Anda di halaman 1dari 20

ETIKA BI S

NI S PFOFESI

Chapter 6 ETIKA PROFESI AKUNTA NS I

Click to edit Pendidikan Profesi Akuntansi Universitas Andalas

Master subtitle style Galfib Jenni Tantawi


Rio Eka Putra

12158003 12158009

ETIKA PFOFESI

KODE ETIK
Merupakan perangkat prinsip-prinsip moral dan mengatur tentang perilaku professional
Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik.

Ada beberapa alasan kenapa seseorang bertindak tidak etis

Menurut UU No. 8 (Tentang kepegawaian) Kode etik profesi


Pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.

IFAC Code of Ethics


IFAC atau International Federation of Accountant menbagi kode etik bagi akuntan-akuntan yang bergerak didua bidang yang berbeda, yaitu :

Kode etik untuk professional accountant in public practice atau akuntan yang bergerak dibidang publik kode etik yang kedua diperuntukkan untuk professional accountant in business. Kode etik untuk beberapa kondisi telah ditetapkan oleh IFAC dalam beberapa situasi

Kode Etik IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)


Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota dalam pemenuhan tanggungjawab profesionalnya.

Cont,,
Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu sendiri meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007) yaitu :
q

Tanggung Jawab Profesi Kepentingan Publik Integritas Objektivitas Kompetensi Kerahasiaan Prilaku Organisonal Standar Teknis

Kode Etik IAPI (Institut Akuntan Publik Indonesia)


Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Yaitu badan yang memiliki fungsi untuk menyusun dan mengembangkan standar profesi dan kode etik profesi akuntan publik yang berkualitas dengan mengacu pada standar internasional

Cont,,
Kode Etik Profesi Akuntan Publik (Kode Etik) ini terdiri dari dua bagian :

Cont,,
Terdapat lima prinsip-prinsip dasar etika profesi yang diterbitkan oleh IAPI, yaitu;
q q q q q

Prinsip Integritas Prinsip Objektivitas Prinsip Kompetensi Prinsip Kerahasiaan Prinsip Prlaku Profesional

Kode Etik IAMI (Institut Akuntan Manajemen Indonesia)


Akuntan manajemen tidak akan melakukan tindakantindakan yang bertentangan dengan standar ini atau mereka tidak akan menerima pelaksanaan tindakantindakan tersebut dari orang lain dalam organisasi mereka. Standar tersebut adalah sebagai berikut:
q
q

Kompetensi Kerahasian Integritas Objektivitas Reselosi Konflik Etika

Kode Etik IAI KASP


Untuk Akuntan Sektor Publik, aturan etika ditetapkan oleh IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik (IAI-KASP). Sampai saat ini, aturan etika ini masih dalam bentuk exposure draft, yang penyusunannya mengacu pada Standard of Professional Practice on Ethics yang diterbitkan oleh the International Federation of Accountants (IFAC).

Kode Etik Profesi dalam Asosiasi Akuntansi Lainnya


Kode etik profesi dalam asosiasi akuntansi lainnya pada dasarnya sama saja dengan kode etik profesi akuntan lainnya, yaitu mencakup integritas, objektivitas, kompetensi dan kdehati-hatian, kerahasian, ketepatan bertindak, dan standar teknis dan professional, pertentangan kepentingan, fasilitas dan hadiah

Cont,,
Namun dalam lingkup kerja yang berbeda. Asosiasi akuntansi lainnya terdiri dari :

Sarbanes Oxley Act (Sarbox)


Sarbanes Oxley Act (Sarbox / SOX) lahir tahun 2002, tepatnya 30 juli 2002. Sarbox lebih dikenal sebagai Public Company Accounting Reform and Investor Protection Act atau Corporate and Auditing Accountability and Responsibility Act. Sarbox lahir sebagai standar baru untuk semua perusahaan public dan KAP. Munculnya Sarbox diakibatkan oleh runtuhnya perusahaan raksasa seperti enron, tyco international, Adelphia, peregrine systems dan WorldCom.

Cont,,
Sarbox mengatur standar pelaporan keuangan dalam

Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB) Auditor Independence Corporate Responsibility Enhanced Financial Disclosures Analyst Conflicts of Interest Commission Resources and Authority Studies and Reports Corporate and Criminal Fraud Accountability White Collar Crime Penalty Enhancement Corporate Tax Returns Corporate Fraud Accountability

PMK No. 17/2008 dan UU No. 5 tahun 2011


PMK No. 17/2008 mengatur tentang jasa akuntan publik, yang baru saja diperkuat dengan lahirnya UU No. 5 tahun 2011. Dalam PMK dan UU ini diatur segala hal tentang akuntan publik

KESIMPULAN

Dinyatakan dalam kode etik yang berkaitan dengan masalah prinsip bahwa auditor harus menjaga, menjunjung, dan menjalankan nilai-nilai kebenaran dan moralitas, seperti bertanggungjawab (responsibilities), berintegritas (integrity), bertindak secara objektif (objectivity) dan menjaga independensinya terhadap kepentingan berbagai pihak (independence), dan hati-hati dalam menjalankan profesi (due care)