P. 1
Kondisi Ekonomi Indonesia 2012 Diproyeksi Solid

Kondisi Ekonomi Indonesia 2012 Diproyeksi Solid

|Views: 355|Likes:
Dipublikasikan oleh Okie Orrantia

More info:

Published by: Okie Orrantia on May 24, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2013

pdf

text

original

Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi yaitu

Kondisi Ekonomi Indonesia 2012 Diproyeksi Solid, dan Tumbuh Hingga 6,7 Persen
[Unpad.ac.id, 16/02/2012]Kondisi perekonomian global pada tahun 2011 menunjukkan kondisi yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut dapat berakibat negatif pada kondisi perbankan di berbagai negara, selain juga memiliki dampak terhadap meningkatnya resiko kondisi perekonomian di masa yang akan datang. Walaupun demikian, kondisi buruk tidak terjadi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2011 mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu mencapai 6,5 persen. Hal ini juga seiring dengan kondisi perbankan di Indonesia yang cukup baik. “Berbagai kondisi kondusif tersebut tidak terlepas dari kebijakan Bank Indonesia dan koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah,” ujar Kepala Biro Pengaturan Bank- Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia, Irwan Lubis, saat menjadi Keynote Speaker dalam One Day Seminar “Global Crisis and Resistance of Indonesian Banking”. Acara ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (16/02). Sementara Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman mengatakan bahwa ketidakpastian global yang terjadi saat ini lebih kompleks dibandingkan dengan krisis global yang terjadi pada tahun 2008. Hingga saat ini, kondisi perekonomian masih tidak menentu dan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu mendatang. Krisis perekonomian yang mulanya terjadi di Yunani ini sudah kian menyebar ke beberapa negara di Eropa, seperti Spanyol, Italia, Portugal, dan Perancis, yang terlihat dari meningkatnya biaya pinjaman dari negara-negara tersebut. Namun demikian, senada dengan Irwan, Abdul Rachman juga mengatakan bahwa di tengah ancaman krisis global, perekonomian Indonesia memiliki kondisi yang baik. Kondisi Perekonomian Indonesia pada tahun 2012 bahkan diproyeksikan solid, dan memiliki peningkatan hingga 6,7 persen. Menurutnya, hal ini besar dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi domestik. “Ekonomi domestik tumbuh karena porsi ekonomi kita yang bergantung pada ekspor relatif kecil,” ungkapnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 juga didorong karena diakuinya perekonomian Indonesia oleh negara-negara berkembang. Beberapa negara berkembang menganggap bahwa Indonesia sudah dapat mengelola ekonominya dengan baik. Optimisme prospek perekonomian tahun 2012 juga didorong adanya peningkatan rating Indonesia yang masuk ke level investment grade. Dengan demikian, beberapa negara berkembang sudah menunjukkan rasa percaya yang tinggi untuk menginvestasikan dananya di Indonesia.

“Hal ini akan berdampak positif. Misalnya perusahaan multinasional akan melakukan investasi jangka panjang. Selain supply uang akan meningkat, job opportunity juga akan meningkat,” tutur Abdul Rachman. Seiring dengan hal tersebut, kondisi perbankan nasional juga sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari sisi aset, penyaluran kredit, rasio permodalan, dan kualitas kredit perbankan di Indonesia. Kedepannya, kinerja perbankan nasional akan tetap solid karena didukung oleh beberapa hal, yakni kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat dan kualitas fundamental sektor perbankan nasional yang berada dalam kondisi yang baik.

Tantangan Global Masih teringat jelas, sepanjang tahun 2011, isu krisis utang dan defisit anggaran akut di Yunani membuat goncangan-goncangan ekonomi terutama di pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE), dan khususnya 15 negara pengguna mata uang euro, ternyata tidak berhasil mengembalikan keyakinan investor, bahkan pesimisme menguat bahwa krisis UE akan memakan waktu yangg lama. UE menghadapi problem fiskal yang berat dengan defisit anggaran rata-rata tercatat 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan rasio utang terhadap PDB sebesar 80 persen. Tidak hanya UE dijerat oleh krisis fiskal, problem anggaran di Amerika Serikat (AS) juga sangat akut. Dengan defisit anggaran sebesar 1,3 triliun dollar AS atau sekitar 8,6 persen dari perkiraan PDB 2011 dan besarnya utang pemerintah yang mencapai 15,6 triliun dollar AS atau sekitar 90 persen dari PDB. Krisis fiskal membuat AS kehilangan peringkat tertingginya AAA selama 70 tahun menjadi AA+ pada 3 Agustus 2011 lalu. Dalam perkembangan belakangan ini ekonomi AS mulai menunjukkan perbaikan terutama dengan semakin membaiknya keyakinan konsumen dan turunnya tingkat penggangguran menjadi 8,5 persen pada Desember 2011. Harapan juga muncul dari UE seiring dengan semangat untuk melakukan konsolidasi fiskal disertai injeksi likuiditas dalam bentuk pinjaman dari Bank Sentral Eropa (ECB) kepada perbankan di UE dengan bunga hanya 1 persen dan tenor 3 tahun. ECB dikabarkan masih akan menambah jumlah pinjaman tersebut hingga mencapai 1 triliun euro. Tambahan likuiditas dalam jumlah yang cukup masif ini juga memberi peluang mengalirnya dana UE tersebut ke emerging market Asia, termasuk ke Indonesia. Apalagi disaat yang sama, kondisi ekonomi Indonesia mempunyai kekuatan pasar domestik yang disertai dengan peningkatan daya beli masyarakat. Tantangan domestik Struktur demografi Indonesia menjadi daya dukung pasar domestik terrsebut. Jumlah penduduk dengan kategori kelas menengah - menurut Bank Dunia adalah penduduk dengan pengeluaran antara 2 dan 20 dollar AS per hari - meningkat sebanyak 50 juta antara tahun 2003-2010.

Selain dukungan demografi, kinerja makro Indonesia tercatat solid menguat. Ketika pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan hingga negatif (resesi), bersama Cina dan India - ekonomi Indonesia tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi semakin solid di tahun 2010 yang mencapai 5,9 persen yoy, dan 6,5 persen yoy pada tahun 2011. Disaat yang sama, angka inflasi turun, cadangan devisa terus bertambah menembus diatas 100 miliar dollar AS. Selain itu, ekonomi Indonesia juga didukung oleh sistem keuangan yang relatif stabil. Indeks stabilitas keuangan tercatat semakin rendah. Hasil perhitungan BI mencatat indeks stabilisasi sebesar 1,68 pada Oktober 2011, turun dari 2,43 pada krisis 2008. Di pasar keuangan, Indonesia berpotensi menjadi primadona investasi tahun 2012, terlebih lagi Fitch pada 15 Desember 2011 lalu menetapkan Indonesia masuk dalam kategori peringkat investasi. Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2012 justru berasal dari sektor riil didalam negeri. Pasar domestik yang kuat bisa menjadi relokasi pasar domestik sementara waktu. Tentunya pasar domestik Indonesia juga menjadi incaran pasar impor terutama dari negara-negara Asia akibat mitra dagang mereka di UE melemah. Akses ke perbankan yang tidak cukup mudah disertai bunga kredit yang mahal, biaya logistik yang tinggi karena terbatasnya konektivitas dan tentu saja infrastruktur yang tidak memadai dan masalah akut korupsi. Pada saat yang sama pemerintah mulai 1 April mendatang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata sebesar 10 persen dan akan melarang mobil plat hitam menggunakan premium subsidi. Menurut pemerintah, kedua komponen tersebut diperkirakan akan menambah inflasi sebesar 0,8 persen. Namun kami perkirakan dampak totalnya memberikan tambahan inflasi hingga 2 persen. Ekspektasi kenaikan inflasi ini akan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Faktor-faktor tersebut membuat daya saing produk domestik kalah dibandingkan produk impor terutama untuk barang konsumsi. Akankah produk Indonesia bisa bersaing di pasar sendiri ditengah kemungkinan gempuran produk-produk impor yang lebih murah ditengah kendala yang ada? Kuncinya adalah kredibilitas pemerintah. Rencana pemerintah membangun berbagai proyek infrastuktur harus terealisasi dan pemerintah perlu melakukan terobosan kebijakan dalam jangka pendek. Saatnya pemerintah juga agresif disisi fiskal, memastikan serapan anggaran yang maksimal sehingga peran pemerintah mendorong pertumbuhan yang bisa mengkompensasi kemungkinan perlambatan dorongan ekonomi dari penerimaan ekspor. Intinya adalah bagaimana membuat pasar domestik menjadi kekuatan ekonomi Indonesia ditengah berbagai risiko global saat ini.

turun 9.32 persen dan 0.97 miliar. 7. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. ii HE ADL I NE S 6. Pada Februari 2012.35 persen dibanding bulan sebelumnya. Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0. 3.48 miliar.38 miliar.49 miliar.57 persen dibanding impor Desember 2011.48 miliar. namun naik 6.30 persen dibanding bulan sebelumnya. Impor Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14.28 persen dibanding ekspor Desember 2011. turun 11.3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q).5 persen dibanding PDB Triwulan IVMARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2010 (y-on-y).07 persen dibanding ekspor Januari 2011. dan barang modal US$2.12 miliar.77 persen dibanding Januari 2012. nilai impor barang konsumsi Januari 2012 sebesar US$1.14 persen dibanding bulan sebelumnya.37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. dan pertambangan dan lainnya US$2.52 miliar yang terdiri dari produk pertanian US$0.27 persen dan cabai rawit turun 6. 5. PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1. Harga Pangan Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. 8.02 persen jika dibanding impor Januari 2011. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan NTP Februari 2012 turun 0. Menurut golongan penggunaan barang.HE ADL I NE S i HEADLINES 1. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. Harga cabai merah Februari 2012 turun 30. Pertumbuhan PDB PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6. 2.57 miliar. Inflasi Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. Upah Buruh Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik masing-masing sebesar 0. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) . sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012 naik 0. bahan baku/penolong US$10. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.05 persen. namun naik sebesar 16. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12.5 persen.60 persen dibanding bulan sebelumnya.65 miliar.46 persen.31 persen dibanding bulan sebelumnya.56 persen. industri US$9. 4. Ekspor Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15. dan naik 15. Secara kumulatif.81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (y-on-y) sebesar 3.

Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17. Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 106. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652.09 persen dibanding Triwulan III-2011.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 13.IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0. Industri Manufaktur Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 3.02 persen jika dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y).97 persen dibanding tahun 2010.74 persen dibanding bulan sebelumnya. namun turun sebesar 9. Transportasi Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2.37. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) menurun 1. dan naik 6.35 persen dibanding bulan sebelumnya. Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4.81 persen dibanding tahun 2010.08. iv HE ADL I NE S EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KATA PE NGANTAR v .84 ribu ton menurun 6.63 ribu ton menurun 3. Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4.7 ribu orang. IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108.44).10 persen dibanding tahun 2010.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. 10. Produksi Tanaman Pangan Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65.31 persen MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108.92). Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108. 9.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 11. naik 18.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 HE ADL I NE S i i i 12.92 persen jika dibanding bulan sebelumnya.

................. ekspor-impor (s... v DAFTAR ISI ...............................d.......................... tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia......... perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s................ IV.. 30 ....................id.. viii DAFTAR GRAFIK ....................... yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan........................... vi KATA PE NGANTAR EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR I S I v i i DAFTAR ISI HEADLINES ............. keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan................................................................................................ Agustus 2011).................... Lebih lanjut......... 26 III... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jakarta...................... Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS........... triwulanan................. xiii FOKUS PERHATIAN ................ hasil Sensus Penduduk 2010.d...............................................................................d........................ dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www...................... Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s..................... Januari 2012)... Februari 2012)............d....Sc..............d. Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu............ harga dan upah (s......................................... produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011).............................. 1 INFLASI FEBRUARI 2012 ........ Triwulan IV-2011)................go....... 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr...... Februari 2012)................ Suryamin.... II............................ harga perdagangan besar (s........ perkembangan ketenagakerjaan (s....... M................. Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi.............................. IMPOR JANUARI 2012 ............ wisatawan dan transportasi (s................................... 16 EKSPOR JANUARI 2012 .................. i KATA PENGANTAR ................................. Januari 2012).. perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s.KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).............................................. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 ........bps... Triwulan IV-2011)...... vii DAFTAR TABEL ...............d......d. 9 I....................................................... Februari 2012)...d....

............................................. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 ..11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 .....9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) ....................................................................... PARIWISATA JANUARI 2012 .. 24 Tabel 3..........2 Laju Inflasi Februari 2012........................................................................................................... 17 Tabel 2..................................... 27 ..................................... 63 IX..... 13 Tabel 1........ 22 Tabel 2........7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011...........................................7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) .......... 98 XVI............... 54 VII.. 12 Tabel 1........1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012................. 103 XVII............................................................ 24 Tabel 2.......8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) .....1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) ............................. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 .. 95 XV........................3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga...... 11 Tabel 1.............................5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) ................ 14 Tabel 2..............10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ...................................................................................2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha .................................... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 v i i i DAF TAR TABE L DAFTAR TABEL Tabel 1..................... 12 Tabel 1...1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 ........................................................................... Februari 2012 (persen) ...................................................... 77 XI. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) ................................... Desember 2011–Januari 2012 ...........6 Inflasi Beberapa Negara............. 61 VIII......... 18 Tabel 2....5 Inflasi Nasional Year-on-Year ........ SUPLEMEN: METODOLOGI . 21 Tabel 2................................... 11 Tabel 1........................................................................... KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 ............ 13 Tabel 1.................... 23 Tabel 2............................................................. 87 XIII............................................................................ 20 Tabel 2..................... KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 ... 18 Tabel 2........................ TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 ..................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) . 83 XII................................ Februari 2012............................. 69 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 ........................ 23 Tabel 2..................................4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan................6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) .....................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen)... NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 ................................ 19 Tabel 2.................... HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 ................................... 74 X................................ KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 ........................ Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year . INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 .............................. 92 XIV........ 36 VI............................V......................... UPAH BURUH FEBRUARI 2012 ...4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender ..........

........................................ 34 Tabel 4............................. Triwulan I 2010–Januari 2012 . 55 Tabel 6...... 49 Tabel 5....... Januari 2011 dan 2012 ...................................... SP2010 ......... 34 Tabel 4...........................8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi...4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.................................................................... 32 Tabel 4......... SP2010 ......1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan......5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama............................................4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 ...................... Juta US$) ................... 35 Tabel 5.. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi ............................................................................. 43 Tabel 5........11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar........... 2010 .............................4 Ekspor-Impor Beras Indonesia................. 29 Tabel 3......... 41 Tabel 5........... 32 Tabel 4................... 40 Tabel 5... SP2010 ............................................................ Laju Pertumbuhan................................................6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang................................... 28 Tabel 3...............9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari..........10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih ....................... 50 Tabel 5............. 53 Tabel 6..........7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama....................... 36 Tabel 5.. 47 Tabel 5..........................................................3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan ..14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon....................... Januari 2011–Januari 2012 .........2 Penduduk................................................... 2010 ........ 44 Tabel 5.......6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.. 52 Tabel 5....................................................................12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja.......................................................... 2011 dan 2012 ...... SP2010 ........... 35 Tabel 4....................... 2011 dan 2012 ............................................. SP2010 . 45 Tabel 5...................................................................5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB............... SP2010............ Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$) ................ 56 ................................. Januari 2012 ........ 33 Tabel 4........ 29 Tabel 4.............................. 48 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x DAF TAR TABE L Tabel 5............ SP2010 ....................2 Perkembangan Impor Indonesia....8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 ...............1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari................................ 2010 .....................................................Tabel 3..............5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.....2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) .....15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus...................... 28 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L ix Tabel 3........................ 51 Tabel 5.....7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.................................1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin...... 33 Tabel 4.. 2010 ...................................13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak...................... SP2010 .......2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ............................................... 42 Tabel 5.................................... SP2010 ................................................................ 46 Tabel 5.................. 2010–2011 (juta orang) ............................3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 ...........

.............................................................................................................. 57 Tabel 6......................................1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ...........3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 ......... 58 Tabel 6.............. (2005=100) .............................................................................................................................. 58 Tabel 6..............................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 ...................................... 68 Tabel 9... Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010-Februari 2012 ........................................ dan Produksi Padi Menurut Subround.... Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) ........2 Perkembangan Luas Panen... 73 Tabel 10.. (2005=100) ........................................4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) ........ 71 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR TABE L xi Tabel 9.......4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.............. (2005=100) ................ 62 Tabel 8.1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani............... 84 Tabel 12...................... Produktivitas........... 2009-2011 ........................................................................ 66 Tabel 8........... Indonesia Januari 2012–Februari 2012..................................................... 76 Tabel 11...... Produktivitas............................................ 78 Tabel 11.........2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya .........6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) ....................................2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya...............................3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) ........4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ............................................................... 88 Tabel 13........................... 79 Tabel 11........ 75 Tabel 10........................................................3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012........1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ............................................. dan Produksi Palawija......................................................... 76 Tabel 10................... 60 Tabel 7.1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) .................................................................. Februari 2011–Februari 2012 ........................... 86 Tabel 13..................................1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas....... 75 Tabel 10. (2005=100) ....................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan ........ 81 Tabel 11......................2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 ................................. 70 Tabel 9....................................................3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ...........................Tabel 6.....5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) .............. 82 Tabel 12..1 Perkembangan Luas Panen. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012... Indonesia Januari 2012–Februari 2012..... Indonesia Desember 2011–Januari 2012.................................................................................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya..... 67 Tabel 8............... 2009-2011 ...........................................2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi....... 59 Tabel 6........................

....................................2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari...................... 19 Grafik 2.......1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s......... Maret 2011–September 2011 ....... 2010 ........................... 38 Grafik 5...................... 2010–2012 ......... 39 Grafik 6............1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 ...................................... Tingkat Penghunian Kamar......... dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 ... Maret 2011–September 2011 ...... 9 Grafik 2......1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 ...................... 20 Grafik 2. 16 Grafik 2..............102 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 DAF TAR GRAF I K x i i i DAFTAR GRAFIK Grafik 1.............................4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) ...........1 Garis Kemiskinan. Februari 2011–Februari 2012 ....... 97 Tabel 16................2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah.............................. 2011 dan 2012....... 22 Grafik 2.............. 54 Grafik 7..........................d Triwulan IV-2011 (persen)......................................... 99 Tabel 16............................................................ Tahun Kalender..................................... Penduduk yang Bekerja............ dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota............................1 Jumlah Angkatan Kerja...........1 Nilai Tukar Petani (NTP).................... 26 Grafik 4............... 89 Tabel 13.......2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi.................. 63 Grafik 8......................................................... 94 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i i DAF TAR TABE L Tabel 15............................. dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) ......3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 ..............1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ................................................. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah........................................ 17 Grafik 2...... 88 Tabel 13................................... 25 Grafik 3...101 Tabel 16.........3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) ... 37 Grafik 5...............2010–2011 (persen) 2000=100 ...................4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 . dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 ... Indeks Harga yang Dibayar Petani ..1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 ..........................1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan................ 1971-2010 ......1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 .......................................................6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) .............. 31 Grafik 5................................ 30 Grafik 4................... Jumlah... 61 Grafik 8...............5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen)................................................3 Garis Kemiskinan.........................................1 Perkembangan Jumlah Wisman..........2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).................................................................... 91 Tabel 14..................3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia................................2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) .........

........................................ Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.......................... 70 Grafik 10..... MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.....05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0...5 persen ............................1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ............................04 persen)....................................................................................3 Inflasi Perdesaan.................(Ib)...................... 93 Grafik 15.............................................. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi .................. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1. 83 Grafik 12......3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ..............1 Perkembangan Produksi Padi............ Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0............................... 65 Grafik 9............................. 84 Grafik 13............. Inflasi Februari 2012 sebesar 0.........56 persen............2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ............................03 persen).............13 persen............... Februari 2010–Februari 2012 ..81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3........................................................... 95 Grafik 16........................ perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.. 2009–2011 .....................................................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 ............... 78 Grafik 11.......... Pada Triwulan IV-2011... 69 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 x i v DAF TAR GRAF I K Grafik 9................... 92 Grafik 14......1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .....................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) ................ 90 Grafik 14..................................1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 ......... 2009–2011 .........1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 ................. 80 Grafik 11................................... 81 Grafik 12.............. 98 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 1 FOKUS PERHATIAN 1. 64 Grafik 8......................................1 Persentase Penduduk Miskin .....................................................................73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0.................................................05 persen............................ 87 Grafik 13............05 persen..............1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 .... 74 Grafik 11....2 Pola Panen Padi...2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ...................................................................... Februari 2011–Februari 2012 ........................... Dari 66 kota........................................................ Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1......... 2.....29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0..................................

namun turun sebesar 11.07 persen (year-on-year).49 miliar.66 persen dibanding bulan sebelumnya.82 persen. PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.3 persen. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1. namun turun 9. Secara kumulatif. Ditinjau dari sisi penggunaan. dan impor barang dan jasa naik sebesar 6. Peternakan. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.9 persen.28 persen dibanding ekspor Desember 2011. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5.2 persen dan terendah di Sektor Pertanian. naik 6. Menurut sektor.(year-on-year).02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear). 4.57 miliar.97 miliar atau turun 14.3 persen. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6. Peternakan.5 persen. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0. Hotel dan Restoran sebesar 10.82 persen.5 persen. atau naik 16. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20. Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear).5 persen. peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear). ekspor barang dan jasa naik sebesar 3. . ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.57 miliar.1 persen. ekspor hasil pertanian turun 1.57 persen dibanding impor Desember 2011. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan. naik 6.8 persen.2 persen. naik 16. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.52 miliar atau turun 7. 2 F OKUS PE RHATI AN 3.49 miliar.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.

2 . TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6.1 juta rumah tangga (14.49 persen per tahun. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117. Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2. meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km 2 ).0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119.6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119.37 persen).6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011.70 juta orang (6.70 persen).56 persen.39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0. Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7.52 miliar).53 miliar) dengan pangsa 21. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.055 orang per km 2 ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah.6 juta orang. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9.7 juta orang. Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km . Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237.Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11. Sekitar 40.99 miliar atau turun 18.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa (1.88 persen.14 persen). berkurang 1.40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 3 5.3 juta orang).80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7. Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61.58 miliar atau turun 9. 6. Dilihat dari penyebaran penduduk. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2.70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6.4 juta orang).14 persen). Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7.81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2.0 juta orang.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111.32 miliar.91 persen).56 persen). MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237.50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24.05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109.469 orang per km 2 ).4 juta orang. berkurang 2. Nilai ini turun 7. Sebesar 83.

12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0. lebih tinggi dari . Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63. Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39.81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan.02 persen).77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya. dan olah raga (0.939 Secara nasional. naik 0. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.39 persen. serta transportasi dan komunikasi (0. dan 0.520 per kg. tanaman perkebunan rakyat.16 persen.23 persen dan 0. NTP Februari 2012 tercatat 105. kesehatan (0. yaitu bahan makanan (0. harga beras Februari 2012 naik 15.77 persen dari bulan sebelumnya.09 persen.02 persen. 8. turun 0.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya. makanan jadi (0.29 persen).03 persen). naik 0. naik 0. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 5 9.49 persen).60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105. Dibanding Februari 2011 (year-onyear).854.73. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39.520 per kg. perumahan (0. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1. hortikultura. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi. pendidikan. Pada Februari 2012. rekreasi. sandang (0.40 persen).14 persen.50 persen). sedangkan secara riil turun sebesar 0.53 persen).08 persen). 0.30 persen. Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.4 F OKUS PE RHATI AN 7. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0.46 persen.10. dan secara riil naik sebesar 0.60 persen dari bulan sebelumnya.854 dan Rp63. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga. naik 0.42 persen).35 persen dibanding upah bulan sebelumnya.37 persen. turun 0.939.10. 0. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.

37).31 persen).35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187.82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103.27). 10. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya.34). Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0. peternakan. tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108.27 persen). tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. Selain beras. dan ikan kembung (turun 1. naik sebesar 0. Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113. minyak goreng.77. Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52. turun 1.89 persen).24 juta ton. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30. Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111.92. penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar 6 F OKUS PE RHATI AN 105.92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106.40 persen.07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0.35 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1. 11. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi. gula pasir. 12. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi. cabai rawit (turun 6. menurun sebanyak 0.inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.74 juta ton GKG.10 persen) dibandingkan tahun 2010.65 persen).74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).69).73 juta ton (1. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106. Komoditas lain yaitu daging sapi. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0. sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1. Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108.56 persen.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya.32). susu kental manis.67). terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108.44.30 persen.10 persen.57 persen).51).13 ribu . komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1. daging ayam ras (turun 1. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65.97 juta ton. Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65.57 persen). kehutanan dan perikanan. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108.08).

22 persen dibanding bulan sebelumnya.93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548. naik 5. 15.70 persen).81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6.02 persen).16 persen dari November 2011 (m-to-m).92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya.76 persen.7 juta orang.90 ribu hektar (6. naik 18.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.27 persen atau naik 0. produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. naik 18.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 F OKUS PE RHATI AN 7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.04 persen) dan sebesar 0.24 ribu hektar (6. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1.31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.hektar (0.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali. dan jumlah penumpang kereta api turun 8 F OKUS PE RHATI AN 4.40 persen dibanding bulan sebelumnya. jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15.80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011.4 juta orang. dan jumlah .29 kuintal/hektar (2. Dibanding Januari 2011 (year-onyear). dan naik sebesar 5.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear). Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9. dan naik 3. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5. naik 5.09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q).35 kuintal/hektar (0. 13. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20. Selama Januari 2012. Dibandingkan tahun 2010.91 persen).7 ribu orang.19 ribu ton (6.8 ribu orang. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63.34 persen.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652.02 persen (year-on-year).02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year).46 persen dibanding bulan sebelumnya. Sekitar 38. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6.14 kuintal/hektar (1. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8.57 persen. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652. jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4.54 persen). 14.57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.4 juta orang.

35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. dan Year-on-Year un J ul Mei J A g . 16. penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi.09 juta orang.96.04 juta orang. turun 0. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73.36 persen).73 persen dengan IHK 145. Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0. Dari 66 kota.89 juta orang (12.21 dan terendah terjadi di Palu 0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.penumpang kereta api turun sebesar 4.67 persen. Sebagian besar (63.03 persen dengan IHK 131.04 persen dengan IHK 135. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1.89 juta orang (12.49 persen). Tahun Kalender.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0.36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29. 1. Selama periode Maret 2011–September 2011.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan.02 juta orang (12.53 persen. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 9 INFLASI FEBRUARI 2012 I. n) s e (pe r MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 '10 A pr M ar Grafik 1.00.29 persen dengan IHK 133.59.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30.

beras 0. Menurut jenis pengeluaran rumahtangga. air. listrik. gas. kesehatan 0.Gabungan 66 Kota.73 persen.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen). komunikasi.34 persen.08 persen dan transpor. dan bahan bakar 0. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0.27 persen.05 persen pr Mei J un J Bulan ke Bulan Tahun Kalender Year-on-Year g s ul A pt O S e 2. dan olahraga 0. sandang 1. k t e s Nov D '12 F e J an b 10 I NF L AS I F E BRUARI 2012 3.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen). inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0. dan jasa keuangan 0.05 persen. perumahan. pendidikan. andil emas perhiasan 0. bawang merah .22 persen. Dari inflasi 0. 2010–2012 e pt s S t Nov O k s D e '11 F e J an ar A b M Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. rekreasi.15 persen.06 persen.

05 persen.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen).05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen).17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen).77 persen. sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0. Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0.81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4.05 persen berasal dari andil komponen inti 0. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0. 4.31 persen. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.13 persen. Inflasi Februari 2012 sebesar 0.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.24 persen. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 11 Kelompok Pengeluaran MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1. tomat sayur -0.33 persen. Sementara andil cabai merah -0. 7. daging ayam ras -0.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen).33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0.03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen). Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0. 5. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) .05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0.02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen). Menurut karakteristik perubahan harga. tahun kalender 2012 sebesar 0. inflasi Februari 2012 sebesar 0.56 persen.0. 6.94 persen.

82 106.21 120.46 0.14 8.49 126. Transpor dan Komunikasi.40 4.33 0.34 1.11 2. Gas. Tabel 1.56 Inti 121.77 157.51 123.58 0.46 129.85 123. dan Jasa Keuangan 118.96 0.27 0.56 1.43 -0.49 Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) .23 4.06 0.68 2.07 2.35 137.87 2. Listrik.00 4.81 3.14 152. Bahan Makanan 150.08 0.31 Harga Diatur Pemerintah 120. Rokok.95 124. Rekreasi.05 0.76 154.22 0.81 3.86 138. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga Komponen IHK Februari 2011 (2007=100) IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 126. Makanan Jadi.15 0.96 0.96 0.81 3.14 108.77 4.94 1.59 108.91 130. dan Tembakau 3.65 3.03 122. Kesehatan 117.45 -0.22 1.Umum (Headline) 126.91 130.30 1. 2) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya. Pendidikan. Air.90 1.60 155.94 124.71 5. dan Olah raga 7.73 6.55 120.46 0. dan Bahan Bakar 133.95 0.2 Laju Inflasi Februari 2012.85 136.24 125. Sandang 126.57 139.05 0.49 0.73 1.88 Bergejolak 153. Minuman.46 129.66 123.24 0. Perumahan.79 121. 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.

82 2.36 0.77 -0.20 2.85 November 0.80 0.91 3.05 1.58 9.30 0.45 0.93 3.79 0.10 -0.84 5.47 0.34 5.31 0.79 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I NF L AS I F E BRUARI 2012 13 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 1.02 1.98 3.89 0.27 4.23 2.72 1.07 0.85 0.13 0.57 6.07 0.04 1.44 0.45 5.96 2.48 5.39 Mei 0.75 0.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 .12 1.78 6.28 5.21 2.96 3.67 2.32 1.06 2.74 4.37 0.95 0.05 0.41 10.06 Juli 0. Bergejolak -0.92 0.40 1.76 1.06 -0.11 0.51 Juni 0.16 0.65 0.04 1. Inti 0.77 -0.41 0.12 -0.69 September 0.84 0.24 10.03 0.60 0.28 2.44 0.70 April -0.46 0.84 0.24 0.45 1.20 Desember 1.41 0.04 0.33 0.18 0.67 2.22 4.04 0.62 0.66 4.14 1.47 2.15 0.12 5.89 0.37 0.57 -0.19 0. Harga Diatur Pemerintah 0.74 Agustus 0.01 0.81 Maret 0.05 3.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.10 1.59 11.05 1.14 -0.29 0.22 -0.51 0.15 -0.57 0. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) U m u m 0.42 1.31 1.Laju Inflasi Year-onYear Laju Inflasi Year-onYear 3) 12 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.08 7.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Bulan Inflasi Nasional (bulan ke bulan) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Inflasi Nasional (kalender) 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1.97 0.99 0.03 0.97 Oktober 0.35 2.55 2.44 0.56 0.05 1.76 Februari 0.97 1.14 1.10 1.21 0.10 2.43 11.76 0.81 8.20 Tabel 1.

25 0.06 11.65 5.30 Sumber: http://www.singstat.80 7.78 6.56 6.60 3.gov.57 5. Inggris 0.17 3.10 0.30 1.10 4.cencus.90 9.60 11. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.10 5.77 11.70 1.00 0. Amerika Serikat -0.59 11.79 3.79 Tabel 1.30 7.80 4. Afrika Selatan 0.33 4. Vietnam 0.42 November 6.57 0.20 3.85 2.32 -0.gov. Cina 0.40 8.56 Maret 6.16 0.31 3.50 4.cn.gov.75 6. http://www.20 0.41 6.26 7.13 17. Pilipina -0.96 3.61 Agustus 6.17 7.04 4.68 2.02 3.statistics. http://www.ph. dan www.40 -0.92 3.50 2.28 -0.54 Juli 6.29 8.43 6.com 14 I NF L AS I F E BRUARI 2012 Tabel 1.00 2.gov.ibge.90 2.gov.50 9.84 3.50 4. Desember 2011–Januari 2012 Negara Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Desember Januari Desember Januari (1) (2) (3) (4) (5) 1.72 7.bloomberg.79 September 6.88 11.22 4.20 3.36 9.statssa.01 10.06 2. http://www.my.60 6. http://www.22 10. http://www.vn. http://www. Februari 2012.br.67 4.6 Inflasi Beberapa Negara.70 4.sg.16 5.bls.gso.gov.76 3.50 0.30 3. Malaysia 0.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.90 6.44 4.14 2.pk.40 4.75 10.71 11.27 8.gov. http://www.81 6.65 3. Singapura 0. http://www. Pakistan -0.61 Oktober 6.statpak.gov.65 Februari 6.91 6.77 2.gov.stats.15 Desember 6. Brazil 0.98 Juni 5.00 2.52 8.53 1.statistics.40 3.gov. Indonesia 0.96 7.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6.50 6.95 12.83 .83 5.05 5.uk.65 April 6.16 Mei 6.10 6. http://www.20 0.90 5.00 18. Aceh Banda Aceh 3.51 11.03 3.za.50 4.38 6.71 6.

14 0.26 2.71 -1.35 0.11 0.22 5.44 -0. Jambi 7.78 3.28 Cilegon 2.78 -0.20 -0.03 Palembang 3.56 Tanjung Pinang 3.78 0.17 0.21 Pematang Siantar 4.76 -0.97 0.10 0.26 0.12 9.10 0.75 5.21 1.96 -0.29 -0.58 0.95 0.82 0.04 Padang Sidempuan 4.83 Medan 3. Bengkulu 10.34 0.62 -0.83 1.78 3.32 2.23 1.09 -0.78 13. Sumatera Selatan Jambi 2.21 11.60 3.50 2.91 1.65 2.45 -0.06 Bandung 2.94 Bogor 2.24 -0.Lhokseumawe 3.03 0.01 Depok 2.09 -0.46 Tangerang 3.10 1.44 6.35 2.69 3.52 3.14 1.66 -0.18 0.82 4.66 Dumai 3.08 . Sumatera Utara Sibolga 3.19 3.23 Tasikmalaya 4.24 0.00 -1.98 8.37 -0.86 3.69 Sukabumi 4.55 -0.70 Cirebon 3.37 3.08 1. Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang 5.72 3. DKI Jakarta 12. Banten Serang 2.90 0.78 0.27 2.17 0.32 -0.35 1. Riau Pakanbaru 5.51 4.85 0.62 2.65 3.03 2.25 -0.99 3. Jawa Barat Jakarta 3.46 0.17 0.76 -1.31 0.60 2.05 1.35 0.03 2.08 Bandar Lampung 4.75 -0. Sumatera Barat Padang 5.04 3. Lampung Bengkulu 3. Kepulauan Riau Batam 3.54 -0.64 Bekasi 3.20 0.90 -0.

37 0.95 Kediri 3.85 4.27 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) I NF L AS I F E BRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.27 0.08 0.56 1.31 2.46 3.45 3.88 0.62 0.87 0.25 0.35 3.72 0.48 Madiun 3.49 3.I.24 3.18 0.85 Sumenep 4.18 0.79 3.05 0.78 0.22 0.28 Semarang 2.64 4.51 Surakarta 1.43 0.41 2. Bali .10 0. Jawa Tengah Purwokerto 3.93 0.7 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 2011 Inflasi Provinsi Kota Inflasi Februari 2012 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 17.36 0.35 0.21 0.49 0.28 Jember 2.46 0.08 Surabaya 4.81 15. Jawa Timur Yogyakarta 3.58 -0. D.14.98 3.55 1. Yogyakarta 16.67 Probolinggo 3.94 Malang 4.18 Tegal 2.40 0.

09 1.14 5.46 -0.23 0.32 0.67 0.60 6.60 0.92 2.99 28.38 1.09 1.54 1.24 Samarinda 6.91 1.35 0. Sulawesi Utara 25.75 0.34 2.64 Palopo 3.26 Kupang 4.61 Kendari 5.04 Watampone 3.72 1.81 24. Sulawesi Selatan Palu 4.98 -0.94 30.36 6.47 Tarakan 6.36 2.21 2.43 0.05 Makassar 2.04 0.35 1.59 0.32 7.03 Gorontalo 4.44 19.70 2.70 2. Nusa Tenggara Barat 2) Mataram 6. Maluku Utara .86 20.57 7.Denpasar 3.02 21.50 26.00 2.40 1.13 4.60 0.91 7.05 8.68 3.38 22.65 5.16 2.09 0.21 0.54 4. Kalimantan Selatan 23.31 2.35 Bima 7.84 1.31 0.73 3.28 -0.43 Singkawang 6.33 Pare-Pare 1. Sulawesi Barat 29.28 18. Kalimantan Timur Banjarmasin 3.21 0.41 3.38 5.63 1.94 1.45 -0.19 Balikpapan 6.47 -0.77 Palangkaraya 5.19 0.08 0. Sulawesi Tenggara Mamuju 4. Kalimantan Barat Pontianak 4.75 2.91 0.60 1. Gorontalo Manado 0.44 3.14 4.74 5. Maluku 31.85 6. Sulawesi Tengah 27.61 3.87 0.60 0. Nusa Tenggara Timur Maumere 6. Kalimantan Tengah Sampit 3.40 6.

64 -0.2011 II.38 -0.90 -0.52 0. Kehutanan.76 1. Peternakan.57 Sorong 0.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q).40 1) 2) 3) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.78 0. Grafik 2.63 5.73 Ternate 4. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.75 -1.29 33.06 2.5 persen. Papua Barat Manokwari 3. Papua Jayapura 3.40 0.99 3.Ambon 2.31 2. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.d Triwulan IV-2011 (persen) .96 6. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) 16 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V . dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20.85 1.93 0.14 32. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1. Kontraksi ini disebabkan karena Sektor Pertanian.

5 persen 6.0 -12.0 -16.2 persen.0 2. Hotel. dan Restoran sebesar 10.5 6. 6.4 triwulan IV-2011 tumbuh 6.0 3.5 6.4 1.0 6.4 6. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.0 -20.0 0.0 8.0 4.0 -1.5 2. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y). dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.0 5.0 1.7 5.0 10. PDB Indonesia n s e p e r 2.0 -22.9 6.3 n s e p e r PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .3 2.0 -2.0 7.4 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 Q3/11 Q4/11 q-to-q y-on-y EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -1.8 3.0 -14.5 persen.0 -10.8 3.8 -1.0 -18.2.2011 17 12.6 Pada tahun 2011.0 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 .0 5.

-2. Peternakan.2 -0.3 1.0 2.2 Industri Pengolahan Listrik.9 3.5 1.9 1. Kehutanan. Pertambangan dan Penggalian 3.8 y-on-y Pertanian Pertambangan & Penggalian 7.0 -20.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) Tabel 2.0 6. dan Perikanan 5.9 6. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan.2 2.0 -4.0 1.0 0.1 -0.0 -8.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 9.2 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.7 q-to-q 5.1 -0.7 1.3 1.0 0.5 1.9 2. Gas & Air Bersih Konstruksi Perdagangan. Real Estat & Jasa Perusahaan Jasa-jasa Grafik 2.4 2.0 -20.1 -0.0 8.8 10.0 -6.0 .4 0. Pertanian.2 3.0 4.

6 9.4 67.9 10.5 6.1 5. Pertanian. Keuangan.7 6. Industri Pengolahan 463.5 6.2 9. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624. dan Jasa Perusahaan 1.0 triliun.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 (4) (5) 1.2 6. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.7 0.5 persen.7 0.7 12. Pengangkutan dan Komunikasi 3.4 6.2011 Lapangan Usaha Tabel 2.8 4.9 - 3.7 6. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1. Gas dan Air Bersih 1.1 1. Kehutanan.9 1.5 6. Pertambangan dan Penggalian 224.5 3.7 1.7 9.8 6.7 6.2 1.6 triliun.8 4.9 15.2 1.1 1. Jasa-Jasa 3. Secara kumulatif.6 PDB 3.8 85. 4.3.3 6.2 5.3 2.8 0.6 161.6 163.9 47. Peternakan.8 0. Real Estat.5 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) 18 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .921. dan Perikanan 299.8 7.0 241.9 7. Perdagangan.5 12.9 11.2 10. Listrik.9 .2 3.1 6.6 2. dan Restoran 3.9 47.8 2. 6.3 470.9 8.4 -1.7 0.5 PDB Tanpa Migas 3.4 -1.5 6.9 239. Hotel. Konstruksi 3.0 6. Industri Pengolahan 3.2 7.

2 10. Real Estat.1 13.3 40.7 0.0 100.1 persen dibanding triwulan sebelumnya. dan Restoran 264.7 204.6 4.5 persen.1 PDB 1 931.2 9.6 60.8 4. Pengangkutan dan Komunikasi 125. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.24.0 6. Konstruksi 194. Sementara Impor tumbuh 6. Perdagangan.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 10.3 14.5 6.3 persen.2 7.3 63.8 persen.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan .9 1) 59.0 7.5 213.8 268. Tabel 2.9 0.6 6.0 59. Dari sisi penggunaan. Ekspor sebesar 3. Jasa-Jasa 208. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38.1 1 921. dan Jasa Perusahaan 136.6 129.2 persen.0 7.7 14. Hotel.1 1 765.0 114.7 42. Keuangan.8 5.3 61. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5. Gas dan Air Bersih 14.6 632. Listrik.7 8.5 Atas dasar harga berlaku 596.2 112.5 4.0 24.1 59.0 PDB Tanpa Migas 1 765.8 11.0 139.1 5.1 10.2 589.4 624.0 100.

3 3.2 2.1 10.9 13.9 PDB 3.4 91.5 8. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2.8 2.Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.3 0.9 4.5 6.2 6.3 6.8 2.4 -1.8 4.5 Distribusi (Persen) Triw III2011 1) Triw IV2011 (6) (7) 91.8 38.5 6.1 5. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 10.9 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .3 7.2011 19 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 . Pembentukan Modal Tetap Bruto 5.7 2.5 11.2 0.9 3.6 4. Ekspor Barang dan Jasa 4.1 13.3 3.1 5. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.8 3.9 4.

9 persen.7 -7.6 632.1 346.8 4.0 5.3 -1.0 b.2 1 063.8 26. Perubahan Inventori 25.1 31. a.2 507.6 162. Pembentukan Modal Tetap Bruto 612.4 624.3 26.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triw III-2011 (1) (2) (3) Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw III-2011 Triw IV2011 Distribusi (Persen) Triw III-2011 (4) (5) (6) (7) 1.0 238.0 55.0 100.8 persen.9 50. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 1 042.2 26.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11.0 9. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4.4 24. Dikurangi Impor Barang dan 1) Jasa 480. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.5 persen.0 252.8 325.7 1.8 9.0 -22.1 11.7 349.5 -19. Diskrepansi Statistik 48.7 314.7 0.1 1 921. Ekspor sebesar 7. Ekspor Barang dan Jasa 506.0 223. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.6 70.5 0.3 153.6 6.0 100.4 PDB 1 931.4 -5.5 54. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2.3 2.0 Atas dasar harga berlaku 1) Triw IV2011 .9 persen. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 176.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6. Jenis Penggunaan Tabel 2.Grafik 2.7 511.7 33.8 2.2 649.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.7 3.

5 23.7 Sulawesi 4.1 2. 6. dan 6. 7.6 persen. 4.6 persen.6 Jawa 58.4 persen. Jawa Barat dan Jawa Tengah.1 57. Jawa Timur.5 4.6 2. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .4 persen. dan Pulau Sulawesi 4.5 persen. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6.0 Catatan: atas dasar harga berlaku 8. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Provinsi Pertumbuhan q-to-q y-on-y c-to-c (1) (2) (3) (4) Konstribusi .6 persen. Sumatera 22. 2. Tabel 2.6 persen di pulau-pulau lainnya.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) Wilayah/Pulau 2009 2010 2011 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 1. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta.8 2.2 9.6 9.20 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .2011 Grafik 2.0 100.2 9.7 23.5 57. 6. dan sisanya 4.6 persen. Pulau Kalimantan 9.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7.4 4.6 Kalimantan 9.1 23. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53.7 2.0 Total 100. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi.6 58.7 4.0 100. 3.2011 21 Tabel 2.3 2.1 persen.5 Bali dan Nusa Tenggara 2.7 persen. 5. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57.6 Maluku dan Papua 2.0 100.4 2.

0 5.0 09.1 6.Sumatera -0.0 6.4 6.0 02.0 6. Jawa Timur -0.9 1.1 5. DKI Jakarta 1.5 12.1 12.2 04. Bengkulu 0.1 7.1 7.4 08.6 6.5 06.3 7.0 8. Riau 1.5 5. Jawa Tengah 2.5 4.8 6.3 6.7 7. Aceh 1. DI Yogyakarta -0. Jawa Barat -0.7 6.9 14.9 6.7 6.1 5.9 3.5 13. Sumatera Barat 0.0 14.8 8.1 1.7 100.7 16.8 6.2 4.4 22.2 1.5 0.8 6.3 2.4 Jawa 0.8 1.7 6.6 5.6 01.4 1.9 3.4 5.2 13.0 57.1 0.1 6.3 8.4 10. Jambi -2.0 6.7 2.0 23.3 5.2 03. Kepulauan Bangka Belitung -8.6 6.6 Terhadap Total 33 Provinsi (5) (6) 6.6 14.6 29.4 5.2 .9 25.5 1.7 6.5 6.5 0.0 05. Lampung 2.8 4.6 6. Banten -2.3 7.4 Bali dan Nusa Tenggara -0.9 8.1 6.7 16.5 4.2 15.4 6.5 28.0 24.6 11. Sumatera Selatan 1.5 2. Kepulauan Riau 1.6 7. Sumatera Utara 0.1 07.2 Terhadap Pulau 100.

0 7.0 11.2 3.6 0.3 5.3 31.8 10.8 6. Papua Barat -9.5 -21.5 100.9 6.8 1.8 9.0 31. Nusa Tenggara Timur 2.9 20.0 30.9 11.8 19.8 47.0 4.8 5.6 17.2 4.5 3.7 20.3 0.2 -4.9 6.2 5.0 2.4 100.7 51. Sulawesi Selatan 1.7 0.5 3.7 28.2 8.2 26.5 5.7 7.7 11. Sulawesi Tenggara 0.5 0.3 0.1 -5. Kalimantan Barat 4.7 2.0 2.3 0.1 0.1 23.5 18. Nusa Tenggara Barat -4. Sulawesi Barat -1.0 9.4 4.2 7. Maluku 5.8 4.4 8.2 34.2 6.8 4.6 16.3 8.6 Kalimantan 0.7 0.9 27.2 27.2 6.9 7.1 68.8 8. Sulawesi Utara 12.7 7.4 Maluku dan Papua -5.5 0.2 5.4 7.2 7. Kalimantan Timur 1.7 33. Kalimantan Tengah -2.2 100. Bali 1.2 47.2 29.8 6.7 16.3 8.5 0.1 6.4 0.5.6 1.4 28.8 6.4 8.0 .9 21.8 22.9 1.3 7.1 24. Kalimantan Selatan -6. Papua -3.6 Sulawesi 1.2 100.9 -3.0 6.4 6.7 11.9 1. Gorontalo 3. Maluku Utara 1.9 -3.7 25.4 7.1 32. Sulawesi Tengah -3.

Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.7 persen dan Sektor Perdagangan.9 persen.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 10.0 1. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10.2011 Grafik 2. Pada tahun 2011.0 3.4 persen.9 0.2 4.0 3. dan Perikanan 2. n s e P e r 22 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .7 3. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha Laju Pertumbuhan 1) 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Distribusi EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1.2 . Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6. Pertambangan dan Penggalian 3. Tabel 2. Hotel.5 3.5 persen terhadap tahun 2010.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1. Peternakan.7 6. Industri Pengolahan 4.8 persen.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14.4 3. Pertanian. terjadi pada semua sektor ekonomi.9. Kehutanan.8 4.5 4.7 4.7 2. dan Restoran sebesar 13.6 1.

7 8.5 PDB 6.6 15.2 7.7 10.8 9.0 100.5 5.5 89.5 91.8 26. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.1 7.2 5.6 7.8 0.2 6. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 2.5 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 6. Keuangan.5 7.6 11. Pengangkutan dan Komunikasi 8.3 6.9 10.7 6.9 14.5 15. Jasa-Jasa 6.3 6.4 10.3 15.7 8.6 6.0 27.0 13.8 13.5 6.9 10. dan Air Bersih 10.3 13. Real Estat. Perdagangan.7 92.2 91.9 1) 2) 7. Listrik.0 6.4 6.6 7.5 9.9 1.7 6.8 7.0 4.3 5.0 4.4 6.5 2007 2008 2009 2010 2011 89.0 100.0 6.6 6.8 0. Hotel.6 6.5 100.3 10. dan Restoran 8.2 6.0 6.0 6.3 8.0 14.463.5 7.1 triliun.7 9.9 0.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha . Gas.6 6.2 triliun.13.7 13.2 7. Konstruksi 8.2 7.2 10.2011 23 11.2 10.0 5.8 24.7 11.2 6.2 5.8 0.3 14.3 6.4 24.1 11.427.2 6.3 4.0 8.5 5.0 100.3 6.7 15.3 10.9 6.5 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .2 10.0 16.0 PDB Tanpa Migas 6.2 10.7 14. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.3 4. dan Jasa Perusahaan 14.7 0.1 9.0 4.0 100.8 6.8 5.9 27.9 6.7 7.

0 2 321.1 181.3 7 427.3 150.2 6 794.7 2 171.4 1 821.4 5 936.5 284.7 198.5 440.8 2 463.8 persen. Pertanian.9 46. Konstruksi 305.2 368.0 241.3 312. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar .1 6.0 140.9 574.1 654.0 17.2 221. Kehutanan.7 1 376.7 857.5 persen.2 186. Real Estat.1 205.1 18.4 4 427. Listrik.7 783.5 882.7 171. Hotel.8 12.9 304. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.2 538.0 236. Keuangan.7 193.2 353.2 985.8 131.9 4 948.7 313.9 756.7 persen.7 423.5 1 595.2 305. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3.4 363.4 1 477.6 295.3 183.1 7.0 9.1 55.9 716.3 340.8 209.2 660.5 1 022. terjadi pada Ekspor sebesar 13.3 172.1 18.7 49. Pertambangan dan Penggalian 541.2 6 436.6 189.0 160. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4.5 271.2 4.1 597.7 555.8 570.4 1 093.6 2 036.9 192.3 691.2 142. Peternakan.6 5 141.8 232.1 1 964.1 557.7 40.Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 (7) (8) (9) (10) (11) 1.9 2 313.5 2 178.9 121.5 13.3 3.5 744. dan Restoran 592.8 1 939. Jasa-Jasa 398. Perdagangan.2 persen.6 persen.7 5.5 400.1 405.2 466.5 437.3 592.2 491.1 718. dan Air Bersih 34.6 541.1 634.6 535.2 481.8 1 803.3 165. Industri Pengolahan 1 068.0 419.8 368. dan Jasa Perusahaan 264.1 886. Pengangkutan dan Komunikasi 8.3 2 082.7 5 606.5 15. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8.2 PDB Tanpa Migas 3 534.5 180.2 218.4 217. Gas.5 PDB 3 950. dan Perikanan 2.

0 4.9 667.6 1 220.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.5 8.1 5. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.0 100.4 153.921. Konsumsi Rumah Tangga 2.3 195.9 24.6 985.8 24.8 2.9 3.8 24.3 5.0 100.1 -116.3 167.8 6.6 29.8 510.5 60.0 4. Konsumsi Pemerintah 9. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24. Ekspor 1 163.0 9.9 1) 2) PDB 6. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.7 1 744.7 1 955.3 932.4 29.8 2 463.1 1 964.Perubahan Inventori 4.7 b.9 persen.3 31.7 5 606.9 4 948. dari sisi penggunaan.2 27.7 56.7 0.2 6.3 25.9 4. Dikurangi: Impor 1 003. Diskrepansi Statistik -0.1 553.1 10.4 942.5 757. Pada tahun 2011.1 -0.2 634. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54.5 2 178.6 2.1 1 354.5 0.4 15.4 493. Konsumsi Pemerintah 3.9 10.9 27.5 100.8 1 191.9 537.6 1 850.6 26.0 100.13.4 1 130.0 3 291.5 831.0 -15.6 833. Diskrepansi Statistik 2 510.7 4. Dikurangi: Impor 9.1 2.3 3.4 1 584.6 98.4 1 032.6 58.3 2 082.3 13.0 2 378.3 4.0 1 475.3 6. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32.3 persen.5 9.3 602.0 persen.2 2.7 21.0 0.1 -1.4 22.6 -11.2 24.0 3 643. Perubahan Inventori -100.2 8.5 3 000. a.1 0.6 103.5 5.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan Laju Pertumbuhan 1) Distribusi 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1. Ekspor 8.4 juta (US$1. Tabel 2.1 1 308.6 1 370.5 54.9 -33.7 15. Tabel 2.2 1.0 -195.3 persen.0 0.8 196.3 708.4 6.9 1 197.1 0.8 993.7 31.1 11.0 5.8 416.3 8.4 2 065. Konsumsi Rumah Tangga 2) 5.9 2 313.0 2.0 100. Pembentukan Modal Tetap Bruto 9.2 PDB 3 950.2 -2.6 55.4 8.6 9.3 11.0 3.3 7 427.1 -2. . Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.6 581. Konsumsi Pemerintah 3.0 21.6 54.2 1 249.3 6.1 32.0 persen dan Ekspor 26.4 942.7).3 1 074.4 202.1 1 476.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku 24 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .4 9.2011 13.3 1 422.3 1 369 9 329.4 28.1 32.2 6 436.8 -7.2 14.5 -9.0 17.4 4 053.3 441.6 6.6 persen.6 -0.7 63.3 13. a.3 169. b.

010. Tabel 2.244. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30. Nilai (US$) 1 842.542.000.3 29.349. Indeks Peningkatan (Persen) 16.1 30. Nilai (US$) 1 921.1 11.4 juta (US$2.07 persen.7 23. Nilai (Juta Rupiah) 17.8 24.0 16.1 13. Nilai (Juta Rupiah) 16.4 11.9 27.6 2 164.0 14.6 2 925.4 21.tahun 2008 sebesar Rp21. Indeks Peningkatan (Persen) 16.1 26.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.4 23.4 3 441.9).9 b. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. Sementara bila dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6.8 b.000.2011 25 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 2.6).11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.8 3 010.8 juta (US$3.1 3 542.000.7 2 244.000.6 20.6 13. pada tahun 2010 mencapai Rp27.6 2 349.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) 26 E KS POR J ANUARI 2012 EKSPOR JANUARI 2012 III.8).7 c.7 14.49 miliar atau turun sebesar 9.8 c.9 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PDB DAN PE RTUMBUHAN E KONOMI TRI WUL AN I V .3 13.0 12.0 . tahun 2009 sebesar Rp23.6 23.9 juta (US$2. S $ U t a J u 10.1). 1.1 juta (US$3.8 2 267.

0 Grafik 3.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011.000.0 6.3 juta. demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.000.07 persen Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 Migas Nonmigas Migas+Nonmigas 2. 3.36 miliar dan Amerika Serikat US$1. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1.1 Nilai ekspor Januari 2012 mencapai US$15.000.0 8. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 E KS POR J ANUARI 2012 27 5. naik 6.0 4. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.82 persen. disusul Cina US$1.000.26 persen.20 miliar. Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.000.60 miliar.40 persen dibanding ekspor Januari 2011. Menurut sektor. sementara naik 4. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1.5 juta.52 miliar. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3.000.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Uraian Nilai FOB (Juta US$) % Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 % Perubahan Januari 2012 thd 2011 % Peran thd Total Januari 2012 Januari 2011 Desember 2011 .18. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213.0 2. 4.0 0.61 miliar.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1.49 miliar.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011. turun 7.0 20.

97 10.90 -9.7 15 493.31 1.80 Pertanian 391.5 15.53 Triwulan I ’11 8 289.6 18 287.5 -7.04 17.28 Jul’11 3 802.5 36.0 162 019.5 157 779.1 9 483.20 Minyak Mentah 816.4 162 019.88 28.92 Triwulan IV ’11 10 070.66 13.4 37 098.50 -2.7 13 895.8 14 415.21 Pertambangan dan Lainnya 2 308.1 41 477.5 5.82 17.5 5 165.07 -0.31 Mar’11 3 061.00 Migas 2 615.25 9.8 5.0 14 795.7 -1.1 883.6 -7.48 Industri 9 290.0 16 957.3 -0.77 -11.9 -11.54 Triwulan II ’11 11 292.60 6.42 Jan’11 2 615.08 61.1 47.7 17 077.8 9 926.2 375.23 -3.11 28 E KS POR J ANUARI 2012 Tabel 3.08 -3.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Golongan Barang (HS) Nilai FOB (Juta US$) Perubahan .7 -22.5 -0.8 7.2 13 592.0 2 974.15 Apr’11 3 628.43 Gas 1 303.7 12 519.82 2.1 -16.2 384.45 2.8 13 712.83 4.41 -24.36 Jan-Des’11 41 477.5 -14.6 53 609.64 -13.4 -3.09 2.4 41 200.91 14.4 2 651.09 0.72 13.89 -7.14 2.0 -14.5 51 270.21 Feb’11 2 612.4 15 493.4 12.7 4.72 -0.15 Mei’11 4 072.8 3 190.0 17.1 13 828.73 19.1 41 936.4 17 543.2 17 077.6 129 739.0 3 485.91 7.92 Triwulan III ’11 11 825.84 1.6 203 496.93 -6.7 17 235.90 4.9 13 304.1 12 519.1 45 387.2 18.40 80.48 -5.9 -14.72 Okt’11 3 062.97 -5.64 Des’11 3 485.66 -7.10 -1.7 -37.2 14 606.92 24.0 34 665.27 Agt’11 4 091.22 13.34 Nov’11 3 522.6 14 556.84 -1.8 14 214.28 Tabel 3.57 -1.0 13 612.8 1 723.04 -2.58 11.9 122 188.5 11 802.06 Sep’11 3 931.5 13 616.6 -9.9 16 554.6 47.7 -4.4 53 228.28 6.98 Jan’12 2 974.20 12.40 -4.5 4 776.8 -19.43 33.0 11 991.7 1 715.07 Nonmigas 11 991.5 22 871.2 18 647.02 -1.1 16 366.0 13 592.08 35.5 203 496.18 5.15 8.70 Hasil Minyak 494.36 0.0 17 418.1 41 784.47 Jun’11 3 591.9 18 386.9 356.6 476.88 -0.2 -19.3 1 405.Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total Ekspor 14 606.3 12 925.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Bulan Nilai FOB (juta US$) Migas Nonmigas Total Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Jan-Des ’10 28 039.07 100.48 31.26 -1.

31 2.6 -1 073.5 14 352.0 4 169.92 6.5 -65. Bahan bakar mineral (27) 1 820.6 6.5 36. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 418. Tembaga (74) 345.7 2 785.1 3 328.22 9.3 213. Besi dan baja (72) 120. Kendaraan dan bagiannya (87) 286.9 2 166.8 490.7 13.0 278.7 21 655.3 17.3 8 309. kerak. Karet dan barang dari karet (40) 1 111.2 2 142.7 3.5 3 810.5 76.0 5 749.88 10.6 11 145.6 54.2 13 592.9 361.2 -62.79 7.2 2.8 63.46 8.0 61 669.3 100. Kertas/karton (48) 319.7 474.9 3.Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) 2012 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.9 409.5 2.7 80.4 162 019.4 539.6 27 444.4 -24.36 Total Ekspor Nonmigas 11 991.7 1 352.1 903.1 -619.2 7 967.7 106.6 332.1 308.11 3.0 -731.5 17.1 2. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 1 779.64 Lainnya 4 397.4 172.1 864.72 Total 10 Golongan Barang 7 593.4 100 350.5 4 552.7 1 929.5 6.2 306.1 791.4 -38.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Negara Tujuan Nilai FOB (Juta US$) Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) Januari 2012 .7 7 342.9 5 283.3 0.8 854. Bijih.32 4.7 12 519. dan abu logam (26) 533. Mesin/peralatan listrik (85) 857.6 -341.91 5.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 % Peran thd Total Nonmiga s Januari EKSPOR J ANUARI 2012 29 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 3.4 89.

00 Bulan 2010 Tabel 3.2 839.7 6 440.8 -191.64 6 Inggris 134.7 520.3 7 565.64 Negara Utama Lainnya 5 562.8 -95.4 -104.2 638.2 39.2 32 214.7 12 519.6 -9.3 319.5 88.2 13 592.9 6.8 545.44 7 Cina 1 161.4 148.22 Uni Eropa Lainnya 1 292.0 166.3 5 242.2 8 943.16 11 Australia 177.6 152.8 721.1 250.4 115 602.3 799.5 28.2 2 148.5 8.4 21 595.7 825.9 79.3 -87.9 9.6 7 291.6 -1 073.4 -7.47 13 Taiwan 288.7 1 607.3 560.2 1 196.0 46 416.5 2.0 1 284.76 2 Malaysia 979.6 386.2 12.3 100.6 24.6 429.7 2.8 10.5 258. Juta US$) Migas Nonmigas Total 2011 .6 3 078.25 5 Perancis 106.84 9 Amerika Serikat 1 262.56 10 India 787.55 Total 13 Negara Tujuan 8 369.1 5.8 -78.7 3.4 2 535.0 0.0 4.36 Uni Eropa 1 794.4 281.44 Lainnya 3 622.2 -851.3 4 205.6 1 602.1 3 767.9 1 284.4 162 019.1 -61.2 83 738.7 5.2 -3.7 3.0 2.5 3 576.3 20 445.9 4.00 12 Korea Selatan 677.0 284.8 20.25 1 Singapura 844.2 1 359.1 11 113.5 42.4 13 279.86 8 Jepang 1 208.56 Total Ekspor Nonmigas 11 991.Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) ASEAN 2 836.5 9.0 1 596.1 1 082.8 71.1 9 825.8 1.3 2 532.9 18 330.2 -87.43 ASEAN Lainnya 531.70 3 Thailand 440.3 15 684.4 1 170.0 2.1 9 200.4 3 304.3 1 692.6 -788.5 979.8 -881.9 1 146.75 4 Jerman 261.4 1 719.6 380.6 14 137.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.5 51.7 6 658.7 12.

0 17 418.8 14 415.6 14 556.5 12 486.9 10 098.9 9 251.6 4 091.7 12 181.6 12 330.8 12 774.3 8 991.0 14 795.1 Jul 1 881.0 13 612.5 11 802.9 18 386.9 2 615.1 3 628.9 3 802.5 Sep 2 082.0 13 726.2 11 166.5 11 733.1 12 519.0 11 595.4 10 605.4 17 543.9 3 591.0 11 991.9 16 554.2 Mei 2 369.8 14 214.0 Apr 2 204.6 18 287.2 2 974.5 13 616.4 15 493.6 9 830.3 3 061.1 16 366.5 Feb 2 175.9 12 619.2 10 249.2 4 072.Migas Nonmigas Total 2012 Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) % Peran thd Total Nonmigas (8) (9) (10) Jan 2 344.4 2 612.2 14 606.5 Mar 2 168.5 10 428.2 18 647.5 Agt 1 993.6 10 605.9 13 304.8 3 931.4 Jun 1 901.4 .6 12 035.3 12 925.

3 13 570.00 10.00 8.7 3 522.5 157 779.00 0.9 11 557.6 16 829.00 6.0 16 957.6 129 739.3 3 485. 3.00 2. Grafik 4.0 13 592.7 14 399.48 miliar.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.0 162 019. sedangkan jika dibanding impor Januari 2011 (US$12.4 12 816.25 miliar (9.Okt 2 841.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) S $) l i ar U (M i 14.97 .7 17 235.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3.7 Total 28 039.00 4. jika dibanding Januari 2011 (US$9.65 miliar).00 Januari 2011–Januari 2012 2.99 miliar atau 20.7 17 077.00 12.99 miliar atau turun US$0.02 persen.58 miliar atau turun US$1.5 Des 3 259.66 miliar (18.1 12 519. Sebaliknya. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.57 miliar atau turun 11.1 41 477.80 persen. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.3 3 062.83 miliar).7 13 895. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.9 15 633.8 13 712. IMPOR JANUARI 2012 1.6 Nov 2 816.6 2 974.6 203 496.4 15 493.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1.5 30 I MPOR J ANUARI 2012 IV.56 miliar) naik 16.57 persen dibanding impor Desember 2011 yang besarnya US$16.

diikuti Jepang US$1.00 2. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.69 1. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2.52 miliar).72 miliar). Nilai ini turun 7.74 2.81 persen (US$0.2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) $) US l i ar (M i 3.53 miliar dengan pangsa 21.88 persen.42 persen. impor golongan barang tersebut meningkat US$0.00 1. Sementara itu.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1.68 0.82 0. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.74 miliar (15.miliar) terjadi peningkatan US$0.38 1.78 1.06 persen) dan Singapura US$0.58 persen. Migas Nonmigas Impor Januari 2012 sebesar US$14.00 0.50 1.02 miliar atau 0.53 Singapura Thailand Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2011 Januari 2012 . MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 4. 2011 dan 2012 0.85 0.50 2.57 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 I MPOR J ANUARI 2012 31 4. sementara dari Uni Eropa sebesar 9. 5.32 miliar.00 Januari.57 miliar atau turun 11.31 persen).20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2.94 persen.50 0.82 0.85 miliar (7.60 miliar (34.

8 9.02 100.51 .81 -6.49 Tabel 4.1 -11.9 12 828.Gas 1 412.6.1 141.3 2 989.4 762.2 1 953.2 Perkembangan Impor Indonesia. Januari 2011–Januari 2012 Periode Nilai CIF (Juta US$) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat.6 12 558.1 9 586.72 20.13 13.5 2 971.Hasil Minyak 28 134.3 11 581.84 1.57 16.Minyak Mentah 11 154.71 persen.9 2 348.05 0.7 16 475.06 Nonmigas 136 734.05 .4 -16.8 3 647. dan barang modal sebesar 41.1 -9.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.17 20. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8.6 14 570.75 32 I MPOR J ANUARI 2012 Uraian Tabel 4.47 6.5 128.0 -18.8 154.6 2 080.8 1 157.3 880.26 persen.19 persen. 0.8 -23.00 Migas 40 701. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd (%) Jan-Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435. bahan baku/penolong sebesar 11.41 .80 79.58 20.89 15.

70 4.43 -5.4 4.2011 Januari 2 971.3 14 888.1 11 943.53 -0.05 5.70 3.1 14 825.51 . Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.12 23.8 16 207.53 Agustus 3 808.0 11 581.7 12.6 5.81 2.66 Juli 3 799.77 0.37 -3.81 34.0 -11.8 1 565.0 2 320.62 Oktober 3 279.40 November 3 450.2 1 406.4 -7.29 April 3 954.77 Mei 3 647.4 -5.8 9 586.78 11.5 12 407.5 11 266.03 2012 Januari 2 989.9 15 169.3 12 828.98 -6.1 -8.1 14 570.9 -7.00 -9.8 15 393.2 13.1 -18.5 11 827.3 15 533.9 15 075.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Golongan Barang (HS) Januari.99 September 3 477.81 1.2 37.41 7.8 1 724.7 9 205.1 12 254.3 -4.9 12 558.72 -11.74 2.73 -4.72 7.3 17.2 14 486.04 2.3 16 475.44 Maret 2 877.21 -2.2 11 691.47 Februari 2 544.90 Desember 3 647. 2011 dan 2012 Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.23 -0.2 11 749.57 Total Impor Januari 2012 I MPOR J ANUARI 2012 33 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.44 -8.10 4.06 26.5 15 072.57 20. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.8 11 178.20 -6.91 7.0 11 609.0 1 643.9 5.42 Juni 3 244.33 13.3 2 517.9 -14.0 10 934.05 -9.81 2.

Januari 2011 dan 2012 Negara Asal Jan-Des 2011 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Januari 2011 Desember 2011 .4 533. Besi dan baja (72) 8 580.3 11 581.9 10.06 11. Barang dari besi dan baja (73) 3 573. Serealia (10) 4 753.97 4.8 484.6 560.2 227.6 -6.2 -19.5 26.1 268.1 390.6 -11.5 809.1 348.99 4.8 450.7 564.43 8.05 1.3 3 445.3 258. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.6 394.72 20.8 7 908.85 65.36 3.36 34.00 6.9 -3.37 8.7 163.8 869.7 491.31 6.32 Total Impor Nonmigas 136 734.00 Tabel 4.8 346.1 4 919.82 2.5 557.9 12 828.24 7.5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.7 712.1 9 586.89 36.80 100.9 7 606.4 499.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.17 47.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.99 9.31 34. Kapas (52) 3 169.29 2.6 221. Triwulan I 2010–Januari 2012 Periode Ekspor Impor Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih Jan 2012 thd Jan 2011 (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 345 232 451 624 687 581 501 360 784 998 Triwulan I 59 061 69 973 43 567 024 26 241 934 Triwulan II 60 500 65 745 72 900 660 31 749 466 Triwulan III 83 723 103 731 54 974 339 32 282 282 Triwulan IV 141 948 212 175 516 139 478 270 511 316 2011 378 847 836 730 2 750 620 017 1 513 183 688 Triwulan I 65 597 104 230 1 194 657 159 622 728 284 Triwulan II 105 052 151 407 315 690 405 170 527 950 Triwulan III 35 645 107 977 360 325 567 204 170 692 Triwulan IV 172 553 473 116 879 803 049 515 736 581 2012 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 Januari 26 695 68 542 355 940 358 205 088 530 34 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.5 -6.0 249.3. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.82 23.4 3 974.09 -6.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.4 390.93 3.5 480.15 5.0 -12.16 10.89 45.1 -9. Bahan kimia organik (29) 6 634.8 6 141.9 6.21 15.14 6.2 -1.68 Barang Lainnya 50 412.98 4.1 207.

1 -6.6 -5.6 234.40 3.0 1 001.55 26.0 2 731.91 2.3 685.5 391.8 -15.4 1 816.7 2 149.74 12.6 585.44 72.65 2.6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.1 284.7 411.4 121.7 14 486.5 7 694.40 15.38 2.15 10.3 -6.06 8 Cina 25 456.3 693.6 -0.3 684.68 18.9 1 268.1 2 101.31 26.88 9 Amerika Serikat 10 697.0 612.1 -8.10 21.91 11.6 1 892.1 2 534.2 271.72 20.84 20.3 -24.1 -9.4 752.4 260.7 2 968.4 11 749.9 523.1 2 311.3 273. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$) Bulan 2011 2012 Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Januari 1 029.39 6.4 399.40 10.44 49.80 100.14 19.40 7 Jepang 19 321.4 1 090.8 12 558.00 20.9 755.0 -5.2 2 120.7 9 289.9 299.1 271.77 9.5 833.3 394.7 1 744.9 3.5 110.10 21.1 9 586.94 1 Singapura 10 548.5 98.6 2 292.06 6 Inggris 1 173.6 381.6 322.31 2 Thailand 10 248.22 12.3 283.91 13 India 3 979.9 12 828.5 23.6 404.0 1 861.06 Negara Utama Lainnya 75 922.5 11.24 6.4 61.3 10 529.53 21.72 80.1 -54.4 2 425.3 8 721.41 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 Jan 2012 thd Jan 2011 Asean Lainnya 3 250.1 Barang Modal Total Impor Nonmigas Januari 2012 Februari 908.2 April 1 059.03 30.9 14 570.4 5 337.42 4 Jerman 3 381.4 -4.5 10 481.0 336.65 -1.55 12 Taiwan 3 854.09 21.3 433.1 6 763.25 5 Perancis 1 970.59 Total 13 Negara Utama 108 989.31 3.6 339.50 10 Korea Selatan 7 440.0 123.9 846.0 682.9 10 096.8 -7.2 2 600.48 97.3 11 581.48 3.56 1.9 Maret 1 290.2 .91 11 Australia 5 173.0 9.0 1 380.72 5.8 9 427.0 -16.79 Total Impor Nonmigas 136 734.40 -3.Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) ASEAN 29 792.00 Tabel 4.49 Uni Eropa 12 418.5 -8.3 1 164.64 39.4 821.9 564.14 7.2 -35.40 3.4 319.71 58.5 -14.7 1 119.60 1.6 779.05 Uni Eropa Lainnya 5 893.73 3 Malaysia 5 745.2 7 160.2 2 666.21 Negara Lainnya 27 744.1 26.32 5.

3 .4 Desember 1 089.80 18.6 1 334.7 15 169.1 2 778.0 8 Australia 483.8 10 404.1 10 971.4 2 881.1 1 626.0 6 Amerika Serikat 762.2 768.1 2 108.7 11 434.3 12 999.6 5 Thailand 708.5 14 Nigeria 1.1 10 813.6 16 207.4 September 1 179.9 4 322.9 10 Saudi Arabia 488.2 12 Vietnam 231.8 15 Hongkong 189.1 Oktober 1 261.0 210.00 (%) Total I MPOR J ANUARI 2012 35 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 4.9 Juni 1 078.4 2 Singapura 1 981.6 2 382.5 229.7 240.2 2 540.4 177 435.7 11 595.9 3 393.3 3 018.4 2 414.8 9 Taiwan 399.8 261.7 11 169.2 26 212.5 486.9 19 436.9 296.0 302.0 4 Korea Selatan 1 293.3 33 108.0 Juli 1 211. Januari 2012 No.3 2 465.4 15 072.6 284.0 413.3 Agustus 1 200.7 824.5 1 863.7 2 099.1 3 772.1 Persentase thd Total (%) 7.7 951.5 11 096.3 2 316.0 2 326.4 11 India 334.7 4 259.6 1 119.7 965.9 130 934.8 15 075.2 3 Jepang 1 929.1 434.7 11 258.00 7.4 15 393.55 73.7 2 968.9 10 405.1 789.6 1 750.68 71.5 10 481.9 Januari 1 107.3 12 114.2 173.7 13 Jerman 265.8 5 426.0 14 888.7 3 102.5 388.9 227.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.9 2 734.38 100. Negara Asal Barang November 2011 Desember 2011 Jan-Des 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (NILAI CIF: JUTA US$) 1 Cina 2 506.1 5 177.1 25 964.9 701.6 Total 13 392.1 411.0 325.8 14 825.3 1 166.2 Mei 976.0 15 533.8 16 475.9 3 190.0 7 Malaysia 1 025.65 100.6 349.6 11 113.94 20.9 14 570.11 503.

8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Barang Konsumsi Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Januari 2012 Persentase thd Total (%) Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 ASEAN 465.1 224.7 302.88 82.6 3.00 6 Australia 14.15 81.6 177 435.00 5 India 17.39 9.07 100.5 60.0 434.0 299.2 5.44 Negara Lainnya 18.43 56.65 33.9 411.68 71.4 42.00 9 Uni Eropa 75.8 3.00 7 Selandia Baru 19.38 5.00 3 Korea Selatan 34.56 Negara Tabel 4.1 Persentase Terhadap Total (%) Total 15 Negara 81.0 4.85 18.00 .29 100.7 2 968.73 100.66 86.8 1 018.No Total 15 Negara 12 599.20 38.0 4.70 100.2 3 130.8 11.6 366.9 768.12 17.95 100.5 12 010.38 100.21 5.00 8 Amerika Serikat 34.8 145 290.00 10 Lainnya 129.4 676.5 0.7 1 750.46 91.42 76.93 100.85 80.9 653.3 375.7 477.00 4 Cina 274.42 100.1 94.00 2 Jepang 54.08 52.9 14 570.2 1 095.52 39.92 32.1 2 559.33 100.6 21.3 2 540.85 11.67 100.8 6.3 150.6 22.2 2 634.05 100.7 951.1 Barang Modal Total ( 7 s/d 9 ) 7.6 13 204.8 822.92 89.94 20.9 820.2 Total Impor 15 393.15 19.2 1 445.0 3.9 Negara Lainnya 2 794.99 0.8 32 145.93 59.9 16 475.3 3 270.9 4 073.27 20.5 2 354.79 56.13 58.6 14 570.4 10.55 10 481.66 74.00 Total Impor 1 119.5 46.

3.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin. dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan Laki-laki+Perempuan 0-4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5-9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10-14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15-19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20-24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25-29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30-34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35-39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40-44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45-49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50-54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55-59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60-64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65-69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70-74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75-79 842 344 1 135 561 1 977 905 80-84 481 462 661 708 1 143 170 85-89 182 432 255 529 437 961 90-94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 Jumlah 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Sumber: Sensus Penduduk 2010 Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237.2). Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive.36 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 V.641.413 orang (Tabel 5.44 persen (lihat Tabel 5.326 jiwa.1). yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1.010. Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa. Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237.913 orang dan perempuan sebanyak 118. Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1.641. Tabel 5. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990-2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1.49 persen.630.326 jiwa EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 37 2. Bagian tengah .

1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 0 2 4 6 8 10 12 0-4 Juta an 65-69 70-74 75+ Perempuan Laki-laki 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 0 2 Juta an 4 6 8 10 12 4.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi. Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101.4. 2010 INDONESIA Papua Barat Papua Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Riau Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Maluku Utara Sulawesi Tengah Jambi Banten Kalimantan Barat . Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101. Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010.piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5.4. atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki. Rasio jenis kelamin a. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan. sementara yang terendah adalah NTB (93). MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 5. c. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113). dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100.1). b. 38 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Grafik 5.

7 104.4 104.5 104.4 101.6 104.5 97. b. . Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a.7 104.0 106. Ketika tahun 1971 sebesar 86.6 102.5 99.2 100.0 97.7 98.0 100.0 NTB persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 111.7 100.Bengkulu Sumatera Selatan Sulawesi Utara DKI Jakarta Jawa Barat Maluku Kalimantan Selatan Sulawesi Tenggara Bali Gorontalo Sulawesi Barat Sumatera Utara Aceh NTT Jawa Tengah DI Yogyakarta Sumatera Barat Sulawesi Selatan Jawa Timur 94.8 108.7 98.8 100.9 105.2 105.3 112.6 104. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5.8 101.4 98.3.6 103.0 120.4 113.4 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 39 5.0 109.3.8 101.8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51. Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif.3 95.3 102. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51.1 80.6 103.3 106.7 102.3).

dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Provinsi Penduduk Penduduk per Tahun (%) Laju Pertumbuhan ) Sensus Penduduk 2000 Sensus Penduduk 2010 1990-2000 2000-2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh 3 929 234 4 494 410 1. 1980.3 67.3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia.2 Penduduk.8 53. Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107. Kalimantan (25 jiwa/km2). dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2). Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi.8 79. lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2).46 2. Laju Pertumbuhan.2. 6. 2000 dan 2010. 1971-2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971. serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2). Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5. 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 86.36 *) . Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2).3 1971 1980 1990 2000 2010 40 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5. 1990. Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2).8 51. yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2).Grafik 5.

58 .10 0.78 0.90 1 010 1 217 13 Banten 8 098 277 10 632 166 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 .79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 0.72 1.34 101 115 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 1 679 163 4.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 Sumatera 42 472 392 50 630 931 1.68 78 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 1.2.04 0.17 1.56 1.32 1.58 1.24 1.4.13 1.3.27 3.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0.95 127 205 6 Jambi 2 407 166 3 092 265 7 Sumatera Selatan 6 210 800 7 450 394 1.14 2.85 68 81 8 Kepulauan Bangka Belitung 899 968 1 223 296 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 .76 727 784 .83 2.20 1.41 2.62 1.24 1.70 0.24 1.94 0.

14 2.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 2.81 1.48 1.07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 0.98 1.17 153 172 28 Sulawesi Barat 891 618 1 158 651 29 Sulawesi Tenggara 1 820 379 2 232 586 .81 2.28 .79 1.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.52 1.63 2.80 3.68 3.08 48 59 Sulawesi 14 881 528 17 371 782 .2.17 1.31 2.77 2.45 1.40 1.26 74 92 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 2.Jawa 121 293 745 136 610 590 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1.80 1.2.28 0.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 Kalimantan 11 307 747 13 787 831 2.95 1.02 21 25 24 Sulawesi Utara 2 000 872 2 270 596 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 1.27 2.21 1.25 1.

49 Catatan: .67 2. Banten. Babel. .3. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.LPP Aceh 2000-2010 dihitung 2005-2010. Gorontalo.80 1.80 25 33 31 Maluku Utara 815 101 1 038 087 32 Papua 1 684 144 2 833 381 . .10 5. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Kepadatan Penduduk (jiwa/km 2 2000 2010 160 178 45 64 48 62 55 74 194 220 12 592 14 469 838 1 100 996 1 104 937 1 055 216 242 150 179 12 14 12 17 144 164 35 43 53 69 79 92 25 32 5 8 .30 Maluku 1 166 300 1 533 506 1.71 1.LPP Indonesia 1990-2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.87 3.39 5 9 33 Papua Barat 529 689 760 422 Maluku dan Papua 4 195 234 6 165 396 .96 8 12 Indonesia 205 132 458 237 641 326 1.2. mengunakan data SPAN2005.57 0. Sulbar.LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri.44 1.47 3.

40 6.10 3. Perkebunan.70 27.30 4.20 1.60 0.80 Bengkulu 62.80 0.80 Jawa Barat 24.00 0. Riau 13.30 5.10 0.90 2.30 5.20 2.70 17.40 2.60 20.20 0.90 20.50 9.30 4.00 1.50 4.80 0.40 0.90 0.30 0.90 0.10 5.40 18.90 1.60 20.10 0.70 0.50 3.80 13. Holtikultura.00 1.80 8.50 0. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.20 4. Transportasi dan Pergudangan.40 19.30 Jawa Timur 44.60 0.50 3.20 1.90 0.90 14.00 Kep.10 3.50 persen lapangan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 usaha berada di sektor pertanian. Pemerintahan.10 14.30 4.10 16.70 19.60 2.00 3.10 0.30 0.50 4.50 0.10 0.50 0.80 0.80 22.90 9.00 Kalimantan Timur 29.00 0.70 1.90 0.60 2.00 7.90 17.80 3.90 1.70 1.70 0.00 4.20 6. dan Perorangan.50 3.10 0.20 3.70 31.50 17.90 Sulawesi Barat 63. Lainnya.00 0.80 7. 40.90 0.40 0.40 0.00 2. 0.60 0.00 16.50 15.70 0.10 17. 2.70 17.60 26.20 1.20 4.60 0.40 0.70 4.30 4.20 6.10 0. 4.80 D I Yogyakarta 33.60 0.60 0.40 6.90 1.30 12. Selain itu.20 0.50 11.30 5.70 4.30 13.90 1.80 Lampung 61.60 3.10 1.20 14.90 5. Hotel.50 2.00 0. dan sektor Industri Pengolahan (10. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.20 1. dan Pertanian Lainnya.50 16.50 0.20 2.70 5.30 12.20 4.20 4.20 4.40 5.80 0.10 0.80 16.90 Nusa Tenggara Barat 53.20 1.30 4.90 1.20 4.20 20.70 7.20 0. 7.80 2.20 Jawa Tengah 39. 9. Jasa Pendidikan.60 4.20 4.60 0.60 0.70 11.70 1.107 124 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 41 7.30 5.90 15.10 0.40 12.30 16.80 15.60 0.90 0.30 1. 5. Pertambangan dan Penggalian.30 4.30 3.70 16.50 4.30 23. Keuangan dan Asuransi.30 6.00 1.20 0.00 0.30 18.40 11. 3.30 14.30 4.00 0.70 0.70 1.10 1.60 4.40 Kalimantan Selatan 43.20 5.90 0.80 4. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).80 0.70 0.80 4. Jasa Kemasyarakatan.50 6.50 4.50 7.60 1.70 0.10 2.90 3.40 0.10 Maluku Utara 54.90 3.70 14.50 2.90 Sulawesi Tenggara 52.50 0. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.40 14.80 0.20 0.70 persen).00 Bali 31.80 17.60 0.40 5.60 2.80 10.10 1. 6.50 2.20 4.50 2. Perdagangan.30 4.40 27.90 0.80 Papua Barat 47.70 21.3.40 5. Industri Pengolahan (termasuk Air).70 6.90 0.00 Sumatera Barat 44.70 23.80 0.90 18.10 4. Kehutanan. Konstruksi/Bangunan.50 19.70 7.70 1.40 6.30 0.80 0.50 1.90 11.00 1.50 4. sektor Jasa-jasa (15.70 0.30 9.20 3. Bangka Belitung 32.40 Kalimantan Tengah 57.10 10.00 16.50 Sulawesi Utara 35. dan Komunikasi.10 3.20 20.90 1.80 6.70 1.20 3.60 Gorontalo 42.80 7.20 3.50 3.30 0.30 1.90 1.70 Banten 19.00 4.30 18.80 0.20 12.20 14.40 0.70 4.60 0. Perikanan.30 2.40 persen).10 15.90 1.30 4.00 0.60 DKI Jakarta 1.00 0.50 2.10 2.70 19.30 16.50 15.00 0.30 13.80 Nusa Tenggara Timur 68.20 Sumatera Utara 46. Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a.90 1. Jasa Kesehatan.20 12.30 3.30 0.60 1.50 3.40 0. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.50 1.30 21.90 4.20 Indonesia 40.80 0.10 0.40 2.30 8.50 1. Peternakan. SP2010 Provinsi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Aceh 52.20 4. dan Rumah makan (18. Hotel. Tabel 5.80 16.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .60 11.00 3.90 Sumatera Selatan 60.30 4.30 0.50 12.10 1.70 17.30 7.40 Sulawesi Tengah 58.60 12.50 Papua 75.80 0.90 0.50 0. 8.10 2. Informasi.30 11.90 Sulawesi Selatan 51.60 0.60 Kalimantan Barat 62.60 Catatan: 1.90 21.30 Riau 47.60 14.50 11.60 13.20 13.90 17.80 persen).50 5.20 0. .10 1.00 0.40 Maluku 51.20 Jambi 57.60 0.40 5. dan Rumah Makan.00 Kep.40 11.40 0.00 0.

80 2. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.60 31.90 1.1 Pertanian tanaman padi dan palawija.30 60.40 22. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.40 10.50 1.10 31.00 37.50 0. 1.50 1.80 0.20 0.20 0.90 7.60 7.70 2.20 3.50 Kalimantan Barat 21.70 43.20 46.40 0.10 0.00 1.30 3.90 Sumatera Barat 25.40 0.60 3.5 Peternakan.30 44.80 47.60 10.60 24.40 1.70 2.30 2. Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.20 8.90 57.50 Kep.20 Indonesia 24. Tabel 5.20 33.80 2.20 0.70 Jawa Tengah 29. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.60 Maluku Utara 19.70 Maluku 29.20 0.00 Jawa Barat 19.10 Papua 61.3 1.10 0.60 6.60 Kalimantan Tengah 18.80 0.00 4.00 0.1 1.6 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Aceh 29. 1.10 4.30 1.50 0.30 0. dan subsektor 3) yang menyediakan 9.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 43 c.90 8.00 0.20 8.80 1.70 0.60 0.40 1.00 2.10 3.90 0.10 1.70 1.30 0.20 Sulawesi Tengah 20. Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor.20 Sumatera Utara 19.00 Nusa Tenggara Timur 57.30 39.60 0. .90 2.10 Gorontalo 33.00 1.40 0. 1.90 Sulawesi Selatan 33.4 Perikanan.60 0. Bangka Belitung 1.30 15.00 1.30 4.10 0.70 41.20 5.00 0.20 Nusa Tenggara Barat 37. 5) Peternakan.10 5. 3) Perkebunan.42 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 b.7 persen kesempatan kerja.60 Sulawesi Barat 16.40 persen kesempatan kerja.40 57.80 1.60 4.30 2.70 0.30 0.50 0. SP2010 Provinsi 1.30 0.80 1.10 Sulawesi Tenggara 21.20 D I Yogyakarta 26.70 Jambi 9.5 1.2 Holtikultura.60 0.90 1.00 3.20 0.60 2.80 54.50 3.60 1.40 1.60 1.10 Kalimantan Timur 11.30 3.2 1.90 4.70 47.50 23.70 2.10 DKI Jakarta 0.20 0.4.70 30.80 1.30 0.60 1.50 1.50 4.30 0.00 0.20 19.80 2.30 13.90 5.30 4.10 0.70 1.40 0.10 0.00 Bali 11. Riau 0.70 9.60 13. 1.80 3.30 1. 2) Holtikultura.60 0.60 1.90 39.20 0.40 0.00 0.40 32.40 42.30 0.10 3.10 62.90 13.70 Banten 15.00 0.00 0.40 2.20 2.80 1.20 2.10 29.40 Bengkulu 16.10 0.70 62.90 Riau 5.40 40.10 51.70 3.10 3.50 1.30 Sumatera Selatan 19.00 2.80 5.20 20.10 63.70 Jawa Timur 32.90 2.50 Catatan: 1.70 Kep.20 51.10 3. 1.10 0.10 0.50 1.90 4.40 1.60 3.30 0.40 0.20 53.3 Perkebunan. yaitu 1) Jasa Pendidikan.00 0.50 0.70 0.50 75.10 3.90 1.70 1.20 Kalimantan Selatan 23.60 19.20 52.50 0.20 68.00 2.50 2.50 42.40 2. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.70 52.70 0.80 58.10 4.30 3.40 35.80 38.10 4.30 3. 4) Perikanan.4 1.10 0.20 24.00 9.20 0.30 44.20 0.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.00 0.20 9.30 Sulawesi Utara 18.10 2.80 1.90 0.90 3. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.70 0.20 61.70 36.00 Lampung 34.00 Papua Barat 20.40 0.70 7.

00 7.40 10.40 Sulawesi Tenggara 5.50 Jawa Barat 3. dan Tabel 5.20 11. 2010 Provinsi 9.50 Jawa Tengah 3.30 Kalimantan Selatan 4.80 11.10 10.80 13.50 Maluku 7.90 9.40 1.70 Catatan: 9.70 1.70 16.60 14.40 0.54 persen masih sekolah.2) Jasa Kesehatan.20 17.48 persen masih sekolah.60 persen).00 Sumatera Utara 4.50 Bali 3.70 16. Laki-laki pada umur 7-12 tahun sebesar 94.00 1. Semakin tinggi .20 16.10 11.80 1.8) a.10 22.70 0.20 11.00 14.30 10.80 1.80 Nusa Tenggara Timur 4.10 10.90 Sulawesi Tengah 5.80 7.30 11.80 10.40 11.80 20.90 Kep.70 15. 9.20 12.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.00 9.60 13.40 Sulawesi Barat 4.40 9.40 Lampung 3.60 Sumatera Selatan 3.20 9.80 1.10 DKI Jakarta 3.70 7.40 17.90 12.30 16.20 Kalimantan Timur 4.70 D I Yogyakarta 5. Pemerintahan dan Perorangan 44 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 8.60 Papua 1.50 0.30 9.80 1.70 7. Pemerintahan dan Perorangan. laki-laki pada umur 13-15 sebesar 83.20 1. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.10 10.00 Jawa Timur 3.40 19.60 15. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa.6. Tabel 5.60 1.80 7.5.50 14.00 1.60 16.50 0.60 1.90 14.2 9.2 Jasa Kesehatan.90 20.20 9.20 12.50 Sulawesi Selatan 5.70 0.20 15.00 Papua Barat 3.80 8.90 Indonesia 4.90 17.20 10.00 1.1 Jasa Pendidikan.10 0.10 27.20 18.30 13.20 11.10 1.30 1.70 1. Di antara subsektor tersebut.30 2.30 1.30 20. Riau 3.20 Nusa Tenggara Barat 5.90 1.80 15.00 Kep.00 Sulawesi Utara 5.10 Kalimantan Barat 3.40 11.50 13.3 Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 6.40 15.70 Riau 5.20 Sumatera Barat 6.50 Jambi 4. 3) Jasa Kemasyarakatan.00 7.20 Banten 3.70 21. Status Sekolah (Tabel 5.1 9.50 Bengkulu 4.70 17. lalu sub sektor 1) (4. Bangka Belitung 4.00 1.70 Kalimantan Tengah 4.50 22.3 Jasa Kemasyarakatan.80 1.7. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.40 20.20 17.40 1.10 0.50 16.20 Maluku Utara 5.90 1.50 1. 9.00 persen).90 7.90 9.10 1.30 Gorontalo 5. lihat Tabel 5.40 1.80 0.90 13.70 1.

41 62.48 48.29 69.29 21.19 69.46 85.20 47.74 80.96 59.93 96.95 16.umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.25 Kalimantan Timur 42.19 62.85 93.12 96.41 46.68 Sulawesi Utara 54.92 91.12 94.18 Sulawesi Tenggara 35.46 61.81 54.99 61.08 15.33 95.01 94.97 94.24 22.88 16.36 91.52 61.43 17.33 23.72 54.62 91.23 55.44 47.42 59.85 57.12 97.89 13.32 86.95 58.35 Bali 39.35 94.90 58.02 65.13 52.60 63.94 63.78 82.20 11.29 67.01 Jambi 39. Riau 31.66 Kep.87 90.32 15.21 14.01 73.27 95.16 62.15 7.11 72.88 88.43 61.35 18.60 94.54 11.15 83.36 Kalimantan Barat 30.67 Maluku 44.30 48.64 59. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 39.21 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laki-Laki KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 45 .78 94.66 7.91 94.54 83.00 60.83 57.49 96.47 60.85 68.34 17.04 52.98 92. Tabel 5.02 15.69 64.06 Kalimantan Tengah 44.89 78.56 Jawa Tengah 46.91 85.53 INDONESIA 37.65 Sulawesi Selatan 35.67 67.08 62. Pada masa umurumur sekolah (7-24 tahun) sebesar 62.74 95.94 93.05 50.30 Banten 33.83 58.41 97.74 Papua 25.62 55.17 79.52 95.01 65.26 60.37 Sumatera Selatan 39.17 87.58 68.96 48.90 Gorontalo 34.02 Papua Barat 37.01 48.18 15.58 21.91 94.16 13.89 62.55 95.89 Kep.22 10.43 Maluku Utara 43.77 78.41 48.46 Sumatera Barat 25.94 Lampung 37.45 89.98 93.36 88.93 57.89 43. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.60 52.69 84.90 48.60 93.19 60.93 95.93 63.36 57.71 11.33 19.97 68.07 84.96 93.93 85.50 Nusa Tenggara Barat 25.84 94.46 41.41 62.26 95.78 80.90 47. Bangka Belitung 36.85 Sumatera Utara 34.36 Jawa Barat 28.93 88.51 67.24 59.6 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.58 54.78 86.59 81.50 91.87 Bengkulu 34.63 21.68 82.49 20.04 15.01 67.13 Nusa Tenggara Timur 27.73 Kalimantan Selatan 40. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.21 persen laki-laki masih sekolah.54 86.81 47.65 Sulawesi Barat 27.82 92.50 81.48 53.79 64.95 13.41 14.27 79.72 Riau 31.43 78.30 48.37 DI Yogyakarta 50.83 82.33 87.95 19.08 20.22 12.02 94.21 14.61 75.73 DKI Jakarta 45.45 93.83 57.59 Jawa Timur 47.20 63.52 24.27 70.49 Sulawesi Tengah 34.84 63.91 57.55 82.

Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.7 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.18 18.87 Maluku Utara 45.24 persen masih sekolah.26 55.17 14.95 50.93 50.34 62.77 94.64 55.71 95.52 60.58 14.27 64.38 14.44 95.64 61.27 Sulawesi Tenggara 38.93 16.28 56.05 57.37 50.59 81.20 58.04 persen masih sekolah.66 83.12 16.52 91.50 95.84 60.77 Lampung 39.57 58. Pada semua umur .15 63.17 80.99 10.22 86.63 58.02 95.58 Riau 32.51 Nusa Tenggara Timur 29.09 Sumatera Barat 26.21 88.32 58.27 Kalimantan Timur 43. Perempuan pada umur 7-12 tahun sebanyak 95.97 66.65 81.69 Kalimantan Tengah 46.36 59.89 97. pada umur 13-15 sebesar 84.47 Sulawesi Selatan 37.98 94.36 93.01 61.54 62.72 Bengkulu 36. perempuan pada umur 13-15 sebanyak 85.19 64.80 7.89 persen masih sekolah.50 53.29 94.66 85.96 61.85 15.92 Sulawesi Barat 30.99 61.22 27.59 71.34 persen perempuan masih sekolah.77 61.13 60.49 90. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.27 INDONESIA 38.13 93.11 DKI Jakarta 45.89 Bali 39.14 95.14 93.45 71.12 67.63 10.72 89.53 71.43 13.91 Jawa Barat 31.72 22. Pada masa umur-umur sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.07 18.b.02 Kep.34 Perempuan 46 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 c.79 62.55 85.38 49.52 Sumatera Utara 35.03 44.17 84.86 45.05 Maluku 46.26 95.33 94.64 86.37 54.70 88.87 15.49 98.33 6.74 70.49 Papua 26.26 95.8.28 85. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.20 16.15 61. Bangka Belitung 38.88 Jambi 40.87 64.93 43.56 18.31 12.95 61. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua. Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.80 17.14 82.67 96.17 82.24 13.83 58.69 50.94 95.96 Gorontalo 37.97 61.49 Sulawesi Utara 56.39 95.61 56.32 DI Yogyakarta 51.17 Papua Barat 37.11 87. Riau 31.92 12.50 85.49 18.12 64.45 50.14 63.30 97.66 62.16 64.92 Banten 35.62 89.42 53.31 60.89 94.21 92.27 85.00 53.26 87.19 82.86 11.60 89.87 61.47 95.89 19.02 48.84 95.03 Kalimantan Barat 31.79 85.37 96.10 21.58 81.13 46.04 52.53 46.80 13.88 Sumatera Selatan 41.84 Jawa Timur 48.19 88.46 95.27 persen masih sekolah.08 12.27 54.90 Nusa Tenggara Barat 27.50 83.71 89.62 53.53 43.39 92.09 65. Pada umur 7-12 tahun sebesar 94.69 96.88 96.15 69.74 70.04 69.49 Jawa Tengah 47.53 95.53 28.35 88.00 66.70 93.64 96.62 96.91 18.90 24.21 81.22 42.25 38.69 Kalimantan Selatan 41.33 59.70 13.85 Sulawesi Tengah 37.43 62.14 Kep.63 10.87 95. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.30 53. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.93 84.

66 63.27 Sulawesi Barat 29. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) adalah Papua.53 69.10 85.37 17.51 64.51 87.16 80.27 85.24 52.37 63.75 25.89 persen) milik sendiri.92 45.08 62.17 89.11 70.98 12.56 18.89 81.63 95.70 11.37 77.09 94.13 93.14 48.52 58. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.34 49.82 81.59 Sulawesi Utara 55.54 59.11 92.44 61. Tabel 5.80 60.71 Kalimantan Selatan 40.01 65.13 56.80 63.78 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 47 9.20 Kalimantan Barat 31.86 21.93 95.65 95.10 84.97 71. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.94 Jambi 39.76 96.79 Nusa Tenggara Timur 28.14 Riau 32.22 61.46 13.86 Maluku 45.07 18.29 83.03 63.66 50.93 62.78 58.46 84.84 50. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.41 94.50 7.94 94.57 46.34 13.95 54.03 91.89 84.40 97.42 15. tanpa perjanjian sewa/kontrak.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.37 20.28 Bengkulu 35.11 16.96 95.94 87.51 26.63 Bali 39.64 12.38 53.55 94.69 97.85 10. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.64 Maluku Utara 44.18 80.42 58.90 94.88 Kalimantan Tengah 45.00 93.25 92.06 65.73 94.78 89.18 persen sampai 20.68 61.92 50. 2010 Provinsi Kelompok Umur (tahun) Laki-Laki+Perempuan 5–6 7–12 13–15 16–18 19-24 7-24 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 40.32 Kep.30 77.77 Kalimantan Timur 42.60 Papua Barat 37.90 62.26 80.68 94.02 88.98 Kep.8 Presentase Penduduk 5-24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.94 98.00 62.62 62.85 95.45 persen.13 55.53 52.78 persen penduduk masih sekolah.38 88.00 INDONESIA 38.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri. Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.45 54. yakni sekitar 6 persen.38 DKI Jakarta 45.73 69.62 Jawa Barat 29.73 Jawa Timur 47.44 94.55 87.93 Gorontalo 35.70 95.50 70.27 58.95 11.83 95.51 62.13 Banten 34.62 48.18 94.75 Nusa Tenggara Barat 26.77 Sumatera Barat 25.06 58.42 93.74 66.86 56. Riau 31.28 84.60 64.04 Jawa Tengah 46.90 59.68 18.89 17.62 95.04 67.28 57.01 66.18 84.74 88.57 40.58 64.77 66. dan lain-lain.53 88.54 50.90 21.11 53.08 52.40 96.49 58.56 96.sekolah (7-24 tahun) sebesar 61.83 82.65 11.07 22.87 58.83 86.54 69. .46 14.85 DI Yogyakarta 50.07 62.45 20.51 80.9) Sebanyak 77.02 47.81 19.80 44.72 58.45 15.99 59.63 Sulawesi Tengah 36.09 61. tanpa membayar. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.77 92.56 94.91 66.22 Sulawesi Tenggara 37.35 89.78 15.42 61.14 Papua 25.18 Sumatera Utara 34.05 Sulawesi Selatan 36.48 84. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.97 86.48 14.64 16.43 7.68 14.11 48.61 46.27 persen.17 49.62 95. Bangka Belitung 37.79 12.18 82.35 Lampung 38.65 16.13 Sumatera Selatan 40.72 81.68 96.93 42.48 92.

77 10.04 7.00 Kep.00 Sumatera Utara 67.75 3.00 Jawa Timur 85.68 24.68 3.61 7.37 11.98 100.63 5.71 27.00 DKI Jakarta 47.77 15.00 Kalimantan Tengah 68.86 2.97 8.08 6.20 10.91 18.05 9.00 Bali 71.94 5.35 4.25 100.38 5.49 3.46 100.15 100.93 6.01 10. Riau 60.55 8.42 13.00 Sulawesi Tengah 80.87 100.00 Kalimantan Selatan 74.83 5.00 Nusa Tenggara Timur 84.00 Sumatera Barat 73.45 17.77 100.85 13.13 6.00 Gorontalo .35 2.78 4.40 100.94 5.21 2.00 Kalimantan Barat 84.00 Jambi 75.50 10.23 13.52 3.97 12.17 10.00 Lampung 83.42 2.15 2.62 7.57 9.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Provinsi Milik Tempat Tinggal.97 7.28 12.58 2.81 3.11 4.05 6.00 Sulawesi Tenggara 81.00 Jawa Tengah 86.27 6.04 100.64 100.15 20.58 7.89 2.00 Sulawesi Selatan 80.16 11.00 Nusa Tenggara Barat 85.28 100.98 100.83 10.71 14.76 100.53 100.00 D I Yogyakarta 76.00 Jawa Barat 75.00 Kep.13 100.00 Riau 64.27 100.89 1.96 100.00 Banten 72.71 4.54 4.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.85 2.27 100.68 7.39 100.59 8.00 Sulawesi Utara 72.09 6.69 100.04 3.30 9.19 3.18 7.52 18.36 3.00 Bengkulu 78.55 100.60 2.31 11. Bangka Belitung 80.17 16.54 2.52 100.72 100.15 100.22 11. SP2010 sendiri Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 76.73 2.29 100.33 100.16 100.20 13.97 6.00 Kalimantan Timur 62.84 4.76 9.18 100.00 Sumatera Selatan 76.09 8.04 8.18 14.44 7.

54 6.06 27.35 9.70 Banten 31.28 1.78 20.12 15.62 22.23 19.24 31.23 88.59 63.96 11.49 53.88 100.75 2.04 46.88 3.01 9.13 17.97 1.45 1.94 D I Yogyakarta 12.73 4.47 Bengkulu 8.79 6.42 29.48 Kalimantan Timur 25.70 87.50 Sulawesi Utara 17.94 2.14 persen).94 1.95 0.96 70.45 80.40 89.01 Kalimantan Barat 7.51 5.51 1.44 persen).14 91.51 0.06 10.01 4.07 31.96 Sumatera Barat 12. dan mata air terlindung (8.10 Jawa Tengah 4.75 11.19 30. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.10) Sebanyak 83.89 Jawa Timur 11. sumur pompa (12.83 31.81 4.13 56. air kemasan (14.34 82.87 Riau 23.75 6.02 10.57 0.98 Kalimantan Tengah 9.41 16.02 74.44 10.07 11.38 32.19 8.59 2. Tabel 5.76 Kalimantan Selatan 6.29 5.19 7.73 Jawa Barat 17.45 100.00 Sulawesi Barat 84.86 100.74 18.81 77.77.96 15.07 3.05 1.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi Air kemasan Ledeng Pompa Sumur terlindung Mata air terlindung Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 20.79 91.60 2.56 3.38 1.33 Kep.96 36.26 1.18 17.38 12.70 persen).54 Nusa Tenggara Barat 8.38 4.21 1.12 8.45 15.63 70.21 100.00 5.69 24.84 Kep.00 INDONESIA 77.21 15.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.24 DKI Jakarta 50.06 15.94 11.87 14.28 13.00 Papua 79.97 12.64 19.80 46.19 8.12 2.07 100.09 11.68 1.76 Nusa Tenggara Timur 1.08 7. Bangka Belitung 26.27 2.69 56.18 8.70 16.63 71.70 persen).83 3.00 Maluku 78. Riau 50.68 12.17 Bali 27. air ledeng (15.60 12.53 34.81 17.86 65.11 4.64 .46 3.37 Sumatera Selatan 9.00 Maluku Utara 82.90 10.79 Jambi 10.00 48 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 10.94 40.39 1.59 12.92 18.72 88.66 Sumatera Utara 12.96 23. berdasarkan kriteria sumber air saja.57 9.32 3.10 99.70 5.05 9.84 90.75 37.87 Lampung 7.00 Papua Barat 63.74 28.11 88.65 8.25 4.03 1.37 57.69 19.06 17.40 2.16 16.61 20.58 26.14 23.87 33.31 2.31 0.37 100. Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.42 persen).86 42. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).25 8.80 76.29 21.38 87.88 4.69 38.03 2.10 60.18 100.00 3.

84 63.64 100.47 1.67 14. dan 3.17 14.84 100.11 4.52 100.28 20.00 Sulawesi Tengah 50. Sementara itu 11.31 4.14 14.Sulawesi Tengah 7.00 Kep.00 Kalimantan Timur 80.02 19.70 15.25 79.67 4.16 24.00 Lampung 77.98 2.13 14.51 9.02 4.76 100.19 22.85 4.00 Nusa Tenggara Timur 63.92 Maluku 3.67 3.59 84.29 12.25 11.05 13.40 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 49 11.28 16.25 1.49 13.41 100.66 100.13 4.79 100.65 17.44 83.69 83.30 100.52 20.00 D I Yogyakarta 73.74 100.58 67.11 dan Tabel 5.59 persen menggunakan jamban umum.42 32.72 11.02 100.32 19.68 50.05 100.97 8. a.65 7.00 .12 100.00 Kep.66 INDONESIA 14.42 9.61 19.06 25.50 6.82 8.22 Sulawesi Tenggara 6.55 3. Riau 82.70 12.05 18.00 Jambi 69.26 20.95 19.72 persen menggunakan jamban bersama dengan rumah tangga lain.92 13.06 5.02 15.90 100.76 100.55 3.53 37. Bangka Belitung 68.03 Gorontalo 5.00 Sumatera Selatan 66.00 Nusa Tenggara Barat 41.99 79.90 9.09 100.24 4.46 10.37 Maluku Utara 2.00 Kalimantan Selatan 65.67 2.00 Sumatera Utara 75. Sebanyak 65.72 3.61 Sulawesi Selatan 12.39 29.00 Sulawesi Barat 5.42 19.23 12. SP2010 Provinsi Jamban sendiri Jamban bersama Jamban umum Tidak Punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) Aceh 59.42 2.00 Bengkulu 66.86 0.79 2.12 1.37 5.76 25.33 12.81 100.89 1.00 Sulawesi Tenggara 56. Tabel 5.71 3.58 6.14 1.60 19.80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 buang air besar.94 100.69 27.72 100.20 44. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.14 26.66 Papua 10.00 Jawa Tengah 65.93 100.44 8.00 Kalimantan Tengah 59.69 85.70 23.62 5.78 10.12).55 10.94 20.77 26.35 13.23 15.62 41.00 Riau 82.11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar.90 14.44 100.06 5.39 18.03 8.00 Kalimantan Barat 61.12 7.00 Sumatera Barat 54.00 Banten 64.50 7.44 5.65 100.40 9.00 DKI Jakarta 76.01 1.32 100.05 40.98 11.17 10.25 6.61 19.04 Papua Barat 19.85 6.14 1.42 3.12 6.07 1.32 35.74 10.63 27.88 3.25 77.14 8.49 46.00 Jawa Timur 62.00 Gorontalo 33.38 10. Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan fasilitas jamban untuk buang air besar.52 1.74 4.35 100.00 Sulawesi Utara 65.21 14.26 2.53 100.83 0.43 32.11 0.00 Bali 67.00 Jawa Barat 67.22 100.59 100.84 6.35 18.83 31.43 8.49 2.47 18.08 21.58 100.10 28.00 Sulawesi Selatan 63.22 100.93 6.41 7.19 48.

87 10.00 Riau 67. SP2010 Provinsi Tangki septik Tanpa tangki septik Tidak punya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 73. dimana penggunaan tangki septik berkisar 44.01 11.74 2.69 16.69 100.45 9.67 15.42 persen sampai 96.91 16.65 100.69 100.00 Sumatera Barat 68.93 1.31 6.36 8.24 22.00 Lampung 58.09 100.80 100.49 6.73 100.00 Papua Barat 59.27 persen tanpa tangki septik.00 Maluku Utara 82.46 100.00 Banten 87.60 7.44 persen tidak mempunyai tempat pembuangan akhir.53 18.39 22.00 Maluku 84.95 100.86 100.98 100.22 9.57 21.90 16.53 4.30 6.97 100.20 6.44 18.96 6.16 15. Kondisi di provinsi beragam.94 21.12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja. 50 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 Tabel 5.45 4.80 11.53 2.29 11.78 2.44 100.74 4. Riau 86.00 Nusa Tenggara Timur 44.00 Kalimantan Barat 67.84 16.24 5.05 36.67 14. dan 8.60 17.00 Kalimantan Selatan 65.05 10.82 100.00 Sumatera Utara 77.80 1.00 21.58 100.00 Nusa Tenggara Barat 87. Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri.97 11.09 100.98 100.64 100.71 5.99 6.66 17.00 100.80 7.00 Maluku 50.60 100.00 Maluku Utara 46.71 100.52 14.96 3.78 100.19 100.29 17.93 28.38 10.01 100.74 persen.00 Papua Barat 77.75 100.97 6.02 5. Bangka Belitung 93.78 8.00 100.00 INDONESIA 74.00 Gorontalo 92.38 100.79 21.00 INDONESIA 65.59 18.85 2.16 10.Sulawesi Barat 44.00 Sulawesi Utara 87.68 9.00 Kalimantan Tengah 56.00 Sulawesi Tenggara 76.13 4.42 43.98 10.27 100.00 Jawa Timur 72.62 8.11 26.00 Jawa Barat 68.03 100.72 3.00 Kep.61 100. umum) terdapat 74.70 12.61 11.20 35.29 0.00 Papua 48.10 17.68 6.22 14.69 100.50 100. bersama.47 3.09 100.68 100.62 6.00 Sulawesi Selatan 85.05 6.00 Kep.53 47.48 100.05 9.45 100.54 7.00 Papua 48.55 100. sebanyak 17.55 16.00 Bali 96.00 Kalimantan Timur 80.00 D I Yogyakarta 87.13 12.29 persen yang menggunakan tangki septik.84 33.75 10.95 100.00 Jawa Tengah 76.00 Sulawesi Barat 79.00 Sulawesi Tengah 82.00 Bengkulu 67.88 100.00 Sumatera Selatan 66.31 100.93 9.23 4.72 36.00 b.00 DKI Jakarta 92.78 100.31 3.84 14.00 Jambi 68.00 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 51 .27 8.

26 100.62 0.55 0.71 100.29 0.12 45.00 Nusa Tenggara Timur 0.94 0.89 0.00 Jawa Timur 0.57 24.00 Lampung 0.86 55.04 0. Bangka Belitung 0.18 37.31 7.26 100.12 0.16 11.29 70. SP2010 Provinsi Listrik Gas Minyak tanah Arang Kayu Lainnya Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 1.30 100.49 100.91 45.05 45.00 Kalimantan Tengah 0.04 100.95 26.11 1.81 47.49 100.78 4.67 7.15 0.02 0.00 Sulawesi Barat 0.95 0.00 Bengkulu 0.00 Papua 0.51 0.12 0.77 45.07 2.62 1.13 68.81 100.60 46.13 0. Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.05 61.84 0.28 100.61 0.61 50.08 0.00 Riau 0.43 30.60 18.00 Kep.00 Gorontalo 0.17 0.11 0.50 24.06 36.42 100.46 65.74 28.27 2.00 Papua Barat 0.22 0.35 0. digunakan oleh 40.09 0.00 70.47 0.81 62.34 9.00 Kalimantan Timur 0.93 0.23 38.69 persen rumah tangga.34 83.64 0.13 100.00 INDONESIA 0.53 40.00 DKI Jakarta 1.66 100.14 0.11 0.11 1.22 0.39 12.61 0.30 0.54 42.61 100.12.00 Nusa Tenggara Barat 0.10 0.82 100.92 0. Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa.05 53.49 40. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.40 100.04 45.33 100.16 5.25 0.32 100.00 Jawa Barat 1.76 0.23 45.69 0.10 3.72 4.00 Tidak pakai .93 0.55 0.16 1.10 0.32 9.16 1.36 16.58 42.72 0.00 0.18 0.25 2.00 Kep.16 100. Minyak tanah digunakan oleh 11.68 5.43 50.27 15.75 46.09 1.45 100.81 15.75 5.83 0.17 48.10 45.53 29.67 0.29 31.06 57.87 22.94 44.00 Jawa Tengah 0.08 63.17 0.43 1.32 100.06 0.71 25.24 100.45 0.01 38.08 0.29 100.03 43. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.11 0.25 100.37 0.10 0.00 Bali 1.44 9.40 27.50 7.22 1.61 100.00 0.62 100.25 2.33 0.72 0.23 100.00 Sulawesi Utara 1.37 2.59 0.12 0.11 persen rumah tangga.10 16.08 0.00 Sulawesi Selatan 0.00 Kalimantan Selatan 1.64 0.83 100.98 0.00 Sumatera Barat 1.05 83.18 100.00 Maluku Utara 0.70 0.74 17.08 0. Riau 1.87 0.80 0.49 0.01 0.81 1.67 34.78 0.09 0.13) Bahan bakar gas digunakan oleh 45.04 32.00 Sumatera Utara 1.18 0.40 100.04 0.23 68.55 1.00 28.00 Sulawesi Tengah 0.12 68.31 37.00 Banten 1.16 persen rumah tangga Indonesia.44 5.41 1.25 0. Bali.09 0.58 100.27 0.53 1.00 Sulawesi Tenggara 0. Masih banyak provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol.00 Kalimantan Barat 0.83 9.37 100. Sumatera Selatan.23 51.32 55.79 14.41 0.29 0.21 100.05 35.94 0.40 0.46 17.86 0.74 100.00 Sumatera Selatan 0.46 0.39 3.93 0.55 4.08 0.14 0.37 100.33 25.61 0.18 1.04 25.05 25.70 4.13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak.59 54.00 Jambi 0.11 0.04 59.24 0.92 0.53 0.07 74.58 0.11 44. Sumatera Utara. terutama ketika penggunaan gas di sana tidak menonjol.07 0.02 39.33 49.00 Maluku 0.60 27.19 0.07 0.74 35.94 0. Bahan bakar kayu juga masih populer.81 50.16 0.71 0.00 D I Yogyakarta 0.40 3.33 47.

53 66.82 69.42 82.58 Bengkulu 0.39 3.02 Nusa Tenggara Barat 0.01 9.29 56.84 74.67 52.75 65.14 Kalimantan Timur 0.30 Jawa Timur 0.47 Gorontalo 0.53 75.37 2.08 45.15 82.73 3.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon.47 29. Tabel 5.42 4.66 64.67 70.38 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 53 14.39 63.80 24.37 Sumatera Barat 0.24 64.60 61.19 Kalimantan Tengah 0.23 42.70 95.12 Jawa Barat 0.54 5. Bangka Belitung 0.42 77.13 73. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel.53 81.15 32.79 48.77 Maluku 0. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.67 6.73 70.74 10.77 65.85 83.73 68.33 5.78 83.66 68. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.13 Riau 0.23 77.96 Jawa Tengah 0.41 3.86 4.60 60.01 3.79 Bali 0.11 8.96 Sulawesi Tengah 0.86 INDONESIA 0.45 4.14) Sebanyak 73.33 91.53 49.03 Nusa Tenggara Timur 0. Secara .94 Banten 0.79 Sulawesi Utara 0.22 73.06 3.72 80.86 71.24 70.94 62.50 Kep. Riau 0.88 DKI Jakarta 1.15 60. SP2010 Provinsi Kabel Seluler Kabel dan Seluler Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) Aceh 0.11 D I Yogyakarta 0.26 7.35 8.63 57.79 78.32 Kalimantan Barat 0.40 69.65 4.81 5.37 4.24 3.76 93.52 76.70 71.18 6.04 74. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.59 4.36 64.07 2.31 10.05 Sulawesi Selatan 0.44 Kalimantan Selatan 0.33 54.34 9.41 7.62 68.30 Sumatera Utara 0.81 71.37 80.44 Sulawesi Tenggara 0.37 Jambi 0.47 67.06 Sulawesi Barat 0.82 68.63 4.30 87.45 76.50 2.78 70.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet.52 KE PE NDUDUKAN ( HAS I L S P20 10) ME I 2010 13.89 54.82 85. Penguasaan Telepon (Tabel 5.18 80.67 4.16 3.24 Papua 0.60 64.44 75.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.57 Papua Barat 0.49 80.13 Maluku Utara 0.39 72.40 66. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.48 10.48 58.82 64.41 Kep.31 60.89 66.45 Lampung 0.13 Sumatera Selatan 0.02 1.

53 Riau 192 836 14.76 Bengkulu 65 955 15.98 Jawa Barat 1 830 652 15.55 Jambi 111 332 14. Bangka Belitung 39 993 12.18 persen).40 Maluku Utara 20 358 9. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1.98 persen).75 Papua 47 274 7.15 Kalimantan Timur 193 146 22.12 Sulawesi Tenggara 58 412 11.42 DKI Jakarta 751 880 29. Jawa Timur.56 persen. mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6. 100 120 .51 Sumatera Selatan 231 434 12.21 persen). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6.50 Papua Barat 19 703 11. DKI Jakarta (29. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat. Lihat Tabel 5.05 Nusa Tenggara Timur 64 295 6.86 Nusa Tenggara Barat 100 795 8.80 Kalimantan Selatan 177 036 18. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30.86 Sumatera Utara 366 296 12.33 Bali 152 834 14.21 Sulawesi Tengah 70 920 11.85 Kep.57 Maluku 42 416 13. Jawa Tengah. SP2010 Provinsi Jumlah % (1) (2) (3) Aceh 115 755 10.42 Kep.25 Lampung 181 847 9. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A.18 Sulawesi Utara 129 241 22. dan DKI Jakarta.52 D I Yogyakarta 315 111 30.15.83 Sulawesi Barat 19 578 7.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7. Riau 85 778 19.25 INDONESIA 9 117 445 14.36 Jawa Timur 1 392 606 13.36 persen). Sulawesi Utara (22.91 54 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 VI.14 persen. Kalimantan Timur (22.84 Kalimantan Tengah 73 328 12.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.34 Kalimantan Barat 121 133 11.1 juta rumah tangga.63 Gorontalo 41 053 16.nominal jumlahnya mencapai 9.06 Sumatera Barat 213 345 18. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 5.43 Sulawesi Selatan 316 279 17.42 Banten 397 930 15.93 Jawa Tengah 1 176 894 13.

70 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.4 juta orang (1.00 116.0 20 40 60 80 Grafik 6.67 7. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8. Pada Agustus 2011. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 113.96 persen).42 persen) dan Sektor Transportasi.3 juta orang.21 111. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.41 119.1 juta orang (7. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117. 4. berkurang sekitar 1.83 116. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54.56 persen) Jumlah Angkatan Kerja.4 juta orang.42 persen).1 juta orang (68.74 113.1 Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7. berkurang sekitar 2.12 Februari Agustus Februari Agustus Februari Agustus 2009 2010 2011 Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011. 5. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 109.6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111. Penduduk yang Bekerja. 3.70 juta orang (6.49 104. Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011). Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109.59 8.4 juta orang.31 persen). sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3.2 juta orang (49.17 persen).2 juta orang (2.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu.40 persen).28 9. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2. 6.96 8.7 juta orang. sebesar 75.37 108.89 persen) dan pekerja .32 8.40 117.0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119.53 104.26 8. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.87 107.

MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6.00 116. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.96 persen). dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011.80 6. Perdagangan. 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan 2010 2011 *) Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.27 34.40 117.42 persen) dan Sektor Transportasi. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja.41 108.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan.19 34.06 *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 67. Pekerja tidak penuh 32.96 68. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1.26 15.15 persen).34 3. Sektor Pertanian.1 juta orang (7.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.70 2. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran. Angkatan Kerja.73 13.62 persen.27 15.4 juta orang turun sekitar 2.83 67. Angkatan Kerja 116. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) . 2. Tabel 6.14 6.32 8.17 persen).72 69.01 18. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3. Penduduk yang Bekerja. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.59 8.59 Setengah penganggur 15. dan Pengangguran 1. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011. Jumlah angkatan kerja mencapai 117.53 119. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0.52 Paruh waktu 17. Pergudangan dan Komunikasi.53 18.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.28 109.67 Penganggur 8.61 persen.46 21.41 7.56 4. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5.37 Bekerja 107. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi.21 111. Jasa Kemasyarakatan.21 persen dan 9. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. 56 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 C.12 7. terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian.42 persen).80 33. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 7. B.6 juta orang (5.

70 Jumlah 107.08 6. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.54 3.21 111.66 3.93 persen).84 5.03 21.15 19.28 109. sisanya termasuk pekerja informal.64 1. Konstruksi 4.59 5.4 juta orang (17.68 18. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37.39 persen). pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan.98 17.41 108.82 13.68 21.7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011.41 108. Transportasi.8 juta orang (34.61 1. Listrik.62 15. Pekerja bebas di pertanian 6. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1. Berdasarkan identifikasi ini.44 persen).92 21.70 14.2 juta orang (62. Gas. Pertanian 42.50 1. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19. dan berusaha sendiri sejumlah 19.28 109. Lainnya * *) ) 1. Pekerja bebas di nonpertanian 5.1.41 2.67 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan.72 4.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68. Dari 109.32 5.83 41. Buruh/Karyawan 30.59 3.21 22. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1. Perdagangan 22.26 3. Pekerja keluarga/tak dibayar 19.21 111.02 16. maka pada Agustus 2011 sekitar 41. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan.52 34.24 23.7 juta orang (17. Keuangan 1.5 juta orang (37.17 persen) bekerja pada kegiatan informal.7 juta orang (3. dan Air D. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu.72 32.46 21. Jasa Kemasyarakatan 15. Secara umum.96 17. Berusaha sendiri 20. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama. 2.62 5.48 39. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu .74 2.02 3.58 5.16 5.51 37.65 8.05 13.3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Status Pekerjaan Utama 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.40 1. Pada Agustus 2011.13 5.59 6.82 5.82 5.70 persen).58 5.49 23.77 19. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 57 2. Industri 13. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 6. Pergudangan.48 6.34 4.67 E.31 19.40 5.99 Jumlah 107.77 5.28 5.63 7.49 42. dan Komunikasi 5.33 2.64 7.06 2. Berusaha dibantu buruh tetap 3.

37 1.2 juta orang (2.31 persen dari total penduduk yang bekerja (109.48 1. Sekolah Menengah Pertama 20.67 2. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011).44 8–14 4.28 109. 58 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6.81 4. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker).17 6.11 4. Pada Agustus 2011.94 77.40 persen).65 Jumlah 107.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.15 persen). Diploma I/II/III 2. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.48 12.46 persen).4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja *) Perminggu 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1–7 1. kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0.28 109. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75. jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan.09 75.35 17. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3.63 15.86 5.80 33. Tabel 6.06 1–34 32.94 5.97 12.21 111.20 15–24 11.63 21. Sekolah Menengah Kejuruan 8.34 8.51 55.4 juta orang atau sekitar 1.67 Termasuk sementara tidak bekerja F.54 5.41 108.54 15.02 3.23 persen.70 3. SD ke bawah 55.92 16.19 34.20 1.porsinya relatif kecil yaitu hanya 1.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.32 3. Sekolah Menengah Atas 15.59 4. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil.25 5.18 2. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 59 . Universitas 4.1 juta orang (68.61 persen dan 0. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.89 25–34 14.27 34.63 12.30 20.89 3.00 15.6 juta orang (5.7 juta orang).73 8.22 20.21 111.41 108. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.31 54.12 54.2 juta orang (49.08 Jumlah 107.59 35+ * ) 74.79 5.88 9.40 15.60 74.

27 148.56 2. 2.43 .56 H.06 persen dan 10.37 3.43 5. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun. yaitu masing-masing sebesar 10. Dibanding Februari 2011. Sekolah Menengah Pertama 7.17 10. 2.16 6.24 11.81 11.66 4.43 persen. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7.32 persen dan 2.95 8.19 persen.8 7.59 7. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0. Pada Agustus 2011.83 8.80 6.1 8.90 11. 60 KE TE NAGAKE RJ AAN AGUS TUS 2011 Tabel 6.37 persen.55 7.14 6. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6.43 persen.37 171. Universitas 14.54 persen.76 persen. 3. Sekolah Menengah Pertama naik 0. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0.78 11.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2.14 persen.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi 2010 2011 Agustus Februari Agustus Jumlah TPT Jumlah TPT Jumlah TPT (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (ribuan) (persen) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 162.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1. Sekolah Menengah Atas 11.41 7. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1.92 9. SD ke bawah 3. Diploma I/II/III 15.02 Jumlah 7.66 persen dan 10.7 juta orang atau 6.71 12.71 3. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1.90 12.G. Tabel 6.45 7.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0.87 10.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 1.81 3.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6. Pada Agustus 2011.00 10. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun.3 8.37 3. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011.56 persen dari total angkatan kerja. Sekolah Menengah Kejuruan 13. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi.

0 6.04 66.6 7.9 5.1 6.8 7.2 8.65 228.90 58.95 162.8 6.6 6.77 Kep.32 Kepulauan Riau 57. Bangka Belitung 34.2 7.02 Sumatera Selatan 243.2 5.5 7.2 4.14 142.63 .9 6.8 3.6 5.9 7.1 6.80 Jambi 83.37 Sumatera Barat 152.45 Riau 207.3 5.18 402.39 58.07 217.72 185.43 460.17 136.9 7.85 60.Sumatera Utara 491.

4 9.21 1 042.4 10.80 Jawa Barat 1 951.68 697.7 3.83 555.83 Banten 726.07 1 002.5 3.8 11.19.59 30.5 5.3 4.37 Lampung 220.1 3.9 6.61 Bengkulu 39.1 13.24 213.50 680.6 5.06 Jawa Tengah 1 046.4 10.57 201.7 10.05 542.5 6.6 13.7 .8 5.2 2.78 DKI Jakarta 582.33 1 982.8 9.84 1 901.4 13.25 22.41 21.

99 86.14 .35 110.2 4.1 5.5 4.67 58.29 116.86 52.1 5.18 821.69 Kalimantan Barat 101.4 5.3 3.93 D.6 4.33 Nusa Tengggara Timur 71.9 4.4 2.5. Yogyakarta 107.I.16 Bali 68.69 107.2 3.47 74.88 Kalimantan Tengah 44.1 5.0 2.6 2.6 4.32 Nusa Tenggara Barat 119.34 59.5 4.97 Jawa Timur 828.8 3.7 2.6 3.62 112.25 845.5 5.06 65.

0 8.7 4.01 Sulawesi Selatan 299.23 Kalimantan Timur 166.6 10.6 3.10 174.1 4.6 5.27 52.61 19.7 5.66 28.19 93.41.5 8.8 10.84 Sulawesi Utara 99.21 173.2 4.6 9.8 4.7 9.8 5.5 5.8 4.2 9.61 55.69 .62 Gorontalo 23.26 Sulawesi Tengah 56.61 98.25 103.9 2.37 243.62 100.0 6.16 21.55 Kalimantan Selatan 96.

3 7.56 Sulawesi Barat 17.8 7.5 2.25 15.68 30.06 Maluku 64.8 7.9 9.72 60.14 .7 5.0 8.94 Indonesia 8 319.2 4.34 32.3 3.9 6.4 8.5 3.55 Papua 53.5 7.8 5.9 3.55 57.70 15.2 4.72 51.97 53.62 25.5 3.28 33.236.4 6.6 2.38 Maluku Utara 26.82 Sulawesi Tenggara 48.6 3.61 46.03 26.94 Papua Barat 26.

Sedangkan secara riil turun sebesar 0.14 persen.542. yaitu dari Rp28. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 7. yaitu dari Rp39.56 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 61 VII. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1.582 menjadi Rp28.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 2.6 6.727 menjadi Rp39. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional.854.8 117. Upah Buruh Bangunan h i a R up 65000 60000 40000 45000 50000 55000 35000 30000 1 0 .80 7 700.32 persen dibanding upah buruh tani bulan sebelumnya. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 naik sebesar 0.1 6.

yaitu dari Rp48.35 persen.675 menjadi Rp48.30 persen. tu s A g u s b e r te m s e p e r t o b O k e r m b v e N o e .939.823.715 menjadi Rp63. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63. sedangkan secara riil naik sebesar 0. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0.` r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i l i J u Pada Februari 2012.

r m b s e D e Rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 sebesar Rp39.854 naik 0.32 persen 1 1 i ` n u a r J a r i u a b r F e r e t M a i l A p r i J M e u n i L i J u tu s A g u s e r m b p te S e e r t o b O k .

35 persen e r m b v e N o Upah Bur uh Bangunan e r m b s e D e 1 2 i ` n u a r J a r i u a b r F e 62 UPAH BURUH F E BRUARI 2012 Tabel 7.1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani.939 naik 0. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010 Februari 2012 Bulan Upah Buruh Tani (harian) Upah Buruh Bangunan (harian) Nominal Riil 1) Nominal Riil (1) (2) (3) (4) (5) Februari 2010 37 637 29 987 56 864 48 043 Maret 37 721 30 023 56 998 48 226 April 37 844 30 138 57 217 48 338 Mei 37 897 30 153 57 285 48 257 .Upah Bur uh Tani Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63.

Juni 37 946 29 980 57 504 47 976 Juli 38 069 29 507 58 228 47 829 Agustus 38 198 29 356 58 276 September 38 301 29 315 58 475 47 460 Oktober 38 382 29 354 59 898 48 583 November 38 494 29 209 60 190 48 528 Desember 38 577 28 934 60 214 48 106 Januari 2011 38 648 28 705 60 340 47 779 Februari 38 769 28 755 60 758 48 045 Maret 38 852 28 832 61 069 48 448 April 38 976 29 098 61 190 48 695 Mei 39 082 29 175 61 409 48 811 Juni 39 144 29 104 61 476 48 598 Juli 39 215 28 975 61 583 48 358 Agustus 39 287 28 816 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 2) 47 506 61 948 48 193 September 39 345 28 774 62 064 48 153 .

50 100. Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan.91 104.50 102.23 persen.50 105.02 persen. Peternakan dan Perikanan yang masing-masing turun sebesar 1.73.00 106. Hortikultura.00 102.32 103.16 persen.00 104. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 A.79 .50 103.50 105. dan 0.50 104. NILAI TUKAR PETANI (NTP) 1.Oktober 39 412 28 787 62 210 48 322 November 39 503 28 736 62 263 48 199 Desember 39 599 28 701 63 157 48 616 Januari 2012 39 727 28 582 63 715 48 675 Februari 39 854 28 542 63 939 48 823 Catatan: 1) Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100) 2) Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100) NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 63 VIII.39 persen.00 101. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012 tercatat 105. 0. Tanaman Perkebunan Rakyat.10 atau turun 0.00 103.00 103.50 104. 0. 0.50 101.60 persen dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105.33 Grafik 8.09 persen. Februari 2011–Februari 2012 103.1 Nilai Tukar Petani (NTP).

43 persen dibanding Ib Januari 2012.60 persen 105.11 NTP 105.31.51 Nilai Tukar Petani pada Februari 2012 turun 0. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0.54 persen) dan Perikanan (0.10 64 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 3.00 134.33 persen. sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu Hortikultura (0. Penurunan indeks tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor.20 persen).46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0. Grafik 8.2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It). Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0.75 105.87 105.73 105. yaitu Tanaman Pangan (0. yaitu dari 143.15 persen).18 persen bila dibanding It Januari 2012. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). Tanaman Perkebunan Rakyat (0.28 persen). 132. 105. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.57 menjadi 143.17 105.NTP 104. dan Peternakan (0.00 .64 2.03).

00 146.00 124.00 144.00 0.31 persen).81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0.40 0. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.00 140. NTP Subsektor Peternakan (NTPT) turun 0.00 126.23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0.00 122.54 persen).00 142. NTP Hortikultura (NTPH) turun 0. It Ib EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 65 B.37 persen). Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.48 persen).20 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0.80 -0.15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Tanaman Perkebunan Rakyat (0. Inflasi Perdesaan 1. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman Pangan (0.12 persen.43 persen).28 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. NTP Subsektor Perikanan (NTN) turun 0.16 persen disebabkan naiknya It Tanaman Perkebunan Rakyat (0.46 persen dengan indeks umum konsumsi rumah tangga 139.09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0.02 persen dibanding NTPP Januari 2012.40 .00 Februari 2011–Februari 2012 4.39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0.136.00 128.03 persen).02 persen. NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0.40 0. sebaliknya Ib Perikanan naik (0. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0.63.00 2.20 1. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 e n r s p e -0.60 2.00 130.00 138.03 persen.80 1. sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0.37 persen).

terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran. 0.13 Grafik 8.09 1.63 0.79 1.29 0.46 persen 0.56 persen.05 -0.85 0.17 0.98 0. Rekreasi.42 persen. Pendidikan.50 persen. yaitu Bahan Makanan 0.49 persen.74 0. 4.93 0.53 persen.46 66 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 . Februari 2010–Februari 2012 0.01 0.3 Inflasi Perdesaan.59 0. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1.40 -0.60 -0.13 2.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras.37 0. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga. Sandang 0.41 0.71 0.0.18 0.29 persen. Makanan Jadi 0. 3. Kesehatan 0.14 Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.08 0.41 0. serta Transportasi dan Komunikasi 0. Perumahan 0.08 persen. dan Olah Raga 0.74 0.40 persen.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.

Tanaman perkebunan rakyat 143.23 b.64 0.80 138.54 .Unggas 137.43 .Indeks BPPBM 130. Nilai tukar petani (NTN) 105.34 .38 140.42 143.95 0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 137.Palawija 151.38 0.27 -0.43 .46 .15 0.26 134.37 .31 -0.62 0.20 .11 -0.Indeks konsumsi rumah tangga 138. Nilai tukar petani (NTPT) 101.36 0.03 .1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Subsektor Bulan Desember Januari (1) (2) (3) (4) 1.49 131.21 138. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 135.74 139.51 147.55 0.Indeks konsumsi rumah tangga 138.26 .10 -0.54 0.72 0. Nilai tukar petani (NTPH) 108.46 .Indeks konsumsi rumah tangga 138. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 136. Peternakan a.57 143.Indeks BPPBM 124.18 c.99 139.37 .89 118.95 142.28 .76 104.34 0. Indeks harga yang diterima petani (It) 138.48 146.05 138.55 105.48 .Tabel 8.35 145.27 137. Indeks harga yang diterima petani (It) 147.09 b.Buah-buahan 145.37 .73 105.98 125.48 .42 143.87 0.66 133.14 Gabungan/nasional a.61 106.74 144.69 -1.Indeks BPPBM .46 -0.53 134.02 b.Indeks BPPBM 117.34 .11 0.Penangkapan 140.31 .06 0.35 122.01 .81 0. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) 132.42 0.Hasil ternak 142.62 140.Sayur-sayuran 150.46 c.67 c.96 -0.29 .10 5.47 0.18 c. Nilai tukar petani (NTPP) 105.78 0. Indeks harga yang diterima petani (It) 145.Indeks konsumsi rumah tangga 138.17 -0.64 122.16 b.29 3.Ternak besar 127.30 0.21 4.15 .86 0.20 101.39 b.42 150.14 -0.47 0.06 c.50 0.83 139.44 -0. Perikanan a.94 131.78 136.45 -0.63 0.Indeks konsumsi rumahtangga 139.43 127.78 0. Nilai tukar petani (NTP) 105. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 134.07 -0.31 108. Indeks harga yang diterima petani (It) 134.07 138.Budidaya 125. Tanaman perkebunan rakyat a. Hortikultura a.Indeks BPPBM 122.35 125.36 -0. Indeks harga yang diterima petani (It) 143.Indeks BPPBM 122.15 c. Nilai tukar petani (NTPR) 106.54 0. Tanaman pangan EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Persentase Perubahan a. Indeks harga yang diterima petani (It) 143.48 .09 .49 .48 2.Indeks konsumsi rumah tangga 138.14 150.19 136.60 143.63 0.Ternak kecil 146.64 0.60 b. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 130.Padi 142.90 0.

47 0.15 0.41 0.27 0.26 0.32 0.05 0.36 0.29 0.57 0.39 0.09 Juni 1.27 0.19 0.85 September 0.02 0.28 0.51 0.09 0.40 0.18 0. dan OR (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.44 0.42 0.44 0.15 0.37 0.13 November 0.26 0.38 0.81 0.22 0.91 0.59 Mei -0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran Makanan Makanan April 2010–Februari 2012 Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan.29 0.30 0.12 0.09 0.52 0.52 0.97 0.37 0.25 0.53 0.40 0.05 April -1.65 0.38 0.45 0.46 Transportasi dan Komunikasi Umum 68 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 Tabel 8.28 0.20 0.40 Juli 0.02 0.25 0.12 0.08 0.23 0.10 0.20 0.24 0.31 0.03 -0.12 1.39 0.95 0.93 Agustus 1.126.27 0.25 0.24 0.07 0.29 Oktober 0.08 November 1.23 0.16 1.24 0.37 0.20 0.57 0.21 0.14 0.27 126.01 Juni 0.25 0.22 0.40 0.49 0.74 September 0.43 0.08 0.35 0.16 0.78 0.19 0.06 0.79 Desember 1.29 0.36 0.19 0.27 0.34 0.37 0. Rekreasi.37 Januari 2012 0.38 0.41 Oktober -0.55 0.63 0.14 Maret -0.12 0.15 0.53 0.3 .04 0.97 0.34 0.56 0.14 0.11 -0.15 0.03 0.37 0.35 0.63 Agustus 1.04 0.41 0.55 0.98 Februari -0.13 0.41 Desember 0.29 0.15 0.15 0.11 0.18 Mei 0.51 0.46 0.33 NI L AI TUKAR PE TANI ( NTP) DAN I NF L AS I PE RDE S AAN F E BRUARI 2012 67 Bulan Bahan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 8.38 0.44 0.08 0.18 0.50 0.17 Januari 2011 1.80 0.45 1.11 -0.10 0.90 0.00 0.37 0.63 0.22 0.64 0.42 0.05 0.54 0.50 0.35 0.74 Februari 0.10 0.93 0.05 0.59 0.36 0.16 0.16 0.43 0.53 0.44 0.30 0.34 0.50 0.12 0.45 0.38 -0.71 Juli 3.57 0.69 0.23 0.50 0.21 0.20 0.09 -0.06 0.07 0.25 0.15 0.43 0.44 0.

Perumahan 133.05 0.87 2.68 0.63 0.29 0.97 139.46 2.49 1.17 4.46 1.20 3.88 127.72 0.62 122. Bahan makanan 142.79 4.83 137.01 114.84 6. Kesehatan 122.50 1.42 0.23 134.02 5. Rekreasi.40 0.06 5. dan Olah Raga 7. Pendidikan.56 144.93 3.66 0.33 1) 2) 3) .43 0.36 0.08 0.83 5.Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.78 0. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) KelompokPengeluaran Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 2012 1) EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Laju Inflasi 2012 Tahun Kalender (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134.31 1.89 135. Sandang 129. Makanan jadi 131.55 146. Transportasi dan komunikasi 120.60 135.84 137.20 3.56 2.36 125.99 123.30 140.53 112.86 114.07 139.53 1.56 1.

Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6.31 per kg (turun 5. harga gabah kualitas GKP di petani sebesar Rp4. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur).31 per kg. Sementara itu. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. 3. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). Pada Februari 2012.550.156.00 per kg. Grafik 9.1 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 /k g R p 3 600 3 800 4 000 4 200 4 400 4 600 4 800 5 000 3 400 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 Pada Februarii 2012. .Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) Yearonyear 3) HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 69 IX.00 per kg dan Rp2.610.67 persen Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKP 2.156. rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.42 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya. naik 5.00 per kg. Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6. harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. Harga Gabah 1.050.000.67 persen) dan Rp4. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur).68 per kg (turun 5. Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.00 per kg dan Rp2. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A.232.

12 2.28 26.67 12.25 18.63 3 296.91 3 707.71 2.09 2.67 4 406.87 2 542.19 12.19 24.32 7.67 18.28 12.41 24.74 4 776.37 23.29 3.37 18.40 5.87 3 178.69 3 967.755.77 18.45 2 794.94 18.50 3 218.83 18.28 persen) dan Rp4.70 3 937.70 4.31 -5.26 12.81 3 549. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.16 per kg (turun 2.37 3 581.02 3 772.90 3 480.80 4 667.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Tahun/ Bulan Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb 19.01 10.63 1.66 18.80 3 684.24 -6.86 3 970.27 3.64 25.19 2 923.33 24.32 8.14 3 838.68 18.42 -4.667.24 4 281.27 4 085.23 3 753.50 4 182.92 5.59 7.03 24.72 25.08 6.54 12.43 0.82 0.64 5.15 3.26 11.38 12.71 4 156.81 3 804.85 3 945.43 12.49 2.17 4.51 12.85 -2.40 25.65 6.43 1.79 3 632.66 24.29 3 449.97 2 896.01 17.13 25.86 12.24 4 548.85 -5.56 0.71 -12.36 3 416. Pada Februari 2012.26 -3.54 3 997.15 12.10 3 229.02 26.45 18.55 3 565.73 4.85 per kg (turun 2.02 19.19 3.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan .45 4.54 3 048.94 3 507.53 -0.79 -0.79 12.08 3 887.72 -10.31 1.97 -18.84 -2.96 4.70 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 Tabel 9.48 26.10 4 398.77 13.90 2 619.99 18.

857.26 per kg.776. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.880. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4. Sementara itu. g / k R p 5 000 4 800 4 000 4 200 4 400 4 600 3 800 2 200 2 400 2 600 2 800 3 000 3 200 3 400 3 600 Grafik 9.406.19 per kg.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 Feb'11 Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'12 Feb GKG GKP Kualitas Rendah HPP-GKG HPP-GKP EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Rata-rata Harga (Rp/Kg) Perubahan (%) HARGA PANGAN F E BRUAR I 2012 71 5. dan kualitas rendah Rp3. 6. Februari 2011–Februari 2012 GKP GKG Rendah Kadar Air .542.32 per kg. kualitas GKG Rp4.52 per kg (turun 6.93 per kg.105. Pada periode yang sama.sebelumnya. dan kualitas rendah Rp3.581.90 per kg.72 per kg dan Rp3.32 per kg.655. Tahun/ Bulan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9.87 per kg. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2. Selama Februari 2011–Februari 2012.70 persen) dan Rp3. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3. kualitas GKG Rp4.048.607.475.84 per kg dan Rp3. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.622.49 per kg.92 per kg.804. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.549.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya.97 per kg.24 per kg (turun 6.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya. Sementara itu.

08 3 972. kualitas rendah 252 observasi (25.54 3 105. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.66 26.85 10.87 3 241.89 2.45 2 863.65 18.23 3 824.12 3.32 4.99 6.24 persen).76 3.63 3 361.97 17.92 7.24 4 619.50 24.05 25.53 2.84 -10.39 3.36 23.46 0.16 -2.81 3 622.20 12.16 18.27 4 150.68 18.49 -5.64 18.90 2 691.55 3 631.10 4 463.36 3 480.33 12. dan kualitas GKG 80 observasi (8.49 3.50 3 279.79 12.74 4 857.65 7.81 3 299.86 4 044.19 2 981.18 0.87 2 607.20 12.90 -17.02 3 838.87 5.99 5.38 11.50 12.19 24.82 12.85 4 007.42 12.81 persen).28 -1.90 3 552.22 18.12 18.52 24.11 26.13 0.47 25.17 -1.61 1.57 24.80 4 755.02 12. Dari keseluruhan observasi.90 3.91 3 771.15 24.02 -0.93 -3.59 12. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.71 4 232.97 2 968.81 3.14 3 930.67 4 475.74 19.(%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) Rata-Rata Harga (Rp/kg) Perubahan (%) Kadar Air (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2011 Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sep Okt Nov Des 2012 Jan Feb Rata-Rata Harga (Rp/kg) 19.84 4.35 12.94 3 593.17 12.76 13.64 2.30 8. Perubahan (%) .75 -5.29 3 519.58 2.95 persen).43 26.77 5.50 4 253.52 -6.37 3 655.24 4 354.69 4 029.32 7.27 18.06 25.35 18.50 25.79 3 703.70 3 999.45 18.81 3 880.68 -5.74 4.20 6.51 -12.80 0.40 18.80 3 754.54 4 067.

Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen). Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen). susu kental manis.89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 . tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. petani. gula pasir. BULOG. lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3.per kg. Secara nasional. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4. minyak goreng..33 persen bila dibanding Februari 2011.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16. harga beras naik 15. naik 0. Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram.88 persen bila dibanding Februari 2011. Artinya pemilik beras (pedagang.37 persen. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu. Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima. Mamuju (masing-masing 6 persen). Komoditas lain seperti daging sapi. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0.72 HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 B. Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu. 2.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6. Harga cabai merah turun 30.77 persen dibanding Januari 2012. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1.80 persen bila dibanding Februari 2011. 3. Pangkal Pinang.48 persen bila dibanding Februari 2011.77 persen .27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45. konsumen.81 persen. Dibandingkan Februari 2011. Mamuju (masing-masing 10 persen). Harga cabai rawit turun 6.56 persen.520.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61. Rata-rata harga beras bulan Februari 2012 sebesar Rp10. Harga telur ayam ras naik 1. Sorong. Harga daging ayam ras turun 1. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen). dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11.64 persen bila dibanding Februari 2011. Harga ikan kembung turun 1.

33 6.34 0.27 1.63 Februari’12 thd Februari’11 15.57 -1.57 0.77 -1.80 3.3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok (kg) Daging Ayam Ras (kg) Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) Daging Sapi (kg) Susu Kental Manis (385 gram) Minyak Goreng (liter) Gula Pasir (kg) Tepung Terigu (kg) Cabai Rawit (kg) Cabai Merah (kg) Telur Ayam Ras (kg) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Februari’11 9 118 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 Februari’12 thd Januari’12 0.23 0.88 16.64 -45.05 -6.HARGA PANGAN F E BRUARI 2012 73 Bulan Beras MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 9.37 10.01 0.55 2.74 -0.89 0.90 -61.83 4.00 (dalam persen) Ikan Kembung (kg) Minyak Tanah (liter) 74 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 .31 -30.48 6.18 0.99 -1.

25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya.2).1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 1 0 F eb r A M a p r M ei n J J u u l t S A g ep O k t v D N o es 1 1 J an F eb r . 2012 1.30 persen (Tabel 10. 210 215 175 180 185 190 195 200 205 Grafik 10.INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI X. 2. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0. Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0.1).11 persen (Tabel 10.65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0. Pada Februari 2012. Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0.

1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas.4). kaca lembaran. pipa pvc. (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) . Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0. Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0. Indonesia Januari 2012–Februari 2012. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis. aspal. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 10.04 persen (Tabel 10.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0.A M a p r M ei n J J u Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian u l t S A g ep O Pekerjaan umum untuk jalan. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. asbes gelombang. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 k t v D N o 1 2 es J a n F eb I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 75 4.3). cat tembok.50 persen (Tabel 10. semen. air minum dan komunikasi Bangunan lainnya Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0. jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.35 persen 3. dan besi beton) mayoritas naik harganya. gas.

93 0.28 Bangunan lainnya 204.10 5.25 0.1.03 204.31 Semen 183.31 151. gas.52 0. dan komunikasi Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Februari terhadap Januari (%) 197.27 214.20 192.29 Cat tembok 175. Industri 184. Pertambangan dan penggalian 228.00 0.69 158.30 212.22 Konstruksi Indonesia 203.59 193. dan pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.11 187.42 4.60 0.36 Aspal 308.63 184.35 Tabel 10. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan. air minum.18 Umum nonmigas 187.38 179.36 0.41 0.65 183.65 2.76 175.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi. Impor nonmigas 168.04 Kaca lembaran 182.48 0.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.46 0.50 0. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) (4) Kayu lapis 157.25 76 I NDE KS HARGA PE RDAGANGAN BE S AR ( I HPB) F E BRUARI 2012 Tabel 10.64 185.12 0.54 -0.48 198.48 203.24 228.87 215.70 168.26 212.53 -0.13 Pipa PVC 179.11 3. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.58 0.93 259.40 .69 0.21 0. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012. jembatan.04 308.77 0.99 0. Pertanian 257. Ekspor nonmigas 151.

31 188.44 184.82 Umum tanpa impor dan ekspor 199. ITB TRIWULAN IV-2011 1.65 4.40 2.51).55 0. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan. 2.48 178.43 1.78 197.42 189. Kehutanan. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108.69 0. 2011 A.99 0. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.92.48 Tabel 10. Industri 183.74 Umum tanpa ekspor 195. Pertanian 254.66 228.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.53).78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107.32 0.40 159. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A.37 257.10 Besi beton 180.50 Umum 187.24 0.70 3.53 188.55 5.80 Umum tanpa ekspor migas 187.49 0.2011 77 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-XI.78 190. Peternakan.Asbes gelombang 176. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111.86 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Perubahan Februari terhadap Januari (%) Perubahan Januari terhadap Desember (%) I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor. Impor 181. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. kecuali Sektor Pertanian. 3.19 0. Ekspor 158.34 0.86).1. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) (4) 1.93 1. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106.97 0.69 181.64 0. .77 Umum tanpa impor 188.99 182.89 0.27). dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98. penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105.14). Pertambangan dan penggalian 226.32).77 201.

14 116. dan Restoran 106. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis.2.75 107.22 104. Listrik. Pertanian. A. PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 1.37) 78 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .00 111.85 110.31 106.93 112. Gas.51 101. dan Jasa Perusahaan 110. dan Air Bersih 108.24 9.08 106. Peternakan.55 101.13 108. Sektor Pertanian. dan Perikanan 96.37.85 106. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang. Selain pada triwulan berjalan.05 110.34 107.94 105.05 111.92) Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108.32 105.04 110.09 109.80 7.90 105.35 101.57 103.33 98.94 105. Industri Pengolahan 105.70 105.Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV2011.42 108.32 106.58 106. Real Estat.19 107. Kehutanan.36 110.83 111. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Kondisi bisnis pada Triwulan IV-2011 meningkat (ITB 106.42 6.16 105. dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi.41 5. Perdagangan. 2.51 106.60 107. Keuangan.83 3. dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa. Konstruksi 108. Pengangkutan dan Komunikasi 107.45 105.64 106.57 4.78 8.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor Sektor ITB Triwulan IV-2010 ITB Triwulan I-2011 ITB Triwulan II-2011 ITB Triwulan III-2011 (1) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.1 Indeks Tendensi Bisnis 1) Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan .27 108. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106.38 102.83 107. Peternakan. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108. Hotel.39 106.15 98. Jasa-Jasa 107.53 105.2011 Tabel 11.92 108.37 Grafik 11.80 109.23 106.63 102.58 104.55 Indeks Tendensi Bisnis 106.92). dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi. Kehutanan.86 106. Pertambangan dan Penggalian 108.27 2.72 97.20 104.

Perkiraan Triwulan I-2012
2)

Keterangan:
1) 2)

120 115 110 105 100 95 90 112,25 IV0 111,72 111,12 104,41 7 I0 8 0 8 II -

ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200, dengan indikasi sebagai berikut: a. Nilai ITB < 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya. b. Nilai ITB = 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya. c. Nilai ITB > 100, menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya.
102,19 0 8 II I-

Perkiraan ITB triwulan I-2012.
IV0 110,43 96,91 8 I0 9 0 9 II 112,86 0 9 II I108,45 IV0 107,29 106,63 103,41 104,23 9 I-

Triwulan
1 0 1 0 II 1 0 II

IIV1 102,16 0 I1 1

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
ITB Triwulan IV-2011 107,86 105,75 1 1 II 1 1 II IPerkiraan ITB Triwulan I-2012 108,37 106,92 1 IIV1 1 2

I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011 79

B. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B.1. ITK TRIWULAN IV-2011 1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108,44, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110,24). Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari, dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan. 2. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi), dimana 13 provinsi diantaranya (39,39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113,07). Sebaliknya, Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah, yaitu sebesar 105,34.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw III-2011 ITK Trw IV-2011 (1) (2) (3) Pendapatan rumah tangga 110,50 108,69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113,48 111,82

Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging, ikan, susu, buah-buahan, dll.) dan bukan makanan (pakaian, perumahan, pendidikan, transportasi, kesehatan, rekreasi) 105,71 103,67 Indeks Tendensi Konsumen 110,24 108,44

Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat (ITK 108,44)
80 I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V - 2011

120 115 110 105 100 95 90
105, 34

Grafik 11.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi
108,
eh N T A c B o a l n t r o G o u M u l g k B en u t a l i Kal m b J a l S

Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108. PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 1.08. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104. Selain pada triwulan berjalan. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112.s e a t r u l el m s S u en g l t S u B.46). 1. a r l b S u T J N T en g a t a r m b S u g S u n m p L a u t u .2.48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional.44). artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48. juga diperkirakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan mendatang.00).

m r B b a J a el J a b i m a t 44 i a e s d o n I n a u R i i m Kal t en Pa n t B a a p u en g Kal t i Kep r a t a r B u a Pa p a r Kal b EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 a r t k a g y a Y o .

VCD/DVD player. t l u S u I NDE KS TE NDE NS I BI S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk ITK Trw I-2012 (1) (2) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 109.2011 81 120 115 110 105 100 95 90 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 11. HP. kulkas. mebelair. kompor/tabung gas. radio.34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV.D I k u l u M a el l s S u r t a k a J a D KI l i B a Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITK 108. tape/compo. oven/microwave. perhiasan berharga.08) 07 11 3. mesin cuci. AC. kendaraan bermotor) . komputer.

u N u l g k B en T T i N m b J a T B Indeks Tendensi Konsumen 108.08 Grafik 11.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi eh A c a t a r B u a Pa p o S a l n t r o G o a t r u l g M u n m p L a u t a .46 10 4.

50 1) 112.08 105. i a e s d o n I n i Kep r a r t k a g y a Y o D I el m s S u k u l u M .l en R n t B a u S i a r b a u l a r m b S u e l Kal s m S t i J a u t u m 108.

a g t en J a en g Kal t a r Kal b u a Pa p b el B a l i B a r b a J a en g l t S u t l u S u r t a k a J a D KI i m Kal t 00 el l s S u 82 I NDE KS TE NDE NS I B I S NI S DAN KONS UME N TRI WUL AN I V .4 Indeks Tendensi Konsumen 1) Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan .2011 Tabel 11.

56 29.56 20.33 110.46 111.57 107. Kalimantan Barat 101.57 113.86 107.96 107.79 105.60 5.09 107.41 104.80 19.06 105.22 104. Sumatera Barat 100.37 107.40 108. Provinsi Triwulan I-2011 Triwulan II-2011 Triwulan III-2011 Triwulan IV-2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.42 107.23 105.36 17.46 8.46 104.89 107.22 109.46 15.60 106.Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi No.24 104.55 109.09 107.12 106. DKI Jakarta 105.07 110. Nilai ITK = 100.17 106. DI Yogyakarta 102.24 112.07 109.39 107.70 107.46 111. b.96 107. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012. Nilai ITK > 100.46 109.59 106.39 108.34 105.44 105.27 110.40 105.47 106.07 114.60 106.95 106. Sulawesi Tengah 100.78 107. Sulawesi Selatan 112.53 107.26 109.18 107. R i a u 100.68 108.75 4.55 108.77 108.91 110.44 106. Nilai ITK < 100. Sulawesi Tenggara 106. JawaTimur 102.75 110.21 104.06 105. Kepulauan Bangka Belitung 103.60 109.98 109.31 114.96 22.38 109. Sulawesi Utara 101.68 12.44 108.47 110.43 109. Nusa Tenggara Timur 99.02 108. Sumatera Utara 102.02 109.96 105.58 31.96 2.84 109.33 105.78 16.24 106.11 110.00 27.69 107.40 25.26 106.40 111.96 111.15 6.72 30. Papua Barat 101.15 106. Jawa Tengah 100.26 109. Gorontalo 103. Kalimantan Tengah 106. Kepulauan Riau 99. J a m b i 102.28 108.55 105.01 108.69 109.58 107.35 106. B a l i 103.63 109.06 21.51 107.92 108.31 108. Sulawesi Barat 105. Maluku 100.42 106.58 111.16 107.87 110.90 113.90 110. Banten 101.63 107.48 107. Bengkulu 97.20 26.31 109.39 112.69 108.44 108.03 108.89 105.10 106. Aceh 101. .75 23.23 110. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan 2) menurun dibanding triwulan sebelumnya. Kalimantan Selatan 105.92 14.47 105.33 108.22 105.66 13.35 108.14 32.61 10.89 9.58 107.15 110. Kalimantan Timur 108.70 104.69 106.01 108.05 3.07 111.04 107.36 110.36 110. Maluku Utara 100.10 109. Nusa Tenggara Barat 101.66 107.48 104.77 111.15 112.48 7. Lampung 100.30 110.47 107. c. Sumatera Selatan 102.08 Keterangan: 1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200.24 108.62 111.70 103.84 106.17 108.64 18. Jawa Barat 101.53 110. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.42 109.00 107.44 107. Papua 98. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Triwulan I-2012 2) PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 83 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA XII.40 104.32 109.21 33.54 Indonesia 102.12 24. dengan indikasi sebagai berikut: a.48 109.12 106. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.20 11.64 111.77 105.10 113.72 28.

Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus.09 34.24 juta ton.52 34.39 persen) dan produktivitas sebesar 0. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) T on ta J u sebesar 65. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52. 65.40 66.35 kuintal/hektar (0. mengalami penurunan sebesar 0.74 84 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 h a .10 persen) dibandingkan tahun 2010.88 29.1 Perkembangan Produksi Padi. PADI 1. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).47 2. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 70 60 50 40 30 20 10 0 Grafik 12.97 juta ton.10 persen 64.74 juta ton. turun 1.13 ribu hektar (0. 2009–2011 36.70 persen).34 Jawa Luar Jawa Indonesia 2009 2010 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM Produksi padi tahun 2011 sebesar 65.73 juta ton (1. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12.2).(ASEM) 2011 A.37 30.40 31.

50 -301 080 -9. 2009-2011 2011 (ASEM) Perkembangan Uraian 2009 2010 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.53 -1.60 .Januari-April 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0.72 1. JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17.09 .Januari-April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2.67 0. Produksi (ton) .45 50.85 -78 355 -1.56 -0.78 .81 persen) dibandingkan tahun . Produktivitas.35 -0. Luas Panen (ha) .63 juta ton pipilan kering.55 -1.1 Perkembangan Luas Panen.13 327 301 5.93 .45 .62 -964 211 -6.27 -0.88 -0.80 0.Januari-Desember 12 883 576 13 253 450 13 201 316 369 874 2.22 -728 448 -1.10 . 2009–2011 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 2009 (ha) 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2010 (ha) 509181 1252719 2246741 1830866 958790 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 Tabel 12.99 50.39 2.61 51.56 -3.Januari-April 49.16 0.2 Pola Panen Padi.95 3. Produktivitas (ku/ha) .b u r i 1 000 1 250 1 500 1 750 2 000 2 250 2 500 2 750 0 250 500 750 Grafik 12.70 3.September-Desember 12 429 363 14 992 617 14 028 406 2 563 254 20.Mei-Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.10 Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 85 B.15 49. dan Produksi Padi Menurut Subround.22 49.September-Desember 49. menurun sebesar 698.71 50.60 ribu ton (3.Januari-Desember 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.32 -0.77 1.36 -0.97 49.Mei-Agustus 22 463 966 22 152 985 21 083 726 -310 981 -1.44 48.96 .Mei-Agustus 50.62 1 305 022 4.83 .43 .38 -1 069 259 -4.Januari-Desember 49.56 -0.September-Desember 2 487 244 3 022 050 2 720 970 534 806 21.87 -52 134 -0.

24 ribu hektar (6.84 ribu ton.54 ribu ton. Penurunan produksi kedelai tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64. Jagung .91 .Produktivitas ku/ha 42.97 persen 86 PRODUKS I TANAMAN PANGAN ANGKA S E ME NTARA ( AS E M) 2011 Tabel 12. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843. sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.90 ribu hektar (6.99 4.70 1. menurun sebanyak 63.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.70 -270 243 -6.Luas Panen Ha 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0. Penurunan produksi tersebut terjadi di Jawa sebesar 478.2 Perkembangan Luas Panen. Produktivitas. turun 6. turun 3.36 45.29 2.65 1. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.19 ribu ton (6.56 ribu ton.63 juta ton.81 persen Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843.54 .35 ribu ton.2010. dan Produksi Palawija.04 persen) dan sebesar 0. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270. C.54 persen).37 44. 2009-2011 Uraian Satuan 2009 2010 2011 (ASEM) Perkembangan 2009-2010 2010-2011 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1.29 kuintal/hektar (2.91 persen).97 persen) dibandingkan tahun 2010.84 ribu ton biji kering.02 persen).14 kuintal/hektar (1.

33 4. .25 1.Produktivitas ku/ha 13. Kacang Tanah .24 49 392 16.46 202.02 .96 -698 603 -3. Kacang Hijau .Luas Panen Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8.81 0.43 38 969 15.02 14.85 0.48 13.03 .91 11.04 .Luas Panen Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.42 . TRIWULAN IV 2011 A.30 11.33 141 196 6.38 6.Produksi (biji kering) Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.02 persen (y-on-y) dari triwulan IV-2010.Produksi (umbi basah) Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8.33 -81 333 -13.59 .10 .56 12.99 8.57 -39 895 -6.Luas Panen Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.Produksi (biji kering) Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.17 203.. Ubi Jalar .18 1.52 -3 216 -1. Ubi Kayu .85 0.27 123.Luas Panen Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.Produktivitas ku/ha 187.92 -63 193 -6.17 -88 279 -11.63 -410 -0.81 2.56 0.35 1.99 .Produktivitas ku/ha 10.14 -1.53 91 506 0.73 13.82 .07 0.57 0.21 9.26 1.39 3.97 3.Luas Panen Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1.78 .Produksi (umbi basah) Ton 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.48 0.88 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 87 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR XIII. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) 1. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik sebesar 6.93 5.85 -0.Produksi (pipilan kering) Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.25 1.Produktivitas ku/ha 12.49 12. Kedelai .Produksi (biji kering) Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.11 .59 0.Produktivitas ku/ha 111. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5.92 113.71 7.53 persen dari triwulan IV2009.

00 0. 4.51 persen dari triwulan IV-2007.46 persen dari triwulan IV-2008. 1.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 Tahun q-to-q y-on-y . Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6.46 Pertumbuhan produksi Industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011 naik 6. Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1.83 persen (y-on-y) dari Desember 2010.00 1.53 2008 2009 2010 2011 Tahun 6. Tabel 13.43 persen (m-to-m) dari Oktober 2011.00 2. Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008-2011 (2000=100) Per sen 8.00 6. dan triwulan IV-2008 naik 1.23 persen (y-on-y) dari November 2010.00 7.16 persen (m-to-m) dari November 2011.02 88 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 5. 3.00 4.triwulan IV-2009 naik 4.02 persen dari triwulan IV-2010 5.51 4.00 5.00 3.09 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.00 2. Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Grafik 13. 6.

50 2.09 5.77 4.26 4.02 3.22 -5.26 5.73 0.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 Bulan y-on-y m-to-m 2010 2011 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) Januari 5.09 4.11 September 0.74 0.02 1.03 2.10 5.42 2.06 -0.66 -0.80 4.56 Tabel 13.07 5.Total Triw I Triw II Triw III Triw IV Triw I Triw II Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2008 -0.00 Maret 3.45 2011 -1.00 5.85 5.16 EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 -0.46 April 3.06 5.87 5.15 1.68 4.66 Agustus 4.19 0.10 -6.17 1.60 1.02 5.57 Oktober 4.27 -1.67 5.83 1.69 6.34 1.10 2.96 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 89 .34 1.69 1.98 7.51 3.53 0.85 3.81 10.92 3.48 -3.43 Desember 7.13 2.65 2.01 2009 -1.25 Februari 4.68 6.30 1.64 0.30 3.61 2.23 -0.31 -3.95 3.49 5.02 7.72 Juli 5.53 1.20 2.38 2.44 2.89 Mei 4.66 1.01 November 4.57 -1.53 4.34 2010 -1.23 Juni 5.50 7.96 0.46 1.83 2.

50 2.22 -0.80 -1. barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur).34 5.95 -1. Percetakan.03 2. televisi.58 0.73 -0.77 -3.96 -1.55 -6.16 -4.50 27 Logam dasar 1.32 4.18 -3.18 7.87 -4.68 -0.70 0.84 13.14 19 Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki -1.63 0.11 -5. serta perlengkapannya 6.69 1.92 0.72 17 Tekstil 0.32 10.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.82 8. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.57 -1.04 -0.95 14.63 -1.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13.89 5.54 18 Pakaian jadi 0.99 3.51 2.48 .3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 KBLI Jenis Industri Manufaktur Triwulan/Tahun III/10 IV/10 I/11 II/11 III/11 IV/11 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 15 Makanan dan minuman 4.25 7.67 5. selain kendaraan bermotor roda empat atau Lebih 6.79 0.09 8.96 20 Kayu.92 -3.75 0.37 0. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1.90 -5.09 90 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 B.71 0.45 3.13 2. kecuali mesin dan peralatannya 4.79 6.20 0.00 32 Radio.26 0.60 0.46 -1.87 7.34 16 Pengolahan tembakau -2.80 6.17 24 Kimia dan barang-barang dari bahan kimia 25 Karet dan barang dari karet dan barang dari plastik -3.24 31 Mesin listrik lainnya dan perlengkapannya -2.21 persen dari triwulan II-2011.34 10.72 -12.77 -1.32 36 Furnitur dan pengolahan lainnya 0.33 0.81 1.95 7.90 2. triwulan II2011 naik 1.62 1.48 -5.74 22 Penerbitan.32 21 Kertas dan barang dari kertas 0.45 -0.85 28 Barang-barang dari logam.78 2.92 29 Mesin dan perlengkapannya 1.93 6.78 2.90 -1.40 26 Barang galian bukan logam -0.36 0.07 -2.41 -10.01 5.61 2.12 25.52 -0.51 -0.56 Industri Manufaktur 2. Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar 2.67 4.00 -8.84 7.69 -1.12 -3.15 2.24 -2.74 -3.44 0.64 1. dan barang-barang anyaman 5.60 35 Alat angkutan.60 -11. dan peralatan komunikasi.11 -11.04 11.32 4.43 -9.24 1.70 2.09 5.80 0.39 1.93 0.20 -3.92 3.44 -11.95 3.87 -6.20 0.47 34 Kendaraan bermotor -2.18 7.04 1. dan Reproduksi Media Rekaman 3.

00 7. 4. Industri logam Dasar naik 12.00 0.22 persen.15 persen. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14.04 persen dari triwulan III-2011. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7.50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011. Barang dari Karet dan Plastik naik 8.00 1.71 persen dari tahun 2010. Grafik 13.21 persen dari tahun 2010. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 4. Barang dari Karet dan Plastik naik 12.02 persen. Industri pakaian Jadi turun 4.00 2.26 1.54 persen dari triwulan III-2011 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2. 3.00 5.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 .31 persen. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4.00 4.54 PE RTUMBUHAN PRODUKS I I NDUS TRI MANUF AKTUR TRI WUL AN I V 201 1 91 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 13.26 persen dari triwulan IV-2010. dan Obat Tradisional naik sebesar 10. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi. Obat. dan Industri tekstil turun 1. dan Industri Karet.00 1. dan Industri Karet.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 Per sen 8.48 2010=100 2.00 6.22 persen.21 persen.persen dari triwulan I-2011. dan triwulan I-2011 naik 1.00 3.21 Pertumbuhan produksi IMK triwulan IV-2011 naik 4. Industri Furnitur naik 9.

22 -2.35 -1.30 7.15 3.41 6.99 1.39 -4. barang elektronik.61 3.21 4. yaitu dari 724.96 0.42 4.08 2.54 3.23 2.22 8.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1.82 -10. dan obat tradisional 13. barang dari kulit dan alas kaki 4. barang dari karet dan plastik 5.78 6.77 -0.88 0.88 5.31 8.31 3.93 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011 sebesar 548.15 -4.82 1. jumlah an g O r wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.19 5.51 6.82 4.44 9.14 4.7 ribu orang atau naik 18.02 5.12 9.67 12.61 15 Kulit.46 12.25 5.26 1.65 6.53 1.92 persen.39 11 Minuman -5.52 8.27 0.07 2.68 -4.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6.54 4.10 3.58 0.06 5.00 -1.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1.71 92 PARI WI S ATA J ANUARI 2012 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.96 10.13 3. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).74 -0.55 21 Farmasi. selama Januari 2012.86 24 Logam dasar 3. Sementara itu.08 1. Secara kumulatif. dan optik -0.76 4.32 1.86 13 Tekstil -1. trailer.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.24 -1.01 9.53 -19.8 ribu orang.99 1.36 3.12 -3.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.05 6. bambu dan sejenisnya 3.37 27 Peralatan listrik -12.92 -0.44 -4.10 26 Komputer.60 6.74 -7.28 -2. produk obat kimia.22 5.28 7.04 -1.62 11.84 -2.76 14.53 -2.24 1.03 0.27 2.94 14 Pakaian jadi 0.5 ribu orang menjadi .50 -5.50 6.KBLI Jenis Industri Pertumbuhan Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 10 Makanan dan minuman 0. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1.83 -0.05 9. dan semi trailer -5.72 29 Kendaraan bermotor.88 0.15 8.48 2.78 5.92 -1.50 16 Kayu.22 23 Barang galian bukan logam 2.70 10.53 IMK 1.35 30 Alat angkut lainnya -0.99 5.99 1. dan barang anyaman dari rotan.19 3.18 1. jika dibanding jumlah wisman Desember 2011.36 0.31 1.88 17 Kertas dan barang dari kertas -8.24 1.21 22 Karet. jumlah wisman Januari 2012 turun 9.82 4. A.69 1.50 2.18 -2.91 31 Furnitur 5.12 4.21 32 Pengolahan lainnya 2.55 12 Pengolahan tembakau -0.

652,7 ribu orang. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20,05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011, dan turun sebesar 8,29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.
300.000 250.000 200.000 150.000 100.000 50.000 '1 1 J an

Grafik 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk
b M F e

Januari 2011–Januari 2012
pr Mei ar A J un J g t ul A

Bulan
p O S e

Jumlah wisman Januari 2012 mencapai 652,7 ribu orang atau naik 18,93 persen
k t Soekarno-Hatta Ngurah Rai Batam Lainnya Nov D

2. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, selama Januari 2012 mencapai 249,7 ribu orang atau naik 19,87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011. Begitu pula, jika dibanding Desember 2011, jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012, naik 0,56 persen yaitu dari 248,3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249,7 ribu orang pada Januari 2012.
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 e s '1 2 J an PARI WI S ATA J ANUARI 2012 93

3. Dari 652,7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012, diantaranya berkebangsaan Singapura (14,73 persen), Cina (14,06 persen), Malaysia (12,46 persen), Australia (11,35 persen), Jepang (4,75 persen), Korea Selatan (4,72 persen), dan Taiwan (3,14 persen). B. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap 1. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51,27 persen atau naik 0,80 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, jika dibanding dengan Desember 2011, TPK Januari 2012 turun sebesar 4,30 poin.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Grafik 14.2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia se n Pe r
70 60 50 40 30 1 F ' 1 Ja n a r eb M

Januari 2011–Januari 2012
r A p M ei Ju n Ju l

Bulan
t S A g

TPK Januari 2012 mencapai 51,27 persen atau naik

0,80 poin
kt N ep O Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5

2. TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62,01 persen, turun 2,65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Jika dibanding Desember 2011, TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0,42 poin.

o v D es 1 2 Jan ' 94 PARI WI S ATA J ANUARI 2012

3. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2,03 hari, yang berarti terjadi penurunan sebesar 0,10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,10 hari, dibanding Desember 2011.
Bulan/ Tahun

Tabel 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman, Tingkat Penghunian Kamar, dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012
Wisman Nasional Wisman Bali TPK 20 Prov. Jumlah Perubahan (%) Jumlah Perubahan (%) (%) TPK Bali (%) Rate Perubahan Rate PeruEDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Lama Menginap Tamu (Hari) bahan Ratarata

70 65.42 2.02 Juli 745 451 10.92 249 728 0.75 5.13 1.44 56.93 -0.54 279 219 13.67 252 855 0.04 -0.87 62.87 2.69 -9.93 0.01 -0. A.06 51.85 2.31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.47 7.28 202 539 0.09 Maret 598 068 5.57 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2011.48 1.03 0.93 2.30 208 832 -6.68 224 423 10.87 3.07 -0.32 2.12 65.01 3.64.05 2.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011.62 . Angkutan Udara 1.54 51.85 58.36 71.52.36 245 248 17.74 1.2 788 706 .44 1.43 2.18 64.01 2.91 244 421 -3.61 63.01 Agustus 621 084 -16.4 juta orang atau turun 2.15 64.08 Desember 724 539 10.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 2.47 -3.50 201 457 -3.66 3.90 60.34 54. Jumlah penumpang angkutan udara dalam MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 negeri (domestik) selama Januari 2012 mencapai 4.10 0.27 1.57 1.57 2.85 52.15 Februari 568 057 3.05 -12.11 0.97 -1.56 51.36 50.07 April 608 093 1.90 -1.88 70.60 61.10 0.13 0.37 2.16 0.63 248 336 12.00 Jan 2012 652 692 -9.11 Juni 674 402 12.15 -5.03 62.98 0.96 -0.06 September 650 071 4.95 52.80 52.59 1. Grafik 15.27 -4.07 Oktober 656 006 0.03 0.63 0.10 Perubahan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 95 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 XV.7 ribu orang atau turun 4. an .82 .68 252 698 3.04 Mei 600 191 -1.01 0.16 220 341 -9.30 62.09 November 654 948 -0.81 208 337 -6.62 2.30 51.23 -2.90 46.2.13 0.03 0. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930.71 55.34 0.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15.95 0.97 -0.02 Januari 548 821 -14.(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Jan–Des 2011 7 649 731 .32 62.

naik 5.57 persen p O S e k t e s Nov D penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional '1 2 J an 96 TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 B.4 juta orang. Angkutan Laut Dalam Negeri .g ta o r ju 20 18 10 12 14 16 0 2 4 6 8 '1 1 J an b M F e ar A pr Mei J un i i A J ul g u Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.

76 persen Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.67 persen EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 Bulan TRANS PORTAS I NAS I ONAL J ANUARI 2012 97 . C.6 ribu orang atau turun 8.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. 2.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18.40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20. jumlah penumpang kereta api mencapai 16. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510.9 juta ton atau turun 3.1 juta orang.9 juta ton atau turun 16.1 juta orang atau turun 4. turun 4. Angkutan Kereta Api 1. turun 20.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510.18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam negeri selama Januari 2012 mencapai 8.1.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. Jumlah barang yang diangkut kereta api selama Januari 2012 mencapai 1. Selama bulan Januari 2012. 2.6 ribu orang.76 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.

52 10 399.28 10 442.44 Mei 4 221.71 April 4 098.03 12 398.02 1 672 25.8 1.45 13 595.16 Oktober 4 348.5 -16.3 .7 1.48 529.15 539.7 554.88 806.25 16 461 -2.52 12 055.7 3.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Angkutan Laut Angkutan Kereta Api Domestik Internasional Penumpang Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) org) Peru(000 bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) org) Peru(000 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 2011 51 517.37 858.39 590.80 Juli 4 901.90 16 891 -4.26 2012 4 387.0 .25 598.19 613.05 644.0 7.2 -11.5 -7.152 432.6 17.8 -7.7 -1.75 1 587 3.46 510.91 Desember 4 490.22 1 886 -3.91 1 951 6.MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 15.9 -5.3 -16.93 Februari 3 812.6 .59 656.41 14 038.0 .12 1 675 -3.5 -6.16 643.31 930.72 1 891 9.65 18 132 5.1 -23.6 22.0 -9.10 828.61 Juni 4 676.4 9.96 11 199.3 15.33 10 594.6 10.8 -0.12 16 441 -3.4 -13.7 -4.65 Agustus 3 680.4 10.68 14 890 -11.67 17 522 6.8 -3.19 Maret 4 155.85 1 330 -16.98 1 728 3.1 .8 -3.1 886 Januari 4 387.34 16 978 14.5 -8.71 1 836 -2.0 23.01 890.1 -2.43 November 4 429.83 15 205.9 15.96 786.96 September 4 546.26 773.7 .40 8 881.00 896.90 974.3 4.3 .38 974.510.0 -16.16 102 .97 557.9 -1.87 854.14 16 179 -1.8 881.35 867.97 14 489.88 16 811 3.5 4.60 624.2 -8.5 1.6 -8.5 13.18 16 102 -4.6 -2.8 -24.33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).33 14 846 -18.3 .4 5.58 1 757 6.80 1 006.16 1 648 -1.72 15 223.930.6 -11.38 16 921 13.1 13.1 -0. dan data penumpang angkutan .7 9.9 1.47 1 620 -7.5 -2.7 -11.4 -4.02 1 744 7.3 -4.68 17 265 -1.28 13 086.199 337 .78 1 036.9 -8.6 16.20 439 Januari 4 155.51 887.87 770.1 11.

36 persen). Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan.09 juta orang.36 persen) 15.00 15. Selama periode Maret 2011– September 2011. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0.49 persen). Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1.09 15.00 10.49 kota desa kota+desa Maret 2011 September 2011 2.1 Persentase Penduduk Miskin 9. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29.02 juta orang (12.00 5.59 12. A.13 juta orang (Tabel 16.kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi.89 juta orang (12. bahan (%) (000 ton) Perubahan (%) 98 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI.72 Jumlah penduduk miskin pada bulan September 2011 sebanyak 29. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2011 yang berjumlah 30.1). berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0.20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan.00 9.00 0. Pada bulan Maret 2011.89 juta orang (12. 3. 63.23 Grafik 16. se n Pe r 20. sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah .04 juta orang. sementara di daerah pedesaan berkurang 0.

1.59.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011.25 persen.06 pada Agustus 2011.28 persen.19 menjadi 34.59 Kota+Desa Maret 2011 171 834 61 906 233 740 30. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18.97 15. yaitu sebesar 2.51 persen. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I.17 pada September 2011. 2.35 persen. Sementara itu. cabai rawit.6 persen pada periode yang sama. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 12. II.05 9.48 persen.1 Garis Kemiskinan.09 Perdesaan Maret 2011 165 211 48184 213 395 18.32 pada Maret 2011 menjadi 105.36 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah.95 9. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34.4 persen terhadap Triwulan I 2011.02 12.72 persen. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Jumlah penduduk miskin (juta) Makanan Bukan Makanan Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perkotaan Maret 2011 177 342 75 674 253 016 11. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1. dan 30. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7.72 September 2011 172 723 50 458 223 181 18. gula pasir. Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6. 61.21 persen. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.perdesaan 63. dan 2.46 pada Februari 2011 menjadi 21.79 persen dari 103. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng.Selain itu.23 September 2011 184 919 78 675 263 594 10.94 15.35 persen. Selama periode Maret 2011–September 2011.89 12.49 September 2011 179 204 64 525 243 729 29. Persentase penduduk miskin 100 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 .26 persen.36 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 99 MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 Tabel 16. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0.64 persen terhadap ITK Triwulan I. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0.

B. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Selama bulan Maret 2011–September 2011, Garis Kemiskinan naik sebesar 4,27 persen, yaitu dari Rp233.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243.729 per kapita per bulan pada September 2011. Garis Kemiskinan (GK), terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Peranan GKM terhadap GK sangat dominan, yaitu mencapai 73,52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73,53 persen pada bulan September 2011. 2. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras. Pada bulan September 2011, kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26,60 persen di daerah perkotaan dan 33,71 persen di daerah perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8,31 persen di perkotaan dan 7,11 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3,35 persen di perkotaan dan 2,66 di perdesaan), gula pasir (2,78 persen di perkotaan dan 3,74 persen di perdesaan), mie instan (2,58 persen di perkotaan dan 2,28 persen di perdesaan), daging ayam ras (2,30 persen di perkotaan dan 1,27 persen diperdesaan), tempe (2,25 persen di perkotaan dan 1,84 persen di perdesaan), tahu (1,97 persen di perkotaan dan 1,50 persen di perdesaan). 3. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan, listrik, angkutan, dan biaya pendidikan. Kontribusi biaya perumahan (7,36 persen di perkotaan dan 5,72 persen di perdesaan), biaya listrik (2,75 persen di perkotaan dan 1,58 persen di perdesaan), biaya pendidikan (2,49 persen di perkotaan dan 1,21 persen di perdesaan), dan biaya angkutan (2,10 persen di perkotaan dan 0,89 persen di perdesaan). C. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. 2. Pada periode Maret 2011–September 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2,08 pada bulan Maret 2011 menjadi
EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011 101

2,05 pada bulan September 2011. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,55 menjadi 0,53 pada periode yang sama (Tabel 16.2). Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22

Tabel 16.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah, Maret 2011–September 2011
Tahun Kota Desa Kota+Desa

(1) (2) (3) (4) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P
1

) Maret 2011 1,52 2,63 2,08 September 2011 1,48 2,61 2,05 Indeks Keparahan Kemiskinan (P
2

) Maret 2011 0,39 0,70 0,55 September 2011 0,39 0,68 0,53 Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011

3. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan. Pada bulan September 2011, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1,48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2,61. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0,39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0,68.

102 KE MI S KI NAN S E PTE MBE R 2011

Tabel 16.3 Garis Kemiskinan, Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin September 2011
Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Perkotaan Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) Pedesaan Total Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Aceh 346 385 169,30 13,03 308 265 730,89 22,01 900,19 19,48 Sumatera Utara 288 023 652,09 10,10 239 208 769,35 11,53 1 421,44 10,83 Sumatera Barat 308 068 145,01 7,61 255 719 296,79 9,85 441,80 8,99

Riau 321 390 136,10 6,01 280 271 336,35 9,56 472,45 8,17 Jambi 316 123 97,26 9,95 233 566 154,53 6,99 251,79 7,90 Sumatera Selatan 288 432 407,42 14,94 224 497 654,45 13,39 1 061,87 13,95 Bengkulu 297 506 88,19 16,30 253 434 215,16 17,83 303,35 17,36 Lampung 282 456 224,23 11,32 232 723 1 053,70 18,39 1 277,93 16,58 Bangka Belitung 351 414 20,96 3,35 348 736 44,59 6,91 65,55 5,16 Kepulauan Riau 363 572 104,78 7,09 306 981 17,72 5,46 122,50 6,79 DKI Jakarta 368 415 355,20 3,64 0 0,00 0,00 355,20 3,64 Jawa Barat 234 622 2 628,35 9,09 209 777 2 022,45 13,39 4 650,81 10,57 Jawa Tengah 231 046 2 175,82 14,67 205 981 3 080,17 17,50 5 255,99 16,21 DI Yogyakarta 273 678 298,92 12,88 226 770 265,31 22,57 564,23 16,14 Jawa Timur 242 403 1 734,31 9,66 214 166 3 493,00 17,66 5 227,31 13,85 Banten 247 575 335,12 4,54 214 179 355,75 9,74 690,87 6,26 Bali 255 996 100,86 4,20 217 205 82,27 5,17 183,13 4,59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445,23 23,42 210 046 450,96 16,99 896,19 19,67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99,23 10,47 186 504 887,27 22,93 986,50 20,48 Kalimantan Barat 239 411 89,89 6,70 211 069 286,24 9,25 376,12 8,48 Kalimantan Tengah 259 917 28,29 3,74 254 399 121,73 8,10 150,02 6,64 Kalimantan selatan 268 791 59,96 3,83 235 442 138,66 6,45 198,61 5,35 Kalimantan Timur 359 290 87,90 3,80 297 986 159,23 11,26 247,13 6,63 Sulawesi Utara 227 069 78,14 7,51 216 496 116,58 9,25 194,72 8,46 Sulawesi Tengah 271 260 65,90 10,05 239 973 366,17 17,96 432,07 16,04 Sulawesi Selatan 206 620 133,58 4,48 173 649 701,93 13,63 835,51 10,27 Sulawesi Tenggara 208 575 28,33 4,51 195 620 305,95 18,43 334,28 14,61 Gorontalo 202 305 14,76 4,06 192 274 177,64 25,21 192,40 18,02 Sulawesi Barat 203 048 33,44 12,21 189 980 129,74 14,06 163,18 13,64 Maluku 288 414 56,49 9,59 257 076 299,92 30,03 356,40 22,45 Maluku Utara 264 367 8,55 2,95 226 299 98,53 12,61 107,08 10,00 Papua Barat 356 222 13,62 5,71 325 128 213,49 38,30 227,12 28,53 Papua 320 321 37,35 4,75 266 271 909,05 40,53 946,39 31,24 INDONESIA 263 594 10 954,58 9,09 223 181 18 935,56 15,59 29 890,14 12,36

EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012
Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin

S UPL E ME N: ME TODOL OGI 103

SUPLEMEN: METODOLOGI XVII.
1. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). Sebaliknya, perubahan negatif IHK disebut deflasi. IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres, yaitu :
MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22
n k

P IHK

ni

QP P
1 )1( i oiin k )1( in

104 S UPL E ME N: ME TODOL OGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. inflasi administered prices. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. dapat dicari harganya. penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. dan selalu ada barang/jasanya. SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. Sejak Juni 2008. seperti ekspektasi inflasi. SBH terakhir diadakan tahun 2007.i oioi Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : I 1 QP IHK IHKIHK nn n )1( n )1( 100 100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. dan inflasi volatile goods. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH. nilai . yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas.

sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. Berdasarkan tahun dasar 2007. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan. rokok. 2. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). pasar modern. dan sebagainya. apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan . setiap 2 minggu. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. upah buruh. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. menghitung semua komponen pengeluaran PDB.tukar. dan bersifat umum. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai). praktek dokter. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. yang sifatnya cenderung permanen. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. 3. data Migas dari KPPBC. sepeda motor. persistent. Secara teoritis. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. dan sebagainya. susu. (2) pendekatan pendapatan. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. rumah tangga yang mempunyai pembantu. tarif listrik. dan sebagainya. Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. dan sebagainya). setiap minggu. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). bengkel. Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. mie. Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. cabai. restoran siap saji. mobil. daging ayam ras. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. menghitung semua komponen nilai tambah. minyak goreng. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. Pertamina dan BP Migas. dan (3) pendekatan pengeluaran. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). penghuni perahu/rumah apung. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 106 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 5. Survei Penduduk Antar Sensus. Pengumpulan data berbasis sampel.id. Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). pengungsi dan masyarakat terpencil). dengan pendekatan rumah tangga. awak kapal berbendera Indonesia. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. mereka yang tidak mencari . atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. Pengangguran Terbuka (Unemployment). paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4.berikutnya). Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah.bps. yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia. Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela).go. mereka yang mempersiapkan usaha. Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya.

Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. 7. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. dan Perikanan. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel). Semakin tinggi NTP. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. Hortikultura. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan.pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Tanaman Perkebunan Rakyat. Peternakan. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 107 6. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan. harga di penggilingan ditentukan dari . Karena unit penggilingan bukan merupakan responden. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 108 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 8. Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan.

IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No. tetapi saat panen raya (Maret s. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. 10. pertambangan dan penggalian. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional.105/PMK. 11. Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya.8 Tahun 2003. impor dan ekspor. dengan responden pimpinan perusahaan.500 rumah tangga. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar). Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia. Data realisasi produktivitas diperoleh dari . 9. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu.hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat. dan diprediksi menurut tingkatan waktunya. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. Jumlah sampel STB sebanyak 2. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya. industri. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. merupakan angka realisasi. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005.400 perusahaan besar dan sedang.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. yaitu: pertanian.d. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No.

Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 110 S UPL E ME N: ME TODOL OGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. baik laut maupun udara. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3). Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. 13. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. Data yang . Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. 12. termasuk di dalamnya Crew WNA. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April. sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan.576 perusahaan.hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang.

PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. Sebagai informasi tambahan. Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara. Untuk mengukur kemiskinan. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia.dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM).d. Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. Dengan pendekatan ini. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. BPS menggunakan konsep kemampuan MARET 2012 D A T A S O S I A L E K O N O M I EDISI 22 seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). ii. dapat dihitung Head Count Index (HCI). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. iii. IV. dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. . jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya. Kemiskinan i. Dengan pendekatan ini. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. EDISI 22 D A T A S O S I A L E K O N O M I MARET 2012 S UPL E ME N: ME TODOL OGI 111 14. 15. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. jumlah kamar terpakai. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->