Anda di halaman 1dari 3

RENCANA KEPERAWATAN RANCANGAN PENYULUHAN Diagnosa Keperawatan : Post op sectio caesaria dengan indikasi plasenta previa Hari / tanggal

Topik Penyuluhan Ruang Rawat Sasaran TUJUAN UMUM Setelah melakukan penyuluhan diharapkan klien mampu memahami tentang pentingnya pemberian ASI pada BBL
-

: jumat, 20 Januari 2012 : pentingnya pemberian ASI pada BBL : Lontara IV Kebidanan bawah RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar : Klien dan keluarga Pukul Penyuluh Penguji : 10.00 WITA : Megah Fitrian : 1. Dra. Yosephin P 2. Ramlah Razak TUJUAN KHUSUS
Setelah dilakukan penyuluhan, klien mampu mengulang apa yang telah diberikan. Klien dapat menyebutkan manfaat ASI Klien dapat menyebutkan perbandingan ASI dan susu Formula

MATERI 1. Manfaat ASI 2. Perbandingan ASI dan Susu Formula 3. Hal-hal yang mempengaruhi Produksi ASI

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR A. Penyuluhan 1. Pendahuluan 2. Menyampaikan materi 3. Member kesempatan pada klien dan keluarga untuk bertanya 4. Menjawab pertanyaan 5. Menutup penyuluhan 6. Evaluasi 7. Menyampaikan pesan dan terima kasih B. Sasaran 1. Mendengarkan penyuluhan 2. Bertanya tentang hal-hal yang tidak dimengerti

METODE -ceramah -Tanya Jawab

MEDIA/ALAT BANTU - Plifchart - Leaflet - Spidol - Plester

EVALUSI - Klien mengetahui manfaat ASI - Klien mengetahui perbandingan ASI dan susu Formula - Klien mengetahui halhal yang mempengaruhi produksi ASI

- Klien dapat
menyebutkan hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI

LAMPIRAN PENTINGNYA PEMBERIAN ASI PADA BAYI


1. Manfaat ASI ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya ASI disesuaikan secara unik bagi bayi manusia, seperti halnya susu sapi adalah yang terbaik untuk sapi Bayi ASI lebih bisa menghadapi efek kuning (jaundice). Level bilirubin dalam darah bayi banyak berkurang seiring dengan diberikannya kolostrum dan mengatasi kekuningan Dengan adanya kontak mata dan badan, pemberian ASI juga memberikan kedekatan antara ibu dan anak IQ pada bayi ASI lebih tinggi 7-9 point daripada IQ bayi non-ASI. Menurut penelitian pada tahun 1997, kepandaian anak yang minum ASI pada usia 9 1/2 tahun mencapai 12,9 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang minum susu formula Hisapan bayi membantu rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa prakehamilan dan mengurangi risiko perdarahan Lemak di sekitar panggul dan paha yang ditimbun pada masa kehamilan pindah ke dalam ASI, sehingga ibu lebih cepat langsing kembali Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki resiko lebih rendah terhadap kanker rahim dan kanker payudara. ASI dalam payudara tak pernah basi dan ibu tak perlu memerah dan membuang ASI-nya sebelum menyusui 2. Perbandingan ASI dan Susu Formula
ASI Kaya DHA dan AA untuk pembentukan sel otak, mudah diserap usus bayi, kaya kolesterol, mengandung enzim pencerna lemak Mengandung lactoferin (baik untuk usus), lisosim (enzim anti mikroba), kaya protein pembangun tubuh dan otak Kaya laktosa (karbohidrat penting untuk perkembangan otak) dan oligosakarida yang meningkatkan kesehatan usus Kaya akan sel darah putih dan imunoglobulin (untuk antibodi) Mengandung zat besi, zink dan kalsium, (besi mampu diserap sekitar 50-75%), juga mengandung antioksidan Kaya enzim pencerna seperti lipase dan amilase. Kaya hormon seperti tiroid, prolaktin, oksitosin. Susu Formula Kurang DHA, tidak ada kolesterol, tidak diserap secara sempurna Tidak ada lactoferin dan lisosim. Protein pembangun tubuh dan otaknya kurang Kurang laktosa dan oligosakarida bahkan dalam beberapa susu formula tidak terkandung di dalamnya Tidak ada sel darah putih atau sel lainnya, sedikit imunoglobulin dan biasanya jenis yang salah Tidak diserap dengan baik, mengandung antioksidan Kurang enzim dan hormon

ASI Rasa ASI sesuai dengan makanan yang dikonsumsi ibu

Susu Formula Rasa sama

Biaya murah dan praktis

Biayanya mahal

3. Hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI Semakin cepat memberikan tambahan susu pada bayi menyebabkan daya isap berkurang karena bayi mudah merasa kenyang. Bayi akan malas menghisap putting susu dan mengakibatkan produksi prolaktin dan oksitosin akan berkurang dan merangsang hormone LH dan GnRH semakin meningkat sehingga terjadi proses pematangan sel telur yang mengakiubatkan cepat terjadi ovulasi dan kemungkinan hamil. Perasaan ibu dapat menghambat atau meningkatkan pengeluaran oksitosin, sepertiperasaan takut, gelisah, marah, sedih, cemas, kesal, malu, atau nyeri hebat akan mempengaruhi refleks oksitosin yang akhirnya menekan pengeluaran ASI. Sebaliknya, perasaan menyayangi bayi, memeluk, mencium, dan mendengar bayinya menangis atau perasaan bangga dapat menyusui bayinya, akan meningkatkan pengeluaran ASI. Dukungan suami maupun keluarga lain dalam rumah akan sangat membantu berhasilnya seorang ibu untuk menyusui. Isapan bayi tidak sempurna atau putting susu ibu yang sangat kecil, hal ini akan membuat produksi hormone oksitosin dan hormone prolaktin akan terus menurun dan ASI akan berhenti. Cara menyusu yang tidak tepat, tidak dapat mengosongkan payudara dengan benar yang akhirnya akan menurunkan produksi ASI.