Anda di halaman 1dari 4

Keperawatan Komunitas: TUTORIAL MINGGU KE IV

Megah Fitrian PO.71.3.201.10.1.076

Tugas! Carilah temuan-temuan dalam bidang epidemiologi kemudian diskusikan: 1. Apa yang saudara dapat simpulkan dari temuan epidemiologi tersebut menyangkut tempat, orang dan waktu? Dari segi orang, Temuan epidemiologi (wabah flu singapura) menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Dari segi tempat, Dalam beberapa waktu terakhir ini, wabah kasus flu Singapura mengancam warga Jakarta. Wabah KTM cenderung terjadi setiap 3 tahun di Amerika Serikat. Dari segi waktu, Penyakit ini sering terjadi dalam musim panas. Pola musiman terjadi di daerah beriklim sedang, dengan kejadian puncak pada akhir musim panas dan awal musim gugur. 2. Dari temuan tersebut apa yang paling berperan dalam kejadian penyakit ditinjau dari segi agent, host dan environtment? Penyebab yang paling sering terjadi adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit. Penyakit ini merupakan penyakit umum atau biasa terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun ). Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus, kecuali bila daya tahan tubuhnya menurun. Masa inkubasinya sekitar 2-5 hari. Sementara untuk waktu terekspos sampai terkena penyakit 3-7 hari. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek, air liur (oro-oro), tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa seperti nyamuk atau lalat . Penyakit ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya. 3. Jika anda membaca temuan tersebut, apakah kejadian tersebut termasuk dalam kejadian luar biasa? Ya, kejadian tersebut termasuk kejadian luar biasa 4. Jelaskan apabila anda menjawab ya maupun tidak! Karena wabah penyakit Flu Singapura (sebenarnya adalah penyakit yang didunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM ). Sebenarnya istilah Flu Singapura adalah kurang tepat karena dalam literatur dan dalam istyilah dunia kedokteran tidak dikenal istilah demikian), Belum pernah terjadi sebelumnya di Negara Indonesia. Bagaimana masa tunas penyakit: 1. Campak Campak ( Rubeola, Measles, Morbili ) adalah infeksi virus akut yang sangat menular, ditandai dengan demam, lemas, batuk, peradangan selaput mata serta timbulnya bintikbintik merah di kulit. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak.

Megah Fitrian PO.71.3.201.10.1.076


Penyebabnya virus morbili (paramiksovirus). Virus ini terdapat dalam darah dan cairan nasofaring pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir. Penularan melalui droplet (menghirup percikan ludah) dan kontak dengan penderita morbili. Masa tunas (inkubasi) berkisar sekitar 12-14 hari, referensi lain menyebutkan 10-20 hari. Gejala dibagi menjadi 3 stadium: 1. Stadium awal (prodromal) Sebelum stadium awal ada masa inkubasi (masa dari kontak dengan virus sampai mulai timbulnya gejala) yang berlangsung kira-kira 10-12 hari. Stadium awal umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan panas, lemas, nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan. Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza sehingga sulit diagnosa pada stadium ini. Yang khas bila terdapat bercak sebesar ujung jarum (bercak Koplik) di dinding pipi bagian dalam dan penderita pernah kontak dengan penderita morbili dalam 2 minggu terakhir. 2. Stadium timbulnya bercak (erupsi) Terjadi sekitar 2-3 hari setelah stadium awal. Ditandai dengan: demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga. Kadang disertai diare dan muntah. 3. Stadium masa penyembuhan (konvalesen) Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi. Adanya kulit kehitaman dan bersisik (hiperpigmentasi) dapat merupakan tanda penyembuhan.

2. DHF Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Penyakit demam berdarah banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Mantri seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid). Masa tunas / inkubasi selama 3 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut : 1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 40 derajat Celsius). 2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan. 3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya. 4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali). 5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok. 6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi). 7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.

Megah Fitrian PO.71.3.201.10.1.076


8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi. 9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian. 10. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.

3. Malaria Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles. Protozoa parasit jenis ini banyak sekali tersebar di wilayah tropik, misalnya di Amerika, Asia dan Afrika. Ada empat type plasmodium parasit yang dapat meng-infeksi manusia, namun yang seringkali ditemui pada kasus penyakit malaria adalah Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax. Lainnya adalah Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae. Masa tunas / inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh penderita seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang sampai muntah, tampak pucat / anemis, hati serta limpa membesar, air kencing tampak keruh / pekat karena mengandung Hemoglobin (Hemoglobinuria), terasa geli pada kulit dan mengalami kekejangan. Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau upaya pencegahan dengan pemberian obat Chloroquine bila mengunjungi daerah endemik malaria. 4. Diare Diare adalah buang air besar lembek/ cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya (biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari). ( Depkes RI,2000; 3) Penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor penyebab. 1. Faktor Infeksi a. Infeksi Internal ialah infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak, meliputi infeksi internal sebagai berikut b. Infeksi Bakteri : Vibrio E.Coli, salmonella, shigella, campylobacter, yersinia, aeromonas dan sebagainya. c. Infeksi Virus : Enterovirus ( Virus echo, coxsackle, poliomyelitis), adeno virus, Rot a virus, astronovirus dan lain- lain. d. Infeksi Parasit : cacing (ascaris, trichuris, oxyuris, strongyloides ); protozoa ( entamoeba histolitica, giarda lamblia, balantidium coli); jamur ( candida aibicans ) e. Infeksi parenteral adalah infeksi luar alat pencernaan makanan seperti Otitis Media akut, tonsilits / tonsilofaringitis, bronkopneumonia, encephalitis. Keadaan ini terutama pada bayi dan anak berumu dibawah 2 tahun. 2. Faktor Malabsorpsi a. Malabsorpsi Karbohidrat b. Malabsorpsi Lemak c. Malabsorpsi Protein 3. Faktor Makanan : makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan 4. Faktor Psikologis : rasa takut dan cemas jarang tetapui dapat terjadi pada anak yang lebih besar ) ( Perawatan Anak Sakit, 1997 dan Pedoman Diare,2000) Kuman penyebab diare biasanya menyebar melalui fecal oral antara lain melalui makanan/minuman yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. Beberapa prilaku dapat menyebabkan penyebaran kuman enterik dan meningkatkan risiko terjadinya diare, antara lain :

Megah Fitrian PO.71.3.201.10.1.076


1. Tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pertama kehidupan. Pada bayi yang tidak diberi ASI risiko untuk menderita diare lebih besar daripada pada bayi yang diberi ASI, dan kemungkinan menderita dehidrasi berat lebih besar. 2. Menggunakan botol susu, penggunaaan botol ini memudahkan pencemaran oleh kuman kerena botol susah dibersihkan. 3. Menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Bila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar, makanan akan tercemar dan kuman akan berkembang biak. 4. Menggunakan air minum yang tercemar. Air mungkin sudah tercemar dari sumbernya atau pada saat disimpan dirumah. Pencemaran di rumah dapat terjadi kalau tempat penyimpanan tidak ditutup atau apabila tangan yang tercemar menyentuh air pada saat mengambil air dari tempat penyimpanan. 5. Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak. 6. Tidak membuang tinja (termasuk tinja bayi) dengan benar. Sering beranggapan bahwa tinja bayi tidaklah berbahaya, padahal sesungguhnya mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar. Selain itu tinja binatang dapat pula menyebabkan infeksi pada manusia Untuk mengetahui gejala- gejala diare, selain adanya peningkatan frekuensi buang air besar dengan konsistensi tinja lembek atau cair, gejala yang ditimbulkan sesuai dengan jenis kuman penyebabnya. 1. V.Cholera Masa tunas beberapa jam sampai 5 hari, gejala: mencret mendadak, kadang-kadang muntah,asidosis dan shock 2. V.Parahaemoliticus Penderita diare sakit perut, mual , muntah, demam, sakit kepala kadang-kadang seperti disentri. 3. Stap.Aureus Masa tunas 2-6 jam, penderita mual,muntah,sakit perut,mencret,suhu badan dingin 4. Salmonella spp Masa tunas 12-24 jam, penderita mencret, demam, sakit perut 5. Shigella spp Masa tunas 2-3 hari, penderita mencret sakit perut tenesmus, tinja berlendir dan berdarah 6. Streptococcus Fekalis Masa tunas 5-20 jam, penderita mual, muntah ,mencret. Beberapa upaya yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit diare pada orang dewasa, adalah : 1. Personel Higiene 2. Mencuci tangan 3. Menggunakan jamban setiap kali buang air besar 4. Membuang tinja bayi yang benar 5. Menggunakan air bersih yang cukup 6. Menjaga kebersihan lingkungan dan sekitarnya