Anda di halaman 1dari 39

BIOAKUSTIK

WIRA HADI KUSUMA, ST


GERAK GELOMBANG
Wira Hadi Kusuma, ST
Gelombang
Mekanik
Elektromagnetik
Gelombang Suara
Gempa Bumi
Gelombang pada dawai
Cahaya
Sinar X
Gelombang Radio
Gelombang Mekanik
Gelombang Mekanik Timbul :
Perlu usikan sebagai sumber
Perlu medium yang dapat diusik
Perlu adanya mekanisme penjalaran usikan
Karakter Fisik yang menjadi ciri gelombang :
Panjang Gelombang ()
Frekwensi (f )
Cepatrambat Gelombang (v)
Panjang Gelombang : Jarak minimum antara dua titik
pada gelombang yang berperilaku identik.
Frekwensi Gelombang : Jumlah pengulangan usikan
persatuan waktu.
Cepat rambat Gelombang : Jarak penjalaran usikan yang
ditempuh dalam satu satuan waktu.
Tipe Gelombang
Transversal
Longitudinal
Gerak partikel yang terusik
tegak lurus arah penjalaran
Gerak partikel yang terusik
sejajar arah penjalaran
Superposisi dan Interferensi Gelombang
Cepat-rambat Gelombang di dalam Dawai

F
v =
Tegangan dawai
Massa dawai persatuan panjang
| |
2
MLT

= F
| |
1
ML

=
| |
1
LT

= v
Refleksi dan Transmisi Gelombang
Rambatan gelombang dari medium
kurang rapat
ke medium yang lebih rapat
Rambatan gelombang dari medium
lebih rapat
ke medium yang kurang rapat
Harmoni Gelombang
|
.
|

\
|
= x A y

t 2
sin

A
|
.
|

\
|
= vt x A y

t 2
sin
Untuk Gelombang yang
Menjalar ke kanan
T v =
atau
vT =
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=
T
t x
A y

t 2
sin
t 2 k
T t e 2
( ) t kx A y e = sin
|
.
|

\
|
= vt x A y

t 2
sin
T
v

=
|
.
|

\
|
=
T
t x
A y

t 2 sin
GELOMBANG MEKANIK
1. Gelombang Berjalan
Persamaan Umum Gelombang Berjalan :


Kecepatan getaran partikel di titik P :


Percepatan getaran partikel di titik P :


Sudut fase, Fase dan
Beda fase


P P
y kx t A a
2 2
) ( sin e e e = =

t
A =
A
=
|
.
|

\
|

=
|
.
|

\
|

fase beda
fase
fase sudut 2
x
x
T
t
x
T
t
P
P
) ( os kx t c A v
P
= e e
|
.
|

\
|
= =

t e
x
T
t
A kx t A y
P
2 sin ) ( sin
2. Gelombang Stasioner
) (
2
1
n x =
) cos( in 2 kl t kx s A y
P
= e
kx c A A
P
os 2 =
) sin( os 2 kl t kx c A y
P
= e

4
1
) 1 2 ( + = n x
kx s A A
P
in 2 =
) (
2
1
n x =

4
1
) 1 2 ( + = n x
Gel.
Stasioner
Pada dawai dgn Ujung
Bebas
Pada dawai dgn Ujung
Terikat
Pers. Gel.
Stasioner
Amplitudo
Letak
perut
Letak
simpul
3. Gelombang pada Senar


Nada Dasar (f
0
)
(Harmonik pertama)
Nada atas pertama (f
1
)
(Harmonik kedua)
Nada atas kedua (f
2
)
(Harmonik ketiga)
Nada atas pertama (f
3
)
(Harmonik keempat)
0 2
1
= l
3
2 = l
2 2
3
= l
1
= l
l
v v
f
2
0
0
= =

l
v v
f
2
3
3
= =

l
v v
f
2
3
2
2
= =

l
v v
f = =
1
1

4. Gelombang pada Pipa Organa













Resonansi
Pipa Organa Terbuka Pipa Organa Tertutup
Nada Dasar (f
0
)
(Harmonik pertama)
Nada atas pertama (f
1
)
(Harmonik kedua)
Nada atas kedua (f
2
)
(Harmonik ketiga)
Nada atas ketiga (f
3
)
(Harmonik keempat)
0 2
1
= l
3
2 = l
2 2
3
= l
1
= l
l
v v
f
2
0
0
= =

l
v v
f
4
7
3
3
= =

l
v v
f
2
3
2
2
= =

l
v v
f
4
3
1
1
= =

3 4
7
= l
2 4
5
= l
1 4
3
= l
0 4
1
= l
l
v v
f
2
3
3
= =

l
v v
f
4
5
2
2
= =

l
v v
f = =
1
1

l
v v
f
4
0
0
= =

4
1
) 1 2 ( + = n l
n
5. Pelayangan Bunyi
f
p
= frekuensi pelayangan (Hz)
f
1
= frekuensi gelombang y
1
(Hz)
f
2
= frekuensi gelombang y
2

(Hz)
6. Efek Doppler
f
P
= frekuensi yg didengar pendengar (Hz)
f
S
= frekuensi dari sumber bunyi (Hz)
v = cepat rambat gel. bunyi (m/s)
v
P
= kecepatan pendengar (m/s)
v
S
= kecepatan sumber bunyi (m/s)
Jika P mendekati S , maka v
P
= +
P menjauhi S v
P
= -
S mendekati P v
P
= -
S menjauhi P v
P
= +
S
S
P
P
v v
f
v v
f

2 1
f f f
p
=
GERAK HARMONIK
SEDERHANA
12.1 Gaya Pemulih pada Gerak Harmonik Sederhana
Gaya Pemulih pada Pegas

k = konstanta pegas (N/m)
y = simpangan (m)


Gaya Pemulih pada Ayunan Bandul Sederhana

m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s
2
)
u sin mg F =
vektor) (notasi
skalar) (notasi
y k F
ky F

=
=
12.2 Peride dan Frekuensi
Periode adalah waktu yg diperlukan untuk melakukan satu kali gerak bolak-
balik.
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan dalam waktu 1 detik.



Untuk pegas yg memiliki konstanta gaya k yg bergetar karena adanya beban
bermassa m, periode getarnya adalah



Sedangkan pada ayunan bandul sederhana, jika panjang tali adalah l, maka
periodenya adalah
k
m
T t 2 =
f
T
T
f
1
atau
1
= =
g
l
T t 2 =
12.2 Simpangan, Kecepatan, Percepatan
Simpangan Gerak Harmonik Sederhana
y = simpangan (m)
A = amplitudo (m)
= kecepatan sudut (rad/s)
f = frekuensi (Hz)
t = waktu tempuh (s)
Jika pada saat awal benda pada posisi
0
, maka


Besar sudut (t+
0
) disebut sudut fase (), sehingga



disebut fase getaran dan
disebut beda fase.
T
t t
T
t

T
t

1 2
1 2
0
0
2
2
2
2

= = A
+ =
= |
.
|

\
|
+ =

u

u
u
ft A t A y 2 sin sin = =
) 2 ( sin ) ( sin
0 0
u u + = + = ft A t A y
0 0
2 u u u + = + =
T
t
t
Kecepatan Gerak Harmonik Sederhana
Untuk benda yg pada saat awal
0
= 0, maka kecepatannya adalah




Nilai kecepatan v akan maksimum pada saat cos t = 1, sehingga kecepatan
maksimumnya adalah



Kecepatan benda di sembarang posisi y adalah
t A t A
dt
d
dt
dy
v cos ) sin ( e = = =
A v
m
e =
2 2
y A v
y
=e
Percepatan Gerak Harmonik Sederhana
Untuk benda yg pada saat awal
0
= 0, maka percepatannya adalah




Nilai percepatan a akan maksimum pada saat sin t = 1, sehingga percepatan
maksimumnya adalah



Arah percepatan a selalu sama dengan arah gaya pemulihnya.

y t A t A
dt
d
dt
dv
a
2 2
sin ) cos ( e e = = = =
A a
m
2
e =
Contoh :
1. Sebuah benda melakukan gerak harmonik sederhana sepanjang sumbu y.
Simpangannya berubah terhadap waktu sesuai persamaan y = 4 sin
(t+/4), dgn y dalam meter dan t dalam sekon.
a. Tentukan amplitudo, frekuensi dan periode geraknya.
b. Hitung kecepatan dan percepatan benda terhadap waktu
c. Tentukan posisi, kecepatan dan percepatan benda pasa t = 1 sekon
d. Tentukan kecepatan dan percepatan maksimum benda
e. Tentukan perpindahan benda antara t = 0 dan t = 1 sekon.

2. Sebuah gerak harmonik sederhana mempunyai amplitudo A = 6 cm.
Berapakah simpangan getarannya ketika kecepatannya 1/3 kali kecepatan
maksimum?
12.4 Energi pada Gerak Harmonik Sederhana
Energi kinetik benda yg melakukan gerak harmonik sederhana, misalnya
pegas, adalah


Karena k = m
2
, diperoleh


Energi potensial elastis yg tersimpan di dalam pegas untuk setiap
perpanjangan y adalah


Jika gesekan diabaikan, energi total atau energi mekanik pada getaran pegas
adalah
t kA E
k
cos
2 2
2
1
=
t A m mv E
k
cos
2 2 2
2
1
2
2
1
e = =
t A m t kA ky E
p
sin sin
2 2 2
2
1
2 2
2
1
2
2
1
e = = =
2
2
1
2
2
1
2
2
1
2 2 2
2
1
) cos sin (
kA mv ky E E E
t t kA E E E
k p M
k p M
= + = + =
+ = + =
Contoh :
1. Sebuah benda bermassa m = 0,25 kg melakukan osilasi dengan periode
0,2 sekon dan amplitudo A = 5x10
-2
m. Pada saat simpangannya y = 2x10
-2

m, hitunglah (a) percepatan benda, (b) gaya pemulih, (c) energi potensial,
dan (d) energi kinetik benda!

2. Sebuah balok bermassa m
b
= 1 kg dikaitkan pada pegas dgn konstanta k =
150 N/m. Sebuah peluru yg bermassa m
p
= 10 g bergerak dgn kecepatan
kecepatan v
p
= 100 m/s mengenai dan bersarang di dalam balok. Jika
lantai dianggap licin, (a) hitung amplitudo gerak harmonik sederhana yg
terjadi, dan (b) nyatakan persamaan simpangannya!
Gelombang Elektromagnetik
1. Spektrum Elektromagnetik

Gel. Radio
Gel. Mikro
Gel. Inframerah
Cahaya tampak
Gel. UV
Sinar-X
Sinar Gamma
2. Energi dalam GEM

Hubungan antara kuat medan listrik dg medan magnetik :





Dimana :



Dengan :
E
m
, B
m
= nilai max amplitudo medan listrik dan magnetik
c = cepat rambat cahaya
c
B
E
B
E
m
m
= =
t) - (kx cos
t) - (kx cos
e
e
m x
m y
B B
E E
=
=
3. Rapat Energi Listrik dan Magnetik

Rapat energi listrik dan magnetik dinyatakan dengan :





Dengan :
u
e
= rapat energi listrik (J/m
3
)

0
= 8,85 x 10
-12
C
2
N
-1
m
-2

E = kuat medan listrik (N/C)
u
B
= rapat energi magnetik (J/m
3
)
B = besar induksi magnetik (Wb/m
2
)

0
= 4 x 10
-7
Wb/A
2
0
2
1
E u
e
c =
0
2
2
B
u
B
=
4. Intensitas GEM

Intensitas GEM atau laju energi yg dipindahkan melalui GEM
disebut pointing (S).





Dengan intensitas rata-rata :
B x E S

0
1

=
0
2
0
) ( cos

t kx B E EB
S
m m

= =
0
2
m m
B E
S =
Hubungan Intensitas Gelombang dengan Energi Rata-rata

Dengan menggunakan hubungan dan


rapat energi magnetik adalah





Rapat energi total adalah
c
E
B =
0 0
1
c
= c
e B
u E
E c E B
u = = = = =
2
0
0
0 0
2
0
2 2
0
2
2
1
2 2
/
2
c

c

0
2
2

B
u u u u
B e B
= = + =
Rapat energi total rata-rata adalah





Intensitas gelombang (laju energi rata2 per m
2
) yg dipindahkan
melalui GEM sama dg rapat enrgi rata2 dikalikan dengan
cepat rambat cahaya.




Dengan :
I = intensitas radiasi (W/m
2
)
S = intensitas gelombang = laju energi rata2 per m
2
(W/m
2
)
P = daya radiasi (W)
A = luas permukaan (m
2
)
c
B E
u
m m
0
2
=

u c S =
0
2
0
2
0
2 2 2
m m m m
cB
c
E B E
A
P
I S = = = = =
Contoh :
1. Suatu GEM dalam vakum memiliki amplitudo medan listrik
360 V/m. Hitunglah amplitudo medan magnetiknya?

2. Sebuah sumber titik dari radiasi EM memiliki daya rata2
keluaran P = 1000 W. Tentukan :
a. Amplitudo max medan listrik E
m
dan medan magnetik B
m

pada titik yg berjarak r = 4 m dari sumber radiasi
b. Rapat energi rata-rata pada titik yg berjarak r = 4 m dari
sumber radiasi


3. Sebuah sumber cahaya monokromatik memancarkan daya
EM 250 W merata ke segala arah.
a. Hitung rapat energi listrik rata-rata pada jarak 1 m dari
sumber
b. Hitung rapat energi magnetik rata-rata pada jarak 1 m dari
sumber
c. Tentukan intensitas gelombang pada lokasi tsb