen).13 17.00 Papua 79.37 57.54 6.94 11.79 6.83 3.01 4.94 1.51 0.44 persen).51 1.61 20.28 13.06 10.92 18. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.07 31.12 15.00 48 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 10.00 Sulawesi Barat 84.70 persen).41 16.31 2.80 46.03 1.69 24.66 Sumatera Utara 12.98 Kalimantan Tengah 9. Riau 50.03 2.29 5.39 1.70 87.07 3.18 100.59 12.62 22. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).40 2.94 40.97 12.45 15.84 90.75 11.25 8.44 10.35 9.70 16.07 11.38 12.88 100.23 19.33 Kep.00 Papua Barat 63.68 12.38 87.01 9.21 1.18 8.58 26.45 100.87 33.19 7.21 100.96 Sumatera Barat 12.59 2.14 91.17 Bali 27.07 100.00 Maluku 78.00 Maluku Utara 82.13 56.86 65.79 Jambi 10. air ledeng (15.64 19.78 20.65 8.89 Jawa Timur 11.29 21.19 8.42 persen).05 1. Tabel 5.60 12.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.50 Sulawesi Utara 17.08 7.63 71.25 4.86 100.74 18.87 14.05 9.76 Kalimantan Selatan 6.11 4.69 56.73 Jawa Barat 17.37 100.10 60.81 17.81 4.86 42.28 1.74 28.68 1.87 Lampung 7.70 Banten 31.26 1.94 2.49 53.45 80.69 19.57 9.06 27.79 91.16 16.47 Bengkulu 8.40 89.95 0.88 4. air kemasan (14.60 2. dan mata air terlindung (8.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi Air kemasan Ledeng Pompa Sumur terlindung Mata air terlindung Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 20.09 11.27 2. sumur pompa (12.94 D I Yogyakarta 12.00 3.11 88.96 11.90 10.37 Sumatera Selatan 9.48 Kalimantan Timur 25.51 5.00 5.73 4.02 74.38 4.04 46.12 2.83 31.46 3.18 17.06 17. Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.02 10.88 3.77.56 3.

05 13.20 44.00 Sulawesi Selatan 63.02 4.00 Jawa Barat 67.30 100.00 Sumatera Barat 54.11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar.42 9.59 84.00 Kalimantan Selatan 65. a. dan 3.05 18.66 INDONESIA 14.82 8.72 11.28 16.43 8.14 14.65 100.70 23.62 5. SP2010 Provinsi Jamban sendiri Jamban bersama Jamban umum Tidak Punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 59.11 dan Tabel 5.42 3.66 100.19 48.12 6.58 6.86 0.49 46.08 21.83 31.09 100.67 2. Riau 82.03 Gorontalo 5.90 9. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.00 Jambi 69.00 Jawa Tengah 65.24 4.78 10.12 7.50 6.25 77.00 Sulawesi Tengah 50.00 Sulawesi Tenggara 56.19 22.53 100.93 100.12).94 100.90 100.37 5.00 Kalimantan Timur 80.85 4.60 19. Tabel 5.00 Banten 64.85 6.84 63.17 10.12 1.12 100.61 19.46 10.22 100.00 Nusa Tenggara Barat 41.69 83.33 12.00 Kep.44 100.Sulawesi Tengah 7.42 2.44 83.64 100.55 3.72 persen menggunakan jamban bersama dengan rumah tangga lain.26 20.00 Sulawesi Barat 5.76 100.49 13.84 6.00 Nusa Tenggara Timur 63.00 Kep.90 14.67 4.77 26.93 6.69 27.06 25.65 7.44 5.97 8.02 100.41 100.67 3.00 Bali 67.17 14.35 18.41 7.04 Papua Barat 19.50 7.98 2.35 100.32 35.32 19.29 12.38 10.47 1.25 11.72 100.35 13.11 0.66 Papua 10.25 79.80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 buang air besar.89 1.79 100.40 9.05 100.00 Riau 82.53 37.74 10.88 3.49 2.99 79.02 19.23 15.00 .00 Bengkulu 66.52 1.28 20.44 8.55 10.94 20.43 32.14 1.31 4.72 3.65 17.40 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 49 11.00 Gorontalo 33.00 DKI Jakarta 76.00 Kalimantan Tengah 59.68 50.76 25.01 1.14 26.39 18.61 Sulawesi Selatan 12.83 0.14 1.42 19.92 Maluku 3.00 Lampung 77.03 8.22 100. Sebanyak 65.11 4.98 11.00 D I Yogyakarta 73. Sementara itu 11.52 20.84 100.07 1.23 12.06 5.59 persen menggunakan jamban umum.42 32.63 27.25 6.06 5.00 Sumatera Utara 75.62 41.61 19.13 4.21 14.71 3.10 28.79 2.37 Maluku Utara 2.69 85.13 14.02 15.70 12.58 67.22 Sulawesi Tenggara 6.59 100.74 100.14 8.74 4.00 Kalimantan Barat 61.81 100.70 15.55 3.47 18.32 100.25 1.39 29.67 14.00 Sumatera Selatan 66.16 24.92 13.00 Sulawesi Utara 65.51 9.52 100. Bangka Belitung 68.58 100.05 40. Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan fasilitas jamban untuk buang air besar.00 Jawa Timur 62.95 19.26 2.76 100.

16 15.85 2.69 100.80 7.13 12.72 36.36 8.00 Maluku Utara 46.45 9.93 28.62 6.69 16.44 18.64 100.53 2.79 21. Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri.00 Sulawesi Tengah 82.90 16.00 100.24 5.00 Gorontalo 92.69 100.22 9.97 6.00 Papua Barat 59.80 11.09 100.00 Papua 48.09 100.96 3.13 4.73 100.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 51 .00 Sulawesi Utara 87.78 100.29 17.10 17.74 2.61 100. 50 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5. bersama.75 10.42 43.05 10.00 Jawa Barat 68.67 15.78 100.00 Maluku 50.98 100.48 100.78 8.47 3.67 14.00 Nusa Tenggara Barat 87.00 Sulawesi Tenggara 76.66 17.00 Kep.00 Sumatera Barat 68. umum) terdapat 74. dan 8.24 22.72 3.60 100.00 Bengkulu 67.46 100.96 6.00 100. Riau 86.61 11.03 100.01 11.60 17.00 Bali 96.82 100.38 100.00 Riau 67.93 1.86 100.71 100.53 18.29 11. Bangka Belitung 93.68 9.00 Sumatera Selatan 66.29 persen yang menggunakan tangki septik.93 9.23 4.45 4. dimana penggunaan tangki septik berkisar 44.91 16.00 Kalimantan Selatan 65.Sulawesi Barat 44.05 9.12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja.98 100.80 1.27 persen tanpa tangki septik.38 10.00 Kalimantan Barat 67.00 Sulawesi Barat 79.84 14.62 8.05 6.00 Papua Barat 77.00 Nusa Tenggara Timur 44.29 0.27 8.16 10.58 100.00 INDONESIA 65.22 14.00 Papua 48.54 7.00 Kep.00 Lampung 58.00 Jawa Timur 72.00 Kalimantan Timur 80.00 Jawa Tengah 76.57 21.68 6.00 Maluku Utara 82. sebanyak 17.42 persen sampai 96.27 100.55 16.31 3.88 100.19 100.84 33.11 26.39 22.20 6.00 Jambi 68.95 100.55 100.00 INDONESIA 74.84 16.00 Maluku 84.00 Sulawesi Selatan 85.09 100.53 4.68 100.20 35.00 b.59 18.00 Sumatera Utara 77.69 100.65 100.99 6.01 100.31 100.97 100.74 persen. SP2010 Provinsi Tangki septik Tanpa tangki septik Tidak punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 73.75 100.00 D I Yogyakarta 87.50 100.31 6.87 10.49 6.70 12.00 DKI Jakarta 92.05 36.00 Banten 87.44 100.95 100.98 10.94 21.53 47.30 6.80 100.71 5.78 2.97 11.74 4.44 persen tidak mempunyai tempat pembuangan akhir.45 100.52 14.00 21.02 5. Kondisi di provinsi beragam.00 Kalimantan Tengah 56.60 7.

Riau 1.69 persen rumah tangga.04 100.37 100.05 61.61 0.83 9.70 0.33 25.42 100.61 0.00 Maluku Utara 0.59 0.11 44.75 5.00 Riau 0.08 0.66 100.27 0.23 51.74 35.41 0.32 55.40 100.00 Sulawesi Selatan 0.06 0.00 DKI Jakarta 1.08 0. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.62 100.50 7.04 0.46 0.87 0.23 68.64 0.11 0.39 12.61 50.37 2.04 25.86 0.05 25.25 0.00 Sulawesi Tengah 0.49 100.00 Sulawesi Tenggara 0.58 100.45 0.00 Gorontalo 0.47 0.21 100.83 100.10 45.81 1.44 5.26 100.60 46.02 0.82 100.46 17.18 0.00 Maluku 0. Sumatera Selatan.08 0. terutama ketika penggunaan gas di sana tidak menonjol.23 100. digunakan oleh 40.22 0.94 0.34 83.53 29.72 4.19 0.28 100.23 45.00 Bali 1. Bangka Belitung 0.49 100. SP2010 Provinsi Listrik Gas Minyak tanah Arang Kayu Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 1. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.17 48.55 1.18 0.00 Lampung 0.57 24.54 42.11 1.24 100.17 0.22 0.10 0.79 14.61 100.37 0.40 27.25 2. Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa.11 0.81 15.78 4.06 36. Minyak tanah digunakan oleh 11.74 28.74 17.08 0.11 0.00 Banten 1.51 0.55 0.14 0.00 Jambi 0.29 0.25 0.12.60 27.53 1.30 0.72 0.32 100.12 68.07 2.23 38.40 3.62 0.93 0.81 100.55 0.81 62.15 0.16 persen rumah tangga Indonesia.29 70. Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.61 0.81 50.17 0.00 Jawa Timur 0.93 0.33 47.33 0.34 9.05 35.94 0.09 1.00 Kep.10 0.14 0.29 0.09 0.13 0.77 45.59 54.22 1.41 1.67 7.16 11. Bahan bakar kayu juga masih populer.18 100.00 Tidak pakai .00 Kalimantan Barat 0.27 2.25 100.07 0.87 22.04 59.18 37.10 0.16 5.29 31.04 45.05 53.32 100.13) Bahan bakar gas digunakan oleh 45.08 0.55 4.12 0.46 65.31 37.53 40.24 0.00 Kalimantan Selatan 1.00 Nusa Tenggara Timur 0.75 46.68 5.29 100.53 0.00 Sumatera Barat 1.40 0.94 44.70 4.80 0.00 28.00 Kalimantan Tengah 0.95 26.93 0.81 47.18 1.45 100.91 45.00 Papua 0.05 45.04 32.71 100.00 Jawa Tengah 0.11 1.13 68.00 70.00 Bengkulu 0.92 0.00 Kep.74 100.50 24.00 Sulawesi Utara 1.12 0.00 Papua Barat 0.06 57.32 9.31 7.64 0.09 0.36 16. Sumatera Utara.13 100.67 34.33 49.11 persen rumah tangga.78 0.58 0.04 0.00 Jawa Barat 1.00 Kalimantan Timur 0.72 0.76 0.98 0.26 100.25 2.39 3.10 16.37 100.95 0. Masih banyak provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol.94 0.60 18.10 3.00 D I Yogyakarta 0.84 0.01 0.58 42.07 0.02 39.61 100.49 0.71 0.35 0.49 40.00 0.27 15.83 0.08 63.13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak.16 0.12 45.07 74.69 0.16 1.01 38.43 1.00 Sumatera Selatan 0.92 0.11 0.43 30.30 100.00 Nusa Tenggara Barat 0.00 Sulawesi Barat 0.00 Sumatera Utara 1.00 0.33 100.44 9.62 1.16 100.00 INDONESIA 0.40 100.03 43.09 0.05 83.67 0. Bali.71 25.89 0.12 0.16 1.86 55.43 50.

79 48.11 D I Yogyakarta 0. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.50 Kep.14 Kalimantan Timur 0.82 64. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel.96 Jawa Tengah 0.13 Riau 0.33 5.72 80.76 93.70 71.50 2.82 85.86 71.24 64.42 77. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.39 63.15 60.19 Kalimantan Tengah 0.47 Gorontalo 0.04 74.53 66.30 Jawa Timur 0.78 70.30 Sumatera Utara 0.05 Sulawesi Selatan 0.30 87.23 77.86 4.86 INDONESIA 0. Secara .33 54.66 64.22 73. Riau 0.37 4.33 91.40 66.73 68.13 Sumatera Selatan 0.63 4.32 Kalimantan Barat 0.01 9.67 70.35 8.81 71.37 80.75 65.41 Kep. Bangka Belitung 0.88 DKI Jakarta 1.18 6.44 75.26 7.40 69.77 Maluku 0.79 Sulawesi Utara 0.65 4.82 69.94 Banten 0.08 45.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet.60 60.70 95.53 49.48 58.15 32. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.42 82.59 4.13 Maluku Utara 0.14) Sebanyak 73.67 6.66 68.78 83.34 9.60 64.58 Bengkulu 0.24 70.11 8.54 5.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon.52 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 13.63 57.07 2.53 81.44 Kalimantan Selatan 0. SP2010 Provinsi Kabel Seluler Kabel dan Seluler Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 0.15 82.45 4. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.47 29.41 3.60 61.03 Nusa Tenggara Timur 0.81 5.38 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 53 14.79 Bali 0.24 3.18 80.77 65.42 4.16 3.47 67.12 Jawa Barat 0.89 66.31 10. Penguasaan Telepon (Tabel 5.53 75.85 83.89 54.62 68.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.82 68.29 56.73 70.37 Jambi 0.84 74.37 Sumatera Barat 0.79 78.67 52.73 3.52 76.06 3.02 1.57 Papua Barat 0.44 Sulawesi Tenggara 0.24 Papua 0.45 76.80 24.48 10. Tabel 5.41 7.06 Sulawesi Barat 0.13 73.74 10.36 64.49 80.67 4.37 2.23 42.45 Lampung 0.39 72.96 Sulawesi Tengah 0.94 62.02 Nusa Tenggara Barat 0.31 60.39 3.01 3.

40 Maluku Utara 20 358 9.93 Jawa Tengah 1 176 894 13.33 Bali 152 834 14. Jawa Timur. Kalimantan Timur (22.34 Kalimantan Barat 121 133 11. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.21 persen).51 Sumatera Selatan 231 434 12.98 persen). Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1.52 D I Yogyakarta 315 111 30. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A.53 Riau 192 836 14.15.42 Kep.80 Kalimantan Selatan 177 036 18.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30.18 Sulawesi Utara 129 241 22.43 Sulawesi Selatan 316 279 17. Jawa Tengah.42 Banten 397 930 15. Sulawesi Utara (22.75 Papua 47 274 7.21 Sulawesi Tengah 70 920 11.12 Sulawesi Tenggara 58 412 11.56 persen.25 Lampung 181 847 9.18 persen).55 Jambi 111 332 14.63 Gorontalo 41 053 16. 100 120 .05 Nusa Tenggara Timur 64 295 6.42 DKI Jakarta 751 880 29. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat. DKI Jakarta (29.76 Bengkulu 65 955 15.25 INDONESIA 9 117 445 14. SP2010 Provinsi Jumlah % (1) (2) (3) Aceh 115 755 10.83 Sulawesi Barat 19 578 7.91 54 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 VI.06 Sumatera Barat 213 345 18.86 Nusa Tenggara Barat 100 795 8.1 juta rumah tangga. mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6. Riau 85 778 19.36 Jawa Timur 1 392 606 13.50 Papua Barat 19 703 11.57 Maluku 42 416 13.nominal jumlahnya mencapai 9.36 persen). dan DKI Jakarta.98 Jawa Barat 1 830 652 15.85 Kep.14 persen.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7. Lihat Tabel 5.15 Kalimantan Timur 193 146 22. Bangka Belitung 39 993 12.86 Sumatera Utara 366 296 12.84 Kalimantan Tengah 73 328 12.

5.53 104.00 116. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2. 6.1 juta orang (68.87 107.42 persen) dan Sektor Transportasi. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011. berkurang sekitar 2.83 116.2 juta orang (49. sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109.7 juta orang.74 113. Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011).3 juta orang.56 persen) Jumlah Angkatan Kerja. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 109. berkurang sekitar 1.31 persen). 3.49 104.70 juta orang (6.40 117.4 juta orang.1 juta orang (7.2 juta orang (2.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.59 8. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.70 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3. Penduduk yang Bekerja.26 8.1 Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7. Pada Agustus 2011.67 7.37 108.40 persen).41 119. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.0 20 40 60 80 Grafik 6. 4.4 juta orang (1.4 juta orang.32 8.89 persen) dan pekerja .6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111.21 111.96 8.12 Februari Agustus Februari Agustus Februari Agustus 2009 2010 2011 Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2.42 persen). sebesar 75. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 113.0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119.96 persen). Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54.17 persen).28 9.

14 6.42 persen) dan Sektor Transportasi.4 juta orang turun sekitar 2. Pekerja tidak penuh 32.59 8.27 15.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) .72 69.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan.27 34.37 Bekerja 107.80 33. Penduduk yang Bekerja.70 2.83 67.1 juta orang (7.62 persen.61 persen. Pergudangan dan Komunikasi.96 persen).59 Setengah penganggur 15.53 18.26 15.41 7.52 Paruh waktu 17. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011.06 *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2.28 109.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. Jumlah angkatan kerja mencapai 117.80 6. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi.21 111.32 8.53 119. B.19 34. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0.67 Penganggur 8. Tabel 6.6 juta orang (5. Sektor Pertanian. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.96 68. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 67.01 18.17 persen).41 108.73 13. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1.40 117.46 21.56 4. Angkatan Kerja. Perdagangan. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5.00 116. Angkatan Kerja 116.dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.42 persen). dan Pengangguran 1. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 7. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3. Jasa Kemasyarakatan. 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan 2010 2011 *) Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6. 2. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.34 3. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran. dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011. terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.12 7.21 persen dan 9. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. 56 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 C.15 persen).

Jasa Kemasyarakatan 15.82 5.77 5.28 5. Pergudangan.7 juta orang (17.8 juta orang (34. Berdasarkan identifikasi ini. dan berusaha sendiri sejumlah 19.58 5.46 21. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama.1. Listrik.24 23. sisanya termasuk pekerja informal.21 22. Industri 13. Lainnya * *) ) 1.39 persen). Dari 109. Perdagangan 22.49 42.96 17.7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011.59 6.50 1.21 111.15 19.98 17.17 persen) bekerja pada kegiatan informal.40 1.44 persen).83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68.28 109. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu . Keuangan 1. Buruh/Karyawan 30.7 juta orang (3.92 21. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1.99 Jumlah 107.52 34.68 21.21 111. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19.48 39. 2.5 juta orang (37.41 108.74 2. Gas. Pekerja keluarga/tak dibayar 19. Pertanian 42.2 juta orang (62.93 persen).08 6. maka pada Agustus 2011 sekitar 41.83 41.02 3.66 3.70 Jumlah 107.13 5.41 2.06 2.72 32.58 5. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3.59 5.51 37.84 5.33 2. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6. Pada Agustus 2011.82 13. Pekerja bebas di pertanian 6.41 108.70 14.02 16.62 15.4 juta orang (17.70 persen).67 E. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Status Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan.54 3.63 7.82 5.65 8. pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan.62 5. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 57 2. Konstruksi 4.64 7.34 4. Secara umum.05 13.61 1.28 109.77 19. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu.72 4.31 19. Transportasi. dan Komunikasi 5. Berusaha dibantu buruh tetap 3.32 5. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37. Pekerja bebas di nonpertanian 5.16 5.64 1.48 6.68 18. Berusaha sendiri 20.49 23.26 3. dan Air D.40 5.59 3.67 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan.03 21.

00 15.12 54.60 74.19 34.2 juta orang (49.32 3. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.23 persen.porsinya relatif kecil yaitu hanya 1.48 12.51 55. Universitas 4.40 persen).73 8.11 4. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.89 25–34 14.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja *) Perminggu 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1–7 1.46 persen).63 12.20 1.2 juta orang (2.92 16.31 54.48 1. Sekolah Menengah Kejuruan 8.67 2. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75.18 2.97 12.54 15.4 juta orang atau sekitar 1.15 persen).30 20.59 4.67 Termasuk sementara tidak bekerja F. kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0. Diploma I/II/III 2.63 21.94 77. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.31 persen dari total penduduk yang bekerja (109.81 4.21 111. Sekolah Menengah Pertama 20.65 Jumlah 107.37 1.17 6. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 59 . 58 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6.28 109.25 5.70 3.7 juta orang). SD ke bawah 55. Sekolah Menengah Atas 15.20 15–24 11.28 109.09 75.80 33. jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan.41 108.79 5.22 20.06 1–34 32.35 17.34 8. Pada Agustus 2011.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker).21 111.54 5.02 3.89 3.61 persen dan 0.27 34. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3.59 35+ * ) 74.08 Jumlah 107.44 8–14 4. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011).6 juta orang (5.63 15.86 5.1 juta orang (68. Tabel 6.88 9. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil.94 5.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.40 15.41 108.

85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0.37 3.55 7.66 persen dan 10. Pada Agustus 2011.32 persen dan 2.43 persen. Sekolah Menengah Pertama 7.37 171.71 3.92 9.95 8.90 12.27 148.83 8.7 juta orang atau 6. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi. Tabel 6. 2. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun.43 5. yaitu masing-masing sebesar 10.14 6.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011.14 persen.66 4.43 persen.8 7.76 persen.59 7. Sekolah Menengah Atas 11. Universitas 14.87 10.02 Jumlah 7.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.00 10. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0.24 11.56 2.17 10.41 7.80 6.G.56 persen dari total angkatan kerja. 60 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6.37 persen.81 3.16 6. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7. Pada Agustus 2011.19 persen. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6. Diploma I/II/III 15.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi 2010 2011 Agustus Februari Agustus Jumlah TPT Jumlah TPT Jumlah TPT (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 162. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0.06 persen dan 10. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1.43 . 3. 2. Sekolah Menengah Pertama naik 0.45 7.54 persen. Sekolah Menengah Kejuruan 13.78 11.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2. Dibanding Februari 2011. SD ke bawah 3.71 12.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.37 3.3 8.81 11. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13.56 H.90 11.1 8.

17 136.80 Jambi 83.2 7.45 Riau 207.6 6. Bangka Belitung 34.6 7.6 5.2 4.1 6.9 7.9 6.1 6.8 6.14 142.95 162.43 460.8 3.37 Sumatera Barat 152.0 6.9 7.63 .Sumatera Utara 491.3 5.2 8.90 58.18 402.77 Kep.02 Sumatera Selatan 243.72 185.2 5.65 228.5 7.85 60.07 217.32 Kepulauan Riau 57.9 5.04 66.8 7.39 58.

3 4.61 Bengkulu 39.7 3.4 9.6 5.8 11.7 10.41 21.4 13.07 1 002.21 1 042.59 30.37 Lampung 220.5 6.5 5.8 9.05 542.83 555.25 22.80 Jawa Barat 1 951.50 680.84 1 901.4 10.06 Jawa Tengah 1 046.2 2.4 10.33 1 982.1 3.7 .24 213.68 697.8 5.6 13.19.5 3.9 6.1 13.83 Banten 726.78 DKI Jakarta 582.57 201.

97 Jawa Timur 828.1 5.3 3.5 5.88 Kalimantan Tengah 44.93 D.34 59.69 107.6 2.69 Kalimantan Barat 101.6 3.16 Bali 68.1 5. Yogyakarta 107.86 52.67 58.29 116.2 4.5 4.25 845.2 3.6 4.32 Nusa Tenggara Barat 119.35 110.18 821.6 4.99 86.8 3.0 2.14 .5 4.4 2.1 5.62 112.47 74.5.9 4.06 65.I.7 2.33 Nusa Tengggara Timur 71.4 5.

16 21.19 93.66 28.5 5.8 4.7 4.7 5.25 103.5 8.6 10.62 Gorontalo 23.62 100.01 Sulawesi Selatan 299.37 243.41.7 9.9 2.61 19.6 3.1 4.8 5.6 9.0 6.84 Sulawesi Utara 99.23 Kalimantan Timur 166.27 52.26 Sulawesi Tengah 56.8 10.61 98.0 8.55 Kalimantan Selatan 96.2 4.69 .21 173.2 9.10 174.8 4.6 5.61 55.

7 5.56 Sulawesi Barat 17.5 3.03 26.8 7.9 9.34 32.4 6.236.9 6.6 3.38 Maluku Utara 26.3 3.2 4.55 57.9 3.4 8.0 8.5 7.2 4.68 30.06 Maluku 64.97 53.14 .28 33.5 3.3 7.5 2.82 Sulawesi Tenggara 48.6 2.8 7.8 5.62 25.61 46.55 Papua 53.94 Papua Barat 26.70 15.72 51.25 15.72 60.94 Indonesia 8 319.

56 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 61 VII. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 naik sebesar 0.1 6. Sedangkan secara riil turun sebesar 0.854. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional.8 117.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 2.542. yaitu dari Rp28.80 7 700. Upah Buruh Bangunan h i a R up 65000 60000 40000 45000 50000 55000 35000 30000 1 0 .6 6.32 persen dibanding upah buruh tani bulan sebelumnya.582 menjadi Rp28. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 7. yaitu dari Rp39.727 menjadi Rp39.14 persen.

sedangkan secara riil naik sebesar 0.823. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63.35 persen. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0.675 menjadi Rp48. tu s A g u s b e r te m s e p e r t o b O k e r m b v e N o e .939.` r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i l i J u Pada Februari 2012.30 persen.715 menjadi Rp63. yaitu dari Rp48.

r m b s e D e Rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 sebesar Rp39.854 naik 0.32 persen 1 1 i ` n u a r J a r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i L i J u tu s A g u s e r m b p te S e e r t o b O k .

1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani.Upah Bur uh Tani Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63.939 naik 0.35 persen e r m b v e N o Upah Bur uh Bangunan e r m b s e D e 1 2 i ` n u a r J a r i u a b r F e 62 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 Tabel 7. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010 Februari 2012 Bulan Upah Buruh Tani (harian) Upah Buruh Bangunan (harian) Nominal Riil 1) Nominal Riil (1) (2) (3) (4) (5) Februari 2010 37 637 29 987 56 864 48 043 Maret 37 721 30 023 56 998 48 226 April 37 844 30 138 57 217 48 338 Mei 37 897 30 153 57 285 48 257 .

Juni 37 946 29 980 57 504 47 976 Juli 38 069 29 507 58 228 47 829 Agustus 38 198 29 356 58 276 September 38 301 29 315 58 475 47 460 Oktober 38 382 29 354 59 898 48 583 November 38 494 29 209 60 190 48 528 Desember 38 577 28 934 60 214 48 106 Januari 2011 38 648 28 705 60 340 47 779 Februari 38 769 28 755 60 758 48 045 Maret 38 852 28 832 61 069 48 448 April 38 976 29 098 61 190 48 695 Mei 39 082 29 175 61 409 48 811 Juni 39 144 29 104 61 476 48 598 Juli 39 215 28 975 61 583 48 358 Agustus 39 287 28 816 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 47 506 61 948 48 193 September 39 345 28 774 62 064 48 153 .

Peternakan dan Perikanan yang masing-masing turun sebesar 1.50 103. Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012 tercatat 105.32 103. Hortikultura.16 persen. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 A. 0.50 105.33 Grafik 8. Februari 2011–Februari 2012 103.00 106.50 101.00 101.50 100. 0.02 persen.91 104.Oktober 39 412 28 787 62 210 48 322 November 39 503 28 736 62 263 48 199 Desember 39 599 28 701 63 157 48 616 Januari 2012 39 727 28 582 63 715 48 675 Februari 39 854 28 542 63 939 48 823 Catatan: 1) Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100) 2) Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100) NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 63 VIII.00 102. NILAI TUKAR PETANI (NTP) 1.39 persen.79 .23 persen. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106.73.09 persen.00 103.50 105.50 102.50 104. Tanaman Perkebunan Rakyat.50 104.60 persen dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105.00 104. 0. dan 0.00 103.10 atau turun 0.1 Nilai Tukar Petani (NTP).

Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0. sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu Hortikultura (0. yaitu Tanaman Pangan (0.33 persen. dan Peternakan (0.10 64 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 3. Penurunan indeks tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor.46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0.31.57 menjadi 143.64 2. 105.11 NTP 105. yaitu dari 143.15 persen).17 105. 132. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).00 134. Tanaman Perkebunan Rakyat (0.51 Nilai Tukar Petani pada Februari 2012 turun 0.03).18 persen bila dibanding It Januari 2012. Grafik 8.2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).43 persen dibanding Ib Januari 2012.28 persen).00 .73 105.87 105.54 persen) dan Perikanan (0.60 persen 105.75 105.NTP 104. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0.20 persen).

48 persen).31 persen).00 144.40 0. NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1. NTP Hortikultura (NTPH) turun 0. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 e n r s p e -0.81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.00 124.00 128.80 1.63.136.20 1.16 persen disebabkan naiknya It Tanaman Perkebunan Rakyat (0.80 -0. Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.40 0.02 persen.60 2.43 persen).15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Tanaman Perkebunan Rakyat (0.20 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0.00 130.00 Februari 2011–Februari 2012 4. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman Pangan (0.39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0. NTP Subsektor Peternakan (NTPT) turun 0.23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0.00 2.54 persen). Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.00 140.00 126.28 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0. NTP Subsektor Perikanan (NTN) turun 0.12 persen.37 persen).00 122. sebaliknya Ib Perikanan naik (0.00 142.02 persen dibanding NTPP Januari 2012. Inflasi Perdesaan 1.03 persen).09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0.46 persen dengan indeks umum konsumsi rumah tangga 139.03 persen. sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0.00 146.00 0. It Ib EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 65 B. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0.40 .37 persen).00 138.

53 persen.40 -0.41 0.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. Rekreasi.40 persen.56 persen.46 66 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 . 4.42 persen. Makanan Jadi 0.50 persen.09 1.13 Grafik 8.49 persen.41 0.18 0.0.13 2.08 0.59 0.29 persen. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1.60 -0. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.01 0.63 0. Sandang 0.85 0. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0.37 0. dan Olah Raga 0. Kesehatan 0. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.14 Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.93 0.74 0.98 0. Februari 2010–Februari 2012 0. 0.79 1. serta Transportasi dan Komunikasi 0. 3. Perumahan 0. Pendidikan.3 Inflasi Perdesaan.74 0.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras.08 persen.46 persen 0.29 0.71 0.17 0.05 -0. yaitu Bahan Makanan 0.

20 .11 -0.96 -0.45 -0.39 b. Tanaman perkebunan rakyat a. Nilai tukar petani (NTP) 105.06 0.54 0.Tabel 8.61 106. Nilai tukar petani (NTPP) 105.15 .64 0.03 .62 0.74 144.07 -0.37 .35 122.Ternak kecil 146.42 0.46 -0.69 -1.94 131.34 0.46 .37 .42 150.54 0.02 b.Indeks BPPBM 130.99 139.Hasil ternak 142.64 122.Penangkapan 140.05 138.Sayur-sayuran 150.Tanaman perkebunan rakyat 143.37 .48 .49 131.07 138.28 .19 136.34 .Indeks BPPBM 122.36 0.95 142.35 125.66 133.20 101.47 0. Indeks harga yang diterima petani (It) 145.30 0.21 4.78 136. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 136.54 . Nilai tukar petani (NTPH) 108.Budidaya 125.72 0.1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Subsektor Bulan Desember Januari (1) (2) (3) (4) 1.31 .Indeks konsumsi rumah tangga 138.Indeks BPPBM 122.34 .38 140.27 -0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 134.46 .49 .55 105. Nilai tukar petani (NTPT) 101.Palawija 151.53 134.23 b.43 .50 0.90 0.18 c.57 143.14 Gabungan/nasional a.60 b.42 143.26 .46 c.78 0.09 b.81 0. Peternakan a.64 0.Indeks konsumsi rumah tangga 138.Indeks konsumsi rumahtangga 139.Indeks BPPBM 117.Indeks BPPBM 124.Indeks BPPBM .18 c.Buah-buahan 145.95 0.01 .10 5.62 140.89 118.48 2.15 c.60 143. Indeks harga yang diterima petani (It) 138.38 0.48 146.47 0.14 -0.43 127.86 0.26 134.48 .10 -0. Tanaman pangan EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Persentase Perubahan a.27 137.35 145.16 b. Perikanan a. Nilai tukar petani (NTN) 105.15 0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 135.21 138.63 0.Indeks konsumsi rumah tangga 138.06 c.55 0. Nilai tukar petani (NTPR) 106.44 -0.31 -0.11 0.17 -0.Unggas 137. Hortikultura a.80 138.Padi 142.Indeks konsumsi rumah tangga 138. Indeks harga yang diterima petani (It) 134.73 105.74 139.87 0.67 c.83 139.29 .36 -0.63 0. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) 132. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 137.42 143.43 .Indeks konsumsi rumah tangga 138. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 130. Indeks harga yang diterima petani (It) 143. Indeks harga yang diterima petani (It) 147. Indeks harga yang diterima petani (It) 143.48 .78 0.98 125.51 147.31 108.29 3.Ternak besar 127.14 150.09 .76 104.

44 0.37 Januari 2012 0.53 0.22 0.3 .09 Juni 1.65 0.38 0.52 0.23 0.52 0.26 0.29 0.25 0.17 Januari 2011 1.28 0.37 0.15 0.27 0.37 0.42 0.93 Agustus 1.20 0.38 -0.12 0.30 0.03 -0.36 0. dan OR (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.15 0.71 Juli 3.16 0.25 0.36 0.00 0.59 Mei -0.126.74 Februari 0. Rekreasi.43 0.13 November 0.24 0.09 -0.74 September 0.20 0.18 0.98 Februari -0.05 0.64 0.29 0.38 0.05 April -1.38 0.57 0.69 0.29 Oktober 0.10 0.37 0.44 0.12 1.12 0.30 0.27 0.04 0.43 0.37 0.39 0.01 Juni 0.23 0.18 0.25 0.91 0.40 0.35 0.07 0.27 0.34 0.19 0.81 0.46 0.45 0.43 0.44 0.50 0.93 0.15 0.97 0.63 0.33 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 67 Bulan Bahan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 8.63 Agustus 1.11 0.78 0.14 0.12 0.23 0.08 0.79 Desember 1.36 0.41 0.59 0.32 0.35 0.08 0.57 0.08 November 1.50 0.25 0.12 0.51 0.19 0.02 0.53 0.45 1.54 0.40 Juli 0.40 0.20 0.14 Maret -0.44 0.08 0.19 0.16 0.15 0.16 1.27 126.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran Makanan Makanan April 2010–Februari 2012 Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan.51 0.06 0.97 0.80 0.29 0.47 0.18 Mei 0.95 0.40 0.31 0.16 0.37 0.22 0.24 0.50 0.41 Oktober -0.57 0.21 0.37 0.21 0.25 0.90 0.29 0.42 0.22 0.15 0.44 0.14 0.24 0.85 September 0.53 0.35 0.15 0.07 0.34 0.26 0.41 0.09 0.38 0.02 0.15 0.11 -0.55 0.50 0.45 0.09 0.06 0.41 Desember 0.05 0.11 -0.63 0.13 0.46 Transportasi dan Komunikasi Umum 68 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 Tabel 8.03 0.28 0.27 0.49 0.20 0.34 0.55 0.39 0.10 0.56 0.04 0.05 0.10 0.

Rekreasi.20 3.17 4.02 5. Bahan makanan 142.99 123.83 137.56 2. Makanan jadi 131.83 5.55 146.29 0.86 114. Transportasi dan komunikasi 120.43 0.36 125.05 0. Sandang 129.72 0.36 0.78 0.42 0.89 135.66 0.08 0.79 4.62 122.Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.84 137. Perumahan 133.87 2.53 112.60 135.30 140.88 127.07 139.56 144. Pendidikan. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) KelompokPengeluaran Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laju Inflasi 2012 Tahun Kalender (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134.97 139.53 1.46 1.20 3.23 134.63 0.06 5.56 1.46 2.84 6.68 0.40 0.93 3.50 1. dan Olah Raga 7.33 1) 2) 3) .31 1.49 1. Kesehatan 122.01 114.

Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) Yearonyear 3) HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 69 IX.42 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya. Harga Gabah 1. Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6. harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.67 persen) dan Rp4.00 per kg.610.31 per kg (turun 5. Grafik 9. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). 3.550.00 per kg. Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A.050.1 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 /k g R p 3 600 3 800 4 000 4 200 4 400 4 600 4 800 5 000 3 400 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 Pada Februarii 2012. Pada Februari 2012. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. harga gabah kualitas GKP di petani sebesar Rp4. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. .68 per kg (turun 5. rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan penggilingan masing-masing Rp4. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). naik 5. Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.00 per kg dan Rp2.67 persen Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKP 2.232.00 per kg dan Rp2. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). Sementara itu.156.156.000.31 per kg.

36 3 416.86 3 970.01 17.28 12.99 18.82 0.74 4 776.38 12.90 2 619.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Tahun/ Bulan Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb 19.67 18.49 2.15 3.27 3.53 -0.96 4.02 19.08 3 887.59 7.90 3 480.70 4.72 -10.87 2 542.77 13.83 18.32 7. Pada Februari 2012.28 26.40 5. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.45 2 794.02 3 772.97 2 896.37 18.26 -3.66 18.94 3 507.81 3 549.37 3 581.71 -12.80 4 667.24 4 281.50 3 218.33 24.29 3.26 11.86 12.17 4.64 25.65 6.42 -4.08 6.97 -18.84 -2.31 1.80 3 684.56 0.14 3 838.54 3 997.23 3 753.02 26.85 -2.71 2.24 -6.67 4 406.01 10.72 25.26 12.79 3 632.67 12.25 18.19 2 923.66 24.48 26.45 18.63 3 296.71 4 156.85 -5.10 3 229.43 1.32 8.31 -5.85 3 945.03 24.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan .79 -0.12 2.29 3 449.28 persen) dan Rp4.68 18.54 3 048.87 3 178.77 18.40 25.10 4 398.64 5.94 18.755.45 4.70 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 Tabel 9.16 per kg (turun 2.91 3 707.69 3 967.85 per kg (turun 2.63 1.43 12.09 2.24 4 548.81 3 804.41 24.51 12.43 0.19 12.15 12.19 3.13 25.19 24.79 12.92 5.54 12.37 23.70 3 937.667.55 3 565.73 4.27 4 085.50 4 182.

dan kualitas rendah Rp3. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2. kualitas GKG Rp4.776.24 per kg (turun 6.32 per kg. 6.72 per kg dan Rp3.105.804. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.19 per kg.581. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.93 per kg.49 per kg. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya.475.92 per kg.70 persen) dan Rp3. kualitas GKG Rp4.622.sebelumnya.90 per kg.607. Selama Februari 2011–Februari 2012. Sementara itu. dan kualitas rendah Rp3.26 per kg. Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air .857.52 per kg (turun 6.880. Sementara itu. Tahun/ Bulan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9.32 per kg. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.655.549.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKG HPP-GKP EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) HARGA PANGAN F E BRUAR I 2012 71 5. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.542.048. Pada periode yang sama.84 per kg dan Rp3.406.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.87 per kg. g / k R p 5 000 4 800 4 000 4 200 4 400 4 600 3 800 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 3 400 3 600 Grafik 9.97 per kg. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.

81 3 622.20 12.80 3 754.75 -5.19 24.42 12.67 4 475.11 26.16 -2.32 4.57 24.46 0.92 7.27 18.50 25.81 3.77 5.99 6.(%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb Rata-Rata Harga (Rp/kg) 19.33 12.14 3 930.91 3 771.55 3 631.50 3 279.24 4 354.40 18.93 -3.63 3 361.68 -5.66 26.29 3 519.81 3 299.71 4 232.74 4 857.17 -1.80 4 755.20 12.02 -0.23 3 824.90 2 691.58 2.80 0.22 18. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.20 6.52 24.81 3 880.45 18.64 2.08 3 972.95 persen).61 1.39 3.10 4 463.79 12.18 0.24 persen).02 12.86 4 044.35 12.49 3.12 3.97 17.49 -5.47 25.54 4 067.87 5.94 3 593.90 3 552.50 24.51 -12.27 4 150.50 12. dan kualitas GKG 80 observasi (8.52 -6.85 10.89 2.36 23.05 25.37 3 655.64 18. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.90 3. kualitas rendah 252 observasi (25.36 3 480.87 2 607.35 18.59 12.74 4.12 18.19 2 981.84 -10.69 4 029.85 4 007.50 4 253.32 7.99 5.54 3 105.17 12.65 7. Dari keseluruhan observasi.97 2 968.30 8.16 18.90 -17.45 2 863. Perubahan (%) .15 24.53 2.68 18.24 4 619.70 3 999.82 12.76 13.28 -1.43 26.79 3 703.65 18.87 3 241.76 3.74 19.81 persen).84 4.06 25.02 3 838.38 11.13 0.

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 . Harga daging ayam ras turun 1.56 persen. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen). Komoditas lain seperti daging sapi. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. petani.520. Rata-rata harga beras bulan Februari 2012 sebesar Rp10. Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen). Dibandingkan Februari 2011. Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11. naik 0.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61.per kg. 3. harga beras naik 15. gula pasir.64 persen bila dibanding Februari 2011.. Pangkal Pinang. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. BULOG. Mamuju (masing-masing 10 persen). Harga ikan kembung turun 1. Artinya pemilik beras (pedagang.81 persen.77 persen . Mamuju (masing-masing 6 persen). Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1. susu kental manis. lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3.89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10. konsumen.33 persen bila dibanding Februari 2011.72 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 B.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen). minyak goreng.88 persen bila dibanding Februari 2011. Secara nasional. Harga cabai rawit turun 6. Harga cabai merah turun 30. Harga telur ayam ras naik 1.48 persen bila dibanding Februari 2011.80 persen bila dibanding Februari 2011. Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4. Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram. Sorong. 2.27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45.77 persen dibanding Januari 2012.37 persen.

00 (dalam persen) Ikan Kembung (kg) Minyak Tanah (liter) 74 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 .05 -6.23 0.89 0.57 -1.74 -0.64 -45.HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 73 Bulan Beras MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9.27 1.34 0.83 4.99 -1.77 -1.80 3.33 6.3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok (kg) Daging Ayam Ras (kg) Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) Daging Sapi (kg) Susu Kental Manis (385 gram) Minyak Goreng (liter) Gula Pasir (kg) Tepung Terigu (kg) Cabai Rawit (kg) Cabai Merah (kg) Telur Ayam Ras (kg) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Februari’11 9 118 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 Februari’12 thd Januari’12 0.55 2.18 0.01 0.48 6.90 -61.57 0.63 Februari’12 thd Februari’11 15.31 -30.88 16.37 10.

INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI X.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 1 0 F eb r A M a p r M ei n J J u u l t S A g ep O k t v D N o es 1 1 J an F eb r .30 persen (Tabel 10. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0.1).11 persen (Tabel 10. 2. 2012 1. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0. Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0. Pada Februari 2012. 210 215 175 180 185 190 195 200 205 Grafik 10.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya.65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0.2). Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

gas.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0. cat tembok. kaca lembaran.3). asbes gelombang. Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0. air minum dan komunikasi Bangunan lainnya Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0.50 persen (Tabel 10. (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) . semen.4). aspal. Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas.A M a p r M ei n J J u Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian u l t S A g ep O Pekerjaan umum untuk jalan. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1. dan besi beton) mayoritas naik harganya.04 persen (Tabel 10. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 10. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 k t v D N o 1 2 es J a n F eb I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 75 4. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis. jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0.35 persen 3. Indonesia Januari 2012–Februari 2012. pipa pvc.

Indonesia Januari 2012–Februari 2012.13 Pipa PVC 179.03 204.20 192.53 -0.10 5. air minum.60 0.21 0.48 198.40 .65 183.65 2.77 0.52 0.26 212. dan komunikasi Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Februari terhadap Januari (%) 197. Ekspor nonmigas 151.48 203. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan.30 212.04 308.69 158.58 0.12 0.11 3.35 Tabel 10.25 0.93 259.63 184.41 0. jembatan. dan pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.50 0.36 Aspal 308.99 0. Pertanian 257.24 228. gas.22 Konstruksi Indonesia 203.87 215.00 0. Pertambangan dan penggalian 228.31 Semen 183.54 -0.18 Umum nonmigas 187.38 179.27 214.1.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.48 0. Industri 184.64 185.59 193. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012.70 168.42 4.93 0.36 0.25 76 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 Tabel 10.28 Bangunan lainnya 204.46 0.04 Kaca lembaran 182.76 175. Impor nonmigas 168.69 0.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Kayu lapis 157.31 151.11 187.29 Cat tembok 175.

77 201. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106. Kehutanan. Indonesia Desember 2011–Januari 2012. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) (4) 1.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.55 5.86). Impor 181.42 189.43 1.48 Tabel 10.66 228.89 0.53 188.77 Umum tanpa impor 188.82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.40 2.19 0.49 0.32).24 0.2011 77 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-XI.44 184.53).40 159.92. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106. Industri 183.99 182.64 0.31 188. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A. 2011 A. ITB TRIWULAN IV-2011 1.69 0. Pertambangan dan penggalian 226. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107.32 0.78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188. 2.Asbes gelombang 176.80 Umum tanpa ekspor migas 187.48 178. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108.37 257.78 190.51). penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. .34 0. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98.65 4.55 0. 3.74 Umum tanpa ekspor 195. Pertanian 254. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan. Peternakan.99 0. kecuali Sektor Pertanian.97 0. Ekspor 158.93 1.86 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Januari terhadap Desember (%) I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V.1.70 3.14).27).50 Umum 187.10 Besi beton 180.69 181.78 197.

45 105.32 106. Konstruksi 108.16 105. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang. dan Perikanan 96.37.Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi. Selain pada triwulan berjalan. Pengangkutan dan Komunikasi 107. Peternakan.72 97.36 110. dan Air Bersih 108.85 110.37) 78 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .92 108.75 107.94 105.55 Indeks Tendensi Bisnis 106. A.05 110.57 4.31 106.83 3. Listrik.09 109. Hotel.80 7.14 116.1 Indeks Tendensi Bisnis 1) Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan . berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV2011. dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108.05 111.41 5.15 98. Pertambangan dan Penggalian 108.92).23 106. Real Estat.19 107.80 109.33 98. Keuangan. Peternakan. Perdagangan.85 106.64 106.57 103.22 104.08 106.53 105. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106.38 102.86 106.27 2.58 106.51 101.24 9.92) Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108. dan Jasa Perusahaan 110.32 105.51 106. Kehutanan. Industri Pengolahan 105.83 111. Kehutanan.78 8. dan Restoran 106.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor Sektor ITB Triwulan IV-2010 ITB Triwulan I-2011 ITB Triwulan II-2011 ITB Triwulan III-2011 (1) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.27 108. Pertanian. Gas.90 105.00 111.93 112. dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa.42 6. dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi.83 107.55 101.37 Grafik 11.39 106.94 105.2.60 107.42 108.2011 Tabel 11.35 101. Sektor Pertanian.58 104.63 102.20 104. PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 1. 2.34 107. Jasa-Jasa 107.13 108. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Kondisi bisnis pada Triwulan IV-2011 meningkat (ITB 106.70 105.04 110. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis.

Perkiraan Triwulan I-2012
2)

Keterangan:
1) 2)

120 115 110 105 100 95 90 112,25 IV0 111,72 111,12 104,41 7 I0 8 0 8 II -

ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200, dengan indikasi sebagai berikut: a. Nilai ITB < 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya. b. Nilai ITB = 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya. c. Nilai ITB > 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya.
102,19 0 8 II I-

Perkiraan ITB triwulan I-2012.
IV0 110,43 96,91 8 I0 9 0 9 II 112,86 0 9 II I108,45 IV0 107,29 106,63 103,41 104,23 9 I-

Triwulan
1 0 1 0 II 1 0 II

IIV1 102,16 0 I1 1

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
ITB Triwulan IV-2011 107,86 105,75 1 1 II 1 1 II IPerkiraan ITB Triwulan I-2012 108,37 106,92 1 IIV1 1 2

I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011 79

B. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B.1. ITK TRIWULAN IV-2011 1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108,44, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110,24). Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari, dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan. 2. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi), dimana 13 provinsi diantaranya (39,39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113,07). Sebaliknya, Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah, yaitu sebesar 105,34.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw III-2011 ITK Trw IV-2011 (1) (2) (3) Pendapatan rumah tangga 110,50 108,69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113,48 111,82

Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging, ikan, susu, buah-buahan, dll.) dan bukan makanan (pakaian, perumahan, pendidikan, transportasi, kesehatan, rekreasi) 105,71 103,67 Indeks Tendensi Konsumen 110,24 108,44

Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat (ITK 108,44)
80 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011

120 115 110 105 100 95 90
105, 34

Grafik 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi
108,
eh N T A c B o a l n t r o G o u M u l g k B en u t a l i Kal m b J a l S

artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 1.2. a r l b S u T J N T en g a t a r m b S u g S u n m p L a u t u . Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108.s e a t r u l el m s S u en g l t S u B.48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional.46). 1.08.44). Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104.00). juga diperkirakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan mendatang. Selain pada triwulan berjalan. Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108.

m r B b a J a el J a b i m a t 44 i a e s d o n I n a u R i i m Kal t en Pa n t B a a p u en g Kal t i Kep r a t a r B u a Pa p a r Kal b EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 a r t k a g y a Y o .

2011 81 120 115 110 105 100 95 90 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 11. radio. kulkas.08) 07 11 3. HP. AC. mebelair. t l u S u I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV. kendaraan bermotor) .3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw I-2012 (1) (2) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 109.D I k u l u M a el l s S u r t a k a J a D KI l i B a Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITK 108. kompor/tabung gas. komputer. perhiasan berharga. oven/microwave. VCD/DVD player. tape/compo. mesin cuci.

46 10 4.08 Grafik 11.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi eh A c a t a r B u a Pa p o S a l n t r o G o a t r u l g M u n m p L a u t a . u N u l g k B en T T i N m b J a T B Indeks Tendensi Konsumen 108.

l en R n t B a u S i a r b a u l a r m b S u e l Kal s m S t i J a u t u m 108.50 1) 112.08 105. i a e s d o n I n i Kep r a r t k a g y a Y o D I el m s S u k u l u M .

a g t en J a en g Kal t a r Kal b u a Pa p b el B a l i B a r b a J a en g l t S u t l u S u r t a k a J a D KI i m Kal t 00 el l s S u 82 I NDE KS TE NDE NS I B I S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .2011 Tabel 11.4 Indeks Tendensi Konsumen 1) Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan .

21 104.46 111.68 12.55 105. Kepulauan Riau 99.91 110.15 112.84 106. Jawa Barat 101.48 7.46 111.96 2.75 4.09 107.58 107.42 106.10 109.58 107.24 104.31 114.46 8.02 109.33 105.35 106.24 112.62 111.22 109.90 110.47 107.53 107. Gorontalo 103. DKI Jakarta 105. B a l i 103.24 108.95 106. c.64 111.15 110. .69 107.70 104.60 109.56 20.14 32.89 107.46 109.01 108. Maluku 100. Jawa Tengah 100.40 111.07 114.03 108.68 108.36 110.27 110.55 108.46 104.11 110.64 18.44 105.92 108. Aceh 101.37 107.02 108.96 107.33 110.21 33.61 10.46 15.89 9. Papua Barat 101.63 107.20 26.15 6.77 111. Banten 101. Nilai ITK = 100.60 106. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.60 106. DI Yogyakarta 102.10 113.48 107.24 106.55 109.06 105.47 110.04 107.54 Indonesia 102.39 112.59 106. Sulawesi Tenggara 106.43 109.23 110.06 105. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan 2) menurun dibanding triwulan sebelumnya.80 19.40 105.39 108. J a m b i 102.26 109.31 109.58 111.98 109.22 104.26 109.42 107. Kepulauan Bangka Belitung 103.56 29.36 17.57 107.40 108.33 108.75 110.70 103. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012. Kalimantan Selatan 105. Nusa Tenggara Timur 99. Provinsi Triwulan I-2011 Triwulan II-2011 Triwulan III-2011 Triwulan IV-2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Sulawesi Barat 105.44 106.66 107.89 105.79 105.15 106.40 104.09 107.08 Keterangan: 1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200.23 105.26 106.96 111.07 111.86 107.44 107.12 106.30 110.77 108. Sulawesi Selatan 112. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.42 109.60 5.22 105.77 105.Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi No.01 108.36 110.35 108.16 107.39 107.90 113.12 24.53 110.32 109. Sumatera Utara 102.34 105.70 107.48 109.87 110.47 106.66 13. Sulawesi Utara 101. Kalimantan Timur 108.96 105.48 104. Papua 98.63 109.44 108.78 107.58 31.18 107.40 25.10 106.57 113.96 107.72 28.06 21.00 107.07 110.72 30. Nusa Tenggara Barat 101. R i a u 100.38 109.69 109. Kalimantan Barat 101. Kalimantan Tengah 106.44 108. Bengkulu 97.51 107.05 3.07 109.78 16.20 11.96 22. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Triwulan I-2012 2) PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 83 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA XII.12 106.47 105. Lampung 100. Nilai ITK < 100.92 14.75 23.69 108. Nilai ITK > 100. b.31 108.17 108. dengan indikasi sebagai berikut: a. Sumatera Barat 100. Sulawesi Tengah 100.41 104. Maluku Utara 100. Sumatera Selatan 102.69 106. JawaTimur 102.17 106.00 27.28 108.84 109.

Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.10 persen) dibandingkan tahun 2010.73 juta ton (1.97 juta ton.09 34.52 34. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) T on ta J u sebesar 65.70 persen).37 30.47 2.74 84 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 h a .40 66.(ASEM) 2011 A. PADI 1. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 70 60 50 40 30 20 10 0 Grafik 12.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).88 29.10 persen 64. 65. mengalami penurunan sebesar 0. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1. turun 1. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12.2). Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus.74 juta ton.24 juta ton.40 31.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.1 Perkembangan Produksi Padi.13 ribu hektar (0.34 Jawa Luar Jawa Indonesia 2009 2010 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM Produksi padi tahun 2011 sebesar 65. 2009–2011 36.35 kuintal/hektar (0.

Januari-Desember 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3. Produksi (ton) .10 Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 85 B.b u r i 1 000 1 250 1 500 1 750 2 000 2 250 2 500 2 750 0 250 500 750 Grafik 12.22 49.September-Desember 2 487 244 3 022 050 2 720 970 534 806 21. 2009–2011 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 2009 (ha) 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2010 (ha) 509181 1252719 2246741 1830866 958790 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 Tabel 12.60 ribu ton (3.56 -0.45 .09 . Produktivitas (ku/ha) .Mei-Agustus 22 463 966 22 152 985 21 083 726 -310 981 -1.67 0.78 .Januari-April 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0. 2009-2011 2011 (ASEM) Perkembangan Uraian 2009 2010 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.55 -1.September-Desember 12 429 363 14 992 617 14 028 406 2 563 254 20.93 . dan Produksi Padi Menurut Subround.Januari-April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2.88 -0.56 -3.53 -1.45 50.32 -0.70 3.1 Perkembangan Luas Panen.Mei-Agustus 50.77 1.95 3.44 48.60 .Januari-April 49.36 -0. Luas Panen (ha) .10 .62 1 305 022 4.83 .96 . JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17.99 50.56 -0.72 1.80 0. menurun sebesar 698.43 .50 -301 080 -9.2 Pola Panen Padi.Januari-Desember 12 883 576 13 253 450 13 201 316 369 874 2.Mei-Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.97 49.85 -78 355 -1. Produktivitas.35 -0.81 persen) dibandingkan tahun .71 50.Januari-Desember 49.15 49.63 juta ton pipilan kering.27 -0.39 2.87 -52 134 -0.16 0.22 -728 448 -1.62 -964 211 -6.13 327 301 5.September-Desember 49.61 51.38 -1 069 259 -4.

35 ribu ton.70 1. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843.24 ribu hektar (6.97 persen 86 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 Tabel 12.54 . Penurunan produksi kedelai tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64.99 4. turun 6. Produktivitas.81 persen Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843.84 ribu ton biji kering.37 44.04 persen) dan sebesar 0.70 -270 243 -6.02 persen).54 ribu ton.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.Luas Panen Ha 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0. Penurunan produksi tersebut terjadi di Jawa sebesar 478. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.29 kuintal/hektar (2. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.90 ribu hektar (6.54 persen).19 ribu ton (6.63 juta ton.97 persen) dibandingkan tahun 2010. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270.91 persen). turun 3.91 .2010.Produktivitas ku/ha 42. menurun sebanyak 63.2 Perkembangan Luas Panen. Jagung . sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.84 ribu ton.14 kuintal/hektar (1. dan Produksi Palawija. C.65 1.56 ribu ton.29 2.36 45. 2009-2011 Uraian Satuan 2009 2010 2011 (ASEM) Perkembangan 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1.

Kacang Hijau . Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5.Produksi (biji kering) Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) 1.27 123.02 14.82 .33 -81 333 -13.21 9.24 49 392 16.53 91 506 0.Luas Panen Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.Luas Panen Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1.85 0.57 0.38 6.88 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 87 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR XIII.57 -39 895 -6.43 38 969 15.25 1.49 12.03 . Ubi Jalar .48 0.02 persen (y-on-y) dari triwulan IV-2010.52 -3 216 -1.63 -410 -0.93 5.26 1.04 .73 13.81 2.18 1.17 203.Produktivitas ku/ha 12.Produktivitas ku/ha 111.Produktivitas ku/ha 13.35 1.99 8.71 7.02 .42 .81 0.59 .92 -63 193 -6.46 202.Luas Panen Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.92 113.07 0.11 .Luas Panen Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.14 -1.99 .85 0.10 .48 13. Kacang Tanah .Produktivitas ku/ha 187. Kedelai .Produksi (umbi basah) Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8.25 1.Produksi (biji kering) Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.Luas Panen Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8. Ubi Kayu .Produksi (umbi basah) Ton 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.39 3.53 persen dari triwulan IV2009.30 11.59 0.97 3.17 -88 279 -11.56 0.Produktivitas ku/ha 10.33 4.85 -0.Produksi (biji kering) Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0. TRIWULAN IV 2011 A..78 . Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik sebesar 6.91 11.Produksi (pipilan kering) Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.56 12.96 -698 603 -3.33 141 196 6. .

51 persen dari triwulan IV-2007.triwulan IV-2009 naik 4.00 3. 4. 1.53 2008 2009 2010 2011 Tahun 6.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 Tahun q-to-q y-on-y .43 persen (m-to-m) dari Oktober 2011.00 6. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 13. Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3.83 persen (y-on-y) dari Desember 2010.23 persen (y-on-y) dari November 2010. Tabel 13. 6. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5.00 0.02 88 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 5. 3.00 7.00 5.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) Per sen 8.46 persen dari triwulan IV-2008.00 1.00 2.00 4. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1.00 2. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6.16 persen (m-to-m) dari November 2011.46 Pertumbuhan produksi Industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik 6.51 4.09 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011. dan triwulan IV-2008 naik 1. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0.02 persen dari triwulan IV-2010 5.

60 1.31 -3.50 7.13 2.26 4.45 2011 -1.02 1.65 2.16 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -0.27 -1.53 4.46 April 3.48 -3.34 1.66 Agustus 4.95 3.51 3.34 2010 -1.23 -0.43 Desember 7.38 2.67 5.68 6.69 1.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 Bulan y-on-y m-to-m 2010 2011 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) Januari 5.10 2.09 5.66 1.57 Oktober 4.49 5.07 5.Total Triw I Triw II Triw III Triw IV Triw I Triw II Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2008 -0.00 Maret 3.66 -0.73 0.80 4.46 1.96 0.74 0.01 November 4.61 2.87 5.69 6.53 1.26 5.30 3.22 -5.72 Juli 5.00 5.98 7.02 7.02 5.89 Mei 4.85 5.53 0.25 Februari 4.42 2.50 2.34 1.23 Juni 5.01 2009 -1.02 3.20 2.06 5.19 0.06 -0.15 1.81 10.56 Tabel 13.03 2.11 September 0.77 4.85 3.83 2.09 4.44 2.68 4.57 -1.10 5.17 1.96 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 89 .10 -6.83 1.64 0.92 3.30 1.

60 35 Alat angkutan.17 24 Kimia dan barang-barang dari bahan kimia 25 Karet dan barang dari karet dan barang dari plastik -3.44 0.92 3.71 0.74 22 Penerbitan.64 1.45 3. televisi. kecuali mesin dan peralatannya 4.92 29 Mesin dan perlengkapannya 1.84 7.81 1.04 -0.04 1.34 10.78 2.78 2.09 5.55 -6.90 -5. selain kendaraan bermotor roda empat atau Lebih 6.77 -3.39 1.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13.20 0. dan Reproduksi Media Rekaman 3.95 7.90 -1.87 -4.44 -11.22 -0.58 0.57 -1.48 -5.15 2.20 -3.87 -6.50 27 Logam dasar 1. triwulan II2011 naik 1. dan barang-barang anyaman 5.67 5.13 2.69 1.37 0.3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 KBLI Jenis Industri Manufaktur Triwulan/Tahun III/10 IV/10 I/11 II/11 III/11 IV/11 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 15 Makanan dan minuman 4.60 0.73 -0.25 7.77 -1.95 3.34 5.70 0.01 5.54 18 Pakaian jadi 0.79 0.51 2.34 16 Pengolahan tembakau -2.79 6.80 6.93 0.75 0.70 2. dan peralatan komunikasi.80 -1.40 26 Barang galian bukan logam -0.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.56 Industri Manufaktur 2.32 36 Furnitur dan pengolahan lainnya 0.92 -3.20 0.95 -1.26 0.11 -5.32 4. Percetakan.14 19 Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki -1.72 -12.24 1.11 -11.32 4.00 32 Radio.92 0.69 -1.41 -10.18 -3.32 21 Kertas dan barang dari kertas 0.21 persen dari triwulan II-2011.09 90 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 B.50 2.51 -0.72 17 Tekstil 0.03 2. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4. barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur).46 -1.18 7.63 0.18 7.62 1. Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar 2.48 .36 0.32 10.24 31 Mesin listrik lainnya dan perlengkapannya -2.07 -2.68 -0.95 14.67 4.82 8.47 34 Kendaraan bermotor -2.52 -0.89 5.90 2.63 -1.12 25.61 2.84 13.87 7.12 -3.43 -9.00 -8.93 6.24 -2.33 0.99 3.74 -3.96 20 Kayu.80 0.09 8.60 -11. serta perlengkapannya 6.16 -4.85 28 Barang-barang dari logam.96 -1.04 11. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1.45 -0.

Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14.persen dari triwulan I-2011. Industri logam Dasar naik 12. Barang dari Karet dan Plastik naik 8.00 0.54 persen dari triwulan III-2011 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2.48 2010=100 2. dan Industri Karet. Grafik 13.31 persen.26 persen dari triwulan IV-2010.50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011. 3.00 2. Barang dari Karet dan Plastik naik 12. 4. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi.21 Pertumbuhan produksi IMK triwulan IV-2011 naik 4.22 persen.54 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 91 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13.21 persen dari tahun 2010. dan triwulan I-2011 naik 1.26 1.71 persen dari tahun 2010.21 persen. Industri pakaian Jadi turun 4.00 6. dan Obat Tradisional naik sebesar 10.04 persen dari triwulan III-2011.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 .00 4.00 7.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 Per sen 8.15 persen. dan Industri Karet. Obat.22 persen.00 1. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7. dan Industri tekstil turun 1. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 4.00 3.00 1.02 persen.00 5. Industri Furnitur naik 9.

88 5.02 5.03 0.69 1.67 12.55 21 Farmasi.70 10. dan semi trailer -5.55 12 Pengolahan tembakau -0.53 IMK 1.12 9.10 26 Komputer.58 0.91 31 Furnitur 5.27 2.27 0.84 -2. dan optik -0.71 92 PARI WI S ATA J ANUARI 2012 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.83 -0. barang dari kulit dan alas kaki 4.86 13 Tekstil -1.24 -1.82 4.07 2.99 1.31 1.74 -7.22 5.82 1.72 29 Kendaraan bermotor.42 4.12 4.88 0.50 6.32 1.37 27 Peralatan listrik -12.68 -4.82 4.61 3. yaitu dari 724.21 32 Pengolahan lainnya 2.62 11. jumlah an g O r wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.50 2.39 11 Minuman -5.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1.44 -4. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1.86 24 Logam dasar 3.05 9.92 -0.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6.22 23 Barang galian bukan logam 2.31 3. jika dibanding jumlah wisman Desember 2011.15 -4.12 -3. A.93 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011 sebesar 548.22 8.08 1.10 3.76 4.78 6.96 0.8 ribu orang.15 3. bambu dan sejenisnya 3. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).48 2.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.5 ribu orang menjadi .50 16 Kayu.53 -19.65 6.92 persen. dan barang anyaman dari rotan.39 -4. barang dari karet dan plastik 5.51 6. barang elektronik.94 14 Pakaian jadi 0.44 9.24 1.23 2.36 0.01 9.KBLI Jenis Industri Pertumbuhan Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 10 Makanan dan minuman 0.82 -10.77 -0.54 3.35 -1.19 3.50 -5.26 1.06 5.28 -2.36 3.74 -0.52 8.04 -1.61 15 Kulit. Secara kumulatif. selama Januari 2012.78 5.92 -1.53 -2.30 7.54 4.15 8. trailer.19 5.18 -2.05 6.53 1.99 5. produk obat kimia.46 12. Sementara itu.24 1.13 3. jumlah wisman Januari 2012 turun 9.88 17 Kertas dan barang dari kertas -8.21 4.14 4.76 14.22 -2.25 5.35 30 Alat angkut lainnya -0.96 10.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0. dan obat tradisional 13.99 1.08 2.60 6.41 6.21 22 Karet.00 -1.99 1.31 8.7 ribu orang atau naik 18.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1.88 0.28 7.18 1.

652,7 ribu orang. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20,05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011, dan turun sebesar 8,29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.
300.000 250.000 200.000 150.000 100.000 50.000 '1 1 J an

Grafik 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk
b M F e

Januari 2011–Januari 2012
pr Mei ar A J un J g t ul A

Bulan
p O S e

Jumlah wisman Januari 2012 mencapai 652,7 ribu orang atau naik 18,93 persen
k t Soekarno-Hatta Ngurah Rai Batam Lainnya Nov D

2. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, selama Januari 2012 mencapai 249,7 ribu orang atau naik 19,87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011. Begitu pula, jika dibanding Desember 2011, jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012, naik 0,56 persen yaitu dari 248,3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249,7 ribu orang pada Januari 2012.
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 e s '1 2 J an PARI WI S ATA J ANUARI 2012 93

3. Dari 652,7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012, diantaranya berkebangsaan Singapura (14,73 persen), Cina (14,06 persen), Malaysia (12,46 persen), Australia (11,35 persen), Jepang (4,75 persen), Korea Selatan (4,72 persen), dan Taiwan (3,14 persen). B. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap 1. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51,27 persen atau naik 0,80 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, jika dibanding dengan Desember 2011, TPK Januari 2012 turun sebesar 4,30 poin.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Grafik 14.2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia se n Pe r
70 60 50 40 30 1 F ' 1 Ja n a r eb M

Januari 2011–Januari 2012
r A p M ei Ju n Ju l

Bulan
t S A g

TPK Januari 2012 mencapai 51,27 persen atau naik

0,80 poin
kt N ep O Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5

2. TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62,01 persen, turun 2,65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Jika dibanding Desember 2011, TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0,42 poin.

o v D es 1 2 Jan ' 94 PARI WI S ATA J ANUARI 2012

3. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2,03 hari, yang berarti terjadi penurunan sebesar 0,10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,10 hari, dibanding Desember 2011.
Bulan/ Tahun

Tabel 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman, Tingkat Penghunian Kamar, dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012
Wisman Nasional Wisman Bali TPK 20 Prov. Jumlah Perubahan (%) Jumlah Perubahan (%) (%) TPK Bali (%) Rate Perubahan Rate PeruEDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Lama Menginap Tamu (Hari) bahan Ratarata

01 3.01 -0.4 juta orang atau turun 2.01 0.81 208 337 -6.09 Maret 598 068 5.67 252 855 0.98 0.62 2.64.00 Jan 2012 652 692 -9.66 3.87 3.06 51.85 2.30 51. Grafik 15.87 2.06 September 650 071 4. Jumlah penumpang angkutan udara dalam MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 negeri (domestik) selama Januari 2012 mencapai 4.90 46.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011.70 65.96 -0.37 2.18 64.23 -2.08 Desember 724 539 10.47 7.90 -1.93 -0.03 0.63 248 336 12.10 0.03 0.27 -4.16 0.54 279 219 13.36 50.68 224 423 10.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 2.30 208 832 -6.44 1.60 61. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930.11 0.03 62.32 2.90 60.56 51.71 55.54 51.61 63.57 2.11 Juni 674 402 12.80 52. A.15 -5.42 2.07 Oktober 656 006 0.85 58.07 April 608 093 1.92 249 728 0.69 -9.15 64.88 70.13 0.48 1.44 56.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Jan–Des 2011 7 649 731 .63 0.04 Mei 600 191 -1.75 5.43 2. an .09 November 654 948 -0.01 2.93 0.52.05 2.13 1.34 54.10 0.27 1.16 220 341 -9.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15.32 62.2 788 706 .50 201 457 -3.02 Januari 548 821 -14.07 -0.97 -0.62 .95 52.31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.36 245 248 17.59 1.87 62.57 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2011.05 -12.85 52.34 0.04 -0.30 62.97 -1.28 202 539 0.03 0.36 71.13 0.47 -3.10 Perubahan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 95 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 XV.91 244 421 -3.68 252 698 3.01 Agustus 621 084 -16.02 Juli 745 451 10.7 ribu orang atau turun 4.57 1.74 1.82 .2.93 2.12 65.95 0. Angkutan Udara 1.15 Februari 568 057 3.

naik 5.4 juta orang. Angkutan Laut Dalam Negeri .57 persen p O S e k t e s Nov D penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional '1 2 J an 96 TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 B.g ta o r ju 20 18 10 12 14 16 0 2 4 6 8 '1 1 J an b M F e ar A pr Mei J un i i A J ul g u Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.

6 ribu orang atau turun 8. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510. Jumlah barang yang diangkut kereta api selama Januari 2012 mencapai 1.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. turun 4.1. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510.1 juta orang.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. C. turun 20.9 juta ton atau turun 3.76 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. 2. Selama bulan Januari 2012. jumlah penumpang kereta api mencapai 16. 2. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam negeri selama Januari 2012 mencapai 8.1 juta orang atau turun 4.18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38.9 juta ton atau turun 16.67 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Bulan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 97 .22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4.40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20.76 persen Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16. Angkutan Kereta Api 1.6 ribu orang.

5 1.34 16 978 14.71 1 836 -2.19 613.96 786.19 Maret 4 155.930.22 1 886 -3.33 10 594.20 439 Januari 4 155.7 -11.33 14 846 -18.1 -2.8 -3.15 539.5 -2.3 4.9 -8.4 10.6 22.2 -11.12 16 441 -3.6 -11.510.0 .37 858.1 11.6 17.78 1 036.7 554.98 1 728 3.38 16 921 13.25 598.6 .6 16.0 .9 -5.51 887.96 September 4 546.5 4.8 881.26 773.88 16 811 3.1 13.71 April 4 098.7 .9 15.38 974.8 1.28 10 442.152 432.97 14 489.39 590.87 770.3 .91 Desember 4 490.7 1.60 624.6 -8.6 -2.96 11 199.10 828.9 -1.67 17 522 6.97 557.1 -0.31 930.5 -8.8 -3.4 -4.1 .68 17 265 -1.4 5.88 806.18 16 102 -4.0 7.02 1 744 7.8 -24.1 -23.02 1 672 25.65 Agustus 3 680.3 -4.0 -9.58 1 757 6.12 1 675 -3.8 -7.5 -7.6 10.91 1 951 6.01 890.61 Juni 4 676.3 15.16 643.26 2012 4 387.7 9.33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).35 867.80 1 006.3 .7 -4.0 -16.03 12 398.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Angkutan Laut Angkutan Kereta Api Domestik Internasional Penumpang Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) org) Peru(000 bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) org) Peru(000 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 2011 51 517.41 14 038.93 Februari 3 812.52 12 055.2 -8.4 -13.9 1.4 9.48 529.16 Oktober 4 348.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 15.45 13 595.68 14 890 -11.90 974.14 16 179 -1.43 November 4 429.46 510.83 15 205.7 -1.199 337 .87 854.72 1 891 9.3 .3 -16.7 3.8 -0.85 1 330 -16.80 Juli 4 901.75 1 587 3.47 1 620 -7.65 18 132 5.52 10 399.0 23.5 -16.28 13 086.16 1 648 -1.44 Mei 4 221. dan data penumpang angkutan .5 -6.16 102 .5 13.05 644.1 886 Januari 4 387.59 656.40 8 881.00 896.72 15 223.25 16 461 -2.90 16 891 -4.

00 5.36 persen) 15.00 9.72 Jumlah penduduk miskin pada bulan September 2011 sebanyak 29.13 juta orang (Tabel 16.89 juta orang (12. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah. 63. Selama periode Maret 2011– September 2011.00 0.00 15.23 Grafik 16.00 10.49 kota desa kota+desa Maret 2011 September 2011 2. Pada bulan Maret 2011. sementara di daerah pedesaan berkurang 0.20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan.02 juta orang (12.49 persen).36 persen).09 15. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1.1 Persentase Penduduk Miskin 9. se n Pe r 20. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29. berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0.1). sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah .09 juta orang. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2011 yang berjumlah 30. Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan. 3.59 12.04 juta orang.kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi. A.89 juta orang (12. bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) 98 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0.

35 persen.19 menjadi 34.72 September 2011 172 723 50 458 223 181 18.21 persen.Selain itu. 1.79 persen dari 103. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Jumlah penduduk miskin (juta) Makanan Bukan Makanan Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perkotaan Maret 2011 177 342 75 674 253 016 11.97 15.36 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah. cabai rawit.4 persen terhadap Triwulan I 2011. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 12. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I. Persentase penduduk miskin 100 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 . Sementara itu.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng. dan 2.46 pada Februari 2011 menjadi 21.perdesaan 63.28 persen. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18.95 9.06 pada Agustus 2011. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7. Selama periode Maret 2011–September 2011.05 9.72 persen.26 persen.89 12.64 persen terhadap ITK Triwulan I. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1. 61.36 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 99 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 16. yaitu sebesar 2. gula pasir.6 persen pada periode yang sama. II.51 persen. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1.59 Kota+Desa Maret 2011 171 834 61 906 233 740 30.02 12. Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6.25 persen.59. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0.32 pada Maret 2011 menjadi 105.23 September 2011 184 919 78 675 263 594 10.1 Garis Kemiskinan.49 September 2011 179 204 64 525 243 729 29.35 persen.94 15. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0.48 persen. dan 30.17 pada September 2011.09 Perdesaan Maret 2011 165 211 48184 213 395 18. 2.

B. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Selama bulan Maret 2011–September 2011, Garis Kemiskinan naik sebesar 4,27 persen, yaitu dari Rp233.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243.729 per kapita per bulan pada September 2011. Garis Kemiskinan (GK), terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Peranan GKM terhadap GK sangat dominan, yaitu mencapai 73,52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73,53 persen pada bulan September 2011. 2. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras. Pada bulan September 2011, kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26,60 persen di daerah perkotaan dan 33,71 persen di daerah perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8,31 persen di perkotaan dan 7,11 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3,35 persen di perkotaan dan 2,66 di perdesaan), gula pasir (2,78 persen di perkotaan dan 3,74 persen di perdesaan), mie instan (2,58 persen di perkotaan dan 2,28 persen di perdesaan), daging ayam ras (2,30 persen di perkotaan dan 1,27 persen diperdesaan), tempe (2,25 persen di perkotaan dan 1,84 persen di perdesaan), tahu (1,97 persen di perkotaan dan 1,50 persen di perdesaan). 3. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan, listrik, angkutan, dan biaya pendidikan. Kontribusi biaya perumahan (7,36 persen di perkotaan dan 5,72 persen di perdesaan), biaya listrik (2,75 persen di perkotaan dan 1,58 persen di perdesaan), biaya pendidikan (2,49 persen di perkotaan dan 1,21 persen di perdesaan), dan biaya angkutan (2,10 persen di perkotaan dan 0,89 persen di perdesaan). C. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. 2. Pada periode Maret 2011–September 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2,08 pada bulan Maret 2011 menjadi
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 101

2,05 pada bulan September 2011. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,55 menjadi 0,53 pada periode yang sama (Tabel 16.2). Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 16.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah, Maret 2011–September 2011
Tahun Kota Desa Kota+Desa

(1) (2) (3) (4) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P
1

) Maret 2011 1,52 2,63 2,08 September 2011 1,48 2,61 2,05 Indeks Keparahan Kemiskinan (P
2

) Maret 2011 0,39 0,70 0,55 September 2011 0,39 0,68 0,53 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011

3. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan. Pada bulan September 2011, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1,48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2,61. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0,39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0,68.

102 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011

Tabel 16.3 Garis Kemiskinan, Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin September 2011
Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Perkotaan Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Pedesaan Total Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 346 385 169,30 13,03 308 265 730,89 22,01 900,19 19,48 Sumatera Utara 288 023 652,09 10,10 239 208 769,35 11,53 1 421,44 10,83 Sumatera Barat 308 068 145,01 7,61 255 719 296,79 9,85 441,80 8,99

Riau 321 390 136,10 6,01 280 271 336,35 9,56 472,45 8,17 Jambi 316 123 97,26 9,95 233 566 154,53 6,99 251,79 7,90 Sumatera Selatan 288 432 407,42 14,94 224 497 654,45 13,39 1 061,87 13,95 Bengkulu 297 506 88,19 16,30 253 434 215,16 17,83 303,35 17,36 Lampung 282 456 224,23 11,32 232 723 1 053,70 18,39 1 277,93 16,58 Bangka Belitung 351 414 20,96 3,35 348 736 44,59 6,91 65,55 5,16 Kepulauan Riau 363 572 104,78 7,09 306 981 17,72 5,46 122,50 6,79 DKI Jakarta 368 415 355,20 3,64 0 0,00 0,00 355,20 3,64 Jawa Barat 234 622 2 628,35 9,09 209 777 2 022,45 13,39 4 650,81 10,57 Jawa Tengah 231 046 2 175,82 14,67 205 981 3 080,17 17,50 5 255,99 16,21 DI Yogyakarta 273 678 298,92 12,88 226 770 265,31 22,57 564,23 16,14 Jawa Timur 242 403 1 734,31 9,66 214 166 3 493,00 17,66 5 227,31 13,85 Banten 247 575 335,12 4,54 214 179 355,75 9,74 690,87 6,26 Bali 255 996 100,86 4,20 217 205 82,27 5,17 183,13 4,59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445,23 23,42 210 046 450,96 16,99 896,19 19,67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99,23 10,47 186 504 887,27 22,93 986,50 20,48 Kalimantan Barat 239 411 89,89 6,70 211 069 286,24 9,25 376,12 8,48 Kalimantan Tengah 259 917 28,29 3,74 254 399 121,73 8,10 150,02 6,64 Kalimantan selatan 268 791 59,96 3,83 235 442 138,66 6,45 198,61 5,35 Kalimantan Timur 359 290 87,90 3,80 297 986 159,23 11,26 247,13 6,63 Sulawesi Utara 227 069 78,14 7,51 216 496 116,58 9,25 194,72 8,46 Sulawesi Tengah 271 260 65,90 10,05 239 973 366,17 17,96 432,07 16,04 Sulawesi Selatan 206 620 133,58 4,48 173 649 701,93 13,63 835,51 10,27 Sulawesi Tenggara 208 575 28,33 4,51 195 620 305,95 18,43 334,28 14,61 Gorontalo 202 305 14,76 4,06 192 274 177,64 25,21 192,40 18,02 Sulawesi Barat 203 048 33,44 12,21 189 980 129,74 14,06 163,18 13,64 Maluku 288 414 56,49 9,59 257 076 299,92 30,03 356,40 22,45 Maluku Utara 264 367 8,55 2,95 226 299 98,53 12,61 107,08 10,00 Papua Barat 356 222 13,62 5,71 325 128 213,49 38,30 227,12 28,53 Papua 320 321 37,35 4,75 266 271 909,05 40,53 946,39 31,24 INDONESIA 263 594 10 954,58 9,09 223 181 18 935,56 15,59 29 890,14 12,36

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin

S UPL E ME N: ME TODOL OGI 103

SUPLEMEN: METODOLOGI XVII.
1. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). Sebaliknya, perubahan negatif IHK disebut deflasi. IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres, yaitu :
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22
n k

P IHK

ni

QP P
1 )1( i oiin k )1( in

Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga.i oioi Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : I 1 QP IHK IHKIHK nn n )1( n )1( 100 100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. seperti ekspektasi inflasi. dapat dicari harganya. SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. dan selalu ada barang/jasanya. Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. SBH terakhir diadakan tahun 2007. inflasi administered prices. yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. nilai . Sejak Juni 2008. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH. Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. dan inflasi volatile goods. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. 104 S UPL E ME N: ME TODOL OGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh. penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas).

dan outlet mandiri (seperti toko eceran. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. menghitung semua komponen nilai tambah. (2) pendekatan pendapatan. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). menghitung semua komponen pengeluaran PDB. persistent. bengkel. mobil. 2. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. cabai. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai). sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). Berdasarkan tahun dasar 2007. dan sebagainya. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. praktek dokter. dan sebagainya). Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. sepeda motor. restoran siap saji. setiap minggu. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. daging ayam ras. 3. dan sebagainya. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan. upah buruh. mie. yang sifatnya cenderung permanen. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. rokok. tarif listrik. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. Secara teoritis. dan sebagainya. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. rumah tangga yang mempunyai pembantu.tukar. minyak goreng. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. susu. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. dan (3) pendekatan pengeluaran. Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. setiap 2 minggu. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. Pertamina dan BP Migas. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan . PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. data Migas dari KPPBC. pasar modern. dan bersifat umum. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods.

mereka yang mempersiapkan usaha. penghuni perahu/rumah apung. yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela). awak kapal berbendera Indonesia. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja.go. Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya. adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. pengungsi dan masyarakat terpencil).bps.berikutnya). baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. mereka yang tidak mencari . dengan pendekatan rumah tangga. Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 5. Survei Penduduk Antar Sensus. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah. Pengumpulan data berbasis sampel.id. Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Pengangguran Terbuka (Unemployment). Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia.

sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. Semakin tinggi NTP. Peternakan. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. 7. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. Tanaman Perkebunan Rakyat. Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan. Hortikultura. Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. harga di penggilingan ditentukan dari . dan Perikanan. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel).pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 108 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 8. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 107 6. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. Karena unit penggilingan bukan merupakan responden.

dan diprediksi menurut tingkatan waktunya.105/PMK.d. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. 11. yaitu: pertanian. impor dan ekspor. 9. IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. dengan responden pimpinan perusahaan.500 rumah tangga. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1.400 perusahaan besar dan sedang.8 Tahun 2003. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. industri. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia. Data realisasi produktivitas diperoleh dari . ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel.hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat. merupakan angka realisasi. pertambangan dan penggalian. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang. tetapi saat panen raya (Maret s. Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar).11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional. Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya. Jumlah sampel STB sebanyak 2.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 10. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres.

Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April.576 perusahaan. Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. 13. Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. baik laut maupun udara. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3). Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. 12. Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 110 S UPL E ME N: ME TODOL OGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. Data yang .hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan. Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). termasuk di dalamnya Crew WNA.

Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. Kemiskinan i. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 111 14. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). Dengan pendekatan ini. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. IV.d. jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya.dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. ii. dapat dihitung Head Count Index (HCI). didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. 15. Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. iii. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Sebagai informasi tambahan. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. BPS menggunakan konsep kemampuan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Untuk mengukur kemiskinan. jumlah kamar terpakai. . PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. Dengan pendekatan ini. yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan.